Anda di halaman 1dari 4

NOTULENSI MEETING MAHASNA PROPERTY

RABU, 9 JANUARI 2013

PERSIAPAN 7 LOKASI PROYEK MAHASNA PROPERTY

7 proyek mahasna property yang akan dilakukan meliputi beberapa bidang, antara lain : 1. 2. 3. 4. 5. Aspek perencanaan Aspek legalitas Aspek konstruksi Aspek marketing Aspek keuangan

1. ASPEK PERENCANAAN Dalam aspek perencanaan dibutuhkan beberapa element, antara lain : a. Perencaanaan lokasi Perencanaan lokasi ditujukan untuk menetapkan 7 lokasi yang akan dijadikan lokasi proyek mahasna property. Aktivitas yang dilakukan antara lain : 1) Pengumpulan database lokasi calon proyek 2) Studi riset lokasi memiliki beberapa kriteria yang diperhatikan, seperti : - Harga jual pasaran secara umum - Keadaan kehidupan masyarakat sekitar, seperti adat kebiasaan dan suasana lingkungan - Keamanan lokasi sekitar - Database keadaan pemukiman yang sudah ada dan yang sedang berkembang 3) Pengumpulan sertifikat, terkait dengan keperluan : - Klarifikasi BPN untuk mengetahui keterangan keamanan legal tanah secara objektif pemerintah - Pengecekan kelayakan bangun konsultasi kepada BAPPEDA dan DPU - Dasar pembuatan dari perencanaan konstruksi dan analisa kelayakan terkait dengan estimasi biaya proyek. 4) Negosiasi lahan b. Perencanaan analisa kelayakan (estimasi biaya proyek) di 7 lokasi yang sudah ditetapkan. c. Pembuatan TIME LINE 7 proyek mahasna property

2. ASPEK LEGALITAS Dalam aspek legalitas ini terkait dengan 2 aspek, antara lain : A. Legalitas perusahaan, meliputi : - Akta pendirian perusahaan PT - Surat pengesahan KemenHumKam - SIUP, TDP, HO, dan NPWP - Pengesahan REI B. Legalitas Tanah, meliputi : - Klarifikasi BPN dengan melampirkan sertifikat asli - PPH (Pajak penjual) - BPHTB (Pajak pembeli) - Peralihan hak atas pemilik tanah kepada Perusahaan C. Legalitas (perijinan) proyek, antara lain : 1) IPL (Ijin Prinsip Lokasi) Pengurusan IPL ditujukan ke BAPPEDA pemerintah kota, dengan beberapa syarat yang harus dipenuhi, antara lain : a. Proposal proyek (keterangan lokasi, perencanaan kontruksi, perencanaan marketing) b. Surat keterangan sosialisasi dengan masyarakat dengan tanda tangan : - Ka. RT - Kepala Desa - Lurah - Camat c. Surat kerelaan pemilik lahan untuk pengurusan perijinan d. Fotokopi sertifikat lahan yang akan diajukan e. Legalitas perusahaan (akta pendirian, surat pengesahan kemenhumkam, SIUP, TDP, HO, NPWP dan Pengesahan REI) 2) Pengesahaan Site Plan Pengurusan Pengesahan Site Plan ditujukan ke DPU, dengan melampirkan syarat : a. Proposal proyek (keterangan lokasi, perencanaan kontruksi, perencanaan marketing) b. Surat pengesahan IPL c. Surat Kerja sama pemakaman d. Klarifikasi BPN e. Klarifikasi DPU 3) Pembuatan UKL UPL (untuk proyek dengan luasan > 4000m2) 4) Pengurusan IMB Kawasan (jalan, drainase, dan pagar) 5) Pemecahan sertifikat induk (Sesuai dengan site plan yang telah di sahkan) 6) Pengurusan IMB bangunan rumah per unit nya

3. ASPEK KONSTRUKSI Pada aspek konstruksi terbagi dalam beberapa tahap, antara lain : a. Perencanaan konstruksi, meliputi : - Perancanagan site plan - Perancangan desain rumah - Perancangan sistem drainase - Perancangan jalan - Perancangan pagar kawasan - Perancangan main gate dan pos satpam - Perancangan masjid / tempat ibadah - Pembuatan DED / gambar kerja dari konstruksi (biaya konstruksi / estimasi akhir) - Pembuatan gambar 3D tampak kawasan, rumah, dan main gate b. Pengerjaan konstruksi, meliputi : - Pengerjaan kawasan, antara lain : 1. Pengurugan 2. Pengerjaan drainase / sanitasi 3. Pengerjaan jalan 4. Pengerjaan pagar kawasan 5. Pengerjaan fasilitas umum 6. Pemasangan instalasi listrik 7. Pemasangan sumber air (PDAM atau sumur bersih) - Pembangunan unit rumah (sesuai desain dan tipe)

4. ASPEK MARKETING Sistem yang dipakai sesuai dengan mobile agency sesuai dengan time line marketing proyek. 5. ASPEK KEUANGAN Keuangan dalam proyek melakukan beberapa hal yaitu : a. Analisa kelayakan proyek (estimasi biaya proyek) b. Budgeting proyek c. Pengatur cashflow