Anda di halaman 1dari 25

PEMILIHAN ALTERNATIF2 EKONOMI

Prosedur Pengambilan Keputusan pada Permasalahan Ekonomi Teknik :


1. 2.

3. 4. 5.
6. 7.

Identifikasi/mendefinisikan sejumlah alternatif yang akan dianalisa Menentukan horizon perencanaan yang digunakan sebagai dasar dalam membandingkan alternatif Estimasi Aliran kas masing-masing alternatif Menentukan MARR yang akan digunakan Membandingkan alternatif-alternatif dengan ukuran/teknik yang dipilih Melakukan analisa Suplementer Memilih Alternatif terbaik.

1. Identifikasi/mendefinisikan sejumlah alternatif yang akan dianalisa Fase yang sangat teknis Contoh : Pengadaan mesin pengolah limbah, maka penentuan alternatif hanya bisa dilakukan dengan baik oleh mereka yang memahami seluk beluk limbah, pencemaran lingkungan, teknis mekanis dari suatu mesin, dsb. dikerjakan oleh Tim Multi Disiplin.

Ada 3 jenis Alternatif :

Independen

Apabila pemilihan atau penolakan satu alternatif tidak mempengaruhi apakah alternatif lain diterima atau ditolak.

Mutually Exclusive

Apabila pemilihan satu alternatif mengakibatkan penolakan alternatif2 yang lain. Contingen atau conditional (tergantung) Apabila pemilihan satu alternatif tergantung pada alternatif2 lain yang menjadi prasarat.

Alternatif lain : DO NOTHING


dianggap memiliki Biaya incremental nol (tidak ada biaya). Kenyataannya : terdapat Ongkos kesempatan (opportunity cost) yang berakibat hilangnya pangsa pasar karena perusahaan tetap memproduksi produk2 yang ketinggalan jaman karena menolak inovasi produk dan proses.

2. Menentukan horizon perencanaan


Horizon Perencanaan adalah suatu periode dimana analisa2 ekotek akan dilakukan Sangat penting membedakan horizon perencanaan dan umur teknis (Working Life) suatu peralatan atau investasi dan umur depresiasi (Depreciable Life)nya. Umur teknis = periode waktu aktual dimana suatu alat masih bisa digunakan secara ekonomis. Umur Depresiasi = Waktu dimana suatu aset atau alat boleh didepresiasi. Horizon perencanaan tidak dipengaruhi oleh keduanya. Horizon perencanaan merupakan bingkai waktu untuk membandingkan alternatif-alternatif.

Dalam menentukan horizon perencanaan biasanya dihadapkan pada 3 situasi :


Membandingkan

teknis sama. Membandingkan alternatif yang memiliki umur teknis berbeda Membandingkan alternatif yang memiliki umur teknis abadi (perpetual)

alternatif yang memiliki umur

Idealnya alternatif2 dibandingkan pada periode yang identik. Jika alternatif2 umur teknisnya sama maka horizon perencanaan bisa dipilih yang umum digunakan dan tidak harus sama dengan umur teknisnya.

Jika alternatif2 umur teknisnya tidak sama, maka horizon perencanaan dapat diterapkan dengan beberapa cara, yaitu : Menggunakan KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil) dari semua umur alternatif yang dipertimbangkan. Menggunakan ukuran deret seragam dari aliran kas setiap alternatif. Menggunakan umur alternatif yang lebih pendek dengan menganggap sisa nilai alternatif yang lebih panjang apada akhir periode perencanaan sebagai nilai sisa. Menggunakan umur alternatif yang lebih panjang. Alternatif yang lebih pendek akan berulang dan nilai sisa umurnya dihitung sebagai nilai sisa. Menetapkan suatu periode yang umum dipakai. Biasanya 5 -10 tahun

Contoh 4.1. Sebuah musium harus dicat ulang karena usianya sudah cukup tua. Ada 2 macam cat yang sedang dipertimbangkan untuk dipilih salah satu. Pertama adalah cat minyak yang harganya Rp. 52.000/ galon dan yang kedua adalah cat latex yang harganya Rp. 24.000/ galon. Setiap galon bisa mengecat 60 m2. Ongkos tenaga kerja adalah Rp. 32.000/ jam. Dalam 1 jam bisa dicat 20 m2. Cat latex diperkirakan tahan 5 tahun dan cat minyak 8 tahun. Dengan i = 8% manakah cat yang dipilih?
Disini diasumsikan, setelah 5 atau 8 tahun maka pengecatan ulang dilakukan dengan cat yang sama dan ongkosnya juga diasumsikan masih identik. (a) Gunakan horizon perencanaan KPK (b) Gunakan deret seragam

Solusi:
a.

Nilai KPK untuk kedua alternatif adalah 5 x 8 = 40 tahun. Kriteria yang digunakan adalah nilai awal (P). perhatikan diagram pada gambar 4.2.

Nilai sekarang (P) dan kedua alternatif diatas adalah:


Untuk cat minyak: P = A + A (P/F, 8%, 8) + A (P/F, 8%, 16) + ... + A (P/F, 8%,32) = A [ 1 + 1,0751] = Rp. 2.467 (2,0751) = Rp. 5.120 /m2 dimana 1,0751 = (P/A, 85,1%, 4) Bunga efektif = 85,1% didapat dari ieff = (1 + 0,08)8 - 1 = 0,851 = 85,1% Untuk cat latex: P =A + A(P/F,8%,5) +A(P/F,8%,10) + +A(P/F,8%,35) =A [ 1 + 1,9866] = Rp. 2.000 (2,9866) = Rp. 5.973 /m2 Bunga efektif 46,9% didapat dari : I eff = (1 + 0,08)5-1 = 0,469 = 46,9% Jadi nilai awal dari ongkos alternatif pertama lebih kecil sehingga dipilih cat minyak.

b. Dengan deret seragam diperoleh nilai A untuk masing2


alternatif sebagai berikut: Untuk cat minyak: A = Rp. 2.467 (A/P, 8%, 8) = Rp. 2.467 (0,1740) = Rp. 429 /m2 Untuk latex: A = Rp. 2.000 (A/P, 8%, 5) = Rp. 2.000 (0,2505) = Rp. 501 /m2 Jadi, dengan perbandingan deret seragam dapat diketahui bahwa alternatif cat minyak lebih murah sehingga dipilih untuk dipakai.

Contoh ilustrasi : misalkan suatu horizon perencanaan 5 tahun dipilih untuk mengevaluasi 3 alternatif investasi (A, B dan C). Estimasi aliran kas berdasarkan proposal yang masuk ditunjukkan pada tabel 4.1. Anggaran yang tersedia hanya Rp. 50 juta. Altematif B tergantung (contingen) pada alternatif A, sedangkan A dan C bersifat mutually exclusive.

Berdasarkan kendala-kendala diatas, hanya 4 alternatif yang akhirnya menjadi nominasi seperti yang ditunjukkan pada tabel 4.2.

Altf 0 = tidak mengerjakan sesuatu Altf 2 = Hanya proposal A yg dikerjakan

Altf 1 = Hanya proposal C Altf 3 = Proposal A dan B

Estimasi Aliran Kas :

Menetapkan MARR
MARR adalah tingkat bunga yang digunakan sebagai patokan dasar dalam mengevaluasi dan membandingkan berbagai alternatif Nilai minimal tingkat pengembalian atau bunga yang bisa diterima oleh investor Jika ROR < MARR Tidak Ekonomis / Tidak Layak MARR setiap jenis industri berbeda. Setiap perusahaan menetapkan standar MARR sendiri2. Nilai MARR harus lebih tinggi dari Cost of Capital

Cara menetapkan MARR :


Tambahkan suatu prosentase tetap pada ongkos modal (Cost of Capital) Perusahaan. Nilai ROR selama 5 tahun terakhir digunakan sebagai MARR tahun ini. Gunakan MARR yang berbeda untuk horizon perencanaan yang berbeda untuk investasi awal Gunakan MARR yang berbeda untuk perkembangan yang berbeda untuk investasi awal. Gunakan MARR yang berbeda pada investasi baru dan investasi perbaikan. Gunakan rata-rata tingkat pengembalian modal para pemilik saham untuk perusahaan yang kelompok industrinya sama.

Besarnya MARR dipengaruhi oleh :


Ketersediaan modal (uang) Ketersediaan kesempatan investasi Kondisi bisnis Tingkat inflasi Ongkos modal (Cost of Capital) Perusahaan Ongkos membiayai suatu proyek Peraturan pajak Peraturan Pemerintah Tingkat Keberanian menanggung resiko Tingkat resiko/ketidakpastian

4.Membandingkan Alternatif2 Investasi


Beberapa Teknik yang digunakan dalam membandingkan alternatif :

Analisa Nilai Sekarang (Present Worth) Analisa Deret Seragam (Annual Worth) Analisa Nilai Mendatang (Future Worth) Analisa Tingkat Pengembalian (Rate of Return) Analisa Manfaat/Ongkos (B/C)

Analisa Periode Pengembalian (Payback Period)

A. Metode Nilai Sekarang (P)

semua aliran kas dikonversikan menjadi nilai sekarang (P) dan dijumlahkan sehingga P yang diperoleh mencerminkan nilai netto dan keseluruhan aliran kas yang terjadi selama horizon perencanaan. Tingkat bunga yang dipakai untuk melakukan konversi adalah MARR. Secara matematis nilai sekarang dan suatu aliran kas dapat dinyatakan sebagai berikut:
dimana: P(i) = nilai sekarang dr aliran kas pd tk. bunga i% At = aliran kas pd akhir periode t i = MARR N = horizon perencanaan (periode)

Apabila alternatif2 mutually exclusive maka alternatif yang dipilih adalah alternatif yang memiliki nilai P netto yang tertinggi. Apabila alternatif2 independen maka semua alternatif yang memiliki awal netto lebih besar dari nol (menghasilkan tingkat pengembalian diatas MARR) bisa dipilih karena secara ekonomi semuanya layak dilaksanakan. Alternatif Do Nothing tetap dipertimbangkan dengan P = 0.

Contoh 4.3
Seorang insinyur menemukan alat yang mampu mengubah suatu proses permesinan pada mesin NC/CNC sehingga menghasilkan perbaikan proses dengan efisiensi 20% lebih tinggi dari yang semula. Alat tersebut ditawar oleh sebuah perusahaan manufaktur dengan 2 alternatif pembayaran, yaitu dibayar total sekarang seharga tunai Rp. 50 juta atau dibayar setiap tahun sebesar Rp. 10 juta dalam 7 tahun pertama dan sisanya sebesar Rp. 3 juta dalam 8 tahun berikutnya. Cara pembayaran mana yang dipilih oleh insinyur tersebut bila ia menganalisa dengan tingkat bunga 15%?

Solusi
1. Alternatif pertama dengan P = Rp. 50 juta 2. Alternatif kedua dengan P sebagai berikut:
P2 = Rp. 10 juta (P/A,15%,7) + Rp. 3 juta (P/A, 15%, 8) (P/F, 15%,7) = Rp. 10 juta (4,160) + Rp. 3 juta (4,487) (0,3759) = Rp. 41,60 juta + Rp. 5,060 juta = Rp. 46,660 juta atau P2 = Rp. 3 juta (P/A, 15%, 15) + Rp. 7 juta (P/A, 15%, 7) = Rp. 3 juta (5,847) + Rp. 7 juta (4,160) = Rp. 17,541 juta + Rp. 29,12 juta = Rp. 46,661 juta

atau P2 = Rp. 10 juta (P/A, 15%,7) + Rp. 3 juta [(P/A,15%,15) - (P/A, 15%,7)] = Rp. 10 juta (4,160) + Rp. 3 juta (5,847 - 4,160) = Rp. 46,660 juta Jadi, karena nilai P dan alternatif pertama lebih besar maka dipilih cara pembayaran yang pertama.

Contoh 4.4
Perhatikan kembali tabel 4.3 yang menggambarkan estimasi aliran kas 4 alternatif selama 5 tahun. Misalkan MARR yang digunakan untuk analisa adalah 12%, tentukanlah mlai P masing-masing altematif dan pilih alternatif mana yang paling menguntungkan. Solusi 1. Alternatif A0 P0 =0 2. Alternatif A1 P1 = -50 jt- 5jt (P/F,12%,1) + 10 jt (P/F,12%,2) + 25 jt (P/F,12%,3) + 40 jt (P/F,12%,4) + 10 jt (P/F,12%,3) = -50 jt - 5 jt (0,8929) + 10 jt (0,7972) + 25 jt (0,7118) + 40 jt (0,6355) + 10 jt (0,5674) = (-50 - 4,4645 + 7,972 + 17,795 + 25,42 + 5,674) Jt = Rp. 2,3965 juta