Anda di halaman 1dari 23

Analisis Pengaruh Hutang Luar Negeri, Penanaman Modal Asing(PMA), Penanaman Modal Dalam Negeri(PMDN), dan

Krisis Ekonomi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia (Studi Kasus Tahun 1990-2011)

JURNAL ILMIAH

Disusun Oleh :

Seprimendra 0910011111003

JURUSAN EKONOMI PEMBANGUNAN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS BUNG HATTA PADANG 2013

1

LEMBAR PENGESAHAN PENULISAN ARTIKEL JURNAL

Artikel Jurnal Dengan Judul Analisis Pengaruh Hutang Luar Negeri, Penanaman Modal Asing(PMA), Penanaman Modal Dalam Negeri(PMDN), dan Krisis Ekonomi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia Studi Kasus Tahun 1990-2011 Yang disusun oleh : Nama NPM Fakultas Jurusan : Seprimendra : 0910011111003 : Ekonomi : Ekonomi Pembangunan

Bahwa artikel jurnal tersebut dibuat sebagai persyaratan ujian skripsi yang dipertahankan di depan dewan penguji pada tanggal 11 Maret 2013

Padang, 13 Maret 2013 Dosen Pembimbing

Drs. Alvis Rozani, SE.,ME NIP :

2

Investasi (PMA dan PMDN).com Sebagai negara berkembang. uji simultan (Uji F) dan Uji koefisien Determinasi (R2). dan Autokorelasi. Krisis Ekonomi (Variabel Dummy). sedangkan PMDN memiliki pengaruh yang negatif dan Tidak Signifikan terhadap PDB Indonesia. PMDN. dan Data PDB Indonesia. Penanaman Modal Asing(PMA). 3 . Uji hipotesis mengunakan pengujian secara parsial( Uji t). Disamping itu hal tersebut juga disebabkan kurangnya tabungan domestik Indonesia yang Mengakibatkan PMDN di indonesia juga menurun. Disamping itu kurangnya PMDN maupun PMA di indonesia disebabkan masih kurang kondusifnya investasi di indonesia setelah krisis ekonomi yang melanda indonesia pada tahun 1997 yang membawa dampak yang sangat besar terhadap ketertarikan investor asing untuk menanamkan PMA di Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data Hutang luar negeri.Analisis Pengaruh Hutang Luar Negeri. Kata Kunci : PDB. Uji Asumsi Klasik dengan Uji Multikolinearitas. dan Krisis Ekonomi memiliki pengaruh yang positif dan tidak signifikan terhadap PDB Indonesia. dan Krisis Ekonomi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia Studi Kasus Tahun 1990-2011 Seprimendra Fakultas Ekonomi Universitas Bung Hatta Padang Email : Seprimendra@yahoo. Indonesia memiliki masalah ekonomi makro dalam jangka panjang. dan Krisis Ekonomi. Penanaman Modal Dalam Negeri(PMDN). Analisis data yang digunakan untuk penelitian ini mengunakan metode analisis regresi linear berganda. Hutang Luar Negeri. Hasil penelitian menunjukan Bahwa variabel Hutang luar negeri. yaitu masalah kekurangan modal dan Pengunaan hutang luar negeri sebagai sumber pembiayaan Pertumbuhan Ekonomi. PMA. Kecuali PMA memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap PDB Indonesia.

The data used in this study is the data foreign debt. simultaneous test (F test) and test the coefficient of determination (R2). pesatnya aliran modal asing merupakan salah satu cara untuk memperoleh pembiayaan pembangunan ekonomi. DOMESTIC INVESTMENT (DCI). and the Indonesian GDP data. investment. Besides the lack Domestic or Foreign in Indonesia is still lacking due to the conducive investment in Indonesia after the economic crisis that hit Indonesia in 1997 which brought an enormous impact to interest foreign investors to invest in Indonesia PMA.ANALYSIS OF EFFECT OF FOREIGN LOANS. Dimana pembangunan ekonomi yang sedang dijalankan oleh pemerintah Indonesia merupakan suatu usaha berkelanjutan yang diharapkan dapat mewujudkan masyarakat adil dan makmur sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. and the Economic Crisis. Classical Test assumptions with Multicollinearity Test. Analysis of the data used for this study using multiple linear regression analysis method. foreign debt. Besides. A. THE ECONOMIC CRISIS AND ECONOMIC GROWTH IN INDONESIA By: SEPRIMENDRA ABSTRACT As a developing country. The results showed that variable foreign debt. and autocorrelation. and the economic crisis had a positive effect and no significant effect on Indonesia's GDP. Hypothesis testing using partial test (t test). Economic Crisis (Dummy variable). Domestic Investment. sehingga untuk dapat mencapai tujuan itu maka pembangunan nasional dipusatkan pada pertumbuhan ekonomi. it is also due to the lack of domestic savings Indonesia Leading to domestic investment in Indonesia also declined. FDI. FOREIGN INVESTMENT (PMA). Namun karena keterbatasan penanaman modal dalam negeri sedangkan 4 . Indonesia has a macroeconomic problem in the long term. while domestic investment has a negative influence and Not Significant to Indonesia's GDP. Latar Belakang Bagi negara berkembang termasuk Indonesia. Unless FDI has a positive and significant effect of Indonesia's GDP. Keywords: GDP. the problem of capital shortage and Use of foreign debt to finance economic growth.

kebutuhan dana untuk pembangunaan ekonomi sangat besar. Selama 20 tahun terakhir Utang luar negeri memegang peranan penting dalam membiayai pertumbuhan ekonomi Indonesia.2010).339.1 . Dari tahun 2002 sampai tahun 2007 perkembangan utang luar negeri pemerintah maupun swasta mengalami perkembangan yang fluktuatif. Terdapat tiga jenis sumber keuangan yang dapat diperoleh dari laur negeri: pinjaman luar negeri/ hutang luar negeri( pinjaman dari swasta dan pemerintah luar ngeri atau badan keuangan internasional) dan investasi asing (PMA).50 juta Dollar AS dan PMDN sebesar 8.991 juta US$ dengan pertumbuhan ekonomi 0.51 persen pada akhir 2011. Begitu juga halnya dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia dari tahun 2007 sampai 2011 mengalami peningkatan dari 6. 5 .79 persen setelah mengalami penurunan yang sangat tajam pada tahun 1998 yakni sebesar 13.19 Juta US$.474. (Sadono Sukirno. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan hutang luar negeri indonesia pada tahun 1990 hutang luar negeri indonesia mencapai 69. yaitu dari tahun 1999 sampai 2010 berfluktuasi.628 Juta US$ menjadi 3. kemudian meningkat tajam pada tahun 2011 yang besar masing-masing PMA sebesar 19.302.375 juta US$ pada akhir tahun 2011.032.698. namun pada tahun 1996 sampai akhir 1997 terjadi penurun Penanaman Modal Asing(PMA) dari 4.17 Juta US$ menjadi 5.872 US$ dengan pertumbuhan ekonomi 7. Kebanyakan negara-negara berkembang menghadapi masalah kekurangan modal dalam negeri hal tersebut disebabkan oleh rendahnya tabungan masyarakat suatu negera sehingga pembentukan modal dalam negeri (PMDN) kurang.92 persen.24 persen dan terus meningkat pada tahun 1999 utang luar negeri negara Indonesia mencapai 150.180 juta US$ menjadi 225. Lihat pada Tabel 1. 2005) Berdasarkan Tabel 1.13 persen.48 Juta US$ Menurun menjadi 4. Untuk menutupi kekurangan tersebut Sumber luar negeri dapat membantu mengatasi masalah kekurangan modal dalam negeri.006.044 juta US$ dengan pertumbuhan ekonomi yang juga mengalami penurunan hingga hanya 3.32 persen menjadi 6.86 Juta US$.473. Maupun dari pemerintah dengan mengandalkan hutang luar negeri (dalamDesmawati Sihombing.47 Juta US$.2 dapat dijelaskan bahwa Penanaman Modal Asing (PMA) di Indonesia dari tahun 1990 sampai tahun 1995 mengalami peningkatan dari 706.407 juta US$ dengan pertumbuhan ekonomi yang meningkat menjadi 4. Tetapi permintaan utang luar negeri menurun pada tahun 2000 yaitu sebesar 144.40 juta Dollar AS begitu pula dengan Penanaman Modal Dalam Negeri(PMDN) dari sebesar 7.40 juta Dollar AS pada tahun 1995 begitu pula dengan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN)dari tahun 1990-1995 mengalami kenaikan dari sebesar 1. Pada tahun 2001 mengalami penurunan utang luar negeri yaitu sebesar 134. Namun perkembangan Penanaman Modal Asing(PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri(PMDN) di Indonesia setelah krisis ekonomi moneter tahun 1997.00 juta Dollar AS menjadi 6. Maka cara untuk mencapai pertumbuhan ekonomi itu adalah dengan berusaha meningkatkan modal asing. serta dana penyertaan luar negeri di pasar saham ( modal jangka pendek). sedangkan perkembangan hutang pada tahun 2007 sampai tahun 2011 jumlah hutang mengalami peningkatan dari 141.809.64 persen.

Seberapa besar pengaruh Hutang Luar Negeri terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia? b. Penanaman Modal Asing. Investasi merupakan kegiatan untuk mentransformasikan sumberdaya potensial menjadi kekuatan ekonomi riil. penanaman modal asing. 2008). dan penanaman modal dalam negeri di atas. 6 . Penelitian mengenani faktor-faktor yang menimbulkan pertumbuhan ekonomi dilakukan oleh Adam Smith. Seberapa besar pengaruh Penanaman Modal Asing (PMA) terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia ? c. atau pertumbuhan ekonomi jangka panjang pembangunan ekonomi melibatkan kegiatan-kegiatan produksi di semua sektor ekonomi (dalam Dadang Firmansyah. Investasi merupakan suatu faktor bagi proses pembangunan ekonomi. Teori Pertumbuhan Ekonomi Klasik( Adam Smith). Dari latar belakang diatas. maka rumusan masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: a. karena yang penting bukan besarnya investasi dalam nilai uang tetapi bagaimana pemanfaatan dari investasi tersebut. TINJAUAN PUSTAKA Pertumbuhan Ekonomi Menurut Todaro (2003) mendefinisikan pertumbuhan ekonomi sebagai suatu kenaikan kapasitas dalam jangka panjang dari negara yang bersangkutan untuk menyediakan berbagai barang ekonomi kepada penduduknya. Peranan investasi diindonesia cenderung meningkat sejalan dengan banyaknya dana yang dibutuhkan untuk melanjutkan pembangunan nasional. Kenaikan kapasitas itu sendiri ditentukan atau dimungkinkan oleh adanya kemajuan atau penyesuaianpenyesuaian teknologi. institusional (kelembagaan) dan ideologis terhadap berbagai tuntutan keadaan yang ada. Sumber daya alam yang adadi masing-masing daerah diolah dan dimamfaatkan untuk meningkatkan kemakmuran seluruh rakyat secara adil dan merata. Seberapa besar pengaruh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN)terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia? d. Namun dalam memanfaatkan sumberdaya alam perlu memperhatikan kelestarian dan keseimbangan lingkungan hidup bagi pembangunan. dengan demikian perlu untuk melakukan penelitian mengenai “Analisis Pengaruh Hutang Luar Negeri. Seberapa besar pengaruh variabel dummy (krisis ekonomi ) terhadap Pertumbuhan ekonomi di Indonesia? B. Penanaman Modal Dalam Negeri dan Krisis Ekonomi terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia”. yang menjadi pelopor dalam pemikiran ekonomi klasik. Berdasarkan latar belakang yang telah menguraikan fenomena pertumbuhan ekonomi di Indonesia dalam hubungannya dengan hutang luar negeri.Proporsi Penanaman Modal Dalam Negeri di dalam PDB dan pesatnya pertumbuhan investasi tidak berarti pembangunan ekonomi berjalan dengan baik dan begitu pula sebaliknya.

Perluasan pasar Perusahaan-perusahaan melakukan kegiatan memproduksi dengan tujuan untuk menjualnya kepada masyarakat dan mencari untung. Pandangan-pandangannya yang utama adalah( Sadono Sukirno. Keadaan ini akan mengembangkan spesialisasi. Dalam dua sektor perbelanjaan agregat terdiri dari konsumsi rumah tangga (c) dan investasi perusahaan (I). Smith juga menekankan pentingnya pasaran luar negeri dalam mengembangkan kegiatan ekonomi dalam negeri. Analisis ini dikembangkan oleh Keynes menunjukan kepada kita bagaimana konsumsi rumah tangga dan investasi perusahaan tersebut akan menentukan tingkat pendapatan nasional”. Oleh sebab itu Smith merasa pemerintah tidak perlu melakukan kegiatan ekonomi yang menghasilkan barang dan jasa. mengembangkan pendidikan dan menyediakan pemerintahan yang efisien adalah beberapa langkah yang membantu perkembangan pihak swasta. 3. Perluasan pasar. dan perluasn kegiatan ekonomi yang digalakkan. Teori Harrod Domar ini pada dasarnya melengkapi analisis Keynes mengenai penentuan tingkat kegiatan ekonomi. 2005): 1. Semakin luas pasaran barang dan jasa. “Teori Harrod Domar mengingkatkanan kita bahwa sebagai akibat investasi yang dilakukan tersebut 7 . 2. Teori Keynes pada hakikatnya menerangkan “ bahwa pada hakikatnya menerangkan perbelanjaan agregat akan menentukan tingkat kegiatan perekonomian. Smith mengemukakan beberapa pandangan mengenai beberapa faktor yang penting peranannya dalam pertumbuhan ekonomi. Smith berpendapat bahwa sistem mekanisme pasar akan mewujudkan kegiatan ekonomi yang efisien dan pertumbuhan ekonomi yang teguh. akan memungkinkan dilakukan spesialisasi dalam ekonomi. yang diterbitkan lebih dari dua abad yang lalu. 2005) Untuk mewujudkan hubungan diantara analisis Keynes dengan teori HarrodDomar terlebih dahulu akan diperhatikan kembali teori keseimbangan kegiatan ekonomi yang dikemukakan oleh teori Keynes. Analisis Harrod Domar maju selangkah lagi dari keadaan ini. Peranan sistem pasar bebas. Seterusnya spesialisasi dan perluasan kegiatan ekonomi akan menggalakkan perkembangan teknologi dan produktifitas meningkat. Kenaikan produktifitas akan menaikan pendapatan pekerja dan kenaikan ini akan memperluas pasaran. Spesialisasi dan kemajuan teknologi Perluasan pasar dan kemajuan teknologi.Dalam bukunya: “An Inquiry into the Nature and causes of the wealth of Nations”. semakin tinggi tingkat produksi dan tingkat kegiatan ekonomi. Menyediakan infrastruktur. Siklus ini akan mengakibatkan perekonomian terus-menerus berkembang. Fungsi pemerintah perlu dibatasi kepada penyediaan fasilitas-fasilitas yang mendukung perkembangan kegiatan pihak swasta. Teori Pertumbuhan Ekonomi Harrod-Domar (Roy Harrod dan Evsey Domar) Teori ini dikembangkan oleh Roy Harrod dan Evsey Domar dari Amerika Serikat. Dalam analisis Harrod Domar yang menjadi pokok persolan analisis adalah apakah syarat yang diperlukan agar pertumbuhan ekonomi akan terus menerus teguh pada masa depan?( Sadono Sukirno.

yaitu bergantung kepada permintaan agregat(Sadono Sukirno. cadangan devisa masih cukup besar. Dalam perekonomian dua sektor pertambahan perbelanjaan agregat terutama harus terwujud dari kenaikan investasi . dalam tulisan yang berjudul: A Contribution Of Economic Growth. laju inflasi terkendali.barang modal yang terwujud sebagai akibat dari investasi di masa lalu. Dengan demikian pendekatannya berbeda dengan teori Harrod-Domar yang berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi ditentukan oleh segi permintaan. Memang krisis ini tidak seluruhnya disebabkan karena terjadinya krisis moneter saja. Namun di balik ini terdapat beberapa kelemahan struktural seperti peraturan perdagangan domestik yang kaku dan berlarut-larut. karena sebagian diperberat oleh berbagai musibah nasional yang datang secara bertubi-tubi di tengah kesulitan ekonomi seperti kegagalan panen padi di banyak tempat karena musim kering yang panjang dan terparah sepanjang 50 tahun terakhir. 2005). Teori Neo-Klasik ( Profesor Robert Solow) Teori pertumbuhan Neo-Klasik pertama kali dikembangkan oleh solow. Pada saat yang bersamaan kurangnya transparansi dan kurangnya data menimbulkan ketidakpastian sehingga masuk dana luar negeri dalam jumlah besar melalui sistem perbankan yang lemah. Teori yang dikemukakannya dalam quartely jounal of economics terbitan bulan februari 1956. 2005). meskipun fundamental ekonomi Indonesia di masa lalu dipandang cukup kuat yang tercermin dari pertumbuhan yang cukup tinggi. Krisis moneter ini terjadi. Sekirannya keadaan ini tidak berlaku. Teori Harrod Domar menunjukan bahwa jawaban kepada persolan ini relatif sederhana yaitu: agar seluruh barang modal yang tersedia digunakan sepenuhnya. permintaan agregat haruslah bertambah sebanyak kenaikan kapasitas barang. tingkat pengangguran relatif rendah. pertumbuhan ekonomi akan mengalami perlambatan/ penurunan (Sadono Sukirno. monopoli impor yang menyebabkan kegiatan ekonomi tidak efisien dan kompetitif. Sektor swasta banyak meminjam dana luar negeri yang sebagian besar tidak di hedge.pada masa berikutnya kapasitas barang-barang modal dalam perekonomian akan bertambah”.yang memperoleh hadiah nobel tahun 1987 untuk teorinya tersebut. Seterusnya dalam teori Harrod Domar dianalisis keadaan yang perlu wujud agar masa pada masa berikutnya barang-barang modal yang tersedia tersebut akan sepenuhnya digunakan( Sadono Sukirno. investasi harus terus menerus mengalami pertambahan dari tahun ke tahun. Dengan terjadinya 8 . neraca pembayaran secara keseluruhan masih surplus meskipun defisit neraca berjalan cenderung membesar namun jumlahnya masih terkendali. berarti untuk menjamin pertumbuhan ekonomi yang teguh. realisasi anggaran pemerintah masih menunjukkan sedikit surplus. 2005). hama. Krisis Moneter Krisis moneter yang melanda Indonesia sejak awal juli 1997 selama kurun waktu setahun telah berubah menjadi krisis ekonomi yakni melumpuhnya kegiatan ekonomi karena semakin banyak perusahaan yang tutup dan meningkatnya jumlah pekerja yang menganggur. Teori Neo-Klasik berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi bersumber dari pertambahan dan perkembangan faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran agregat. kebakaran hutan secara besar-besaran di Kalimantan dan peristiwa kerusuhan yang melanda banyak kota pada pertengahan Mei 1998 lalu dan kelanjuannya.

krisis moneter. 2. yang kemudian menjelma menjadi krisis kepercayaan dan keengganan donor untuk menawarkan bantuan finansial dengan cepat.2010) Penyebab utama dari terjadinya krisis yang berkepanjangan ini adalah merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang sangat tajam. 5. Ketiga adalah masalah governance.8% antara tahun 1988 hinggan 1996. dan jatuh tempo rata-ratanya hanyalah 18 bulan. 3. ditambah dengan lemahnya sistem perbankan nasional sebagai akar dari terjadinya krisis finansial. Khususnya dollar AS. melihat besarnya defisit neraca berjalan dan utang luar negeri. 9 . menyebabkan nilai rupiah secara komulatif sangat overvalued. yang memungkinkan dengan modal relatif kecil bermain dalam jumlah besar. Dengan demikian Bank Indonesia tidak lagi melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menopang nilai tukar rupiah. memungkinkan arus modal dan valas dapat mengalir keluar-masuk secara bebas berapapun jumlahnya. 4. Yang keempat adalah ketidakpastian poltik menghadapi pemilu yang lalu dan pertanyaan mengenai kesehatan Presiden Soeharto pada waktu itu. Berikut ini diberikan rangkuman dari berbagai faktor tersebut menurut urutan kejadiannya : (dalam Desmawati Sihombing. sehinggan nilai tukar ditentukan oleh kekuatan pasar semata. Dianutnya sistem devisa yang terlalu bebas tanpa adanya pengawasan yang memadai. namun kemudian menguat kembali menjadi sekitar Rp 8. berkisar antara 2. sehingga 95% dari total kenaikan utang luar negeri berasal dari sektor swasta ini. Namun semua kelemahan ini masih mempu ditampung oleh perekonomian nasional. yang berada di bawah nilai tukar nyatanya. 2010) 1. tetapi ada banyak faktor lainnya yang berbeda menuru sisi pandang masing-masing pengamat. dan membiarkannya berfluktuasi secara bebas (free floating).4% hingga 5. Yang pertama adalah akumulasi utang swasta luar negeri yang cepat dari tahun 1992 hingga Juli 1997. meskipun ini bukan faktor satusatnya. Nilai tukar rupiah kemudian merosot dengan cepat dan tajam dari rata-rata Rp 2.513 akhir januari1998. Kebijakan fiskal dan moneter tidak konsisten dalam suatu sistem nilai tukar dengan pita batas intervensi. Permainan yang dilakukan oleh spekulan asing yang dikenal sebagai hedge funds tidak mungkin dapat dibendung dengan melepas cadangan devisa yang dimiliki Indonesia pada saat itu. termasuk kemampuan pemerintah menangani dan mengatasi krisis. Bahkan selama empat tahun terakhir utang luar negeri pemerintah jumlahnya menurun. Krisis Moneter dan Faktor-Faktor Penyebabnya Menurut Anwar Nasution dalam desmawati sihombing.( dalam Desmawati sihombing. Bank Dunia melihat adanya empat sebab utama yang bersama-sama membuat krisis menuju ke arah kebangkrutan. ditambah sistem perbankan nasional yang lemah. Sebab yang kedua adalah kelemahan spada sistem perbankan. Bank Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1997 terpaksa membebaskan nilai tukar terhadap valuta asing. Tingkat depresiasi rupiah yang relatif rendah. Sebagian konsekuensi dari krisis moneter ini.450 per dollar AS juni 1997 menjadi Rp 13. Akar dari segala permasalahan adalah utang luar negeri swasta jangka pendek dan menengah sehingga nilai tukar rupiah mendapat tekanan berat karena tidak tersedianya devisa yang cukup untuk membayar utang yang jatuh tempo beserta bunganya. karena praktek margin trading. terjadi juga krisis kepercayaan. 2010.000 awal Mei 1999.

Defisit neraca berjalan yang semakin membesar yang disebabkan karena laju peningkatan impor barang dan jasa lebih besar dari ekspor dan melonjaknya pembayaran bunga pinjaman. ( dalam Desmawati sihombing. Modal Masuk (Capital Inflow) Modal masuk adalah dana asing yang mengendap ke suatu negara dalamwaktu tertentu. Dengan terjadinya krisis politik pada bulan Mei 1998 dan meluasnya krisis ekonomi. pemerintah bersama-sama DPR pada bulan Juni 1998 melakukan revisi APBN 1998/1999 yang disesuaikan dengan perkembangan terakhir. dibedakan dalam pinjaman lunak (concessional loan). sebagai akibat situasi perekonomian yang terus memburuk tersebut. Untuk memperkuat pengendalian moneter.6. Termasuk dalam pengertian pinjaman luar negeri adalah pinjaman dalam negeri yang menimbulkan kewajiban membayar kembali terhadap pihak luar negeri. Memorandum tambahan tersebut disempurnakan pada bulan Juni 1998. 2010) Utang Luar Negeri Hutang luar negeri adalah semua pinjaman yang menimbulkan kewajiban membayar kembali terhadap pihak luar negeri baik dalam valuta asing maupun dalam Rupiah. yaitu pinjaman luar negeri yang diterima Pemerintah (public debt) dan pinjaman luar negeri yang diterima swasta (private debt). Di tengah situasi perekonomian yang semakin memburuk. sistem penentuan suku bunga SBI diubah dari penentuan secara administratif menjadi sistem lelang mulai bulan Juli 1998. pinjaman setengah lunak (semi concenssional loan) dan pinjaman komersial(Bank Indonesia. memperbesar enyerapan tenaga kerfja dan meningkatkan produksi pangan. Pinjaman luar negeri Indonesia dibedakan dalam 2 kelompok besar. dan dibentuk Dewan Pemantapan Ketahanan Ekonomi dan Keuangan (DPK-EKU) guna mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan program tersebut. Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) dibentuk untuk memperbaiki kepercayaan terhadap perbankan nasional. 2005). Di bidang keuangan negara. Terjadi krisis kepercayaan dan kepanikan yang menyebabkan masyarakat luas menyerbu membeli dollar AS agar nilai kekayaan tidak merosot dan malah bisa menarik keuntungan dari merosotnya nilai tukar rupiah. pinjaman luar negeri dibedakan ke dalam pinjaman multilateral. Ada beberapacara dana asing masuk 10 . 8. revisi APBN ini dititik beratkan pada pemanfaatan anggaran negara untuk memperkuat jaring pengaman sosial (social safety net). Sedangkan dilihat dari segi persyaratan pinjaman. Pada bulan Januari pula. Dilihat dari sumber dananya. Program reformasi dan restrukturisasi ekonomi dan keuangan diperkuat lagi pada pertengahan Januari 1998. IMF tidak membantu sepenuh hati dan terus menunda penguncuran dana bantuan yang dijanjikannya dengan alasan pemerintah tidak melaksanakan 50 butir kesepakatan dengan baik. pinjaman bilateral dan pinjaman dindikasi. 7. Modal masuk juga dapat berasal dari pemilik modal domestikyang membawa kembali uangnya yang ditanamkan di luar negeri.

................. dan Eviews 7 Metode Analisis dan ProsedurPengujian Statistik Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Hutang luar negeri (foreign debt).... Bidang usaha yang dapat menjadi garapan penanaman modal dalam negeri adalah semua bidang usaha yang ada di Indonesia........(2) dimana: Y = GDP ( Miliar Rupiah) X1 = Utang luar negeri (Juta US$) X2 = Modal asing (Juta US$) X3 = Penanaman modal dalam negeri(Juta US$) X4 = Dummy Variabel (Krisis Ekonomi ) 11 ...25 Tahun 2005 tentang Penanaman Modal..... 1997) Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Penanaman modal dalam negeri (PMDN) adalah perseorangan warga negara Indonesia...... Misalnya seperti: di bidang telekomunikasi. badan usaha Indonesia...... modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri(PMDN) sebagai variabel Independen yang mempengaruhi Pertumbuhan ekonomi di Indonesia sebagai variabel dependen dapatdinyatakan dalam fungsi sebagai berikut: Y = f(X1.......... negara Republik Indonesia..X3. C........ Suprapto........ pertanian.....(1) Dengan metode statistik ekonometrika....... atau daerah yang melakukan penanaman modal di wilayah negara Republik Indonesia...perkebunan........... X2.......... sehingga fungsi diatas dapat dituliskan persamaanya sebagai berikut: (J.. misalkan: yang berkaitan dengan rahasia dan pertahanan Negara...perkebunan. dan (2) penanaman modal asing tidak langsung (Salvator. Dan pengolahan data dengan mengunakan SPSS 15. jasa umum.. METODOLOGI PENELITIAN Metode Pengumpulan Data dan Pengolahan Data Teknik pengumpulan data adalah melakukan pencatatan langsung mengenai data yang dipergunakan seperti data pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dm X4) .......... selanjutnya fungsi diatas secara linear dapat dibentuk kepersemaan regresi... Penanaman modal dalam negeri dapat merupakan sinergi bisnis antara modal Negara dan modal swasta nasional... telekomunikasi.. yaitu: (1) penanaman modal asing langsung... Penanaman modal dalam negeri dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang No......... perdagangan umum....... jumlah penanaman modal asing di Indonesia.......... Misalkan seperti: perikanan........... Penanaman modal dalam negeri di luar bidang-bidang tersebut dapat diselenggarakan oleh swasta nasional... Namun ada juga bidangbidang yang perlu dipelopori oleh pemerintah dan wajib dilaksanakan oleh pemerintah ....2001) Y =b0+b1X1 +b2X2+b3 X3+b4X4+ μ. jumlah penanaman modal dalam negeri di Indonesia dalam bentuk time series data dari tahun 1990-2011...........ke suatu negara...

sedangkan yang bernilai 0 berarti tidak ada hubungan antara variabel independen dan dependen.1. t hitung > t tabel hipotesa nol (Ho) ditolak dan hipotesa alternatif (Ha) diterima. F test = Nilai F yang dihitung 12 . t test= dimana: t test = Nilai t yang dihitung bi = Elastisitas varibla (i) se(bi) = Standar error (i) dengan ketentuan : 1. t hitung < t tabel hipotesa nol (Ho) diterima dan hipotesa alternatif (Ha) ditolak. 3. ∑ R2 = ∑ ∑ Dimana: R2 = Koefisien determinasi Nilai R2 berkisar antara 0 sampai 1. suatu R2sebesar 1 berarti ada kecocokan sempurna.1. 2.b0 b1 b2 b3 b4 u = = = = = 0 = Sebelum krisis ekonomi 1 = Sesudah krisis ekonomi koefisien konstanta koefisien regresi Utang Luar Negeri koefisien regresi Modal asing koefisien regresi penanaman modal dalam negeri = koefisien regresi Dummy Variabel (Krisis Ekonomi ) disturbance terms Prosedur Pengujian Statistik Uji Koefisien Regresi ( t-test) Uji koefisien regresi (t statistik) melihat pengaruh antara variabel indipenden secara individual terhadap variabel dependen.1 Koefisien Determinasi (R2) Pengujian R2 atau koefisien determinasi berguna untuk melihat seberapa besar proporsi sumbangan seluruh variable bebas terhadap naik turunnya variabel tidak bebas. 3.1. artinya terdapat hubungan yang berarti antara variable bebas dengan variable terikat. artinya tidak ada hubungan yang berarti antara variable bebas dengan variable terikat.2 Pengujian F (F-test) Untuk menguji ada tidaknya pengaruh seluruh variable bebas terhadap variable terikat : F test = Dimana .1.

Menurut Gujarati (2003) bahwa asumsi-asumsi dalam MRLK yang perlu diuji adalah : Multikolinearitas Pendeteksian multikolonieritas bertujuan untuk mengetahui apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independent variables).Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel bebas. Menurut Gujarati (2009) bahwa pada dasarnya tidak ada alat diagnosa multikolonieritas yang memberi jawaban lengkap atas masalah kolonieritas. 2. tetapi secara individual variabel-variabel bebas banyak yang tidak signifikan mempengaruhi variabel terikat. Tidak adanya korelasi yang tinggi antar variabel bebas tidak berarti bebas dari multikolonieritas. maka variabel-variabel ini tidak ortogonal. F hitung > F tabel Hipoteas nol (Ho) ditolak dan hipotesa alternatif (Ha) diterima.Multikolonieritas dapat disebabkan karena adanya efek kombinasi dua atau lebih variabel bebas. b) Menganalisis matrik korelasi variabel-variabel bebas. artinya tidak ada hubungan yang berarti antara variable bebas dengan variable terikat. Menurut Thomas (1997) bahwa metode ini dianggap mempunyai sifat-sifat yang dapat diunggulkan oleh karena secara teknis sangat mudah dalam perhitungan dan penarikan interpretasinya.90). Variabel ortogonal adalah variabel-variabel bebas yang nilai korelasi antar sesama variabel bebas sama dengan nol. mempunyai varians yang minimum. Uji Asumsi Klasik Analisis data dengan menggunakan Ordinary Least Square (OLS) memerlukan asumsi-asumsi dalam Model Regresi Linear Klasik (MRLK) digunakan dalam penlitian ini.R2 = Koefisisien Determinasi k = Jumlah variable n = Jumlah tahun pengamatan dengan ketentuan: 1. F hitung< Ftabel Hipotesa nol (Ho) diterima dab hipotesa alternatif (Ha) ditolak. Jika variabel bebas saling berkorelasi. OLS merupakan model yang paling popular digunakan untuk mempelajari hubungan di antara variabel ekonomi. karena sifat penaksirOLS yang Best Linear Unbiased Estimator (BLUE). Jika antar variabel bebas ada korelasi yang cukup tinggi (umumnya di atas 0. Gujarati (2009) bahwa untuk mendeteksi ada atau tidak ada multikolonieritas di dalam model regresi dapat dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut : a) Nilai R2 yang dihasilkan oleh suatu estimasi model regresi empiris sangat tinggi. artinya terdapat hubungan yang berarti antara variable bebas dengan variable terikat. di mana nilai penaksir tak bias. maka hal ini merupakan indikasi adanya multikolonieritas.Masalah multikolonieritas adalah masalah derajat dan merupakan fenomena spesifik 13 .OLS harus ditunjang oleh seperangkat asumsi yang harus dipenuhi agar tercapai hasil yang optimum.Di samping itu.

Autokorelasi Pendeteksian autokorelasi bertujuan mengetahui apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya). maka hipotesis nol tentang tidak adanya multikolonieritas diterima. maka hipotesis nol tentang tidak adanya multikolonieritas ditolak. Menurut Insukindro (1999) bahwa ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mendeteksi 14 . Sebaliknya apabila nilai statistik F-hitung lebih kecil dari pada Ftabel. maka disimpulkan bahwa tidak terdapat persoalan multikolonieritas yang serius.Dalam beberapa situasi. Apabila terjadi masalah multikolonieritas. dengan kata lain tidak terjadi gejala multikolonieritas. Kesimpulan pendeteksian multikolonieritas dapat juga dilakukan dengan cara 2 2 hasil R 2 j AXR dibandingkan dengan R regresi keseluruhan. Dalam penelitian ini diagnosa multikolonieritas akan menggunakan metode Auxiliary Regressions (AXR).Kriteria tersebut berdasarkan pada Klein’s Rule of Thumb. dengan kata lain terjadi gejala multikolonieritas. Metode diagnosa AXR pada dasarnya adalah regresi antar variabel bebas secara bergantian. maka menurut Gujarati (2009) dapat diperbaiki dengan beberapa cara sebagai berikut : 1) Mengeluarkan salah satu atau lebih variabel kolonieritas. Pada data crossection (silang waktu).sampel. maka disimpulkan bahwa terdapat persoalan 2 multikolonieritas. Masalah ini timbul karena kesalahan pengganggu tidak bebas dari satu observasi ke observasi lainnya. 2) Meningkatkan ukuran sampel. Jika terjadi korelasi.Model regresi yang baik adalah regresi yang bebas dari autokorelasi. mungkin multikolonieritas mudah terdiagnosa. masalah autokorelasi relatif jarang terjadi karena gangguan pada observasi yang berbeda berasal dari individu kelompok yang berbeda. Namun mengeluarkan variabel-variabel dari model membawa dampak kesalahan spesifikasi model. maka dinamakan ada problem autokorelasi. 4) Memanfaatkan informasi sebelumnya tentang beberapa parameter. Apabila R j lebih besar daripada R2 regresi keseluruhan. Hal ini sering ditemukan pada data runtun waktu (time series) karena gangguan pada seseorang individu/ kelompok cenderung mempengaruhi pada gangguan pada individu/kelompok yang sama pada periode berikutnya. yang kemudian menurut Gujarati (2009) nilai uji F dapat dihitung berdasarkan : R2 j / k  2  F 2 1  R j /N  k  1 Apabila nilai statistik F-hitung lebih besar daripada Ftabel. Autokorelasi muncul karena observasi berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama lainnya. 5) Transformasi variabel. 3) Mengkaji ulang modelnya.Tetapi jika R 2 j lebih kecil daripada regresi R keseluruhan. tapi dalam situasi lain tidak.

maka dapat dilihat pengaruh hutang laur negeri. Dengan kata lain tidak terdapat autokorelasi pada setiap order pengamatan.1 sampai dengan 1. maka hipotesis nol yang menyatakan bahwa tidak ada autokorelasi dalam model ditolak. D. PMDN. Hasil terbaik dipilih dengan melihat sum square terkecil dari regresi-regresi tersebut.26. dan Krisis Ekonomi terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia berdasarkan perkembangan PDB.hitung = 11. Metode ini mentransformasi model utama dengan nilai koefisien ρ yang dihtung dari 1-d/2 (d adalah DW Statistik).384) (0. Secara manual. Pengujian BreuschGodfrey (BG Test) dilakukan dengan meregres variabel pengganggu ut.323X2 .0 untuk mentransformasi modelnya.386 + 4. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Estimasi Data Berdasarkan hasil analalisis regresi (Lampiran III). Dasar pengambilan keputusan adalah angka statistik F atau apabila ukuran sampel besar dapat menggunakan dasar statistik χ2 yang diperoleh dari ((n-p)R2)~χ2p.. Persamaan regresi linear berganda diperoleh hasil sebagai berikut : Y = 646161. Metode ini mentransformasi model utama dengan nilai koefisien ρ mulai dari 0.032 X3+ 43067..ada atau tidaknya autokorelasi yaitu dengan menggunakan Uji Durbin-Watson (DW Test) atau Uji Lagrange Multiplier (LM Test). PMA.   n u1n   t Dengan hipotesis nol (Ho) adalah  1 =  2 =…. Transformasi model regresi awal dilaksanakan berdasarkan nilai yang terbaik.827) (2. 3) Metode Durbin Watson. menurut Gujarati (2009) dapat diatasi dengan beberapa cara yaitu : 1) Metode Cohran-Orcut.123) t-tabel = 2.321) (-0. Metode ini dilakukan dengan cara mentransformasi persamaan utama dengan koefisien ρ dari autoregressive dalam error term.439X1+ 62. 2) Metode Hidreth Lu. Proses penaksiran dilakukan hingga mendapatkan nilai ρ yang paling baik. Hal ini akan dilakukan dengan autoregresive model sebagai berikut : U t  1ut 1   2 ut 2  ..110 F.Tetapi jika (np) * R2 atau χ2 hitung lebih kecil dari χ2 tabel. Uji LM akan menghasilkan statistik Breusch-Godfrey. Koefisien autoregressive secara simultan sama dengan nol yang menunjukkan bahwa tidak terdapat autokorelasi pada setiap orde. Apabila terjadi autokorelasi.=  n = 0. jika (n-p) * R2 atau χ2 hitung lebih besar dari χ2 tabel.564 F-tabel = 2.583 X4 t-hitung = (0.. Uji ini menggunakan dasar hipotesis nol bahwa semua koefisien autoregressive secara simultan sama dengan nol..96 15 . maka hipotesis nol yang menyatakan bahwa tidak ada autokorelasi dalam model diterima.

4. sehingga effek dari peningkatan investasi tersebut akan meningkatkan pertumbuhan PDB Indonesia.032 dan nilai tersebut negatif maka peningkatan realisasi PMDN berpengaruh negatif terhadap PDB Indonesia. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).323 Milyar. dan Variabel Dummy konstan/nol terhadap PDB. Dari perhitungan Nilai R square adalah 0. maka peningkatan realisasi PMA berpengaruh positif terhadap PDB Indonesia. PMDN. Penanaman Modal Asing (PMA). Jika realisasi PMDN meningkat sebesar 1 juta US$. terbebas dari penyakit asumsi klasik. PMA. maka pemerintah harus dapat mengupayakan kontribusi variabel lain diluar model sekirannya menyediakan dana sebesar Rp 646161.386 menunjukan bahwa jika variabel-variabel Hutang Luar Negeri. 3. Interprestasi ekonomi dari persamaan yang diperoleh adalah Nilai konstanta sebesar 646161.731 = 1. 4. 62.032 Milyar. maka PDB Indonesia akan meningkat sebesar Rp. maka peningkatan Hutang Luar Negeri berpengaruh positif terhadap PDB Indonesia.583 Milyar.386 Milyar. jika kontribusi variabel Hutang luar negeri. dan krisis ekonomi Moneter dapat dilihat melalui koefisien determinasi.439 dan nilai tersebut positif.439 Milyar. Koefisien dari realisasi penanaman modal asing (PMA) adalah 62.323 dan nilai tersebut adalah positif . Koefisien dari nilai Hutang Luar Negeri adalah 4. Uji Koefisien Determinasi (R2) Uji Koefisien Determinasi digunakan untuk melihat seberapa besar proporsi sumbangan seluruh variabel bebas/ independen terhadap naik turunya variabel bebas/dependen yang dilihat melalui R square.096 = 5% Pembahasan Beberapa pengujian telah dilakukan sebelumya ternyata menunjukan bahwa model regresi yang digunakan sudah baik. Artinya setiap kenaikan hutang luar negeri sebesar 1 juta US$ . maka PDB Indonesia akan menurun sebesar Rp 26. Dengan menganggap semua variabel konstan. hal ini menjadi tantangan bagi pihak birokrasi indonesia untuk mengoptimalkan penigkatan PMA dengan memberikan Iklim investasi yang lebih kondusif. PMDN. Beberapa diantarnya dengan melakukan efesiensi perijinan atau regulasi kebijakan di bidang investasi. Untuk mengetahui tingkat perkembangan PDB Indonesia disebabkan beberapa faktor antara lain Hutang Luar Negeri. PMA.386 Milyar demi kelancaran pembangunan ekonomi nasional atau dengan kata lain. 1. jaminan hukum. jika terjadi krisis ekonomi. Koefisien dari realisasi Penanaman Modal Dalam negeri (PMDN) adalah – 26. maka perkembangan PDB Indonesia akan meningkat sebesar Rp 43067. 2. Maka PDB Indonesia harus tersedia sebesar Rp 646161. Variansi naik 16 . maka akan meningkatkan PDB Indonesia sebesar Rp. Jika realisasi PMA meningkat sebesar 1 juta US$.R2 D-W α = 0.731. Hasil koefisien dummy bertanda positif yaitu sebesar 43067.583. dan Variabel Dummy dianggap konstan/nol.

Pengaruh Krisis Ekonomi Moneter (Variabel Dummy) terhadap PDB Indonesia.110. Terlihat t.tabel lebih besar dari t-hitung. Pengaruh Realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) terhadap PDB Indonesia. Ha ditolak yang berarti bahwa krisis Ekonomi Moneter (Variabel Dummy) berpengaruh tidak signifikan terhadap PDB Indonesia. PMA. Uji Signifikan Parameter Simultan (Uji F-test) Uji F-test ini digunakan untuk mengetahui apakah varabel independen/bebas secara bersama-sama atau simultan mempengaruhi variabel dependen/terikat. Terlihat t.384 dan t-tabel dengan tingkat kepercayaan 95% (α =5%) . maka H0 diterima. Berdasarkan hasil regresi diperoleh nilai t-hitung untuk Hutang Luar Negeri sebesar 0.hitung/statistik secara serempak ditunjukan oleh perbandingan F-hitung dengan F-tabel.turunyapertumbuhan ekonomi Indonesia dapat dijelaskan oleh Hutang Luar Negeri. Untuk menguji koefisien regresi parsial secara individual dari masing-masing variabel bebas akan di uji sebagai berikut : Pengaruh Hutang Luar Negeri (X1) terhadap Produk Domestik Bruto Indonesia tahun 1990-2011.110.10 persen sedangkan 26. maka H0 diterima.827 dan t-tabel dengan tingkat kepercayaan 95% (α =5%) .321 dan t-tabel dengan tingkat kepercayaan 95% (α =5%) . df = 17 diperoleh 2. Variabel Dummy(Krisis Ekonomi) Sebesar 73. df = 17 diperoleh 2. Uji F. Berdasarkan hasil regresi diperoleh nilai t-hitung untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar -0. maka Ho ditolak Ha diterima yang berarti bahwa Penanaman Modal Asing (PMA) berpengaruh signifikan terhadap PDB Indonesia. Adalah 17 . df = 17 diperoleh 2.110.tabel lebih besar dari t-hitung. Ha ditolak yang berarti bahwa Hutang Luar negeri berpengaruhtidak signifikan terhadap PDB Indonesia pada tingkat kepercayaan 95%. dengan derajat kepercayaan sebesar 95%.110. PMDN.tabel lebih besar dari t-hitung. Berdasarkan hasil regresi diperoleh nilai t-hitung untuk Krisis Ekonomi Moneter (Variabel Dummy) sebesar 0.hitung lebih besar dari t-tabel. Pengaruh Realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) terhadap PDB Indonesia. df = 17 diperoleh 2. Terlihat t. F-tabel (F α/2 k-1(n-k). Berdasarkan hasil regresi diperoleh nilai t-hitung untuk Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar 2.90 persen dijelaskan oleh variabel-variabel lain di luar model. Ha ditolak yang berarti bahwa Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berpengaruh tidak signifikan terhadap PDB Indonesia. maka H0 diterima. Uji Parsial (Uji t-test) Pada uji statistik secara parsial dengan nilai kritis (critis Value) pada df =(n-k-1).123 dan t-tabel dengan tingkat kepercayaan 95% (α =5%) . Terlihat t. dimana n = jumlah sempel/ jumlah tahun penelitian dan k = Jumlah variabel.

564>2.982 dan Tolerance sebesar 0. Masalah autokorelasi umumnya terjadi pada regresi yang datanya time series.111 8.96.017 dan Tolerance 0. dan dari hasil analisis diatas dapat diketahui nilaitoleransi semua variabel independen (Hutang Luar Negeri.240 4.(4)(17) = 2.Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantaravariabel independen.143.10 dan nilai VIF kurang dari 10. Sedangkan F-hitung sebesar 11.025. Pengujian ada tidaknya gejala multikolinearitasdilakukan dengan memperhatikan nilai matriks korelasi yang dihasilkanpada saat pengolahan data serta nilai VIF (Variance Inflation Factor)dan Tolerance-nya. penanaman modal dalam negeri (PMDN). Untuk mendeteksi masalah 18 .10 maka tidak terjadi gejala multikolinearitas dan nilai yang didapat dari perhitungan adalah sesuai dengan ketetapan nilaiVIF dan tolerance.017 a Dependent Variable: PDB Dari perhitungan menggunakan program SPSS versi 15. dan Variabel Dummy( Krisis Ekonomi) berpengaruh positif dan signifikan dalam menjelaskan perkembangan PDB Indonesia. Variabel Dummy) lebih dari 0. Uji Autokorelasi Dari Uji ini bertujuan untuk melihat apakah dalam suatu model linear ada korelasi antar kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan periode t-1 (sebelumnya). Jikaterjadi korelasi. Nilai dari VIF yang kurang dari 10 dan toleranceyang lebih dari 0. PMDN.F0.143 7. 4) Variabel Dummy (Krisis Ekonomi) VIF sebesar 7.564. Ini berarti bahwa Hutang luar negeri. PMA. Tabel 5.969 PMA . Maka dapat disimpulkan tidak terjadi multikolinearitas.111 2) Variabel Penanaman Modal Dalam Negeri VIF sebesar 4.982 PMDN . maka dinamakan terdapat problem Multikolinieritas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi tersebut tidak terkena multikolinieritas.201 3) Variabel Penanaman Modal Asing VIF sebesar 4.969 dan Tolerance 0. Uji Asumsi Klasik Multikolinieritas Uji multikolinieritas dilakukan untuk menguji apakah pada modelregresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen.162 dan Tolerance 0.162 DM . Model regresi yang baik adalah yang bebas dari autokorelasi. penanaman modal asing (PMA).1 Uji Multikolinearitas Model Collinearity Statistics Tolerance VIF 1 HTLN .201 4. Dari ketentuan yang ada bahwa jika nilai VIF < 10 dantolerance > 0.240.10 maka menandakan bahwa tidak terjadi adanyagejala multikolinearitas.96). karena F-hitung lebih besar dari F-tabel (11.0 dapat kitaketahui bahwa nilai VIF dan tolerance sebagai berikut: 1) Variabel Hutang Luar Negeri VIF sebesar 8.

HTLN b Dependent Variable: PDB Tabel 5.096 4-Du 2. PMDN. Bila nilai DW terletak di antara dl dan du. secara umum panduan mengenai angka Durbin-Watson dapat diambil patokan sebagai berikut: (Andryan Setya Dharma. DM. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penemuan empiris yang diperkuat oleh hasil perhitungan statistik.4 Hasil Uji Autokorelasi Memakai Uji LM Dw Dl Du 4-Dl 4-Du 1.02 . Bila nilai DW berada di antara du sampai dengan 4-du.096 Dw 1.06 Dari hasil uji LM tersebut nilai Du < DW < 4-Du (1. maka tidak dapat disimpulkan Tabel 5.096 < du (1.dan Variabel Dummy secara bersama-sama berpengaruhsignifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia 19 .86 1.731 . PMA. Bila nilai DW lebih kecil dari dl.autokorelasi dapat dilakukan dengan menggunakan uji Durbin Watson. Artinya tidak ada autokorelasi 2.855(a) . 2010).94). E.94<1. dari pengamatan ini tidak dapat disimpulkan.14 2. maka penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut : 1.06 ) .2 Uji Durbin-Watson Std.04 Tabel 5.PMA.668 663 a Predictors: (Constant). maka koefisien autokorelasi sama dengan nol.14 Durbin-Watson 1. maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah autokorelasi pada persaman tersebut. Error Mode Adjusted of the l R R Square R Square Estimate 1 298398. PMDN.998276< 2.94 3. hal ini karean nilai DW berada di antara dl dan du maka harus dilakukan pengujian autokorelasi apakah model terkena atau tidak.86 1. Keputusan ada tidaknya Autokorelasi adalah: 1.998276 0.3 memperlihatkan nilai statistik D-W sebesar 1. maka dilakukan pengujian autokorelasi dengan metode lain yaitu LM test dan hasil yang didapat nilai DW dengan memakai Uji LM pada Eviews 7 sebesar 1.998276 (Lampiran III): Tabel 5.3 Hasil Durbin Watson Test Dl Du 4-Dl 0.94 3. koefisien autokorelasi lebih besar dari nol. Artinya ada autokorelasi positif 3. Secara umum hutang luar negeri.

yang ditandai dengan perkembangan PDB.96) pada tingkat kepercayaan 95% dan didukung dengan perolehan nilai koefisien Determinasi (R2) sebesar 0.323 berarti setiap kenaikan penanaman modal asing sebesar 1 juta US$ akan meningkatakan PDB Indonesia sebesar Rp. Hasil ini diperkuat oleh pengujian Ftest.Kecuali PMA menunjukan pengaruh yang signifikan terhadap PDB Indonesia pada tingkat kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil regresi diperoleh bahwa penanaman modal dalam negeri berpengaruh positif terhadap PDB Indonesia. Dimana nilai koefisien penanaman modal asing (PMA) sebesar 62.323 Milyar. 4.1 persen dan sisanya sebesar 26. Berdasarkan hasil regresi diperoleh hutang luar negeri berpengaruh positif terhadap PDB Indonesia. 5. 20 . 62. Hasil sesuai dengan Hipotesis awal. Dimana nilai koefisien Penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar -26. PMDN. maka akan meningkatkan PDB Indonesia sebesar Rp.032 berarti setiap kenaikan penanaman modal dalam negeri sebesar 1 juta US$ akan menggurangi PDB Indonesia sebesar Rp 26. Perkembangan hutang luar negeri Indonesia selama kurun waktu penelitian menunjukan perkembangan yang fluktuatif.731 yang berarti PDB Indonesia dipengaruhi oleh keempat variabel tersebut yaitu Hutang Luar Negeri. 4.9 persen merupakan faktor-faktor lain yang mempengaruh PDB di Indonesia. Saran 1. dan Variabel Dummy tidak berpengaruh terhadap peningkatan PDB Indonesia. Adapun saran-saran yang dapat diberikan oleh penulis. PMA dan Variabel Dummy sebesar 73.032 Milyar. dan Variabel Dummy)menunjukan pengaruh tidak signifikan terhadap PDB Indonesia pada tingkat kepercayaan 95%. 6. Dimana nilai koefisien hutang luar negeri sebesar 4. Pada pengujian parsial (Uji t-test) masing-masing variabel independen(Hutang Luar Negeri. yaitu: Pemerintah harus lebih meningkatkan lagi kualitas kinerja makro ekonominya sehingga dapat mempertahankan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan dan harapan akan terus meningkat seiring dengan kembali kondusif iklim Investasi di Indonesia. dimana F-hitunglebih besar dari F-tabel (11. PMDN. Seharusnya pemerintah lebih berfokus pada kemandirian ekonomi dengan mengurangi penambahan Hutang Luar negeri dan mengusahakan percepatan pertumbuhan investasi domestik yang akan mempercepat proses akumulasi modal sehingga sedikit demi sedikit negara indonesia jangan hanya bergantung pada 2.439 Milyar.2. Perkembangan penanaman modal asing di Indonesia selama kurun waktu penelitian menunjukan perkembangan yang fluktuatif. Berdasarkan hasil regresi diperoleh bahwa penanaman modal asing berpengaruh positif terhadap PDB Indonesia. Berarti Hutang Luar Negeri. Perkembangan penanaman modal dalam negeri di indonesia selama kurun waktu penelitian menunjukan perkembangan yang fluktuatif.439 berarti setiap kenaikan sebesar 1 Juta US$. 3. PMDN.564> 2. Untuk variabel dummy ( Krisis ekonomi) mempunyai hubungan yang positif dan tidak signifikan terhadap PDB Indonesia .

Duce. Executive Summary Fajriah Anwar. dan memperbaiki fasilitas infrastruktur sehingga akan menarik banyak investor asing akan menanamkan modalnya di Indonesia yang diharapkan akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Adwin Surya. Gujarati. Berbagai edisi. 2003. M. 1989-2012. DAFTAR PUSTAKA Admadja. Stephen dam Todaro. Hutang Luar Negeri Pemerintah: Kajian Dari Sisi Permintaan Dan Pengaruhnnya Terhadap Produk Domestik Bruto Indonesia Periode 1990-2002. 2008. maka pemerintah sebaiknya lebih memperjelas lagi kepastian hukum mengenai penanaman modal asing. menciptakan stabilitas keamanan nasional. Basic Econometrics. C. Fifth Edition. Indikator Ekonomi Indonesia. Michael P. alih bahasa oleh Haris Minandar. Berbagai edisi. McGraw Hill. Jakarta : UKP. 4. 2003. Hermawan.Universitas Hasanuddin Firmansyah. Fakultas Ekonomi. Badan Pusat Statistik. 21 .Simposium Riset Ekonomi II. Yogyakarta. 2011. Dadang. 1989-2012. USA. Surabaya. Badan Pusat Statistik.3.”Faktor. E.Fakultas Ekonomi. Arwiny. Universitas Islam Indonesia . Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga edisi 8. Statistik Ekonomi Indonesia. Peningkatan investasi harus diiringi dengan penurunan suku bunga sertifikat bank indonesia sehingga diharapkan sektor perbankan ikut menurunkan tingkat suku bunga . Hutang Luar Negeri Pemerintah Indonesia : Perkembangan dan Dampaknya. Analisis Pengaruh Hutang Luar Negeri dan Penanaman Modal Asing Terhadap Pdb Indonesia Periode (2000-2009){Skripsi}. 2000. “Definition of Foreign Direct Investment (FDI): A Methodological Note”.Faktor Yang Mempengaruhi Investasi Di Indonesia Periode 1985-2004 [Skripsi]”. 2009. dan walaupun negara Indonesia memanfaatkan hutang luar negeri kirannya dapat dilaksanakan lebih transparan diawasi dalam pengunaan dan pengolahan hutang sehingga lebih efektif dan efisien dalam mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Melihat penanaman modal asing di indonesia masih tergolong kecil dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Heri dan syaparudin. Damodar N. hutang luar negeri .Smith. dan Banco. 2005. Jakarta: Penerbit Erlangga. dimana tujuan akhir adalah tingkat sukubunga kredit yang kondusif bagi investasi dalam negeri.

id http://www. 2005. PT RajaGrafindo persada. Pemilihan Model Ekonomi Empirik dengan Pendekatan Korelasi Kes lahan. Medan. 1999.Insukindro.Uji Asumsi Klasik Dengan SPSS 16. Http://www.id.bi. Masalah.org [15 Februari 2006] International Financial Statistics Linda Sitompul. D.imf.id www. 2001. Erlangga. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Imdonesia.”statistik: teori dan aplikasi edisi keenam”. Profil Pinjaman Luar Negeri Indonesia dan Permasalahannya. PT RajaGrafindo persada.Universitas Sumatra Utara. Columbia University. Tulus. 1999. Andryan. Tantangan Dan Potensi :Kadin Indonesia. Iklim Investasi Di Indonesia : masalah.0. F. 2001.google. 2005. Jakarta. Sihombing.html 22 . Jakarta Salvatore. Setyadharma.jbs. 2010.co. Laporan Tahunan Bank Indonesia. Sukirno. Nanga. Analisis Pengaruh Investasi dan Tenaga Kerja terhadap PDRB Sumatera Utara. Muana. 1997. Haris Munandar [penerjemah]. Novita.2006. Jakarta. Ekonomi Internasional. 14 International Monetary Fund (IMF). BKPM. Di dalam: Sigalingging. The Economics of Money. Fakultas Ekonomi. Sadono. (IFS).go. Jakarta Supranto. “Kebijakan dan Pengelolaan Pinjaman Luar Negeri”. J. Jetra. Banking. 2007. “ Makro Ekonomi: Teori. S. Medan: Sekolah Pasca Sarjana Universitas Sumatera Utara. Hotbin [editor]. Semarang. Vol. Jakarta: www.co. Erlangga. 2010. Boston. Mishkin.id/penanaman-modal-dalam-negeri-pmdn-menuperijinan-96.www. Tambunan. Analisis Pengaruh Hutang Luar Negeri terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia [skripsi]. dan Kebijakan Edisi Kedua”. and Financial Market.co. Tribroto.Fakultas Ekonomi . Desmawati.Makro Ekonomi Modern: Perkembanga Pemikiran Dari Klasik Hingga Keynesian Baru. Universitas Negeri Semarang.

23 .