Anda di halaman 1dari 23

LETAK LINTANG

1. KONSEP DASAR TEORI A. PENGERTIAN Letak sungsang adalah letak memanjang dengan bokong sebagai bagian yang terendah ( Presentasi Bokong). Angka kejadian : ± 3 % dari seluruh angka kelahiran. B. PATOFISIOLOGI Letak sungsang dapat terjadi akibat dari ; 1. Terdapat tumor dalam rongga uterus. 2. Terbentuknya segmen bawah rahim. 3. Hidramion. Adapun letak sungsang dapat dibagi menjadi sebagai berikut : 1. Letak bokong murni ; prensentasi bokong murni (Frank Breech). Bokong saja yang menjadi bagian terdepan sedangkan kedua tungkai lurus keatas. 2. Letak bokong kaki (presentasi bokong kaki) disamping bokong teraba kaki (Complete Breech). Disebut letak bokong kaki sempurna atau tidak sempurna kalau disamping bokong teraba kedua kaki atau satu kaki saja. 3. Letak lutut (presentasi lutut) dan 4. Letak kaki , yang keduanya disebut dengan istilah ; Incomplete Breech. Tergantung pada terabanya kedua kaki atau lutut atau hanya teraba satu kaki atau lutut disebut letak kaki atau lutut sempurna dan letak kaki atau lutut tidak sempurna. Dari semua letak-letak ini yang paling sering dijumpai adalah letak bokong murni. Punggung biasanya terdapat kiri depan. Frekuensi letak sungsang lebih tinggi pada kehanilan muda dibandingkan dengan kehamilan a`terme dan lebih banyak pada multigravida dibandingkan dengan primigarvida. C. PENGERTIAN SEKSIO SESAREA Salah satu cara dalam mengatasi keadaan tersebut adalah dengan tindakan operatif yaitu persalinan dengan cara tindakan seksio sesarea. Dimana apabila caracara lain dianggap tidak berhasil atau syarat-syarat untuk dilakukanya tindakan tidak terpenuhi atau kondisi ibu memerlukan tindakan yang segera yang apabila tidak segera dilakukan akan berakibat fatal. Seksio sesarea adalah cara persalinan buatan dengan suatu tindakan

operasi/pembedahan untuk mengeluarkan janin dari rongga uterus dengan cara mengiris dinding perut dan dinding uterus dengan syarat rahim dengan keadaan utuh serta berat janin di atas 500 gram.

II. KONSEP DASAR ASKEP A. PENGKAJIAN Data yang dikaji pada ibu bersalin dengan letak sungsang adalah : 1. Data subyektif : Biasanya sering terjadi pada multi gravida gravida , kehamilan muda. Riwayat kesehatan ibu sekarang : bila tidak terdapat kelainan yang berat ibu biasanya mengeluh pergerakan janin terasa dibagian perut bawah, di bawah pusat dan ibu sering merasa benda keras ( kepala) mendesak tulang iga. Riwayat kesehatan ibu sebelumnya : penyakit ginjal, anemia, vaskuler esensial, hipertensi kronik, DM Riwayat kehamilan : riwayat kehamilan ganda, mola hidatidosa, hidramnion serta riwayat kehamilan dengan pre eklamsia atau eklamsia . Pola nutrisi : jenis makanan yang dikonsumsi baik makanan pokok maupun selingan Psiko sosial spiritual : Emosi yang tidak stabil dapat menyebabkan kecemasan, oleh karenanya perlu kesiapan moril untuk menghadapi resikonya 2. Data Obyektif : Inspeksi : untuk mengetahui bentuk pembesaran uterus. Palpasi : untuk mengetahui TFU, letak janin, lokasi edema Auskultasi : mendengarkan DJJ untuk mengetahui adanya fetal distress Pemeriksaan penunjang : • • • Tanda vital yang diukur dalam posisi terbaring atau tidur, diukur 2 kali dengan interval 6 jam. Tingkat kesadaran ; penurunan GCS sebagai tanda adanya kelainan pada otak USG ; untuk mengetahui keadaan janin

pernafasan. 6) Observasi efek analgetik (narkotik ) 7) Obervasi tanda vital : nadi . 20 ). kelemahan sensori dan kelumpuhan saraf. .hipertensi.tensi. 5) Laksanakan pengobatan sesuai indikasi seperti analgesik intravena. Kurang pengetahuan tentang efek pembedahan dan perawatan selanjutnya berhubungan dengansalah dalam menafsirkan imformasi dan sumber imformasi yang kurang benar. Gangguan eleminasi miksi (retensi urine ) berhubungan dengantrauma mekanik . 2) Beri posisi fowler atau posisi datar atau miring kesalah satu sisi. MASALAH KEPERAWATAN 1. pernafasan cepat. manipulasi pembedahan adanya edema pada jaringan sekitar dan hematom. Intervensi keperawatan pada diagnose keperawatan gangguan eleminasi miksi (retensi urine ) berhubungan dengan trauma mekanis. Kaji tanda vital : tachicardi. oedema jaringan setempat. criteria hasil. : 1) Kaji tingkat rasa tidak nyaman sesuai dengan tingkatan nyeri. 2. rencana tindakan atau intervensi dan rasional tindakan (Depkes RI 1991 . Gangguan Rasa nyaman (nyeri ) berhubungan dengan kerusakan jaringan otot dan system saraf yang di tandai dengan keluhan nyeri. Intervensi keperawatan pada diagnose Gangguan rasa nyaman (nyeri) berhubungan dengan kerusakan jaringan otot dan system saraf. B. C. hematoma.• • NST : untuk mengetahui kesejahteraan janin TBJ : untuk mengetahui berat janin. ekpresi wajah menyeringai. bimbing untuk membayangkan sesuatu. 3. 4) Motivasi klien untuk mobilisasi didni setelah pembedahan bila sudah diperbolehkan. kelemahan pada saraf sensorik dan motorik. PERENCANAAN Perencanaan adalah penyusunan rencana tindakan keperawatan akan dilaksanakan untuk menanggulangi masalah sesuai dengan diagnosa keperawatan yang telah di tentukan dengan tujuan. manipulasi pembedahan. 3) Ajarkan teknik releksasi seperti menarik nafas dalam.

periksa keadaan selang kateter (kekakuan. Intervensi keperawatan pada diagnose keperawatan Kurangnya pengetahuan tentang perawatan luka operasi. Evaluasi disesuaikan dengan criteria hasil yang telah ditentukan . mengalirkan air keran.1) Catat pola miksi dan minitor pengeluaran urine 2) Lakukan palpasi pada kandung kemih . 4) Jika memakai kateter. observasi adanya ketidaknyamanan dan rasa nyeri. 4) Jelaskan aktivitas yang tidak boleh dilakukan. mengguanakan anatesi yang banyak dan memberikan rasa nyeri yang sangat setelah operasi. 7) Ukur dan catat urine yang keluar dan volume residual urine 750 cc perlu pemasangan kateter tetap sampai tonus otot kandung kemih kuat kembali. D. perhatikan apakah posisi selang kateter dalam keadaan baik.tertekuk ) 5) Perhatikan kateter urine : warna. batasan aktivitas. monitor intake output. 2) Jelaskan dan ajarkan cara perawatan luka bekas operasi yang tepat 3) Motivasi klien melakukan aktivitas sesuai kemampuan. 1) Jelaskan bahwa tindakan seksio sesarea mempunyi kontraindikasi yang sedikit tapi membutuhkan waktu yang lama untuk pulih. Pelaksanaan disesuaikan dengan intervensi yang telah ditentukan E. 3) Lakukan tindakan agar klien dapat miksi dengan pemberian air hangat. dan perawatan selanjutnya berhubungan dengan terbatasnya imformasi. kejernihan dan bau. 6) Kolaborasi dalam pemberian dalam pemberian cairan perperental dan obat obat untuk melancarkan urine. mengatur posisi. tanda-tanda komplikasi. bersihkan daerah pemasangan kateter satu kali dalam sehari. EVALUASI a. IMPLEMENTASI 1.

Apakah persalinan ini menimbulkan perubahan dalam kehidupan seharihari? ya.45 Wib B. Kesiapan mental menjadi ibu : ya. Persepsi Terhadap Persalinan/Nifas a.Pukul 15. Sby Suku/bangsa : Jawa /Indo Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat : Islam : Sarjana : PNS : Ploso G /IA. IDENTITAS • • • • • • • • • Nama Umur : Ny.karena persalinan melalui jalan operasi klien sangat khawatir dlm melakukan aktivitas sehari-hari terutama merawat bayinya sangat terbatas khawatir jebol. Persepsi klien terhadap kehamilan ibu mengharapkan anaknya nanti lahir dengan selamat dan bila Tuhan mengijinkan anak laki-laki c. H Umur : 32 Tahun Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat : Islam : SMU : Swasta : Ploso G/IA. f.R : 27 Tahun Nama suami : Tn. Harapan yang klien inginkan setelah persalinan melalui operasi dapat merawat bayinya walaupun sgt khawatir terhadap luka bekas operasi e. d. Mengapa klien datang ke Rumah sakit karena klien hamil dengan letak sungsang dan terjadi KPP. b. juga pengetahuan ibu kurang karena anak pertama. : 17 Agustus 2001. Sikap keluarga terhadap keadaan saat ini sangat mendukung h.Sby Status perkawinan : Kawin 1 x MRS Usia perkawinan : 1 Tahun. Siapa orang yang terpenting bagi klien ? Suami dan orang tua g. RIWAYAT KEPERAWATAN 1.walau khawatir mengenai proses persalinan (keselamatan diri dan bayinya).BAB III TINJAUAN KASUS 1. A.H. Klien tinggal dengan suami.klien bersyukur karena sudah selamat .

Riwayat Kehamilan Anak Ke N O. Rencana perawatan bayi : Sendiri dibantu oleh orang tua Kesanggupan dan pengetahuan dalam merawat bayi : Baik Breast care : Tidak . Kehamilan Sekarang • • • • • Diagnosa : GI P0 A 0 H 0 39/40 Mg TH + Letsu (Presentasi Bokong Murni) + KPP > 24 jam.2. TAH UN Kehamilan Umur kehami lan Pe ny ulit Persalinan jenis Pe no lon g I 2001 (Ha mil sekar ang) 9 bln Let LSC su S Do k ter Ad a Td k ada pe ny ulit Komplikasi La ser asi Nifas Infek per si dar aha n Td k Ad ada a La kilak i 50 0g 5 0 c m Jen is Anak bb pj c. Riwayat Menstruasi : Menarche : Umur 13 tahun Banyaknya : Banyak Disymenorrhoe : Tidak Keluhan : Tidak ada Siklus HPHT : teratur tiap bulan : 14 Nopember 2000 Lamanya : ± 5-7 hari b.pusing ya bila bangun dari duduk atau tiduran. • • • • • Pengobatan selama hamil : Ya Pergerakan janin Ya Sejak usia kehamilan : 4 bulan(aktif). Riwayat Obstetri a. sering nyeri pinggang dan kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari. TT2 sudah : 3 Kali ( dokter spesialis). Imunisasi ANC : TT1 sudah. Keluhan selama Hamil : Mual dan muntah pada trimester pertama.

keluhan tidak ada.III klien istirahat bekerja hanya diam dirumah. 2.lauk pauk.Jantung (-).olahraga jalan-jalan pagi 5.kadang susu Makanan yg tidak disukai/alergi/pantangan : Tidak ada.sebelum tidur minum air putih.(Saat pengkajian belum ada BAB) 2.Hipertensi (-).minuman keras dan ketergantungan obat : Tidak ada .konsistensi lembek. Nafsu makan : Baik Jenis makanan rumah : Nasi. Pola Istirahat dan Tidur Lama tidur 7 – 8 jam/hari. Kebutuhan Dasar Khusus 1. sore atau setelah makan Cuci rambut 2 x/minggu.• • • • • Perineal care : Tidak Nutrisi : Tidak Senam Nifas : Tidak KB Menyusui : Tidak : Belum tahu caranya 3.Gemelli (-) 5. pagi. Pola Personal Hygiene Mandi 2 – 3 x/hari. Riwayat Keluarga Berencana Melaksanakan KB: Tidak 4.siang. pakai sabun mandi. BAB teratur 1 x hari.membantu memasak dan bersihbersih rumah. Riwayat Kesehatan Penyakit yang pernah dialami ibu : tidak ada Pengobatan yang didapat : Tidak ada Riwayat penyakit keluarga : DM (-).warna kuning muda.warna kuning. Pola Kebiasaan yang Mempengaruhi Kesehatan Merokok. Oral hygiene/gosok gigi 3 x/hari.pakai shampo 3. Pola eliminasi BAK sering 3-4 x/hari. Pola aktivitas dan latihan Kegiatan dalam pekerjaan selama hamil memasuki trimester ke. Pola Nutrisi Frekuensi makan : 3 x sehari.miring agak sulit 4.bau agak menusuk.selama hamil posisi tidur terus terlentang.

klien mengeluh mata ka-nan agak kabur/berbayang. frekwensi 3-4 x/h. 4.irama teratur.pernapasan tidak sesak dengan atau tanpa aktivitas.6. Sistem penglihatan Mata simetris.5 Kg Suhu Berat Badan 1. payudara keras & sakit (merangsemi). 6. Sistem pernapasan Jalan napas bersih. Dada dan axilla Mamae membesar ya.kesulitan pergerakan tidak. Sistem integumen dan muskuloskletal Turgor kulit elastis.areola mamae warna coklat kehitaman.warna kulit kemerahan.pergerakaan tidak ada kelainan.konjuntiva normal/merah.sakit dada tidak ada baik saat aktivitas maupun tidak. kedua ekstrimitas bawah edema. . suara napas vesikuler.warna kuning jernih.papilla mamae kanan dan kiri menonjol.tidak ada penggunaan otot bantu pernapasan. Kesadaran : Compos mentis : 96 x/mnt : 36. Sistem pencernaan Gigi tidak ada carries. Pemeriksaan Fisik Keadaan umum : Baik Tekanan darah : 120/80 mmHg Nadi Respirasi : 28 x/mnt : 57. Sistem Urogenital BAK : Biasa. 3.colostrum keluar.kontraktur pada ekstrimitas tidak.gerakan mata normal. 7. Sirkulasi Jantung Kecepatan denyut apikal 86 x/mnt.80c Tinggi Badan : 165 cm. kelopak mata normal.tidak memakai gigi palsu 5.bunyi S1S2 tunggal. 2.

EFF 50 %. Diagnosa persalinan Letak sungsang. His (-).memasuki minggu ke 20. II.Status Obstetri : Tinggi Fundus uteri = 32 cm. tidak ada tanda infeksi . utuh. III.45 Wib.tertutup rapi. I.indikasi kala III. pembengkakan.KET (-) Kala II : Tgl. 3. 17 Agustus 2001 Pukul 15. tidak. Data penunjang A.warna merah kecoklatan. lochea . terdapat luka operasi SC dengan posisi vertical panjang ±15 cm.DJJ (+)= 12 – 11 – 12. Anus(+).Apgar score 8-9. Pemeriksaan dalam = Pembukaan 3 jari. 7. POST NATAL Kala IV : Berat janin 3500 gram. Perineum . tidak odema/hematom.luka operasi ± 15 cm.Kelainan congenital (-). Placenta lengkap.letak janin bokong murni. kemerahan. tidak terdapat pus / darah yang keluar.PEMERIKSAAN KHUSUS ABDOMEN DAN GENITAL 2. episiotomi .Hidup. PEMERIKSAAN ANTENATAL • Klien ANC pada dokter spesialis. Kala III : Placenta lahir ditarik ringan. INTRA NATAL (PERSALINAN) Kala I :  Tgl. panggul tidak ada kelainan.kontraksi baik. Diagnosa Pre-operatif :G I P 0 – 0 TH + Letsu. Laboratorium. tidak ada bau. 18 Agustus 2001 Persalinan dilakukan melalui Operasi dengan bius umum : Jenis Operasi Low segmen Sectio ceasaria (LSCS). TFU : 3 Jari b pst. Klien merasa ketuban pecah. tidak ada distensi kandung kemih.presentasi bokong.Panjang 50 cm.20 Agustus 2001 .

• • • • • Hb Leokosit Trombosit PCV : 13 gr % : 14 x 109/L : 160 x 109/L : 39 % Urine Lengkap :  Albumin :  Reduksi : Negatif (-)  Urobilin : Negatif (-)  Bilirubin : Negatif (-) D.Terapi : Tgl.20 Agustus 2001  Ampicillin 500 mg 4 x 1/Oral  Mefenamic Acid 500 mg 3x1/Oral .

mengeluh badannya panas daerah operasi. darahan TD=120/ mmHg.I. O: x/ x/mnt.Nadi= 96 & terutama terasa sakit pd luka mnt. RR= 28 (defisit cairan) eritrosit keluar↑ ↓ Hb↓→ anemia ↓ O2 dlm darah kurang ↓ Transport O2 keorgan berkurang ↓ Fisiologis organ terganggu Destruksi pertahanan garis depan terhadap serangan bakteri serta terganggunya pembentukan sel darah putih ↓ Resiko tjd infeksi dng letak sungang + KPP.Hb: 13 gr%. leukosit = 14 x 109/L.PP ↓ 36.8oc.mengeluh payudara kencang Ibu G 1 P1 0 0 0 1 ↓ Resiko terhadap ketidak efektifan menyusui . ANALISA DATA ETIOLOGI SC ↓ kehilangan darah & cairan ↓ perdarahan ↓ 80 extra ↓ ↓ intra ↓ sirkulasi MASALAH Resiko terhadap infeksi DATA S: Kx. S: Kx.suhu= Voleme cairan dalam per(+).

O: Ibu G1 P1 0 0 01 Tidak penyuluh mengenai perawatan payudara. pernah an men-dapatkan persalinan SC indikasi letak sungsang ↓ Tidak berpengalaman atau payudara membengkak ↓ Resiko terhadap ketidak efektifan menyusui . hamil/persalinan pertama.payudara ken-cang & keras serta sakit.dan sakit.

Setiap kali melakukan tindakan Meminimalkan masuk nya organisme sebelum dan sesudahnya selalu melalui org lain/petugas/klg.d destruksi pertahan dalam waktu 7 – 10 garis depan thdp hari.Kaji tanda-tanda & gejala infeksi.b dan bau. 5. Kriteria hasil : Luka kering jahitan menutup rapat ada se perti : serangan bakteri INTERVENSI luka dengan & cairan RASIONAL tehnik Membantu mempercepat kesembuhan yang Mencegah terjadinya in feksi secara dini shg dpt dilakukan tindakan scr tepat & cepat. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN Umur : 19 tahun No. H DIAGNOSA NO 1 TUJUAN KEPERAWATAN Resiko terjadi infeksi Infeksi tidak terjadi 1.Rekam Medis: 10080471 Rawat Hari Ke 2 Nama Klien : Ny.Berikan antibiotik sesuai program Bentuk kolaborasi u/ mencegah tjdnya medik infeksi dengan pemberian anti-biotik yg adekuat panas. eng-kak.adanya pus 4.kemerahan. memerlukan eva luasi & kemungkinan penanganan lebih lanjut.Observasi keadaan luka & adanya Perdarahan .Rawat b. yg terjadi/ab normal perdarahan pada luka insisi. men cuci tangan. aseptic.2. Tanda infeksi tdk 3.nutrisi baik/adekuat 2.

payudara ibu bengkak Kriteria hasil : terutama waktu akan menyusui siap pada waktu akan menyusui nanti. manfaat bagi bayi dng menjaga kondisi & kese-hatan ibu.2 Resiko ketidak terhadap Ibu dapat menyusui 1. menyimpan selama & mengi-rim ASI dng aman . payudaranya Agar kebersihan payuda ra terjaga shg menyusui b.Ajarkan scr ttg menyusui membuat membersihkan bayinya 3. (ASI atau botol).Anjurkan & 2 x 24 jam.menangani.d berpengalaman . 5. Payudara 4.Lakukan perawatan payudara efektifan seca ra efektif & tidak benar dalam waktu 2. dapat mengeluarkan optimal/putting tdk memeras.HE tentang cara me-nyusui & klien u/selalu Agar bendungan ASI yg tdk terjadi/berkurang. penting gizi yg cukup & adekuat Ibu memahami ttg penting menyusui & selama menyusui. bagaimana Agar ASI yg akan diberikan pada bayi dirawat terjaga/terjamin kebersihanya demikian juga dirumah bila tdk langsung disusui. Ibu keputusan berdasarkan informasi metoda Kedua ASI mendelep/rata.Anjurkan ibu memakai pompa Dengan menggunakan pompa ASI dpt payudara dikeluar kan walaupun bayi tdk menetek keibu shg payu dara ibu tdk mengalami pembengkakkan.

.

30  Mengobservasi keadaan luka Ampicillin : S: O: Post. 1.80c  Setiap sebelum 12.muka masih pucat & lemah perdarahan & tanda infeksi tdk ada. Rekam Medis : 10080210 Rawat Hari Ke 3 EVALUASI (SOAP) Nama Klien : Ny.darah melalui pada O: Post-op hari ke 2.H. A: Masalah teratasi sebagian.perdarahan luka (-). 1 21Agustus’01 08.3 & 5. Tanda & gejala infeksi tdk tampak.luka masih tertutup Nadi= 80 x/mnt. RR= 20 x/mnt.3.op.R NO.00 No.1.10 08. Tanda & gejala infeksi tdk tampak.55 kali & melakukan sesudahnya tindakan mencuci . IMPLEMENTASI KEPERAWATAN Umur : 27 Tahun JAM 90. A:Masalah teratasi sebagian. bengkak (-) 12.2. = 36.perdarahan tdk ada.spt : S: kemerahan pembalut (-).Dx.Trombophlebitis tdk ada. hari ke 3. suhu P: Teruskan rencana intervensi No. 3 & 5 vagina/leukore (+). Tanggal 1 20Agustus’01 IMPLEMENTASI KEPERAWATAN  Mengkaji tanda & gejala infeksi .  Mengukur TTV: TD= 120/80 mmHg.  Melakukan perawatan luka secara aseptic dan angkat jahitan 1/2.perdarahan tdk ada. 500 P: Teruskan rencana intervensi No.10  Memberikan mg/Oral.

Tanda & gejala infeksi & perdarahan tdk ada. payudara O:Colostrum & ASI keluar banyak = 100 cc.40c.1.00 07.nyeri perawatan payudara.suhu = 36. serta klien banyak minum ± 1 – 2 liter/hari. keluar apa belum ? keluar. & bengkak berkurang.15  Menganjurkan menghabiskan P: Tetap teruskan rencana intervensi No.bengkak (-).  Melakukan pemeriksaan payudara u/ S: Klien mengatakan ASInya keluar banyak dan mengetahui apakah kolostrum sudah bengkak & nyeri.tangan. 1 sampai angkat jahitan habis hari ke 7 atau 10. Nadi= 94 x/mnt. luka kering & menutup rapat.klien bisa menyusui bayinya/rawat gabung.4 & 5.40c A:Masalah teratasi tapi tetap perlu observasi terus. 09. 08.15  Merawat luka dengan tehnik aseptic  Mengobservasi tanda & gejala infesi .35  Memberikan ampicillin 500 mg/Oral.serta mempergunakan sarung tangan 2 20agustus’ 01 11. 1 22 Agustus’ 01 08. suhu = 36. 11.. perdarahan (-). P: Teruskan rencana intervensi No. dietnya tdk boleh pantang. RR=24 x/mnt.3.30  Memberikan ampicillin 500 mg & S: 0bat lainnya  Mengukur TTV= 120/70 mmHg.55  Menjelaskan manfaat & maksud membasahi pakaian.10 09. pus (-). A: Masalah teratasi . O:Post-op hari ke 4.

30 serta perdarahan (-).  Memberikan ampicillin 500 mg & 0bat lainnya. 13. O:Payudara tdk lagi bengkak & nyeri.15  Menganjurkanmelakukan perawatan S: Klien mengatakan sudah mengerti ttg cara pera watan payudara serta maksud & tujuannya.35 mem bersihan payudaranya  Menyarankan klien menggunakan pompa payudara u/mengeluarkan ASI  Menganjurkan klien selalu merawat & P: Teruskan rencana intervensi No. ASI keluar deras = ± 200 cc.55 12. 1 & 2 .   Menjelaskan ttg cara menyusi & pentingnya gizi yg adekuat selama menyu sui bagi ibu & bayi.klien belum bisa menyusui bayinya krn masih dirawat intensif.11.  Menganjurkan klien u/menyeka badan setiap hari (2 x/hari). 2 22 Agustus’ 01 10.35 13.15 13.35 10. A:Masalah teratasi sebagian payudara sendiri dng dibantu/awasi.

1 23 Agustus’ 01 08. suhu A:Masalah teratasi 2 23 Agustus’ 01 08. O:ASI terus keluar banyak.05 08. nyeri tidak ada.70c O:Post-op hari ke 5. 1 & 2 EVALUASI KESELURUHAN : TANGGAL 23/8/2001 NO.20  Mengobservasi keadaan luka serta S: tanda & gejala infeksi. A : Masalah teratasi sebagian. 1 Nadi= 92 x /mnt.  Mengukur TTV= TD=120/80 mmHg = 36. DIAGNOSA 1 EVALUASI S : Klien tidak mengeluh tentang keadaan lukanya.angkat jahitan selang seling. O : Luka tampak kering dan tidak ada pus/ darah yang keluar. luka sudah diangkat1/2 selang-seling.payudara tdk lagi bengkak. P : Rencana intervensi di hentikan sementara oleh karena klien pulang. . A:Masalah teratasi  Memberikan support bahwa klien P: Rencana Intervensi diteruskan hanya No.40  Mengingatkan klien u/ merawat & S: Klien mengatakan siap menyusui bayinya membersihkan payudaranya  Menyarankan klien u/ segera menyu sui bayinya bila sudah diperbolehkan mampu menyusui bayinya.35 09. RR= 24 x/mnt.30 09. P: Tetap teruskan rencana intervensi No.luka kering.

Bayi klien tampak menetek dengan baik dalam waktu A : Masalah teratasi. ASI keluar lancar. ±15 –20 menit. a. P : Rencana internensi dihentikan. .23/8/2001 2 S : Klien sudah tidak mengeluh payudaranya nyeri dan tegang dan bengkak. O : Payudara tampak lembek.

Jakarta ………………2000. Lab.et all. Soetomo. Yayasan Bina Pustaka S.P.W.Abdul Bari dkk.Lynda Juall.Eleman Bandung Carpenito.Surabaya. Edisi 8. 2001.. SMF Ilmu Kebidanan & Penyakit Kandungan RSUD Dr.FK. Obstetri Fisiologi..EGC.2001. 1989.Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo & JNKKR-POGI.1993.DAFTAR PUSTAKA Bagian Obstetri & ginekologi FK. Pedoman Diagnosa & Terapi. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Hanifa.Unpad. Surabaya Saifudin. . Jakarta. Diktat Kuliah Ilmu Keperawatan Maternitas TA: 2000/2001 PSIK. Unair. Jakarta ……………. 2001. Ilmu Bedah Kebidanan. Buku Saku Diagnosa Keperawatan.

Hasil USG menunjukan kelainan letak tersebut. masalah keperawatan yang timbul sesuai dengan masalah keperawatan yang ada pada kasus nyata. INTERVENSI Dari perencanaan yang telah ditetapkan dalam konsep dasar askep ternyata bisa diterapkan juga pada kasus nyata. .Namun pada proses selanjutnya akan akan terjadi gangguan pada organ-organ lain bila tidak diatasi segera sehingga gejala diatas akan muncul juga pada pasien B. . hal ini sesuai dengan perkembangan itu sendiri yang dapat mengakibatkan gangguan pada organ lain.Ibu merasakan pergerakan janin pada bagian bawah perut.BAB IV PEMBAHASAN A. EVALUASI Dari implementasi (tindakan perawatan ) yang telah diterapkan untuk mengatasi masalah yangmuncul pada kasus nyata ada masalah yang bisa teratasi/masalah tidak terjadi dan masalah yang belum teratasi . Hal ini dikarenakan masalah keperawatan yang muncul secara teori dapat muncul juga pada kasus nyata D. dibawah pusat dan ibu merasakan benda keras (kepala) mendesak tulang iga.Terabanya bagian kepala janin pada bagian puncak fundus uteri. MASALAH KEPERAWATAN Ditinjau dari konsep asuhan keperawatan pada ibu bersalin post seksio sesarea dengan indikasi letak sungsang. . Akan tetapi kalau dikaji lebih lanjut sebenarnya masih ada lagi masalah keperawatan yang bisa dimunculkan . PENGKAJIAN Secara teori didiagnosis jika didapatkan salah satu dari gejala berikut : . C. IMPLEMENTASI Perencanaan yang telah ditetapkan baik pada konsep teori maupun pada kasus nyata dapat diterapkan secara langsung pada pasien E.

pemeriksaan USG. Oleh karenanya diperlukan observasi ketat dan terapi yang tepat serta skill yang professional baik dari dokter maupun perawat. letak terdengarnya DJJ. hal ini dikarenakan masalah yang muncul bisa berasal dari patogenesis kelainan letak sungsang itu sendiri maupun dari proses persalinan . 2. Hal ini mengingat penatalaksanaan yang pada umumnya berakhir dengan tindakan operatif . letak pergerakan janin. 3. yaitu timbulnya keadaan gawat janin. Masalah-masalah keperawatan yang timbul pada ibu bersalin dengan letak sungsang lebih kompleks. Diagnosis letak sungsang terutama ditentukan oleh adanya pemeriksaan letak janin. Dan yang menjadi indicator utama yaitu terabanya bagian kepala janin pada bagian puncak fundus uteri.BAB V PENUTUP A.. Penetapan rencana perawatan yang sesuai dengan masalah yang timbul pada ibu bersalin dengan letak sungsang serta tindakan keperawatan yang efektif untuk mengatasi masalah keperawatan tersebut akan dapat mencegah prognosis yang lebih buruk . KESIMPULAN 1.