Anda di halaman 1dari 6

PERKEMBANGAN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

PERKEMBANGAN PWK  Sebagai suatu naluri manusia: sejak zaman purba  Sebagai suatu ilmu yang mandiri : 1930-an  Sebagai sebuah ide: sejak awal abad ke-20  Patrick Geddes : perlunya perencanaan dan pengenalan masalah melalui survey  Ebenezer Howard : kota taman  Sebagai suatu cabang keprofesian yang mandiri: sejak 1915  Town Planning Institute (TPI) di Inggris Raya. Tahun 1970-an menjadi Royal Town Planning Institue (RTPI)  Di Indonesia ada IAP (Ikatan Ahli Perencanaan) .

000 orang . pertanian. dan fasilitas umum lainnya berada di tengahtengah kota  Sungai sebagai jalur transportasi. pertahanan  Bangsa Yunani  Hippodamus (perencana kota berpendidika arsitektur)  Agora: pusat perdagangan diatur dalam bentuk persegi panjang  Pnyx: forum lapangan terbuka  Pembatasan perkembangan fisik: tidak lebih dari 10. istana.PWK sebagai Suatu Naluri Manusia (1)  Zaman Purba  berupa goa untuk tempat tinggal dan kawasan hutan untuk berburu  berpindah-pindah  Zaman Perunggu (4000 – 3000 SM)  Contoh: kota-kota di lembah Sungai Nil  Penduduk : 3000 – 5000 orang  Piramid.

70 kaki Ada standarisasi bentuk kota  bujur sangkar Pola perencanaan kota:     Fisik Ekonomi  eksistensi Politik  ketertiban Sosial .PWK sebagai Suatu Naluri Manusia (2)  Bangsa Romawi     Transportasi penting Pembatasan tinggi bangunan  maks.

PWK sebagai Suatu Naluri Manusia (3)  Abad pertengahan  Gereja sebagai kekuatan mistik  memberikan rasa aman  Benteng kota  Gaya poros  mempunyai garis memanjang di tengahtengah zaman Renaissance  Kota Industri (abad ke-18)  Transportasi  Gerakan Reformasi (abad ke-19)  Infrastruktur  Kota Taman  Ebenezer Howard (awal abad ke-20) .

3. 5. pengembangan pendapatan daerah sebagai sumber finansial. 7. 6. 2.7 Pilar Pembangunan Ruang dari PBB  asas. Kekuatan pengambilan keputusan. kekuatan finansial. komunitas masyarakat Penguatan pembangunan ruang oleh masyarakat dan sektor swasta dengan pemerintah daerah sebagai fasilitator pembangunan Pembangunan ruang yang berdasarkan kepada asas keberlanjutan dengan memperhatikan keseimbangan. dan keserasian lingkungan . wilayah 1. serta kemampuan teknis didesentralisasikan kepada pemerintah daerah Pembangunan ruang didasari oleh rencana tata ruang dan mekanisme pengendalian pembangunan ruang Sampai batas-batas tertentu pengadaan prasarana dan pelayanan ruang diselenggarakan oleh swasta Perencanaan dan otorita pengelolaan ruang seyogyanya meliputi pula wilayah yang lebih luas dalam koordinasi dengan pemerintah daerah lainnya Pembangunan dan perbaikan ruang yang bertumpu kepada 4. kemandirian. keselarasan.