Anda di halaman 1dari 16

ACARA I KARBOHIDRAT

A. PELAKSANAAN PRAKTIKUM
1. Tujuan : - Mengetahui cara melakukan isolasi amilum dari umbi/bijian-umbian. - Mengetahui cara melakukan hidrolisis amilum menngunakan asam. - Melakukan identifikasi karbohidrat (monosakarida, disakarida, dan

polisakarida) berdasarkan reaksi-reaksi dan perubahan warnanya. 2. Hari,tanggal 3. Tempat : Senin, 26 November 2012. : Laboratorium Kimia, Lantai III, Fakultas MIPA, Universitas Mataram.

B. TINJAUAN PUSTAKA
Karbohidrat merupakan senyawa karbon, hidrogen dan oksigen yang terdapat dalam alam. Banyak karbohidrat mempunyai rumus empiris CH2O. Karbohidrat sebenarnya adalah polisakarida, aldehida dan keton atau turunan mereka. Salah satu perbedaan utama antara berbagai tipe - tipe karbohidrat ialah ukurannya. Monosakarida adalah satuan karbohidrat yang tersederhana, mereka tidak dapat dihidrolisis menjadi molekul karbohidrat yang lebih kecil. Monosakarida dapat diikat bersama-sama membentuk dimer, trimer dan sebagainya dan akhirnya polimer. Dimer-dimer disebut disakarida. Sedangkan monosakarida yang mengandung gugus aldehid disebut aldosa. Glukosa, galaktosa, ribose, dan deoksiribosa semuanya adalah aldosa. Monosakarida seperti fruktosa dengan gugus keton disebut ketosa. Karbohidrat tersusun dari dua atau delapan satuan monosakarida dirujuk sebagai oligosakarida. Jikadiperoleh dari hidrolisis maka karbohidrat iti disebut polisakarida (Fessenden, 1990). Karbohidrat memiliki beberapa sifat kimia berdasarkan gugus fungsinya. Yang pertama adalah sifat mereduksi, yaitu biasanya kelompok monosakarida dan disakarida mampu mereduksi agen pengoksidasi, misalnya ion –ion logam ( seperti Cu2+, Ag+ ) yang terdapat pada pereaksi tertentu. Yang kedua, karbohidrat terutama kelompok monosakarida mampu membentuk furfusal dan turunanya akibat dehidrasi. Yang ketiga adalah karbohidrat mampu membentuk osazon saat dipanaskan dengan larutan yang mengandung fenilhidrazin berlebih. Yang keempat gugus hidroksil pada karbohidrat dapat membentuk estaer jika direaksikan dengan asam dan yang kelima monosakarida dapat membentuk glikosida yang jika direaksikan dengan metal alcohol (Wahyudi,2003)

1

dan penta hidroksil aldehid maka glukosa adalah aldosa. 2003). karena semakin banyak gula dalam larutan maka semakin gelap warna endapan (Anonim. Sedangkan karbohidrat yang dapat dihidrolisis menjadi banyak molekul monosakarida dinamakan polisakarida. beras. singkong . jika mengandung grup keton maka disebut ketosa.6-glikosidik ini menyebabkan terjadinya cabang.6-glikosidik. Amilum atau pati merupakan suatu polisakarida yang banyak terkandung dalam tumbuhan misalnya pada umbi kentang. 2009 ). daun. dan padipadian lain). rantai lurus. Monosakarida bersifat redutor. Monosakarida bisa diklasifikasikan lebih jauh. terdiri atas dua macam polisakarida yang kedua-duanya adalah polimer dari glukosa. Dengan cara mensintesis pati. Glukosa punya struktur molekul C6H12O6. Amilum atau dalam bahasa sehari-hari sering disebut pati terdapat pada umbi. secara kasar juga berlaku secara kuantitatif. Uji kuantitatif dilakukan dengan menentukan kadar pati dari isolat amilum pada umbi. dan reaksi benedict (Wahjudi. biji-bijian (butir gandum . tumbuhan dapat menimbun kelebihan glukosa.4-glikosidik dan sebagian lagi ikatan 1. reaksi molisch. 2 . Batang pohon sagu mengandung pati yang setelah dikeluarkan dapat dijadikan bahan makanan. yaitu amilosa (kira-kira 20-28%) dan sisanya amilopektin. tersusun atas enam karbon. Tumbuhan menumpuk pati sebagai granul atau butiran di dalam plastid yang termasuk bagian dari kroloplas. Adanya ikatan 1. Contoh ketosa yang penting adalah fruktosa.4-glikosidik.Karbohidrat yang tidak bisa dihrolisis ke susunan yang lebih simple dinamakan monosakarida. Benedict Reagen digunakan untuk mentes atau memeriksa kehadiran gula monosakarida dalam suatu cairan. yang banyak ditemui pada buah dan berkombinasi dengan glukosa pada sukrosa disakarida (Morrison. Amilopektin juga terdiri atas molekul D-glukosa yang sebagian besar mempunyai ikatan 1. jagung. jadi molekulnya merupakan rantai terbuka. 1994). jika mengandung gugus aldehid maka disebut aldosa. karbohidrat yang dapat dihidrolisis menjadi dua molekul monosakarida dinamakan disakarida.2007:82). Umbi yang terdapat pada ubi jalar atau akar pada ketela pohon atau singkong mengandung pati yang cukup banyak. sehingga molekul amilopektin berbentuk rantai terbuka dan bercabang. Amilum dapat dihidrolisis sempurna dengan menggunakan asam sehingga menghasilkan glukosa (Poedjiadi. dengan diteteskannya Reagen akan menimbulkan endapan merah bata. Selain menguji kualitas. Amilosa terdiri atas 250-300 unit D-glukosa yang terikat dengan ikatan 1. Pati merupakan cadangan makanan bagi tumbuhan karena glukosa merupakan bahan bakar seluler yang utama (Poedjadi. Uji kualitatif dilakukan dengan berbagai reaksi kmia yaitu reaksi peragian. Amilum merupakan salah satu jenis polisakarida yang terdapat banyak di alam. yaitu pada sebagian besar tumbuhan. Molekul amilopektin lebih besar daripada molekul amilosa karena terdiri atas lebih dari 1000 unit glukosa. 1983). batang dan biji-bijian.

Pipet volum . natrium karbonat.Timbangan analitik 3 . C.Corong Pisah .Gelas ukur 50 ml .Penangas air .Pisau .Penjepit .Rak tabung reaksi .Stopwatch .Erlenmeyer .Penyaring Buchner . Dalam hal ini terbentuk endapan Cu2O.Pipet tetes . mereduksi larutan yang mengandung kupri sulpat. 2009 ).Gelas kimia 200 ml . dan natrium sitrat. didasarkan pada kemampuan gula –gula pereduksi.Ada juga cara uji kualitatif lainnya yaitru Reaksi Benedict yang memiliki prinsip kerja Cu 2+ akan direduksi oleh gula menjadi Cu+. Glukosa mampu mereduksi ion Cu 2+ menjadi Cu+ yang mengendap sebagai Cu2O membentuk endapan merah bata.Pengaduk / spatula . Namun warna endapan yang terbentuk tergantung pada konsentrasi gula pereduksi yang diuji ( Rifqi. ALAT DAN BAHAN  Alat : .Tabung reaksi 10 ml .Uji benedict.Blender .Kertas saring . reaksi dinyatakan positif apabila terbentuk endapan berwarna biru kehijauan sampai merah batu bata /tergantung pada kadar gula reduksi yang tersedia ( Anonim. Reaksi Molish merupakan salah satu cara uji kualitatif karbohidrat dengan prinsip kerja yaitu ikatan glikosida pada karbohidrat akan terhydrolisa oleh H2SO4 (pekat) menghasilkan monosakarida yang kemudian dihydrasi membentuk Furtural. Dan bila direaksikan dengan Alpha Naftol akan memberikan warna ungu. 2008).

Larutan H2SO4 pekat .Alkohol 95% .Reagen Saliwanoff .Kain kasa . Bahan : .Larutan glukosa .Reagen benedict .Ubi kayu 100 gram (yang sudah di blender) 4 .Kertas label .Larutan buffer fosfat (pH 6.Indikator Amilum .Larutan 10% alfa naftol .6-6.Larutan Iodine .Tissue .Amilum yang diisolasi dari ubi kayu .Larutan 20% suspense ragi roti .8) .Aquades .Kertas saring .

Isolasi Amilum dari Umbi Ubi kayu .(+) 200 ml aquadest kemudian diblender sampai halus. Pati Dikeringkan pada suhu kamar. dilakukan beberapa kali. Disaring dengan kertas saring.D.Disaring residu dengan kain dan larutan yang keruh ditampung dalam gelas ukur 500 ml.(+) 200 ml aquadest dan dikocok. dicuci dan di timbang 100 gram . .Di kupas. Hasil 5 . .Didekantasi Larutan yang jenuh Endapan (+) 200 ml aquadest dan dikocok Larutan yang jernih Endapan (+) 100 ml alcohol 95%. CARA KERJA 1. Larutan yang jenuh Larutan yang jenuh .

Reaksi Molisch 2 ml glukosa (30 tetes) Dimasukkan ke dalam tabung reaksi.2. orange atau merah bata dan endapan merah bata menunjukkan reakis positif 4. Dipanaskan dengan penangas air selama 5 menit Warna hijau. Hasil 6 . Reaksi Benedict Reagen benedict = larutan karbohidrat 1% (glukosa. kuning. Dialirkan 2 ml H2SO4 pekat melalui dinding tabung yang dimiringkan hingga membentuk lapisan di bawah campuran. merah. Diamati perubahan warna.127 gr I2 dilarutkan dalam 100 ml air yang mengandung 3 gr KI 1 ml larutan karbohidrat 1% : amilum (15 tetes per ml) Diasamkan dengan larutan HCl encer 2 N (5 tetes) Pada semua tabung (+) 2 tetes larutan iodine. fruktosa) 5 ml Reagen benedict + 8 tetes larutan glukosa Dimasukkan ke dalam tabung reaksi. Adanya cincin ungu pada batas 2 cairan tersebut yang menunjukkan adanya karbohidrat 3. Uji Reaksi Iodine Larutan Iodine 0. (+) 2 tetes larutan 10% alfa naftol yang masih baru.

11 gr dengan kadar amilum 9.11 % Kesimpulan : Diperoleh amilum kering 9. Setelah ditetesi H2SO4. Berat amilum kering = 9. Uji kualitatif karbohidrat Langkah Kerja Hasil Pengama\tan a. Berat ubi kayu = 100 gram b. terbentuk cincin bening pada permukaannya.  x 100% = 9. 7 .05 gr resorcinol dilarutkan dalam 100 ml asam klorida (1:3) 2 tetes larutan karbohidrat 1% : glukosa.  dialirkan perlahan-lahan 2 ml H2SO4.11 gram f. warna larutan menjadi coklat bening dengan cincin di permukaannya. α-naftol dan  Glukosa (kuning bening) :  Setelah ditetesi larutan α-naftol. Uji Reaksi Saliwanoff Reagen saliwanoff 0. Reaksi Molisch  Glukosa  2 ml glukosa 1 %  + 2 tetes larutan 1% dicampur. Berat amilum kering + kertas saring = 10. Hasil E. Amilum dalam suspense alcohol 95 % berwarna putih d.5.11 % dengan warna putih jernih. Kadar amilum = i.40 g. Semua tabung reaksi dipanaskan dalam penangas air mendidih selama 1 menit sampai terbentuk warna merah tua. Setelah kering berwarna putih e. Berat kertas saring = 1. fruktosa Dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang telah berisi 2 ml reagen saliwanoff.29 h. Setelah di blender akan tercampur / homogeny dan berwarna putih susu c. HASIL PENGAMATAN  Isolasi amilum dari umbi / biji-bijian a.

 Fruktosa  5 ml fruktosa 1 % + 2 teteslarutan 10 % alfanaftol yang masih baru dan  Fruktosa (putih bening)  Setelah ditetesi larutan α-naftol. warna larutan menjadi coklat hitam pekat tanpa cincin di (tercampur seluruhnya). Setelah ditambah iodine (kuning).  2 ml reagen saliwanoff + 2 tetes larutan fruktosa lalu dipanaskan selama 1 menit. setelah ditetesi glukosa tidak ada perubahan.  Glukosa  Setelah reagen saliwanoff yang berwarna kuning bening dicampur dengan larutan glukosa berubah warna menjadi agak sedikit kunning bening. dialirkan perlahan-lahan 2 ml H2SO4. Setelah ditetesi H2SO4. terbentuk cincin bening pada bagian permukaannya. d. Setelah 8 . Reaksi Benedict  5 ml reagen benedict + 8 tetes larutan glukosa diletakkan pada tabung dan  Reagen benedict berwarna biru tua.  Setelah ditambahkan HCl. ReaksiSaliwanoff  Glukosa  2 ml larutan glukosa 1% + 2 mL reagen saliwanoff + 2 tetes larutan glukosa lalu dipanaskan selama 1 menit. c. b. dicampur. larutan menjadi bening. dimasukkan dalam penangas air selama 5 menit.  Fruktosa setelah reagen saliwanoff dicampur dengan larutan fruktosa. Setelah dipanaskan. larutan berwarna bening. terjadi perubahan warna dari bening menjadi biru keunguan. Setelah dipanaskan selama 5 menit terbentuk 2 fase yaitu atas hijau lumut dan bawah berwarna biru. Reaksi Iodine 1 ml larutan amilum + 3 tetes HCl + 2 tetes iodine. larutan menjadi bening seluruhnya.

40 gr Dit : Kadar amilum.29 gr Berat kertas saring + pati/ amilum = 10. Persamaan Reaksi  Reaksi Molisch Reaksi yang berlangsung adalah sebagai berikut : 1. Fruktosa 9 . larutan menjadi merah.11 % b.11 gr Berat kertas saring = 1. .??? Jawab : Kadar Amilum = Berat amilum kering / 100 gr × 100% = 9. F. . Isolasi amilum dari singkong (Manihot utilisima) Diket :Berat amilum kering = 9. Glukosa 2.11 gr / 100 gr × 100 % = 9. ANALISIS DATA a.dipanaskan.

Rumus cincin ungu yang terbentuk Reaksi Benedict Berikut reaksi yang berlangsung: O ║ O ║ R— C — H + Cu2+ + 2OH.→ R— C — OH + Cu2O + H2O Gula Pereduksi Reaksi Iodine Iodium + amilum Ikatan iodin amilum (biru) Endapan Merah Bata 10 .3.

ketosa terdeteksi pada zat uji Fruktosa dengan terbentuknya warna jingga.Reaksi Saliwanoff Pada uji Seliwanoff. yaitu karena terbentuknya resorsinol. Berikut adalah reaksinya : 11 .

Dimana. Amilum terdiri atas dua macam polisakarida yang kedua-duanya merupakan polimer dari glukosa yaitu amilosa dan amilopektin.mengetahui cara melakukan hidrolisis amilum menngunakan asam dan mengetahui identifikasi karbohidrat (monosakarida. dimana karbohidrat adalah amilum atau pati yang merupakan zat makanan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita yang biasanya terdapat pada umbi-umbian. pada uji kuantitatif dilakukan isolasi amilum dari umbi. 12 .G. batang dan biji-bijian. yang bertujuan untuk mengetahui cara isolasi amilum dari umbi/biji-bijian. dan uji kualitatif karbohidrat dilakukan dengan menggunakan reaksi Molisch. daun. reaksi iodin. reaksi Benedict. disakarida dan polisakarida) berdasarkan reaksi–reaksi dan perubahan warnanya.dan reaksi saliwanoff. Uji yang akan dilakukan meliputi uji kuantitatif dan kualitatif dari karbohidrat. PEMBAHASAN Praktikum kali ini yaitu mengenai karbohidrat.

molekul tinggi tetapi stukturnya bercabang tinggi (Poejiadi. Pati terdapat dalam jumlah tinggi pada golongan umbi dan biji-bijian. Sedangkan pada fruktosa Setelah ditetesi larutan α-naftol. 13 . ini menunjukkan bahwa reaksi negative. konsentrasi asam sulfat pekat bertindak sebagai agen dehidrasi yang bertindak pada gula untuk membentuk furfural dan turunannya yang kemudian dikombinasikan dengan α-naftol untuk membentuk produk berwarna (Harrow. Isolat amilum yang didapatkan larutan berwarna kuning yang merupakan amilopektin yang larut dalam air dan amilumnya yang putih tidak larut dalam air sehingga mengendap. pati dapat dipisahkan menjadi amilosa dan amilopektin. α. Cincin ungu merupakan senyawa kompleks yang menandakan bahwa larutan terdapat furfural (Poejiadi. Pati mengandung 2 jenis polimer glukosa. Sampel ditambah alpha naphthol 10% dan asam sulfat (H2SO4) pekat. Sehingga dapat diperkirakan terjadi kesalahan pada uji yang dilakukan. Pati adalah polisakarida dengan sususan yang kompleks. sampel yang digunakan adalah glukosa dan fruktosa. Pada reaksi ini tidak terbentuk cincin ungu pada batas kedua cairan. 1946).amilase terdiri dari rantai unit-unit Dglukosa yang panjang.amilase dan amilopektin. Hidrolisis polisakarida dilakukan untuk memperoleh senyawa karbohidrat yang sederhana. Setelah ditetesi H2SO4. timbul perubahan pada glukosa setelah ditetesi larutan α-naftol.11 gram dengan kadar amilum 9. Uji kualitatif yang pertama dlakukan yaitu uji reaksi molisch. 1994). 1994).Percobaan pertama yang dilakukan yaitu percobaan isolasi amilum dari ubi kayu/biji-bijian untuk menentukan kadar pati yang terdapat dalam 100 gr ubi kayu. Hal ini tidak sesuai teori yang menyatakan. terbentuk cincin bening pada bagian permukaannya. dari ubi kayu ditambah alkohol 95 % kemudian di dekantasi beberapa kali dengan aquades diperoleh pati/amilum kering berwarna putih dengan berat 9. Pada uji kualitatif karbohidrat bertujuan untuk mengetahui komponen penyusun suatu senyawa atau adanya suatu karbohidrat. Setelah ditetesi H2SO4.11 %. warna larutan menjadi coklat hitam pekat tanpa cincin (tercampur seluruhnya). α. Diperkirakan.larutan yang bereaksi positif akan memberikan cincin yang berwarna ungu ketika direaksikan dengan α-naftol dan asam sulfat pekat. terbentuk cincin bening pada permukaannya. warna larutan menjadi coklat bening dengan cincin di permukaannya. Pati atau amilum merupakan polimer dari glukosa dan apabila dilarutkan dalam air panas. Uji Molisch adalah pengujian untuk mengetahui senyawa mengandung karbohidrat atau tidak. Percobaan selanjutnya yaitu uji kualitatif karbohidrat.

Uji Kedua. Dalam hal ini suatu karbohidrat merupakan suatu polihidroksi keton sehingga nantinya akan mempunyai gugus 14 . terdapat unit-unit glukosa yang membentuk rantai heliks karena adanya ikatan dengan konfigurasi pada tiap unit glukosanya. Dari kedua sampel hanya sampel fruktosa yang bereaksi positif. Gula pereduksi adalah gula yang mengalami reaksi hidrolisis dan bisa diurai menjadi sedikitnya dua buah monosakarida. Keempat Uji reaksi Saliwanoff. uji reaksi Benedict adalah uji untuk membuktikan adanya gula pereduksi (yang memiliki gugus aldehid atau keton bebas). uji reaksi iodine.sedangkan pada fruktosa setelah reagen saliwanoff dicampur dengan larutan fruktosa. 2011). Dalam percobaan yang dilakukan pada larutan amilum dan HCl encer larutan menjadi bening setelah ditetesi larutan iodien memberikan perubahan warna dari bening menjadi biru keunguan. Amilum dengan iodine dapat membentuk kompleks biru. dilakukan untuk mengetahui adanya gugus keton dalam sampel. Pada uji iodine bertujuan untuk mengidentifikasi adanya pati. glikogen maupun dekstrin akan berawarna coklat atau merah. kondensasi iodine dengan karbohidrat golongan polisakarida akan memberikan reaksi dengan larutan iodine dan memberikan warna spesifik bergantung pada jenis karbohidratnya. Bentuk ini menyebabkan pati dapat membentuk kompleks dengan molekul iodium yang dapat masuk ke dalam spiralnya. amilopektin dengan iodine akan berwarna merah violet. sehingga menyebabkan warna biru tua pada kompleks tersebut (Riyad . larutan berwarna bening. Oleh karena itu uji iod ini juga dapat membedakan amilum dan glikogen. Ini menunjukkan adanya reaksi positif karena ada perubahan warna hijau. Uji selanjutnya. larutan menjadi merah. Hasil yang didapatkan pada reaksi ini setelah ditetesi glukosa tidak ada perubahan dan setelah dipanaskan selama 5 menit terbentuk 2 fase yaitu atas hijau lumut dan bawah berwarna biru. Pada glukosa setelah reagen saliwanoff yang berwarna kuning bening dicampur dengan larutan glukosa berubah warna menjadi agak sedikit kuning bening. 2008) ). bahwa ini menunjukkan reaksi positif. Setelah dipanaskan. Uji benedict terutama dilakukan untuk karbohidrat pereduksi yang dapat mereduksi ion logam (misalnya Cu2+ bereaksi dengan pereaksi benedict membentuk endapan Cu2O berwarna merah bata. larutan menjadi bening seluruhnya. Reaksi positif bila reaksi ditunjukan dengan perubahan warna larutan menjadi merah/merah bata.Setelah dipanaskan. hijau atau bisa saja berwarna kuning (Rifki. Hal ini disebabkan karena dalam larutan pati.

Pada pereaksi seliwanoff.2011). 15 .  Reaksi Benedict yang ditandai dengan terbentuknya endapan merah bata dan perubahan warna pada sampel.  Reaksi Iodine yang ditandai dengan terbentuknya warna ungu pada larutan. Saran Bagi para praktikan diharapkan lebih teliti dan hati-hati dalam menjalankan praktikum agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diingkan serta tujuan dari praktikum dapat tercapai.  Reaksi Molisch ditandai dengan terbentuknya cincin berwarna ungu. PENUTUP a. Dari hasil pengamatan diperoleh bahwa kedua sampel tidak terbentuk cincin ungu dibagian tengah.  Reaksi Saliwanoff yang ditandai dengan larutan yang terbentuk yaitu merah bata yang menyatakan bahwa sampel tersebut mengandung gugus keton. Glukosa dan fruktosa mempunyai gugus keton sehingga menghasilkan reaksi positif ( Elfa. disaring dan ditimbang berapa kadar amilum yang terdapat didalamnya yang disertai dengan penambahan etanol 95%. Dan hasil positif pada fruktosa dan negative pada glukosa Kesemua bukti atau hasil dari reaksi tersebut membuktikan bahwa ada unsur karbohidrat atau untuk mengidentifikasi karbohidrat.2011).11%  Identifikasi karbohidrat dapat dilakukan dengan cara Reaksi Molisch. H. didekantasi. b. disini mungkin terjadi kesalahan pada saat melakukan percobaan sehingga hasilnya tidak sesuai. Hasil yang dapat dari isolasi amilum dari umbi-umbian yaitu 9. Namun hasil yang diperoleh berbeda pada sampel glukosa yang menandakan uji negative karna tidak membentuk perubahan warna merah.keton. Jika dipanaskan karbohidrat yang mengandung gugus keton akan menghasikan warna merah pada larutannya ( Wahyu. Dari hasil pengamatan menunjukkan bahwa reaksi positif terdapat pati karena terbentuk warna biru keunguan. Reaksi Benedict. Kesimpulan  Isolasi Amilum dari Umbi-umbian dapat dilakukan dengan cara umbi-umbian tersebut d haluskan (blender). terjadi perubahan oleh HCl panas menjadi asam levulinat dan hidroksilmetil furfural. Dari hasil pengamatan menunjukkan reaksi positif karena terjadi perubahan warna. Reaksi Iodine dan reaksi Saliwanoff.

com/tentang-dunia-susu/. Diakses 29 November 2012. http://arrayst. Malang: UM Press. Fessenden. pada Diakses http://arifqbio. Poejiadi. Rifqi. Diakses pada : http://jejaringkimia.2007. Organic Chemistry Fourth Edition. Riyad. UI Press. 1994. 2008. Diunduh pada 29 November 2012. Morrison.blogspot. Wahyu.DAFTAR PUSTAKA Anonim. dkk. Jejaring Kimia.com. Dasar-dasar Biokimia. 16 . A.University. Poedjiadi. Seri Pengantar Biokimia.1983. 1990. Dasar-Dasar Biokimia.com/journal/item/15/seri_Penangantar tanggal 29 November 2012. Jakarta. Wahjudi.multiplay. New York: New York. 2009. Anna. 2003. Jakarta : UI Press. Jakarta: Erlangga. Kimia Organik Edisi Ketiga . Robert Thornton. Kimia Organik II. Diakses Biokimia. Ralp J.wordpress.