Anda di halaman 1dari 16

Diet Televisi dr.

Ariani

Akhir-akhir ini, saya sedang berkonsentrasi melakukan diet teve untuk kedua buah hati. Masalah ini timbul ketika kami terpaksa harus menumpang di orang tua dengan berbagai pertimbangan. Di rumah neneknya, televisi terbiasa menyala hampir 24 jam sehari. bahkan ketika tidak ada yang menonton. Wuih! Repot, kan? Sehingga menonton teve menjadi kebiasaan baru buah hati saya. Dan ternyata banyak yang mengalami masalah seperti yang saya alami. Coba simak data yang ysaya kutip dari majalah Ummi ini : Dari Penelitian UNDIP dalam menyiapkan baseline data untuk Pendidikan Media 2008 mendapati mayoritas anak-anak yang diteliti mengaku mnghabiskan waktu 3-5 jam pada hari sekolah dan 4-6 jam pada hari libur untuk menonton televisi. Bahkan beberapa dari mereka secara ekstrem mengaku menonton teve 16 jam pada hari libur!. Sebesar 72,9% anak-anak yang menjadi responden Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA) 2009 menonton teve selama 4,3 jam per hari. Padahal Menurut Kepala Divisi Informasi Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia Bobi Guntarto menyarankan agar bayi usia 0-3 tahun tidak perlu diberi suguhan televisi. Untuk anak SD pun televisi hanya boleh ditonton sebanyak 2 jam sehari. Jumlah jam menonton itu sendiri didukung jumlah tayangan anak yang kian beragam di banyak stasiu teve. Pada pekan ketiga Maret 2009 diperoleh data, total durasi program anak di semua teve swasta adalah 125 jam. Namun ternyata, 6 % anak-anak menonton komedi situasi dan 5,9% menonton sinetron remaja. Bahkan AGB Nielsen (2008) menemukan, bahwa top 10 program yang ditonton anak-anak 5 tahun ke atas adalah reality show seperti termehek-mehek dan Me vs Mom. Kenapa ya, anak suka menonton TV?

Menurut Rubin, seorang peneliti media, sejumlah motivasi bagi anak dan remaja menonton teve : 1. Relaksasi. Bagi banyak anak, menonton membuat mereka rileks dan santa. 2. Menjadi teman. Menonton teve ibarat teman yang membuat anak tidak merasa kesepian. 3. Karena kebiasaan. Saking seringnya dilakukan, menonton teve bisa menjadi kebiasaan. Apalagi kalau tidak ada aturan menonton teve di rumah. 4. Menghabiskan waktu. Banyak anak yang akhirnya lari ke teve karena tidak punya kegiatan lain yang harus dilakukan. Banyaknya waktu luang membuat mereka menonton teve. 5. Untuk interaksi sosial. Menonton teve bisa menjadi kegiatan bersama dengan temantemannya. selain itu menonton teve bisa menjadi bahan obrolan yang me ngasyikan dengan teman dan sahabat. 6. Mendapatkan informasi. Teve dianggap dapat memberikan info mengenai hal-hal baru dan kejadian di sekeliling mereka. 7. Seru, menarik dan semangat. Bagi banyak anak, menonton teve itu seru, menarik dan membangkitkan semangat. Pernah melihat anak-anak terpaku menyaksikan film animasi avatar atau naruto?. Bagi mereka tontonan seperti ini seru dan membuat semangat. 8. Melarikan diri (escape). Melepaskan diri dari kewajiban, keluarga atau hal yang tidak ingin dikerjakannya. 9. Hiburan. Televisi adalah hiburan yang murah meriah, mudah di dapat di mana saja. Kenapa harus Diet? Banyaknya tontonan kekerasan dan supranatural Hendriyani dkk (2009) menemukan bahwa program anak-anak yang tersedia mulai pukul 04.3020.00 WIB adalah program import yang berkategori animasi. Yang temanya sebagian besar kekerasan dan supranatural. Adegan kekerasan berpotensi menbuat anak meniru kekerasan serupa. Mungkin masih segar dalam ingatan kita kasus meninggalnya Reza Ikhsan Fadilah (9) tahun tewas setelah diplintir ketiga temannya yang meniru adegan Smackdown, beberapa waktu yang lalu. Ada yang lebih leboh lagi. Pada tahun 1999 Amerika Digemparkan dengan peristiwa penyandraan sebuah sekolah menengah di Kota Littleton selama 5 jam. Penyanderaan dilakukan oleh 2 orang siswa sekolah tersebut. Tidak main-main, penyanderaan dilakukan dengan memakai senjata api. Tragedi berdarah ini menelan korban tewas 12 orang dan seorang guru serta mencederai 23 orang. Penyaderaan berakhir dengan bunuh diri 2 orang penyadera tersebut dengan cara menembak diri mereka sendiri. Setelah diselidiki, ternyata motif mereka melakukan hal tersebut semata demi membayangkan diri mereka tengah berada dalam cerita serupa dalam video yang mereka tonton.Tragis!

Hati-hati juga dengan tayangan berita kriminal di televisi, hal ini dapat mengganggu pola pikir anak. Misalnya berita poembunuhan atau bunuh diri dengan memperlihatkan kondisi mayat yang mengenaskan. Anak-anak bisa jadi terinspirasi dan meniru bentuk penyelesaian masalah yan dilihat dari televisi, tanpa mempertimbangkan dampaknya. Sedangkan tayangan supranatural berpotensi syirik ayang akan mengotori akidah ank-anak kita. Anak akan terpesona dengan kekuatan benda gaib, tokoh jagoan dan melupakan kekuasaan Allah. Banyak yang tidak bermutu Sebagian besar data yang disajikan stasiun teve adalah data yang tidak berguna (data smog, istilah David Shenk ). Yang tidak akan dapat memberi manfaat untu buah hati kita. Mengganggu interaksi sosial Anak yang sudah kecanduan teve, cenderung malas untuk berinteraksi sosial dan menjadi pasif. Interaksi denngan teman dan keluarga digantikan dengan keasyikan menonton suguhan di layar kaca. Begitu pula kesempatan mengembangkan minat akan hilang, sebab minatnya hanya tertuju pada teve. Hal ini tentu tidak baik terhadap perkembangan soisl, motorik maupun emosionalnya. Anak akan lebih sulit bekerjasama, mengendalikan emosinya. Selain itu anak dapat mengalami gangguan tidur karena hal-hal seram yang sering terlihat dalam film-film mistik ataupun horor tampak nyata bagi mereka. Ada temuan yang menarik dari Hasil Temuan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) terhadap film-film kartun. Film yang mengusung tema kepahlawanan ternyata lebih banbyak mengandung adegan antisosial (63,5%) daripada prososial (36,4%) Coach Potato Problem Duduk berlama-lam amenonton menyebabkan kegiatan fisik anak-anak berkurang. Dan jika nonton dilakukan sambil ngemil, dapat timbul gangguan Coach Potato Problem atau kegemukan. Istilah ini menggambarkan postur tubuh anak yang seperti kentang duduk. Bentuk tubuh ini dapat mengganggu pengembangan motorik kasak dan motorik halusnya. Dapat menyebabkan gangguan fisik Pada beberapa kasus di jepang, sejumlah film kartun atau games-Karena komposisi gambar dan warna serta adegannya-menimbulkan kejang-kejang atau sawan pada anak. Gangguan inimuncul karena memang tayangan itu langsung berhubungan dengan mata dan saraf. KECANDUAN TV Hati hati jika anak : 1. Kegiatannya hanya menonton TV, melakukan segala sesuatu sambil menonton TV

2. Malas bergerak 3. Malas melakukan kegiatan lain yang dulu sangat diminati 4. Malas berinteraksi, menarik diri dari pergaulan 5. Selalu membicarakan segala sesuatu yang berkaitan dengan tontonannya 6. Menjadi mudah marah dan sensitif ketika diminta berhenti menonton 7. Belajar terganggu, malas mengerjakan PR dan sulit memusatka perhatian karena jika ada gejala-gejala di atas berarti anak kita sudah tergantung TV. hal ini tentu kan menggangu pula akademisnya. Nauzubillah Diet TV, yuk! Fakta-fakta di atas semakin mebuat saya miris, dan mendorong saya untuk menjalankan berbagai program diet TV. Mulai dari diri sendiri Keteladanan akan membekas pada diri anak kita. Jadi ketika saya ingin melakukan diet TV pada anak-anak kita, saya memulai dari diri saya sendiri. Karena kalau anak sering melihat kita menonton televisi, anak pun akan meniru kebiasaan kita Jika memungkinkan, diskusikan bahaya TV untuk anak dengan orang-orang di rumah. Hal ini akan menyamakan pandangan tentang TV dan lebih jauhnya mendukung program diet TV Walaupun hal ini tidak mudah, karena yang saya hadapi adalah orang tua. Dan terlebih, kami nebeng di sana. Kesamaan nilai akan mempengaruhi keberhasilan program ini. Jika kita ketat terhadap televisi, tapi yang lain tidak, sulit untuk berhasil Membuat aturan menonton TV Termasuk waktu menonton, jenis, tontonan dan lamanya menonton. menonton TV bisa dijadikan reward and funisment atas perilaku baik atau kedisiplinan anak. Misalnya boleh nonton TV kalau sudah mandi dan makan.. Sebaliknya,jam menonton dikurangi jika anak sulit mandi atau makan Pendampingan ketika menonton TV Selain menciptakan kebersamaan, pendampingan kita untuk menonton TV adalah kesempatan untuk mengklarifikasi hal yang tidak tepat, atau menerangkan hal yang belum jelas untuk anak. Beralih ke TV kabel atau nonton DVD Saya sempat terhenyak melihat iklan sebuah minuman ringan yang penuh adegan pornoaksi, dan serba permisif. Ditambah lagi durasinya sangat lama. Saking lamanya, saya kira video klip. Dan

yang paling tragis, iklan itu diputar ketika jam tayang film anak. Jenis film mungkin masih bisa kita seleksi, tapi hati-hati dengan tayangan iklan yang tidak bisa kita seleksi. Hal ini membuat saya lebih tenang membiarkan anak-anak menonton DVD daripada menonton tayangan televisi, walaupun film yang diputar di TV itu sama dengan yang di DVD. Membuat sebanyak-banyaknya alternatif kegiatan Akan lebih mudah ketika kita membuat jadwal harian anak-anak, beserta berbagai kegiatan yang menarik seperti bersepeda, membersihkan kamar, memberi makan hewan peliharaan dan lainlain. Selain mencegah anak-anak dari menonton televisi, hal ini menyenangkan dan bernilai edukatif bagi anak. Jadwal ini sangat membantu, terlebih ketika kita sedang mendelegasikan pengawasan anak pada orang lain, ketikabkita harus beraktivitas ke luar rumah Menciptakan nuansa spiritual di rumah Suasana spiritual yang kenal akan membangun akidah dan moral anak. Yang dapat mengcounter pengaruh TV yang tidak baik. Misalnya dengan membiasakan shalat tepat waktu dengan mengajak anak, ketika adzan TV dimatikan, dan mengaji pada waktu-waktu tertentu. Menceritakan kisah-kisah yang mengandung nilai moral dan spiritual. Ayah, Bunda, Semoga Allah memudahkan program diet TV kita semua.. Amien dr. Ariani http://Parentingislami.wordpress.com Sumber data :

Majalah Ummi no 9 Januari 2010 Parent Guide No 12 September 2004 Catatan pribadi

KREATIVITAS DAN DUNIA ANAK

Kreativitas didefinisikan dan dimaknai dengan berbagai sudut pandang. Secara bahasa, Michaelis (1980) mengartikan kreativitas sebagai sesuatu yang baru atau original. Michaelis menambahkan bahwa sekaitan dengan dunia anak, hal yang baru atau original tersebut mengandung makna interpretasi. Jadi baru di sini adalah sesuatu sebagai hasil dari hubungan sintesis ide-ide original yang sudah ada, hipotesis yang baru atau cara baru dalam melakukan sesuatu.hubungan dari sintesis dan ekspresi. Jadi baru bukan benar-benar baru tapi merupakan hasil dari kemampuan dalam menyusun kembali sesuatu yang telah ada untuk tujuan tertentu. Seperti yang dinyatakan Lowenfield (1956): This ability to rearrange and redefine materials for new purposes is an important aspect of any creative process. In fact, it is the nature of experimentation with materials to use them in an new way or rearrange them in new combination. Jadi, ketika kita berbicara kreativitas dan anak, maka kita berbicara bagaimana memberikan materi-materi pengetahuan pada anak sehingga input pengetahuannya banyak dan akhirnya dia bisa mensintesis dari pengetahuan-pengetahuan tersebut hal-hal yang baru atau orisinil. Tapi pentu saja selain input berbagai pengetahuan yang tidak kalah pentingnya adalah memberikan kesempatan pada anak untuk melahiran hal yang orisinil tersebut. Kreativitas menyangkut berbagai segi. Ditinjau dari segi kepribadian, kreativitas merujuk pada potensi atau daya kreatif yang ada pada setiap pribadi, anak maupun orang dewasa. Pada dasarnya, setiap orang memiliki bakat kreatif dengan derajat dan bidang yang berbeda-beda. Kita perlu mengenal bakat kreatif pada anak untuk dapat mengembangkan kreativitas anak. Setelah itu, kita pun harus menghargainya dan memberi kesempatan serta dorongan untuk mewujudkannya. Jika ditinjau sebagai suatu proses, kreativitas dapat dinyatakan sebagai suatu bentuk pemikiran dimana individu berusaha menemukan hubungan-hubungan yang baru untuk mendapatkan jawaban, metode atau cara-cara baru dalam menghadapi suatu masalah. Pada anak yang masih dalam proses pertumbuhan, kreativitas hendaknya mendapat perhatian dalam hal proses, bukan produk dari kreativitas itu sendiri. Ada 3 ciri dominan anak kreatif, yakni spontan, memiliki rasa ingin tahu dan tertarik pada halhal yang baru. Ketiga ciri-ciri tersebut terdapat pada diri anak, artinya pada dasarnya semua anak memiliki kemampuan dasar kreativitas sejak dini. Pada usia selanjutnya kreativitas anak dapat berkembang optimal atau dapat tertekan atau terhambat tergantung berbagai hal, seperti gizi,

kesehatan, pengasuhan, serta lingkungan sekitar. Kewajiban orang tua sebenarnya adalah mempertahankan agar anak tetap kreatif Orang kreatif menyukai tantangan dan yakin bahwa setiap permasalahan memiliki solusi. Orang kreatif juga sudah biasa terbuka terhadap ide baru dan berani mengambil resiko atas ide barunya tersebut meskipun tidak mendapat respon dari lingkungannya. Ciri-ciri orang kreatif antara lain: 1. Ia bisa memberi banyak jawaban terhadap suatu pertanyaan yang Anda berikan.
2. Ia mampu memberi jawaban bervariasi, dapat melihat suatu masalah dalam berbagai sudut pandang.

3. Ia dapat memberi jawaban-jawaban yang jarang diberikan anak lain. Jawaban baru biasanya tidak lazim atau kadang tak terpikirkan orang lain. 4. Ia mampu menggabungkan atau memberi gagasan-gagasan atas jawaban yang dikemukakan, sehingga ia mampu untuk mengembangkan, memperkaya jawabannya dengan memperinci sampai hal-hal kecil sebagaimana aslinya. Agar kreativitas dapat berkembang, diperlukan dorongan atau pendorong dari dalam sendiri dan dari luar. Pendorong yang datangnya dari diri sendiri, berupa hasrat dan motivasi yang kuat untuk berkreasi, sedangkan yang dari luar misalnya keluarga, sekolah dan lingkungan. Dalam lingkungan keluarga, pendidikan orang tua terhadap anak akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan kreativitas anak. Anak yang memiliki bakat tertentu, jika tidak diberikan rangsangan-rangsangan atau motivasi dari orang tua dan lingkungannya, tidak akan mampu memelihara, apalagi mengembangkan bakatnya. Keluarga adalah lingkungan yang paling banyak mempengaruhi kondisi psikologis dan spiritual anak. Di Jepang, misalnya, karena Jepang sangat memperhatikan pengembangan kreativitas anak melalui kebebasan dan pemupukan kepercayaan diri, kebangkitan kreativitas anak-anak di Jepang mengungguli anak-anak di Amerika dan Eropa (Awwad, 1995). Tapi kondisi tersebut sangat berbeda di Indonesia. Suatu penelitian di Jakarta tentang sikap orang tua dalam pendidikan anak menyimpulkan bahwa orang tua kurang menghargai perkembangan dari ciriciri inisiatif, kemandirian dan kebebasan yang erat hubungannya dengan pengembangan kreativitas dan lebih mementingakan ciri-ciri kerajinan, disiplin dan kepatuhan. Setelah keluarga, lingkungan selanjutnya yang bisa mempengaruhi kreativitas anak adalah sekolah. Menurut pengamat pendidikan Islam Drs. Asep Sujana, anak-anak di masa sekolahnya dulu sudah dikondisikan untuk mengeluarkan daya kreativitasnya seperti melalui mata pelajaran prakarya atau hastakarya dengan membuat beberapa perhiasan, barang cendera mata, atau peralatan rumah tangga dari barang-barang yang ada di lingkungan rumah dan sekolah. Tapi sekarang situasi di sekolah tidak memunginkan anak untuk kreatif. Berdasarkan sebuah penelitian, di sekolah ditemukan kurang lebih 40 % anak berbakat tidak mampu berprestasi setara dengan kapasitas yang sebenarnya dimiliki (Achir,1990). Akibatnya, sekalipun berkemampuan tinggi, banyak anak berbakat tergolong kurang berprestasi.

Endah Silawati http://parentingislami.wordpress.com Tips Pijat Bayi

Memijat adalah salah satu pengobatan alternatif yang sudah diakui keefektifannya untuk terapi penyakit tertentu atau sekedar menjaga kebugaran tubuh. Bukan hanya pada orang dewasa, terapi ini pun bisa dilakukan pada bayi. Tujuannya untuk meningkatkan status kesehatan bayi, meningkatkan rasa nyaman, serta meningkatkan ikatan kasih sayang antara ibu dan anak. Tapi perlu diingat, terapi ini hanya bisa dilakukan pada bayi yang usianya lebih dari 6 bulan, bayi tidak dalam keadaan diare dan ada selang waktu dengan jam makan atau tidak dalam keadaan kenyang. Berikut ini adalah persiapan dan cara pelaksanaannya.

Persiapan memijat:

Mencuci tangan dengan sabun Menggunakan pelumas baby oil atau semacamnya

Cara pelaksanaan Pijat muka:


Letakan kedua telunjuk di dagu kemudian tarik kearah atas Letakan kedua telunjuk di dahi kemudian tarik ke pinggir. Ulangi 10x

Pijat dada

Letakan kedua telapak tangan di dada bayi, kemudian putar seperti kupu-kupu. Ulangi 10x

Pijat perut

Letakan satu telapak tangan di perut menutupi pusar, putarkan setengah lingkaran. Ulangi 10x Ketuk perut dengan ujung telunjuk 3x. ulangi 10x Pijat perut dengan satu telapak tangan dari arah atas membentuk huruf I, L dan U.

Pijat punggung

Letakan tangan di punggung bergantian dari tangan klanan lanjutkan oleh tangan kiri (selang-seling). Ulangi 10 x

Pijat lengan

Tangan diurut kearah bawah dan atas Pijat tangan dengan arah menggulung dengan dua tangan

Pijat kaki

Urut kaki bayi kearah bawah dan atas Pijat kaki bayi dengan arah menggulung dengan dua tangan Pijat tulang kering bayi dengan jempol.

Endah Silawati, parentingislami.wordpress.com ASI dalam Sirah Nabawiyah dan Para Sahabat (Ungkapan Cinta Rasul dan Para Sahabat) Sebuah kisah diriwayatkan oleh Muslim, ketika datang kepada Nabi seorang wanita dari Bani Ghamidiyah yang mengemukakan pengakuannya di hadapan di hadapan beliau bahwa dirinya telah mengandung dari hasil perbuatan zina dan meminta pada Nabi untuk dihukum, Nabi bersabda kepadanya : Pulanglah kamu sampai kamu melahirkan! Setelah bersalin ia datang lagi seraya menggendong bayinya dan berkata wahai Nabi Allah, bayi ini telah saya lahirkan. Akan tetapi nabi bersabda kepadanya, Pulanglah kamu, susuilah dia sampai kamu menyapihnya. Setelah wanita itu menyapih bayinya, ia datang dengan membawa bayinya yang saat itu dalam keadaan memegang roti di tangannya, lalu ia berkata, Wahai nabi Allah, bayi ini telah saya sapih dan kini dia telah dapat memakan makanan. Nabipun memerintahkan agar bayi itu diserahkan kepada salah satu kaum muslimin dan memerintahkan agar dibut galian sebatas dada untuk menanam tubuh wanita tersebut, kemudian

Rasulullah memerintahkan kepada orang-orang untuk merajamnya dan merekapun segera merajamnya (HR. Muslim. Kitabul Hudud, no.3208). Subhanallah, suatu kisah yang menggambarkan ungkapan kasih sayang Nabi terhadap seorang bayi,walaupun sang bayi terlahir dari hasil hubungan zina. Jika seorang wanita pezina pun diperitahkan untuk menyempurnakan persusuan, apalagi seseorang, yang mengandung bayi dari pernikahan yang sah. Para shahabat sepeninggal Rasulullahpun memberikan perhatian yang besar terhadap menyusui. Diriwayatkan bahwa suatu hari ketika Umar bin Khattab berkeliling di mushala-mushala, ia dapati anak-anak yang sedang menangis. Umar lalu berkata kepada ibunya, Susuilah dia. Wanita itu menjawab, Sesungguhnya amirul mukminin (Umar) tidak mengharuskan menyusui seorang anak sampai saatnya disapih, dan saya sudah menyapihnya. Lalu Umar berkata, Sungguh saya hampir saja membunuh anak itu. Mulai saat ini susuilah dia. Sebab amirul mukminin akan mengharuskan hal itu . Akhirnya, Umar bin Khattab mengharuskan menyusui sejak anak lahir hingga selesai masa penyusuannya dr. Ariani, Parenting Islami ASI dan Tumbuh Kembang Anak dr. Ariani

Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan interselular. Pertumbuhan bersifat kuantitatif, sehingga dapat diukur dengan menggunakan satuan panjang, satuan berat dan ukuran kepala. Sedangkan yang dimaksud dengan perkembangan adalah bertambahnya kemampan struktur yang lebih komples, bersifat kualitatif, pengukuran dilakukan dengan menggunakan skrining perkembangan. Pertumbuhan dan perkembangan sebenarnya merupakan proses yang berbeda namun salingberkaitan. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan Proses tumbuh kembang anak merupakan hasil interaksi berbagai kondisi: 1. Faktor dalam (internal) Antara lain perbedaan ras/ etnik, keluarga, umur, jenis kelamin,kelainan genetik, kelainan kromosom. 2. Faktor eksternal/ lingkungan Antara lain gizi, endokrin, toksin, infeksi, psikologis, lingkungan pengasuhan, stimulasi, obatobatan. Kebutuhan dasar tumbuh kembang anak

Agar dapat berjalan optimal,anak mempunyai tiga kebutuhan dasar untuk dipenuhi yaitu : 1. Kebutuhan fisis-biomedis (asuh) Meliputi kebutuhan akan nutrisi yang adekwat dan seimbang (merupakan kebutuhan asuh yang terpenting) perawatan kesehatan dasar, pakaian, perumahan,hygiene dan sanitasi lingkungan, olahraga dan rekreasi. Yaitu kebutuhan terhadap emosi, antara lain : kasih sayang orangtua, rasa aman, harga diri, kebutuhan akan sukses, mandiri, dorongan, kebutuhan mendapatkan kesempatan dan rasa aman, rasa memiliki. 2. Kebutuhan kasih sayang/emosi (asih) Yaitu kebutuhan terhagap emosi, antara lain : kasih sayang orangtua, rasa aman, harga diri, kebutuhan akan sukses, mandiri, dorongan, kebutuhan mendapatkan kesempatan dan rasa aman, rasa memiliki. 3. Kebutuhan stimulasi (asah) Yang dimaksud stimlasi disini adalah perangsangan yang datang dari lingkungan luar anak antara lain latihan atau bermain, kontak mata, komunikasi verbal. Melalui bermain, anak bisa belajar mengendalikan dan mengkoordinasikan otot-ototnya melibatkan emosi dan pikiran. Sehingga anak mendapat pengalaman hidup. Proses menyusui memenuhi tiga kebutuhan dasar yang diperlukan tersebut. Pemenuhan kebutuhan emosi (asih) dapat dipenuhi dengan cara melakukan kontak sedini mungki bayi dan ibu (inisiasi dini). Keadaan ini akan menimbulkan kontak fisik (kontak kulit), psikis (kontak mata), suara dan penciuman sedini mungkin yang turut memegang peran penting terhadap keberhasilan menyusui. Dengan mendekap bayi pada saat menyusui, mengajaknya berbicara dengan penuh kasing sayang, seorang ibu sudah memenuhi kebutuhan bayi akan stimulasi (asah), dan secara tidak langsung juga berdampak pada pemenuhan kebutuhan psikologis ibu. Sedangkan kebutuhan asuh terpenuhi melalui kandungan ASI. Nutrisi yang adekuat sangat diperlukan utuk pertumbuhan seseorang. Dan ASI adalah cairan biologis kompleks yang mengandung semua nutrien yang diperlukan untuk tumbuh kembang anak. ASI disesuaikan dengan keperluan, laju pertumbuhan bayi dan kebiasaan menyusu.

Pemantauan pertumbuhan WHO dan UNICEF merekomendasikan pemberian Asi ekslusif dari sejak lahir sampai batas usia 6 bulan dan bayi harus disusui tanpa batas waktu. Setelah usia 6 bulan bayi akna mendapat MPAsi sesuai dengan usianya, disamping ASI yang tetap diberikan sampai anak berusia 2 tahun Pemantauan pertumbuhan bayi dan anak dapat dilakukan dengan menimbang berat badan, mengukur panjang dan lingkar kepala anak. Ketiga hal terrsebut dilakukan secara periodik satu bulan sekali untuk anak di bawah 1 tahun. Setelah 1 tahun dilakukan tiap bulan sampai anak

berusia 5 tahun. Berdasarkan kurva pertumbuhan yang diterbitkan National Center for health Statistics (NCHS), berat badan bayi akan meningkan dua kali lipat dari berat lahir pada usia 6 bulan dan meningkat tiga kali lipat dari berat lahir pada usia 12 bulan.

Air Susu Ibu dan pertumbuhan anak Suatu penelitian jangka panjang dilakukan terhadap pertumbuhan bayi yang mendapat ASI ekslusif dan bayi yang mendapat susu formula, hasilnya didapatkan berat badan bayi yang mendapatkanASI lebih ringan dibanding bayi yang mendapat susu formula sampai usia 6 bulan. Hal ini bukan berarti bahwa berat badan yang lebih besar pada bayi yang mendapat susu formula lebih baik dibanding bayi yang mendapat ASI. Kurva pertumbuhan yang normal adalah kurva bayi yang mendapat ASI. Berat berlebih pada bayi yang mendapat susu fomula justru menandakan terjadinya kegemukan. Penelitian lain mempelajari dampak jangka panjang pemberian ASI pada saat bayi terhadap panjang badan saat kanak-kanak dan dewasa. Dari Dari penelitian kohort Boyd-Orr ini didapatkan hasil bahwa anak yang mendapat ASI pada masa bayinya secara bermakna lebih tinggi dibanding mereka yang mendapat susu formula.

ASI dan Perkembangan anak Para ahli perkembangan menggunakan istilah the Golden Age untuk masa tiga tahun pertama. Masa ini merupakan masa yang sangat penting tidak hanya pada pertumbuhan seseorang tetapi juga pada perkembangan kecerdasan dan keterampilan motorik, mental, sosial dan emosional. Pada masa ini terjadi mielinisasi, pertumbuhan dendrit dan sinaps yang pesat, sehingga terbentuk jaringan otak yang kompleks. Periode kritis pertumbuhan otak pada triwulan terakhir kehamilan sampai 3 tahun pertama kehidupan, merupakan massa yang sangat penting. Disebut juga windows of opportunity. Dari segi gizi, pada masa kritis tersebut anak harus mendapat gizi esensial yang memadai. Dari penelitian terakhir ditemukan ASI mengandung LCPUFAs (Arachidonic Acid/AA dan Docosahexanoic acid/DHA) dalam jumlah yang memadai untuk pertumbuhan otak anak. ASI selain memberikan nutrisi terbaik untuk perkembangan, juga mempunyai keuntungan lain. Proses menyusui akan memperkuat ikatan batin antara ibu dan anak. Ikatan batin yang erat, mesra dan selaras yang diciptakan lebih awal dan lebih permanen sangat penting, karena : 1. Turut menentukan perilaku anak di kemudian hari 2. Menstimulasi perkembangan otak anak 3. Merangsang perhatian anak terhadap dunia luar 4. Menciptakan kelekatan (attachment) antara ibu dan anak 5. Meningkatkan rasa kepercayaan diri anak

Suatu penelitian di honduras memperlihatkan bayi yang mendapat ASI ekslusif selama 6 bulan dapat merangkak dan duduk lebih dahulu dibanding mereka yang mendapat makanan pendamping pada usia 4 bulan. Dari berbagai penelitian yang pernah dilakukan, anak yang mendapat ASI jauh lebih matang, lebih asertif dan memperlihatkan progresifitas yang lebih baik pada skala perkembangan dibanding mereka yang tidak mendapat ASI. Selain itu ASI sering dihubungkan dengan peningkaan perkembangan neurokognitif anak , terutama pada bayi yang lahir dengan berat badan rendah dan bayi yang mendapat ASI lebih lama. Penelitian Angelsen dkk. (2001) memperlihatkan bayi yang mendapat ASI kurang dari 3 bulan memiliki IQ yang lebih rendah dibanding bayi yang mendapat ASI 6 bulan atau lebih.Pemberian ASI yang lebih lama memberi keuntungan pada perkembangan kognitif anak. Penelitian lain yang dilakukan secara prospektif terhadap bayi prematur yang mendapatkan ASI memperlihatkan khasil tes IQ (usia 7-8 tahun) dengan poin 8,3 lebih tinggi dibanding bayi prematur yang mendapat susu formula. Penelitian prosfektif selama 18 tahun dilakukan di Selandia Baru (2001) juga menunjukkan hasil serupa, peningkatan pencapaian akademik dan kognitif yang lebih tinggi pada anak yang mendapat ASI selama 8 bulan atau lebih pada saat bayi. So, Bunda, Mama, Ummi,.pastikan buah hati Anda mendapat ASI, untuk tumbuh kembang yang optimal! http://parentingislami.wordpress.com Referensi : 1. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Tumbuh Kembang Anak dan Remaja. Sagung Seto. Jakarta : 2002 2. Ikatan Dokter Anak Indonesia Cabang DKI Jakarta. Bedah ASI: Kajian dari berbagai sudut pandang ilmiah. Jakarta : 2008 BUKU MIRACLES AT HOME

Rumahku syurgaku. Rasanya selama beberapa tahun saya tak mengerti bagaimana sebuah rumah merupakan syurga yang tenang, damai, dan menyenangkan. Hari-hari saya dihiasi oleh rengekan, tangisan, teriakan, dan amukan anak-anak. Ditambah lagi

teriakan pembantu yang panik melihat anak kedua saya (2,5 tahun) dipukul, dicubit atau dibenturkan oleh anak pertama (5,5 tahun). Inilah kondisi saya sampai akhir tahun 2008. Saya adalah seorang Ibu dari dua orang anak, wanita karir, dan seorang dokter. Saya banyak menghabiskan waktu saya di luar rumah. Hal ini saya lakukan karena alasan keuangan. Selama bertahun-tahun saya berada dalam kondisi seperti ini. Semakin hari, kondisi anak saya semakin mengkhawatirkan. Anak pertama saya suka memukul, mengamuk, membangkang dan berbagai perilaku buruk lainnya. Selain perilaku yang buruk, anakku juga mengalami susah makan, susah mandi, tidak mau belajar, dan sering terlambat sekolah. Dan satu hal yang membuatku khawatir lagi yaitu dia sangat pemalu dan tidak percaya diri dalam bergaul. Saya takut sekali mengingat keadaan anakku seperti ini karena sebentar lagi dia harus masuk SD. Bagaimana dia bisa menjalani hari-harinya di sekolah nanti? Saya benar-benar tertekan oleh kondisi ini. Selama ini saya mengasuh anak dengan agak keras. Saya sulit untuk menahan emosi sehingga sering memarahi anak-anak. Kadang-kadang saya membentak dan mencubit mereka. Saya berusaha sabar, tapi susah sekali. Saya berusaha mendidik dan mengarahkan mereka akan tetapi semakin hari kondisi anak-anak saya tak berubah, malah semakin memburuk. Saya benar-benar merasa tertekan dan ingin menyelesaikan masalah ini. Dan saya bersyukur karena pada akhir tahun ini saya dipertemukan dengan pelatihan parenting dan buku-buku tentang pengasuhan anak yang memberikan motivasi untuk mengubah teknik pengasuhan yang saya pakai selama ini. Saya juga diberi tips-tips untuk mengatasi masalah pengasuhan yang saya hadapi. Alhamdulillah anak saya mengalami banyak perubahan. Dalam penerapan teknik pengasuhan yang baru yang pelajari ini, saya mengalami banyak kesulitan yang saya coba atasi dengan terus membaca buku-buku parenting dan menerapkannya. Hasilnya adalah setiap hari saya mendapatkan Miracles at Home dan mendapatkan banyak pengetahuan baru tentang parenting ini. Dari pengalaman dan buku-buku yang saya baca, saya berusaha memformulasikan suatu teknik singkat yang praktis dan mudah diingat untuk mengubah kondisi keluarga yang penuh kekacauan karena perilaku buruk anak dalam waktu yang singkat. Kita bisa mengubah satu persatu perilaku buruk anak dalam hitungan hari dan dapat memotivasi anak melakukan hal-hal yang kita inginkan. Teknik singkat ini sudah mendapat kajian oleh seorang psikolog yaitu Fitriani F. Syahrul S.Psi sehingga isinya benar-benar sesuai dengan sudut pandang psikologi. Teknik yang saya pakai adalah teknik PARENTING. Teknik PARENTING P = Pengasuhan anak

Tinggalkan teknik pengasuhan konvensional yang bersifat turun temurun, otoriter, membolehkan kekerasan, terlalu memanjakan, dll. Beralihlah ke PARENTING untuk mendapatkan anak yang sholeh. A = Anak adalah anugrah Anak adalah anugrah terindah yang Allah berikan. Semua perilaku buruk anak adalah latihan mereka dalam menyikapi sesuatu yang harus kita bimbing. Semua perilaku baik, kitalah yanag bertanggung jawab untuk mengarahkan. Karena anak adalah anugrah maka kita mencintainya dan harus mendidiknya dengan penuh kasih sayang, kelembutan dan kebijakan. R = Redam amarah Rasa tertekan pada anak karena dimarahi, dibentak, dipelototi, dipukul, dan berbagai kekerasan mental dan fisik lain yang bersumber dari penanganan anak secara emosional adalah awal dari kesulitan kita membuat anak patuh pada arahan kita. Kekerasan juga berpengaruh buruk pada perkembangan jiwa anak. Untuk bisa mengarahkan perilaku anak, kita harus menghindari rasa tertekan anak dengan meredam emosi kita dan meninggalkan kekerasan fisik maupun mental. E = Empati mendengarkan Kedekatan akan muncul dari keterbukaan. Setelah kita belajar meredam amarah, kita harus belajar mendengarkan anak di setiap kasus/masalah pengasuhan yang terjadi (misalnya : anak menangis, rewel, mengamuk, mogok makan, dll). Mendengarkan akan membentuk kedekatan dan mengarahkan anak untuk patuh pada arahan-arahan kita. N = Notifikasi pembicaraan dan tindakan Setelah meredam amarah dan empati mendengarkan, maka mulailah mencatat pembicaraan dan tindakan kita agar merupakan kombinasi dari : Kata-kata ungkapan kasih sayang, arahan untuk berperilaku baik dan menghindari perilaku buruk, pujian untuk mengarahkan perilaku baik, dan punishment bijak untuk menghentikan perilaku buruk. Notifikasi ini merupakan inti dari pendidikan kita terhadap anak. T = Tanamkan energi positif

Berikan predikat positif sesuai harapan kita (anak sholeh, anak rajin, anak baik hati, dll.) dan hilangkan semua predikat negatif (anak nakal, anak pemalas, anak pemalu, dll.). Ulang predikat positif sesering mungkin. I = Istiqomah Pastikan semua langkah PARENTING dilaksanakan secara istiqomah/konsisten. NG = meNGadakan time out Gunakan time out bila : emosi anak tak dapat dikendalikan. Time out berguna untuk melatih anak meredakan emosi. Menghentikan perilaku buruk yang sulit dihentikan dengan kata-kata.

Itulah teknik dasar PARENTING. Untuk lebih memahami teknik ini dan bagaimana aplikasinya, maka disarankan untuk memiliki BUKU MIRACLES AT HOME yang berisi teknik dasar parenting, tahapan pelaksanaannya, cara menganalisis masalah yang akan ditangani, dan beberapa kisah nyata penggunaan PARENTING dalam menangani beberapa masalah pada anak yang dapat memberikan inspirasi bagi para orang tua. Selamat mendapat Miracles at Home. Bagi yang memerlukan info tentang buku, training, maupun konsultasi bisa mengirim email ke zule.parenting [at] gmail.com dr. Zulaehah Hidayati