Anda di halaman 1dari 7

EKONOMI TEKNIK

DERET GRADIEN ARITMATIK


Sederetan penerimaan atau pengeluaran tunai yang meningkat atau berkurang secara seragam setiap periode. Misalnya : (1). Biaya perawatan & perbaikan peralatan mekanik (2). Beban depresiasi (metode Sum Of Years Digit)
0 1 2 3 4 N-2 N-1 N

G 2G 3G (N-3)G (N-2)G (N-1)G

P = G(P/F,I%,2 ) + 2G(P/F,I%,3) +3G(P/F,I%,4) ++ [(N-2)G] (P/F,I %,N-1) + [(N-1)G] (P/F,I%,N) Keluarkan G : P = G[(P/F,I%,2 ) + 2(P/F,I%,3) +3(P/F,I%,4) ++ (N-2) (P/F,I%,N1) + (N-1) (P/F,I%,N)]
1 ( N 2) ( N 1) 2 3 P = G + + + ..... + + ..(1) 2 3 4 N 1 (1 + i ) (1 + i ) N (1 + i ) (1 + i ) (1 + i )

kedua ruas x (1+i)


1 ( N 2) ( N 1) 2 3 P(1 + i ) = G + + + ..... + + (2) 2 3 N 2 (1 + i ) (1 + i ) N 1 (1 + i ) (1 + i ) (1 + i )

Pers. (2) Pers (1)


1 ( N 1)( N 2) ( N 1) 2 1 32 P (1 + i ) P = G + + + ..... + + 2 3 (1 + i ) N 1 (1 + i ) N (1 + i ) (1 + i ) (1 + i )
1 1 1 1 1 N P (1 + i ) P = G + + + ..... + + 2 3 N 1 (1 + i ) (1 + i ) N (1 + i ) (1 + i ) (1 + i )

Keluarkan factor n yang terakhir dan bagi dengan i


FF- Bunga dan Rumus Bunga

EKONOMI TEKNIK

P=

G 1 1 1 1 1 N GN + + + ..... + + 2 3 N 1 N i (1 + i ) (1 + i ) (1 + i ) i (1 + i ) N (1 + i ) (1 + i )

(1 + i ) N 1 GN N N i (1 + i ) i (1 + i ) G (1 + i ) N 1 N P= N i i (1 + i ) i (1 + i ) N G P= i

Faktor nilai sekarang dr deret gradient (Present Worth of Gradient Series Factor) P = G(P/G,i%,N) Untuk memperoleh factor nilai mendatang dari deret gradient : F = P(F/P,i%,N)
F=
F

G (1 + i ) N 1 N N i i (1 + i ) i (1 + i ) N

N (1 + i )

1 (1 + i ) N 1 = N G i i

F = G(F/G,i%,N) Jika dikonfersikan ke deret seragam : A=P(A/P,i%,N) Substitusikan P


A=
A=

G (1 + i ) N 1 N i (1 + i ) N i i (1 + i ) N i (1 + i ) N (1 + i ) N 1
G i

Ni 1 N (1 + i ) 1 1 Ni A = G N i (1 + i ) 1

A = G(A/G,i%,N) Dari hubungan-hubungan diatas juga terjadi hubungan inversi :


1 ( P / G , i %, N ) 1 (G / F , i %, N ) = ( F / G , i %, N ) (G / P, i %, N ) =

FF- Bunga dan Rumus Bunga

EKONOMI TEKNIK

(G / A, i %, N ) =

1 ( A / G , i %, N )

Juga Hubungan perkalian : (G/P,i%,N)= (G/A,i%,N) (A/P,i%,N) (G/F,i%,N)= (G/P,i%,N) (P/F,i%,N) (G/A,i%,N)= (G/F,i%,N) (F/A,i%,N)

A
(A/G,i%,N) (G/A,i%,N)

(P/G,i%,N) (P/G,i%,N)

G
(G/F,i%,N)

(F/G,i%,N)

Contoh : Perkiraan ongkos operasi dan perawatan mesin-mesin yang digunakan oleh sebuah industri kimia adalah Rp. 6 juta pada tahun pertama, Rp.6,5 juta pada tahun kedua dan seterusnya selalu meningkat 0,5 juta setiap tahun sampai tahun ke-5. Bila tingkat bunga yang berlaku adalah 15% pertahun hitunglah : a. Nilai sekarang dari semua ongkos tersebut (pada tahun ke-0). b. Nilai semua ongkos tersebut pada tahun ke-5 c. Nilai deret seragam dari semua ongkos tersebut selama 5 tahun Diagram alir :
0 1 2 3 4 5

6 jt 6,5 jt 7 jt 7,5 jt 0 1 2 3 4 8 jt 5

6 jt 6 jt 6 jt FF- Bunga dan Rumus Bunga

6 jt

6 jt

EKONOMI TEKNIK

0,5 jt 1 jt 1,5 jt 2 jt

a. Nilai sekarang (P) dapat dihitung sebagai berikut : P = P1 + P2 = Rp. 6 juta (P/A, 15% , 5) + Rp. 0,5 juta (P/G,15%, 5) = Rp. 6 juta (3,352) + Rp.0,5 juta (5,775) = Rp. 22,9995 juta b. Nilai pada tahun ke-5 dapat dihitung dengan mengkonversi P ke F F = P (F/P, 15%, 5) = Rp. 22,9995 juta (2,011) = Rp. 46,252 juta atau langsung dari diagram alir kas : F = F1 + F2 = Rp. 6 juta (F/A,15%,5) + Rp.0,5 juta (F/G, 15%,5) = Rp. 6 juta (6,742) + Rp.0,5 juta (11,62) = Rp.46,262 juta c. Nilai deret seragam juga dapat menggunakan cara tsb : A = P (A/P,15%, 5) = Rp. 22,9995 juta (0,29832) = Rp. 6,861 juta atau A = A1 + A2 = Rp. 6 juta + Rp. 0,5 juta (A/G, 15%,5) = Rp. 6 juta + Rp. 0,5 juta (1,723) = Rp. 6,862 juta atau dicari dari F yang diperoleh dari perhitungan (b). Contoh 2 : 1000
FF- Bunga Rumus 0 1 2dan 3 4 Bunga 5 (a) 6 7 0 A A A A A

3 (b)

EKONOMI TEKNIK

800

600 400 200

Perhatikan gambar 2 diatas. Berapakah nilai A agar keseluuhan nilai diagram alir kas bagian (a) sama dengan nilai diagram alir kas bagian (b). Gunakan tingkat bunga 10%. Jawab :
1000 1000 1000 1000 1000

800 600 400 200 -

Dari sini diperoleh nilai A1 sebagai berikut : A1 = 1000 200(A/G, 10%,5) = 1000 200 (1,810) = 638 A2 diperoleh dengan menggeser A1 satu periode kedepan : A2 = A1 (P/F, 10%, 1) = 638 (0,9091) = 580 Contoh 3 : Carilah nilai i yang mengakibatkan 2 aliran kas pada diagram berikut 3500 menjadi ekivalen. 3000
2500 1500 1500 1500 1500 1500 2000

1
4.000

1
7.000

Solusi :

FF- Bunga dan Rumus Bunga

EKONOMI TEKNIK

Dengan mengkonversi semua aliran kas ke dalam deret seragam akan diperoleh persamaan sebagai berikut : -4.000(A/P, I, 5) + 1.500 = -7.000 (A/P, I, 5) + 1.500 (A/G, I, 5) atau 3000 (A/P, I, 5 ) = 500 (A/G, I, 5) atau (A/G,I,5) = 6(A/P,I,5) Pada i = 12% (A/G,12%,5) 6(A/P,15%,5) = 0,1102 Pada i = 15%, nilai (A/G,15%,5) 6(A/P, 15%,5) = -0,0670 Kita akan cari I sehingga nilai (A/G,15%,5) 6(A/P, 15%,5) = 0, dengan interpolasi diperoleh :
i = 0,12 + (0,15 0,12)(0,1102) (0,1102 + 0,0670)

i = 0,1386 Jadi kedua diagram tersebut ekuivalen pada tk. Bunga 13,86%

FF- Bunga dan Rumus Bunga

EKONOMI TEKNIK

JENIS BUNGA DAN PEMAJEMUKAN KONTINYU 3.1. Tingkat Bunga Efektif dan Nominal Tingkat bunga nominal tahunan adalah perkalian antara jumlah periode pemajemikan per tahun dengan tingkat bunga per periode. Tk. Bunga nominal mengabaikan nilai uang dari waktu Secara matematis : R = I .m Dimana :

Tingkat Bunga efektif adalah tingkat bunga tahunan termasuk efek pemajemukan dari setiap perio

FF- Bunga dan Rumus Bunga