Anda di halaman 1dari 16

Potensial Listrik dan Kapasitor

BAB XVI POTENSIAL LISTRIK DAN KAPASITOR 16. 1 POTENSIAL LISTRIK Konsep potensial listrik seringkali disebut potensial. Konsep ini sangat berguna dalam perhitungan yang melibatkan energi partikel bermuatan. Konsep ini juga memfasilitasi banyak perhitungan medan listrik karena potensial listrik sangat erat kaitannya dengan medan listrik E . Bila kita perlu menentukan sebuah medan listrik, seringkali lebih mudah menentukan dulu potensial itu, dan kemudian kita mencari medan dari potensial itu. Potensial adalah energi potensial per satuan muatan. Kita mendefinisikan V di sebarang titik dalam sebuah medan listrik sebagai energi potensial U per satuan muatan yang diasosiasikan dengan sebuah muatan uji q0 di titik tersebut :
V = U q0

atau U = q0V

(16.1)

Baik energi potensial maupun muatan adalah satuan skalar, sehingga potensial itu adalah sebuah besaran skalar. Dari persamaan (16.1) satuannya diperoleh dengan membagi satuan energi dengan satuan muatan. Satuan SI dari potensial, yang dinamakan satu volt (1 V), besarnya sama dengan 1 joule per coulomb: 1 V = 1 volt = 1 J/C = 1 joule/coulomb Marilah kita meletakkan persamaan (16.1), yang menyamakan kerja yang dilakukan oleh gaya listrik itu selama perpindahan dari a ke b menjadi kuantitas U = (U b U a ) , yang didasarkan pada kerja per satuan muatan. Kita membagi persamaan ini dengan q0, dan kita mendapatkan
Ub Ua Wa b U = = q q = (Vb Va ) = Va Vb q0 q0 0 0

(16.2)

dengan Va = Ua/q0 adalah energi potensial per satuan muatan di titik a, dan demikian juga untuk Vb. Kita menamakan Va dan Vb berturut-turut potensial di titik a dan potensial di titik b. Jadi, kerja yang dilakukan per satuan muatan oleh gaya listrik itu bila sebuah benda bermuatan bergerak dari a ke b sama dengan potensial di a dikurangi potensial di b.

Fisika Dasar

XVI-1

Potensial Listrik dan Kapasitor

Selisih Va Vb dinamakan potensial dari a terhadap b : kita kadang-kadang menyingkat selisih ini sebagai Vab = Va Vb. Hal ini seringkali dinamakan selisih potensial di antara a dan b, tetapi nama itu menjadi rancu jika kita tidak menspesifikasi yang mana merupakan titik acuan. Selisih potensial di antara dua titik seringkali dinamakan tegangan (voltage). Persatuan (16.2) menyatakan bahawa Vab, yakni potensial dari a terhadap b, menyamai kerja yang dilakukan oleh gaya listrik itu bila sebuah satuan muatan bergerak dari a ke b. Sebuah instrumen yang mengukur selisih potensial di antara dua titik dinamakan voltmeter. Ada dua alat pengukur potensial yang pengukurannya juah lebih peka dengan mengunakan perbesaran elektronik(electronic amplification). Instrumen yang dapat mengukur selisih potensial sebesar 1 V merupakan hal lazim, dan kepekaan sampai 1012 V dapat dicapai. Potensial V yang ditimbulkan oleh sebuah muatan titik tunggal q,

V=

U 1 q = (potensial oleh sebuah muatan titik) (16.3) q0 4 0 r

dengan r adalah jarak dari muatan titik q ke titik di mana potensial itu dihitung. Jika q adalah positif, potensial yang dihasilkannya adalah positif di semua titik. Jika q adalah negatif, q itu menghasilkan potensial yang negatif di setiap tempat. Potensial yang ditimbulkan oleh sekumpulan muatan titik :

V=

U 1 qi = q0 4 0 i ri

(potensial oleh sekumpulan muatan titik)

(16.4) Dalam pernyataan ini, ri adalah jarak dari muatan ke i, qi ke titik di mana V dihitung. Seperti halnya medan listrik yang ditimbulkan oleh sekumpulan muatan titik adalah jumlah vektor dari medan-medan yang dihasilkan oleh setiap muatan, maka potensial listrik yang ditimbulkan oleh setiap muatan. Bila kita mempunyai sebuah distribusi muatan kontinu sepanjang sebuah volume maka kita membagi muatan itu ke dalam elemen-elemen dq, dan jumlah dalam persamaan (16.4) menjadi sebuah integral :

Fisika Dasar

XVI-2

Potensial Listrik dan Kapasitor

V=

1 dq (potensial oleh sebuah distribusi muatan kontinu) 4 0 r

(16.5)

Jika kita diberikan sekumpulan muatan titik, persamaan (16.4) biasanya paling mudah digunakan untuk menghitunh potensial V. Tetapi dalam beberapa soal di mana medan listrik diketahui atau dapat dicari dengan mudah, maka lebih mudah untuk menentukan V dari E . Gaya F pada sebuah muatan uji q0 dapat ditulis sebagai F = q0 E a ke b diberikan oleh
Wa b = F . dl = q0 E . dl
a a b b

kerja ayang dilakukan oleh gaya listrik itu sewaktu muatan-muatan uji itu bergerak dari

Jika kita membagi persamaan ini dengan q 0 dan membandingkan hasil itu dengan persamaan (16.2), kita mendapatkan
Va Vb = F . dl = E cos dl
a a b b

(16.6) Perhatikan bahwa persamaan (16.6) dapat dituliskan kembali sebagai berikut :
Va Vb = E . dl
a b

(16.7)

Persamaan ini mempuyai tanda negatif dibandingkan dengan integral dalam persamaan (16.6), dan batasan-batasannya dibalik; maka persamaan (16.6) dan (16.7) adalah ekuivalen. Tetapi persamaan (16.7) mempuyai tafsiran yang sedikit berbeda. Untuk menggerakkan sebuah muatan satuan secara perlahan-lahan melawan gaya listrik, kita harus memakaikan sebuah gaya luar per muatan satuan yang sama dengan E , yang sama dan berlawanan dengan gaya per muatan satuan E . Persamaan (16.18) mengatakan bahwa Va Vb = Vab yakni potensial dari a terhadap b, sama dengan kerja per muatan satuan oleh gaya luar ini untuk menggerakkan sebuah muatan satuan dari b ke a. Persamaan (16.6) dan (16.7) memperlihatkan bahwa satuan selisih potensial (1 V) sama dengan satuan medan listrik (1 N/C) dikalikan dengan satuan jarak (1 m). Maka satuan medan listrik dapat dinyatakan sebagai 1 volt per meter (1 V/m), dan juga sebagai 1 N/C.
Fisika Dasar

XVI-3

Potensial Listrik dan Kapasitor

1 V/m = 1 volt/meter = 1 N/C = 1 newton/coulomb Dalam praktek, volt per meter adalah satuan yang umum untuk besar medan listrik. Besar e dari muatan elektron dapat digunakan untuk mendefinisikan satuan energi yang berguna dalam banyak perhitungan dengan sistem atomik dan nuklir. Bila sebuah partikel dengan muatan q bergerak dari sebuah titik di mana potensial adalah Vb ke sebuah titik di mana potensial adalah Va, maka perubahan energi potensial U itu adalah Ua Ub = q(Va Vb) = qVab Jika muatan q menyamai besarnya e dari muatan elektron itu, yakni 1,602 x 10 -19 C, dan selisih potensial itu adalah Vab = 1 V, perubahan energi adalah Ua Ub = (1,602 x 10-19 C)(1 V) = 1,602 x 10-19 J Kuantitas energi ini didefinisikan sebagai 1 elektron volt (1 eV): 1 eV = 1,602 x 10-19 J Kelipatannya yaitu meV, keV, MeV, GeV, dan TeV seringkali digunakan. CONTOH 16.1 1. Gaya listrik dan potensial listrik. Sebuah proton (muatan +e = 1,602 x 10-19 C) bergerak dalam sebuah garis lurus dari titik a ke titik b di dalam sebuah akselerator linear, sejauh total d = 0,50 m. Medan listrik itu homogen sepanjang garis itu, dengan besar E = 1,5 x 107 V/m = 1,5 x 107 N/C dalam arah dari a ke b. Tentukan (a) gaya pada proton itu; (b) kerja yang dilakukan pada proton itu oleh medan tersebut; (c) selisih potensial Va Vb. Penyelesaian a) Gaya itu berada dalam arah yang sama seperti medan listrik, dan besarnya adalah F = qE = (1,602 x 10-19 C)(1,5 x 107 N/C) = 2,4 x 10-12 N. b) Gaya itu konstan dan berada dalam arah yang sama seperti arah pergeseran itu, sehingga kerja yang dilakukan adalah Wab = Fd = (2,4 x 10-12 N)(0,50 m) = 1,2 x 10-12 J
= (1,2 10 12 J ) 1eV 1,602 10 19 J

= 7,5 x 106 eV = 7,5 MeV

c) selisih potensial adalah kerja per satuan muatan, yakni

Fisika Dasar

XVI-4

Potensial Listrik dan Kapasitor

Va Vb =

Wa b 1,2 10 12 J = = 7,5 10 6 J / C q 1,602 1019 C

= 7,5 x 106 V = 7,5 MV Kita dapat memperoleh hasil yang sama ini secara lebih mudah dengan mengingat bahwa satu elektron volt sama dengan satu volt dikalikan dengan muatan e. Karena kerja yang dilakukan adalah 7,5 x 106 eV dan muatan adalah e, maka selisih potensial adalah (7,5 x 106 eV)/e = 7,5 x 106. Sebuah pendekatan alternatif adalah dengan menggunakan persamaan (16.6) atau (16.7) dan dengan menghitung integral medan listrik itu. Sudut di antara medan E yang konstan itu dan pergeserannya adalah nol, sehingga persamaan (16.6) menjadi
Va Vb = E cos dl = Edl = E dl
a a a b b b

Integral dari dl dari a ke b adalah jarak d, sehingga sekali lagi kita mendapat Va Vb = Ed = (1,5 x 10 7 V/m)(0,50 m) = 7,5 x 106 V CONTOH 16.2 Potensial yang ditimbulkan oleh dua buah muatan listrik. Sebuah dipol listrik terdiri dari dua muatan titik, q1 = +12nC dan q2 = -12nC, yang ditempatkan terpisah sejauh 10 cm (gambar dibawah ini ) . Hitung potensial dititik a,b,c dan c dengan menambahkan potensial potensial yang ditimbulkan oleh msing-masing muatan.

Fisika Dasar

XVI-5

Potensial Listrik dan Kapasitor

Penyelesaian : Kita harus menghitung di setiap titik jumlah aljabar dalam persamaan (16.4):
V = 1 4 0 qi ri

Dititik a potensial yang ditimbulkan oleh muatan positif q1 adalah :


q1 12 10 9 C = (9.0 10 9 N .m 2 / C 2 ) 4 0 r1 0.060m 1 = 1800 N .m / C = 1800 J / C = 1800V

dan potensial yang ditimbulkan oleh muatan negatig q2 adalah :


q1 12 10 9 C = (9.0 10 9 N .m 2 / C 2 ) 4 0 r1 0.040m 1 = 2700 N .m / C = 2700 J / C = 2700V

Potensial Va di titik a adalah jumlah dari potensial potensial ini:


Va = 1800V + (2700V ) = 900V

Potensial Vb di titik b adalah jumlah dari potensial potensial ini::


Vb = 2700V + (770V ) = 1930V

Dititik c potensial yang ditimbulkan oleh muatan positif q1 adalah :


q1 12 10 9 C = (9.0 10 9 N .m 2 / C 2 ) 40 r1 0.13m 1 = 830 N .m / C = 830 J / C = 830V

dan potensial yang ditimbulkan oleh muatan negatif itu adalah -830 V , dan potensial total adalah nol:
Vc = 830V + ( 830V ) = 0V

16.2 KAPASITOR DAN KAPASITANSI Dua konduktor sebarang yang dipisahkan oleh sebuah isolator (atau ruang hampa) membentuk sebuah kapasitor. Dalam kebanyakan pemakaian praktis, setiap konduktor pada mulanya mempunyai muatan netto nol, dan electron dipindahkan dari satu konduktor ke konduktro lainnya : hal ini dinamakan memberi muatan (charging) kapasitor itu. Maka kedua konduktor itu mempunyai muatan yang sama besarnya dan berlawanan tandanya, dan mempunyai muatan netto pada kapasitor itu, yang secara keseluruhan tetap sama dengan nol. Kita akan menganggap di dalam keseluruhan bab ini

Fisika Dasar

XVI-6

Potensial Listrik dan Kapasitor

bahwa beginilah kasusnya. Bila kita mengatakan bahwa sebuah kapasitor mempunyai muatan Q, atau bahwa sebuah muatan Q disimpan pada konduktor itu, maka kita mengartikan bahwa konduktor pada potensial yang lebih tinggi mempunyai muatan +Q dan konduktor pada potensial yang lebih rendah mempunyai muatan Q (dengan menganggap bahwa Q adalah +). Dalam simbol yang manapun, garis vertikal (lurus atau melengkung) menyatakan konduktor tersebut, dan garis horizontal menyatakan kawat yang disambungkan ke salah satu konduktor. Salah satu yang lazim untuk memberi muatan kapasitor, adalah dengan menyambungkan kedua kawat ini ke terminal-terminal yang berlawanan dari sebuah aki. Begitu muatan Q dan Q ditimbulkan pada konduktor-konduktor itu, aki itupun diputuskan sambungannya. Hal itu menghasilkan selisih potensial Vab di antara konduktor-konduktor(yakni, potensial konduktor sebanding dengan Q. jika kita melipatduakan besar muatan pada tiap konduktor, kerapatanmuatan pada titik itu menjadi dua kali lipat, medan listrik pada tiap titik itu menjadi dua kali lipat, dan selisih potensial di antara konduktor-konduktor itu menjadi dua kali lipat ; rasio muatan terhadap selisih potensial diantara konduktor-konduktor itu menjadi dua kali lipat : akan tetapi, rasio terhadap muatan selisih potensial tidak berubah. Rasio ini dinamakan kapasitansi C dari kapasitor.
C= Q Vab

(definisi

kapasitansi)

(16.8) Satuan SI dari kapasitansi dinamakan satu farad (1F) , untuk menghormati fisikiawan Inggris abad kesembilan belas Michel faraday. Dari persamaan (16.8), satu farad sama dengan satu coulomb per volt (1 C/V) : 1 F = 1 farad =1 C/V = 1 oulomb/volt. Semakin besar kapasitansi C dari sebuah kapasitor, semakin besar pula besarnya Q dari muatan pada masing-masing konduktor untuk sebuah selisih potensial Vab yang diberikan sehingga semakin besar jumlah energi yang tersimpa, (ingat bahwa potensial adalah energi potensial per satuan muatan). Jadi, kapasitansi adalah sebuah ukuran kemampuan sebuah kapasitor untuk menyimpan energi. Kita akan melihat bahwa nilai kapasitansi itu hanya bergantung pada bentuk dan ukuran konduktor-konduktor itu serta pada sifat alami dari material pengisolasi di antara konduktor-konduktor itu. (Pernyataan
Fisika Dasar

XVI-7

Potensial Listrik dan Kapasitor

di atas tentang kapasitansi yang tidak tergantung pada Q dan Vab tidak berlaku untuk jenis-jenis khusu tertentu dari material pengisolasi. Akan tetapi, kita tidak akan membahas material itu. 16.2.1 MENGHITUNG KAPASITANSI-KAPASITOR DALAM RUANG HAMPA Kita dapat menghitung kapasitansi C dari sebuah kapasitor yang diberikan dengan mencari selisih potensial Vab di antara konduktor-konduktor itu sebuah muatan yang besarnya Q dan kemudian menggunakan persamaan (16.8). Untuk sekarang ini kita hanya akan meninjau kapsitor dalam ruang hampa yakni kita akan menganggap bahwa konduktor konduktor yangmembentuk kapasitor ini dipisahkan oleh ruang hampa. bentuk paling sederhana dari kapsitor terdiri dari dua pelat konduksi yang sejajar, yang luasnya masihg-masing A, yang terpisah dengan jarak d yang kecil jika dibandingkan dengan dimensi-dimensi pelat itu, bila pelat-pelat itu diberi dengan muatan, maka medan listrik itu hampir sepenuhnya dilokalisasi dalam daerah diantara pelat-pelart seperti itu medan diantara pelat-pelat seperti ini pada pokoknya adalah homogen, dan muatanmuatan pada pelat itu didistribusikan secara homogen pada permukaan-permukaanya yang berhadapan. Kita menamakan susunan ini sebuah kapasitor pelat-sejajar
dimana 0

(parallel-plate capacitor). Kita mendapatkan bahwa E =

adalah besarnya (nilai mutlak) kerapatan

muatan permukaan pada setiap plat, ini sama besarnya dengan besarnya muatan total Q pada setiap plat dibagi dengan pada setiap pelat, ini sama dengan dengan besarnya muatan total Q pada setiap pelat dibagi dengan luas A dari pelat itu, atau = sehingga besarnya medan E dapat dinyatakan sebagai
E=

Q A

Q = 0 0 A

Medan homogen, dan jarak di antara pelat-pelat itu adalah d, sehingga selisih potensial (tegangan) di antara kedua pelat itu adalah :
Vab = Ed = 1 Qd 0 A

Fisika Dasar

XVI-8

Potensial Listrik dan Kapasitor

Dari hal ini kita melihat bahwa kapsitansi C dari sebuah kapasitor pelat-sejajar dalam ruang hampa adalah
C= Q A = 0 Vab d

(16.9)

Kapasitansi hanya bergantung pada geometri kapasitor tersebut, kapasitansi itu berbanding langsung dengan luas A dari setiap pelat dan berbanding terbalik dengan jarak pisah kedua pelat itu, d. Kuantitas A dan d kapasitor yang diberikan dan 0 adalah konstanta untuk sebuah

adalah sebuah konstanta universal. Jadi, dalam

sebuah ruang hampa kapasitansi C adalah sebuah konstanta yang tidak bergantung pada muatan kapasitor itu atau pada selisih potensial di antara pelat-pelat itu. Bila ada materi di antara pelat-pelat itu, maka sifat-sifat materi itu mempengaruhi kapasintansi tersebut. Sementara itu, kita menyatakan bahwa jika ruang itu berisi udara pada tekanan atmosfer sebagai ganti dari ruang hampa, Dalam persamaan (16.2), jika A adalah dalam meter kuadrat dan d adalah dalam farad. Satuan 0 sehingga kita melihat bahwa 1F = 1 C2 / N . m2 = 1 C2 / J. dapat dinyatakan sebagai 1 C 2 / N. m2 = Karena 1 V = 1 J / C (energi per satuan muatan), maka hal ini konsisten dengan defenisi kita yakni 1 F = 1 C/V, akhirnya satuan 0 1 F/m sehingga
0 = 8,85 x 10-12 F/m.

adalah C2/N . m2

Hubungan ini berguna dalam perhitungan kapasitansi, dan hubungan itu juga membantu kita untuk membuktikan bahwa persamaan (25-2) konsisten secara dimensional. CONTOH 16.3 Sebuah kapasitor pelat sejajar mempunyai kapasitansi sebesar 1.0 F. Jika pelat-pelat itu terpisah 1.0 mm, berapakah luas pelat itu. Penyelesaian :
A= Cd (1.0 F )(1.0 10 3 m) = 1,1 10 8 m 2 8,85 10 12 F / m

CONTOH 16.4

Fisika Dasar

XVI-9

Potensial Listrik dan Kapasitor

Pelat-pelat sebuah kapasitor sejajar dalam ruang hampa terpisah sejauh 5.00mm dan luasnya 2.00m2 . Sebuah selisih potensial 10.000 V diaplikasikan sepanjang kapasitor itu. Hitung : a. Kapasitansi b. Muatan pada setiap pelat c. Besar medan listrik dalam ruang hampa diantara pelat-pelat Penyelesaian : a. Kapasitansi
C = 0 A (8,85 10 12 F / m)(2.00m 2 ) = = 3,54 10 9 F = 0.00354 F 3 d 5,00 10 m

b. Muatan pada kapasitor:


Q = CVab = (3,54 10 9 C / V )(1.00 10 4 V ) = 3,54 C

c. Besarnya medan listrik :


E= Vab 1,00 10 4 V = = 2,00 10 6 V / m d 5,00 10 3 m

SOAL-SOAL LATIHAN 1. Pada konfoigurasi muatan berikut ini q1=10-7C, q2=2 q1, q3=-4 q1 dan d = 10 cm. Hitunglah: a. Energi potensial listrik antara masing-masing pasangan muatan b. Energi potensial listrik konfigurasi tersebut. 2. Dua buah bola kondukter dipasang sepusat. Bola diberi muatan q A dan bola B diberi muatan qB. Bola A mempunyai jari-jari RA dan bola B dengan jari-jari R B dan RA<RB. hitunglah : a. Potensial pada titik P yang berada antara RA dan RB sejauh r dari pusat bola b. Beda potensial antara bola A dan B 3. Pada sumbu x terdapat muatan +2C di x = 20 cm, muatan -3 C di titik x = 30 cm dan muatan -4 C di titik x = 40 cm. Berapakah potensial mutlak di x = 0? 4. Pada gambar dibawah ini muatan di titik A ialah + 200 pC dan dan di B 100 pC. (a) tentukan potensial mutlak di titik C dan D. (b) berapa ussaha diperlukan untuk memindahkan muatan + 500 C dari titik C ke titik D?
+ 200 pC A Fisika Dasar 20 cm 60 cm 20 cm D C - 100 pC B

XVI-10

Potensial Listrik dan Kapasitor

5. Sebuah bola logam dilekatkan pada ujung batang isolator. Apabila bola itu diberi muatan 6 nC, potensialnya ternyata 200 V lebih tingga dari kelilingnya. Berapakah kapasitansi kapasitor? (yang terdiri dari bola dan kelilingnya). 6. Gambar dibawah ini menunjukkan dua kapasitor yang dihubungkan seri. Beda potensial antara kedua ujung susunan ialah 1000 V. (a) Berapakah C-subtitusi? (b) Berapakah muatan pada masing-masing kapasitor? (c) Berapakah beda potensial pada ujung masing-masing kapasitor? (d) Hitung pula energi yang tersimpan dalam susunan kapasitor V1 + C1 + + V2 C2 + + -

V= 1000 V

7. Susunan kapasitor pada Gambar dibawah ini dihubungkan dengan sumber 120 V. Tentukan Csub, muatan yang terhimpun pada masing-masing kapasitor, dan muatan gabungan. C1 + + pF 2 C2 + + pF 6
120 V

8. Kapasitor keping terdiri dari dua buah keping sejajar, masing-masing luasnya 200 cm2, berjarak 0,4 cm dalam udara. (a) Berapakah kapasitansinya? (b) Kalau kapasitor dihubungkan dengan sumber 500 V, berapa muatan yang terhimpun didalamnya,
Fisika Dasar

XVI-11

Potensial Listrik dan Kapasitor

berapa pula energi kapasitor, dan berapa E antara kedua kepingnya?(c)Jika cairan (K=2,60) diisikan dalam ruang kapasitor, lebih banyak muatan akan mengalir dari sumber 500 V terhimpun dalam kapasitor: berapakah tambahan muatan ini?

Fisika Dasar

XVI-12

Potensial Listrik dan Kapasitor

NAMA NIM

MODUL BAB XVI POTENSIAL LISTRIK DAN KAPASITOR : :

1. Suatu muatan titik 5 C diletakkan di pusat koordinat, dan muatan titik sebesar -2 C diletakkan pada posisi (3,0) meter (lihat gambar a). jika titik yang sangat jauh dipilih sebagai acuan nol potensial listrik, hitunglah : a. Potensial listrik total di titik P(0,4) meter b. Kerja yang diperlukan untuk membawa muatan ketiga sebesar 4 C dari tempat yang sangat jauh dari titik P. c. Energi potensial sistem ketiga muatan seperti pada gambar (b) di bawah ini :

Fisika Dasar

XVI-13

Potensial Listrik dan Kapasitor

NAMA NIM

MODUL BAB XVI POTENSIAL LISTRIK DAN KAPASITOR : :

2. Luas pelat sebuah kapasitor pelat sejajar 6 cm 2, satu sama lain dipisahkan oleh kertassetebal 1 mm. Jika tetapan dielektrik kertas=3,7 dan kekuatan dielektriknya 1,6x107 Vm, hitunglah : a. Kapasitansinya b. Muatan maksimum yang dapat disimpan dalam kapasitor

Fisika Dasar

XVI-14

Potensial Listrik dan Kapasitor

NAMA NIM

MODUL BAB XVI POTENSIAL LISTRIK DAN KAPASITOR : :

3. Kapasitor 1,2 F diberi muatan hingga berpotensial 3 kV. Berapakah energi yang tersimpan di dalamnya?

Fisika Dasar

XVI-15

Potensial Listrik dan Kapasitor

NAMA NIM

MODUL BAB XVI POTENSIAL LISTRIK DAN KAPASITOR : :

4. Dua kapasitor 3 F dan 4 F secara terpisah diberi muatan dengan menghubungkannya pada sumber 6 V. Sesudah dilepaskan dari baterai, keping negatif yang satu dihubungkan dengan keping positif kapasitor yang lain. Berapakah muatan akhir pada masing-masing kapasitor?
q3=18 C q3

+ + -

+ +

+ +

q4=24 C

(a) Sebelum

q4 (b) Sesudah

+ +

Fisika Dasar

XVI-16