Anda di halaman 1dari 6

Tugas Individu

1. Tuliskan Hasil Small Group Discussion a) Mekanisme kerja filtrasi untuk sterilisasi Prinsip sterilisasi secara mekanik (filtrasi) yaitu menyaring suatu cairan non steril dengan kertas membran sehingga cairan yang melewatinya akan terbebas mikroba (steril). Pada umumnya bahan yang disterilkan melalui cara ini adalah bahan yang mengandung senyawa tidak tahan suhu tinggi atau tekanan tinggi seperti serum darah, antibiotik, glukosa dll. Filter apparatus umumnya terdiri dari corong, filter base, penjepit corong, labu pengumpul, selang, dan pompa vakum. Filter apparatus juga dapat digunakan untuk menghitung mikroorganisme dengan prinsip yang sama dengan sterilisasi filtrasi. Kertas membran filter memiliki pori-pori yang sangat kecil, lebih kecil dari ukuran bakteri pada umumnya. Diameter pori-pori dapat berukuran 0,2 um, 0,45 um, 0,65 um dll.

b) Jenis mikroba yang cocok untuk metode filtrasi pada sterilisasi. Sterilisasi dengan penyaringan dilakukan untuk mensterilisasi cairan yang mudah rusak jika terkena panas atau mudah menguap (volatile). Cairan yang disterilisasi dilewatkan ke suatu saringan (ditekan dengan gaya sentrifugasi atau pompa vakum) yang berpori dengan diameter yang cukup kecil untuk menyaring bakteri. Virus tidak akan tersaring dengan metode ini. Jadi, proses ini ditujukan untuk sterilisasi mikroba yang menghasilkan bahan yang peka panas, misalnya larutan enzim dan antibiotik. Bayu Octavian Prasetya, 121710101118 Page 1

Sterilisasi dengan penyaringan, yakni sterilisasi yang tergantung pada penghilangan mikroba secara fisik dengan adsorpsi pada media penyaring atau dengan mekanisme penyaringan, digunakan untuk sterilisasi larutan yang tidak tahan panas. Ketersediaan obat yang disterilkan dengan cara ini, diharuskan

menjalani pengesahan yang ketat dan memonitoring karena efek produk hasil penyaringan dapat sangat dipengaruhi oleh banyaknya mikroba dalam larutan yang difiltrasi.

c) Bahan/benda yang dapat digunakan untuk sterilisasi dengan metode filtrasi. Menurut APHA (1999) kertas membran yang baik adalah yang bebas dari bahan inhibitor atau stimulus pertumbuhan, bebas dari bahan yang mampu menginterfrensi indikator media, tinta skala yang tidak beracun, berdiameter 47 mm, berpori maksimal 0,45 um, minmal 70 % luas area berpori. Mampu dilewati dengan flow rate 55 ml/menit/cm2 pada 25oC, diharapkan tetap mampu menyaring kultur cair 1x103 Serratia marcescens. Sedangkan ISO11133-1 (2009:8) menyarankan menggunakan filter berukuran 0,2 m dan membasuh kertas membran setelah digunakan untuk melarutkan substansi yang tertinggal pada kertas membran seperti protein dan antibiotik. Media membran penyaring yang tersedia saat ini yaitu selulosa asetat, selulosa nitrat, fluorokarbonat, polimerakrilik, polikarbonat, poliester, poli vinil klorida, vinil, nilon, politef dan juga membran logam, dan ini dapat diperkuat atau ditunjang oleh bahan berserat internal.

d) Kelebihan dan kelemahan metode filtrasi untuk sterilisasi Kenyataan bahwa penyaring membran adalah lapisan tipis polimer memberikan banyak keuntungan, tetapi juga memberikan beberapa kerugian jika dibandingkan dengan penyaring tebal seperti penyaring dari bahan porselen atau bahan masir. Kelebihan :

Karena banyak dari permukaan membrane adalah suatu ruangan yang kosong atau ruang terbuka, maka penyaring yang cukup baik dirakit dan disterilkan akan memberikan suatu keuntungan berupa laju alir yang tinggi.

- Kecepatan pada penyaringan sejumlah kecil larutan - Efektif untuk mensterilkan materi-materi yang tidak tahan panas - Penggunaan penyaring tertentu - Peralatan yang digunakan murah Bayu Octavian Prasetya, 121710101118 Page 2

Kelemahan

Kerugian karena membrane umumnya rapuh, sehingga penting untuk menetapkan bahwa rakitan sudah cukup baik dan membran tidak akan rusak atau pecah selama perakitan, sterilisasai atau selama penggunaan.

- Mempunyai kecenderungan meng-absorbsi beberapa senyawa aktif tertentu selama proses penyaringan - Kemungkinan kerusakan bentuk penyaring sehingga kesterilan hasil yang di peroleh tidak pasti - Tidak dapat menyaring virus - Hanya sekali pakai

2. Prinsip Kerja Autoclave Prinsip kerja autoklaf adalah penggunaan uap air jenuh pada tekanan diatas tekanan atmosfer dan digunakan untuk memanaskan isi autoklaf. Pada awalnya, muatan/isi autoklaf tersebut dalam keadaan dingin, kemudian uap air memenuhi ruang dalam autoklaf sehingga tekanannya menghasilkan suhu tinggi. Agar autoklaf bekerja dengan tepat, perlu dipastikan bahwa uap air telah benar-benar jenuh (udara dalam autoklaf harus dikeluarkan). Umumnya, autoklaf telah dirancang bekerja untuk sterilisasi pada temperature 121C dengan tekanan 103,4 kPa (15 lbf in-2) atau pada temperatur 115C dengan tekanan 69 kPa (10 lbf in-2). Temperatur yang bisa dicapai akan lebih rendah jika masih terdapat sebagian udara yang bercampur dengan uap air dalam ruang autoklaf. Adanya udara dalam wadah saat sterilisasi dapat mengakibatkan kurang efisiennya sterilisasi. Autoklaf hanya dapat mencapai suhu maksimal pada kondisi uap air murni. Grafik berikut menggambarkan penurunan suhu jika terdapat campuran udara pada wadah autoklaf saat sterilisasi. (Hardy, S.P. 2002 Human Microbiology, Taylor and Francis dalam Hogg, 2005:341).

Bayu Octavian Prasetya, 121710101118

Page 3

3. Pengertian Istilah : a. Sterilisasi Mutlak/Absolut Sterilisasi mutlak adalah usaha membebaskan media atau bahan pangan dari segala macam bentuk kehidupan. Sterilisasi, mutlak dibutuhkan untuk inaktivasi total seluruh bentuk kehidupan mikroba, yang berkaitan dengan kemampuan reproduksi mikroba.

b. Sterilisasi Komersial

Sterilisasi komersial biasanya digunakan untuk sterilisasi produk pangan karena tidak bisa diberi perlakuan suhu tinggi. Apabila produk pangan tersebut disterilisasi dengan suhu tinggi maka dapat merubah sifat organoleptiknya sehingga kualitasnya menurun.

Pada sterilisasi komersial, proses sterilisasi ditujukan untuk membunuh semua mikroorganisme yang hidup pada suhu penyimpanan normal (disuhu ruang). Harus diingat, bahwa beberapa mikroorganisme bisa membentuk spora yang mampu bertahan pada suhu tinggi. Pada kondisi penyimpanan yang benar, spora ini tidak bergerminasi, tetapi pada suhu penyimpanan yang salah (suhu penyimpanan diatas suhu penyimpanan normal), maka spora tersebut dapat bergerminasi dan menyebabkan kerusakan makanan kaleng.

c. Pasteurisasi Pasteurisasi adalah sebuah proses pemanasan makanan dengan tujuan membunuh mikroorganisme merugikan seperti bakteri, virus, protozoa, kapang, dan khamir. Proses pembunuhan mikroba patogen dengan suhu terkendali berdasarkan waktu kematian termal bagi tipe patogen yang paling resisten untuk dibasmi. Dalam proses pasteurisasi yang terbunuh hanyalah bakteri patogen dan bakteri penyebab kebusukan namun tidak pada bakteri lainnya. Pasteurisasi biasanya dilakukan untuk susu, rum, anggur dan makanan asam lainnya. Suhu pemanasan adalah 65oC selama 30 menit.

d. Blanching Blanching dapat mengurangi jumlah mikroorganisme pada permukaan pangan sehingga dapat membantu dalam operasi pengawetan terutama sterilisasi dengan panas.

Bayu Octavian Prasetya, 121710101118

Page 4

e. Boiling Pemanasan dengan cara merebus bahan yang akan disterilkan pada suhu 100oC selama 10-15 menit. Boiling dapat membunuh sel vegetatif bakteri yang patogen maupun non patogen. Namun spora dan beberapa virus masih dapat hidup. Biasanya dilakukan pada alat-alat kedokteran gigi, alat suntik, pipet, dll.

Small Group Discusion 2 1. Kriteria pemilihan media/substrat untuk memproduksi bioproses. Harus mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan mikroba seperti air, sumber karbon, nitrogen oksigen, mineral-mineral dan faktor penumbuh lainnya. Harus mempunyai tekanan osmosis, tegangan muka dan pH yang sesuai Tidak mengandung zat penghambat Steril Murah Mudah didapat Tidak musiman

2. Sebutkan jenis nutrien dan sumbernya, yang dibutuhkan mikroba Jenis nutrient yang digunakan oleh Acetocbacter Xylinum adalah nutrient yang banyak mengandung Air, mineral, glukosa protein yang banyak terdapat pada air kelapa atau molases sehingga Acetocbacter Xylinum akan membentuk Nata Selulosa.

BAYU OCTAVIAN PRASETYA 121710101118 THP C

Bayu Octavian Prasetya, 121710101118

Page 5

DAFTAR PUSTAKA http://xa.yimg.com/kq/groups/22975017/1859714557/name/Efisiensi+Autoklaf.pdf http://id.wikipedia.org/wiki/Pasteurisasi http://nisa-zahra.blogspot.com/2012/06/jenis-pengawetan-makanan.html http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._BIOLOGI/196805091994031KUSNADI/BUKU_COMMON_TEXT_MIKROBIOLOGI,_Kusnadi,dkk/BAB_II_metode.p df http://praktikmikrobiologi.blogspot.com/2012/10/1.html http://praktikmikrobiologi.blogspot.com/2013/01/bab-3-sterilisasi-bagian-1.html ISO/TS 11133-1 : 2009. Microbiology of food and animal feeding stuffs Guidelines on preparation and production of culture media Part 1: General guidelines on quality assurance for the preparation of culture media in the laboratory, 2nd edition APHA. 1999. Standard Methods For The Examination Of Water And Wastewater, Membrane Filter Technique For Members Of The Coliform. American Public Health Association, American Water Works Association, and Water Environment Federation. Hogg, Stuart. 2005. Essential Microbiology. John Wiley and Sons, Ltd. http://viyufika.wordpress.com/metode-sterilisasi/ http://liaardyta.blogspot.com/2013/04/sterilisasi.html http://www.scribd.com/doc/45866684/STERILISASI-C-FILTRASI http://amazingbiges.blogspot.com/2011/05/kelebihan-dan-kekurangan-sterilisasi.html

Bayu Octavian Prasetya, 121710101118

Page 6