Anda di halaman 1dari 9

Penggunaan Kode dalam Bertransaksi Narkoba

PENGGUNAAN KO DE DALAM BERTRANSAKSI NARKOBA DI PUSAT REHABILITASI DAN BADAN NARKOTIKA PROVINSI JAW A TIM UR : SUATU KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Aprilia Tri Yuinta Ria The use of the code in the drug transaction was made in code created by drug users. The purpose is to maintain the confidentiality of the activities carried out. The method used is descriptive method with qualitative approach and the technique of recording and engineering notes. The result was the discovery of pattern formation and pattern of meaning that the code used by the drug users in East Java Province. Keywords: sociolinguistics, forms of code, meaning code.

Pendahuluan Narkoba sudah ada sejak sebelum tahun 1997. Pada saat itu narkoba masih dijual secara bebas. Namun setelah Undang-Undang Narkotika tahun 1997 turun, peredaran narkoba dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Sejak saat itu para pengguna maupun pengedar mulai menciptakan bahasa rahasia yang digunakan sebagai kode-kode dalam bertransaksi narkoba. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga kerahasian kegiatan mereka dari pihak luar terutama dari pihak kepolisian. Pada bidang linguistik kode seperti ini disebut bahasa prokem. Prokem adalah bahasa sandi termasuk kode-kode yang berlainan, yang digunakan oleh suatu golongan tertentu. Biasanya bahasa tersebut digunakan di suatu daerah atau komunitas tertentu, misalnya pada kalangan homo seksual, waria, pekerja seks komersial, gigolo, preman, hingga kalangan pengguna narkoba. Kosakata dalam kode narkoba di Jawa Timur umumnya berasal dari bahasa Indonesia, bahasa Inggris, bahasa Jawa, bahasa Suroboyoan, bahasa Malangan, bahasa Madura, dan bahasa Kedokteran. Kata BD ‘bandar’, dipakai untuk istilah pengedar atau penjual narkoba. Selain itu, kata iwak ‘inex’, gelek ‘ganja’, dan ubas ‘sabu-sabu dipakai untuk menyebut nama obat-obat terlarang tersebut. Untuk berinteraksi mereka menggunakan kode-kode rahasia itu. Antara BD dengan pemakai biasanya sudah mengetahui istilah tersebut. Setiap bertransaksi dengan bandar yang berbeda, bahasa yang digunakan juga berbeda pula. Hal tersebut disebabkan karena masing-masing bandar memiliki kode yang berbeda. Tetapi makna yang dimaksud adalah sama. Bukan hanya itu, ketika berinteraksi mereka jarang menyebutkan nama barang atau obat yang mereka pesan. Bahasa yang digunakan cenderung singkat, padat, namun bisa dimengerti oleh lawan tuturnya. Fenomena tersebut layak untuk diteliti. Penelitian ini belum pernah diteliti sebelumnya, sehingga penulis merasa tertarik untuk meneliti secara mendalam tentang beberapa kode yang digunakan oleh komunitas pengguna narkoba di wilayah Provinsi Jawa Timur. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan bidan sosiolinguistik. Pada sosiolinguistik terdapat teori variasi bahasa. Variasi bahasa digunakan oleh kalangan tertentu yaitu kaula muda atau kelompok sosial dan profesional untuk berkomunikasi secara rahasia. Artinya variasi ini digunakan oleh suatu komunitas yang sangat terbatas dan bersifat rahasia (Aslinda dan Syafyahya, 2007:18).

Skriptorium, Vol. 1, No. 1

33  

Salah satu wujudnya adalah terjadi pemendekan dan pembalikan suatu kata. 2007:42-43). Penelitian dilakukan di Pusat Rehabilitasi Narkoba yang berada di kawasan kota Surabaya dan Malang (Rehsos ANKN Surabaya dan Pondok Pemulihan Doulos Batu Malang). atau nilai rasa tertentu disamping makna dasar yang belum umum dinamakan makna konotatif atau konotasi (Keraf. Salah satu contohnya adalah kata ‘rab’ berarti barang narkoba. perasaan. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis data kualitatif. Badan Narkotika Provinsi Jawa Timur. Hal ini bertujuan untuk memperoleh data yang lengkap (Kesuma. artinya pemaknaan yang penerapan maknanya tidak sesuai dengan referen. 1. 2007:136-137). Vol. (Chaer. sedangkan makna kata yang mengadung arti tambahan. Tahap kedua yaitu menganalisis data-data yang berhubungan dengan pemaknaan yang digunakan oleh pengguna narkoba. Makna kata yang tidak mengandung makna atau perasaan-perasaan tambahan disebut makna denotatif. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan. serta mencari beberapa mantan bandar maupun mantan pengguna narkoba. Proses metatesis adalah mengubah urutan fonem yang terdapat di dalam suatu kata. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode atau teknik cakap bertemu muka. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. penambahan fonem. Pendekatan kualitatif melibatkan data lisan di dalam bahasa yang didapat dari informan atau penutur asli bahasa yang diteliti (Djajasudarma. Pemilihan lokasi tersebut berdasarkan pertimbangan karena Jawa Timur termasuk salah satu provinsi terbesar yang didalamnya terdapat cukup banyak pengguna dan pengedar narkoba. Proses perubahan fonem yang dilakukan oleh kalangan Narkoba dapat berupa proses metatesis. dan penghilangan fonem. Disini terjadi proses metatesis yaitu pengubahan urutan fonem. Penggunaan kode dalam bertransaksi narkoba juga berdasarkan pola pemaknaan. Lokasi penelitian dilakukan di Pusat Rehabilitasi dan Badan Narkotika Provinsi Jawa Timur. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif. No. Makna kata dibedakan atas makna yang bersifat denotatif dan makna kata yang bersifat konotatif. Perubahan dapat berupa perubahan fonem. Kata tersebut mengalami proses penghilangan fonem dan pembalikan suatu kata (Aslinda dan Syafyahya. Penelitian ini berusaha menggambarkan bentuk pengamatan yang sesuai dengan fakta atau fenomena yang sebenarnya. Semantik mengasumsikan bahwa bahasa terdiri dari struktur yang menampakkan makna apabila dihubungkan dengan objek dalam pengalaman dunia manusia (Pateda. karena informan dianggap makrokosmos dari masyarakat bahasanya. Tahap pertama yaitu data-data yang sudah diklasifikasikan dianalisis untuk dicari pola pembentukan kata. atau bertemu muka antara peneliti dengan narasumber atau yang disebut informan. 2010:10-11). 2007:69). 2008:27-28). bertatap muka. kata ‘ubas’ berarti sabu.Penggunaan Kode dalam Bertransaksi Narkoba Salah satu wujud dari variasi bahasa adalah adanya perubahan bahasa. 2010:7). Pola pemaknaan dalam kode yang digunakan yaitu teori makna (semantik). Skriptorium. 1 34   . Selain itu juga dilakukan teknik rekam dengan wawancara tidak berstruktur dan teknik catat. Misalnya pada kode bahasa narkoba. Pola pemaknaan yang ada dalam kode narkoba adalah pola asosiasi makna. Jumlah informan tidak ditentukan dalam sebuah penelitian bahasa. Teknik ini dilakukan dengan bertemu langsung.

Dalam proses penambahan silabel /-at/ ini silabel kedua mengalami pelesapan tetapi konsonan pertama pada silabel kedua tidak ikut lesap. Artinya jika bunyi vokal pada silabel pertama yaitu /i/ maka silabel /lha-/ berubah mengikuti bunyi tersebut menjadi /lhi-/. Pola pembentukan kata yang digunakan dalam kode narkoba sebagai berikut: 1. Kode dalam bertransaksi Narkoba memiliki ciri-ciri khusus yang menjadi pembeda dengan bahasa lain. 1 35   . ketagihan. Bunyi silabel /lha-/ disesuaikan dengan bunyi vokal yang ada pada silabel pertama. Putauw : jenis narkoba Putauw → putih + /-auw/ →pu + tih (-ih lesap) + /-auw/ = pu + t + /-auw/ = putauw [ p utaUʷ] 4. Dalam proses penambahan silabel /-es/ ini silabel kedua mengalami pelesapan tetapi konsonan pertama pada silabel kedua tidak ikut lesap. Proses Pembentukan Kode dalam Transaksi Narkoba dengan Penambahan. Nggejes : menghisap ganja Ngganja →ngganja + /-es/ →nggan (a = e) + ja (-a lesap) + /-es/ → nggen + j + /-es/ →nggenjes [ ŋ g ɛ n j ɛ s ] d. Gauw : satuan ukuran gram (putauw dan shabu) Gram → gram (-ram lesap) + auw →g + /-auw/ →gauw [ g a U ʷ ] 3. Penambahan silabel /-auw/ ini selalu diikuti oleh pelesapan silabel kedua tetapi konsonan awal pada silabel kedua tersebut tetap artinya tidak mengalami pelesapan. Salah satu ciri khusus terletak pada proses pembentukan kata.Penggunaan Kode dalam Bertransaksi Narkoba Hasil dan Pem bahasan Kode yang digunakan oleh kalangan pengguna narkoba berbeda dengan bahasa yang lainnya. dan Pelesapan Silabel Tertentu. Penambahan silabel /lha-/ ini diletakkan di depan. 1. a. Lhabar : barang narkoba Barang(BJ) →/lha-/ + barang →/lha-/ + ba + rang (-ang lesap) →/lha-/ + ba + r → lhabar [ l ʰ a b a r ] 2. Sakauw : sakit. Penambahan Silabel /-auw/ Penambahan silabel /-auw/ diletakkan pada akhir kata yang bersilabel satu dan dua. 1. Penambahan Silabel /lha-/ Penambahan silabel /lha-/ dilakukan pada kata yang bersilabel dua. Lhipir : berapa Piro(BJ) →/lha-/ + piro → lha (a = i) + pi + ro (o lesap) → lhi + pi + r → lhipir [ l ʰ i p i r] c. Penambahan Silabel /-at/ Penambahan silabel /-at/ diletakkan pada akhir kata yang bersilabel dua. Dokat : uang Doku →do + ku (-u lesap) + /-at/ → do + k + /-at/ → dokat [ d o k a t ] Skriptorium. atau kecanduan Sakit → sakit + /-auw/ → sa + kit (-it lesap) + /-auw/ → sa + k + auw → sakauw[ s a k aUʷ] b. 1. Sedangkan silabel keduanya mengalami pelesapan namun konsonan pertama silabel pertama tetap. No. Vol. Proses pembentukan kode ini biasanya berasal dari bahasa asing dan bahasa daerah tempat tinggal korban. Vokal /a/ pada silabel pertama menjadi vokal /e/. Penyisipan. Penambahan Silabel /-es/ Penambahan silabel /-es/ diletakkan pada akhir kata yang bersilabel dua. Cicauw : mencoba putauw (menyuntik putauw) Cicip (BJ) → cicip + /-auw/ → ci + cip (-ip lesap) + /-auw/ →ci + c + /-auw/ →cicauw [cicaUʷ] 2. 1. 1.

Pelesapan Silabel Akhir Pelesapan silabel akhir terjadi pada kata yang bersilabel tiga. Dalam proses pelesapan silabel pertama ini. Pelesapan Silabel Pertama Pelesapan silabel pertama terjadi pada kata yang bersilabel dua.Penggunaan Kode dalam Bertransaksi Narkoba e. Ngebaks : membakar ganja Ngebakar → nge + ba + kar (ar lesap) → ngebak + -s → ngebaks [ ŋ əә b a k s ] 5. 1. Semua vokal pada penyisipan silabel /-ok-/ ini lesap. Wuakas : sakauw Sakauw → wuakas [ w u a k a s ] Skriptorium. a. Dalam proses pelesapan silabel akhir ini. Pencipta proses pembentukan ini biasanya berasal dari wilayah Malang-Jawa Timur. 1 36   . 25. 1. yang dilesapkan hanya silabel akhir setiap kata. Dalam proses penyisipan silabel /-ok-/ ini silabel pertama yang terdiri dari konsonan dan vokal mendapat sisipan /-ok-/ diantara konsonan dan vokalnya. 1. Pembalikan urutan fonem dari belakang ke depan Proses ini hampir sama dengan bahasa walikan. Jo : ganja Ijo (ganja) = i (lesap) + jo = jo [ j o ] 2 Perubahan Urutan Fonem dalam Sebuah Kata (Metatesis) Pembentukan kode bahasa narkoba juga melalui proses perubahan urutan fonem atau silabel dalam sebuah kata (proses metatesis). Silop : polisi Polisi → isilop (i. karena disana terkenal dan identik dengan yang namanya bahasa walikan Malang.000 Seket (BJ) → tekes [ t ɛ k əә s ] 6. 2009 : 107). Tekes : harga Rp. Vol. Proses metatesis adalah perubahan kata yang fonem-fonemnya berubah tempat (Muslich. Ubas : sabu Sabu → ubas [ u b a s ] 7. Rohib : rohipnol (obat tidur) Rohipnol → ro + hip + nol (lesap) → rohip [ r o h i p ] g. Insul : jarum suntik Insulin (hormon pankreas) → in + sul + in (lesap) → insul [ i n s u l ] 3. No. Hero : heroin Heroin → he + ro + in (lesap) → hero [ h ɛ r o i n ] 2. Etep : putauw Pete (putauw) → etep [ ɛ t ɛ p ] 2. 1.awal lesap) → silop [ s i l ͻ p ] 5. Rib : bir atau beer Bir = rib [ r i p ] 4. Penyisipan Silabel /-ok-/ Penyisipan silabel /-ok-/ diletakkan pada tengah kata yang bersilabel dua. Lexo : lexotan (obat sedatif hipnotika) Lexotan → le + xo + tan (lesap) → lexo [ l ɛ k s o ] 4. Rab : barang narkoba Barang → nga (lesap) + rab → rab [ r a b ] 3. yang dilesapkan hanya silabel pertama setiap kata. Jokul : jual narkoba Jual → ju (-u lesap) + /-ok-/ + al (a=u) → j + /-ok-/ + ul → jokul [jokul] f. 1.

Pemendekan Kata (Pembentukan Akronim) a. 3. Dalam hal ini yang diambil adalah fonem awal dari setiap kata. 1. Vol. BO : obat Obat → bo + at (lesap) → BO [ b o ] e. 2. Kosakata yang mengalami proses pembentukan ini berasal dari bahasa Indonesia. PT-PT : patungan (untuk pembelian putauw) Patugan putauw → pa + tung + an (lesap) + pu + tauw → PT-PT [petepete] b. Penukaran Urutan Antara Silabel Pertama Salah satu proses pembentukan kode bahasa narkoba yaitu melalui penukaran urutan antara silabel pertama. BD : bandar Bandar → ban + dar → BD [ b e d e ] 2. Dalam hal ini. Penyebutan Fonem Awal Setiap Silabel Pembentukan kode-kode narkoba dengan menyebutkan fonem awal setiap silabel hanya dilakukan pada kata yang terdiri dari satu kata. Skriptorium. Rabang : barang narkoba Barang → ba + rang → ra + bang → rabang [ r a b a ŋ ] c.Penggunaan Kode dalam Bertransaksi Narkoba b. AL : [ a ɛ l ] adalah singkatan dari“Angkatan Laut”. Kosakata yang mengalami proses pembentukan ini berasal dari bahasa Indonesia. Penukaran Urutan Konsonan antara Konsonan I Silabel I dengan Konsonan I Silabel II Di sini yang bertukar posisi adalah konsonan. Ba’ok : mabok Mabok → ma + bok → ba + mok (m lesap) → ba + ok → ba’ok [ba?ͻk] 2. 1 37   . namun yang diambil adalah dua atau tiga fonem pada setiap silabel. 1. Hal tersebut juga berlaku pada kata yang silabel pertamanya diawali dengan vokal. yang selanjutnya tetap diikuti oleh vokal pada silabel pertama. yang kemudian disertai dengan pelesapan silabel kedua. Penyebutan Fonem Awal Setiap Kata / Inisialisme Pembentukan kode-kode narkoba dengan menyebutkan fonem awal setiap kata atau inisialisme ini dilakukan pada kata yang terdiri dari lebih dari satu kata. 1. PT : putauw Putauw → pu + tauw → PT [ p e t e ] 3. sehingga konsonan pada silabel pegang berada pada awal kata. 1. AO : [ a ? o ] adalah singkatan dari “Anggur Ortu”. Boti : obat Obat → ob + at → bo + ta (a= i) → boti [ b ͻ t i ] 3. satu kata dapat terdiri dari beberapa silabel. AD : [ a d e ] adalah singkatan dari “Angkatan Darat”. Penukaran Urutan Antara Kedua Silabel Di sini yang bertukar posisi adalah konsonan dan vokal yang berada pada kedua silabel. Kosakata yang mengalami proses pembentukan ini berasal dari bahasa kedokteran. Boat : obat Obat → bo + at → boat [ b ͻ ? a t ] 3. 1. 1. Penukaran Urutan antara Vokal I Silabel I dengan Vokal I Silabel II Di sini yang bertukar posisi adalah vokal. 1. Korin : heroin Heroin → he + ro + in → ho (h=k) → re (e lesap) + in → korin [kͻrin] d. Giting : terbang tinggi atau fly Tinggi → ting + gi → gi + ting → giting [ g i t i ŋ ] 2. No.

3. 1. Badai Angin kencang b. bahasa Jawa. 2. No. Pola Asosiasi Makna Berdasarkan Persamaan Sifat No Kosakata Makna Denotasi 1. : [ o d e ] adalah singkatan dari “Over Dosis”. Addiction (BE) : adalah ketagihan atau kecanduan. Mira : [ m i r a ] adalah singkatan dari minuman keras. d. Kampret : obat penenang (kamlet) 3. Pola Asosiasi Makna Berdasarkan Persamaan Bentuk Makna Konotasi Polisi Polisi Sebutan untuk bandar Barang narkoba Mabuk berat Skriptorium. Pil kerek (BJ) : adalah pil anjing. Vol. Markipat : [ m a r k i p a t ] adalah singkatan “Mari Kita Patungan”. AU BB OD PK SP : [ a ? u ] adalah singkatan dari “Angkatan Udara”. Gitber : [ g i t b əә r ] adalah singkatan dari “Giting Berat”. Iwak (BJ) : inex 2. Junkies (BE) : adalah sebutan untuk pemakai narkoba. Addictive personality : adalah kepribadian mencandu. 2. 6. Selain itu juga dapat menjaga kerahasiaan bahasa yang mereka gunakan. 7. : [ b e b e ] adalah singkatan dari “Barang Bukti”. 8. 5. 5. : [ p e k a ] adalah singkatan dari “Pil Koplo”. 1. Tekek Binatang (seperti cicak) 2. Bahasa asing tersebut diantaranya bahasa Inggris. 1. 3. AK : [ak] adalah singkatan dari kata arak. Marijuana (BK) : adalah ganja atau tanaman cannabis. Pahe : [ p a h e ] adalah singkatan dari “Paket Hemat”. Kertim : [ k əә r t i m ] adalah singkatan dari “Kertas Timah”. Kosakata KBN yang Dipungut dari Kosakata Bahasa Asing Pembentukan kode narkoba juga dapat dibentuk dari kosakata bahasa asing. 6. 4. Pola Pemaknaan Kode Bahasa Narkoba di Jawa Timur a. bahasa Madura. 6. Mupeng : [ m u p ɛ ŋ ] adalah singkatan dari “Muka Pengen”. 2. 4.Penggunaan Kode dalam Bertransaksi Narkoba 4. Penyakit Gangguan tubuh 3. Pat-pat : [ p a t p a t ] adalah singkatan dari “Patungan”. Kitkat K : ketamin 4. 4. Pak Bos Pemimpin atau majikan 4. 6. Pergantian Kata dengan Persamaan Bunyi pada Awal Kata Penggantian kata dengan kata lain yang berbunyi mirip tersebut bertujuan agar lebih indah didengar. Barang Benda umum 5. 1. Amphet : [ a m f ɛ t ] adalah singkatan dari amphetamin. 1 38   . 4. : [ ɛ s p e ] adalah singkatan dari “Spion Polisi”. dan bahasa kedokteran. Penyebutan Silabel Awal Setiap Kata Pembentukan kode-kode narkoba dengan menyebutkan silabel awal setiap kata dilakukan pada kata yang terdiri dari satu kata atau lebih. 3. Penyebutan Bagian Kata atau Huruf Pembentukan akronim dengan menyebutkan bagian kata atau huruf pada kode-kode narkoba dapat dijumpai pada kosakata yang terdiri dari satu dan dua kata. c. Kurus : [kurus] adalah singkatan dari kurang terus. Fly (BE) : adalah keadaan sedang berada pada puncak pengaruh bahan adiktif pada tubuh. Petak : putauw 5. 1. 5.

25. Makna Konotasi Shabu Skriptorium. 7. Pena Bentuk benda cair Bagian tanaman Gulungan Daun. Satu timbel Ukuran timbangan Seratus gram ganja 7. Ngedrink Minum. 10. Pola Asosiasi Makna Berdasarkan Persamaan Alat dan Kegiatan No Kosakata Makna Denotasi Makna Konotasi 1. 14. Segemik Rp. Satu amp Amplop berjumlah satu Satu paket ganja 4.000 11. Pola Asosiasi Makna Berdasarkan Persamaan Warna No Kosakata Makna Denotasi 1. 2 3. Seperempi Seperempat Seperempat gram shabu 8. 11. Jenis tumbuhan Air beku. Setengki Satu tangki Setengah kilogram ganja 9.000 (Madura) Harga Rp. Pemakai putauw. No. Minum minuman keras. Naga Ular yang besar berapi. Satu garis Jumlah garis ada satu Satu ons ganja 6. 13. air membatu Buah baju Bagian tumbuhan Butiran batu Pembentuk batuan Bumbu dapur Tumbuhan Daun-daunan berbutir-butir halus Alat tulis Makna Konotasi Ganja Heroin Pil koplo Jarum suntik Minuman keras Uang Ganja Ganja Ganja Shabu Obat narkoba ganja shabu shabu shabu ganja ganja heroin alat suntuk/jarum suntik c. 5. 4.000 e. 9. Menyuntikkan putauw. Nyepet Memasukkan sesuatu ke Kegiatan menyuntikkan dalam pipa kecil. 5. 4. Selinting Benda yang dilinting Satu batang rokok ganja 12. Jenis pesawat terbang. Vol. Satu batu Batu jumlahnya satu Satu kilogram ganja 5. putauw d. Sak kor Koran berjumlah satu Satu koran ganja 2 Satu tik Sangat sedikit 1 emplek/strip narkoba 3. 15. 18. memakai ganja. 19. 3. Selanting Satu lanting Harga Rp. 8.25. 1 39   . 16. Narik Membawa keluar Menghisap ganja/shabu.Ing) Ice (es) Kancing Kembang (BJ) Kerikil (BJ) Kristal Mecin Rumput Sayur Serbuk putih Spidol Makna Denotasi Jenis tanaman Serbuk halus putih. 8. Numbak Menusuk tombak. 7. Nebang Memotong pohon. 17. Nggoreng Memasak di wajan. 12. Mbecak Orang yang menaiki Orang yang sedang kendaraan beroda tiga.Penggunaan Kode dalam Bertransaksi Narkoba No 1. Kosakata Bakung Bedak putih Boing Bolpoin Cairan Daun Gelek Godong (BJ) Grass (B. 6. 2. Pola Asosiasi Makna Berdasarkan Persamaan Angka/Jumlah No Kosakata Makna Denotasi Makna Konotasi 1. 6. Putih Warna dasar (kapas).25. Menghisap shabu. 1. Membeli ganja. Segauw Satu gauw Satu gram ganja 10.

Kamus Narkoba : Istilah-Istilah Narkoba dan Bahaya Penyalahgunaannya. Djajasudarma. 2008. 2009. 2010. Rencana Strategi Pelaksana Harian Badan Narkotika Provinsi Jawa Timur. Ijo Pilok ijo White (B. grass. Nggoreng. Cat berwarna hijau Warna dasar (kapas) Ganja Ganja Putauw 7. bakung. Jakarta : PT. Jakarta : PT. Jakarta: Pusat Pencegahan Badan Narkotika Republik Indonesia. dan bahasa Kedokteran. 4. Refika Aditama. bahasa Inggris. naga. Bandung : PT. Badan Narkotika Provinsi Jawa Timur. Abdul. budha stick. Pedoman Petugas Penyuuhan P4GN di Lingkungan Umum. 1995:82). Skriptorium. Metode Linguistik : Ancangan Metode Penelitian dan Kajian. bahasa Jawa. 2007. bahasa Madura. 1 40   . Refika Aditama. Linguistik Umum. nglotok bersinonim dengan kata narik yang bermakna ‘menghisap atau main shabu’ 4. Bandung : PT. nyepet. Setiap kata bisa memiliki satu sinonim atau lebih. ijo. Proses pembentukan kata yang dijumpai dalam kode narkoba di Jawa Timur ada beberapa bentuk. Rineka Cipta. Kosakata dalam kode narkoba di Jawa Timur umumnya berasal dari bahasa Indonesia. Vol. Semua proses tersebut sengaja diciptakan oleh para pengguna dan pengedar narkoba untuk melindungi kegiatan yang mereka lakukan dari pihak luar khususnya dari pihak kepolisian. 3. Semantik : Pengantar Studi tentang Makna. Numbak. kembang. rasta. Persamaan Kata (Sinonim) Sinonim adalah ungkapan yang kurang kurang lebih sama maknanya dengan ungkapan lain (Chaer. Fatimah. 1. godong. Bandung : Sinar Baru Algensindo.Ing) Warna dasar (daun). ____________ .Penggunaan Kode dalam Bertransaksi Narkoba 2. 2007. Pengantar Sosiolinguistik. tekek bersinonim dengan silop Sim pulan Kode narkoba memiliki perbedaan dengan kode bahasa yang lainnya. T. pakauw bersinonim dengan kata ngedrugs yang bermakna ‘menyuntik putauw’ 5. bahasa Suroboyoan. Etep. rumput bersinonim dengan gelek yang bermakna ‘ganja’ 2. bahasa Malangan. 2010. No. 1. 2006. Sosiolinguistik : Perkenalan Awal. sayur. 2004. Jakarta : Badan Narkotika Nasional. Aslinda dan Leni Syafyahya. Badan Narkotika Nasional. Mbegut bersinonim dengan kata nyimengyang bermakna‘menghisap ganja’ 3. marijuana. Chaer Abdul dan Leoni Agustina. Penyakit. petak bersinonim dengan kata peti yang bermakna ‘putauw’ 6. Chaer. Ciri-ciri khusus yang membedakan dengan kode bahasa lainnya adalah terletak pada proses pembentukan katanya. Referensi Aminudin. pete. Surabaya : Badan Narkotika Provinsi Jawa Timur. Cimeng. Rineka Cipta.

Vol. 2008. “Proses Terjadinya Bahasa Prokem Bagi Kelompok Waria di Kotamadya Surabaya: Suatu Tinjauan Sosiolinguistik”. dan Edy Jauhari. Kajian Sosiolinguistik. Eddy.com/. No. 1987. 1997. Bogor : Ghalia Indonesia. diakses 21 April 2012. Semiotika Komunikasi. TriMastoyo. Bumi Aksara. Sosiolinguistik. Jurnnal pada Jurnal Penelitian Universitas Airlangga Volume 6 Nomor 2 Tahun 1998 di Surabaya Desember 1998. “Proses Terjadinya Bahasa Prokem Bagi Kelompok Waria di Kotamadya Surabaya”. Badan Narkotika Provinsi. Rahardi. Semantik Leksikal. 1998. 2010. 1 41   .com/. 1. Gorys. Sugiri Eddy. Tatabentuk Bahasa Indonesia : Kajian ke Arah Tatabahasa Deskriptif. Trisna Kumala Satya Dewi. Keraf. Sobur. ____________ . Muslich. 2007. “Berita Narkoba Jatim”. Skriptorium. Sugiri. dalam http://www. Jakarta : PT. Diksi dan Gaya Bahasa. diakses 23 April 2012. 2009. Rineka Cipta. Kunjana. Jakarta : PT. Tesis pada Program Pascasarjana Universitas Airlangga. “Mengenal Bahasa Gaul Komunitas Pengguna Narkoba” dalam http://yepiye.wordpress. 2010. Bandung: Angkasa. Jakarta : PT. Pengantar Metode Penelitian Bahasa. Masnur. Mansoer. Surabaya.bnpjatim. Gramedia Pustaka Tama. Yogyakarta : Carasvatibooks. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.Penggunaan Kode dalam Bertransaksi Narkoba Jati. Alex. Pateda. 2006.