Anda di halaman 1dari 17

PROSES PEMBUATAN BAJA

Oleh : MEILISA ASMARANI NIM. 0705021043 Kelas : SI-3B
Baja adalah sebuah senyawa antara Besi (Fe) dan Karbon (C), di mana sering juga ditambahkan unsur Chrom (Cr), Nickel (Ni), Vanadium (V), Molybdaen (Mo) dan lain-lain untuk mendapatkan sifat-sifat tertentu yang dikehendaki pada aplikasi di lapangan, seperti sifat anti korosi, tahan panas, tahan temperatur tinggi. Dibandingkan jenis logam yang lain (misalnya Aluminium, Tembaga, dll) maka besi/baja adalah bahan yang paling banyak diproduksi di dunia hingga saat ini. Statistik menunjukkan, bahwa 92 % penggunaan logam dunia adalah besi/baja. Pada tahun 1998, produksi Rohstahl/raw steel (baja baku) sejumlah 750 juta ton. Karena besarnya pangsa pasar baja ini, maka negaranegara yang maju dalam industri baja berlomba-lomba untuk membuat rekayasa-rekayasa baru di dalam proses produksi. Tujuannya adalah untuk mendapatkan baja berkualitas bagus dengan harga yang relatif murah. Bahan dasar untuk pembuatan baja ialah besi mentah atau disebut besi kasar yang dihasilkan dari dapur tinggi. Besi kasar adalah hasil pertama dan merupakan hasil sementara dari pengolahan bijih-bijih besi menjadi besi dan belum dapat dipergunakan sebagai bahan konstruksi dan besi tempa, karena sifatnya rapuh, disamping itu juga unsure-unsur yang bercampur di dalam besi kasar seperti karbon, silicon, pospor masih sangat tinggi. bijih besi antara lain : • Hematite - Fe2O3 - 70 % iron • Magnetite - Fe3O4 - 72 % iron • Limonite - Fe2O3 + H2O - 50 % to 66 % iron • Siderite - FeCO3 - 48 % iron

Proses pembuatan baja dapat dilakukan berdasarkan proses asam dan basa yang berhubungan dengan sifat kimia yang menghasilkan terak dari lapisan dapur.kekurangnya tidak semua besi dapat melebur sehingga terbentuk spoge. charcoal atau coke (coke adalah charcoal yang terbuat dari coal) dan limestone (CaCO3). • Cara tradisional : blomery. sehingga mencegah reaksi antara unsure posfor dengan lapisan dapur. Proses asam digunakan untuk memurnikan besi kasar yang persentase posfor dan sulfurnya rendah. blast furnace diisi oleh bijih besi. Proses basa digunakan untuk memurnikan besi kasar yang kaya posfor dan sedikit silicon. . sehingga besi murni didapat dan dikeluarkan dari dapur. pembakaran tersebut menghasilkan karbondiokasida dan karbon monoksida yang terlepas ke udara.Proses pembuatan baja adalah untuk menurunkan presentase karbon dibawah 1. cairan besi yang keluar ditampung dan disebut dengan pig iron. pada proses ini bijih besi dibakar dengan charcoal. sedangkan persentase silikonnya tinggi. Lapisan dapur harus terbuat dari batu kapur untuk mencegah reaksi antara lapisan dapur dengan unsure silicon. sehingga menghasilkan terak. dimana banyak mengandung carbon sehingga terjadi pengikatan oksigen. • Proses lebih modern adalah dengan blas furnace. Tujuan pembuatan baja didalam dapur baja adalah : • Mengubah besi kasar menjadi baja • Mengerjakan atau mencairkan baja-baja rongsokan atau baja bekas. Lapisan dapurnya dibangun dari batu silica (SiO2) dan mempunyai sifat yang sama dengan terak.7%. Angin secara kencang dan kontinu ditiupkan dari bawah dapur. spoge berisi besi dan silica. Hasil peluburan besi akan berada di bawah. Unsure posfor hanya dapat dikeluarkan apabila digunakan sejumlah besar dari batu kapur selama berlangsung proses pemurnian. Pemurnian Besi dilakukan antara lain dengan cara : • Prinsip dasar : Menghilangkan kandungan oksigen dalam bijih besi.

baja cair dicor dengan metode Strangguss/continuous casting. hingga alat-alat dapur. Salah satu cara penyederhanaan produksi adalah dengan menciptakan instalasi continuous casting yang mampu menghasilkan baja dengan ketebalan di bawah 150 . Lempengan baja banyak digunakan sebagai bahan baku untuk produksi karoseri mobil. Dari sini diperoleh hasil baja dalam bentuk batangan (slab) dengan ketebalan 150 hingga 320 mm. Produk baja lembaran yang dihasilkan bisa berupa coil maupun sheet. Hasil produksi yang berupa besi spons ini selanjutnya dilebur bersama dengan besi bekas (scrap) pada proses pembuatan baja yaitu pabrik baja slab dan pabrik baja billet. maupun baja lembaran dingin dengan perlakukan anil atau temper. Salah satu produk setengah jadi yang penting adalah lempengan baja (strip. Proses pembuatan baja tersebut menggunakan teknologi dapur busur listrik yang dilanjutkan dengan proses pengecoran kontinu menjadi baja slab dan baja billet. Billet baja yang dihasilkan sebagian dijual ke konsumen namun pada umumnya diproses lebih lanjut di pabrik baja batang kawat menjadi batang kawat. Dengan demikian . Proses konvensional pembuatan lempengan baja biasanya sebagai berikut : Pertama kalinya. Proses produksi baja dimulai pada pabrik pembuatan besi yang menggunakan proses reduksi langsung bijih besi dengan gas alam. sheet)dengan berbagai lapmacam variasi ketebalan. plate. maupun pelat. Sejak tahun 1980. Proses selanjutnya adalah penipisan ketebalan dengan rolling mill sehingga diperoleh lempengan tipis 2 hingga 20 mm. strip. Sebagian baja lembaran panas ini langsung dijual ke konsumen atau diproses lebih lanjut di fasilitas produksi lainnya yaitu pabrik baja lembaran canai dingin.320 mm. kereta. besi bekas ( Skrap ) dan beberapa paduan logam. telah berhasil dicor baja batangan dengan ketebalan di bawah 25 mm (misalnya dengan metode CPR). Pabrik ini menghasilkan produk baja lembaran dingin berupa baja lembaran panas yang dipickling. Baja slab dicanai dalam kondisi panas pada pabrik baja lembaran canai panas menjadi baja lembaran panas berupa coil.PROSES PEMBUATAN BAJA Baja diproduksi didalam dapur pengolahan baja dari besi kasar baik padat maupun cair.

yang berputar berlawanan arah. lebar 1100 mm. Dalam prinsip ini. Jerman bekerjasama dengan Thyssen Krupp Stahl AG (TKS) mencoba melakukan terobosan baru dalam produksi strip (lempengan baja tipis). baja cair dicor di antara dua buah roller (silinder) berpendingin air. sehingga hanya dengan proses rolling satu tahap saja bisa diperoleh baja dengan ketebalan seperti produk jadi. Ketebalan lempengan baja yang dihasilkan tergantung dari setelan celah antara dua buah silinder tersebut. Prinsip double roller process ini baru bisa direalisir di akhir abad 20 seiring dengan kemajuan komputerisasi pada bidang teknologi kontrol dan pengukuran. RWTH Aachen University of Technology. Australia. dengan hasil lempengan baja setebal 3 mm. dan saling menyembunyikan hasil-hasil yang telah dicapai. Terobosan baru ini sebenarnya telah diimpi-impikan sejak lama oleh Sir Henry Bessemer pada tahun 1891. Nantinya. Pada tanggal 10 Desember 1999 telah dilakukan test instalasi yang pertama kalinya. Dengan metode ini.4 mm. Faktor lain yang mempengaruhi geometri produk adalah penyebaran tekanan (pressure) di antara celah dan juga penyebaran temperatur di dalam silinder.5 hingga 4. Sejak lima belas tahun ini Institute for metal forming (IBF). Krefeld akan memproduksi strip dengan ketebalan 1. kemudian melalui cold rolling. lempengan baja dilewatkan pada pendingin (air). dan terakhir digulung (coiling). berat 36 ton. ukuran lebar 1050 hingga 1350 mm. TKS AG sendiri telah membuat sebuah instalasi thin strip casting (pengecoran lempengan baja tipis) dengan metode double roller di salah satu pabriknya di kota Krefeld. Tahap berikutnya.5 mm. . telah berhasil dicor lempengan baja dengan ketebalan di bawah 3 . dengan kecepatan 100 meter setiap menitnya. dan Jerman. Jepang. masing-masing saling bersaing. Di dunia ini. Hingga saat ini. menurut keterangan salah seorang researcher dari TKS AG. Jerman. Material yang dicor adalah baja dari jenis stainless-steel. metode ini dikembangkan di Italia. Sementara USA lebih suka untuk membeli hasil karya dari Australia.bisa dilakukan penghematan pada proses rolling. Ahli baja asal Inggris tersebut bahkan telah mendesign dan mempatenkan instalasi proses pembuatan baja tipis yang terkenal dengan nama "double roller process".

Konvertor diikatkan pada suatu tap yang dapat berputar sehingga konvertor dapat digerakkan pada posisi vertikal untuk memasukkan dan mengeluarkan bahan yang diproses dan pada posisi vertikal untuk memasukkan udara selama proses berlangsung. Sewaktu proses berlangsung udara dihembuskan ke dalam konvertor melalui pipa saluran dengan . Proses pembuatan baja secara modern antara lain : • Proses menggunakan konvertor • Proses siemens martin • Proses dapur listrik • Proses basic oxygen furnace • Proses dapur kopel • Proses dapur cawan Diagram alir pembuatan baja : Bijih Besi Besi Kasar Batang baja : Billet Bloom Ingot Slab Baja Baja Konstruksi Ditambang dan diprose Diolah pada dapur tinggi Diolah pada dapur baja : Konvertor Siemens martin Dapur listrik Basic oxygen furnace Dapur kopel Dapur cawan Canai atau penggilingan 1. Konvertor dilengkapi dengan pipa yang berlubang kecil (diameternya sekitar 15-17 mm) dalam jumlah yang banyak (sekitar 120-150 buah pipa) yang terletak pada bagian bawah konvertor. Proses menggunakan konvertor Konvertor terbuat dari pelat baja dengan mulut terbuka (untuk memasukkan bahan baku dan mengeluarkan cairan logam) serta dilapisi batu tahan api. telah digunakan beberapa cara modern dalam pembuatan baja.Dewasa ini.

maka konvertor dibagi 2 macam : • Konvertor Bessemer Pertama-tama ditemukan oleh orang inggris bernama Bessemer di tahun 1855. maka konvertor Bessemer hanya mengolah besi kasar kelabu yang mengandung unsur silikon 1. Ini disebabkan posfor tidak akan menjadi terak apabila tidak diikat dengan batu kapur (CaO). (± 1/8 dari volume konvertor) • Kembali ditegakkan. lapisan konvertor Bessemer dibuat dari kuarsa asam (SiO2) yaitu suatu proses oksida asam. Proses Bessemer (asam) : SiO2 + CaO CaSiO3 . • Setelah 20-25 menit konvertor dijungkirkan untuk mengelaurkan hasilnya. Dalam proses ini bahan baku dimasukkan dan dikeluarkan sewaktu konvertor dalam posisi horizontal (kemiringannya sekitar 30º). Kandungan karbon terakhir dioksidasi dengan penambahan besi kasar yang kaya akan mangan. • Dimiringkan untuk memasukkan bahan baku baja. sehinga proses ini disebut proses asam.5 – 2 atm dihembuskan dari kompresor. sedangkan apabila batu kapur ditambahkan ke dalam konvertor dia akan bereaksi dengan lapisan batu tahan apinya yang terbuat dari (SiO2).4 kg/cm2 dan langsung dihembuskan ke cairan untuk mengoksidasikan unsur yang tidak murni dan karbon. Sistem Kerja : • Dipanaskan dengan kokas sampai ± 1500 0C. Sementara itu udara dihembuskan dalam posisi vertikal atau disebut juga kedudukan proses.5-2% dan unsur posfor paling banyak 0. seterusnya baja cair dituangkan ke dalam panci-panci dan dipadatkan menjadi batang-batang cetakan. Besi kasar kelabu warnanya kelabu tua (kehitaman). Reaksi tersebut lapisan dalam konvertor.tekanan sekitar 1. • Udara dengan tekanan 1. Berdasarkan lapisan batu tahan apinya.1%. Sesuai dengan pemakaian lapisan batu tahan api dan unsur-unsur yang terbanyak antara posfor dan silikon di dalam besi kasar.

Selanjutnya terak cair dikeluarkan dari dalam kovertor.) fungsi dari regenerator adalah : a. Dalam proses ini dapur diisi dengan besi kasar dan baja bekas. sebagai Fundamen/ landasan dapur c. Proses Siemens Martin (Tungku Terbuka) Proses ini digunakan untuk menghasilkan baja yang mengandung karbon sedang dan rendah dengan cara proses asam atau basa sesuai dengan sifat lapisan dapurnya. jadi berdasarkan batu tahan apinya maka konvertor Thomas hanya mengolah besi kasar putih yang kaya dengan posfor (1. maka lubang pengeluaran dapat dibuka dan cairan dituangkan ke dalam panci-panci tuangan.7-2%) dan mengandung unsur silikon rendah (sekitar 0. Dalam proses ini makin sedikit unsur silikonnya makin baik hasilnya. menghemat pemakaian tempat . Proses ini berlangsung di dalam dapur tungku terbuka yang mempunyai kapasitas 150-300 ton. terak mengapung di atas pancipanci dan dapat dituangkan ke dalam panci terak. Proses oksidasi yang terjadi pada unsur-unsur di dalam besi kasar menghasilkan oksida yang akan dijadikan terak dengan jalan menambahkan batu kapur ke dalam konvertor. Bahan bakarnya gas yang dihasilkan dengan pembakaran kokas di atas tungku atau bahan bakar minyak. Besi kasar putih warnanya putih keperak-perakkan. kemudian dicairkan sehingga beberapa unsur campuran terbentuk menjadi terak di atas permukaan cairan besi atau serbuk besi yang berguna untuk mereduksi karbon. Proses ini disebut juga proses basa.6-0. Proses Siemens Martin menggunakan sistem regenerator (± 3000 0C. memanaskan gas dan udara atau menambah temperatur dapur b. diikuti dengan penuangan baja cair ke dalam panci-panci tuangan kemudian di padatkan menjadi batangan baja.8%). Proses Thomas (basa) : 3 CaO + P2O5 Ca3(PO4)2(terak cair) 2. sifat lebih getas dan keras.• Konverter Thomas Lapisan dalam dari konverter Thomas terbuat dari batu tahan api basa atau disebut juga dolomit yang terdiri dari Calsium Carbonat dan Magnesium Carbonat (CaCO3 + MgCO3). sedangkan baja cair yang dibawahnya dituangkan ke dalam cetakan melalui bagian bawah panci.

• ditambahkan bubuk kapur (CaO) untuk menurunkan kadar P dan S. Keuntungan dapur listrik : • Dapat mencapai suhu tinggi dalam waktu singkat dan suhunya mudah diatur. Keuntungan dari BOF adalah: • BOF menggunakan O2 murni tanpa Nitrogen • Proses hanya lebih-kurang 50 menit. Dapur listrik ini dapat melakukan proses pembuatan baja dengan bahan 100% dari baja bekas atau besi rongsokan. • Efisiensi termis dapur tinggi • Cairan besi terlindungi dari kotoran dan pengaruh lingkungan sehingga kualitasnya baik 4.5 %O2) tiap satu ton muatan) dengan tekanan 1400 kN/m2. • Besi kelabu dinding dalamnya dilapisi batu silika (SiO 2). disetel secara otomatis untuk menghasilkan busur nyala yang secara langsung memanaskan dan mencairkan logam. Dapur ini dapat mengolah dengan proses asam atau basa sesuai dengan batu tahan apinya dan bahan yang dimasukkan ke dalam dapur (besi kasar). • Tidak perlu tuyer di bagian bawah • Phosphor dan Sulfur dapat terusir dulu daripada karbon • Biaya operasi murah . • besi putih dilapisi dengan batu dolomit (40 % MgCO 3 + 60 % CaCO3) 3. • Listrik adalah sumber kalori yang bersih dan tidak mempengaruhi susunan besi. termasuk logam bekas yang terlebih dahulu diketahui komposisinya. Dapur ini mempunyai kapasitas 25-100 ton dan dilengkapi dengan tiga buah elektroda karbon yang dipasang pada bagian atas atau atap dapur. (55 m3 (99.Bisa digunakan baik besi kelabu maupun putih. Proses Basic Oxygen Furnace • logam cair dimasukkan ke ruang baker (dimiringkan lalu ditegakkan) • Oksigen (± 1000) ditiupkan lewat Oxygen Lance ke ruang bakar dengan kecepatan tinggi. • Kerugian karena penguapan hampir tidak ada. Proses Dapur Listrik Baja dicairkan dengan pertolongan arus listrik.

Cetakan kemudian didinginkan. Proses : • pemanasan pendahuluan agar bebas dari uap cair. Billet Yaitu baja rol atau baja tempa setengah jadi yang akan dirol atau ditempa lagi. • Bahan bakar(arang kayu dan kokas) dinyalakan selama ± 15 jam. panasnya dapat 6. proses selanjutnya setelah keluar dari tungku-tungku pembakaran dituang ke dalam cetakan-cetakan. Proses Dapur Kopel Mengolah besi kasar kelabu dan besi bekas menjadi baja atau besi tuang. • besi kasar dan baja bekas kira-kira 10 – 15 % ton/jam dimasukkan. . • kokas dan udara dihembuskan dengan kecepatan rendah hingga kokas mencapai 700 – 800 mm dari dasar tungku. Kemudian dimasukkan gas-gas panas yang memanaskan sekeliling cawan dan muatan dalam cawan akan mencair. Bentuk batangan tersebut di bagi : 1. Setelah dingin baja dikeluarkan dan batangan dipanaskan ulang pada suhu seragam yang cukup tinggi untuk penggilingan/canai/pengerolan. dimanfaatkan untuk pembangkit mesin-mesin lain. kemudian dapur ditutup rapat. • • • • Proses Dapur Cawan Proses kerja dapur cawan dimulai dengan memasukkan baja bekas dan besi kasar dalam cawan.5. Untuk membentuk terak dan menurunkan kadar P dan S ditambahkan batu kapur (CaCO3) dan akan terurai menjadi: CaCO3 → CaO + CO2 CO2 akan bereaksi dengan karbon: CO2 + C → 2CO Gas CO yang dikeluarkan melalui cerobong. • 15 menit baja cair dikeluarkan dari lubang pengeluaran. Baja cair tersebut siap dituang untuk dijadikan baja-baja istimewa dengan menambahkan unsur-unsur paduan yang diperlukan Dari ketiga macam proses tersebuut di atas. biasanya berbentuk penampang segi empat dengan luas penampang lebih kecil 25 inch2.

dan besi beton. dan badan profil pada canai ini dapat disetel dengan merubah jarak antara tol-rol canai. canai profil Untuk mencanai penampang bulat. 3. billet dan blooms dibawa ketempat penggilingan atau istilahnya di canai. Pabrikasi Pipa ada 2. bujur sangkar. • . untuk menjaga agar sisi samping baja pijak menjadi keras dan lurus kita dapat mempergunakan apa yang disebut canai tertutup. batang kawat. 4. biasanya berbentuk penampang persegi panjang dengan lebar tidak lebih dari 2 X tebalnya. untuk membuat baja picak (plat) digunakan canai-duo atau canai-trio. menarik kawat Yaitu menarik batang kawat bulat melalui batu tarik menjadi kawat. 5. Jadi. yaitu : Pipa tanpa kampuh Dipergunakan 2 canai berbentuk tong dan sebuah batang penusuk. tebal flens. dan lain-lain penampang. 3. segi enam. Billet dan booms digunakan pada pabrik kawat yaitu menghasilkan kawat. canai universal Terdiri dari empat rol canai. 2. biasanya berbentuk penampang segi empat dengan luas penampang lebih besar dari 25 inch2. Canai ini adalah yang menjaga agar lebar benda kerja memperoleh ukuran yang tetap. 1. slab.2. begitu juga untuk pembuatan profil kita pergunakan canai profil. Slab biasanya digunakan untuk pembuatan platplat baja dan pipa-pipa baja yang besar. Pelat-pelat ini dipergunakan sebagai pelat lantai. Slaab Yaitu baja rol atau baja tempa setengah jadi yang akan dirol atau ditempa lagi. Blooms Yaitu baja rol atau baja tempa setengah jadi yang akan dirol atau ditempa lagi. dengan menggunakan penampang bulat yang bergaris tengah kurang dari 5 mm.

baja pita sebelum pembentukan dipanaskan dalam oven. selanjutnya dilas dan ulat las yang terjadi diketam. Untuk membuat sambungan T pada pipa lebih dari 8 mm dibuat bentuk kampuh sebagai berikut: . Penggunaannya: . Baja karbon (carbon steel).30% C. Bagian yang tidak diserong kira-kira 1.5 sampai 3 mm (untuk kampuh V terbuka) Untuk tebal pelat pipa sampai 6 mm. . Sudut kampuh dibentuk kira-kira 22. Cara lain. dapat dibuat kampuh V terbuka atau tertutup. machinery dan mild steel . dibagi menjadi tiga yaitu. Sifatnya mudah ditempa dan mudah di mesin. • Baja karbon rendah (low carbon steel)  machine.kampuh pada puncak dibuat ½ V dan pada sisi samping dibuat lurus.penampang rigi-rigi setelah selesai pengelasan Klasifikasi baja 1. kemudian dibentuk dan dilas menurut cara las tekan.0.• Pipa berkampuh Yaitu dipergunakan baja pita.5 derajat – 30 derajat atau 45 derajat. pertama-tama baja pita dengan sejumlah canai dibentuk menjadi pipa terbuka. Menurut komposisi kimianya: a.05 % . Membentuk dingin Baja Pita Membentuk panas Mengelas tekan Mengelas hambat Mengelas ulat las Persiapan pendahuluan pada kampuh pipa merupakan hal yang sangat penting.0.

Baja paduan (alloy steel) Tujuan dilakukan penambahan unsur yaitu: 1. bridges. axles. boilers. Untuk menaikkan sifat mekanik baja (kekerasan. fine cutters.20 % C : automobile bodies. . dilas dan dipotong.30 % . wire drawing dies.Sifatnya sulit dibengkokkan. keliatan. . dilas. • Baja karbon menengah (medium carbon steel) .0. forgings. saws for cutting steel. • Baja karbon tinggi (high carbon steel)  tool steel .0. tables knives. drills.40 % C : connecting rods.0.0. Untuk meningkatkan daya tahan terhadap reaksi kimia (oksidasi dan reduksi) .50 % C Penggunaan - screw drivers. auger bits.05 % . pipes. kekuatan tarik dan sebagainya) 2.0. dipotong. blacksmiths hummers. shafts. Kandungan 0. rivets.60 % C : hammers dan sledges. reamers. Penggunaan: .0.Sifatnya sulit untuk dibengkokkan.20 % . Untuk menaikkan sifat mekanik pada temperatur rendah 3.40 % .30 % C : gears. tools for turning brass and wood. screwdrivers. nails. bolts. crank pins. hammers.50 % . rails. buildings.0. screws.0. crankshafts.Kekuatan lebih tinggi daripada baja karbon rendah. knives. vise jaws. . . chains.0. screws. buildings.. b. tools for turning hard metals.60 % 1.50 % C : car axles.0.

Sedangkan harga dari HSS besarnya dua sampai empat kali daripada carbon steel.5 % 2. manganese.5 – 10 % 3. • Baja Paduan Khusus (special alloy steel) Baja jenis ini mengandung satu atau lebih logam-logam seperti nikel. countersinks. reamers.50 %. Disebut High Speed Steel karena alat potong yang dibuat dengan material tersebut dapat dioperasikan dua kali lebih cepat dibanding dengan carbon steel. . lathe tool bits dan milling cutters. • High Speed Steel (HSS)  Self Hardening Steel Kandungan karbon : 0. Untuk membuat sifat-sifat spesial Baja paduan yang diklasifikasikan menurut kadar karbonnya dibagi menjadi: 1. tungsten dan vanadium. jika elemen paduannya > 10 % Selain itu baja paduan dibagi menjadi dua golongan yaitu baja campuran khusus (special alloy steel) dan high speed steel. jika elemen paduannya ≤ 2. Dengan menambahkan logam tersebut ke dalam baja maka baja paduan tersebut akan merubah sifat-sifat mekanik dan kimianya seperti menjadi lebih keras.4. molybdenum. Medium alloy steel. Penggunaan membuat alat-alat potong seperti drills.1. jika elemen paduannya 2. High alloy steel. chromium. Low alloy steel.70 % . kuat dan ulet bila dibandingkan terhadap baja karbon (carbon steel).

tahan terhadap korosi. ulet. densitasnya besar dan permukaannya tahan aus Tahan terhadap oksidasi Kuat dan dapat ditempa Mudah dibersihkan Mengkilat dan tampak menarik. nikel (Ni). 2. karat dan goresan/gesekan Tahan temperature rendah maupun tinggi Memiliki kekuatan besar dengan massa yang kecil Keras. Molybdenum (Mo). 3. Baja Perkakas (Tool Steel) Sifat-sifat yang harus dimiliki oleh baja perkakas adalah tahan pakai. Baja Tahan Karat (Stainless Steel) Sifatnya antara lain: • • • • • • • • Memiliki daya tahan yang baik terhadap panas. liat. Chromium (Cr). Kelompok dari tool steel berdasarkan unsur paduan dan proses pengerjaan panas yang diberikan antara lain: . High Strength Low Alloy Steel (HSLS) Sifat dari HSLA adalah memiliki tensile strength yang tinggi. sifat mampu mesin yang baik dan sifat mampu las yang tinggi (weldability). Untuk mendapatkan sifat-sifat di atas maka baja ini diproses secara khusus dengan menambahkan unsur-unsur seperti: tembaga (Cu).Baja Paduan dengan Sifat Khusus 1. tahan terhadap abrasi. Vanadium (Va) dan Columbium. tajam atau mudah diasah. kuat dan ulet. anti bocor. tahan panas. mudah dibentuk.

d. karena baja ini banyak mengandung tungsten dan molybdenum sehingga sifatnya keras. Shock resisting (Tipe S). Later hardening atau carbon tool steel (ditandai dengan tipe W oleh AISI). Baja dengan sifat fisik dan kimia khusus: • • Baja tahan garam (acid-resisting steel) Baja tahan panas (heat resistant steel) . diperoleh dengan proses hardening dengan pendinginan yang berbeda-beda. Cool work tool steel. b. Banyak dipakai untuk pahat. Menurut penggunaannya: • Baja konstruksi (structural steel).7 % C. Klasifikasi lain antara lain : a. e. sifatnya adalah keras tapi tidak tahan aus dan tidak cocok untuk beban dinamis serta untuk pemakaian pada temperatur tinggi. mula-mula dipanaskan hingga (300 – 500) ºC dan didinginkan perlahan-lahan. • Baja perkakas (tool steel). Tipe O dijelaskan dengan mendinginkan pada minyak sedangkan tipe A dan D didinginkan di udara. c. merupakan hasil paduan baja dengan tungsten dan molybdenum tanpa dilunakkan. Hot Work Steel (tipe H). palu dan pisau. High speed steel (tipe T dan M). mengandung karbon lebih dari 0. Dengan sifatnya yang tidak mudah tumpul dan tahan panas tetapi tidak tahan kejut. memiliki sifat kuat dan ulet dan tahan terhadap beban kejut dan repeat loading. b. mengandung karbon kurang dari 0.7 % C. Campuran carbon-tungsten (tipe F).a.

Baja kualitas baik 3. Baja paduan perkakas (Alloyed tool steel) 5. Baja paduan konstruksi (Alloyed structural steel) 4. Baja kualitas biasa 2. Baja karbon konstruksi (carbon structural steel) 2.• • • • • • Baja tanpa sisik (non scaling steel) Electric steel Magnetic steel Non magnetic steel Baja tahan pakai (wear resisting steel) Baja tahan karat/korosi Dengan mengkombinasikan dua klasifikasi baja menurut kegunaan dan komposisi kimia maka diperoleh lima kelompok baja yaitu: 1. Baja konstruksi paduan tinggi (Highly alloy structural steel) Selain itu baja juga diklasifisikan menurut kualitas: 1. Baja kualitas tinggi . Baja karbon perkakas (carbon tool steel) 3.