Anda di halaman 1dari 76
616.39 Ind p PEDOMAN PELAYANAN ANAK GIZI BURUK
616.39
Ind
p
PEDOMAN
PELAYANAN ANAK GIZI BURUK
616.39 Ind p PEDOMAN PELAYANAN ANAK GIZI BURUK KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 0 1 1
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 0 1 1 Pedoman PelaYanan anaK GIZI BURUK
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
2 0 1
1
Pedoman
PelaYanan anaK GIZI BURUK
PEDOMAN PELAYANAN ANAK GIZI BURUK KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 0 1 1 Pedoman PelaYanan anaK
ii
ii

Pedoman PelaYanan anaK GIZI BURUK

ii Pedoman PelaYanan anaK GIZI BURUK

KATA PENGANTAR

Dalam upaya mengatasi masalah gizi buruk dan gizi kurang pada balita, Kementerian kesehatan telah menetapkan kebijakan yang komprehensif, meliputi pencegahan, promosi/edukasi dan penanggulangan balita gizi buruk. Upaya pencegahan dilaksanakan melalui pemantauan pertumbuhan di posyandu. Penanggulangan balita gizi kurang dilakukan dengan pemberian makanan tambahan (PMT) sedangkan balita gizi buruk harus mendapatkan perawatan susuai Tatalaksana Balita Gizi Buruk yang ada. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan gizi dalam penanganan anak gizi buruk dilakukan melalui pelatihan Tatalaksana Gizi Buruk bagi tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan.

Untuk menekan kematian bayi atau balita, dan menurunkan prevalensi gizi kurang dan buruk pemerintah menetapkan target bahwa semua balita gizi buruk dirawat. Penanganan dan pemulihan balita gizi buruk dapat dilakukan secara rawat inap dan rawat jalan. Selama ini pemulihan balita gizi buruk dilakukan dengan rawat inap di fasilitas kesehatan, tanpa pemisahan penderita yang disertai komplikasi ataupun yang tidak disertai komplikasi. Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya antara lain cakupan balita yang ditemukan dan dirujuk masih rendah, lamanya masa perawatan yang mengakibatkan perawatan tidak tuntas karena umumnya pulang paksa. Untuk mengatasi kendala tersebut, penderita gizi buruk tanpa komplikasi dapat dirawat di rumah secara rawat jalan.

Penanganan rawat jalan dilakukan berupa Pemulihan Gizi Berbasis Masyarakat (PGBM) di rumah tangga yang dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa penemuan penderita gizi buruk secara dini dan ditangani secara tepat maka tingkat keberhasilan penatalaksanaannya akan tinggi.

Pedoman

dan ditangani secara tepat maka tingkat keberhasilan penatalaksanaannya akan tinggi. Pedoman PelaYanan anaK GIZI BURUK
dan ditangani secara tepat maka tingkat keberhasilan penatalaksanaannya akan tinggi. Pedoman PelaYanan anaK GIZI BURUK
dan ditangani secara tepat maka tingkat keberhasilan penatalaksanaannya akan tinggi. Pedoman PelaYanan anaK GIZI BURUK

PelaYanan anaK GIZI BURUK

dan ditangani secara tepat maka tingkat keberhasilan penatalaksanaannya akan tinggi. Pedoman PelaYanan anaK GIZI BURUK

Terkait dengan hal-hal tersebut diatas untuk pelayanan anak gizi buruk secara tepat dan cepat, maka perlu untuk diterbitkannya buku pedoman pelayanan anak gizi buruk yang menjelaskan tentang kriteria balita gizi buruk yang ditangani secara rawat jalan dan rawat inap, standar dan operasional prosedur tatalaksana serta metode pemantauan dan evaluasinya.

Semoga buku ini bermanfaat bagi tenaga kesehatan dan tenaga pengelola gizi khususnya yang bekerja di Puskesmas, Rumah Sakit dan sarana pelayanan kesehatan lainnya.

iv
iv

Jakarta, Februari 2011 Direktur Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak

2011 Direktur Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Dr. Budihardja DTM&H, MPH NIP. 195110011980081001

Dr. Budihardja DTM&H, MPH NIP. 195110011980081001

Pedoman PelaYanan anaK GIZI BURUK

Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Dr. Budihardja DTM&H, MPH NIP. 195110011980081001 Pedoman PelaYanan anaK GIZI

DAFTAR ISTILAH

NO ISTILAH PENJELASAN Bawah Garis Merah. BGM adalah berat badan 1 BGM balita hasil penimbangan
NO
ISTILAH
PENJELASAN
Bawah Garis Merah. BGM adalah berat badan
1
BGM
balita hasil penimbangan yang dititikkan dalam
KMS dan berada di bawah garis merah.
2
DO
Drop Out adalah Anak yang mengundurkan
diri dari pelayanan rawat jalan.
Penimbunan cairan tubuh di bawah kulit yang
disebabkan oleh kekurangan asupan protein.
3
Edema
Penimbunan cairan dapat terjadi pada kedua
punggung kaki (edema minimal) atau di
seluruh tubuh (edema +++).
4
F 100
Formula makanan cair yang terbuat dari
susu, gula, minyak dan mineral mix, yang
mengandung energi 100 kkal setiap 100
mililiternya. Formula ini dapat diberikan kepada
anak balita yang sangat kurus dan diberikan
secara bertahap.
Keadaan gizi anak yang ditandai dengan satu
atau lebih tanda berikut:
a. Sangat kurus
5
Gizi Buruk
b. Edema, minimal pada kedua punggung
kaki
c. BB/PB atau BB/TB < -3 SD
d. LiLA < 11,5 cm (untuk anak usia 6-59
bulan)
Pedoman
PelaYanan anaK GIZI BURUK

6 KEP

 

Kurang Energi Protein atau Kurang Kalori Protein adalah keadaan kurang gizi pada anak yang disebabkan oleh kurangnya asupan energi dan protein.

   

KEP yang ditandai dengan BB/PB-BB/TB -2SD

7 Kurus

s.d. -3SD atau pada anak usia 6-59 bulan dengan LiLA 11,5 cm-12,5 cm.

   

Lingkar Lengan Atas. LiLA adalah salah satu

8 LiLA

indikator yang digunakan untuk melihat status gizi dengan cara mengukur lingkar lengan atas.

 

Makanan

Makanan Untuk Pemulihan Gizi adalah

Untuk

makanan padat energi yang diperkaya dengan

9 Pemulihan

vitamin dan mineral. Diberikan kepada balita

Gizi

gizi buruk selama masa pemulihan.

   

Musyawarah Masyarakat Desa. MMD adalah forum pertemuan yang dihadiri oleh perangkat desa/kelurahan, tokoh masyarakat, pemuka adat,

10 MMD

kader, masyarakat umum, tenaga kesehatan puskesmas/kecamatan, yang bertujuan mencari alternatif pemecahan masalah yang di desa/ kelurahan.

 

11 MTBS

Manajemen Terpadu Balita Sakit. MTBS adalah suatu pendekatan keterpaduan dalam tatalaksana balita sakit yang datang ke fasilitas rawat jalan pelayanan kesehatan dasar yang meliputi upaya kuratif terhadap penyakit pneumonia, diare, campak, malaria, infeksi telinga, malnutrisi dan upaya promotif dan preventif yang meliputi imunisasi, pemberian vitamin A dan konseling pemberian makan yang bertujuan menurunkan angka kematian bayi dan balita serta menekan morbiditas karena penyakit tertentu.

vi
vi

Pedoman PelaYanan anaK GIZI BURUK

angka kematian bayi dan balita serta menekan morbiditas karena penyakit tertentu. vi Pedoman PelaYanan anaK GIZI
 

12 PGBM

Penyelenggaraan Pemulihan Gizi Berbasis Masyarakat adalah rangkaian kegiatan pemulihan balita gizi buruk dengan cara rawat jalan yang dilakukan oleh masyarakat dengan bantuan kader dan tenaga kesehatan kesehatan.

   

Pos Kesehatan Desa. Poskesdes adalah Upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM)

13 Poskesdes

yangdibentukdidesadalamrangkamendekatkan/ menyediakan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat desa.

14 PPG

 

Pusat Pemulihan Gizi

   

KEP yang ditandai dengan BB/PB-BB/TB

15 Sangat Kurus

<-3SD atau pada anak usia 6-59 bulan dengan LiLA <11,5 cm.

16 SIP

 

Sistem Informasi Posyandu

 

17 Skrining

Penapisan atau penjaringan. Skrining adalah pengukuran LiLA semua anak balita untuk mengetahui anak-anak yang perlu dan tidak perlu mendapatkan pelayanan lanjut.

18 2 T

 

Berat badan tidak naik dua kali berturut-turut.

pelayanan lanjut. 18 2 T   Berat badan tidak naik dua kali berturut-turut. PelaYanan anaK GIZI
pelayanan lanjut. 18 2 T   Berat badan tidak naik dua kali berturut-turut. PelaYanan anaK GIZI

PelaYanan anaK GIZI BURUK

pelayanan lanjut. 18 2 T   Berat badan tidak naik dua kali berturut-turut. PelaYanan anaK GIZI

Pedoman

pelayanan lanjut. 18 2 T   Berat badan tidak naik dua kali berturut-turut. PelaYanan anaK GIZI
viii
viii

Pedoman PelaYanan anaK GIZI BURUK

viii Pedoman PelaYanan anaK GIZI BURUK

DAFTAR ISI

Halaman KATA PENGANTAR DAFTAR ISTILAH iii v DAFTAR ISI ix BAB 1 PENDAHULUAN 1 A.
Halaman
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISTILAH
iii
v
DAFTAR ISI
ix
BAB 1 PENDAHULUAN
1
A. Latar Belakang
1
B. Tujuan
2
C. Sasaran
3
D. Prinsip Dasar
3
BAB 2 KRITERIA ANAK GIZI BURUK DAN ALUR PEMERIKSAAN
5
A. Kriteria Anak Gizi Buruk
5
B. Alur Pemeriksaan
5
BAB 3 PENANGANAN ANAK GIZI BURUK RAWAT JALAN
9
A. Langkah Persiapan
9
B. Langkah Pelaksanaan
11
BAB 4 PENANGANAN ANAK GIZI BURUK RAWAT INAP
23
A. Persiapan
23
B. Kegiatan pelaksanaan
26
BAB 5 PEMANTAUAN DAN EVALUASI
31
A. Pemantauan dan evaluasi rawat jalan
31
B. Pemantauan dan evaluasi rawat inap
33
BAB 6 PENUTUP
35
LAMPIRAN
37
Pedoman
PelaYanan anaK GIZI BURUK
x
x

Pedoman PelaYanan anaK GIZI BURUK

x Pedoman PelaYanan anaK GIZI BURUK

BAB

1

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Kurang energi dan Protein (KEP) pada anak masih menjadi masalah gizi dan kesehatan masyarakat di Indonesia. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2010, sebanyak 13,0% berstatus gizi kurang, diantaranya 4,9% berstatus gizi buruk. Data yang sama menunjukkan 13,3% anak kurus, diantaranya 6,0% anak sangat kurus dan 17,1% anak memiliki kategori sangat pendek.

Keadaan ini berpengaruh kepada masih tingginya angka kematian bayi. Menurut WHO lebih dari 50% kematian bayi dan anak terkait dengan gizi kurang dan gizi buruk, oleh karena itu masalah gizi perlu ditangani secara cepat dan tepat.

Salah satu cara untuk menanggulangi masalah gizi kurang dan gizi buruk adalah dengan menjadikan tatalaksana gizi buruk sebagai upaya menangani setiap kasus yang ditemukan. Pada saat ini seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi tatalaksana gizi buruk menunjukkan bahwa kasus ini dapat ditangani dengan dua pendekatan. Gizi buruk dengan komplikasi (anoreksia, pneumonia berat, anemia berat, dehidrasi berat, demam tinggi dan penurunan kesadaran) harus dirawat di rumah sakit, Puskesmas perawatan,

Pusat Pemulihan Gizi (PPG) atau Therapeutic Feeding Center (TFC),

Gizi (PPG) atau Therapeutic Feeding Center (TFC) , sedangkan gizi buruk tanpa komplikasi dapat rawat jalan.
Gizi (PPG) atau Therapeutic Feeding Center (TFC) , sedangkan gizi buruk tanpa komplikasi dapat rawat jalan.

sedangkan gizi buruk tanpa komplikasi dapat rawat jalan.

dilakukan secara

Center (TFC) , sedangkan gizi buruk tanpa komplikasi dapat rawat jalan. dilakukan secara Pedoman PelaYanan anaK

Pedoman

PelaYanan anaK GIZI BURUK

Center (TFC) , sedangkan gizi buruk tanpa komplikasi dapat rawat jalan. dilakukan secara Pedoman PelaYanan anaK

Penanganan gizi buruk secara rawat jalan dan rawat inap merupakan jawaban terhadap pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Perbaikan Gizi, yaitu setiap anak gizi buruk yang ditemukan harus mendapatkan perawatan sesuai dengan standar. Untuk melakukan penanganan anak gizi buruk secara rawat jalan dan rawat inap diperlukan buku pedoman Pelayanan Anak Gizi Buruk.

Buku Pedoman ini terdiri dari dua bagian, yang pertama mengenai penanganan Anak Gizi Buruk secara Rawat Jalan dan yang kedua mengenai proses pembentukan Pusat Pemulihan Gizi, sebagai pelengkap dari buku pedoman tatalaksana anak gizi buruk yang sudah diterbitkan sebelumnya. Diharapkan pedoman ini menjadi acuan bagi setiap tenaga kesehatan di seluruh pelayanan kesehatan untuk memberikan pelayanan berkualitas kepada anak gizi buruk. Selain itu, buku ini juga hendaknya dapat digunakan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat serta keluarga dalam mencegah dan menangani masalah gizi kurang dan gizi buruk.

B. TUJUAN

Tujuan Umum :

Meningkatkan status gizi dan menurunkan angka kematian anak gizi buruk.

Tujuan Khusus :

1. Dilakukannya penapisan anak gizi buruk.

2. Terselenggaranya kegiatan perawatan anak gizi buruk sesuai standar.

3. Tercapainya peningkatan status gizi anak.

4. Dilakukannya pendampingan anak gizi buruk pasca rawat inap dan rawat jalan.

5. Dilakukannya pemantauan dan evaluasi pelayanan anak gizi buruk.

2
2

Pedoman PelaYanan anaK GIZI BURUK

dan rawat jalan. 5. Dilakukannya pemantauan dan evaluasi pelayanan anak gizi buruk. 2 Pedoman PelaYanan anaK

C.

SASARAN

1. Anak gizi buruk

2. Keluarga anak gizi buruk

D. PRINSIP DASAR

1. Meningkatkan jangkauan/cakupan pemulihan gizi. Penanganan anak gizi buruk dilaksanakan agar dapat menjangkau sebanyak mungkin kasus gizi buruk yang membutuhkan perawatan.

2. Ketepatan waktu. Penemuan kasus gizi buruk secara dini sehingga bisa dilakukan penanganan lebih awal dan bersifat komprehensif.

3. Pelayanan yang tepat. Penanganan anak gizi buruk yang disesuaikan dengan kondisi anak untuk menentukan apakah anak perlu rawat inap atau rawat jalan.

4. Pelayanan yang terintegrasi. Penanganan anak gizi buruk merupakan kegiatan yang terintegrasi dengan sistem pelayanan kesehatan yang ada.

5. Penanganan anak gizi buruk melibatkan peran lintas sektor terkait, LSM, organisasi profesi dan tokoh masyarakat.

6. Pemantauan secara rutin.

Pemantauan pelaksanaan penanganan anak gizi buruk perlu

Pemantauan pelaksanaan penanganan anak gizi buruk perlu dilakukan secara terus menerus untuk pelayanan secara tepat

dilakukan secara terus menerus untuk pelayanan secara tepat dan efektif.

Pedoman

secara terus menerus untuk pelayanan secara tepat dan efektif. Pedoman menjamin kinerja PelaYanan anaK GIZI BURUK

menjamin kinerja

secara terus menerus untuk pelayanan secara tepat dan efektif. Pedoman menjamin kinerja PelaYanan anaK GIZI BURUK

PelaYanan anaK GIZI BURUK

secara terus menerus untuk pelayanan secara tepat dan efektif. Pedoman menjamin kinerja PelaYanan anaK GIZI BURUK
4
4

Pedoman PelaYanan anaK GIZI BURUK

4 Pedoman PelaYanan anaK GIZI BURUK

BAB

2

KRITERIA ANAK GIZI BURUK DAN ALUR PEMERIKSAAN

A. KRITERIA ANAK GIZI BURUK

1) Gizi Buruk Tanpa Komplikasi

a. BB/TB: < -3 SD dan atau;

b. Terlihat sangat kurus dan atau;

c. Adanya Edema dan atau;

d. LILA < 11,5 cm untuk anak 6-59 bulan

2) Gizi Buruk dengan Komplikasi Gizi buruk dengan tanda-tanda tersebut di atas disertai salah satu atau lebih dari tanda komplikasi medis berikut:

a. Anoreksia

b. Pneumonia berat

c. Anemia berat

d. Dehidrasi berat

e. Demam sangat tinggi

f. Penurunan kesadaran

B. ALUR PEMERIKSAAN/PENEMUAN KASUS

Berikut penjelasan alur pemeriksaan yang dapat di gunakan untuk

menentukan langkah-langkah yang dilakukan

penemuan kasus anak gizi buruk ditentukan :

dalam menangani

penemuan kasus anak gizi buruk ditentukan : dalam menangani berdasarkan kategori yang telah Pedoman PelaYanan anaK
penemuan kasus anak gizi buruk ditentukan : dalam menangani berdasarkan kategori yang telah Pedoman PelaYanan anaK

berdasarkan kategori yang telah

kasus anak gizi buruk ditentukan : dalam menangani berdasarkan kategori yang telah Pedoman PelaYanan anaK GIZI

Pedoman

PelaYanan anaK GIZI BURUK

kasus anak gizi buruk ditentukan : dalam menangani berdasarkan kategori yang telah Pedoman PelaYanan anaK GIZI

1. Penemuan Anak Gizi Buruk, dapat menggunakan data rutin hasil penimbangan anak di posyandu, menggunakan hasil pemeriksaan di fasilitas kesehatan (Puskesmas dan jaringannya, Rumah Sakit dan dokter/bidan praktek swasta), hasil laporan masyarakat (media massa, LSM dan organisasi kemasyarakatan lainnya) dan skrining aktif (operasi timbang anak).

2. Penapisan Anak Gizi Buruk, anak yang dibawa oleh orangtuanya atau anak yang berdasarkan hasil penapisan Lila < 12,5 cm, atau semua anak yang dirujuk dari posyandu (2T dan BGM) maka dilakukan pemeriksaan antropometri dan tanda klinis, semua anak diperiksa tanda-tanda komplikasi (anoreksia, pneumonia berat, anemia berat, dehidrasi berat, demam sangat tinggi, penurunan kesadaran), semua anak diperiksa nafsu makan dengan cara tanyakan kepada orang tua apakah anak mau makan/tidak mau makan minimal dalam 3 hari terakhir berturut-turut.

3. Bila dalam pemeriksaan pada anak didapatkan satu atau lebih tanda berikut: tampak sangat kurus, edema minimal pada kedua punggung kaki atau tanpa edema, BB/PB atau BB/TB < -3 SD, LiLA < 11,5 cm (untuk anak usia 6-59 bulan), nafsu makan baik, maka anak dikategorikan gizi buruk tanpa komplikasi dan perlu diberikan penanganan secara rawat jalan.

4. Bila hasil pemeriksaan anak ditemukan tanda-tanda sebagai berikut: tampak sangat kurus, edema pada seluruh tubuh, BB/PB atau BB/TB < -3 SD, LiLA < 11,5 cm (untuk anak usia 6-59 bulan) dan disertai dari salah satu atau lebih tanda komplikasi medis sebagai berikut: anoreksia, pneumonia berat, anemia berat, dehidrasi berat, demam sangat tinggi, penurunan kesadaran, maka anak dikategorikan gizi buruk dengan komplikasi sehingga perlu penanganan secara rawat inap.

6
6

Pedoman PelaYanan anaK GIZI BURUK

gizi buruk dengan komplikasi sehingga perlu penanganan secara rawat inap. 6 Pedoman PelaYanan anaK GIZI BURUK

5. Bila hasil pemeriksaan anak ditemukan tanda-tanda sebagai berikut: BB/TB < -2 s/d -3 SD, LiLA 11,5 s/d 12,5 cm, tidak ada edema, nafsu makan baik, tidak ada komplikasi medis, maka anak dikategorikan gizi kurang dan perlu diberikan PMT Pemulihan.

6. Bila kondisi anak rawat inap sudah membaik dan tidak lagi ditemukan tanda komplikasi medis, tanda klinis membaik (edema kedua punggung tangan atau kaki), dan nafsu makan membaik maka penanganan anak tersebut dilakukan melalui rawat jalan.

7. Bila kondisi anak rawat inap sudah tidak lagi ditemukan tanda- tanda komplikasi medis, tanda klinis baik dan status gizi kurang, nafsu makan baik maka penanganan anak dengan pemberian PMT pemulihan.

8. Anak gizi buruk yang telah mendapatkan penanganan melalui rawat jalan dan PMT pemulihan, jika kondisinya memburuk dengan ditemukannya salah satu tanda komplikasi medis, atau penyakit yang mendasari sampai kunjungan ke tiga berat badan tidak naik (kecuali anak dengan edema), timbulnya edema baru, tidak ada nafsu makan maka anak perlu penanganan secara rawat inap.

Untuk lebih jelasnya alur pemeriksaan atau penemuan kasus dapat dilihat pada bagan berikut :

lebih jelasnya alur pemeriksaan atau penemuan kasus dapat dilihat pada bagan berikut : PelaYanan anaK GIZI
lebih jelasnya alur pemeriksaan atau penemuan kasus dapat dilihat pada bagan berikut : PelaYanan anaK GIZI

PelaYanan anaK GIZI BURUK

lebih jelasnya alur pemeriksaan atau penemuan kasus dapat dilihat pada bagan berikut : PelaYanan anaK GIZI

Pedoman

lebih jelasnya alur pemeriksaan atau penemuan kasus dapat dilihat pada bagan berikut : PelaYanan anaK GIZI
ALUR PEMERIKSAAN Pemeriksaan Klinis, BB/PB, BB/TB, LiLA di Poskesdes/ Pustu/Polindes/Puskesmas
ALUR PEMERIKSAAN
Pemeriksaan Klinis, BB/PB,
BB/TB, LiLA di Poskesdes/
Pustu/Polindes/Puskesmas

Anak dengan satu atau lebih tanda berikut :

Terlihat Sangat kurus

Edema pada seluruh tubuh

BB/PB atau BB/TB < -3 SD

LiLA < 11,5 cm (untuk anak usia 6-59 bulan) dan

salah satu atau lebih dari tanda-tanda komplikasi medis berikut:

• Anoreksia

 

• Pneumonia berat

• Anemia berat

• Dehidrasi berat

• Demam sangat tinggi

• Penurunan kesadaran

Anak dengan satu atau lebih tanda berikut :

Anak dengan satu atau lebih tanda berikut :

• Terlihat Sangat kurus

• Terlihat kurus

• BB/PB atau BB/

• Edema minimal, pada kedua

punggung tangan/kaki

TB <-3 SD

• LiLA <11,5 cm (untuk anak usia 6-59 bulan

• BB/PB atau BB/TB < -3 SD

dan

• Nafsu makan

• LiLA <11,5 cm (untuk anak usia 6-59 bulan dan

• Nafsu makan baik

baik

• Tanpa komplikasi

medis

• Tanpa komplikasi

medis

   

• BB/TB < -2 SD s.d -3 SD)

• Bila LiLA antara 11,5-12,5 cm

(untuk anak usia

6-59 bulan)

• Tidak ada edema

dan

• Nafsu makan baik

• Tanpa

komplikasi medis

Gizi buruk Gizi Tanpa Komplikasi kurang PMT Rawat Jalan Pemulihan
Gizi buruk
Gizi
Tanpa Komplikasi
kurang
PMT
Rawat Jalan
Pemulihan

Gizi buruk

Dengan Komplikasi

Rawat Inap di RS/ Puskesmas perawatan/ TFC

8
8

Pedoman PelaYanan anaK GIZI BURUK

Pemulihan Gizi buruk Dengan Komplikasi Rawat Inap di RS/ Puskesmas perawatan/ TFC 8 Pedoman PelaYanan anaK

BAB

3

PENANGANAN ANAK GIZI BURUK RAWAT JALAN

A. LANGKAH PERSIAPAN

1. Penyediaan Sarana Pendukung

a. Alat antropometri : timbangan atau dacin, alat ukur PB/TB, pita LiLA

b. Buku Pedoman Pelayanan Anak Gizi Buruk .

c. Formulir pencatatan dan pelaporan.

d. PMT Pemulihan: makanan lokal, Makanan Untuk Pemulihan Gizi, F-100

e. Media KIE seperti Poster, Leaflet, Lembar Balik, Booklet, Food Model, dll

f. Obat gizi seperti Kapsul Vitamin A, Tablet Tambah Darah, Mineral Mix, dan Taburia

g. Obat-obatan lain, misalnya obat cacing, antibiotik

h. Peralatan lain seperti: ATK, APE, alat masak, dll

2. Pertemuan Tingkat Desa/Kelurahan

Pertemuan tingkat desa merupakan forum pertemuan yang dihadiri oleh Kepala Desa, Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) atau Ketua Dewan Kelurahan

(DEKEL), tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, bidan

(DEKEL), tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, bidan dan kader, serta tenaga kesehatan puskesmas dan kecamatan.

dan

kader, serta tenaga kesehatan puskesmas dan

kecamatan.

lintas sektor tingkat

bidan dan kader, serta tenaga kesehatan puskesmas dan kecamatan. lintas sektor tingkat Pedoman PelaYanan anaK GIZI

Pedoman

PelaYanan anaK GIZI BURUK

bidan dan kader, serta tenaga kesehatan puskesmas dan kecamatan. lintas sektor tingkat Pedoman PelaYanan anaK GIZI

Pertemuan ini bertujuan untuk mensosialisasikan rencana kegiatan penanganan anak gizi buruk secara rawat jalan. Pertemuan ini membahas permasalahan gizi/kesehatan yang ada di desa/kelurahan dan langkah-langkah tindak lanjut yang diperlukan, misalnya antara lain untuk mendapat dukungan pamong dan pemuka masyarakat dalam kegiatan penanganan anak gizi buruk secara rawat jalan.

3. Pelatihan

Pelatihan tenaga kesehatan menggunakan modul yang ada dengan materi meliputi:

• Pemantauan pertumbuhan anak seperti menimbang, mengisi dan interpretasi KMS, mengukur LiLA, konseling dan mengisi SIP),

• Pendampingan dalam melaksanakan PHBS, konseling pemberian makanan, kepatuhan melaksanakan atau mengonsumsi paket pemulihan gizi,

• Peranan kader posyandu dalam penanganan anak gizi buruk secara rawat jalan.

a. Tenaga Kesehatan

Pelatihan dilaksanakan di tingkat kabupaten/kota oleh tim fasilitator. Tenaga kesehatan yang dilatih berasal dari Puskesmas, Puskesmas Pembantu dan Poskesdes, dengan melibatkan tenaga kesehatan sebagai berikut:

• Puskesmas: dokter, ahli gizi (TPG), perawat, tenaga promosi kesehatan;

• Puskesmas Pembantu: perawat atau bidan;

• Poskesdes: bidan di desa.

10
10

Pedoman PelaYanan anaK GIZI BURUK

kesehatan; • Puskesmas Pembantu: perawat atau bidan; • Poskesdes: bidan di desa. 10 Pedoman PelaYanan anaK

b. Kader Posyandu

Pelatihan di Posyandu dilaksanakan oleh tenaga kesehatan Puskesmas dan melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas Pembantu atau Poskesdes.

B. LANGKAH PELAKSANAAN

1. Pelaksanaan Rawat Jalan di Fasilitas Kesehatan

a. Tenaga Pelaksana

Tenaga pelaksana adalah Tim Pelaksana yang terdiri dari dokter, ahli gizi (TPG), perawat, tenaga promosi kesehatan (promkes) dan bidan di desa. Dalam pelaksanaan rawat jalan masyarakat yang dibantu oleh Kader Posyandu, anggota PKK dan perangkat desa.

Peran Tim Pelaksana:

1) Dokter melakukan pemeriksaan klinis dan penentuan komplikasi medis, pemberian terapi dan penentuan rawat jalan atau rawat inap 2) Perawat melakukan pendaftaran dan asuhan keperawatan 3) Ahli gizi (TPG) melakukan pemeriksaan antropometri, konseling, pemberian Makanan untuk Pemulihan Gizi, makanan therapeutic/gizi siap saji, makanan formula 4) Tenaga Promosi kesehatan melakukan penyuluhan PHBS, advokasi, sosialisasi dan Musyawarah masyarakat

desa 5) Bidan di desa sebagai melakukan skrining dan

wilayah kerjanya,

koordinator di

koordinator di

melakukan skrining dan wilayah kerjanya, koordinator di pendampingan bersama kader Pedoman PelaYanan anaK GIZI BURUK
melakukan skrining dan wilayah kerjanya, koordinator di pendampingan bersama kader Pedoman PelaYanan anaK GIZI BURUK

pendampingan bersama kader

Pedoman

PelaYanan anaK GIZI BURUK

melakukan skrining dan wilayah kerjanya, koordinator di pendampingan bersama kader Pedoman PelaYanan anaK GIZI BURUK

6) Kader

melakukan

penemuan

kasus,

merujuk

dan

melakukan pendampingan

 

7) Anggota

PKK

membantu

menemukan

kasus

dan

8)

menggerakkan masyarakat Perangkat desa, BPD/Dekel melaksanakan perencanaan anggaran dan penggerakan masyarakat

b. Waktu dan frekuensi pelaksanaan

Pelayanan pemulihan anak gizi buruk dilaksanakan sampai dengan anak berstatus gizi kurang (-2 SD sampai -3 SD). Pelayanan anak gizi buruk dilakukan dengan frekuensi sebagai berikut:

• 3 bulan pertama, anak gizi buruk datang dan diperiksa setiap minggu

• Bulan ke 4 sampai ke 6, anak gizi buruk datang dan diperiksa setiap 2 minggu

Anak yang belum dapat mencapai status gizi kurang (-2 SD sampai -3 SD, dan tidak ada edema) dalam waktu 6 bulan, dapat melanjutkan kembali proses pemulihan, dengan ketentuan, jika:

• Masih berstatus gizi buruk, rujuk ke RS atau Puskesmas Perawatan atau Pusat Pemulihan Gizi (PPG)

• Sudah berstatus gizi kurang, maka dilanjutkan dengan program pemberian makanan tambahan dan konseling.

c. Alur pelayanan penanganan anak secara rawat jalan

1. Pendaftaran Pengisian data anak di kartu (buku) status atau di catatan (rekam) medis

12
12

Pedoman PelaYanan anaK GIZI BURUK

Pendaftaran Pengisian data anak di kartu (buku) status atau di catatan (rekam) medis 12 Pedoman PelaYanan

2. Pengukuran antropometri

• Penimbangan berat badan dilakukan setiap minggu

• Pengukuran panjang/tinggi badan dilakukan setiap bulan Pengukuran antropometri dilakukan oleh Tim Pelaksana dan hasilnya dicatat pada kartu status. Selanjutnya dilakukan ploting pada grafik dengan tiga indikator pertumbuhan anak (TB/U atau PB/U, BB/U, BB/PB atau BB/TB).

3. Pemeriksaan klinis Dokter melakukan anamnesa untuk mencari riwayat penyakit, pemeriksaan fisik dan mendiagnosa penyakit, serta menentukan ada atau tidak penyakit penyerta, tanda klinis atau komplikasi.

4. Pemberian konseling

• Menyampaikan informasi kepada ibu/pengasuh tentang hasil penilaian pertumbuhan anak

• Mewawancarai ibu untuk mencari penyebab kurang gizi

• Memberi nasihat sesuai penyebab kurang gizi

• Memberikan anjuran pemberian makan sesuai umur dan kondisi anak dan cara menyiapkan makan formula, melaksanakan anjuran makan dan memilih atau mengganti makanan

menyiapkan makan formula, melaksanakan anjuran makan dan memilih atau mengganti makanan PelaYanan anaK GIZI BURUK Pedoman
menyiapkan makan formula, melaksanakan anjuran makan dan memilih atau mengganti makanan PelaYanan anaK GIZI BURUK Pedoman

PelaYanan anaK GIZI BURUK

menyiapkan makan formula, melaksanakan anjuran makan dan memilih atau mengganti makanan PelaYanan anaK GIZI BURUK Pedoman

Pedoman

menyiapkan makan formula, melaksanakan anjuran makan dan memilih atau mengganti makanan PelaYanan anaK GIZI BURUK Pedoman

5. Pemberian

paket

Pemulihan Gizi

a. Obat

obat

dan

Makanan

untuk

• Bila pada saat kunjungan ke puskesmas anak dalam keadaan sakit, maka oleh tenaga kesehatan anak diperiksa dan diberikan obat

• Vitamin A dosis tinggi diberikan pada anak gizi buruk dengan dosis sesuai umur pada saat pertama kali ditemukan

b. Makanan untuk Pemulihan Gizi Makanan untuk pemulihan gizi dapat berupa makanan lokal atau pabrikan

1. Jenis pemberian ada 3 pilihan: makanan therapeutic atau gizi siap saji, F100 atau makanan lokal dengan densitas energi yg sama terutama dari lemak (minyak/santan/margarin)

2. Pemberian jenis Makanan untuk pemulihan gizi disesuaikan masa pemulihan (rehabilitasi) :

• 1 minggu pertama pemberian F 100.

• Minggu berikutnya jumlah dan frekuensi F100 dikurangi seiring dengan penambahan makanan keluarga.

3. Tenaga kesehatan memberikan makanan untuk pemulihan gizi kepada orangtua anak gizi buruk pada setiap kunjungan sesuai kebutuhan hingga kunjungan berikutnya.

14
14

Pedoman PelaYanan anaK GIZI BURUK

anak gizi buruk pada setiap kunjungan sesuai kebutuhan hingga kunjungan berikutnya. 14 Pedoman PelaYanan anaK GIZI

Untuk lebih jelasnya tentang cara pembuatan makanan untuk pemulihan gizi racikan dan makanan utama atau makanan selingan dapat dilihat pada lampiran 7 dan 8.

6. Kunjungan rumah

Kunjungan rumah bertujuan untuk menggali permasalahan yang dihadapi keluarga termasuk kepatuhan mengonsumsi makanan untuk pemulihan gizi dan memberikan nasehat sesuai dengan masalah yang dihadapi.

Dalam melakukan kunjungan, tenaga kesehatan atau kader membawa kartu status, cheklist kunjungan rumah, formulir rujukan, makanan untuk pemulihan gizi dan bahan penyuluhan.

Hasil kunjungan dicatat pada checklist kunjungan dan kartu status. Bagi anak yang harus dirujuk, tenaga kesehatan mengisi formulir rujukan.

Tenaga kesehatan atau kader melakukan kunjungan rumah pada anak gizi buruk rawat jalan, bila:

• Berat badan anak sampai pada minggu ketiga tidak naik atau turun dibandingkan dengan berat badan pada saat masuk (kecuali anak dengan edema).

• Anak yang 2 kali berturut-turut tidak datang tanpa pemberitahuan.

Pedoman

dengan edema). • Anak yang 2 kali berturut-turut tidak datang tanpa pemberitahuan. Pedoman PelaYanan anaK GIZI
dengan edema). • Anak yang 2 kali berturut-turut tidak datang tanpa pemberitahuan. Pedoman PelaYanan anaK GIZI
dengan edema). • Anak yang 2 kali berturut-turut tidak datang tanpa pemberitahuan. Pedoman PelaYanan anaK GIZI

PelaYanan anaK GIZI BURUK

dengan edema). • Anak yang 2 kali berturut-turut tidak datang tanpa pemberitahuan. Pedoman PelaYanan anaK GIZI

7.

Rujukan , dilakukan apabila ditemukan :

a. Anak dengan komplikasi medis atau penyakit penyerta

b. Sampai kunjungan ketiga berat badan anak tidak naik (kecuali anak dengan edema)

c. Timbul edema baru

8.

Drop Out (DO)

DO dapat terjadi pada anak yang pindah alamat dan tidak diketahui, menolak kelanjutan perawatan dan meninggal dunia. Anak yang menolak kelanjutan perawatan dilakukan kunjungan rumah untuk diberikan motivasi, bila tetap menolak diminta untuk membuat pernyataan tertulis atas penolakan.

9.

Anak yang telah pulih keadaan gizinya,

Dipantau pertumbuhannya di posyandu.

d. Tempat Pelaksanaan

a. Pelayanan kesehatan dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan

b. Pemberian makanan dilakukan di rumah tangga

16
16

Pedoman PelaYanan anaK GIZI BURUK

di fasilitas pelayanan kesehatan b. Pemberian makanan dilakukan di rumah tangga 16 Pedoman PelaYanan anaK GIZI

2. Makanan untuk Pemulihan Gizi

a. Prinsip

1) Makanan untuk Pemulihan Gizi adalah makanan padat energi yang diperkaya dengan vitamin dan mineral. 2) Makanan untuk Pemulihan Gizi diberikan kepada anak gizi buruk selama masa pemulihan. 3) Makanan untuk Pemulihan Gizi dapat berupa: F100,

makanan therapeutic/gizi siap saji dan makanan lokal. Makanan lokal dengan bentuk mulai dari makanan bentuk cair, lumat, lembik, padat. Bahan dasar utama Makanan Untuk Pemulihan Gizi dalam

4)

formula F100 dan makanan gizi siap saji (therapeutic feeding) adalah minyak, susu, tepung, gula, kacang- kacangan dan sumber hewani. Kandungan lemak sebagai sumber energi sebesar 30-60 % dari total kalori. 5) Makanan lokal dengan kalori 200 kkal/Kg BB per hari, yang diperoleh dari lemak 30-60% dari total energi, protein 4-6 g/Kg BB per hari. 6) Apabila akan menggunakan makanan lokal tidak dilakukan secara tunggal (makanan lokal saja) tetapi harus dikombinasikan dengan makanan formula.

b. Jumlah dan Frekuensi

Makanan untuk Pemulihan Gizi bukan makanan biasa tetapi merupakan makanan khusus untuk pemulihan gizi anak yang diberikan secara bertahap:

merupakan makanan khusus untuk pemulihan gizi anak yang diberikan secara bertahap: PelaYanan anaK GIZI BURUK Pedoman
merupakan makanan khusus untuk pemulihan gizi anak yang diberikan secara bertahap: PelaYanan anaK GIZI BURUK Pedoman

PelaYanan anaK GIZI BURUK

merupakan makanan khusus untuk pemulihan gizi anak yang diberikan secara bertahap: PelaYanan anaK GIZI BURUK Pedoman

Pedoman

merupakan makanan khusus untuk pemulihan gizi anak yang diberikan secara bertahap: PelaYanan anaK GIZI BURUK Pedoman

1) Anak gizi buruk dengan tanda klinis diberikan secara bertahap:

• Fase rehabilitasi awal 150 kkal/kg BB per hari, yang diberikan 5-7 kali pemberian/hari. Diberikan selama satu minggu dalam bentuk makanan cair (Formula

100).

• Fase rehabilitasi lanjutan 200-220 kkal/kg BB per hari, yang diberikan 5-7 kali pemberian/hari (Formula

100).

2) Anak gizi buruk tanpa tanda klinis langsung diberikan fase rehabilitasi lanjutan 200-220 kkal/kg BB per hari, yang diberikan 5-7 kali pemberian/hari (Formula 100).

Rehabilitasi lanjutan diberikan selama 5 minggu dengan pemberian makanan secara bertahap dengan mengurangi frekuensi makanan cair dan menambah frekuensi makanan padat.

Contoh Frekuensi Pemberian Makanan per hari Tabel 1: Anak gizi buruk tanpa tanda klinis:

   

Makanan

 

Utama

Makanan

Minggu Ke

Formula 100

 

+

Selingan

Buah

 

I kali

5

1

kali

1

kali

 

II kali

4

2

kali

1

kali

 

III kali

4

2

kali

1

kali

 

IV kali

3

3

kali

2

kali

 

V kali

3

3

kali

2

kali

18
18

Pedoman PelaYanan anaK GIZI BURUK

IV kali 3 3 kali 2 kali   V kali 3 3 kali 2 kali 18

Tabel 2: Anak gizi buruk dengan tanda klinis

   

Makanan

 

Utama

Makanan

Minggu Ke

Formula 100

 

+

Selingan

Buah

 

I kali

6

 

-

 

-

 

II kali

5

1

kali

1

kali

 

III kali

4

2

kali

1

kali

 

IV kali

4

2

kali

1

kali

 

V kali

3

3

kali

2

kali

 

VI kali

3

3

kali

2

kali

Catatan: • Bila berat badan anak < 7 Kg ; diberikan makanan bayi (lumat) •
Catatan:
• Bila berat badan anak < 7 Kg ; diberikan makanan bayi
(lumat)
• Bila berat badan anak > 7 Kg ; diberikan makanan anak
(lunak)

a. Pemberian makanan rehabilitasi lanjutan dapat diteruskan bila kondisi anak gizi buruk masih memerlukan makanan formula.

b. Bagi anak yang status gizinya pulih (-2 SD) maka berangsur menuju ke makanan anak sehat sesuai dengan anjuran makan menurut kelompok umur (besar porsi,

macam makanan, frekuensi pemberian).

anjuran makan menurut kelompok umur (besar porsi, macam makanan, frekuensi pemberian). PelaYanan anaK GIZI BURUK Pedoman
anjuran makan menurut kelompok umur (besar porsi, macam makanan, frekuensi pemberian). PelaYanan anaK GIZI BURUK Pedoman
anjuran makan menurut kelompok umur (besar porsi, macam makanan, frekuensi pemberian). PelaYanan anaK GIZI BURUK Pedoman

PelaYanan anaK GIZI BURUK

Pedoman

anjuran makan menurut kelompok umur (besar porsi, macam makanan, frekuensi pemberian). PelaYanan anaK GIZI BURUK Pedoman

c. Cara pemberian

Makanan untuk Pemulihan Gizi diberikan sesuai anjuran petugas kesehatan.

Cara Pemberian Makanan untuk Pemulihan Gizi kepada anak di rumah:

1) Sebelum menyiapkan makanan, cucilah tangan dengan sabun.

2)

Berikan makanan kepada anak dengan memperhatikan jarak waktu makan.

3)

Usahakan makanan tersebut dihabiskan sesuai dengan porsi yang ditentukan.

4) Berikan makanan dalam bentuk cair dengan menggunakan gelas, hindari menggunakan botol atau dot.

Makanan untuk Pemulihan Gizi :

• diberikan setelah pemberian ASI bagi bayi yang masih mendapat ASI • diberikan sebelum pemberian makanan keluarga bagi anak yang sudah mendapat makanan utama

d. Cara penyimpanan

1) Makanan untuk Pemulihan Gizi dalam bentuk cair (Formula 100) harus segera diberikan dan dihabiskan. Makanan dalam bentuk cair tersebut hanya dapat disimpan dalam suhu ruang maksimal 2 jam.

20
20

Pedoman PelaYanan anaK GIZI BURUK

dalam bentuk cair tersebut hanya dapat disimpan dalam suhu ruang maksimal 2 jam. 20 Pedoman PelaYanan

2) Makanan untuk Pemulihan Gizi dalam bentuk kering yang diracik secara terpisah oleh tenaga kesehatan Puskesmas dapat disimpan maksimal 7 hari, dan disimpan di tempat yang sejuk dan kering, aman, tertutup dan terhindar dari bahan cemaran dan binatang pengganggu (semut, tikus, kecoa, cicak, kucing, anjing, unggas, dll).

3) Makanan untuk Pemulihan Gizi dalam kemasan agar diperhatikan masa kadaluarsa yang terdapat pada kemasan.

Gizi dalam kemasan agar diperhatikan masa kadaluarsa yang terdapat pada kemasan. PelaYanan anaK GIZI BURUK Pedoman
Gizi dalam kemasan agar diperhatikan masa kadaluarsa yang terdapat pada kemasan. PelaYanan anaK GIZI BURUK Pedoman

PelaYanan anaK GIZI BURUK

Gizi dalam kemasan agar diperhatikan masa kadaluarsa yang terdapat pada kemasan. PelaYanan anaK GIZI BURUK Pedoman

Pedoman

Gizi dalam kemasan agar diperhatikan masa kadaluarsa yang terdapat pada kemasan. PelaYanan anaK GIZI BURUK Pedoman
22
22

Pedoman PelaYanan anaK GIZI BURUK

22 Pedoman PelaYanan anaK GIZI BURUK
BAB 4 PENANGANAN ANAK GIZI BURUK RAWAT INAP A. PERSIAPAN Pusat Pemulihan Gizi (PPG) atau
BAB
4
PENANGANAN ANAK GIZI BURUK
RAWAT INAP
A. PERSIAPAN
Pusat Pemulihan Gizi (PPG) atau yang dikenal sebagai Therapeutic
Feeding Centre (TFC) berfungsi sebagai tempat perawatan dan
pengobatan secara intensif, dengan melibatkan ibu atau keluarga
dalam perawatan anak. Penyelenggaraan PPG dapat memanfaatkan
fasilitas bangunan yang sudah ada di Puskesmas perawatan/Rumah
Sakit atau membuat bangunan khusus atau baru.
Pembentukan PPG
PPG dapat dibentuk bila dalam satu wilayah kecamatan
memenuhi kriteria sebagai berikut:
a. Global Acute Malnutrition (GAM) atau Prevalensi gizi kurang
akut > 15%
b. GAM/Prevalensi gizi kurang akut antara 10-14,9% dengan
faktor penyulit seperti adanya bencana baik alam maupun
non alam.
Anak dengan BB/PB atau BB/TB < - 2 SD
GAM = ------------------------------------------------------------------- x 100%
Jumlah anak yang ada di wilayah kerja Puskesmas
(sumber: Mokbel Genequand Mirella, UNHCR consultant, 2009. Revised selective
feeding guidelines for the management of malnutrition in emergencies)
Pedoman
PelaYanan anaK GIZI BURUK

• Penentuan Lokasi

PPG

berikut:

a. Puskesmas perawatan

b. Rumah Sakit

c. Bila berupa bangunan di luar Puskesmas atau bangunan baru, lokasinya harus berdekatan dengan Puskesmas.

sebagai

dapat

diselenggarakan

pada

fasilitas-fasilitas

• Tenaga dan Waktu Kerja

a. Tenaga Rasio tenaga yang dibutuhkan untuk merawat 10-20 anak:

• Dokter

: 1 orang

• Perawat

: 4 orang

• Ahli Gizi/ Nutrisionis

: 1 orang

• Juru Masak

: 1 orang

• Tenaga

kebersihan

dibantu oleh ibu atau anggota

keluarga yang mendampingi anak yang dirawat. Tenaga kesehatan yang bertugas merawat anak, seharusnya telah mendapat pelatihan Tatalaksana anak gizi buruk. Tenaga kesehatan merawat secara bergantian selama 24 jam, 7 hari dalam seminggu. Pada kondisi tertentu dokter diharapkan bertugas selama 24 jam apabila terdapat pasien dalam keadaan gawat darurat.

b. Waktu kerja Waktu kerja terbagi dalam 3 shift yaitu:

24
24

• : PK. 08.00 s/d 14.00

Shift I

• : PK. 14.00 s/d 20.00

• Shift III : PK. 20.00 s/d 08.00 Pembagian kerja disesuaikan dengan kondisi setempat

Shift II

Pedoman PelaYanan anaK GIZI BURUK

III : PK. 20.00 s/d 08.00 Pembagian kerja disesuaikan dengan kondisi setempat Shift II Pedoman PelaYanan

Fasilitas

a. Ruang Perawatan Ruang perawatan khusus, terpisah dari ruang perawatan lainnya. 1) Ruang perawatan dengan ventilasi dan pencahayaan cukup, tanpa AC dan kipas angin. 2) Tempat tidur anak gizi buruk dijauhkan dari jendela atau pintu masuk. Luas ruangan ditentukan berdasarkan jumlah tempat tidur. Untuk 10 tempat tidur diperlukan luas ruangan 10 m x 6 m.

b. Fasilitas Ruangan dan Penunjang 1) Ruangperawatandengantempattidurdankelengkapannya (bantal, sprei, selimut, perlak, lemari pakaian dll) 2) Ruang petugas/ administrasi 3) Ruang konseling kesehatan dan gizi 4) Tempat bermain anak 5) Tempat penyimpanan obat

Dapur: ruang persiapan dan penyiapan formula makanan (F-75, F-100, ReSoMal, dll)

6)

7) Tempat penyimpanan bahan makanan 8) Fasilitas air bersih, Mandi Cuci Kakus (MCK) 9) Fasilitas pembuangan limbah

c. Peralatan 1) Peralatan medis dan obat-obatan 2) Pemeriksaan laboratorium sederhana (Pemeriksaan HB, kadar gula darah dan mantoux tes)

sederhana (Pemeriksaan HB, kadar gula darah dan mantoux tes) 3) Alat Antropometri (alat ukur BB, TB

3) Alat Antropometri (alat ukur BB, TB atau PB)

mantoux tes) 3) Alat Antropometri (alat ukur BB, TB atau PB) 4) Media KIE (food model,

4) Media KIE (food model, leaflet, poster, buku pedoman Tatalaksana Anak Gizi Buruk I dan II)

KIE (food model, leaflet, poster, buku pedoman Tatalaksana Anak Gizi Buruk I dan II) Pedoman PelaYanan

Pedoman

PelaYanan anaK GIZI BURUK

KIE (food model, leaflet, poster, buku pedoman Tatalaksana Anak Gizi Buruk I dan II) Pedoman PelaYanan

5) Peralatan dapur dan peralatan pembuatan formula. 6) Peralatan kebersihan (sapu, kemoceng, kain pel, dll) 7) Peralatan mandi dan cuci (ember, sabun, sikat gigi, pasta gigi, dll) 8) Alat Permainan Edukasi (APE)

B. KEGIATAN PELAKSANAAN

1. Penerapan

Tatalaksana

Anak

Gizi

Buruk

(lihat

buku

pedoman Tatalaksana Anak Gizi Buruk I dan II)

a. Pelayanan Medis, keperawatan dan konseling gizi sesuai dengan penyakit penyerta/penyulit.

b. Pemberian formula dan makanan sesuai dengan fase sebagai berikut:

1) Fase Stabilisasi Diberikan makanan formula 75 (F-75) dengan asupan gizi 80-100 KKal/kgBB/hari dan protein 1-1,5 g/KgBB/hari. ASI tetap diberikan pada anak yang masih mendapatkan ASI.

2) Fase Transisi Pada fase transisi ada perubahan pemberian makanan dari F-75 menjadi F-100. Diberikan makanan formula 100 (F-100) dengan asupan gizi 100-150 KKal/kgBB/ hari dan protein 2-3 g/kgBB/hari.

3) Fase Rehabilitasi Diberikan makanan seperti pada fase transisi yaitu F-100, dengan penambahan makanan untuk anak dengan BB < 7 kg diberikan makanan bayi dan untuk anak dengan BB > 7 kg diberikan makanan anak. Asupan gizi 150-220 KKal/kgBB/hari dan protein 4-6 g/kgBB/hari.

26
26

Pedoman PelaYanan anaK GIZI BURUK

makanan anak. Asupan gizi 150-220 KKal/kgBB/hari dan protein 4-6 g/kgBB/hari. 26 Pedoman PelaYanan anaK GIZI BURUK

4) Fase Tindak Lanjut (dilakukan di rumah) Setelah anak pulang dari PPG, anak tetap dikontrol oleh Puskesmas pengirim secara berkala melalui kegiatan Posyandu atau kunjungan ke Puskesmas. Lengkapi imunisasi yang belum diterima, berikan imunisasi campak sebelum pulang. Anak tetap melakukan kontrol (rawat jalan) pada bulan I satu kali/ minggu, bulan II satu kali/ 2 minggu, selanjutnya sebulan sekali sampai dengan bulan ke-6. Tumbuh kembang anak dipantau oleh tenaga kesehatan Puskesmas pengirim sampai anak berusia 5 tahun.

Kriteria sembuh:

Bila BB/TB atau BB/PB > -2 SD dan tidak ada gejala klinis dan memenuhi kriteria pulang sebagai berikut:

a) Edema sudah berkurang atau hilang, anak sadar dan aktif

b) BB/PB atau BB/TB > -3 SD

c) Komplikasi sudah teratasi

d) Ibu telah mendapat konseling gizi

e) Ada kenaikan BB sekitar 50 g/kgBB/minggu selama 2 minggu berturut-turut

f) Selera makan sudah baik, makanan yang diberikan dapat dihabiskan.

berturut-turut f) Selera makan sudah baik, makanan yang diberikan dapat dihabiskan. PelaYanan anaK GIZI BURUK Pedoman
berturut-turut f) Selera makan sudah baik, makanan yang diberikan dapat dihabiskan. PelaYanan anaK GIZI BURUK Pedoman

PelaYanan anaK GIZI BURUK

berturut-turut f) Selera makan sudah baik, makanan yang diberikan dapat dihabiskan. PelaYanan anaK GIZI BURUK Pedoman

Pedoman

berturut-turut f) Selera makan sudah baik, makanan yang diberikan dapat dihabiskan. PelaYanan anaK GIZI BURUK Pedoman
c. Stimulasi Pertumbuhan dan Perkembangan Selama perawatan di PPG anak diberikan stimulasi tumbuh kembang dengan

c. Stimulasi Pertumbuhan dan Perkembangan Selama perawatan di PPG anak diberikan stimulasi tumbuh kembang dengan APE sesuai umur dan kondisi anak mulai dari fase stabilisasi, transisi maupun rehabilitasi, karena anak gizi buruk sering terjadi keterlambatan tumbuh kembang seperti gangguan motorik dan sensorik. Kegiatan ini mengacu pada Buku Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak di tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar.

d. Rujukan Kasus 1) Rujukan ke Rumah Sakit dilakukan bila terdapat tanda kegawatan/kesakitan yang tidak dapat diatasi dan memerlukan penanganan lebih lanjut oleh dokter spesialis anak.

28
28

Pedoman PelaYanan anaK GIZI BURUK

dapat diatasi dan memerlukan penanganan lebih lanjut oleh dokter spesialis anak. 28 Pedoman PelaYanan anaK GIZI

2) Anak gizi buruk pasca perawatan di PPG, dikirim ke Puskesmas/ Puskesmas Pembantu/ Posyandu terdekat dengan rumah pasien untuk dilakukan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan serta penyakit penyerta (contoh: TB-Paru) secara rutin.

e. Pencatatan dan Pelaporan Selama anak dirawat di PPG dilakukan pencatatan dan pelaporan kondisi anak gizi buruk dengan menggunakan formulir sebagai berikut:

1) Buku registrasi pasien 2) Form status pasien 3) Buku catatan penerimaan dan pemakaian bahan makanan 4) Buku inventarisasi peralatan 5) Form rujukan

6)

Form pencatatan dan pemantauan perkembangan pasien (contoh form sesuai Buku Bagan Tatalaksana Anak Gizi Buruk (buku 1 & 2))

7) Dokumentasi pertumbuhan serta perkembangan anak sebelum dan sesudah perawatan

f. Pendidikan Kesehatan dan Gizi bagi keluarga anak gizi buruk Selama anak gizi buruk dirawat di PPG, keluarga anak yang dirawat diberi pendidikan, kesehatan, gizi, stimulasi perkembangan, higiene perorangan dan sanitasi lingkungan. Dengan pendidikan kesehatan dan gizi serta konseling, diharapkan keluarga anak yang dirawat dapat meneruskan hal positif yang diperoleh di rumah sehingga anak tidak

mengalami gizi buruk lagi serta mencapai perkembangan yang optimal.

mengalami gizi buruk lagi serta mencapai perkembangan yang optimal. pertumbuhan dan Pedoman PelaYanan anaK GIZI BURUK

pertumbuhan

mengalami gizi buruk lagi serta mencapai perkembangan yang optimal. pertumbuhan dan Pedoman PelaYanan anaK GIZI BURUK

dan

Pedoman

PelaYanan anaK GIZI BURUK

mengalami gizi buruk lagi serta mencapai perkembangan yang optimal. pertumbuhan dan Pedoman PelaYanan anaK GIZI BURUK

g. Pembiayaan Biaya penyelenggaraan PPG menjadi bagian dari Biaya Operasional Kesehatan Puskesmas (BOK) yang diajukan Puskesmas ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Biaya tersebut bersumber dari APBD, JAMKESMAS, JAMKESDA, dan sumber lain yang tidak mengikat berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku. Komponen pembiayaan meliputi biaya perawatan, penyelenggaraan makanan dan insentif/gaji petugas pelaksana PPG, diberikan sesuai dengan kebijakan Pemerintah Daerah setempat.

30
30

Pedoman PelaYanan anaK GIZI BURUK

petugas pelaksana PPG, diberikan sesuai dengan kebijakan Pemerintah Daerah setempat. 30 Pedoman PelaYanan anaK GIZI BURUK

BAB

5

PEMANTAUAN DAN EVALUASI

A. PEMANTAUAN DAN EVALUASI RAWAT JALAN

1. Pemantauan Rawat Jalan

a. Cara Pemantauan dilakukan berdasarkan :

1) Status gizi

Pengukuran BB setiap minggu, pengukuran TB setiap

1 bulan dilakukan oleh tenaga kesehatan.

2) Konsumsi makanan Pengisian formulir catatan harian konsumsi khusus

makanan cair diisi oleh kader/keluarga di posyandu atau saat kunjungan rumah. Formulir ini dibawa ke Puskesmas

1 minggu sekali.

3) Pemeriksaan Klinis Diperiksa oleh dokter Puskesmas setiap kali kunjungan.

b. Indikator yang dipantau berdasarkan : indikator input, indikator proses dan indikator output. 1) Indikator input dilihat dari ketersediaan:

• mineral mix

• makanan formula

• tenaga

• alat antropometri

• obat

• media konseling

mix • makanan formula • tenaga • alat antropometri • obat • media konseling PelaYanan anaK
mix • makanan formula • tenaga • alat antropometri • obat • media konseling PelaYanan anaK

PelaYanan anaK GIZI BURUK

mix • makanan formula • tenaga • alat antropometri • obat • media konseling PelaYanan anaK

Pedoman

mix • makanan formula • tenaga • alat antropometri • obat • media konseling PelaYanan anaK

Indikator Input dilakukan pada tingkat Puskesmas dengan melihat hasil pengisian formulir.

2) Indikator Proses

• Terlaksananya proses skrining

• Kunjungan rumah

• Kelengkapan pencatatan pelaporan

• Tidak terlambat melakukan rujukan

• Semua anak gizi buruk tidak ada yang Drop Out (DO).

• Semua anak rutin hadir pada setiap jadwal buka Penanganan Anak Gizi Buruk Secara Rawat Jalan

3) Indikator Output

• Semua anak gizi buruk yang sesuai kriteria mengikuti rawat jalan.

• Peningkatan status gizi anak yang mengikuti rawat jalan

2. Evaluasi Rawat Jalan a. Dilakukan selama 6 bulan untuk anak yang mengikuti program pelayanan anak gizi buruk b. Evaluasi program satu tahun sekali: mencakup jumlah anak yang mengikuti program, lulus, Drop Out (DO), dan meninggal.

32
32

Pedoman PelaYanan anaK GIZI BURUK

mencakup jumlah anak yang mengikuti program, lulus, Drop Out (DO), dan meninggal. 32 Pedoman PelaYanan anaK

B. PEMANTAUAN DAN EVALUASI RAWAT INAP

Pemantauan dan evaluasi dilakukan terhadap aspek pelaksanaan PPG dan keadaan klinis serta status gizi anak.

1. Pemantauan Rawat Inap

a. Pemantauan Pelaksanaan PPG Pemantauan merupakan kegiatan pengawasan sekaligus penilaian secara periodik terhadap proses pelaksanaan kegiatan perawatan anak gizi buruk di PPG dengan menggunakan form pemantauan (checklist), mengacu pada Buku Pemantauan Gizi Buruk.

Tindak lanjut pemantauan:

(1) Umpan balik laporan hasil pemantauan dan solusinya (2) Bimbingan Teknis

b. Pemantauan keadaan klinis dan status gizi anak (1) Selama perawatan di PPG, pemantauan dilakukan oleh petugas PPG/tim asuhan gizi dengan menggunakan status pasien/formulir rekam medik. (2) Pasca perawatan di Puskesmas, Puskesmas pembantu dan Posyandu oleh tenaga kesehatan Puskesmas dan atau kader dengan menggunakan KMS.

2. Evaluasi Rawat Inap

Evaluasi rawat inap dilakukan

pertengahan dan akhir pelaksanaan kegiatan.

secara bertahap yaitu di awal,

akhir pelaksanaan kegiatan. secara bertahap yaitu di awal, Penilaian dengan Anak Gizi Buruk. menggunakan Buku
akhir pelaksanaan kegiatan. secara bertahap yaitu di awal, Penilaian dengan Anak Gizi Buruk. menggunakan Buku

Penilaian dengan Anak Gizi Buruk.

bertahap yaitu di awal, Penilaian dengan Anak Gizi Buruk. menggunakan Buku Pemantauan Tatalaksana Pedoman PelaYanan

menggunakan Buku Pemantauan Tatalaksana

Pedoman

PelaYanan anaK GIZI BURUK

yaitu di awal, Penilaian dengan Anak Gizi Buruk. menggunakan Buku Pemantauan Tatalaksana Pedoman PelaYanan anaK GIZI

Evaluasi dilakukan:

1) Terhadap proses pelaksanaan dan hasil kegiatan PPG. Evaluasi dilakukan pada saat perawatan (lihat formulir laporan bulanan pelayanan anak gizi buruk secara rawat inap pada lampiran 14). Indikator keberhasilan PPG dikatakan baik jika kematian < 5% per tahun dari semua kasus yang dirawat, tidak termasuk kematian pada 24 jam pertama.

2) Secara berkala setiap 6 bulan sekali Pencatatan dan pelaporan untuk pemantauan dan evaluasi menggunakan formulir pelaporan rutin Puskemas.

34
34

Pedoman PelaYanan anaK GIZI BURUK

untuk pemantauan dan evaluasi menggunakan formulir pelaporan rutin Puskemas. 34 Pedoman PelaYanan anaK GIZI BURUK

BAB

6

PENUTUP

Dalam rangka menurunkan angka kematian Anak akibat gizi buruk, sangat diperlukan keterlibatan Pemerintah Daerah secara langsung, serta melibatkan partisipasi masyarakat terutama tokoh masyarakat, untuk mengelola penanganan anak gizi buruk baik, sehingga diharapkan semua kasus gizi buruk dapat ditangani dengan baik.

Penanganan anak gizi buruk dapat dilakukan secara rawat jalan maupun rawat inap. Penanganan dengan rawat inap hanya dilakukan di Puskesmas. Sedangkan penanganan anak gizi buruk dengan rawat jalan, merupakan pelayanan yang diberikan dan dilakukan di fasilitas kesehatan lain seperti, Puskesmas Pembantu ataupun Poskesdes, dan lebih membutuhkan partisipasi masyarakat.

Pedoman ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi tenaga kesehatan di berbagai tingkatan dan lintas sektor terkait lainnya dalam pelaksanaan penanganan anak gizi buruk secara rawat jalan dan rawat inap, berkaitan dengan pembentukan dan penyelenggaraan.

secara rawat jalan dan rawat inap, berkaitan dengan pembentukan dan penyelenggaraan. PelaYanan anaK GIZI BURUK Pedoman
secara rawat jalan dan rawat inap, berkaitan dengan pembentukan dan penyelenggaraan. PelaYanan anaK GIZI BURUK Pedoman

PelaYanan anaK GIZI BURUK

secara rawat jalan dan rawat inap, berkaitan dengan pembentukan dan penyelenggaraan. PelaYanan anaK GIZI BURUK Pedoman

Pedoman

secara rawat jalan dan rawat inap, berkaitan dengan pembentukan dan penyelenggaraan. PelaYanan anaK GIZI BURUK Pedoman
36
36

Pedoman PelaYanan anaK GIZI BURUK

36 Pedoman PelaYanan anaK GIZI BURUK

LAMPIRAN

LAMPIRAN PelaYanan anaK GIZI BURUK Pedoman
LAMPIRAN PelaYanan anaK GIZI BURUK Pedoman

PelaYanan anaK GIZI BURUK

LAMPIRAN PelaYanan anaK GIZI BURUK Pedoman

Pedoman

LAMPIRAN PelaYanan anaK GIZI BURUK Pedoman

LAMPIRAN 1

KEBUTUHAN ENERGI DAN PROTEIN SEHARI ANAK UMUR 1-12 TAHUN

Umur

Berat badan

 

Energi

 

Protein

(tahun)

(Kg)

Kkal/kg/hari

Kkal/org/hari

Gr/kg/hr

Gr/org/hr

 

1 8, 9

10

5

90

0

2, 5

22

 

2 11

, 2

10

0

11

0 0

 

28

 

3 13

, 1

10

0

13

0 0

 

33

 

4 14

, 8

98

15

0 0

3, 0

44

 

5 16

, 5

91

15

0 0

 

50

 

6 19

, 4

86

17

0 0

 

59

 

7 21

, 7

82

18

0 0

2, 8

61

 

8 24

, 1

78

19

0 0

 

67

 

9 26

, 5

75

20

0 0

 

74

Laki-laki

10

29

, 3

74

22

0 0

2, 0

59

11

31

, 7

71

23

0 0

 

63

12

34

, 5

67

23

0 0

 

69

Perempuan

 

10 , 7

28

68

20

0 0

2, 0

57

 

11 , 2

32

62

20

0 0

 

64

 

12 , 5

35

57

20

0 0

 

70

Sumber :

Petunjuk Teknis Tatalaksana Anak Gizi Buruk (Buku II)

38
38

Pedoman PelaYanan anaK GIZI BURUK

20 0 0   70 Sumber : Petunjuk Teknis Tatalaksana Anak Gizi Buruk (Buku II) 38

LAMPIRAN 2

FORMULIR SKRINING GIZI BURUK ANAK USIA 6-59 BULAN

Nama Posyandu : Nama Desa : Edema LiLA No Nama Anak Nama Orangtua Punggung Merah
Nama Posyandu
:
Nama Desa
:
Edema
LiLA
No
Nama Anak
Nama Orangtua
Punggung
Merah
Kuning
Hijau
Kaki

Penanggung Jawab Petugas Puskesmas

(
(
Orangtua Punggung Merah Kuning Hijau Kaki Penanggung Jawab Petugas Puskesmas ( ) Pedoman PelaYanan anaK GIZI
)

)

Pedoman

PelaYanan anaK GIZI BURUK

Orangtua Punggung Merah Kuning Hijau Kaki Penanggung Jawab Petugas Puskesmas ( ) Pedoman PelaYanan anaK GIZI

LAMPIRAN 3

FORMULIR PENCATATAN KARTU STATUS

Nama Anak:

 

Nomor Pendaftaran:

 

Jenis Kelamin:

L

 

P

 

Desa/Kelurahan:

 

Umur (bulan):

   

Nama Orangtua:

   

Tanggal Masuk:

 

Alamat:

   

Kembar:

Ya

   

Tidak

               

Menolak dirawat

Rujukan dari

Masyarakat

LSM

Posyandu

Puskesmas

Kambuh

di Puskesmas

Jumlah Anggota

   

Jarak dari Rumah:

 

Keluarga:

 

Distribusi Bantuan Makanan

 

Rumah Tangga

       

didata untuk

Ya

   

Tidak

 

Jika ya, kapan terakhir menerima bantuan makanan?:

mendapat

makanan:

     
 

Hasil Pemeriksaan Antropometri pada saat masuk

 

Berat Badan (kg):

   

BB/PB-BB/TB

 

(z-score):

PB/TB (cm):

   

LILA:

 
     

LILA

BB/PB-BB/TB < -3 SD

   

Kriteria Masuk:

Edema

< 11,5

   

Lainnya:

 

Riwayat Penyakit

 

Diare:

Ya

Tidak

 

Buang Air Besar (x/hari):

1-3

4-5

>5

Muntah:

Ya

Tidak

 

Buang Air Kecil:

Ya

   

Tidak

Batuk:

Ya

Tidak

 

Jika edema, sudah berapa lama?

 

Nafsu Makan:

Ya

Tidak

 

Masih diberi ASI?

Ya

   

Tidak

Masalah Lain:

 
 

Pemeriksaan Fisik

 

Nafas (x/menit):

           

Tarikan

     

Tidak

<30

30-39

40-49

>50

Dinding Dada:

Ya

Suhu (°C):

 

Telapak Tangan

Ya

   

Tidak

 

Pucat:

 

Mata:

Normal

Cekung

   

Kotoran

Dehidrasi:

Tidak

Sedang

Berat

Telinga:

Normal

   

Keluar cairan

   

Mulut:

Normal

Luka

Jamur

Kelenjar

Tidak

Leher

 

Ketiak

Lipatan

 

Cacat:

Ya

   

Tidak

Getah Bening:

Ada

Paha

   

Perubahan Kulit:

Tidak

Skabies

   

Luka

Tangan dan Kaki:

Normal

 

Ada

Lecet

Dingin

40
40

Pedoman PelaYanan anaK GIZI BURUK

    Luka Tangan dan Kaki: Normal   Ada Lecet Dingin 40 Pedoman PelaYanan anaK GIZI
Pengobatan yang diberikan Obat Tanggal Dosis . . . . . . .
Pengobatan yang diberikan
Obat
Tanggal
Dosis
.
.
.
.
.
.
.
Pengobatan yang diberikan Obat Tanggal Dosis . . . . . . . PelaYanan anaK GIZI
Pengobatan yang diberikan Obat Tanggal Dosis . . . . . . . PelaYanan anaK GIZI

PelaYanan anaK GIZI BURUK

Pengobatan yang diberikan Obat Tanggal Dosis . . . . . . . PelaYanan anaK GIZI

Pedoman

Pengobatan yang diberikan Obat Tanggal Dosis . . . . . . . PelaYanan anaK GIZI
NAMA ANAK No. Pendaftaran Minggu Ke - 1 2 3 4 5 6 7 8
NAMA ANAK
No. Pendaftaran
Minggu Ke -
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
Tanggal
ANTROPOMETRI
BB (kg)*
PB/TB (cm)
Z-Score
LiLA
Edema**
(+/ ++/ +++)
*
**
Anak tanpa edema, bila BB tidak naik sampai minggu ke-3 dilakukan kunjungan rumah.
Bila tidak naik sampai minggu ke-5 dirujuk.
Penilaian kenaikan BB dilakukan setelah edema hilang.
RIWAYAT
Diare (hari)
Muntah (hari)
Demam (hari)
Batuk (hari)
PEMERIKSAAN FISIK
Suhu (°C)
Frekuensi
Nafas
(x/mnt)
Dehidrasi
(berat/sedan
g/ringan)
Anemia
(ya/tdk)
TINDAKAN YANG DIPERLUKAN
PENERIMAAN MAKANAN UNTUK PEMULIHAN GIZI
Paket MPG
(kemasan)
Daya Terima
MPG
(baik/kurang
/ menolak)
KESIMPULAN
***
*** A = tidak hadir
3A = tidak hadir 3x berturut-turut
R = rujuk ke Puskesmas (SC)/RS
M = meninggal
P = pulih, perlu PMT(SF)
TR = menolak dirujuk
KR = kunjungan rumah
DO = Drop Out
****Catatan Tindakan yang Diperlukan (Cantumkan Tanggal)
NAMA PETUGAS
42
42

Pedoman PelaYanan anaK GIZI BURUK

DO = Drop Out ****Catatan Tindakan yang Diperlukan (Cantumkan Tanggal) NAMA PETUGAS 42 Pedoman PelaYanan anaK

LAMPIRAN 4

KARTU PENERIMA MAKANAN UNTUK PEMULIHAN GIZI

Nomor Pendaftaran Nama PPG Alamat (Dusun/RT/RW) Umur Nama Anak (tgl/bln/thn) Nama Orangtua Jenis Makanan Jumlah
Nomor Pendaftaran
Nama PPG
Alamat
(Dusun/RT/RW)
Umur
Nama Anak
(tgl/bln/thn)
Nama
Orangtua
Jenis Makanan
Jumlah Sisa
Jumlah Makanan
Untuk Pemulihan Gizi
yang diterima
Tanda Tangan
Tanggal
Untuk Pemulihan
Makanan Untuk
Penerima
Gizi
Pemulihan Gizi
Tanda Tangan Tanggal Untuk Pemulihan Makanan Untuk Penerima Gizi Pemulihan Gizi PelaYanan anaK GIZI BURUK Pedoman
Tanda Tangan Tanggal Untuk Pemulihan Makanan Untuk Penerima Gizi Pemulihan Gizi PelaYanan anaK GIZI BURUK Pedoman

PelaYanan anaK GIZI BURUK

Tanda Tangan Tanggal Untuk Pemulihan Makanan Untuk Penerima Gizi Pemulihan Gizi PelaYanan anaK GIZI BURUK Pedoman

Pedoman

Tanda Tangan Tanggal Untuk Pemulihan Makanan Untuk Penerima Gizi Pemulihan Gizi PelaYanan anaK GIZI BURUK Pedoman

LAMPIRAN 5

 

CATATAN HARIAN (DIISI OLEH KADER/KELUARGA)

Nama Anak

:

Nama Orangtua

:

Nama PPG

:

Hari ke Makanan Untuk Pemulihan Gizi Yang Dimakan (kemasan) * Keluhan ** Minggu 1 2
Hari ke
Makanan Untuk Pemulihan Gizi Yang Dimakan
(kemasan) *
Keluhan **
Minggu
1
2
3
4
5
6
7
Sisa
1
2
3
4
5
6
7
ke
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24

* Diisi jumlah Makanan Untuk Pemulihan Gizi yang dimakan (1 kemasan, � kemasan, � kemasan, � kemasan) ** Diisi dengan keterangan sebagai berikut:

D = Diare

M = Muntah

P = Panas

44
44

Pedoman PelaYanan anaK GIZI BURUK

B = Batuk

** Diisi dengan keterangan sebagai berikut: D = Diare M = Muntah P = Panas 44

LAMPIRAN 6

PERALATAN DAN BAHAN YANG DIPERLUKAN UNTUK PENANGANAN ANAK GIZI BURUK SECARA RAWAT JALAN

JENIS Alat Antropometri 1. Timbangan berat badan (akurasi 0,1 kg) 2. Alat ukur panjang badan
JENIS
Alat Antropometri
1.
Timbangan berat badan (akurasi 0,1 kg)
2.
Alat ukur panjang badan dan tinggi badan
3.
Pita LiLA bayi
Pedoman, R/R dan Media KIE
1.
Buku Pedoman Pelayanan Anak Gizi Buruk untuk petugas
2.
Kartu status
3.
Kartu penerima Makanan Untuk Pemulihan Gizi
4.
Tabel Z-score BB/TB
5.
Buku catatan
6.
Contoh bahan makanan
7.
Resep-resep Makanan Untuk Pemulihan Gizi
8.
Poster pelayanan anak gizi buruk
9.
Leaflet pelayanan anak gizi buruk
10.
Booklet pelayanan anak gizi buruk
Peralatan lain (ATK, alat masak)
1.
Kotak file untuk kartu status
2.
Pulpen
3.
Stapler
4.
Clipboard
5.
Gunting
6.
Kalkulator
7.
Jam kecil
8.
Ember
9.
Sabun cuci tangan
10.
Mangkuk kecil
11.
Teko kecil
12.
Kain lap tangan/tissue
13.
Teko air
14.
Cangkir plastik
15.
Sendok stainless steel
16.
Sendok teh atau cangkir obat
17.
Termometer
18.
Gunting kuku
19.
Tempat Sampah
20.
Alat masak
21.
Gelang identitas (optional)
22.
Map plastik bening
23.
Tas plastik untuk membawa Makanan Untuk Pemulihan Gizi
24.
Food model
25.
Media APE
Pedoman
PelaYanan anaK GIZI BURUK
 

Makanan dan Obat-obatan

1.

Air minum

2.

Gula

4.

Makanan Untuk Pemulihan Gizi

5.

Amoxicillin sirup 125 mg/5 ml

6.

Mebendazole 100 mg

7.

Rapid Diagnostic Test (RDT)

8.

Fansidar

9.

Kapsul vitamin A dosis tinggi

10.

Vaksin campak

11.

Sirup atau obat kloramfenikol

12.

Salep mata tetrasiklin

13.

Nystatin suspension

14.

Sirup paracetamol atau tablet 100 mg

15.

Benzyl Benzoate 200 ml

16.

Salep whitfields

17.

ACT (Arteminsinin Combination Therapic)

18.

Betadine cair

19.

Tablet atau Sirup Besi

20.

Tablet vitamin C

21.

Tablet vitamin B6

22.

Tablet vitamin B-Complek

23.

Asam Folat

24.

Kapas

25.

Sarung tangan

26.

Tas obat

27.

Taburia

28.

Mineral mix

 

Oralit

46
46

Pedoman PelaYanan anaK GIZI BURUK

26. Tas obat 27. Taburia 28. Mineral mix   Oralit 46 Pedoman PelaYanan anaK GIZI BURUK

LAMPIRAN 7

CARA PEMBUATAN MAKANAN FORMULA 100

a. Larutan mineral mix (dalam sachet)

Komposisi larutan elektrolit/mineral terdiri dari:

• Bahan tambahan secukupnya

Kcl Tripotasium citrat

MgCl2.6H2O

Zn asetat 2H2O

CuSO4.5H2O

: 1,792 gram : 0,648 gram : 0,608gram : 0,066 gram : 0,011 gram

Cara membuat larutan mineral mix :

• 1 (satu) sachet serbuk mineral mix (8 gr) dilarutkan dalam 20 ml atau 2 sendok makan air matang menjadi 20 ml larutan mineral mix.

• Kebutuhan larutan mineral mix untuk membuat 1 liter Formula WHO

Resomal F-100 Susu skim bubuk (g) - 85 Gula pasir (g) 10 50 Minyak sayur
Resomal
F-100
Susu skim bubuk (g)
-
85
Gula pasir (g)
10
50
Minyak sayur (g)
-
60
Oralit (sachet)
1
-
Mineral mix (ml)
8
20
Tepung beras
-
-
Air
400 cc
s/d
1
liter (1000 ml)
Pedoman
PelaYanan anaK GIZI BURUK

b. Formula 100

Campurkan gula dan minyak sayur, aduk sampai rata dan tambahkan larutan mineral mix, kemudian masukkan susu skim sedikit demi sedikit, aduk sampai kalis dan berbentuk gel. Encerkan dengan air hangat sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai homogen dan volume menjadi 1000 ml. Larutan ini bisa langsung diminum.

48
48

Pedoman PelaYanan anaK GIZI BURUK

diaduk sampai homogen dan volume menjadi 1000 ml. Larutan ini bisa langsung diminum. 48 Pedoman PelaYanan

LAMPIRAN 8

MAKANAN UTAMA DAN MAKANAN SELINGAN (PRAKTEK PEMBUATAN MAKANAN)

a. Bubur Preda (untuk diare kronik)

Bahan:

• Tepung beras

• Tepung maizena

• Daging ayam tanpa lemak

• Minyak kelapa

• Minyak jagung/minyak sayur

• Garam dan daun seledri secukupnya

• Tambahkan 1 tablet vitamin B kompleks dan vitamin C 25 mg

: 15 gram : 15 gram : 50 gram : 1 sendok teh : 1 sendok teh

Cara membuat:

1. Daging ayam direbus sampai empuk lalu dipotong kecil-kecil.

2. Daging ayam dan kuah sebanyak 200 cc diblender bersama

minyak kelapa dan minyak jagung.

3. Campuran tersebut dibuat bubur bersama tepung beras dan tepung maizena sampai masak.

4. Tambahkan garam dan daun seledri kemudian angkat dari api.

5. Untuk menambah warna, daun seledri bisa diblender bersama ayam

Nilai Gizi:

• Energi

: 277

• Protein

: 10,2 gram

• Lemak

: 14,5 gram

• KH

: 25 gram

277 • Protein : 10,2 gram • Lemak : 14,5 gram • KH : 25 gram
277 • Protein : 10,2 gram • Lemak : 14,5 gram • KH : 25 gram

PelaYanan anaK GIZI BURUK

277 • Protein : 10,2 gram • Lemak : 14,5 gram • KH : 25 gram

Pedoman

277 • Protein : 10,2 gram • Lemak : 14,5 gram • KH : 25 gram

b. Makanan Formula Ikan

Bahan:

• Tepung beras

• Daging ikan

• Gula pasir

• Minyak goreng

• Pisang ambon

• Garam beryodium dan air secukupnya.

: 45 gram (7 sendok makan rata)

: 60 gram (130 gram ikan segar)

: 20 gram (2 sendok makan rata)

: 20 gram (2 sendok makan)

: 100 gram (1 buah sedang)

Cara membuat:

1. Siapkan masing-masing bahan sesuai jumlahnya.

2. Ikan dibersihkan dan dilumuri jeruk nipis + kunyit atau menggunakan daun kunyit, untuk menghilangkan bau amis. Kemudian ikan direbus dengan satu gelas belimbing air hingga matang, lalu ambil bagian daging putihnya dan hancurkan (pisahkan dari duri/tulang ikan).

3. Pisang direbus/dikukus/dibakar agar getahnya hilang, lalu ambil bagian putihnya (bagian tengahnya dibuang). Campurkan tepung beras dan pisang. Kemudian aduk sambil ditekan pakai punggung sendok makan sampai membentuk adonan. Campurkan ikan dan kaldunya ke dalam adonan, lalu tambah gula, minyak dan garam.

4. Lanjutkan pemasakan sambil diaduk-aduk di atas api kecil hingga masak (5 menit).

c. Nasi goreng campur

Bahan:

• Fillet ikan

: 50 gram

• Nasi

: 50 gram

• Taoge

: 10 gram

• Wortel

: 10 gram

• Minyak sayur

: 30 ml

50
50

Pedoman PelaYanan anaK GIZI BURUK

• Taoge : 10 gram • Wortel : 10 gram • Minyak sayur : 30 ml

Bumbu

• Bawang merah

: 2 buah

• Bawang putih

: 1 siung

• Garam secukupnya

• Bawang goreng secukupnya

Cara membuat:

1. Fillet ikan dicincang

2. Bumbu diulek, kemudian ditumis dengan minyak

3. Masukkan fillet ikan cincang ke dalam tumisan bumbu sampai setengah matang

4. Masukkan cincangan wortel dan taoge

5. Masukkan nasi ke dalam tumisan, masak sampai matang

6. Taburkan bawang goreng

Nilai Gizi:

Energi

: 409,2

Protein

: 10,26 gram

Lemak

: 31,75 gram

KH

: 26,64 gram

d. Makanan Formula Kentang

Bahan:

• Kentang/beras

• Gula pasir

• Susu

• Wortel

• Minyak goreng

• Garam beryodium dan air secukupnya

: 250 gram (2 buah besar)

: 10 gram ( 1 sendok makan rata)

: 20 gram ( 2 sendok makan penuh)

: 50 gram (2� jari telunjuk)

: 10 gram (1 sendok makan)

gram ( 2 sendok makan penuh) : 50 gram (2� jari telunjuk) : 10 gram (1
gram ( 2 sendok makan penuh) : 50 gram (2� jari telunjuk) : 10 gram (1
gram ( 2 sendok makan penuh) : 50 gram (2� jari telunjuk) : 10 gram (1

PelaYanan anaK GIZI BURUK

Pedoman

gram ( 2 sendok makan penuh) : 50 gram (2� jari telunjuk) : 10 gram (1

Cara membuat:

1. Siapkan masing-masing bahan sesuai jumlahnya

2. Kentang dan wortel dipotong-potong, lalu direbus dengan 400 cc (2 gelas) air hingga matang

3. Haluskan dengan saringan kawat, masukkan susu, garam, gula dan minyak

4. Lanjutkan pemasakan sambil diaduk-aduk di atas api kecil hingga masak (5 menit).

e. Bubur Campur

Bahan:

• Fillet ikan

: 30 gram

• Tepung beras

: 20 gram

• Bayam

: 10 gram

• Wortel

: 10 gram

• Minyak sayur

: 30 gram

• Gula pasir

: 5 gram

Bumbu:

• Kunyit

: 1 ruas kelingking diparut

• Jahe

: 1 ruas kelingking diparut

• Bawang merah

: 1 buah

• Bawang putih

: 1 siung

• Air

: 100 cc

Cara membuat:

1. Fillet ikan dicincang

2. Bumbu diulek, kemudian ditumis dengan minyak

3. Masukkan fillet ikan cincang ke dalam tumisan bumbu sampai setengah matang

4. Masukkan cincangan wortel dan bayam

5. Tepung beras dilarutkan dalam 100 cc air

6. Tepung beras yang telah dilarutkan masukkan ke dalam tumisan

ikan, dimasak dengan api kecil sampai matang.

52
52

Pedoman PelaYanan anaK GIZI BURUK

dilarutkan masukkan ke dalam tumisan ikan, dimasak dengan api kecil sampai matang. 52 Pedoman PelaYanan anaK

Nilai Gizi :

Energi

: 389,93

Protein

: 7,27 gram

Lemak

: 30,93 gram

KH

: 22,28 gram

f. Bubur Saring Kacang Hijau Kuning Telur

Bahan:

• Tepung beras

: 35 gram

• Kacang hijau

: 40 gram

• Kuning telur

: 30 gram

• Gula

: 15 gram

• Minyak

: 5 gram

• Garam

: secukupnya

• Air

: secukupnya

Cara membuat :

1. Kacang hijau direbus dengan 800 cc air hingga lunak lalu dihancurkan (saring).

2. Campur semua bahan tambahkan air 50 cc aduk sampai rata dan masak diatas api sedang hingga matang.

Nilai Gizi :

Energi

: 463

Protein

: 16,5 gram

Lemak

: 17,4 gram

Nilai Gizi : Energi : 463 Protein : 16,5 gram Lemak : 17,4 gram PelaYanan anaK
Nilai Gizi : Energi : 463 Protein : 16,5 gram Lemak : 17,4 gram PelaYanan anaK

PelaYanan anaK GIZI BURUK

Nilai Gizi : Energi : 463 Protein : 16,5 gram Lemak : 17,4 gram PelaYanan anaK

Pedoman

Nilai Gizi : Energi : 463 Protein : 16,5 gram Lemak : 17,4 gram PelaYanan anaK

LAMPIRAN 9

BERAT BADAN MENURUT PANJANG BADAN ANAK LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN USIA 0 S/D 24 BULAN STANDAR WHO 2005

BERAT BADAN ANAK LAKI-LAKI (KG)

PB

BERAT BADAN ANAK PEREMPUAN (KG)

-3 SD

-2 SD

-1 SD

Median

(CM)

Median

-1 SD

-2 SD

-3 SD

1.9

2.0

2.2

2.4

45.0

2.5

2.3

2.1

1.9

1.9

2.1

2.3

2.5

45.5

2.5

2.3

2.1

2.0

2.0

2.2

2.4

2.6

46.0

2.6

2.4

2.2

2.0

2.1

2.3

2.5

2.7

46.5

2.7

2.5

2.3

2.1

2.1

2.3

2.5

2.8

47.0

2.8

2.6

2.4

2.2

2.2

2.4

2.6

2.9

47.5

2.9

2.6

2.4

2.2

2.3

2.5

2.7

2.9

48.0

3.0

2.7

2.5

2.3

2.3

2.6

2.8

3.0

48.5

3.1

2.8

2.6

2.4

2.4

2.6

2.9

3.1

49.0

3.2

2.9

2.6

2.4

2.5

2.7

3.0

3.2

49.5

3.3

3.0

2.7

2.5

2.6

2.8

3.0

3.3

50.0

3.4

3.1

2.8

2.6

2.7

2.9

3.1

3.4

50.5

3.5

3.2

2.9

2.7

2.7

3.0

3.2

3.5

51.0

3.6

3.3

3.0

2.8

2.8

3.1

3.3

3.6

51.5

3.7

3.4

3.1

2.8

2.9

3.2

3.5

3.8

52.0

3.8

3.5

3.2

2.9

3.0

3.3

3.6

3.9

52.5

3.9

3.6

3.3

3.0

3.1

3.4

3.7

4.0

53.0

4.0

3.7

3.4

3.1

3.2

3.5

3.8

4.1

53.5

4.2

3.8

3.5

3.2

3.3

3.6

3.9

4.3

54.0

4.3

3.9

3.6

3.3

3.4

3.7

4.0

4.4

54.5

4.4

4.0

3.7

3.4

3.6

3.8

4.2

4.5

55.0

4.5

4.2

3.8

3.5

3.7

4.0

4.3

4.7

55.5

4.7

4.3

3.9

3.6

3.8

4.1

4.4

4.8

56.0

4.8

4.4

4.0

3.7

3.9

4.2

4.6

5.0

56.5

5.0