Anda di halaman 1dari 4

ASUHAN KEPERAWATAN HARGA DIRI RENDAH

Harga diri rendah adalah evaluasi dan perasaan tentang diri atau kemampuan diri yang negatif dapat secara langsung atau tidak langsung di ekspresikan (Mary C Townsend, 1998 : 184). Harga diri rendah adalah perasaan tidak berharga, tidak berarti dan rendah diriyang berkepanjangan akibat evaluasi negatif terhadap diri sendiri dan kemampuan diri. Gangguan harga diri dapat digambarkan sebagai perasaan yang negatif terhadap diri sendiri, hilang kepercayaan diri, merasa gagal mencapai tujuan.

Harga diri rendah dapat terjadi secara : 1. Situasional Yaitu terjadi secara tiba-tiba, misalnya harus operasi , kecelakaan, dicerai suami, putus sekolah, putus hubungan kerja, perasaan malu karena sesuatu terjadi (korban perkosaan, dituduh KKN, dipenjara tiba-tiba. Pada klien yang dirawat dapat terjadi harga diri rendah karena : a. Privacy yang kurang diperhatikan, misalnya pemeriksaan fisik yang sembarangan, pemasangan alat yang tidak sopan (cukurbulu pubis, pemasangan kateter, pemeriksaan perineal b. Harapan akan struktur, dirawat/sakit/penyakit c. bentuk danfungsi tubuh yang tidak tercapai karena

Perlakuan petugas kesehatan yang tidak menghargai, misalnya berbagai pemeriksaan dilakukan tanpa penjelasan, berbagai tindakan tapa persetujuan

2. Kronik Yaitu perasaan negatif terhdap diri sendiri telah berlangsung lama, yaitu sebelum sakit/ dirawat. Klien mempunyai cara berpikir yang negatif.

Proses Keperawatan Keperawatan 1. Pengkajian a. Faktor Predisposisi Faktor yang mempengaruhi gangguan harga diri yang meliputi penolakan orang tua, harapan orang tua yang tidak realitas, kegagalan yang berulang kali, kurang penghargaan, pola asuh yang salah, persaingan antar saudara, dan ideal diri yang tidak realitas. b. Tanda dan gejala harga diri rendah : Mengkritik diri sendiri Perasaan tidak mampu
Hand out Kep. Jiwa I, By. Ns. Lailatul Fadilah 1

c.

Pandangan hidup ayng pesimis Penurunan produktifitas Penolakan terhadap kemampuan diri

Penampilan Kurang memperhatikan perawatan diri Berpakaian tidak rapih Selera makan kurang Tidak berani menatap lawan bicara Lebih banyak menunduk Bicara lambat dengan da suara lemah

d. Mekanisme Koping Mekanisme pertahanan ego termasuk fantasi, disosiasi, proyeksi, isolasi, displacement

2. Diagnosa keperawatan Gangguan konsep diri : harga diri rendah

3. Perencanaan Tujuan : a. Pasien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positf yang dimiliki b. Pasien dapat menilai kemampuan yang dapat digunakan c. Pasien dapat menetapkan / memilih kegiatan yang sesuai kemampuan

d. Pasien dapat melatih kegiatan yang sudah dipilih sesuai kemampuan e. Pasien dapat menyusun jadwal untuk melakukan kegiatan yang sudah dilatih Intervensi keperawatan : a. Mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang masih dimiliki pasien Mendiskusikan sejumlah kemampuan dan aspek positif yang dimiliki pasien seperti kegiatan di rumah sakit, di rumah, dan lingkungan terdekat pasien Beri pujian yang realistik dan hindarkan setiap kali bertemu dengan pasien penilaian yang negatif
Hand out Kep. Jiwa I, By. Ns. Lailatul Fadilah 2

b. Membantu pasien menilai kemampuan yang dapat digunakan Mendiskusikan dengan pasien kemampuan yang masih dapat digunakan saat ini Bantu pasien menyebutkan dan memberi penguatan terhadap kemampuan yang diungkapkan pasien c. Perlihatkan yang kondusif dan menjadi pendengar yang aktif

Membantu pasien meilih/menetapkan kemampuan yang ajan dilatih Mendiskusikan dengan pasien beberapa kegiatan yang dapat dilakukan dan dipilih sebagai kegiatan yang akan pasien lakukan sehari-hari Bantu pasien menetapkan kegiatan mana yang dapat pasien lakukan secara mandiri, bantuan minimal, atau bantuan penuh. Susun bersama pasien daftar kegiatan sehari-hari

d. Melatih kemampuan yang dipilih pasien Mendiskusikan dengan pasien untuk melatih kemampuan yang dipilih Bersama pasien memperagakan kegiatan yang ditetapkan Berikan dukungan dan pujian pada setiap kegiatan yang dapat dilakukan pasien

e. Membantu menyusun jadwal pelaksanaan kemampuan yang dilatih Memberi kesempatan pasda pasien untuk mencoba kegiatan yang telah dilatihkan Beri pujian atas kegiatan yang dapat dilakukan setiap hari Tingkatkan kegiatan sesuai dengan tingkat toleransi dan perubahan setiap kegiatan Susun jadwal untuk melaksanakan kegiatan yang dilatih Berikan kesempatan mengungkapkan perasaannya setelah pelaksanaan kegiatan

Perencanaan pada keluarga Tujuan a. Keluarga membantu pasien mengidentifikasi kemampuan yang dimiliki pasien b. Keluarga memfasilitasi pelaksanaan kemampuan yang masih dimiiki pasien c. Keluarga memotivasi pasien untuk melakukan kegiatan yang sudah dilatih dan memberikan pujian akan keberhasilan pasien

d. Keluarga mampu menilai perkembangan perubahan kemampuan pasien Intervensi keperawatan : a. Diskusikan masalah yang dihadapi keluarga dalam merawat pasien b. Jelaskan pada keluarga tentang harga diri rendah yang ada pada pasien
Hand out Kep. Jiwa I, By. Ns. Lailatul Fadilah 3

c.

Diskusi dengan keluarga kemampuan yang dimiliki pasien dan memuji pasien atas kemampuannya

d. Jelaskan cara-cara merawat pasien dengan harga diri rendah e. Demonstrasikan cara merawat pasien dengan harga diri rendah f. Beri kesempatan kepada keluarga untuk mempraktekkan cara merawt pasien dengan harga diri rendah seperti yang telah perawat demonstrasikan sebelumnya

g. Bantu keluarga menyusun rencana kegiatan pasien di rumah

Hand out Kep. Jiwa I, By. Ns. Lailatul Fadilah