Tujuan Belajar : Setelah mempelajari Materi ini, diharapkan Mahasiswa mampu

:

1. Menjelaskan Pengertian Variabel 2. Menjelaskan Jenis – jenis Variabel Penelitian 3. Mengidentifikasi Variabel – variable Penelitian 4. Menjelaskan Definisi Operasional dan Cara Pengukurannya 5. Mengembangkan Definisi Operasional Penelitian.
Pengampu : 1
Hand Out Mata Kuliah “METODOLOGI RESEARCH”

Untuk Prodi D III Kebidanan Poltekkes Surakarta Semester V Tahun Akademik 2008/2009 O M K S S a y t d A t e d o D g I h e O M KM SK S,,, S aS ya ty diiit Ad tA et diiie od Do g... D Ig h ::: I eh Ollle

• Variable dapat dikatakan sebagai suatu sifat yang diambil dari suatu nilai yang berbeda (different values). 2007) Secara Teoritis. S aS ya ty diiit Ad tA et diiie od Do g. Kerlinger (1973) • Variable adalah konstruk (constructs) atau sifat yang akan dipelajari.. penghasilan. Misalnya : tingkat aspirasi. kemudian ditarik kesimpulannya. 2 Hand Out Mata Kuliah “METODOLOGI RESEARCH” Untuk Prodi D III Kebidanan Poltekkes Surakarta Semester V Tahun Akademik 2008/2009 O M K S S a y t d A t e d o D g I h e O M KM SK S. Dengan demikian... D Ig h ::: I eh Ollle . jenis kelamin.Variabel Penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut. (Sugiyono. produktifitas kerja. Variabel itu merupakan suatu yang bervariasi. Kidder (1981) Variable adalah suatu kualitas (qualities) dimana peneliti mempelajari dan menarik kesimpulan darinya. Variasi nilai itu bisa diukur secara kualitatif atau kuantitatif. pendidikan. golongan gaji. Bhisma Murti (1996) Variable didefinisikan sebagai fenomena yang mempunyai variasi nilai. para ahli telah mendefinisikan Variable sebagai berikut : Hatch & Farhady (1981) Variable didefinisikan sebagai Atribut seseorang atau obyek yang mempunyai variasi antara satu orang dengan yang lain atau satu obyek dengan obyek yang lain.. status social. dll.

Ahmad Watik Pratiknya (2007) Variable adalah Konsep yang mempunyai variabilitas. pendidikan. Soekidjo Notoatmodjo (2002) • Variable mengandung pengertian ukuran atau cirri yang dimiliki oleh anggota – anggota suatu kelompok yang berbeda dengan yang dimiliki oleh kelompok yang lain. obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya. Dr. Konsep yang berupa apapun. status perkawinan. variable dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang bervariasi. S aS ya ty diiit Ad tA et diiie od Do g. Dr. D Ig h ::: I eh Ollle . Dengan demikian. sifat atau ukuran yang dimiliki atau didapatkan oleh suatu penelitian tentang sesuatu konsep pengertian tertentu. maka dapat dirumuskan definisi Variabel Penelitian adalah : Suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang. maka dapat disebut sebagai variable. Sedangkan Konsep adalah penggambaran atau abstraksi dari suatu fenomena tertentu. • Variable adalah sesuatu yang digunakan sebagai ciri. Berdasarkan pengertian – pengertian di atas. • Misalnya : umur.. asal mempunyai ciri yang bervariasi. pengetahuan... jenis kelamin.. 3 Hand Out Mata Kuliah “METODOLOGI RESEARCH” Untuk Prodi D III Kebidanan Poltekkes Surakarta Semester V Tahun Akademik 2008/2009 O M K S S a y t d A t e d o D g I h e O M KM SK S. pendapatan. dsb. pekerjaan.Sudigdo Sastroasmoro Variable merupakan karakteristik subyek penelitian yang berubah dari satu subyek ke subyek lainnya. penyakit.

Variabel Variable ini sering disebut sebagai Variabel Stimulus. 4 Hand Out Mata Kuliah “METODOLOGI RESEARCH” Untuk Prodi D III Kebidanan Poltekkes Surakarta Semester V Tahun Akademik 2008/2009 O M K S S a y t d A t e d o D g I h e O M KM SK S.Kegunaan Variabel Penelitian : • • • Untuk mempersiapkan alat dan metode pengumpulan data Untuk mempersiapkan metode analisis/pengolahan data Untuk pengujian hipotesis Variabel Penelitian Yang Baik : • • Relevan dengan tujuan penelitian Dapat diamati dan dapat diukur alam suatu penelitian. S aS ya ty diiit Ad tA et diiie od Do g. Berdasarkan HUBUNGAN ANTARA SATU VARIABLE DENGAN VARIABLE YANG LAIN. Risiko.. variebel perlu D Diiiid Diik da an n klla de en assiiffiik nttiiffiik ka ka assii d assii. D Ig h ::: I eh Ollle . Kausa... atau Variable Bebas. Variabel Independen Antecedent. Predictor. Pengaruh. maka macam – macam variabel dalam penelitian dapat dibedakan menjadi : 1.. Treatment.. D D D Diid Se de ecca effiin ar ra niissiik aO Op pe ka er an ra nS assiio on na all dengan jelas dan tegas agar tidak menimbulkan kesalahan dalam pengumpulan dan pengolahan data serta dalam pengujian hipotesis D alam terminologi Metodologik. dikenal beberapa macam variabel penelitian. Variabel Perlakuan.

Variabel Terpengaruh. V Va arriia ab be ell IIn nd de ep pe en nd de en n/ /B Be eb ba as s 2... Variabel Terikat atau Variabel (Structural Equation Modeling) atau Pemodelan Persamaan Struktural. Variabel Terikat merupakan Variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Variabel Bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel Dependen (terikat). Contoh : “Pengaruh Therapi Musik terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan…” V Va arriia ab be ell D De ep pe en nd de en n/ /T Te erriik ka att 5 Hand Out Mata Kuliah “METODOLOGI RESEARCH” Untuk Prodi D III Kebidanan Poltekkes Surakarta Semester V Tahun Akademik 2008/2009 O M K S S a y t d A t e d o D g I h e O M KM SK S. Kriteria.. Dalam SEM Sering disebut sebagai Variabel Out Put. Dinamakan Contoh : “Pengaruh Therapi Musik terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan…” sebagai Variabel Bebas karena bebas dalam mempengaruhi variabel lain. Variabel Independen disebut juga sebagai Variabel Indogen.Dalam SEM (Structural Equation Modeling) atau Pemodelan Persamaan Struktural. Disebut Variabel Terikat karena variabel ini dipengaruhi oleh variabel bebas/variabel independent. Konsekuen. Variabel Dependen Tergantung. Variabel Efek. S aS ya ty diiit Ad tA et diiie od Do g. Variabel Independen disebut juga sebagai Variabel Eksogen.. D Ig h ::: I eh Ollle .

. Dalam hal ini Tuckman (1988) menyatakan “an intervening variable is that factor that theoretically affect the observed phenomenon but cannot be seen. D Ig h ::: I eh Ollle . dan hubungan semakin rendah bila peranan dosen kurang baik dalam menciptakan iklim belajar. or manipulate”. Variabel Moderator Variabel Moderator adalah variabel yang mempengaruhi (Memperkuat dan Memperlemah) hubungan antara Variabel Bebas dan Variabel Terikat. tetapi Tidak Dapat Diamati dan Diukur. Variabel ini merupakan variabel Penyela/Antara yang terletak diantara Variabel Bebas dan Variabel Terikat. Motivasi Belajar (Variabel Bebas) Motivasi Belajar (Variabel Terikat) (Variabel Moderator) Iklim Belajar 4 4. Variabel Intervening 6 Hand Out Mata Kuliah “METODOLOGI RESEARCH” Untuk Prodi D III Kebidanan Poltekkes Surakarta Semester V Tahun Akademik 2008/2009 O M K S S a y t d A t e d o D g I h e O M KM SK S.. measure. Variabel Intervening adalah Variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara Variabel Bebas dengan Variabel Terikat... Contoh hubungan Variabel Independen – Moderator – Dependen : Hubungan motivasi dan prestasi belajar akan semakin kuat bila peranan dosen dalam menciptakan iklim/lingkungan belajar sangat baik.. Variabel Moderator disebut juga Variabel Independen Kedua. S aS ya ty diiit Ad tA et diiie od Do g. sehingga Variabel Bebas tidak secara langsung mempengaruhi berubahnya atau timbulnya Variabel Terikat.3.

maka besarnya pengaruh Metode 7 Pembelajaran terhadap Penguasaan Keterampilan Pertolongan Persalinan Kala II dapat diketahui lebih pasti. Sedangkan Variabel Kontrol yang ditetapkan adalah sama. Variabel Kontrol Variabel Kontrol adalah Variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga hubungan variabel bebas terhadap variabel terikat tidak dipengaruhi oleh factor luar yang tidak diteliti. Contoh : Pengaruh Metode Pembelajaran terhadap Penguasaan Keterampilan Pertolongan Persalinan Kala II. Variabel Bebasnya adalah Metode Pembelajaran. dari kelompok mahasiswa dengan latar belakang sama (tingkat/semesternya sama). Hand Out Mata Kuliah “METODOLOGI RESEARCH” Untuk Prodi D III Kebidanan Poltekkes Surakarta Semester V Tahun Akademik 2008/2009 O M K S S a y t d A t e d o D g I h e O M KM SK S. S aS ya ty diiit Ad tA et diiie od Do g. Penghasilan (Variabel Bebas) (Variabel Intervening) Gaya Hidup Umur Harapan Hidup (Variabel Terikat) Budaya Lingkungan (Variabel Moderator) 5.. misalnya Standard Keterampilan sama. Variabel Kontrol sering dipakai oleh peneliti dalam penelitian yang bersifat membandingkan. Di sini ada varaibel antaranya yaitu yang berupa Gaya Hidup seseorang. Dengan adanya Variabel Kontrol tersebut. melalui penelitian eksperimental. D Ig h ::: I eh Ollle . Antara variabel penghasilan dan gaya hidup terdapat variabel moderator yaitu Budaya Lingkungan Tempat Tinggal..Contoh : Tinggi rendahnya penghasilan akan mempengaruhi secara tidak langsung terhadap umur harapan hidup. misalnya Metode Ceramah & Metode Demonstrasi... dari institusi yang sama.

... A Ak ka an n tteetta ap pii… ….. h hu ub bu un ng V elliit ak ka tiia an nd an n diia am ma at tii.. ar riia ab be ell B Be eb ba as sd D Da ga alla an na am mP an nt Pe ta en ar ne ra elliit as se tiia em mu an ua nK a Ku ua alliit ta at tiiff. M ullt ta Mo an od nb de er ba ra aiik at to kV or r Va ar riia ab a pu ny un nI ya an In ng nt gB te er Ba rv aiik ve en ka niin ak ng ka gs an n se eh hiin ng gg ga aP Pe en ne elliit at ta tiia au up an m Va ar riia ab be ell t te er rs se eb bu ut t. .. Kala II (Variabel Terikat) Tk/Semester. S aS ya ty diiit Ad tA et diiie od Do g.... T ec ca ar Te ra er as riik siim ka at mu t.. D Ig h ::: I eh Ollle ... t ya an ng te g et ta ap pii m me er ru up pa ak ka an ns diik sa klla at tu as uk siiffiik ke es sa ka t Ho olliis st tiic c))... 8 Hand Out Mata Kuliah “METODOLOGI RESEARCH” Untuk Prodi D III Kebidanan Poltekkes Surakarta Semester V Tahun Akademik 2008/2009 O M K S S a y t d A t e d o D g I h e O M KM SK S. . Institusi sama (Variabel Kontrol) P Pa alla –g alla ad ge da a– ejja as ak so ke oc en ciia ny ya all iit at ta aa an tu nn us ny ya se a. h ha all iin Va ar riia nii k ab be ell t ka ar re te en er na rs aP se eb Pe bu en ut ne ta K ge ejja alla a iit Ku ua tu alliit ut tiid ta at da tiiff b ak kd da be ap er pa ra at as t su um ms sii b ba ah hw wa ag d at as tu siik ua an ka ny an n. G er riin Ge ng ejja g m ba er ag rk ga ka aii m aiit t ma ac ca am mv va ar riia ab be ell y ya me an elliip ng gs pu sa ut alliin tii b ng be gt er rb te s be ell B Be eb ba as se s. . me en ng ga am ma at tii s se em mu ua aV k ka er ar rb re ba en ag na ga aa aii h ad da ha an all.. tiid da ak kd da ap pa at td diip piis sa ah hk ka an n ((H N Na am mu un n..Metode Ceramah & Metode Demonstrasi (Variabel Bebas) Penguasaan Keterampilan Pertolongan Pers. m ny ya ak ma ke ak et ka te a er rb ba at ta as sa an nd da alla am mb be p ar ha riia an ny ab ya be am ell me em mffo ok ku us sk ka an np pe pa en ad ne da elliit ab be tii s eb be er se ra er ap riin pa aV ng gh Va s da an nV Va ar riia sa ab ajja be ell T ay ya Te aiit er riik tu uV ka at Va t. .

tiap variasi berdiri sendiri secara terpisah. Sunda. Variasinya tidak menunjukkan Perurutan atau Kesinambungan. Batak dsb. S aS ya ty diiit Ad tA et diiie od Do g.. ataukah kategori itu lebih baik atau lebih buruk dari kategori 9 Hand Out Mata Kuliah “METODOLOGI RESEARCH” Untuk Prodi D III Kebidanan Poltekkes Surakarta Semester V Tahun Akademik 2008/2009 O M K S S a y t d A t e d o D g I h e O M KM SK S... AB • Ras : dapat dibedakan atas Mongoloid.Pengukuran. Misalnya : • Jenis Kelamin : dibedakan antara laki – laki dan perempuan • Pekerjaan : dapat dibedakan petani. D Ig h ::: I eh Ollle . pedagang • Golongan Darah : dibedakan atas Gol. pegawai. B. Skala Nominal Skala Nominal Adalah Suatu himpunan yang terdiri dari anggota – anggota yang mempunyai kesamaan tiap anggotanya. Skala Nominal. Kaukasoid. 0.. Negroid. • Suku Bangsa : dpt dibedakan dalam suku Jawa. dan memiliki perbedaan dari anggota himpunan yang lain. A. yaitu : P engukuran Variabel Penelitian dapat dikelompokkan menjadi 4 Skala 1. Dalam Skala Nominal tidak dapat dipastikan apakah kategori satu mempunyai derajat yang lebih tinggi atau lebih rendah dari kategori yang lain yang lain.

sama atau lebih rendah daripada nilai yang lain. Skala Ordinal Adalah skala variabel yang menunjukkan tingkatan – Skala Ordinal Adalah Himpunan yang beranggotakan menurut rangking.Skala Ordinal tingkatan. Contoh : • • • Tingkat Pendidikan : dikategorikan SD. S aS ya ty diiit Ad tA et diiie od Do g. Dsb. pangkat atau jabatan.. sehingga jarak atau intervalnya dapat Dikatakan Skala Interval bila jarak atau perbedaan antara nilai pengamatan satu dengan nilai pengamatan lainnya dapat diketahui secara pasti. 10 Hand Out Mata Kuliah “METODOLOGI RESEARCH” Untuk Prodi D III Kebidanan Poltekkes Surakarta Semester V Tahun Akademik 2008/2009 O M K S S a y t d A t e d o D g I h e O M KM SK S. SMP. Tidak Setuju. Skala Interval Adalah Skala Data Kontinum yang batas variasi nilai satu dengan yang lain jelas. dan III. PT Pendapatan : Tinggi. D Ig h ::: I eh Ollle . Skala Ordinal adalah Kategori yang dapat diurutkan atau diberi peringkat. Tetapi • kita tidak bisa menentukan secara pasti besarnya perbedaan keparahan itu..Skala Interval dibandingkan. SMA. Sikap (yang diukur dengan Skala Linkert) : Setuju. Skala Ordinal adalah Skala Data Kontinum yang batas satu variasi nilai ke variasi nilai yang lain tidak jelas.2.. Rendah Tingkat Keganasan Kanker : dikategorikan dalam Stadium I. Hal ini dapat dikatakan bahwa : Stadium II lebih berat daripada Stadium I dan Stadium III lebih berat daripada Stadium II. Ragu – ragu.. sehingga yang dapat dibandingkan hanyalah nilai tersebut lebih tinggi. urutan. II. 3. Sedang.

suhu 360Celcius jelas lebih panas daripada suhu 240Celcius..dsb). dsb. oleh karena itu batas – batas Variasi Nilai pada Skala Interval bersifat A AR RB BIIT TR RE ER R (ANGKA NOL-nya TIDAK Absolut). Alasannya : Penentuan skala 00Celcius Tidak • • Absolut (=00Celcius tidak berarti Tidak Ada Suhu/Temperatur sama sekali). Misalnya : • Skala Ratio Adalah Skala yang disamping batas intervalnya jelas. juga variasi nilainya memunyai batas yang tegas dan mutlak ( mempunyai Tinggi Badan : sebagai Skala Ratio. Tetapi tidak bisa dikatakan bahwa suhu 360Celcius 1½ kali lebih panas daripada suhu 240Celcius. D Ig h ::: I eh Ollle .. 4. • • • Denyut Nadi : Nilai 0 dalam denyut nadi dapat dikatakan Tidak Ada Sama Sekali denyut nadinya. Contoh : • Temperature / Suhu Tubuh : sebagai skala interval. 11 Hand Out Mata Kuliah “METODOLOGI RESEARCH” Untuk Prodi D III Kebidanan Poltekkes Surakarta Semester V Tahun Akademik 2008/2009 O M K S S a y t d A t e d o D g I h e O M KM SK S.Nilai variasi pada Skala Interval juga dapat dibandingkan seperti halnya pada skala ordinal (Lebih Besar. Berat Badan Dosis Obat. Jarak. hal ini JUGA dapat dikatakan Bahwa : tinggi badan 180 adalah 1½ kali dari tinggi badan 120 Cm. Lebih Kecil. dsb. Tingkat Kecerdasan. S aS ya ty diiit Ad tA et diiie od Do g. tinggi badan 180 Cm dapat dikatakan mempunyai selisih 60 Cm terhadap tinggi badan 120 Cm.. Skala Ratio = Skala Perbandingan.. tetapi Nilai Mutlaknya TIDAK DAPAT DIBANDINGKAN secara Matematis. nilai NOL ABSOLUT ).. Sama.

Dengan demikian. (Cara ini dijumpai dalam Uji Q Cochran pada Pengujian Hipotesis).D ari uraian di atas jelas bahwa Skala Ratio. Skala Interval memiliki ciri – ciri yang dimiliki Skala Ordinal dan Nominal. Skala Nominal yang diberi label 0. Adanya perbedaan tingkat pengukuran memungkinkan terjadinya Transformasi Skala Ratio dan Interval menjadi Ordinal atau Nominal. Skala Ratio mempunyai sifat – sifat yang dimiliki Skala Interval. 12 Hand Out Mata Kuliah “METODOLOGI RESEARCH” Untuk Prodi D III Kebidanan Poltekkes Surakarta Semester V Tahun Akademik 2008/2009 O M K S S a y t d A t e d o D g I h e O M KM SK S. sedangkan Skala Ordinal memiliki sifat yang dimiliki Skala Nominal. sehingga memudahkan analisis data. Interval. Skala Ordinal dan Nominal tidak dapat diubah menjadi Interval atau Ratio. perempuan tidak dapat dikatakan 1 lebih banyak dari laki – laki. 1 atau 2 dikenal sebagai Dummy Variable (Variabel Rekayasa). D Ig h ::: I eh Ollle ... Hal ini dimaksudkan agar dapat menerapkan metode statistic tertentu. Sebaliknya. terutama yang menghendaki skala data dalam bentuk Ordinal atau Nominal. Misalnya : Pemberian label 1 untuk laki – laki dan 2 untuk perempuan tidak mempunyai arti kuantitatif (tidak mempunyai nilai / hanya kode).. Transformasi ini dikenal sebagai Data Reduction atau Data Collapsing. Ordinal dan Nominal berturut – turut memiliki nilai kuantitatif dari yang Paling Rinci ke yang Kurang Rinci.. S aS ya ty diiit Ad tA et diiie od Do g. Pemberian label tersebut dimaksudkan untuk mengubah kategori huruf (Alfabet) menjadi kategori Angka (Numerik). Ordinal dan Nominal.

. tetapi tidak ada mekanisme pengaruh – mempengaruhi . Keduanya merupakan variable terikat dari variable bebas yaitu “Pertumbuhan”. K triis Ko or re ella as sii S Siim me etr s Korelasi Simetris terjadi bila antar dua variable terdapat hubungan. Korelasi Simetris terjadi karena : ™ Kebetulan. 13 Hand Out Mata Kuliah “METODOLOGI RESEARCH” Untuk Prodi D III Kebidanan Poltekkes Surakarta Semester V Tahun Akademik 2008/2009 O M K S S a y t d A t e d o D g I h e O M KM SK S. S aS ya ty diiit Ad tA et diiie od Do g.Dikenal 3 macam Korelasi antar Variabel. Keduanya merupakan indicator “Kemampuan” Kontraksi Otot.. ™ Sama – sama sebagai Indikator dari suatu konsep yang sama. Misalnya : Kenaikan gaji dosen dengan turunnya hujan deras.. K Ko or re ella as sii As me et tr riis s Korelasi Asimatris ialah Korelasi antara dua variable dimana variable yang satu bersifat mempengaruhi variable yang lain ( Variable Bebas dan Variable Terikat ) Contoh : Tingginya kadar lipoprotein dalam darah akan mengakibatkan arterosklerosis.. masing – masing bersifat mandiri. ™ Sama – sama merupakan akibat dari factor yang sama (Sebagai akibat dari Variabel Bebas) Contoh : Hubungan antara berat badan dan tinggi badan. yaitu : 11. D Ig h ::: I eh Ollle .. Misalnya : Hubungan antara kekuatan kontraksi otot dengan ketahanan kontraksi otot . 2 Asiim 2..

dsb. M endefinisikan Menggambarkan variable / secara operasional variable adalah penelitian mendeskripsikan sedemikian rupa.. sedangkan Malnutrisi mengakibatkan atrofi selaput lendir usus yang akhirnya menyebabkan malabsorbsi. sehingga variable tersebut bersifat : ¾ Spesifik ( Tidak Beinterpretasi Ganda ) ¾ Terukur ( Observable atau Measurable ) Contoh variable yang berinterpretasi ganda : Status Gizi.. Korelasi Timbal Balik adalah Korelasi antar dua variable yang antar keduanya saling pengaruh – mempengaruhi. D Ig h ::: I eh Ollle . S aS ya ty diiit Ad tA et diiie od Do g.3 3. Variable ini dapat diukur dan dideskripsikan dengan bermacam kombinasi pengertian atau pengukuran. Korelasi antar Variabel ini akan Lebih Jelas maknanya pada saat Pembahasan tentang Hipotesis.. 14 Hand Out Mata Kuliah “METODOLOGI RESEARCH” Untuk Prodi D III Kebidanan Poltekkes Surakarta Semester V Tahun Akademik 2008/2009 O M K S S a y t d A t e d o D g I h e O M KM SK S.. K Ko or re ella as sii T Tiim mb ba all – –B Ba alliik k. seperti : ¾ Berat Badan (BB) dengan Tinggi Badan (TB) ¾ BB – TB dengan Usia ¾ Kadar Protein serum ¾ Lingkar Lengan Atas dan Lingkar Kepala.. Malabsorbsi akan mengakibatkan Malnutrisi. Contoh : Korelasi antara Malnutrisi dan Malabsorbsi..

Kebiasaan responden dalam mengkonsumsi makanan yang rasanya asin. D Ig h ::: I eh Ollle . maka Variabel bebasnya (misalnya) adalah Obesitas. Tidak Pernah Nominal 15 Hand Out Mata Kuliah “METODOLOGI RESEARCH” Untuk Prodi D III Kebidanan Poltekkes Surakarta Semester V Tahun Akademik 2008/2009 O M K S S a y t d A t e d o D g I h e O M KM SK S.. (Alimul Hidayat. 2007) D De ef fiin niis sii O Op pe er ra as siio on na all ditentukan berdasarkan Parameter yang dijadikan ukuran dalam penelitian. Maka Definisi Operasionalnya dapat dibuat sebagai berikut : NO 1 VARIABEL Obesitas DEFINISI OPERASIONAL Kelebihan massa tubuh responden yang didapat berdasarkan perhitungan rasio berat badan dan tinggi badan pada kurun waktu tiga bulan terakhir. Sedangkan Variabel terikatnya adalah Hipertensi. Sehingga dalam Definisi Operasional mencakup penjelasan tentang : • • • • Contoh : Suatu penelitian dengan judul “Faktor – factor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi pada ibu hamil…” Berdasarkan judul tersebut. HASIL UKUR / KATEGORI 1 : IMT > 27 kg/m2 2 : IMT ≤ 27 kg/m2 SKALA Nominal Nama variable Definisi penelitian. variable berdasarkan konsep/maksud 2 Diet Tinggi Garam Intensitas : 1 : Sering 2..D De ef fiin niis sii O Op pe er ra as siio on na all adalah mendefinisikan variable secara operasional berdasarkan karakteristik yang diamati yang memungkinkan peneliti untuk melakukan observasi atau pengukuran secara cermat terhadap suatu objek atau fenomena.. S aS ya ty diiit Ad tA et diiie od Do g. Hasil Ukur / Kategori Skala Pengukuran. Diet Tinggi Garam. Sedangkan cara pengukuran adalah Cara dimana variable dapat diukur dan ditentukan karakteristiknya.. Genetik dan Umur.

. • TD : 100 – 109 mmHg.... HASIL UKUR / KATEGORI 1: Ada Keluarga yg Hipertensi 2: Tidak ada keluarga yg hipertensi 1: Muda (16 – 25 tahun) 2: Dewasa (26 – 35 tahun) 3: Tua (36 – 46 tahun) Borderline : • TS : 140 – 159 mmHg. Ringan : • TS : 160 – 179 mmHg. • TD : 110 – 119 mmHg. Usia responden yang terhitung sejak lahir hingga ulang tahun terakhir. Ordinal 16 Hand Out Mata Kuliah “METODOLOGI RESEARCH” Untuk Prodi D III Kebidanan Poltekkes Surakarta Semester V Tahun Akademik 2008/2009 O M K S S a y t d A t e d o D g I h e O M KM SK S. • TD : > 120 mmHg. • TD : 90 – 99 mmHg. SKALA Nominal 4 Umur Ordinal 5 Hipertensi Suatu keadaan dimana tekanan darah responden (ibu hamil) melebihi batas normal yaitu sistolik ≥ 150 mmHg dan Diastolik > 90 mmHg. S aS ya ty diiit Ad tA et diiie od Do g. Sedang : • TS : 180 – 209 mmHg.NO 3 VARIABEL Genetik DEFINISI OPERASIONAL Factor keturunan yang dimaksud adalah adanya riwayat hipertensi dalam keluarga yaitu orang tua atau saudara kandung. D Ig h ::: I eh Ollle . Berat : • TS : > 210 mmHg.

S SU UM MB BE ER RK KE EP PU US ST TA AK KA AA AN N :: 1. Soekidjo (2002). Jakarta.org/Metode/variabel. D Ig h ::: I eh Ollle .org/Metode/variabel. Ahmad W. Jakarta. Available from http://www. Dalam bahasan ini hanya didasarkan pada Karakteristik Hubungan antar Variabel yang membedakan Variabel dalam 2 macam. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktek. Notoatmodjo.oo00oo -------------- 17 Hand Out Mata Kuliah “METODOLOGI RESEARCH” Untuk Prodi D III Kebidanan Poltekkes Surakarta Semester V Tahun Akademik 2008/2009 O M K S S a y t d A t e d o D g I h e O M KM SK S. Azis (2007). yaitu Variabel Independen dan Variabel Dependen. Jakarta. Alfabeta. Jakarta. Pengertian. Sugiyono (2007). Alimul. Rineka Cipta. 3. Dasar – Dasar Metodologi Penelitian Kedokteran dan Kesehatan. Jakarta. Jakarta. Statistik untuk Penelitian.. Macam dan Jenis Variabel Sangat beraneka ragam berdasarkan berbagai Kriteria. Arikunto..htm --------------. S aS ya ty diiit Ad tA et diiie od Do g. Gramedia Pustaka Utama.litagama. Salemba Medika. 4. Pratiknya (2007). Suharsimi (2002). Penerapan Metode Statistik Non Parametrik dalam Ilmu – ilmu Kesehatan.. 5. Metode Penelitian Kebidanan dan Teknis Analisis Data. Raja Grafindo Persada. 2.. 6.litagama. Rineka Cipta. Bhisma Murti (1996). 7. Metodologi Penelitian Kesehatan.htm Secara Teori. (Disesuaikan dg Kegunaan KTI) http://www.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful