Golongan dan Contoh Obat Dosis ES Indikasi Kontraindikasi Menghambat sintesis dinding sel/beta laktam Penisilin Penisilin NB= harus diberikan 1 jam sebelum dan sesudah makan kecuali amoksisilin oral dan dapat ditingkatkan kadarnya dlam darah dengan probenezid 10mg/kgBB setiap 6 jam peroral Dosis -Penisilin G prenteral dalam vial 200-20 juta unit bubuk, sdiannya penisilin G prokain, benzitin(dosis dwasa 1-4 mU; anak 25rb400rbunit/kg/hari dalm 46 dosis) -Penisilin V tablet 200 mg dan 625 mg dan sirup 125 mg/5ml(dosis 0,25-0,5 gram anak= 25-50 mg/kg/hari dalam 4 dosis) ES Indikasi =Infeksi kokus gram positif a.Infeksi pneumokokus  Pneumonia penisilin G prokain 0,6 jta unit stiap 12 jam selama 7-10 hari  Meningitis penisilin G 20-30 juta unit dg tetesan atau bolus IV tiap 2-3 jam selama 14 hari  Endokarditis  penisilin G 12-20 juta unit sehari b.Infeksi streptokokus 95% karena S.pyrogens group A atau Streptokokus beta hemoliticus  Faringitis dan skarlatina  faringitis supuratif 0,6 juta unit penicilin G tiap 6 jam selama 10 hari  Dema rematik  profilaksis penisilin G benzatin 1,2 juta unit IM satu kali tiap 2-3 minggu dan sosis anak setengahnya  Menigitis Penisilin G 2-3 juta unit setiap 6jam IV selama 2 minggu  Otitis media akutPensilin V peroral 0,4 juta unit setiap 6 jam jika anak setiap 3-4 jam selama 2 minggu atau ampicilin oral  Mastodinia  penisilin G IM 0,5 juta unit setiap 3-4 jam selama 2 minggu  Endokarditis penisilin G IV 3-5 juta unit setiap 6 jam selama 4 minggu c. Infeksi stafilokokus 90% resistensi Penisilin G, sebaiknya dg Penisilin isoksazolil misalnya kloksiklin, dikloksiklin. =Infeksi kokus gram negatif Reaksi alergi  penisilin G yang tersering, reaksi anfilaksis, nefropati, anemia hemolitik, hepatitis anikterik , dermatitis kontak, demam, glositis Syok anafilaksis penanganan adrenalin secra SK 0,3-0,4 ml 1-4 kali suntikan atau hidrokortison 100mg/deksametason 510mg scr IV atu IM Reaksi toksik dan iritasi lokal Penisilin yang resiten Perubhan biologi susunan terhadap betalaktamase flora normal stafilokokus -Penisilin isoksazolil(oksasiklin, klokasiklin, dikloksasiklin); tablet kapsul 120mg,250mg,dan 500mg,:suspensi 62,5 mg/5 ml : bubuk kering 62,5 mg(dosis dewasa 4-6 X 250-500 mg/kg BB/hari , anak 15-25 mg/kgBB/hari diberikan satu jam sebelum atau sesudah Roat0939 makan) penislin -Ampisilin tablet atau kapsul 125,250,500 dan 1000mg : bubuk suspensi 500mg/5ml: sauntikan 0,1,0,25,0,5 dan 1 gr pervial (dosis 2-4 gram/hari dalam 4 kali oembetian, anak 50-100 mg/kgbb/hari dalam 4 dosis ) -Amoksisilin tablet atau kapsul 125mg, 250 mg, 500mg : sirup 125 mg/5ml (dosis 3X250-500mg, anak 20-40 mg/kgBB/hari dalam 3dosis)  Amoksisilin dan ampisilin  scr oral untuk ISK, sinusitis, otitis, ISPB, aktif untuk pneumokokus yang resisten penislin Sefalosporin 1st generation Roat0939 ES Infeksi meningokokusPensilin G IV 2juta unit stiap 2 jam selam 12-14 hari  Infeksi gonokokuspenisilin G bukan plihan terapi karena bnyak yg resistent  Sifilis  Penisilin G sangt efekstif , sifilis asimptomatikpenisilin G prokain 2,4 juta IM+1 gram probenezid oral slama 10 hari dosis tunggal, Neurosifilis Penisilin G prokain 20juta unit sehari selama 10 hari, bayi sifilis kongenital penisilin G prokain IM 50000 unit/kgBB 10 hari =aktinomikosis  Oenisilin G 12-20 juta unit Iv sehari selama 6 minggu diterukan pensilin V oral 500mg 4xsehari untuk 2-3 bulan berikutnya =infeksi batang gram positif Difteria Pensilin G prokain 2-3 juta unit sehari diberikan sbg dosis tunggal atau terbagi selama 10-12 hari Klostridiagangren gas dan tetanus , penislin G 12-20 juta unit sehari selama 2minggu Antraks  Penisilin G 5-10 unit/hari slama 2minggu Listeria  Penisilin G 15-20 juta selama2minggu untuk meningitis dan 4 minguu untuk endokarditis ErisipeloidPenisilin G benzatin 1,2 juta unit dosis tunggal =Infeksi batang gram negatif Salmonella dan shigella  ampisilin oral 1 gram 4 kali sehari selama 4 hari atau klotrimoksazol 800:160 setiap 12 jam selama 14 hari Haemophillus influenza ampisilin peroral dalam sehari 4 dosis selama 1-2 minggu Indikasi KI  Alergy sperti anafilaksis, Sensitif terhadap E.coli, K Penyesuaian dosis demam, ruam kulit, neffritis , pneumonia, proteus mirabilis, dan untuk gangguan ginjal Sefadoksil(PO) Dibuku ui hal 684 granulositopenia, anemia hemolitik Toksisitas ; tromboflebistis pasca IV, nefritis ginajl, kelainan perdarahan so bisa diberikan Vit.K 10 mg 2X seminggu Sefaleksin Sefadrin(PO) Sefazolin(IV) kokus anaerob Jarang digunakan Obat oral untuk ISK, , infeksi stafilokokus, infeksi streptokokus spt sellulitis atau abses jaringan lunak.namun tidak diandalkan untuk infeksi sistemik Kurang aktif terhadap S.aureus 1st line untuk profilaksis bedah Sbg alternatif untuk antistafilokokus penisilin Tdak bs melewati otak so gak bs mngobati meningitis Riwayat alergi penisilin dan hipersensitivitas akut Sesuaikan dosis untuk gangguan ginjal 2nd generation Sefoktositin(IV) Sefoteton(IV) Sefuroksin(IV) Sefuroksim asetil(PO) 3rd generation Sefatoksim(IV) Roat0939 H.influenza dan enterobacter, untuk Gagal ginjal infeksi campuran kuman aerob dan anaerob(b. fragilitis) ex, abses paru2 dan radang pelvis = sefoktosin =sefoktosin H.influenza dan k.pneumonia dan pneumokukous yang resisten penisilin , tdak untuk meningitis karena kurang aktif mskipun bs mlewati sawar darah otak. Terapi empiris sepsis yang tidak diketahui penyebabnya dan untuk pasien yang imunocomprimised dan yang paling tdak toxic untuk pasien yang imunokompremised dengan neutropilia, demam Aktif terhdp kuman gram positif Seftazidim(IV) Seftriakson(IV) maupun gram negatif aerobik. Efektif untuk meningitis karena bakteri gram negatif Aktif terhadap kuman gram positif tetapi kurang aktif dibandingkan sefalosporin generasi pertama 1st line untuk uretritis oleh gonokokus tanpa komplikasi Untuk meningitis 2x sehari dan infeksi lain 1x sehari Paling mnonjol untuk P.aeruginosa Efektif untuk Meningitis yg disebabkan oleh pneumokokus, meningokokus, H.influenza Efektif untuk pneumokokus yang resisten terhadap penisilin Untuk mngatasi P aeruginosa, enterobacteriae, S aureus, S.pneumonia, , Hemophilus, Neisseria, bisa penetresi k otak sangat bagus jadi bisa untuk terapi meningitis Mual muntah diare, ruam kulit, reaksi pada tempat infus, kejang sering pda pasien dg gangguan fungsi ginjal Tromboflebitis, demamototoksik, nefrotoksik, red man/red neck P.aeruginosa, gram positif, anaerob Gagal ginjal dan campuran 4th generation sefepim(IV) Obat beta laktam laiinyya; karbapanem Agen yang aktif di membran atau dinding sel lainnya; vankomisin Bakterisidal bakteri gram positif termsuk stafilokokus patogenik yg resisten nafsilin dan metilsilinendokarditis atau sepsis Bekerja sinergis dg gentamisin, Roat0939 streptomisin Enterokolitis cz c.difficile, Meningitis cz pneumokokus resisternt pnicilin yg Menghambat sintesis asam nukleat Sulfonamid Gangguan sistem hemtopoetik(anemia defisiensi G6PD, trombositopenia, Eosinofilia, hambatan sumsum tulang reversibel) Gangguan saluran kemih (kristaluria,iritasi, obstruksi, anuria, hematuria)dicegah dengan bnyak minum air putih 1000-1500 ml/hari atau membuat basa urin Reaksi alergi(dermatitis kontak, SJS, serum sickness, eritema) Demam, Hepatitis, Lain2 sakit kepala, mual, muntah Sulfonamid dengan absorbsi dan Dewasa; Oral 2-4 gram ekskresi cepat Anak 150 mg/kg BB/hari #Sulfisoksazol Sediaan tablet oral 500mg Hematuria atau kristaluria Rx hipersensitiv letal ISKbukan lini pertama , skrng dipakai klotrimoksazol Disentri basiler bukan first line, skrang dipakai ampisilin atau kloramphenicol Meningitis oleh meningokokus  profilaksis ; rifampicin, strain resisten ; penisilin G, ampicilin, 3rd sefalosporin, kloramphenicol jika sensitiv; sulfisoksazol 1 gram setiap 12 jam sebanyak 4 dosis Nokardiosisfirst line ; sulfadiazin/ sulfisoksazol 6-8 g/hari hingga smua gejala hilang Trakoma/ konjungtivitis inclusion bkan obat pilihan namun pemberian oral 3minggu efektif untuk trakoma Toksoplasmosis  kombinasi pirimetamin dg sulfadiazin atau sulfisoksazol Kemoprofilaksis untuk demam reuma streptokokus beta hemoliticu group A, disentri basiler, katerisasi ISK Interaksi antikoagulasi antidiabetik sulfonilurea, fenitoin obat oral, dan Roat0939 #Sulfametoksazol Kombinasi dengan trimetroprim menjadi klotrimoksazol #Sulfadiazin Dewasa 2-4 g Anak 60-150 mg/kgBB/hari setap 4-6 jam Sediaan tablet 500 mg #Sulfametizol Dewasa; 500-1000 mg dalam 3-4 kali /hari Sediaan tablet 250 dan 500mg Sulfonamid yang hanya diabsorbsi 0,5-6 g/hari sedikit oleh saluran cerna Sediaan tablet 500mg dan *Sulfasalazin suspensi 50mg/ml Sulfonamid untuk penggunaan topikal ^^Sulfasetamid Kristaluria ISK dan infeksi sistemik KOMBINASI sulfadiazin(1g/hari 4kali pemberian) dan pirimetamin (dosis inisal 75 mg kmd 25 mg sekali sehari ) sbg terapi lini pertama toxoplasmosis akut ISK ^^ag-sulfadiazin ^^ mefenamid Sulfonamid dengan kerja panjang Heinz bodi anemia, Kolitis ulcerativ , enteritis regional, agranulositosis, hemolisis reumatoid artritis akut, mal, demam, artralgia, ruam kulit Sediaan salep mata 10% Topikal infeksi mata (konjungtivitis Hipersensitiv dan tetes mata 30% akut dan kronis) sulfonamid 1-2 tetes stiap 2 jam untuk infeksi berat dan 3-4 kali sehari untuk infeksi kronik Krim 10mg/g 1-2 kali/hari Rasa terbakar , gatal dan Mengurangi jumlah mikroba dan Luka yang besar dan erupsi kulit infeksi pada luka bakar dalam Krim 85 mg/g 1-2 kali/hari Nyeri pd tempat pemberian, dg ketebalan 1-2 mm reaksi laergi dan kekeringan jaringan karena luka tidak dibalut dan metabolit obat mnghambt enzim karbonat anhidrase, urin mnjadi alkalis dan dapat asidosis metabolik sehingga sesak nafas dan hiperventilasi Sediaan berupa kombinasi Steven johnson sindrom Pencegahan dan pengobatan malaria Roat0939 @Sulfadoksin dg pirimetamin (500mg sulfadoksin dan 25 mg pirimetamin) = fansidar Klotrimoksazol (sulfametoksazol Sediaan dan trimetroprim) Tablet oral berisi 400mg sulfametoksazol dan 80 mg trimetoprim atau 800:160 Suspensi oral 200:40/5 ml Tablet pediatrik (100;20) Infus IV (400:80/5 ml) Dosis Dwasa; 800:160 setiap 12 jam Anak ; 40mg/kgbb:8mg/kgBB p.falcifarum yang resisten kloroquim Pencegahan pneumonia pada AIDS Defisiensi folat Trombositopenia, megaloblastoma, leukopenia, 75% reaksi alergi pada kult spt sulfonamide; dermatitis eksofoliatis, SJS, toxic epidermal necrolisis, Mual, muntah, glositis, stomatitis, ikterus Depresi, halusinasi, sakit kepla Anemia, ganggunan koagulasi, granulositopenia, agranulositosis, purpura ISKbagian bawah /sistisis akut tanpa penuyilit (obstruksi pada wanita hamil) namun bnyak gram negatif yag sdah resistent. Hanya untuk infeksi yang ringan. Infeksi saluran nafas bronkitis kronis dengan eksaserbasi akut dan tidak untuk faringitis akut Otitis media akut dan sinusitis maksilaris akut Infeksi saluran cerna shigellosis Infeksi oleh pneumocystis cariniiiuntuk pasien aids efektif dg dosis 100mg/kgbb:20mg/kgbb 3-4 kali/hari Infeksi genitalia  tidak untuk gonore namun untuk chancroid dengan kombinasi dengan eritromisin Infeksi lainnyanorkadia, brusellosis Gagal ginjal klirens kreatinin <15 ml/menit tdak boleh diberikan Anak <2 tahun Wanita hamil dan menyusui Pemberian bersama diuretik mmpercpt trombositopenia Penghambat DNA girase Quinolon Hal 721 Saluran cerna  mual muntah dispepsia Sspsakit kepla, pusing, halusinasi, kejang, delirium Hepatotoksis jarang dijumpai Kardiotoksisitas Disglikemia Fototoksisitas akibat ISK dg atau tanpa penyulit yg disebabkan oleh kuman multiresiten dan P.aeruginosa Prostatitis bakterial akut atau kronis  siprofloksasin, norfloktasin, ofloktasin Infeksi saluran cerna demam tifoid dan kariersiprofloksasin dan ofloksasin, Usia<18 tahun karena melukai kaertilago yg sdang tumbuh mnyebabkan artropati namun reversible Roat0939 lomeflosasin dan pefloksasin Gatifloksasin sudah ditarik karena mnyebabkan hiperglikemia pd DM Tendinitis Mningkatkan kadar teofilin, antasid dan Fe mnurunkan 50% absorbsi quinolon diare karena shigella salmonella, E.coli, campilobacter ISN fluorokuinolon 1st generation untuk ISPB namun tdak peka untuk S.pneumonia dan S.aureus M.TB resisten multidrugsiprofloksasin dan ofloksasin Fibrosis kistik karena P.aeruginosa siproflosasin Penyulit yang ditularkan mll hub seksualuretritis dan servitis oleh gonokokus siprofloksasin dan reprofloksasin sbg 1st line(juga efektif utk C.trachomatis, H.ducrey namun tdak untuk T.palidum) Infeksi tulang dan sendi osteomielitis kuman gram negatif siprofloksasin oral Infeksi kulit dan jaringan lunakfluorokuinolon oral efektivitasnya sama dengan 3rd sefalosporin Bakterimia dan syok septik kuman Kehamilan aerobik gram negatif Gagal ginjal Infeksi pseudomonas yang resisten penisilin dan sefalosporin tobramisininfeksi p.aeruginosa karena bisa mncapai kadar jaringan perifer=darah untuk infeksi di jaringan paru, rongga sendi, cairan Menghambat sintesis protein (ribosom) Aminoglikosida Hal 713 Toksisitas meningkat pada usia lanjut, dan gangguan ginjal Pada kehamilan mnyebabkan janin Nefrotoksisitas,ototksisitas, dll. Streptomisin mnyebabkan kersuakan saraf VIII pada Roat0939 Infeksi mikobaterium2nd line dan hrus digunakan scr kombinasi untuk mncgah resistensi Infeksi NonTB Tularemia dan bubonik kombinasi dg tetrasiklin Samparkombinasi dg sulfadiazin Penisilin+strepstomisinendokarditis enterokokal akibat streptokokus viridans (selama 2 minggu ) Gentamisin 5-6 mg/kgBB/hari Nefrotoksisk reversibel dan Parenteralinfeksi kuman gram Topikal = krim salep ringan negatif mnyebabkan bakterimia, larutan 0,1-0,3 % Ototoksisitas meningitis, osteomielitis, pneumonia, Bersihan kreatinin hipersensitivitas infeksi luka bakar, ISK, infeksi THT dan 100ml/menit  5 tularemia mg/KgBB/hari Topikaluntuk luka bakar, luka, 80 profilaksis infeksi katerisasi dan ml/menit4mg/kgBB/hari stelah operasi , untuk infeksi mata 50 ml/menit 3 10mg disuntikkan subkonjungtiva mg/kgBB/hari Kanamasin dan neomisin Topikal larutan 1-5 Nefrotoksis dan ototksik parenteral  infeksi perforasi mg/ml dg batas dosis abdoment dan saluran kemih oleh 15mg/kgBB/hari proteus dan bakterimia oleh kuman enteriksdah ditinggalkan Oralmmbersihkan lumen usus untuk persiapan bedah usuus namun resiko superinfeksi1 gram neomisin stiap 6-8 jam slama 1-2 hari dikombinasi dg eritromisin 1g Streptomisin Dewasa 0,5-1 gram/hari Anak 7,5-15 mg/kgBB/hari fetus Pengguanaan topikal dapat bereaksi sistemik ex, gentamisin untuk luka bakar Ototoksisitas (vertigo ganfgguan keseimbangan ) bersifat irreversibel Demam, ruam kulit, manifestasi alergi, hipersensitivitas Flebitis bekas suntikan pleura, serta asites Wanita hamilketulian pada neonatus Gangguan fungsi ginjal harus dipantau untuk pemberian sistemik Roat0939 Tetrasiklin Amikasin 15mg/kgBB/hari(2dosis) Ototoksis dan nefrotoksis Untuk TB 7,5-15 mg/kgBB/hari disuntikkan sekali sehari atau 23kali/minggu) Tobramisin 5-6 mg/kg BB/hari Ototoksik dan nerotoksis Inhalasi 300mg dalam 5 ml  ISPB Pseudomonas aeruginosa 2kali sehari selama 28 hari diikuti bebas terapi 28 hari Netilmisin 5-7 mg/kgBB/hari (lainnya =gentamisin) Hal 699 ES pd sal cerna=mual, muntah, diare Reaksi alergyerupsi mobiliformis, urtikaria, dermatitis eksofoliatif Reaksi toxic dan iritatifiritasi lambung (diberikan bersam makanan, jangan diberikan bersama susu atau antasid atau AL,Mg, dan Ca), tromboflebitis Untyuk koma hepatikum 1g neomisin setiap 6-8 jam skrang diganti laktulosa Amebiasis ususparomosimin 1 g setiap 6jam peroral slma 2 minggu Topikalinfeksi kulit kuman sensitif, atau disuntikkan ke rongga sendi , rongga pleura rongga jarinagn dan kavitas abses terinfeksi Infeksi kuman gram negatif yang resisten terhadap gentamisin Aktif utnuk M.TB yang resisten terhadp streptomisin Sebagai pengganti gentamisin namun untuk infeksi karena P.aeruginosa dan Enterococcus faecalis lebih poten drpad gentamisin Sbg pengganti gentamisin dan tobramisin untuk kuman yang resisten Ricketsiosii Infeksi chlamidia(limfpgranuloma venersum, psikotakosis, konjungtivitis inklusi, trakoma (khusus satu2nya penggunaan topikal dan infeksi mata pada bayi juga), uretritis nonspesifik) Infeksi mycoplasma pneumonia Infeksi basil(bruselosis, tularemia, kolera, sampar,) infeksi kokuskarena sdah resisten untuk streptokokus dan stapylococcus maka Wanita hamil dan masa nifas Gagal ginjal Anak sibawah 8 tahun Roat0939 Kloramphenikol Hal 703 Hepatotoksisitas Pigmentasi kuku dan onkilosis Reaksi fototoksik/fotosensitive Memperkuat efek antikoagulan supresi di jaringan tulang yang sedang tumbuh disgenesis pada gig sindrom fanconi vertigo ES akibat perubahan biologi perubahan flora normal yang mnyebabkan superinfeksi, enterokokus stafilokokus, kandidiasis intestinal, kolitis pseudomembrane Reaksi hematologik  deprsei rumtul, anemia, retikulositopenia, peningktan serum iron, anemia aplstik karena defisisensi G6PD dan pansitopenia Reaksi sal cerna; mual muntah glositis diare dan enterokolitis Sindrom gray bayi premature pada hari ke 14 stlh terapi dg tanda bayi muntah, tdak mw menyusu, pernafsan cept dan tdak teratur, perut kmbung, sdah tdak diindaksikan Infeksi vennerik Sifilis sbg 2nd line Akne vulgaris diduga mnghambat PPOK1st line Infeksi intraabdominal (E.coli, C.freundii, E.faecalis, B. fragilis) Demam tifoidbkn first line(skrng 1stline nya siprofloksasin dan seftriakson) Meningits purulenta karena H.influenza efektiv dengan kombinasi dg ampisilin Riketsiosis2nd line stlah tetrasikilin Diberikan bersam fenitoin, warfarin, tolbutamid dan klorpropamid Roat0939 Tiamfenikol sianosis, tinja hijau dan nampak sakit berat Depresi sumtul reversibel, =kloram ditambah infeksi saluran Gagl ginjal anemia aplastik , leukopenia, empedu trombositopenia, dan peningktan serum iron , deprsi eritropoesis Hal 725 Reaksi alergi, eosinofilia, kolestatik, demam, Hal 725 hepatotos Pengguanaan bersama karbamezepin, KS, siklosporin, warfarin, digoksin, terfenadin, astemizol, teofilin Aritmia jantung jika d kombinasi dg terfenadin dan astemizol Infeksi anaerob yg dsebabkan oleh Gagal ginjal bakteroides dan anaerob lain yg sering berperan dalam infeksi campuran Luka penetranspd perut dan usus ; kombinasi dg aminoglikosida dn sefalosporin Infeksi genitalia prempuna; abses septik dan abses panggul Pneumonia aspirasi Profilaksis endokardirtis first line drpda eritromisin Pneumonia akibat pneumocystis jiroveci (first line = klotrimoksazol) dan 2nd line; klindamisin+primakuin Toksoplasmosis otak ; klindamisin Makrolid (Eritromisin) Linkomisin (klindamisin) Oral ;dewasa 0,15-0,3 gram tiap 8jam , anak 20mg/kgBB/hari dibagi beberapa dosis IM/IV ; 600mg setiap 8 jam Diare, kolitis pseudomembrane Terapi diarevankomisin 4x125mg/hari oral selama 710 hari atau metronidazol oral 3x500mg/hari oral Roat0939 +pirimetamin Lain-lain Polimiksin B Topikal Nefrotoksik Krim/salep kulit dan Salep parietal mata 5000-10000unit polimiksin B/gram Obat tetes mata dan telinga 20000 unit/ml jika diberikan Kuman gram negatif (khusunya Diberikan P.aeruginosa) lainnya Eschericia, parenteral haemophilus, kleibseilla, enterobacter, salmonella dan shigella, bordetella, dan vibrio secara Basitrasin Digunakan scr topikal Nefrotoksis pada pemberian Bakterisid terhadap kuma garm positif infeksi kulit dan mata , sistemik Mencegah oftalmia neonatorum salep 500 (krim tdak gonorea stabil) Topikal salep kulit 2% Bakteriostatik dan bakterisid kuman gram positif Infeksi kulit superficial karena stafilokokus IV dosis 7,5 mg/KgBB Mual muntah kemerahan Infeksi kuman gram positif untuk Insufisiensi hati setiap 8-12 jam pada kulit, flebitis, Enterococcus faececum yg resisten hiperbilirubinemia vankomisin Natrium fusidat Streptogramin (kuinuprisin:dalfoprisin=3;7) Roat0939
Sign up to vote on this title
UsefulNot useful