Anda di halaman 1dari 16

Arus, Resistor dan Gaya Gerak Listrik

BAB XVII ARUS, RESISTOR DAN GAYA GERAK LISTRIK Dalam bahan konduktor padat, sejumlah elektron dalam tiap atom tidak terikat pada atom, tetapi bebas bergerak dalam bahan. Elektron semacam ini disebut elektron bebas. Apabila ada medan listrik dalam bahan konduktor padat, elektron bebas akan bergerak di bawah pengaruh gaya medan. Bila medan listrik ini dihasilkan oleh baterai atau sumber tegangan yang lain, maka dalam konduktor mengalir aliran listrik atau arus listrik. Dalam bab ini dibatasi pada bahan konduktor padat, terutama logam. Dalam logam dan kebanyakan konduktor lainnya, arus listrik terdiri dari aliran elektron bebas yang bermuatan negatif. Dalam logam, ion positif tak mungkin mengalir karena terikat dalam jalinan atom bahan.

17.1 Gaya Gerak Listrik (GGL)


Bila sebatang logam panjang berada di dalam medan listrik, maka akan menyebabkan elektron bebas akan bergerak ke kiri yang akhirnya akan menimbulkan medan listrik induksi E i yang sama kuat dengan medan listrik E 0 . (lihat Gambar 17.1) dan dalam logam kuat medan total menjadi nol. Dalam hal ini potensial kedua ujung logam menjadi sama besar dan aliran elektron akan berhenti, dan pada kedua ujung logam terdapat muatan induksi. Agar aliran elektron bebas berjalan terus, haruslah muatan induksi ini terus diambil, sehingga dalam logam tidak timbul medan listrik induksi.
Eo

-qi _-- _
_-- _

_ _

Ei

+ + + + + +

+qi

Gambar 17.1 Batang logam di dalam medan listrik Sumber gaya gerak listrik, misalnya baterai, adalah alat yang dapat terus mempertahankan aliran elektron bebas atau arus listrik. Gaya gerak listrik (ggl atau emf), ialah kemampuan untuk membuat agar beda potensial kedua ujung logam tetap

Fisika Dasar

XVII-1

Arus, Resistor dan Gaya Gerak Listrik

harganya. Agar ini terjadi, eletron yang mengalir harus terus diputar dalam rangkaian sehingga tidak sempat membentuk muatan induksi pada kedua ujung logam. Agar ini dapat terjadi, dalam baterai misalnya (lihat gambar 17.2), haruslah terjadi mekanisme yang hasilnya seolah-olah menyeberangkan muatan negatif dari kutub positif ke kutub negatif. Karena ini melawan gaya medan listrik, untuk melaksanakannya diperlukan energi. Dalam sumber ggl terjadi perubahan atau konversi energi dari suatu bentuk energi menjadi energi listrik. A + + E

B -

- - - - - - - - - - - - - - -- - - - - - - - - - - - Gambar 17.2 Batang logam AB dihubungkan dengan kutub-kutub baterai agar terjadi aliran listrik Dalam baterai, energi listrik berasal dari energi kimia. Pada pusat listrik tenaga air (PLTA) energi listrik berasal dari energi potensial gravitasi air. Dalam PLTD (tenaga diesel) energi listrik berasal kalor pembakaran bahan bakar, yaitu minyak solar. Selanjutnya ggl atau lebih tepat disebut potensial penggerak listrik (ppl), ialah beda potensial antara kedua kutub sumber ggl bila tidak ada arus mengalir, dan dinyatakan sebagai . Sumber ggl juga sering disebut sumber tegangan, karena orang sering menggunakan kata tegangan sebagai pengganti potensial listrik. Bila tak ada ggl, kerja untuk memindahkan muatan q dalam suatu lintasan atau rangkaian tertutup oleh medan listrik haruslah sama dengan nol. Secara matematika dapat ditulis:
C

q E d l =0

tanpa ggl.

Fisika Dasar

XVII-2

Arus, Resistor dan Gaya Gerak Listrik

Bila dalam rangkaian tertutup ada sumber tegangan dengan ggl sebesar , muatan q mendapat tambahan energi q, sehingga kerja yang dilakukan oleh medan listrik untuk menggerakkan muatan q dalam lintasan tertutup haruslah:
W = q = qE dl
C

(17.1)

atau
= q E d l ggl =
C

(17.2)

Bila kuat medan E selalu sejajar dl , seperti dalam kawat logam, persamaan (17.2) dapat ditulis: = Edl yaitu tanpa tanda vektor.
C

17. 2 Arus listrik dalam Logam


Tinjau antara kawat listrik dengan arus listrik yang bertahan karena pengaruh medan listrik dalam kawat. Sebelum dilanjutkan pembahasan ini, akan didefinisikan dahulu apa itu arus listrik: a. Arus listrik adalah banyaknya muatan yang mengalir melalui suatu penampang tiap satuan waktu. b. Arah arus listrik berlawanan dengan gerak muatan negatif. c. Arus listrik mengalir dari tempat berpotensial tinggi ke tempat berpotensial rendah. P dq A
v
E

Gambar 17.3 Kawat logam dialiri arus listrik. Pada Gambar 17.3 dilukiskan muatan positif dq melalui suatu penampang pada titik P. Muatan dq ini memerlukan waktu dt untuk menyeberang ke penampang di P. Sesuai dengan definisi arus listrik di atas, kita tuliskan arus:
i= dq dt

(17.3)

Dalam bab ini hanya membahas arus yang besarnya konstan dan arahnyapun tak berubah. Arus listrik semacam ini disebut arus searah atau arus DC (Direct Current),
Fisika Dasar

XVII-3

Arus, Resistor dan Gaya Gerak Listrik

sedangkan arus yang arahnya berubah-ubah disebut arus bolak-balik AC (Alternating Current). Satuannya adalah Ampere = Coulomb/detik. Bila jumlah muatan tiap satuan volume adalah n dan satuannya e, maka besar rapat arus muatan = ne. Seandainya laju rata-rata pembawa muatan v, dan setelah waktu dt, maka volume yang disapu oleh pembawa muatan adalah: dV = A v dt sedangkan dq = dV = A v dt Akibatnya arus listrik menjadi:
I = dq = Av = neAv dt

(17.4)

Bila kita definisikan rapat arus j = arus/luas penampang, maka


J = i = nev A

(17.5)

Jadi rapat arus sebanding dengan laju rata-rata pembawa muatan v. Contoh: 1. Arus pada kumparan kawat berubah dengan waktu menurut hubungan: i = 4 + 2t2 dengan i dalam ampere dan t dalam detik. a. Berapa muatan yang melalui penampang kawat antara t = 5 detik dan t = 10 detik. b. Berapa arus rata-rata pada interval waktu tersebut. Penyelesaian: a. i (t ) =
10

dq = 4 + 2t 2 dt

3 q = (4 + 2t 2 )dt = 4t + 2 3t 5

10 5

= (40 + 2000 / 3) (20 + 250 / 3)

= 706,7 103,3 = 603,4 Coulomb

b. i rata

1 1 603,4 = i.dt = ( q) = = 120,68.Coulom / s t 5 5 5

10

2. Kawat yang luas penampangnya 1 mm2 dilalui arus listrik yang besarnya 10-10 ampere. Bila kawat tersebut memiliki 8,5x1028 elektron bebas. Hitunglah: a. Jumlah elektron yang melewati penampang kawat tiap detik. b. Kecepatan rata-rata elektron
Fisika Dasar

XVII-4

Arus, Resistor dan Gaya Gerak Listrik

c. Waktu yang diperlukan elektron untuk menempuh jarak 1 cm. Penyelesaian: a.

N=

10 10 C i elektron S x1.elektron = x1.eletron = 625 x10 6 19 e s 1,6 x10 C


i (ne) A

b. i = nevA v =

10 10 C S v= = 7,35 x10 15 m / s 28 19 C 6 2 8,5 x10 x1,6 x10 m3 1x10 m

)(

c. x = vt t =

x 1x10 2 m = = 1,36 x1012 s v 7,35 x10 15 m / s

17.3 Hukum Ohm


Dalam banyak pemakaian, arus listrik yang mengalir mempunyai harga konstan, yang berarti rapat arus J juga tetap, dan selanjutnya kecepatan rata-rata pembawa muatan juga tetap besarnya. Pada kawat yang diberi medan listrik E, berarti pada pembawa muatan q bekerja gaya
qE ,

maka sesuai hukum II Newton, seharusnya pembawa


qE

muatan bergerak dipercepat. Tetapi gaya

sebetulnya bukanlah satu-satunya gaya

yang bekerja pada pembawa muatan. Ada gaya lain yang dapat dinyatakan sebagai gaya gesekan sebagai akibat tumbukan pembawa muatan dengan atom logam. Dalam tumbukan ini terjadi perpindahan energi, yang akhirnya pembawa muatan akan bergerak dengan kecepatan konstan, dan logam menjadi panas. Persoalan ini mirip dengan gerak bola logam yang jatuh di dalam gliserin, dimana gaya gesekan Stokes f sebanding dengan kelajuan dan akhir atau terminal yang konstan yang dicapai adalah sebanding dengan gaya berat W. Dari analogi dengan gerak bola logam tersebut, maka kecepatan rata-rata akhir pembawa muatan haruslah konstan dan sebanding dengan kuat medan listrik E. Akibatnya, rapat arus juga sebanding dengan kuat medan listrik E. Secara matematika dapat dituliskan: J=E (17.6)

Hubungan ini dikenal sebagai hukum Ohm. Tetapan pembanding disebut konduktivitas listrik. Suatu bahan dengan harga konduktivitas yang besar akan

Fisika Dasar

XVII-5

Arus, Resistor dan Gaya Gerak Listrik

mengalirkan arus yang besar pula untuk suatu harga kuat medan listrik E. Bahan seperti ini disebut konduktor baik.

Logam Berpenampang Sama Untuk logam atau kawat yang berpenampang serba sama dialiri arus i. P A l Gambar 17.4 Kawat logam dialiri arus i Misalkan beda potensial antara P dan Q adalah V, yaitu: V(P) V(Q) = V. Kuat medan listrik dalam logam dianggap serba sama, besarnya: E = V/l, sehingga Hukum Ohm dapat ditulis dalam bentuk lain:
J = E = V l E

Q A

sehingga arus
i = jA =

Bila tetapan

A
l

A V l 1 , persamaan (17.7) menjadi: R

(17.7)

kita tuliskan

V=iR

(17.8)

Persamaan (17.8) yang menyatakan arus sebanding dengan beda potensial, ternyata berlaku dalam banyak keadaan. Hubungan ini juga dikenal sebagai hukum Ohm, sedangkan R disebut sebagai hambatan atau resistansi. R juga dapat ditulis sebagai:
R= 1 l l = A A

(17.9)

dimana = 1/ = resistivitas atau hambatan jenis. Satuan hambatan adalah Volt/Ampere = Ohm, diberi simbol sebagai omega ( ). Dalam rangkaian listrik banyak digunakan resistor, yaitu suatu komponen yang dibuat agar mempunyai harga resistansi tertentu. Harga resistivitas beberapa macam bahan dapat dilihat pada Tabel 17.1 Tabel 17.1 Resistivitas pada temperatur kamar Konduktor Aluminium (Ohm-meter) 2,63 x 10-8 Isolator Gelas (Ohm-meter) 1010 - 1014

Fisika Dasar

XVII-6

Arus, Resistor dan Gaya Gerak Listrik

Karbon Tembaga Perak Wolfram

3500 x 10-8 1,72 x 10-8 1,47 x 10-8 5,51 x 10-8

Mika Kwarsa Kayu

1011 - 1015 1018 108 - 1011

Bahan dengan resistivitas antara logam dan isolator disebut semikonduktor. Dalam semi konduktor jumlah elektron bebas bergantung pada temperatur, makin tinggi temperatur makin banyak elektron bebas. Pada temperatur mendekati 00K tak ada elektron bebas, sehingga bahan semikonduktor bersifat isolator. i i =V/R 0 V

Gambar 17.5 Grafik bahan bersifat ohmik Bila logam dipanaskan maka hambatan R naik, karena getaran atom dalam logam makin keras dan tumbukan yang dialami pembawa muatan makin banyak. Dikatakan logam mempunyai koefisien koefisien temperatur negatif, yaitu makin temperatur positif. Bahan ini dikatakan juga tinggi temperatur makin rendah harga hambatan listriknya. Hal ini terjadi karena pengaruh pertambahan elektron bebas jauh lebih kuat dari pada getaran atom pada harga resistansi R. Logam dikatakan mempunyai koefisien temperatur positif, bila makin tinggi temperatur maka makin besar harga hambatannya, karena getaran atom dalam logam makin keras dan tumbukan yang dialami pembawa muatan makin banyak.

Contoh : 3.a. Seutas kawat yang panjangnya 100 m, diameternya 2 mm, mempunyai hambatan jenis 4,8x10-8 m. Hitunglah hambatan kawat tersebut.
Fisika Dasar

XVII-7

Arus, Resistor dan Gaya Gerak Listrik

b. Kawat kedua terbuat dari bahan yang sama dan beratnya sama dengan kawat pertama, memiliki diameter dua kali lebih besar. Hitunglah hambatan kawat kedua itu. Penyelesaian: a. R1 = b. R2 =

l1 l ( 4,8 x10 8 m)(100m) = 1 12 = 1 = 1,527 3 A1 m) 2 4 d 1 4 (3,14)( 2 x10


l 2 A2

R2 A2 A1 l 2 l 2 l 2 l 2 1 1 = = x = x = = = R1 l1 A2 l1 l1 l1 l1 4 16 A1
Karena: W2 = W1 m V2 g = m V1 g V2 = V1,
2 l 2 A1 1 d12 1 4 d1 = 1 2 = = atau l 2 A2 = l1 A1 = l1 A2 4 d 2 (2d 2 ) 2 4

l2

Jadi:
R2 = R1 1,527 = = 0,095 16 16

4. Sebuah balok Carbon siku-siku mempunyai dimensi 1,0 cm x 1,0 cm x 50 cm. a. Berapa hambatan yang diukur antara dua ujung yang berbentuk segi empat sama sisi ? b. Di antara dua muka bertentangan yang berbentuk segi empat siku-siku ? Resistivitas Carbon pada 200C adalah 3,5x10-5 m. Penyelesaian: a. Luas ujung yang berbentuk segi empat sama sisi = A = 1,0 cm x 1,0 cm = 10 -4 m2.

l (3,5 x10 5 m )( 0,5m ) = = 0,18 A (10 4 m 2 ) b. Luas segi empat siku-siku = A (1,0 x 5,0) cm2 = 5 cm2 = 5x10-4 m2
R= R=

l (3,5 x10 5 m )(10 2 m ) = = 7 x10 5 4 2 A (5 x10 m )

17.4 Hukum Joule


XVII-8

Fisika Dasar

Arus, Resistor dan Gaya Gerak Listrik

Bila sebatang logam dialiri arus listrik, maka karena tumbukan oleh pembawa muatan, logam mendapat energi. Selanjutnya logam akan menjadi panas dan atom di dalamnya akan bergerak semakin kuat. Kini kita mencoba menghitung berapa besar daya hilang yang diubah menjadi getaran atom dalam logam, atau dnegan kata lain hilang sebagai kalor. i a
v

b
v

Gambar 17.6 Konduktor dialiri arus i, bagian ab mempunyai resistansi R Pada Gambar 17.6 arus mengalir dari a ke b, maka potensial V(a) > V(b) atau beda potensial keduanya adalah: V = V(a) V(b). Selain itu karena harga i tetap, maka kecepatan di a harus sama dengan di b. Pada bagian 17.3 (Hukum Ohm) kita sudah mengetahui, bahwa muatan dq yang bergerak akan mendapat tambahan energi dU = (dq) V. Tetapi karena arus dan kecepatan tetap, maka energi gesekan yang diberikan pada atom logam untuk bergetar, atau dapat dikatakan energi yang hilang itu diterima logam dengan daya:
P= dU dq =V = iV dt dt

(17.10)

karena beda potensial V = i R, persamaan (17.10) dapat ditulis sebagai: P = i2 R (17.11) Persamaan (17.11) menyatakan daya yang hilang (daya disipasi) pada konduktor dengan hambatan R dan dialiri arus i. Persamaan ini dikenal sebagai Hukum Joule. Sedangkan besar kalor disipasi (kalor Joule) dalam waktu dt adalah: dQ = i2 R dt Kalor ini disebut kalor Joule. (17.9)

Contoh: 5. Suatu lampu pijar bertuliskan 120 V/150 W, artinya lampu tersebut menggunakan daya listrik sebesar 150 watt bila dipasang pada beda potensial 120 V. Filamen

Fisika Dasar

XVII-9

Arus, Resistor dan Gaya Gerak Listrik

kawat tersebut dari bahan dengan resistivitas 6x10-5 -m dengan luas penampang 0,1 mm2. Hitunglah: a. Panjang filamen b. Arus yang melalui lampu jika dipasang pada tegangan 120 V c. Arus dan daya pada lampu jika dipasang pada tegangan 60 V. Penyelesaian: a.
l
A = V2 P

l=

AV 2 (0,1x10 6 m 2 )(120V ) 2 = = 0,16m P (6 x10 5 m)(150W )

b. P = iV
i= P 150W = = 1,25 A V 120V

c. Lampu dengan spesifikasi 120 V/150 W, dengan tahanan:


R= V 2 (120V ) 2 = = 96 P 150W

Arus dan daya lampu pada beda potensial 60 V adalah:


i= V 60V = = 0,625 A R 96

P=

V 2 (60V ) 2 = = 37,5W R 96

6. Kita ingin membuat kompor listrik agar dapat memanaskan 2 liter air dari temperatur kamar (300C) hingga temperatur didih (1000C) dalam waktu 5 menit. Tegangan listrik yang digunakan 100 Volt, hitunglah: a. Daya yang diperlukan b. Arus yang mengalir dalam elemen kompor listrik c. Resistansi elemen Kapasitas kalor air ialah 1 kal./0C gram, dan 1 kalori = 4,2 Joule

Penyelesaian:

Fisika Dasar

XVII-10

Arus, Resistor dan Gaya Gerak Listrik

a. Misalkan pemanasan berjalan dengan daya tetap. Maka daya yang diperlukan ialah P = Q/t Massa 2 liter air ialah m = 2 kg Kapasitas kalor C = 1 kal/0C gram = (4,2 J)/0C (0,001) kg = 4200 J/0C kg. Kalor yang dibutuhkan untuk pemanasan air dari 300C sampai 1000C adalah Q = M C (T2 T1) = 2 x 4200 x 70 Joule = 5,88 x 105 Joule. Daya P =
Q 5,88 x10 5 = = 1,96 x10 3 watt = 1,96.K .watt t 300

b. Arus yang diperlukan agar terjadi disipasi daya 2,1 k watt: P = i V = 2,1x103 watt
i= P 1,96 x10 3 watt = A = 19,6. A , V 100

Agar kawat tidak putus, penampangnya harus cukup besar. c. P = i V = V2/R = 1,96 x 103 watt
R=

(100) 2
1,96 x10 3

10 4 10 = = 5,1. 1,96 x10 3 1,96

17.5 Soal-soal Latihan


1. Sebuah kawat membawa arus konstan sebesar 10 Ampere. Berapa coulombkah muatan yang melalui penampang kawat tersebut dan berapakah jumlah elektronelektron yang melaluinya dalam waktu 20 detik ? Kunci: q = 200 coulomb dan n = 125 x 1019 elektron 2. Kabel transmisi listrik dibuat dari tembaga dengan diameter 2 mm. Carilah hambatan kabel ini yang panjangnya 1000 m. Hambatan jenis Cu = 1,72x10-3 m. Kunci: R = 5,5x105 . 3. Sebuah lampu pijar mempunyai spesifikasi 110 volt, 125 watt. Hitunglah arus yang melalui kawat pijarnya dan hitung pula hambatannya. Kunci: i = 1,136 A dan R = 96,83 . 4. Seorang memasak dengan air pada sebuah kompor listrik yang hambatan elemennya 12 dan dioperasikan pada tegangan 120 volt. Jika air sebanyak 40 kg dipanaskan dari 150 C sampai 800 C, tentukan waktu yang diperlukan untuk mencapai suhu tersebut.
Fisika Dasar

XVII-11

Arus, Resistor dan Gaya Gerak Listrik

Kunci: t = 9100 detik. 5. Sepotong kawat perak yang diameternya d = 1 mm, dilalui muatan Q = 90 C dalam selang waktu 1 jam 15 menit, dan banyaknya elektron n = 5,8 x 10 22 elektron/cm3, berapakah: a. Kuat arus i dalam kawat tersebut ? b. Kecepatan aliran v ? Kunci: a. i = 0,02 A b. v = 2,75 x 10-4 m/s

MODUL BAB XVIII ARUS, RESISTOR DAN GAYA GERAK LISTRIK NAMA
Fisika Dasar

: XVII-12

Arus, Resistor dan Gaya Gerak Listrik

NIM

1.

Kawat nichrome mempunyai resistivitas 1,5 x 10-6 -m dan jari-jari 0,321 mm. a. Hitung tahanan persatuan panjang kawat tersebut b. Hitung arus yang melalui kawat jika panjang kawat 1m dan diberi beda potensial 10V. c. Jika arus yang melalui kawat 2,16 A, hitung kuat medan listrik di dalam kawat tersebut. Kunci: a. R = 4,63 /m, b. i = 2,16 A, c. E = 10 N/C.

MODUL BAB XVIII ARUS, RESISTOR DAN GAYA GERAK LISTRIK NAMA
Fisika Dasar

: XVII-13

Arus, Resistor dan Gaya Gerak Listrik

NIM

2. Sebuah pemanas listrik direncanakan untuk beroperasi pada tegangan 120 volt dan daya 660 watt, hitunglah: a. Hambatan kawat pemanasnya b. Arus yang melaluinya c. Panas yang dihasilkan perdetik d. Jika tegangan turun menjadi 110 volt, berapa dayanya ? Kunci: a. R = 21,82 b. i = 5,5 A c. 157,74 kal/det d. P = 554, 54 watt.

MODUL BAB XVIII ARUS, RESISTOR DAN GAYA GERAK LISTRIK

Fisika Dasar

XVII-14

Arus, Resistor dan Gaya Gerak Listrik

NAMA NIM

: :

3. Arus pada sebuah konduktor berubah dengan waktu menurut fungsi i = 4 + 2t 2, dimana i dalam ampere dan t dalam detik a. Berapa coulombkah muatan yang mengalir melalui kawat tersebut antara t = 5 detik dan t = 10 detik ? b. Berapa arus rata-rata pada interval waktu tersebut di atas. Kunci: a. q = 603,33 coulomb b. i = 120,67 A

MODUL BAB XVIII ARUS, RESISTOR DAN GAYA GERAK LISTRIK


Fisika Dasar

XVII-15

Arus, Resistor dan Gaya Gerak Listrik

NAMA NIM

: :

4. Sebuah kawat mempunyai diameter 5 mm dan panjangnya 1 m mempunyai hambatan 10-4 . Tentukan hambatan dari sebuah kawat yang mempunyai diameter 1 cm dan panjangnya 4 m tersebut dari bahan yang sama dengan kawat yang pertama. Kunci: R2 = 10-4 .

Fisika Dasar

XVII-16