Anda di halaman 1dari 23

PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI

BAB I PENDAHULUAN

I.1

Prinsip Percobaan 1. Berdasarkan perhitungan jumlah koloni mikroorganisme kualitatif dengan metode Angka Lempeng Total ( ALT ). 2. Berdasarkan perhitungan jumlah koloni mikroorganisme kualitatif dengan metode Angka Paling Mungkin ( APM ). 3. Berdasarkan jumlah dan atau massa melebihi yang ada di dalam inokulum asalnya.

I.2

Tujuan Percobaan 1. Mampu memprediksi jumlah mikroba dalam suatu sampel dari alam yang belum dan sudah mengalami pengenceran. 2. Mampu membandingkan jumlah mikroba yang tumbuh dari suatu sampel dalam media Nutrient Agar dan Lactose Broth. 3. Mampu memahami teknik perhitungan koloni bakteri dengan metode ALT ( Angka Lempeng Total ) dan APM ( Angka Paling Mungkin ).

PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengukuran kuantitatif pertumbuhan sebagaimana digunakan pada bakteri yang mengacu pada perubahan dalam populasi total dan bukannya perubahan dalam suatu individu organisme saja. Tambahan pula, pada kondisi pertumbuhan seimbang ada suatu pertambaham semua komponen selular secara teratur. Akibatnya, pertumbuhan dapat ditentukan tidak hanya dengan cara mengukur jumlah sel, tetapi juga dengan mengukur jumlah sebagai komponen selular dan juga produk metabolisme tertentu. Perhitungan jumlah suatu bakteri dapat melalui berbagai macam uji seperti uji kualitatif koliform yang secara lengkap terdiri dari tiga tahap yaitu uji penduga (uji kuantitatif, bisa dengan metode MPN), uji penguat, dan uji pelengkap. Waktu, mutu sampel, biaya, tujuan analisis merupakan beberapa faktor penentu dalam uji kualitatif koliform. Bakteri koliform dapat dihitung dengan menggunakan metode cawan petri ( metode perhitungan secara tidak langsung yang didasarkan pada anggapan bahwa setiap sel yang dapat hidup akan berkembang menjadi satu koloni yang merupakan suatu indeks bagi jumlah organisme yang dapat hidup yang terdapat pada sampel ). Fardiaz (1989) menyatakan ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menghitung atau mengukur jumlah jasad renik di dalam suatu suspensi atau bahan, yang dapat dibedakan atas beberapa kelompok, yaitu : a. Perhitungan Jumlah Sel 1. Hitungan mikroskopik

PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI

2. Hitungan cawan 3. MPN ( Most Probable Number ) b. Perhitungan Massa Sel Secara Langsung 1. Volumetrik 2. Gravimetrik 3. Kekeruhan ( turbidimetri ) c. Perhitungan Massa Sel Secara Tidak Langsung 1. Analisis komponen sel 2. Analisis produk katabolisme 3. Analisis konsumsi nutrient Dari metode-metode tersebut, metode hitungan cawan paling banyak digunakan. Hal ini disebabkan metode hitungan cawan merupakan cara yang paling sensitif untuk menghitung jumlah mikroba karena : 1. Hanya sel yang masih hidup yang dihitung 2. Beberapa jenis mikroba dapat dihitung sekaligus 3. Dapat digunakan untuk isolasi dan identifikasi mikroba karena koloni yang terbentuk mungkin berasal dari satu sel dengan penampakan pertumbuhan yang spesifik.

PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI

Prinsip dari metode hitungan cawan adalah menumbuhkan sel mikroba yang masih hidup pada metode agar, sehingga sel mikroba tersebut akan berkembang biak dan membentuk koloni yang dapat dilihat langsung dengan mata tanpa menggunakan mikroskop. Metode hitungan cawan dapat dibedakan atas dua cara, yaitu : 1. Metode tuang (pour plate) 2. Metode permukaan (surface / spread plate) Pada perhitungan menggunakan metode cawan, diperlukan suatu pengenceran agar jumlah koloni mikroba yang ada pada cawan dapat dihitung dan sesuai standar, yaitu berjumlah 30 300 per cawan. Pengenceran dilakukan secara desimal untuk memudahkan perhitungan. Perhitungan metode cawan menggunakan rumus sebagai berikut : Faktor pengenceran = pengenceran x jumlah yamg ditumbuhkan Jumlah koloni ( SPC ) = jumlah koloni x pengenceran yang diambil Untuk melaporkan suatu analisis mikrobiologi digunakan suatu standar yang disebut Standard Plate Count yang menjelaskan cara menghitung koloni pada cawan serta cara memilih data yang ada untuk menghitung jumlah koloni dalan suatu contoh. Cara menghitung koloni pada cawan adalah sebagai berikut :

PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI

1. Cawan yang dipilih dan dihitung adalah yang mengandung jumlah koloni antara 30 sampai 300. 2. Beberapa koloni yang bergabung menjadi satu merupakan suatu kumpulan koloni yang besar dimana jumlah koloninya diragukan, dapat dihitung sebagai satu koloni. 3. Suatu deretan ( rantai ) koloni yang terlihat sebagai suatu garis tebal dihitung sebagai satu koloni. Sedangkan data yang dilaporkan sebagai SPC harus mengikuti peraturan sebagai berikut : 1. Hasil yang dilaporkan hanya terdiri dari dua angka, yaitu angka pertama dibelakang koma dan angka kedua dibelakang koma. Jika angka ketiga sama dengan atau lebih besar dari lima, harus dibulatkan satu angka lebih tinggi pada angka kedua. 2. Jika semua pengenceran yang dibuat untuk menanam menghasilkan angka kurang dari 30 pada cawan petri, hanya jumlah koloni pada pengenceran yang terendah yang dihitung. Hasilnya dilaporkan sebagai kurang dari 30 dikalikan dengan besarnya pengenceran, tetapi jumlah yang sebenarnya harus dicantumkan. 3. Jika semua pengenceran yang dibuat untuk menanam menghasilkan angka lebih besar dari 300 pada cawan petri, hanya jumlah koloni pada pengenceran yang

PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI

tertinggi yang dihitung. Hasilnya dilaporkan sebagai lebih dari 300 dikalikan dengan besarnya pengenceran, tetapi jumlah yang sebenarnya harus dicantumkan. 4. Jika cawan dari dua tingkat pengenceran menghasilkan koloni dengan jumlah antara 30 dan 300, dan perbandingan antara hasil tertinggi dan terendah dari kedua pengenceran tersebut lebih kecil atau sama dengan 2, yang digunakan adalah rata-ratanya. Jika perbandingan antara hasil tertinggi dan terendah dari kedua pengenceran tersebut lebih besar dari 2, yang dilaporkan hanya hasil terkecil. 5. Jika digunakan dua cawan petri ( duplo ) per pengenceran, data yang diambil harus dari kedua cawan tersebut, meskipun salah satunya tidak memenuhi syarat diantara 30 dan 300. Koloni adalah kumpulan dari mikroba yang memilki kesamaan sifat-sifat seperti bentuk, susunan, permukaan, dan sebagainya. Sifat-sifat yang perlu diperhatikan pada koloni yang tumbuh di permukaan medium adalah : 1. Ukuran; ada koloni yang hanya serupa suatu titik, namun ada pula yang melebar sampai menutup permukaan medium. 2. Bentuk; ada koloni yang bulat, ada yang memanjang, ada yang tepinya rata, ada yang tidak rata.

PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI

3. Kenaikan permukaan; ada koloni yang rata saja dengan permukaan medium, ada pula yang timbul, yaitu menjulang tebal di atas permukaan medium. 4. Halus kasarnya permukaan; ada koloni yang permukaannya halus, ada yang permukaannya kasar dan tidak rata. 5. Wajah permukaan; ada koloni yang permukaannya mengkilat, ada yang permukaannya suram. 6. Warna; kebanyakan koloni bakteri berwarna keputihan atau kekuningan. 7. Kepekatan; ada koloni yang lunak seperti lendir, ada yang keras dan kering. Perhitungan koloni bakteri berdasarkan atas aktivitas bakteri tersebut dalam melakukan metabolisme. Metode ini disebut juga sebagai MPN ( Most Probable Number ). Bahan uji yang akan dihitung populasi bakterinya diencerkan beberapa kali, dilanjutkan dengan inokulasi hasil pengenceran tersebut dalam media cair tertentu yang dapat mendeteksi adanya aktivitas metabolism bakteri uji. Hasil yang diperoleh kemudian dirujuk pada tabel APM atau MPN, sehingga populasi dapat diketahui dengan pendekatan tersebut. Pemilihan media sangat berpengaruh terhadap metode Angka Paling Mungkin ( APM ) yang dilakukan. Umumnya media yang digunakan mengandung bahan nutrisi khusus untuk pertumbuhan bakteri tertentu. Media Lactose Broth digunakan sebagai media untuk mendeteksi kehadiran koliform dalam air, makanan, dan produk

PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI

susu. Lactose broth dibuat dengan komposisi 0,3% ekstrak beef; 0,5% pepton; dan 0,5% laktosa.

BAB III METODE PERCOBAAN

III.1

Alat

1. Tabung reaksi steril 2. Rak tabung 3. Cawan petri steril 4. Pipet ukur steril 1 mL, 15 mL, dan 10 mL 5. Tabung Durham steril

III.2

Bahan

1. Media Nutient Agar steril 2. Media Lactose Broth steril 3. Air steril

III.3

Prosedur Percobaan

III. 3. 1 Perhitungan ALT Koloni Bakteri Air

PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI

1. Disiapkan 4 tabung reaksi steril, 5 cawan petri steril, 1 pipet steril 1 mL, 1 pipet media steril, 40 mL air steril, 75 mL media NA steril, 10 mL air limbah. 2. Diisikan 9 mL air steril ke dalam 4 tabung dan disiapkan 5 cawan petri. 3. Disiapkan pipet 1 mL dan dilakukan pengenceran terhadap bahan uji air. 4. Dipipet 1 mL bahan uji dari botolnya, dimasukkan ke dalam cawan-1 dan tabung-1 (P-1). Diaduk homogen campuran P-1, kemudian dipipet masing-masing 1 mL dan dimasukkan dalam cawan-2 dan tabung P-2. 5. Diaduk sampai homogen tabung P-2, dipipet masing-masing 1 mL dan dimasukkan dalam cawan dan tabung P-3. 6. Diaduk sampai homogen tabung P-3, dipipet masing-masing 1 mL dan dimasukkan dalam cawan-4 dan tabung P-4. 7. Diaduk sampai homogen tabung P-4, pipet 1 mL dan dimasukkan dalam cawan-5. 8. Ke-5 cawan ditambahkan masing-masing 15 mL media NA yang telah bersuhu 45C dan digeser memutar di atas meja sekitar 30 kali untuk menghomogenkan campuran di dalamnya. 9. Dilakukan pra-inkubasi selama 15 menit pada suhu ruang, kemudian diinkubasi semua cawan pada suhu 35 - 37C selama 24 jam. 10. Dicatat dan dihitung jumlah koloni yang tumbuh pada media pelat NA setelah 24 jam.

PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI

11. Dilakukan pengamatan dan perhitungan populasi bakteri pada ke-5 cawan.

III. 3. 2 Perhitungan APM Koloni Bakteri 1. Disiapkan 4 tabung reaksi steril, 15 tabung reaksi steril yang berisi tabung Durham, 1 pipet 1 mL steril, 1 pipet 10 mL steril, 40 mL air steril, 150 mL media LB steril, 10 mL air limbah ( sampel yang sama dengan percobaan untuk perhitungan ALT ). 2. Diisikan 9 mL air steril ke dalam 2 tabung reaksi. 3. Dengan pipet yang sama, diisikan 15 tabung reaksi ( yang berisi tabung Durham ) dengan 9 mL media LB steril. 4. Dilakukan pengenceran bahan uji dengan memperhatikan teknik pekerjaan yang aseptis. 5. Dipipet 1 mL bahan uji dari botolnya, dimasukkan dalam tabung LB-1 dan P-1, diaduk homogen dan diusahakan agar cairan dapat mengisi tabung Durham sehingga tidak ada gas yang terperangkap dalamnya. 6. Dipipet 1 mL campuran P-1 dan dimasukkan ke dalam LB-2 dan tabung P-2. Dikocok dengan hati-hati campuran dalam tabung LB-2

PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI

dan usahakan agar campuran cairan tadi secara penuh dapat mengisi tabung Durham. 7. Dikocok tabung P-2 dengan menggunakan pipet. Pekerjaan yang sama dilakukan terhadap tabung P-2, LB-2, tabung P-3, LB-3, tabung P-4, LB-4, dan LB-5. Semua tabung Durham harus terisi penuh dengan media LB dan tidak boleh mengandung gelembung udara. 8. Semua tabung LB di prainkubasi pada suhu kamar selama 15 menit, kemudian diinkubasi pada suhu 35-37C selama 24 jam. 9. Diamati seluruh tabung Durham yang berada dalam tabung LB. Dicatat jumlah tabung Durham yang berisi gas ( gas (+), dihitung sebagai nilai = 1 ). 10. Koloni bakteri dihitung dengan menggunakan tabel APM setelah inkubasi 24 jam. 11. Dibandingkan hasil pengamatannya dengan percobaan untuk perhitungan ALT.

III.4

Hasil Percobaan

III.4.1 Angka Lempeng Total ( ALT ) Koloni Bakteri No. Gambar Keterangan

PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI

- Koloni banyak

bakteri

terlihat

lebih

- Terdapat 1238 koloni bakteri 1. pada cawan NA I

Cawan NA I Cawan NA II - Koloni terlihat banyak tetapi lebih banyak koloni bakteri pada cawan NA I - Terdapat 412 koloni bakteri 2. pada cawan NA II

Cawan NA III

- Koloni terlihat banyak tetapi lebih sedikit jika dibandingkan dengan koloni yang terdapat pada cawan NA I dan cawan NA II

3.

- Terdapat 152 koloni bakteri pada cawan NA III

PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI

Cawan NA IV

- Koloni terlihat sedikit - Terdapat 30 koloni bakteri pada cawan NA IV

4.

Cawan NA V

- Koloni terlihat sangat sedikit - Terdapat hanya 1 koloni bakteri pada cawan NA V

5.

III.4.2 Angka Paling Mungkin (APM) Koloni Bakteri No. Gambar Keterangan

PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI

Tabung LBI.1-3

- Media

pada

tabung

LBI.1-3

terlihat larutan berubah menjadi keruh dan mengandung busa pada tabung LBI.1-3. 1. - Gas (+) pada LBI.1-3 - Nilai = 3

Tabung LBII.1-3

- Media

pada

tabung

LBII.1-3

terlihat larutan berubah menjadi sedikit keruh. - Gas (-) pada LBII.1-3 2. - Nilai = 0

PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI

Tabung LBIII.1-3

- Media

pada

LBIII.1-3

tidak

terlihat larutan menjadi keruh. - Gas (-) pada LBIII.1-3 - Nilai = 0 3.

Tabung LBIV.1-3

- Media

pada

LBIV.1-3

tidak

terlihat larutan menjadi keruh. - Gas (-) pada LBIV.1-3 - Nilai = 0 4.

PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI

Tabung LBV.1-3

- Media pada LBV.1-3 tidak terlihat larutan menjadi keruh. - Gas (-) pada LBV.1-3 - Nilai = 0

5.

BAB IV PEMBAHASAN

Prinsip perhitungan koloni bakteri adalah semakin tinggi tingkat pengenceran semakin rendah jumlah koloni bakteri. Dengan kata lain, tingkat pengenceran berbanding terbalik dengan jumlah koloni bakteri. Media yang digunakan pada percobaan ini adalah media Nutrient Agar steril karena merupakan media yang paling cocok untuk kultur bakteri. Berdasarkan hasil percobaan Angka Lempeng Total, dapat dilihat pada pengenceran ke-4 yang memiliki jumlah koloni paling sedikit dan

PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI

tidak memenuhi syarat ketentuan, yaitu 25 - 250 atau 30 - 300 koloni pada suatu media pelat. Jumlah bakteri yang terkandung dalam tiap 1 mL inokulan yang dipindahkan semakin berkurang akibat pengenceran yang dilakukan. Berbeda dengan hasil jumlah koloni pada media yang tidak dilakukan pengenceran. Jumlah pada media ini 1238 koloni yang artinya bakteri kurang homogen dengan air steril. Syarat untuk memperoleh jumlah koloni yang mendekati keadaan nyata adalah 25 250 koloni pada setiap media plat. Jadi, yang masuk syarat adalah pada NA III ( P-2 ) dengan jumlah koloni 152 dan NA II ( P-3 ) sebanyak 30 koloni. Yang diambil yang pertama kali memenuhi syarat yaitu pada media pelat NA III. Media NA III mengalami 2x pengenceran atau 100x pengenceran dari sampel awal. Jadi, jumlah populasi = 152 x 102.

Pada percobaan Angka Paling Mungkin, prinsip utama metode ini adalah mengencerkan sampel sampai tingkat tertentu sehingga didapatkan konsentrasi mikroorganisme yang sesuai dan jika ditanam dalam tabung menghasilkaan frekuensi pertumbuhan tabung positif. Pemilihan media sangat berpengaruh terhadap metode Angka Paling Mungkin ( APM ) yang dilakukan. Media yang digunakan pada percobaan ini adalah media Lactose Broth steril yang sebagai media untuk mendeteksi kehadiran koliform dalam air, makanan, dan produk susu. Bakteri dari sampel uji tersebut mampu melakukan fermentasi glukosa dalam substrat media cair Lactose Broth. Metabolitnya merupakan gas karbondioksida yang akan terbentuk

PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI

dalam tabung Durham dengan posisi terbalik. Pada hasil percobaan APM ini, pengenceran 2 sampai 5 tidak terdapat gas atau nilainya nol. Hal ini dikarenakan semakin banyak pengenceran yang dilakukan, maka gelembung gas yang terbentuk akan semakin sedikit dikarenakan berkurangnya populasi yang terbentuk. Hanya pada tabung I ( tidak dilakukan pengenceran ) yang terdapat gas positif dengan nilai tiga. Nilai yang diambil adalah 3 angka sebelum angka nol, sehingga kombinasi yang dipilih adalah 3-0-0 dengan nilai APM 0,23.

BAB V KESIMPULAN

1. Secara kuantitatif, koloni bakteri dapat dihitung dengan metode Angka Lempeng Total dan metode Angka Paling Mungkin. 2. Jumlah populasi bakteri dalam sampel pada percobaan ALT adalah 152 x 10 2 per mL. 3. Jumlah populasi bakteri dalam sampel pada percobaan APM adalah : = 0,23 x ( 1 / pengenceran yang ditengah ) = 0,23 ( pengenceran ke-1 ) = 0,23 x 10

PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI

= 2,3 4. Pengenceran merupakan salah satu faktor yang penting dalam penghitungan koloni. 5. Semakin tinggi tingkat pengenceran, semakin rendah jumlah koloni bakteri.

DAFTAR PUSTAKA

Dwidjoseputro, D. 1978. Dasar - dasar Mikrobiologi. Jakarta : Djambatan Dwidjoseputro, Prof. .Dr. D. 1990. Dasar - dasar Mikrobiologi. Jakarta : Djambatan Fardiaz, S. 1993. Analisis Mikrobiologi Pangan. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada Pelczar, Michael J., Jr. dan E.C.S. Chan. 1986. Dasar-dasar Mikrobiologi. Jakarta : Universitas Indonesia Press Schlegel, H. G. 1994. Mikrobiologi Umum. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press

PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI

Suriawiria, Unus. 1985. Pengantar Mikrobiologi Umum. Bandung : Angkasa Waluyo, L. 2004. Mikrobiologi Umum. Malang : Universitas Muhamadiyah Malang Press

LAMPIRAN

1. Apakah prinsip percobaan ALT dan APM ? Jawab : Prinsip ALT : metode penentuan angka lempeng total ini digunakan untuk menentukan jumlah total mikroorganisme aerob dan anaerob yang terdapat dalam suatu produk yang diuji. Prinsip APM : mengencerkan sampel sampai tingkat tertentu sehingga didapatkan konsentrasi mikroorganisme yang sesuai dan jika ditanam dalam tabung menghasilkaan frekuensi pertumbuhan tabung positif.

2. Apakah persamaan dan perbedaan percobaan ALT dan APM ? Jawab : Persamaan :

PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI

untuk menentukan jumlah mikroba ( kuantitatif )

Perbedaan : ALT : menghitung jumlah koloni bakteri pada media pelat ( cawan petri ) APM : memperkirakan jumlah koloni bakteri berdasarkan adanya gas pada tabung Durham ( tabung reaksi )

3. Apakah yang menjadi kelemahan kedua percobaan di atas ? Jawab : ALT : Hasil perhitungan tidak menunjukkan jumlah sel mikroba yang sebenarnya karena beberapa sel yang berdekatan mungkin membentuk satu koloni. Medium dan kondisi yang berbeda mungkin menghasilkan nilai yang berbeda. Mikroba yang ditumbuhkan harus dapat tumbuh pada medium padat dan membentuk koloni yang kompak dan jelas, tidak menyebar. Memerlukan persiapan dan waktu inkubasi beberapa hari, sehingga pertumbuhan koloni dapat dihitung. APM :

PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI

Hanya dapat dipakai untuk menghitung populasi mikroba dengan aktivitas spesifik.

Hasil perhitungan tidak menunjukkan jumlah sel yang sebenarnya, karena hanya merupakan angka pendekatan.

4. Bagaimana cara perhitungan koloni bakteri pada bahan yang berbentuk padat ? Jawab : 1. Penghitungan sel mikroba dengan metode langsung 2. Perhitungan total sel mikroba ( Direct Microscopic Count ) 3. Perhitungan menggunakan Counting Chamber Jumlah sel dalam suatu populasi dapat diukur dengan menghitung di bawah mikroskop. 4. Perhitungan menggunakan membran filter Pada metode ini digunakan membran filter yang berfungsi untuk menyaring sel mikroba yang terdapat pada sampel. Arcidine orange akan mewarnai mikroba danmemancarkan cahaya kuning atau hijau sehingga sangat mudahuntuk dihitung dengan menggunakan mikroskop fluorosence.

PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI

5. Mengapa perlu dipenuhi jumlah koloni 25 250 / cawan pada pengujian ALT ? Jawab : Supaya hasil perhitungannya tidak menimbulkan kesalahan statistik yang serius. Jenis bakteri dapat mempengaruhi ukuran koloni dan jumlah koloni yang tumbuh pada cawan. Selain itu, komposisi nutrisi dan jarak antar koloni juga mempengaruhi jumlah koloni per cawan karena koloni tetangga mungkin dapat menghambat pertumbuhan atau menstimulus koloni didekatnya.