Anda di halaman 1dari 44

ELEKTROKIMIA

cabang ilmu yang mempelajari hubungan antara energi listrik & reaksi kimia

Konsep Redoks

Konsep pengikatan dan Pelepasan oksigen

Oksidasi : reaksi dimana terjadi pengikatan oksigen membentuk senyawa oksida
• 4Fe + 3 O2 2Fe2O3

Reduksi : reaksi pelepasan oksigen
• 2HgO 2 Hg + O2

Konsep perpindahan Elektron
 

Oksidasi : pelepasan elektron
• Cu • Cl2 + 2e Cu2+ + 2e 2 Cl-

Reduksi : penangkapan/ penerimaan elektron

Konsep Perubahan Bilangan Oksidasi
 

Oksidasi ; penambahan bilangan oksidasi Reduksi : pengurangan bilangan oskidasi

Perjanjian menentukan bilangan oksidasi (BO)
1. 2. 3. 4. 5. 6. Setiap Unsur bebas mempunyai bilangan oksidasi (BO) = 0 H2, Fe, He, O2, Cl2,,F2, I2, N2 dan Br2 Hidrogen dalam senyawa, BO = +1 HCl, H2O, H2SO4 Oksigen dalam senyawa BO = -2 H2O, HNO3 Unsur Golongan Alkali/IA BO = +1 Li, Na, K, Rb, Cs, Fr Golongan IIA/Alkali tanah BO = +2 Be, Mg, Ca, Sr, Ba, Ra Fluor dalam senyawa mempunyai BO = -1 HF, LiF Sebuah Ion mempunyai BO = Muatannya SO42- = -2; Ca2+ = +2 Senyawa Netral mempunyai BO = 0 HCl = 0; H2SO4 = 0

7.
8.

Contoh
Tentukan Bilangan Oksidasi (BO) a. S dalam H2SO4 c. N dalam NH4+ b. P dalam PO43d. Cl dalam HClO2Jawaban a. BO Senyawa = 0 (2 X BO H) + BO S + (4 X BO O) = 0 2 (+1) + BO S + 4 (-2) = 0 +2 + BO S + (-8) = 0 BO S = +8 – 2 =+6 b. BO Senyawa = -3 BO P + (4 X BO O) = -3 BO P + 4 (-2) = -3 BO P = -3 + 8 = +5

Jenis reaksi berdasarkan konsep bilangan oksidasi Reaksi reduksi  Reaksi oksidasi  Reaksi autoredoks/disproposionasi  Reaksi yang terjadi akibat salah satu unsur reaksi memiliki bilangan oskidasi lebih dari satu  Cl2 + 2 KOH KCl + KClO + H2O  .

Beberapa istilah dalam reaksi redoks Istilah Oksidasi Reduksi Pengoksidasi Pereduksi Zat yang dioksidasi Zat yang direduksi Bilangan Oksidasi Bertambah Berkurang Berkurang Bertambah Bertambah Berkurang Perubahan Elektron Melepaskan elektron Menerima elektron Penarik elektron Pemberi elektron Kehilangan elektron Menerima elektron .

Latihan  Tentukan zat yang dioksidasi. Cu + 2H2SO4 CuSO4 + SO2 + 2 H2O 10. H2 + Cl2 2 HCl 2. CdS + I2 Cd2+ + 2 I.3 H2O . K2Cr2O7 + 14 HCl 3 Cl2 + 2 KCl + 2 CrCl3 + 7 H2O 5.+ S 6. oksidator dan reduktor reaksi redoks di bawah ini 1. 8 H+ + 2 MnO + 5 PbO2 2MnO4. zat yang di reduksi. 4 Fe + 3 O2 + 6 H2O 2 Fe2O3.+ 5 Pb2+ + 4 H2O 7. Cu2O + 2HCl Cu + CuCl2 + H2O 9. 2 TiCl3 TiCl4 + TiCl2 8. 3 O2 + C2H4 2 CO2 + 2 H2O 4. 2 Na2S2O3 + I2 2 NaI + Na2S4O6 3.

PENYETARAAN REAKSI REDOKS  Cara Setengah reaksi:  Tulis setengah-reaksi oksidasi dan setengah-reaksi reduksi secara terpisah  Samakan jumlah atom-atom selain oksigen di kedua sisi: setarakan koefisiennya  Samakan jumlah atom-atom oksigen: • H+ di satu sisi. H2O disisi lain: asam • OH.di satu sisi. H2O di sisi lain: basa    Samakan jumlah muatan: tambahkan sejumlah elektron pada kedua sisi Samakan jumlah elektron: mengalikan koefisiennya dengan bilangan bulat sekecil mungkin Jumlahkan kedua reaksi secara aljabar .

H2SO4 dengan cara setengah reaksi 1.→ 2 Mn2+ + 8 H2O + 5 Cl2 7. Menyamakan muatannya dengan menambahakan elektron tiap sii 2Cl→ Cl2 _+ 2eMnO4. Menyamakan atom oksigen dengan menambahkan ion H+ dan H2O tiap sisi jika suasana asam 2Cl→ Cl2 MnO4.+ 8H+ + 5e→ Mn2+ + 4 H2O 5.+ 16H+ + 10 Cl.+ 16H+ + 10e→ 2 Mn2+ + 8 H2O 2 MnO4. Tuliskan setengah reaksi perubahannya masing-masing menurut tabel: Cl→ Cl2 (Oksidasi) MnO4→ Mn2+ (Reduksi) 2.+ 8H+ → Mn2+ + 4 H2O 4. Menyamakan jumlah elektron yang diserah terimakan (2Cl→ Cl2 _+ 2e-) x5 (MnO4. Disempurnakan dengan memasangkan ion ion masing masing 2 KMnO4 + 10 HCl + 3 H2SO4 → 5 Cl2 + 2 MnSO4 + 8 H2O + K2SO4 .Selesaikan reaksi redoks antara HCl dan KMnO4 dalam suasana asam. Menjumlahkan kedua setengah reaksi sehingga elektron dapat dihilangkan 10 Cl→ 5 Cl2 _+ 10e2 MnO4.+ 8H+ + 5e→ Mn2+ + 4 H2O) x2 6. Menyamakan jumlah atom selain oksigen yaitu Cl dan Mn 2Cl→ Cl2 MnO4→ Mn2+ 3.

di satu sisi.  Samakan jumlah elektron: mengalikan kedua jumlah elektron yang dileas dan diterima  Tulis reaksi redoks sementara  Samakan jumlah atom-atom oksigen: • H+ di satu sisi.PENYETARAAN REAKSI REDOKS (cont’d)  Cara Bilangan Oksidasi:  Tulis pereaksi dan hasil reaksi menurut perubahannya dalam satu persamaan  Cari atom yang tereduksi dan teroksidasi  Hitung bilangan oksidasi (BO) unsur yang teroksidasi dan unsur yang tereduksi sesuai dengan aturan. H2O di sisi lain: basa  Tentukan reaksi lengkap . Tulis jumlah elektron yang diterima dan dilepaskan. H2O disisi lain: asam • OH.

Selesaikan reaksi redoks antara HCl dan KMnO4 dalam suasana asam. Menuliskan reaksi sementara 10 Cl.+ MnO4- → 5(-2e-) Cl2 + Mn2+ 2(+5e-) 5.+ 2 MnO4. H2SO4 dengan metod Bilangan Okisdasi 1. Menyetarakan Jumlah oksigen dengan menambahakan H+ dan H2O 10 Cl. Mencari jumlah elektron yang dilepas atau diterima -1 +7 Cl. Tuliskan perubahannya keduanya dalam satu persamaan reaksi 2 → Cl2 + Mn2+ 4 2. Menyamakan jumlah elektron yang diserah dan diterima yaitu dikali silang tiap 2 Cl. Yang teroksidasi adalah Cl dan tereduksi adalah Mn 3.→ 5Cl2 + 2 Mn2+ 6.2e- → +5e- Cl2 + Mn2+ 4.+ MnO 0 2+ 2 Cl. Menuliskan Reaksi lengkap 2 KMnO4 + 10 HCl + 3 H2SO4 → 5 Cl2 + 2 MnSO4 + 8 H2O + K2SO4 .+ 2 MnO4.+ 16 H+ → 5 Cl2 + 2 Mn2+ + 8 H2O 7.+ MnO4.

+ H2AsO4.+ SO42- .SOAL Latihan Seimbangkan persamaan reaksi berikut dengan suasana larutan basa  AsO2.+ Cl Cr(OH)3 + H2O2 CrO4 2Seimbangkan persmaan reaksi berikut pada suasana asam  Cr2O72.+ I2  VO3.+ ICl.+ SO32Cr3+ + SO42 ClO2.+ As2S3 Cl.+ Br2 AsO43.+ NO  ClO3.+ Al VO2+ + Al3+  P4S3 + NO3H3PO4 + SO42.+ Br –  Fe3+ + Cl2 FeO42.

Ekivalen Redoks Jumlah elektron diterima = jmlah elektron yg diberikan  Satu ekivalen reduktor bereaksi dengan satu ekivalen oksidator  Berat satu ekivalen oksidator = berat satu mol/jmlh elektron yg diterima  Berat satu ekivalen reduktor = berat satu mol/jmlh elektron yg dilepaskan  .

08 S2S Elektron yg dilepaskan = 2e Satu ekiveln H2S = 34.08/2 = 17.06 g 1 mol H2S = 34.04  H2S dioksidasi menjadi belerang • • • • .Contoh  KMnO4 berubah menjadi Mn2+ • • • • 1 MOL KMnO4 = 158 gr MnO4Mn2+ Elektron yg diterima = 5 Satu ekivalen KMnO4 = 158/5 = 31.

VO dan V  . V2O3.Latihan  Hitunglah berapa massa ekivalen SnCl2 sebagai reduktor berubah menjadi Sn4+  Na2S2O3 sebagai reduktor berubah menjadi S4O62 K2Cr2O7 sebagai oksidator berubah menjadi Cr3+  H2C2O4 sebagai reduktor berubah menjadi CO2  Berat ekivlen V2O5 jika direduksi berturut turut menjadi VO2.

3 = 0.Contoh 2  Berapa massa Fe2O3 yang bereaksi dengan 4 gram VO untuk menghasilkan FeO dan V2O5  Ekivalen Fe2O3 Fe2O3 2 FeO 1 ekiv = ½ 160 = 80 g   Ekivlen VO • VO V2O5 1 ekiv = 1/3 67 = 22.18 X 80 = 14.18 ekiv VO ∞ 0.4 gram .18 ekiv Fe2O3  Jadi Massa Fe2O3 = 0.3 jadi untuk 4 gram Vo = 4/22.18 ekiv  0.

hitunglah Berat FeCl2 yang diperlukan Hitung berapa mol pereduksi dibawah ini yang dapat dioksidasi oleh 3x10-3 mol KMnO4   Fe2+ Sn2+   Berapa gram KMnO4 yang diperlukan untuk bereaksi dengan 60 gram FeSO4 Berapakah masa Na2S2O3 yang diperlukan untuk bereaksi dengan 37 gram I2 Sehingga menghasilkan NaI dan Na2S4O6 .Latihan   150 gram K2Cr2O7 direaksikan dengan FeCl2 menjadi FeCl3 dan CrCl3.

selisih energi reaktan (tinggi) dengan produk (rendah) diubah menjadi energi listrik.Sel Elektrokimia     Ada 2 Sel elektrokimia .Sel Elektrolisis/Reaksi tidak spontan Sel Volta (sel galvani) memanfaatkan reaksi spontan (∆G < 0) untuk membangkitkan energi listrik. Sistem reaksi melakukan kerja terhadap lingkungan Sel Elektrolisa memanfaatkan energi listrik untuk menjalankan reaksi non spontan (∆G > 0) lingkungan melakukan kerja terhadap sistem Kedua tipe sel menggunakan elektroda. yaitu zat yang menghantarkan listrik antara sel dan lingkungan dan dicelupkan dalam elektrolit (campuran ion) yang terlibat dalam reaksi atau yang membawa muatan .Sel Volta/Galvani/ Reaksi spontan .

Elektron diambil oleh senyawa tereduksi (zat pengoksidasi) dan masuk sel melalui katoda  . Elektron diberikan oleh senyawa teroksidasi (zat pereduksi) dan meninggalkan sel melalui anoda  Setengah reaksi reduksi terjadi di katoda.Elektroda Elektroda terbagi menjadi dua jenis yaitu anoda dan katoda  Setengah reaksi oksidasi terjadi di anoda.

Sel Galvani/Sel Volta dan Sel Elektrolisa .

sirkuit luar : elektron mengalir melalui pengahantar logam .SEL VOLTA/SEL GALVANI Alat yang dapat mengubah energi kimia menjadi energi listrik       Elektroda : penghantar listrik dan reaksi berlangsung dipermukaan elektroda Anoda : elektroda tempat reaksi oksidasi Katoda : elektroda tempat reaksi reduksi Elektrolit : larutan yang menghantarkan arus listrik Muatan listrik diangkut oleh ion yang bergerak sirkuit dalam sel .sirkuit dalam : ion mengankut muatan listrik melalui elektrolit .

 Kedua elektroda dihubungkan dengan kawat  masing-masing larutan dihubungkan dengan jembatan garam.  Berlangsung reaksi redoks  Elektroda:  Katoda: tempat terjadinya reduksi  Anoda: tempat terjadinya oksidasi  .SEL GALVANI Berupa dua buah bejana berisi larutan ion logam dengan masing-masing elektroda logam tersebut.

Cara kerja sel galvani Pada anoda terjadi oksidasi dan elektron bergerak menuju elektroda  Elektron mengalir melalui sirkuit luar menuju katoda  Elektron berpindah dari katoda ke zat dalam elektrolit  Zat yang menerima elektron mengalami reduksi  Dalam sirkuit dalam. muatan diangkut oleh kation ke katoda dan oleh anion ke anoda  .

 Daya tarik Cu2+ lebih kuat sehingga aliran elektron: Zn  Cu  Reaksi: Katoda: Cu2+(aq) + 2e  Cu(s) (reduksi) Anoda : Zn(s)  Zn2+(aq) + 2e (oksidasi)___ Cu2+(aq) + Zn(s)  Cu(s) + Zn2+(aq) (redoks)  . Demikian juga sebaliknya.SEL GALVANIK (cont’d) Contoh: larutan Cu2+ dengan elektroda logam Cu dengan larutan Zn2+ dengan elektroda logam Zn. Dihubungkan dengan jembatan garam  Hubungan kawat memungkinkan larutan Cu2+ menarik elektron logam Zn.

Sel Volta/Galvani .

.

Potensial Sel     Sel galvanik menghasilkan listrik: perbedaan potensial antara kedua elektroda Potensial sel (Esel): perbedaan potensial antara kedua elektroda (katoda & anoda) Esel = Ekat – Eanod Cara menentukan:      Tulis kedua reaksi reduksi & nilai potensialnya Katoda: elektroda yang potensial reduksinya besar (Ered) Anoda: tulis reaksi oksidasi serta Eoks Samakan elektron: kalikan dengan bilangan bulat Tulis reaksi redoks dan Esel E0sel = E0red – E0oks .

Notasi Sel Volta     Sel Volta dinotasikan dengan cara yang telah disepakati (untuk sel Zn/Cu2+) Zn(s)|Zn2+(aq)║Cu2+(aq)|Cu(s) Bagian anoda (setengah sel oksidasi) dituliskan disebelah kiri bagian katoda Garis lurus menunjukkan batas fasa yaitu adanya fasa yang berbeda (aqueous vs solid) jika fasanya sama maka digunakan tanda koma Untuk elektroda yang tidak bereaksi ditulis dalam notasi diujung kiri dan ujung kanan .

076 V 3.74 V Zn2+(aq) + 2eZn (s) Ered = -.0.83 V Hitung Eo untuk oksidasi Br-(aq) jika EoZn = -0.076 V 2.34 V Zn2+(aq) + 2eZn (s) Ered = -. Hitunglah Eosel dan tulis notasi sel yang dibuat dari elektroda Cu dan Zn dalam keadaan standar Cu2+(aq) + 2eCu (s) Ered = + 0. Hitunglah Eosel dan tulis notasi sel yang dibuat dari elektroda Cr dan Zn dalam keadaan standar Cr3+(aq) + 3eCr (s) Ered = .76 V . LATIHAN 1. Suatu sel volta memiliki reaksi antara larutan bromine dan logam Zn Br2(aq) + Zn(s)  Zn2+(aq) + 2Br-(aq) Eosel = 1.

n = jumlah elektron yang diserahteerimakan dalam sel. T = suhu dalam K.PERSAMAAN NERNST   Ditemukan oleh Walter Nernst (1889) Misalkan untuk reaksi aA + bB ⇌ cC + dD maka untuk kesetimbangan larutan ideal maka berlaku persamaan Nernst: E sel  E sel0  RT C  D  ln nF Aa Bb c d  Di mana: R = tetapan gas ideal.500 Coulomb) Pada suhu 25 0C: c E sel  E sel0 c d C  D 0.314 x 298 C  D E  E  log  ln Maka  sel a b sel 0 n96500 n A B Aa Bb d Di mana Esel = potensial sel dan Esel0 = potensial sel standar . F besar muatan 1 mol electron (1 F = 96.0592 8.

semakin kecil potensial sel (Esel)  dapat dipakai untuk menghitung potensial sel pada berbagai konsentrasi dan suhu Contoh:hitunglah potensial sel bila:  2Au3+ (0.  Berlaku pada keadaan standar atau tidak  Semakin besar suhu.01 M) pada suhu 25oC.PERSAMAAN NERNST (cont’d)  Persamaan Nernst:  Potensial sel dipengaruhi oleh: jenis elektroda.0099 log (0.67 V .68 – 0. konsentrasi larutan. diketahui: E0 = 1. suhu.0592 log [Ni2+] 6 [Au3+] = 1.68 Jawab:  2 mol Au3+ menerima 6 mol e.dan 3 mol Ni melepaskan 6 mol emaka: n = 6  E = E0 – 0.02 M) + 3 Ni(s)  2Au + 3Ni2+ (0.01)3 (0.02)2 = 1.

05) pada suhu 70oC Ag+(aq) + eAg (s) Ered = + 0. Latihan Hitunglah Potensial sel yang terdiri logam Ag dalam Ag+ (0.0.25 V diatas Eosel pada 25oC? Fe2+/Fe = . 1.34 2.80 V Fe2+(aq) + 2eFe (s) Ered = -0.44 V Jika F = 96500 R = 8.1 M) dan logam Fe dalam Fe2+(0.44 V dan Cu2+/Cu = +0.314 Perhatikan sel berdasarkan reaksi berikut Fe(s) + Cu2+(aq)  Fe2+(aq) + Cu(s) Jika [Cu2+] = 0.30 M berapa [Fe2+] diperlukan untuk meningkatkan Esel 0. .

0257 dan K = 10nEsel/0.0591 ∆Go K Eo Reaksi Ke kanan Berlangsung Kesetimbangan Tidak Berlangsung 0 + >1 1 <1 + 0 - .Hubungan Eo dengan ∆Go dan K    ∆Go = -nFEo ∆Go = -RT ln K ∆Go = -2.303 RT Log K K = enEsel/0.

0591 = 102(0.(2) (96500) (0.74 Volt ∆Go = -nFEo = .0.0. 34 – (.8 Kj K = 10nEsel/0.74)/0.40 Volt Jawab EO sel = Eo Katoda – Eo Anoda = 0.40) = 0.74) = 142820 J = 142.Contoh Hitung ∆G dan K Cd(s)|Cd2+(aq)║Cu2+(aq)|Cu(s) Diket Eo Cu2+|Cu = 0.0591 = 1025  .34 Volt dan Eo Cd2+|Cd = .

Pt = 1. Hitung Eo.34 Volt 2.36V dan Eo Cu2+|Cu = 0. diketahui: E0 = 1. Pt Diket Eo Cl-|Cl2 .68 Tentukan nilai ∆G dan K . ∆G dan K yang terdiri logam Ag dalam Ag+ (0.44 V Jika F = 96500 R = 8.1 M) dan logam Fe dalam Fe2+(0.01 M) pada suhu 25oC.02 M) + 3 Ni(s)  2Au + 3Ni2+ (0. ∆G dan K Cu(s)|Cu2+(aq)║Cl-|Cl2 (g). 2Au3+ (0.05) pada suhu 70oC Ag+(aq) + eAg (s) Ered = + 0. Hitunglah Potensial sel.80 V Fe2+(aq) + 2eFe (s) Ered = -0.314 3.Latihan 1.

membentuk padatan: Fe2+(aq) + 2OH.KOROSI      Kerusakan logam yang ditimbulan oleh lingkungan yang jelek Secara kimia:reaksi antara logam dengan zat lain yang menyentuh permukaannya sehingga membentuk oksida logam Merupakan reaksi redoks Merupakan proses sel galvani Contoh: perkaratan besi:  Air & oksigen: tereduksi  Besi: teroksidasi Katoda: O2 + H2O + 4e. 4OHAnoda : (Fe  Fe2+ + 2e-) x 2_________ O2 + 2Fe + H2O  Fe2+ + 4OHFe2+ bereaksi dengan OH.xH2O) .(aq)  Fe2(OH)2(s) Fe2(OH)2 teroksidasi oleh oksigen dan air: Fe2(OH)2 (s) + O2(aq) + 2H2O  4Fe(OH)3(s) 4Fe(OH)3 terhidrasi menjadi karat (Fe2O3.

penyepuhan listrik . pembuatan logam dari garamnya.SEL ELEKTROLISIS        Penguraian senyawa oleh arus listrik Alatnya: sel elektrolisis Merupakan reaksi redoks yang tidak spontan: terjadi karena diberi energi listrik dari luar untuk memompa elektron Prosesnya merupakan kebalikan sel Galvani Elektroda:  Yang dihubungkan ke kutub negatif: kelebihan elektron (disebut katoda)  Yang bermuatan positif positif: anoda Faktor yang mempengaruhi reaksi pada elektroda:  Jenis kation & anion  Keadaan ion: cair (lelehan) atau larutan  Elektroda: inert atau ikut bereaksi  Potensial listrik harus cukup Contoh penerapan: pengisian ulang baterai.

 Cl2 + e-) x 2____ Cu2+ + 2Cl. Cl-. Ion positif (kation) : ke katoda Ion negatif (anion) : ke anoda Kation: umumnya ion logam (golongan utama & transisi) Anion: monoatom (F-. Cu Anoda : (Cl. NO3-. dll) atau poliatom (SO42-. akan terurai menjadi ion-ionnya. dll) Contoh: Tuliskan reaksi elektrolisis CuCl2 CuCl2  Cu2+ + ClKatoda : Cu2+ + 2e. Br-.Elektrolisis Lelehan (cairan) Senyawa Ion        Senyawa ion padat: tidak mengandung ion bebas Senyawa ion dilelehkan. S2O32-. Cu + Cl2 .

.

Diatasi dengan: pilih logam yang berpotensial oksidasi < air . teroksidasi (anoda)  Tentukan partikel yang menang berdasarkan potensial elektrodanya  Tuliskan reaksi pada katoda & anoda Pemilihan katoda: logam inert (spt platina & grafik) ataou logam yang potensial reduksi kationnya < kation dlm larutan Pemilihan anoda: ≈ pemilihan katoda Gangguan dalam elektrolisis: teroksidasinya air. Penentuan reaksi elektrolisis larutan elektrolit pada anoda dan katoda:  Uraikan senyawa menjadi ionnya  Tentukan: partikel tereduksi (katoda). Jenis kation & anion: bergantung pada senyawa elektrolitnya (asam. basa atau garam) Konsentrasi besar: senyawa elektrolit bereaksi Larutan encer: konsentrasi ion kecil sehingga hanya air yang bereaksi.Elektrolisis Larutan Elektrolit         Reaksi elektrolisis larutan senyawa ion ≠ lelehannya.

 Cl2(g) + 2e-____ 2H+ + 2Cl.pada anoda Katoda : 2H+ + 2e. H2 (g) Anoda : 2Cl. Dan Cl. H2(g) + Cl2(g)  Hasilnya: gas H2 pada katoda dan Cl2 pada anoda.Contoh: Tuliskan reaksi elektrolisis larutan HCl HCl  H+ + Cl Yang menang adalah H+ pada katoda karena potensial reduksinya lebih besar daripada H2O.  .

 Misal: larutan AgNO3 dengan elektroda Pt dalam dua sel elektrolisis yang berbeda. Reaksi pada katoda: Ag+ + e. senyawa. ion) yang tereduksi & teroksidasi pada elektroda berbanding lurus dengan jumlah arus yang mengalir ke dalam sel. Ag(s)  Jika sel 1 diberi arus I1 & sel 2 diberi arus I2 maka: Massa Ag sel 1 : massa Ag sel 2 = I1 : I2  .HUKUM FARADAY Hukum Faraday I: Jumlah zat (atom.

HUKUM FARADAY (cont’d) Hukum Faraday II: Jumlah zat yang dihasilkan oleh arus yang sama dalam beberapa sel yang berbeda sebanding dengan berat ekivalen zat tersebut.  1 mol elektron bermuatan 1 faraday (1 F = 96.500 Coulomb)  Jumlah muatan yang mengalir dlm waktu tertentu: q=It  Karena I = E/R. Berat A : berat B : berat C = ekiv A : ekiv B : ekiv C = Ar A : Ar B : Ar C  Jumlah arus terpakai = jumlah muatan elektron. maka: q = Et/R  Ket: q = muatan (C) t = waktu (s) I = kuat arus (ampere) E = potensial listrik (V) R = Tahanan (ohm)  .

Reaksi pada anoda 2H2O  O2(g) + 4H+ + 4e0. Reaksi pada katoda Cu2+(aq) + 2e Cu(s) 0.000 C = 36.373 F---------> 0.1865 mol x 63.849 g b. Berapa: a.373/ = 0.373 F 4 berat O2 = 0.500 = 0.000/96.1865 mol berat Cu = 0.093 mol 0. Berat gas O2 yang terbentuk pada anoda  Jawab: muatan q = I t = 5 A x 7. Berat tembaga yang terbentuk pada katoda b.5 = 11.093 mol x 32 = 2.989 g  .373/2 = 0.373 F a.Contoh Sel elektrolisis yang mengandung larutan CuSO4 dengan elektroda Pt dialiri listrik 5 ampere selama jam.200 s = 36.