SOP RAWAT INAP / RAWAT JALAN MH RSK SUMBERGLAGAH Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Mojokerto INDIKASI PASIEN MRS

No. Dokumen No. Revisi Ditetapkan Direktur PROSEDUR TETAP Tanggal terbit 14 Juli 2003 Dr. NANANG KOESNARTEDJO NIP. 140 246 838 Pengertian Tujuan Kebijaksanaan Prosedur : Pelayanan pada pasien memerlukan penanganan, perawatan dan pengawasan tenaga medis dan paramedis : Sebagai acuan penerpan langkah - langkah melakukan penanganan atau perawatan sehingga pasien mendapat pelayanan sesuai dengan yang diharapkan. : Proses pelayaan rawat inap sesuai kebutuhan : Pasien datang dirawat jalan dilayani oleh perawat jaga - Anamnase : Nama, alamat, umur dan keluhan utama - Pemeriksaan fisik : tensi, nadi, suhu, POD untuk pasien reaksi. - Konsul dokter untuk pemberian terapi atau tindakan yang diperlukan . - Mencatat hasil konsultasi di status pasien - Melaksanakan instruksi sesuai advis dokter - Memindahkan pasien keruang rawat inap - Melaksanakan tindakan perawatan sesuai dengan KU penderita - Kerjasam dengan unit penunjang : Laboratorium. Fisoi terapi, apotik Adapun indikasi pasien MRS : 1. Pasien dengan reaksi berat 2. Pasien dengan luka yang memerlukan perawatan khusus 3. Pasien dengan rencana tindakan operasi 4. Pasien kusta dengan komplukasi Halaman

Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Mojokerto

PERAWATAN POST OPERASI No. Dokumen No. Revisi Ditetapkan Direktur Halaman

PROSEDUR TETAP

Tanggal terbit Dr. NANANG KOESNARTEDJO NIP. 140 246 838

Pengertian Tujuan

:

Suatu tindakan perawatan yang dilakukan pada penderita yang habis dilakukan tindakan operasi.

: 1. Mencegah terjadinya pendarahan pada luka operasi 2. Mencegah terjadinya aspirasi pada penderita dengan general anestesi 3. Observasi tanda-tanda cardinal sign : Dilakukan sesuai dengan advis dokter ruangan : 1. Elevator 2. O2 3. Tensi, jam, termometer, senter : 1. Pasien keluar dari kamar operasi masuk ruang atur posisi, ukur tekanan darah, nadi, suhu 2. Blok daerah kepala untuk pasien dengan SAB 3. Tinggikan posisi tangan atau kaki yang dioperasi 4. Pada penerita post operasi rekonstruksi biasanya dipasang gips dilakukan pemeriksaan terhadap hal-hal: a. Warna jari-jari kaki, tangan atau daerah lain yang dioperasi apakah terjadi perdarahan atau tidak b. Jika dijumpai warna jari-jari berwarna biru atau putih, kemungkinan gips terlalu kencang, maka gips perlu dikendorkan dengan hati-hati sampai warna jarinya kelihatan normal. c. Apabila dipasangn deainase, perlu diperhatikan jumlah dan warna drainase tersebut. 5. Setelah 6 minggu gips dilepas 6. Dilakukan rawat luka 7. Kerjasama dengan fisio terapi untuk latihan fisio terapi.

Kebujakan Peralatan

Prosedur

Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Mojokerto

PERAWATAN LUKA STATIS No. Dokumen No. Revisi Ditetapkan Direktur Halaman

PROSEDUR TETAP

Tanggal terbit Dr. NANANG KOESNARTEDJO NIP. 140 246 838

Pengertian

: Suatu tindakan perawatan luka yang dilakukan pada penderita yang mengalami luka pada daerah tungkai bawah 1/3 bawah cruris : 1. Membantu kesembuhan pasien 2. Mencegah melebarnya luka : Dilakukan bagi setiap pasein sesuai dengan kasus : Bak instrumen steril berisi : 1. Pinset anatomi steril 2. Pinset chirurgi steril 3. Gunting lurus atau bengkok 4. Kasa steril 5. Alkohol 70% 6. Gunting plester 7. Cairan PZ 8. Gentian violet 9. Bengkok 10. Sarung tangan 11. Verban atau plester 12. Sarung tangan : 1. Pasien diberitahu, pasien disuruh duduk santai berhadapan dengan petugas 2. Petugas memakai sarung tangan 3. Luka dibersihkan dengan PZ atau obat lain. 4. Jaringan yang nocrotik dinekrotomi 5. Bila perlu cuci dengan perhidrol 6. Kompres luka dengan gentian violet PZ 7. Balut luka dengan verban atau diplester 8. Alat-alat dibersihkan

Tujuan Kebijakan Peralatan

Prosedur

Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Mojokerto

PEMERIKSAAN PASIEN BARU KUSTA No. Dokumen No. Revisi Ditetapkan Direktur Halaman

PROSEDUR TETAP

Tanggal terbit Dr. NANANG KOESNARTEDJO NIP. 140 246 838

Pengertian Tujuan Kebijakan Prosedur

: Suatu pemeriksaan yang dilakukan pada pasien dirawat jalan sehingga diketahui penyakitnya. : Untuk menentukan diagnosa dan pemberian terapi : Dilakukan bagi setiap pasien rawat jalan di RUMAH SAKIT Sumberglagah : 1. Anamnase - Keluhan utama : rasa baal, adanya bercak putih, bercak merah infiltrat (bercak tebal) - Keluhan tambahan : parastesia, demam, nyeri sendi dll - Riwayat perjalanan penyakit : berapa lama ? pengobatan yang didapat, reaksi bentol-bentol merah dll. - Riwayat kontak dengan penderita kusta (keluarga) - Penyakit lain yang diderita pada saat ini - Riwayat penyakit dulu terutama penyakit yang berat 2. Pemeriksaan - Harus dilakukan di ruangan yang cukup terang, paling baik cahaya sinar matahari tidak langsung. - Diperiksa pada seluruh permukaan kulit (dari depan atas sampai bawah dan dari belakang atas sampai bawah) 3. Pertama-tama pasien diberitahu kemudian pemeriksa melihat kelainan kulit dari jarak jauh kemudian dari dekat. - Setelah ditemukan adanya kelainan kulit, maka kelainan kulit ditest ada tidaknya anestesi (test raba menggunakan kapas yang diruncingkan) 4. Pemeriksaan kelainan syaraf tepi a. Syaraf auricularis magnus - Pasien disuruh menengok kekiri kemudian pemeriksa meraba adanya penebalan syaraf atau tidak demikian sebaliknya. b. Syaraf ulnaris - Tangan kanan pemeriksa memegang lengan kanan bawah penderita dengan posisi siku sedikit ditekuk sehingga lengan penderita dalam keadaan relax - Dengan jari telunjuk tengah kiri pemeriksaan mencari nervus ulnaris disulcus ulnaris yaitu pada lekukan diantara tonjolan tulang siku dan tonjolan kecil dibagian medial. - Dengan memberi tekanan ringan N. ulnaris digulirkan halus dirasakan dan ada tidaknya penebalan syaraf, demikian juga pada lengan kiri penderita.

PZ atau lain sesuai advis Medis 7. Alkohol 70 % 6. Alat. Persiapan alat 2.alat dibereskan .Membantu mempercepat kesembuhan luka . Kompres luka dengan betadin. Bengkok 10. Pakai sarung tangan 3.Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Mojokerto PERAWATAN LUKA PLANTAR No. 140 246 838 Pengertian Tujuan Kebijakan Peralatan Prosedur : Suatu tindakan luka yang dilakukan pada penderita kusta yang mengalami luka telapak kaki : . NANANG KOESNARTEDJO NIP. Cairan PZ 8. Kasa steril 5. Luika dibersihkan dengan PZ atau obet lain 4. Sarung tangan : 1. Revisi Ditetapkan Direktur Halaman PROSEDUR TETAP Tanggal terbit Dr. Balut luka dengan verban atau diplester 8. Gunting plester 7. Pembalut atau plester 9. Bila perlu cuci luka dengan perhydrol 6. Pinset Chirurgic steril 3. Bila ada jaringan yang nekrosis dilakukan nekrotomi 5. Gunting lurus atau bengkok 4. Dokumen No..Mencegah terjadinya infeksi .Membatasi terjadinya cacat : Sesuai dengan dosis dokter : Persiapan alat : 1. Pinset anatomi steril 2.

Penderita diminta memejamkan mata 2. Mata 1. Dokumen No. dan dalam posisi ekstensi b. Anggota Badan Bagian Atas 1. Dilihat dari depan/samping apakah mata menutup dengan sempurna (tidak ada celah) 3. Ulnaris kiri (tangan kiri pemeriksa memegang lengan kiri penderita dan tangan kanan pemeriksa meraba N. Cara pemeriksaan fungsi syaraf I. Dengan tangan kiri pemeriksa membawa ujung jari pasien untuk ditegakan ke atas sehingga tegak lurus terhadap telapak tangan pasien (seakan-akan menunjuk kearah hidung) dan pasien diminta untuk mempertahankan posisi c. Bagi mata yang menutup tidak rapat. ulnaris kiri penderita dst. 140 246 838 Pengertian Tujuan Kebijakan Prosedur : Suatu pemeriksaan yang dilakukan pada pasen kusta baru atau pasien yang sudah RFT : 1. Revisi Ditetapkan Direktur Halaman PROSEDUR TETAP Tanggal terbit Dr.Siapkan ballpen yang ringan untuk test rasa raba 3.Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Mojokerto PEMERIKSAAN POD No.Periksalah secara berurutan dari kepala sampai kaki agar tidak ada yang terlewatkan. Memeriksa syaraf ulnaris a. Tangan kanan pemeriksa memegang lengan bawah penderita dengan posisi siku sedikit ditekuk sehingga lengan penderita dalam keadaan rilax b. Dilakukan untuk setiap pasien baru / reaksi : Persiapan pemeriksaan fungsi syaraf 1. NANANG KOESNARTEDJO NIP.Penderita diminta duduk dengan santai berhadap dengan pemeriksa 4. Dengan jari telunjuk dan tangan kiri pemeriksa menekan pangkal ibu jari pasien yaitu dari bagian batas . Dengan jari telunjuk tengah kiri pemeriksa mencari nervus Ulnaris disulcus ulnaris yaitu pada lekukan diantara tonjolan tulang dan tonjolan kecil dibagian medial (epicendilus medialis) C. Mis : lagophthalmus ya/tidak II. lalu dicatat. Menentukan pengobatan reaksi : 1. Tangan kanan pemeriksa memegang jari telunjuk sampai kelingking tangan kanan penderita agar telapak tangan penderita menghadap keatas. Mencegah kecacatan atau membatasi cacat yang sudah ada 2. diukur lebar celahnya. jangan lupa menulis tanggal pemeriksaan 2.) 2.Siapkan form POD. Dengan memberi tekanan ringan ulnaris digulir halus sambil melihat mimik/reaksi pendita tanpak kesakitan atau tidak kemudian dengan prosedur yang sama memeriksa n. Memeriksa kekuatan ibu jari a.

Posisi pasien : tangan yang akan diperiksa diletakkan diatas meja/paha pasien atau belum pada tangan kiri pemeriksa sedemikian rupa.Bila menutup (-). Pasien diminta menggerakan pergelangan tangan kanan atas dan ke bawah/ekstensi fleksi c. Kesimpulan : . Tangan kiri pemeriksa memegang punggung lengan bawah tangan kanan pasien b.Bila tahanan (-) ………. Kuat /k .Bila tegak keatas (+). hanya bisa bergerak ke atas bawah …….antara punggungan telapak tangan kearah menjauhi hidung/ke arah datangnya ibu jari. lalu pemeriksa menarik kertas tersebut sambil menilai dan tidaknya tahanan/jepitan terhadap kertas tersebut Kesimpulan : . gerak keatas terbatas ………. Alat : bolpen plastik yang ringan b.Bila tahanan (+) ………kuat/K .Bila tegak keatas (+) tahanan (+) kuat/K . dan memperagakan dengan menyentuhkan ujung bolpen pada lengannya .Bila gerakan ekstensi (-) ………….Memeriksa penjelasan pada pasien apa yang akan di lakukan padanya. Pemeriksaan kekuatan jari kelingking a. Lemah gerak .lumpuh/P 5. Pasien diminta menggerakkan jari kelingking ke lateral ………… media (bukan kesamping ... Tangan kiri pemeriksa memegang ujung jari : 2.Bila tegak keatas (=). Pra pemeriksaan : . hanya bergerak horisontal sejajar telapak tangan ……… lumpuh/Pdengan cara yang sama memeriksa ibu jari tangan kiri 3.3 dan 4 tangan kanan pasien dengan telapak tangan pasien menghadap keatas dan posisi ekstens (jari kelingking bebas bergerak tidak terhalang oleh tangan pemeriksa b.lt/lemah tahanan . pasien diminta menjapit sehelai kertas yang diletakkan diantara jari manis dan jari kelingking tersebut.lumpuh/P 4.. Cara : ujung bolpen diletakan secara ringan/lembut pada titik-titik yang diperiksa dan segera diangkat kembali (dengan gaya berat tanpa tekanan) c. tahanan (-) ………lemah tahanan/LT . tahanan (-) ………lemah tahanan .Bila tegak keatas (-).Bila menutup (+).Bila gerakan fleksi-ekstensi (+) terbatas ……… lg/lemah gerak .Bila gerakan buka-tutup (-). Pasien diminta bertahan pada posisi ekstensi (keatas) lalu dengan tangan kanan pemeriksa menekan tangan pasien kebawah kearah fleksi Kesimpulan : .Bila tahanan (+) ……….menutup ke arah jari manis) c. Pemeriksaan rasa raba a. Memeriksa kekuatan pergelangan tangan a. sehingga semua ujung jari tersanggah (tangan pemeriksa yang menyesuaikan diri dengan keadaan tangan pasien) misalnya claw hand d. Bila pasien dapat membuka dan menutup jari dengan sempurna. gerak lateral media yang terbatas …………lemah gerak/LG .

Pemeriksa dengan jari telunjuk dan tengah meraba caput fibula (di bawah lutut.x III.Penderita diminta menututup mata atau menoleh menjahui dari tangan yang diperiksa .Bila gerakan ekstensi (-) ………. Pemeriksaan sesungguhnya : .Dengan ujung bolpen pemeriksa menyentuh tangan penderita pada titik-titik sesuai dengan gambar pada POD . Anggota badan bagian bawah 1. usahakan telapak kaki mengadap keatas b. tahanan (-) ……… lemah tahanan / lt . Tangan kiri pemeriksa menyanggah ujung jari kaki penderita .Usahakan pemeriksaan titik-titik tersebut tidak berurutan . 2.v . Kaki kanan penderita diletakkan pada paha kiri. Dengan jari telunjuk dan tengah pemeriksa meraba nervus tibialis posterior pada bagian belakang dan bawah maleolus medialis . tibialis posterior lokasi : di bawah belakang dan bawah dari mata kaki sebelah dalam (maleulus medialis) a. Pemeriksaan rasa raba kaki a. Lumpuh / P 4. Pemeriksaan kekuatan kaki a.Penyimpangan letak titik tersebut tidak berurutan (secara acak) Kesimpulan : . Pemeriksaan N. Pemeriksa berada dihadapan penderita dengan tangan kanan pemeriksa kaki kiri dan tangan kiri memeriksa kaki kanan c.Bila ekstensi (+).. Penderita masih dalam posisi duduk relax b.Bila gerakan ekstensi terbatas ………… lemah gerak /lg .Test diulangi sampai penderita mengerti dan kooperatif e. Penderita diminta bertahan pada posisi ekstensi tersebut lalu pemeriksa dengan kedua tangan menekan yang punggungan kaki penderita kebawah / kelantai Kesimpulan : . Dengan tekanan yang ringan syaraf tersebut digulir bergantian kiri dan kanan sambil melihat mimik/reaksi penderita apakah kesakitan. Pemeriksaan N. Penderita diminta duduk dengan kaki dalam keadaan relax b. Penderita diminta mengangkat ujung kaki dengan tumit tetap terletak dilantai / ekstensi maksimal (seperti berjalan dengan tumit) b.bila rasa (-) ……….bila rasa (+)………. Peroneus terletak persis di belakang caput fibula tersebut d. lalu digulir santai sambil melihat mimik/ reaksi dari penderita 3. N. tulang yang paling menonjol ke samping luar/lateral).Penderita diminta menunjuk tempat yang terasa disentuh .Bila tahanan (+) ………… kuat / k . peroneus communis a.Bila penderita merasakan sentuhan tersebut diminta untuk menunjuk tempat sentuhan tersebut dengan jari tangan yang lain .

v .Bila rasa (+) …………… x .c.5 cm Kesimpulan: . Jarak penyimpangan yang bisa diterima maximal 2.Bila rasa (+) ……………. titik-titik yang diperkirasa sesuai dengan form pod d. Cara pemeriksaan sama seperti pada rasa raba tangan. Pada daerah yang menebal boleh sedikit menekan dengan cekungan berdiameter 1 cm e.

titik anestesi dll. bila neuritis tetap atau bertambah. terutama femoral. 140 246 838 Pengertian : Suatu tindakan atau perawatan yang dilakukan pada penderita kusta yang mengalami reaksi ENL (Eritema Nodosum Leprosum) : 1. syaraf : adanya neruritis. Istirahat atau imobilisasi Tujuan Kebijakan Peralatan Prosedur . nodul ulserasi. NANANG KOESNARTEDJO NIP. Anamnese :. b. neuritis menurun pemberian prednison diturunkan. berlangsung dalam waktu yang lama c.mulai kapan terjadinya reaksi . jika didapatkan adanya meuritis. Pemberian lampren 3 x 100 mg/ hari selama 2 bulan untuk reaksi ENL berat berulang c. Mencegah kecatatan atau mebatasi cacat yang sudah ada 2. Form POD 2. eritem dan nyeri pada lengan . Pemberian antipiretik / analgetik sesuai keluahn pasien d. Pada pemeriksaan POD.keluhan utama . jika berat sampai ulcerasi b. aksilla dan leher d. bila neuritis menurun prednison di turunkan menjadi 30 mg demikian seterusnya. Memberi motivasi agar penderita dapat mengatasi masalah 3. Setelah 2 mgg diperiksa POD lagi. Pemerikasaan fisik meliputi a. Prednison dosis awal 40 mg diawasi selama 3 hari. Bollpen / monovilamen : Pelaksanaan : 1. Pasang infus bila perlu e. kelenjar getah bening : menimbulkan limfadenitis. kulit : timbul nodul. maka harus diberi : a. Dokumen No. tungkai dan wajah. maka dosis prednison 10 mg. Pemberian roborantia f.apa penyebab timbulnya reaksi 2.Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Mojokerto PERAWATAN REAKSI TYPE II ( E N L ) No. Mencari dan mengatasi penyebab timbulnya reaksi : Pelayanan dokter dan paramedis kepada pasien rawat jalan dan rawat inap kusta : Persiapan alat : 1. testis : adanya erkhitis 3. Revisi Ditetapkan Direktur Halaman PROSEDUR TETAP Tanggal terbit Dr.

Dokter Ruangan melakukan visite dan memberikan advis kepada Fisioterapi untuk memberikan terapi latihan 9. Melaporkan berakhirnya program Fisioterapi kepada dokter ruangan . Fisioterapi memberikan penyuluhan kepada pasien dan keluarga perihal terapi latihan dirumah 15. No. Nanang Koesnartedjo Nip.Pengertian : Persiapan pasien pre. Melatih dan menguatkan No. 140246838 . Revisi Halaman Dokumen Terbit ke Ditetapkan Oleh Direktur Tanggal Ditetapkan dr. dr. Operasi rekonstruksi kusta adalah suatu proses yang harus dipersiapkan dan dipenuhi sebelum operasi rekonstruksi kusta dilaksanakan PERSIAPAN PASIEN PRE. Pasien berada di Ruang Rehabilitasi Medik Ditetapkan Direktur 2. Fisioterapi melaksanakan program terapi latihan 12. Petugas fisioterapi melakukan pengukuran sendi menggunakan goniometer 5. Fisoterapi menegakkan diagnosa Fisioterapi. mempunyai 140246838  Sendi-sendi yang terlibat dalam operasi harus ROM normal (lemas)  Otot yang hendak dipakai sebagai motor tendon (donor) Kekuatannya normal  Cacat yang terjadi sudah menetap atau lebih dari 6 bulan Operasi tangan dan 12 bulan untuk operasi kaki 3. otot yang dipindahkan No. Nanang Koesnartedjo minimal 6 bulan sebelumnya Nip. Petugas fisioterapi melakukan anamnesa pasien 4. Revisi Halaman Kebijakan : Persiapan pasien pre. Pasien menjalani tindakan bedah orthopaedi 7. Fisioterapi mengevaluasi program terapi latihan 13. Fisioterapi melaksanakan Rekam Medik pasien 14. Pasien yang akan dioperasi rekonstruksi harus memenuhi persyaratan: Prosedur Tetap  Pemeriksaan BTA negatif atau penderita RFT  Penderita tidak mengalami reaksi dan atau neuritis. Doker Bedah Orthopaedi memberi advis fisioterapi memberi terapi latihan 8. OPERASI REKONSTRUKSI Tujuan : 1. Petugas fisioterapi melakukan pemeriksaan kecacatan dan kekuatan donor otot yang akan dijadikan transfer 6. Kepala Ruangan melaporkan kepada Fisioterapis untuk melakukan terapi latihan 10. Operasi rekonstruksi dilaksanakan Dokumen Terbitoleh ke petugas fisioterapi Tanggal Ditetapkan Oleh Prosedur : 1. cacat yang ada semaksimal mungkin MEDIK Sumberglagah 3. kepala ruangan non kusta Unit Terkait    Perawatan Non Kusta Kamar Operasi Non Kusta Rekam Medis Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Prosedur Tetap SOP PEMERIKSAAN FISIOTERAPI PADA PASIEN KUSTA No. Mencegah cacat lebih lanjut Rumah Sakit Kusta Mengoreksi KUSTA DI INSTALASI REHABILITASI 2. merencanakan program dan memilih peralatan terapi 11.

penderita disuruh membuka jari kelingking kearah luar ( abduksi ) pemeriksa memberi tahanan pada gerakan jari tersebut. 2. Abduktor Polisis brevis dan opponen polisis Telapak tangan menghadap ke atas. pergelangan tangan lurus. Nervus Peroneus Penderita duduk dengan lutut ditekuk dan lemas maka Nervus peroneus . M. pergelangan tangan lurus. Nervus Ulnalis Siku diflexikan 60o dan syaraf diraba pada daerah sulkus ulnaris os humeri di bagian medial siku 2.Ekstensor karpi radialis longus dan brevis ( ECRL / B ) Punggung tangan menghadap ke atas . pemeriksa menekan otot pangkal ibu jari ke bawah. M. jari-jari lurus. penderita menggerakkan ibu jarinya keatas. Nervus Medianus Posisi telapak tangan menghadap keatas maka Nervus medianus dapat diraba diantara tendon-tendon otot didaerah pergelangan tangan 3. 6. dapat diraba dibawah tonjolan sisi luar dibawah lutut ( kaput fibula ) 5. maka Nervus tibialis posterior dapat teraba dibelakang mata kaki sebelah dalam ( maleolus medialis ) 6. Interosseus Dorsalis I : Punggung tangan menghadap keatas. Nervus tibialis posterior Dengan pergelangan kaki yang relaks. penderita disuruh membuka telunjuknya ke arah ibu jari. 3. maka Nervus radialis dapat diraba pada sisi luar seperti bawah lengan atas 4. Lumbrikalis I dan II : Punggung tangan menghadap keatas. jari-jari lurus. 5. pemeriksa mendorong sendi interfalang proksimal ( PIP ) jari ke 4 dan 5 keatas. 4. Tujuan Kebijakan Prosedur . Nervus Radialis Usahakan bahu dan siku lemas. penderita disuruh menggerakkan pergelangan tangan ke atas ( dorsoflexi ). PELAKSANAAN Pemeriksaan Syaraf 1. Abduktor digiti minimi : Punggung tangan menghadap keatas. M. M. sendi metakarpofalangeal ( MCP ) flexi 900. M. Pemeriksaan otot ( VMT = Voluntary Muscle Testing ) 1. pemeriksa memberikan tahanan pada punggung I. pemeriksa mendorong sendi interfalang proximal ( PIP ) jari ke 2 dan 3 keatas. Nervus aurikularis magnus Penderita disuruh menggerakkan kepalanya kekiri / kekanan kemudian syaraf diraba dari belakang daerah muskulus sterno kleido mastoideus II. Lumbrikalis III dan IV Punggung tangan menghadap keatas. pemeriksa memberikan tahanan terhadap gerakan tersebut. jari-jari lemas. M.Pengertian Pemeriksaan fisioterapi adalah suatu proses pemeriksaan yang memeberikan gambaran kepada kita status kecacatan setiap penderita kusta dan pada penderita baru untuk dapat membantu meningkatkan diagnosa penyakit kusta Sebagai acuan penerapan langkah –langkah melakukan pemeriksaan fisioterapi Pemeriksaan dilakukan petugas fisioterapi A. sendi metakarpofalangeal (MCP) flexi 900.

8. terutama untuk melihat hasil evaluasi pengobatan sebelumnya dan merencanakan tindakan selanjutnya : 1) Kontraktur : . Ukurlah lebar celah tersebut. M. Fleksor digitorum sublimis : Telapak tangan menghadap ke atas . Pemeriksaan Kecacatan : Lakukan pemeriksaan dengan benar dan teliti. Orbikularis Oris : Penderita disuruh bersiul atau tertawa. 4. Palmaris longus : Telapak tangan menghadap keatas. penderita disuruh melakukan gerakan flexi pergelangan tangan . penderita disuruh menggerakkkan telapak kaki kesamping luar ( ekso rotasi ). III. pemeriksa memberikan tahanan melawan gerakan tersebut. 10.lutut 900. pemeriksa memberikan tahanan ke bawah pada punggung jari-jari. Orbikularis okuli : Penderita disuruh menutup matanya sekuat mungkin pada keaadaan parese / paralise akan tampak celah mata. pada keadaan parase / paralise akan tampak satu sisi bibir tidak mengikuti gerakan tersebut. M. M. pemeriksa menahan gerakan tersebut.Fleksor digitorum profundus Telapak tangan menghadap ke atas . penderita disuruh melakukan gerakan flexi sendi PIP . pemeriksa memberikan tahanan pada sisi thenar telapak tangan 5. M. penderita disuruh menggerakkan jari-jari kaki dan ibu jari kaki keatas. lutut flexi 900. 11.penderita disuruh melakukan gerakan flexi sendi mid falang.penderita disuruh menggerakkan telapak kaki ke samping dalam. pemeriksa memberikan tahanan pada punggung jarijari dan ibu jari ke bawah. M. tibialis posterior : Penderita duduk . 3. M. penderita disuruh melakukan gerakan memutar lengan bawah kedalam (pronasi). pemeriksa memberikan tahanan pada falang tiga. jari kaki rileks menapak lantai. 9.pemeriksa menahan pada sisi dalam kaki melawan gerakan tersebut. M. lutut 900 . M. M. fleksor karpi radialis : Lengan bawah diletakkan di atas meja dengan telapak tangan menghadap keatas. Pemeriksaan tambahan yang dianjurkan dilakukan pada otot-otot yang hendak dijadikan donor motor tendon pada Operasi rekonstruksi yaitu : 1. penderita disuruh melakukan gerakan flexi pergelangan tangan sambil menguncupkan jari-jari tahanan diberikan pada pangkal telapak tangan. ekstensor digitorum komunis Punggung tangan menghadap ke atas. 7.tangan melawan gerakan tersebut. IV. jari kaki rileks menapak lantai. 12. M. pronator teres : Lengan bawah diletakkan diatas meja dengan telapak tangan menghadap keatas. M. Ekstensor digitorum dan halusis : Penderita duduk. Pemeriksaan Perabaan ( Sensory Test ) Pemeriksaan ini dilakukan pada daerah telapak tangan dan telapak kaki dengan tusukan ringan dari nilon sebesar 2 gram untuk telapak tangan dan 10 gram untuk telapak kaki. penderita disuruh meluruskan jari-jarinya. jari kaki menapak lantai. Peroneus longus dan brevis : Penderita duduk.pemeriksa memberikan tahanan pada falang kedua tersebut 2.

Kontraktor yang terjadi disini masih dapat diterima bila masih lebih dari 45 derajat. Jari kaki Kiting ( Claw Toes ) Adanya parese / paralis otot-otot intrinsic jari kaki. No. Catat lokasinya dan beri tanda ( S ) pada status. Revisi Halaman Dokumen Terbit ke . Web : Adalah sudut kulit antara ibu jari dan jari ke 2. Catat dan beri tanda garios tebal pada ujung jari pada status Luka Gambaran lokasi dan bentuk pada status. Catat lokasinya dan beri tanda ( S ) pada status. Jari tangan Kiting ( claw hand ) Adanya parese / paralise otot-otot intrinsik jari tangan . Catat lokasinya beri tanda (↓) pada status. Kaki lunglai ( drop foot ) Adanya parase / paralise otot-otot ekstensor kaki sehingga pergelangan kaki lunglai. Catat lokasinya dan beri tanda ( ↓ ) pada status Mutilasi Putusnya ujung –ujung ditandai dengan hilangnya kuku. Catat lokasinya dan besar sudutnya yang terjadi. Tangan lunglai ( drop hand ) Adanya parase / paralis otot-otot ekstensor tangan.2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Kekakuan yang terjadi pada sendi sehingga tidak dapat diluruskan baik aktif oleh penderita sendiri maupun dengan paksa. sehingga pergelangan tangan lunglai. demikian pula bila ada bebas luka beri tanda ( # ) Unit Terkait   Rawat Jalan Kusta Rawat Inap Kusta Rumah Sakit Kusta Sumberglagah KONSULTASI REHABILITASI MEDIK RAWAT JALAN NON KUSTA No. Catat lokasinya dan beri tanda garis sebatas mutilasi dan bagiannya jari yang hilang diberi warna hitam pada status Absorbsi Memendeknya jari-jari akibat terjadinya proses pada tulang tulang. ukur dan catat besar sudut tersebut.

Ahli Fisioterapi melakukan pencatatan identitas di status pasien. Konsultasi dilakukan oleh Ahli Fisioterapi 1. 140246838 Pengertian Konsultasi adalah Proses pemberian petunjuk untuk memecahkan masalah fisioterapi dan masalah tehnik terapi latihan agar pasien dapat melakukan terapi latihan yang tepat untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal . Pasien datang ke Poli rawat jalan Non Kusta dilayani oleh dokter jaga. 6. Apabila pasien memerlukan konsultasi Fisoterapi . Pasien tetap berada di ruang Rawat Jalan Non Kusta 5. 3. perawat Rawat Jalan Non Kusta berkoordinasi dengan Ahli Fisoterapi.   Rawat Jalan Non Kusta Rekam Medis Tujuan Kebijakan Prosedur Unit Terkait . Ahli Fisioterapi menuliskan terapi latihan diajarkan pada pasien dan menjelaskan cara terapi latihan untuk pasien di rumah . 2. Nanang Koesnartedjo Nip. Sebagai acuan penerapan langkah-langkah melakukan konsultasi Fisioterapi bagi pasien rawat jalan non kusta . Ahli Fisioterapi melakukan Anamnesa Fisioterapi 7. 4. Setelah selesai pemeriksaan dokter memberi pengobatan dan tindakan sesuai dengan diagnosa.Tanggal Ditetapkan Prosedur Tetap Ditetapkan Direktur dr. Ahli Fisioterapi melakukan latihan / penggunaan alat Fisioterapi 8. maka dokter .

Petugas Protesa melakukan pengukuran kruk 8.Rumah Sakit Kusta Sumberglagah SOP PEMESANAN ALAT BANTU JALAN/ KRUK DI INSTALASI REHABILITASI MEDIK No. No. Inap Non Kusta Rawat Jalan Non Kusta UGD Unit Terkait Rumah Sakit Kusta Sumberglagah No. Sebagai acuan penerapan langkah-langkah melakukan pemesanan kruk kepada Instalasi Rehabilitasi Medik Pemesanan kruk dilakukan oleh Petugas Fisioterapi 1. Revisi Halaman Terbit ke . Pasien setelah dilakukan bedah Orthopedi. Petugas Protesa melaporkan kepada Petugas Fisioterapi kruk sudah diterimakan ke Pasien 9. Petugas Fisioterapi mengkoordinasikan kepada Petugas Protesa 7. Petugas Rawat Inap Non Kusta mengkoordinasiksn pemesanan kruk kepada petugas Fisioterapi 4. Pasien di ruangan Rawat Inap Non Kusta 2. Revisi Halaman Dokumen Terbit ke Tanggal Ditetapkan Direktur Ditetapkan Prosedur Tetap dr. Septik dll 3. 140246838 Pengertian Tujuan Kebijakan Prosedur Pemesanan kruk adalah suatu proses memesankan kruk sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan untuk pasien melakukan aktifitas.Debridement. Petugas fisioterapi mengevaluasi ulang tinggi kruk yang dipakai pasien    Rawat. Nanang Koesnartedjo Nip. Petugas Fisioterapi melakukan pencatatan harga kruk di status pasien 6. Dokumen PEMESANAN PROTESA No. Petugas Fisoterapi menuliskan resep pemesanan kruk kepada Petugas Protesa 5.

Petugas Fisioterapi mengkoordinasikan dengan petugas protesa 7. Nanang Koesnartedjo Nip. Pasien menyetujui tarif protesa 5. Petugas Fisioterapi menuliskan resep pemesanan protesa 6. Protesa terselesaikan dalam 5 hari 10. Petugas Fisioterapi menginformasikan tarif protesa kepada pasien ( khusus untuk pasien Non Kusta ) 4. 11. Pasien datang ke Fisioterapi untuk melakukan latihan dengan protesa. Pasien disarankan menyelesaikan administrasi pemesanan protesa dibagian keuangan       Rawat Inap Non Kusta Rawat Jalan Non Kusta Rawat Inap Kusta Rawat Jalan Kusta Protesa UGD Protesa Unit Terkait Rumah Sakit Kusta Sumberglagah SOP PEMESANAN SANDAL MCR DAN SANDAL DROP FOOT DI INSTALASI REHABILITASI MEDIK . Petugas Protesa melakukan pengukuran protesa 9. Petugas Fisioterapi melakukan pencatatan di status pasien 8. 140246838 Pengertian Pemesanan Protesa adalah suatau proses untuk memesankan protesa sesuai kebutuhan yang diperlukan pasien setelah anggota gerak yang diamputasi / dioperasi Sebagai acuan penerapan langkah-langkah melalukan pemesanan protesa kepada Instalasi Protesa • • Pemesanan Protesa dilakukan petugas Fisioterapi Pemesanan Protesa 4 bulan setelah amputasi Tujuan Kebijakan Prosedur 1.Tanggal Ditetapkan Prosedur Tetap Ditetapkan Direktur dr. Petugas Rawat Inap Non Kusta / UGD / Rawat Inap Kusta mengkoordinasikan dengan petugas Fisioterapi untuk pemesanan protesa 3. Pasien datang Rawat Inap Non Kusta / Kusta / UGD 2.

Revisi Halaman . Nanang Koesnartedjo Nip. Pasien datang di Rawat Inap kusta dan dilakukan pemeriksaan dan rawat luka. 140246838 Pengertian Pemesanan sandal MCR dan sandal Drop Foot adalah suatu proses untuk memesankan sandal MCR dan Sandal Drop Foot yang dibutuhkan pasien kusta untuk melindungi kaki dan mencegah luka. siap untuk terapi latihan Protesa Rawat Inap Kusta Rawat Jalan Kusta Tujuan Kebijakan Prosedur Unit Terkait    Rumah Sakit Kusta Sumberglagah KONSULTASI RAWAT INAP KUSTA DI INSTALASI REHABILITASI MEDIK No. Petugas Rawat Jalan Kusta dan Rawat Inap Kusta berkoordinasi dengan petugas Fisioterapi 4. Pasien datang ke petugas perotesa untuk mengambil sandal MCR / Sandal Drop Foot. Petugas protesa menginformasikan ke petugas Fisioterapi. Dokumen No. Sandal MCR / Sandal Drop Foot diselesaikan oleh petugas protesa 2 hari 9. 2. Pasien dirawat di Rawat Inap Kusta 3. Petugas Fisioterapi mengkoordinasikan kepada petugas protesa 7. Revisi Terbit ke Ditetapkan Direktur Halaman dr. Dokumen Tanggal Ditetapkan Prosedur Tetap No. Petugas Fisioterapi melakukan pencatatan di status pasien 6. Pemesanan sandal MCR dan sandal Drop Foot dilakukan petugas Fisioterapi 1. 10. Sebagai acuan penerapan langkah-langkah melalukan pemesanan sandal MCR dan sandal Drop Foot kepada Instalasi protesa.No. sandal telah selesai. Petugas Protesa melakukan pengukuran sandal MCR / dan Sandal Drop Foot 8. Petugas Fisioterapi menuliskan resep pemesanan sandal MCR / sandal Drop Foot 5.

latihan yang dilakukan ) 9. Pasien datang di poli Rawat Inap Kusta dilayani oleh petugas perawat kusta 2. Ahli Fisioterapi melakukan indentifikasi dan menuliskan di buku catatan 7. Petugas medical Record – Kusta menyerahkan status pasien ke ahli Fisioterapi 5. Apabila pasien memerlukan konsultasi Fisioterapi maka dokter / perawat Rawat Inap Kusta berkoordinasi dengan ahli Fisioterapi 4. Nanang Koesnartedjo Nip. Ahli Fisioterapi melakukan anamnesa status kecacatan ( berapa lama. Ahli Fisioterapi melakukan pemeriksaan Fisioterapi dengan melakukan pengukuran sendi dengan goniometer 8. 140246838 Pengertian Konsultasi adalah proses pemberian petunjuk memecahkan masalah Fisioterapi dan penangan kecacatan agar pasien mendapat penanganan yang tepat dan mencapai derajat kesehatan yang optimal Sebagai acuan penerapan langkah-langkah melakukan konsultasi Fisioterapi bagi pasien rawat jalan kusta Konsultasi di Fisioterapi dilakukan oleh ahli Fisioterapi 1. Pasien diajari untuk terapi latihan yang harus dilakukan dirumah ( Rawat Jalan ) 10. Setelah selesai pemeriksaan dan pemberian pengobatan dan tindakan sesuai dengan diagnosa 3. Pasien dirujuk ke Instalasi Rehabilitasi Medik 6. Revisi Halaman . Ahli Fisioterapi memberikan rujukan kepada pasien untuk rawat jalan atau tindakan untuk operasi rekonstruksi   Rawat Jalan Kusta Rekam Medis Tujuan Kebijakan Prosedur Unit Terkait Rumah Sakit Kusta Sumberglagah PERSIAPAN PEMASANGAN GIBS PASIEN KUSTA DI INSTALASI REHABILITASI MEDIK No.Ditetapkan Direktur Prosedur Tetap Tanggal terbit dr. Dokumen No.

140 246 838 Pengertian Persiapan pemasangan gibs ( back slap ) / kontraktur adalah menyiapkan gibs sebelum digunakan sebagai bahan untuk immobilisasi Sebagai acauan penerapan langkah-langkah melakukan pemasangan gibs kepada pasien kusta Persiapan bahan gibs dilakukan oleh Fisioterapi 1. Petugas Fisioterapi menggunakan goniometer untuk mengukur persendian jari tengah yang kontraktur / kaki yang dropfoot 5.Ditetapkan Direktur Prosedur Tetap Tanggal terbit Dr. sofban. Bahan Gibs yang telah tersedia dipersiapkan 4. Petugas Fisioterapi siap melakukan pemasangan gibs pada pasien. Nanang Koesnartedjo Nip. Menyediakan air. Memberikan resep ke instalasi farmasi kebutuhan gibsona .    Farmasi Rawat Inap Kusta Rawat Jalan Kusta Tujuan Kebijakan Prosedur Unit Terkait Rumah Sakit Kusta Sumberglagah PELAKSANAAN TERAPI LATIHAN PASIEN DI RAWAT INAP NON KUSTA . meja dan perlak 3. dan tensocrap yang akan dipakai 2. tempat sampah.

140246838 Pengertian Pelaksanaan terapi latihan adalah : Suatu proses untuk memberikan ternik Atau cara latihan kepada pasien berdasarkan diagnosa. Petugas fisioterapi mengevaluasi program terapi latihan 8. Revisi Halaman Terbit ke Ditetapkan oleh Direktur Dr. Petugas fisioterapi melakukan pencatatan di status pasien 10. sesuai dengan advis dokter ruangan. Dokumen Tanggal Ditetapkan Prosed ur Tetap No. Kepala ruangan mengkoordinasikan kepada petugas fisioterapi 5. Petugas fisioterapi melaksanakan program terapi latihan 7. Dokter Orthopaedi.No. Petugas fisioterapi melakukan rekam medik pasien 6. Dokter ruangan melakukan visite dan memberikan advis memberikan terapi latihan kepada petugas fisioterapi 4. Kepala Perawatan Non Kusta Sebagai acuan penerapan langkah-langkah membantu memulihkan kondisi pasien dengan Terapi Latihan Pelayanan Terapi Latihan dilaksanakan oleh Petugas Fisioterapi 1. dan dokter memberikan advis kepada petugas fisioterapi untuk memberi terapi latihan 3. Pasien menjalani tindakan bedah orthopaedi. Petugas fisioterapi melaporkan berakhirnya program Fisioterapi kepada dokter ruangan dan kepala ruangan non kusta Perwatan Non Kusta Rekam Medis Tujuan Kebijakan Prosedur Unit Terkait   Rumah Sakit Kusta Sumberglagah PELAKSANAAN TERAPI LATIHAN DI RAWAT INAP KUSTA . Nanang Koesnartedjo NIP. Pasien berada di ruang Rawat Inap Non Kusta 2. Petugas fisioterapi memberikan penyuluhan kepada pasien dan keluarga perihal terapi latihan di rumah 9.

Kepala ruangan mengkoordinasikan dengan petugas fisioterapi 4. 140246838 Pengertian Pelaksanaan Terapi latihan adalah : Suatu proses untuk memberikan tehnik atau cara latihan kepada pasien berdasarkan diagnosa. Pasien berada di ruang rawat inap kusta kusta 2.Revisi Terbit ke Halaman Ditetapkan oleh Direktur dr. OPERASI REKONSTRUKSI KUSTA DI INSTALASI REHABILITASI MEDIK . Nanang Koesnartedjo Nip. Dokumen Tanggal Ditetapkan Prosed ur Tetap No. Petugas fisioterapi melaksanakan program terapi latihan 6. Petugas fisioterapi melakukan pencatatan di status pasien 9. sesuai dengan advis dokter ruangan dan kepala rawat inap kusta Sebagai acuan penerapan langkah-langkah membantu memulihkan kondisi pasien dengan terapi latihan Pelayanan terapi latihan dilaksanakan oleh petugas fisioterapi 1.No. Petugas fisioterapi melaporkan berakhirnya program fisioterapi kepada dokter ruangan dan kepala ruangan perawatan kusta Rawat Inap Kusta Rekam Medis Tujuan Kebijakan Prosedur Unit Terkait   Rumah Sakit Kusta Sumberglagah PERSIAPAN PASIEN PRE. Dokter ruangan visite dan memberikan advis kepada petugas fisioterapi untuk melakukan terapi latihan 3. Petugas fisioterapi mengevaluasi program terapi latihan 7. Petugas fisioterapi memberikan penyuluhan kepada pasien dan keluarga perihal terapi latihan di rumah 8. Petugas fisioterapi melakukan rekam medik pasien 5.

Petugas fisioterapi melakukan pemeriksaan kecacatan dan kekuatan donor otot 7. Operasi rekonstruksi 8. Petugas fisioterapi melakukan pengukuran sendi menggunakan goniometer 5. Petugas fisioterapi melakukan pencacatan rekam medik pasien 6.Revisi Halaman Terbit ke Ditetapkan oleh Direktur dr. 140246838 Pengertian Tujuan Persiapan pasien rekonstruksi kusta adalah : Suatu proses yang harus dipersiapkan dan dipenuhi sebelum operasi rekostruksi dilaksanakan 1. Petugas Fisioterapi melakukan anamnesa pasien 4. Petugas fisioterapi memberikan terapi latihan pre. Melatih dan menguatkan otot yang dipindahkan Persiapan pasien pre. pasien disarankan untuk kontrol ke Instalasi Rehabilitasi Medik seminggu sekali 9. minimal 6 bulan sebelumnya  Penderita tidak pernah mendapat pengobatan steroid selama 6 bulan sebelumya  Sendi-sendi yang terlibat dalam operasi harus mempunyai ROM yang normal (lemas)  Otot yang hendak dipakai sebagai motor tendon ( donor) kekuatannya normal  Cacat yang terjadi sudah menetap atau lebih 6 bulan untuk operasi tangan dan 12 bulan untuk operasi kaki  Penderita dapat diajak kerjasama 3.No. Mencegah cacat lebih lanjut 2. Dan apabila pasien kurang memenuhi syarat operasi . Nanang Koesnartedjo Nip. Pasien yang akan dioperasi rekonstruksi harus memenuhi persyaratan:  Pemeriksaan BTA negatif atau penderita RFT  Penderita tidak mengalami reaksi dan atau neurutis. Mengoreksi cacat yang ada semaksimal mungkin 3. Petugas fisioterapi mengkoordinasikan dengan petugas rawat jalan kusta agar pasien tersebut kontrol Rawat Inap Kusta Rekam Medis Rawat Jalan Kusta Kebijakan Prosedur Unit Terkait    . Dokumen Tanggal Ditetapkan Prosed ur Tetap No. Operasi rekonstruksi dilaksanakan oleh petugas fisioterapi 1. Pasien berada di ruang rehabilitasi medik 2.

Revisi Halaman Dokumen Terbit ke Tanggal Ditetapkan oleh Ditetapkan Direktur dr. Petugas Fisioterapi menginformasikan kepada pasien beserta keluarga acara operasi 10. 140246838 Pengertian Konsultasi : Proses pemberian petunjuk untuk memecahkan masalah kecacatan pasien kusta . Petugas fisioterapi mengkoordinasikan dengan Perawat Rawat Inap kusta dan kamar operasi kusta 9. Petugas fisioterapi melakukan pengukuran sendi dengan goniometer 4. Medik 2. No. Nanang Koesnartedjo Nip. Dokter Ahli Bedah Rekonstruksi menyetujui dan menjadwalkan pelaksanaan operasi rekonstruksi 8. Petugas Fisioterapi mengevaluasi kekuatan otot yang akan dijadikan donor dalam operasi rekonstruksi 5. Pasien yang telah memenuhi syarat siap dioperasi Pasien berada di ruang Rehabilitasi Tujuan Kebijakan Prosedur Unit Terkait    Rawat Inap Kusta Rekam Medis Kamar Operasi Kusta . Apabila semua telah memenuhi syarat petugas fisioterapi mengadakan konsultasi dengan Dokter Ahli Bedah Rekonstruksi 6. Dokter Ahli Bedah Rekonstruksi memeriksa pasien 7. Petugas fisioterapi melakukan pencatatan dan rekam medik pasien 3.dan otot yang akan dijadikan donor dalam operasi rekonstruksi Sebagai acuan penerapan langkah-langkah melakukan konsultasi kepada Dokter Ahli Bedah Rekonstruksi Konsultasi dilakukan oleh petugas fisioterapi kepada Dokter Ahli Bedah Rekonstruksi 1.Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Prosed ur Tetap SOP PETUGAS FISIOTERAPI KONSULTASI KEPADA DOKTER AHLI BEDAH REKONSTRUKSI No.

No.Revisi Halaman Dokumen Terbit ke Ditetapkan oleh Tanggal Direktur Ditetapkan Prosedur Tetap dr. Nanang Koesnartedjo Nip.gibs dapat diganti dengan persetujuan Ahli Bedah 2. Petugas fisioterapi menginformasikan kepada pasien dan keluarga tanggal gibs dibuka Rawat Inap Kusta Rekam Medis Unit Terkait   . 140246838 Pengertian Tujuan Kebijakan Prosedur Immobilisasi gibs setelah operasi rekonstruksi adalah : Suatu proses mengistirahatkan anggota gerak setelah menjalani operasi rekonstruksi Sebagai acuan penerapan langkah-langkah melakukan immobilisasi gibs pasien setelah operasi rekonstruksi Immobilisasi gibs dilaksanakan oleh dokter Ahli Bedah Rekonstruksi 1. gibs tidak boleh di buka cukup dilubangi / dibelah saja • Usahakan gibs tertutup agar tidak kemasukan benda asing • Gibs dalam keadaan rusak berat/ berubah posisi .Rumah Sakit Kusta Sumberglagah SOP IMMOBILISASI GIBS SETELAH OPERASI REKONSTRUKSI No. Pasien berada di ruangan Rawat Inap Kusta Dalam hal ini pasien harus memperhatikan sebagai berikut: • Anggota tubuh yang digibs jangan terkena air • Tidak boleh menggerakkan anggota yang dioperasi . Petugas fisioterapi memesankan kruk atau mitella sesuai dengan jenis operasi pasien 3. Petugas fisioterapi memberikan terapi latihan jalan 4. agar jahitan tidak lepas dan mempercepat penyembuhan luka operasi • Pada kasus timbulnya pembengkakan . Petugas fisioterapi mengadakan pencatatan pada status pasien tanggal gibs dibuka 5.

5. Pasien berada di ruangan rehabilitasi medik Petugas fisioterapi melakukan rekam medik pasien Petugas fisioterapi menyiapkan gergaji listik untuk membuka gibs Petugas fisioterapi menggunakan spidol snowman untuk mengambil garis tengah gibs di daerah yang dioperasi Petugas fisioterapi menggergaji dan membelah gibs menjadi 2. OPERASI REKONSTRUKSI No. digunakan sebagai bidai Setelah gibs dibelah yang harus diperhatikan adalah : • Periksa garis jahitan • Posisi gibs apakah sesuai dengan ketentuan. Operasi rekonstruksi Rawat Inap Kusta Rekam Medis Farmasi Tujuan Kebijakan Prosedur 6. 7. 140246838 Pengertian Pembukaan gibs post. 6.siap menjalani latihan post. 9.Revisi Halaman Dokumen Terbit ke Ditetapkan oleh Tanggal Direktur Ditetapkan Prosedur Tetap dr. bila tidak buatkan gibs yang baru • Pengukuran sendi yang dioperasi dengan goniometer • Perhatikan gerakan otot yang dipindahkan sudah benar Petugas fisioterapi menyarankan pasien rawat luka di petugas rawat inap kusta Petugas fisioterapi mengkoordinasikan dengan petugas rawat inap kusta Apabila luka kering. Operasi rekonstruksi adalah : Suatu proses pembukaan gibs karena berakhirnya waktu mengistirahatkan/ immobilisasi daerah yang dioperasi Sebagai acuan penerapan langkah-langkah melakukan pembukaan gibs setelah operasi rekonstruksi Pembukaan gibs dilaksanakan oleh petugas fisioterapi 1. Unit Terkait    . 2.Rumah Sakit Kusta Sumberglagah SOP PEMBUKAAN GIBS POST. Nanang Koesnartedjo Nip. No. 3. 8. 4. setelah rawat luka petugas fisioterapi menyarankan kepada pasien untuk merendam daerah yang dioperasi dengan air dingin 15 menit Pasien setelah merendam daerah yang dioperasi .

Operasi rekonstruksi ada 3 tahap yang harus diperhatikan : • Tahap I : Melatih gerakan asli otot yang dipindahkan • Tahap II : Melatih gerakan anggota yang dioperasi sesuai dengan tujuan operasi • Tahap III : Mengembalikan fungsi anggota yang dioperasi Tujuan Kebijakan Prosedur 5. 4. Pasien berada di ruangan rehabilitasi medik Pasien melakukan rendam dengan air dingin 15 menit Petugas fisioterapi melakukan pengukuran dengan goniometer Setelah dilakukan pengukuran sendi dalam latihan post. 140246838 Pengertian Latihan setelah operasi rekonstruksi adalah : Suatu proses latihan yang dilakukan untuk mencapai gerakan yang diharapkan sesuai dengan tujuan operasi Sebagai acuan penerapan langkah-langkah melakukan latihan setelah operasi rekonstruksi Latihan setelah operasi rekonstruksi dilakukan oleh petugas fisioterapi 1. No. Nanang Koesnartedjo Nip. Petugas fisioterapi menyarankan kepada pasien setelah selesai latihan bidai tetap dipasang dan tetap kontrol setiap seminggu sekali Unit Terkait   Rawat Inap Kusta Rekam Medis . 2. Petugas memberikan terapi latihan post. Operasi rekonstruksi sesuai dengan operasi yang dilaksanakan 7.Revisi Halaman Dokumen Terbit ke Ditetapkan oleh Tanggal Direktur Ditetapkan Prosed ur Tetap dr. 3. Petugas melakukan rekam medik pasien dan pencatatan ukuran sendi 6. Petugas fisioterapi mengajari pasien dan keluarga tehnik latihan di rumah 8.Rumah Sakit Kusta Sumberglagah SOP PELAKSANAAN TERAPI LATIHAN SETELAH OPERASI REKONSTRUKSI DI RAWAT INAP KUSTA No.

Petugas fisioterapi melakukan rekam medik pasien 5. Kepala ruangan mengkoordinasikan dengan petugas fisioterapi 4. Pasien berada di ruang rawat inap kusta 2. Petugas fisioterapi memberikan penyuluhan kepada pasien dan keluarga perihal terapi latihan di rumah 8. Petugas fisioterapi melaksanakan program terapi latihan 6. No. Nanang Koesnartedjo Nip. Petugas fisioterapi melakukan pencatatan di status pasien 9.Rumah Sakit Kusta Sumberglagah SOP PELAKSANAAN TERAPI LATIHAN DI RAWAT INAP KUSTA No.Revisi Halaman Dokumen Terbit ke Ditetapkan oleh Tanggal Direktur Ditetapkan Prosedur Tetap dr. Petugas fisioterapi mengevaluasi program terapi latihan 7. 140246838 Pengertian Pelaksanaan Terapi latihan adalah : Suatu proses untuk memberikan tehnik atau cara latihan kepada pasien berdasarkan diagnosa. sesuai dengan advis dokter ruangan dan kepala rawat inap kusta Sebagai acuan penerapan langkah-langkah membantu memulihkan kondisi pasien dengan terapi latihan Pelayanan terapi latihan dilaksanakan oleh petugas fisioterapi 1. Dokter ruangan visite dan memberikan advis kepada petugas fisioterapi untuk melakukan terapi latihan 3. Petugas fisioterapi melaporkan berakhirnya program fisioterapi kepada dokter ruangan dan kepala ruangan perawatan kusta Rawat Inap Kusta Medical Record Tujuan Kebijakan Prosedur Unit Terkait   .

Rumah Sakit Kusta Sumberglagah SOP PELAKSANAAN TERAPI LATIHAN DI RAWAT INAP KUSTA No. 7. 8. 4. 3. 140246838 Pengertian Pelaksanaan Terapi latihan adalah : Suatu proses untuk memberikan tehnik atau cara latihan kepada pasien berdasarkan diagnosa. 9. No. Nanang Koesnartedjo Nip. Pasien berada di ruang rawat inap kusta Dokter ruangan visite dan memberikan advis kepada petugas fisioterapi untuk melakukan terapi latihan Kepala ruangan mengkoordinasikan dengan petugas fisioterapi Petugas fisioterapi melakukan rekam medik pasien Petugas fisioterapi melaksanakan program terapi latihan Petugas fisioterapi mengevaluasi program terapi latihan Petugas fisioterapi memberikan penyuluhan kepada pasien dan keluarga perihal terapi latihan di rumah Petugas fisioterapi melakukan pencatatan di status pasien Petugas fisioterapi melaporkan berakhirnya program fisioterapi kepada dokter ruangan dan kepala ruangan perawatan kusta Rawat Inap Kusta Medical Record Tujuan Kebijakan Prosedur Unit Terkait   . 2.Revisi Halaman Dokumen Terbit ke Ditetapkan oleh Tanggal Direktur Ditetapkan Prosedur Tetap dr. 5. 6. sesuai dengan advis dokter ruangan dan kepala rawat inap kusta Sebagai acuan penerapan langkah-langkah membantu memulihkan kondisi pasien dengan terapi latihan Pelayanan terapi latihan dilaksanakan oleh petugas fisioterapi 1.

Dokumen No. diterima dengan senyuman ramah .Bila ada sesuatu hal yang berhubungan dengan pelayanan untuk menghubungi petugas (perawat) .Orientasi ruangan . Setelah penderita diruangan rawat inap penderita dan keluarga diberikan penyuluhan tentang : .Keluarga dan penderita dianjurkan membaca tata tertib yang ada . 2. 4.Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Prosedur tetap PENDERITA MASUK RUANG RAWAT INAP No. 5.Tata tertib rumah sakit . Selanjutnya pasien ditidurkan pada tempat yang sudah disediakan. NANANG KOESNARTEDJO NIP. Perawat penanggung jawab / kepala ruangan harus memberikan jawaban sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Operan penderita dari petugas UGD / poliklinik ke Perawat ruangan. Sesudah pasien dikirim ke ruangan . 6. Tentukan kelasnya . Apabila keadaan memungkinkan setiap menerima pasien baru ditimbang berat badannya dan diukur tinggi badan . 3. kelas berapa. Sebelum pasien masuk ruangan . 140 246 838 Pengertian Tujuan Kebijakan Petugas Peralatan Prosedur : Penderita masuk ruangan rawat inap untuk mendapatkan asuhan keperawatan dan therapy medis : Koordinator yang baik dari unit UGD dan poliklinik : Mengoptimalkan pelayanan yang bermutu : Perawat dan asisten perawat di ruangan Rawat Inap : Persiapan tempat tidur terbuka dan tertutup : 1. petugas UGD atau poliklinik menelepon keruangan menanyakan tempat dan pesan kelas tempat tidur. Pasien yang MRS harus ada surat MRS dan lembaran –lembaran dokumen medik dan keperawatan. Revisi Halaman Tanggal terbit Direktur Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Dr.

NANANG KOESNARTEDJO NIP. Kunjungan ke pasien dilakukan minimal 1 X dalam 24 jam 4. Visite ulang dilakukan pada pasien yang butuh pengawasan. Dokter ruangan Stetoscope . Dokumen medik . 140 246 838 Pengertian Tujuan Kebijakan : : : Kunjungan pelayanan Profesi kedokteran kepada pasien Rawat Inap.Tensimeter .Dokumen Medik . 5.Dresing cart . 1. buku observasi TTV. Mengkoordinasikan dengan dokter . Kolaborasi dengan dokter tentang hasil visite dan perubahan therapy. buku observasi tanda-tanda vital. 6. 2. Merupakan salah satu bentuk pelayanan kunjungan kepada pasien yang dirawat dalam waktu 24 jam .dan tanda tangan / ttd Dokter yang bersangkutan Petugas Peralatan Prosedur : : : .senter . Segala bentuk advis dan perintah kolaborasi dilakukan dengan dengan tertulis . 3.Senter .stetoscope . Dresing cart berisi Tensimeter .Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Prosedur tetap No. Revisi Halaman Direktur Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Dr. Dokumen Tanggal terbit VISITE DOKTER No. Mengevaluasi therapy Kedokteran tentang prosentase keberhasilan dan rencana perubahan.

Segala bentuk konsul selalu dilakukan pencatatan. Dokter menulis jawaban konsul dilembar catatan Medik serta paraf. : Pelayanan medis dilakukan oleh seorang medis serta kolaborasi dengan perawat. B. Dokter jaga siap stanby jaga dan apabila diharapkan datang ke Rumah Sakit oleh kepala jaga . Perawat konsul ke Dokter ke II atau Dokter III. Menulis hasil advis konsul dilembar catatan medik serta nama dokter yang dimintai konsul ( dokter jaga ) 3. Dokumen No. Apabila dokter jaga sulit untuk dihubungi . 4. Perawat jaga menulis permintaan konsul dilembar catatan Perawat tentang keluhan penderita . tanggal dan jam serta sifatnya ( cito atau biasa ) 2. 2. : A.Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Prosedur tetap KONSULTASI KE MEDIS No. Konsultasi adalah permintaan pendapat saran dan instruksi lebih lanjut oleh dokter ruangan / dokter ahli sehubungan dengan keadaan sakit atau cedera yang diderita pasien yang membutuhkan pelayanan lebih khusus. Perawat menjelaskan maksud dan tujuan konsul. Konsultasi medis tidak langsung : 1. via telepon. 3. 2. kurir. 4. NANANG KOESNARTEDJO NIP. via HT. Konsultasi Medis langsung 1. tanggal jam dan sifatnya. Instalasi dan kepala jaga serta dokter ruangan ke dokter specialis. : Konsultasi langsung. Konsultasi dapat dilakukan oleh perawat kepala instalasi . Revisi Tanggal terbit Halaman Direktur Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Dr.waka. Dokter wajib datang. Tujuan Kebijakan : Sebagai acuan dalam penerapan langkah –langkah medis sehingga pasien dapat mendapatkan penangganan segera. Perawat jaga menulis permintaan konsul dilembar catatan Perawat tentang masalah Pasien . 140 246 838 Pengertian : 1. Peralatan Prosedur .

.

140 246 838 Pengertian : Pasien dirujuk adalah pasien yang memerlukan pemeriksaan : . Revisi Halaman Tanggal terbit Direktur Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Dr. Pasien segera mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan kasusnya dan fasilitas yang lebih lengkap dan pemindahan yang secara cepat dan aman . Pasien Pindah rawat adalah pasien yang dikirim ke Rumah sakit lain karena permintaan pasien atau keluarganya atau karena tempat rawat inap Rumah Sakit penuh. : 1. : 1. Menjalin kerjasama yang baik dan efisien dengan rumah sakit lain. Lengkapi persiapan pasien untuk dipindahkan dengan ambulance lengkap dengan alat penunjang hidup Dasar . 2.pengobatan atau fasilitas khusus yang tidak tersedia di RS Sumberglagah. Dokter atau perawat menghubungi Rumah Sakit yang menerima rujukan untuk persiapan pasien 7.obat dan sesuai kondisi pasien 6. Dokter menulis pada kartu Rekam medik bahwa pasien dirujuk ke Rumah Sakit (nama Rumah Sakit) disertai alasan rujukan. Rujukan didampingi oleh perawat. Dokumen No. Tujuan Kebijakan Petugas Peralatan Prosedur : Pelayanan pasien rujukan keluar Rumah Sakit dilakukan dengan kerjasama team sesuai standard dan menjaga citra Rumah Sakit. Pasien yang dirujuk harus dalam keadaan stabil 2. NANANG KOESNARTEDJO NIP.Driver ambulance : Ambulance dan alat untuk bantuan hidup dasar.Perawat. Dokter yang menginstruksikan pasien yang dirujuk atas indikasi di atas. 3.Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Prosedur tetap RUJUKAN DAN PINDAH RAWAT No. : Dokter jaga. Dokter membuat surat rujukan 5. 4. .

Sesudah penderita diterima petugas . : 1. Jam berkunjung : a. 6. : 1. 5. 11. : Peraturan ini diberlakukan sebagai acuan jelas antara Rumah Sakit dengan costumer . menyerahkan 1 lembar foto copy KTP Pasien. 4. Peraturan ini berlaku untuk mempermudah dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dalam pelayanan. Keluarga dan penderita ikut serta menjaga keamanan di Rumah sakit . 3. Senjata api .Tape recorder . 8. Pagi : 10. kecuali penderita . 2. 2. TV. Revisi Halaman Tanggal terbit Direktur Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Dr. Sore : 16. Penderita dan keluarga wajib mematuhi HAK dan KEWAJIBAN sebagai pasien .00 BBWI b.00 BBWI 10. Setiap penderita diharap membawa sisir . 140 246 838 Pengertian Tujuan : Peraturan yang ditujukan kepada pasien dan keluarganya berisikan tata tertib . NANANG KOESNARTEDJO NIP.perlengkapan seperlunya saja. Apabila penderita ASTEK keluarga memberitahu kepada petugas ruangan / penanggungjawab.dan handuk . Keluarga diharapkan tidak mencuci dan menjemur pakaian Rumah Sakit 12. sabun mandi . Pasien dan keluarga mengetahui peraturan yang berlaku di Rumah Sakit Sumberglagah dan ditaati . 9.00 sd 11. Membawa barang . Penderita dan keluarga tidak diperkenankan membawa barang-barang berharga dan berbahaya misalnya : Perhiasan .00 sd 17. 7. pasta gigi. Dokumen No.Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Prosedur tetap TATA TERTIB RAWAT INAP No. Kebijakan Prosedur . keluarga melengkapi persyaratan administrasi .sikat gigi. Keluarga tidak diperbolehkan tidur didalam tempat tidur . Apabila penderita Pre operasi . Bila penderita tidak mampu harus menyerahkan surat kelengkapan maximal 3x 24 jam. senjata tajam dll.

Revisi Halaman Tanggal terbit Direktur Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Dr. 3. Kebutuhan bahan habis pakai ditulis di buku permintaan dengan mengetahui kepala ruangan atau waka. B. wakil kepala ruangan dan kepala jaga . NANANG KOESNARTEDJO NIP.Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Prosedur tetap PERMINTAAN OBAT-OBATAN KE APOTIK No. Permintaan bahan habis pakai ruangan 1. Dokumen No.waka ru. : Efisiensi dan efektifitas penggunaan obat dan bahan habis pakai : A. Resep 1.obat. 140 246 838 Pengertian : Permintaan tertulis unit kepada instalasi Farmasi dan Apotik tentang kebutuhan obat-obatan pasien yang dirawat dan kebutuhan bahan habis pakai penunjang pelayanan. Permintaan obat-obatan kebutuhan pasien ditulis oleh kepala ruangan .satuan jumlah yang diminta . Ruangan. 5. Baik resep atau permintaan obat-obatan ditulis lengkap nama bahan . 4.nama pasien. Buku permintaan dibawa ke farmasi dan mengambil bahannya. 3. Koordinator pengambilan obat dilakukan oleh petugas asisten perawat yang sudah ditunjuk. Laporan pemakaian bahan habis pakai dilakukan setiap bulan . Resep permintaan obat – obatan ditulis oleh Dokter 2. Tujuan Kebijakan Prosedur . : Koordinasi yang jelas pemenuhan kebutuhan pasien dan ruangan. 2. umur alamat. Pengendalian obat-obatan habis pakai tanggungjawab Kepala ruangan .

LICENSI dari Direktur dipertimbangkan untuk dibekukan sementara atau dicabut. 6. 3. Rawat luka disesuaikan dengan prosedur perawatan luka yang berlaku dirumah sakit. NANANG KOESNARTEDJO NIP. : 1. : 1. 5. Setiap kejadian terhadap pasien yang bersangkutan selalu dikoordinasikan dengan Medis yang diberikan wewenang untuk tindakan dan pengobatan lanjutan. Bila pelaksana HOME CARE tidak mematuhi aturan yang disepakati . Medis dan Perawat yang bersangkutan melaporkan identitas pasien yang dirawat secara tertulis di buku laporan HOME CARE dimeja Kasie Perawatan setiap kali rawat luka. 3. Revisi Halaman Direktur Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Dr. 140 246 838 Pengertian : Home Care adalah salah satu bentuk pelayanan Rumah Sakit kepada Pasien di rumah dibawah tanggung jawab instansi Rumah Sakit Sumberglagah. Setelah Medis menyatakan boleh Keluar Rumah Sakit Petugas Rawat inap yang ditunjuk sebagai pelaksana administrasi memberikan surat kontrol yang ditujukan kepada Medis atau Perawat yang berhubungan . Menurunkan adanya infeksi Nosokomial Tujuan Kebijakan Petugas Prosedur : Pelayanan yang bermutu dengan biaya seefektif mungkin : Medis dan Perawat yang mendapatkan Licensi dari Direktur Rumah Sakit Sumberglagah. % dari biaya rawat luka di rumah sakit . Mengurangi Length of Stay ( LOS ) pasien 2. Besar biaya perawatan Home Care …. 2. .Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Prosedur tetap No. 4. Pasien dan kelurga lebih mantap dirumah dari pada di Rumah Sakit yang dianggap asing. Dokumen Tanggal terbit Home Care No.

NANANG KOESNARTEDJO NIP.Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Prosedur tetap PENDERITA MASUK RUANG RAWAT INAP No. petugas UGD atau poliklinik menelepon keruanagn menanyakan tempat dan pesan kelas tempat tidur. Apabila keadaan memungkinkan setiap menerima pasien baru ditimbang berat badannya dan diukur tinggi badan . Sesudah pasien dikirim ke ruangan . Dokumen No. diterima dengan senyuman ramah . Revisi Halaman Tanggal terbit Direktur Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Dr. 140 246 838 Pengertian Tujuan Kebijakan Petugas Peralatan Prosedur : Penderita masuk ruangan rawat inap untuk mendapatkan : asuhan keperawatan dan therapy medis : Koordinator yang baik dari unit UGD dan poliklinik : Mengoptimalkan pelayanan yang bermutu : Perawat dan asisten perawat di rawat inap umum : Persiapan tempat tidur terbuka dan tertutup : Sebelum pasien masuk ruangan . kelas berapa. Selanjutnya pasien ditidurkan pada tempat yang sudah disediakan. Operan penderita dri petygas UGD / poliklinik ke Perawat ruagan . Tentukan kelasnya . Pasien yang MRS harus ada surat MRS dan lembaran – lembaran dokumen medik dan keperawatan. Perawat penanggung jawab / kepala ruanagn harus memberikan jawaba sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

Apabila keadaan memungkinkan setiap menerima pasien baru ditimbang berat badannya dan diukur tinggi badan . Dokumen Tanggal terbit No. Pasien yang MRS harus ada surat MRS dan lembaran – lembaran dokumen medik dan keperawatan. NANANG KOESNARTEDJO NIP. Operan penderita dri petygas UGD / poliklinik ke Perawat ruagan . Sesudah pasien dikirim ke ruangan . Tentukan kelasnya . 140 246 838 Pengertian Tujuan Kebijakan Petugas Peralatan Prosedur : Penderita masuk ruangan rawat inap untuk mendapatkan : asuhan keperawatan dan therapy medis : Koordinator yang baik dari unit UGD dan poliklinik : Mengoptimalkan pelayanan yang bermutu : Perawat dan asisten perawat di rawat inap umum : Persiapan tempat tidur terbuka dan tertutup : Sebelum pasien masuk ruangan . kelas berapa. petugas UGD atau poliklinik menelepon keruanagn menanyakan tempat dan pesan kelas tempat tidur.Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Prosedur tetap No. Revisi Halaman Direktur Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Dr. Selanjutnya pasien ditidurkan pada tempat yang sudah disediakan. Perawat penanggung jawab / kepala ruanagn harus memberikan jawaba sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. diterima dengan senyuman ramah .

Revisi Halaman Tanggal terbit Direktur Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Dr. Perawat penanggung jawab / kepala ruanagn menyiapkan obat obatan yang akan dibawa pulang Perawat / medis membuatkan surat rujukan kembali. Pasien yang KRS dilakukan konseling. NANANG KOESNARTEDJO NIP. Sesudah pasien semua kegiatan tersebut diatas pasien menyelesaikan administrasi kepada pihak keuangan Perawt melaporkan pasien telah dipulangkan kepada pihak MR dan Bag administrasi . Dokumen No. petugas rawat inap memberitahukan pada pasien / keluarga bahwa pasien boleh pulang. 140 246 838 Pengertian Tujuan Kebijakan Petugas Peralatan Prosedur : Penderita keluar dari rawat inap setelah mendapatkan : perawatn dan dinyatakan pulang oleh medis : Koordinator yang baik rawt inap dan administrasi : Mengoptimalkan pelayanan yang bermutu : Perawat dan asisten perawat di rawat inap umum : Pasien / keluarga Status dan obat : Sebelum pasien KRS .Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Prosedur tetap PASIEN KELUAR RUMAH SAKIT No.

Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Prosedur tetap PASIEN PULANG PAKSA No. 140 246 838 Pengertian Tujuan Kebijakan Petugas Peralatan Prosedur : Penderita keluar dari rawat inap atas permintaab sendiri : tanpa persetujuan medis : Koordinator yang baik rawt inap dan administrasi : Mengoptimalkan pelayanan yang bermutu : Medis. Perawat dan asisten perawat di rawat inap umum : Pasien / keluarga Status : Sebelum pasien KRS . Dokumen No. Revisi Tanggal terbit Halaman Direktur Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Dr. NANANG KOESNARTEDJO NIP. Pasien yang KRS dilakukan konseling. Sesudah pasien semua kegiatan tersebut diatas pasien menyelesaikan administrasi kepada pihak keuangan Perawat melaporkan pasien telah dipulangkan kepada pihak MR dan Bag administrasi . pasien atau keluarga menandayangani surat penolakan perawatan atau surat pernyataan pulang paksa.

140 246 838 Pengertian Tujuan Kebijakan Petugas Peralatan Prosedur : Penderita masuk ruangan rawat inap untuk mendapatkan : asuhan keperawatan dan therapy medis : Koordinator yang baik dari unit UGD dan poliklinik : Mengoptimalkan pelayanan yang bermutu : Perawat dan asisten perawat di rawat inap umum : Persiapan tempat tidur terbuka dan tertutup : Sebelum pasien masuk ruangan . Operan penderita dri petygas UGD / poliklinik ke Perawat ruagan . Dokumen No. diterima dengan senyuman ramah . petugas UGD atau poliklinik menelepon keruanagn menanyakan tempat dan pesan kelas tempat tidur. kelas berapa. Tentukan kelasnya . Perawat penanggung jawab / kepala ruanagn harus memberikan jawaba sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. NANANG KOESNARTEDJO NIP. Pasien yang MRS harus ada surat MRS dan lembaran – lembaran dokumen medik dan keperawatan. Selanjutnya pasien ditidurkan pada tempat yang sudah disediakan.Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Prosedur tetap PERMINTAAN DARAH No. Revisi Tanggal terbit Halaman Direktur Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Dr. Apabila keadaan memungkinkan setiap menerima pasien baru ditimbang berat badannya dan diukur tinggi badan . Sesudah pasien dikirim ke ruangan .

Apabila keadaan memungkinkan setiap menerima pasien baru ditimbang berat badannya dan diukur tinggi badan . NANANG KOESNARTEDJO NIP. kelas berapa. Operan penderita dri petygas UGD / poliklinik ke Perawat ruagan . Sesudah pasien dikirim ke ruangan . petugas UGD atau poliklinik menelepon keruanagn menanyakan tempat dan pesan kelas tempat tidur. Revisi Halaman Direktur Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Dr. Selanjutnya pasien ditidurkan pada tempat yang sudah disediakan. diterima dengan senyuman ramah .Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Prosedur tetap No. Perawat penanggung jawab / kepala ruanagn harus memberikan jawaba sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Dokumen Tanggal terbit PASIEN OPERASI No. 140 246 838 Pengertian Tujuan Kebijakan Petugas Peralatan Prosedur : Penderita masuk ruangan rawat inap untuk mendapatkan : asuhan keperawatan dan therapy medis : Koordinator yang baik dari unit UGD dan poliklinik : Mengoptimalkan pelayanan yang bermutu : Perawat dan asisten perawat di rawat inap umum : Persiapan tempat tidur terbuka dan tertutup : Sebelum pasien masuk ruangan . Tentukan kelasnya . Pasien yang MRS harus ada surat MRS dan lembaran – lembaran dokumen medik dan keperawatan.

Dokumen No. kelas berapa. 140 246 838 Pengertian Tujuan Kebijakan Petugas Peralatan Prosedur : Penderita masuk ruangan rawat inap untuk mendapatkan : asuhan keperawatan dan therapy medis : Koordinator yang baik dari unit UGD dan poliklinik : Mengoptimalkan pelayanan yang bermutu : Perawat dan asisten perawat di rawat inap umum : Persiapan tempat tidur terbuka dan tertutup : Sebelum pasien masuk ruangan . Operan penderita dri petygas UGD / poliklinik ke Perawat ruagan . Selanjutnya pasien ditidurkan pada tempat yang sudah disediakan. Sesudah pasien dikirim ke ruangan .Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Prosedur tetap PASIEN TEMPAT TINGGAL TIDAK TETAP ( T4 ) No. Tentukan kelasnya . Pasien yang MRS harus ada surat MRS dan lembaran – lembaran dokumen medik dan keperawatan. Perawat penanggung jawab / kepala ruanagn harus memberikan jawaba sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Revisi Halaman Tanggal terbit Direktur Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Dr. diterima dengan senyuman ramah . petugas UGD atau poliklinik menelepon keruanagn menanyakan tempat dan pesan kelas tempat tidur. NANANG KOESNARTEDJO NIP. Apabila keadaan memungkinkan setiap menerima pasien baru ditimbang berat badannya dan diukur tinggi badan .

petugas UGD atau poliklinik menelepon keruanagn menanyakan tempat dan pesan kelas tempat tidur. Perawat penanggung jawab / kepala ruanagn harus memberikan jawaba sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Operan penderita dri petygas UGD / poliklinik ke Perawat ruagan . 140 246 838 Pengertian Tujuan Kebijakan Petugas Peralatan Prosedur : Penderita masuk ruangan rawat inap untuk mendapatkan : asuhan keperawatan dan therapy medis : Koordinator yang baik dari unit UGD dan poliklinik : Mengoptimalkan pelayanan yang bermutu : Perawat dan asisten perawat di rawat inap umum : Persiapan tempat tidur terbuka dan tertutup : Sebelum pasien masuk ruangan . NANANG KOESNARTEDJO NIP.Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Prosedur tetap No. Revisi Halaman Direktur Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Dr. diterima dengan senyuman ramah . kelas berapa. Dokumen Tanggal terbit REFER No. Tentukan kelasnya . Selanjutnya pasien ditidurkan pada tempat yang sudah disediakan. Sesudah pasien dikirim ke ruangan . Apabila keadaan memungkinkan setiap menerima pasien baru ditimbang berat badannya dan diukur tinggi badan . Pasien yang MRS harus ada surat MRS dan lembaran – lembaran dokumen medik dan keperawatan.

Pasien yang MRS harus ada surat MRS dan lembaran – lembaran dokumen medik dan keperawatan. Sesudah pasien dikirim ke ruangan . Dokumen Tanggal terbit RAWAT LUKA No. Apabila keadaan memungkinkan setiap menerima pasien baru ditimbang berat badannya dan diukur tinggi badan . Perawat penanggung jawab / kepala ruanagn harus memberikan jawaba sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. NANANG KOESNARTEDJO NIP. kelas berapa. petugas UGD atau poliklinik menelepon keruanagn menanyakan tempat dan pesan kelas tempat tidur. diterima dengan senyuman ramah . Tentukan kelasnya . Revisi Halaman Direktur Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Dr. Selanjutnya pasien ditidurkan pada tempat yang sudah disediakan. 140 246 838 Pengertian Tujuan Kebijakan Petugas Peralatan Prosedur : Penderita masuk ruangan rawat inap untuk mendapatkan : asuhan keperawatan dan therapy medis : Koordinator yang baik dari unit UGD dan poliklinik : Mengoptimalkan pelayanan yang bermutu : Perawat dan asisten perawat di rawat inap umum : Persiapan tempat tidur terbuka dan tertutup : Sebelum pasien masuk ruangan . Operan penderita dri petygas UGD / poliklinik ke Perawat ruagan .Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Prosedur tetap No.

Revisi Tanggal terbit Halaman Direktur Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Dr. Operan penderita dri petygas UGD / poliklinik ke Perawat ruagan . Sesudah pasien dikirim ke ruangan . kelas berapa. Perawat penanggung jawab / kepala ruanagn harus memberikan jawaba sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. diterima dengan senyuman ramah . Pasien yang MRS harus ada surat MRS dan lembaran – lembaran dokumen medik dan keperawatan. 140 246 838 Pengertian Tujuan Kebijakan Petugas Peralatan Prosedur : Penderita masuk ruangan rawat inap untuk mendapatkan : asuhan keperawatan dan therapy medis : Koordinator yang baik dari unit UGD dan poliklinik : Mengoptimalkan pelayanan yang bermutu : Perawat dan asisten perawat di rawat inap umum : Persiapan tempat tidur terbuka dan tertutup : Sebelum pasien masuk ruangan . Dokumen No. Selanjutnya pasien ditidurkan pada tempat yang sudah disediakan. Apabila keadaan memungkinkan setiap menerima pasien baru ditimbang berat badannya dan diukur tinggi badan .Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Prosedur tetap PASIEN JAMKESMAS No. Tentukan kelasnya . petugas UGD atau poliklinik menelepon keruanagn menanyakan tempat dan pesan kelas tempat tidur. NANANG KOESNARTEDJO NIP.

Tentukan kelasnya . petugas UGD atau poliklinik menelepon keruanagn menanyakan tempat dan pesan kelas tempat tidur. NANANG KOESNARTEDJO NIP. Operan penderita dri petygas UGD / poliklinik ke Perawat ruagan . Apabila keadaan memungkinkan setiap menerima pasien baru ditimbang berat badannya dan diukur tinggi badan . kelas berapa. Pasien yang MRS harus ada surat MRS dan lembaran – lembaran dokumen medik dan keperawatan. Dokumen No.Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Prosedur tetap PENDERITA MASUK RUANG RAWAT INAP No. Perawat penanggung jawab / kepala ruanagn harus memberikan jawaba sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. 140 246 838 Pengertian Tujuan Kebijakan Petugas Peralatan Prosedur : Penderita masuk ruangan rawat inap untuk mendapatkan : asuhan keperawatan dan therapy medis : Koordinator yang baik dari unit UGD dan poliklinik : Mengoptimalkan pelayanan yang bermutu : Perawat dan asisten perawat di rawat inap umum : Persiapan tempat tidur terbuka dan tertutup : Sebelum pasien masuk ruangan . Selanjutnya pasien ditidurkan pada tempat yang sudah disediakan. Sesudah pasien dikirim ke ruangan . diterima dengan senyuman ramah . Revisi Halaman Tanggal terbit Direktur Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Dr.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful