Anda di halaman 1dari 8

Telaah Kritis Jurnal Tugas Evidence Based Medicine

Disusun oleh: Syairah Banu 1102008249 Kelompok: B1 Dosen Pembimbing: dr.Resmi Kartini

Blok Kedokteran Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Tahun Ajaran 2011/2012

usia 65 tahun dengan riwayat merokok 30 tahun 2 bungkus perhari datang dibawa oleh keluarganya dengan keluhan sesak napas.Nama NPM : Syairah Banu : 1102008249 Skenario : Tuan N.364 No. Foreground Question: Apakah Tiotropium terbukti lebih efektif sebagai preventif eksaserbasi PPOK berat dibandingkan dengan salmeterol? Population Intervension Comparison Objective : laki-laki lansia penderita PPOK berat dengan eksaserbasi : pemberian tiotropium bromida : pemberian salmeterol : keektifan sebagai terapi preventif eksaserbasi PPOK berat Keyword: Severe COPD exacerbation. efficacy Type of Question Type of Study : Therapy : Prospective (Cohort) Pemilihan situs : http://www.org/medical-search Hasil Pencarian : 5 artikel Artikel yang dipilih : Tiotropium versus Salmeterol for the Prevention of Exacerbations of COPD Dimuat dalam : The New England of Journal Medicine Tahun terbit : 2011 Edisi : Vol. salmeterol. Selama dua tahun terakhir ini kerap batuk-batuk dan merasa kesulitan nafas namun kali ini di rasa jauh lebih berat dari sebelumnya. RR 40x/menit Pemeriksaan fisik paru: Perkusi : hipersonor daerah kedua basal paru Auskultasi : vesikuler melemah ekspirasi memanjang.wheezing + (ki-ka) Setelah di lakukan pemeriksaan spirometri pasien didiagnosis menderita eksaserbasi PPOK (penyakit paru obstruktif kronik) berat. Panduan penatalaksanaan menyatakan bahwa untuk eksaserbasi PPOK berat disarankan menggunakan salmeterol meskipun dalam prinsipnya yang krusial adalah menggunakan agen bronkodilator jangka panjang melalui inhalasi. Kesadaran kompos mentis. Pihak keluarga karena merasa iba.nejm. Dalam hal ini obat yang paling merupakan tiotropium yang juga merupakan bronkodilator jangka panjang.meminta dokter untuk memberikan terapi dengan obat yang paling mahal agar Tn. JVP 5+2.12 Halaman : 1093-1103 . tiotropium. batuk berdahak bewarna kuning. tensi 170/100. Namun dokter belum mengetahui apakah tiotropium lebih efektif dalam mencegah eksaserbasi PPOK berat atau tidak. nadi 100x/menit.N segera pulih.

Pada bagian Method. Lalu pada result (halaman 1096) di cantumkan dengan jelas data-data yang diperoleh juga perhitungan statistiknya. Apakah semua keluaran (outcome) dilaporkan? Ya. Paga bagian method. study design and oversight (halaman 1094) tertera bahwa studi yang dilakukan adalah randomized. parallelgroup trial.Telaah kritis terapi: 1. double-blind. double dummy. Apakah lokasi subyek penelitian ke kelompok terapi atau kontrol betul-betul secara acak (random) atau tidak? Ya. end points (halaman 1094) dijabarkan titik akhir (end point) penelitian yang utama dan sekunder. 2. .

. patient (halaman 1096) yang juga dirangkum pada tabel 1 (halaman 1098) dapat dilihat bahwa pasien pada skenario menyerupai pasien yang sesuai dengan kriteria inklusi sehingga settingan pasien sesuai. Dilihat dari kriteria inklusi pasien di jabarkan pada method.3. Apakah lokasi penelitian menyerupai lokasi anda bekerja atau tidak? Ya.

4. Apakah kemaknaan statistik maupun klinis dipertimbangkan atau dilaporkan? Ya. Data statistik dijelaskan secara mendetail di bagian result (halaman 1096-1101) dicantumkan secara mendetail dan juga dibuatkan bentuk diagram nya. . end point (titik akhir) yang diinginkan dijelaskan definisinya jadi dapat diketahui bagaimana kriteria end point tersebut. Secara klinis.

5. Apakah tindakan terapi yang dilakukan dapat dilakukan ditempat anda bekerja atau tidak? .

Studi ini dapat dilakukan di Indonesia karena pada penjabaran dibagian method. yang berarti dapat memberikan terapi awal dalam setingan non darurat lalu merujuk bila perlu. 6. Namun sebagai dokter umum kompetensi terhadap penyakit PPOK adalah 3a. procedure (halaman 1095) pemberian obat ini dilakukan dengan menggunakan HandiHaler yang tersedia juga disini. dikarenakan ini adalah kasus eksaserbasi berat ada baiknya dokter umum merujuk kasus ini untuk ditangani spesialis. Apakah semua subyek penelitian dipertimbangkan dalam kesimpulan? .

yang kemudian dibahas di bagian discussion (halaman 1101). .Gambar 1 (halaman 1097) menggambarkan jalannya penelitian dimulai dari screening hingga follow up.