Katalog BPS : 1102001.

36 ISBN : 978-979-1426-31-2

BANTEN
DALAM ANGKA
Banten in Figures

2010

Kerjasama / In cooperation : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten Regional Development Planning Board of Banten Province dan / and Badan Pusat Statistik Provinsi Banten BPS – Statistics of Banten Province

BANTEN
DALAM ANGKA
Banten in Figures

2010

BANTEN DALAM ANGKA 2010 BANTEN IN FIGURES 2010

ISBN : 1102001.36 Katalog BPS / BPS Catalogue : 978-979-1426-55-8 Ukuran buku / Book size : 6,5 “ x 8,5 “ Jumlah halaman / Number of pages : 491 + lxxxv : Naskah / Manuscript : BPS Provinsi Banten : BPS - Statistics of Banten Province : : Penyunting / Editor : Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik : Regional Accounts and Statistical Analysis Division : Gambar Kulit / Cover Design : Bidang Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik : Integration of Data Processing and Statistical Dissemination Division : : Grafik / Figures : Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik : Regional Accounts and Statistical Analysis Division : : Diterbitkan oleh / Published by : BPS Provinsi Banten : BPS Statistics of Banten Province : : Boleh dikutip dengan menyebut sumbernya May be cited with reference to the source :

LEGENDA :

Peta Administrasi Provinsi Banten Administration Map of Banten Province

Lambang Provinsi Banten Symbol of Banten Province

BENTUK, UKURAN DAN ARTI LAMBANG PROVINSI BANTEN

Lambang daerah berbentuk perisai dengan warna dasar hijau, didalamnya terdapat gambar unsur-unsur lambang dan tulisan “BANTEN”, serta didesain pita berwarna kuning dengan tulisan “IMAN TAQWA” . Lambang daerah terdiri dari 2 (dua) bagian perincian sebagai berikut : a. Bentuk Gambar terdiri dari : 1. Kubah Mesjid, melambangkan kultur masyarakat Banten yang agamis. 2. Bintang Ilahi, Pengejawantahan Pancaran Semangat Keyakinan yang menyinari seluruh jiwa masyarakat Banten. 3. Menara Mesjid Agung Banten bertingkat dua berwarna putih dengan Memolo berwarna merah, menjulang tinggi ke angkasa, melambangkan masyarakat Banten mempunyai semangat yang tinggi untuk

mewujudkan masyarakat madani, serta adanya tujuan mulia yang senantiasa berpedoman pada petunjuk Allah Swt, Menara Mesjid Agung juga melambangkan Budaya dan Historis Banten yang kokoh pada pendirian zaman kesultanan. 4. Gapura kaibon berwarna putih, melambangkan daerah Provinsi Banten sebagai pintu gerbang peradaban dunia dan pintu gerbang perekonomian dan lalu lintas internasional menuju era globalisasi. 5. Padi berwarna kuning berjumlah 17 (tujuh belas) dan kapas berwarna putih berjumlah 8 (delapan) tangkai, 4 (empat) kelopak berwarna coklat, 5 (lima) kuntum bunga melambangkan Provinsi Banten merupakan daerah agraris yang cukup sandang, pangan, jumlah padi dan kapas menunjukkan hasil Proklamasi Republik Indonesia 17 Agustus 1945.

Banten dalam Angka 2010

vii

MEANING OF SYMBOL

6.

Gunung berwarna hitam, melambangkan kekayaan sumber daya alam dan tekstur tanah yang agak bergelombang tidak merata terdiri dari dataran rendah dan pegunungan.

7.

Badak Bercula Satu berwarna hitam, adalah satwa langka satu-satunya yang dilindungi dunia, melambangkan masyarakat yang pantang menyerah dalam menegakan kebenaran dan dilindungi oleh hukum.

8.

Laut berwarna biru dengan gelombangnya yang berwarna putih berjumlah 17 (tujuh belas) melambangkan daerah maritim yang kaya dengan potensi lautnya, mencerminkan historis dan peluang ke depan Banten sebagai Bandar Samudera Perdagangan Internasional serta mengandung makna kedalaman jiwa, keluasan wawasan dan pandangan, muara tempat berlindungnya masyarakat Banten.

9.

Roda gerigi berwarna abu-abu berjumlah 10 (sepuluh), melambangkan orientasi semangat kerja pembangunan serta menunjukkan sektor industri.

10. Dua garis Marka, Landasan Pacu Bandara Soekarno Hatta berwarna putih dan 3 (tiga) Lampu Pemandu (Beacon Light) berbentuk bulatan berwarna kuning melambangkan pemacu semangat untuk mencapai cita-cita. Makna yang terkandung dalam angka 8 (delapan), 9 (sembilan) dan 10 (sepuluh) mempunyai arti lahirnya Propinsi Banten yang ditetapkan dan diundangkannya Undang-undang Nomor 23 tahun 2000, tentang pembentukan Propinsi Banten, pada tanggal 17 Oktober 2000. 11. Pita berwarna kuning sebagai pengikat, melambangkan betapa indah dan kuatnya ikatan persatuan dan kesatuan dalam integritas dan heteroginitas masyarakat Banten.

viii

Banten in Figures 2010

ARTI LAMBANG

12. Semboyan Lambang daerah “IMAN TAQWA” sebagai landasan pembangunan menuju Banten Mandiri, maju dan sejahtera (Darussalam).

b. Makna Warna Lambang : 1. 2. 3. Warna merah, melambangkan keberanian yang didasari kebenaran. Warna putih, melambangkan kesucian, kebijaksanaan dan kearifan. Warna Kuning, melambangkan Kemuliaan, warna jiwa, lambang cahaya dan kebahagiaan, lambang kejayaan dan keluhuran budi. 4. 5. 6. Warna hitam, melambangkan keteguhan, kekuatan dan ketabahan hati. Warna abu-abu, melambangkan ketabahan. Warna biru, melambangkan kejernihan, warna laut melambangkan kedamaian, ketenangan. 7. 8. Warna hijau, melambangkan kesuburan. Warna coklat, melambangkan kemakmuran.

Banten dalam Angka 2010

ix

The tower of mosque also typify culture and history of Banten that staple at opinion of kingdom era (kesultanan) 4. Black grey mountain. 1945. typifies the people never surrender in justice the trough and protected by the law. inside the symbols has picture of element and autograph “BANTEN” and at the yellow tape has autograph “IMAN TAQWA”. Shape of picture : 1. White Kaibon Stone. 5. amount of paddy’s and cottons evince outcome declaration of Republic of Indonesia. 7. SIZE. Regional Symbols have 2 (two) part: a. food. Star of God. express Banten people have highest spirit to realize madani people. and international traffic to global era. and objective which always constantly with percept Allah Swt. Dome of Mosque. AND THE MEANING OF BANTEN PROVINCE SYMBOLS Regional symbols has shape a shield with intrinsic green. 3. typify the natural resources and texture of land that quite surge legible prevail. 2. August 17. One-horned rhinoceros is the one of wild animal whose protected in the world. Great tower of Mosque of Banten with two terrace. express the spirit that shining the soul of Banten people. x Banten in Figures 2010 . 6. typify of Banten Province area is the first port of world culture and economic. 17 yellow paddy’s and 8 white cottons.MEANING OF SYMBOL SHAPE. typify of Banten people that religious. typify Banten Province is an agriculture area that adequate. cloths.

Black. Green. onward and welfare (Darussalam). typify fertile. symbol of shine and happiness. typify the purification. typify clarity. 3. runways of Soekarno Hatta airport with colored white. typify prosperity Banten dalam Angka 2010 xi . typify marine area that affluent of ocean resources reflects the history and advantage in the future of Banten as a port of international trade. and 3 Beacon light with colored yellow. b. 2. Word of symbols “IMAN TAQWA” as anvil foundation to gain Banten. The number of 8. strongly and resoluteness. typify basic spirit for gain aspire. 4. glory and intelligent. Blue. The meaning of symbol colors : 1. typify orientation of working spirit and evince industries sectors. 10 grey of gear.ARTI LAMBANG 8. Brown. typify courage base on by the truth. typify as mansion as beauty and tightly of unity of integrate and heterogeneous of Banten people. typify firmness 6. 9. 8. 2 line mark. 5. wise and tactful. 12. typify strengthen. 7. 9. ocean color are symbol of reconcilement and calm. Grey. Yellow. Red. and 10 have meaning of institution of Banten Province has ever born at October 17. 11. 2000 that legitimated with Act Number 23 year 2000. White. Blue ocean with 17 white long wave. 10. Yellow tape as a union. typify distinction.

.

Hj. SE. Gubernur Banten . Ratu Atut Chosiyah.

.

Si. M. Mohammad Masduki.Drs. H. Wakil Gubernur Banten .

.

Mengingat kesinambungan penyajian buku ini dari tahun ke tahun perlu dijaga. Hj. Akhirnya. Serang. investor dan pengguna lainnya. Buku ini agar digunakan sebagai rujukan. Publikasi ini bukan saja bermanfaat bagi perencanaan pembangunan. maka saya menghimbau kepada semua pihak untuk menggunakan data pada Banten Dalam Angka 2010 ini sebagai acuan pengambilan kebijakan. Ratu Atut Chosiyah Banten dalam Angka 2010 xvii . Pemerintah senantiasa berkepentingan memiliki data yang benar untuk diinformasikan kepada masyarakat dan instansi yang memerlukannya. Terima kasih saya ucapkan kepada BPS Provinsi Banten yang telah mewujudkan terbitan ini. Untuk itu penerbitan publikasi Banten Dalam Angka (BDA) 2010 menjadi sangat penting dan bermanfaat dalam melihat potensi yang dimiliki serta kemajuan yang telah dicapai. Provinsi Banten terbentuk pada bulan Oktober 2000 merupakan provinsi yang tergolong muda di Indonesia. Sekian dan terima kasih. Wassalaamu’alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh.KATA SAMBUTAN GUBERNUR BANTEN Assalaamu’alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh. Oleh karena itu penerbitan buku ini harus mendapat dukungan semua pihak. Desember 2010 Gubernur Banten. karena data bersumber dari berbagai instansi dan lembaga di Banten. namun juga bagi para peneliti. saya mengharapkan agar kegiatan pengumpulan data di setiap aspek pembangunan lebih ditingkatkan lagi.

so the government always has the reliable data that can be informed and shared to people and institutions. I would like to thanks to BPS-Statistics of Banten Province who have done in the making of this book. Hj. This book is not only useful for the planner in the government institutions. The data in this book has been collected from any institutions and parties that can be used as a reference. Ratu Atut Chosiyah xviii Banten in Figures 2010 . We need to keep this book published sustainable for the year as a serial publication. Because of that. and evaluating the progress that has been achieved. Serang. everybody has to support this publication. the publication of Banten in Figures 2010 is very important and useful to find out the potential that Banten has. We have many challenges to be faced for making of Banten people’s welfare becoming much better. Finally. but also useful for anyone who needs. I do hope that data collection activity in all aspects should be done continuously.FOREWORD GOVERNOR OF BANTEN The province of Banten has been formed at October 2000. Therefore. December 2010 Governor of Banten. I strongly recommended to any institutions to use this publication as one of the matter for decision-making. investors and other users. it such as researchers.

Publikasi ini disempurnakan secara bertahap baik kualitas maupun kuantitas. Kami sadari bahwa publikasi ini masih jauh dari sempurna. kami menyampaikan terima kasih. Ir. sehingga saran dan kritik dari berbagai pihak sangat kami harapkan. NIP.Sc. serta kondisi sosial dan perekonomian Provinsi Banten. Atas perhatian Pemerintah Provinsi Banten serta respon dinas dan instansi sehingga publikasi ini dapat diterbitkan. ciri dan keadaan sosial ekonomi penduduk.KATA PENGANTAR KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI BANTEN Banten Dalam Angka adalah publikasi tahunan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten yang komprehensif. Nanan Sunandi. M. Serang. Publikasi ini menyajikan beraneka jenis data dari berbagai bidang. Desember 2010 Badan Pusat Statistik Provinsi Banten Kepala. Buku ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran umum tentang keadaan geografis dan iklim di Provinsi Banten. 19530801 197503 1 002 Banten dalam Angka 2010 xix . Kami berharap publikasi ini dapat dimanfaatkan terutama bagi kesejahteraan masyarakat Banten. Namun demikian kualitas data sangat berkaitan dengan ketersediaan data di masing-masing dinas dan instansi sebagai nara sumber.

socio-economic characteristics of the population. Nanan Sunandi. I hope this publication will beneficial primarily for welfare of Banten society in the future. NIP. I would like to express my deepest gratitude to Government of Banten Province for special attention and all agencies/ institutions in Banten have already given responsiveness so this publication can be published.Sc. Ir. Serang. Taking of this opportunity. published by BPS – Statistics of Banten Province.PREFACE CHIEF OF BPS-STATISTICS OF BANTEN PROVINCE Banten in Figure is a comprehensive publication. as well as social and economic conditions of Banten Province. Nevertheless quality of data depend on scarcity data in each agency and institution. This publication presents collection of data from various fields. December 2010 BPS – Statistics of Banten Province Chief. This publication gradually improved both in quality and quantity of data. Comments and suggestions to improve the contents of this book are always welcome. 19530801 197503 1 002 xx Banten in Figures 2010 . This book is aimed at providing general picture of geographic and climate. M.

agar kesempurnaan dan kelancaran penerbitan publikasi ini pada tahun-tahun mendatang dapat terselenggara dengan baik. H. Ir. Widodo Hadi. 19570307 198303 1 010 Banten dalam Angka 2010 xxi . Data dan informasi yang disajikan ini bersumber dari instansi/dinas/lembaga pemerintah dan swasta dalam wilayah Provinsi Banten. Desember 2010 BAPPEDA Provinsi Banten Kepala. Semoga publikasi ini bermanfaat bagi kita sekalian. Publikasi ini diharapkan dapat memberi banyak manfaat. Selain itu. terima kasih. terutama untuk melihat sejauh mana perkembangan dari berbagai kegiatan pembangunan yang telah dicapai selama ini dan yang akan dilaksanakan di masa mendatang. Serang. data dan informasi tersebut dapat juga disajikan sebagai bahan pembanding dan perumusan dalam membuat analisis penyusunan perencanaan serta menentukan arah kebijakan. Masih disadari bahwa dalam penyusunan publikasi Banten Dalam Angka ini masih belum lengkap dan untuk memperbaiki serta meningkatkan mutu data/informasi diharapkan partisipasi dari instansi/dinas/lembaga pemerintah dan swasta dengan BPS Provinsi Banten. Wassalaamu’alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh. Pembina Utama Madya NIP. Sp. bekerja sama dengan BAPPEDA Provinsi Banten. Publikasi Banten Dalam Angka 2010 merupakan kumpulan data statistik yang setiap tahun diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten.KATA PENGANTAR KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PROVINSI BANTEN Assalaamu’alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh.

Hopefully.PREFACE CHIEF OF REGIONAL DEVELOPMENT PLANNING BOARD OF BANTEN PROVINCE Assalaamu’alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh. and to improve the quality of data and information we hope participation from various institutions and agencies. 19570307 198303 1 010 xxii Banten in Figures 2010 . and to determine policy purposes. and thank you. In additon. December 2010 Regional Development Planning Board of Banten Province Chief. primarily to monitor the progress of various development activities that have been achieved so far and that will be implemented in the future. continous and sustainable publishing of Banten in Figure. data and information can be also presented as a comparative subtance and formulation of planning analysis. with BPS – Statistics of Banten Province to make a complete. this publication will make many advantages. Serang. Banten in Figures 2010 is a statistic data that always published by BPS – Statistics of Banten Province every year. and other private institutions in Banten Province. H. Data and information presented in this publication was collected from various offices. I hope this publication could be valuable source to all data users. Ir. Wassalaamu’alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh. Sp. cooperative with Regional Development Planning Board of Banten Province. We realized that this book is not perfect completely. Pembina Utama Madya NIP. Widodo Hadi. agencies and institutions of Banten Province Government.

Pertanian / Agriculture 7. Perdagangan / Trade 9. Restoran dan Pariwisata / Hotel. 16 of 1997 on Statistics Indikator Kunci / Key Indicators 1.Statistics of Banten Province Kata Pengantar Kepala Bappeda Provinsi Banten / Preface – Chief of Regional Development Planning Board of Banten Province Daftar Isi / Contents Daftar Grafik / List of Figures Daftar Tabel / List of Tables Penjelasan Umum / Explanatory Notes Sejarah Singkat Banten / Brief History of Banten Province Undang-Undang No. and Tourism 11. Keadaan Iklim / Climate Condition 3. Energy. Keuangan dan Harga .16 Tahun 1997 Tentang Statistik Republic of Indonesia Law of No. Sosial / Social 6. Industri. and Water Supply 8. Penduduk dan Tenaga Kerja / Population and Employment 5. Restaurant.Harga / Finance and Prices 12. Pemerintahan / Government 4. Energi dan Air Minum / Manufacturing Industry. Pengeluaran dan Konsumsi / Expenditure and Comsumption 13. Pendapatan Regional / Regional Income xxiii xxv xxix li liii lvii 1 3 21 33 57 87 163 227 255 287 327 343 439 465 xxi iii v xiii xv xvii xix Banten dalam Angka 2010 xxiii .DAFTAR ISI / CONTENTS Halaman Page Peta Administrasi Provinsi Banten / Administration Map of Banten Province Lambang Daerah / Regional Symbol Foto Gubernur / Photograph of the Governor Foto Wakil Gubernur / Photograph of the Vice Governor Sambutan Gubernur Banten / Foreword – Governor of Banten Kata Pengantar Kepala BPS Provinsi Banten / Preface – Chief of BPS . Kondisi Geografis / Geographical Condition 2. Hotel. Transportasi dan Komunikasi / Transportation and Communication 10.

.

....2.. 2009 ............ 2009 Percentage of Population 15 Years Of Age and Over by Type of Activity................ Persentase Penduduk Berumur 15 Tahun Ke Atas Menurut Jenis Kegiatan................................... 2009 .................. 2009 .......... 2009 ..................................... 2009 Percentage of Civil Servants of Banten Province Government by Educational Level...................1... 2009 Percentage of Population 10 Years of Age and Over by Educational Attainment in Banten Province.................DAFTAR GRAFIK / LIST OF FIGURES Halaman Page 1...................1......... 2009 Rainfall and Rainy Days by Month in Banten Province..... Distribusi Persentase Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten..... 2009 ........2........... 101 xxv Banten dalam Angka 2010 ................... 2009 .....2. 2009 ........................ Persentase Penduduk Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama..... 2000 – 2009 ... Jumlah Rumah Sakit dan Puskesmas Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten.. 2009 Number of Hospitals and Public Health Center by Regency/Municipality in Banten Province..................... Persentase Luas Daerah Kabupaten/Kota di Provinsi Banten.. 39 4.2........ 2009 Percentage Distribution of Population by Regency/Municipality in Banten Province........................... 2....... 68 69 4..... Persentase Jumlah Pegawai Negeri Sipil Daerah di Lingkungan Pemerintahan Provinsi Banten Menurut Tingkat Pendidikan.5................... Rentang Suhu Udara dan Suhu Udara Rata-rata di Provinsi Banten (oC)................................. 2009 ............... 2...................... Laju Pertumbuhan Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (persen). 2009 .............3.. 2009 School Enrollment Ratio by Sex and Age Group in Banten Province.......... 100 5....... Angka Partisipasi Sekolah (APS) Menurut Jenis Kelamin dan Kelompok Umur di Provinsi Banten........ 2009 Percentage of Population 15 Years Of Age and Over who Worked by Main Industry... 2008-2009 Percentage of Children Under Five Years by Birth Attendant in Banten Province............................................ 2009 ............... 99 5.... 68 4............................................... 100 5................ 2000 – 2009 Population Growth Rate by Regency/Municipality in Banten Province (percent).............1.......................1.. Persentase Rumah Tangga Menurut Kabupaten/Kota dan Status Penguasaan Tempat Tinggal di Provinsi Banten............................. 99 5............................... 2009 Temperature Range and Average Temperatures in Banten Province (oC)............. 69 5....................... 39 3..1...................... Persentase Balita Menurut Penolong Kelahirana di Provinsi Banten................ 2009 Percentage Area of Regencies/Municipalities in Banten Province............... 2008-2009 ......................................4......3................................ Persentase Penduduk Usia 10 Tahun ke Atas Menurut Pendidikan Yang Ditamatkan di Provinsi Banten.......... Curah Hujan dan Hari Hujan Bulanan di Provinsi Banten............ 2009 Percentage of Household by Regency/Municipality and Dwelling Occupancy Status in Banten Province....................... 2009 .. 8 27 27 3........................... 2009 Number of Regency/Municipality Parliament Members by Sex in Banten Province.............. 2009 .................................................. Jumlah Anggota DPRD Kabupaten/Kota Menurut Jenis Kelamin di Provinsi Banten... 4....4.....................................

...... 2009 Five Largest Importer Countries for Banten Province (million US$)........3.... 2009 Number of Crimes Commited by Type of Crime in Banten Province.................... 2009 .... 2009 Production of Poultry Eggs in Banten Province (ton)..... Lima Negara Importir Terbesar Provinsi Banten (juta US$)............................... Jumlah Pelanggan Listrik PLN dan Jumlah Enegi Listrik Terjual di Provinsi Banten...... Banyaknya Tindak Kejahatan Yang Terjadi Menurut Jenis Kejahatan di Provinsi Banten.. 9... 2009 Number of Pilgrims by Regency/Municipality and Sex in Banten Province................... 179 180 6...........6. 5. Persentase Luas Areal Tanaman Karet Menurut Kepemilikan di Provinsi Banten..............................7........1......... 8......1..3........2.... Luas Panen dan Produksi Padi (Padi Sawah dan Padi Ladang) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (ha........ 293 xxvi Banten in Figures 2010 ..... 6... ton)........... ton)................ 2009 Production of Fish Culture Households by Type of Culture in Banten Province (tons)...... 2009 Percentage of Rubber Estate Area by Ownership in Banten Province. 2005-2009 Production and Value of Jati and Rimba Woods in Banten Province (m3)..........8.. Produksi dan Nilai Produksi Kayu Jati dan Rimba di Provinsi Banten (m3).. 180 7....6.......... 2009 Percentage of Gross Vakue Added (GVA) of Large and Medium Manufacturing Establishments By Regency/Municipality in Banten Province. Produksi Telur Unggas di Provinsi Banten (ton).. 2009 ............... 238 263 263 264 264 8... 2009 Production of Melinjo (Genetum Gnemon) in Banten Province (ton). Produksi Perikanan Budidaya Menurut Jenis Budidaya di Provinsi Banten (ton)..........LIST OF FIGURES 5. 2009 ................... 2009 ...................1.................. 2009 Percentage of Population by Religion in Banten Province.. Persentase Jalan Provinsi dan Nasional di Provinsi Banten Menurut Kondisi Jalan...... 102 6.............. Jumlah Pohon dan Produksi Melinjo di Provinsi Banten (ton).2.... 2008-2009 Volume of Export and Import of Banten Province (ton). Persentase Nilai Ekspor Banten Menurut Pelabuhan Asal (persen)............................... 178 178 6........................2............5... 2009 Harvested Area and Production of Paddy (Wetland and Dryland) by Regency/Municipality in Banten Province (ha...... 2009 Five Largest Exporter Countries for Banten Province (million US$)... 2009 .................................... 2009 ..... Lima Negara Eksportir Terbesar Provinsi Banten (juta US$). 2009 . 2009 ..... 2009 ....... 2009 ...... 2009 Percentage of National and Provincial Authority Road in Banten Province by Road Condition............ Jumlah Jamaah Haji Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Kelamin di Provinsi Banten........ Persentase Penduduk Menurut Agama di Provinsi Banten. Persentase Nilai Tambah Bruto (NTB) Industri Besar dan Sedang Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten... 101 101 5.......................... 2008-2009 ......... 8... 6............ 2009 .. 2008-2009 Percentage of Banten Export Values by Origin Port (percent).........................................................................4....... 2009 ...... Nilai Ekspor dan Impor Provinsi Banten (ton).1.. 8.... 2005-2009 ...4. 179 6......... 238 7........... 2008-2009 .... 2007-2009 . 2007-2009 Number of Customers of PLN and Electrical Energy Sold in Banten Province...

...................5.................. 11. 2009 . 2009 Monthly Inflation rate in Banten Province by Urban and Rural Areas........ Laju Inflasi Bulan di Provinsi Banten Menurut Daerah Perkotaan dan Perdesaan................. Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Banten (juta rupiah).................. 11........................ Rata-Rata Lama Menginap Tamu Hotel di Provinsi Banten... Cilegon City and Tangerang City...................................... 2008-2009 Value of Domestic and Foreign Direct Investment in Banten Province (million rupiahs).7... Komposisi Pinjaman Perbankan di Provinsi Banten Menurut Sektor Ekonomi (persen)....... Laju Inflasi Tahun Kalender di Kota Serang.................1.........6............................. 2009 ........... 2007-2009 Composition of Bank Loans in Banten Province by Economic Sector (percent)........... 11.................9........................ 2008-2009 ................. Serang City... Jumlah Kapal Asing dan Domestik di Pelabuhan Merak........4............................ 2008-2009 ... 2009 .. 11......................................4. Kota Cilegon dan Kota Tangerang Menurut Bulan..................................... 2009 Number of Passengers of International and Domestic Flights at Soekarno-Hatta Airport.... 2009 Average Length of Stay at Hotel in Banten Province........... 2007-2009 .... 2009 Monthly Inflation rate of Calendar Year in Serang City........... Komposisi Pinjaman Perbankan di Provinsi Banten Menurut Jenis Penggunaan (persen)....................... 2007-2009 ................... 2009 ...................... Laju Inflasi Tahun Kalender di Banten................... 9............................................... 2009 Monthly Realization of Rail Transportation Passengers in Banten Province...... 11.................................1 Realisasi Nilai Investasi PMA dan PMDN di Provinsi Banten (juta rupiah)........................ 2008-2009 ................. 293 294 294 333 333 356 356 357 357 358 358 359 359 360 360 Banten dalam Angka 2010 xxvii ..................................8.... 2009 ....................... 2009 ............ 2008-2009 Local Government Budget Realization of Banten Province (million rupiahs).......... Persentase Realisasi Pendapatan Daerah Provinsi Banten Menurut Jenis Penerimaan............... 11.............. Realisasi Volume Penumpang Kereta Api Bulanan di Provinsi Banten... 2007-2009 Composition of Bank Loans in Banten Province by Type of Loans (percent). 2009 Number of Indonesian and Foreign Ship in Merak Port. 9......... 11............................. Banyaknya Penumpang dari Penerbangan Domestik dan Internasional di Bandara Soekarno-Hatta.. 2008-2009 Percentage of Actual Local Government Receipt of Banten Province by Type of Receipt........3....................... 10............. 2007-2009 ...... 11........ Kota Serang................DAFTAR GRAFIK 9.................................2... 2009 Number of Tourism Objects by Type of Tourism in Banten Province... 2009 Farmers Term of Trade in Banten Province by Month and Subsector.............. 10.....2 Jumlah Objek Wisata Menurut Jenis Wisata di Provinsi Banten...................... Nilai Tukar Petani (NTP) di Banten Menurut Periode Bulan dan Subsektor.........................................3. Kota Cilegon dan Kota Tangerang Menurut Bulan..10............ 11...........2......... 2009 Monthly Inflation rate of Calendar Year in Banten........... Cilegon City and Tangerang City.... Posisi Simpanan dan Pinjaman Perbankan di Provinsi Banten (juta rupiah)......... 2007-2009 Outstanding Loans and Bank Funds in Banten Province (million rupiahs)....... 11..................... 2009 ......... 2009 ............... 2009 .....

..... 2008-2009 Percentage Distribution of Gross Domestic Regional Product of Banten Province At Current Market Prices by Regency/Municipality....3.4......... 2009 Daily Average per Capita Protein Consumption Banten Province (gram).... 2009 .................... 12........ 2009 Daily Average per Capita Calory Consumption Banten Province (kkal). 2009 Monthly Average per Capita Expenditure in Banten Province (rupiahs)...........1... Rata-rata Konsumsi Protein per Kapita Sehari di Provinsi Banten (gram)..... 2009 ..... 2008-2009 Percentage Distribution of Gross Domestic Regional Product of Banten Province At Current Market Prices by Industrial Origin.. 2009 .4...........1. 13....... 2008-2009 ...... Perkembangan Persediaan Beras di Provinsi Banten (ton). 12. 12... Distribusi Persentase PDRB Provinsi Banten Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha. 2001-2009 Indonesian and Banten Province Economic Growth Rate... 2008-2009 Percentage Distribution of Gross Domestic Regional Product of Banten Province At Current Market Prices by Type of Expenditures... 2009 Trend of Rice Stock in Provinsi Banten (ton)............. 446 446 447 447 474 474 475 475 xxviii Banten in Figures 2010 ...... Pengeluaran Rata-rata per Kapita Sebulan di Provinsi Banten (rupiah)............. 13.......... 13........ Distribusi Persentase PDRB Provinsi Banten Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Kabupaten/Kota...................2..... Laju Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Banten dan Nasional.... 2008-2009 ... Distribusi Persentase PDRB Provinsi Banten Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Jenis Pengeluan...3.....LIST OF FIGURES 12..... 2001-2009 ...... Rata-rata Konsumsi Kalori per Kapita Sehari di Provinsi Banten (kkal)........... 13....... 2009 ... 2008-2009 ....2..

.4........ Jumlah Kecamatan.....5....... 2009 Velocity and Direction of Wind by Month in Banten Province.... 2009 Maximum.. Arah dan Kecepatan Angin Menurut Bulan di Provinsi Banten.... Villages and Special Villages in Banten Province.. 2009 ........ 1........... Pulau-pulau yang Berpotensi bagi Provinsi Banten Menurut Kabupaten/Kota Potential Islands for Banten Province by Regency/Municipality ........3. 9 10 11 12 15 2.......3.............1........ 2008 – 2009 Number of Civilian Reserve Personnel by Regency/Municipality in Banten Province....... 2008 – 2009 ................. Jumlah Pegawai Negeri Sipil Daerah di Lingkungan Pemerintahan Provinsi Banten Menurut Unit Organisasi dan Jenis Kelamin... 40 41 42 3.. PEMERINTAHAN / GOVERNMENT 3... Desa dan Kelurahan di Provinsi Banten..... 2009 Number of Districts. Pembagian Wilayah Zona Musim (ZOM) di Provinsi Banten Zone Division Season in Banten Province ...........4.. 2009 Number of Villages / Special Villages by Classification in Banten Province.. 2.............. 1... Luas Daerah Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten...2. Jumlah Desa/Kelurahan Menurut Klasifikasi di Provinsi Banten...... 2009 ....... Average and Minimum Temperature in Banten Province................... 2................... 3..... Jumlah Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Menurut Kategori di Provinsi Banten.....2........ 2009 Number of Civil Servants of Banten Province Government by Name of Organization and Sex....... 2009 ........... 43 3......... KONDISI GEOGRAFIS / GEOGRAPHICAL CONDITION 1....... Jumlah Personil Perlindungan Masyarakat Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten......... 2009 Rainfall.....................5............................. Nama-nama Sungai di Provinsi BantenMenurut Kabupaten/Kota Name of Rivers in Banten Province by Regency/Municipality ....... Letak Astronomis Wilayah Provinsi Banten Menurut Kabupaten/Kota Astronomical Position of Banten Province by Regency/Municipality ............... Jarak Antar Kota di Provinsi Banten dan Sekitarnya (km) Distance among Selected Cities in Banten Province and Nearby (km) ..... 2..1............................... 2009 ....... 1.......... 3................... 2009 Number of Institute For Community Empowerment by Category in Banten Province..........2................ Rata-rata dan Minimum di Provinsi Banten.. 44 Banten dalam Angka 2010 xxix ............... 2009 . 2009 Total Area by Regency/Municipality in Banten Province.... Curah Hujan.. KEADAAN IKLIM / CLIMATE CONDITION 2..DAFTAR TABEL / LIST OF TABLES Halaman Page 1............3........ Hari Hujan dan Kelembaban Relatif di Provinsi Banten......... 2009 .... Rainy Days and Relative Humidity by Month in Banten Province..4................... 2009 ... 1.................. 28 29 30 31 3.......1....... Suhu Udara Maksimum. 2009 ........

..... Jumlah Anggota DPRD Kabupaten/Kota Menurut Jenis Kelamin di Provinsi Banten............. Jumlah Anggota DPRD Provinsi Banten Menurut Fraksi dan Jenis Kelamin.......................... 2009 Number of Civil Servants of Banten Province Government by Grade/Rank and Sex. 3... 2009 ............ 2009 ........................... 3..............11..................... 4...... Jumlah Anggota DPRD Provinsi Banten Menurut Partai dan Jenis Kelamin............. 2009 Number of Parliament Members Regency/Municipality in Banten Province by Sex. 2009 ............... PENDUDUK DAN TENAGA KERJA POPULATION AND EMPLOYMENT 4........ 3..................... Jumlah Pegawai Negeri Sipil Pusat di Luar Pemerintahan Provinsi Banten Menurut Golongan/Ruang dan Jenis Kelamin......... 3.........6 3...... 2009 Number of Indonesian Government Civil Servants in Banten Province by Grade/Rank and Sex................ 2009 .....................2...... 2009 Number of Parliament Members of Banten Province by Faction and Sex.................. Jumlah Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Banten Menurut Partai dan Jenis Kelamin.... 2008-2009 .........................1.................. 3............... 2009 Number of Parliament Members of Banten Province by Party and Sex.....................LIST OF TABLES 3.... 3........14.. 3.............. 2009 ......... 2009 ... 3........... 2009 ..... 2009 .... 2009 ..... PENDUDUK / POPULATION 4....... 2009 Number of Civil Servants of Banten Province Government by Educational Level and Sex........ 2009 ....... Jumlah Pegawai Negeri Sipil Daerah di Lingkungan Pemerintahan Provinsi Banten Menurut Golongan/Ruang dan Jenis Kelamin........................9............... Jumlah Pegawai Negeri Sipil Pusat di Luar Pemerintahan Provinsi Banten Menurut Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin............. Jumlah Pegawai Negeri Sipil Pusat di Luar Pemerintahan Provinsi Banten Menurut Unit Organisasi dan Jenis Kelamin............ Jumlah Pegawai Negeri Sipil Daerah di Lingkungan Pemerintahan Provinsi Banten Menurut Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin......10........... 2009 Population and Sex Ratio by Regency/Municipalityin Banten Province.. 2009 ..3...... Distribusi Persentase Penduduk dan Kepadatan Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten............. Penduduk dan Rasio Jenis Kelamin Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten. Jumlah Keputusan DPRD Provinsi Banten.......15..................................13............................ 70 70 71 72 xxx Banten in Figures 2010 ..... 2009 Number of Indonesian Parliament Members from the Constituency of Banten Province by Party and Sex........ Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Provinsi Banten........ 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 4..................1.....1.1........ 2009 Number of Indonesian Government Civil Servants in Banten Province by Educational Level and Sex................. 2008-2009 ...... 2009 Number of Population by Age Group and Sex in Banten Province................................1.... 2009 Number of Indonesian Government Civil Servants in Banten Province by Organization and Sex...12..............8.... 2008-2009 Percentage Distribution of Population and Population Density by Regency/Municipality in Banten Province.. 2008-2009 Number of Parliament Decrees of Banten Province.......7.... 4...

........... Looked for Job...... 2008-2009 Number of Household and Average Household Size by Regency/Municipality in Banten Province. 4... 4. 4... 2009 .......... 103 Banten dalam Angka 2010 xxxi ...2....5............. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten......3...... Penduduk 15 Tahun ke Atas Yang Bekerja Seminggu Yang Lalu Menurut Kabupaten/Kota dan Jumlah Jam Kerja Seluruhnya di Provinsi Banten.............. 4................ 2009 Population 15 Years of Age and Over Who Worked by Regency/Municipality and Type of Primary Job in Banten Province........... Penduduk 15 Tahun ke Atas Yang Bekerja Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Pekerjaan Utama di Provinsi Banten....2.............. KETENAGAKERJAAN / EMPLOYMENT 4....... Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten.. 2009 Population 15 Years of Age and Over Who Worked by Regency/Municipality and Main Industry in Banten Province... 2008-2009 School Enrollment Ratio by Sex and Age Group in Banten Province.1. 2009 ..........1.......... 4......................... Mencari Pekerjaan dan Bukan Angkatan Kerja Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten.... 2008-2009 Open Unemployment Rate (OURs) and Labor Force Participation Rate (LFPRs) Population 15 Years of Age and Over by Regency/Municipality in Banten Province......... 2009 .2.............6.............. Penduduk 15 Tahun ke Atas Yang Bekerja Menurut Kabupaten/Kota dan Status Pekerjaan Utama di Provinsi Banten. 1961 – 2009 ...................... Jumlah Rumahtangga dan Rata-rata Banyaknya Anggota Rumahtangga Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten.......4..... PENDIDIKAN / EDUCATION 5.... and Not Economically Active by Regency/Municipality in Banten Province. 2009 Employment Information by Sex in Banten Province... 2009 ... 2008-2009 ...2... Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas Yang Bekerja Menurut Kabupaten/Kota dan Lapangan Usaha Utama di Provinsi Banten....2........ 4...... Laju Pertumbuhan Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (persen).... 2009 Population 15 Years of Age and Over Who Worked During The Previous Week by Regency/Municipality and Total Working Hours in Banten Province.....1............ SOSIAL / SOCIAL 5... 4........... 1961-2009 .................5... 2009 .1...DAFTAR TABEL 4. Angka Partisipasi Sekolah (APS) Menurut Jenis Kelamin dan Kelompok Umur di Provinsi Banten.. 73 74 75 76 77 78 80 82 84 85 5.2........2.... Penduduk 15 Tahun Ke Atas Yang Bekerja.1..2....................1... 4..2.......7............................4..................6................ 4.. Informasi Ketenagakerjaan Menurut Jenis Kelamin di Provinsi Banten. 2009 Population 15 Years of Age and Over Who Worked by Regency/Municipality and Main Employment Status in Banten Province.........1.................... 2008-2009 ......... 2008-2009 ..... 2009 ............. 1961 – 2009 Population Growth Rate by Regency/Municipality in Banten Province (percent). 2009 Number of Population 15 Years of Age and Over Who Worked.. 1961-2009 Population by Regency/Municipality in Banten Province....

Students....1..1.......8.......... and Teachers in Traditional Islamic Boarding Schools by Regency/Municipality in Banten Province.......... 2009/2010 . 2009/2010 Number of Schools...5... Jumlah Sekolah......... and Teachers in Islamic Primary Schools by Regency/Municipality in Banten Province.. and Teachers in Senior Vocational High Schools by Regency/Municipality in Banten Province... 2009/2010 ................... Jumlah Sekolah. Students...... Murid dan Guru Sekolah Menengah Atas (SMA) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten.. Students.. 2009/2010 Number of Institutions...1...1.. 5.. 2009 ................ and Teachers in Senior High Schools by Regency/Municipality in Banten Province....... 5....1...... Students........... 5........ 5.LIST OF TABLES 5...6.......... 5..... Murid dan Guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten................ Murid dan Guru Madrasah Aliyah (MA) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten..2.. 5....4....12..... Murid dan Guru Sekolah Dasar (SD) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten... 2009 Number of Universities by Regency/Municipality in Banten Province.................. 2009/2010 Number of Schools.1.... Murid dan Guru Raudhatul Athfal (RA)/Bustanul Athfal (BA) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten....... Jumlah Sekolah..1. and Teachers in Islamic Senior High Schools by Regency/Municipality in Banten Province..... Students... 2009 ..........7. 5. Murid dan Guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten.................14....................... Jumlah Sekolah..1...... Santri dan Guru Pondok Pesantren Salafiyah Murni Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten.........13...... 2009/2010 .. 2009/2010 Number of Schools. Students...... 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 117 xxxii Banten in Figures 2010 .. Jumlah Lembaga..1....11. 5.. 2009 Population 10 Years of Age and Over by Regency/Municipality and Reading and Writing Ability in Banten Province......... 2009/2010 ..... Students..... Jumlah Sekolah... Murid dan Guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten......3.10......................1. 2009 Percentage of Population Aged 10 Years and Over by Regency/Municipality and Educational Attainment in Banten Province.......... Students.....9..1.. and Teachers in Islamic Kindergarten by Regency/Municipality in Banten Province...... 5.... and Teachers in Islamic Junior High Schools by Regency/Municipality in Banten Province....... 5.... 2009 .......... Jumlah Sekolah.. Jumlah Sekolah........ Penduduk Usia 10 Tahun ke Atas Menurut Kabupaten/Kota dan Kepandaian Membaca dan Menulis di Provinsi Banten...... and Teachers in Junior High Schools by Regency/Municipality in Banten Province. 2009/2010 .. Jumlah Perguruan Tinggi Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten. Murid dan Guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten....1....... Jumlah Sekolah..... Murid dan Guru Taman Kanak-kanak (TK) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten... 2009/2010 Number of Schools..... Students......... and Teachers in Kindergarten by Regency/Municipality in Banten Province.............. 2009/2010 ............... 2009/2010 Number of Schools...... 2009/2010 Number of Schools.... 2009/2010 ............ 2009/2010 ...... 2009/2010 Number of Schools. 5....... 2009/2010 Number of Schools.. 2009/2010 ... and Teachers in Primary Schools by Regency/Municipality in Banten Province..... Students.................. 5........ Persentase Penduduk Usia 10 Tahun ke Atas Menurut Kabupaten/Kota dan Pendidikan Yang Ditamatkan di Provinsi Banten. 2009/2010 Number of Schools...............1... Jumlah Sekolah............... 2009/2010 ...

.. 5...................... Jumlah Keluarga Menurut Kabupaten/Kota dan Tahapan Keluarga Sejahtera di Provinsi Banten.. Persentase Rumah Tangga Menurut Kabupaten/Kota dan Status Penguasaan Bangunan Tempat Tinggal di Provinsi Banten... 2009 Number of Drug Distributors by Regency/Municipality in Banten Province..................................... 5.. 2009 Number of Family by Level of Prosperous Family in Banten Province........3..... 2009 Number of Family Planning Acceptors by Regency/Municipality and Method of Contraception Based on The Result of Family Registration in Banten Province......................9.................2.. 2009 Percentage of Children Under Five Years by Regency/Municipality and Birth Attendant in Banten Province... 2009 Number of Health Professionals Other Than Doctor at Public Health Center and Government Hospital by Regency/Municipality in Banten Province................... Jumlah Akseptor Keluarga Berencana Menurut Kabupaten/Kota dan Alat/Cara Kontrasepsi yang Digunakan di Provinsi Banten...... KESEHATAN DAN KELUARGA BERENCANA HEALTH AND FAMILY PLANNING Jumlah Rumah Sakit dan Puskesmas Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten.. 2009 ...2.............DAFTAR TABEL 5........................ Persentase Balita Menurut Kabupaten/Kota dan Penolong Persalinan di Provinsi Banten.. 5..............1... 118 119 120 121 122 124 125 127 128 5..................................................2. Jumlah Dokter Rumah Sakit Umum dan Puskesmas Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten........1.............8.... 5.. 5..... 2009 .. 5........... Persentase Rumah Tangga Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Lantai Terluas di Provinsi Banten........................2.5....................... 2009 .3...... Jumlah Tenaga Kesehatan Selain Dokter di Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten. 2009 ..................................... Jumlah Pasangan Usia Subur Menurut Kabupaten/Kota dan Umur Isteri di Provinsi Banten......................... 2009 Percentage of Households by Regency/Municipality and House Floor Area in Banten Province.......... 2009 .. 5.................2.7..............3..............3........ 2009 ............. 2009 ..... PERUMAHAN DAN LINGKUNGAN / HOUSING AND ENVIRONMENT 5.....4.. 2009 Number of Hospitals and Public Health Center by Regency/Municipality in Banten Province.... 2009 ........................ 5... Cakupan Imunisasi Bayi Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Imunisasi di Provinsi Banten............3........3............. 2009 Number of Fertile Age Couple by Regency/Municipality and Wife Age in Banten Province.... 5..... 2009 .......................... 130 131 132 Banten dalam Angka 2010 xxxiii ......... 2009 Percentage of Households by Regency/Municipality and Widest Floor Type in Banten Province.......2..........2. 2009 Number of Medical Doctors at Public Hospital and Health Center by Regency/Municipality in Banten Province.....2.... Persentase Rumah Tangga Menurut Kabupaten/Kota dan Luas Lantai Rumah di Provinsi Banten.....................2.........2. 2009 Infant Immunization Coverage by Regency/Municipality and Type of Immunization in Banten Province..................6.... 2009 .. 2009 Percentage of Households by Regency/Municipality and Dwelling Occupancy Status in Banten Province. 2009 ...... 2009 ......2..................................... 5........2.............. Jumlah Penyalur Obat Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten.............. 5........

2005-2009 Material Lost Estimation of Accident in The Territory of State Police of Banten (thousand rupiahs)............. SOSIAL LAINNYA / OTHER SOCIAL MATTERS 5.... 2009 Number of Cases Decided in Islamic High Court Territory of Banten by Kind of Cases...3.... 136 5.5...........3.................... 2009 .. 5............... 2002-2009.............4..... 2009 .......1...4................. Persentase Rumah Tangga Menurut Kabupaten/Kota dan Sumber Air Minum di Provinsi Banten.................4.. 2009 ........2............................5.. 133 134 5.................5.4....... 2009 .............. Jumlah Jamaah Haji Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Kelamin di Provinsi Banten.....1.. 2009 Number of Crimes Commited by Type of Crime in Banten Province...... 5...... 2009 Number of Social Welfare Problem Bearers by Kind and Regency/Municipality in Banten Province (people)................ 140 5............. 5.... 137 5........ Perkiraan Kerugian Materi pada Kecelakaan Lalu Lintas di Wilayah Kepolisian Banten (ribuan rupiah)....... 2009 Number of Pilgrims by Age Group in Banten Province.............1......5..... 2009 Number of Pilgrims by Regency/Municipality and Sex in Banten Province.......... KERAWANAN SOSIAL DAN KRIMINALITAS / SOCIAL INSECURITY AND CRIME Karakteristik Kerawanan Sosial Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten.. Banyaknya Tindak Kejahatan Yang Terjadi Menurut Jenis Kejahatan di Provinsi Banten....... 5................5.... 5....... 2009 ....... AGAMA / RELIGION 5...6.......4..5. 142 143 144 145 146 147 xxxiv Banten in Figures 2010 ..2.........6.......... 139 5........................................................................ 2002-2009 Number of Applicants/Pilgrims and Cost to Mecca in Banten Province.3.. Persentase Penduduk Menurut Agama di Provinsi Banten...............LIST OF TABLES 5....... Jumlah Tempat Ibadah Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten.. 2009 .. 5. Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten. Jumlah Perkara yang Diputus di Wilayah Pengadilan Tinggi Agama Banten Menurut Jenis Perkara............ 2009 .... 2009 Potency and Source Of Social Welfare by Regency/Municipality in Banten Province..................... 2009 Percentage of Households by Regency/Municipality and Source of Drinking Water in Banten Province............5.......................4........ Banyaknya Kecelakaan Lalu Lintas dan Jumlah Korban di Wilayah Kepolisian Banten. 2009 Percentage of Population by Religion in Banten Province..........5........ Jumlah Calon/Jamaah Haji dan Besarnya Biaya Haji di Provinsi Banten.......... Tingkat Usia Jamaah Haji di Provinsi Banten.6...... 2009 ..... 5. 2009 ......4......4..... 2009 Number of Religious Worship Places by Regency/Municipality in Banten Province...........4... 2009 .....4...... 2005-2009 ............. 2009 Number of Accidents and Victims in The Territory of State Police of Banten...................................... 2009 Social Insecurity Characteristics by Regency/Municipality in Banten Province... Jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Menurut Jenis dan Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (jiwa).... 141 5.......... 2009 .....

.......6..... 6........ 6. 2009 ....... Jumlah Tahanan di UPT Rutan/Lapas (DAF 3) Menurut Jenis Kejahatan di Provinsi Banten (jiwa)....6............... 2009 Recapitulation of Registered and Sentenced Cases in Religious Court in Banten Province........... 2009 Number of Driving Licences Issued by Indonesian Police of Banten Territory.................................... 5.........................1... Produktivitas dan Produksi Kedelai Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten................ 2009 ................... 181 182 183 184 Banten dalam Angka 2010 xxxv ....6... 2008-2009 .... Hingga Tahun 2009 Production of Certificate by National Land Agency by Regency/Municipality in Banten Province....... Luas Panen....... Jumlah Pejabat Pembuat Akte Tanah (PPAT) dan Penerbitan Akta Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten.......... Productivity and Production of Paddy by Regency/Municipality in Banten Province.................................................. 2008-2009 Harvested Area..... 2009 ......................4. 2009 ...................6...... 2009 ..........Until Year 2009 . 5........... 2008-2009 .... 2009 Number of Officials Making Land Deed and Certificate Publishing in Banten Province....3................................. 6......1....... Produktivitas dan Produksi Tanaman Pangan di Provinsi Banten............................................................................. Jumlah Perkara yang Dimohonkan Banding pada Pengadilan Tinggi Agama Provinsi Banten..8.. 2009 Number of Prisoners in Prison House Units by Type of Crime in Banten Province (Person)..DAFTAR TABEL 5.... PERTANIAN TANAMAN PANGAN / FOOD CROPS 6..5.6........ Luas Panen........ Produktivitas dan Produksi Jagung Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten........... Produktivitas dan Produksi Padi Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten....6.6..6.......1..... PERTANIAN / AGRICULTURE 6... 5.. Banyaknya Penerbitan Surat Ijin Mengemudi (SIM) oleh Kepolisian Daerah Banten................... 2008-2009 Harvested Area......... Rekapitulasi Perkara Yang Diterima dan Diputus pada Pengadilan Agama di Provinsi Banten.. Luas Panen...... 2009 ................. 2008-2009 Harvested Area............. Productivity and Production of Food Crops in Banten Province............. 2009 Number of Cases which Petitioned Appeal in Islamic High Court of Banten..1............ 5...7.............. 2008-2009 .............................................4. 2008-2009 Harvested Area..........3........ 5.......... 148 149 150 156 159 161 162 6...............................................1............... Rekapitulasi Produksi Sertifikat oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten.....1..............................2..2........... Productivity and Production of Maize by Regency/Municipality in Banten Province.. 2008-2009 ....................................................... Productivity and Production of Soybeans by Regency/Municipality in Banten Province...... 5..... Banyaknya Penerbitan STNK oleh Kepolisian Daerah Banten...... 2009 Total of Vehicle Registered Number (URM) Issued by Indonesian Police of Banten Territory...... Luas Panen...............

.. Productivity and Production of Mungbeans by Regency/Municipality in Banten Province... 2008-2009 Harvested Area.............1....................... Luas Panen...................... 2008-2009 ... Luas Areal dan Produksi Perkebunan Rakyat Menurut Jenis Tanaman di Provinsi Banten....... 2008-2009 ......... 2008-2009 Harvested Area......... Productivity and Production of Sweet Potatoes by Regency/Municipality in Banten Province. 6... 2008-2009 .......7..2. 6. 6.........3........ 2008-2009 .................... Productivity and Production of Annual Vegetables and Fruits by Kind of Plant in Banten Province.1......3....... Productivity and Production of Medicinal Plants by Kind of Plant in Banten Province..8. Luas Panen................... 6........ Luas Panen...... 6................. Luas Panen....3.............. Produktivitas dan Produksi Ubi Jalar Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten. 6.. 6....... 2008-2009 ......1......... 2009 ...... Productivity and Production of Peanuts by Regency/Municipality in Banten Province.2.............2.......6................1............1... Produktivitas dan Produksi Kacang Hijau Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten...4..... 2008-2009 Harvested Area................... Luas Panen................... Luas Panen.3. Productivity and Production of Cassava by Regency/Municipality in Banten Province................... 2008-2009 Harvested Area............ Produktivitas dan Produksi Sayuran dan Buah-buahan Semusim Menurut Jenis Tanaman di Provinsi Banten.......... Luas Panen..2... 2008-2009 Harvested Area. Productivity and Production of Seasonal Vegetables and Fruits by Kind of Plant in Banten Province...........2...... 2009 . Productivity and Production of Ornamental Plants by Kind of Plant in Banten Province.................................. 2009 Area and Production of National Large Estate Crops by Types of Crops in Banten Province.....3.....3........ Produktivitas dan Produksi Kacang Tanah Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten............ 2008-2009 . 2009 Area and Production of Smallholders Estate Crops by Types of Crops in Banten Province..... Luas Areal dan Produksi Perkebunan Besar Negara Menurut Jenis Tanaman di Provinsi Banten. HORTIKULTURA / HORTICULTURE 6.... 2009 ... Produktivitas dan Produksi Tanaman Hias Menurut Jenis Tanaman di Provinsi Banten.......1...........LIST OF TABLES 6..............2.. 2008-2009 Harvested Area..... 2008-2009 Harvested Area. Produktivitas dan Produksi Tanaman Bio Farmaka Menurut Jenis Tanaman di Provinsi Banten.... 6........................... Produktivitas dan Produksi Ubi Kayu Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten........... Luas Panen................ 2009 Area and Production of Private Large Estate Crops by Types of Crops in Banten Province....................... 2008-2009 Harvested Area..2. 6.. Produktivitas dan Produksi Sayuran dan Buah-buahan Tahunan Menurut Jenis Tanaman di Provinsi Banten............5. 6....... TANAMAN PERKEBUNAN / ESTATE CROPS 6............. 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 xxxvi Banten in Figures 2010 ...... 2008-2009 .. 2008-2009 ...... Luas Areal dan Produksi Perkebunan Besar Swasta Menurut Jenis Tanaman di Provinsi Banten..

....... 6. KEHUTANAN / FORESTRY 6.... Luas Areal dan Produksi Tanaman Kakao Menurut Kepemilikan di Provinsi Banten.....3....... 2000-2009 Production and Value of Jati and Rimba Woods in Banten Province....3.......... 2009 ........ 6.....2. 2009 Poultry Slaughtered by Regency/Municipality and Kind of Poultries in Banten Province (heads)....4. 6..5.4.5...4.......3....................... Produksi dan Nilai Produksi Kayu Jati dan Rimba di Provinsi Banten. 2009 ............DAFTAR TABEL 6............... Luas Kawasan Hutan Negara Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (ha)...............5........... 2009 National Forest Area by Forest Administrator Districs in Banten Province (ha).. 2009 ..... 2009 National Forest Area by Regency/Municipality in Banten Province (ha)...................... 6............... PETERNAKAN / ANIMAL HUSBANDRY 6............... 2009 Area and Production of Rubber by Ownership in Banten Province........ Luas Areal dan Produksi Tanaman Kopi Menurut Kepemilikan di Provinsi Banten.. Populasi Ternak Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Ternak di Provinsi Banten (ekor)....5. 2009 ............ Jumlah Ternak Yang Dipotong Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Ternak di Provinsi Banten (ekor)......... 6............ 2009 Area and Production of Coffee by Ownership in Banten Province....5..... Populasi Unggas Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Unggas di Provinsi Banten (ekor)........ 2009 .......................... 2009 ... 2009 .. Luas Areal dan Produksi Tanaman Aren Menurut Kepemilikan di Provinsi Banten......................7...6.. 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 Banten dalam Angka 2010 xxxvii ...................................... 2009 ... 2009 Livestock Population by Regency/Municipality and Kind of Livestock in Banten Province (heads)..3. 6......... 6.3..... 2009 Area and Production of Coconut by Ownership in Banten Province... 2009 Poultry Population by Regency/Municipality and Kind of Poultries in Banten Province (heads).........5. 2009 Livestock Slaughtered by Regency/Municipality and Kind of Livestock in Banten Province (heads)........... 2000-2009 ..5. 2009 .. Luas Areal dan Produksi Tanaman Kelapa Menurut Kepemilikan di Provinsi Banten............. 2009 ............1....... 2009 .4.. 2009 Area and Production of Cacao by Ownership in Banten Province.... 6........................................... 2009 Meat Production by Regency/Municipality and Kind of Livestock in Banten Province (tons).....................3.......2....4. Jumlah Unggas Yang Dipotong Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Unggas di Provinsi Banten (ekor).... 6.... 2009 Area and Production of Sugar Palm by Ownership in Banten Province..3.......... 6...... 6.4... 2009 ........................5........... Luas Areal dan Produksi Tanaman Karet Menurut Kepemilikan di Provinsi Banten....... Produksi Daging Ternak Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Ternak di Provinsi Banten (ton)....8..... 6......1............. Luas Kawasan Hutan Negara Menurut Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) di Provinsi Banten (ha).................

...........6................................ Nilai Produksi Perikanan Budidaya Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (ribu rupiah)...... 6.... 6............6...................................5................................. 6........................... 6.. 2009 ........ 2009 Number of Fish Culture Households by Regency/Municipality and Type of Culture in Banten Province........ 2009 ........... Produksi Daging Unggas Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Unggas di Provinsi Banten (ton).........9...........5.................................................... Produksi Perikanan Budidaya Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (ton)...LIST OF TABLES 6........ PERIKANAN / FISHERY 6....................... 2009 Fish Culture Areas by Regency/Municipality and Type of Culture in Banten Province (ha).......................6.......... Luas Areal Budidaya Perikanan Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Budidaya di Provinsi Banten (ha)...... 6........... 2009 Production of Fish Culture Households by Regency/Municipality in Banten Province (tons)....... 2009 Number of Marine Fisheries Catching by Regency/Municipality and Type of Fisheries Catching in Banten Province....................6.... 2009 ....................................... 2009 Number of Fish Capture Household by Regency/Municipality and Fishery Subsector in Banten Province.................................... 2009 ...............................................................6.. 2009 ..................7...... 2009 .....6...............4.................6............... 2009 .............................. 2009 .. Jumlah Rumahtangga Perikanan Budidaya Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Budidaya di Provinsi Banten........5..... 6... Produksi Telur Unggas Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (ton)............6... 2009 Meat Production by Regency/Municipality and Kind of Poultries in Banten Province (ton).......................................... 6...2..........6..3.....6. 6................................. 2009 Production Value of Fish Capture by Regency/Municipality in Banten Province (thousand rupiahs)... Jumlah Unit Penangkapan Ikan Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Penangkapan di Provinsi Banten.............................. 2009 Production of Poultry Eggs by Regency/Municipality in Banten Province (ton).. 2009 ....................................... 2009 Number of Fishing Boats by Regency/Municipality and Type of Boat in Banten Province.... Nilai Produksi Ikan Tangkap Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (ribu rupiah)......6...6.. Produksi Perikanan Tangkap Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (ton)............ Jumlah Rumah Tangga Perikanan Tangkap Menurut Kabupaten/Kota dan Subsektor di Provinsi Banten.. 2009 Production of Fish Capture by Regency/Municipality in Banten Province (tons)... 2009 .. 6....1.... 6. 2009 . Jumlah Perahu/Kapal Penangkapan Ikan Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Perahu/Kapal di Provinsi Banten............... 2009 Production Value of Fish Culture Households by Regency/Municipality in Banten Province (thousand rupiahs)..................... 210 211 212 213 214 215 216 219 221 223 225 xxxviii Banten in Figures 2010 ......8...7.....

INDUSTRI PENGOLAHAN / MANUFACTURING INDUSTRY 7................ Jumlah Transformator Distribusi Terpasang Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Provinsi Banten..... 7...1.... INDUSTRI............... 2008 Output...t and Value Added of Large and Medium Manufacturing Establishments by Regency/Municipality in Banten Province (million rupiahs)...... Input..1. 2007-2009 Number of Water Supply Enterprises..... Production Capacity.. 2006-2009 ........... 7..... Produksi Air Minum dan Sumber Air yang Dipakai di Provinsi Banten........ 2008-2009 ..........2........................2.. Penjualan dan Susut Energi Listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Provinsi Banten (kWh)... 7....... 7........ 7.. 2008 ..... ENERGI / ENERGY 7. 7..... Kapasitas Produksi.. 2008 Number of Establishments and Workers Engaged of Large and Medium Manufacturing Establishments by Regency/Municipality in Banten Province. Jumlah Perusahaan Air Minum...3.. Water Production.. 2008 7. Input dan Nilai Tambah Industri Besar dan Sedang Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (juta rupiah). Jumlah Perusahaan dan Tenaga Kerja Industri Besar dan Sedang Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten..3..1.3.....2.1........... AIR MINUM / WATER SUPPLY 7......... 2000-2009 Number of Connected Distribution Transformators of State Electricity Company in Banten Province.. Jumlah Perusahaan dan Tenaga Kerja Industri Besar dan Sedang Menurut Golongan Industri di Provinsi Banten........2 Penyediaan........ Daya Tersambung dan Energi Terjual Perusahaan Listrik Negara (PLN) Menurut Jenis Tarif di Provinsi Banten.............2...... 2008 7. 2008 Output........ ENERGY..... 2000-2009 .......3...............DAFTAR TABEL 7... 239 242 243 244 245 246 247 248 247 249 250 251 252 Banten dalam Angka 2010 xxxix .....1..5.... 2008-2009 .. AND WATER SUPPLY 7... 2008-2009 .......1... 7. Kuota Bahan Bakar Migas (BBM) Provinsi Banten dalam APBN (liter)........................... 2009 Number of Customers. Nilai Output.... 2008 Number of Establishments and Workers Engaged of Large and Medium Manufacturing Establishments by Industrial Group in Banten Province............ Input dan Nilai Tambah Industri Besar dan Sedang Menurut Golongan Industri di Provinsi Banten (juta rupiah)......... 2008-2009 Actual Monthly City Gas Sales in Banten Province. 7.................... 2006-2009 Quota of Fuel Oil for Banten Province in The Central Government Budget (liters)..................................... 2007-2009 ... Perkembangan PLTD Pulo Panjang....... Jumlah Pekerja Teknis dan Administrasi PAM Menurut Pendidikan yang Ditamatkan di Provinsi Banten...4.............. 2009 ... 2008-2009 Supply...... Realisasi Penjualan Gas Kota Bulanan di Provinsi Banten.1. Inpu.......1.. Connected Power and Sold Electrical Energy of State Electricity Company by Classification of Tariff in Banten Province. Nilai Output.. 7..........3........ 2008-2009 Trend of Pulo Panjang Power Plant. Jumlah Pelanggan..2... and Value Added of Large and Medium Manufacturing Establishments by Industrial Group in Banten Province (million rupiahs)...2... Sold and Lost Electricity of State Electricity Company in Banten Province (kWh)..................2..........2........6..2. 2009 Number of Technical and Administration Workers of Water Supply Enterprise by Educational Attainment in Banten Province.. ENERGI DAN AIR MINUM MANUFACTURING INDUSTRY... 2008 ...........4. 2009 ....... and by Water Resources in Banten Province......

...................... 8. 2008-2009 .............6.......... 2008-2009 ........................2................ 2008-2009 Volume of Imports of Banten Province by Month (ton).......... 267 8........ 265 266 8.. 2008-2009 Volume of Exports of Banten Province by Month (ton)........................3.... Nilai Ekspor Provinsi Banten Menurut Negara Tujuan Utama (Nilai FOB : juta US$)....... 2008-2009 Volume of Exports of Banten Province by Major Port (ton)..................... 2008-2009 Value of Exports of Banten Province by Month (FOB value : million US$).....3.... 2008-2009 ......... Volume Ekspor Provinsi Banten Menurut Golongan HS (2 Digit) (ton)....... Nilai Impor Provinsi Banten Menurut Pelabuhan / Bandara Bongkar (Nilai CIF : juta US$)................... 2008-2009 ........... 8...... 253 8............ 2009 .13 .......... PERDAGANGAN / TRADE 8............... Volume and Values of Sold Water Supply by Classification of Tariff in Banten Province................................ 2008-2009 Value of Exports of Banten Province by Country of Destination (FOB value : million US$)..........................8......... 275 8..... 2008-2009 . 2008-2009 .....12 .... Nilai Ekspor Provinsi Banten Menurut Pelabuhan/Bandara Muat (Nilai FOB : juta US$)....... 2008-2009 Volume of Imports of Banten Province by Port (ton).......10 ....... 2009 Number of Water Supply Enterprise Customers............... 8.11 ...................... 2008-2009 ..3............ 2008-2009 Volume of Exports of Banten Province by HS Group (ton)............LIST OF TABLES 7........... 2008-2009 Volume of Imports of Banten Province by Country of Origin (ton)........... Nilai Ekspor Provinsi Banten Menurut Golongan HS (2 Digit) (Nilai FOB : juta US$). 2008-2009 Volume of Exports of Banten Province by Country of Destination (ton)................ 2008-2009 Volume of Exports of Banten Province by HS Group (FOB value : million US$).... 278 279 280 283 8..................... Volume Impor Provinsi Banten Menurut Bulan (ton)....... 2008-2009 .. 2008-2009 ........ Nilai Impor Provinsi Banten Menurut Bulan (Nilai CIF : juta US$).......... 2008-2009 Value of Imports of Banten Province by Month (CIF Value : million US$). 276 277 8..... Volume Impor Provinsi Banten Menurut Pelabuhan/ Bandara Bongkar (ton)........ Volume Ekspor Provinsi Banten Menurut Bulan (ton)........ Nilai Ekspor Provinsi Banten Menurut Bulan (Nilai FOB : juta US$).... 268 8........... Jumlah Pelanggan......5..... 8................ 2008-2009 .......... Volume Impor Provinsi Banten Menurut Negara Asal (ton)........... 269 268 272 8... 2008-2009 Value of Exports of Banten Province by Port (FOB value : million US$)........7............... 2008-2009 ............................. 2008-2009 ...........1................. xl Banten in Figures 2010 ..... Volume Ekspor Provinsi Banten Menurut Pelabuhan/Bandara Muat (ton)......................... Volume Ekspor Provinsi Banten Menurut Negara Tujuan (ton).. Volume dan Nilai Penjualan Air Minum Menurut Jenis Tarif di Provinsi Banten............. 8.. 2008-2009 .............. 2008-2009 Value of Imports of Banten Province by Port (CIF value : million US$).4..........9.

........ Populasi Kendaraan Bukan Objek Pajak Menurut Jenis Kendaraan di Provinsi Banten...... 9... Populasi Kendaraan Umum Objek Pajak Menurut Jenis Kendaraan di Provinsi Banten. 8.. 306 307 9..... Nilai Impor Provinsi Banten Menurut Negara Asal (Nilai CIF : juta US$).............. 2009 .8..1.................4... 2008-2009 Realization of Total Income and Passenger Volume of Rail Transportations in Banten Province........... Volume Impor Provinsi Banten Menurut Golongan HS (2 Digit) (ton)....... 308 9......... 2009 .........1..... Surface Type.. 295 296 9......DAFTAR TABEL 8..... 2008-2009 .... 2009 Realization of Total Income and Goods Volume of Rail Transportations of Some Statitions in Banten Province. Populasi Kendaraan Menurut Jenis Kendaraan di Provinsi Banten............. (CIF value : million US$)..................................1. 2008-2009 ..... Jenis Permukaan............................... 310 9..........1...... 2009 Realization of Rail Transportation Passengers by Station and Month in Banten Province (person)..7..... 9................... 9. 2009 ................................ 305 9.....1.... 311 Banten dalam Angka 2010 xli .. TRANSPORTASI DARAT / LAND TRANSPORTATION Panjang Jalan Menurut Tingkat Pemerintah Yang Berwenang. 2009 Data of National and Provincial Authority Road in Banten Province............6............................. 2008-2009 .... TRANSPORTATION DAN KOMUNIKASI TRANPORTATION AND COMMUNICATION 9........... 2009 ...... 2008-2009 Volume of Imports of Banten Province by HS Group (ton)...................... 2009 . Data Ruas Jalan Provinsi dan Nasional di Provinsi Banten..2.. 8........ 2008-2009 .......... Realisasi Volume Penumpang Kereta Api Bulanan Menurut Stasiun di Provinsi Banten (orang).....1............... Populasi Kendaraan Bukan Umum Objek Pajak Menurut Jenis Kendaraan di Provinsi Banten................ Nilai Impor Provinsi Banten Menurut Golongan HS (2 Digit) (Nilai CIF : juta US$)...... 2009 .9...... and Class in Banten Province (km)........ 2008-2009 ..... 2008-2009 . 2009 Taxable Commercial Vehicle Population by Type of Vehicle in Banten Province..... Kondisi Jalan dan Kelas Jalan di Provinsi Banten (km)........ 2009 Non-taxable Vehicle Population by Type of Vehicle in Banten Province.......1... 2008-2009 Value of Imports of Banten Province by HS Group . 2008-2009 Value of Imports of Banten Province by Country of Origin (CIF value : million US$)....................................... Road Condition.. 283 285 286 9...16...... 2008-2009 Road Lengths by Level of Government Authorised..1..14..... 2009 Taxable Non-commercial Vehicle Population by Type of Vehicle in Banten Province.........1............................3..................... Realisasi Volume Barang dan Pendapatan Kereta Api Beberapa Stasiun di Provinsi Banten......5.1. 304 9........15......................... 2009 Vehicle Population by Type of Vehicle in Banten Province.............1.. Realisasi Volume Penumpang dan Pendapatan Kereta Api di Provinsi Banten........

.2........ 2007-2009 ... 2009 .... 2008 Number of Telephone Connections by Regency/Municipality... KOMUNIKASI / COMMUNICATION Perkembangan Kapasitas Sentral dan Pos Telepon Menurut Sambungan. Data Bulanan Angkutan Penyeberangan Merak-Bakahuni di Pelabuhan Penyeberangan Merak.... 2009 ......... 2009 Number of Letters Sent and Received by Type of Letter in Banten Province... 2007-2009 ....4......LIST OF TABLES 9............2....... Banyaknya Surat Yang Dikirim dan Diterima PT..........3...... 317 9.. xlii Banten in Figures 2010 .................2..........4.... Banyaknya Kargo Domestik dan Internasional di Bandara Soekarno .....1........... Banyaknya Bagasi dan Pos Paket Domestik di Bandara Soekarno-Hatta..... 2007-2009 Annual Data of Merak-Bakahuni Fery Transport At Merak Port..1............2009 ....4...... 325 326 9.. 2003-2009 Trend of Central Capacity and Circuit Phones by Connection. Jumlah Sambungan Telepon Menurut Kabupaten/Kota....... Jumlah Sambungan Telepon Menurut Kabupaten/Kota........................ 2009 ...................... 9.......3.... 322 323 324 9.. 2009 Monthly Data of Merak-Bakahuni Fery Transport At Merak Port.... 2009 Number of Domestic and International Cargoes at Soekarno-Hatta Airport... 2009 Jumlah Desa yang Memiliki Kantor Pos di Provinsi Banten........ 9....... Provinsi Banten...2....1..... 2006........ 2003-2009 ........ Banyaknya Bagasi dan Pos Paket Internasional di Bandara Soekarno-Hatta..Hatta. 312 313 3 314 315 316 9....2............ 2009 Operasional Data Port in Banten Province...... 318 321 9........ Data Operasional Seluruh Pelabuhan di Provinsi Banten... 9.............3.4.... 9............ Pos Indonesia Menurut Jenis Surat di Provinsi Banten. 2009 ...... Banyaknya Penerbangan dan Penumpang Internasional di Bandara Soekarno-Hatta......... 2009 Number of Baggage and International Postal Packages at Soekarno-Hatta Airport... 9... 2009 Number of Domestic Flights and Passangers at Soekarno-Hatta Airport..2. 9..4.2.........3... 2009 Number of Baggage and Domestic Postal Packages at Soekarno-Hatta Airport.......... TRANSPORTASI UDARA / AIR TRANSPORTATION Banyaknya Penerbangan dan Penumpang Domestik di Bandara Soekarno-Hatta..... Provinsi Banten................................ 2006-2009 Number of Telephone Connections by Regency/Municipality... 2009 TRANSPORTASI LAUT / SEA TRANSPORTATION Data Tahunan Angkutan Penyeberangan Merak-Bakahuni di Pelabuhan Penyeberangan Merak.....3. 2009 Number of International Flights and Passangers at Soekarno-Hatta Airport.. 2006-2009 Number of Villages which Have Post Office in Banten Province..... 2009 ..... 9...4............................ 2006-2009 ..4..... 9....3.......3............................5...2..4................. 2008 .. 9......2.................... 9...5......

............ 2007-2009 Number of Hotel Visitors by Hotel Qualifications in Banten Province (person)...... 2007-2009 ..... 2009 334 10..... Situs Purbakala dan Bangunan Bersejarah Lainnya Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten..1.....2......... HOTEL.. 2009 Number of Tourism Unit and Visitors by Regency/ Municipality and Tourism Object in Banten Province.............2... Jumlah Objek Wisata Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Wisata di Provinsi Banten.....1...... HOTEL / HOTEL Banyaknya Akomodasi. RESTAURANT AND TOURISM 10............. 11........... 2009 ..2.........2..........1....... 11.. 2009 ..... 2009 .. 337 10.................... Jumlah dan Nilai Proyek Realisasi PMA Menurut Sektor Usaha di Provinsi Banten...........................2.............. KEUANGAN DAN HARGA-HARGA / FINANCE AND PRICES 11...........1................ 339 10.... Banyaknya Tamu Hotel Menurut Kualifikasi Hotel di Provinsi Banten (orang)...............3.............1..... 2009 Number of Tourism Objects by Regency/Municipality and Type of Tourism in Banten Province.......1........... 2007-2009 ... 340 10. Jumlah Museum.... Jumlah Restoran/Rumah Makan dan Kafe di Provinsi Banten..... Rata-Rata Lama Menginap Tamu Hotel Menurut Kualifikasi Hotel di Provinsi Banten (hari)....................2. Jumlah Wisatawan Nusantara dan Wisatawan Mancanegara Menurut Kabupaten/Kota in Banten Province (orang).... 341 342 10. RESTORAN DAN PARIWISATA HOTEL......... and Other Historic Buildings by Regency/Municipality in Banten Province.. 2009 Number of Domestic and Foreign Tourists by Regency/Municipality in Banten Province (visitors)........... Tempat Tidur. 2009 ..1. 2009 Recapitulation of Foreign Direct Invesment (PMA) Realization by Regency/Municipality in Banten Province......2..1............. 2009 ....... 338 10...4....DAFTAR TABEL 10. 2009 Number of Restaurants and Cafes in Banten Province..................1......... Kamar........ 336 10..............3.... 2009 Number and Realizable Value of FDI Projects by Business Sector in Banten Province...1..... Archaeological Sites......... 2007-2009 Average Length of Stay in Hotel by Hotel in Banten Province (days).... 2009 Number of Visitors of Recreation Places/Amusement Parks by Regency/Municipality in Banten Province........ INVESTASI / INVESTMENT Rekapitulasi Realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten. Jumlah Pengunjung Tempat Rekreasi/Taman Hiburan Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten...................1..................... 2007-2009 .....................5.... 362 Banten dalam Angka 2010 xliii ........................... 2009 .....3.. 335 10......... 2009 ....... Rooms and Beds Available in Hotel and Room Occupancy Rate (ROR) of Hotel in Banten Province.. 2009 Number of Museums...2. Jumlah Unit Wisata dan Pengunjung Menurut Kabupaten/Kota dan Objek Wisata di Provinsi Banten.......... 2007-2009 Number of Accomodations. dan Tingkat Penghunian Kamar Hotel (TPK) Menurut Kualifikasi Hotel di Provinsi Banten.... 10. 361 11..

..LIST OF TABLES 11..... 373 11........ 2008-2009 Actual Local Government Receipt of Banten Province (million rupiahs)........4....... 2008-2009 ............1.4........ 11.......1.....................4.................4....... 2008-2009 Actual Local Government Expenditures of Banten Province (million rupiahs).3.... Jumlah dan Nilai Proyek Realisasi PMDN Menurut Sektor Usaha di Provinsi Banten.......... 2009 Number of Commercial Bank Offices by Owner Status in Banten Province.............2...4. 363 364 11......... 369 11......................................1..................................................3.......................... Jumlah Kantor Bank Syariah Menurut Jenisnya di Provinsi Banten................ 2009 ...................3.........2................ Posisi Dana Perbankan Menurut Jenisnya di Provinsi Banten... 367 11........... Posisi Dana Perbankan Bulanan Menurut Jenis Dana di Provinsi Banten...............3...............2........................... 2009 Revenue Realization of Land and Housing Tax by Sector and Regency/Municipality in Banten Province (million rupiahs)........ 2009 .................3......... 2009 .. 2008-2009 ............... PENERIMAAN PAJAK / TAX RECEIPTS Realisasi Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Menurut Sektor dan Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (juta rupiah)....1.............. 2009 Number of Commercial Sharia Bank Offices by Type of Bank in Banten Province........2.......................................... 2007-2009 Outstanding Bank Fundst by Type of Funds in Banten Province ................ 375 xliv Banten in Figures 2010 ........... 368 11........................................ 2008-2009 ........3........ 2007-2009 ... 11... 2008-2009 Actual Local Government Financing of Banten Province (million rupiahs).. 374 11.. 2008-2009 Recapitulation of Local Government Budget Realization of Banten Province (million rupiahs)... Realisasi Penerimaan Pajak Penghasilan Menurut Kantor Pelayanan Pajak (KPP) (juta rupiah)..... ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH LOCAL GOVERNMENT BUDGET Rekapitulasi Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Pemerintah Provinsi Banten (juta rupiah)................................. 11.. 2008-2009 .. 365 11..... Realisasi Pembiayaan Daerah Pemerintah Provinsi Banten (juta rupiah).....................2 11. 2009 Realization of Income Tax Receipts by Tax Office in Banten Province (million rupiahs). 2009 Monthly Outstanding Bank Funds by Type of Funds and Month in Banten Province .. BANK / BANK Jumlah Kantor Bank Umum Menurut Status Kepemilikan di Provinsi Banten......... 2009 Number and Realizable Value of DDI Projects by Business Sector in Banten Province.............4.. 2009 ...... Rekapitulasi Realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten........... Realisasi Pendapatan Daerah Pemerintah Provinsi Banten (juta rupiah)....2.............................. Realisasi Belanja Daerah Pemerintah Provinsi Banten (juta rupiah)............. 2009 .4.......................... 2009 .....................2. 371 11...... 2009 ............................. 2009 Recapitulation of Domestic Direct Invesment (DDI) Realization by Regency/Municipality in Banten Province.4............... 366 11.................2..1 372 11.............................

...... 2007-2009 Outstanding of Bank Loans in Rupiah and Foreign Currency by Regency/Municipality in Banten Province (million rupiahs)........ 2007-2009 Outstanding of Micro....7...... and Medium Credits in Rupiah and Foreign Currency by Economic Sector in Banten Province (million rupiahs). 2009 Monthly Outstanding of Bank Loans in Rupiah and Foreign Currency by Economic Sector in Banten Province (million rupiahs).....................6....... 2007-2009 Outstanding of Bank Loans in Rupiah and Foreign Currency by Type of Loans in Banten Province (million rupiahs).................. 2009 Monthly Outstanding of Micro..... Posisi Pinjaman Perbankan Bulanan dalam Rupiah dan Valuta Asing Menurut Sektor Ekonomi di Provinsi Banten (juta rupiah).... dan Menengah dalam Rupiah dan Valuta Asing Menurut Jenis Penggunaan di Provinsi Banten (juta rupiah).......4............. 11.... Posisi Kredit Perbankan dalam Rupiah dan Valuta Asing Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (juta rupiah)....................... 2009 Monthly Outstanding of Bank Loans in Rupiah and Foreign Currency by Type of Loans in Banten Province (million rupiahs).14...........12...... 11. 11... 11......DAFTAR TABEL 11.. and Medium Credits in Rupiah and Foreign Currency by Economic Sector in Banten Province (million rupiahs)............4....... 2009 377 378 379 380 382 383 385 386 387 389 390 Banten dalam Angka 2010 xlv .... Posisi Kredit Mikro.........11.... Kecil........... Kecil... 2007-2009 Outstanding Bank Funds by Regency/Municipality in Banten Province (million rupiahs)...........4..8......... Kecil... 2009 .... Small.. Small. 2007-2009 .. 2009 . 2009 ..4..... Posisi Kredit Mikro.. 2007-2009 .......... dan Menengah Bulanan dalam Rupiah dan Valuta Asing Menurut Jenis Penggunaan di Provinsi Banten (juta rupiah)........4... 2009 ..13.... and Medium Credits in Rupiah and Foreign Currency by Type of Credits in Banten Province (million rupiahs).........4................ and Medium Credits in Rupiah and Foreign Currency by Type of Credits in Banten Province (million rupiahs)................... 11.. 2007-2009 Outstanding of Micro. 2007-2009 Outstanding of Bank Loans in Rupiah and Foreign Currency by Economic Sector in Banten Province (million rupiahs)..... Posisi Jumlah Rekening/Bilyet Perbankan Menurut Kabupaten Kota di Provinsi Banten (satuan)................... Posisi Pinjaman Perbankan dalam Rupiah dan Valuta Asing Menurut Jenis Penggunaan di Provinsi Banten (juta rupiah).. Kecil. 11..... Posisi Pinjaman Perbankan dalam Rupiah dan Valuta Asing Menurut Sektor Ekonomi di Provinsi Banten (juta rupiah).... dan Menengah Bulanan dalam Rupiah dan Valuta Asing Menurut Sektor Ekonomi di Provinsi Banten (juta rupiah)..4... 2009 Monthly Outstanding of Micro........ 11.............. 2007-2009 ............ 2007-2009 Outstanding Bank Accounts by Regency/Municipality in Banten Province (units)........4...............9. 11................ Posisi Pinjaman Perbankan Bulanan Dalam Rupiah dan Valuta Asing Menurut Jenis Penggunaan di Provinsi Banten.4... Posisi Kredit Mikro......... Posisi Kredit Mikro.............. 11........ 2009 ..........10...15.........4.....4... Small... dan Menengah dalam Rupiah dan Valuta Asing Menurut Sektor Ekonomi di Provinsi Banten (juta rupiah).........................5........ 2007-2009 ....... Posisi Dana Perbankan Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (juta rupiah)........... Small. 2007-2009 ....... 11............................

....... 2009 . Indeks Harga Konsumen (IHK) Bulanan Kota Serang (2007=100)... Kecil. Indeks Harga Konsumen (IHK) Bulanan di Kota Tangerang (2007=100).5... 2009 Monthly Inflation Rate by Expenditure Groups in Tangerang City (2007=100).... 11............................ 2009 ........... Indeks Harga Konsumen (IHK) Bulanan Kota Cilegon (2007=100). 2009 Monthly Inflation Rate by Expenditure Groups in Cilegon City (2007=100)..... 2009 Inflation Rate of Calender Year by Expenditure Groups in Banten (2007=100). 11....5.... Posisi Kredit Mikro............................................... Laju Inflasi Bulanan Menurut Kelompok Pengeluaran di Kota Cilegon (2007=100)........ 2009 ..... 2007-2009 ........ 2009 Monthly Consumer Price Indice (CPI) of Tangerang City (2007=100)........ 2009 ............5......... Small................5.5.......................9........................... 2009 .......10 Laju Inflasi Tahun Kalender Menurut Kelompok Pengeluaran di Kota Tangerang (2007=100)................................ dan Menengah dalam Rupiah dan Valuta Asing Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (juta rupiah).5....5......11.. 392 393 395 397 399 401 403 405 407 409 411 413 415 xlvi Banten in Figures 2010 .......... 2009 Inflation Rate of Calendar Year by Expenditure Groups in Serang City (2007=100)......5.............. Laju Inflasi Tahun Kalender Menurut Kelompok Pengeluaran di Banten ( 2007=100)........ HARGA-HARGA / PRICES Indeks Harga Konsumen (IHK) Bulanan di Banten (2007=100)....4... 11....................5........ 2009 Inflation Rate of Calendar Year byExpenditure Groups in Cilegon City (2007=100). 11.. 11.......................... 2009 Monthly Consumer Price Indice (CPI) of Banten (2007=100)......5.....1........16...... Laju Inflasi Bulanan Menurut Kelompok Pengeluaran di Kota Serang (2007=100).......... 2009 ........................ Laju Inflasi Bulanan Menurut Kelompok Pengeluaran di Banten (2007=100). 2009 Monthly Inflation Rate by Expenditure Groups in Banten (2007=100).................. 11.. Laju Inflasi Tahun Kalender Menurut Kelompok Pengeluaran di Kota Serang (2007=100)..........8............... 2009 ..................... 2009 Monthly Inflation Rate byExpenditure Groups in Serang City (2007=100)................ 2009 Monthly Consumer Price Indice (CPI) of Cilegon City (2007=100)....7......... Laju Inflasi Tahun Kalender Menurut Kelompok Pengeluaran di Kota Cilegon (2007=100)...................... and Medium Credits in Rupiah and Foreign Currency by Regency/Municipality in Banten Province (million rupiahs)..... 11................................... 2009 Inflation Rate of Calendar Year by Expenditure Groups in Tangerang City (2007=100).. 2009 ..... 11............... 11........ 2009 Monthly Consumer Price Indice (CPI) of Serang City (2007=100)............. 2007-2009 Outstanding of Micro.... 2009 ....5........................ 2009 .. 2009 ..........12........ 11...6.5. 11......... Laju Inflasi Bulanan Menurut Kelompok Pengeluaran di Kota Tangerang (2007=100)...2.. 2009 ..5......3...... 11........LIST OF TABLES 11.....4.. 11...5.................

...DAFTAR TABEL 11...................18..........6... 2008 -2009 11........ Laju Inflasi dari Tahun ke Tahun Menurut Kelompok Pengeluaran di Kota Serang (2007=100).... 2005 – 2009 .... Indeks Harga yang Dibayar (Ib) dan Nilai Tukar Petani (NTP) Bulanan di Banten (2007=100).......................... and Farmers’ Term of Trade (NTP) by Month in Banten (2007=100).. KOPERASI / COOPERATIVE Kinerja Koperasi di Provinsi Banten Menurut Indikator Produksi................. 2009 Number of Trade Business Permits Issued by Scale of Establishment and Regency/Municipality in Banten Province.... Rekapitulasi Laporan Penerbitan TDP....21..13. 2009 ....... 2009 Inflation Rate of Year on Year by Expenditure Groups in Cilegon City (2007=100)......5...................6... Inflasi Tahun Kalender di Daerah Perdesaan di Provinsi Banten (2007=100)............ Laju Inflasi dari Tahun ke Tahun Menurut Kelompok Pengeluaran di Kota Tangerang (2007=100)...5......1 Laju Inflasi dari Tahun ke Tahun Menurut Kelompok Pengeluaran di Banten (2007=100).....5............ Laju Inflasi 66 Kota di Indonesia (2007=100).. 2009 ....... 2008-2009 Performance of Cooperatives in Banten Province by Indicator of Production........ 2009 Inflation Rate of Year on Year by Expenditure Groups in Serang City (2007=100)......................................... Perkembangan Harga Gabah Menurut Bulan di Banten (rupiah/kg).....16... 2009 .........................................1....... 2009 Monthly Farmers’ Term of Trade (NTP) by Subsector in Banten (2007=100)................. 2009 ..............2.... Banten dalam Angka 2010 xlvii . 417 419 421 423 425 428 429 430 432 434 435 11.. 2009 Trend of Unhusked Rice Prices by Month in Banten (rupiahs/kg)..............5. 2009 Inflation Rate of Year on Year by Expenditure Groups in Banten (2007=100)...............6............................ 2008-2009 ................ 2009 ...... 2009 Report Recapitulation Of Issuance of Permits Companies..3.......................... Indeks Harga yang Diterima (It)... 11.......17...................... 11............. Nilai Tukar Petani (NTP) Bulan di Banten Menurut Subsektor (2007=100).............19........ 11.. Prices Paid by Farmers Indices (Ib).............. 11.. 2009 Rural Inflation Rate of Calendar Year in Banten Province (2007=100).. 2009 ....5... 11.........6............. 2009 ....5........5........................ 11................ 11. 2009 ...................20... 11.............. 2009 Monthly Rural Inflation Rate in Banten Province (2007=100) ... 2005-2009 Inflation Rate at 66 Cities in Indonesia (2007=100)..5....... 11......... Jumlah SIUP yang diberikan Menurut Golongan Usaha dan Kabupaten/Kota di Provinsi Banten........5..........5.. 2009 Inflation Rate of Year on Year by Expenditure Groups in Tangerang City (2007=100).. 2009 ... Laju Inflasi dari Tahun ke Tahun Menurut Kelompok Pengeluaran di Kota Cilegon (2007=100). 2009 Prices Received by Farmers Indices (It)...... 436 437 11..... Inflasi Bulanan di Daerah Perdesaan di Provinsi Banten (2007=100).. 11.14..15.....22.

....1..... 452 12... Persentase Pengeluaran Rata-rata per Kapita Sebulan Menurut Kelompok Barang (rupiah).....3..2............. 448 12. 12........................ 2008 dan 2009 Daily Average per Capita Calory Consumtion (kkal) by Commodity Group in Banten Province (rupiahs)............. 2009 Average Monthly per Capita Expenditure in Urban Areas by Commodity Group and Monthly per Capita Expenditure Class in Banten Province (rupiahs)..... Pengeluaran Rata-rata per Kapita Sebulan di Daerah Perkotaan dan Perdesaan Menurut Kelompok Barang dan Golongan Pengeluaran per Kapita Sebulan di Provinsi Banten (rupiah).........1........1................. 2008 dan 2009 Percentage of Monthly Average per Capita Expenditure by Commodity Group in Banten Province (rupiahs)....... 2008 dan 2009 Average monthly per Capita Expenditure by Commodity Group in Banten Province (rupiahs)... Rata-rata Konsumsi Kalori per Kapita (kkal) Sehari Menurut Kelompok Makanan di Provinsi Banten (rupiah).......... 2008 dan 2009 Daily Average per Capita Protein Consumtion (gram) by Commodity Group in Banten Province (rupiahs).4... 461 xlviii Banten in Figures 2010 ....... 2009 Average monthly per Capita Expenditure in Urban and Rural Areas by Commodity Group and Monthly per Capita Expenditure Class in Banten Province (rupiahs)......... 2008 and 2009 . Rata-rata Konsumsi Protein per Kapita Sehari (gram) Menurut Kelompok Makanan di Provinsi Banten (rupiah).. 2008 and 2009 . PENGELUARAN PENDUDUK / POPULATION EXPENDITURE Pengeluaran Rata-rata per Kapita Sebulan di Daerah Perkotaan Menurut Kelompok Barang dan Golongan Pengeluaran per Kapita Sebulan di Provinsi Banten (rupiah)..... 2009 ..1.....................1.1. 2008 and 2009 ........................... 2009 Average monthly per Capita Expenditure in Rural Areas by Commodity Group and Monthly per Capita Expenditure Class in Banten Province (rupiahs)......5....................... 459 12.1... 454 12....... 2009 .... 2008 and 2009 ............LIST OF TABLES 12...... 12...3........................... 458 12...............................2................ 2009 . 2009 ........... 456 12..............2... PENGELUARAN DAN KONSUMSI EXPENDITURE AND CONSUMTION 12...... 450 12. 2009 ... Rata-rata Konsumsi Protein per Kapita Sehari (gram) Menurut Kelompok Makanan dan Golongan Pengeluaran per Kapita Sebulan (rupiah)......... 455 12....2.....1.......................2.4...2...... KONSUMSI MAKANAN / FOOD CONSUMTION Rata-rata Konsumsi Kalori per Kapita Sehari (kkal) Menurut Kelompok Makanan dan Golongan Pengeluaran per Kapita Sebulan (rupiah)............. 2009 Daily Average per Capita Calory Consumtion by Commodity Group and Monthly per Capita Expenditure Class in Banten Province (rupiahs)........................... 2009 Daily Average per Capita Protein Consumtion (gram) by Commodity Group and Monthly per Capita Expenditure Class in Banten Province (rupiahs)........... Pengeluaran Rata-rata per Kapita Sebulan di Daerah Perdesaan Menurut Kelompok Barang dan Golongan Pengeluaran per Kapita Sebulan di Provinsi Banten (rupiah)....2.. Pengeluaran Rata-rata per Kapita Sebulan Menurut Kelompok Barang (rupiah).................................

1. Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Banten Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Jenis Pengeluaran (juta rupiah)..... 2007-2009 Gross Regional Domestic Product of Banten Province at Current Market Prices by Type Expenditure (million rupiahs). 12....................... Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Banten Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Jenis Pengeluaran (persen).............................................................. Laporan Kontrak dan Realisasi Pengadaan Gabah dan Beras di Provinsi Banten. 2007-2009 Gross Regional Domestic Product of Banten Province at 2000 Constant Market Prices by Type Expenditure (million rupiahs). Distribusi Persentase Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Banten Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha (persen)..... 2007-2009 .....................3. 462 463 13 ... 2007-2009 . 2009 . 2007-2009 Distribution of Gross Regional Domestic Product of Banten Province At Current Market Prices by Industrial Origin (percent)....................1.. 478 13.. 477 13.......... 2007-2009 Growth Rate of Gross Regional Domestic Product of Banten Province at 2000 Constant Market Prices by Type Expenditure (percent).........1 13........ Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Banten Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha (persen)................3 12.... 2007-2009 .1...........1..8. 2007-2009 Distribution of Gross Regional Domestic Product of Banten Province at Current Market Prices by Type of Expenditure (percent)................1. 2009 Trend of Rice Stock in Provinsi Banten (ton).. 483 Banten dalam Angka 2010 xlix .. Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Banten Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Jenis Pengeluaran (juta rupiah)... PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME 13..........5. 481 13......... 2007-2009 ....4.................2.2.. 2007-2009 ..... 482 13.. 480 13..... 2007-2009 .1.1..3............ Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Banten Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha (juta rupiah)..............DAFTAR TABEL 12...... 2007-2009 Growth Rate of Gross Regional Domestic Product of Banten Province at 2000 Constant Market Prices by Industrial Origin (percent).... 2007-2009 Gross Regional Domestic Product of Banten Province At Current Market Prices by Industrial Origin (million rupiahs)... PDRB PROVINSI BANTEN / GRDP OF BANTEN PROVINCE Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Banten Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha (juta rupiah)................... 2009 Report of Actual Procurement and Contract of Rice and Unhusked Rice ..1...... 2007-2009 ....... 2007-2009 Gross Regional Domestic Product of Banten Province At 2000 Constant Market Prices by Industrial Origin (million rupiahs). Distribusi Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Banten Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Jenis Pengeluaran (persen).. KETERSEDIAAN MAKANAN / FOOD AVAILABILITY Perkembangan Persediaan Beras di Provinsi Banten (ton)..........1...................... 476 13...3..... 479 13......... 2007-2009 ....7..1...........6.....................

........5.. 2007 ...2009 Trend of Several GRDP Agregates and per Capita GRDP of Banten Province.. Produk Domestik Regional Bruto per Kapita Provinsi Banten Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Kabupaten/Kota (rupiah). 2007 – 2009 .. 2007-2009 ........ 2007-2009 ....4.. 484 13.. 2007-2009 .... 488 13....2..... Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto per Kapita Provinsi Banten Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Kabupaten/Kota (persen)...2 13. Perkembangan Beberapa Agregat PDRB dan PDRB per Kapita Provinsi Banten... 491 l Banten in Figures 2010 ............ 2007-2009 Per Capita Gross Regional Domestic Product of Banten Province at Current Market Prices by Regency/Municipality (rupiahs)..... 2007-2009 Growth Rate of per Capita Gross Regional Domestic Product of Banten Province At at Current Market Prices by Regency/Municipality (percent).... PDRB PROVINSI BANTEN MENURUT KABUPATEN/KOTA GRDP OF BANTEN PROVINCE BY REGENCY/MUNICIPALITY Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Banten Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Kabupaten/Kota (juta rupiah)........3.2.....................6....... 2007-2009 Gross Regional Domestic Product of Banten Province at 2000 Constant Market Prices by Regency/Municipality (million rupiahs).............2. 2007-2009 Growth Rate of Gross Regional Domestic Product of Banten Province At 2000 Constant Market Prices by Regency/Municipality (percent).. 2007-2009 Gross Regional Domestic Product of Banten Province at Current Market Prices by Regency/Municipality (million rupiahs).............. 2007-2009 ...... 489 13...9...2... 2007-2009 ... 490 13......2...... 2007-2009 Distribution of Gross Regional Domestic Product of Banten Province At Current Market Prices by Regency/Municipality (percent). 487 13.......2..... 486 13....1...LIST OF TABLES 13......2........ 2007-2009 ......... Distribusi Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Banten Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Kabupaten/Kota (persen).. Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Banten Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Kabupaten/Kota (juta rupiah)....... Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Banten Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Kabupaten/Kota (persen).1.......

Banten dalam Angka 2010 li . are as follows: …………………… …………………… …………………… …………………… : : : : … Data tidak tersedia Data not yet available Tidak ada atau nol Null or zero Data dapat diabaikan Data negligible Tanda desimal Decimal point - 0 .PENJELASAN UMUM EXPLANATORY NOTES Tanda-tanda yang digunakan dalam publikasi ini adalah sebagai berikut: Symbols which are used in this publication.

.

Mula-mula Banten merupakan pelabuhan yang sangat ramai disinggahi kapal dan dikunjungi pedagang dari berbagai wilayah hingga orang Eropa yang kemudian menjajah bangsa ini.SEJARAH SINGKAT BANTEN Banten sebagai nama suatu wilayah sudah dikenal dan diperkenalkan sejak abad ke 14. Pada masa-masa itu Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Demak merupakan dua kekuatan terbesar di Nusantara. Namun demikian perjuangan rakyat Banten terus berlanjut hingga detik terakhir kaki penjajah berada di bumi Banten. Pada tanggal 25 Oktober 1970 Sidang Pleno Musyawarah Besar Banten mengesahkan Presidium Panitia Pusat Provinsi Banten. Tahun 1524 – 1525 para pedagang Islam berdatangan ke Banten dan saat itulah dimulai penyebaran agama Isalm di Banten. Sekitar dua abad kemudian berdiri Kadipaten Banten di Surasowan pada 8 Oktober 1526. Pada tahun 1552 – 1570 Maulana Hasanudin Panembahan Surosowan menjadi Sultan Banten pertama. Sejak itu dimulailah pemerintahan kesultanan di Banten yang diakhiri oleh Sultan Muhammad Rafi’uddin (1813 – 1820) merupakan sultan ke dua puluh setelah sultan dan rakyat masa sebelumnya berperang melawan penjajah. Pada tahun 1330 orang sudah mengenal sebuah negara yang saat itu disebut Panten. Niatan tersebut pertama kali mencuat di tahun 1953 yang kemudian pada 1963 terbentuk Panitia Provinsi Banten di Pendopo Kabupaten Serang. Setelah memasuki masa kemerdekaan muncul keinginan rakyat Banten untuk membentuk sebuah provinsi. yang kemudian wilayah ini dikuasai oleh Majapahit di bawah Mahapatih Gajah Mada dan Raja Hayam Wuruk. Dalam pertemuan antara Panitia Provinsi Banten dengan DPR-GR sepakat untuk memperjuangkan terbentuknya Provinsi Banten. Namun ternyata perjuangan untuk membentuk Provinsi Banten dan terpisah dari Jawa Barat Banten dalam Angka 2010 liii .

Ir. E. 23 Tahun 2000 tentang PPB.A BRIEF HYSTORY OF BANTEN PROVINCE tidaklah mudah dan cepat. Atut Chosiyah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Banten pertama. Pada tahun 2002 DPRD Banten memilih Dr. MEng dan Hj. Setelah melalui perjuangan panjang dan melelahkan akhirnya pada 4 Oktober 2000 Rapat Paripurna DPR-RI mengesahkan RUU Provinsi Banten menjadi Undang-Undang No. Sumber : Buku ”Sekapur Sirih Perjalanan Panjang dan Kronologis Terbentuknya Propinsi Banten 1953 – 2000”. Sejak itu mulai terbentuk Sub-sub Komite PPB di berbagai wilayah di Banten untuk memperkokoh dukungan terbentuknya Provinsi Banten. Hakamudin Djamal untuk menjalankan pemerintah provinsi sementara waktu sebelum terpilihnya Gubernur Banten definitif. 23 Tahun 2000 tentang Pembentukan Provinsi Banten. Pada Orde Reformasi perjuangan masyarakat Banten semakin gigih karena mulai terasa semilirnya angin demokrasi dan isu tentang otonomi daerah. Pada 18 Juli 1999 diadakan Deklarasi Rakyat Banten di Alun-alun Serang yang kemudian Badan Pekerja Komite Panitia Provinsi Banten menyusun Pedoman Dasar serta Rencana Kerja dan Rekomendasi Komite Pembentukan Provinsi Banten (PPB). Kemudian pada tanggal 17 Oktober 2000 Presiden Abdurrahman Wahid mengesahkan UU No. Selama masa Orde Baru kenginan tersebut belum bisa direalisir. Iwa Tuskana Supandri liv Banten in Figures 2010 . Djoko Munandar. oleh Drs. H. Sebulan setelah itu pada 18 Nopember 2000 dilakukan peresmian Provinsi Banten dan pelantikan Pejabat Gubernur H.

In the beginning Banten is a port which the ships and trader are coming from any country. At that time. regency (Kadipaten) of Banten has been build at Surasowan in October 8. and finally Euro people control this area. In October 25. But war of Banten forever until the illegal government goes out from Banten. 1526. and then this area controlled by Kingdom of Majapahit with Gajah Mada and Hayam Wuruk as a leader. In 1552 -1570 Maulana Hasanudin Princes (Panembahan) of Surasowan become the first leader (Sultan) of Baneten. At that time the government of Sultan has begun which finally Sultan Muhamm ad Rafi’uddin (1813 – 1820) is the 20th Sultan with all the people of Banten attack for the illegal government. In the meeting between Committee of Banten Province with legislative (DPR-GR) agree to make a frame of Banten province. begin of Islam religious growth in Banten. Kingdom of Majapahit and Kingdom of Demak are two of Kingdom has power in Nusantara (Indonesia). people of Banten want to build a Banten province. But not convenient to build the province which unravel of West Java. In reformation order (Orde Reformasi). 1970 the great meeting of Banten has declared the Presidium of Committee of Banten Province.SEJARAH SINGKAT BANTEN Brief History of Banten Province Banten is the name of the area has been know since 14 century. Since the freedom of Indonesia. That hoping had existed since 1953 and in 1963 made committee of Banten Province at Serang regency. In 1524 – 1525 Moslem traders came to Bnaten and that time. struggle of Banten people is very obstinate because free democracy and regency autonomy (self-government) Banten dalam Angka 2010 lv . In about two century later. In era Orde Baru struggle of Banten Province can not release yet. In 1330 people have known a country which as Panten.

Ir. M. 2000 there was agreement of Banten Province. and Hj. 23 Year 2000 about PBB. After through martial aborious ultimately at October 4. Atut Chosiyah as Vice Governor. and functionary governor H. by Drs. later official of Committee of Banten Province (Badan Pekerja Komite Panitia Provinsi Banten) arrange the basic guide and job planning recommended Committee of Institution of Banten Province (Komite Pembentukan Provinsi Banten /PBB). In July 18. Iwa Tuskana Supandri . 23 Year 2000 about Institution of Banten Province. E. Hakamudin Djamal to implement officer transitory province before definitive governor electing. lvi Banten in Figures 2010 . Djoko Munandar. One month after that at November 18. 2000 President Abdurrahman Wahid affirms the law No. H. Since that.A BRIEF HYSTORY OF BANTEN PROVINCE has issue by central government. In 2002 Local legislative (DPRD) of Banten elected Dr.Eng as Governor. Source : From the book ”Sekapur Sirih Perjalanan Panjang dan Kronologis Terbentuknya Propinsi Banten 1953 – 2000”. 1999 there was declaration of Banten people in Serang. conformed subs of commission PBB in some regency in Banten to fasted conformation of Banten Province. 2000 tight at great meeting of legislative (Rapat Paripurna DPR-RI) affirm draft of law (RUU) of Banten Province become act the law No. Posterior at October 17.

efektif. Mengingat : Pasal 5 ayat (1) dan Pasal 20 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945.UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 1997 TENTANG STATISTIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Menimbang : a. bahwa statistik penting artinya bagi perencanaan. untuk memajukan kesejahteraan rakyat dalam rangka mencapai cita-cita bangsa sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. dan bernegara dalam pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila. pemantauan. dipandang perlu membentuk Undang-undang tentang Statistik yang baru. tuntutan masyarakat. c. berbangsa. Banten dalam Angka 2010 lvii . c di atas. dan evaluasi penyelenggaraan berbagai kegiatan di segenap aspek kehidupan bermasyarakat. diperlukan langkah-langkah untuk mengatur penyelenggaraan statistik nasional terpadu dalam rangka mewujudkan Sistem Statistik Nasional yang andal. pelaksanaan. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a. b. dan efisien. b. dan kebutuhan pembangunan nasional. bahwa dengan memperhatikan pentingnya peranan statistik tersebut. bahwa Undang-undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik pada saat ini tidak sesuai lagi dengan perkembangan keadaan. d.

2. Statistik adalah data yang diperoleh dengan cara pengumpulan. pengolahan. Data adalah informasi yang berupa angka tentang karakteristik (ciri-ciri khusus) suatu populasi. upaya pengembangan ilmu statistik. dan upaya yang mengarah pada berkembangnya Sistem Statistik Nasional. 4.Law No. Statistik sektoral adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan instansi tertentu dalam rangka penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan yang merupakan tugas pokok instansi yang bersangkutan. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan : 1. berskala nasional. sehingga membentuk totalitas dalam penyelenggaraan statistik. dan penyelenggaraannya menjadi tanggung jawab Badan. dan analisis serta sebagai sistem yang mengatur keterkaitan antar unsur dalam penyelenggaraan statistik. lviii Banten in Figures 2010 . Kegiatan statistik adalah tindakan yang meliputi upaya penyediaan dan penyebarluasan data. 3. 5. Sistem Statistik Nasional adalah suatu tatanan yang terdiri atas unsur-unsur yang secara teratur saling berkaitan. yang memiliki ciri-ciri lintas sektoral. Statistik dasar adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk keperluan yang bersifat luas. baik bagi pemerintah maupun masyarakat. penyajian. makro. 6.16 of 1997 on Statistics Dengan persetujuan DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA MEMUTUSKAN: Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG STATISTIK.

12. 14. 11. Survei adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan sampel untuk memperkirakan karakteristik suatu populasi pada saat tertentu. 15. dan analisis data yang didasarkan pada catatan administrasi yang ada pada pemerintah dan atau masyarakat. perorangan.UU No. 9. lembaga. dan kepentingan lain dalam kehidupan masyarakat. pengukuran. Penyelenggara kegiatan statistik adalah instansi pemerintah. 17. Populasi adalah keseluruhan unit yang menjadi objek kegiatan statistik baik yang berupa instansi pemerintah. Kompilasi produk administrasi adalah cara pengumpulan. Sinopsis adalah suatu ikhtisar penyelenggaraan statistik. lembaga. maupun cara lain terhadap objek kegiatan statistik. Responden adalah instansi pemerintah. dan atau unsur masyarakat lainnya yang ditentukan sebagai objek kegiatan statistik. organisasi.10 Tahun 1997 Tentang Statistik 7. benda maupun objek lainnya. 8. Petugas statistik adalah orang yang diberi tugas oleh penyelenggara kegiatan statistik untuk melaksanakan pengumpulan data. pengolahan. dan atau unsur masyarakat lainnya. Badan adalah Badan Pusat Statistik. pendidikan. yang penyelenggaraannya dilakukan oleh lembaga. 13. Statistik khusus adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan spesifik dunia usaha. baik melalui wawancara. dan atau unsur masyarakat lainnya. sosial budaya. penyajian. 16. organisasi. lembaga. Banten dalam Angka 2010 lix . orang. 10. perorangan. organisasi. organisasi. Sampel adalah sebagian unit populasi yang menjadi objek penelitian untuk memperkirakan karakteristik suatu populasi. orang. Sensus adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan semua unit populasi di seluruh wilayah Republik Indonesia untuk memperoleh karakteristik suatu populasi pada saat tertentu.

b. efektif. Pasal 4 Kegiatan statistik bertujuan untuk menyediakan data statistik yang lengkap. d. akurat dan mutakhir dalam rangka mewujudkan Sistem Statistik Nasional yang andal. dan efisien guna mendukung pembangunan nasional. dan Mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. dan kemutakhiran.Law No. keakuratan. efektif. lx Banten in Figures 2010 . keterpaduan. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan arti dan kegunaan statistik. dan efisien. ARAH. undang-undang ini juga berasaskan : a. c. c. b. Mendukung pembangunan nasional. Mengembangkan Sistem Statistik Nasional yang andal. DAN TUJUAN Pasal 2 Selain berlandaskan asas-asas pembangunan nasional. Pasal 3 Kegiatan statistik diarahkan untuk : a.16 of 1997 on Statistics BAB II ASAS.

c.UU No. sensus. statistik dasar. Bagian Kedua Cara Pengumpulan Data Pasal 7 Statistik diselenggarakan melalui pengumpulan data yang dilakukan dengan cara : a. Pasal 6 (1) Statistik dasar dan statistik sektoral terbuka pemanfaatanya untuk umum. b. (2) Banten dalam Angka 2010 lxi .10 Tahun 1997 Tentang Statistik BAB III JENIS STATISTIK DAN CARA PENGUMPULAN DATA Bagian Pertama Jenis Statistik Pasal 5 Berdasarkan tujuan pemafaatannya. statistik sektoral. c. d. survei. b. jenis statistik terdiri atas : a. kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. kompilasi produk administrasi. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengetahui dan memanfaatkan statistik khusus dengan tetap memperhatikan hak seseorang atau lembaga yang dilindungi Undang-undang. dan statistik khusus. dan cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

organisasi. Setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk mengetahui dan memanfaatkan hasil kompilasi produk administrasi milik lembaga. c. Pasal 9 (1) Survei sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf b diselenggarakan secara berkala dan sewaktu-waktu untuk memperoleh data yang rinci. yang meliputi: a. dan sensus ekonomi. Pasal 10 (2) (1) Kompilasi produk administrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf c dilaksanakan dengan memanfaatkan berbagai dokumen produk administrasi. sensus pertanian. (2) (3) lxii Banten in Figures 2010 . Penetapan tahun penyelenggaraan dan perubahan jenis sensus sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).Law No. Hasil kompilasi produk administrasi milik instansi pemerintah terbuka pemanfaatannya untuk umum.16 of 1997 on Statistics Pasal 8 (1) Sensus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf a diselenggarakan sekurang-kurangnya sekali dalam 10 (sepuluh) tahun oleh Badan. b. kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Survei antarsensus dilakukan pada pertengahan 2 (dua) sensus sejenis untuk menjembatani 2 (dua) sensus tersebut. (2) sensus penduduk. perorangan. diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah. dan atau unsur masyarakat lainnya dengan tetap memperhatikan hak seseorang atau lembaga yang dilindungi undangundang.

sensus. secara mandiri atau bersama dengan Badan. Banten dalam Angka 2010 lxiii . b. Badan memperoleh data dengan cara: a. cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. dan cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bagian Kedua Statistik Sektoral Pasal 12 (1) Statistik sektoral diselenggarakan oleh instansi pemerintah sesuai lingkup tugas dan fungsinya. survei. c. survei. (3) Statistik sektoral harus diselenggarakan bersama dengan Badan apabila statistik tersebut hanya dapat diperoleh dengan cara sensus dan dengan jangkauan populasi berskala nasional. b. Dalam menyelenggarakan statistik dasar sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).UU No. d. kompilasi produk administrasi. kompilasi produk administrasi. dan c. Dalam menyelenggarakan statistik memperoleh data dengan cara: sektoral. instansi pemerintah (2) a.10 Tahun 1997 Tentang Statistik BAB IV PENYELENGGARAAN STATISTIK Bagian Pertama Statistik Dasar Pasal 11 (1) (2) Statistik dasar diselenggarakan oleh Badan.

Law No.16 of 1997 on Statistics

(4)

Hasil statistik sektoral yang diselenggarakan sendiri oleh instansi pemerintah wajib diserahkan kepada Badan.

Bagian Ketiga Statistik Khusus Pasal 13 (1) Statistik khusus diselenggarakan oleh masyarakat baik lembaga, organisasi, perorangan maupun unsur masyarakat lainnya secara mandiri atau bersama dengan Badan. Dalam menyelenggarakan statistik khusus sebagaimana dimaksusd dalam ayat (1), masyarakat memperoleh data dengan cara: a. survei; b. kompilasi produk administrasi; dan c. cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pasal 14 (1) Dalam rangka pengembangan Sistem Statistik Nasional, masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (1) wajib memberitahukan sinopsis kegiatan statistik yang telah selesai diselenggarakannya kepada Badan. Sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) memuat: a. judul; b. wilayah kegiatan statistik; c. objek populasi; d. jumlah responden; e. waktu pelaksanaan; f. metode statistik; g. nama dan alamat penyelenggara; dan h. abstrak.

(2)

(2)

lxiv

Banten in Figures 2010

UU No.10 Tahun 1997 Tentang Statistik

i.

Penyampaian pemberitahuan sinopsis dapat dilakukan melalui pos, jaringan komunikasi data, atau cara penyampaian lainnya yang dianggap mudah bagi penyelenggara kegiatan statistik. Kewajiban memberitahukan sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), tidak berlaku bagi statistik yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan intern.

j.

BAB V PENGUMUMAN DAN PENYEBARLUASAN Pasal 15 (1) (2) Badan berwenang mengumumkan hasil statistik yang diselenggarakannya. Pengumuman hasil statistik dimuat dalam Berita Resmi Statistik. Pasal 16 Badan menyebarluaskan hasil statistik yang diselenggarakannya.

BAB VI KOORDINASI DAN KERJA SAMA Pasal 17 (1) Koordinasi dan kerja sama penyelenggaraan statistik dilakukan oleh Badan dengan instansi pemerintah dan masyarakat, di tingkat pusat dan daerah. Dalam rangka mewujudkan dan mengembangkan Sistem Statistik Nasional, Badan bekerja sama dengan instansi pemerintah dan masyarakat untuk membangun pembakuan konsep, definisi, klasifikasi, dan ukuran-ukuran. Koordinasi dan kerja sama sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan atas dasar kemitraan dan dengan tetap mengantisipasi serta menerapkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

(2)

(3)

Banten dalam Angka 2010

lxv

Law No.16 of 1997 on Statistics

(4)

Ketentuan mengenai tata cara dan lingkup koordinasi dan kerja sama penyelenggaraan statistik antara Badan, instansi pemerintah, dan masyarakat diatur lebih lanjut dengan Keputusan Presiden. Pasal 18

(1)

Kerja sama penyelenggaraan statistik dapat juga dilakukan oleh Badan, instansi pemerintah, dan atau masyarakat dengan lembaga internasional, negara asing, atau lembaga swasta asing sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kerja sama penyelenggaraan statistik sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) didasarkan pada prinsip bahwa penyelenggara utama adalah Badan, instansi pemerintah, atau masyarakat Indonesia.

(2)

BAB VII HAK DAN KEWAJIBAN

Bagian Pertama Penyelenggara Kegiatan Statistik Pasal 19 Penyelenggara kegiatan statistik berhak memperoleh keterangan dari responden mengenai karakterisrik setiap unit populasi yang menjadi objek. Pasal 20 Penyelenggara kegiatan statistik wajib memberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat untuk mengetahui dan memperoleh manfaat dari statistik yang tersedia, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 21 Penyelenggara kegiatan statistik wajib menjamin kerahasiaan keterangan yang diperoleh dari responden.

lxvi

Banten in Figures 2010

UU No.10 Tahun 1997 Tentang Statistik

Bagian Kedua Petugas Statistik Pasal 22 Setiap petugas statistik Badan berhak memasuki wilayah kerja yang telah ditentukan untuk memperoleh keterangan yang diperlukan. Pasal 23 Setiap petugas statistik wajib menyampaikan hasil pelaksanaan statistik sebagaimana adanya. Pasal 24 Ketentuan mengenai jaminan kerahasiaan keterangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 berlaku juga bagi petugas statistik. Pasal 25 Setiap petugas statistik harus memperlihatkan surat tugas dan atau tanda pengenal, serta wajib memperhatikan nilai-nilai agama, adat istiadat setempat, tata krama, dan ketertiban umum.

Bagian Ketiga Responden Pasal 26 (1) Setiap orang berhak menolak untuk dijadikan responden, kecuali dalam penyelenggaraan statistik dasar oleh Badan. Setiap responden berhak menolak petugas statistik yang tidak dapat memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25. Pasal 27 Setiap responden wajib memberikan keterangan yang diperlukan dalam penyelengaraan statistik dasar oleh Badan.

(2)

Banten dalam Angka 2010

lxvii

Law No.16 of 1997 on Statistics

BAB VIII KELEMBAGAAN Pasal 28 (1) Pemerintah membentuk Badan yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Badan mempunyai perwakilan wilayah di Daerah yang merupakan instansi vertikal. Ketentuan mengenai tugas, fungsi, susunan organisasi, dan tata kerja Badan, sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2), diatur lebih lanjut dengan Keputusan Presiden. Pasal 29 (1) Pemerintah membentuk Forum Masyarakat Statistik yang bertugas memberikan saran dan pertimbangan di bidang statistik kepada Badan. Forum sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) bersifat nonstruktural dan independen, yang anggotanya terdiri atas unsur pemerintah, pakar, praktisi, dan tokoh masyarakat. Pasal 30 (1) Instansi pemerintah dapat membentuk satuan organisasi di lingkungannya untuk melaksanakan statistik sektoral. Ketentuan mengenai tugas, fungsi, susunan organisasi, dan tata kerja satuan organisasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur oleh instansi yang bersangkutan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam menyelenggarakan statistik sektoral, satuan organisasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus mengadakan koordinasi dengan Badan untuk menerapkan penggunaan konsep, definisi, klasifikasi, dan ukuran-ukuran yang telah dibakukan dalam rangka pengembangan Sistem Statistik Nasional.

(2)

(3)

(2)

(2)

(3)

lxvii i

Banten in Figures 2010

UU No.10 Tahun 1997 Tentang Statistik

BAB IX PEMBINAAN Pasal 31 Badan bekerja sama dengan instansi pemerintah dan unsur masyarakat melakukan pembinaan terhadap penyelenggara kegiatan statistik dan masyarakat, agar lebih meningkatkan kontribusi dan apresiasi masyarakat terhadap statistik, mengembangkan Sistem Statistik Nasional, dan mendukung pembangunan Nasional. Pasal 32 Dalam rangka pembinaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31, Badan melakukan upaya-upaya sebagai berikut: a. meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam penyelenggaraan statistik; mengembangkan statistik sebagai ilmu; meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat mendukung penyelenggaraan statistik; mewujudkan kondisi yang mendukung terbentuknya pembakuan dan pengembangan konsep, definisi, klasifikasi, dan ukuran-ukuran dalam kerangka semangat kerja sama dengan para penyelenggara kegiatan statistik lainnya; mengembangkan sistem informasi statistik; meningkatkan penyebarluasan informasi statistik; meningkatkan kemampuan penggunaan dan pemanfaatan hasil statistik untuk mendukung pembangunan nasional; dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan arti dan kegunaan statistik. Pasal 33 Pelaksanaan pembinaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.

b. c.

d.

e. f. g.

h.

Banten dalam Angka 2010

lxix

Law No.16 of 1997 on Statistics

BAB X KETENTUAN PIDANA Pasal 34 Setiap orang yang tanpa hak menyelenggarakan sensus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (2) huruf a, dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah). Pasal 35 Setiap orang yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (1), dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp. 25.000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah). Pasal 36 (1) Penyelenggara kegiatan statistik yang dengan sengaja dan tanpa alasan yang sah tidak memenuhi kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp. 25.000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah). Penyelenggara kegiatan statistik yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp.100.000.000,00 (seratus juta rupiah). Pasal 37 Petugas statistik yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24, dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dan denda paling banyak Rp. 15.000.000,00 (lima belas juta rupiah). Pasal 38 Responden yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27, dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dan denda paling banyak Rp. 25.000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah).

(2)

lxx

Banten in Figures 2010

UU No.10 Tahun 1997 Tentang Statistik

Pasal 39 Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa alasan yang sah mencegah, menghalang-halangi, atau menggagalkan jalannya penyelenggaraan statistik yang dilakukan oleh penyelenggara kegiatan statistik dasar dan atau statistik sektoral, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah). Pasal 40 (1) (2) Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34, Pasal 36 ayat (2), Pasal 37, Pasal 38, dan Pasal 39 adalah kejahatan. Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 dan Pasal 36 ayat (1) adalah pelanggaran.

BAB XI KETENTUAN PERALIHAN Pasal 41 Semua peraturan pelaksanaan Undang-undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan atau belum diganti dengan yang baru berdasarkan Undang-undang ini. BAB XII KETENTUAN PENUTUP Pasal 42 Pada saat mulai berlakunya Undang-undang ini, maka Undang-undang Nomor 6 tahun 1960 tentang Sensus dan Undang-undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Statistik dinyatakan tidak berlaku. Pasal 43 Undang-undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Undang-undang ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.

Banten dalam Angka 2010

lxxi

Law No.16 of 1997 on Statistics

Disahkan di Jakarta Pada tanggal 19 Mei 1997 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA (Ttd) SOEHARTO

Diundangkan di Jakarta Pada tanggal 19 Mei 1997 MENTERI NEGARA SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA (Ttd) MOERDIONO

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1997 NOMOR 39 Salinan sesuai dengan aslinya SEKRETARIAT KABINET REPUBLIK INDONESIA Kepala Biro Hukum dan Perundang-undangan (Ttd) Lambock V. Nahattands Salinan sesuai dengan salinan aslinya BIRO PUSAT STATISTIK Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi (Ttd) Pietojo, MSA

lxxii

Banten in Figures 2010

LAW OF REPUBLIC OF INDONESIA NUMBER 16 OF 1997 ON STATISTICS WITH THE MERCY AND COMPASSION OF THE ONE ONLY GOD THE PRESIDENT OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
Considering : a. That a statistics are important of planning, implementation, monitoring and evaluation of various activities is every aspect of the community, nation, state in the context of national development , as the implementation of Panacea, which aims to promote public Welfare in an effort to achieve the national goals as stated in the preambule to the constitution of 1945; That in the above mentioned importance of statistics mean, that steps must be taken to regulate integrated national statistics in the effort to create a reliable, effective, and efficient National statistics System; That in the law number 6 of 1960 on Censuses and Law Number 7 of 1960 on Statistics are no longer appropriate in light of subsequent developments, community demands, and the requirement of national development; That in light of letter a, b, and c above, a new Law on Statistics is demand necessary;

b.

c.

d.

In View of :

Article 5 Section (1) and Article 20 section (1) of the Constitution of 1945.

Banten dalam Angka 2010

lxxiii

Law No.16 of 1997 on Statistics With The Approval Of : THE PEOPLE REPRESENTATIVE COUNCIL OF THE INDONESIA DECREES : To Stipulate : THE LAW ON STATISTICS

CHAPTER I GENERAL PROVISIONS Article 1 In this law : 1. Statistics are the obtained by collection, preparation, presentation and analysis, and is system which regulates the connection between elements of statistics collection. Data are information in the form of numbers which concern the special characteristics of population. The National Statistics System is an institution consisting of parts which are interlinked in an order manner to form a totality in statistical collections. Statistic activities are measures directed towards providing and disseminating data, advancing the science of statistics, and eventually developing a national statistics system. Basic statistics are statistics utilized for a broad range of (Both government and community) Purpose, which have cross-sectoral characteristics, are on a nation and macro scale, and will be the responsibility of the agency. Sectoral statistics are statistics utilized to satisfy the need of particular institution in on effort to perform the duties of the administration and to further development, the primary duty of the institution in question. Special statistics are statistics utilized to fulfill The specific need of business, education, socioculture, and community interest, undertaken by non government institution, organizations, individuals, and/or other parts of the community. A census is a data collected by enumerating a census of all population units in the entire territory of the republic of the Indonesia to determine the characteristic of population at a given time. A survey is data collection method whereby a simple census is taken in other estimate the characteristics of a population at a given time.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10. The compilation of administrative products is collecting, preparing, presenting and analyzing data from administrative records available from the government and/or community.

lxxiv

Banten in Figures 2010

a non government institution. 15. AND AIMS Article 2 In addition to the basic principles of national development. Article 3 Statistical activities should : a. measuring (or using some other method on) the object of statistical activity. Population is the unit or object of statistical activities. 14. The agency is the BPS – Statistics Indonesia. and efficient national statistic system to support national development. an individual. a non government institution. and efficient national statistics system. and so on. effective. and current statistical data in order to create a reliable. an organization. organization. or another part of the community which has been selected as the object of statistical activity. Accuracy.10 Tahun 1997 Tentang Statistik 11. or another part of the community. and support development of science and technology. A sample is a unit of the population used to estimate the characteristics of population. b. increase public awareness of the significance and function of statistics. non government institutions. d. 17. support national development. items. individuals. A conductor of statistical activities may be a government institutions. effective. A respondents a government institution. 13. A synopsis is an outline of a statistical collection. c. Banten dalam Angka 2010 lxxv . CHAPTER II PRINCIPLES. this law based on : a. 12. and includes government institutions. b. 16. Integrity. accurate.UU No. develop a reliable. DIRECTION. Article 4 Statistical activities aim to provide complete. an individual. c. and Currency. an organization. An enumerator is an individual assigned by the conductor of statistical activities to collect data by interviewing.

census. and will consist of : a.Law No. b. and other methods in keeping with developments in science and technology. b. lxxvi Banten in Figures 2010 . sectoral statistics. the compilation of administrative products. and an economic census. Article 6 (1) Basic statistics and sectoral statistics are available for public utilization unless it is specified otherwise in prevailing legislation. Article 8 (1) Censuses as referred to in article 7 letter a. basic statistics. survey. Every individual has equal opportunity to access and make use of special statistics but must maintain regard for the legally protected right of a person or an institution. statistics are classified the following types: a. c. and special statistics. (2) Part Two Data Collection Methods Article 7 Statistics are collected by : a. b. c. d. an agricultural census.16 of 1997 on Statistics CHAPTER III TYPE OF STATISTICS AND METHOD OF DATA COLLECTION Part One Types of Statistics Article 5 Based on the purpose for which they are used. c. will be conducted at least once every ten years by the agency. a population census.

10 Tahun 1997 Tentang Statistik (2) Changes to the Census and when it is to be conducted as referred to in section (1) will be further regulated in a government regulation. will be conducted periodically or at any time in order to obtain detailed data. and other methods in keeping with developments in science and technology. census. an organization. compilation of administrative product. d. or another part of the community but must maintain regard for the legally protected right of an individual or an institution. Compilation of administrative products will be owned by government institution but will be available for public utilization unless prevailing legislation specifies otherwise. an individual. Intercencal surveys will be carried out between censuses in order to bridge them. Banten dalam Angka 2010 lxxvii . b. Every individual will have an equal Opportunity to access the compilation of administrative product owned by a non government institution. Article 9 (1) Surveys is referred to in article 7 letter b. When collecting basic statistics referred to in section (1).UU No. the agency will obtained date by : a. (2) (3) CHAPTER IV STATISTICS COLLLECTION Part One Article 11 (1) (2) The Agency is responsible for basic statistics collection. will be collected by utilizing various documents from administrative records. survey. (2) Article 10 (1) Compilation of administrative product referred to in article 7 letter c. c.

b. to in article 13 section (1) must provide the Agency with a synopsis of the statistical activity that it as undertaken when completed. an individual. either independently or in cooperation with the agency. compilation of administrative products. c. (3) survey. the community as referred. (2) Sectoral statistics must be collected in cooperation with the agency when the statistics can only be obtained by census and need to be collected on a national scale. and other methods in keeping with developments in science and technology Article 14 (1) In order to develop a National Statistics System. b. The community may collect special statistics as referred to in section (1) by: a. When collecting sectoral statistics. and other methods in keeping with developments in science and technology. (4) Part Three Specials Statistics Article 13 (1) Specials statistics will be collected by the community whether by a non government institution. c.16 of 1997 on Statistics Part two Sectoral Statistics Article 12 (1) A government institution will collect sectoral statistics in accordance with the scope of its duties and function. (2) lxxviii Banten in Figures 2010 . Survey.Law No. or another part of the community either independently or in a cooperation with the agency. an organization. The compilation of administration products. the government institution will obtained data by: a. The results of sectoral statistics activity when carried out by a government institution on its own must be submitted to the agency.

the Agency will cooperate with government institutions and the community to standardize concepts. d. the name address of the conductor of statistics activities. (4) CHAPTER V PUBLICATION AND DISEMINATION Article 15 (1) (2) The agency may publish the statistics it has collected. f. the time taken. (3) a title.UU No. the population. (2) Banten dalam Angka 2010 lxxix . and an abstract. c. CHAPTER VI COORDINATION AND COOPERATION Article 17 (1) The coordination and cooperation the collection of statistics will be the responsibility of the Agency in consultation with government institutions and the community. g. b. e. the statistical method. or other mean deemed convenient for the conductor of the statistical activity.10 Tahun 1997 Tentang Statistik (2) The synopsis referred to in section (1) should contain: a. h. the are where statistical activities where conducted. In the frame work of achieving and developing a National Statistics System. the number of respondents. definition classifications. The obligation to provide a synopsis as referred to in section (1) does not apply to statistics which are used to fulfill internal requirement. The statistics are to be published in the official Statistics News Article 16 The agency is to disseminates the statistics it has collected. a data communication network. and measurements. The synopsis can be delivered by post. at both central and regional levels.

Article 20 In accordance with prevailing legislation. The cooperation in he collection of statistics referred to in section (1) is based on the principle that the principal conductor of the statistical activities will be the Agency. and developments in science and technology will be anticipated and applied. and/or the community and international institution. foreign countries institutions in accordance with prevailing legislation. or the Indonesian community. the conductor of statistical activities must provide equal opportunity to access available statistics. (2) CHAPTER VII RIGHT AND OBLIGATIONS Part One Conductor of Statistic Activities Article 19 The conductor of statistical activities may obtain information from respondents on the characteristics of every population which is the object of the research. government institution. government institutions. Article 21 The conductor of statistical activities must ensure the confidentiality of the information obtained from respondents. The method and scope of the coordination and cooperation in the collection of statistics between the Agency. lxxx Banten in Figures 2010 . Article 18 (4) (1) There may also be cooperation in collecting statistics between the Agency.Law No. the government institution. and the community will be further regulated by a presidential Decree.16 of 1997 on Statistics (3) The coordination and cooperation referred to in section (1) are to be conduct on the basis of partnership.

Part Three Respondents Article 26 (1) Every individual has the right of to refuse to be respondent. local customs. Every respondent may turn away any enumerator who fails to satisfy the requirements of article 25. etiquette and public order. Article 25 Every enumerator must display his or her letter of assignment and/or identification. except when the Agency is collecting basic statistics. The Agency has regional representatives vertically. Article 27 Every respondent must provide the required information when the Agency is collecting basic statistics. Article 24 Stipulation ensuring the confidentiality of the information collected referred to in article 21 also apply to enumerators. (2) CHAPTER VIII INSTITUTIONAL ISSUES Article 28 (1) The government will establish a Agency which will be under and directly responsible to the president.10 Tahun 1997 Tentang Statistik Part Two Enumerator Article 22 Every enumerator from the Agency may enter an appointed working area in order to obtain necessary information. Article 23 Every enumerator must deliver the results of the statistical activity without altering team. and must observe religious beliefs. (2) Banten dalam Angka 2010 lxxxi .UU No.

Article 30 (2) (1) A government institution may establish an organizational unit within its field of operation to collect sectoral statistics. definitions. The forum referred to in section (1) will not have a formal structure but will be independent. will be further regulated by a presidential Decree. c. experts. Article 32 The Agency should provide guidance as referred to in article 31. increasing the capabilities of the human resources used in statistics collections. organizational structure. The duties. by: a. the organizational unit referred to in section (1) must coordinate with the Agency to apply standardized concepts. (2) (3) CHAPTER IX GUIDANCE Article 31 The Agency will cooperate with government institution and the community to guide the statistics collecting body and the community. and working procedures of the organizational unit referred to in section (1) will be regulated by the relevant institution base on prevailing legislation. practitioners. b. classifications. in order to further increase the community’s contributions to. organizational structural. When collecting sectoral statistics. function. and public figure. and measurements to further develop the National Statistics System. as referred to in section (1). lxxxii Banten in Figures 2010 . and appreciation of statistic. and to support nations development.Law No. developing statistics as a science. and to support national development. to develop a National Statistic System. its member will consist of government representatives. functions.16 of 1997 on Statistics (3) Stipulations regarding the Agency’s duties. increasing mastery of science and technology which can support statistics collections. and working procedures. Article 29 (1) The government will establish a statistics community forum which will provide advice on statistics to the Agency.

classifications.UU No.000. e. Article 36 (1) any conductor of statistical activities who deliberate.000. definitions.000. CHAPTER X CRIMINAL PENALTIES/PROVISIONS Article 34 Any individual who unlawfully conducts a census in breach of article 11 section (2) letter a.000. f. Article 33 The guidance directive referred to in article 31 will be further regulated in a government regulation. fail to fulfill his or her obligation as set out in article 20.000.000. increasing the ability to use and utilize statistics to support national development. 100. and measurements in cooperation with other statistics collectors. will be subject to imprisonment for a period not exceeding two years and a fine not exceeding Rp. will be subject to imprisonment for a period not exceeding one year or a fine of up to Rp 25. and without legal justification. will be subject to imprisonment for one year or a fine not exceeding Rp 25.000.10 Tahun 1997 Tentang Statistik d. Article 37 Enumerators who deliberately violate article 24 will be subject to imprisonment for a period not exceeding one years and six month and a fine not exceeding 25. any conductor of statistical activities who deliberate violate article 21 will be subject to imprisonment for a period not exceeding five years and a fine not exceeding Rp.000 Article 35 Any individual who deliberately violates article 14 section (1). improving the dissemination of statistical information. and promoting public awareness of the significance and function of statistics. developing an information statistic system.000. creating conditions that support the necessary standardization and development of concepts. 50. (2) Banten dalam Angka 2010 lxxxiii . h.000. g.

and article 39. Article 39 Any individual who deliberately and without legal justification prevents.000.000. In order for every individual to know of this law. Article 43 This Law will taken effect on hen date in is enacted. interrupts. this Law or any subsequent legislation. 25. The criminal acts referred to in article 35 and article 36 section (1) are violation. Law Number 6 of 1960 on census as Law Number 7 of 1960 on statistics will be invalid.000.16 of 1997 on Statistics Article 38 Respondent who deliberately violate article 27 will be subject to imprisonment for a period not exceeding one year and six month and a fine not exceeding Rp. CHAPTER XII CLOSING PROVISIONS Article 42 When this Law takes effect. article 36 section (2).Law No. article 37. lxxxiv Banten in Figures 2010 . this legislation must be published in this state gazette of the Republic of Indonesia.000. 100. Article 40 (1) The criminal acts referred to in article 34. (2) CHAPTER XI TRANSITIONAL PROVISION Article 41 All regulations which implement Law Number 6 of 1960 on censuses and Law Number 7 on Statistics remain effective period they do not conflict with. article 38. are crimes. or causes the conductor of statistical activities to fail to collect basic or sectoral statistics will be subject to imprisonment for a period not exceeding Rp. or have not been repealed by.

STATISTIC OF INDONESIA Head of the Bureau of Personnel and Organization. BPS . 1997 The President of Republic of Indonesia Signed SOEHARTO Promulgated in Jakarta On May 19. Nahattands Pietojo. 1997 THE MINISTER / STATE SECRETARY OF THE REPUBLIC OF INDONESIA Signed MOERDIONO STATE GAZATTE OF THE REPUBLIC OF INDONESIA OF 1997 NUMBER 39 Copy of original text Copy of original text SECRETARY OF THE CABINET OF THE REPUBLIC OF INDONESIA Head of the Bureau of Law and Regulations. MSA Banten dalam Angka 2010 lxxxv . signed signed Lambock V.10 Tahun 1997 Tentang Statistik Ratified in Jakarta on May 19.UU No.

.

80 15.INDIKATOR KUNCI Indikator Kunci.86 97. 2008 .88 63.47 97.09 4 910 951.78 1. 2008 .63 6 971.23 6 436 273.25 5.2009 Key Indicators.12 4.44 1.77 12 756 194 2 253 982.37 5 806.31 133 048 007.50 1 661 168.33 5 523.90 64.69 13 600 226 2 420 828.71 2 351 380.2009 Uraian Description (1) SOSIAL / SOCIAL Penduduk / Population Laju Pertumbuhan Penduduk / Population Growt Rate Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Labor Force Participaton Rate (LFPR) Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Open Unemployment Rate (OUR) EKONOMI / ECONOMIC Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Harga Berlaku / Gross Domestic Regional Bruto (GRDP)At Current Price Laju Pertumbuhan Ekonomi / Economic Growth Rate PDRB Per Kapita Harga Berlaku Per Capita GRDP at Current Price Realisasi Belanja Daerah / Actual Local Government Expenditures Realisasi Pendapatan Daerah Actual Local Government Receipt Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD)/ Actual Local Government Original Receipt Ekspor / Export Impor/ Import Investasi (PMA+PMDN) *) Investment (FDI+DDI) *) Posisi Dana Perbankan Outstanding Bank Funds Posisi Pinjaman Perbankan Outstanding Bank Loans Inflasi / Inflation Nilai Tukar Petani (NTP) Farmers’ Term of Trade Catatan / Note : *) 1 US$ = 9.91 7 178.97 Juta rupiah / miilion rupiahs persen / percent rupiah / rupiahs Juta rupiah / miilion rupiahs Juta rupiah / miilion rupiahs Juta rupiah / miilion rupiahs Juta US$ / miilion US$ Juta US$ / miilion US$ Juta rupiah / miilion rupiahs Juta rupiah / miilion rupiahs Juta rupiah / miilion rupiahs persen / percent satuan/ unit 122 490 654.81 43 194 467 58 017 506 2.74 1 687 721.000 IDR Satuan Unit (2) ribu / thousand persen / percent persen / percent persen / percent 2008 (3) 9 602.75 Banten dalam Angka 2010 1 .18 2009 (4) 9 782.96 36 231 967 57 996 147 11.74 14.80 2 436 066.

.

1 KONDISI GEOGRAFIS Geographical Condition .

.

Geographically. and west of the Sunda Strait. Tangerang Regency was expanded into Tangerang Regency and Tangerang Selatan Municipality. or about 0. Sehingga.. Wilayahnya.BAB I KONDISI GEOGRAFIS Kondisi Geografis Provinsi Banten adalah salah satu daerah pemekaran yang dulu termasuk dalam wilayah Karesidenan Banten Provinsi Jawa Barat dan terbentuk melalui Undang-undang No. Tangerang. Pada awalnya. Thus. In the begining. Laut Jawa di sebelah utara. Secara geografis.662. Samudra Hindia di sebelah selatan. Serang Municipality was split from Serang Regency. Provinsi Banten terdiri dari empat kabupaten yaitu Kabupaten Pandeglang. Lebak. Serang and two municipalities namely Tangerang and Cilegon.51 persen dari luas wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. berbatasan langsung dengan Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat di sebelah timur. Furthermore. the Indian Ocean in the south. 23/2000. Banten Province currently consists of four regencies and four municipalities. Kabupaten Tangerang dimekarkan menjadi Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Thus.92 km2.92 km2 atau sekitar 0. Kabupaten Serang menjadi Kabupaten Serang dan Kota Serang. Geographical Condition Banten Province is one of expansion area that used to be included in the residence area of Banten – Jawa Barat and established by Law No. Dalam perkembangannya terjadi pemekaran wilayah. Provinsi Banten terletak di ujung barat Pulau Jawa dan berjarak sekitar 90 km dari DKI Jakarta serta memiliki luas sebesar 9. Tangerang Municipality and Tangerang Selatan Municipality has become the hinterland of DKI Jakarta Province. Provinsi Banten saat ini terdiri dari empat kabupaten dan empat kota. Tangerang. Lebak. dan Selat Sunda di sebelah barat. Selanjutnya.662. Dengan demikian. dan Kota Tangerang Selatan menjadi hinterland bagi Provinsi DKI Jakarta. the Java Sea to the north. Banten Province is located at the western tip of Java island and is about 90 km from DKI Jakarta and has a total area is 9. Banten Province consists of four regencies namely Pandeglang. Sebagian wilayahnya pun yaitu Kabupaten Tangerang. Banten dalam Angka 2010 5 . Banten Province has a strategic position as a connecting land between Java and Sumatra Island. Part of Banten territory was the regency of Tangerang. Until now. Serang dan dua kota yaitu Kota Tangerang dan Kota Cilegon.51 percent of the total area of State Unitary of Republic of Indonesia. Its Area directly adjacent to the Province of DKI Jakarta and Jawa Barat in the east. Kota Tangerang. 23 Tahun 2000. Provinsi Banten mempunyai posisi yang strategis yaitu sebagai jalur penghubung darat antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatera.

b. North Coast environment that is technically irrigated rice ecosystems and semi-technical. but to save natural resources. Banten Bagian Barat (Saketi. 6 Banten in Figures 2010 . e. The Ecosystem of Banten Province basically consists of : a. Banten Province is located at 507’50” .701’1” south latitude and 10501’11” . Bayah form the mountains are relatively difficult to access. kawasan pemukiman dan industri. Daerah Aliran Sungai atau DAS Cidano dan lereng kompleks Gunung Karang – Aseupan dan Pulosari sampai Pantai DAS Ciliman – Pandeglang dan Serang bagian Barat) yang kaya akan potensi air. some form of rural settlements. Ujungkulon as a National Park Conservation of Javan Rhino (Rhinoceros Sondaicus). c.GEOGRAPHICAL CONDITION CHAPTER I Secara astronomis. Bayah berupa pegunungan yang relatif sulit untuk di akses. Leuwidamar. Regions Banten Central Section in the form of irrigation is limited and mixed garden. c. merupakan kawasan pertanian yang masih perlu ditingkatkan (intensifikasi) e. Ekosistem wilayah Provinsi Banten pada dasarnya terdiri dari : a. mempunyai ketersediaan air yang cukup dan dengan kuantitas yang stabil. Leuwidamar. d. which is rich in water potential.10607’12” east longitude. sebagian berupa pemukiman pedesaan. d. b. Western Bantam (Saketi. industrial and residential areas. Ujung kulon sebagai Taman Nasional Konservasi Badak Jawa (Rhinoceros Sondaicus). Banten area around Mount MistKendeng until Malingping. watershed or river basin and slope complex Cidano Mount Reef Aseupan and Coastal Watershed pulosari until Ciliman Pandeglang and Serang West section). an agricultural area that still needs to be improved (intensification). Lingkungan Pantai Utara yang merupakan ekosistem sawah irigasi teknis dan setengah teknis. have adequate water availability and the quantity is stable. Kawasan Banten sekitar Gunung Halimun-Kendeng hingga Malingping. wilayah Provinsi Banten terletak pada 507’50” 701’1” Lintang Selatan dan 10501’11” 10607’12” Bujur Timur. Astronomically. namun menyimpan potensi sumber daya alam. Kawasan Banten Bagian Tengah berupa irigasi terbatas dan kebun campur.

dengan sungai yang paling terkenal adalah Sungai Ciujung yang luas daerah pengaliran sungainya lebih dari seribu kilometer persegi. Banten dalam Angka 2010 7 . hutan rakyat yang tidak terlalu produktif. DAS Cibaliung .BAB I KONDISI GEOGRAFIS f. scattered in Banten Province and its territory. Surrounding the form of undulating hills with mixed hue and Talun garden environment. DAS Cibaliung .Malingping. Sekelilingnya berupa bukit-bukit bergelombang dengan rona lingkungan kebun campur dan talun. Banyaknya pulau-pulau yang berpotensi bagi masyarakat Banten sekitar 55 pulau. While the rivers that pass through the area of Banten Province amounted to 91 rivers. f. yang tersebar di wilayah Provinsi Banten maupun di perbatasannya. Sedangkan sungai-sungai yang melewati wilayah Provinsi Banten berjumlah 91 sungai. a water-rich basin but has not been used effectively and productively.Malingping. merupakan cekungan yang kaya air tetapi belum dimanfaatkan secara efektif dan produktif. There are about 55 potential islands for the community of Banten. forests are less productive. Ciujung River is the most famous river with drainage area tributaries more than one thousand square kilometers.

46% Kota Tangerang 1.59% Kab.76% Kota Tangsel 1.82% Kab.1 Persentase Luas Daerah Kabupaten/Kota Figure di Provinsi Banten. berdasarkan Peraturan Mendagri No. 2008 and Directorate General Authority – Ministry of Home Affairs.47% Kab.6 / 2008.95% Kota Cilegon 1. 2009 CHAPTER I Kab. May 2010 8 Banten in Figures 2010 .43% Kota Serang 2. Serang 17. January 31.GEOGRAPHICAL CONDITION Grafik 1. Tangerang 10. Mei 2010 BPS Statistics of Banten Province. Lebak 35. 2009 Percentage Area of Regencies/Municipalities in Banten Province.52% Sumber / Source : BPS Provinsi Banten. based on Home affairs Ministerial Regulation No.6 Tahun 2008 tanggal 31 Januari 2008 dan Ditjen PUM Kementerian Dalam Negeri. Pandeglang 28.

Serang 8.82 2.93 175.00 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note : r) Revisi berdasarkan / Revised based on : . Pandeglang 2.Ministry of Home Affairs. Tangerang 6.95 Tangerang Purwakarta Serang Pamulang 153.56 1 011. Tangerang Selatan Ibukota Capital City (2) Luas (km²) Area (sq.1 Table Luas Daerah Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten. Januari 31. 2008 .Peraturan Mendagri Nomor 6 Tahun 2008 tanggal 31 Januari 2008 Home Affairs Ministerial Regulation No.50 266.Ditjen PUM Kementerian Dalam Negeri.52 Provinsi Banten Kota Serang 9 662.43 35. 6/2008.BAB I KONDISI GEOGRAFIS Tabel 1.59 1.71 147.89 3 426.km) (3) Persentase Terhadap Luas Provinsi Banten Percentage to Banten Province (4) Pandeglang Rangkasbitung Tigaraksa Ciruas 2 746.47 17. Lebak 3.28 28. Tangerang 4. Cilegon 7. Mei 2010 Directorate General of Regional Authority .19 1.86 1 734. Serang Kota / Municipality 5. 2009 Total Area by Regency/Municipality in Banten Province. May 2010 Banten dalam Angka 2010 9 .46 10.76 1. 2009 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1.92 r) 100.

GEOGRAPHICAL CONDITION CHAPTER I Tabel Table 1.2 Jarak Antar Kota di Provinsi Banten dan Sekitarnya (km) Distance among Selected Cities in Banten Province and Nearby (km) Rangkasbitung Pandeglang Tangerang Pamulang Tigaraksa Kota City (1) Jakarta Pandeglang Rangkasbitung Tigaraksa Pamulang Tangerang Ciruas Serang Cilegon Bekasi Bandung (2) 111 131 57 20 25 81 90 110 29 187 (3) 111 20 54 114 86 30 21 41 140 298 (4) 131 20 74 134 106 50 41 61 160 227 (5) 57 25 74 60 32 24 33 51 86 244 (6) 20 114 134 60 28 64 73 113 46 184 (7) 25 86 106 32 28 56 65 85 54 212 (8) 81 30 50 24 64 56 9 29 110 268 (9) 90 21 41 33 73 65 9 20 119 277 (10) 110 41 61 51 113 85 29 20 139 297 (11) 29 140 160 86 46 54 110 119 139 154 (12) 187 298 227 244 184 212 268 277 297 154 - Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province 10 Banten in Figures 2010 Bandung Cilegon Jakarta Serang Bekasi Ciruas .

Cilegon 7.06º12'00" .06º21'00" 106º20'00" .06º13'00" 05º52'24" .106º05'11" 106º03'00" . Lebak 3.106º11'00" 106º00'00" .06º20'00" 05º50' 00" .BAB I KONDISI GEOGRAFIS Tabel 1.106º07'12" Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note : 1) Termasuk Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality Banten dalam Angka 2010 11 .106º16'00" .. Serang 8. Tangerang 6. 105º01'11".07º10'00" 05º00' 00" .07º01'01" 106º36'00" ... 05º07'50".10º00'00" 06º00' 00" .106º22’00" 06º06'00" .06º20'00" 105º48'00" . Serang Kota / Municipality 5.. Tangerang 1) 4. Pandeglang 2.3 Table Letak Astronomis Wilayah Provinsi Banten Menurut Kabupaten/Kota Astronomical Position of Banten Province by Regency/Municipality Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Tangerang Selatan Provinsi Banten Letak Lintang Selatan / Location Of South Latitude (2) Letak Bujur Timur / Location of East Longitude (3) 06º21' 00" .06º04'07" 06º01'00" .106º43’00" 105º00'00" .103º42'00" 105º54'05" .

4 Table Pulau-pulau yang Berpotensi bagi Provinsi Banten Menurut Kabupaten/Kota Potential Islands for Banten Province by Regency/Municipality Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) 01. Panaitan 12. Sumur 5. Bidadari 8. Untung Jawa 7. Liwungan 3. Deli 13.GEOGRAPHICAL CONDITION CHAPTER I Tabel 1. Cipir/Kayangan 10. Badul 1. Kelor 9. Omang 6. Rambut 6. Handeuleum 10. Mangir 7. Payung Besar 11. Tinjil 14. Oar 4. Bokor 5. Popole 2. Boboko 9. Kabupaten Lebak 12 Banten in Figures 2010 . Lancang Kecil 4. Tidung Besar Luas / Area (ha) (3) 1 200 5 000 1 100 1 500 1 000 1 500 900 900 6 000 50 000 107 000 95 000 59 000 1 500 106 000 2 137 000 1 103 000 732 000 1 527 000 2 062 000 603 000 193 000 123 000 1 342 000 178 000 4 892 000 Keterangan *) Notes *) (4) Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Hutan Lindung Hutan Lindung Hutan Lindung Hutan Lindung Hutan Lindung Penangkar Kera Penangkar Kera Penangkar Kera Berpenghuni Berpenghuni Berpenghuni Cagar Alam Cagar Alam Berpenghuni Berpenghuni Tidak Berpenghuni Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Berpenghuni 03. Lancang Besar 3. Payung Kecil 12. Pamagangan 8. Peucang 11. Kabupaten Pandeglang Nama Pulau Name of Islands (2) 1. Laki 2.

Cikantung 7. Tidung Kecil 14. Pamujan Kecil 16. Sangiang 2. Pamujan Besar 15. Satu/Tanjung Batu 14. Aer Besar 15. Burung 21. Kubur 10. Dua/Burung 13. Pari 18. Tukis 19. Kabupaten Tangerang Nama Pulau Name of Islands (2) 13. Kabupaten Serang Banten dalam Angka 2010 13 . Tarahan 5. Panjang 8. Kongsi 20. Lima 11.BAB I KONDISI GEOGRAFIS Lanjutan Tabel / Continued Table 1. Kamanisan 6. Gedang/Pisang 12.4 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) 03. Kapal 16. Semut 9. Tengah 1. Gosong Lancang 17. Kali 4. Salira 3. Tunda/Babi Luas / Area (ha) (3) 1 740 000 650 000 713 000 412 000 2 231 000 186 000 257 000 218 000 496 000 84 550 188 650 1 188 750 125 50 200 188 438 350 156 938 250 1 500 063 25 750 Keterangan Notes (4) Tidak Berpenghuni Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Berpenghuni 04.

Pulorida Luas / Area (ha) (3) 1 000 200 200 Keterangan Notes (4) Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Tidak Berpenghuni Sumber / Source : Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten Office of Marine and Fishery Service of Banten Province Catatan / Note : *) Tidak Berpenghuni / Uninhabited Berpenghuni / Inhabited Cagar Alam / Conservation Area Hutan Lindung / Proctected Forest Penangkar Kera / Mongkey Breeder 14 Banten in Figures 2010 .GEOGRAPHICAL CONDITION CHAPTER I Lanjutan Tabel / Continued Table 1. Merak Besar 2. Merak Kecil 3.4 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) 72. Kota Cilegon Nama Pulau Name of Islands (2) 1.

BAB I KONDISI GEOGRAFIS Tabel 1.Cimoyang 18.Ciasata Panjang Length (km) (3) 4 5 3 3 10 10 5 10 12 18 14 6 14 9 6 4 3 3 3 4 4 15 17 9 4 4 10 8 15 Lokasi Location (4) Pandeglang Pandeglang Cadasari Cadasari Banjar Banjar Banjar Banjar Cimanuk Cimanuk Cimanuk Cipeucang Mandalawangi Saketi Saketi Saketi Saketi Saketi Saketi Saketi Saketi Bojong Bojong Bojong Bojong Bojong Menes Menes Menes Banten dalam Angka 2010 15 .Cilemer 14.Cibama Hulu 26.Cikoleang 12.Cibali 08.Cipurang 27.Cilancar 11. Kabupaten Pandeglang Nama Sungai Name of Rivers (2) 01.Cikarungkang 15.Cinunggal 07.Cilemer 24.5 Table Nama-nama Sungai di Provinsi Banten Menurut Kabupaten/Kota Name of Rivers in Banten Province by Regency/Municipality Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) 01.Cihaseum 05.Cisuwuk 29.Cisata 16.Cisangu 04.Cikembang 21.Cilemer 10.Cimanunjang 20.Cijebuh 09.Cipanas 06.Ciwates 22.Ciandur 19.Cikadueun 23.Cijakan 25.Cimasayang 03.Cikadueun 13.Cigondang 28.Cikadueun 17.Cikupa 02.

Ciletik 54.Cikadueun 36.Cisitugunung 46. Kabupaten Pandeglang Nama Sungai Name of Rivers (2) 30.Cikuncil 32.Cikadubuluh 50.Cibama Hulu 39.Ciwates 48.Cilemer 37.Cilurah Panjang Length (km) (3) 5 5 9 12 15 15 17 9 4 4 10 8 15 5 5 9 12 15 9 20 18 18 25 15 6 2 3 7 7 Lokasi Location (4) Menes Menes Menes Menes Jiput Bojong Bojong Bojong Bojong Bojong Menes Menes Menes Menes Menes Menes Menes Jiput Jiput Jiput Jiput Jiput Jiput Jiput Labuan Labuan Labuan Labuan Labuan 16 Banten in Figures 2010 .Cisitugunung 33.Cikembang 31.Ciatuy 49.Cijakan 38.GEOGRAPHICAL CONDITION CHAPTER I Lanjutan Tabel / Continued Table 1.Cigondang 41.Ciasata 43.Cikembang 44.Ciwates 35.Cibama 53.Cibama 34.Cimala 52.Cibama 47.Citajur 58.Cicarita 55.Cikuncil 45.Cisuwuk 42.Cipurang 40.Cipunten Agung 51.5 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) 01.Cikoreng 57.Cibeureum 56.

Cikeruh 65.Cibaliung 67.Cinimbang 74.Cijengkol 72.Cikeusik 68.Cisolodeungeun 63.Cijalarang 69.BAB I KONDISI GEOGRAFIS Lanjutan Tabel / Continued Table 1.Cisurineun 62.Cicibaliung 73.Cicorogol 75.Ciliman Panjang Length (km) (3) 10 25 20 13 14 10 8 12 13 8 15 12 3 6 6 4 4 5 20 Lokasi Location (4) Pagelaran Pagelaran Pagelaran Cigelis Cigelis Cigelis Cigelis Cibaliung Cikeusik Cimanggu Cimanggu Cibaliung Cibaliung Cibaliung Cibaliung Cibaliung Cibaliung Cibaliung Munjul Banten dalam Angka 2010 17 . Kabupaten Pandeglang Nama Sungai Name of Rivers (2) 60.Cihandoyan 70.Cilamis 66.Ciletuk 77.5 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) 01.Cibungur 61.Cikoleang 76.Ciseukeut 64.Cihonje 71.Ciliman 62.

Cidurian Panjang Length (km) (3) 42 10 30 10 45 20 55 15 40 10 10 41 8 20 15 38 35 15 10 58 10 10 50 30 25 25 15 15 25 Lokasi Location (4) Bayah Bayah Bayah Bayah Bayah Bayah Panggarangan Panggarangan Panggarangan Panggarangan Panggarangan Panggarangan Panggarangan Malingping Malingping Malingping Malingping Banjarsari Banjarsari Rangkasbitung Cipanas Cipanas Cipanas Leuwidamar Leuwidamar Muncang Maja Maja Maja 18 Banten in Figures 2010 .Cimancak 09.Cipeucangpari 16.Cimandiri 12.Cimandur 08.Cibareno 02.Ciliman 18.Ciujung 21.Cidikit Leutik 07.Ciberang 24.Cimasuk 14.GEOGRAPHICAL CONDITION CHAPTER I Lanjutan Tabel / Continued Table 1. Kabupaten Lebak Nama Sungai Name of Rivers (2) 01.Cidikit 06.Cisiih Leutik 11.Cilaki 26.Cilemer 19.Cimaur 23.Sawarna 04.Cimalur 20.Cimangeunteung 22.Cicinta 28.Cisimeut 25.Cisiih 10.Cikidang 03.Cibinuangeun 17.5 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) 02.Cihara 13.Ciminyak 27.Cibeureum 29.Cimanumbulan 05.Cilangkahan 15.

Curug 01.0 20.Cibanten 07.3 Lokasi Location (4) Legok.Cibango 01.0 40. Kota Tangerang Sumber / Source : Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten Office of Marine and Fishery Service of Banten Province Banten dalam Angka 2010 19 .Teneng 02.0 44.0 25. Kabupaten Serang Nama Sungai Name of Rivers (2) 01.Dahu 09.Ciwaka 06.Cisangu 08.0 48.Cisadane Panjang Length (km) (3) 314.0 100.0 Anyar Padarincang Pamarayan Pontang Baros Ciomas Cikeusal Cikeusal Petir Tangerang. Neglasari 71.5 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) 03.BAB I KONDISI GEOGRAFIS Lanjutan Tabel / Continued Table 1. Kabupaten Tangerang 04.Kalimati 05.0 39.0 25.Cisadane 58. Karawaci.Cisaat 03.0 24.Ciujung 04.

.

2 KEADAAN IKLIM Climate Condition .

.

then the phase is considered as the dry season. 3. Zona Musim (ZOM) adalah suatu daerah yang mempunyai perbedaan musim yang jelas yaitu terjadi musim hujan dan musim kemarau. Dengan demikian. 2. Luas suatu wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas suatu wilayah administrasi pemerintahan. while climate is the long-term weather statistics. one area of ZOM consists of several regency/city. Musim hujan ditandai dengan curah hujan yang terjadi dalam satu dasarian (rentang waktu selama sepuluh hari) sebesar 50 mm atau lebih yang diikuti oleh dasarian berikutnya. and the opposite. Rotasi bumi menyebabkan tiap tempat mengalami perubahan cuaca dengan pola siklus diurnal. or in a month occurred more than 150 mm. Cuaca merupakan kondisi sesaat dari fisika atmosfer sedangkan iklim adalah statistik cuaca jangka panjang. Banten dalam Angka 2010 23 . That means that if rainfall occurred less than the criteria above. jangka waktu 24 jam. satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten/kota. Iklim terbentuk melalui proses integrasi berbagai unsur fisika yang di sebut sebagai unsur-unsur iklim (climatic elements). maka fase tersebut dianggap sebagai musim kemarau. Earth's rotation causes each place with changing weather patterns diurnal cycle. This process resulted in each revolution of the earth where the weather is also changing on a regular basis with the pattern of inter-month and seasonal patterns within a year. one regency/city can be composed of several ZOM. Proses revolusi bumi mengakibatkan tiap tempat juga mengalami perubahan cuaca secara teratur dengan pola antar bulan dan pola musim dalam jangka waktu setahun. a period of 24 hours. 1.BAB II KEADAAN IKLIM Penjelasan Teknis 1. Climate formed through the integration of the various elements of physics referred to as the climatic elements. Thus. Season Zone (ZOM) is an area that has a clear seasonal difference that occurred in wet season and dry season. jika curah hujan yang terjadi kurang dari kriteria di atas. atau dalam satu bulan terjadi lebih dari 150 mm. Berarti. 2. The Area of ZOM does not always equal to the area of government administration. Technical Notes 1. 4. followed by the next dasarian. Weather is the instantaneous condition of the physics of the atmosphere. The rainy season is marked by rainfall occurred in one dasarian (period of time for ten days) of 50 mm or more. dan sebaliknya satu wilayah kabupaten/kota bisa terdiri dari beberapa ZOM. 4. 3.

Drought itself is a state where rainfall is lower than normal. does not sink in. Light Rainfall : if the value of rainfall of less than 13 mm/hr b. Curah hujan 1 (satu) milimeter. dan tidak mengalir dalam satuan milimeter (mm). Musim kemarau di suatu tempat sering diidentikkan dengan kejadian kekeringan. Generally it has units of mm / hour. The intensity of rain is divided into 3 (three) categories. Curah hujan merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar. which means that in the area of one square meter on a flat one-millimeter-high water collected or recovered as much as one liter of water. Intensitas hujan merupakan besarnya hujan harian yang terjadi pada suatu waktu. artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu milimeter atau tertampung air sebanyak satu liter. The intensity of rain is the amount of daily rainfall that occurred at a time. tidak menguap. Medium Rainfall : if the value of rainfall between 13-38 mm/hr c. namely : a. Lebat : jika nilai curah hujan lebih dari 38 mm/jam 5. Umumnya memiliki satuan mm/jam.CLIMATE CONDITION CHAPTER II 5. do not evaporate. Sedang : jika nilai curah hujan antara 13 – 38 mm/jam c. Heavy Rainfall : if the value of rainfall of more than 38 m/hr 24 Banten in Figures 2010 . and does not flow in units of millimeters (mm). Enteng (tipis) : jika nilai curah hujan kurang dari 13 mm/jam b. 7. Rainfall is the height of rain water collected in a flat place. Rainfall 1 (one) of a millimeter. Intensitas hujan dibagi menjadi 3 (tiga) katagori. Kekeringan sendiri merupakan suatu keadaan dimana curah hujan yang terjadi lebih rendah dari normalnya. The dry season in a place often associated with drought events. yaitu : a. 7. 6. 6. tidak meresap.

dengan suhu udara maksimun dan minimum masing-masing sebesar 32. Indian Ocean south of India) that joined the winds from Asia through South China Sea.50C. Samudra Hindia sebelah selatan India) yang bergabung dengan angin dari Asia yang melewati Laut Cina Selatan.8 Celcius occurred in September and amounted to 22.70C yang terjadi pada bulan Juni dan September.80C terjadi di bulan September dan sebesar 22. particularly in the north coast.1 Celcius. cuaca didominasi oleh angin timur yang menyebabkan wilayah Banten mengalami kekeringan yang keras terutama di wilayah bagian pantai utara. weather is dominated by the east wind that caused Banten region experienced harsh drought. where the maximum and minimum air temperature occurred in September. yaitu masing-masing sebesar 34. Saat musim penghujan (November .00C dan 22. Pada musim kemarau (Juni–Agustus). dimana suhu udara maksimum dan minimum terjadi pada bulan September. It means that in 2009 the air temperature is relatively warmer and with higher volatility levels compared to 2008. In rainy season (November to March).20C.7 Celcius occurred in June and September. the weather is dominated by the west wind (from Sumatra. Pada tahun 2009. which is respectively 34. Climate Condition Banten climate is strongly influenced by the Monson wind and El Nino.BAB II KEADAAN IKLIM 2.Maret ). While in 2008. Berarti. the monthly average of air temperature is 31. with maximum and minimum air temperatures respectively at 32. Sedangkan untuk tahun 2008. In dry season (June-August). Kondisi Iklim Iklim wilayah Banten sangat dipengaruhi oleh Angin Monson dan Gelombang El Nino. especially when El Nino occured.10C.0 Celcius and 22. suhu udara rata-rata bulanan sebesar 31. suhu udara pada tahun 2009 relatif lebih hangat dan dengan tingkat volatilitas yang lebih tinggi pula bila dibandingkan dengan tahun 2008. 2.2 Celcius. the monthly average of air temperature is 32. In 2009. terlebih lagi bila berlangsung El Nino. Banten dalam Angka 2010 25 . cuaca didominasi oleh angin barat (dari Sumatera. suhu udara ratarata bulanan sebesar 32.5 Celcius.

whereas in the period of January to March rainfall is relatively high. hujan berkategori sedang juga terjadi pada Januari dan November tahun 2009 dan pada bulan Januari tahun 2008. 26 Banten in Figures 2010 . dan terendah pada bulan Agustus hanya sebesar 2 mm. lower than the previous year which is amounted to 123 mm. rata-rata intensitas hujan pada tahun 2009 dan 2008 ini termasuk dalam kategori hujan enteng. tidak ada perbedaan siklus hujan antara tahun 2009 dengan 2008. sedikit lebih banyak bila dibandingkan dengan tahun 2008 yang sebanyak 167 hari. in 2008 and 2009 the average of rainfall occurred in 14 days in a month or about two days to rain. However.CLIMATE CONDITION CHAPTER II Curah hujan tertinggi pada tahun 2009 terjadi di bulan Januari (339 mm). the number of rainy days in 2009 are 170 days. The highest rainfall in 2009 occurred in January (339 mm). lebih rendah bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar 123 mm. Rata-rata curah hujan bulanan pada Tahun 2009 sebesar 116 mm. Meskipun demikian. Sementara itu. dimana pada periode Januari-Maret curah hujan relatif tinggi. However. more slightly compared to 2008 that are 167 days. there is no difference of rain cycle between 2008 and 2009. kemudian mulai menurun di bulan April dan mulai naik kembali sekitar bulan Oktober. The average of monthly rainfall in 2009 amounted to 116 mm. and the lowest rainfall is in August amounted to 2 mm only. medium rainfall also occurred in January and November of 2009 and in January of 2008. Meanwhile. Sedangkan. pada tahun 2009 dan 2008 hujan turun rata-rata selama 14 hari dalam sebulan atau sekitar dua hari sekali turun hujan. the average of rainfall in 2009 and 2008 is in the category of light rain. then began declining in April and started up again around October. Meskipun demikian. jumlah hari hujan pada tahun 2009 sebanyak 170 hari. Nevertheless. Meanwhile. Meskipun demikian.

1 Curah Hujan dan Hari Hujan Bulanan di Provinsi Banten.BAB II KEADAAN IKLIM Grafik 2. 2009 Temperature Range and Average Temperatures in Banten Province (oC). Climatology and Geophysical Agency – Serang Meteorological Station Class III Banten dalam Angka 2010 27 . Klimatologi dan Geofisika (BMKG) – Stasiun Meteorologi Kelas III Serang Meteorology. Climatology and Geophysical Agency – Serang Meteorological Station Class III Grafik 2. 2009 mm 400 350 300 250 200 150 100 50 0 Jan Feb Mar Apr Mei Juni Juli Agust Sep Okt Nov Des 29 3 2 17 20 131 113 102 45 339 306 279 hari / days 30 25 20 15 10 5 0 Hari Hujan / Rainy Days (hari/days) Curah Hujan / Rainfalls (mm) Sumber / Source : Badan Meteorologi. Klimatologi dan Geofisika (BMKG) – Stasiun Meteorologi Kelas III Serang Meteorology. 2009 36 34 32 30 28 26 24 22 20 Jan Feb Mar Apr Mei Juni Juli Agust Sep Okt Nov Des Rata-rata (Average) Sumber / Source : Badan Meteorologi. 2009 Figure Rainfall and Rainy Days by Month in Banten Province.2 Rentang Suhu Udara dan Suhu Udara Rata-rata Figure di Provinsi Banten (oC).

Climatology and Geophysical Agency – Serang Meteorological Station Class III 28 Banten in Figures 2010 . Sebagian besar Lebak (ZOM 29) b.Mar III 25 12 2 006 – 2 713 918 – 1 242 Sumber / Source : Badan Meteorologi. Sebagian Lebak bagian barat (ZOM 29) Kota Cilegon (ZOM 28) Kabupaten Tangerang (ZOM 30) Panjang Normal Musim Hujan (Dasarian) Normal Length of Rainy Season (Ten days period) (4) Normal Curah Hujan Normal Rainfall (mm) (5) Okt I . Serang Utara (ZOM 30) Kabupaten Pandeglang a. Serang Selatan (ZOM 28) b.Jun I Okt I .Mei III Okt I . 4. (2) Kabupaten Serang a.Jun I Okt I .CLIMATE CONDITION CHAPTER II Tabel Table 2. Nama Daerah Name of Region Periode Normal Musim Hujan Normal Period of Rainy Season (3) (1) 1.Mar III 25 12 2 006 – 2 713 918 – 1 242 2.Jun I Okt I .Jun I Des I .Jun I 25 25 25 25 25 2 486 – 3 363 2 006 – 2 713 2 101 – 2 842 2 101 – 2 842 2 101 – 2 842 3. Sep III . Sebagian Pandeglang bagian Utara (ZOM 28) Kabupaten Lebak a.Jun I Des I . Sebagian besar Pandeglang (ZOM 27) b.1 Pembagian Wilayah Zona Musim (ZOM) di Provinsi Banten Zone Division Season in Banten Province No. Klimatologi dan Geofisika (BMKG) – Stasiun Meteorologi Kelas III Serang Meteorology. Okt I . 5. Sebagian Lebak bagian utara (ZOM 29) c.

Rata-rata dan Minimum di Provinsi Banten.2 32.1 27.1 23.8 23.2 Suhu Udara Maksimum.3 22.1 27.9 28.0 32. 2009 Maximum.1 27.6 23.0 32.4 23.6 Sumber / Source : Badan Meteorologi.BAB II KEADAAN IKLIM Tabel Table 2. Average.2 26.7 31.3 27.8 22.8 23.0 33.1 Rata-rata Average (4) 26. Klimatologi dan Geofisika (BMKG) – Stasiun Meteorologi Kelas III Serang Meteorology.3 23.3 32.6 32.3 26.4 26. 2009 Bulan Month (1) Januari / January Februari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October November / November Desember / December Rata-rata / Average 2008 Suhu / Temperature (0Celcius) Maksimum Maximum (2) 30.8 34.6 32.5 23.9 31.9 27.4 23.6 23.1 26.2 30.1 27.2 31. Climatology and Geophysical Agency – Serang Meteorological Station Class III Banten dalam Angka 2010 29 .4 22.9 23.2 27.9 27.8 32. and Minimum Temperature in Banten Province.5 Minimum Minimum (3) 23.

Climatology and Geophysical Agency – Serang Meteorological Station Class III 30 Banten in Figures 2010 . Hari Hujan dan Kelembaban Relatif di Provinsi Banten.CLIMATE CONDITION CHAPTER II Tabel Table 2. Klimatologi dan Geofisika (BMKG) – Stasiun Meteorologi Kelas III Serang Meteorology. 2009 Bulan Month (1) Januari / January Februari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October November / November Desember / December Jumlah / Total Rata-rata / Average 2008 Jumlah / Total Rata-Rata / Average Curah Hujan Rainfalls (mm) (2) 339 306 131 113 102 29 3 2 17 20 279 45 1 386 116 Hari Hujan (hari) Rainy Days (days) (3) 24 26 18 17 13 13 4 2 2 10 22 19 170 14 Kelembaban Relatif Relative Humadity (%) (4) 85 86 84 84 84 82 77 78 74 76 83 82 975 81 1 476 123 167 14 1 016 84 Sumber / Source : Badan Meteorologi. Rainy Days. 2009 Rainfall. and Relative Humidity by Month in Banten Province.3 Curah Hujan.

0 2.0 15. BL = Barat Laut / Northwest .0 3.0 16.0 16.0 2.0 15.0 14.0 2.0 Arah Direction (5) B BL B B TG B T U T U TL B B B (1) Januari / January Februari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October November / November Desember / December Rata-rata / Average 2008 (2) 3.0 14.0 14. Climatology and Geophysical Agency – Serang Meteorological Station Class III Catatan / Note : Arah / Direction : U = Utara / North .0 3.4 Arah dan Kecepatan Angin Menurut Bulan di Provinsi Banten.0 14.0 3.0 1.0 14. 2009 Velocity and Direction of Wind by Month in Banten Province.0 2.0 10. TG = Tenggara / Southeast Banten dalam Angka 2010 31 . 2009 Bulan Month Kecepatan Angin Rata-rata Average Speed of Wind Velocity Nilai / Value (knot) Arah Terbanyak Majority Direction (3) B B B U U TL TL U U U B B U/B B / TL Kecepatan Angin Terbesar Biggest Speed of Wind Velocity Nilai / Value (knot) (4) 14.0 12.0 2. TL = Timur Laut / Northeast .0 14.BAB II KEADAAN IKLIM Tabel Table 2.3 Sumber / Source : Badan Meteorologi.0 14. B = Barat / West . T = Timur / East . Klimatologi dan Geofisika (BMKG) – Stasiun Meteorologi Kelas III Serang Meteorology.3 2.0 2.0 2.0 2.

3
PEMERINTAHAN
Government

BAB III

PEMERINTAHAN

Penjelasan Teknis Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah : 1. Pemerintahan daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintah daerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 2. Pemerintah daerah adalah Gubernur, Bupati, atau Walikota, dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggarapemerintahan daerah. 3. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disebut DPRD adalah lembaga perwakilan rakyat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. 4. Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi dan daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten dan kota yang masing-masing mempunyai pemerintahan daerah. 5. Pemerintahan daerah adalah : a. Pemerintahan daerah provinsi yang terdiri atas pemerintah daerah provinsi dan DPRD provinsi; b. Pemerintahan daerah kabupaten/ kota yang terdiri atas pemerintah daerah kabupaten/kota dan DPRD kabupaten/kota.
35

Technical Notes Based on Republic of Indonesia Law No. 32/2004 about Local Governance :

1. Local Governance is management of government affairs by the local government and parliament according to the principles of autonomy and duty of assistance to the principle of autonomy within the system and the principle of the Unitary of Republic of Indonesia as stipulated in the Constitution of the Republic of Indonesia Year 1945.

2. The local government is the governor, regent, or mayor, and local devices as elements of regional governance. 3. Regional Representatives Council, hereinafter referred to Parliament is the people's representative institutions as elements of regional governance. 4. Unitary State of Indonesia is divided into provinces and those provinces shall be divided into regencies and municipalities, each of which has a regional administration. 5. Regional governance is : a. Provincial government consisting of the provincial government and the provincial parliament; b. Regencies/Municipality consists of local government of Regency/ Municipality and DPRD of Regency/ Municipality.
Banten in Figures 2010

GOVERNMENT

CHAPTER III

6. Kecamatan dipimpin oleh seorang Camat yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Walikota/Bupati melalui Sekretaris Kabupaten/Kota Administrasi. 7. Kelurahan dipimpin oleh seorang Lurah yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Walikota/Bupati melalui Camat. Desa dipimpin oleh seorang Kepala Desa yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Walikota/Bupati.

6. Sub Districts led by a Sub District Head which is located under and responsible to the Mayor / Regent through the Regional Secretary of the Regency / Municipality Administration. 7. Special Villages led by a Special Village Chief, which is located under and responsible to the Mayor / Regent through the Sub District Head. Villages led by a village chief, which is located under and directly responsible to the Mayor / Regent.

36

Banten in Figures 2010

BAB III

PEMERINTAHAN

3. Pemerintahan Provinsi Banten terbagi dalam 4 kabupaten dan 4 kota, yaitu Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Serang serta Kota Tangerang, Kota Cilegon, Kota Serang dan Kota Tangerang Selatan. Adapun jumlah kecamatan di seluruh Banten sebanyak 154 yang terbagi lagi menjadi 1.535 desa/kelurahan. Banyaknya desa ini bertambah 31 unit mulai tahun 2009, sebelumnya berjumlah 1.504 desa/ kelurahan. Pemerintahan Provinsi Banten selama tahun 2009 didukung oleh 3.291 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terdiri dari 2.209 orang laki-laki dan 1.082 orang perempuan. Jumlah ini meningkat 2,11 persen bila dibandingkan dengan tahun 2008. Peningkatan tersebut terjadi hanya pada PNS perempuan yaitu sebanyak 78 orang (7,77%), sedangkan PNS laki-laki justru turun sebesar 0,45 persen. Dilihat dari tingkat pendidikannya, mayoritas PNS di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten adalah tamatan S1 dengan persentase 44,79 persen, disusul kemudian PNS tamatan SMTA (24,49%) dan S2 (13,16%), dimana struktur pendidikan PNS laki-laki dan perempuan hampir sama, mayoritas tamatan S1 dan SMTA.

3. Government Banten Province is divided into four regencies and four municipalities, namely Pandeglang, Lebak, Tangerang and Serang while municipalities are Tangerang, Cilegon, Serang and Tangerang Selatan. The number of sub districts in Banten are 154 and divided into 1,535 villages/ special villages. The number of village is increasing by 31 units in early 2009, previously it amounted to 1,504 villages/ special villages.

Banten Provincial Government during 2009 supported by the 3,291 Civil Servants (PNS) consist of 2,209 men and 1,082 women. This number increased by 2.11 percent compared to 2008. The increase occurred only in female civil servants about 78 persons (7.77 %), whereas male civil servants actually decreased by 0.45 percent. By the level of education, majority of civil servants in the Government of Banten Province is 44.79 percent graduates of S1, followed Senior High School graduate (24.49%) and S2 graduate (13.16%), while the educational structure of both male and female civil servants are almost the same, majority are S1 and SMTA graduates.

37

Banten in Figures 2010

GOVERNMENT

CHAPTER III

Kondisi berbeda untuk PNS di lingkungan instansi vertikal yang ada di provinsi Banten. Mayoritas PNS-nya tamatan di bawah S1 sebanyak 51,33 persen dari total 1.948 PNS instansi vertikal. PNS dengan tamatan S1 ke atas hanya 39,63 persen, sedangkan PNS pemda provinsi Banten dengan tingkat pendidikan seperti itu mencapai 59,37 persen. Pada tahun 2009, jumlah anggota DPRD Provinsi Banten sebanyak 85 orang, terdiri dari 71 orang laki-laki dan 14 orang perempuan. Total anggota DPRD Kabupaten/Kota se Provinsi Banten berjumlah 375 orang dengan 48 diantaranya adalah legislator perempuan. Sedangkan anggota DPR RI yang berasal dari daerah pemilihan Banten berjumlah 21 orang yang terdiri dari 16 orang lakilaki dan 5 orang perempuan.

While civil servants of vertical institutions in Banten province majority are under S1 graduate with 51.33 percent of 1,948 civil servants. Civil servant with S1 graduate and above are only 39.63 percent, while the civil servants in Banten provincial government with the same level of education reached 59.37 percent.

In 2009, the number of parliament members of Banten Province are 85 persons, comprising 71 men and 14 women. Total members of Parliament Regency/Municipality of Banten Province amounted to 375 persons with 48 of them are women legislators. While members of Parliament from constituencies of Banten numbered 21 persons consisting of 16 men and 5 women.

38

Banten in Figures 2010

BAB III

PEMERINTAHAN Grafik 3.1 Persentase Jumlah Pegawai Negeri Sipil Daerah di Lingkungan Pemerintahan Provinsi Banten Figure Menurut Tingkat Pendidikan, 2009 Percentage of Civil Servants of Banten Province Government by Educational Level, 2009

0,91%

0,40%

13,25% 24,49%

SD / Elementary School SMP / Junior High School SLTA / Senior High School DI-DII / Diploma I-II

3,83% 44,79% 12,34%

DIII-DIV / Diploma III-IV S1 / Bachelor Degree S2/S3 / Master/ Doctoral Degree

Sumber / Source : Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Banten / Local Civil Service Agency of Banten Province

Grafik 3.2 Figure

Jumlah Anggota DPRD Kabupaten/Kota di Provinsi Banten Menurut Jenis Kelamin, 2009 Number of Regency/Municipality Parliament Members in Banten Province by Sex, 2009

60

50 40

5

8

4

3

6 8 7 7

30 20 45 42 46 47 44

37 28

38

10 0 Kab. Pandeglang Kab. Lebak Kab. Tangerang Kab. Serang Kota Tangerang Laki-laki Perempuan Kota Cilegon Kota Serang Kota Tangsel

Sumber / Source : Sekretariat DPRD Provinsi Banten / Secretariate of Banten Province Parliament

39

Banten in Figures 2010

GOVERNMENT

CHAPTER III

Tabel Table

3.1

Jumlah Kecamatan, Desa dan Kelurahan di Provinsi Banten, 2009 Number of Districts, Villages and Special Villages in Banten Province, 2009

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008

Kecamatan Districts (2)

Desa / Kelurahan Village / Special Village Desa Village (3) Kelurahan Special Village (4) Jumlah Total (5)

35 28 29 28

322 340 246 314

13 5 28 -

335 345 274 314

13 8 6 7 154 154

46 5 1 273 1 242

104 43 20 49 262 262

104 43 66 54 1 535 1 504

Sumber / Source : Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat Desa Provinsi Banten Women and Rural Society Empowerment Board of Banten Province

40

Banten in Figures 2010

BAB III

PEMERINTAHAN

Tabel Table

3.2

Jumlah Desa/Kelurahan Menurut Klasifikasi di Provinsi Banten, 2009 Number of Villages /Special Villages by Classification in Banten Province, 2009

Klasifikasi Desa/Kelurahan Villages Classification Kabupaten/Kota Regency/Municipality Kecamatan District Swadaya Self-Help (3) Swakarsa Self-Work (4) SwaBelum sembada TerklasiSelffikasi Supporting Unclassified (5) (6) Jumlah Total (7)

(1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 1) 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008

(2)

35 28 29 28

266 306 294 276

69 14 34 32

-

25 6

335 345 328 314

13 8 6 ... 154 154

27 14 46 ... 1 229 1 229

77 29 20 ... 275 275

... -

... 31 -

104 43 66 ... 1 535 1 504

Sumber / Source : Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat Desa Provinsi Banten Women and Rural Society Empowerment Board of Banten Province Catatan / Note :
1)

Termasuk desa/kelurahan di Kota Tangerang Selatan Including villages / special-villages in Municipality of Tangerang Selatan

41

Banten in Figures 2010

GOVERNMENT

CHAPTER III

Tabel Table

3.3

Jumlah Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Menurut Kategori di Provinsi Banten, 2009 Number of Institute For Community Empowerment by Category in Banten Province, 2009

Klasifikasi Desa/Kelurahan Villages Classification Kabupaten/Kota Regency/Municipality Kecamatan District Swadaya Self-Help (3) Swakarsa Self-Work (4) SwaBelum sembada TerklasiSelffikasi Supporting Unclassified (5) (6) Jumlah Total (7)

(1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 1) 4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008

(2)

35 28 36 28

266 306 294 276

69 14 34 32

-

25 6

335 345 328 314

13 8 6 ... 154 154

27 14 46 ... 1 229 1 229

77 29 20 ... 275 275

... -

... 31 -

104 43 66 ... 1 535 1 504

Sumber / Source : Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat Desa Provinsi Banten Women and Rural Society Empowerment Board of Banten Province Catatan / Note :
1)

Termasuk desa/kelurahan di Kota Tangerang Selatan Including villages / special-villages in Municipality of Tangerang Selatan

42

Banten in Figures 2010

Serang 8.. 2008 . 34 638 6 836 1 186 1 792 3 848 34 642 Sumber / Source : Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat Desa Provinsi Banten Women and Rural Society Empowerment Board of Banten Province Catatan / Note : 1) Termasuk desa/kelurahan di Kota Tangerang Selatan untuk tahun 2008 Including villages / special-villages in Tangerang Selatan Municipality for the year 2008 43 Banten in Figures 2010 . Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 (2) 2009 (3) 4 340 4 292 11 566 4 634 4 340 4 292 7 714 4 634 6 836 1 178 1 792 .. Tangerang 1) 4. Tangerang 6.BAB III PEMERINTAHAN Tabel Table 3.2009 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1.4 Jumlah Personil Perlindungan Masyarakat Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten.2009 Number of Civilian Reserve Personnel by Regency/Municipality in Banten Province. 2008 . Pandeglang 2. Lebak 3. Serang Kota / Municipality 5. Cilegon 7.

2009 Number of Civil Servants of Banten Province Government by Name of Organization and Sex. Dinas Pertanian dan Peternakan 26. Biro Umum dan Perlengkapan 3. Biro Kesejahteraan Rakyat 4.GOVERNMENT CHAPTER III Tabel Table 3.5 Jumlah Pegawai Negeri Sipil Daerah di Lingkungan Pemerintahan Provinsi Banten Menurut Unit Organisasi dan Jenis Kelamin. Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat Desa 15. Dinas Bina Marga dan Tata Ruang 27. Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat 11. Biro Organisasi 5. Sekretariat Daerah 2. Biro Administrasi Pembangunan 9. Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol 10. Dinas Perhubungan. 2009 Unit Organisasi Organization (1) 1. Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat Desa 18. Badan Kepegawaian Daerah 19. Biro Perekonomian Daerah 8. Dinas Pendidikan 30. Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah 16. Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah 20 Badan Ketahanan Pangan Daerah 21 Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah 22. Komunikasi dan Informatika 24. Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah 17. Dinas Pertambangan dan Energi 29. Biro Pemerintahan 7. Inspektorat Provinsi 12 Badan Kesatuan Bangsa dan Politik 13. Biro Hukum 6. Badan Pendidikan dan Pelatihan 14. Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah 23. Dinas Perindustrian dan Perdagangan 25. Dinas Kesehatan 28. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Laki-laki Male (2) 9 85 29 22 32 28 20 22 28 66 47 34 44 33 49 27 30 37 32 33 31 207 107 77 134 86 49 66 81 38 Perempuan Female (3) 42 20 18 14 14 16 10 23 26 18 12 22 20 26 15 25 25 11 11 12 100 25 16 42 12 63 11 57 38 Jumlah Total (4) 9 127 49 40 46 42 36 32 51 92 65 46 66 53 75 42 55 62 43 44 43 307 132 93 176 98 112 77 138 76 44 Banten in Figures 2010 .

BAB III PEMERINTAHAN Lanjutan Tabel / Continued Table 3. PLB Kota Serang Jumlah / Total 2008 Sumber / Source : Badan Kepegawaian Daerah . PLB Kabupaten Serang 45. Kantor Penghubung 40. PLB Kota Cilegon 50.Provinsi Banten Local Civil Service Agency of Banten Province Laki-laki Male (2) 65 73 43 50 39 105 24 69 10 23 6 13 11 13 23 13 8 18 4 16 2 209 2 219 Perempuan Female (3) 17 23 15 27 11 17 16 5 10 27 1 3 10 17 29 20 31 30 20 7 2 1 082 1 004 Jumlah Total (4) 82 96 58 77 50 122 40 74 20 50 7 16 21 30 52 33 39 48 24 23 2 3 291 3 223 45 Banten in Figures 2010 . Dinas Pemuda dan Olah Raga 36. Rumah Sakit Umum Daerah Malingping 41. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi 34.5 Unit Organisasi Organization (1) 31. Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah 38. SMA CMBS 51. Dinas Kelautan dan Perikanan 32. PLB Kabupaten Tangerang 48. Satuan Polisi Pamong Praja 39. Dinas Kehutanan dan Perkebunan 33. PLB Kabupaten Lebak 47. Sekretariat Dewan KORPRI 43. Dinas Sumber Daya Air dan Pemukiman 37. Komisi Pemilihan Umum 44. BSKP Jabodetabekjur 42. PLB Kota Tangerang 49. PLB Kabupaten Pandeglang 46. Dinas Sosial 35.

16 1.78 8.6 Jumlah Pegawai Negeri Sipil Daerah di Lingkungan Pemerintahan Provinsi Banten Menurut Golongan/Ruang dan Jenis Kelamin.00 Sumber / Source : Badan Kepegawaian Daerah .06 0.15 28.43 - Jumlah / Total 2008 2 209 2 219 1 082 1 004 3 291 3 223 100.12 0. 2009 Number of Civil Servants of Banten Province Government by Grade/Rank and Sex.Provinsi Banten Local Civil Service Agency of Banten Province 46 Banten in Figures 2010 .66 5.96 20.GOVERNMENT CHAPTER III Tabel Table 3.00 100.39 12.56 58. 2009 Jenis Kelamin / Sex Golongan/Ruang Grade/Rank (1) Golongan I I/a I/b I/c I/d Golongan II II/a II/b II/c II/d Golongan III III/a III/b III/c III/d Golongan IV IV/a IV/b IV/c IV/d IV/e Laki-laki Male (2) 11 2 4 5 573 217 186 96 74 1 286 401 424 234 227 339 193 98 35 13 - Perempuan Female (3) 369 105 99 89 76 627 256 252 70 49 86 77 6 2 1 - Jumlah Total (4) 11 2 4 5 942 322 285 185 150 1 913 657 676 304 276 425 270 104 37 14 - Persentase Percentage (5) 0.20 3.24 8.62 4.91 8.13 19.33 0.54 9.62 9.12 0.

2009 Number of Civil Servants of Banten Province Government by Educational Level and Sex. 2009 Tingkat Pendidikan Educational Level (1) SD / Primary School SMP / Junior High School SLTA / Senior High School Diploma I / Diploma I Diploma II / Diploma II Diploma III / Sarjana Muda Diploma III / Bachelor Graduate Diploma IV / Diploma IV Strata I / Bachelor Degree Strata II / Master Degree Strata III / Doctoral Degree Jumlah / Total 2008 Sumber / Source : Badan Kepegawaian Daerah .7 Jumlah Pegawai Negeri Sipil Daerah di Lingkungan Pemerintahan Provinsi Banten Menurut Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin.BAB III PEMERINTAHAN Tabel Table 3.Provinsi Banten Local Civil Service Agency of Banten Province Laki-laki Male (2) 29 12 582 33 26 191 38 943 352 3 2 209 2 219 Perempuan Female (3) 1 1 224 16 51 171 6 531 81 1 082 1 004 Jumlah Total (4) 30 13 806 49 77 362 44 1 474 433 3 3 291 3 223 47 Banten in Figures 2010 .

Kantor Wilayah DJP Jawa Banten 6. Pengadilan Tinggi Agama 9. Badan Pusat Statistik 2.GOVERNMENT CHAPTER III Tabel Table 3. 2009 Number of Indonesian Government Civil Servants in Banten Province by Organization and Sex. Kejaksaan Tinggi Jumlah / Total 2008 Sumber / Source : Dari instansi yang bersangkutan From related institutions/offices Laki-laki Male (2) 30 29 43 111 79 908 53 23 32 92 1 400 1 312 Perempuan Female (3) 19 20 15 49 15 347 11 8 22 42 548 476 Jumlah Total (4) 49 49 58 160 94 1 255 64 31 54 134 1 948 1 788 48 Banten in Figures 2010 . Pengadilan Tinggi 10. Kanwil Hukum dan HAM 7. Dolog Banten 8. BKKBN 3 Badan Pertanahan Nasional 4. Kantor Wilayah Departemen Agama 5. 2009 Tingkat Pendidikan Educational Level (1) 1.8 Jumlah Pegawai Negeri Sipil Pusat di Luar Pemerintahan Provinsi Banten Menurut Unit Organisasi dan Jenis Kelamin.

00 Sumber / Source : Dari instansi yang bersangkutan From related institutions/offices 49 Banten in Figures 2010 .31 0.78 13.19 5.93 3. 2009 Number of Indonesian Government Civil Servants in Banten Province by Grade/Rank and Sex.85 0.52 6.15 0.41 Jumlah / Total 2008 1 400 1 312 548 476 1 948 1 788 100.10 0.9 Jumlah Pegawai Negeri Sipil Pusat di Luar Pemerintahan Provinsi Banten Menurut Golongan/Ruang dan Jenis Kelamin.18 56.67 0.64 1.67 8.36 0.BAB III PEMERINTAHAN Tabel Table 3. 2009 Jenis Kelamin / Sex Golongan/Ruang Grade/Rank (1) Golongan I I/a I/b I/c I/d Golongan II II/a II/b II/c II/d Golongan III III/a III/b III/c III/d Golongan IV IV/a IV/b IV/c IV/d IV/e Laki-laki Male (2) 6 3 2 1 514 208 155 76 75 769 236 314 89 130 111 61 26 11 6 7 Perempuan Female (3) 183 59 63 35 26 341 114 150 41 36 24 10 10 2 1 1 Jumlah Total (4) 6 3 2 1 697 267 218 111 101 1 110 350 464 130 166 135 71 36 13 7 8 Persentase Percentage (5) 0.82 6.00 100.05 35.70 5.98 17.71 11.97 23.

GOVERNMENT CHAPTER III Tabel Table 3.10 Jumlah Pegawai Negeri Sipil Pusat di Luar Pemerintahan Provinsi Banten Menurut Pendidikan dan Jenis Kelamin. 2009 Number of Indonesian Government Civil Servants in Banten Province by Education and Sex. 2009 Tingkat Pendidikan Education Level (1) SD / Primary School SMP / Junior High School SLTA / Senior High School Diploma I /Diploma I Diploma II / Diploma II Diploma III / Sarjana Muda Diploma III / Bachelor Diploma IV / Diploma IV Strata I / Bachelor Degree Strata II / Master Degree Strata III / Doctoral Degree Laki-laki Male (2) 15 53 735 13 45 14 389 135 2 Perempuan Female (3) 3 265 3 2 42 5 197 28 2 Jumlah Total (4) 15 56 1 000 16 2 87 19 586 163 4 Jumlah / Total 2008 Sumber / Source : Dari instansi yang bersangkutan From related institutions/offices 1 400 1 312 548 476 1 948 1 788 50 Banten in Figures 2010 .

2009 Number of Parliament Members of Banten Province by Party and Sex.11 Jumlah Anggota DPRD Provinsi Banten Menurut Partai dan Jenis Kelamin.BAB III PEMERINTAHAN Tabel Table 3. 2009 Partai Party (1) Partai Demokrat (PD) Partai Golongan Karya (Golkar) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Partai Hati Nurani (Hanura) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Partai Bulan Bintang (PBB) Partai Amanat Nasional (PAN) Partai Karya Pembangunan Bangsa (PPKB) Partai Bintang Reformasi (PBR) Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI) Partai Damai Sejahtera (PDS) Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) Partai Persatuan Daerah (PPD) Jumlah / Total 2008 Sumber / Source : Sekretariat DPRD Provinsi Banten Secretariate of Banten Province Parliament Laki-laki Male (2) 15 11 8 8 5 3 5 5 3 1 2 1 1 1 1 1 71 69 Perempuan Female (3) 3 2 3 2 1 2 1 14 6 Jumlah Total (4) 18 13 11 10 6 5 5 5 3 2 2 1 1 1 1 1 85 75 51 Banten in Figures 2010 .

12 Jumlah Anggota DPRD Provinsi Banten Menurut Fraksi dan Jenis Kelamin. 2009 Fraksi Fraction (1) Fraksi Partai Demokrat (FPD) Fraksi Partai Golongan Karya (FPG) Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP) Fraksi Partai Hati Nurani (FHanura) Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (FPPP) Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (F.GOVERNMENT CHAPTER III Tabel Table 3. 2009 Number of Parliament Members of Banten Province by Faction and Sex.Gerindra) Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) Fraksi Bulan Bintang Peduli Bangsa Fraksi Amanat Reformasi Daerah Ulama Jumlah / Total 2008 Sumber / Source : Sekretariat DPRD Provinsi Banten Secretariate of Banten Province Parliament Laki-laki Male (2) 15 11 8 8 6 3 5 5 5 5 71 69 Perempuan Female (3) 3 2 3 2 1 2 1 14 6 Jumlah Total (4) 18 13 11 10 7 5 5 5 5 6 85 75 52 Banten in Figures 2010 .

BAB III PEMERINTAHAN Tabel Table 3. Surat Keputusan Dewan Parliament Decree 3.13 Jumlah Keputusan DPRD Provinsi Banten. 2008-2009 Jenis Keputusan Type of Decree (1) 1. 2008-2009 Number of Parliament Decrees of Banten Province. Surat Keputusan Pimpinan DPRD Parliament Chairman’s Decrees Paper 2. Peraturan Daerah Regional Regulation 2008 (2) 6 2009 (3) 5 31 38 17 5 Jumlah / Total Sumber / Source : Sekretariat DPRD Provinsi Banten Secretariate of Banten Province Parliament 54 48 53 Banten in Figures 2010 .

Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 Laki-laki Male (2) Perempuan Female (3) Jumlah Total (4) 45 42 46 47 5 8 4 3 50 50 50 50 44 28 37 38 327 286 6 7 8 7 48 19 50 35 45 45 375 305 Sumber / Source : Sekretariat DPRD Provinsi Banten Secretariate of Banten Province Parliament 54 Banten in Figures 2010 . Serang 8. Tangerang 4. 2009 Number of Parliament Members Regency/Municipality in Banten Province by Sex. Cilegon 7. Lebak 3. 2009 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1.14 Jumlah Anggota DPRD Kabupaten/Kota Menurut Jenis Kelamin di Provinsi Banten. Tangerang 6. Pandeglang 2. Serang Kota / Municipality 5.GOVERNMENT CHAPTER III Tabel Table 3.

BAB III PEMERINTAHAN Tabel Table 3. 2009 Laki-laki Male (2) 3 4 2 2 1 2 1 1 Perempuan Female (3) 3 1 1 Jumlah Total (4) 6 4 3 2 1 3 1 1 - Partai Party (1) Partai Demokrat (PD) Partai Golongan Karya (Golkar) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Partai Hati Nurani (Hanura) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Partai Bulan Bintang (PBB) Partai Amanat Nasional (PAN) Partai Karya Pembangunan Bangsa (PPKB) Partai Bintang Reformasi (PBR) Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI) Partai Damai Sejahtera (PDS) Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) Partai Persatuan Daerah (PPD) Jumlah / Total Sumber / Source : www.id 16 5 21 55 Banten in Figures 2010 .dpr.15 Jumlah Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Banten Menurut Partai dan Jenis Kelamin.go. 2009 Number of Indonesian Parliament Members from the Constituency of Banten Province by Party and Sex.

.

4 PENDUDUK DAN TENAGA KERJA Population and Employment .

.

1971. 4. Penduduk adalah semua orang yang berdomisili di suatu daerah selama 6 bulan atau lebih dan atau mereka yang berdomisili kurang dari 6 bulan tetapi bertujuan menetap. 3. SUPAS telah dilakukan sebanyak empat kali. 5. usually expressed as the number of males for every 100 females. this report also uses population projection. called SUPAS which is designed to proceed demographic data between two censuses. Population Census has been conducted five times since Indonesia’s independence: 1961. 2. Rata-rata Pertumbuhan Penduduk adalah angka yang menunjukkan tingkat pertambahan penduduk per tahun dalam jangka waktu tertentu. SUPAS has been conducted four times: 1976. The main source of demographic data is Population Census. 1971. 2. Average growth of population is the annual population growth rate over a certain period. Selain Sensus Penduduk. 1980. Besides Population Census and SUPAS. which is conducted every ten years. 1985. 3. Sensus Penduduk telah dilaksanakan sebanyak lima kali sejak Indonesia merdeka yaitu tahun 1961. and those who intended to stay more than six months even though their length of stay is less than six months. Data kependudukan Sensus dan SUPAS adalah proyeksi penduduk. 1980. Rasio Jenis Kelamin adalah perbandingan antara banyaknya penduduk laki-laki dengan banyaknya penduduk perempuan pada suatu daerah dan waktu tertentu. tahun 1976. 1995 dan 2005. Sumber utama data kependudukan adalah Sensus Penduduk yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali. Kepadatan banyaknya persegi. 1990 and 2000. 5. Banten dalam Angka 2010 59 . Population are all residents who have stayed for six months or longer. untuk menjembatani ketersediaan data kependudukan diantara dua periode sensus. 4. In addition to the Census. BPS also conducted Intercensal Population Survey. 1995 and 2005. Sex Ratio is the ratio of the number of males to the number of females in a given area and time. 1985. Biasanya dinyatakan dengan banyaknya penduduk laki-laki untuk 100 penduduk perempuan. 1990 dan 2000. BPS melakukan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS). Population density is the number of people per square kilometer. Penduduk adalah penduduk per km Technical Notes 1.BAB IV PENDUDUK DAN TENAGA KERJA Penjelasan Teknis 1.

Yang dimaksud makan dari satu dapur adalah jika pengurusan kebutuhan sehari-harinya dikelola bersamasama menjadi satu. baik yang berada di rumah pada waktu pencacahan maupun yang sementara tidak ada. i. Common provision for food means one organising daily needs for all of household members 7. Sakernas has been conducted in semester period. yang khusus dirancang untuk mengumpulkan informasi/data ketenagakerjaan dan dimaksudkan untuk memantau indikator ketenagakerjaan yang mengacu pada KILM (Key Indicators of the Labour Market) yang direkomendasikan oleh ILO (International Labour Organization). dan biasanya tinggal bersama serta pengelolaan makan dari satu dapur. 7.POPULATION AND EMPLOYMENT CHAPTER IV 6. The main source of employment data is National Labour Force Survey (Sakernas). 8. 6. Rumah Tangga adalah seseorang atau sekelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan fisik/sensus. 60 Banten in Figures 2010 . Anggota Rumah Tangga adalah semua orang yang biasanya bertempat tinggal di suatu rumah tangga. Sakernas pertama kali diselenggarakan pada tahun 1976 dan mulai tahun 2005 pengumpulan datanya dilaksanakan secara semesteran pada bulan Pebruari (semester I) dan Agustus (semester II). Rata-rata Anggota Rumah Tangga adalah angka yang menunjukkan rata-rata jumlah anggota rumah tangga per rumah tangga. The first Sakernas was conducted in 1976 and since 2005. This survey is specifically designed to collect information on employment statistics and is intended to monitor the employment indicator refers to the KILM (Key Indicators of the Labour Market) recommended by ILO (International Labour Organization). Average household size is the average number of household members per household. Household member is a person who usually lives in a household regardless of their location at the time of enumeration. Sumber utama data ketenagakerjaan adalah Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas).e February (the first semester) and August (the second semester). Household is an individual or a group of people living in a physical/census building unit or part of it and usually commit on a common provision for food and other essentials of living. 8.

Since 2001 Sakernas. in the previous week. the concept of open unemployment was also extended. dan kelompok penduduk yang tidak mencari pekerjaan. dalam rangka menyesuaikan dengan konsep ILO. mulai tahun 2001 ditambahkan kategori baru yaitu: pekerja bebas di pertanian dan pekerja bebas di non pertanian. the concept of employment status and unemployment was revised. Angkatan Kerja adalah penduduk usia kerja yang bekerja atau punya pekerjaan namun sementara tidak bekerja dan pengangguran. karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan serta kelompok penduduk yang tidak aktif mencari pekerjaan dengan alasan sudah diterima bekerja/ mempunyai pekerjaan tetapi belum mulai bekerja. Penduduk Usia Kerja adalah penduduk yang berumur 15 tahun ke atas. Open unemployment now covers population who were looking for work. and those who were not actively looking for work with the reason of already having job but not starting to work. Selain itu. temporarily absent from work but having jobs. 10. mencakup pula kelompok penduduk yang sedang mempersiapkan usaha/pekerjaan baru. Working Age Population is population aged 15 years and over. 10. 9. but since 2001 two new categories of casual employee both in agriculture and in non agriculture sectors have been added. population who were establishing a new business/firm/ establishment. were working. The employment status.BAB IV PENDUDUK DAN TENAGA KERJA Sejak Sakernas 2001. Status pekerjaan yang sebelumnya hanya 5 kategori. To adapt the ILO concept. 9. discouraged job seekers. previously covered only 5 categories. konsep pengangguran terbuka diperluas yaitu di samping mencakup penduduk yang aktif mencari pekerjaan. and those who did not have job and were looking for work. Banten dalam Angka 2010 61 . konsep status pekerjaan dan pengangguran mengalami perluasan dan penyem-purnaan. Labor Force are people aged 15 years old and over who.

14. 15. 14. were working. Working Age Population is population aged 15 years and over. 12. Bekerja adalah melakukan pekerjaan dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan dan lamanya bekerja paling sedikit 1 jam secara terus menerus dalam seminggu yang lalu (termasuk pekerja keluarga tanpa upah yang membantu dalam suatu usaha/ kegiatan ekonomi). Labor Force are people aged 15 years old and over who. Angkatan Kerja adalah penduduk usia kerja yang bekerja atau punya pekerjaan namun sementara tidak bekerja dan pengangguran. Jumlah jam kerja seluruhnya adalah jumlah jam kerja yang digunakan untuk bekerja (tidak termasuk jam kerja istirahat resmi dan jam kerja yang digunakan untuk hal-hal di luar pekerjaan). and those who did not have job and were looking for work. Industry is field of a person’s activity or establishment. Employment Status is the status of a person at his place of work or establishment where he was employed. Total Working Hours is the total hours spent by an employee to perform all jobs (excluding the time used for other activities which are not classified as work). 16. Penduduk Usia Kerja adalah penduduk yang berumur 15 tahun ke atas. temporarily absent from work but having jobs. 11. The concept of working means activity intended to earn income by doing work or helping to do work at least one hour continuously during the reference week (including unpaid family worker/s for any economic activity). 13. Status Pekerjaan adalah kedudukan seseorang dalam unit usaha/ kegiatan dalam melakukan pekerjaan. Klasifikasi lapangan usaha mengikuti Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) dalam 1 digit. The classification of industries follows the Indonesia Standard Industrial Classification (KBLI) in one digit. 15. 13. Lapangan Usaha adalah bidang kegiatan dari pekerjaan/tempat bekerja dimana seseorang bekerja.POPULATION AND EMPLOYMENT CHAPTER IV 11. 16. 62 Banten in Figures 2010 . in the previous week. 12.

relative or neighbour. Unpaid Worker is a person who intended to work without pay in an establishment run by other members of the family. 17. Banten dalam Angka 2010 63 .BAB IV PENDUDUK DAN TENAGA KERJA 17. Pekerja Tak Dibayar adalah seseorang yang bekerja membantu usaha untuk memperoleh penghasilan/keuntungan yang dilakukan oleh salah seorang anggota rumah tangga atau bukan anggota rumah tangga tanpa mendapat upah/gaji.

penduduk Banten berjumlah 8.085 residents.085 inhabitants per km2.20 percent of the total population of Indonesia.1. Population Population is one factor that must be considered in the development process today. Where.10 million people of Banten but then increased to 9. sehingga Banten menjadi provinsi dengan populasi terbesar kelima di Indonesia.12 percent per year. Dimana. atau tumbuh rata-rata sebesar 2. dapat menjadi potensi tetapi dapat pula menjadi beban dalam proses pembangunan apabila berkualitas rendah. or for every one square kilometer area of Banten Province is inhabited by about 1.78 million people in 2009.37 juta orang maka penduduk Banten pada tahun 2009 sudah mencapai 4. Penduduk Penduduk merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam proses pembangunan dewasa ini. Karena itu.POPULATION AND EMPLOYMENT CHAPTER IV 4. must also include efforts to control the rate of growth and balance the composition and distribution of population. Banten juga termasuk empat besar provinsi yang terpadat penduduknya yaitu dengan tingkat kepadatan mencapai 1. 64 Banten in Figures 2010 .12 persen per tahun. Apabila dibandingkan dengan proyeksi penduduk Indonesia yang mencapai 231. therefore Banten has become the fifth largest population in Indonesia. the population numbered 8.78 juta jiwa. Pada tahun 2009. Banten is also one of four large provinces with densest population. or grow an average of 2. the development process undertaken in addition to be directed in order to improve the quality of human resources. let alone large population with composition and more equitable distribution. it can be potential but can also be a burden in the development process if the quality is low. Therefore. Total population of Banten Province from year to year is constantly increasing. Its density level reached 1.20 persen dari total penduduk Indonesia. In 2000.10 juta jiwa tapi pada tahun 2009 meningkat menjadi 9. harus pula mencakup upaya untuk mengendalikan laju pertumbuhan serta menyeimbangkan komposisi dan distribusi penduduk.37 million people so Banten population in 2009 has reached 4. proses pembangunan yang dilakukan selain diarahkan dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia.085 penduduk. jumlah penduduk yang besar apalagi dengan komposisi dan distribusi yang lebih merata. When compared with a projected population of Indonesia reached 231. Jumlah penduduk Provinsi Banten dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan.1. In 2009. 4. Pada tahun 2000.085 jiwa per km2 atau untuk setiap satu kilometer persegi wilayah Provinsi Banten dihuni oleh sekitar 1.

lebih-lebih apabila disertai dengan keahlian yang cukup memadai. Dengan luas wilayah kurang dari 14 persen dari seluruh luas wilayah Provinsi Banten. especially when accompanied with the adequate expertise.2. 4.2.101 jiwa per km2.47 percent of the total population of Banten in 2009. Kota Tangerang.BAB IV PENDUDUK DAN TENAGA KERJA Persebaran penduduk di Banten secara spasial tidak merata. Tangerang Municipality. Akibatnya. because it is still concentrated in Tangerang Regency. tingkat kepadatan penduduk antar wilayah di Banten menjadi sangat tidak merata. Ketenagakerjaan Tenaga kerja merupakan salah satu faktor yang paling menentukan dalam proses pembangunan di suatu wilayah.47 persen dari seluruh penduduk Banten. dan Kota Tangerang Selatan. the level of population density among regions in Banten became very unevenly. the more rapid development of all developments in the region. and Tangerang Selatan Municipality. Tercatat. Employment Workforce is one of the most decisive factor in the development process in a region. Tangerang Municipality is the area with the highest density levels. Kota Tangerang hampir 28 kali lebih padat bila dibandingkan dengan Kabupaten Lebak. 4.101 inhabitants per km2. Distribution of population in Banten spatially uneven. Kota Tangerang merupakan wilayah dengan tingkat kepadatan tertinggi. mencapai 10. While the lowest was Lebak with population density is only 367 inhabitants per km2. The greater the amount of labor. Banten dalam Angka 2010 65 . Sedangkan yang terendah adalah Kabupaten Lebak yaitu dengan tingkat kepadatan penduduk hanya 367 jiwa per km2. reaching 10. those areas inhabited by approximately 53. Berarti. It means Tangerang City almost 28 times more dense compared to Lebak. ketiga wilayah tersebut pada tahun 2009 dihuni oleh sekitar 53. With an area of less than 14 percent of total area in Banten Province. Noted. karena masih terkonsentrasi di wilayah Kabupaten Tangerang. Semakin besar jumlah tenaga kerja. akan semakin pesat pula perkembangan pembangunan di wilayah tersebut. As a result.

923 orang.098 orang.33 million people. Additions occurred due to the addition of components working labor force that increased by 35. Secara spasial.36 juta orang.33 juta orang. pada tahun 2009 ini hanya di Kota Tangerang dan Kabupaten Serang yang lama (Kabupaten Serang dan Kota Serang) saja yang kondisi ketenagakerjaannya semakin membaik karena kesempatan kerjanya masing-masing bertambah sebanyak 80. Sedangkan untuk kabupaten/ kota lainnya. While for the other regency / city. Total labor force in Banten Province reached 4.36 million people in 2009.579 orang dan 17.POPULATION AND EMPLOYMENT CHAPTER IV Jumlah angkatan kerja di Provinsi Banten pada tahun 2009 mencapai 4. kondisi ketenagakerjaan di Banten pada tahun 2009 semakin membaik karena kesempatan kerja yang tercipta masih lebih besar bila dibandingkan dengan penambahan angkatan kerja baru. the addition of employment opportunities even smaller compared with the addition of the workforce.775 orang. padahal angkatan kerjanya hanya bertambah masing-masing sebanyak 46.098 people. while unemployment declined as much as 4.883 orang.785 orang bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya sebanyak 4.923 people. 66 Banten in Figures 2010 . bertambah sebanyak 31. Berarti secara kuantitas. sedangkan pengangguran justru turun sebanyak 4.147 orang dan 29. Spatially.775 people. in 2009 is only in Tangerang City and Serang (Serang Regency and Serang City) are getting better employment conditions for their respective working opportunities increased by 80. increased by 31.883 people. Penambahan tersebut terjadi karena adanya penambahan pada komponen angkatan kerja yang bekerja yang bertambah sebanyak 35. penambahan kesempatan kerja justru lebih kecil bila dibandingkan dengan penambahan angkatan kerjanya. while the workforce only increased their respectively of 46. condition of employment in Banten in 2009 has improved because of opportunities created are greater when compared with the addition of a new workforce.579 people and 17.147 men and 29.785 people compared to the previous year as many as 4. It means the quantity.

the Agricultural Sector is in third position in labor absorption by absorption of 20. More than 50 percent of total labor force residing in Banten province Tangerang Regency (including South Tangerang City) and Tangerang. most or or exactly 2. Sektor Pertanian berada pada posisi ketiga dalam penyerapan tenaga kerja yaitu dengan serapan sebesar 20. Meanwhile. Both sectors are expected to absorb the labor force respectively 26. Consequently.35 juta orang tenaga kerja di Provinsi Banten bekerja antara 35 sampai 49 jam per minggu.12 persen dari keseluruhan tenaga kerja. Lebih dari 50 persen dari total tenaga kerja Provinsi Banten berdomisili di Kabupaten Tangerang (termasuk Kota Tangerang Selatan) dan Kota Tangerang.35 million workers in Banten province work between 35 to 49 hours per week.BAB IV PENDUDUK DAN TENAGA KERJA Sementara itu. Akibatnya. and appear to dominate in the absorption of labor in Lebak. yaitu kabupaten/kota yang terkenal sebagai pusat bisnis dan konsentrasi industri. bagian besar atau tepatnya 2. serapan tenaga kerja di Sektor Perdagangan dan Sektor Industri begitu mendominasi penyerapan tenaga kerja di Provinsi Banten. Kedua sektor tersebut diperkirakan mampu menyerap tenaga kerja masing-masing sebesar 26.18 persen dan 22. Sementara itu.18 percent and 22. Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang. Meanwhile. Banten dalam Angka 2010 67 .77 percent. dan terlihat mendominasi dalam penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Lebak. which is the district / town known as a major business and industrial concentration.12 percent of the total labor force.77 persen. the absorption of labor in Sector Trade and Industry Sector so dominate employment in the province of Banten. Pandeglang and Serang.

Lebak 12. 2009 Percentage Distribution of Population by Regency/Municipality in Banten Province. July 2009 68 Banten in Figures 2010 .68% Kota Cilegon 3. 2000 – 2009 4 3. 2000 – 2009 Population Growth Rate by Regency/Municipality in Banten Province (percent).22 2. Lebak Kab.25 2 1.POPULATION AND EMPLOYMENT Grafik 4.15 3 2. Pandeglang 11.94% Kab. 2000 Indonesian Population Census and National Socio Economic Survey.91% Kota Serang 5.2 Figure Laju Pertumbuhan Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (persen).1 Figure CHAPTER IV Distribusi Persentase Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten. National Socio Economic Survey – July 2009 Grafik 4. Serang Kota Tangerang Kota Cilegon Kota Serang Provinsi Banten Sumber / Source : BPS Provinsi Banten.22 1 0. Juli 2009 BPS Statistics of Banten Province.57% Kota Tangerang 15.26% Sumber / Source : BPS Provinsi Banten.93 1. 2009 Kab. Pandeglang Kab.12% Kab. Tangerang 37. Serang 13.12 0 Kab. Sensus Penduduk 2000 dan Susenas. Tangerang Kab.89 1. Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) – Juli 2009 BPS Statistics of Banten Province.52% Kab.79 1.

26% Angkatan Kerja Yang Bekerja / Employed 54. National Socio Economic Survey – July 2009 Banten dalam Angka 2010 69 .BAB IV Grafik 4. Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) – Juli 2009 BPS Statistics of Banten Province.85% Industri / Industry 22.12% Sumber / Source : BPS Provinsi Banten.18% Lainnya / Others 16.08% Perdagangan / Trading 26.3 Figure PENDUDUK DAN TENAGA KERJA Persentase Penduduk Berumur 15 Tahun Ke Atas Menurut Jenis Kegiatan.19% Sumber / Source : BPS Provinsi Banten.4 Figure Persentase Penduduk Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama.54% Bukan Angkatan Kerja / Not Economically Active 36. 2009 Jasa-jasa / Services 14. Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) – Juli 2009 BPS Statistics of Banten Province. National Socio Economic Survey – July 2009 Grafik 4. 2009 Angkatan Kerja Yang Menganggur / Unemployment 9. 2009 Percentage of Population 15 Years of Age and Over by Type of Activity. 2009 Percentage of Population 15 Years Of Age and Over who Worked by Main Industry.77% Pertanian / Agriculture 20.

.. 5 000 770 759 452 170 389 241 774 . Serang Kota / Municipality 5... 4 782 009 1 554 827 349 162 497 910 . Pandeglang 2.1 Table Penduduk dan Rasio Jenis Kelamin Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten. Tangerang 4..POPULATION AND EMPLOYMENT CHAPTER IV 4. 105 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten.1. Cilegon 7. 2009 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1.1 PENDUDUK POPULATION Tabel 4... Tangerang 6. 2009 Population and Sex Ratio by Regency/Municipality in Banten Province.. Lebak 3. Tangerang Selatan Provinsi Banten 1) Penduduk Population Laki-laki Male (2) Perempuan Female (3) Jumlah Total (4) Rasio Jenis Kelamin Sex Ratio (5) 563 258 647 008 1 876 065 684 155 536 488 611 885 1 800 619 661 402 1 099 746 1 258 893 3 676 684 1 345 557 105 106 104 103 795 375 178 773 256 136 . 9 782 779 105 105 106 . Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) – Juli 2009 BPS Statistics of Banten Province. Serang 8. National Socio Economic Survey – July 2009 Catatan / Note : 1) Termasuk Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality 70 Banten in Figures 2010 .

2009 Number of Population by Age Group and Sex in Banten Province. Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) – Juli 2009 BPS Statistics of Banten Province. 2009 Kelompok Umur Age Group (1) 0–4 5–9 10 – 14 15 – 19 20 – 24 25 – 29 30 – 34 35 – 39 40 – 44 45 – 49 50 – 54 55 – 59 60 – 64 65 + Jumlah / Total Laki-laki Male (2) 505 002 497 402 506 101 468 702 461 301 452 977 409 901 386 402 352 602 281 402 214 302 150 001 96 302 156 695 4 939 091 Perempuan Female (3) 482 401 476 301 500 601 467 901 474 202 460 176 447 902 401 302 328 401 251 702 181 401 122 701 83 302 165 394 4 843 688 Jumlah Total (4) 987 403 973 703 1 006 702 936 603 935 503 913 153 857 803 787 704 681 003 533 104 395 703 272 702 179 604 322 089 9 782 779 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten. National Socio Economic Survey 2009 – July 2009 Banten dalam Angka 2010 71 .2 Table Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Provinsi Banten.1.BAB IV PENDUDUK DAN TENAGA KERJA Tabel 4.

100.09 . 994 10 101 1 990 1 867 .75 398 360 3 532 850 400 367 3 634 715 Kota / Municipality 5.. Lebak 3.58 13.00 15.38 12.00 9 950 1 958 .. 1 012 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten.89 3.24 12. 100. National Socio Economic Survey – July 2009 Catatan / Note : 1) 2) Termasuk Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality Termasuk Kota Serang untuk tahun 2008 / Including Serang Municipality for the year 2008 72 Banten in Figures 2010 . . Serang 8... Tangerang 6.. Pandeglang 2..86 37. Serang 2) (2) 11.1..22 19.. Tangerang Selatan Provinsi Banten 15..3 Table Distribusi Persentase Penduduk dan Kepadatan Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten.95 3. .POPULATION AND EMPLOYMENT CHAPTER IV Tabel 4.. 2008-2009 Percentage Distribution of Population and Population Density by Regency/Municipality in Banten Province.02 11. Tangerang 1) 4. Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) – Juli 2009 BPS Statistics of Banten Province.57 5.. km) 2008 (4) 2009 (5) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. 2008-2009 Persentase Penduduk Percentage of Population 2008 2009 (3) Kepadatan Penduduk per km2 Population Density per sq..58 .87 37. Cilegon 7.

1. 2008-2009 Number of Household and Average Household Size by Regency/Municipality in Banten Province. Serang 2) (2) 260 162 307 573 851 620 430 322 249 566 327 623 905 635 307 171 4.. 4. Lebak 3.06 4.21 4.11 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten..48 . . 4.01 4. .. 2 382 430 4..24 4.20 4.19 3.38 Kota / Municipality 5. Tangerang 6..35 4.... 2008-2009 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Jumlah Rumahtangga Number of Household 2008 2009 (3) Rata-rata Banyaknya Anggota Rumahtangga Average Household Size 2008 (4) 2009 (5) (1) Kabupaten / Regency 1.52 . Tangerang 1) 4. National Socio Economic Survey – July 2009 Catatan / Note : 1) 2) Termasuk Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality Termasuk Kota Serang untuk tahun 2008 / Including Serang Municipality for the year 2008 Banten dalam Angka 2010 73 ..41 3. Serang 8... 2 289 839 401 228 80 178 111 029 . Cilegon 7..20 4.4 Table Jumlah Rumahtangga dan Rata-rata Banyaknya Anggota Rumahtangga Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten.BAB IV PENDUDUK DAN TENAGA KERJA Tabel 4.88 4. Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) – Juli 2009 BPS Statistics of Banten Province. Tangerang Selatan Provinsi Banten 364 222 75 940 .84 4. Pandeglang 2.

. 2009 Catatan / Note : 1) 2) Termasuk Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality Termasuk Kota Serang untuk tahun 2008 / Including Serang Municipality for the year 2008 74 Banten in Figures 2010 .. Tangerang 1) 4.. Pandeglang 2. Indonesian Population Census in 1961... Tangerang 6. 397 825 140 828 ... . 1971. 1 325 854 294 936 . Tangerang Selatan 1961 (2) 1971 (3) 1980 (4) 1990 (5) 2000 (6) 2009 (7) 440 213 427 802 643 647 648 115 572 628 546 364 789 870 766 410 694 759 682 868 1 131 199 968 358 858 435 873 646 1 843 755 1 244 755 1 011 788 1 030 040 2 781 428 1 652 763 1 099 746 1 258 893 3 676 684 1 345 557 206 743 72 054 . 1961-2009 Population by Regency/Municipality in Banten Province. .. 2000 dan Susenas 2009 BPS Statistics of Banten Province.POPULATION AND EMPLOYMENT CHAPTER IV Tabel Table 4.. Serang 8. . 1 554 827 349 162 497 910 .. Provinsi Banten 2 438 574 3 045 154 4 015 837 5 968 522 8 096 809 9 782 779 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten.. 1971.... 1980. Lebak 3........ Cilegon 7.1. 1980.. 1961-2009 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. 1990. 921 848 226 083 . . 276 825 93 057 . 2000 and National Socio Economic Survey. Serang 2) Kota / Municipality 5..5 Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten. Sensus Penduduk 1961. 1990.

.69 2.07 2. Tangerang Selatan Provinsi Banten 1961-1971 (2) 1971-1980 (3) 1980-1990 (4) 1990-2000 (5) 2000-2009 (6) 2. Cilegon 7.25 4. Sensus Penduduk 1961.54 1.6 Table Laju Pertumbuhan Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (persen)..71 1. 3..77 4.72 4. 2.17 2. ... Lebak 3.12 8.49 5. Serang 2) Kota / Municipality 5. . Tangerang 1) 4. 1990. Indonesian Population Census in 1971..89 1..35 2.12 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten. 2.22 2.. .96 2. Tangerang 6.85 .83 2.98 0.1...71 .63 2.BAB IV PENDUDUK DAN TENAGA KERJA Tabel 4. 1980..79 .22 ..04 3.07 2.79 1. 2000 dan Susenas 2009 BPS Statistics of Banten Province. Serang 8.. 3.59 .48 4. 1990.10 1. 1980.51 4. 1961 – 2009 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1.11 4. 1971.. Pandeglang 2..66 2.25 3. 1961 – 2009 Population Growth Rate by Regency/Municipality in Banten Province (percent). 2009 Catatan / Note : 1) 2) Termasuk Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality Termasuk Kota Serang untuk tahun 2008 / Including Serang Municipality for the year 2008 Banten dalam Angka 2010 75 ..93 2.. 4.. 2000 and National Socio Economic Survey. .15 1.14 2.00 2.

. Tangerang 6. and Not Economically Active by Regency/Municipality in Banten Province.. Cilegon 7.POPULATION AND EMPLOYMENT CHAPTER IV 4. 2009 Angkatan Kerja Economically Active Bekerja Working (2) Pengangguran Unemployment (3) Jumlah Total (4) Bukan Angkatan Kerja Not Economically Active (5) Kabupaten /Kota Regency/Municapitaly (1) Kabupaten / Regency 1. Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) – Agustus 2009 BPS Statistics of Banten Province. National Labor Force Survey – August 2009 Catatan / Note : 1) Termasuk Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality 76 Banten in Figures 2010 . Tangerang 1) 4. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 409 424 472 440 1 360 327 461 688 50 480 73 207 256 372 78 010 459 904 545 647 1 616 699 539 698 409 424 472 440 1 360 327 461 688 705 412 130 787 164 700 . 3 704 778 3 668 895 130 122 29 224 35 047 .1 Table Penduduk 15 Tahun Ke Atas Yang Bekerja.. 652 462 656 560 835 534 160 011 199 747 . 4 357 240 4 325 455 383 988 106 296 130 336 .. Pandeglang 2. Lebak 3.2 KETENAGAKERJAAN EMPLOYMENT Tabel 4.. Serang Kota / Municipality 5. Looked for Job. 2009 Number of Population 15 Years of Age and Over Who Worked. 2 479 178 2 349 440 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten.. Mencari Pekerjaan dan Bukan Angkatan Kerja Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten..2..

521 762 528 869 120 820 34 795 29 498 . Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 1) 191 291 265 804 118 861 136 559 28 773 28 472 391 361 95 583 103 011 70 746 367 135 121 982 39 177 37 847 229 839 38 348 47 172 69 571 253 131 69 216 7 013 5 929 19 811 . Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) – Agustus 2009 BPS Statistics of Banten Province.2. 624 203 641 267 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten. Tangerang 4. Serang 8.BAB IV PENDUDUK DAN TENAGA KERJA Tabel 4. 969 827 979 925 130 287 21 856 24 408 .. 843 718 705 831 205 555 38 109 63 289 . Serang Kota / Municipality 5.. Tangerang 6.2 Table Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas Yang Bekerja Menurut Kabupaten/Kota dan Lapangan Usaha Utama di Provinsi Banten.. Cilegon 7.. Lebak 3.. 745 268 813 003 241 737 30 098 27 694 . National Labor Force Survey – August 2009 Catatan / Note : 1) Termasuk Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality Banten dalam Angka 2010 77 .. Pandeglang 2. 2009 Population 15 Years of Age and Over Who Worked by Regency/Municipality and Main Industry in Banten Province.. 2009 Lapangan Usaha Utama Main Industry Pertanian Agriculture (2) Industri Industry (3) Perdagangan Trading (4) Jasa-jasa Services (5) Lainnya Others (6) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1....

. 828 205 864 073 78 Banten in Figures 2010 . Cilegon 7. Lebak 3..POPULATION AND EMPLOYMENT CHAPTER IV Tabel 4.. 215 616 232 858 155 178 35 082 55 607 . 2009 Jenis Pekerjaan Utama Type of Primary Job Kabupaten/Kota Regency/Municipality Tenaga Kepemimpinan/ Profesional Managerial/ Professional (2) Pejabat Tata Usaha Administration (3) Tenaga Usaha Penjualan Sales (4) (1) Kabupaten / Regency 1. Tangerang 6... 2009 Population 15 Years of Age and Over Who Worked by Regency/Municipality and Type of Primary Job in Banten Province. 218 659 273 659 79 425 7 764 8 065 . Tangerang 1) 4.2. Serang Kota / Municipality 5. Pandeglang 2.. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 15 723 21 784 89 800 10 943 5 983 7 515 100 572 6 292 93 620 63 375 317 221 108 122 59 862 10 447 10 100 . Serang 8.3 Table Penduduk 15 Tahun ke Atas Yang Bekerja Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Pekerjaan Utama di Provinsi Banten.

. Serang 8. Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) – Agustus 2009 BPS Statistics of Banten Province..2. 287 442 256 994 6 509 5 789 19 308 . Tangerang 6. 3 704 778 3 668 895 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten.3 Jenis Pekerjaan Utama Type of Primary Job Kabupaten/Kota Regency/Municipality Tenaga Usaha Jasa Service (5) Tenaga Usaha Pertanian Agriculture (6) Tenaga Produksi Production (7) Jumlah Total (8) (1) Kabupaten / Regency 1.. Pandeglang 2.. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 16 323 13 710 137 341 21 089 190 280 263 121 116 415 134 791 87 495 102 935 598 978 180 451 409 424 472 440 1 360 327 461 688 76 888 11 993 10 098 . Serang Kota / Municipality 5. Cilegon 7...BAB IV PENDUDUK DAN TENAGA KERJA Lanjutan Tabel / Continued Table 4. 1 418 643 1 240 327 705 412 130 787 164 700 . Lebak 3. 736 213 800 984 327 550 59 712 61 522 ... Tangerang 1) 4. National Labor Force Survey – August 2009 Catatan / Note : 1) Termasuk Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality Banten dalam Angka 2010 79 .

. Lebak 3. 518 655 585 788 16 975 3 879 7 515 ... Cilegon 7.. Tangerang 6.4 Table Penduduk 15 Tahun ke Atas Yang Bekerja Menurut Kabupaten/Kota dan Status Pekerjaan Utama di Provinsi Banten. 873 186 916 409 41 980 11 716 17 183 . 103 554 102 513 466 493 62 768 54 122 .POPULATION AND EMPLOYMENT CHAPTER IV Tabel 4.. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 Dibantu buruh tidak tetap/ Berusaha Self Employed Sendiri/ Assisted by Self Employed Family Member/ Temporary Worker (2) (3) Dibantu buruh tetap/ Buruh/Karyawan Employer with Employee Permanent Workers (4) (5) 96 929 73 363 343 373 123 344 83 258 146 495 117 684 100 339 9 485 9 036 45 168 11 496 57 384 61 242 758 355 132 221 142 186 36 794 57 197 . 2009 Status Pekerjaan Utama Main Status Employment Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. 1 592 585 1 442 221 80 Banten in Figures 2010 .2. Serang Kota / Municipality 5. 2009 Population 15 Years of Age and Over Who Worked by Regency/Municipality and Main Employment Status in Banten Province. Tangerang 1) 4... Serang 8. Pandeglang 2..

.. 296 381 283 722 705 412 130 787 164 700 . 3 704 778 3 668 895 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten.BAB IV PENDUDUK DAN TENAGA KERJA Lanjutan Tabel / Continued Table 4. Serang Kota / Municipality 5. Serang 8. Tangerang 6. National Labor Force Survey – August 2009 Catatan / Note : 1) Termasuk Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality Banten dalam Angka 2010 81 . 147 755 165 770 12 884 6 357 9 164 . Tangerang 1) 4. Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) – Agustus 2009 BPS Statistics of Banten Province.4 Status Pekerjaan Utama Main Employment Status Kabupaten/Kota Regency/Municipality Pekerja Bebas Pekerja bebas Pekerja tidak Pertanian/ non pertanian/ dibayar/ Causal Employee Causal Employee Unpaid Worker in Agriculture not in Agriculture (6) (7) (8) Jumlah Total (1) Kabupaten / Regency 1.. Lebak 3. Pandeglang 2..... 172 662 172 472 24 894 8 253 11 705 .2.. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 (9) 66 437 37 988 16 481 18 015 38 625 44 382 35 217 26 033 57 306 99 934 44 049 50 240 409 424 472 440 1 360 327 461 688 1 020 7 814 . Cilegon 7.

Tangerang 4. Cilegon 7.5 Table Penduduk 15 Tahun ke Atas Yang Bekerja Seminggu Yang Lalu Menurut Kabupaten/Kota dan Jumlah Jam Kerja Seluruhnya di Provinsi Banten. 2009 Jumlah Jam Kerja Seluruhnya Total Working Hours 0 *) 1–9 (3) 10 – 24 (4) 25 – 34 (5) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. 142 409 125 582 1) (2) 27 778 39 064 44 584 13 511 12 766 9 620 18 574 5 827 61 791 64 913 71 142 49 391 57 487 60 714 75 164 46 627 10 225 1 540 3 367 .. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 9 892 905 6 675 . 61 919 46 946 31 506 6 884 10 272 . 289 911 376 458 82 Banten in Figures 2010 ....POPULATION AND EMPLOYMENT CHAPTER IV Tabel 4.. Serang 8. Lebak 3. Pandeglang 2... Tangerang 6. 2009 Population 15 Years of Age and Over Who Worked During The Previous Week by Regency/Municipality and Total Working Hours in Banten Province. Serang Kota / Municipality 5.2.. 295 899 342 970 27 392 8 354 14 173 .

3 704 778 3 668 895 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten. Tangerang 1) 4... 562 299 593 208 705 412 130 787 164 700 .5 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 (6) Jumlah Jam Kerja Seluruhnya Total Working Hours 35 – 44 45 – 59 (7) 60+ (8) Jumlah Total (9) 95 534 117 730 306 171 115 805 110 103 145 070 576 924 178 657 43 965 35 329 267 768 51 870 409 424 472 440 1 360 327 461 688 237 381 33 999 46 138 . Serang Kota / Municipality 5. Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) – Agustus 2009 BPS Statistics of Banten Province. Serang 8..2.. 952 758 974 557 272 782 52 585 63 462 .. Tangerang 6. National Labor Force Survey – August 2009 Catatan / Note : 1) *) Termasuk Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality Sementara tidak bekerja / Temporary not working Banten dalam Angka 2010 83 . Lebak 3. 1 399 583 1 209 174 116 234 26 520 20 613 .. Cilegon 7.BAB IV PENDUDUK DAN TENAGA KERJA Lanjutan Tabel / Continued Table 4.. Pandeglang 2..

.45 65. 2008-2009 Open Unemployment Rate (OURs) and Labor Force Participation Rate (LFPRs) Population 15 Years of Age and Over by Regency/Municipality in Banten Province..80 68.97 66..26 17.. Tangerang 6.14 63.2.44 67.55 .42 15. Pandeglang 2.65 . Lebak 3..51 . Cilegon 7.98 13. 15.. 63. 14. 2008-2009 TPT / OURs TPAK / LFPRs 2009 (3) 2008 (4) 2009 (5) Kabupaten/Kota Regency/Municipality 2008 (1) Kabupaten / Regency 1.99 .49 10.6 Table Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten..69 62.18 15. .00 59. Serang 8. Tangerang Selatan Provinsi Banten 18..13 10.. Tangerang 1) 4..62 18..POPULATION AND EMPLOYMENT CHAPTER IV Tabel 4. .86 14. Serang 2) Kota / Municipality 5.68 15. Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) – Agustus 2009 BPS Statistics of Banten Province.78 (2) Sumber / Source : BPS Provinsi Banten.74 11.09 60.62 65. National Labor Force Survey – August 2009 Catatan / Note : 1) 2) Termasuk Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality Termasuk Kota Serang untuk tahun 2008 / Including Serang Municipality for the year 2008 84 Banten in Figures 2010 ..52 67.51 60.89 60.57 18. 64.12 60.23 16.

2. 2009 Uraian Description (1) Sisa pencari kerja tahun 2008 Job applicants remaining in the year 2008 Pencari kerja yang terdaftar tahun 2009 Job applicants who registered in the year 2009 Lowongan kerja yang terdaftar tahun 2009 Job vacancies registered in the year 2009 Penempatan tenaga kerja tahun 2009 Job applicants who placed in the year 2009 Penghapusan pencari kerja tahun 2009 Job applicant are removed From The list of job seekers in the year 2009 Sisa pencari kerja tahun 2009 Job applicants remaining in the year 2009 Laki-laki Male (2) 88 330 65 559 25 283 19 318 40 185 94 386 Perempuan Female (3) 78 477 60 444 28 517 21 644 29 981 87 296 Jumlah Total (4) 166 807 126 003 53 800 40 962 70 166 181 682 Sumber / Source : Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten Office of Man Power and Transmigration Services of Banten Province Banten dalam Angka 2010 85 . 2009 Employment Information by Sex in Banten Province.7 Table Informasi Ketenagakerjaan Menurut Jenis Kelamin di Provinsi Banten.BAB IV PENDUDUK DAN TENAGA KERJA Tabel 4.

.

5 SOSIAL Social .

.

Pendidikan yang dicatat adalah pendidikan formal berdasar kurikulum Departemen Pendidikan Nasional. The education data recorded in the survey covering data on formal education based on the curriculum set up by Ministry of National Education including education carried out by Muslim Boarding School (Pondok Pesantren) implementing the Ministry of National Education curriculum. secondary and tertiary education. menengah maupun pendidikan tinggi. Pondok pesantren /madrasah diniyah (Islamic boarding school/Islamic school) is school which does not implement curriculum from the Ministry of National Education. menengah. Banten dalam Angka 2010 89 . Sekolah adalah lembaga pendidikan formal yang dimulai dari pendidikan dasar. Madrasah Tsanawiyah (MTs). School is formal education institution starting from primary. 1. dan tinggi. baik pendidikan dasar. Bagi mahasiswa yang sedang cuti dianggap masih bersekolah. dan Madrasah Aliyah (MA). secondary or tertiary education. Masih bersekolah adalah mereka yang terdaftar dan aktif mengikuti pendidikan di suatu jenjang pendidikan formal. Pondok pesantren/madrasah diniyah adalah sekolah yang tidak memakai kurikulum dari Departemen Pendidikan Nasional. 2. seperti Madrasah Ibtidaiyah (MI). Attending school is someone who is currently attending primary. 1. For students who are on leave are considered still in school. Madrasah Tsanawiyah (Islamic Junior High School). such as Madrasah Ibtidaiyah (Islamic Primary School). Technical Notes 2. and Madrasah Aliyah (Islamic Senior High School).BAB V SOSIAL Penjelasan Teknis 1. termasuk pendidikan yang diselenggarakan oleh pondok pesantren dengan memakai kurikulum Departemen Pendidikan Nasional. 2.

in DKI Jakarta). Including in this category are special hospitals such Lung Hospital and Coronary Hospital. Madrasah Aliyah adalah lembaga pendidikan berciri khas Islam pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Rumah Sakit adalah tempat pemeriksaan dan perawatan kesehatan. 3. sebagian kecamatan. termasuk rumah sakit khusus seperti rumah sakit perawatan paruparu. usually controlled/supervised by doctors / medical personnel. Madrasah Tsanawiyah adalah lembaga pendidikan berciri khas Islam pada jenjang Sekolah Menengah Pertama. 4. Madrasah Tsanawiyah is Islamic school at lower secondary education and Madrasah Aliyah is Islamic School at higher secondary education (SMA). Tim Puskesmas sesuai jadwal dapat melakukan kegiatan Puskesmas Keliling ke tempat-tempat tertentu dalam wilayah kerjanya. 5. Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) adalah unit pelayanan kesehatan milik pemerintah yang bertanggungjawab terhadap pelayanan kesehatan masyarakat untuk wilayah kecamatan. Madrasah Ibtidaiyah is Islamic school at primary education. 6. part of subdistrict or villages (e. Able to read and write is the ability to read and write at least a simple sentence. Public Health Centre (PHC) is a health centre provided by the government that is responsible for the delivery of health services to the community at the sub-district level. 90 Banten in Figures 2010 .g. Officials in the PHC as scheduled can provide health services in their working areas in the effort of closing their services to the community through Mobile PHC program.SOCIAL CHAPTER V 3. untuk mendekatkan pelayanan dengan masyarakat. biasanya berada di bawah pengawasan dokter / tenaga medis. 5. Hospital is a place for health check. dan RS jantung. 4. atau kelurahan (misal di DKI Jakarta). 6. Dapat membaca dan menulis artinya dapat membaca dan menulis kata-kata/kalimat sederhana dengan suatu aksara tertentu. Madrasah Ibtidaiyah adalah lembaga pendidikan berciri khas Islam pada jenjang Sekolah Dasar.

p. 9. under the control of pharmacist. Luas lantai adalah luas lantai yang ditempatkan dan digunakan untuk keperluan sehari-hari. Apotik adalah tempat penjualan obat yang mempunyai izin operasi dari Kementerian Kesehatan. Air leding adalah sumber air yang berasal dari air yang telah diproses menjadi jernih sebelum dialirkan kepada konsumen melalui instalasi berupa saluran air. Houses bought through bank credit or houses with leasing status were also categorized as an own property. 10. 7. Status penguasaan bangunan tempat tinggal milik sendiri adalah jika tempat tinggal tersebut pada waktu pencacahan betul-betul sudah milik kepala rumah tangga atau salah seorang anggota rumah tangga. 11. Floor area is the total area which is occupied and utilized daily. 8. Rumah yang dibeli secara angsuran melalui kredit bank atau rumah dengan status sewa beli dianggap rumah milik sendiri. 9. Own ownership property status is a status of dwelling occupied belongs to the head of household or one of the household member. 11. di bawah pengawasan apoteker. Imunisasi adalah memasukkan kuman atau racun penyakit tertentu yang sudah dilemahkan (vaksin) ke dalam tubuh dengan cara disuntik atau diminum (diteteskan dalam mulut) dengan maksud agar terjadi kekebalan tubuh terhadap penyakit tersebut. 10. Banten dalam Angka 2010 91 . Pipe water is refined water distributed by water refinery company. Ditjen POM.BAB V SOSIAL 7. 8. through Directorate General for Food and Medicine Supervision. u. Immunization is putting enervated microbe of a certain disease into human body by injection or drinking (dropping into mouth) to make the body immune to that disease. Pharmacy is a place of selling medicines having permit operation from the Ministry of Health. Sumber air ini biasanya diusahakan oleh PAM/ PDAM/BPAM.

Natural Disaster : Natural disaster is a natural phenomenon leading to misery. dan gempa bumi. The natural disasters recorded in this category include land slide. dan penderitaan pada penduduk. 92 Banten in Figures 2010 . kerugian. and financial loss. as well as the suffering of people. kerusakan alam dan lingkungan. Tidak termasuk bencana yang disebabkan karena hama tanaman atau wabah.SOCIAL CHAPTER V 12. Bencana alam yang disajikan antara lain : tanah longsor. banjir. Bencana Alam : Bencana alam adalah peristiwa alam yang menimbulkan kesengsaraan. 12. Not including in this category is disaster from plant microbe or outbreak. damages or detriment. and earthquake. serta mengakibatkan kesengsaraan. flood.

sehingga pada tahun 2009 jumlah SMP menjadi 1. while of Vocational High School amounted to 112 units.85 percent for age group of 7-12.00 percent for age group of 16-18.85 persen.87 persen ke 80.07 percent for age group of 19-24.932 units. Penambahan tersebut. SD Swasta mengalami peningkatan 44 unit dari 375 unit menjadi 419 unit.932 unit.69 percent.152 units to 4.BAB V SOSIAL 5.527 unit menjadi 4.174 unit.40 percent to 50.152 unit menjadi 4. Pada jenjang SMP.00 persen dan KU 19-24 dari 10. number of primary schools increased by 405 units from 4.88 percent for age group of 13-15. so that in 2009 has increased to 1. KU 1618 dari 48.1.174 units.50 persen ke 11. The same condition occurs in middle school and high school levels.87 percent to 80. pada tahun 2009 jumlah penduduk Banten yang bersekolah lebih banyak bila dibandingkan dengan tahun 2008.56 persen ke 97.513 unit atau naik 8. jumlah sekolah mengalami peningkatan. from 79. from 4. in 2009 the number of school-person in Banten is more prevalent than in 2008.69 persen.07 persen. Berarti.56 percent to 97. school participation rate of Banten in 2009 each increased from 97. Penambahan jumlah SMU (SMA dan SMK) lebih sedikit bila dibandingkan dengan jumlah SMP yaitu sebanyak 236 unit.513 units or an increase of 8. On previous year. Education In 2009. from 48. 5. from 10. Sementara itu. Pendidikan Pada tahun 2009. Private primary schools increased by 44 units from 375 units to 419 units. Junior High School increased 352 units totally consisting of 183 units of Junior High School and 169 units of Private Junior High School. angka partisipasi sekolah penduduk Banten pada tahun 2009 untuk semua kelompok umur (KU) mengalami kenaikan yaitu KU 7 – 12 tahun naik dari 97. The increase occurred in elementary school. These increment. sedangkan tahun 2009 menjadi 871 unit. terbanyak berasal dari SMA sebanyak 124 unit. Banten dalam Angka 2010 93 . Kondisi yang sama juga terjadi pada jenjang SMP dan SMA. while in 2009 amounted to 871 units.88 persen. the number of schools has increased. both public and private schools. sedangkan dari SMK sebanyak 112 unit.527 units to 4. Meanwhile. the number of high school amounted to 635 units. The increment of high school (Senior High School and Vocational High School) is more than the number of Junior High School which are 236 units. terdapat penambahan 352 unit terdiri dari 183 unit SMP Negeri dan 169 unit SMP Swasta. baik sekolah negeri maupun swasta. KU 13-15 naik dari 79. jumlah SD mengalami peningkatan 405 unit dari 4.1. Kenaikan terjadi pada SD Negeri yaitu dari 4.50 percent to 11. It means. Tahun sebelumnya jumlah SMU sebanyak 635 unit. mostly derived from Senior High School amounted to 124 units.40 persen ke 50.

5. sedangkan puskesmas bertambah 10 unit sehingga menjadi 197 unit.11 murid. Daerah yang mengalami penambahan puskesmas adalah Kabupaten Lebak (1 unit). can be said that all sub districts have public health center. At junior high school. The ratio of students to teachers in 2009 was slightly improved. The decreasing of ratio of students to teachers in elementary and senior high school are expected to improve the quality of education at both levels. compared to the number of districts in Banten Province. The number of hospitals increased by 25 units.59 menjadi 17. Even some subdistricts have more than one unit of public health center. While the ratio of students to teachers at senior high school decreased from 16. from 41 units to 66 units.11. At the elementary school.76 students.15. Sehingga.15. rasio murid terhadap guru berubah dari 16. tahun sebelumnya 23. The number of public health center was increased in Lebak (1 unit). and 23.76 murid.11 students on previous year. Health and Family Planning The number of health facilities such as hospitals and public health centers has increased in 2008. Rumah sakit bertambah 25 unit dari 41 unit menjadi 66 unit. Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan (2 unit) dan Kota Tangerang (5 unit). Penurunan rasio murid terhadap guru pada jenjang SD dan SMA diharapkan meningkatkan kualitas pendidikan pada kedua jenjang tersebut.62 menjadi 15. Thus.59 to 17. Bahkan ada beberapa kecamatan memiliki lebih dari satu unit puskesmas. Pada jenjang SMA rasio murid terhadap guru turun dari 16.11. except for junior high school level. while the number of public health center increased by 10 units thus becomes 197 units. Kesehatan dan Keluarga Berencana Pada tahun 2008 jumlah sarana kesehatan berupa rumah sakit dan puskesmas mengalami peningkatan.SOCIAL CHAPTER V Rasio murid terhadap guru pada tahun 2009 sedikit mengalami perbaikan.2. 5.62 to 15. Tangerang Regency and Tangerang Selatan Municipality (2 units) and Tangerang Municipality (5 units). dapat dikatakan bahwa semua kecamatan telah memiliki puskesmas. 94 Banten in Figures 2010 . kecuali untuk jenjang SMP.2. Pada tingkat SMP. every teacher taught an average of 22. Pada jenjang SD. the ratio of students to teachers also increased from 16. jika dibandingkan dengan jumlah kecamatan yang ada di provinsi Banten. setiap satu orang guru rata-rata menangani 22.

orang tua) mencapai 10. Meskipun demikian.38 persen dan 47. ada juga rumah tangga yang menempati bangunan dengan status sewa/kontrak.05 percent compared to previous year. The increment of health facilities conditions also followed by an increase on the number of doctors. Disamping itu.348 or increased by 296 doctors.052 to 2. penambahan dokter hanya terjadi pada dokter umum dan dokter spesialis yang masingmasing bertambah sebanyak 2 orang dan 304 orang.57 persen. Sedangkan. family home. from 2. those who occupy other status of building (rent free. increasing respectively 15. each of them increased by two persons and 304 persons. Dimana.61 persen dan 52. mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang masing-masing mencapai 15. there are also households occupied with lease/contract of status building with 15.38 percent and 47. dokter gigi berkurang sebanyak 10 orang. 5.92 percent. i. Banten dalam Angka 2010 95 .92 persen.35 persen. Instead. Persalinan di Provinsi Banten selama tahun 2009 umumnya dibantu oleh tenaga medis. office’s house.35 percent of households in Banten occupied own ownership buildings.38 million or 74.57 persen pada tahun 2008 menjadi 31.57 percent in 2008 to 31.348 orang atau bertambah sebanyak 296 orang.38 juta menempati bangunan rumah milik sendiri yaitu dengan persentase sebesar 74. Housing and Environment Generally. percentage of births attended by doctors and midwives respectively 15. Sebaliknya. Meanwhile.47 persen di tahun 2009. In which. Meanwhile. rumah tangga di Banten yang jumlahnya 2.3. Sementara yang menempati bangunan lainnya (bebas sewa. Perumahan dan Lingkungan Umumnya.052 orang menjadi 2.57 percent. However. dinas.05 persen. births attended by doctors and midwives such by traditional healers and families decreased from 37. rumah famili.BAB V SOSIAL Penambahan kondisi sarana kesehatan juga diikuti oleh peningkatan jumlah dokter yaitu dari 2.61 percent and 52. Births in Banten Province during 2009 were generally assisted by medical personnel such as doctors and midwives. In addition. Persentase rumah tangga ini mencapai 15.07 of percentage. the increment of doctors only happened to general practitioners and specialists. about 2. 5.e. dentist has 10 persons of a decrease.47 percent in 2009. parent’s house) reached 10. persalinan yang ditolong oleh selain dokter dan bidan seperti oleh dukun dan keluarga mengalami penurunan dari 37.3. persentase kelahiran yang persalinannya di bantu oleh dokter dan bidan masing-masing sebesar 15.07 persen. dalam hal ini dokter dan bidan.

Hal ini seiring dengan semakin banyaknya jumlah outlet air minum kemasan. Urutan selanjutnya adalah rumah tangga yang menempati luas lantai bangunan 20-49 m2 dengan persentase 33.92 persen.81 percent in 2008 to 26. yang mengindikasikan bahwa populasi di wilayah padat industri sepertinya mengalami peningkatan lebih besar dibandingkan daerah lainnya. majority of households in Banten occupy buildings with floor areas of 50-99 m2.45 percent.86 percent. It has reached 42.23 of percentage.81 percent.61 of percentage. with 32. Rumah tangga yang menggunakan air dalam kemasan sebagai sumber air minum utama mengalami peningkatan sebesar 25. terlihat bahwa rumahtangga yang menempati menempati bangunan dengan status sewa / kontrak mengalami peningkatan.81 persen. slightly decreased when compared to previous year which amounted to 15. Based on Susenas 2009.92 percent.66 persen.61 persen.66 percent.33 percent.86 persen. which indicates that the dense population in the region seem to have more increase than other regions. While households with floor area of more than 100 m2 building reached 14. mayoritas rumah tangga di Banten masih memanfaatkan sumber air minum pompa untuk memenuhi kebutuhan air minum. Persentase mereka mencapai 42.23 persen. 96 Banten in Figures 2010 . Berdasarkan data Susenas 2009. Ada juga rumah tangga dengan rumah yang luas lantainya kurang dari 20 m2. This is in line with the increasing numbers of bottled drinking water outlets. There is also household with an extensive house floor is less than 20 m2 with 8. Sedangkan rumah tangga dengan luas lantai bangunan 100 m2 lebih mencapai 14. Households who occupy the status of occupied buildings with leases / contracts have increased compared to 2008. sedikit menurun bila dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 15. Next sequence is the households who occupy the building floor area of 20-49 m2 percentage of 33.SOCIAL CHAPTER V Bila dibandingkan dengan tahun 2008. yaitu sebesar 32. decreased comparing with previous years which is 47. mayoritas rumah tangga di Banten menempati bangunan dengan luas lantai 50-99 m2. Sementara itu.45 persen.33 persen. the majority of households in Banten still use pump drinking water sources to fulfill their drinking water needs.81 persen pada tahun 2008 menjadi 26. Households that use bottled water as a main source of drinking water has increased from 25. Persentase rumah tangga ini mencapai 8. Meanwhile. turun bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang besarnya 47.

Kasus curanmor mencapai 32. Tingginya kedua kasus ini sangat mungkin terkait dengan kemiskinan dan pengangguran yang relatif tinggi di provinsi Banten.8 percent of victims from Pandeglang Regency. while theft by weighting case of 32. tahun sebelumnya mencapai 8. Both cases probably related to poverty and unemployment which are relatively high in Banten.BAB V SOSIAL 5. Pandeglang Regency and Tangerang Municipality are two regions with the most victims.29 persen.4. This can be seen from victims of natural disasters. Tahun sebelumnya korban dari kota Tangerang mencapai 29.649 orang.. 61. dengan kasus atau 47.9 percent of victims from Tangerang Municipality. Pada tahun 2009.4 percent of victims of natural disaster in Pandeglang Regency. Banten dalam Angka 2010 97 . Setiap tahun selalu ada kejadian bencana alam di provinsi Banten.72 persen dari total kasus yang terjadi. sedangkan kasus curat sebesar 32.403 kasus kejahatan di provinsi Banten. Hal ini terlihat dari adanya penduduk korban bencana alam. Case of curanmor reached 32. about 61. 5. while 58. There are always natural disasters in Banten every year. victims of natural disaster reached 29. Kriminalitas dan Bencana Alam Pada tahun 2009 tercatat terjadi 1. In 2009. Kasus kejahatan berupa pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan pencurian dengan pemberatan (curat) menempati urutan teratas. and 23. while on previous year reached 8649 persons.29 percent.4 persen.0 percent of Tangerang Municipality.842 orang korban bencana alam.8 persen dari Pandeglang.0 persen sedangkan dari Pandeglang 58. In 2009 there were 12 842 victims of natural disasters. persennya dapat diselesaikan.9 persen korban dari kota Tangerang dan 23. Crimes and Natural Disasters In 2009 recorded 1. Crimes such as theft of motor vehicles (curanmor) and theft by weighting is ranked top.4. Pada tahun 2009 terdapat 12. On previous year. Kabupaten Pandeglang dan Kota Tangerang merupakan dua daerah yang paling banyak korbannya.72 percent of total cases.403 cases of crimes happening in Banten with 47 percent of completed cases.

42 percent.SOCIAL CHAPTER V 5.00 percent.73 persen. 98 Banten in Figures 2010 .97 percent and 4. Followed later by Protestant Christians. Catholic Christians. Spatially.42 persen dan yang terendah sebesar 66.89 persen.42 persen. Agama Agama Islam merupakan agama yang dianut oleh mayoritas penduduk Banten dengan persentase mencapai 87.42 of percentage and the lowest at 66.80 percent is in Tangerang Municipality. 0. 1.97 persen. 0. 5. Religion Islam is religion professed by majority of population of Banten reaches 87. Hindu dan Budha dengan persentase masing-masing sebesar 5.89 percent. persentase pemeluk agama islam terbanyak di Kabupaten Pandeglang yaitu sebesar 99. 1. Kristen Katholik.5. Secara spasial. Hindus and Buddhists with their respective percentages of 5.00 persen. the highest percentage of Islam religious adherents is in Pandeglang Regency with 99. Disusul kemudian oleh pemeluk agama Kristen Protestan.80 persen di Kota Tangerang.5. 4.73 of percentage.

2009 SOSIAL 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 7 .18% Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Banten dalam Angka 2010 99 .69 98. 2009 Figure School Enrollment Ratio by Sex and Age Group in Banten Province.69% Tamat SLTA 20.2 Figure Distribusi Persentase Penduduk Usia 10 Tahun ke Atas Menurut Pendidikan Yang Ditamatkan di Provinsi Banten. 2009 Percentage Distribution of Population 10 Years of Age and Over By Educational Attainment in Banten Province.63 80.1 Angka Partisipasi Sekolah (APS) Menurut Jenis Kelamin dan Kelompok Umur di Provinsi Banten.69% Tamat DI/DII 0.BAB V Grafik 5.95 45.51 11.15 16 .89% Tamat SD 34.00 97.24 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Grafik 5.12 Kelompok Umur (tahun) / Age Group (years) 11.88 Perempuan / Female Laki-laki + Perempuan / Total 13 .07 53.03 97.73% Tamat DIII/Sarjana 5. 2009 Tamat SLTP 8.82% Tidak Tamat 29.18 19 .62 10.39 50.13 80.85 Laki-laki / Male 81.

Lebak Kab. 2009 CHAPTER V 45 40 40 35 30 30 25 20 15 10 5 1 0 Kab.47 37. Tangerang Kab. Serang Kota Tangerang Kota Cilegon Kota Serang Kota Tangsel Rumah Sakit / Hospital 39 Puskesmas / Public Health Center 36 28 23 17 11 8 3 2 4 5 6 10 Sumber / Source : Dinas Kesehatan Provinsi Banten / Office of Health Services of Banten Province Grafik 5.92 47.38 52.57 Sumber / Source : Dinas Kesehatan Provinsi Banten / Office of Health Services of Banten Province 100 Banten in Figures 2010 .3 Jumlah Rumah Sakit dan Puskesmas Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten.SOCIAL Grafik 5.61 15.05 Lainnya / Others Bidan / Midwife Dokter / Doctor 31. Pandeglang Kab.4 Persentase Balita Menurut Penolong Persalinan di Provinsi Banten. 2009 Figure Number of Hospitals a nd Public Health Center by Regency/Municipality in Banten Province. 2008-2009 Figure Percentage of Children Under Five Years by Birth Attendant in Banten Province. 2009 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% 2008 2009 15.

Pandeglang Kab.7 34.35 Kab.11 1. 4. 2009 SOSIAL 100% 90% 80% 70% 60% 50% 9.29 4.5 Figure Persentase Rumah Tangga Menurut Kabupaten/Kota dan Status Penguasaan Bangunan Tempat Tinggal di Provinsi Banten.62 90. Tangerang 85.2 14 9.42 67.31 14.63 13.06 10.94 74. 2009 Percentage of Household by Regency/Municipality and Dwelling Occupancy Status in Banten Province. 2009 Figure Percentage of Population by Religion in Banten Province.00 Sumber / Source : Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten Regional Office of Ministry of Religious Affairs in Banten Province Banten dalam Angka 2010 101 .6 Persentase Penduduk Menurut Agama di Provinsi Banten.34 13.52 93.73 Budha.42 Hindu. 1. 87.19 0. 0. Serang Kota Tangerang Kota Cilegon Kota Serang Provinsi Banten Milik Sendiri Kontrak/Sewa Lainnya Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Grafik 5.8 1. 5.33 72.57 15.BAB V Grafik 5.67 40% 30% 20% 10% 0% Kab.56 10.05 76.07 20.5 55.97 Islam.79 11. 2009 Protestan. Lebak Kab.89 Katolik.

8 Figure Banyaknya Tindak Kejahatan Yang Terjadi Menurut Jenis Kejahatan di Provinsi Banten. 2009 CHAPTER V 1400 1200 1000 800 798 600 400 382 200 0 Kab.SOCIAL Grafik 5. 2009 Number of Pilgrims by Regency/Municipality and Sex in Banten Province. Pandeglang Kab. 2009 500 450 400 350 300 250 200 150 100 50 0 13 183 453 459 113 67 30 60 9 16 Pembunuhan / Murder Curat / Theft with the weighting Curanmor / Motor vehicle theft Perjudian / Gambling Perkosaan / Rape Anirat Curas / Theft with violence Kebakaran / Fire Pemerasan / Extortion Narkotika / Narcotics Sumber / Source : Kepolisian Daerah Banten / Regional Office of Indonesian National Police in Banten Territory 102 Banten in Figures 2010 .7 Figure Jumlah Jamaah Haji Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Kelamin di Provinsi Banten. Tangerang Kab. Lebak Kab. 2009 Number of Crimes Commited by Type of Crime in Banten Province. Serang Kota Tangerang Kota Cilegon 472 348 369 303 334 1156 934 926 1351 1168 Laki-laki / Male Perempuan / Female Sumber / Source : Kantor Wilayah Kementerian Agama of Provinsi Banten Regional Office of Ministry of Religious Affairs in Banten Province Grafik 5.

03 80.86 11.18 19 .15 16 .03 50.18 19 . 2008-2009 Jenis Kelamin / Kelompok Umur Sex / Age Group (1) Laki-laki / Male 7 . National Socio Economic Survey.62 97.BAB V SOSIAL 5.95 11.75 45.40 10.34 97.94 78.51 97.07 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten.56 79.13 53.63 45.12 13 .21 81.69 81. Juli 2009 BPS Statistics of Banten Province.18 19 .50 97.69 98.1.1 PENDIDIKAN EDUCATION Tabel 5. July 2009 Banten dalam Angka 2010 103 .85 80.24 Laki-laki + Perempuan / Male + Female 7 .24 2008 (2) 2009 (3) 97.1 Table Angka Partisipasi Sekolah (APS) Menurut Jenis Kelamin dan Kelompok Umur di Provinsi Banten.87 48. Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas).88 50.39 10.12 13 .15 16 .24 Perempuan / Female 7 .12 13 .15 16 .00 11.97 9. 2008-2009 School Enrollment Ratio by Sex and Age Group in Banten Province.

2009/2010 Number of Schools.2 Jumlah Sekolah. Cilegon 7. 247 66 1 535 491 356 . Murid dan Guru Taman Kanak-kanak (TK) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten. Tangerang 4. and Teachers in Kindergarten by Regency/Municipality in Banten Province.. 2009/2010 Sekolah Schools Negeri Public (2) Swasta Private (3) Murid Students Negeri Public (4) Swasta Private (5) Guru Teachers Negeri Public (6) Swasta Private (7) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1.. Students..SOCIAL CHAPTER V Tabel Table 5. Serang Kota / Municipality 5... Pandeglang 2.. Tangerang 6. 1 405 1 089 18 419 3 546 3 131 . 1 598 1 437 84 243 135 ... 7 841 5 998 Sumber / Source : Dinas Pendidikan Provinsi Banten / Office of Education Service of Banten Province Catatan / Note : 1) Termasuk data Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality 104 Banten in Figures 2010 ... Serang 8. Lebak 3. 28 11 352 65 68 .1.. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008/2009 1) 4 2 9 3 216 89 740 68 198 161 449 135 7 298 2 455 32 586 3 131 32 5 32 5 1 051 295 3 812 301 1 6 3 . 70 566 91 589 45 116 12 ..

49 695 48 360 1 965 347 177 . 2009/2010 Sekolah Schools Negeri Public (2) Swasta Private (3) Murid Students Negeri Public (4) Swasta Private (5) Guru Teachers Negeri Public (6) Swasta Private (7) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1.... Serang Kota / Municipality 5.. 2009/2010 Number of Schools.. Lebak 3. Serang 8. Tangerang 4. Cilegon 7... 1 167 838 1 150 354 29 555 5 019 2 475 . Pandeglang 2.1. Tangerang 6. 4 888 5 641 Sumber / Source : Dinas Pendidikan Provinsi Banten / Office of Education Service of Banten Province Catatan / Note : 1) Termasuk data Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality Banten dalam Angka 2010 105 .3 Jumlah Sekolah.BAB V SOSIAL Tabel Table 5. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008/2009 1) 868 752 956 705 5 6 242 12 171 756 169 666 278 509 185 080 612 894 34 033 2 080 11 122 8 463 9 672 8 127 60 23 2 175 141 378 149 705 . 419 375 136 288 40 919 185 620 . 4 513 4 152 120 22 12 . and Teachers in Primary Schools by Regency/Municipality in Banten Province. Murid dan Guru Sekolah Dasar (SD) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten.... 74 668 97 390 1 965 2 219 8 127 . Students...

.1. 2009/2010 Sekolah Schools Negeri Public (2) Swasta Private (3) Murid Students Negeri Public (4) Swasta Private (5) Guru Teachers Negeri Public (6) Swasta Private (7) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1.. and Teachers in Junior High Schools by Regency/Municipality in Banten Province.. 650 481 22 150 7 385 35 262 . 12 393 10 652 1 267 398 1 286 .. 524 341 151 22 68 .. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008/2009 1) 110 140 74 82 17 25 299 68 39 556 40 742 44 850 35 262 2 090 3 938 44 029 13 443 2 310 2 398 1 775 1 976 149 432 3 480 1 017 24 12 82 .4 Jumlah Sekolah. Students. Tangerang 6. 125 012 126 997 1 512 446 1 976 .. Serang Kota / Municipality 5.. Lebak 3. Murid dan Guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten.. 8 029 7 611 Sumber / Source : Dinas Pendidikan Provinsi Banten / Office of Education Service of Banten Province Catatan / Note : 1) Termasuk data Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality 106 Banten in Figures 2010 . Cilegon 7.. Tangerang 4.. 225 207 175 951 41 702 5 551 14 259 ..SOCIAL CHAPTER V Tabel Table 5. 2009/2010 Number of Schools.. Pandeglang 2. Serang 8.

... 2009/2010 Sekolah Schools Negeri Public (2) Swasta Private (3) Murid Students Negeri Public (4) Swasta Private (5) Guru Teachers Negeri Public (6) Swasta Private (7) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1... 54 954 58 001 750 48 858 . Pandeglang 2. 158 137 70 18 37 . Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008/2009 1) 18 26 44 25 15 23 130 37 9 280 11 282 25 057 13 855 1 679 2 537 21 644 3 049 655 657 1 018 859 290 284 1 699 566 15 5 25 . 2009/2010 Number of Schools. Students.. Tangerang 6..5 Jumlah Sekolah. Tangerang 4. Cilegon 7. Serang 8. 330 227 13 351 3 956 13 855 .BAB V SOSIAL Tabel Table 5. 5 429 3 356 Sumber / Source : Dinas Pendidikan Provinsi Banten / Office of Education Service of Banten Province Catatan / Note : 1) Termasuk data Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality Banten dalam Angka 2010 107 .. 90 636 75 951 18 489 2 843 4 713 . 4 845 4 256 1 404 448 738 . Serang Kota / Municipality 5.... and Teachers in Senior High Schools by Regency/Municipality in Banten Province. Lebak 3. Murid dan Guru Sekolah Menengah Atas (SMA) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten.1..

1.. Students... 2009/2010 Sekolah Schools Negeri Public (2) Swasta Private (3) Murid Students Negeri Public (4) Swasta Private (5) Guru Teachers Negeri Public (6) Swasta Private (7) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1.. 1 836 1 503 1 696 81 556 .. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008/2009 1) 8 7 10 4 33 35 123 28 5 406 3 612 6 097 2 055 6 707 4 474 48 883 4 003 332 241 344 235 775 518 1 882 345 8 3 4 . Pandeglang 2.SOCIAL CHAPTER V Tabel Table 5. 2009/2010 Number of Schools... 26 503 22 285 25 499 4 141 5 700 .. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 4. 339 235 5 748 1 530 2 055 .6 Jumlah Sekolah.. 44 36 83 9 28 . Murid dan Guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten.. Lebak 3. Tangerang 6. and Teachers in Senior Vocational High Schools by Regency/Municipality in Banten Province. 5 853 5 090 Sumber / Source : Dinas Pendidikan Provinsi Banten / Office of Education Service of Banten Province Catatan / Note : 1) Termasuk data Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality 108 Banten in Figures 2010 . 99 407 79 858 401 48 235 .. Cilegon 7.. Serang 8.

... Serang 2) Kota / Municipality 5.. 36 490 30 609 . Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008/2009 1) - 124 110 340 146 - 3. Tangerang 4.. - 1 431 325 . - 295 42 . Cilegon 7. . Pandeglang 2... 4 512 3 453 Sumber / Source : Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten Regional Office of Ministry of Religious Affairs in Banten Province Catatan / Note : 1) 2) Termasuk data Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality Termasuk data Kota Serang / Including Serang Municipality Banten dalam Angka 2010 109 .7 Jumlah Sekolah... .999 1. Lebak 3... . 1 057 765 .BAB V SOSIAL Tabel Table 5. . Tangerang 6....1. .. Students. Serang 8.. Murid dan Guru Raudhatul Athfal (RA) / Bustanul Athfal (BA) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten.... - 11 116 1 964 . 2009/2010 Sekolah Schools Negeri Public (2) Swasta Private (3) Murid Students Negeri Public (4) Swasta Private (5) Guru Teachers Negeri Public (6) Swasta Private (7) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. 2009/2010 Number of Schools.. and Teachers in Islamic Kindergarten by Regency/Municipality in Banten Province.. ...550 12 822 5 039 - 552 310 1 399 495 ..

. Lebak 3. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008/2009 1) 3 2 9 4 139 175 415 118 580 422 4 343 1 389 15 125 20 048 56 537 19 177 223 253 404 62 1 364 1 888 3 171 918 1 1 . Tangerang 6.... .... 1 222 405 1 218 143 . Pandeglang 2. 8 702 7 800 Sumber / Source : Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten Regional Office of Ministry of Religious Affairs in Banten Province Catatan / Note : 1) 2) Termasuk data Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality Termasuk data Kota Serang / Including Tangerang Selatan Municipality 110 Banten in Figures 2010 .. ... 2009/2010 Number of Schools.. Murid dan Guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten. .1.. 7 641 6 325 19 810 1 335 . Serang 8.. . 132 032 124 543 160 120 . . Serang 2) Kota / Municipality 5..... 2009/2010 Sekolah Schools Negeri Public (2) Swasta Private (3) Murid Students Negeri Public (4) Swasta Private (5) Guru Teachers Negeri Public (6) Swasta Private (7) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1.. Students.SOCIAL CHAPTER V Tabel Table 5. Cilegon 7. 20 19 100 10 .... and Teachers in Islamic Primary Schools by Regency/Municipality in Banten Province. . 957 948 393 514 . Tangerang 4....8 Jumlah Sekolah.

.. Cilegon 7.. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008/2009 1) 6 4 7 7 134 130 215 198 3 607 2 085 5 236 4 738 18 253 16 490 59 609 33 514 235 136 269 286 2 182 1 613 4 341 3 115 3 3 ... . Students... Serang 2) Kota / Municipality 5. . 30 28 50 34 . 19 678 18 234 8 756 7 415 .BAB V SOSIAL Tabel Table 5.. Tangerang 4.. 2009/2010 Sekolah Schools Negeri Public (2) Swasta Private (3) Murid Students Negeri Public (4) Swasta Private (5) Guru Teachers Negeri Public (6) Swasta Private (7) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1.9 Jumlah Sekolah.. 2009/2010 Number of Schools. Pandeglang 2. Lebak 3. 144 037 131 085 138 154 .. .. ... 1 218 957 856 1 110 . 761 640 2 110 1 902 . Murid dan Guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten. Tangerang 6. and Teachers in Islamic Junior High Schools by Regency/Municipality in Banten Province... .1.. 13 217 12 524 Sumber / Source : Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten Regional Office of Ministry of Religious Affairs in Banten Province Catatan / Note : 1) 2) Termasuk data Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality Termasuk data Kota Serang / Including Tangerang Selatan Municipality Banten dalam Angka 2010 111 ..... Serang 8.... .

. 4 524 4 363 Sumber / Source : Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten Regional Office of Ministry of Religious Affairs in Banten Province Catatan / Note : 1) 2) Termasuk data Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality Termasuk data Kota Serang / Including Tangerang Selatan Municipality 112 Banten in Figures 2010 .. .... 2009/2010 Number of Schools. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008/2009 1) 4 2 6 3 46 37 64 61 1 389 591 2 412 1 774 3 911 3 913 8 768 4 388 125 52 196 80 847 518 1 110 1 226 2 2 .. 241 228 1 044 699 ..... Tangerang 6..10 Jumlah Sekolah. 7 909 6 887 1 395 3 050 . 655 623 315 508 . .SOCIAL CHAPTER V Tabel Table 5....... Pandeglang 2. Murid dan Guru Madrasah Aliyah (MA) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten. 19 19 15 18 . . . Serang 8. Lebak 3. 2009/2010 Sekolah Schools Negeri Public (2) Swasta Private (3) Murid Students Negeri Public (4) Swasta Private (5) Guru Teachers Negeri Public (6) Swasta Private (7) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1... . Students. Tangerang 4.. .1. Serang 2) Kota / Municipality 5. and Teachers in Islamic Senior High Schools by Regency/Municipality in Banten Province... 25 425 23 974 88 114 .. Cilegon 7..

... 26 266 344 Sumber / Source : Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten Regional Office of Ministry of Religious Affairs in Banten Province Catatan / Note : 1) 2) Termasuk data Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality Termasuk data Kota Serang / Including Tangerang Selatan Municipality Banten dalam Angka 2010 113 .. Cilegon 7.1. Students.. 3 323 782 188 091 535 989 .11 Jumlah Lembaga. 938 219 112 830 824 106 . . Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008/2009 1 052 618 714 783 83 896 57 611 50 282 22 350 8 416 4 944 5 712 6 264 103 53 . Tangerang 6.. Serang 8.. 2009/2010 Number of Institutions. Tangerang 1) 4. ... and Teachers in Traditional Islamic Boarding Schools by Regency/Municipality in Banten Province. Serang 2) Kota / Municipality 5. Lebak 3.... 2009/2010 Lembaga Institutions (2) Santri Students (3) Guru Teachers (4) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. . Pandeglang 2.BAB V SOSIAL Tabel Table 5. Santri dan Guru Pondok Pesantren Salafiyah Murni Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten.

12 Table Jumlah Perguruan Tinggi Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten. 9 9 10 . Tangerang 1) 4... 3 3 2 . Serang Kota / Municipality 5. 28 28 1 3 15 6 1 . Pandeglang 2. Cilegon 7..SOCIAL CHAPTER V Tabel 5..1.. 2009 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Tangerang 6. 2009 Number of Universities by Regency/Municipality in Banten Province. Serang 8.. 6 6 12 5 4 . Lebak 3... 70 70 Sumber / Source : Dinas Pendidikan Provinsi Banten / Office of Education Service of Banten Province Catatan / Note : 1) Termasuk data Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality 114 Banten in Figures 2010 . Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008/2009 Politeknik Polytechnics (2) Akademi Academy (3) Institut Institute (4) Universitas University (5) Sekolah Tinggi (6) 1 2 3 4 1 1 1 2 6 5 17 11 1 2 ...

20 19.04 21.49 24.45 30. Cilegon 7.86 Banten dalam Angka 2010 115 .BAB V SOSIAL Tabel 5.12 17.84 19..65 12..90 .68 27. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 36. Serang Kota / Municipality 5.03 35.71 27.91 38. Tangerang 1) 4. 29.21 17.13 Table Persentase Penduduk Usia 10 Tahun ke Atas Menurut Kabupaten/Kota dan Pendidikan Yang Ditamatkan di Provinsi Banten. Lebak 3. 2009 Percentage of Population Aged 10 Years and Over by Regency/Municipality and Educational Attainment in Banten Province.75 23.19 . 25...10 16.14 21.87 13.94 30.02 20.88 29..35 13.1. 18. Tangerang 6. 2009 Pendidikan Yang Ditamatkan Educational Attainment < SD < Primary School (2) SD / Sederajat Elementary School (3) SLTP Junior High School (4) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1.75 .83 37.. Serang 8.45 42. Pandeglang 2.90 23.

I / II (6) Dipl.00 100.1.. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 8.SOCIAL CHAPTER V Lanjutan Tabel / Continued Table 5. Juli 2009 BPS Statistics of Banten Province.Univ. 100.00 100. Cilegon 7.32 6.76 0..55 1.99 100.71 22. Pandeglang 2.43 5. III ..13 26. July 2009 Catatan / Note : 1) Termasuk data Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality 116 Banten in Figures 2010 .18 .32 0. Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas)..08 .82 0.78 0.00 33.70 100.00 100.14 12.13 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Pendidikan Yang Ditamatkan Educational Attainment SLTA Senior High Sch.47 0.01 0.00 100.52 0. Tangerang 1) 4. 20.. Serang Kota / Municipality 5.00 100..17 4. 0..73 20. 4. (5) Dipl.64 0. Tangerang 6. Lebak 3.90 .. National Socio Economic Survey.23 27.67 0. Serang 8.98 0.00 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten.00 .61 11.94 5.95 6. (7) Jumlah Total (8) (1) Kabupaten / Regency 1.00 100.

3.50 4.10 .82 1.00 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten..46 2.59 12.BAB V SOSIAL Tabel 5.11 25. Serang 8.72 5.84 3..01 35.73 1.18 73.51 . Lebak 3. National Socio Economic Survey. Tangerang 6. July 2009 Catatan / Note : 1) Termasuk data Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality Banten dalam Angka 2010 117 .41 2.07 79...10 70.52 2..51 47.. 40.55 2.00 100.00 100.61 46.00 37. Cilegon 7.00 100.00 47.37 1.00 .1.34 . Pandeglang 2.. 53... Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Juli 2009 BPS Statistics of Banten Province.72 3.98 3. Serang Kota / Municipality 5.37 100.77 33.05 . 2.00 100.59 58.63 21. 100. Tangerang 4.00 100.35 49. 2009 Kepandaian Membaca dan Menulis Reading dan Writing Ability Kabupaten/Kota Regency/Municipality Huruf Latin & Huruf Latin Huruf Lainnya Tidak Dapat Huruf Lainnya Latin Other Can’t Latin & Other (2) (3) (4) (5) Jumlah Total (1) Kabupaten / Regency 1.89 2. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 1) (6) 58.00 100.31 3. 2009 Population 10 Years of Age and Over by Regency/Municipality and Reading and Writing Ability in Banten Province.14 Table Penduduk Usia 10 Tahun ke Atas Menurut Kabupaten/Kota dan Kepandaian Membaca dan Menulis di Provinsi Banten..58 4.00 100.86 3.82 54.

2.1 Table Jumlah Rumah Sakit dan Puskesmas Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten. Serang Kota / Municipality 5. 2009 Number of Hospitals and Public Health Center By Regency/Municipality in Banten Province. 2009 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Serang 8. Lebak 3.SOCIAL CHAPTER V 5. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 Rumah Sakit Hospital Jumlah Total (2) Tempat Tidur Beds (3) Puskesmas Public Health Center (4) 1 3 11 2 228 232 999 330 36 40 39 28 23 4 5 17 66 41 1 817 501 372 732 4 979 4 025 30 8 6 10 197 191 Sumber / Source : Dinas Kesehatan Provinsi Banten / Office of Health Service of Banten Province 118 Banten in Figures 2010 . Pandeglang 2.2 KESEHATAN HEALTH Tabel 5. Cilegon 7. Tangerang 6. Tangerang 4.

Lebak 3. Serang 8. Serang Kota / Municipality 5. Pandeglang 2. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 Dokter Umum General Practitioner (2) Dokter Ahli Medical Specialist (3) Dokter Gigi Dentist (4) Jumlah Total (5) 51 69 204 41 16 40 318 6 9 11 93 26 76 120 615 73 280 93 42 36 816 814 615 86 46 52 1 179 875 140 27 28 19 353 363 1 035 206 116 107 2 348 2 052 Sumber / Source : Dinas Kesehatan Provinsi Banten / Office of Health Service of Banten Province Banten dalam Angka 2010 119 .BAB V SOSIAL Tabel 5. 2009 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Cilegon 7. Tangerang 6.2 Table Jumlah Dokter Rumah Sakit Umum dan Puskesmas Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten.2. Tangerang 4. 2009 Number of Medical Doctors at Public Hospital and Health Center by Regency/Municipality in Banten Province.

Serang Kota / Municipality 5. Serang 8. 2009 Jenis Imunisasi / Type of mmunization Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1.3 Table Cakupan Imunisasi Bayi Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Imunisasi di Provinsi Banten. Tangerang 6. Cilegon 7.2. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 30 946 8 182 12 056 23 606 200 343 201 098 31 009 8 190 11 976 23 251 208 325 213 106 30 403 8 034 11 595 22 575 202 048 205 970 30 208 7 795 11 709 22 323 197 663 200 632 29 897 7 541 11 681 22 386 195 510 201 531 31 204 8 411 12 414 23 270 212 399 219 198 29 563 7 850 11 929 21 897 196 310 198 642 21 291 22 930 52 057 29 275 22 951 26 108 55 876 28 964 22 464 24 875 54 063 28 039 21 139 24 092 53 003 27 394 20 415 22 882 53 080 27 628 24 184 25 955 56 413 30 548 21 347 23 646 52 157 27 921 BCG (2) DPT-I (3) DPT-II (4) DPT-III (5) Campak Measles (6) Polio-I (7) Polio -IV (8) Sumber / Source : Dinas Kesehatan Provinsi Banten / Office of Health Service of Banten Province 120 Banten in Figures 2010 . Lebak 3. 2009 Infant Immunization Coverage by Regency/Municipality and Type of Immunization in Banten Province. Tangerang 4. Pandeglang 2.SOCIAL CHAPTER V Tabel 5.

51 100. 2009 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1.55 61.00 : BPS Provinsi Banten.BAB V SOSIAL Tabel 5.00 33. Juli 2009 BPS Statistics of Banten Province.. Tangerang 6. Tangerang 1) 4.34 6.. Lebak 3.94 .2.94 15.60 69.47 37.61 15. 100.72 .57 100. Cilegon 7.52 77. 31. National Socio Economic Survey. 15. Serang 8.50 36..92 47.34 .00 100.05 4. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 Sumber / Source Catatan / Note Dokter Doctor (2) Bidan Midwife (3) Lainnya Others (4) Jumlah Total (5) 3. 52. Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). 2009 Percentage of Children Under Five Yearss by Regency/Municipality And Birth Attendant in Banten Province.54 12.79 41.. Pandeglang 2..20 63.00 100.99 60.00 100.20 52.11 31.00 100...4 Table Persentase Balita Menurut Kabupaten/Kota dan Penolong Persalinan di Provinsi Banten.00 100. July 2009 : 1) Termasuk data Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality Banten dalam Angka 2010 121 .38 61.. Serang Kota / Municipality 5.35 2.94 10.05 27.86 21.01 5.00 100.00 .

2. Serang Kota / Municipality 5. Lebak 3.5 Table Jumlah Tenaga Kesehatan Selain Dokter di Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten. 2009 Number of Health Professionals Other Than Doctor at Public Health Center and Government Hospital by Regency/Municipality in Banten Province. Tangerang 4. 2009 Sarjana Farmasi Pharmacy (2) SKM Health School (3) Perawat Nurse (4) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Tangerang 6. Cilegon 7.SOCIAL CHAPTER V Tabel 5. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 9 7 27 2 34 42 65 21 526 511 854 230 47 2 5 66 165 100 142 6 12 12 334 329 1 575 61 278 542 4 577 3 931 122 Banten in Figures 2010 . Serang 8.

Cilegon 7. Lebak 3. Tangerang 4.5 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1.2.BAB V SOSIAL Lanjutan Tabel / Continued Table 5. Pandeglang 2. Serang 8. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 Bidan Midwife (5) Paramedis Non Keperawatan Not Nurse (6) Non Medis Not Medical (7) 413 306 716 248 151 129 305 57 439 572 187 240 392 84 126 190 2 475 2 342 609 31 64 108 1 454 328 1 575 26 33 20 3 092 2 720 Sumber / Source : Dinas Kesehatan Provinsi Banten / Office of Health Service of Banten Province Banten dalam Angka 2010 123 . Tangerang 6.

Serang Kota / Municipality 5.SOCIAL CHAPTER V Tabel 5. Serang 8.2. Tangerang 4. Tangerang 6. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 (2) (3) (4) (5) (6) 15 4 1 21 10 32 17 143 16 24 - 32 18 203 30 11 30 28 22 1 8 18 81 86 269 48 45 75 645 634 22 2 48 49 324 49 55 93 804 797 Sumber / Source : Dinas Kesehatan Provinsi Banten / Office of Health Service of Banten Province 124 Banten in Figures 2010 . Lebak 3. Pandeglang 2. 2009 Number of Drug Distributors by Regency/Municipality in Banten Province. Cilegon 7.6 Table Jumlah Penyalur Obat Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten. 2009 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Pedagang Industri Farmasi Besar Farmasi Apotik Pharmaceutical Pharmaceutical Dispensaries Industry Whole Sale Industri Kecil Obat Lainnya Other Drug Industry Jumlah Total (1) Kabupaten / Regency 1.

7 Table Jumlah Akseptor Keluarga Berencana Menurut Kabupaten/Kota dan Alat/Cara Kontrasepsi yang Digunakan di Provinsi Banten. 2009 Number of Family Planning Acceptors by Regency/Municipality and Method of Contraception Based on The Result of Family Registration in Banten Province. Tangerang 4. 2009 Metode Jangka Panjang (MJP) Long Term Method Kabupaten/Kota Regency/Municipality IUD IUD (2) MOP Vasectomy (3) MOW Tubectomy (4) Susuk Implant (5) (1) Kabupaten / Regency 1.2. Serang 8. Serang Kota / Municipality 5. Lebak 3.BAB V SOSIAL Tabel 5. Pandeglang 2. Cilegon 7. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 6 424 5 633 39 285 7 676 1 253 2 540 7 822 2 295 2 129 2 307 4 071 2 978 11 530 19 245 15 050 13 033 33 374 2 645 4 748 82 703 182 488 133 002 1 719 206 437 1 508 17 780 18 360 4 662 892 1 634 10 492 29 165 21 406 7 128 8 259 2 897 1 160 78 302 67 487 Banten dalam Angka 2010 125 . Tangerang 6.

SOCIAL CHAPTER V Lanjutan Tabel / Continued Table 5. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 Jumlah Total Tradisional & Lainnya (MJP + Non MJP) Traditional & Others (9) (10) 83 921 85 049 160 276 101 909 30 359 46 003 67 090 49 943 339 2 231 2 019 1 853 - 135 955 163 008 295 613 179 687 114 336 27 906 37 272 1 868 612 537 620 580 49 891 6 916 14 067 48 622 312 891 299 898 2 355 913 975 1 477 12 162 6 546 - 213 465 47 737 62 030 147 830 1 245 325 1 167 279 Sumber / Source : Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Provinsi Banten National Family Planning Coordinating Board of Banten Province 126 Banten in Figures 2010 . Tangerang 4. Serang 8. Pandeglang 2.2. Lebak 3. Cilegon 7.7 Non Metode Jangka Panjang (Non MJP) Non Long Term Method Kabupaten/Kota Regency/Municipality Suntik Injection (6) Pil Pil (7) Kondom Condom (8) (1) Kabupaten / Regency 1. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6.

2009 Number of Fertile Age Couple by Regency/Municipality and Wife Age in Banten Province. 2009 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Cilegon 7. Pandeglang 2.2. Tangerang 6. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 Umur Isteri (tahun) / Wife Age (years old) < 20 (2) 20 – 29 (3) > 29 (4) Jumlah Total (5) 11 883 21 159 34 680 7 688 10 600 10 600 1 037 3 634 6 451 97 132 106 971 88 913 103 143 232 308 100 361 81 613 81 613 19 759 36 799 83 153 746 049 694 278 111 371 116 701 216 962 147 203 171 917 171 917 45 688 56 525 109 422 975 789 954 765 212 167 241 003 483 950 255 252 264 130 264 130 66 484 96 958 199 026 1 818 970 1 756 014 Sumber / Source : Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Provinsi Banten National Family Planning Coordinating Board of Banten Province Banten dalam Angka 2010 127 .8 Table Jumlah Pasangan Usia Subur Menurut Kabupaten/Kota dan Umur Isteri di Provinsi Banten. Serang Kota / Municipality 5. Lebak 3.BAB V SOSIAL Tabel 5. Serang 8. Tangerang 4.

Lebak 3.2. Cilegon 7. Pandeglang 2. 2009 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Serang 8. Tangerang 4. 2009 Number of Family by Level of Prosperous Family in Banten Province. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 Keluarga Pra Sejahtera Pre-level Prosperous Family (2) Keluarga Sejahtera Tahap I Prosperous Family Level I (3) Keluarga Sejahtera Tahap II Prosperous Family Level II (4) 85 633 80 028 162 496 90 849 21 618 21 618 5 949 18 907 13 798 479 278 489 654 82 150 91 162 170 104 81 377 60 541 60 541 10 348 29 095 43 805 568 582 530 357 64 846 103 525 146 988 97 065 111 014 111 014 36 577 45 743 89 936 695 694 662 572 128 Banten in Figures 2010 .9 Table Jumlah Keluarga Menurut Kabupaten/Kota dan Tahapan Keluarga Sejahtera di Provinsi Banten. Serang Kota / Municipality 5.SOCIAL CHAPTER V Tabel 5. Tangerang 6.

Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 Keluarga Sejahtera Tahap III Prosperous Family Level III (5) Keluarga Sejahtera Tahap III Plus Prosperous Family Level III Plus (6) Jumlah Total (7) 44 010 41 353 105 807 58 578 12 674 8 333 42 365 12 062 289 313 324 401 627 760 339 931 103 130 21 512 25 883 69 780 470 053 445 027 37 294 7 368 4 759 31 946 156 801 141 456 333 597 81 754 124 387 249 265 2 370 408 2 269 066 Sumber / Source : Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Provinsi Banten National Family Planning Coordinating Board of Banten Province Banten dalam Angka 2010 129 . Pandeglang 2. Serang 8. Lebak 3.2. Tangerang 4.9 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1.BAB V SOSIAL Lanjutan Tabel / Continued Table 5. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6. Cilegon 7.

.00 100.1 dan Status Penguasaan Bangunan Tempat Tinggal Table di Provinsi Banten.17 9.83 1..12 11.3 PERUMAHAN DAN LINGKUNGAN HOUSING AND ENVIRONMENT Tabel Persentase Rumah Tangga Menurut Kabupaten/Kota 5.00 8.07 4.00 55.11 .68 0. 2009 Status Penguasaan Bangunan Tempat Tinggal Dwelling Occupancy Status Milik Sendiri Owner Self (2) Kontrak Contract (3) Sewa Rent (4) Lainnya Other (5) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. 7.11 100...13 0.00 100..00 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note : 1) Termasuk data Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality 130 Banten in Figures 2010 .00 100. 74. Serang Kota / Municipality 5. Pandeglang 2. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 1) Jumlah Total (6) 90.00 100.31 14 ..33 0. Serang 8.19 4.52 93. 10.62 11. Tangerang 4. Tangerang 6. 100.42 67.15 100.SOCIAL CHAPTER V 5.94 .. 2009 Percentage of Households by Regency/Municipality and Dwelling Occupancy Status in Banten Province.95 .00 ..16 1.3..37 7.67 85.00 100.61 9.34 13.57 9.00 100.05 72.90 4. Cilegon 7.8 11..02 0.35 77.95 0.72 9.85 10. 8. Lebak 3.50 76.88 22.63 13.

2009 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1.58 9.00 1.00 100. Serang 8..07 10.68 96.00 100...00 .17 90.00 100.2 Table Persentase Rumah Tangga Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Lantai Terluas di Provinsi Banten. Tangerang 6. Cilegon 7. 90.07 78.3.00 100.00 100.00 100..09 15.83 9.3 ..93 89. Serang Kota / Municipality 5.80 100.20 98. Lebak 3. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 Jenis Lantai Terluas Widest Floor Type Tanah Ground Floor (2) Bukan Tanah Not The Ground Floor (3) Jumlah Total (4) 21.00 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note : 1) Termasuk data Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality Banten dalam Angka 2010 131 . Tangerang 1) 4.42 90. 100..96 95.BAB V SOSIAL Tabel 5.91 84.70 . Pandeglang 2.04 4.93 100. 9.32 3. 2009 Percentage of Households by Regency/Municipality and Widest Floor Type in Banten Province.

47 57.SOCIAL CHAPTER V Tabel 5.25 0. 9.00 100. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 1) Luas Lantai Rumah (m2) House Floor Area (m2) <20 (2) 20 – 49 (3) 50 – 99 (4) 100 – 149 (5) 150+ (6) Jumlah Total (7) 0.68 .54 29.99 15.09 2.00 21.78 6.81 29.40 23.00 100. Tangerang 6.37 45.18 3.11 .23 0.27 1..50 41..66 21.48 43.25 2.00 .81 100.00 100.70 32.00 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note : 1) Termasuk data Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality 132 Banten in Figures 2010 .44 2.61 9. Lebak 3.30 15.45 14.67 ..89 11..60 2.97 29..88 10.50 .02 9. 100.72 13. Serang Kota / Municipality 5.66 47. Tangerang 4.95 38. 2009 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. 5. 33.01 46.92 2.00 100.. 8. Pandeglang 2.03 100..3...68 15.61 7. 42.3 Table Persentase Rumah Tangga Menurut Kabupaten/Kota dan Luas Lantai Rumah di Provinsi Banten.00 100. 2009 Percentage of Households by Regency/Municipality and House Floor Area in Banten Province.18 47.83 25..63 55.04 .. Cilegon 7.31 6.50 8.. Serang 8.00 100.

27 100.41 57. 11.00 .81 12. 32. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 (7) 2..BAB V SOSIAL Tabel 5.62 6.86 25. 100.42 ..00 100.14 6.54 6. Lebak 3.37 100..00 49.40 39.00 100.00 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note : 1) Termasuk data Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality Banten dalam Angka 2010 133 .3.72 .71 27.44 18. Serang 8.88 1..72 34.28 47.13 .26 11.40 3.63 48.. Pandeglang 2..23 29.39 1.. Tangerang 6.17 45.98 5.76 16.51 24.22 23.74 1.33 .09 9. 22.00 100. Cilegon 7.44 31.. Tangerang 1) 4.01 7. 2009 Sumber Air Minum Source of Drinking Water Kabupaten/Kota Regency/Municipality Air dalam kemasan Packaged Water (2) Ledeng Pipe Water (3) Pompa Well Pumps (4) Sumur Water Wells (5) Lainnya Other (6) Jumlah Total (1) Kabupaten / Regency 1.73 23.33 27..56 33.00 100.39 2.78 6.94 6.4 Table Persentase Rumah Tangga Menurut Kabupaten/Kota dan Sumber Air Minum di Provinsi Banten. 7.35 2.23 28. Serang Kota / Municipality 5. 2009 Percentage of Households by Regency/Municipality and Source of Drinking Water in Banten Province.47 25..40 .00 100.00 100. 26.43 11..89 1..60 34.

Pandeglang 2.4. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang Selatan Provinsi Banten 1 271 4 040 - 7 724 813 596 379 2 951 99 233 18 64 992 118 2 336 - 5 311 2 969 1 12 482 22 3 323 2 591 70 037 134 Banten in Figures 2010 . Serang 8. Tangerang 6. Tangerang 4. 2009 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Komunitas Adat Terpencil Tribal Communities (2) Korban Bencana Alam Natural Disaster Victims (3) Korban Bencana Sosial/Pengungsi Social Disaster Victims/Refugee (4) Masyarakat yang tinggal di Daerah Rawan Bencana People Living in Disaster Prone Areas (5) (1) Kabupaten / Regency 1.SOCIAL CHAPTER V 5. 2009 Social Insecurity Characteristics by Regency/Municipality in Banten Province.4 KERAWANAN SOSIAL DAN KRIMINALITAS SOCIAL INSECURITY AND CRIME Tabel 5. Cilegon 7.1 Table Karakteristik Kerawanan Sosial Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten. Lebak 3.

Tangerang Selatan Provinsi Banten Kekerasan Terhadap Wanita Violence Against Women (6) Kekerasan Terhadap Lansia Violence Against Elderly (7) Kekerasan Terhadap Anak Violence Against Children (8) 238 543 247 39 179 21 276 158 - 2 002 36 397 38 5 2 478 31 3 19 1 1 121 80 1 715 Sumber / Source : Dinas Sosial Provinsi Banten / Office of Social Service of Banten Province Banten dalam Angka 2010 135 .4. Lebak 3. Cilegon 7. Tangerang 6. Pandeglang 2. Serang Kota / Municipality 5. Serang 8. Tangerang 4.BAB V SOSIAL Lanjutan Tabel / Continued Table 5.1 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1.

1 634 12 24 9 . Cilegon 7.2 Table Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten. Tangerang 6..WKSBM : Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat 136 Banten in Figures 2010 . Serang Kota/Municipality 5. Serang 8... 148 1 591 7 . 2009 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Pekerja Sosial Masyarakat Social Workers (2) Organisasi Sosial Social Organization (3) Karang Taruna Youth Club (4) Keperintisan dan Kepahlawanan Independent Patriot (5) KLSDU WKSBM (1) Kabupaten/Regency 1..SOCIAL CHAPTER V Tabel 5.. 5 672 302 9 23 . Pandeglang 2.. Tangerang 1) 4. 2 230 Sumber / Source : Dinas Sosial Provinsi Banten / Office of Social Service of Banten Province Catatan / Note : 1) Termasuk data Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality . 1 838 549 1 400 .. 1 079 410 11 73 .. Tangerang Selatan Provinsi Banten (6) (7) 1 675 1 306 1 640 372 121 139 435 50 335 300 302 203 36 67 - 7 4 140 89 15 40 220 6 520 86 73 .4.. Lebak 3..KLSDU : Kerjasama Lintas Sektor dan Dunia Usaha .. 2009 Potency and Source Of Social Welfare by Regency/Municipality in Banten Province.

99 4 120 . Tangerang 6.. 158 31 311 .. Provinsi Banten 24 725 1 629 880 2 432 1 499 9 230 Banten dalam Angka 2010 137 . Serang 8.. Tangerang 1) 4. 2009 Anak Balita Anak Nakal Wanita Terlantar Pengemis Gelandangan Terlantar Naughty Tuna Susila Neglated Beggar Vagrant Baby Children Prostitute Children Neglated (2) (3) (4) (5) (6) (7) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1.. Pandeglang 2. 20 12 81 .BAB V SOSIAL Tabel 5.. 2 7 6 . 2009 Number of Social Welfare Problem Bearers by Kind and Regency/Municipality in Banten Province (person). Cilegon 7......4..3 Table Jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Menurut Jenis dan Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (jiwa). Serang Kota / Municipality 5.. Tangerang Selatan 10 196 174 4 644 4 409 797 443 166 177 232 332 26 871 52 252 757 1 131 168 185 6 024 208 335 1 601 4 109 645 548 . Lebak 3. 618 347 97 .

4. Lebak 3. Tangerang 6. Cilegon 7.. Serang Kota/Municipality 5...SOCIAL CHAPTER V Lanjutan Tabel / Continued Table 5..3 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten/Regency 1. 6 136 4 480 204 195 .. Tangerang Selatan Provinsi Banten Korban NAPZA Drugs Addicted (8) Bekas Narapidana Presiour Scor (9) Keluarga Bermasalah Sosial Psikologi (10) Lansia Terlantar Abondoned Elderly (11) Jumlah Total (12) 106 536 198 8 418 1 616 313 324 5 046 65 242 347 11 793 403 3 269 8 464 36 559 3 286 10 196 16 287 407 407 21 .. 1 683 296 51 173 ... 3 191 189 247 . 80 213 Sumber / Source : Dinas Sosial Provinsi Banten / Office of Social Services – Banten Province Government Catatan / Note : 1) Termasuk data Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality 138 Banten in Figures 2010 . Pandeglang 2. 28 808 10 378 1 955 1 552 .. Tangerang 1) 4.. Serang 8.

4 Table Banyaknya Tindak Kejahatan Yang Terjadi Menurut Jenis Kejahatan di Provinsi Banten. Pencurian dengan pemberatan (Curat) 4.4. Pemerasan / Extortion 9.BAB V SOSIAL Tabel 5. 2009 Tindak Kejahatan / Crime Jenis Kejahatan Type of Crime (1) 1. Penganiyaan dengan pemberatan 3. Perkosaan / Rape 10. Pembunuhan / Murder 2. 2009 Number of Crimes Commited by Type of Crime in Banten Province. Narkotika / Narcotics 11. Perjudian / Gambling 8. Pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) Motor vehicle theft 6. Pencurian dengan kekerasan (Curas) Theft with violence 5. Kebakaran / Fire 7. Kenakalan Remaja / Adolescent hoax Tindak Pidana Crime (2) 13 183 453 67 459 30 60 9 16 113 Penyelesaian Tindak Pidana The Settlement of Criminal (3) 12 82 270 36 78 10 53 6 9 115 - Jumlah / Total 2008 2007 2006 2005 1 403 1 194 178 1 465 1 435 671 775 161 767 680 Sumber / Source : Kepolisian Daerah Banten / Regional Office of Indonesian National Police in Banten Province Banten dalam Angka 2010 139 .

SOCIAL CHAPTER V Tabel 5. 2009 Number of Accidents and Victims in The Territory of State Police of Banten.4. 2009 Bulan Month (1) Januari / January Februari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October November / November Desember / December Jumlah / Total 2008 2007 2006 2005 Jumlah Kecelakaan Total Accidents (2) 29 29 27 44 25 43 106 90 166 139 113 144 955 482 379 364 195 Korban (orang) Victim (person) Meninggal Deaths (3) 6 12 6 13 17 15 30 23 30 21 26 30 229 156 190 187 203 Luka Berat Seriously Injured (4) 35 25 26 39 30 32 75 72 88 73 67 74 636 380 299 248 186 Luka Ringan Slightly Injured (5) 22 29 24 34 20 33 99 95 179 180 119 161 995 372 334 304 116 Sumber / Source : Kepolisian Daerah Banten / Regional Office of Indonesian National Police in Banten Province 140 Banten in Figures 2010 .5 Table Banyaknya Kecelakaan Lalu Lintas dan Jumlah Korban di Wilayah Kepolisian Banten.

.BAB V SOSIAL Tabel 5. 791 000 1 078 940 231 760 ... Tangerang 1) 4. Tangerang Selatan Jalan Tol Jakarta-Merak km 47-98 Provinsi Banten 32 500 75 700 285 560 72 000 1 887 350 89 750 817 050 73 650 416 700 123 800 1 007 350 106 350 271 00 197 00 1 189 900 292 050 196 450 181 350 1 026 179 933 550 123 408 211 500 . .. Cilegon 7. 2005-2009 Material Lost Estimation of Accident in The Territory of State Police of Banten (thousand rupiahs)... 916 650 498 800 . ... . 2005-2009 2005 (2) 2006 (3) 2007 (4) 2008 (5) 2009 (6) Kabupaten/Kota (1) Kabupaten / Regency 1.. Serang 8...... 2 374 050 624 400 491 000 . .4. . Pandeglang 2. 1 962 500 800 668 2 135 715 3 745 725 5 634 700 5 415 429 Sumber / Source : Kepolisian Daerah Banten / Regional Office of Indonesian National Police in Banten Province Catatan / Note : 1) 2) Termasuk data Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality Termasuk data Kota Serang / Including Serang Municipality Banten dalam Angka 2010 141 . .... Serang 2) Kota / Municipality 5.. 770 775 529 750 . Lebak 3. .... Tangerang 6...6 Table Perkiraan Kerugian Materi Pada Kecelakaan Lalu Lintas di Wilayah Kepolisian Banten (ribuan rupiah)..

Serang 8...5 AGAMA RELIGION Tabel 5... Tangerang 6. Cilegon 7..... 644 644 12 1 .. 25 510 25 453 Sumber / Source : Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten Regional Office of Ministry of Religious Affairs in Banten Province Catatan / Note : 1) Termasuk data Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality 2) Termasuk data Kota Serang / Including Serang Municipality 142 Banten in Figures 2010 .. 37 37 6 1 ... ... .. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 Mesjid/ Musholla Mosque (2) Gereja Protestan Protestan Churches (3) Gereja Katolik Chatolic Church (4) Pura Budhist Temple (5) Vihara Jumlah Buddhist Total Monasteries (6) (7) 3 592 3 793 9 775 5 721 5 6 317 21 1 3 18 2 4 - 1 2 37 3 3 599 3 804 10 151 5 747 879 976 ..... 24 736 24 680 287 8 . 11 11 35 4 . 2009 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. 82 81 1 219 990 .. ..SOCIAL CHAPTER V 5. Serang 2) Kota / Municipality 5. . Pandeglang 2. .. Lebak 3. Tangerang 1) 4.1 Table Jumlah Tempat Ibadah Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten.5.. 2009 Number of Religious Worship Places by Regency/Municipality in Banten Province. ..

51 .. Tangerang 1) 4.66 97.28 .80 .66 1.26 0... Tangerang 6...00 100. .97 10. 1.00 Sumber / Source : Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten Regional Office of Ministry of Religious Affairs in Banten Province Catatan / Note : 1) 2) Termasuk data Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality Termasuk data Kota Serang / Including Serang Municipality Banten dalam Angka 2010 143 .14 0.00 . .27 100.58 0. Serang 2) Agama / Religion Islam (2) Protestan (3) Katolik (4) Hindu (5) Budha (6) Jumlah Total 99.. Serang 8. 2009 Percentage of Population by Religion in Banten Province.36 0.27 0.00 100.21 1.06 6.57 5.73 3....62 85.28 0.99 0. ....00 100.. 100. 0.BAB V SOSIAL Tabel 5.89 3.95 0.13 0. Tangerang Selatan Provinsi Banten 66..80 93. Lebak 3.34 .06 . 2009 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. 5. 87.54 1.03 0.00 100. Pandeglang 2... Cilegon 7..2 Table Persentase Penduduk Menurut Agama di Provinsi Banten.. .00 100.00 Kota / Municipality 5.51 0.42 97.32 1. .42 1.21 0.. 4.5.73 17...41 1.. ...

70 Rp 400 100 + US$ 2 925.00 Rp 963 266 + US$ 2 668.90 Rp 501 000 + US$ 3 429.00 Sumber / Source : Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten Regional Office of Ministry of Religious Affairs in Banten Province 144 Banten in Figures 2010 .00 Rp 967 500 + US$ 2 675. 2002-2009 Number of Applicants/Pilgrims and Cost to Mecca in Banten Province.00 Rp 967 500 + US$ 2 675.SOCIAL CHAPTER V Tabel 5. 2000-2009 Musim Haji Periode (1) 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Calon Jamaah Haji Applicant (2) 4 866 5 150 5 216 5 128 8 505 8 474 8 554 8 572 Jamaah Haji Berangkat Departure (3) 4 865 5 110 5 216 5 128 8 401 8 366 8 534 8 541 Jamaah Yang Batal Cancelling (4) 40 104 98 21 31 Besarnya ONH Cost (5) Rp 800 000 + US$ 2 677.5.00 Rp 466 864 + US$ 2 851.3 Table Jumlah Calon/Jamaah Haji dan Besarnya Biaya Haji di Provinsi Banten.60 Rp 100 000 + US$ 3 444.

. Lebak 3. 3 913 3 997 3 861 3 908 1 168 334 .. 8 541 8 534 8 366 8 401 Sumber / Source : Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten Regional Office of Ministry of Religious Affairs in Banten Province Catatan / Note : 1) 2) Termasuk data Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality Termasuk data Kota Serang / Including Serang Municipality Banten dalam Angka 2010 145 .....BAB V SOSIAL Tabel 5. Serang 8.... 4 628 4 537 4 505 4 493 2 094 637 .4 Table Jumlah Jamaah Haji Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Kelamin di Provinsi Banten. Tangerang 6. Tangerang 1) 4. 2009 Number of Pilgrims by Regency/Municipality and Sex in Banten Province. . . Serang 2) Kota / Municipality 5.5.. Pandeglang 2. .. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 2007 2006 Jenis Kelamin / Sex Laki-laki / Male (2) Perempuan / Female (4) Jumlah Total (5) 382 348 1 156 798 472 369 1 351 934 854 717 2 507 1 732 926 303 . Cilegon 7.. 2009 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1.

..... Tangerang 6. Cilegon 7.. 2009 Number of Pilgrims by Age Group in Banten Province. 289 108 . Tangerang Selatan Banten 2008 2007 2006 Kelompok Umur (tahun) / Age Group (year) 0 ..094 637 .30 (2) 31 – 40 (3) 41 ...SOCIAL CHAPTER V Tabel 5. Lebak 3.. Serang 2) Kota / Municipality 5. 2009 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1.. Pandeglang 2. .5 Table Tingkat Usia Jamaah Haji di Provinsi Banten..50 (4) 51+ (5) Jumlah Total (6) 55 42 125 133 163 122 473 384 250 184 869 595 386 369 1 040 620 854 717 2.507 1. .. 683 241 ... Tangerang 1) 4. Serang 8. 1 030 275 .. ...732 92 13 . 460 428 590 531 1 539 1 473 1 608 1 795 2 822 2 810 2 695 2 717 3 720 3 790 3 473 3 358 8 541 8 501 8 366 8 401 Sumber / Source : Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten Regional Office of Ministry of Religious Affairs in Banten Province Catatan / Note : 1) 2) Termasuk data Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality Termasuk data Kota Serang / Including Serang Municipality 146 Banten in Figures 2010 ... 2. .5. .

2009 Perkara yang diputus oleh Pengadilan Agama Things that be on HighLevel Religious Court (2) 24 11 1 373 3 138 28 9 1 12 2 628 4 25 31 95 21 - Jenis Perkara Kind of Cases Perkara yang Dimohonkan Banding The proposed appeal (3) 21 26 3 1 4 - (1) 1. Cerai Gugat / Divorce (woman’s inisiative) 8.6. Penetapan Ahli Waris / Determining Relation 27. Hak Bekas Istri / Right of Ex-wife 12. Pengesahan Kekuasaan / Derectionary Retification 13. Cerai Talak / Divorce 7. Dispensasi Kawin / Dispensation Marriagre 22. Dicabut/Ditolak/Gugur/Dicoret Cancelled/Refused/Failed/Scratch Jumlah / Total 5 402 55 Sumber / Source : Pengadilan Tinggi Agama Provinsi Banten / Regional Islamic High Court in Banten Province Banten dalam Angka 2010 147 . Nafkah dari Ibu / Mother’s Finance 11. Wali Adhol / Adhol Substitute 23. Penguasaan Anak / Child Guardian 10. Itsbat Nikah / Compirmation Marriage 20. 2009 Number of Cases Decided in Islamic High Court Territory of Banten by Type of Cases. Ijin Kawin / Marriage Permission 21. Pencegahan Perkawinan / Marriage Preventation 3. Pembatalan Perkawinan / Marriage Disqualification 5. Ekonomi Syariah / Syariah Economic 24. Perwalian / Trusteeship 15. Hibah/Wakaf/Zakat / Grant/Edification/Foot 26. Pencabutan Kekuasaan / Revocation of Authority 14. Ganti Rugi terhadap Wali / Compens. Penolakan Perkawinan / Marriage Rejection 4. Warisan / Legacy 25. Ijin Poligami / Polygamy Permission 2. Penunjukan sebagai Wali / Reference as Trustee 16. Kelalaian Kewajiban / Derelication of The Duty 6. Kawin Campuran / Mixed Marriage 19.6 SOSIAL LAINNYA OTHER SOCIAL MATTER Tabel 5.BAB V SOSIAL 5.1 Table Jumlah Perkara yang Diputus Di Wilayah Pengadilan Tinggi Agama Banten Menurut Jenis Perkara. about Trustee 17. Asal Usul Anak / Child Origin 18. Pembagian Harta Bersama / Herritage by Married 9. Lain-lain / Others 28.

6.SOCIAL CHAPTER V Tabel 5. 2009 Number of Cases Which Petitioned Appeal in Islamic High Court of Banten. 2009 Bulan Month Sisa Perkara Tahun Lalu The Rest Cases Last Year (2) 4 6 5 4 3 4 7 4 5 6 7 6 Jumlah Perkara Diterima Number of Registered (3) 7 4 4 6 6 6 2 4 3 5 4 4 Jumlah Seluruh Perkara Number of All Cases (4) 11 10 9 10 9 10 9 8 8 11 11 10 Jumlah Perkara Diputus Number of Sentenced (5) 5 5 5 7 5 3 5 3 2 4 5 5 Sisa Perkara The Rest Cases (6) 6 5 4 3 4 7 4 5 6 7 6 5 (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December Jumlah / Total 4 55 59 54 5 Sumber / Source : Pengadilan Tinggi Agama Provinsi Banten / Religious High Court of Banten Province 148 Banten in Figures 2010 .2 Table Jumlah Perkara yang Dimohonkan Banding pada Pengadilan Tinggi Agama Provinsi Banten.

Tangerang 3. Pandeglang 5. Tigaraksa 6. 2009 Recapitulation Case Received and Decided on Islamic Court in Banten Province. Serang 2.BAB V SOSIAL Tabel 5.6. Cilegon Sisa Perkara Tahun Lalu Remaining Case in The Last Year (3) 88 196 28 25 263 30 Jumlah Perkara Diterima Number of Registered (4) 937 1 296 343 299 1 893 634 Jumlah Seluruh Perkara Number of All Cases (5) 1 025 1 492 371 324 2 156 664 Jumlah Perkara Diputus Number of Sentenced (6) 867 1 227 331 270 1 791 619 Sisa Perkara Remaining Case in The Last Year (7) 158 265 40 54 365 45 Jumlah / Total 630 5 402 6 032 5 105 927 Sumber / Source : Pengadilan Tinggi Agama Provinsi Banten / Religious High Court of Banten Province Banten dalam Angka 2010 149 . 2009 Pengadilan Agama Lower-Level Religious Court (1) 1. Rangkasbitung 4.3 Table Rekapitulasi Perkara Yang Diterima dan Diputus pada Pengadilan Agama di Provinsi Banten.

SOCIAL CHAPTER V Tabel 5.4 Table Jumlah Tahanan di UPT Lembaga Pemasyarakatan (LP) Menurut Jenis Kejahatan di Provinsi Banten (jiwa).6. 2009 Jenis Kejahatan Type of Crimes Pasal KUHP/UU Regulations 104-129 UU 20/01 154-181 187-188 209-210 244-251 253-275 281-297 303 324-336 338-350 351-356 362-364 365 368-369 372-375 378-395 406-410 UU 8/92 480-481 UU 359 UU 10/95 UU 22/97 … … 15/01 LP Klas I Tangerang Pria Man 54 5 14 95 8 15 100 37 199 122 9 78 50 10 26 76 831 1 Wanita Woman Pria Man 14 8 9 3 42 3 5 64 16 161 134 7 27 29 6 3 183 8 - LP Serang Wanita Woman - Politik / Politics Terhadap Kepala Negara Offence Against Head Of State Terhadap Ketertiban To Safety General Pembakaran / Arson Penyuapan / Bribery Mata Uang / Coins Memalsu Meterai/Surat Postage Stamp Kesusilaan / Prostitution Perjudian / Gambling Penculikan / Abducion Pembunuhan / Murder Penganiayaan / Torture Pencurian / Theft Perampokan / Robbery Memeras/Mengancam Black Mail Penggelapan / Fraud Penipuan / Cheated Merusak Barang / Vandalize Dalam Jabatan / Funcionary Penadahan / Fance Ekonomi / Economics Subversi / Subversion Narkotika / Psikotropika Korupsi / Corruption Penyelundupan / Smuggler Penyelenggaraan KUHP Organizing KUHP 150 Banten in Figures 2010 . 2009 Number of Prisoners in Prison House Units (LP) by Type of Crimes in Banten Province (Person).

4 Jenis Kejahatan Type of Crimes Rutan Serang Pria Man 24 8 78 4 33 92 26 29 19 43 8 55 12 Wanita Woman 1 1 1 1 2 1 1 - Rutan Pandeglang Pria Man 1 5 4 19 2 2 5 86 15 2 8 21 5 24 9 Wanita Woman 2 1 - Rutan Rangkasbitung Pria Man 7 17 11 6 114 12 11 17 5 27 Wanita Woman 1 2 1 - Politik / Politics Terhadap Kepala Negara Offence Against Head Of State Terhadap Ketertiban To Safety General Pembakaran / Arson Penyuapan / Bribery Mata Uang / Coins Memalsu Meterai/Surat Postage Stamp Kesusilaan / Prostitution Perjudian / Gambling Penculikan / Abducion Pembunuhan / Murder Penganiayaan / Torture Pencurian / Theft Perampokan / Robbery Memeras/Mengancam Black Mail Penggelapan / Fraud Penipuan / Cheated Merusak Barang / Vandalize Dalam Jabatan / Funcionary Penadahan / Fance Ekonomi / Economics Subversi / Subversion Narkotika / Psikotropika Korupsi / Corruption Penyelundupan / Smuggler Penyelenggaraan KUHP Organizing KUHP Banten dalam Angka 2010 151 .BAB V SOSIAL Lanjutan Tabel / Continued Table 5.6.

SOCIAL CHAPTER V Lanjutan Tabel / Continued Table 5.4 Jenis Kejahatan Type of Crimes LP Wanita Woman Prison 6 4 4 4 8 11 2 29 3 19 14 2 286 2 - LP Pemuda Young Man Prison 96 11 30 5 19 29 352 14 40 52 356 260 44 110 132 9 2 83 1 702 13 - LP Anak Child Prison Pria Boy 17 14 1 19 4 43 13 2 1 90 Wanita Girl 3 1 2 1 2 19 1 13 6 106 - Politik / Politics Terhadap Kepala Negara Offence Against Head Of State Terhadap Ketertiban To Safety General Pembakaran / Arson Penyuapan / Bribery Mata Uang / Coins Memalsu Meterai/Surat Postage Stamp Kesusilaan / Prostitution Perjudian / Gambling Penculikan / Abducion Pembunuhan / Murder Penganiayaan / Torture Pencurian / Theft Perampokan / Robbery Memeras/Mengancam Black Mail Penggelapan / Fraud Penipuan / Cheated Merusak Barang / Vandalize Dalam Jabatan / Funcionary Penadahan / Fance Ekonomi / Economics Subversi / Subversion Narkotika / Psikotropika Korupsi / Corruption Penyelundupan / Smuggler Penyelenggaraan KUHP Organizing KUHP 152 Banten in Figures 2010 .6.

4 Jenis Kejahatan Type of Crimes Pasal KUHP/UU Regulations 23/92 39/04 UU 12/51 UU 15/01 UU 23/92 UU 8/92 UU 10/95 UU 5/84 UU 23/02 UU 10/98 UU 19/02 UU 23/04 UU 39/04 UU 8/99 UU 9/92 22/01 UU 21/07 305 KUHP 359-360 UU 41/99 UU 5/90 LP Klas I Tangerang Pria Man 1 730 Wanita Woman Pria Man 19 40 1 782 LP Serang Wanita Woman - Kenakalan / Mischief Lain-lain / Others UU Darurat / Emergency Laws UU Pemalsuan Merk Law Forgery Brand UU Kesehatan / Act Health UU Perfilman / Act film UU Bea Cukai / Law Customs UU Perindustrian / Industry Act UU Perlindungan Anak Laws Child Protection UU Perbankan / Banking Law UU Hak Cipta / Law Copyright KDRT / Domestic Violence UU TKI / The Law of Labor UU Perlindungan Konsumen Act Consumer Protection UU Keimigrasian Immigration laws UU No 22 Tahun 2001 Perdagangan Orang Trafficking of People Menelantarkan Anak Strand Children Illegal Logging Lantas Kehutanan / Forestry Kelautan / Marine Jumlah / Total Banten dalam Angka 2010 153 .BAB V SOSIAL Lanjutan Tabel / Continued Table 5.6.

4 Jenis Kejahatan Type of Crimes Rutan Serang Pria Man 37 468 Wanita Woman 8 Rutan Pandeglang Pria Man 22 5 4 2 7 3 251 Wanita Woman 3 Rutan Rangkasbitung Pria Man 44 271 Wanita Woman 4 Kenakalan / Mischief Lain-lain / Others UU Darurat / Emergency Laws UU Pemalsuan Merk Law Forgery Brand UU Kesehatan / Act Health UU Perfilman / Act film UU Bea Cukai / Law Customs UU Perindustrian / Industry Act UU Perlindungan Anak Laws Child Protection UU Perbankan / Banking Law UU Hak Cipta / Law Copyright KDRT / Domestic Violence UU TKI / The Law of Labor UU Perlindungan Konsumen Act Consumer Protection UU Keimigrasian Immigration laws UU No 22 Tahun 2001 Perdagangan Orang Trafficking of People Menelantarkan Anak Strand Children Illegal Logging Lantas Kehutanan / Forestry Kelautan / Marine Jumlah / Total 154 Banten in Figures 2010 .SOCIAL CHAPTER V Lanjutan Tabel / Continued Table 5.6.

BAB V SOSIAL Lanjutan Tabel / Continued Table 5.4 Jenis Kejahatan Type of Crimes LP Wanita Woman Prison 13 407 LP Pemuda Young Man Prison 25 73 5 9 13 10 4 17 12 11 17 10 8 2 25 3 600 LP Anak Child Prison Pria Boy 3 18 1 226 Wanita Girl 2 1 1 158 Kenakalan / Mischief Lain-lain / Others UU Darurat / Emergency Laws UU Pemalsuan Merk Law Forgery Brand UU Kesehatan / Act Health UU Perfilman / Act film UU Bea Cukai / Law Customs UU Perindustrian / Industry Act UU Perlindungan Anak Laws Child Protection UU Perbankan / Banking Law UU Hak Cipta / Law Copyright KDRT / Domestic Violence UU TKI / The Law of Labor UU Perlindungan Konsumen Act Consumer Protection UU Keimigrasian Immigration Law UU No 22 Tahun 2001 Perdagangan Orang Trafficking of People Menelantarkan Anak Strand Children Illegal Logging Lantas Kehutanan / Forestry Kelautan / Marine Jumlah / Total Sumber / Source : Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Banten Regional Office of Ministry of Law and Human Rights in Banten Province Banten dalam Angka 2010 155 .6.

56 3 411.6. Pandeglang 2.. 1 023 833 967 886 14 508.54 12 868. ..58 33 111.5 Table Rekapitulasi Produksi Sertifikat oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten.. Serang 2) Kota / Municipality 5.09 5 779..00 3 335.83 42 ... Serang 8..75 29 700..48 14 651....80 72 767 13 878 .. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2009 179 343 102 171 . . .. 31 416.55 14 536.SOCIAL CHAPTER V Tabel 5...21 . Tangerang 6. ..25 ...53 98 010.. Hingga Tahun 2009 Production of Certificate by National Land Agency by Regency/Municipality in Banten Province.04 156 Banten in Figures 2010 . . . 535 435 465 316 8 570.57 62 788 3 214 10 328 372 460 7 759.. Cilegon 7. 44 253..98 40 57 61 12 1 252. 212 115 1.26 .68 255 292.36 26 591. Until Year 2009 Hak Milik Proprietary Rights Bidang Field (2) Luas Area (ha) (3) Hak Guna Usaha Concession Used Rights Bidang Field (4) Luas Area (ha) (5) Hak Guna Bangunan Building Used Rights Bidang Field (6) 150 020 66 050 110 669 415 580 23 605.07 15 398..60 Luas Area (ha) (7) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Tangerang 1) 4. 149 564. Lebak 3.50 974.58 35 769...

Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 550 344 .66 4 846. Tangerang 1) 4...54 1 296. Serang 8.50 .27 141 1 7 17 797.15 30 132.. .6. .14 5.. 973..06 107. .77 Banten dalam Angka 2010 157 . Serang 2) 1 270 746 654 552 1 410. 4 116 4 121 603..93 2 356.5 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Hak Pakai Used Rights Bidang Field (2) Luas Area (ha) (3) Hak Pengelolaan Management Rights Bidang Field (4) Luas Area (ha) (5) (1) Kabupaten / Regency 1.00 9.05 Kota / Municipality 5. Pandeglang 2.. . 246 221 0. Tangerang 6. Cilegon 7...40 54.57 31 464.67 282.50 .. Lebak 3.......BAB V SOSIAL Lanjutan Tabel / Continued Table 5. 10 796.29 53 27 .

85 72... .05 452. Lebak 3.SOCIAL CHAPTER V Lanjutan Tabel / Continued Table 5. Serang 8.5 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Hak Sarusun Sarusun Rights Bidang Field (2) Luas Area (ha) (3) Tanah Wakaf Wakaf Land Bidang Field (4) Luas Area (ha) (5) (1) Kabupaten / Regency 1.. 15 620 14 169 2 492.25 . Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 5 180 650 ..6.. Tangerang 6.34 3..03 . ... Tangerang 1) 4.... ..60 13. Pandeglang 2.50 - 3 978 103 853 247 635. 2 504..76 2.00 Kota / Municipality 5.34 29.. .67 Sumber / Source : Badan Pertanahan Nasional / National Land Agency Catatan / Note : 1) 2) Termasuk data Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality Termasuk data Kota Serang / Including Serang Municipality 158 Banten in Figures 2010 . 5 346 5 245 0.97 57 108 .. 1 138. Serang 2) 2 683 500 6 607 6.94 45 948.. Cilegon 7.92 8.

. Serang 8.. 84 200 91 428 550 256 .. Pandeglang 2. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 13 8 ....6. .. Serang 2) 35 28 36 34 16 7 407 103 2 000 2 510 47 250 15 340 230 160 1 074 730 205 10 530 520 100 100 100 100 Kota / Municipality 5. 200 1 . Cilegon 7.BAB V SOSIAL Tabel 5... Tangerang 6.. Tangerang 1) 4. .. 200 686 Banten dalam Angka 2010 159 .. .. 1 600 2 093 . .... ... 2009 Number of Officials Making Land Deed and Certificate Publishing in Banten Province. 2009 Jumlah PPAT Total PPAT Jenis Akta / Produksi (Jumlah Akta) Kind of Acta / Production (Total Acta) Pembagian Hak Tukar Pelepasan Bersama Menukar Hak Right Exchange Right Free Division (6) (7) (8) Wilayah Kerja Kabupaten/Kota Work Area Regency/City PPAT PPAT Jual Beli Hibah Sementara Notaris Purchasing Gift Provisional Notary (2) (3) (4) (5) (1) Kabupaten / Regency 1... .... 679 620 15 000 2 100 ... Lebak 3.6 Table Jumlah Pejabat Pembuat Akte Tanah (PPAT) dan Penerbitan Akta Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten... 154 154 118 28 . 3 000 3 183 230 105 ...

.. Pandeglang 2.6. Tangerang 1) 4. 220 - 7 900 1 300 ....SOCIAL CHAPTER V Lanjutan Tabel / Continued Table 5. Tangerang 6.. .. 148 720 144 471 Sumber / Source : Badan Pertanahan Nasional / National Land Agency Catatan / Note : 1) 2) Termasuk data Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality Termasuk data Kota Serang / Including Serang Municipality 160 Banten in Figures 2010 .MHT (11) Jumlah / Total (12) 100 100 900 670 14 000 3 530 900 550 14 050 3 500 4 235 3 900 77 204 23 920 20 . .. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 Jenis Akta / Produksi (Jumlah Akta) Kind of Acta / Production (Total Acta) APDP (9) APHT (10) SK.... . 28 300 24 961 9 400 2 600 . Cilegon 7. Serang 8.. Lebak 3. 31 000 21 345 33 080 6 381 .6 Wilayah Kerja Kabupaten/Kota Work Area Regency/City (1) Kabupaten / Regency 1. .... Serang 2) Kota / Municipality 5..

II Jumlah / Total 2008 2007 2006 2005 Perpanjangan SIM Add (2) 17 652 10 181 996 943 29 772 15 147 15 147 18 494 44 300 SIM Baru New (3) 37 787 17 092 2 150 737 57 766 53 687 64 068 58 602 23 174 Jumlah Total (4) 55 439 27 273 3 146 1 680 87 538 78 283 79 215 77 096 67 474 Sumber / Source : Kepolisian Daerah Banten / Regional Office of Indonesian National Police in Banten Province Banten dalam Angka 2010 161 . SIM C 2. SIM B .BAB V SOSIAL Tabel 5.I 4. 2009 Number of Driving Licences Issued by Indonesian Police of Banten Territory.7 Table Banyaknya Penerbitan Surat Ijin Mengemudi (SIM) oleh Kepolisian Daerah Banten.6. SIM B . SIM A 3. 2009 Jenis SIM Kind of Driving Licences (1) 1.

8 Table Banyaknya Penerbitan STNK oleh Kepolisian Daerah Banten. 2009 Bulan Month (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December Jumlah / Total 2008 2007 2006 2005 Kendaraan Baru New Car (2) 6 265 5 168 5 518 5 974 5 918 7 306 8 217 9 009 7 557 9 960 7 388 8 809 87 089 94 947 75 037 67 720 80 089 Balik Nama Transfer Duties (3) 345 325 319 336 408 363 405 419 320 464 476 380 4 560 2 711 - Pindah Daerah Moved to Another Place (4) 334 401 406 530 485 475 402 444 251 442 470 401 5 041 4 489 2 136 2 086 2 177 Hilang/ Salinan Lost /Copy (5) 64 60 42 49 76 82 65 78 62 94 72 25 769 547 11 019 Pengesahan New Printing Legalization (6) 17 607 16 431 13 252 14 869 17 491 20 074 21 754 18 318 19 658 20 634 20 538 21 150 221 776 188 297 32 251 157 529 32 700 Sumber / Source : Kepolisian Daerah Banten / Regional Office of Indonesian National Police in Banten Province 162 Banten in Figures 2010 .SOCIAL CHAPTER V Tabel 5. 2009 Total of Vehicle Registered Number (URM) Issued by Indonesian Police of Banten Territory.6.

6 PERTANIAN Agriculture .

.

soybeans.BAB VI PERTANIAN Penjelasan Teknis 1. 2. The main food crops data collected consists of area harvested and productivity (yield per hectare). 2. Data tanaman pangan mencakup padi dan palawija (jagung. The area harvested data is collected every month by the Agriculture Extension Workers (called KCD for Kepala Cabang Dinas) and reported in Agriculture Statistics Form. Pengumpulan data produktivitas tanaman pangan dilakukan melalui Survei Ubinan dengan menggunakan formulir SUB-S. kacang tanah. Data pokok tanaman pangan yang dikumpulkan adalah luas panen dan produktivitas (hasil per hektar). Banten dalam Angka 2010 165 . Pengumpulan data Statistik Pertanian (SP) diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. kedelai. Kementerian Pertanian. Agricultural Survey is carried out by the BPS Statistics Indonesia in cooperation with the Directorate General of Food Crops. Food crops production is generated byarea harvested multiply by productivity. Produksi tanaman pangan merupakan hasil perkalian antara luas panen dengan produktivitas. Food crops productivity (yield per hectare) data are collected through the Crop Cutting Survey using SUB-S form. Data collection is conducted by sub district area approach in all over Indonesia. The Ministry of Agriculture. and sweet potatoes). cassava. Technical Notes 1. ubi kayu. Pengumpulan data luas panen dilakukan setiap bulan oleh Mantri Pertanian/Kepala Cabang Dinas Kecamatan (KCD) dan dilaporkan dengan formulir Statistik Pertanian (SP). Periode pengumpulan data dilakukan setiap subround (caturwulan/empat bulanan) dengan petugas lapangan adalah Mantri Statistik (Koordinator Statistik Kecamatan) / KSK dan KCD. dan ubi jalar). Pengumpulan data luas panen di tingkat kecamatan tersebut didasarkan pada hasil pengumpulan data dari seluruh desa/kelurahan di kecamatan bersangkutan. Pengumpulan data dilakukan dengan pendekatan area kecamatan di seluruh wilayah Indonesia. Food crops data covers paddy and secondary food crops (maize. The data collection is conducted in every sub round (four monthly) with Sub District Statistics Coordinator (called KSK for Koordinator Statistik Kecamatan) and KCD as the enumerator. peanuts. Area harvested in each sub district is estimated based on the area harvested in each village in the sub district.

4. Kualitas produksi padi dan palawija adalah: gabah kering giling (padi). Survei Pertanian Hortikultura (SPH) diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik bekerja sama dengan Direktorat Jendral Hortikultura. dry loose maize (maize). pipilan kering (jagung). dry shells crops (soybeans and peanuts) and fresh roots (cassava and sweet potatoes). SPH-TH by agriculture extension services. dan umbi basah (ubi kayu dan ubi jalar). The measurement is conducted directly in 2½ m x 2½ m crop cutting plot. 5. Pengumpulan data produktivitas dilakukan sesuai dengan waktu panen petani. The Agricultural Survey for Horticulture (SPH) is carried out by the BPS-Statistics Indonesia in cooperation with the Directorate General of Horticulture. biji kering (kedelai dan kacang tanah). Metode yang digunakan dalam survei ini adalah metode pencacahan lengkap terhadap seluruh kecamatan di Indonesia dan dilaporkan secara rutin bulanan untuk data tanaman sayuran dan buah-buahan semusim dan triwulanan untuk tanaman buahbuahan dan sayuran tahunan oleh mantri tani/KCD. The method used in this survey is complete enumeration for all of districts in Indonesia and reported monthly for SPH-SBS and quarterly for SPH-BST. The production of paddy covers the production of wet land rice and dry land rice. 166 Banten in Figures 2010 . Kementrian Pertanian. The Ministry of Agriculture. 4. The productivity is collected by sampling method through crop cutting survey with household approach. Produksi padi mencakup padi sawah dan padi ladang. The productivity measurement is conducted at the time farmers do harvest.AGRICULTURE CHAPTER VI Pengumpulan data produktivitas tanaman pangan dilakukan secara sampel melalui survei ubinan dengan pendekatan rumah tangga. 3. 3. 5. Production of rice and secondary crops are presented in form of : dry unhusked rice (paddy). Metode pengumpulan data produktivitas menggunakan metode pengukuran langsung pada plot ubinan yang berukuran 2½ m x 2½ m. SPH-TBF.

Medicinal plants. These plants are creeps with the age of less than one year. a. Seasonal vegetables and fruit plants. Tanaman sayuran semusim adalah tanaman sumber vitamin. Banten dalam Angka 2010 167 . consumed from the part of the plant in the form of fruits. etc. garam mineral dan lainlain yang dikonsumsi dari bagian tanaman yang berupa buah. etc. fruit. It is consumed from parts of the plants such as leaf. 8. Annual fruits plants are plants which are the sources of vitamin. mineral salt. Tanaman buah-buahan tahunan adalah tanaman sumber vitamin. Medicinal plants are plants which are usefull for medicine. fruit and root with the age of less than one year. etc. flower. buah. 7. Annual fruit and vegetable plants. b. tidak berbentuk pohon/ rumpun tetapi menjalar dan berbatang lunak. 6. consumed from the part of the plant in the form of vegetable and more than one year of age. buah dan umbinya. flower. a. Tanaman sayuran dan buah-buahan semusim. Tanaman sayuran tahunan adalah tanaman sumber vitamin. garam mineral dan lainlain yang dikonsumsi dari bagian tanaman yang berupa buah dan merupakan tanaman tahunan. Tanaman buah-buahan dan sayuran tahunan. Tanaman biofarmaka. Annual vegetable plants are plants which are the sources of vitamin. Tanaman biofarmaka adalah tanaman yang bermanfaat untuk obat-obatan. batang. 8. tubber and root. Seasonal vegetables plants are plants which are the sources of vitamin. contained mineral salt. b. kosmetik dan kesehatan yang dikonsumsi atau digunakan dari bagian-bagian tanaman seperti daun. consumed from the part of the plant in the form of leaf. 7. consumed from the part of plant in the form of fruits and more than one year of age. Seasonal fruits plants are plants which are the sources of vitamin. umbi (rimpang) ataupun akar. bunga. Tanaman buah-buahan semusim adalah tanaman sumber vitamin. garam mineral dan lain-lain yang dikonsumsi dari bagian tanaman yang berupa daun dan atau buah yang berumur lebih dari satu tahun. berumur kurang dari satu tahun. etc.BAB VI PERTANIAN 6. mineral salt. garam mineral dan lainlain yang dikonsumsi dari bagian tanaman yang berupa daun. yang berumur kurang dari satu tahun. contained mineral salt.

buah-buahan. leeks. luas rusak. fruit. Harvested area of vegetables : entirely plant harvested (demolished) and plant harvested several times (undemolished). 11. Data yang dikumpulkan dalam SPH mencakup : data tentang luas penanaman. luas tanaman akhir dan harga jual petani. cauli flower. petsai/sawi. biofarmaka dan tanaman hias yang diambil hasilnya/dipanen pada periode pelaporan. Tanaman hias adalah tanaman yang mempunyai nilai keindahan baik bentuk. bawang putih. mustard green. and price on the farm-gate level. production. plant area in the end of month. kentang. colour of leaf or crown of flower. either in shape. Ornamental plants. cabbage. 10. lobak dan kacang merah. and they are often used as a yard decorator. bawang daun. produksi. Harvested area is vegetable. chinese radish and red kidney beans. 12. Tanaman yang dipanen sekaligus/habis/dibongkar adalah tanaman yang sehabis panen langsung dibongkar/ dicabut. 11. sering digunakan untuk penghias pekarangan dan lain sebagainya. harvested area (for annual vegetables the number of planted). Tanaman hias. tajuk maupun bunganya. carrots. garlic. terdiri dari bawang merah. 10. kol/kubis. Entirely plants harvested (demolished) are plants usually harvested once and demolished to be substituted by other plants. medicinal and ornamental plant of crop harvested during the period of report. damaged area. 9. potato. 12. Luas panen adalah luas tanaman sayuran.AGRICULTURE CHAPTER VI 9. Agriculture Survey collects the information on the planted area. Luas panen untuk tanaman sayuran : luas tanaman yang dipanen sekaligus/habis/dibongkar dan luas tanaman yang dipanen berkali-kali (lebih dari satu kali)/ belum habis. wortel. 168 Banten in Figures 2010 . Ornamental plants are plants which have a beauty value. kembang kol. warna daun. consisting of : shallots. luas panen (untuk buah-buahan tahunan adalah banyaknya tanaman yang menghasilkan).

watermelon and blewah. Banten dalam Angka 2010 169 . Data statistik perkebunan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Banten. Produksi adalah hasil menurut bentuk produk dari setiap tanaman sayuran. medicinal and ornamental plant based on harvested area reported monthly/ quarterly. melon. buncis. tomat. 14. small chili. melon. bayam. frech beans. 14. egg plant. Data on estate are secondary data aquired from from the Office of Forestry and Estate Service of Banten Province. cabe besar. cucumber. terdiri dari : kacang panjang. kangkung. fruit. chili. They consist of : yard long beans. 15. pumpkin/ chajota. spinach. cabe rawit.BAB VI PERTANIAN Tanaman yang dipanen berkalikali (lebih dari satu kali) / belum habis adalah tanaman yang pemanenannya lebih dari satu kali dan biasanya dibongkar apabila panenan terakhir sudah tidak memadai lagi. tomatoes. ketimun. Forestry statistics are secondary data obtained from the Office of Forestry and Estate Service of Banten and Perum Perhutani Unit III Banten. semangka dan blewah. terung. jamur. labu siam. swampcabbage. Data statistik kehutanan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Banten dan Perum Perhutani Unit III Banten. Production is the standard production quantity form of vegetable. mushroom. buah-buahan. 13. 13. biofarmaka dan tanaman hias yang diambil berdasarkan luas yang dipanen pada bulan/triwulan laporan. Plants harvested several times (undemolished) are plants usually harvested more than once and demolished in the case that the last harvest was economically not profitable. 15.

41/1999. The designation of forest area in some cases also cover inland water. Hutan konservasi adalah kawasan hutan dengan ciri khas tertentu.AGRICULTURE CHAPTER VI 16. Penunjukan kawasan hutan mencakup pula kawasan perairan yang menjadi bagian dari Kawasan Suaka Alam (KSA) dan Kawasan Pelestarian Alam (KPA). Berdasarkan Undang-Undang No. dan Hutan Produksi. Penunjukan Kawasan Hutan ini disusun berdasarkan hasil pemaduserasian antara Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) dengan Tata Guna Hutan Kesepakatan (TGHK). Protection Forest and Production Forest. 170 Banten in Figures 2010 . 16. 18. Hutan Lindung. 17. yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. forest area is categorized as Conservation Forest. Forest Area is a specific territory of forest ecosystem determined and or decided by the government as a permanent forest. In accordance to the Act on Forestry No. Coastal and Marine Ecosystem The designation of Forest Area is formulated based on integrated and harmonized of Provincial Spatial Planning (RTRWP) and Forest Land Use by Concensus (TGHK).41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Kawasan hutan adalah wilayah tertentu yang berupa hutan. Hal ini untuk menjamin kepastian hukum mengenai status kawasan hutan. Indonesian forest area is determined by the Minister of Forestry in the format of Ministerial Decree on the Designation of Provincial Forest Area and Inland Water. yang mempunyai fungsi pokok pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya. Such decision is important to maintain the size of forest area and to ensure its legitimation and boundary demarcation of permanent forest. Kawasan hutan Indonesia ditetapkan oleh Menteri Kehutanan dalam bentuk Surat Keputusan Menteri Kehutanan tentang Penunjukan Kawasan Hutan dan Perairan Provinsi. Conservation forest is a forest area having specific characteristic established for the purposes of conservation of animal and plant species and their ecosystem. coastal and marine ecosystem that may become part of Sanctuary Reserve Area (KSA) and Nature Conser-vation Area (KPA). kawasan hutan dibagi ke dalam kelompok Hutan Konservasi. 18. letak batas dan luas suatu wilayah tertentu yang sudah ditunjuk menjadi kawasan hutan tetap. 17.

21. fresh water pond. Perikanan Tangkap diklasifikasikan atas penangkapan ikan di laut dan penangkapan ikan di perairan umum. Data statistik peternakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten. 19. Statistik perikanan dibedakan atas data Perikanan Tangkap dan Perikanan Budidaya. Data statistik perikanan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten. Hutan Lindung adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air. limited production forest. Livestock statistics are secondary data obtained from the Office of Agriculture and Livestock Service of Banten Province. mengendalikan erosi. mencegah banjir. Production forest is a forest area designated mainly to promote sustainable forest production. Hutan Produksi adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok memproduksi hasil hutan. maintain hydrological system. karamba. and maintain soil fertility. brackish water pond. 22. Fishery Statistics are secondary data obtained from the Office of Marine and Fishery Service of Banten Province. Perikanan Budidaya diklasifi-kasikan atas jenis budidaya yaitu budidaya laut. floating net and fish breeding in paddy fields. dan Hutan Produksi yang dapat dikonversi. Hutan Produksi Terbatas (HPT). Fishery statistics are categorized into two: capture fisheries and aquaculture. kolam. prevent of flood. Hutan produksi terdiri dari Hutan Produksi Tetap (HP). erotion control. jaring apung dan sawah. and convertible production forest. Capture fisheries are further classified into: marine capture fisheries and inland open water capture fisheries. Protection Forest is a forest area designated to serve life support system. tambak. dan memelihara kesuburan tanah. Banten dalam Angka 2010 171 . 21. mencegah intrusi air laut. Aquaculture are further classified into several types of culture : marine culture. seawater intrusion.BAB VI PERTANIAN 19. Production forest is classified as permanent production forest. 20. 20. 22. cage.

CBN (National Seed Reserves). and BLBU (Help Seed Superior) causes the productivity of paddy increased from 50. only cassava production decreased.AGRICULTURE CHAPTER VI 6.97 persen yang sepertinya disebabkan oleh meningkatnya indeks penanaman sebagai akibat relatif lebih meratanya jumlah hari hujan setiap bulanya pada tahun 2009 bila dibandingkan dengan tahun 2008. So that the performance improvement of food crops is being one key in maintaining.1. In addition. memelihara dan meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia.70 persen bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.85 juta ton gabah kering giling (GKG). out of 6 (six) types of commodity crops.85 million tons of dry milled grain (DUP).hanya komoditas ubi kayu saja yang mengalami penurunan produksi.70 percent compared with previous year. preserving. Disamping itu. Sementara itu. Produksi padi di Banten sendiri pada tahun 2009 adalah sebesar 1.14 kw / ha in in 2008 to 50. from 115.97 percent caused by increasing rice cultivation indices because the number of rainy days per month which is relatively more evenly distributed in 2009 compared to 2008. the existence of seed aid programs originating from SLPTT programs (School of Integrated Field Crops). adanya program bantuan benih unggul yang berasal dari program SLPTT (Sekolah Lapang Pertanian Tanaman Terpadu). 172 Banten in Figures 2010 . especially paddy / rice became strategic commodity because it is staple food for the nation of Indonesia.03 million tons or 1. and enhancing food security in Indonesia. dan BLBU (Bantuan Langsung Benih Unggul). Meanwhile. CBN (Cadangan Benih Nasional). The increase occurred because of an increase in harvested area by 0. yaitu dari 115. Tanaman Pangan Tanaman pangan terutama padi/ beras menjadi komoditas yang sangat strategis karena merupakan bahan makanan pokok bagi bangsa Indonesia.60 thousand tons in 2008 to 105. Food Crops Food crops. Paddy production of Banten in 2009 amounted to 1. dari 6 (enam) jenis komoditas tanaman palawija.03 juta ton atau sebesar 1.1.60 ribu ton pada tahun 2008 6. membuat produktivitas padi meningkat yaitu dari 50.14 kw/ha di tahun 2008 menjadi 50.62 thousand tonnes in 2009. increased by 0.50 kw / ha in 2009. meningkat sebesar 0. Peningkatan tersebut terjadi karena adanya peningkatan luas panen sebesar 0. Sehingga peningkatan kinerja pertanian tanaman pangan menjadi salah satu andalan untuk menjaga. Meanwhile.50 kw/ha pada tahun 2009.

66 and 11. dengan produksi masing-masing sebesar 21.08 ribu ton. ketimun dan kacang panjang mengalami penurunan produksi masingmasing sebesar 21. soya beans. with each production amounted to 21. peanuts.24 percent and 13. kacang kedelai.15.09 thousand tons in 2008 to as much as 0. kacang hijau dan ubi jalar.2. kacang panjang dan petsai/sawi. 6. Banten province also has a seasonal fruit crops and export quality seed of a melon which is concentrated in Cilegon. there are 3 (three) annual vegetable crops with relatively considerable amount of production of cucumbers.14 percent. Banten also have different types of horticulture crops that can be used for consumption or other purposes. 19. 1. cucumbers and bean production decreased respectively by 21. sedangkan petsai/sawi justru mengalami peningkatan produksi sebesar 13.78 ribu ton. have increased their own production of 20. Sedangkan.55 thousand tonnes.28 persen. green beans and sweet potatoes. 6. 1. Banten juga mempunyai berbagai jenis tanaman hortikultura yang bisa dimanfaatkan untuk konsumsi atau keperluan lainnya.62 ribu ton di tahun 2009. Horticulture Like other provinces in Java.46 thousand tons in 2009. 1. Compared to 2008.91 thousand tonnes thousand tons.25 ribu ton. komoditas tanaman jagung.09 ribu ton di tahun 2008 menjadi sebanyak 0.25 thousand tons.45 thousand tons. green beans and mustard greens. 16.45 ribu ton. 1.79 ribu ton di tahun 2008 menjadi sebesar 27.55 ribu ton. 6. Disamping itu.32 thousand tons.24 persen dan 13. Banten dalam Angka 2010 173 . Provinsi Banten juga mempunyai tanaman buah-buahan semusim unggulan dan berkualitas ekspor yaitu buah melon yang terkonsentrasi di Kota Cilegon.91 ribu ton. justru mengalami peningkatan produksi masing-masing dari 20.17 ribu ton. In 2009.907 ribu ton dan 33. 13.14 persen.BAB VI PERTANIAN menjadi 105.89 thousand tons.907 thousand tons and 33. maize. 6.28 percent. 15. Pada tahun 2009. In addition.78 thousand tons. 19.2.79 thousand tons in the year 2008 amounted to 27.911 thousand tonnes and 34. 13. terdapat 3 (tiga) komoditas tanaman sayuran semusim dengan jumlah produksi relatif cukup banyak yaitu ketimun. Bila dibandingkan dengan tahun 2008. kacang tanah.911 ribu ton dan 34.32 ribu ton. Tanaman Hortikultura Seperti provinsi lainnya di Pulau Jawa. 16.66 ribu ton dan 11.46 ribu ton pada tahun 2009.17 thousand tons.89 ribu ton. while the mustard greens have increased production by 13. which in 2009 was a significant production increased from only 0. yang pada tahun 2009 ini produksinya mengalami peningkatan yang signifikan dari hanya 0.08 thousand tons.

with production centers in Tangerang Selatan Municipality. Meanwhile. increased by 20. lebih tinggi bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya 114. 174 Banten in Figures 2010 . lebih Rendah bila dibandingkan dengan produksinya pada tahun 2008 yang mencapai 26.18 tons and 0.15 ribu ton. tanaman budi daya anggrek merupakan tanaman dengan produksi terbanyak yaitu mencapai 1. While for most ornamental plant production is the cultivation of orchids which reached 1. produksinya pada tahun 2009 ini mengalami peningkatan sebesar 20. Fruit crops with banana plants as the highest production of fruit was recorded at 194.77 ribu ton. higher than the previous year that is only 114. Sementara itu.AGRICULTURE CHAPTER VI Potensi tanaman sayuran dan buahbuahan tahunan di Banten juga terlihat cukup besar. yang terbanyak produksinya adalah laos. Sedangkan. pada tahun 2009 mempunyai produksi sebesar 25. Sedangkan untuk jenis tanaman hias. jahe.45 juta tangkai. ginger.18 ribu ton dan 0. melinjo plants that are often used for industrial raw materials melinjo chips which is known as typical food of Banten. Banten durian fruit has been widely known with its delicious.45 million stems.96 persen hingga menjadi 28. the drug crop production was the most laos. 1.77 thousand tons.05 ribu ton.79 thousand tons.15 thousand tonnes of production in 2009. kunyit dan kencur dengan produksi masingmasing sebanyak 1.67 thousand tons. 1.05 thousand tonnes of production.10 ribu ton. Buah durian asal Banten sendiri yang kelezatannya sudah terkenal luas. Meanwhile.79 ribu ton.47 ribu ton.47 thousand tons. Komoditas tanaman buah-buahan yang tertinggi produksinya adalah tanaman pisang yang pada tahun 2009 ini tercatat sebesar 194.67 ribu ton. lower than in 2008 which reached 26. dengan sentra produksi di Kota Tangerang Selatan. Potential of vegetable crops and fruits annually in Banten were also seen quite large. turmeric and kencur each as much as 1. komoditas tanaman melinjo yang hasilnya kebanyakan digunakan untuk industri emping melinjo yang merupakan makanan khas Banten.96 percent to 28.84 ribu ton.10 thousand tonnes of production in 2009. 1.84 thousand tonnes in 2009. has amounted to 25. 1. untuk jenis tanaman obat-obatan.

1.3. Smallholder production of commodity crops for rubber. Forestry Area of production forest and limited production forests in Banten in 2009 was recorded respectively 41. 54 hektar.429 hectares. 6. 8. 8. pada tahun 2009 mengusahakan komoditas tanaman karet. 57. Sementara itu. Produksi yang dihasilkan oleh masing-masing tanaman tersebut adalah 1. majority located in Pandeglang and Lebak regency. with acreage and production for each type of plant is 1. Large Private Plantation Companies in Banten is only getting crops of cocoa and rubber in 2009. 6. In which.500 hektar.645 tons.287 ton.022 hektar dan 568 ton serta 4. in 2009 effort commodity rubber.809 tons. dengan luas areal dan produksi untuk masingmasing jenis tanaman tersebut adalah 1. and 16. dan 16.500 hectares.809 ton. Meanwhile. Dimana.082 tons. pada tahun 2009 tercatat masingmasing sebesar 6.113 hectares. kelapa dan kelapa sawit dengan luas areal untuk masing-masing tanaman tersebut adalah 1. 54 hectares. Banten dalam Angka 2010 175 . coconut. coconut and oil palm acreage for each crop is 1.668 tons and 3. These plants produce respectively 1.253 tons. Perusahaan Perkebunan Besar Swasta di Banten pada tahun 2009 hanya mengusahakan komoditas tanaman kakao dan karet. about 64 percent of production forests located in Pandeglang and 68 percent of limited production forest was situated in Lebak regency.287 tons.445 tons. kelapa. cocoa and palm.BAB VI PERTANIAN 6.301 tons. 26 ton.668 hektar dan 3.301 ton.113 hektar.082 ton. coffee. untuk hutan produksi 64 persennya terletak di Kabupaten Pandeglang dan 68 persen hutan produksi terbatas terletak di Kabupaten Lebak. in 2009 was recorded respectively for 6. 26 tons. 57. Estate Large state-owned plantation company in Banten.873 ton dan 1. hasil produksi Perkebunan Rakyat untuk komoditas tanaman karet. kopi. Meanwhile.253 ton. 2. 6.4.445 ton.4.3. kakao dan aren.429 hektar.645 ton.153 hektar dan 28. Kehutanan Luas hutan produksi dan hutan produksi terbatas di Banten pada tahun 2009 tercatat masing-masing seluas 41.153 hectares and 28.873 tons and 1. Sedangkan.022 hectares and 568 hectares and 4. Perkebunan Perusahaan perkebunan besar milik negara di Banten yang mayoritas terletak di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak. 2. 1.

8 million heads of poultry and 1.AGRICULTURE CHAPTER VI Produksi kehutanan pada tahun 2009 adalah kayu jati sebanyak 24. 176 Banten in Figures 2010 .777 heads and 617. Meanwhile. 4. 4. Sedangkan populasi ternak unggas.976 of population. While the poultry population.7 million heads of poultry.920 m3 dengan nilai 16 milyar rupiah dan sebaliknya untuk kayu rimba justru mengalami penurunan produksi sebanyak 10.5.515 heads and 15 heads only. tercatat populasi ternak kerbau mendominasi populasi ternak besar dengan jumlah populasi sebanyak 151.716 m3 of timber forests with a value of 13 billion rupiah. seperti ayam buras atau ayam kampung. such as free-range chicken or chicken.920 m3 or a value of 16 billion rupiah and vice versa for forest timber production decreased by as much as 10.8 juta ekor.286 m3 with a value of four billion dollars. there was an increase of 7.7 juta ekor. untuk produksi kayu jati terjadi penambahan sebanyak 7.8 million head of poultry. The population of beef cattle and dairy cows in the year 2009 were each only 73. 31. When compared to the previous year. 6.5. 6.515 ekor dan 15 ekor saja. Populasi sapi potong dan sapi perah sendiri pada tahun 2009 masingmasing hanya sebanyak 73. Dominasi ternak kerbau sepertinya lebih disebabkan karena jenis ternak ini juga digunakan untuk kepentingan usaha pertanian tanaman padi.7 juta ekor.924 heads. Livestock Until 2009.7 million head of poultry. Peternakan Hingga tahun 2009.976 ekor. goats and sheep in the year 2009 still dominates the small group of cattle with their respective populations as much as 800.924 ekor. layer.286 m3 senilai 4 milyar rupiah. recorded buffalo population dominates a large livestock population with 151.296 m3 of teak with a value of 49 billion dollars and as many as 36. broiler and duck in the year 2009 carrying each of 9.716 m3 dengan nilai 13 milyar rupiah. ayam ras petelur.777 ekor dan 617. which is for purposes of land management. yaitu untuk keperluan pengelolaan tanah. Forestry production in 2009 was 24. 31.296 m3 senilai 49 milyar rupiah dan kayu rimba sebanyak 36. Sementara itu. ayam ras pedaging dan itik pada tahun 2009 tercatat masing-masing sebanyak 9. Apabila dibandingkan dengan keadaan pada tahun sebelumnya. The dominance of buffaloes more likely caused by type of livestock is also used for rice farming interests. for the production of teak wood. kambing dan domba pada tahun 2009 masih mendominasi kelompok ternak kecil dengan populasi masing-masing sebanyak 800.8 juta ekor dan 1.

1. dimana budidaya terbesar dilakukan di sawah dengan luas 5. Adapun armada penangkapan ikan laut pada tahun 2009 berjumlah 5.72 hektar. Sisanya.6.830 units consisting of 4.14 ribu ton.87 thousand tons coming from the arrests.87 ribu ton berasal dari hasil penangkapan.05 ribu ton.57 hektar dan terkecil pada jaring terapung seluas 0. Sementara luas areal budidaya ikan pada tahun 2009 mencapai 11. Perikanan Produksi ikan di Banten pada tahun 2009 tercatat sebesar 89.170 kapal motor dan perahu layar berbagai ukuran sebanyak 95 buah. yaitu sekitar 37.198 outboard motor. which is the largest conducted in paddy cultivation with an area of 5. Dimana. The rest.72 hectare. sekitar 62.86 hectare. 6.6.94 ribu ton.198 motor tempel. approximately 62. ie approximately 37.74 persennya atau 55.18 ribu ton berasal dari budidaya perikanan.18 thousand tons came from aquaculture. Fishery Fish production in Banten amounted to 89. 1.94 thousand tons. where fish farming ponds as the largest contributor to the acquisition of 14. terutama hasil tangkapan ikan laut yang mencapai 55.86 hektar. particularly marine fish catch reached 55.BAB VI PERTANIAN 6.26 persen atau 33.74 percent or 55.170 motor boats and sailboats of various sizes as many as 95 pieces.14 thousand tons.26 percent or 33. The marine fishing fleet in the year 2009 amounted to 5. In which.05 thousand tons in 2009.57 hectare and the smallest in floating net area of 0. While fish farming area in the year 2009 reached 11. Banten dalam Angka 2010 177 .830 buah yang terdiri dari 4. dimana budidaya tambak ikan penyumbang terbesar dengan perolehan sebanyak 14.

1 Luas Panen dan Produksi Padi (Padi Sawah dan Padi Ladang) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten. 2009 Number of Trees and Production of Melinjo (Genetum Gnemon) in Banten Province.AGRICULTURE CHAPTER VI Grafik 6. 2009 (ha) 120 000 100 000 80 000 365 217 60 000 40 000 20 000 71 398 0 Kab. Serang Kota Tangerang Kota Cilegon Luas Panen / Harvested Area (ha) Produksi / Production (ton) Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Grafik 6. Lebak (ton) 600 000 523 460 446 484 420 329 500 000 400 000 300 000 200 000 100 000 8 810 12 279 Kota Serang 1 031 0 Kota Tangsel Kab. Tangerang Kab.2 Figure Jumlah Pohon dan Produksi Melinjo di Provinsi Banten. Pandeglang Kab. 2009 Figure Harvested Area and Production of Paddy (Wetland and Dryland) by Regency/Municipality in Banten Province. 2009 (ton) 26 200 26 051 26 000 25 800 25 600 25 400 (pohon/tree) 800 000 790 000 780 000 770 000 760 000 750 000 787 533 740 000 730 000 2008 2009 25 102 25 200 25 000 24 800 24 600 752 969 Jumlah Pohon / Number of Trees Produksi / Production (ton) Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province 178 Banten in Figures 2010 .

12% Perkebunan Rakyat / Smallhoder Estate Crops 72.09% Perkebunan Besar Negara / National Large Estate Crops 6.BAB VI Grafik 6. 2009 PERTANIAN Perkebunan Besar Swasta / Private Large Estate Crops 21. 2005-2009 Production of Jati and Rimba Woods in Banten Province (m3).79% Sumber / Source : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Banten Office of Forestry and Estate Service of Banten Province Grafik 6. 2005-2009 60 000 50 000 Kayu Jati / Jati Wood Kayu Rimba / Rimba Wood 40 000 30 000 50 732 20 000 25 884 10 000 13 944 0 2005 2006 2007 2008 2009 14 780 8 116 16 376 10 050 24 296 47 002 36 716 Sumber / Source : KPH Banten. 2009 Figure Percentage of Rubber Estate Area by Ownership in Banten Province.4 Figure Produksi Kayu Jati dan Rimba di Provinsi Banten (m3). Perum Perhutani Unit III Jabar – Banten Banten dalam Angka 2010 179 .3 Persentase Luas Areal Tanaman Karet Menurut Kepemilikan di Provinsi Banten.

22% Karamba / Cage 0. 2009 Figure Production of Poultry Eggs in Banten Province (ton). 2009 Kolam / Fresh Water Pond 28.6 Figure Persentase Produksi Perikanan Budidaya Menurut Jenis Budidaya di Provinsi Banten. 2009 Production Percentage of Fish Culture Households by Type of Culture in Banten Province.05% Tambak / Brackish Water Pond 45. 2009 50 000 45 000 40 000 35 000 30 000 25 000 20 000 15 000 10 000 5 000 0 Ayam Buras / Native Chicken Ayam Ras Petelur / Layer Itik / Duck 1 755 4 724 4 869 8 740 42 950 43 620 2008 2009 Sumber / Source : Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Office of Agriculture and Livestock Service of Banten Province Grafik 6.AGRICULTURE CHAPTER VI Grafik 6.92% Sumber / Source : Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten Office of Marine and Fishery Service of Banten Province 180 Banten in Figures 2010 .03% Budidaya Laut / Maritim Culture 13.51% Jaring Terapung / Floating Cage Net 1.5 Produksi Telur Unggas di Provinsi Banten (ton).27% Sawah / Paddy Field 11.

1 Luas Panen.38 142. Jagung Maize 2. Padi (sawah+ladang) Paddy (Wet+Dryland) 326 776 35 861 362 637 52.27 8.97 13.02 15.36 29. 2008-2009 Harvested Area.91 50.1 PERTANIAN TANAMAN PANGAN FOOD CROPS Tabel Table 6. Ubi Kayu Cassava 6. Padi Sawah Wetland Paddy 2. Productivity. Kedelai Soybeans 3. and Production of Food Crops in Banten Province.50 1 740 952 108 056 1 849 008 Palawija / Other Food Crops 1. Ubi Jalar Sweet Potatoes 6 288 4 975 12 299 2 179 8 271 2 884 32.32 32.15 13.14 1 710 894 107 272 1 818 166 332 776 33 362 366 138 52. 2008-2009 2008 Jenis Tanaman Crops 2009 Luas Panen ProdukLuas Panen ProdukProduksi Produksi tivitas Harvested Harvested tivitas Production Production Area Area Productivity Productivity (ton) (ton) (ha) (ha) (kw/ha) (kw/ha) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (1) Padi / Paddy 1.1.25 8.BAB VI PERTANIAN 6.08 12. Kacang Tanah Peanuts 4. Produktivitas dan Produksi Tanaman Pangan di Provinsi Banten.75 117.75 139.39 50.60 117. Kacang Hijau Mungbeans 5.17 20 169 6 452 16 319 1 907 115 591 33 792 8 425 12 198 12 971 2 280 7 407 2 942 32.43 27 083 15 887 19 782 1 911 105 621 34 549 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Banten dalam Angka 2010 181 . Padi Ladang Dryland Paddy 3.

14 7 749 12 780 . 2008-2009 Harvested Area.. Serang 8. Lebak 3.36 52. Productivity and Production of Paddy by Regency/Municipality in Banten Province.32 52.23 51. Tangerang 6. . 50.93 49...AGRICULTURE CHAPTER VI Tabel Table 6. Tangerang Selatan Provinsi Banten 1) 111 824 84 125 75 993 86 767 48.. Pandeglang 2. 1 818 166 1 684 2 351 13 815 199 366 138 52.. .55 540 284 415 487 394 610 447 256 106 992 89 607 70 115 81 375 48..50 8 810 12 279 71 398 1 031 1 849 008 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note : 1) 2) Termasuk Kota Tangerang Selatan untuk tahun 2008 Including The Municipality of Tangerang Selatan in 2008 Termasuk Kota Serang untuk tahun 2008 Including The Municipality of Serang in 2008 182 Banten in Figures 2010 . Cilegon 7.21 .65 523 460 446 484 365 217 420 329 1 480 2 448 . Serang 2) Kota / Municipality 5.2 Luas Panen.1.82 50. 362 637 52.68 51. 2008-2009 2008 Kabupaten/Kota Regency/Municipality 2009 Luas Panen ProdukLuas Panen ProdukProduksi Produksi Harvested tivitas Harvested tivitas Production Production Area Productivity Area Productivity (ton) (ton) (ha) (kw/ha) (ha) (kw/ha) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (1) Kabupaten / Regency 1... Tangerang 4..32 49...09 51.83 52. Produktivitas dan Produksi Padi Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten. .39 51.93 51..

15 32.. 32.08 32.. Produktivitas dan Produksi Jagung Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten.15 32. Cilegon 7.1.15 32. Tangerang Selatan Provinsi Banten 1) 2 042 1 762 297 2 114 32.BAB VI PERTANIAN Tabel Table 6.15 32..15 10 87 1 569 185 27 083 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note : 1) 2) Termasuk Kota Tangerang Selatan untuk tahun 2008 Including The Municipality of Tangerang Selatan in 2008 Termasuk Kota Serang untuk tahun 2008 Including The Municipality of Serang in 2008 Banten dalam Angka 2010 183 . 20 169 3 27 488 58 8 425 32.15 10 348 7 008 672 7 204 4 69 . Pandeglang 2.08 32. Productivity and Production of Maize by Regency/Municipality in Banten Province.15 32. Tangerang 4.. . 2008-2009 2008 Kabupaten/Kota Regency/Municipality 2009 Luas Panen ProdukLuas Panen ProdukProduksi Produksi Harvested tivitas Harvested tivitas Production Production Area Productivity Area Productivity (ton) (ton) (ha) (kw/ha) (ha) (kw/ha) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (1) Kabupaten / Regency 1....08 6 551 5 652 953 6 782 3 219 2 180 209 2 241 32.. 6 288 32.15 32.08 32.08 32.. Serang 8.15 32. Serang 2) Kota / Municipality 5.08 13 221 ..3 Luas Panen..08 . 2008-2009 Harvested Area. Tangerang 6.. . Lebak 3. .

97 12.4 Luas Panen. Tangerang 4. Productivity and Production of Soybeans by Regency/Municipality in Banten Province. Produktivitas dan Produksi Kedelai Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten.02 13.02 13 471 2 120 12 283 1 4 975 13.97 12. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6.02 12.97 1 6 452 1 12 198 13.97 6136 292 25 10 343 1 628 9 217 13. 2008-2009 Harvested Area.1.02 13. Tangerang Selatan Provinsi Banten 4731 225 19 12.02 13.AGRICULTURE CHAPTER VI Tabel Table 6. Serang 8. Lebak 3. 2008-2009 2008 Kabupaten/Kota Regency/Municipality 2009 Luas Panen ProdukLuas Panen ProdukProduksi Produksi Harvested tivitas Harvested tivitas Production Production Area Productivity Area Productivity (ton) (ton) (ha) (kw/ha) (ha) (kw/ha) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (1) Kabupaten / Regency 1. Cilegon 7. Pandeglang 2.02 13.02 1 15 887 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province 184 Banten in Figures 2010 .

27 13.25 15.27 3 633 . .. Produktivitas dan Produksi Kacang Tanah Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten.25 15.. Tangerang 6.25 4 418 2 994 178 19 782 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note : 1) 2) Termasuk Kota Tangerang Selatan untuk tahun 2008 Including The Municipality of Tangerang Selatan in 2008 Termasuk Kota Serang untuk tahun 2008 Including The Municipality of Serang in 2008 Banten dalam Angka 2010 185 .25 1 289 906 263 9 735 2 738 .27 13. ..27 13. Tangerang Selatan Provinsi Banten 1) 984 650 317 7 610 13.BAB VI PERTANIAN Tabel Table 6. 12 299 13. . Pandeglang 2. 2008-2009 Harvested Area.. Serang 2) Kota / Municipality 5.25 15.. 13. Productivity and Production of Peanuts by Regency/Municipality in Banten Province.25 15. 2008-2009 2008 Kabupaten/Kota Regency/Municipality 2009 Luas Panen ProdukLuas Panen ProdukProduksi Produksi Harvested tivitas Harvested tivitas Production Production Area Productivity Area Productivity (ton) (ton) (ha) (kw/ha) (ha) (kw/ha) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (1) Kabupaten / Regency 1..25 15.27 1 306 863 421 10 098 845 594 172 6 383 15. 16 319 2 897 1 963 117 12 971 15.1.. Cilegon 7.25 15.27 . Lebak 3.. Tangerang 4. Serang 8....5 Luas Panen..

Produktivitas dan Produksi Kacang Hijau Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten..38 8.75 8. Tangerang 4.75 40 .6 Luas Panen. 1 907 5 99 105 2 280 8. Pandeglang 2. Serang 8. Productivity and Production of Mungbeans by Regency/Municipality in Banten Province.38 8.. Tangerang 6.AGRICULTURE CHAPTER VI Tabel Table 6.38 8. 2008-2009 2008 2009 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Luas Panen ProdukLuas Panen ProdukProduksi Produksi Harvested tivitas Harvested tivitas Production Production Area Productivity Area Productivity (ton) (ton) (ha) (kw/ha) (ha) (kw/ha) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (1) Kabupaten / Regency 1.38 8.75 941 160 21 745 1 333 278 1 459 8... Tangerang Selatan Provinsi Banten 1 075 183 24 851 8.1. 2008-2009 Harvested Area..38 1 117 233 1 385 46 .38 8.75 8.75 . Cilegon 7. Lebak 3..38 4 83 88 1 911 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note : 1) Termasuk Kota Serang untuk tahun 2008 Including The Municipality of Serang in 2008 186 Banten in Figures 2010 .38 8. 8.75 8. Serang 1) Kota / Municipality 5. 2 179 8.

.75 139.75 307 1 859 .. Productivity and Production of Cassava by Regency/Municipality in Banten Province.BAB VI PERTANIAN Tabel Table 6. .1.. Pandeglang 2. Tangerang 6..75 139. 2008-2009 Harvested Area.60 142.. 115 591 18 76 283 135 7 407 142. 139. Produktivitas dan Produksi Ubi Kayu Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten. Cilegon 7..60 142. 8 271 139. .60 23 329 31 685 4 278 39 029 22 133 ...75 .75 23 408 31 458 6 373 52 183 1 636 2 222 300 2 737 142. Tangerang 4.75 139. 2008-2009 2008 Kabupaten/Kota Regency/Municipality 2009 Luas Panen ProdukLuas Panen ProdukProduksi Produksi Harvested tivitas Harvested tivitas Production Production Area Productivity Area Productivity (ton) (ton) (ha) (kw/ha) (ha) (kw/ha) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (1) Kabupaten / Regency 1. Serang 8. Lebak 3.60 142.60 142.7 Luas Panen. Serang 2) Kota / Municipality 5.75 139.. .60 257 1 084 4 035 1 925 105 621 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note : 1) 2) Termasuk Kota Tangerang Selatan untuk tahun 2008 Including The Municipality of Tangerang Selatan in 2008 Termasuk Kota Serang untuk tahun 2008 Including The Municipality of Serang in 2008 Banten dalam Angka 2010 187 ..60 142.60 142..60 142. Tangerang Selatan Provinsi Banten 1) 1 675 2 251 456 3 734 139..

2008-2009 Harvested Area.17 .43 117. Tangerang 6. 2 884 117. Productivity and Production of Sweet Potatoes by Regency/Municipality in Banten Province.. Tangerang Selatan Provinsi Banten 1) 644 684 185 1323 117.... Serang 8.43 117. Pandeglang 2. .43 7 234 9 759 1 351 13 963 3 45 . 2008-2009 2008 2009 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Luas Panen ProdukLuas Panen ProdukProduksi Produksi Harvested tivitas Harvested tivitas Production Production Area Productivity Area Productivity (ton) (ton) (ha) (kw/ha) (ha) (kw/ha) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (1) Kabupaten / Regency 1.. 33 791 25 100 66 2 942 117.17 117. Lebak 3. .43 117. Produktivitas dan Produksi Ubi Jalar Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten.17 117.17 7 546 8 014 2 168 15 502 616 831 115 1 189 117..17 35 527 .AGRICULTURE CHAPTER VI Tabel Table 6. Serang 2) Kota / Municipality 5..... Cilegon 7.43 117.17 117.43 294 1 174 775 34 549 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note : 1) 2) Termasuk Kota Tangerang Selatan untuk tahun 2008 Including The Municipality of Tangerang Selatan in 2008 Termasuk Kota Serang untuk tahun 2008 Including The Municipality of Serang in 2008 188 Banten in Figures 2010 .8 Luas Panen.. 117..43 117.1.17 117. . Tangerang 4.43 117.

16 85.27 141.41 (4) 158 117 6 52 10 525 10 29 15 756 4 534 2 390 2 324 2 745 7 232 261 26 976 577 10 223 5 184 94 2 453 734 (5) 85 112 6 3 1 715 11 8 23 3 208 1 118 629 1 644 561 1 052 152 3 027 102 1 822 1 567 55 164 37 (6) 78.22 59.2.76 (7) 668 339 85 42 11 908 39 54 41 13 664 4 076 2 351 1 391 4 276 6 238 687 21 245 519 11 085 5 872 457 3 026 358 (1) Bawang Merah / Onions Bawang Daun Spring Onions Kentang / Potatoes Kubis / Cabbage Kembang Kol Petsai / Sawi Mustard Green Wortel / Carrots Lobak / Radish Kacang Merah Red Beans Kacang Panjang Long Beans Cabe Besar / Large Chili Cabe Rawit / Chili Jamur / Mushroam *) Tomat / Tomatoes Terung / Eggplants Buncis / String Beans Ketimun / Cucumber Labu Siam / Gourd Kangkung Swamp Cabbage Bayam / Spinach Melon Semangka / Water Melon Blewah Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note : *) Luas panen dalam m2 dan produksi dalam kg / Harvested area in m2 and production in kg Banten dalam Angka 2010 189 .00 19.87 67. Productivity and Production of Seasonal Vegetables and Fruits by Kind of Plant in Banten Province.51 96.2 HORTIKULTURA HORTICULTURE Tabel Table 6.BAB VI PERTANIAN 6.68 30.19 50.88 19.33 55.46 76.09 184.46 37.59 36.43 35.71 38. Produktivitas dan Produksi Sayuran dan Buah-buahan Semusim Menurut Jenis Tanaman di Provinsi Banten. 2008-2009 2008 Jenis Sayuran/Buah Crops 2009 Luas Panen ProdukLuas Panen ProdukProduksi Produksi Harvested tivitas Harvested tivitas Production Production Area Productivity Area Productivity (ton) (ton) (ha) (kw/ha) (ha) (kw/ha) (2) 23 86 1 3 1 881 4 15 3 447 1 170 489 1 164 507 1 053 87 3 702 86 1 913 1 612 11 185 59 (3) 68.47 83.83 42.70 13.84 37.67 140.59 30.97 54.09 53.45 132.1 Luas Panen.00 69.60 60.00 72.88 60.59 124.20 70.38 8.00 173.95 25.50 17.33 45.75 48. 2008-2009 Harvested Area.45 67.44 32.30 45.14 68.

86 37.79 122.92 27.71 (7) 617 1 453 1 437 28 152 3 076 3 091 1 197 366 23 991 2 927 6 207 369 4 061 194 835 23 541 1 394 2 142 48 1 477 2 967 25 102 6 146 3 159 (1) Alpukat / Avocado Belimbing / Star Fruit Duku / Langsat / Kokosan / Lanzon Durian / Durian Jambu Biji / Guava Jambu Air / Common Guava Jeruk Siam / Siam Orange Jeruk Besar Large Orange Mangga / Mango Manggis / Manggis Nangka / Cempedak Nenas / Pineapple *) Pepaya / Papaya Pisang / Banana *) Rambutan Salak / Salacia *) Sawo / Sapodilla Markisa / Konyal / Marcissa Sirsak / Sirsak Sukun / Sukun Melinjo / Melinjo Petai Jengkol Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note : *) Satuan tanaman dalam rumpun / Plant units are clump 190 Banten in Figures 2010 .95 5.96 32.57 42.64 53.85 113.34 78.AGRICULTURE CHAPTER VI Tabel Table 6.95 62.05 46.55 108.64 33.54 84.08 37.28 61.97 33.28 85.06 86.2 Luas Panen.29 58.26 4. 2008-2009 Harvested Area.62 48.31 69.2.93 32.50 43.83 53. Produktivitas dan Produksi Sayuran dan Buah-buahan Tahunan Menurut Jenis Tanaman di Provinsi Banten.97 9.35 76. 2008-2009 2008 2009 Jenis Sayuran/Buah Crops ProdukProdukJumlah Jumlah tivitas Produksi tivitas Produksi Pohon Pohon (kg/pohon) Production (kg/pohon) Production Number of Number of Productivity (ton) Productivity (ton) Trees Trees (kg/tree) (kg/tree) (2) 5 132 16 208 34 684 279 424 88 181 64 190 22 566 3 130 388 777 70 627 61 241 53 943 105 183 3 712 819 366 376 180 246 23 244 1 912 35 479 114 862 787 533 169 380 72 956 (3) 82.44 14.92 47.67 154.42 43.14 56.27 20.13 (4) 422 1 196 4 243 23 274 5 190 2 402 991 148 23 964 2 335 5 325 306 4 854 114 471 19 668 771 1 982 40 992 3 743 26 051 6 342 1 031 (5) 6 596 17 226 18 743 182 128 72 470 55 096 19 425 7 583 257 867 65 696 56 959 40 794 87 324 4 433 363 378 131 287 450 18 849 890 45 714 42 405 752 969 78 650 55 702 (6) 93. Productivity and Production of Annual Vegetables and Fruits by Kind of Plant in Banten Province.27 93.67 46.59 33.04 44.15 30.68 4.33 83.23 73.45 56.10 61.

47 1.95 0.73 1.3 Luas Panen.29 5. Productivity and Production of Medicinal Plants by Kind of Plant in Banten Province.05 1.BAB VI PERTANIAN Tabel Table 6.90 1.13 1.18 0.34 1.74 1.05 65. Produktivitas dan Produksi Tanaman Bio Farmaka Menurut Jenis Tanaman di Provinsi Banten.05 0.19 (7) 1 665 266 1 786 822 765 962 1 176 279 113 392 43 238 23 668 29 500 29 124 59 545 18 185 456 584 215 788 13 911 78 108 (1) Jahe / Ginger Laos / Lengkuas Kencur Kunyit / Turmeric Lempuyang Temulawak Temuireng Kejibeling Temukunci Dlingo / Dringo Kapolaga / Cardamom Mengkudu / Pace *) Mahkota Dewa *) Sambiloto Lidah Buaya Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note : *) Satuan luas adalah pohon / Harvested area is tree Banten dalam Angka 2010 191 .51 1.03 1.70 (4) 1 625 095 2 320 358 5 655 532 1 709 811 144 401 123 575 53 715 69 715 42 105 35 711 96 438 276 048 872 394 52 508 29 405 (5) 1 658 665 1 742 518 649 904 1 305 181 95 094 40 994 17 655 18 732 24 360 27 354 62 268 84 676 14 623 18 261 18 633 (6) 1.93 1.39 14.2. 2008-2009 Harvested Area.28 1.57 1.42 1.18 0.00 1.19 1. 2008-2009 2008 2009 Jenis Tanaman Crops Luas Panen ProdukLuas Panen ProdukProduksi Produksi Harvested tivitas Harvested tivitas Production Production Area Productivity Area Productivity (kg) (kg) (m2) (kg/m2) (m2) (kg/m2) (2) 1 573 311 1 817 186 2 897 286 2 311 844 95 892 86 805 36 493 56 141 57 830 31 660 82 063 90 591 13 412 56 682 17 251 (3) 1.20 2.03 1.76 4.24 0.76 0.18 3.

88 1.03 1.56 1. Produktivitas dan Produksi Tanaman Hias Menurut Jenis Tanaman di Provinsi Banten.4 Luas Panen.AGRICULTURE CHAPTER VI Tabel Table 6.51 1.48 1.13 1.41 2.44 5.41 3.04 2.16 0.77 2.2.51 (7) 1 453 304 49 864 30 072 16 061 8 110 15 748 2 548 13 020 175 954 6 907 11 738 67 090 78 301 73 751 82 225 667 669 4 911 2 428 116 819 2 362 1 846 14 442 20 490 3 059 (1) Anggrek Anthurium Anyelir Garbera (Hebras) Gladiol Heliconia (Pisangpisangan) Krisan Mawar Sedap Malam Dracaena Melati / Jasmine Palem / Palm 1) Aglonema *) Adenium (Kamboja Jepang) *) Euphorbia *) Phylodendron *) Pakis *) Monstera *) Soka (Ixora) *) Cordyline *) Diffenbahia *) Xansifera (pedangpedangan) *) Anthurium Daun *) Caladium *) Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note : *) Luas panen dalam m2 dan produksi dalam kg / Harvested area in m2 and production in kg 1) Satuan luas dan produksi tanaman palem adalah pohon Unit of area harvested and production of palm is tree 192 Banten in Figures 2010 .57 11.74 1.30 7.62 1.57 1.39 14.16 (4) 1 625 095 2 320 358 5 655 532 1 709 811 144 401 123 575 53 715 69 715 42 105 35 711 96 438 276 048 197 413 848 674 428 758 446 808 8 998 5 501 284 754 7 796 5 731 19 692 70 358 852 (5) 85 209 12 181 10 628 6 671 2 352 4 418 1 234 5 332 32 504 2 498 11 471 25 807 10 026 17165 11 496 10 762 1 922 1 380 5 175 1 495 1 620 5 208 8 654 2 028 (6) 17.15 62.77 1.81 4.14 2.58 1.07 8.09 2.02 2. 2008-2009 2008 2009 Jenis Tanaman Crops Luas Panen ProdukLuas Panen ProdukProduksi Produksi Harvested tivitas Harvested tivitas Production Production Area Productivity Area Productivity (tangkai) (tangkai) (m2) (tangkai/m2) (m2) (tangkai/m2) (2) 1 573 311 1 817 186 2 897 286 2 311 844 95 892 86 805 36 493 56 141 57 830 31 660 82 063 90 591 55 310 76 679 49 425 54 949 5 033 3 967 19 667 4 157 3 527 11 686 22 257 5 458 (3) 1.18 3.73 1.69 3.76 22.05 3.47 1. Productivity and Production of Ornamental Plants by Kind of Plant in Banten Province.37 1. 2008-2009 Harvested Area.13 1.45 3.06 4.79 1.56 2.95 0.28 1.83 2.06 2.42 1.60 7.67 8.24 0.

1 Luas Areal dan Produksi Perkebunan Besar Negara Menurut Jenis Tanaman di Provinsi Banten. Kelapa Sawit Palm Oil 4.00 2 621. Teh Tea 5.62 - Produksi / Production Jumlah Quantity (ton) (6) 1 306.3 TANAMAN PERKEBUNAN ESTATE CROPS Tabel Table 6.92 26. Kina Cinchona 6.49 5 807.30 16 287. Kelapa Dalam Coconut 3. Karet Rubber 2.10 Wujud Produksi Type of Products (7) Lump Kopra CPO - Jumlah Total (5) 1 499.49 8 428.75 - (1) 1.3. Kakao Cocoa 7.16 Tanaman Rusak Damage Crops (4) 229. 2009 Luas Areal (ha) / Area (ha) Jenis Tanaman Kind of Plants Tanaman Muda Young Crops (2) 79. 2009 Area and Production of National Large Estate Crops by Types of Crops in Banten Province.BAB VI PERTANIAN 6.91 54.29 54.59 Menghasilkan Produced Crops (3) 1 191. Cengkeh Clove 8. Tebu Sugar Cane Sumber / Source : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Banten Office of Forestry and Estate Service of Banten Province Banten dalam Angka 2010 193 .

Kelapa Hibrida 7. 2009 Area and Production of Private Large Estate Crops by Types of Crops in Banten Province. Kina / Cinchona 11.65 4 667.53 568. Akar Wangi 2. The / Tea 14. Kenanga 10.85 3 041. Kelapa Sawit Oil Palm 8.AGRICULTURE CHAPTER VI Tabel Table 6. Serehwangi 13. Kakao / Cocoa 4.13 Wujud Produksi Type of Products (7) Biji Kering Lump - Jumlah Total (5) (1) 1. Murbai Sumber / Source : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Banten Office of Forestry and Estate Service of Banten Province 194 Banten in Figures 2010 .2 Luas Areal dan Produksi Perkebunan Besar Swasta Menurut Jenis Tanaman di Provinsi Banten.95 - Produksi / Production Jumlah Quantity (ton) (6) 1 021. Kelapa Dalam 6. Kopi / Coffee 12. Karet / Rubber 5.93 Menghasilkan Produced Crops (3) 836.85 737. 2009 Luas Areal (ha) / Area (ha) Jenis Tanaman Kind of Plants Tanaman Muda Young Crops (2) 80.00 3 253.3.95 887. Kemiri / Candlenut 9.65 Tanaman Rusak Damage Crops (4) 103. Cengkeh / Clave 3.

00 2 809. Kapuk / Kapok 7.91 391. Kayumanis 10. Kunyit 20.40 2. Kina / Cinchona 17.70 68.25 14.00 12.25 52.40 762.58 45.00 23.00 2 765.00 47.00 1.00 6.60 127.58 57 082.25 2 375.90 1 644.3 Luas Areal dan Produksi Perkebunan Rakyat Menurut Jenis Tanaman di Provinsi Banten.90 116.50 1.75 1 586.25 1 462.50 63.00 13 741. Jambu Mete 5.00 553. Mendong 2 793.80 163.00 7.30 10 363.50 1 052.55 15 606.50 55.BAB VI PERTANIAN Tabel Table 6.00 359. Karet / Rubber 9.29 6 777.58 455. Kencur 16. Kelapa Sawit 13.75 4 345.00 227.20 5 655.50 2 650.25 51. Laos 22.55 390.36 371.03 1 242.45 10.25 12 883.75 63.94 (3) 1 408.86 (4) 241.00 11. Kumis Kucing 19. Kelapa Dalam 11.00 3.30 15 931. Kapulaga / Cardamom 8.00 6 445. Kemiri / Candlenut 14. Kenanga 15.75 353. 2009 Luas Areal (ha) Area (ha) Jenis Tanaman Kind of Plants Tanaman MengTanaman Muda hasilkan Rusak Young Produced Damage Crops Crops Crops (2) 1 144.23 97 756. 2009 Area and Production of Smallholders Estate Crops by Types of Crops in Banten Province.3.00 5 460. Jahe / Ginger 4.31 76.90 9 865.40 5.50 3 478. Kelapa Hibrida 12.00 429.50 13.40 3.60 63.00 348.55 11. Aren 2.30 836.00 286. Cengkeh / Clove 3.00 6.40 551.25 5.08 81.90 89.03 111.15 1 234.33 66.53 Jumlah Total (5) Produksi Production Jumlah Quantity (ton) (6) Wujud Produksi Type of Products (7) Gula merah Bunga kering Rimpang basah Biji mete Biji kering Biji kering Lump Kopra Butiran CPO Biji kering Rimpang basah Berasan Rimpang basah Biji kering Rimpang basah (1) 1.00 78 554.50 5 578.80 - Banten dalam Angka 2010 195 .50 550.10 1 765.26 1 846.00 1.00 98.68 1 873.10 146. Lada / Pepper 21. Kakao / Cocoa 6. Kopi / Cofee 18.55 10 910.

Serehwangi 28.20 573.60 201. Teh / Tea 30.3.95 (4) 102.3 Luas Areal (ha) Area (ha) Jenis Tanaman Kind of Plants Tanaman MengTanaman Muda hasilkan Rusak Young Produced Damage Crops Crops Crops (2) 4.90 364.90 65.70 - Produksi Production Jumlah Quantity (ton) (6) 2.15 (3) 17. Pinang / Areca nut 27. Tebu / Sugar cane 29. Tembakau / Tobacco 31.00 32.10 202.AGRICULTURE CHAPTER VI Lanjutan Tabel / Continued Table 6.00 49.10 268. Pandan 25. Akar Wangi Sumber / Source : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Banten Office of Forestry and Estate Service of Banten Province 196 Banten in Figures 2010 .60 Jumlah Total (5) 21.40 Wujud Produksi Type of Products (7) Biji kering Buah kering - (1) 23.70 103. Pala / Nutmeg 24. Vanili / Vanilla 26.

92 Sumber / Source : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Banten Office of Forestry and Estate Service of Banten Province Banten dalam Angka 2010 197 .50 - 1 136.53 4 473.40 5 664. Tangerang 4. Lebak 3.13 1 499.41 376. Serang Kota / Municipality 5.23 6 445.00 6 445. 2009 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Perkebunan Rakyat Smallholder Estate Crops Perkebunan Besar Swasta Private Large Estate Crops Perkebunan Besar Negara National Large Estate Crops Luas Areal Produksi Luas Areal Produksi Luas Areal Produksi Area Production Area Production Area Production (ha) (ton) (ha) (ton) (ha) (ton) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (1) Kabupaten / Regency 1.83 - 542.15 585.91 1 306.55 3 756.23 4 667.32 - 15 931. Tangerang 6.13 3 253.91 1 499. 2009 Area and Production of Rubber by Ownership in Banten Province. Serang 8.92 1 306.3.00 - 780.60 170.23 3 253.4 Luas Areal dan Produksi Tanaman Karet Menurut Kepemilikan di Provinsi Banten.20 1 123. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 2 633.83 368.00 15 931.93 293.BAB VI PERTANIAN Tabel Table 6.00 13 298. Cilegon 7.00 2 374. Pandeglang 2.

03 938.00 19 785.00 - - 54.49 50. Serang Kota / Municipality 5.49 - 26.30 26.60 12 347. Lebak 3. Serang 8.59 5 763.49 26.00 715.AGRICULTURE CHAPTER VI Tabel Table 6.40 56 256.53 11 017.5 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kelapa Menurut Kepemilikan di Provinsi Banten.30 - 2 066.05 57 082. 2009 Area and Production of Coconut by Ownership in Banten Province. Pandeglang 2.50 23 835.80 - - 54. Tangerang 6.05 19 628. Cilegon 7.30 4 141.58 95 905. Tangerang 4.13 12 132.50 97 756.3. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 - 42 469.60 Sumber / Source : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Banten Office of Forestry and Estate Service Banten Province Government 198 Banten in Figures 2010 . 2009 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Perkebunan Rakyat Smallholder Estate Crops Perkebunan Besar Swasta Private Large Estate Crops Perkebunan Besar Negara National Large Estate Crops Luas Areal Produksi Luas Areal Produksi Luas Areal Produksi Area Production Area Production Area Production (ha) (ton) (ha) (ton) (ha) (ton) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (1) Kabupaten / Regency 1.

Lebak 3.45 2 960. Serang Kota / Municipality 5.00 4 837.00 31.00 (2) (3) (4) (5) (6) (7) Sumber / Source : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Banten Office of Forestry and Estate Service of Banten Province Banten dalam Angka 2010 199 .6 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kopi Menurut Kepemilikan di Provinsi Banten. Pandeglang 2.00 9 865. 2009 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Perkebunan Rakyat Smallholder Estate Crops Perkebunan Besar Swasta Private Large Estate Crops Perkebunan Besar Negara National Large Estate Crops Luas Areal Produksi Luas Areal Produksi Luas Areal Produksi Area Production Area Production Area Production (ha) (ton) (ha) (ton) (ha) (ton) (1) Kabupaten / Regency 1. Serang 8.00 1 485. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 38. Tangerang 4.15 793.20 2 809.10 500. Cilegon 7. Tangerang 6.00 9 865. 2009 Area and Production of Coffee by Ownership in Banten Province.3.BAB VI PERTANIAN Tabel Table 6.00 2 030.45 2 809.

2009 Area and Production of Cacao by Ownership in Banten Province. Cilegon 7.AGRICULTURE CHAPTER VI Tabel Table 6.00 1 990.80 546. Serang Kota / Municipality 5.40 1 771.65 973. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 5 578.00 582.65 568.00 (2) (3) (4) (5) (6) (7) Sumber / Source : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Banten Office of Forestry and Estate Service of Banten Province 200 Banten in Figures 2010 .05 1 253.3. Pandeglang 2.84 1 021. Tangerang 4. Tangerang 6.88 3 005.71 1 021.51 73.68 4 786. Lebak 3.60 1 873.00 568. Serang 8.7 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kakao Menurut Kepemilikan di Provinsi Banten.00 568. 2009 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Perkebunan Rakyat Smallholder Estate Crops Perkebunan Besar Swasta Private Large Estate Crops Perkebunan Besar Negara National Large Estate Crops Luas Areal Produksi Luas Areal Produksi Luas Areal Produksi Area Production Area Production Area Production (ha) (ton) (ha) (ton) (ha) (ton) (1) Kabupaten / Regency 1.

Tangerang 6. Serang 8. Lebak 3.00 275.30 (2) (3) (4) (5) (6) (7) Sumber / Source : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Banten Office of Forestry and Estate Service of Banten Province Banten dalam Angka 2010 201 .00 1 308.00 2 296. Tangerang 4.8 Luas Areal dan Produksi Tanaman Aren Menurut Kepemilikan di Provinsi Banten.90 145.00 1 644.00 2 793. 2009 Area and Production of Sugar Palm by Ownership in Banten Province. Serang Kota / Municipality 5.3.55 1 644. 2009 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Perkebunan Rakyat Smallholder Estate Crops Perkebunan Besar Swasta Private Large Estate Crops Perkebunan Besar Negara National Large Estate Crops Luas Areal Produksi Luas Areal Produksi Luas Areal Produksi Area Production Area Production Area Production (ha) (ton) (ha) (ton) (ha) (ton) (1) Kabupaten / Regency 1.25 39.90 22. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 35.55 317. Pandeglang 2. Cilegon 7.90 2 793.BAB VI PERTANIAN Tabel Table 6.

Tangerang 6. Tangerang Selatan Banten 2008 26 350.1 Luas Kawasan Hutan Negara Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (ha).87 - 716.26 698.50 5 935.30 7 867.53 28 113. 2009 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Hutan Produksi Production Forest (2) Hutan Konversi PHPA Convertible Production Forest (3) Hutan Lindung Proctected Forest (4) Hutan Produksi Terbatas Limited Production Forest (5) (1) Kabupaten / Regency 1. Cilegon 7.67 - 3 682.48 3 107.45 19 070.10 13 381.4. 2009 National Forest Area by Regency/Municipality in Banten Province (ha).19 Sumber / Source : KPH Banten.19 28 113.09 723.53 7 867. Lebak 3.AGRICULTURE CHAPTER VI 6. Perum Perhutani Unit III Jabar – Banten Catatan / Note : Kabupaten/Kota Tangerang termasuk Wilayah KPH Bogor Forest in Tangerang (Regency and Municipality) is under management of KPH Bogor 202 Banten in Figures 2010 .57 2 915. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Pandeglang 2.16 553.01 41 152. Serang 8.87 41 152.4 KEHUTANAN FORESTRY Tabel Table 6.

4.44 13 291. Perum Perhutani Unit III Jabar – Banten 77 133.57 13 753. 2009 National Forest Area by Forest Administrator Districs in Banten Province. Serang Jumlah / Total Sumber / Source : KPH Banten. Bayah Kabupaten Serang 10.BAB VI PERTANIAN Tabel Table 6.2 Luas Kawasan Hutan Negara Menurut Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) di Provinsi Banten. 2009 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten Pandeglang Kesatuan Pemangku Hutan Forest Administrator Districs (2) 01. Serang 03.42 7 433. Pandeglang 04. Malimping 02.88 2 744.29 5 657. Pandeglang Kota Cilegon 12.31 Kabupaten Lebak 06. Rangkasbitung 07.43 721. Malimping 09.92 8 443.88 1 414. Serang 11.55 1 639. Cikeusik Luas / Area (ha) (3) 1 510.59 Banten dalam Angka 2010 203 . Gunung Kencana 08.78 11 538. Sobang 05.12 8 984.

81 3 574.70 47 002.00 6 219.33 21 678.83 3 059.00 8 248.48 2 236.20 27 174.4.30 14 780.00 6 485.AGRICULTURE CHAPTER VI Tabel Table 6.00 36 716.00 5 297.3 Produksi dan Nilai Produksi Kayu Jati dan Rimba di Provinsi Banten.37 Nilai Produksi (juta rupiah) Value (million rupiahs) (3) 2 066.14 49 054.39 2 243.00 4 114.00 9 510.60 5 673.92 10 049.00 24 296.36 Kayu Rimba Rimba Woods Produksi Production (m3) (4) 10 431. Perum Perhutani Unit III Jabar – Banten 204 Banten in Figures 2010 .00 16 549.35 40 868.11 3 626.35 25 884.79 9 800.29 16 376.02 2 294.64 3 448.74 8 115. 2000-2009 Kayu Jati Jati Woods Tahun Year Produksi Production (m3) (2) 2 863. 2000-2009 Production and Value of Jati and Rimba Woods in Banten Province.56 (1) 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Sumber / Source : KPH Banten.09 17 004.00 13 944.00 50 731.00 13 784.65 19 767.96 13 283.85 1 564.01 Nilai Produksi (juta rupiah) Value (million rupiahs) (5) 1 385.12 33 063.

Serang Kota / Mun. Pandeglang 2. Tangerang 6. 2009 Kabupaten/Kota Reg./Municipality (1) Kabupaten / Reg. Cilegon 7. Serang 8. Provinsi Banten 2008 Sapi Potong Cow (2) Sapi Perah Milk Cow (3) Kerbau Buffalo (4) Kuda Horse (5) Kambing Goat (6) Domba Sheep (7) Babi Pig (8) 451 4 557 55 213 6 687 8 5 43 293 56 105 24 520 21 498 27 16 175 027 200 569 159 362 194 832 154 284 171 437 127 170 128 367 6 153 - 1 422 116 467 4 602 73 515 60 680 2 15 14 61 184 5 761 554 151 976 153 004 8 5 5 12 73 137 300 7 087 48 837 14 763 800 777 821 588 4 748 250 28 511 3 157 617 924 612 568 1 551 36 7 740 7 024 Sumber / Source : Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Office of Agriculture and Livestock Service of Banten Province Banten dalam Angka 2010 205 . 2009 Livestock Population by Regency/Municipality and Kind of Livestock in Banten Province (heads). 1.5. Tangerang 4.1 Populasi Ternak Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Ternak di Provinsi Banten (ekor). 5. Tangerang Sel.BAB VI PERTANIAN 6. Lebak 3.5 PETERNAKAN ANIMAL HUSBANDRY Tabel Table 6.

Cilegon 7.2 Populasi Unggas Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Unggas di Provinsi Banten (ekor). 2009 Poultry Population by Regency/Municipality and Kind of Poultries in Banten Province (heads). Tangerang 4.AGRICULTURE CHAPTER VI Tabel Table 6. Serang 8. Serang Kota / Municipality 5. Lebak 3. 2009 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 Ayam Buras Native Chicken (2) Ayam Ras Petelur Layer (3) Ayam Ras Pedaging Broiler (4) Itik Duck (5) 2 281 609 1 795 102 3 375 517 1 427 922 3 250 168 663 918 1 158 630 1 464 604 21 878 396 1 600 822 141 674 79 033 1 443 368 1 052 293 94 559 360 131 127 712 206 858 9 669 410 10 120 412 31 977 647 729 2 487 207 300 4 803 579 5 896 334 89 108 4 298 810 136 151 1 260 497 31 887 018 40 011 606 491 473 33 770 48 330 46 203 3 336 144 1 647 179 Sumber / Source : Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Office of Agriculture and Livestock Service of Banten Province 206 Banten in Figures 2010 .5. Tangerang 6.

Cilegon 7. Tangerang Sel. Provinsi Banten 2008 Sapi Potong Cow (2) Sapi Perah Milk Cow (3) Kerbau Buffalo (4) Kuda Horse (5) Kambing Goat (6) Domba Sheep (7) Babi Pig (8) 589 235 12 705 6 047 - 16 508 653 1 777 8 613 1 - 161 122 1 348 74 096 74 752 172 774 1 560 53 445 42 742 2 138 - 90 303 3 007 522 12 410 125 818 127 511 - 216 25 2 259 30 051 36 466 1 - 35 257 10 040 5 475 362 090 206 965 16 782 8 657 295 960 154 198 5 340 7 478 4 440 Sumber / Source : Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Office of Agriculture and Livestock Service of Banten Province Banten dalam Angka 2010 207 . Lebak 3./Municipality (1) Kabupaten / Reg.BAB VI PERTANIAN Tabel Table 6. 2009 Livestock Slaughtered by Regency/Municipality and Kind of Livestock in Banten Province (heads). Serang Kota / Mun. 1.3 Jumlah Ternak Yang Dipotong Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Ternak di Provinsi Banten (ekor). Pandeglang 2.5. Tangerang 6. 5. 2009 Kabupaten/Kota Reg. Serang 8. Tangerang 4.

Cilegon 7. 2009 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Tangerang 4. 2009 Poultry Slaughtered by Regency/Municipality and Kind of Poultries in Banten Province (heads). Serang Kota / Municipality 5. Serang 8. Pandeglang 2. Tangerang 6. Lebak 3.5.4 Jumlah Unggas Yang Dipotong Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Unggas di Provinsi Banten (ekor).AGRICULTURE CHAPTER VI Tabel Table 6. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 Ayam Buras Native Chicken (2) Ayam Ras Petelur Layer (3) Ayam Ras Pedaging Broiler (4) Itik Duck (5) 1 924 311 706 995 6 097 394 1 084 260 32 552 1 862 861 155 223 5 237 671 2 476 000 20 836 568 6 341 768 300 984 2 457 385 412 2 725 000 191 181 98 293 10 102 434 5 594 508 109 440 144 994 2 305 070 3 282 493 14 515 336 20 634 287 8 785 550 78 827 180 86 001 744 333 483 5 103 9 684 3 762 123 2 242 418 Sumber / Source : Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Office of Agriculture and Livestock Service of Banten Province 208 Banten in Figures 2010 .

Cilegon 7. Tangerang Sel. Serang 8. Pandeglang 2.5 Produksi Daging Ternak Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Ternak di Provinsi Banten (ton).5. Lebak 3.BAB VI PERTANIAN Tabel Table 6. 5. Tangerang 4. Provinsi Banten 2008 Sapi Potong Cow (2) Sapi Perah Milk Cow (3) Kerbau Buffalo (4) Kuda Horse (5) Kambing Goat (6) Domba Sheep (7) Babi Pig (8) 91 108 1 956 1 512 - 693 690 296 1 732 - 763 115 741 1 121 1 005 94 562 641 132 - 12 960 120 70 1 911 18 728 25 882 - 10 7 201 3 629 2 441 - 360 24 396 55 3 574 3 771 270 59 362 2 992 2 567 297 429 331 Sumber / Source : Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Office of Agriculture and Livestock Service of Banten Province Banten dalam Angka 2010 209 ./Municipality (1) Kabupaten / Reg. 2009 Meat Production by Regency/Municipality and Kind of Livestock in Banten Province (ton). Serang Kota / Mun. 1. Tangerang 6. 2009 Kabupaten/Kota Reg.

Serang Kota / Municipality 5. 2009 Meat Production by Regency/Municipality and Kind of Poultries in Banten Province (ton). Lebak 3. Tangerang 6.AGRICULTURE CHAPTER VI Tabel Table 6. Serang 8.6 Produksi Daging Unggas Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Unggas di Provinsi Banten (ton). Cilegon 7. Tangerang Selatan Banten 2009 2008 Ayam Buras Native Chicken (2) Ayam Ras Petelur Layer (3) Ayam Ras Pedaging Broiler (4) Itik Duck (5) 4 640 1 591 4 451 867 1 374 124 2 782 384 15 211 9 513 76 10 281 2 725 72 420 12 042 7 843 59 336 1 894 2 108 13 200 1 327 4 084 6 589 53 089 69 333 240 5 18 7 3 363 3 746 Sumber / Source : Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Office of Agriculture and Livestock Service of Banten Province 210 Banten in Figures 2010 . Tangerang 4. 2009 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1.5. Pandeglang 2.

Tangerang 6. Cilegon 7. Serang Kota / Municipality 5.BAB VI PERTANIAN Tabel Table 6. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 Ayam Buras Native Chicken (2) Ayam Ras Petelur Layer (3) Itik Duck (4) 1 433 1 164 925 898 29 252 7 032 800 800 3 782 2 807 2 2 300 4 724 1 755 4 050 21 3 265 43 620 42 950 42 1 508 8 740 4 869 Sumber / Source : Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Office of Agriculture and Livestock Service of Banten Province Banten dalam Angka 2010 211 . Serang 8. Tangerang 4. 2009 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2.7 Produksi Telur Unggas Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (ton).5. 2009 Production of Poultry Eggs by Regency/Municipality in Banten Province (ton). Lebak 3.

Serang 8. Cilegon 7. Lebak 3. 2009 Laut Marine Fishery (2) Perairan Umum Inland Water (3) Jumlah Total (4) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 5 232 819 2 505 967 155 93 5 232 819 2 660 1 060 653 329 10 505 5 449 35 283 1 724 653 364 10 788 7 173 Sumber / Source : Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten Office of Marine and Fishery Service of Banten Province 212 Banten in Figures 2010 .AGRICULTURE CHAPTER VI 6. Tangerang 6. Tangerang 4. 2009 Number of Fish Capture Household by Regency/Municipality and Fishery Subsector in Banten Province.6 PERIKANAN FISHERY Tabel Table 6. Serang Kota / Municipality 5.6.1 Jumlah Rumah Tangga Perikanan Tangkap Menurut Kabupaten/Kota dan Subsektor di Provinsi Banten. Pandeglang 2.

32 638.00 302.23 57 363. Lebak 3.80 25 724.00 306.98 55 869. Serang Kota / Municipality 5.73 18 120.2 Produksi Perikanan Tangkap Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (ton). Serang 8. Pandeglang 2.70 2 990.00 8 387. Cilegon 7.32 116.20 725.05 18 236.48 0. 2009 Production of Fish Capture by Regency/Municipality in Banten Province (tons).BAB VI PERTANIAN Tabel Table 6.30 4.00 224.50 224.91 56 725. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 Laut Marine Fisheries (2) Perairan Umum Inland Water (3) Jumlah Total (4) 25 724.6.00 497. 2009 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1.70 2 882. Tangerang 6.70 107.00 7 889.78 Sumber / Source : Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten Office of Marine and Fishery Service of Banten Province Banten dalam Angka 2010 213 .78 55 143. Tangerang 4.

2009 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Lebak 3. Tangerang 6.3 Nilai Produksi Ikan Tangkap Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (ribu rupiah). Cilegon 7. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 Laut Marine Fishery (2) Perairan Umum Inland Water (3) Jumlah Total (4) 222 524 096 15 855 483 219 339 748 86 801 322 1 038 125 579 333 2 975 747 222 524 096 16 893 608 219 919 081 89 777 069 2 837 106 4 420 000 551 777 755 437 199 800 54 600 4 647 805 4 392 525 2 837 106 4 474 600 556 425 560 441 592 325 Sumber / Source : Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten Office of Marine and Fishery Service of Banten Province 214 Banten in Figures 2010 . Tangerang 4. 2009 Production Value of Fish Capture by Regency/Municipality in Banten Province (thousand rupiahs). Serang 8.AGRICULTURE CHAPTER VI Tabel Table 6. Serang Kota / Municipality 5.6. Pandeglang 2.

Tangerang 6. Cilegon 7. Tangerang Sel. Provinsi Banten 2008 (8) 80 63 71 - 24 - - 120 518 2 449 638 543 179 132 95 814 721 2 581 796 224 367 554 71 77 24 - - 272 201 4 198 4 531 157 64 1 170 1 398 653 265 5 830 6 560 Sumber / Source : Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten Office of Marine and Fishery Service of Banten Province Banten dalam Angka 2010 215 .BAB VI PERTANIAN Tabel 6.6. 5. Serang 8. Serang Kota / Mun. 1. Tangerang 4./Municipality Motor Tempel Out-board Motor (6) Kapal Motor In-board Motor (7) Jumlah Total (1) Kabupaten / Reg. Lebak 3.4 Table Jumlah Perahu/Kapal Penangkapan Ikan Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Perahu/Kapal di Provinsi Banten. 2009 Number of Fishing Boats by Regency/Municipality and Type of Boat in Banten Province. Pandeglang 2. 2009 Perahu Perahu Layar Jukung Layar Kecil Sedang UnmotorSmall Medium ized Boat Sailing Sailing Boat Boat (2) (3) (4) Perahu Layar Besar Large Sailing Boat (5) Kabupaten/Kota Reg.

Lebak 3. Pandeglang 2. 2009 Jaring / Seine Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1.AGRICULTURE CHAPTER VI Tabel Table 6. Serang Kota / Municipality 5. Cilegon 7.5 Jumlah Unit Penangkapan Ikan Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Penangkapan di Provinsi Banten. Tangerang 6. Serang 8.6. Tangerang Selatan Banten 2008 Jaring Hanyut Drift Gill Net (2) Klitik Tickle (3) Insang Gill Net (4) Jaring Lingkar Circle Seine (5) 90 212 199 18 598 20 111 63 109 - 144 - 71 572 1 274 636 236 8 291 1 324 105 249 76 216 Banten in Figures 2010 . Tangerang 4. 2009 Number of Marine Fisheries Catching by Regency/Municipality and Type of Fisheries Catching in Banten Province.

Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 234 847 157 25 12 280 242 8 231 269 17 831 502 105 508 213 3 27 177 44 2 50 529 235 Jaring Rampus Tramel Net (6) Bagan Tancap Fixed Trap (7) Bagan Perahu Baot Trap (8) Lainnya Others (9) Banten dalam Angka 2010 217 .5 Jaring / Seine Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Serang 8. Tangerang 6. Tangerang 4. Lebak 3.6. Cilegon 7.BAB VI PERTANIAN Lanjutan Tabel / Continued Table 6. Serang Kota / Municipality 5. Pandeglang 2.

Tangerang 6. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 95 7 621 446 106 391 - 11 - 195 91 367 - 27 11 - 1 202 864 2 832 927 10 1 179 704 26 523 577 24 35 168 322 975 1 912 38 61 597 265 6 687 7 512 Sumber / Source : Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten Office of Marine and Fishery Service of Banten Province 218 Banten in Figures 2010 .5 Bukan Jaring / Not Seine Kabupaten/Kota Regency/Municipality Payang Large Net (9) Dogol Danish Seine (10) Pukat Pantai Coast Trap (11) Pancing Hook & Lines (12) Pukat Cincin Purse Sein (13) Jumlah Total (14) (1) Kabupaten / Regency 1.AGRICULTURE CHAPTER VI Lanjutan Tabel / Continued Table 6. Cilegon 7. Tangerang 4. Pandeglang 2.6. Lebak 3. Serang 8. Serang Kota / Municipality 5.

2009 Number of Fish Culture Households by Regency/Municipality and Type of Culture in Banten Province. Tangerang 4. Lebak 3. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 60 280 28 54 1 062 2 120 5 695 386 1 210 9 519 185 340 372 295 1 439 2 331 1 560 219 172 10 152 19 301 10 914 22 144 Banten dalam Angka 2010 219 . Tangerang 6.6 Jumlah Rumahtangga Perikanan Budidaya Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Budidaya di Provinsi Banten.BAB VI PERTANIAN Tabel Table 6. Serang 8.6. Pandeglang 2. Serang Kota / Municipality 5. 2009 Laut Marine Culture (2) Tambak Brackish Water Pond (3) Kolam Fresh Water Pond (4) Sawah Paddy Field (5) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Cilegon 7.

6 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Serang 8. Tangerang 6. Tangerang 4. Pandeglang 2.6. Serang Kota / Municipality 5.AGRICULTURE CHAPTER VI Lanjutan Tabel / Continued Table 6. Cilegon 7. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 Karamba Cage (6) Jaring Terapung Floating Cage Net (7) Jumlah Total (8) 98 415 - 4 5 - 3 520 15 688 1 913 513 1 154 80 89 90 1 640 219 467 23 447 45 392 Sumber / Source : Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten Office of Marine and Fishery Service of Banten Province 220 Banten in Figures 2010 . Lebak 3.

56 296.35 92. Cilegon 7.91 9 380. Tangerang 4.27 6 972.BAB VI PERTANIAN Tabel Table 6. Tangerang 6.87 869.52 4 779. 2009 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Serang Kota / Municipality 5. Serang 8.81 109.42 367.20 3 078.54 Banten dalam Angka 2010 221 .91 7 508.56 2 349.08 3 367.40 2. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 Budidaya Laut Marine Culture (2) Tambak Brackish Water Pond (3) Kolam Fresh Water Pond (4) Sawah Paddy Field (5) 705. Lebak 3.82 10.6.71 305.60 47.09 3 354.32 6 972.7 Produksi Perikanan Budidaya Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (ton).45 699.00 14 940.54 3 722. 2009 Production of Fish Culture Households by Regency/Municipality in Banten Province (tons).24 13 916. Pandeglang 2.84 6 082.29 4 483.21 477.90 2 800.

91 - 14. Tangerang 6.6.03 92.08 13 139. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 Karamba Cage (6) Jaring Terapung Floating Cage Net (7) Jumlah Total (8) 17. Serang Kota / Municipality 5.99 7 383.7 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Lebak 3.33 17.91 33 180.51 27.91 54.00 401. Tangerang 4.43 - 8 311.50 395.68 635.64 Sumber / Source : Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten Office of Marine and Fishery Service of Banten Province 222 Banten in Figures 2010 . Cilegon 7.81 586.AGRICULTURE CHAPTER VI Lanjutan Tabel / Continued Table 6. Pandeglang 2.99 143. Serang 8.10 3 271.88 192.25 27 216.

BAB VI PERTANIAN Tabel Table 6. Serang 8. Serang Kota / Municipality 5. 2009 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Cilegon 7. Lebak 3. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 Budidaya Laut Marine Culture (2) Tambak Brackish Water Pond (3) Kolam Fresh Water Pond (4) Sawah Paddy Field (5) 4 010 066 1 796 995 9 356 487 74 050 37 670 860 43 422 795 21 122 632 37 191 041 17 028 223 4 583 505 19 297 779 573 343 54 255 4 489 699 5 807 061 11 314 855 8 109 000 98 633 192 112 378 958 5 642 780 1 150 533 1 240 260 87 958 974 77 728 325 24 415 076 58 722 110 Banten dalam Angka 2010 223 .6.8 Nilai Produksi Perikanan Budidaya Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (ribu rupiah). Tangerang 6. 2009 Production Value of Fish Culture Households by Regency/Municipality in Banten Province (thousand rupiahs). Tangerang 4.

Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 4.AGRICULTURE CHAPTER VI Lanjutan Tabel / Continued Table 6.8 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Lebak 3. Pandeglang 2. Cilegon 7. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 Karamba Cage (6) Jaring Terapung Floating Cage Net (7) Jumlah Total (8) 268 696 - 164 585 3 306 290 2 886 584 - 49 941 483 41 413 420 61 649 988 54 292 994 268 696 747 505 496 852 6 854 311 7 779 800 6 139 632 1 150 533 9 349 260 223 937 310 268 671 553 Sumber / Source : Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten Office of Marine and Fishery Service of Banten Province 224 Banten in Figures 2010 . Serang 8. Tangerang 6.6.

Cilegon 7. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 Laut Marine Culture (2) Tambak Brackish Water Pond (3) Kolam Fresh Water Pond (3) Sawah Paddy Field (4) 334.90 10 830. Lebak 3.65 715 4 987. Tangerang 4.00 1 786. Serang 8.00 2.75 1 160.65 258 22.81 3 713. Pandeglang 2.40 325. Tangerang 6.23 5 568.65 469.69 69.11 99. 2009 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Serang Kota / Municipality 5.00 966.79 6 490.10 334. 2009 Fish Culture Areas by Regency/Municipality and Type of Culture in Banten Province (ha).19 Banten dalam Angka 2010 225 .5 3 992.00 380.9 Table Luas Areal Budidaya Perikanan Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Budidaya di Provinsi Banten (ha).6.BAB VI PERTANIAN Tabel 6.20 150.83 9.

9 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Cilegon 7.83 724.00 11 859. Tangerang 6.00 2.96 1.AGRICULTURE CHAPTER VI Lanjutan Tabel / Continued Table 6.00 - 0. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 Karamba Cage (6) Jaring Terapung Floating Cage Net (7) Jumlah Total (8) 1.81 18 950.27 Sumber / Source : Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten Office of Marine and Fishery Service of Banten Province Catatan / Notes : 1) Luas Kotor / Gross Area 226 Banten in Figures 2010 . Pandeglang 2.6.72 150. Serang 8.72 2 189.72 - 4 297. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5.30 4 495. Lebak 3.00 0.

and Water Supply . Energy. ENERGI DAN AIR MINUM Industry.7 INDUSTRI.

.

kimia. atau dengan tangan sehingga menjadi barang jadi/setengah jadi. Data collection of large and medium scale manufacturing is conducted through The Large and Medium Manufacturing Establishment Survey that has been done annually for all industries (census) since 1975. Manufacturing industry is defined as an economic activity processing basic goods mechanically. ENERGI DAN AIR MINUM Penjelasan Teknis 1. 3. Pengumpulan data industri besar dan sedang dilakukan melalui Survei Industri Besar dan Sedang dilaksanakan setiap tahun secara lengkap (sensus) sejak tahun 1975. 3. Banten dalam Angka 2010 229 . Technical Notes 1. Termasuk dalam kegiatan ini adalah jasa industri dan pekerjaan perakitan (assembling). Industri Pengolahan adalah suatu kegiatan ekonomi yang melakukan kegiatan mengubah suatu barang dasar secara mekanis. 3) that has been modified according to the local condition in Indonesia. The activities also include services for manufacturing and assembling. Large and Medium Manufacturing Establishment Survey covers all manufactures/ industries with 20 workers or more by questionaire II A. chemicals or manually into final or intermediate goods. It is also defined as processing of lower value goods into higher value goods as final or intermediate products. 2. dan sifatnya lebih dekat kepada pemakai akhir. KBLI adalah klasifikasi lapangan usaha yang berdasar kepada International Standard Industrial Classification of All Economic Activities (ISIC) revisi 3 yang telah disesuaikan dengan kondisi Indonesia. Klasifikasi industri yang digunakan dalam survei ini berdasar kepada Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). Survey Industri Besar dan Sedang mencakup semua perusahaan industri yang mempunyai tenaga kerja 20 orang atau lebih dengan menggunakan kuesioner II A. 2. The industrial classification adopted in this survey refers to Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). dan atau barang yang kurang nilainya menjadi barang yang lebih tinggi nilainya.BAB VII INDUSTRI. KBLI is classification of economic activities based on the International Standard Industrial Classification of All Economic Activities (ISIC rev.

Medium scale manufacturing (20-99 employees) c. producing goods or services. bertujuan menghasilkan barang atau jasa. ENERGY AND WATER SUPPLY CHAPTER VII 4. keeping a business record concerning the production and cost structure. Manufacturing industries are categorized into four groups. bahan bakar. and nonindustrial services. terletak pada suatu bangunan atau lokasi tertentu. and having a person or more that are responsible to those activities. 6. etc. Input or intermediate cost is defined as cost of raw materials and supporting materials. sewa gedung. other materials. dan biaya jasa non industri. Jasa Industri adalah kegiatan industri yang melayani keperluan pihak lain. A manufacturing establishment is defined as a production unit engaged in economic activity. 7. b. dan mempunyai catatan administrasi tersendiri mengenai produksi dan struktur biaya serta ada seorang atau lebih yang bertanggung jawab atas usaha tersebut. In this case.MANUFACTURING INDUSTRY. yaitu: a. Perusahaan atau usaha industri adalah suatu unit (kesatuan) usaha yang melakukan kegiatan ekonomi. based on the number of employees : a. Input atau biaya antara adalah biaya yang dikeluarkan dalam proses industri yang berupa bahan baku. Industri Sedang/Menengah (20-99 orang pekerja). jasa industri. fuel. electricity. d. Small scale manufacturing (5-19 employees) d. raw materials are supplied by others while the workers are paid as a compensation for processing raw materials. b. Micro industry (1-4 employees). located in a building or in a certain location. 5. 5. 230 Banten in Figures 2010 . 4. Industri Kecil (5-19 orang pekerja). Services for manufacturing is defined as a manufacturing activity which serving other manufacturing establishments. Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak lain sedangkan pihak pengolah hanya melakukan pengolahannya dengan mendapat imbalan sebagai balas jasa (upah maklon). 6. Large scale manufacturing (100 employees o r more). industrial services. c. 7. Industri Mikro (1-4 orang pekerja). Industri pengolahan dikelompokkan ke dalam 4 golongan berdasarkan banyaknya pekerja. barang lainnya diluar bahan baku/bahan penolong. Industri Besar (100 orang pekerja atau lebih). building rent.

Textiles 18. Logam Dasar 28. Basic Metals 28. Barang-barang dari Kayu (tidak termasuk furnitur). Nilai Tambah adalah besarnya output dikurangi besarnya nilai input (antara). Kulit dan Barang dari Kulit dan Alas Kaki 20. Kimia dan Barang-barang dari Bahan Kimia 25. Refined Petroleum Products and Nuclear Fuel 24. Chemicals and Chemical Products 25. 10. Publishing. kecuali Mesin dan Peralatannya 29. keuntungan jual beli. Tobacco 17. Paper and Paper Products 22. ENERGI DAN AIR MINUM 8. industrial services. Karet dan Barang dari Karet dan Barang dari Plastik 26. Food and Beverages 16. Kayu. Coal. Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman 23. 10. Barang-barang dari Logam. Wearing Apparel 19. Output adalah nilai keluaran yang dihasilkan dari proses kegiatan industri yang berupa barang yang dihasilkan. electricity sold. Penerbitan. 9. Value added is defined as substraction from output to input. jasa industri. Barang Galian Bukan Logam 27. Batu Bara. Pakaian Jadi 19. Fabricated Metal Products except Machinery and Equipments 29. Kertas dan Barang dari Kertas 22. Wood and Products of Wood except Furniture and Plaiting Materials 21. Rubber and Plastics Products 26. tenaga listrik yang dijual. pertambahan stok barang setengah jadi dan penerimaan lain. Mesin dan Perlengkapannya 8. Output is defined as total value of all processed goods which include production. Pengolahan Tembakau 17. dan Barang-barang Anyaman 21. Pengilangan Minyak Bumi dan Pengolahan Gas Bumi. Makanan dan Minuman 16. Tanning and Dressing of Leather 20. 9.BAB VII INDUSTRI. Printing and Reproduction of Recorded Media 23. Classification of Industry : 15. dan Bahan Nuklir 24. Non-metallic Mineral Products 27. Barang-barang dari Hasil Pengilangan Minyak Bumi. profits. Klasifikasi Industri : 15. Tekstil 18. change in stocks and other incomes. Machinery and Equipment Banten dalam Angka 2010 231 .

dan Peralatan Komunikasi. pipa atau mobil tangki (dalam satu pengelolaan administrasi dengan kegiatan ekonomi) kepada rumah tangga. transmisi. Alat Angkutan. transmission and electricity distribution. Other Transport Equipment 36. 30. State Electricity Company (PLN) is a State owned company that has activities for electricity production. Television and Communication Equipment and Aparatus 33. Medical. Kendaraan Bermotor 35. ENERGY AND WATER SUPPLY CHAPTER VII 30. Radio. Perusahaan Listrik Negara (PLN) adalah Perusahaan Umum Milik Negara yang mempunyai aktivitas kegiatan pembangkitan. Watches and Clocks 34. selain Kendaraan Bermotor Roda Empat atau Lebih 36. Alat-alat Ukur. Perusahaan Air Bersih adalah perusahaan yang mempunyai aktivitas dalam penampungan. dan distribusi tenaga lsitrik. Recycling 11. Furniture and Other Manufacturing 37. Furnitur dan Pengolahan Lainnya 37. Daur Ulang 11. Peralatan Kedokteran. industries. and Optical Instruments. Electrical Machinery and Equipments 32. Radio. Akuntansi dan Pengolahan Data 31. The Water Supply Company (PDAM) is a company with several activities such as the collection and purification of water and the distribution of water to households. Mesin dan Peralatan Kantor. Jam dan Lonceng 34.MANUFACTURING INDUSTRY. Navigation. Motor Vehicles. Computing and Accounting Machineries 31. Trailers and Semitrailers 35. Peralatan Optik. Peralatan Navigasi. atau pengguna komersial lainnya. 232 Banten in Figures 2010 . Mesin Listrik Lainnya dan Perlengkapannya 32. penjernihan. perusahaan industri. Televisi. Machinery and Electronic Office. dan penyaluran air baku atau air bersih dari terminal air melalui saluran air. Precision. 12. and other commercial users. serta Perlengkapannya 33. 12.

Unfortunately. 13. and the distribution of liquid gas for household consumption. dari 8 perusahaan yang ada di Banten hanya 6 perusahaan saja yang memberikan respon pada pelaksanaan survei tahun 2009. production of gas with charcoal carbonite or mixed with natural gas.BAB VII INDUSTRI. 14. Perusahaan Gas Negara (PGN) adalah perusahaan milik pemerintah yang mempunyai aktivitas dalam pengolahan gas cair. and other commercial users. ENERGI DAN AIR MINUM 13. The data sources of clean water is clean water survey firm that annually conducted by BPS. 15. produksi gas dengan karbonasi arang atau dengan pengolahan yang mencampur gas dengan gas alam. only five of the six companies that exist in Banten are giving the response on the survey year 2009. Sold electricity / gas / cleaned water is total electricity / gas / cleaned water distributed to customers. 15. Sayangnya. industrial usage. Jumlah listrik/gas/air bersih yang terjual adalah banyaknya listrik/ gas/air bersih yang disalurkan kepada para pelanggan. State Owned Company of City Gas is a state company with several activities such as liquid gas processing. penyaluran gas cair melalui suatu sistem pipa saluran kepada rumah tangga. Sumber data air bersih adalah hasil survey perusahaan air bersih yang setiap tahun dilaksanakan oleh BPS. 14. perusahaan industri atau pengguna komersial lainnya. Banten dalam Angka 2010 233 .

covering approximately 97. Kota Tangerang. Tangerang Selatan Municipality. Serang Regency and Tangerang Selatan Municipality.56 persen dari total perusahaan IBS di Banten yang pada tahun 2008 mencapai 1. Penyerapan tenaga kerjanya pada tahun 2008 mencapai 480. ENERGY AND WATER SUPPLY CHAPTER VII 7. which is concentrated in Tangerang Regency. large and medium manufacturing establishment of 234 Banten in Figures 2010 . IBS berbasis sumber daya alam juga banyak terdapat di Banten dan tersebar merata di berbagai kabupaten/kota di Banten. dan Kabupaten Serang bagian timur. IBS dengan teknologi padat modal khususnya untuk produk kimia dan besi baja terkonsentrasi di berbagai kawasan industri yang terletak di Kota Cilegon dan Kabupaten Serang bagian barat. While large and medium level manufacturing of Banten-techlabor-intensive industries are generally concentrated in different areas located in Tangerang Regency. IBS Banten secara spasial mempunyai ciri khas tersendiri. yang mencakup sekitar 97. jenis industri tersebut diantaranya adalah industri makanan dan minuman sebanyak 207 perusahaan dan industri 7.MANUFACTURING INDUSTRY. large and medium manufacturing establishment of Banten spatially has its own characteristics. However.25 persen dari total tenaga kerja IBS di Provinsi Banten. Produk IBS Banten umumnya di ekspor dan mendominasi ekspor Banten. Industri Pengolahan Sektor industri pengolahan merupakan sektor ekonomi yang selalu mendominasi perekonomian Banten dan ditopang oleh berbagai perusahaan industri besar dan sedang (IBS) yang terkonsentrasi di Kabupaten Tangerang. Large and medium manufacturing establishment products of Banten generally exported and dominate exports of Banten. Cilegon Municipality. especially for chemical and steel products are concentrated in industrial areas located in Cilegon Municipality and western part of Serang Regency. Tangerang Municipality. Kota Tangerang. Manufacturing Industry Manufacturing sector is an economic sector that always dominate Banten economy sustained by various large and medium manufacturing establishment (IBS).1. In addition.804 companies in 2008. Sedangkan IBS berteknologi padat tenaga kerja umumnya terkonsentrasi diberbagai kawasan industri yang terletak di Kabupaten Tangerang.1.25 percent of the total workforce of IBS in Banten Province. Large and medium manufacturing establishment of Banten with capital-intensive technologies. Kota Cilegon. and eastern part of Serang Regency.480 orang atau sekitar 99.56 percent from the company's total IBS in Banten that has reached 1. Tangerang Municipality. Meskipun demikian.480 persons or about 99. Kabupaten Serang. Kota Tangerang Selatan. Absorption of manpower in 2008 reached 480. dan Kota Tangerang Selatan.804 perusahaan. Disamping itu.

the greatest value added provided by the chemical industry and goods from chemicals ie with value added amounted to 15.34 trilyun rupiah dan 2. yaitu PTLU Suralaya di Kota Cilegon yang dikelola 7. Nilai tambah IBS Banten pada tahun 2008 mencapai 70.26 trilyun rupiah. dan barang dari plastik berjumlah 243 perusahaan. Sedangkan yang terkecil oleh industri daur ulang dengan nilai tambah hanya 24.14 milyar rupiah diberikan oleh IBS yang berlokasi Kabupaten Pandeglang.75 trilyun rupiah.75 trillion rupiah. Serang Regency and Tangerang Selatan Municipality which amounted to 26. 18. 7. Spatially. Kota Cilegon. the greatest value added given by large and medium manufacturing establishment sequentially located in Tangerang Municipality.07 billion dollars.34 trillion and 2. 10. Cilegon Municipality. The rest. barang dari karet. Kabupaten Lebak dan Kota Serang. Kabupaten Tangerang.07 milyar rupiah. ENERGI DAN AIR MINUM dari karet. Banten is based on natural resources are also numerous in Banten and spread evenly in various regencies/cities in Banten. 18. managed by PT Indonesia Power and Banten dalam Angka 2010 235 .26 trillion rupiah. Secara spasial. and plastics amounted to 243 companies.98 trilyun rupiah. 12. nilai tambah terbesar secara berurutan diberikan IBS yang berlokasi di Kota Tangerang. dan Kota Tangerang Selatan yaitu dengan nilai tambah masing-masing sebesar 26. Bila diperhatikan komposisi-nya. Tangerang Regency.98 trillion rupiah. Lebak Regency and Serang Municipality. yang hanya sebesar 566. nilai tambah terbesar diberikan oleh industri kimia dan barang-barang dari bahan kimia yaitu dengan nilai tambah sebesar 15.01 trilyun rupiah.2. 12.69 trillion rupiah.14 billion rupiah provided by large and medium manufacturing establishment located in Pandeglang Regency.69 trilyun rupiahl. type of industry such as food and beverage industry as many as 207 companies and industries of rubber. According to its composition. While the smallest valued added is recycling industry with only 24. 10. Energy Banten Province has two power plants that produce electric power and electrical connections into Java – Bali network. PTLU Suralaya in Cilegon.01 trillion rupiah.86 trilyun rupiah.86 trillion rupiah. which is only amounted to 566. rubber. Sisanya.2 Energi Provinsi Banten memiliki dua pembangkit yang memproduksi tenaga listrik dan masuk dalam jaringan listrik koneksi Jawa – Bali. Large and medium manufacturing establishment of Banten value added in 2008 reached 70. Kabupaten Serang.BAB VII INDUSTRI.

30 million MWh. Peningkatan pelanggan juga berarti meningkatnya konsumsi listrik. dan sebagian kecil wilayah Kabupaten Tangerang. which was an increase of 0.20 million MWh. volume penjualan listrik PLN pada tahun 2009 mencapai 14. an increase of 4. Power Plant in Labuan Pandeglang. Kedua. dilayani oleh PT PLN Distribusi Jawa Barat dan Banten yang cakupannya meliputi wilayah Kabupaten Pandeglang. Kabupaten Lebak.20 juta MWh. higher than the previous year amounted to 14. Kota Cilegon. Jumlah pelanggan listrik PLN di Banten pada tahun 2009 sebanyak 1. Number of electricity customers in Banten in the year 2009 as many as 1.Serang Distribution of electricity in Banten Province is also divided into two regions.25 juta kVA. Tercatat.30 juta MWh. Lebak Regency. Kabupaten Serang. PLN also has a solar diesel fuel .77 million subscribers. served by PT PLN Distribution of Jawa Barat and Banten Provinces with coverage area includes Pandeglang Regency.73 percent compared with the year 2008 as many as 1. Serang Regency. bringing the total installed capacity amounted to 5. lebih tinggi bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar 14.MANUFACTURING INDUSTRY. Peningkatan tersebut menyebabkan terjadinya peningkatan daya terpasang yang pada tahun 2009 ini bertambah sebesar 0. the volume of electricity sales in 2009 reached 14. and small part of Tangerang Regency. Kota Serang. namely PLTD Pulo Panjang that specifically serve needs of electricity in Pulo Panjang .69 juta pelanggan.36 million kVA. Serang Municipality. pertama yaitu wilayah yang meliputi Kota Tangerang. 236 Banten in Figures 2010 . In addition. sehingga total daya terpasang menjadi sebesar 5. ENERGY AND WATER SUPPLY CHAPTER VII oleh PT Indonesia Power dan PLTU Labuhan di Kabupaten Pandeglang.69 million subscribers. first region that includes Tangerang Municipality.73 persen bila dibandingkan dengan tahun 2008 yang sebanyak 1. Cilegon Municipality. Jakarta Raya and Tangerang Distribution. Kota Tangerang Selatan dan sebagian besar wilayah Kabupaten Tangerang yang dilayani oleh PT PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang. Disamping itu.25 million kVA. meningkat sebesar 4.power plants diesel.36 juta kVA. Second region. PLN juga memiliki pembangkit listrik berbahan bakar solar yaitu PLTD Pulo Panjang yang khusus melayani kebutuhan tenaga listrik di Pulo Panjang – Kabupaten Serang.77 juta pelanggan. Tangerang Selatan Municipality and most of Tangerang Regency served by PT PLN. Improved customer also means increased consumption of electricity. Distribusi listrik di wilayah Provinsi Banten juga terbagi menjadi dua. Noted. The increase was resulted in the increase of installed power in 2009.

Peningkatan tersebut berimplikasi pada meningkatnya pemakaian listrik untuk kepentingan distribusi. While electricity consumption household subscribers amounted to 3.90 juta MWh di tahun 2008 menjadi 1.BAB VII INDUSTRI.14 MWh in 2009.45 juta MWh. so the percentage of losses to be 7. Meskipun demikian.70 MWh.881 pelanggan.14 MWh pada tahun 2009.73 MWh or increased by 3. Sayangnya.10 million MWh. the percentage of electrical power losses in 2009 was also experiencing an increase of 1.67 persen bila dibandingkan dengan tahun 2008 yang sebesar 16.10 juta MWh.65 juta pelanggan dan yang paling sedikit adalah pelanggan industri yang hanya 5. The increase was implicated in the increasing use of electricity for distribution purposes. yaitu dari 0. Sedangkan. ENERGI DAN AIR MINUM Bila diperhatikan menurut kategori pelanggan.27 percent. electricity customers majority are households reached 1.14 MWh. total listrik yang tersedia untuk Banten pada tahun 2009 mencapai 16. from 0. From the side of the balance of electricity. mayoritas pelanggan listrik PLN adalah pelanggan rumahtangga yang mencapai 1.70 MWh. Dari sisi neraca kelistrikan. konsumsi listrik pelanggan rumahtangga sendiri sebesar 3.90 million MWh in 2008 to 1. However. Unfortunately.27 persen sehingga persentase susutnya menjadi 7. persentase susut tenaga listrik PLN pada tahun 2009 ini juga bertambah sebesar yaitu 1.73 MWh atau meningkat sebesar 3.45 million MWh.65 million subscribers and the least is industrial customers who only 5. pelanggan industri mengkonsumsi tenaga listrik terbanyak yaitu sebsar 9. total electricity available for Banten in 2009 reached 16. Banten dalam Angka 2010 237 .67 percent compared to 2008 that amounted to 16.14 MWh. When considered according to customer categories. industrial customers consume the most electricity about 9.881 subscribers.

50% Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Grafik 7.59% Kab.MANUFACTURING INDUSTRY. ENERGY AND WATER SUPPLY CHAPTER VII Grafik 7.79% Kab. 2009 Figure Percentage of Gross Value Added (GVA) of Large and Medium Manufacturing Establishments by Regency/Municipality in Banten Province. Tangerang 26. Pandeglang 0. 2009 Kota Tangsel 3.95% Kab. Serang 14.28% Other 0.19% Kota Tangerang 37.80% Kota Cilegon 16. Lebak 0. 2007-2009 Figure Number of Customers of PLN and Electrical Energy Sold in Banten Province.02% Kab. 2007-2009 1 780 000 Jumlah Pelanggan / Number of Customers 14 320 000 14 298 502 1 740 000 1 720 000 1 700 000 1 680 000 1 660 000 1 692 789 1 772 937 14 200 926 14 280 000 14 260 000 14 240 000 14 220 000 14 200 000 14 180 000 14 160 000 14 140 000 2008 2009 Jumlah Pelanggan / Number of Customers Energi Terjual / Energy Sold (MWh) 1 640 000 Sumber / Source : PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten dan Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang 238 Banten in Figures 2010 Energi Terjual / Energy Sold (MWh) 1 760 000 14 300 000 .2 Jumlah Pelanggan PLN dan Energi Listrik Terjual di Provinsi Banten.67% Kota Serang 0.1 Persentase Nilai Tambah Bruto (NTB) Industri Besar dan Sedang Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten.

1 INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRY Tabel 7.1. Stuff of Leather and Bed Foot Industri Kayu. Barang dari Kulit dan Alas Kaki / Leather.BAB VII INDUSTRI. Stuff Of Wood (Legible Pertinent Furniture) and Tress Stuff Of Rattan.Bambu dan Sejenisnya Wood. Stuff of Paper. Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman Publication. Barang dari Kertas dan Sejenisnya / Paper. ENERGI DAN AIR MINUM 7.1 Table Jumlah Perusahaan dan Tenaga Kerja Industri Besar dan Sedang Menurut Golongan Industri di Provinsi Banten. and Other Kind Industri Penerbitan. Wicker and Other Kind Industri Ketas. 2008 Number of Establishments and Workers Engaged of Large and Medium Manufacturing Establishments by Industrial Group in Banten Province. Recording (6) 32 494 40 310 46 127 117 983 20 71 13 450 - 13 450 21 81 18 835 - 18 835 22 29 1 593 - 1 593 Banten dalam Angka 2010 239 .Printing and Reproduction.Number of ments Paid Workers (3) 207 130 96 98 (4) 32 494 40 310 46 127 117 983 Jumlah Tenaga Kerja Tak Dibayar Number of Unpaid Workers (5) - Kode Code Golongan Industri Industrial Group Jumlah Total (1) 15 17 18 19 (2) Industri Makanan dan Minuman Food and Drinking Industri Tekstil Textile Industri Pakaian Jadi Garment Industri Kulit. Barang dari Kayu (Tidak Termasuk Furniture) dan Barang Anyaman dari Rotan. 2008 Jumlah Jumlah Tenaga Perusahaan Kerja Number of Dibayar Establish.

MANUFACTURING INDUSTRY. Kecuali Mesin Dan Peralatannya / Stuff of Nugget. Accounting And Data Processing (6) 1 003 24 185 28 692 - 28 692 25 26 27 28 243 92 37 158 46 840 28 332 12 587 25 634 - 46 840 28 332 12 587 25 634 29 30 65 - 12 356 - - 12 356 - 240 Banten in Figures 2010 . Pengolahan Minyak Gas Bumi. dan Pengolahan Data / Machine and Agency Tools. and Stuff of Chemical Wrapping Industri Karet. Akuntansi. Stuff of Rubber and Stuff Of Bucket Industri Barang Galian Bukan Logam/ Stuff Quarry Not Nugget Industri Logam Dasar / Intrinsic Nugget Industri Barang Dari Logam. Barang dari Hasil Pengilangan Minyak Bumi dan Bahan Bakar Nuklir Cinder Grindstone. Manufacture of World Mayonnaise.1. Explore of World Ayonnaise. Pengilangan Minyak Bumi. ENERGY AND WATER SUPPLY CHAPTER VII Lanjutan Tabel / Continued Table 7. Except Machine and Tool Industri Mesin dan Perlengkapannya / Machine and Tools Industri Mesin dan Peralatan Kantor.Number of ments Paid Workers (3) 13 (4) 1 003 Jumlah Tenaga Kerja Tak Dibayar Number of Unpaid Workers (5) - Jumlah Total (1) 23 (2) Industri Batu Bara.1 Kode Code Golongan Industri Industrial Group Jumlah Jumlah Tenaga Perusahaan Kerja Number of Dibayar Establish. Stuff of Outcome Explore of World Mayonnaise and Grill Wrapping of Nuchlear Industri Kimia dan Barang-Barang dari Bahan Kimia / Chemical. Barang dari Karet dan Barang dari Plastik / Rubber.

1. and Tools Industri Peralatan Kedokteran. ENERGI DAN AIR MINUM Lanjutan Tabel / Continued Table 7. Optical Outfit.BAB VII INDUSTRI. serta Perlengkapannya/ Radio. and Tools Industri Radio. Clock and Bell Industri Kendaraan Bermotor Motor Vehicle Industri Alat Angkutan Selain Kendaraan Bermotor Roda Empat Atau Lebih Transport Tools Except Motor Vehicle Four Wheel Or Dull Industri Furnitur dan Industri Pengolahan Lainnya Furniture and Other Manufacture Daur Ulang / Repeat Cycle Jumlah / Total 2007 (6) 52 16 166 - 16 166 32 18 3 232 - 3 232 33 8 1 839 - 1 839 34 35 27 4 313 - 4 313 43 12 301 - 12 301 36 37 141 10 1 804 1 846 19 438 599 484 124 486 018 - 19 438 16 166 484 124 486 018 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Banten dalam Angka 2010 241 . Peralatan Navigasi.Number of ments Paid Workers (3) (4) Jumlah Tenaga Kerja Tak Dibayar Number of Unpaid Workers (5) Jumlah Total (1) 31 (2) Industri Mesin Listrik Lainnya. Jam dan Lonceng Doctoral Outfit. Shave Tools. Television. Alat-Alat Cukur. dan Perlengkapannya / Other Electric Machine. Televisi. dan Peralatan Komunikasi.1 Kode Code Golongan Industri Industrial Group Jumlah Jumlah Tenaga Perusahaan Kerja Number of Dibayar Establish. Navigasi Outfit. Peralatan Optik. and Communication Outfit.

Tangerang Selatan Provinsi Banten 2007 2006 2005 2004 17 13 782 162 1 642 1 289 180 918 65 889 670 69 14 77 1 804 1 846 1 809 1 605 1 638 183 803 21 946 713 27 924 484 124 486 018 505 517 470 693 498 943 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province 242 Banten in Figures 2010 .MANUFACTURING INDUSTRY. Serang 8. ENERGY AND WATER SUPPLY CHAPTER VII Tabel 7.1. Tangerang 6. Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5.2 Table Jumlah Perusahaan dan Tenaga Kerja Industri Besar dan Sedang Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten. 2008 Jumlah Perusahaan Number of Establishments Tenaga Kerja Workers Engaged Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Pandeglang 2. Lebak 3. 2008 Number of Establishments and Workers Engaged of Large and Medium Manufacturing Establishments by Regency/Municipality in Banten Province. Cilegon 7.

74 42 916.54 144 758.49 184 588. Tangerang 4.91 476.35 12 011.61 33 061.26 211 434.02 350.17 142 179.98 199. ENERGI DAN AIR MINUM Tabel 7.BAB VII INDUSTRI.79 146 928.13 123 878.25 38 121.67 500. 2008 Output. Tangerang 6. Pandeglang 2.27 32.77 208 122. Input. and Value Added of Large and Medium Manufacturing Establisments by Regency/Municipality in Banten Province (billion rupiahs).49 2 263.09 54 927.36 60 710.03 5 453.28 52 044.42 137 263. Cilegon 7.1.67 18 983.83 18 575.54 3 190.77 26 693.62 15.09 69 255. Serang Kota / Municipality 5.3 Table Nilai Output. Input dan Nilai Tambah Industri Besar dan Sedang Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (miliar rupiah).89 103 938.02 10 341.65 40 820. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2007 2006 2005 2004 827.89 48.69 300.35 70 859. 2008 Output Output (2) Input Input (3) Nilai Tambah Value Added (4) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1.89 65 403.95 38 709.85 28 916. Serang 8. Lebak 3.18 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Banten dalam Angka 2010 243 .54 108 806.

01 6 085.47 1 288.25 38 121.28 7 517.79 6 888.46 13 972.80 6 417.99 34 227.45 3 419.01 8 186.76 929.49 25 723.70 3 047.54 108 806.00 1 884.00 5 179. ENERGY AND WATER SUPPLY CHAPTER VII Tabel 7.19 5 630.57 27 768. Input dan Nilai Tambah Industri Besar dan Sedang Menurut Golongan Industri di Provinsi Banten (miliar rupiah).44 3 499.73 584.07 13 189.36 60 710.MANUFACTURING INDUSTRY.65 40 820.52 3 635.70 9 266.27 1 185.89 260.4 Table Nilai Output.18 Kode Code (1) 15 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 Jumlah / Total 2007 2006 2005 2004 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province 244 Banten in Figures 2010 .25 195.69 2 584.80 13 322.97 10 101.77 Nilai Tambah Value Added (4) 3 800.72 9 325.31 5 138.42 6 459.52 186.14 1 976.26 20 389.11 7 912. 2008 Output Output (2) 16 282.74 973.86 20 078.09 69 255.67 475.01 219.76 24.60 710.26 211 434.89 103 938.48 2 303.49 184 588.50 208 122.54 144 758.33 521.95 Input Input (3) 12 482.69 376.27 5 905.60 154.67 1 164.10 3 655.86 702.65 41 473. Input.61 1 352.43 137 263.15 15 749. 2008 Output.06 1 105.10 1 827.80 8 143.67 687. and Value Added of Large and Medium Manufacturing Establishments by Industrial Group in Banten Province (billion rupiahs).44 5 383.07 552.17 142 179.07 70 859.1.53 1 866.22 787.13 123 878.29 105.79 146 928.

1 Table Jumlah Pelanggan. 2009 Jumlah Pelanggan Number of Customers (2) 33 000 1 649 024 72 312 5 881 12 720 Daya Tersambung Connected Power (kVA) (3) 83 283 1 535 115 736 740 2 885 840 123 109 Energi Terjual Sold Electrical Energy (MWh) (4) 141 352 3 098 139 1 375 627 9 437 351 246 033 Klasifikasi Classification (1) 1. R2. I3) Industry 5.2. R3) Household 3. Sosial (S1. T. Rumah Tangga (R1. Industri (I1. Daya Tersambung dan Energi Terjual Perusahaan Listrik Negara (PLN) Menurut Jenis Tarif di Provinsi Banten. 2009 Number of Customers. B3) Business 4. M) Government Jumlah / Total 2008 1 772 937 1 692 789 5 364 087 5 113 571 14 298 502 14 200 926 Sumber / Source : PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten dan PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang State Electricity Company – Regional Distribution of Jawa Barat and Banten and State Electricity Company – Regional Distribution of Jakarta Raya and Tangerang Banten dalam Angka 2010 245 .BAB VII INDUSTRI. Lainnya (P. ENERGI DAN AIR MINUM 7. I2.2 ENERGI ENERGY Tabel 7. Bisnis (B1. B2. S3) Public 2. S2. Connected Power and Sold Electrical Energy of State Electricity Company by Classification of Tariff in Banten Province.

2 Table Penyediaan. Penjualan dan Susut Energi Listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Provinsi Banten (MWh).2. Sold and Lost Electricity of State Electricity Company in Banten Province (MWh). 2008-2009 Uraian Descricption (1) Tenaga listrik yang tersedia Electricity to sell Tenaga listrik yang terjual Electricity sold Tenaga listrik yang terpakai oleh sistem distribusi Energy consumed by distribution systems Tenaga listrik yang susut Electricity lost Persentase tenaga listrik yang susut Percentage of electricity lost 2008 (2) 16 138 664 14 200 926 900 575 1 037 163 6.70 Sumber / Source : PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten dan PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang State Electricity Company – Regional Distribution of Jawa Barat and Banten and State Electricity Company – Regional Distribution of Jakarta Raya and Tangerang 246 Banten in Figures 2010 .MANUFACTURING INDUSTRY. ENERGY AND WATER SUPPLY CHAPTER VII Tabel 7.43 2009 (3) 16 731 353 14 298 502 1 143 982 1 288 869 7. 2008-2009 Supply.

2000-2009 2008 2009 Milik PLN Property of PLN Milik Pelanggan Property of Customer Transformator Milik PLN Property of PLN Milik Pelanggan Property of Customer (1) 1 – 50 kVA 51 – 100 kVA 101 – 200 kVA 201 – 500 kVA 501 – 1000 kVA 1001 kVA atau lebih Jumlah / Quantity (unit) : Daya / Total Power (kVA) : Jumlah / Quantity (unit) : Daya / Total Power (kVA) : Jumlah / Quantity (unit) : Daya / Total Power (kVA) : Jumlah / Quantity (unit) : Daya / Total Power (kVA) : Jumlah / Quantity (unit) : Daya / Total Power (kVA) : Jumlah / Quantity (unit) : Daya / Total Power (kVA) : (2) 2 354 105 625 949 94 900 1 497 189 980 323 30 923 15 9 820 3 3 750 (3) 21 7 650 48 33 930 18 34 500 (4) 2 490 110 675 1 017 101 575 588 101 920 337 94 820 22 14 230 2 2 500 (5) 2 200 1 160 5 1 850 20 13 230 2 2 750 Total Jumlah / Quantity (unit) : 5 141 434 998 87 76 080 4 456 425 720 30 18 190 Daya / Total Power (kVA) : Sumber / Source : PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten State Electricity Company – Regional Distribution of Jawa Barat and Banten Catatan / Note : Tidak termasuk Area Pelayanan (AP) Tangerang / Not including Service Area of Tangerang Banten dalam Angka 2010 247 .3 Table Jumlah Transformator Distribusi Terpasang Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Provinsi Banten.BAB VII INDUSTRI.2. 2000-2009 Number of Connected Distribution Transformators of State Electricity Company in Banten Province. ENERGI DAN AIR MINUM Tabel 7.

MANUFACTURING INDUSTRY. 2008-2009 Perincian Description (1) Daya Terpasang Daya Mampu Produksi Energi Energy produced Pemakaian Sendiri Internal Use Penjualan Energi Energy Sold Pemakaian Bahan Bakar Fuel Used Pemakaian Minyak Pelumas Oil Used Satuan Unit (2) kWh kWh kWh kWh kWh liter liter 2008 (3) 208 166 345 823 1 124 344 699 131 860 1 435 2009 (4) 224 179 239 101 1 042 238 059 126 141 1 376 Sumber / Source : PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten State Electricity Company – Regional Distribution of Jawa Barat and Banten 248 Banten in Figures 2010 .4 Table Perkembangan PLTD Pulo Panjang.2. 2008-2009 Trend of Pulo Panjang Power Plant. ENERGY AND WATER SUPPLY CHAPTER VII Tabel 7.

21 8.72 7.05 6.84 8.33 8.5 Table Realisasi Penjualan Gas Kota Bulanan di Provinsi Banten.00 1 274 287 849 100.67 9. 2008-2009 Actual Monthly City Gas Sales in Banten Province.71 6.35 8.53 7.02 8.57 Nilai Value (m3) (4) 2009 Persentase Percentage (5) 8.57 111 150 563 90 912 395 104 340 904 101 458 106 108 687 431 91 444 170 105 381 088 116 698 551 99 869 941 104 675 520 105 018 483 134 650 697 Jumlah 1 387 872 781 100.65 9.99 8. 2008-2009 2008 Bulan Month (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October November / November Desember / December Nilai Value (m3) (2) 93 130 623 90 235 834 111 351 825 120 357 645 126 801 431 139 139 210 133 952 269 129 474 277 124 718 914 115 838 242 111 743 984 91 128 527 Persentase Percentage (3) 6.2.50 8.00 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Banten dalam Angka 2010 249 . ENERGI DAN AIR MINUM Tabel 7.18 8.03 9.27 9.13 8.19 7.BAB VII INDUSTRI.14 10.16 7.96 8.24 10.

03 Karosene (3) 433 340 4.25 526 428 4. 2006-2009 Quota of Fuel Oil for Banten Province in The Central Government Budget (liter).38 391 598 4. 2006-2009 Tahun (1) Nilai / Volume APBN-P 2006 Persentase Terhadap Nasional / Percentage of National Total Volume Nilai / Volume APBN-P 2007 Persentase Terhadap Nasional / Percentage of National Total Volume Nilai / Volume APBN-P 2008 Persentase Terhadap Nasional / Percentage of National Total Volume Nilai / Volume Persentase Terhadap Nasional / Percentage of National Total Volume Premium (2) 711 996 4.MANUFACTURING INDUSTRY.83 418 671 4.99 1 053 622 5.66 Solar (4) 421 072 3.19 828 104 4.45 Kepmen ESDM 2711/2009 Sumber / Source : Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) / Ministry of Energy and Mineral Resources 250 Banten in Figures 2010 .25 467 178 4.6 Table Kuota Bahan Bakar Migas (BBM) Provinsi Banten dalam APBN (liter).08 308 724 4.08 125 221 2. ENERGY AND WATER SUPPLY CHAPTER VII Tabel 7.99 847 787 4.2.

dan Sumber Air yang Dipakai di Provinsi Banten. Produksi Air Minum. ENERGI DAN AIR MINUM 7. Cap.3 AIR MINUM WATER SUPPLY Tabel 7.(litre/sec.3. Production Capacity. and Water Resources in Banten Province.(litre/sec. Cap. 2007-2009 Uraian Description (1) Jumlah Perusahaan Number of Water Supply Enterprises Jumlah Kapasitas Produksi Potensial (liter/detik) Number of Potential Prod. Water Production.) Produksi Air (m3) Production of Water Sumber Air (m3) Water Resources Sungai / River Danau / Lake Mata Air / Springs Artesis / Artesian Lainnya / Others 192 365 599 5 088 617 523 979 5 793 450 160 405 257 10 137 884 435 054 2 089 408 188 138 788 5 937 109 181 252 677 897 2007 (2) 2008 (3) 2009 (4) 6 7 864 6 637 203 771 645 8 7 883 6 889 206 339 005 6 8 370 6 890 136 134 538 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten. based on Water Supply Establishment Survey Banten dalam Angka 2010 251 .BAB VII INDUSTRI. Kapasitas Produksi.) Jumlah Kapasitas Produksi Efektif (liter/detik) Number of Effective Prod. diolah dari Survei Perusahaan Air Bersih BPS Statistics of Banten Province. 2007-2009 Number of Water Supply Enterprises.1 Table Jumlah Perusahaan Air Minum.

2 Menurut Pendidikan yang Ditamatkan Table di Provinsi Banten. ENERGY AND WATER SUPPLY CHAPTER VII Tabel Jumlah Pekerja Teknis dan Administrasi PAM 7. based on Water Supply Establishment Survey 252 Banten in Figures 2010 . 2009 Uraian Description (1) Jumlah Pekerja Teknik Number of Technical Workers SD / Primary School SLTP / Junior High School SLTA / Senior High School Akademi / Bachelor Degree Universitas / University Graduate Jumlah Pekerja Administrasi Number of Administration Workers SD / Primary School SLTP / Junior High School SLTA / Senior High School Akademi / Bachelor Degree Universitas / University Graduate 2007 (2) 337 31 25 219 19 43 2008 (3) 637 85 88 368 25 71 2009 (4) 476 23 13 327 27 86 851 81 82 503 38 147 639 42 50 366 29 152 302 38 31 155 13 64 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten. 2009 Number of Technical and Administration Workers of Water Supply Enterprise by Educational Attainment in Banten Province. diolah dari Survei Perusahaan Air Bersih BPS Statistics of Banten Province.MANUFACTURING INDUSTRY.3.

Volume dan Nilai Penjualan 7. Volume and Values of Sold Water Supply by Classification of Tariff in Banten Province. 2009 Volume Penjualan Air Minum Volume of Sold Water Supply (m3) (3) 21 837 425 815 658 580 430 993 397 173 900 111 733 728 Nilai Penjualan Air Minum (ribu rupiah)/ Value of Sold Water Supply (thousand rupiahs) (4) 124 780 500 7 491 730 116 312 379 2 293 281 2 366 935 210 092 958 Klasifikasi Classification (1) Rumah Tangga Household Niaga / Perdagangan Trading Industri Industry Badan Sosial Social Institution Instansi Pemerintah Government Institution Lainnya Others Jumlah Pelanggan Number of Customers (2) 161 844 12 806 214 1 703 473 61 Jumlah / Total 2008 2007 177 101 177 597 170 268 136 134 538 177 982 085 174 010 395 463 337 783 376 005 278 373 248 221 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten.BAB VII INDUSTRI. ENERGI DAN AIR MINUM Tabel Jumlah Pelanggan PAM. based on Water Supply Establishment Survey Banten dalam Angka 2010 253 . 2009 Table Number of Water Supply Enterprise Customers. diolah dari Survei Perusahaan Air Bersih BPS Statistics of Banten Province.3 Air Minum Menurut Jenis Tarif di Provinsi Banten.3.

.

8 PERDAGANGAN Trade .

.

4.0 or known as Import Declarations Form (PIB) and customs import documents BC 2. Data ekspor berasal dari dokumen kepabeanan BC 3. filled by exporters.BAB VIII PERDAGANGAN Penjelasan Teknis 1. Sebelum tahun 2008. 5. which are regarded as "abroad".0 or known as Export Declarations (PEB). The import data are compiled based on customs import documents BC 2. Data impor berasal dari dokumen kepabeanan BC 2. 2. sistem pencatatan Statistik Impor adalah "Special Trade" dengan wilayah pencatatan meliputi seluruh wilayah kepabeanan Indonesia kecuali Kawasan Berikat yang diperlakukan sebagai luar negeri. 3. sedangkan hasil olahan yang dikembalikan ke Indonesia dicatat sebagai impor. 5.0 atau yang disebut dokumen Pemberitahuan Impor Barang (PIB) dan dokumen kepabeanan BC 2. Goods send abroad for processing purposes are recorded as export while its product sent to Indonesia are recorded as import.3 which records import goods from foreign country to Bounded Zones Area. The export data are compiled based on customs export documents BC 3.3 yang mencatat impor barang dari Luar Negeri ke Kawasan Berikat. 2. The recording of export and import statistics is based on General Trade System covering all Indonesian customs areas. Technical Notes 1. which covers all Indonesian customs areas except bounded zone. Banten dalam Angka 2010 257 . Sistem pencatatan Statistik Ekspor dan Impor adalah "General Trade" dengan wilayah pencatatan meliputi seluruh wilayah kepabeanan Indonesia. 3. 4. Barang-barang yang dikirim ke luar negeri untuk diolah dicatat sebagai ekspor. Pengesahan dokumen kepabeanan ekspor dan impor dilakukan oleh Bea dan Cukai berdasarkan Persetujuan Muat/Bongkar Barang.0 atau yang disebut dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) yang diisi oleh eksportir. Before 2008. The legalization of customs export and import documents is conducted by the Customs and Excise Office. the recording of import statistics is based on Special Trade System.

Luggage of passengers for own use. Packings/containers to be refilled. Barang-barang untuk militer. except refrigerators. The carry-over system is used in processing Indonesian export and import documents. Documents are processed one month after the current month. 6. Barang-barang ekspedisi dan ekshibisi atau pameran. g. d. The following goods are not included in the statistics : a. Barang-barang yang tidak dicakup dalam pencatatan : a. sedangkan dokumen-dokumen yang terlambat akan diolah pada bulan berikutnya. yang diimpor langsung oleh angkatan bersenjata. 7. b. Barang-barang luar negeri yang diolah di dalam negeri dicatat sebagai barang impor meskipun barang olahan tersebut akan kembali ke luar negeri. Bank notes and securities h. Clothings and passengers' jewelry. g. Sistem pengolahan dokumen impor/ekspor Indonesia adalah sistem "Carry Over" yaitu dokumen ditunggu selama satu bulan. diperlakukan sebagai dokumen bulan pengolahan. Barang-barang bawaan penumpang dari luar negeri untuk dipakai sendiri. Pakaian dan barang-barang perhiasan penumpang. 258 Banten in Figures 2010 . television sets. 7. Dengan demikian dokumen bulanbulan sebelumnya yang terlambat diterima dan masuk pada bulan berjalan. Goods for expeditions. and shows or exhibitions. b. Military goods directly imported by the Armed Forces f. c. f. pesawat televisi dan sebagainya. Goods imported for the use of foreign representive countries/embassies.TRADE CHAPTER VIII 6. Sample goods 8. Barang-barang contoh 8. This means previous documents received in the current month will be treated as processed documents. Pembungkus/peti kemas untuk diisi kembali. Foreign goods processed in Indonesia are still recorded as imports although the products will be sent to abroad. d. while those received later will be processed for the succeeding month. kecuali lemari es. setelah bulan berjalan. etc. e. Barang-barang untuk keperluan perwakilan kedutaan suatu negara. c. e.

Major port is port which recorded the biggest of export or import value. 10. 9.BAB VIII PERDAGANGAN 9. Pelabuhan utama adalah pelabuhan yang mempunyai nilai ekspor/ impor terbesar. Major country is country which recorded the biggest of export or import value. Banten dalam Angka 2010 259 . Negara utama adalah negara yang mempunyai nilai ekspor/ impor terbesar. 10.

perdagangan luar negeri berdampak sangat luas sekaligus seharusnya menguntungkan bagi perekonomian domestik.806. efiesien. terutama ke negara-negara ASEAN yaitu sebesar 1. a country can meet various needs of both goods and services. bahan baku. Volume and export value of Banten respectively reached 3. Therefore. With imports. karena tidak ada satu pun negara di dunia ini yang dapat hidup secara mandiri.08 juta ton dengan nilai 4. foreign trade should have very broad as well as profitable for the domestic economy. Perdagangan Luar Negeri Perdagangan luar negeri. In addition. Volume dan nilai ekspor Banten pada tahun 2009 masing-masing mencapai 3. as well as capital goods. Karena itu.32 juta USD. ekspor Banten lebih banyak yang dimuat melalui pelabuhan/bandara diluar Banten terutama melalui Pelabuhan Tanjung Priok yang mencapai 2. a country can sell various goods and services produced in order to increase foreign exchange. menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Foreign Trade Foreign trade. 260 Banten in Figures 2010 . Melalui ekspor.798. export and import. profitable. in this era of globalization is a necessity. and quality. which reached 2.76 juta ton dan 5. increase domestic production. ekspor dan impor. efiesien. menguntungkan. maupun barang modal.279. suatu negara dapat memenuhi berbagai kebutuhan barang dan jasa baik barang konsumsi. which can not be produced more cheaply. consumer goods.69 juta USD. Through exports. meningkatkan produksi dalam negeri.TRADE CHAPTER VIII 8.08 million tons with a value of USD 4.33 million USD in 2009.76 million tonnes and 5.69 million USD. Disamping itu. Dengan impor. 8. Banten exports more through port / airport outside Banten primarily through Tanjung Priok Port. raw materials.279. ekspor Banten kebanyakan untuk negara-negara Asia.33 juta USD. dalam era globalisasi dewasa ini merupakan suatu keniscayaan. yang tidak dapat diproduksi sendiri secara lebih murah.806.37 million tons and 1. Banten exports mostly to Asian countries. suatu negara dapat menjual berbagai barang dan jasa yang diproduksinya sehingga dapat menambah devisa.37 juta ton dan 1. Bila diperhatikan komposisinya.32 million. especially to ASEAN countries which amounted to 1. because no single country in the world who can live independently.798. create jobs and increase incomes. dan berkualitas. According to its composition.

72 percent. terutama negara-negara ASEAN yaitu sebesar 2. Bila dibandingkan dengan tahun 2008 yang mencapai 6. 13.80 million USD.62 persen. particularly ASEAN countries.791.17 million USD. in which Banten exports to these countries respectively decreased by 14.17 juta USD. China dan Jepang yaitu masing-masing senilai 1.81 juta ton dan 5.80 juta USD. impor Banten lebih banyak yang dibongkar melalui Pelabuhan Merak yang mencapai 6. China and Saudi Arabia are each valued at 1.96 juta ton dan 1.96 million tons and 1.84 juta USD.00 juta ton dengan nilai 3. Penurunan tersebut disebabkan oleh krisis finansial dan ekonomi global yang turut melanda negara-negara mitra dagang utama seperti AS. maka ekspor Banten mengalami penurunan yang cukup drastis yaitu sebesar 16.035.66 juta USD.BAB VIII PERDAGANGAN Secara individu. Individually.S. which amounted to 2. 601. impor Banten lebih banyak berasal dari Singapura. 601. According to its composition. impor Banten kebanyakan berasal dari negaranegara Asia. Disamping itu. Banten exports more directed to U.09 million USD in 2009.72 juta USD. Banten imports more through port of Merak which reached 6. China dan Jepang.09 juta USD. 462. China dan Arab Saudi yaitu masing-masing senilai 1.81 persen dan 30. In addition. 13. volume dan nilai impor Banten pada tahun 2009 masingmasing mencapai 10.66 persen.81 percent and 30.523.84 million USD. The decline was caused by financial crisis and global economy that also hit countries like U. When compared to 2008. Meanwhile. Sedangkan.62 percent.78 million USD and 444.66 percent. Secara individu. Banten import s more from Singapore. export of Banten decreased quite sharply that is equal to 16.971.81 million tonnes and 5. Individually.72 million USD.09 million.086. dimana ekspor Banten ke negara-negara tersebut masing-masing mengalami penurunan sebesar 14. volume and value of Banten import respectively reached 10.791. Banten dalam Angka 2010 261 .035.78 juta USD dan 444.91 juta USD.S.523.72 persen.086.09 juta USD. major trading partners.54 million USD and 542.91 million USD. 462. reached 6. ekspor Banten lebih banyak ditujukan ke AS.971. China and Japan.00 million tons with a value of 3.54 juta USD dan 542.66 million USD. imports of Banten came mostly from Asian countries. Bila diperhatikan komposisinya. China and Japan are each valued at USD 1..

Therefore. penurunan ekspor Banten setidaknya dapat dikonfirmasi oleh turunnya impor Banten pada tahun 2009 sebesar 23. 262 Banten in Figures 2010 . Karena itu. penurunan impor sekaligus mengindikasikan adanya penurunan ekspor.178. decrease in imports indicated a decline in exports. import of Banten is generally a raw material and capital goods for exportoriented manufacturing industry with products that also dominate export of Banten.23 million USD.06 persen bila dibandingkan dengan tahun 2008 yang mencapai 7. For known.178. declining in Banten exports at least can be confirmed by reduction in Banten import amounted to 23.06 percent in 2009 when compared to 2008 which reached 7.23 juta USD. dimana kebanyakan industri Banten adalah industri berorientasi ekspor dengan produk yang juga mendominasi ekspor Banten. impor Banten kebanyakan merupakan bahan baku dan barang modal untuk keperluan industri pengolahan. In addition.TRADE CHAPTER VIII Disamping itu. Untuk diketahui.

23 5 806. 2008-2009 Figure Value of Export and Import of Banten Province (million US$).09 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Grafik 8.2 Persentase Nilai Ekspor Banten Menurut Pelabuhan Asal (persen).33 5 523. 2008 -2009 8 000 7 000 6 000 5 000 4 000 3 000 2 000 1 000 0 2008 Ekspor / Export Impor / Import 2009 6 971.1 Nilai Ekspor dan Impor Provinsi Banten (juta US$).BAB VIII PERDAGANGAN Grafik 8.10 17. 2009 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% 2008 Pelabuhan di Banten / Port in Banten 2009 Pelabuhan di luar Banten / Port in Banten Outside 18.90 82.36 81.91 7 178. 2009 Figure Percentage of Banten Export Values by Origin Port (percent).64 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Banten dalam Angka 2010 263 .

15 200 0 Amerika Serikat / United States RRC / China.10 359.37 400 200 0 Singapura / Singapore RRC / China.of Arab Saudi / Saudi Arabia Malaysia Brazil Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province 264 Banten in Figures 2010 . People's Rep.09 1000 800 600 462. People's Rep.66 475.54 600 542. 2009 1200 1 086.69 353.3 Lima Negara Eksportir Terbesar Provinsi Banten (juta US$). 2009 Figure Five Largest Exporter Countries for Banten Province (million US$).78 400 444. 2009 Figure Five Largest Importer Countries for Banten Province (million US$).TRADE CHAPTER VIII Grafik 8.84 1000 800 601.4 Lima Negara Importir Terbesar Provinsi Banten (juta US$).80 362. 2009 1200 1 035.of Jepang / Japan Singapura / Singapore Malaysia Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Grafik 8.

18 320.68 277.14 284.75 300.52 304.00 318.02 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Banten dalam Angka 2010 265 .00 280.24 Jumlah / Total 3 708.98 318.1 Table Volume Ekspor Provinsi Banten Menurut Bulan (Berat bersih : ribu ton).49 2009 (3) 331.62 260.90 425.35 297.BAB VIII PERDAGANGAN Tabel 8.58 270.70 287.06 283.92 295.27 288.73 367.70 310. 2008-2009 Volume of Exports of Banten Province by Month (Net weight : thousand ton).99 287.82 354.35 326.07 319.01 3 761. 2008-2009 Bulan / Month (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October November / November Desember / December 2008 (2) 357.

24 Jumlah / Total 6 971.33 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province 266 Banten in Figures 2010 .00 553.67 616.TRADE CHAPTER VIII Tabel 8.84 606.55 452.38 491.80 632.51 484.56 562.97 2009 (3) 414.20 570.62 497.69 473.33 520. 2008-2009 Value of Exports of Banten Province by Month (FOB value : million US$).91 5 806.71 565.10 521.2 Table Nilai Ekspor Provinsi Banten Menurut Bulan (Nilai FOB : juta US$).20 524.39 639.44 498.04 596.88 625.86 522.49 410. 2008-2009 Bulan / Month (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October November / November Desember / December 2008 (2) 571.75 425.

18 0. Pelabuhan Cigading / Cigading Port 4. Bandara Soekarno-Hatta / Soekarno . Pelabuhan Lainnya / Other Port 2008 (2) 2009 (3) 6.34 13.09 736.00 2 082.02 Banten dalam Angka 2010 267 . Pelabuhan Tanjung Leneng / Tanjung Leneng Port 5.00 5.50 422.02 0.30 0.32 320.Hatta Airport 2.BAB VIII PERDAGANGAN Tabel 8.71 964.18 2. Pelabuhan Tanjung Sekong / Tanjung Sekong Port Luar Banten / Non Banten : 1.00 2 147.76 382. Pelabuhan Tanjung Priok / Tanjung Priok Port 3.05 Jumlah / Total Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province 3 708.18 0. 2008-2009 Pelabuhan / Bandara Muat Port (1) Banten : 1.01 3 761. 2008-2009 Volume of Exports of Banten Province by Major Port (Net weight : thousand ton). Pelabuhan Merak / Merak Port 3. Bandara Halim PK / Halim PK Air Port 2.3 Table Volume Ekspor Provinsi Banten Menurut Pelabuhan/Bandara Muat (Berat bersih : ribu ton).40 386.

Pelabuhan Tanjung Priok / Tanjung Priok Port 3. Pelabuhan Cigading / Cigading Port 4.59 307.32 0.38 0. Pelabuhan Tanjung Sekong / Tanjung Sekong Port Luar Banten / Non Banten : 1.03 4 798.12 58. Pelabuhan Merak / Merak Port 3. Bandara Halim PK / Halim PK Air Port 2.Hatta Airport 2.91 5 806. Bandara Soekarno – Hatta / Soekarno .79 509.TRADE CHAPTER VIII Tabel 8.60 494. Pelabuhan Lainnya / Other Port 2008 (2) 2009 (3) 134.96 4.13 Jumlah / Total Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province 6 971.18 0. Pelabuhan Tanjung Leneng / Tanjung Leneng Port 5.81 129.07 476.52 0.33 268 Banten in Figures 2010 .66 27. 2008-2009 Pelabuhan / Bandara Muat Port (1) Banten : 1.03 127.03 5 709.4 Table Nilai Ekspor Provinsi Banten Menurut Pelabuhan/Bandara Muat (Nilai FOB : juta US$). 2008-2009 Value of Exports of Banten Province by Port (FOB value : million US$).

25 628.66 9.72 47.73 2.85 256.51 9.23 466.00 12. Islamic Republic of Lainnya / Others 211.14 31.27 131.21 0.78 26.92 508. Province of China Uni Emirat Arab/ United Arab Emirates Arab Saudi / Saudi Arabia Irak / Iraq Pakistan Iran / Iran.50 12.25 44.49 412.60 16.97 4.93 84. of Jepang / Japan Korea Selatan / Korea.53 23.43 0.16 25. 2008-2009 Volume of Exports of Banten Province by Country of Destination (Net weight : thousand ton). People’s Rep.95 15.80 16.59 3.55 141.66 42.29 39.55 83.44 469.22 110.87 1.26 19.5 Table Volume Ekspor Provinsi Banten Menurut Negara Tujuan (Berat bersih : ribu ton).84 35.32 29.93 225.32 40.69 208.BAB VIII PERDAGANGAN Tabel 8.90 68.68 62.55 261.36 75.67 19.61 41.67 219.12 116. 2008-2009 Negara Tujuan Country of Destination (1) 2008 (2) 2009 (3) ASIA ASEAN Singapura / Singapore Malaysia / Thailand Vietnam / Viet Nam Filipina / Philippines Myanmar Kamboja / Cambodia Brunei Darussalam Laos / Lao PDR RRC / China.10 58.02 288.20 36.58 Asia Lainnya / Rest of Asia AFRIKA / AFRICA Afrika Selatan / South Africa Mesir / Egypt Aljazair / Algeria Nigeria Mauritius Lainnya / Rest of Africa Banten dalam Angka 2010 269 .66 223.12 14. Republic of India Hong Kong / Hong Kong SAR Taiwan / Taiwan.

08 4.09 19.35 13.40 19.58 27.04 20.49 3.18 4.42 26.00 34.94 4.20 3.94 22.28 11.07 33.89 6.5 Negara Tujuan Country of Destination (1) AUSTRALIA & OCEANIA Australia Selandia Baru / New Zealand Oceania Lainnya / Rest of Oceania 2008 (2) 200.26 10.88 5.82 26.62 25.91 2009 (3) 89.55 212.80 270 Banten in Figures 2010 . Republic of Inggris / United Kingdom Belanda / Netherlands Italia / Italy Prancis / France Spanyol / Spain Uni Eropa Lainnya / Others 281.90 14.TRADE CHAPTER VIII Lanjutan Tabel / Continued Table 8.02 22.05 30.76 2.61 26.39 15.09 10.65 7.53 2.01 21.19 34.17 AMERIKA / AMERICA NAFTA Amerika Serikat / United States Meksiko / Mexico Kanada / Canada Amerika Lainnya Brazil Rest of America Chili / Chile Panama Argentina Kolombia / Colombia Lainnya / Others EROPA / EUROPE Uni Eropa Belgia / Belgium European Union Jerman / Germany Federal.73 28.58 29.83 24.03 3.38 3.

BAB VIII PERDAGANGAN Lanjutan Tabel / Continued Table 8.10 Jumlah / Total Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province 3 708.97 2009 (3) 48.47 3.5 Negara Tujuan Country of Destination (1) Eropa Lainnya Rest of Europe Turki / Turkey Federasi Rusia / Russian Federation Ukrainia / Ukraine Lainnya / Others 2008 (2) 68.63 5.19 5.40 6.84 2.02 Banten dalam Angka 2010 271 .14 7.01 3 761.

82 143.TRADE CHAPTER VIII Tabel 8.52 3.16 536.05 Asia Lainnya Rest of Asia AFRIKA / AFRICA Afrika Selatan / South Africa Mesir / Egypt Aljazair / Algeria Nigeria Mauritius Lainnya / Rest of Africa 272 Banten in Figures 2010 .01 40.76 2. 2008-2009 Negara Tujuan Country of Destination (1) ASIA ASEAN 2008 (2 2009 (3) Singapura / Singapore Malaysia / Thailand Vietnam / Viet Nam Filipina / Philippines Myanmar Kamboja / Cambodia Brunei Darussalam Laos / Lao PDR RRC / China.79 106.15 264.28 13.80 50.81 14.27 2. Republic of India Hong Kong / Hong Kong SAR Taiwan / Taiwan.01 20.29 387.11 16.84 473.50 48.09 25.79 38.69 353.53 4.42 462.82 39.58 23.11 88.06 62. Islamic Republic of Lainnya / Others 335.37 120.82 148.50 127.61 13.18 48.88 90.17 362.85 51.35 27.80 240.83 13.73 119. of Jepang / Japan Korea Selatan / Korea.98 10. People’s Rep.50 26.6 Table Nilai Ekspor Provinsi Banten Menurut Negara Tujuan Utama (Nilai FOB : juta US$).53 289.65 13.12 160.30 95.84 2.96 641.69 125.33 0.83 40.91 102. 2008-2009 Value of Exports of Banten Province by Country of Destination (FOB value : million US$).56 13.15 90. Province of China Uni Emirat Arab/ United Arab Emirates Arab Saudi / Saudi Arabia Irak / Iraq Pakistan Iran / Iran.54 190.78 444.

17 18.93 61.51 37.32 48.76 21.21 187.65 8.48 34.33 21.41 63.37 106.83 32.17 119.85 19.41 17.83 14.79 99.43 1.6 Negara Tujuan Country of Destination (1) AUSTRALIA & OCEANIA Australia Selandia Baru / New Zealand Oceania Lainnya / Rest of Oceania 2008 (2) 193.98 AMERIKA / AMERICA NAFTA Amerika Serikat / United States Meksiko / Mexico Kanada / Canada Amerika Lainnya Brazil Rest of America Chili / Chile Panama Argentina Kolombia / Colombia Lainnya / Others EROPA / EUROPE Uni Eropa Belgia / Belgium European Union Jerman / Germany Federal.07 180.09 54.BAB VIII PERDAGANGAN Lanjutan Tabel / Continued Table 8.31 61.00 85.25 139.85 2009 (3) 108.52 69.95 9.83 218.54 251.63 20.51 198.50 1 035.37 31.23 11.42 123.86 148.01 25.03 6.54 210. Republic of Inggris / United Kingdom Belanda / Netherlands Italia / Italy Prancis / France Spanyol / Spain Uni Eropa Lainnya / Others 1 212.88 Banten dalam Angka 2010 273 .

6 Negara Tujuan Country of Destination (1) Eropa Lainnya Rest of Europe Turki / Turkey Federasi Rusia / Russian Federation Ukrainia / Ukraine Lainnya / Others 2008 (2) 96.82 41.91 5 806.80 16.20 35.65 2009 (3) 68.33 274 Banten in Figures 2010 .02 Jumlah / Total Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province 6 971.47 18.TRADE CHAPTER VIII Lanjutan Tabel / Continued Table 8.88 9.62 8.

25 2009 (4) 62.01 3 761. inedible Bahan bakar pelikan.13 1 295.03 1 410.BAB VIII PERDAGANGAN Tabel 8.25 215.34 372.70 180. tidak untuk dimakan / Raw materials.20 185. lubricants. and related materials Lemak serta minyak hewan dan nabati / Animal and vegetable oils and fats Bahan-bahan kimia / Chemicals Barang-barang buatan pabrik dirinci menurut bahan / Manufactured goods classified by materials Mesin dan alat pengangkutan / Machinery and transport equipment Berbagai jenis barang buatan pabrik / Miscellaneous manufactured articles Barang-barang transaksi tidak dirinci / Commodities and transactions not further specified Jumlah / Total 2008 (3) 91.81 1 315. penyemir dan bahan-bahan yang berkenaan dengan itu / Mineral fuels.7 Table Volume Ekspor Provinsi Banten Menurut Golongan SITC (Berat bersih : ribu ton).54 4 5 6 0.68 528.71 - 3 708. 2008-2009 Volume of Exports of Banten Province by SITC Group (Net weight : thousand ton).87 2. 2008-2009 SITC (1) 0 1 2 3 Golongan Barang Commodity Group (2) Bahan makanan dan binatang bidup / Food and live animals Minuman dan tembakau / Beverages and tobacco Bahan-bahan makanan.34 247.20 1 344.37 7 8 9 103.02 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Banten dalam Angka 2010 275 .28 - 111.77 1.58 0.

78 327.58 132.41 2 154. 2008-2009 Volume of Exports of Banten Province by SITC Group (FOB value : million US$).12 1 141.81 1 610.77 - 6 971.91 5 806.8 Table Nilai Ekspor Provinsi Banten Menurut Golongan SITC (Nilai FOB : juta US$).57 1.TRADE CHAPTER VIII Tabel 8.76 0.25 2009 (4) 156.71 1 929.51 - 537.00 101. inedible Bahan bakar pelikan.33 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province 276 Banten in Figures 2010 . penyemir dan bahan-bahan yang berkenaan dengan itu / Mineral fuels. and related materials Lemak serta minyak hewan dan nabati / Animal and vegetable oils and fats Bahan-bahan kimia / Chemicals Barang-barang buatan pabrik dirinci menurut bahan / Manufactured goods classified by materials Mesin dan alat pengangkutan / Machinery and transport equipment Berbagai jenis barang buatan pabrik / Miscellaneous manufactured articles Barang-barang transaksi tidak dirinci / Commodities and transactions not further specified Jumlah / Total 2008 (3) 289.17 7 8 9 540. lubricants.41 4 5 6 0.94 334.07 1 446. tidak untuk dimakan / Raw materials.25 2 072.15 1. 2008-2009 SITC (1) 0 1 2 3 Golongan Barang Commodity Group (2) Bahan makanan dan binatang bidup / Food and live animals Minuman dan tembakau / Beverages and tobacco Bahan-bahan makanan.

96 803.87 550.53 979.21 10 806.35 845.35 918.9 Table Volume Impor Provinsi Banten Menurut Bulan (Berat bersih : ribu ton).BAB VIII PERDAGANGAN Tabel 8.19 2009 (3) 556.29 854.67 569.13 1 162.38 1 196. 2008-2009 Bulan / Month (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October November / November Desember / December 2008 (2) 984.05 784.41 855.34 827.21 701.31 1 161. 2008-2009 Volume of Imports of Banten Province by Month (Net weight : thousand ton).69 951.91 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Banten dalam Angka 2010 277 .08 1 079.91 1 349.78 Jumlah / Total 10 639.63 1 010.47 1 122.02 776.25 579.22 826.

36 765.10 Table Nilai Impor Provinsi Banten Menurut Bulan (Nilai CIF : juta US$).17 436.71 2009 (3) 317.09 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province 278 Banten in Figures 2010 .23 5 523.68 289.TRADE CHAPTER VIII Tabel 8.53 Jumlah / Total 7 178.74 605.41 685.13 566.54 537.77 284.27 609.48 500. 2008-2009 Value of Imports of Banten Province by Month (CIF Value : million US$). 2008-2009 Bulan / Month (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October November / November Desember / December 2008 (2) 524.99 462.24 336.28 511.43 651.99 622.98 632.50 437.29 474.14 864.41 572.31 631.97 380.

Hatta Airport 2.64 3.59 45.50 2009 (3) 5 997. Pelabuhan Cigading / Cigading Port 4.17 4 764.04 5 190.04 45.21 10 806. Pelabuhan Tanjung Sekong / Tanjung Sekong Port 2008 (2) 5 400. Bandara Soekarno – Hatta / Soekarno . 2008-2009 Pelabuhan / Bandara Bongkar Port (1) 1. Pelabuhan Tanjung Leneng / Tanjung Leneng Port 5.BAB VIII PERDAGANGAN Tabel 8. 2008-2009 Volume of Imports of Banten Province by Port (Net Weight : thousand ton). Pelabuhan Merak / Merak Port 3.16 - Jumlah / Total Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province 10 639.11 Table Volume Impor Provinsi Banten Menurut Pelabuhan/Bandara Bongkar (Berat bersih : ribu ton).91 Banten dalam Angka 2010 279 .

Pelabuhan Tanjung Sekong / Tanjung Sekong Port 2008 (2) 5 017.54 83.09 280 Banten in Figures 2010 .TRADE CHAPTER VIII Tabel 8. Bandara Soekarno – Hatta / Soekarno . 2008-2009 Pelabuhan / Bandara Bongkar Port (1) 1. Pelabuhan Tanjung Leneng / Tanjung Leneng Port 5.23 5 523.12 Table Nilai Impor Provinsi Banten Menurut Pelabuhan / Bandara Bongkar (Nilai CIF : juta US$).Hatta Airport 2.38 2009 (3) 3 719. 2008-2009 Value of Imports of Banten Province by Port (CIF value : million US$).15 1.67 58. Pelabuhan Cigading / Cigading Port 4.70 - Jumlah / Total Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province 7 178.72 1 744.16 2 076. Pelabuhan Merak / Merak Port 3.

01 224.00 1 569.11 210.97 781. People Republic of Arab Saudi / Saudi Arabia India Jepang / Japan Iran / Iran.76 1 075. 2008-2009 Negara Asal Country of Orirgin (1) 2008 (2) 2009 (3) ASIA ASEAN Singapura / Singapore Malaysia Thailand Filipina / Phillipines Vietnam / Viet Nam China / China.17 25.51 222.97 269.72 268.96 161.67 0.95 574.71 261.92 512.BAB VIII PERDAGANGAN Tabel 8. Islamic Republic of Korea Selatan / Korea.95 823.55 167.51 77.99 842. 2008-2009 Volume of Imports of Banten Province by Country of Origin (Net weight : thousand ton).82 15.00 - Asia Lainnya Rest of Asia AFRIKA / AFRICA Afrika Selatan / South Africa Mesir / Egypt Maroko / Marocco Lainnya /Rest of Africa AUSTRALIA & OCEANIA Australia Selandia Baru /New Zealand Oceania Lainnya /Rest of Oceania Banten dalam Angka 2010 281 .13 Table Volume Impor Provinsi Banten Menurut Negara Asal (Berat bersih : ribu ton).72 56.53 528.06 96.03 0.72 226.37 523.58 1 143.17 7.00 21.25 0.91 811.35 189. Republic of Qatar Uni Emirat Arab / United Arab Emirates Lainnya / Others 1 148.38 105.53 423.31 254.69 0.88 11.07 225.48 0.58 702.

00 1 219.91 282 Banten in Figures 2010 .59 1.71 65. Federal Republic of Rumania / Romanian Prancis / France Uni Eropa Lainnya / Others Eropa Lainnya Rest of Europe Federasi Rusia / Russian Federation Ukrainia / Ukraine Turki / Turkey Lainnya / Others 2008 (2) 2009 (3) 452.29 64.52 0.40 0.TRADE CHAPTER VIII Lanjutan Tabel / Continued Table 8.53 19.51 444.08 0.13 Negara Asal Country of Orirgin (1) AMERIKA / AMERICA NAFTA Amerika Serikat / United States Kanada / Canada Meksiko / Mexico Amerika Lainnya Brazil Rest of America Argentina Chili Lainnya / Others EROPA / EUROPE Uni Eropa Belanda / Netherlands European Union Belgia / Belgium Spanyol / Spain Jerman / Germany.81 485.48 2.75 0.26 21.03 1 412.25 54.93 5.26 230.30 0.12 2.79 446.63 8.70 5.93 619.93 0.02 Jumlah /Total Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province 10 639.21 10 806.49 0.15 0.71 425.55 95.13 4.21 728.02 3.06 52.05 8.

10 223.00 30.54 542.00 0.76 30. People Republic of Arab Saudi / Saudi Arabia India Jepang / Japan Iran / Iran.20 207.16 360.04 1 086.98 111.20 222.64 1.60 256.76 184.09 821.18 103. Republic of Qatar Uni Emirat Arab / United Arab Emirates Lainnya / Others Afrika Selatan / South Africa Mesir / Egypt Maroko / Marocco Lainnya /Rest of Africa Australia Selandia Baru /New Zealand Oceania Lainnya /Rest of Oceania 1 191.63 0.17 0.18 31.84 54.06 15.30 798.BAB VIII PERDAGANGAN Tabel 8.41 132.59 4.33 156.74 0.36 0.43 216.10 10.00 601.12 433.26 186.18 169.08 8. 2008-2009 Negara Asal Country of Orirgin (1) ASIA ASEAN 2008 (2) 2009 (3) Singapura / Singapore Malaysia Thailand Filipina / Phillipines Vietnam / Viet Nam China / China. Islamic Republic of Korea Selatan / Korea.99 176.59 250.04 500.01 - Asia Lainnya Rest of Asia AFRIKA / Africa AUSTRALIA & OCEANIA Banten dalam Angka 2010 283 .66 227. 2008-2009 Value of Imports of Banten Province by Country of Origin (CIF value : million US$).84 475.33 246.14 Table Nilai Impor Provinsi Banten Menurut Negara Asal (Nilai CIF : juta US$).

00 0.64 44.24 Eropa Lainnya Rest of Europe Jumlah / Total Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province 7 178.25 0.09 284 Banten in Figures 2010 .05 7.10 16.17 16.07 1.16 435.01 59.58 327.04 4.55 114.25 0.87 85.02 0.55 6.05 9.TRADE CHAPTER VIII Lanjutan Tabel / Continued Table 8.51 7.68 1.23 5 523.54 0.49 Belanda / Netherlands Belgia / Belgium Spanyol / Spain Jerman / Germany.32 19.57 0.14 Negara Asal Country of Orirgin (1) AMERIKA / America NAFTA Amerika Serikat / United States Kanada / Canada Meksiko / Mexico Amerika Lainnya Brazil Rest of America Argentina Chili Lainnya / Others EROPA / Europe Uni Eropa Europen Union 2008 (2) 2009 (3) 297.49 10.21 211.02 359.74 35.37 218.45 313.50 2.05 9.34 2. Federal Republic of Rumania / Romanian Prancis / France Uni Eropa Lainnya / Others Federasi Rusia / Russian Federation Ukrainia / Ukraine Turki / Turkey Lainnya / Others 15.94 0.

tidak untuk dimakan / Raw materials.91 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Banten dalam Angka 2010 285 .84 9. inedible Bahan bakar pelikan.23 7 8 9 70.09 0.44 4 5 6 0.56 1 176.94 815.97 2 460.42 3 072.44 2 308.15 Table Volume Impor Provinsi Banten Menurut Golongan SITC (Berat bersih : ton).26 2 344.42 10. and related materials Lemak serta minyak hewan dan nabati / Animal and vegetable oils and fats Bahan-bahan kimia / Chemicals Barang-barang buatan pabrik dirinci menurut bahan / Manufactured goods classified by materials Mesin dan alat pengangkutan / Machinery and transport equipment Berbagai jenis barang buatan pabrik / Miscellaneous manufactured articles Barang-barang transaksi tidak dirinci / Commodities and transactions not further specified Jumlah / Total 2008 (3) 793.BAB VIII PERDAGANGAN Tabel 8.34 - 110. 2008-2009 SITC (1) 0 1 2 3 Golongan Barang Commodity Group (2) Bahan makanan dan binatang bidup / Food and live animals Minuman dan tembakau / Beverages and tobacco Bahan-bahan makanan. lubricants.76 2009 (4) 1 534. 2008-2009 Volume of Imports of Banten Province by SITC Group (Net weight : ton).16 2 803.07 0. penyemir dan bahan-bahan yang berkenaan dengan itu / Mineral fuels.00 10 639.21 10 806.19 3 935.

09 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province 286 Banten in Figures 2010 . lubricants.71 2 064.22 2 812.92 439. penyemir dan bahan-bahan yang berkenaan dengan itu / Mineral fuels.32 7 8 9 272.50 28.96 962. tidak untuk dimakan / Raw materials.07 1 393.42 2 030.52 0. and related materials Lemak serta minyak hewan dan nabati / Animal and vegetable oils and fats Bahan-bahan kimia / Chemicals Barang-barang buatan pabrik dirinci menurut bahan / Manufactured goods classified by materials Mesin dan alat pengangkutan / Machinery and transport equipment Berbagai jenis barang buatan pabrik / Miscellaneous manufactured articles Barang-barang transaksi tidak dirinci / Commodities and transactions not further specified Jumlah / Total 2008 (3) 362.TRADE CHAPTER VIII Tabel 8.80 4 5 6 0.44 0. 2008-2009 SITC (1) 0 1 2 3 Golongan Barang Commodity Group (2) Bahan makanan dan binatang bidup / Food and live animals Minuman dan tembakau / Beverages and tobacco Bahan-bahan makanan.54 456.40 2009 (4) 637.36 - 504.23 5 523.00 7 178. 2008-2009 Volume of Imports of Banten Province by SITC Group (FOB value : million US$).99 26. inedible Bahan bakar pelikan.15 708.16 Table Nilai Impor Provinsi Banten Menurut Golongan SITC (Nilai FOB : juta US$).

9 TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI Transportation and Communication .

.

Dari suatu tempat ke tempat yang lain. Angkutan Darat b. Pengguna pelayanan biasanya diharuskan menempel perangko yang cukup pada sampul surat. Post office is a building/office dealing with delivery of goods. from one place to another place. dsb. Data on transportations and communications cover : a. 4. Banten dalam Angka 2010 289 . 2. letters. warkat pos. paket dsb. A mailing house has the same function as post office and auxiliary post office. Angkutan Laut d. Service users usually put postage stamps on the envelope and postcard or are charged with amount of money in obtaining services such as money order. uang. Data on transportations are obtained from relevant institutions. Post and Telecommunication 3.BAB IX TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI Penjelasan Teknis 1. etc. Pos dan Telekomunikasi 3. Sumber data transportasi berasal dari masing-masing instansi terkait. dikumpulkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) setiap tahun. Air Transportation d. Land Transportation b. package post. Data on the lenght of state and provincial roads were taken from Office of Regional Road Construction and Spatial Planning Service of Banten Province. compiled by BPS Statistics of Indonesia every year. Data transportasi dan komunikasi meliputi : a. Angkutan Udara c. etc. bedanya rumah pos biasanya terletak di daerah terpencil. Data panjang jalan yang disajikan adalah data jalan negara dan jalan provinsi yang bersumber dari Dinas Bina Marga Provinsi Banten. Sea Transportation c. Technical Notes 1. Kantor Pos adalah pemberi pelayanan pengiriman barang. 2. pos wesel. money. kartu pos. 4. Rumah pos berfungsi sama seperti kantor pos dan kantor pos pembantu. aerogramme. It is usually located in remote areas.

93 percent of total Population of automobile or just as much as 45.93 persen dari total pupulasi kendaraan roda empat atau hanya sebanyak 45. including units of 2. All countries have paved roads. condition of provincial roads are either actually dropped almost 212.TRANSPORTATION AND COMMUNICATION CHAPTER IX 9.936 units. The increase was due to the addition of new vehicles reached 26.536 unit bila dibandingkan dengan akhir tahun 2008 yang sebanyak 303. sedangkan jalan provinsi yang belum diaspal hanya sebesar 2.472 unit.379.125 unit diantaranya merupakan tambahan armada baru. The population of four-wheeled vehicle registered at the Office of Financial Management and Regional Asset (DPKAD) of Banten Province until the end of 2009 reached 325.41 km. kondisi jalan provinsi yang baik justru turun hampir 212. padahal pada tahun sebelumnya masih 59.40 km of state roads and 889. Only 49. Semua jalan negara telah diaspal.174 unit.710 units.125 a new fleet incremental.536 units compared to the end of 2008 that reached 303. whereas in previous year were 59. Panjang jalan ini tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya. Sebaliknya.11 persen yang baik. 9.371 unit.42 km only in 2009. Penambahan tersebut.936 unit.07 km di tahun 2009.01 km jalan provinsi. General population of four-wheeled vehicle itself is only about 13.41 km. comprising 490. Conversely. Kondisi jalan negara maupun provinsi hanya 49.54 persen.14 km hingga hanya tinggal 327.01 km of provincial roads.14 km to 327. Perhubungan Darat Panjang jalan provinsi dan jalan negara di Provinsi Banten pada akhir tahun 2009 mencapai 1.59 km pada tahun 2008 menjadi 350. karena hasil mutasi justru menyebabkan kendaraan lama yang terdaftar berkurang sebanyak 3. because of the absence of transitional authority.42 km pada tahun 2009 Populasi kendaraan roda empat yang terdaftar pada Dinas Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (DPKAD) Provinsi Banten sampai akhir tahun 2009 mencapai 325.710 unit. while unpaved provincial roads amounted to 2.379. karena tidak adanya peralihan kewenangan. itupun 2. State roads that are in good conditions increased from 281.472 units.174 units. bertambah 22.59 km in 2008 to 350. 290 Banten in Figures 2010 . Kondisi jalan negara yang baik mengalami peningkatan.40 km jalan negara dan 889. terdiri dari 490.54 percent. Populasi kendaraan umum roda empat sendiri hanya sekitar 13.371 units.1. dari 281.31 persen. increasing 22.11 percent of state roads and provincial roads are in good condition.31 percent only. because of the mutation actually causes old vehicle is registered to be reduced as much as 3. The length of these roads have not changed compared to the same period last year.1.07 km in 2009. lebih disebabkan oleh adanya kendaraan baru yang mencapai 26. Land Transportation Length of state roads and provincial roads in Banten province by the end of 2009 reached 1.

Terletak di Kota Tangerang dan menjadi pintu keluar-masuk internasional bagi Indonesia.2. meningkat sebesar 2.89 juta orang pada tahun 2008 menjadi 112. Tingkat kepadatan bandara Soekarno-Hatta dapat dilihat dari jumlah pesawat dan penumpang yang sepertinya melebihi kapasitasnya.279 pesawat dan 11. Meanwhile. As a result. populasi sepeda motor yang terdaftar pada DPKAD Provinsi Banten mencapai 2. Density level of Soekarno-Hatta airport can be seen from the number of aircraft and passengers who seem to exceed its capacity.89 million passengers in 2008 into 112. Jumlah pesawat dan penumpang domestik yang berangkat dari bandara ini mengalami peningkatan masingmasing dari 104. 9.16 percent of increase compared to 2008 that amounted to 7. Total domestic passenger aircraft departing from this airport has increased respectively 104.74 juta orang.28 million of them are new vehicles.843 aircraft and 13. Akibatnya. Semua sepeda motor adalah kendaraan pribadi dan tidak termasuk dalam kategori kendaraan umum. Perhubungan Udara Bandara Soekarno-Hatta merupakan bandara terbesar di Indonesia. 2.279 planes and 11. Located in Tangerang City and became an international exit-entry to Indonesia. 9.2. the acquisition of PT KA revenue from ticket sales in 2009 increased by 9.BAB IX TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI Sementara itu. Air Transportation Soekarno-Hatta Airport is the largest airport in Indonesia.843 pesawat dan 13.74 million in 2009. number of registered motorcycles on DPKAD of Banten province reached 2.57 juta orang.Jakarta. Volume of train passengers reach 7.32 juta orang di tahun 2009.82 milyar rupiah.95 percent into 17. dengan 0. Pada tahun 2009. pendapatan PT KA yang diperoleh dari penjualan tiket pada tahun 2009 mengalami peningkatan sebesar 9. volume penumpang kereta api mencapai 7. either for passengers or goods.32 million passengers in 2009.03 million units.95 persen hingga mencapai 17.28 juta diantaranya merupakan kendaraan baru. Banten province has 21 railway stations located along railway line at Merak .03 juta unit. baik untuk penumpang maupun barang.16 persen bila dibandingkan dengan tahun 2008 yang sebanyak 7. Di Provinsi Banten terdapat 21 stasiun kereta api yang berada pada sepanjang jalur kereta api Merak – Jakarta. Banten dalam Angka 2010 291 . 0.57 million people.82 billion rupiahs. All motorcycles and private vehicles are not included in the category of public service vehicles.

317 trip. jumlah penumpang yang diangkut baik oleh kapal cepat Bakauheni maupun oleh kapal cepat Ro-Ro sama-sama mengalami penurunan masing-masing dari 100.757 unit menjadi 1. Pada tahun 2009 jumlah trip kapal cepat Bakauheni sebanyak 1. The number of vehicles that are transported in 2009 also declined from 1. number of passengers transported either by both speedster are equally decreased respectively from 100. jumlah trip angkutan penyeberangan di pelabuhan Merak pada tahun 2009 mengalami penurunan bila dibandingkan dengan tahun 2008 untuk jenis kapal cepat Bakauheni.354 units.799 pesawat dan 3. Hanya saja. In general.644. Sea Transportation Transport ferry at port of Merak is one of port operations services provided by public ports in Indonesia. For international destinations. jumlah pesawat dan penumpang yang berangkat melalui bandara ini pada tahun 2009 mengalami peningkatan masing-masing sebesar 0.974 people and 1.354 unit.974 orang dan 1. Pelabuhan umum menurut statusnya dibedakan antara pelabuhan umum yang diusahakan dan pelabuhan umum yang tidak diusahakan.27 percent and 6.799 aircraft and 3.312 people into 84.22 percent up to 24. In 2009 number of Bakauheni speedster trips amounted to 290 trips.604. 292 Banten in Figures 2010 .511. However. while Ro-Ro speedster reaches 26.22 persen hingga menjadi 24.3. while for Ro-Ro speedster have been increasing.385 people and 1. sedangkan untuk jenis kapal cepat Ro-Ro justru meningkat.3. sedangkan kapal cepat Ro-Ro mencapai 26.312 menjadi 84.83 juta orang.385 orang dan 1.604.TRANSPORTATION AND COMMUNICATION CHAPTER IX Untuk tujuan internasional.757 units to 1.317 trips. Jumlah kendaraan yang diangkut pada tahun 2009 juga menurun dari 1.290 trip. Secara umum. Public port according to its status differentiated between cultivated public ports and non cultivated public port. 9.83 million people.658.658. number of trips in port of Merak ferry transportation in 2009 decreased compared to 2008 for this type of Bakauheni speedster. 9.653. Perhubungan Laut Angkutan penyeberangan di pelabuhan Merak merupakan salah satu dari kegiatan usaha jasa kepelabuhan yang diberikan oleh pelabuhan umum di Indonesia.644.653 people.27 persen dan 6. number of planes and passengers through the airport in 2009 have increased respectively by 0.511.

2008 60.0 12.4 30.BAB IX TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI Grafik 9. and Informatics of Banten Province Banten dalam Angka 2010 293 .8 57.4 42.1 Persentase Jalan Provinsi dan Jalan Nasional di Provinsi Banten Menurut Kondisi Jalan.9 21.2009 Baik / Good Sedang / Moderate Rusak / Damage Sumber / Source : Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Banten Office of Regional Road Construction and Spatial Planning Service of Banten Province Grafik 9. Communication.2009 Jalan Nasional . 2009 700 000 650 000 640 419 677 689 666 258 631 586 607 609 655 541 656 742 665 752 659 674 670 607 650 763 600 000 550 000 556 086 500 000 450 000 400 000 Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agust Sep Okt Nov Des Sumber / Source : Dinas Perhubungan.2 26.6 20. 2008-2009 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Jalan Provinsi .7 36.0 71. 2009 Figure Monthly Realization of Rail Transportation Passengers in Banten Province.4 Jalan Nasional .2008 Jalan Provinsi .0 12. Komunikasi dan Informatika Provinsi Banten Office of Transportation. 2008-2009 Figure Percentage of National and Provincial Authority Road in Banten Province by Road Condition.6 8.2 Realisasi Volume Penumpang Kereta Api Bulanan di Provinsi Banten.

Angkasa Pura II (Persero) Grafik 9.Penerbangan Domestik / Arrival . 2009 450 400 350 300 250 200 150 100 50 0 Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agust Sep Okt Nop Des Kapal Milik Asing (Foreign Owned) Kapal Domestik (Indondesian Owned) Sumber / Source : PT Angkasa Pura II (Persero) 294 Banten in Figures 2010 .Domestic Flights Penumpang Berangkat . 2009 Figure Number of Passengers of International and Domestic Flights at Soekarno-Hatta Airport.3 Banyaknya Penumpang dari Penerbangan Domestik dan Internasional di Bandara Soekarno-Hatta. 2009 1 600 000 1 400 000 1 200 000 1 000 000 800 000 600 000 400 000 200 000 0 Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agust Sep Okt Nov Des Penumpang Datang .International Flights Penumpang Datang .4 Figure Jumlah Kapal Asing dan Domestik di Pelabuhan MerakMenurut Bulan.Penerbangan Domestik / Departure .Domestic Flights Sumber / Source : PT. 2009 Number of Indonesian and Foreign Ship in Merak Port by Month.TRANSPORTATION AND COMMUNICATION CHAPTER IX Grafik 9.Penerbangan Internasional / Departure .Penerbangan Internasional / Arrival .International Flights Penumpang Berangkat .

2008-2009 2008 Negara State (2) 490.01 74. Kelas IIIB / Class IIIB f. Road Condition and Class in Banten Province (km).1.52 889.01 868.49 20.89 34.40 350.30 490.40 113. Kelas IIIC / Class IIIC g.31 238.59 146. Sedang / Moderate c.9 34.40 490.85 2009 Provinsi Province (5) 889.01 868.40 490.13 277.85 Provinsi Province (3) 889.42 631. Jenis Permukaan / Surface Type a. Kelas II / Class II c. Kelas Jalan / Road Class a.03 42. Jenis Permukaan.80 186.42 375. Kondisi Jalan / Road Condition a.78 196.01 539. Kelas III / Class III d. Kelas IIIA / Class IIIA e.40 490.31 Negara State (4) 490. PERHUBUNGAN DARAT LAND TRANSPORTATION Tabel 9.01 70. Kelas I / Class I b. Rusak / Damage d.76 110. Surface Type.49 20. Diaspal / Asphalted b. Kondisi Jalan dan Kelas Jalan di Provinsi Banten (km).52 889. Baik / Good b.40 113. Kelas Tidak Dirinci Unclassificated Sumber / Source : Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Banten Office of Regional Road Construction and Spatial Planning Service of Banten Province Banten dalam Angka 2010 295 .01 327.94 61.5 64. Rusak Berat / Seriously Damage 3.27 186. Kerikil / Gravel c.40 281. Tidak Dirinci / Unclassificated 2.BAB IX TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI 9.92 617.94 889.79 Uraian Description (1) 1.40 490. Tanah / Land d.87 490.53 64.1.32 889.1 Table Panjang Jalan Menurut Tingkat Pemerintah Yang Berwenang. 2008-2009 Road Lengths by Level of Government Authorised.07 98.13 277.

Mayor Safei (Serang) Jl.00 6.48 3.50 40.1.13K 002.92 3. Maulana Yusuf(Serang) Jl.65 4.90 Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Rigid/Hotmix 029 029. Tb.Merak Jumlah / Total Provinsi / Province Serang .73 1.15K 003.45 0.12K 002. Raya Merak Serang – Cilegon Jl.14K 029.Cadasari Jl. Sudirman (Serang) Cilegon . Raya Anyer (Cilegon) Serdang .Pasauran Jl.50 34.42 0.Citeras Pakupatan .80 0. Raya Cilegon (Cilegon) Jl. 001.10 10.11K 001. Ahmad Yani (Serang) Jl. 2009 Nomor Ruas Number of Section Road (1) Ruas Jalan Section Road (2) Status Status (3) Fungsi Function (4) Kelas Class (5) Panjang Length (km) (6) Lapis Permukaan Layers of Surface Road (7) 1.2 Table Data Ruas Jalan Provinsi dan Nasional di Provinsi Banten.92 14. Serang dan Cilegon 001.11K 003.55 0. 2009 Data of National and Provincial Authority Road in Banten Province.Pasang Teneng N N N N N N N N N N N N N N A A A A A A A A A A A K-1 K-1 K-1 II II II II II II II II II II II IIIB IIIB 8.02 1.15 3.65 0. SA Tirtayasa (Serang) Jl. 14K 002. Raya Cilegon (Serang) Jl.80 6. Yumaga (Serang) Jl.Palima Palima . A.15K 029.85 113.16K 082 128 129 P P P P P P P K-2 K-2 K-2 K-2 K-2 K-2 K-2 IIIA IIIA IIIA IIIA IIIA - Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix 296 Banten in Figures 2010 . Khatib (Serang) Jl.40 38.22 0.Bojonegara .11K 002.12K 002. Raya Serang (Cilegon) Jl.1 026.12K 026. Raya Pandeglang (Serang) Cikande .73 18. 002.TRANSPORTATION AND COMMUNICATION CHAPTER IX Tabel 9.11K 127 Nasional / National Cilegon – Merak Jl.

Syam’un Serang Ciruas-Petir .70 13.60 4.27 7.75 0.90 0.70 0.Tonjong Jl.Tanara) Jl. KH. Letnan Jidun Simpang Taktakan .Abdul Hadi Jl.00 261.71 3.Gunung (Sorok) Pontang . Yasin Beji Jumlah / Total Status Status (3) P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P Fungsi Function (4) - Kelas Class (5) - Panjang Length (km) (6) 11.80 1.35 2.80 0.2 Nomor Ruas Number of Section Road (1) 155 156 169 182 168 186 174 176 177 178 179 180 181 187 188 175 183 184 170 157 185 Ruas Jalan Section Road (2) Terate – Banten Lama Banten Lama – Pontang Ciruas – Pontang Sempu .Trip Jamaksari Jl.58 19. Tb.70 25.Veteran Serang Jl. KH.1.Gn. Suwandi) Jl.70 1.50 16.50 22. Lingkar Selatan (Jl.00 1.Banten Lama Jl.Sukamanah Kramatwatu .20 14.Wr.BAB IX TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI Lanjutan Tabel / Continued Table 9.Kronjo (Pontang .76 Lapis Permukaan Layers of Surface Road (7) Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Rigid/Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Rigid/Hotmix Banten dalam Angka 2010 297 .80 3. Abdul Fatah Hasan Jl.Dukuh Kuwung Jalan Parigi . Sari Gunung Sari .80 10.Mancak -Anyer Kemang .Ayip Usman Lopang .Kaligandu Jl.50 12.

Sunan Kalijaga (Rks) Jl.12K 093 115 030 030. Pandeglang dan Lebak (WKP 3) 026.2 Nomor Ruas Number of Section Road (1) Ruas Jalan Section Road (2) Status Status (3) Fungsi Function (4) Kelas Class (5) Panjang Length (km) (6) Lapis Permukaan Layers of Surface Road (7) 2.Saketi Pandeglang . Raya Pandeglang (Rks) Rangkasbitung . Labuhan .23 1.Cibareno .28.Sp.Cigelung Jl.20 3.11K 0.20 39.02 0.Saketi Jl.26 3.Bayah Bayah . 031.39 49.Rangkasbitung Jl. Labuhan Sp.13K 031.TRANSPORTATION AND COMMUNICATION CHAPTER IX Lanjutan Tabel / Continued Table 9.Muara Binuangeun Simpang .Cikeusik – Binuangeun Pandeglang .Bts Jabar Jumlah / Total N N N N N N N N N N N N N N N N N N K-1 K-1 K-1 K-1 K-1 K-1 K-1 K-1 K-1 K-1 K-1 K-1 K-1 K-1 K-1 K-1 K-1 K-1 IIIB IIIB IIIB IIIB IIIB IIIB IIIA IIIA IIIB IIIB IIIA IIIB IIIB IIIB IIIB IIIB IIIB IIIB 16.11K 030.60 Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix 298 Banten in Figures 2010 .1 027.2 028 028. Raya Cipanas (Rks) Simpang . Mayor Widagdo (Pdg) Jt.11K 031. Raya Rangkasbitung (Pdg) Sp.65 17.2 027.2 Nasional / National Labuhan . Labuhan .Pasauran Labuhan .12K 033 034 119.92 14. Raya Labuhan (Pdg) Jl. Abdulrahim (Pdg) Jl.27 43.25 3.48 299.10 17.20 16.94 33.Cibaliung Cibaliung .60 0.60 3.60 2.69 33.1.12K 030.

Ciandur Jl.40 1.Pandeglang Jl.20 3.20 12.40 17.Cikeusik Munjul . Jendral A.70 0.18 Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Lapen/Hotmix Hotmix Rigid/Hotmix Hotmix Hotmix/Lapen Hotmix/Lapen Lapen Banten dalam Angka 2010 299 . Ahmad Yani (Pandeglang) Jl.60 16.Yani (Labuan) Picung . Asnawi (Pandeglang) Jl.Tela Jumlah / Total Status Status (3) Fungsi Function (4) Kelas Class (5) Panjang Length (km) (6) Lapis Permukaan Layers of Surface Road (7) 029 029.05 20.31 10.10 20.10 16.BAB IX TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI Lanjutan Tabel / Continued Table 9. Raya Serang (Pandeglang) Saketi – Picung Cibaliung .01 0.51 0.Panimbang Ciseuket .2 Nomor Ruas Number of Section Road (1) Ruas Jalan Section Road (2) Provinsi / Province Cadasari .1. Tb.Munjul Munjul .Sobang .12K 029.10 151.11K 029.13K 032 099 189 191 190 192 193 196 194 195 P P P P P P P P P P P P P P K-2 K-2 K-2 K-2 K-2 K-3 - IIIA IIIA IIIA IIIA IIIB IIIB - 4.Sumur Cigadung – Cipacung Mangger – Mandalawangi – Caringin Saketi .50 28.

54 Hotmix Hotmix Lapen/Telford Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Lapen/Telford Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix/Lapen Hotmix 300 Banten in Figures 2010 .10 3.00 16.93 13.Wr.70 10.98 1.Warung Banten Maja – Koleang Ciruas .Gunung) Warung Gunung – Gn.Banjarsari Jumlah / Total Status Status (3) Fungsi Function (4) Kelas Class (5) Panjang Length (km) (6) Lapis Permukaan Layers of Surface Road (7) 032 035 036 082 082.32 25.10 49.2 Nomor Ruas Number of Section Road (1) Ruas Jalan Section Road (2) Provinsi / Province Saketi – Simpang Bayah – Cikotok Gunung Madur .1. Kencana Gn Kencana – Malingping Gunung Kencana .2 149 167 170 171 172 173 P P P P P P P P P P P P P K-2 K-2 K-3 K-2 K-2 K-2 K-2 K-2 - IIIB IIIB IIIB IIIA IIIA IIIB - 44.40 6.Gunung (Sorok .Petir .50 273.12K 087.Pulau Manuk Citeras – Rangkasbrtung Jl.20 34.11K 082. By Pass (Rangkasbftung) Jl.03 59.TRANSPORTATION AND COMMUNICATION CHAPTER IX Lanjutan Tabel / Continued Table 9. Jabar Cipanas .Bts.Wr. Raya Cikande (Rks) Cikotok .42 4.86 4.

50 0.2 Nomor Ruas Number of Section Road (1) Ruas Jalan Section Road (2) Status Status (3) Fungsi Function (4) Kelas Class (5) Panjang Length (km) (6) Lapis Permukaan Layers of Surface Road (7) IV. H.Bogor/Tangerang) Jumlah Provinsi / Province Ciputat – Ciledug Jl.DKI) Ciputat-Bogor-(Bts. Tangerang dan Kota Tangerang (WKP 1) 003.82 7. Raya Serpong (Tangerang) N N N N A A A K-1 II II II II 52.45 9. Raya Jombang (Ciledug) Jl.08 4. Kab.24 Rigid/Hotmix Rigid/Hotmix Rigid/Hotmix Rigid/Hotmix Rigid/Hotmix Rigid/Hotmix Rigid/Hotmix Rigid/Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix Hotmix 100 100. Raya By Pass (Tangerang) Jl.22 76.13K 004.02 4.11K 100.1.Serpong – Bte.Daan Mogot (Tangerang-Bts.11K 101.14K 101.04 2. Bogor Jl.1 101. Raya Jombang (Ciputat) Jl.13K 100. Usman (Ciputat) Tangerang .11 07. 003.BAB IX TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI Lanjutan Tabel / Continued Table 9.39 7. Raya Serang (Tangerang) Jl.10 4. Aria Putra (Ciputat) Jl.12K 100.1 Nasional / National Tangerang-Serang Jl.12K Banten dalam Angka 2010 301 .46 15.07 4.DKIGandaria/Bts.88 P P P P P P P P K-2 K-2 K-2 K-2 K-2 K-2 K-2 K-2 IIIB IIIB IIIB IIIB IIIB IIIA IIIA IIIA 4.

Puspitek Raya (Ciputat) Curug .25 3.40 4.TRANSPORTATION AND COMMUNICATION CHAPTER IX Lanjutan Tabel / Continued Table 9.Parung Panjang Kronjo – Mauk Mauk-Teluk Naga Teluk Naga-Dadap Cisauk –Jaha Malangnengah-Tigaraksa Karawaci-Legok Pamulang Timur-SP.80 Rigid/Hotmix Hotmix Rigid/Hotmix Hotmix Rigid/Hotmix Hotmix Hotmix Rigid/Hotmix Rigid/Hotmix Rigid/Hotmix Rigid Rigid Rigid/Hotmix Rigid/Hotmix Rigid/Hotmix 302 Banten in Figures 2010 .12K 104 104.40 20.02 1.60 15. Beringin Raya (Tangerang) Jl.11K 103.11K 103.94 11.70 9.82 11.60 8.40 8.50 7. Pajajaran (Ciputat) Jl.2 Nomor Ruas Number of Section Road (1) Ruas Jalan Section Road (2) Status Status (3) Fungsi Function (4) Kelas Class (5) Panjang Length (km) (6) Lapis Permukaan Layers of Surface Road (7) 102 102.11K 104.Gaplek P P P P P P P P P P P P P P P K-2 K-2 K-2 K-2 K-2 K-2 K-2 K-2 - IIIB IIIB IIIB IIIB IIIB IIIB IIIB IIIB - 5.50 1. Raya Cipondoh Jl.12K 154 158 159 160 164 165 163 161 Sp.09 2.50 11. Raya Ciledug Ciputat – Serpong Jl.1. Bitung – Curug Jl.

Jaringan Jalan Nasional di Provinsi Banten berdasarkan Kepmen Kimpraswil No. 376/KPTS/M/2004 National Road Network in Banten Province based on Regional Infrastructute Ministerial Decree No. 761/Kep.Huk/2006 Provincial Road Network in Banten Province based on Banten Governor’s Decree No. Jaringan Jalan Provinsi di Provinsi Banten berdasarkan SK Gubernur Banten No. P = Provinsi / Provincial.50 5.1.BAB IX TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI Lanjutan Tabel / Continued Table 9. L = Lokal / Local 2.Gaplek-Batas DKI Pontang – Kronjo (Tanara-Kronjo) Tigaraksa-Citeras P P P - - 7.2 Nomor Ruas Number of Section Road (1) Ruas Jalan Section Road (2) Status Status (3) Fungsi Function (4) Kelas Class (5) Panjang Length (km) (6) Lapis Permukaan Layers of Surface Road (7) 162 157 166 SP. 761/Kep.8.8. Fungsi / Function : A = Arteri / Arterial Road. K = Kolektor Status / Status : N = Nasional / National. 376/KPTS/M/2004 3.80 27.20 Rigid/Hotmix Rigid/Hotmix Rigid/Hotmix Sumber / Source : Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Banten Office of Regional Road Construction and Spatial Planning Service of Banten Province Keterangan / Notes : 1.Huk/2006 Banten dalam Angka 2010 303 .

2009 Jenis Kendaraan Type of Motorized Vehicles (1) Sedan dan Sejenisnya Sedan and Kind Jeep dan Sejenisnya Jeep and Kinds Mini Bis dan Sejenisnya Mini Bus and Kinds Mikro Bis dan Sejenisnya Micro Bus and Kinds Bis dan Sejenisnya Bus and Kinds Pick Up dan Sejenisnya Pick Up and Kinds Truk dan Sejenisnya Truck and Kinds Kendaraan Alat Berat Heavy Equipment Vehicles Sepeda Motor Motorcycle Jumlah Populasi Awal Initial Population (2) 9 464 28 903 2 766 846 250 1 347 66 - Kendaraan Baru New Vehicles (3) 1 244 414 110 68 2 287 - Mutasi Masuk Mutation Into (4) 18 63 41 43 61 - Mutasi Keluar Movements Out (5) 189 272 90 7 21 43 - Populasi Akhir Final Population (6) 10 537 29 108 2 827 950 231 1 652 66 - 43 642 2 125 226 622 45 371 Sumber / Source : Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Provinis Banten Office of Financial Management and Regional Asset Service of Banten Province 304 Banten in Figures 2010 .1.3 Table Populasi Kendaraan Umum Objek Pajak Menurut Jenis Kendaraan di Provinsi Banten. 2009 Taxable Commercial Vehicle Population by Type of Vehicle in Banten Province.TRANSPORTATION AND COMMUNICATION CHAPTER IX Tabel 9.

2009 Taxable Non-commercial Vehicle Population by Type of Vehicle in Banten Province. 2009 Jenis Kendaraan Type of Motorized Vehicles (1) Sedan dan Sejenisnya Sedan and Kind Jeep dan Sejenisnya Jeep and Kinds Mini Bis dan Sejenisnya Mini Bus and Kinds Mikro Bis dan Sejenisnya Micro Bus and Kinds Bis dan Sejenisnya Bus and Kinds Pick Up dan Sejenisnya Pick Up and Kinds Truk dan Sejenisnya Truck and Kinds Kendaraan Alat Berat Heavy Equipment Vehicles Sepeda Motor Motorcycle Jumlah Populasi Awal Initial Population (2) 35 637 14 125 134 817 2 452 628 38 903 27 539 275 1 757 803 Kendaraan Baru New Vehicles (3) 1 139 1 061 17 259 113 29 2 629 1 810 274 671 Mutasi Masuk Mutation Into (4) 4 052 1 032 8 126 89 7 1 090 1 065 12 008 Mutasi Keluar Movements Out (5) 3 410 1 243 10 941 139 21 2 157 1 078 28 092 Populasi Akhir Final Population (6) 37 418 14 975 149 261 2 515 643 40 465 29 336 275 2 016 390 2 012 179 298 711 27 469 47 081 2 291 278 Sumber / Source : Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Provinis Banten Office of Financial Management and Regional Asset Service of Banten Province Banten dalam Angka 2010 305 .BAB IX TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI Tabel 9.1.4 Table Populasi Kendaraan Bukan Umum Objek Pajak Menurut Jenis Kendaraan di Provinsi Banten.

1. 2009 Jenis Kendaraan Type of Motorized Vehicles (1) Sedan dan Sejenisnya Sedan and Kind Jeep dan Sejenisnya Jeep and Kinds Mini Bis dan Sejenisnya Mini Bus and Kinds Mikro Bis dan Sejenisnya Micro Bus and Kinds Bis dan Sejenisnya Bus and Kinds Pick Up dan Sejenisnya Pick Up and Kinds Truk dan Sejenisnya Truck and Kinds Kendaraan Alat Berat Heavy Equipment Vehicles Sepeda Motor Motorcycle Jumlah Populasi Awal Initial Population (2) 218 203 3 343 217 22 565 584 4 10 962 Kendaraan Baru New Vehicles (3) 9 5 206 3 14 25 45 620 Mutasi Masuk Mutation Into (4) 5 6 Mutasi Keluar Movements Out (5) 17 1 Populasi Akhir Final Population (6) 227 208 3 537 220 36 590 629 4 11 587 16 118 927 11 18 17 038 Sumber / Source : Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Provinis Banten Office of Financial Management and Regional Asset Service of Banten Province 306 Banten in Figures 2010 .TRANSPORTATION AND COMMUNICATION CHAPTER IX Tabel 9.5 Table Populasi Kendaraan Bukan Objek Pajak Menurut Jenis Kendaraan di Provinsi Banten. 2009 Non-taxable Vehicle Population by Type of Vehicle in Banten Province.

1.BAB IX TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI Tabel 9. 2009 Vehicle Population by Type of Vehicle in Banten Province.6 Table Populasi Kendaraan Menurut Jenis Kendaraan di Provinsi Banten. 2009 Jenis Kendaraan Type of Motorized Vehicles (1) Sedan dan Sejenisnya Sedan and Kind Jeep dan Sejenisnya Jeep and Kinds Mini Bis dan Sejenisnya Mini Bus and Kinds Mikro Bis dan Sejenisnya Micro Bus and Kinds Bis dan Sejenisnya Bus and Kinds Pick Up dan Sejenisnya Pick Up and Kinds Truk dan Sejenisnya Truck and Kinds Kendaraan Alat Berat Heavy Equipment Vehicles Sepeda Motor Motorcycle Jumlah Populasi Awal Initial Population (2) 45 319 14 328 167 063 5 435 1 496 39 718 29 470 345 1 768 765 Kendaraan Baru New Vehicles (3) 2 392 1 066 17 879 226 111 2 656 2 142 0 275 291 Mutasi Masuk Mutation Into (4) 4 070 1 032 8 194 130 50 1 090 1 126 0 12 014 Mutasi Keluar Movements Out (5) 3 599 1 243 11 230 229 28 2 178 1 121 0 28 093 Populasi Akhir Final Population (6) 48 182 15 183 181 906 5 562 1 629 41 286 31 617 345 2 027 977 2 071 939 301 763 27 706 47 721 2 353 687 Sumber / Source : Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Provinis Banten Office of Financial Management and Regional Asset Service of Banten Province Banten dalam Angka 2010 307 .

1. 2009 Bulan / Month Stasiun Port (1) Merak Krenceng Cilegon Tonjong Baru Karangantu Serang Walantaka Cikeusal Catang Jambubaru Rangkasbitung Citeras Maja Tenjo Cilejit Parungpanjang Cisauk Serpong Sudimara Tigaraksa Pondokkranji Jumlah / Total 2008 Januari January (2) 5 996 3 949 5 779 218 4 204 9 710 1 346 6 831 6 944 3 321 133 959 15 515 34 228 51 794 44 735 138 515 18 411 63 358 24 487 48 157 18 962 640 419 589 337 Februari February (3) 4 288 2 469 4 222 172 3 161 7 645 1 096 5 711 5 845 2 777 112 217 12 659 29 399 41 434 44 319 125 617 16 411 54 352 20 864 44 290 17 138 556 086 610 181 Maret March (4) 4 937 2 916 4 939 272 7 134 10 228 1 350 6 710 7 762 3 371 177 079 14 624 35 099 52 506 45 488 137 936 19 320 60 851 19 346 48 771 17 050 677 689 660 846 April April (5) 4 520 3 134 4 617 330 4 540 9 785 1 344 6 307 7 223 3 497 130 078 14 147 27 928 49 473 43 374 134 411 18 879 55 929 23 307 48 361 16 425 607 609 594 521 Mei May (6) 5 774 3 422 5 413 308 4 435 10 804 1 467 5 720 7 621 3 281 131 123 14 775 32 395 50 138 45 913 141 523 19 917 57 582 22 874 49 662 17 439 631 586 616 067 Juni June (7) 6 267 3 730 5 250 354 4 794 10 665 1 484 7 252 8 471 3 762 147 435 15 586 31 778 51 246 47 336 148 467 20 290 60 888 22 027 51 766 17 410 666 258 633 015 308 Banten in Figures 2010 . 2009 Realization of Rail Transportation Passengers by Station and Month in Banten Province (person).TRANSPORTATION AND COMMUNICATION CHAPTER IX Tabel 9.7 Table Realisasi Volume Penumpang Kereta Api Bulanan Menurut Stasiun di Provinsi Banten (orang).

1. Komunikasi dan Informatika Provinsi Banten Office of Transportation.BAB IX TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI Lanjutan Tabel / Continued Table 9. and Informatics Service of Banten Province Banten dalam Angka 2010 309 .7 Bulan / Month Stasiun Port (1) Merak Krenceng Cilegon Tonjong Baru Karangantu Serang Walantaka Cikeusal Catang Jambubaru Rangkasbitung Citeras Maja Tenjo Cilejit Parungpanjang Cisauk Serpong Sudimara Tigaraksa Pondokkranji Jumlah / Total 2008 Juli July (8) 6 045 3 740 5 086 206 5 392 10 189 1 461 6 629 7 897 3 454 142 428 16 035 32 607 51 917 46 847 145 672 20 535 64 122 20 818 51 703 12 758 655 541 647 057 Agustus September Oktober August September October (9) 5 851 3 341 4 602 213 3 892 9 861 1 396 5 997 6 243 3 354 133 907 16 058 35 675 56 211 47 962 144 446 19 622 60 536 24 743 50 261 22 571 656 742 651 150 (10) 8 224 5 179 5 746 318 5 880 10 742 1 868 7 051 6 291 3 537 149 604 15 687 36 013 45 663 41 189 143 062 18 518 62 047 25 664 51 031 22 438 665 752 614 612 (11) 5 232 3 166 4 452 361 4 983 9 560 1 390 6 364 7 893 3 384 139 686 16 168 36 175 53 079 46 802 140 361 20 660 60 490 27 810 52 111 19 547 659 674 703 510 November Desember November December (12) 4 957 3 279 4 824 260 4 063 9 675 1 503 6 292 8 453 3 671 138 787 16 473 35 713 46 292 46 342 141 245 19 929 62 812 29 137 52 598 14 458 650 763 587 444 (13) 6 243 3 515 5 696 201 4 310 10 741 1 605 6 785 7 802 3 688 146 376 16 672 39 374 54 730 44 270 141 997 20 065 63 889 26 572 55 478 10 598 670 607 667 245 Jumlah Total (14) 68 334 41 840 60 626 3 213 56 788 119 605 17 310 77 649 88 445 41 097 1 682 679 184 399 406 384 604 483 544 577 1 683 252 232 557 726 856 287 649 604 189 206 794 7 738 726 7 576 993 Sumber / Source : Dinas Perhubungan. Communication.

2008-2009 Realization of Total Income and Passenger Volume of Rail Transportations in Banten Province.8 Table Realisasi Volume Penumpang dan Pendapatan Kereta Api di Provinsi Banten. Communication. Komunikasi dan Informatika Provinsi Banten Office of Transportation. and Informatics Service of Banten Province 310 Banten in Figures 2010 .TRANSPORTATION AND COMMUNICATION CHAPTER IX Tabel 9. 2008-2009 2008 Bulan Month Volume Penumpang (orang) Passengers (person) (2) 589 337 610 181 660 846 594 521 616 067 633 015 647 057 651 150 614 612 703 510 587 444 667 245 7 574 985 Pendapatan (juta rupiah) Income (million rupiahs) (3) 1 034 1 206 1 324 1 172 1 288 1 393 1 426 1 548 1 405 1 631 1 284 1 495 16 207 Volume Penumpang (orang) Passengers (person) (4) 640 419 556 086 677 689 607 609 631 586 666 258 655 541 656 742 665 752 659 674 650 763 670 607 7 738 726 2009 Pendapatan (juta rupiah) Income (million rupiahs) (5) 1 395 1 188 1 408 1 358 1 425 1 583 1 515 1 744 1 598 1 492 1 494 1 621 17 819 (1) Januari / January Februari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October November / November Desember / December Jumlah / Total Sumber / Source : Dinas Perhubungan.1.

2009 Realization of Total Income and Goods Volume of Rail Transportations of Some Stations in Banten Province. Serang.9 Table Realisasi Volume Barang dan Pendapatan Kereta Api Beberapa Stasiun di Provinsi Banten. Cilegon. Serpong. 2009 Volume Barang Goods Volume (kg) (2) 40 780 25 970 20 160 21 200 22 850 22 420 20 540 26 100 22 880 29 850 23 990 1 464 570 1 741 310 291 940 Bulan Month (1) Januari / January Februari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October November / November Desember / December Jumlah / Total 2008 Pendapatan (ribu rupiah) Income (thousand rupiahs) (3) 2 244 1 509 1 136 1 205 1 305 1 259 1 157 1 608 1 283 1 683 1 889 284 978 301 252 15 800 Sumber / Source : Stasiun Kereta Api Merak.1. Cilegon. dan Rangkasbitung Railway Stations in Merak. Serpong and Rangkasbitung Banten dalam Angka 2010 311 .BAB IX TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI Tabel 9. Serang.

2009 Number of Domestic Flights and Passangers at Soekarno-Hatta Airport. Angkasa Pura II (Persero) 312 Banten in Figures 2010 .TRANSPORTATION AND COMMUNICATION CHAPTER IX 9.1 Table Banyaknya Penerbangan dan Penumpang Domestik di Bandara Soekarno-Hatta. PERHUBUNGAN UDARA AIR TRANSPORTATION Tabel 9.2. 2009 Bulan Month (1) Januari / January Februari/ February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October November / November Desember / December Jumlah / Total 2008 2007 Jumlah Penerbangan Number of Flights Datang Arrival (2) 9 328 8 141 9 276 8 778 9 308 9 445 9 790 9 166 8 636 9 921 9 351 9 872 111 012 98 016 100 174 Berangkat Departure (3) 9 391 8 287 9 343 8 942 9 407 9 527 9 909 9 324 9 053 10 142 9 504 10 014 112 843 104 279 104 164 Jumlah Penumpang Number of Passangers Datang Arrival (4) 1 049 731 902 508 1 177 155 1 091 054 1 253 709 1 295 202 1 352 328 1 272 874 1 118 929 1 352 675 1 252 987 1 326 416 14 445 568 11 740 840 12 316 398 Berangkat Departure (5) 983 241 895 941 1 074 410 966 568 1 098 564 1 164 179 1 249 817 1 129 648 1 042 837 1 244 928 1 175 325 1 293 682 13 319 140 11 886 505 11 621 812 Sumber / Source : PT.2.

BAB IX TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI Tabel 9. 2009 Bulan Month (1) Januari / January Februari/ February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October November / November Desember / December Jumlah / Total 2008 2007 Jumlah Penerbangan Number of Flights Datang Arrival (2) 1 970 1 677 1 933 1 994 1 971 1 918 2 024 2 026 2 055 2 094 2 104 2 449 24 215 23 191 21 382 Berangkat Departure (3) 2 042 1 776 1 976 2 086 2 000 1 967 2 045 2 095 2 129 2 148 2 189 2 346 24 799 24 733 22 762 Jumlah Penumpang Number of Passangers Datang Arrival (4) 303 734 225 530 288 408 286 640 289 583 321 593 374 403 313 680 307 524 324 444 320 792 410 366 3 766 697 3 446 083 3 355 481 Berangkat Departure (5) 242 376 245 640 299 938 289 584 299 314 347 772 334 206 345 095 321 928 336 722 373 632 392 046 3 828 253 3 604 057 3 453 176 Sumber / Source : PT. Angkasa Pura II (Persero) Banten dalam Angka 2010 313 . 2009 Number of International Flights and Passangers at Soekarno-Hatta Airport.2.2 Table Banyaknya Penerbangan dan Penumpang Internasional di Bandara Soekarno-Hatta.

TRANSPORTATION AND COMMUNICATION CHAPTER IX Tabel Table 9.3 Banyaknya Bagasi dan Pos Paket Domestik di Bandara Soekarno-Hatta. 2009 Number of Baggage and Domestic Postal Packages at Soekarno-Hatta Airport. Angkasa Pura II (Persero) 314 Banten in Figures 2010 . 2009 Bulan Month (1) Januari / January Februari/ February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October November / November Desember / December Jumlah / Total 2008 Bagasi Baggage (kg) Datang Arrival (2) 7 127 410 7 825 561 10 005 930 9 232 693 10 660 992 11 090 234 11 812 523 10 717 923 10 285 514 11 585 053 10 329 436 11 096 716 121 769 985 108 845 160 Berangkat Departure (3) 11 218 698 9 174 729 11 236 783 9 239 628 11 278 242 12 153 065 13 383 757 11 650 857 11 576 109 12 723 604 11 809 013 13 468 440 138 912 925 128 561 214 Pos Paket Postal Packages (kg) Datang Arrival (4) 221 397 241 163 262 437 260 859 255 976 240 187 247 907 256 735 289 788 261 908 254 062 288 798 3 081 217 2 943 799 Berangkat Departure (5) 593 820 569 286 570 220 545 388 563 500 590 255 616 584 597 597 545 737 584 816 591 239 774 959 7 143 401 7 651 952 Sumber / Source : PT.2.

BAB IX TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI Tabel Table 9. 2009 Bulan Month (1) Januari / January Februari/ February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October November / November Desember / December Jumlah / Total 2008 Bagasi Baggage (kg) Datang Arrival (2) 5 238 130 3 864 934 4 777 221 4 858 200 4 955 821 5 353 305 6 581 108 5 068 957 5 393 055 5 288 944 4 914 929 7 621 875 63 916 479 58 097 386 Berangkat Departure (3) 2 664 469 2 620 093 3 232 939 2 970 339 3 089 523 3 520 093 3 078 502 3 626 022 3 359 816 3 865 233 4 176 874 4 100 603 40 304 506 37 573 236 Pos Paket Postal Packages (kg) Datang Arrival (4) 166 988 167 503 149 678 171 205 190 472 198 315 123 755 139 933 116 668 142 675 147 213 178 263 1 892 668 1 904 644 Berangkat Departure (5) 65 029 57 087 38 179 244 624 36 365 39 390 98 822 61 422 65 702 112 853 42 941 86 474 948 888 552 555 Sumber / Source : PT.2.4 Banyaknya Bagasi dan Pos Paket Internasional di Bandara Soekarno-Hatta. 2009 Number of Baggage and International Postal Packages at Soekarno-Hatta Airport. Angkasa Pura II (Persero) Banten dalam Angka 2010 315 .

Hatta.5 Banyaknya Kargo Domestik dan Internasional di Bandara Soekarno . Angkasa Pura II (Persero) 316 Banten in Figures 2010 . 2009 Number of Domestic and International Cargoes at Soekarno-Hatta Airport.2. 2009 Bulan Month (1) Januari / January Februari/ February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October November / November Desember / December Jumlah / Total 2008 Kargo Domestik Domestic Cargoes (kg) Datang Arrival (2) 4 674 842 4 770 236 5 504 874 5 066 827 5 387 247 5 481 814 5 561 225 5 646 406 4 748 362 6 215 250 6 259 287 6 573 273 65 889 643 68 090 599 Berangkat Departure (3) 12 296 696 11 654 137 12 222 367 11 000 350 11 917 828 12 364 073 12 722 650 13 403 685 10 987 481 13 686 605 12 800 479 15 054 289 150 110 640 156 143 876 Kargo Internasional International Cargoes (kg) Datang Arrival (4) 6 872 885 6 767 739 9 352 136 8 862 073 10 335 017 9 862 873 8 172 825 7 478 964 6 250 113 7 968 657 10 333 489 10 521 117 102 777 888 124 169 461 Berangkat Departure (5) 10 946 721 9 026 336 9 364 908 8 418 764 8 991 221 8 510 311 7 643 193 9 110 912 8 214 191 11 959 496 10 863 161 11 362 143 114 411 357 118 673 259 Sumber / Source : PT.TRANSPORTATION AND COMMUNICATION CHAPTER IX Tabel Table 9.

Provinsi Banten.3. PERHUBUNGAN LAUT SEA TRANSPORTATION Tabel 9. Golongan VII / Group VII k. Golongan I / Group I b. Jumlah Trip / Total Trip a. 2007-2009 Annual Data of Merak-Bakahuni Fery Transport At Merak Port. Kapal Ro-Ro / Fery Ship 2.1 Table Data Tahunan Angkutan Penyeberangan Merak-Bakahuni di Pelabuhan Merak. Class 3).Bussines Class 3).) Ekonomi B Anak / Children-B. Golongan IV Pnp / Passenger – Group IV e. Kelas lainnya / Other Class b. Golongan V Pnp / Passenger – Group V g. Class 2. Golongan III / Group III d. Golongan VI Brg / Goods – Group VI j. Kapal Cepat / Fast Ship 1). Golongan IV Brg / Goods – Group IV f. Kelas lainnya / Other Class 3. Banten Province Banten dalam Angka 2010 317 . Penumpang / Passenger a. Kendaraan / Vehicles a. Golongan II / Group II c.Bussines Class 2). Golongan VIII / Group VII Lain-Lain / Others 2007 (2) 23 761 2 490 21 271 1 638 416 164 536 155 113 9 423 1 473 880 1 385 285 88 595 1 424 079 195 947 381 825 107 767 20 405 263 609 56 128 307 668 76 161 14 569 2008 (3) 26 580 1 302 25 278 1 704 697 100 385 93 689 6 696 1 604 312 1 507 655 96 657 1 658 757 13 239 310 123 469 182 120 078 22 218 280 680 69 236 346 138 94 100 17 679 2009 (4) 27 607 1 290 26 317 1 596 627 84 974 79 106 5 868 1 511 653 1 398 580 113 073 1 644 354 31 255 200 241 487 852 80 114 21 657 270 781 67 895 342 683 104 024 13 876 - Sumber / Source : PT Indonesia Fery (Persero) – Pelabuhan Merak. Kapal Cepat / Fast Ship b. Golongan VI Pnp / Passenger – Group VI i.BAB IX TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI 9. Bisnis Anak / Children . Provinsi Banten PT Indonesia Fery (Persero) – Merak Port. Kapal / Ship Ro-Ro 1).3. Ekonomi B Dewasa / Adul-B Ec. 2007-2009 Uraian Description (1) 1. Bisnis Dewasa / Adult . Golongan V Brg / Goods – Group V h. Ec.

Ec.) Ekonomi B Anak / Children-B. Golongan IV Brg / Goods – Group IV f. 2007-2009 Uraian Description (1) 1.3. Golongan V Brg / Goods – Group V h. Golongan VI Brg / Goods – Group VI j.2 Table Data Bulanan Angkutan Penyeberangan Merak-Bakahuni di Pelabuhan Merak. Kendaraan / Vehicles a. Bisnis Anak / Children . Kapal Cepat / Fast Ship b. Golongan II / Group II c. Kelas lainnya / Other Class b. Bisnis Dewasa / Adult . Penumpang / Passenger a. Golongan I / Group I b.TRANSPORTATION AND COMMUNICATION CHAPTER IX Tabel 9. Kapal Cepat / Fast Ship 1). Kapal / Ship Ro-Ro 1).Bussines Class 3). Golongan VI Pnp / Passenger – Group VI i. Golongan VIII / Group VII Lain-Lain / Others Januari January (2) 2 488 34 2 454 132 682 2 173 2 071 102 130 509 121 259 9 250 131 094 1 16 784 93 39 935 7 299 1 689 24 747 5 433 26 560 7 477 1 076 - Februari February (3) 2 215 33 2 182 94 252 1 764 1 704 60 92 488 88 588 3 900 106 470 12 211 2 27 413 5 777 1 289 19 968 4 366 26 473 7 917 1 054 - Maret March (4) 2 298 104 2 194 116 511 5 608 5 400 208 110 903 105 565 5 338 122 982 17 602 26 34 010 6 273 1 518 22 119 4 729 27 387 8 389 929 - April April (5) 2 119 119 2 000 121 630 7 126 6 802 324 114 504 108 937 5 567 117 392 18 492 1 30 079 5 703 1 458 21 249 4 549 26 853 7 996 1 012 - 318 Banten in Figures 2010 . Jumlah Trip / Total Trip a. Kelas lainnya / Other Class 3. Ekonomi B Dewasa / Adul-B Ec. Kapal Ro-Ro / Fery Ship 2. 2009 Monthly Data of Merak-Bakahuni Fery Transport At Merak Port. Golongan IV Pnp / Passenger – Group IV e. Class 2. Golongan III / Group III d. Class 3).Bussines Class 2). Golongan VII / Group VII k. Golongan V Pnp / Passenger – Group V g.

Kendaraan / Vehicles a. Golongan VII / Group VII k. Golongan VIII / Group VII Lain-Lain / Others Mei May (6) 2 208 125 2 083 120 329 7 299 6 921 378 113 030 105 930 7 100 125 285 18 635 24 32 274 5 661 1 628 21 992 4 857 30 088 8 811 1 315 - Juni June (7) 2 164 153 2 011 130 460 9 919 9 046 873 120 541 108 691 11 850 134 309 18 498 12 38 718 6 213 1 892 22 150 5 732 31 066 8 888 1 140 - Juli July (8) 2 353 182 2 171 157 388 13 117 11 926 1 191 144 271 128 241 16 030 147 163 20 646 31 45 959 6 419 2 109 23 026 6 465 31 843 9 341 1 324 - Agustus August (9) 2 279 117 2 162 108 244 6 883 6 601 282 101 361 95 358 6 003 132 395 21 15 792 12 34 527 6 893 1 639 24 213 5 401 32 718 9 878 1 301 - Banten dalam Angka 2010 319 .2 Uraian Description (1) 1. Kapal / Ship Ro-Ro 1). Kapal Cepat / Fast Ship b.3. Ec. Kapal Cepat / Fast Ship 1). Golongan I / Group I b. Penumpang / Passenger a. Kapal Ro-Ro / Fery Ship 2. Kelas lainnya / Other Class b. Golongan II / Group II c. Kelas lainnya / Other Class 3. Golongan IV Pnp / Passenger – Group IV e. Class 3). Golongan V Pnp / Passenger – Group V g.BAB IX TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI Lanjutan Tabel / Continued Table 9. Bisnis Dewasa / Adult .) Ekonomi B Anak / Children-B. Golongan V Brg / Goods – Group V h. Golongan IV Brg / Goods – Group IV f.Bussines Class 3). Ekonomi B Dewasa / Adul-B Ec. Golongan VI Brg / Goods – Group VI j. Golongan III / Group III d.Bussines Class 2). Class 2. Jumlah Trip / Total Trip a. Bisnis Anak / Children . Golongan VI Pnp / Passenger – Group VI i.

Ekonomi B Dewasa / Adul-B Ec. Kapal Ro-Ro / Fery Ship 2. Class 2.TRANSPORTATION AND COMMUNICATION CHAPTER IX Lanjutan Tabel / Continued Table 9. Golongan IV Brg / Goods – Group IV f. Golongan VIII / Group VII Lain-Lain / Others September September (10) 2 503 134 2 369 241 540 13 987 12 735 1 252 227 553 207 007 20 546 204 318 2 60 474 8 82 270 6 699 2 922 17 767 7 618 19 218 6 445 895 - Oktober October (11) 2 370 106 2 264 117 284 5 255 4 999 256 112 029 105 218 6 811 139 138 0 15 772 19 40 294 6 936 2 000 24 357 7 090 31 350 9 934 1 386 - Nopember November (12) 2 193 53 2 140 112 069 3 016 2 855 161 109 053 101 589 7 464 127 874 4 17 525 10 33 411 7 096 1 480 23 958 5 178 28 709 9 322 1 181 - Desember December (13) 2 417 130 2 287 144 238 8 827 8 046 781 135 411 122 197 13 214 155 934 3 22 769 3 48 962 9 145 2 033 25 235 6 477 30 418 9 626 1 263 - Sumber / Source : PT Indonesia Fery (Persero) – Pelabuhan Merak. Golongan V Brg / Goods – Group V h. Kapal / Ship Ro-Ro 1). Golongan VI Pnp / Passenger – Group VI i. Golongan II / Group II c. Kapal Cepat / Fast Ship 1). Golongan IV Pnp / Passenger – Group IV e. Bisnis Dewasa / Adult . Class 3). Bisnis Anak / Children . Golongan V Pnp / Passenger – Group V g. Kelas lainnya / Other Class b. Kelas lainnya / Other Class 3.2 Uraian Description (1) 1. Ec. Kendaraan / Vehicles a. Golongan III / Group III d.Bussines Class 3). Jumlah Trip / Total Trip a. Provinsi Banten PT Indonesia Fery (Persero) – Merak Port. Golongan I / Group I b.) Ekonomi B Anak / Children-B. Kapal Cepat / Fast Ship b.3. Golongan VII / Group VII k. Banten Province 320 Banten in Figures 2010 . Penumpang / Passenger a.Bussines Class 2). Golongan VI Brg / Goods – Group VI j.

2009 Jumlah Kapal (unit) Number of Ship Bulan Month Asing Ke Domestik ForeignLuar Negeri Indonesia’s Owned Export (2) 79 102 133 139 106 121 110 156 135 121 115 122 1 439 1 948 2 082 (3) 165 337 369 406 302 324 306 359 301 244 266 272 3 651 3 314 2 861 (4) 116 114 133 429 117 819 153 409 106 452 142 586 142 327 100 298 277 343 96 755 205 247 185 551 1 777 330 1 685 152 2 442 878 Jumlah Barang (ton) Ke Dari Dari Provinsi Lain Provinsi Lain Luar Negeri To Another From Other Import Province Province (5) (6) (7) 347 224 706 935 713 805 903 502 954 183 991 909 874 059 1 274 860 1 025 724 1 116 982 1 090 565 854 992 10 854 740 11 946 313 13 652 103 64 032 115 279 165 792 165 792 222 146 164 600 170 190 218 321 99 224 189 614 132 218 182 983 1 890 191 1 563 024 3 664 285 1 359 019 1 655 395 1 689 079 1 847 061 1 410 638 1 356 920 1 597 431 1 363 330 1 136 826 1 136 998 1 323 646 996 881 16 873 224 17 335 543 20 826 401 (1) Januari / January Februari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / Sept Oktober / Oct. Communication. 2009 Operational Data Port in Banten Province.3 Table Data Operasional Pelabuhan di Provinsi Banten.3. and Informatics Service of Banten Province Banten dalam Angka 2010 321 . November / Nov. Komunikasi dan Informatika Provinsi Banten Office of Transportation. Desember / Dec. Jumlah / Total 2008 2007 Sumber / Source : Dinas Perhubungan.BAB IX TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI Tabel 9.

.. Sambungan Cabang (S.1 Table Perkembangan Kapasitas Sentral dan Pos Telepon Menurut Sambungan.S) (5) 1 101 243 1 041 574 1 118 683 1 212 894 1 124 555 1 152 809 ..4.4. POS DAN TELEKOMUNIKASI POST AND TELECOMMUNICATION Tabel 9.S) (4) 604 590 515 000 602 088 653 268 605 688 561 089 ... 2003-2009 Trend of Central Capacity and Circuit Phones by Connection...S) (2) 354 034 388 006 393 064 457 236 423 934 436 721 ..TRANSPORTATION AND COMMUNICATION CHAPTER IX 9. 322 Banten in Figures 2010 . 2003-2009 Pos Telepon / Circuit Phone Tahun Year (1) 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Kapasitas Sentral Central Capacity (S. Sambungan Induk (S. Sumber / Source : PT. Telkom Tbk.S) (3) 496 653 526 574 516 595 559 626 518 867 591 720 . Jumlah Total (S.

. .. Teluk Naga Excluding Ciputat..Tenjo Including Parung and Tenjo service area.2 Table Jumlah Sambungan Telepon Menurut Kabupaten/Kota. 2006-2009 Number of Telephone Connections by Regency/Municipality. 2006 (2) 14 062 10 745 37 198 25 637 34 931 351 573 2007 (3) … … 35 350 253 125 32 580 320 955 2008 (4) .Tidak termasuk data wilayah Ciputat.4.2009 Wilayah/Divisi Region/Division (1) Pandeglang Rangkasbitung Serang Tangerang Cilegon Provinsi Banten Sumber / Source : PT.....Termasuk data wilayah Parung. . . . . 33 538 250 720 31 523 325 771 2009 (5) ... ...BAB IX TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI Tabel 9... Catatan / Notes : . 2006. Cengkareng. Cengkareng and Teluk Naga service area Banten dalam Angka 2010 323 . Telkom Tbk. ....

.4. 2 195 8 393 1 643 Internal Langganan Subcriber (3) . 33 528 250 720 31 523 324 Banten in Figures 2010 . .. 230 1 269 141 .. . Pandeglang 2. (4) ... 2008 Line in Services Wilayah/Divisi Region/Division Public Phone (Pay Phone & Non Pay Phone) (2) . 31 113 241 058 29 739 Jumlah Sambungan Telepon Total Connected Line (5) (1) 1.TRANSPORTATION AND COMMUNICATION CHAPTER IX Tabel 9. Tangerang 4..3 Table Jumlah Sambungan Telepon Menurut Kabupaten/Kota.... Telkom Tbk.... Serang 5... Rangkasbitung 3.. 2008 Number of Telephone Connections by Regency/Municipality.. Cilegon Sumber / Source : PT. . .

2009 Number of Letters Sent and Received by Type of Letters in Banten Province . Wesel Pos / Postal Money Order Jumlah / Total 530 475 365 267 76 404 8 856 Sumber / Source : PT. 2009 Surat Dalam Negeri Domestic Letter Diterima Received (2) 69 084 5 010 232 932 11 820 211 629 Dikirim Sent (3) 57 120 199 992 7 104 101 051 Surat Luar Negeri Letters Abroad Diterima Received (4) 24 600 1 140 180 50 484 Dikirim Sent (5) 7 800 936 120 Jenis Surat Type of Letters (1) 1. Kartu Pos / Post Card 7. Pos Indonesia (Persero) Banten dalam Angka 2010 325 .BAB IX TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI Tabel 9.4 Table Banyaknya Surat Yang Dikirim dan Diterima PT. Kilat Khusus / Special Delivery 4.4. Paket Pos / Postal Packages 6. Standar / Standard 2. Tercatat / Registerred 3. Dinas Bebas Bea / Duty – Free of Charge 5. Pos Indonesia Menurut Jenis Surat di Provinsi Banten.

. Pos Indonesia (Persero) Catatan / Note : 1) Termasuk Kota Tangerang Selatan / Including The Municipality of Tangerang Selatan 326 Banten in Figures 2010 . 2006-2009 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. 76 Sumber / Source : PT.5 Table Jumlah Desa yang Memiliki Kantor Pos di Provinsi Banten. Cilegon 7. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2006 (2) 2007 (3) 2008 (4) 2009 (5) 10 10 20 17 10 10 20 17 10 10 20 17 10 10 20 13 14 5 . 76 14 5 . Serang 8. Tangerang 6. Serang Kota / Municipality 5... Pandeglang 2.. 76 14 5 ..TRANSPORTATION AND COMMUNICATION CHAPTER IX Tabel 9.. Lebak 3.4.. Tangerang 1) 4. 76 14 5 4 . 2006-2009 Number of Villages which Have Post Office in Banten Province..

10 HOTEL. Restaurant. RESTORAN DAN PARIWISATA Hotel. and Tourism .

.

a. missions. didorong oleh satu atau beberapa keperluan tanpa bermaksud memperoleh penghasilan di tempat yang dikunjungi dan lamanya kunjungan tersebut tidak lebih dari satu tahun (12 bulan). Cruise Passengers ialah setiap pengunjung yang tiba di suatu negara di mana mereka tidak menginap di akomodasi yang tersedia di negara tersebut.BAB X HOTEL. akan tetapi tidak lebih dari 1 (satu) tahun di tempat yang dikunjungi. i. bisnis. b. This definition covers two categories of foreign visitors. namely : 2. RESTORAN DAN PARIWISATA Penjelasan Teknis 1. and the length of stay is no more than one year (12 months). dengan maksud antara lain : berlibur.e. with the intention of visiting. The concept and definition of tourism refers to the recommendations of the World Tourism Organization (WTO) and International Union of Office Travel Organizations (IUOTO). but not more than one year. rekreasi. Definisi ini mencakup 2 (dua) kategori wisatawan mancanegara. Technical Notes 1. Business. studi dan kunjungan dengan alasan kesehatan. visiting friends and relatives. 2. Konsep dan definisi pariwisata mengikuti rekomendasi World Tourism Organization (WTO) dan International Union of Office Travel Organization (IUOTO). Wisatawan mancanegara ialah setiap pengunjung yang mengunjungi suatu negara di luar tempat tinggalnya. “Tourist” is any visitor staying for at least 24 hours. conferences. yaitu : a. olahraga. Foreign visitor is any person visiting a country other than his usual place of residence for any reason other than for earning income in the country visited. attending meetings. visit for health reasons and study. “Excursionist” is any visitor staying less than 24 hours in the country visited including “Cruise Passengers”. Wisatawan (turis) ialah setiap pengunjung seperti definisi di atas yang tinggal paling sedikit 24 jam. menghadiri pertemuan. misalnya dengan kapal laut. in the country visited. recreation and sports. b. and for any of these purposes : Pleasure. Excursionist ialah setiap pengunjung seperti definisi di atas yang tinggal kurang dari 24 jam di tempat yang dikunjungi (termasuk “Cruise Passengers”). Banten dalam Angka 2010 329 . visitors arriving in a country without staying in any accommodation available in the visited country.

330 Banten in Figures 2010 . eat and obtain service as well as other facilities. services provided. number of rooms available. multiplied by 100 percent. Accommodation is segregated into hotel and other accommodations. 5. Room Occupancy Rate is the number of roomnights occupied divided by the number of roomnights available. Hotel tidak berbintang yaitu hotel yang tidak memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. 4. bentuk pelayanan yang diberikan. Rata-rata lamanya tamu menginap adalah hasil bagi antara banyaknya malam tempat tidur yang terpakai dengan banyaknya tamu yang menginap di hotel dan akomodasi lainnya. Tingkat penghunian kamar hotel adalah persentase banyaknya malam kamar yang dihuni terhadap banyaknya malam kamar yang tersedia. 6. RESTAURANT AND TOURISM CHAPTER X 3. An accommodation is an establishment using a building or a part of a building. Average length of stay is the number of bed-nights used divided by the number of guests staying at the accommodation. Classified hotel is an accommodation which meets specified standards regarding physical requirements. 6. etc. makan serta memperoleh pelayanan dan fasilitas lainnya dengan pembayaran. Hotel berbintang yaitu hotel yang telah memenuhi persyaratan yang telah ditentukan seperti persyaratan fisik. prepared commercially for any person to stay. 3. kualifikasi tenaga kerja. 5. manpower qualifications.HOTEL. The special characteristic of a hotel is having a restaurant under the hotel management. Akomodasi dibedakan antara hotel dan akomodasi lainnya. Ciri khusus dari hotel adalah mempunyai restoran yang berada di bawah manajemen hotel tersebut. dan setiap orang dapat menginap. 4. A nonclassified hotel is an accommodation which has not met the requirements previously mentioned. Akomodasi ialah suatu usaha yang menggunakan suatu bangunan atau sebagian bangunan yang disediakan secara khusus. jumlah kamar dan lainnya.

Hal ini terjadi karena tamu asing menurun drastis. room occupancy rate (TPK) was also decreased. On the contrary.50 persen.89 persen dan 33. Hotel dan Pariwisata Jumlah hotel di Provinsi Banten pada tahun 2009 berkurang 11 unit yaitu dari 226 unit menjadi 215 unit dan terjadi karena hotel non bintang jumlahnya berkurang 11 unit hingga menjadi 178 unit. As a result.700 orang. from 91.700 people. Noted. Pengurangan jumlah hotel juga diikuti dengan pengurangan jumlah kamar dan tempat tidur masingmasing sebanyak 71 unit dan 958 unit sehingga jumlah kamar hotel dan tempat tidur masing-masing menjadi 5.05 million people. room occupancy rate of classified hotels and non classified hotel in 2009 for each only 42.364 orang di tahun 2008 menjadi hanya 49. RESTORAN DAN PARIWISATA 10.10 million people.789 unit dan 9. Pada tahun 2009.364 persons in 2008 to be only 49. banyaknya tamu hotel mengalami penurunan 1.BAB X HOTEL. 10. Tercatat. TPK hotel berbintang dan hotel non bintang pada tahun 2009 masing-masing hanya sebesar 42. This occurred because of foreign visitors dropped sharply. padahal pada tahun 2008 masingmasing masih sebesar 46.07 persen dan 30. domestic visitors actually increased by 2. Reducing number of hotels are also followed by reduction in number of rooms and beds respectively 71 units and 958 units so that number of hotel rooms and bed respectively become 5. tingkat penghunian kamar (TPK) juga mengalami penurunan.789 units and 9. number of hotel guests has decreased 1. Akibatnya. Sebaliknya. yaitu dari 91.64 percent to be 1. Hotel and Tourism Number of hotels in Banten province in 2009 decreased 11 units from 226 units to 215 units and it occurred because of non-classified hotels decreased from 11 units into 178 units.012 units.13 percent.25 persen hingga jumlahnya menjadi 1.13 persen.64 persen hingga jumlahnya menjadi 1. tamu nusantara justru meningkat sebesar 2.89 percent and 33. Banten dalam Angka 2010 331 .50 percent.012 unit.05 juta orang.07 percent and 30.25 percent to be 1. whereas in 2008 each still amounted to 46.10 juta orang. In 2009.

Average length of stay of foreigners in classified hotels and non classified hotels in 2009 was 2.51 malam dan 1.12 nights in 2008 to be 1.13 malam dan 1.22 malam.32 nights and 1. So did the domestic guests with the average of length of stay in classified hotels and non classified hotels increased from 1.22 nights. Longer than in 2008 which is only 1. RESTAURANT AND TOURISM CHAPTER X Meskipun demikian. Tercatat. Begitu pula dengan tamu nusantara yang rata-rata lama menginapnya pada hotel berbintang dan hotel non bintang meningkat dari 1.HOTEL.12 malam di tahun 2008 menjadi 1.20 malam.62 nights. the average length of stay have been increasing. Lebih lama bila dibandingkan dengan tahun 2008 yang hanya 1.51 and 1.62 malam.32 malam dan 1. rata-rata lama menginap justru meningkat.54 nights and 1.20 nights tonight. 332 Banten in Figures 2010 . rata-rata lama menginap tamu asing pada hotel berbintang dan hotel non bintang pada tahun 2009 adalah 2.13 nights and 1. Nevertheless.54 malam dan 1.

5 1.36 1.2 Jumlah Objek Wisata Menurut Jenis Wistata di Provinsi Banten.36 1.53% Sumber / Source : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten Office of Culture and Tourism Service of Banten Province Banten dalam Angka 2010 333 . RESTORAN DAN PARIWISATA Rata-Rata Lama Menginap Tamu Hotel di Provinsi Banten (hari).02% Wisata Sejarah/Historical Place 33. 2009 Wisata Tirta/Swimming Pool 14.05% Suaka Alam/Wild-life Park 1.21 1.13 2 1.33% Objek Wisata Lainnya/Other Tourism Objects 29.39 1 0.34 1.5 2. 2007-2009 2.07% Wisata Marina Pantai / Beach 22.BAB X Grafik 10. 2007 – 2009 Averange Length of Stay at Hotel in Banten Province (days).51 1.1 Figure HOTEL. 2009 Figure Number of Tourism Objects by Type of Tourism in Banten Province.5 0 Tamu Asing / Foreign Visitors Tamu Indonesia / Domestic Visitors Gabungan / Total Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistic of Banten Province Grafik 10.23 1.88 1.

1. Akomodasi / Accomodations 2.94 189 3 219 5 722 33. Tempat Tidur / Beds 4. Kamar / Rooms 3. Kamar / Rooms 3.HOTEL.50 213 4 957 8 275 35. RESTAURANT AND TOURISM CHAPTER X 10.07 191 3 266 5 643 34. Tempat Tidur dan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel Menurut Kualifikasi Hotel di Provinsi Banten.58 37 2 641 4 248 46. and Beds Available in Hotel and Room Occupancy Rate (ROR) of Hotel by Hotel Qualifications in Banten Province. Akomodasi / Accomodations 2. Kamar / Rooms 3. Tempat Tidur / Beds 4. TPK / ROR Jumlah / Total 1. Akomodasi / Accomodations 2. TPK / ROR Hotel Non Bintang / Non Classified Hotel 1. 2007-2009 Number of Accomodations.05 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province 334 Banten in Figures 2010 . Tempat Tidur / Beds 4. Rooms.84 226 5 860 9 970 39. TPK / ROR 2007 (2) 2008 (3) 2009 (4) 22 1 691 2 632 37. 2007-2009 Uraian / Description (1) Hotel Bintang / Classified Hotel 1.1 Banyaknya Akomodasi.89 37 2 775 4 184 42. HOTEL HOTEL Tabel Table 10.33 215 5 789 9 012 36.1. Kamar.13 178 3 014 4 828 30.

1. Tamu Indonesia / Domestic Visitors 3. RESTORAN DAN PARIWISATA Tabel Table 10. 2007-2009 Uraian / Description (1) Hotel Bintang / Classified Hotel 1. Tamu Asing / Foreign Visitors 2. Tamu Asing dan Indonesia / Indonesian and Foreign Visitors Hotel Non Bintang / Non Classified Hotel 1. Tamu Indonesia / Domestic Visitors 3.2 Banyaknya Tamu Hotel Menurut Kualifikasi Hotel di Provinsi Banten (orang).BAB X HOTEL. Tamu Asing dan Indonesia / Indonesian and Foreign Visitors Jumlah / Total 1. 2007-2009 Number of Hotel Visitors by Hotel Qualifications in Banten Province (person). Tamu Asing / Foreign Visitors 2. Tamu Asing dan Indonesia / Indonesian and Foreign Visitors 2007 (2) 2008 (3) 2009 (4) 53 800 363 000 416 800 91 000 461 900 552 900 49 700 455 600 505 300 156 759 533 759 689 364 564 268 564 632 267 593 674 593 941 53 956 1 122 533 1 176 489 91 364 1 026 168 1 117 532 49 967 1 049 274 1 099 241 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Banten dalam Angka 2010 335 . Tamu Asing / Foreign Visitors 2. Tamu Indonesia / Domestic Visitors 3.

62 1.60 1.22 1.20 1.88 1. Tamu Asing / Foreign Visitors 2.36 1.HOTEL.51 1.13 1. 2007-2009 Average Length of Stay in Hotel by Hotel Qualifications in Banten Province (days). Tamu Asing / Foreign Visitors 2. Tamu Indonesia / Domestic Visitors 3.3 Rata-Rata Lama Menginap Tamu Hotel Menurut Kualifikasi Hotel di Provinsi Banten (hari).12 1.88 1.60 2.12 1. Tamu Asing dan Indonesia / Indonesian and Foreign Visitors 2007 (2) 2008 (3) 2009 (4) 1.39 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province 336 Banten in Figures 2010 .13 1. RESTAURANT AND TOURISM CHAPTER X Tabel Table 10.36 1.34 2.32 1.23 2. 2007-2009 Uraian / Description (1) Hotel Bintang / Classified Hotel 1.22 1.51 1. Tamu Asing / Foreign Visitors 2.34 1. Tamu Indonesia / Domestic Visitors 3. Tamu Asing dan Indonesia / Indonesian and Foreign Visitors Hotel Non Bintang / Non Classified Hotel 1.21 1.64 1.1.19 1. Tamu Indonesia / Domestic Visitors 3.54 1.67 1.19 1. Tamu Asing dan Indonesia / Indonesian and Foreign Visitors Jumlah / Total 1.

PARIWISATA TOURISM Tabel 10. Pandeglang 2. Lebak 3. Cilegon 7. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 Wisata Marina Pantai Beach (2) Wisata Tirta Swimming Pool (3) Wisata Sejarah Historical Place (4) Suaka Alam Wild-Life Park (5) Objek Wisata Lainnya Others (6) Jumlah Total (7) 14 8 5 35 6 6 18 - 12 16 17 11 2 1 1 24 21 17 18 58 52 57 65 10 72 72 10 1 4 1 46 43 7 4 42 1 6 8 1 23 23 47 2 327 324 109 109 5 5 95 95 Sumber / Source : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten Office of Culture and Tourism Service of Banten Province Banten dalam Angka 2010 337 . RESTORAN DAN PARIWISATA 10. Tangerang 6.2.1 Table Jumlah Objek Wisata Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Wisata di Provinsi Banten. Tangerang 4. Serang 8.2 . Serang Kota / Municipality 5. 2009 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. 2009 Number of Tourism Objects by Regency/Municipality and Type of Tourism in Banten Province.BAB X HOTEL.

Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 Museum Museums (2) - 4 6 1 8 21 3 11 3 11 - 8 19 19 5 37 37 1 7 22 55 55 Sumber / Source : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten Office of Culture and Tourism Service of Banten Province 338 Banten in Figures 2010 .HOTEL. Situs Purbakala. Tangerang 6. Archaeological Sites. dan Bangunan Bersejarah Lainnya Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten. Lebak 3. Tangerang 4. and Other Historic Buildings by Regency/Municipality in Banten Province.2. 2009 Situs Purbakala Archaeological Sites (3) Bangunan Bersejarah Historic Buildings (4) Makam Sejarah Historic Cemetary (5) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Serang 8. Cilegon 7.2 Table Jumlah Museum. 2009 Number of Museums. Serang Kota / Municipality 5. Pandeglang 2. RESTAURANT AND TOURISM CHAPTER X Tabel 10.

. 2009 Number of Visitors of Recreation Places/ Amusement Parks by Regency/Municipality in Banten Province.. Tangerang Selatan Tempat Rekreasi/Taman Hiburan Recreation Places/ Amusement Parks (2) Pengunjung/Penonton Visitors (Orang / Person) (3) 4 1 2 2 786 122 108 860 555 000 43 514 1 1 1 1 .. Cilegon 7.. Provinsi Banten 2008 13 10 1 605 785 1 524 070 Sumber / Source : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten Office of Culture and Tourism Service of Banten Province Banten dalam Angka 2010 339 . RESTORAN DAN PARIWISATA Tabel 10. .. Pandeglang 2. Tangerang 4. Serang 8. Serang Kota / Municipality 5.3 Table Jumlah Pengunjung Tempat Rekreasi/Taman Hiburan Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten.. Tangerang 6. 112 289 .BAB X HOTEL. 2009 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1.2. Lebak 3.

2. 3 050 068 3 050 068 10 1 4 1 46 43 601 618 .. Pandeglang 2.4 Table Jumlah Unit Wisata dan Pengunjung Menurut Kabupaten/Kota dan Objek Wisata di Provinsi Banten.. 2009 Wisata Pantai Marina Beach Unit Pengunjung (orang) Visitors (person) (3) Unit (4) Wisata Tirta Swimming Pool Pengunjung (orang) Visitors (person) (5) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1.. Lebak 3. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 (2) 14 8 5 35 446 336 325 797 1 345 000 932 935 6 6 18 - 786 122 - 10 72 72 . Serang 8. Serang Kota / Municipality 5. 1 387 740 1 306 025 Sumber / Source : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten Office of Culture and Tourism Service of Banten Province 340 Banten in Figures 2010 . Tangerang 4. RESTAURANT AND TOURISM CHAPTER X Tabel 10. Cilegon 7..HOTEL. Tangerang 6. 2009 Number of Tourism Unit and Visitors by Regency/ Municipality and Tourism Object in Banten Province.

RESTORAN DAN PARIWISATA Tabel 10. 2009 Number of Domestic and Foreign Tourists by Regency/Municipality in Banten Province (visitors). Serang Kota / Municipality 5.BAB X HOTEL. Cilegon 7.. 183 826 177 858 16 093 520 ..2.. Lebak 3. 258 584 194 510 16 095 498 Provinsi Banten 49 923 971 134 612 50 058 583 Sumber / Source : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten Office of Culture and Tourism Service of Banten Province Banten dalam Angka 2010 341 . Tangerang Selatan 1 472 558 119 060 22 071 000 9 806 149 20 643 75 19 500 1 006 1 493 201 119 135 22 090 500 9 807 155 . 2009 Wisatawan Nusantara Domestic Tourist (2) Wisatawan Mancanegara Foreign Tourist (3) Jumlah Total (4) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Tangerang 4. 74 758 16 652 1 978 . Tangerang 6. Serang 8...5 Table Jumlah Wisatawan Nusantara dan Wisatawan Mancanegara Menurut Kabupaten/Kota in Banten Province (orang).. Pandeglang 2.

RESTAURANT AND TOURISM CHAPTER X 10. Tangerang 4. Pandeglang 2. Tangerang Selatan Restoran / Rumah Makan Restaurant (2) Kafe Cafe (3) 80 25 161 86 4 3 4 2 113 93 85 .. Serang 8. Lebak 3..HOTEL.3. 2009 Number of Restaurants and Cafes in Banten Province..3. RESTORAN RESTAURANT Tabel 10. Cilegon 7. Tangerang 6.1 Table Jumlah Restoran/Rumah Makan dan Kafe di Provinsi Banten. .. 2009 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Serang Kota / Municipality 5. 5 2 2 Provinsi Banten 2008 643 643 22 15 Sumber / Source : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten Office of Culture and Tourism Service of Banten Province 342 Banten in Figures 2010 .

11 KEUANGAN DAN HARGA-HARGA Finance and Prices .

.

insurance. gas. rekreasi. Technical Notes 1. sandang. transportation. electricity. kesehatan. Data telah memperhatikan perubahan investasi yang beralih status dan juga pengurangan investasi yang dicabut izin usahanya. education. Realization of investment in current year exclude those investments in petroleum production. and tobacco products. gas. recreation. The Consumer Price Indice (CPI) which is the indicator of inflation in Indonesia. 3. 2. Data on foreign and domestic direct investments are obtained from the Regional Investment Coordinating Board (BKPMD) of Banten Province. dan bahan bakar. Banten dalam Angka 2010 345 . makanan jadi. health. transpor. Commodities of CPI consist of 7 Expenditure groups as follows: foodstuff. listrik. pendidikan.BAB XI KEUANGAN DAN HARGA-HARGA Penjelasan Teknis 1. clothing. and sports. beverages. sejak Juni 2008 dihitung di 66 kota dan mencakup sekitar 284-441 komoditas yang dihitung berdasarkan pola konsumsi hasil Survei Biaya Hidup (SBH) tahun 2007 di 66 kota. housing. minuman. Changes in investment status and those who their license was take off have been taken into account. komunikasi. asuransi dan perbankan. 4. perumahan. Banking statistics are obtained from the Bank of Indonesia. and banking sectors. dan jasa keuangan. communication. dan olahraga. prepare food. dan tembakau. 4. rokok. and financial services. 3. air. Data statistik perbankan bersumber dari Bank Indonesia. and fuel. water. Data Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) bersumber dari Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Provinsi Banten. IHK mencakup 7 kelompok pengeluaran yaitu : bahan makanan. Data mengenai realisasi investasi penanaman modal tidak termasuk sektor minyak. since June 2008 has been developed from the consumption pattern of the 2007 Cost of Living Survey (CLS) conducted in 66 cities. 2. Indeks Indeks Harga Konsumen (IHK) yang merupakan indikator inflasi di Indonesia. covering 284-441 commodities.

Kota Cilegon. dan Kota Tangerang. Banten CPI represents combined results of a calculation of weighted indices for each cities mentioned above.FINANCE AND PRICES CHAPTER XI 5. so it can reflect the overall CPI of Banten. 5. Penghitungan IHK di Banten mencakup 394 komoditas dan dilakukan di 3 kota yaitu Kota Serang. 6. IHK Banten merupakan hasil penghitungan dari gabungan indeks tertimbang untuk masingmasing kota tersebut di atas. dengan penimbang yang digunakan adalah jumlah rumahtangga di kota-kota yang bersangkutan. and was conducted in three cities as follows Serang. with the weight used is number of households in cities concerned. Calculating of Consumer Price Indice covers 394 commodities in Banten. sehingga dapat mencerminkan IHK Banten secara keseluruhan. Cilegon and Tangerang. 346 Banten in Figures 2010 . 6.

dalam kaitan PMA dan PMDN. sehingga menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi.1. an investment grows in a country made up of investment from both domestic and foreign. create jobs. Banten dalam Angka 2010 347 . While foreign investment is divided into two: First. 11. direct investment or better known as Foreign Direct Investment (FDI) is a model of investment done by establishing a factory or business unit of another. Invesment (FDI and DDI) Factually.BAB XI KEUANGAN DAN HARGA-HARGA 11. in the long run will cause economic growth in a country or region will be maintained and sustained. or sustainable growth. means to increase production capacity or supply side of a country or regional economy. Kedua. investasi yang tumbuh di suatu negara dibedakan menurut asalnya yaitu dari dalam dan luar negeri. increase incomes and purchasing power. Second. investasi langsung atau yang lebih dikenal sebagai Penanaman Modal Asing (PMA) adalah model investasi yang dilakukan dengan cara langsung mendirikan pabrik atau unit usaha lainnya sehingga berdampak secara riil terhadap perekonomian suatu negara. menciptakan lapangan kerja.2. thereby becoming one of the sources of economic growth. Investment. thus more affecting economy of a country in real. Largescale domestic investment known as Domestic Direct Investment (DDI). dalam jangka panjang akan menyebabkan pertumbuhan ekonomi di suatu negara atau daerah akan terus terjaga dan berkelanjutan atau sustainable growth. Such investment. in terms of FDI and DDI. Dalam skala besar. investasi yang berasal dari dalam negeri lebih dikenal sebagai Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Sedangkan yang berasal dari luar negeri terbagi menjadi dua : Pertama. thus more affecting financial sector of a country. Investasi (PMA dan PMDN) Secara faktual. berarti meningkatkan kapasitas produksi atau sisi supply perekonomian suatu negara atau daerah. Investasi tersebut. serta meningkatkan PDRB potensialnya tanpa takut dihantui oleh melonjaknya inflasi. Investasi. investasi tidak langsung atau lebih dikenal sebagai investasi fortopolio adalah model investasi yang umumnya dilakukan melalui pasar uang sehingga lebih berdampak terhadap sektor finansial suatu negara. meningkatkan pendapatan dan daya beli masyarakat. and increasing the potential GRDP without being haunted by high inflation. indirect investment or Foreign Indirect Investment (FII). or better known as fortopolio investment is an investment model which is generally done through financial markets.

persewaan. 39 projects or value of 0.92 juta USD untuk sektor industri pengolahan. proyek investasi PMA di Banten berlokasi di Kabupaten Serang. dan restoran.27 billion rupiahs realized in 2009. 39 proyek senilai 0. transportation and communication sector. yaitu masing-masing senilai 2. These regencies/ Municipalities have become center of business and industrial sector concentrated. dan jasa perusahaan.43 trillion rupiahs and 150.23 triliun rupiah dan 60.77 miliar rupiah untuk sektor industri pengolahan. 348 Banten in Figures 2010 . Number of realization of FDI projects in Banten province amounted to 68 projects with value of 1.27 juta USD dialokasikan untuk proyek-proyek di sektor perdagangan. and is able to provide 13. financial sector.043 orang.70 trillion rupiahs and 310. 12 projects of total valued 406. Karena itu. and business services. The rest. and business services.23 trillion rupiahs and 60.5 miliar rupiah dan 3 miliar rupiah dialokasikan untuk sektor perdagangan. hotel and restaurant sector and sector of finance. hotel. each valued 2.90 million USD in 2009. and the rest as much as 10 projects or value of 0. leasing. FDI projects in Banten Province located in Serang Regency.27 miliar rupiah yang terealisasi pada tahun 2009.90 juta USD dan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 13.27 million USD was allocated for projects in sectors of trade. about 14 DDI projects valued 412. Tangerang Municipality and Cilegon Municipality. yaitu kabupaten/kota yang menjadi pusat bisnis dan industri terkonsentrasi. hotels and restaurants. Sementara itu. amounted to 19 projects or value of 1. dan jasa perusahaan. Meanwhile.71 juta USD untuk proyek-proyek di tiga sektor yaitu sektor pertambangan dan penggalian. dan Kota Cilegon. sebanyak 12 proyek diantaranya yaitu dengan nilai 406. Bila diperhatikan komposisi menurut sektor.77 billion rupiahs includes manufacturing sector. Tangerang Regecy.92 million USD for manufacturing sector.43 triliun rupiah dan 150.05 trillion rupiahs and 99. According to its composition by sector. hotel. real estate.5 billion rupiahs and 3 billion rupiahs allocated for trade. dan sisinya sebanyak 10 proyek senilai 0. dan restoran dan sektor keuangan. Therefore.05 triliun rupiah dan 99. persewaan.FINANCE AND PRICES CHAPTER XI Banyaknya realisasi proyek investasi PMA di Banten pada tahun 2009 adalah sebanyak 68 proyek dengan nilai sebesar 1. sebanyak 19 proyek senilai 1. Kota Tangerang.043 employments.70 triliun rupiah dan 310.71 million USD for projects in three sectors as follows mining and quarrying. sektor pengangkutan dan komunikasi dan sektor keuangan. Sisanya. dari total proyek sebanyak 14 proyek investasi PMDN dengan nilai 412. Kabupaten Tangerang.

mengurangi pengangguran dan meningkatkan pendapatan masyarakat serta mengurangi kemiskinan. Realization of domestic direct investment in 2009 absorbs 2. Kota Tangerang. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Salah satu instrumen kebijakan fiskal yang dimiliki oleh Pemerintah adalah pengeluaran atau belanja Pemerintah. Fiscal policy is contractionary if government expenditure is declining or political budget is in surplus budget. dan Kota Cilegon. Local Government Budget (APBD) One of instruments of fiscal policy adopted by Government is expenditure or government expenditure. Kebijakan fiskal yang ekspansif sangat bermanfaat dalam kondisi krisis ekonomi atau pada saat kondisi ekonomi sedang lesu sehingga pemulihan ekonomi menjadi lebih terpacu. reduce unemployment and increase incomes and reduce poverty.2. 11. Kebijakan fiskal dikatakan ekspansif apabila pengeluaran pemerintah terus meningkat dan politik anggarannya adalah defisit. 11. Pemerintah melakukan intervensi terhadap perekonomian nasional/ daerah dengan tujuan untuk meningkatkan PDB/PDRB. menciptakan lapangan kerja. Kebijakan fiskal dikatakan kontraktif apabila pengeluaran pemerintah menurun atau politik anggarannya adalah surplus. Kabupaten Serang. While the project site is located in Tangerang Regency.BAB XI KEUANGAN DAN HARGA-HARGA Sedangkan lokasi proyek terletak di Kabupaten Tangerang. Contractionary fiscal policy is very useful to reduce inflationary pressures caused by very highly economic growth. Government intervention on national economy / regional with the aim to increase GDP/GRDP. Expansionary fiscal policy which is very useful in conditions of economic crisis or when economic conditions weaken so that the economic recovery becomes more racing. create jobs.2. Banten dalam Angka 2010 349 . Tangerang Municipality and Cilegon Municipality. Melalui pos pengeluarannya.710 employments.710 orang. Total penyerapan tenaga kerja untuk realisasi PMDN sendiri pada tahun 2009 adalah sebanyak 2. Through postal expenditures. Kebijakan fiskal yang kontraktif sangat bermanfaat untuk mengurangi tekanan inflasi akibat pertumbuhan ekonomi yang terlalu tinggi. Serang Regency. Fiscal policy is expansionary if government expenditure keep rising and political budget is in deficit.

peningkatan pendapatan tersebut lebih banyak berasal dari peningkatan dana perimbangan Pemerintah Pusat dan sebagian lagi dari peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Dimana. porsi dana perimbangan pada tahun 2009 sebesar 30. from 2. sayangnya peningkatan tersebut masih dalam tataran kebijakan anggaran yang bersifat surplus. where income is always higher than expenditure.FINANCE AND PRICES CHAPTER XI Apabila diperhatikan perkembangan posturnya. In fact. setiap tahun terus mengalami peningkatan. However.35 triliun rupiah.58 percent higher than in 2008 which is only amounted to 29. the increase in revenue was more attributable to increases in balance budged from the Central Government and partly from increased local government original receipts (PAD). untuk mengimbangi politik anggaran Pemerintah Pusat yang selalu defisit.25 trillion rupiahs in 2008 to 2. 350 Banten in Figures 2010 . The portion of balanced budget in 2009 is 30.44 trillion higher than the previous year which amounted to 2.42 trillion rupiahs in 2009.58 persen yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan tahun 2008 yang hanya sebesar 29. Similarly.35 trillion rupiahs. terlihat bahwa APBD Provinsi Banten dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. to in order to counterbalance the central government budget politics which is always deficit. Pemerintah Provinsi Banten harus menempuh kebijakan anggaran berimbang agar ekonomi daerah menjadi lebih terpacu.42 triliun rupiah di tahun 2009. Realisasi pengeluaran atau belanja Pemerintah Provinsi Banten pada tahun 2009 meningkat sebesar 7. Increasing realization of Banten provincial government spending is very beneficial for the economy. Akan tetapi.20 persen.44 triliun rupiah yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan tahun 2008 yang sebesar 2. APBD of Banten province from year to year is constantly increasing. the increasing itself is still within the surplus budget policy level. Peningkatan realisasi belanja Pemerintah Provinsi Banten sangat bermanfaat untuk perekonomian. realisasi pendapatan daerah pada tahun 2009 mencapai 2.40 percent. yaitu dari 2.25 triliun rupiah pada tahun 2008 menjadi 2. Padahal. the regional income. Realization of regional income in 2009 reached 2. the Government of Banten province should take balanced budget policy to the regional economy to get more developed. unfortunately. Pendapatan daerah pun.40 persen. Tercatat. dimana pendapatan selalu lebih tinggi daripada belanja.20 percent. Actual expenditures or Government’s spending in 2009 increased by 7.

12 persen. This increase was mainly caused by the increment of property tax in urban areas amounted to 77.02 miliar rupiah.48 billion rupiahs compared to previous year which amounted to 1. The higher the level of a country's economy. The decline was caused by a decline in income tax revenue from business entities which reached 77.3. penerimaan pajak penghasilan di Provinsi Banten pada tahun 2009 mengalami penurunan sebesar 4. Penurunan tersebut disebabkan oleh turunnya penerimaan pajak penghasilan dari badan usaha yang mencapai 77. terutama disebabkan oleh pertambahan pajak PPB di daerah perkotaan sebesar 77.12 percent in 2009. Tax Revenue Taxes are one of sources of government revenue. tax revenues should be greater. 11.62 billion rupiahs.07 billion rupiahs so that the total receipts to 2. While income tax receipts in the province of Banten in 2009 has decreased by 4. Akibatnya.07 miliar rupiah sehingga total penerimaannya menjadi 2. penerimaan pajak sudah seharusnya menjadi semakin besar pula.90 trillion rupiahs of total tax revenue in 2009.07 trillion rupiahs.07 triliun rupiah. sehingga total penerimaan pajak pada tahun 2009 mencapai 3. property tax receipts and income taxes only increased 43. Banten dalam Angka 2010 351 .62 miliar rupiah. penerimaan pajak PBB dan pajak pernghasilan pada tahun 2009 hanya bertambah sebesar 43.79 triliun rupiah. Land and building tax receipts in Banten Province reached 1.BAB XI KEUANGAN DAN HARGA-HARGA 11.11 triliun rupiah. an increase of 47.11 trillion rupiahs in 2009. Sedangkan.90 triliun rupiah.48 miliar rupiah bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar 1. meningkat sebesar 47. Peningkatan tersebut. also decreases dependence on government debt as a source of financing.3. Penerimaan Pajak Pajak merupakan salah satu sumber pendapatan pemerintah. Semakin tinggi level ekonomi suatu negara. As a result. Semakin besar penerimaan pajak. Penerimaan pajak PBB di Provinsi Banten pada tahun 2009 mencapai 1. semakin berkurang pula kebergantungan pemerintah terhadap utang sebagai sumber pembiayaan.41 billion rupiahs or equal to 1.02 billion rupiahs.41 miliar rupiah atau sebesar 1. bringing 3. The greater the tax revenue.79 trillion rupiahs.

00 trillion rupiahs.94 trillion rupiahs allocated for working capital loans. Perbankan Jumlah dana masyarakat yang berhasil dihimpun oleh kalangan perbankan di Banten sampai akhir tahun 2009 mencapai 43. bertambah sebesar 6. terlihat bahwa yang terbesar berasal dari Kota Tangerang dengan nilai sebesar 18.02 trillion rupiahs.19 trillion rupiahs. Sementara itu.92 triliun rupiah bila dibandingkan dengan tahun 2008 yang sebesar 36. maka pinjaman terbesar diberikan untuk proyek yang berlokasi di Kabupaten Tangerang yaitu dengan jumlah sebesar 33. Sedangkan bila diperhatikan menurut lokasi kegiatanya. Through the composition of the fund according to bank location can be seen that the largest collector is from Tangerang Municipality with value of 18. total pinjaman yang disalurkan oleh kalangan perbankan untuk lokasi kegiatan di Banten sampai akhir tahun 2009 adalah sebesar 58.00 trulyun rupiah. total loans distributed by banks for the project site in Banten until the end of 2009 amounted to 58. Bila diperhatikan komposisi dana menurut lokasi bank penghimpun. Banking Number of public funds that have been collected by banks in Banten until the end of 2009 reached 43.94 triliun rupiah diperuntukkan bagi pinjaman modal kerja. 11. about 26.02 triliun rupiah.FINANCE AND PRICES CHAPTER XI 11. an increase of 6. sekitar 26. Meanwhile. pinjaman terbesar diberikan untuk pengembangan sektor industri pengolahan. 11.42 triliun rupiah.66 trillion rupiahs and the smallest collected is from Lebak Regency with total fund amounted to 0.00 trillion rupiahs.23 percent.42 trillion rupiahs.4.23 persen. higher than 2008 which is 58. 11.41 triliun rupiah untuk pinjaman investasi dan sisanya untuk pinjaman konsumsi. lebih tinggi bila dibandingkan dengan tahun 2008 yang 58.4.54 triliun rupiah.00 triliun rupiah.92 trillion rupiahs compared to 2008 which is amounted to 36. dengan total pinjaman sebesar 18. 352 Banten in Figures 2010 .41 trillion rupiahs for investment loans and the rest for consumption loans. Secara sektoral.19 triliun rupiah. Apabila dilihat dari penggunaannya. with total loans amounted to 18.54 trillion rupiahs. By sector.66 triliun rupiah dan yang terkecil dihimpun dari lebak dengan jumlah dana sebesar 0. From its use. the largest loan granted for the development of manufacturing sector. While according to the location of the project. the largest loan given to projects located in Tangerang Regency with the amount of 33.

Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Inflasi IHK Banten pada bulan Desember 2009 tercatat sebesar 119.82 triliun rupiah.64. higher than 2. 11. This can happen because the Bank Indonesia and the Central Government and the Province of Banten successfully overcome both the rise of price from the demand side and supply side and wether comes from domestic or domestic inflation. Meanwhile. Akibatnya. laju inflasi di Banten untuk daerah perkotaan pada tahun 2009 sebesar 2. bila dibandingkan antara jumlah dana yang berhasil dihimpun dengan jumlah pinjaman yang disalurkan. much lower than compared to previous year which reached 11. the amount of excess funds compared to previous year seems to be waning. it can be said that the rising prices of goods and services for urban areas in Banten is generally very low and under control.45 percent in 2009. or from outside or imported inflation. lebih tinggi bila dibandingkan dengan inflasi daerah perkotaan yang sebesar 2.86 percent of urban inflation.BAB XI KEUANGAN DAN HARGA-HARGA Selanjutnya. maka dapat disimpulkan bahwa pada tahun 2009 ini lebih banyak dana dari luar yang masuk ke Banten daripada dana yang ke luar Banten.06 atau lebih tinggi bila dibandingkan dengan IHK pada bulan yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 118. comparing between the amount of collected funds and the amount of loan disbursed.45 persen. Hal ini dapat terjadi karena Bank Indonesia serta Pemerintah Pusat dan Provinsi Banten berhasil mengatasi gejolak kenaikan harga baik dari sisi demand maupun sisi supply dan baik yang berasal dari dalam negeri atau domestic inflation maupun dari luar atau imported inflation.5. bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.06 or higher than compared to the same month in previous year which is amounted to 118. inflasi untuk daerah perdesaan di Banten pada tahun 2009 mencapai 3. besarnya selisih dana tersebut semakin berkurang. Consumer Price Indices (CPI) dan Inflation Banten CPI in December 2009 was recorded at 119. Sedangkan. Sehingga. with the difference of about 14.47 persen. it can be concluded that in 2009 more funding coming from outside to Banten than the funds out of Banten. Thus.86 persen. 11.86 percent. yaitu dengan selisih sekitar 14.5. the inflation rate for urban areas in Banten in 2009 only amounted to 2.86 persen.47 percent.82 trillion rupiahs. inflation for rural areas in Banten reached 3.64. Banten dalam Angka 2010 353 . Meskipun demikian. Furthermore. jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 11. dapat dikatakan bahwa kenaikan harga barang dan jasa untuk daerah perkotaan di Banten secara umum sangat rendah dan terkendali. Nevertheless. As a result.

This is in accordance with the results of research ever done by the BPS and the Asian Development Bank (ADB). the level of welfare of farmers in Banten in 2009 has increased compared to the previous year which is only 97. which states that rural inflation rate will always be higher than urban areas. tingkat kesejahteraan petani di Banten pada tahun 2009 telah mengalami peningkatan karena NTP pada tahun 2008 rata-rata hanya sebesar 97. 11. Noted. Meanwhile. Sementara itu. Means. changes in prices paid by farmers is larger than that received by farmers from their agricultural activities.10 percent and conversely the number of cooperatives that are not actively reduced by 10. one of which is caused by highly increased of transportation cost to poor quality of roads. Tercatat. the Farmers’ Term of Trade (NTP) in Banten reached an average of 97.6.6. Nevertheless. 354 Banten in Figures 2010 . jumlah koperasi yang aktif meningkat sebesar 18. Cooperative Performance of cooperative bussines in Banten Province in 2009 generally shows more significant improvement than compared to 2010. Meskipun demikian. perubahan harga yang dibayar petani lebih besar bila dibandingkan yang diterima petani dari kegiatan pertaniannya.FINANCE AND PRICES CHAPTER XI Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang pernah dilakukan oleh BPS dan Bank Pembangunan Asia (ADB) yang menyatakan bahwa laju inflasi daerah perdesaan akan selalu lebih tinggi bila dibandingkan dengan daerah perkotaan.46 persen. Koperasi Kinerja usaha koperasi di Provinsi Banten pada tahun 2009 secara umum menunjukkan peningkatan yang signifikan bila dibandingkan dengan tahun 2010. because almost all indicators show improvement. number of active cooperatives increased by 18. yang salah satunya disebabkan oleh tingginya kenaikan biaya transportasi akibat rendahnya kualitas jalan. Berarti.31.31percent of an average.75 in 2009. 11.10 persen dan sebaliknya jumlah koperasi yang tidak aktif berkurang sebesar 10.46 percent.75. nilai tukar petani (NTP) di Banten pada tahun 2009 secara rata-rata mencapai 97. karena hampir semua indikatornya menunjukkan adanya perbaikan.

05 persen. decreased by 6. jumlah sisa hasil usaha (SHU) koperasi justru meningkat sebesar 43. Banten dalam Angka 2010 355 . Bahkan.42 percent. Sedangkan. which suggests an increase in profits.69 percent and 52. Meanwhile. Meskipun demikian.BAB XI KEUANGAN DAN HARGA-HARGA Modal yang dimiliki oleh koperasi dan modal luar meningkat masing-masing sebesar 41. the only indicator shows decreased was business volume. the amount of net income (SHU) cooperative instead increased by 43.99 persen. yang mengisyaratkan adanya peningkatan keuntungan yang diperoleh. In fact.05 percent.55 persen. the total assets of cooperatives also increased by 48. Capital owned by cooperatives and outside capital increase amounting to 41. jumlah asset koperasi pun meningkat sebesar 48.55 percent.42 persen. satu-satunya indikator yang menunjukan penurunan hanyalah volume usaha yang turun sebesar 6. However.69 persen dan 52.99 percent.

2008-2009 5 000 000 4 500 000 4 000 000 3 500 000 3 000 000 2 500 000 2 000 000 1 500 000 1 000 000 500 000 0 PMA / Foreign Direct Invesment PMDN / Domestic Direct Investment 412 271 4 436 521 CHAPTER XI 4 498 681 2008 1 999 753 2009 Sumber / Source : Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Provinsi Banten Regional Investment Coordinating Board of Banten Province Catatan / Note : 1 US$ = 9. 2008-2009 Figure Local Government Budget Realization of Banten Province (million rupiahs).1 Realisasi Nilai PMA dan PMDN di Provinsi Banten (juta rupiah).000 IDR Grafik 11.FINANCE AND PRICES Grafik 11.2 Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Banten (juta rupiah). 2008-2009 2 450 000 2 400 000 2 351 381 2 436 067 2 420 829 2 350 000 2 300 000 2 253 983 2008 2009 2 250 000 2 200 000 2 150 000 Pendapatan / Receipt Belanja / Expenditures Sumber / Source : Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Banten Office of Financial Management and Regional Asset Service of Banten Province 356 Banten in Figures 2010 . 2008-2009 Figure Value of Domestic and Foreign Direct Investment in Banten Province (million rupiahs).

BAB XI KEUANGAN DAN HARGA-HARGA Grafik 11.3 Persentase Realisasi Pendapatan Daerah Provinsi Banten Menurut Jenis Penerimaan. 2007-2009 70 000 000 60 000 000 50 000 000 40 000 000 30 000 000 20 000 000 10 000 000 0 Simpanan / Funds Pinjaman / Loans 57 996 147 58 017 506 43 194 467 36 231 967 29 401 816 44 804 562 2007 2008 2009 Sumber / Source : Bank Indonesia / Bank of Indonesia Banten dalam Angka 2010 357 .59 69.15 0.56 70.22 Pendapatan Asli Daerah Local Government Original Receipt Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah / Other Receipt Dana Perimbangan Balanced Budget Sumber / Source : Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Banten Office of Financial Management and Regional Asset Service of Banten Province Grafik 11. 2008-2009 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% 2008 2009 29.18 0. 2008-2009 Figure Percentage of Actual Local Government Receipt of Banten Province by Type of Receipt.4 Posisi Simpanan dan Pinjaman Perbankan di Provinsi Banten (juta rupiah). 2007-2009 Figure Outstanding Loans and Bank Funds in Banten Province (million rupiahs).14 30.

6 Komposisi Pinjaman Perbankan di Provinsi Banten Menurut Sektor Ekonomi. 2007-2009 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% 2007 2008 2009 6.53 63.7 Konstruksi / Construction Listrik.87 0.62 Sumber / Source : Bank Indonesia / Bank of Indonesia Grafik 11. 2007-2009 Figure Composition of Bank Loans in Banten Province by Economic Sector.69 37. 2007-2009 Figure Composition of Bank Loans in Banten Province by Type of Loans (percent).91 0% 2007 2008 2009 Sumber / Source : Bank Indonesia / Bank of Indonesia 358 Banten in Figures 2010 .75 2.75 Perindustrian / Manufacturing Industry Pertambangan / Mining Pertanian / Agriculture 20% 39.75 61.5 Komposisi Pinjaman Perbankan di Provinsi Banten Menurut Jenis Penggunaan (persen).37 32. and Water Supply 5. Gas.54 40% 0.35 31..65 42.27 40.89 6. Gas dan Air / Elect.87 12.35 Pengangkutan / Transportation Perdagangan / Trade 60% 5.69 Konsumsi / Consumption Investasi / Invesment CHAPTER XI Modal Kerja / Working Capital 6. 2007-2009 100% Lainnya / Others 80% 37.59 14 3.87 11.72 29.19 4.71 0.69 31.37 4.FINANCE AND PRICES Grafik 11.74 60.

Communication Umum General 2. Kota Cilegon dan Kota Tangerang Menurut Bulan.17 7. Cilegon City and Tangerang City. 2009 Figure Monthly Inflation Rate of Calendar Year in Banten. 2009 Inflation Rate of Banten Province by Commodity Group (percent).33 8 6 4 2 0 -2 -4 -4. Tembakau Prepared Food.27 -6 1. Sandang Clothing Kesehatan Health Pendidikan. Kota Serang. Rekreasi.81 3.76 6. Komunikasi Transportation. 2009 6 5 4 3 2 1 0 Jan -1 Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agust Sep Okt Nov Des Banten Kota Tangerang Kota Cilegon Kota Serang Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Grafik 11.8 Figure Inflasi Tahun Kalender Provinsi Banten Menurut Kelompok Pengeluaran.16 6. Serang City.86 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Banten dalam Angka 2010 359 . Tobacco Perumahan/Air/Listrik Housing/Water/Elect.13 Bahan Makanan Food Makanan Jadi. Minuman. Sport Transportasi. Recreation. 2009 10 8.7 Laju Inflasi Tahun Kalender di Banten.BAB XI KEUANGAN DAN HARGA-HARGA Grafik 11. Olahraga Education. Beverages.

10 Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Banten Menurut Periode Bulan dan Subsektor.5 Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agust Sep Okt Nov Des -1 Perkotaan / Urban Pedesaan / Rural -1.9 Figure Laju Inflasi Bulanan di Provinsi Banten Menurut Daerah Perkotaan dan Pedesaan.FINANCE AND PRICES Grafik 11.5 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Grafik 11. 2009 Figure Farmers’ Terms of Trade in Banten Province by Month and Subsector. 2009 115 110 105 100 95 90 85 Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agust Sep Okt Nov Des Tanaman Pangan / Food Crops Tanaman Holtikultura / Holticulture Tanaman Perkebunan Rakyat / Smallholder Estate Crops Peternakan / Animal Husbandry Perikanan / Fishery NTP Gabungan / Composite NTP Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province 360 Banten in Figures 2010 . 2009 CHAPTER XI 1.5 1 0. 2009 Monthly Inflation Rate in Banten Province by Urban and Rural Areas.5 0 Jan -0.

1 Table Rekapitulasi Realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten.1.00 310 895. 2009 Recapitulation of Foreign Direct Invesment (FDI) Realization by Regency/Municipality in Banten Province.BAB XI KEUANGAN DAN HARGA-HARGA 11. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 43 - 299 228./Municipality Nilai Investasi Value of Investment juta Rp million Rp (3) ribu US$ thousand US$ (4) Penyerapan Tenaga Kerja Spare of Manpower (orang/man) Asing Foreign (7) Indonesia Indonesia (8) Jumlah Proyek Number of Projects (2) (1) Kabupaten / Regency 1. Tangerang 4. Tangerang 6. Pandeglang 2.82 197 920.89 160 493. Lebak 3. Serang 8. 2009 Realisasi Investasi / Realization of Investment Kabupaten/Kota Reg.00 89 860. PENANAMAN MODAL DIRECT INVESTMENT Tabel 11.00 1 076 531. Cilegon 7.23 1 700 618.93 - 9 244 1 580 15 1 68 110 324 858.16 2 655 235.61 - 2 189 30 13 043 36 051 Sumber / Source : Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Provinsi Banten Regional Investment Coordinating Board of Banten Province Banten dalam Angka 2010 361 .1.94 52 539. Serang Kota / Municipality 5.41 8 002.

16 2 655 235. Gas dan Air Bersih Electricity. 6.72 49 400. Real Estate & Business Services Jasa-jasa / Services Jumlah / Total 2008 Sumber / Source : Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Provinsi Banten Regional Investment Coordinating Board of Banten Province 362 Banten in Figures 2010 . Hotel dan Restoran Trade.94 60 270. 7.2 Table Jumlah dan Nilai Proyek Realisasi PMA Menurut Sektor Usaha di Provinsi Banten. Logam dasar.00 150 919.00 3 828.00 500.00 9 239.00 276 500.1.45 1 425.00 1 216 293. kimia dan barang dari karet 6).00 4 475. minuman dan tembakau 2).00 2 350. dan Jasa Perusahaan Finance. Hotel & Restaurants Pengangkutan dan Komunikasi Transportation & Communication Keuangan. Alat angkut. Semen dan barang galian bukan logam 7). Kertas dan barang cetakan 5). Tekstil.41 (4) 93 060.00 310 895.00 146 600.FINANCE AND PRICES CHAPTER XI Tabel 11.19 1 700 618.97 49 785. Industri Pengolahan / Manufacturing Industry 1). Makanan. 9. Gas & Water Supply Bangunan / Construction Perdagangan. 9). Pertanian / Agriculture 2.00 2 200. 8.61 (1) 1. mesin dan peralatannya 4. 2009 Number and Realizable Value of FDI Projects by Business Sector in Banten Province. 2009 Sektor / Subsektor Sector / Subsector Jumlah Proyek Number of Project (2) 3 39 6 10 5 2 2 2 7 2 3 19 4 3 68 110 Realisasi Investasi Realization of Investment juta rupiah ribu US$ million rupiahs thousand US$ (3) 434 539.33 800. besi.00 68 466. Pertambangan dan Penggalian / Mining & Quarrying 3. Barang lainnya Listrik.10 1 100.00 5 546.00 19 674. Persewaan. dan baja 8). Barang dari kayu dan hasil hutan lainnya 4). Pupuk. 5. Barang dari kulit dan alas kaki 3).82 197 920.

68 412 271.3 Table Rekapitulasi Realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten. Tangerang 4. Tangerang 6. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 7 3 235 367.93 111 020. Cilegon 7.1. Lebak 3. Serang 8.27 1 999 753. Pandeglang 2. 2009 Recapitulation of Domestic Direct Invesment (DDI) Realization by Regency/Municipality in Banten Province.BAB XI KEUANGAN DAN HARGA-HARGA Tabel 11./Municipality Jumlah Proyek Number of Projects (2) Nilai Investasi Value of Investment juta Rp million Rp (3) ribu US$ thousand US$ (4) Penyerapan Tenaga Kerja Spare of Manpower (orang/man) Asing Foreign (7) Indonesia Indonesia (8) (1) Kabupaten / Regency 1. Serang Kota / Municipality 5. 2009 Realisasi Investasi / Realization of Investment Kabupaten/Kota Reg.27 28 022.06 - - 250 190 2 710 4 131 Sumber / Source : Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Provinsi Banten Regional Investment Coordinating Board of Banten Province Banten dalam Angka 2010 363 .39 - - 1 804 466 3 1 14 32 37 860.

00 50 000. 6. 9). Hotel dan Restoran Trade. Pupuk. 9. 2009 Sektor / Subsektor Sector / Subsector (1) 1. mesin dan peralatannya 4. kimia dan barang dari karet 6). Barang dari kulit dan alas kaki 3). Real Estate & Business Services Jasa-jasa / Services Jumlah / Total 2008 Realisasi Investasi (juta rupiah) Jumlah Proyek Number of Project Realization of Investment (million rupiahs) (2) 12 3 1 6 1 1 1 1 14 32 (3) 406 771.4 Table Jumlah dan Nilai Proyek Realisasi PMDN Menurut Sektor Usaha di Provinsi Banten. Hotel & Restaurants Pengangkutan dan Komunikasi Transportation & Communication Keuangan. Persewaan.68 28 350. Kertas dan barang cetakan 5). dan Jasa Perusahaan Finance.32 5 360. Alat angkut. Industri Pengolahan / Manufacturing Industry 1).00 2 500. Gas & Water Supply Bangunan / Construction Perdagangan.FINANCE AND PRICES CHAPTER XI Tabel 11. minuman dan tembakau 2). Makanan. Barang lainnya Listrik. Pertambangan dan Penggalian / Mining & Quarrying 3. Logam dasar. dan baja 8). Gas dan Air Bersih Electricity. Barang dari kayu dan hasil hutan lainnya 4). 7.27 127 647. Tekstil. 2009 Number and Realizable Value of DDI Projects by Business Sector in Banten Province. Pertanian / Agriculture 2.00 412 271.00 3 000. 8. 5.27 195 413.1.06 Sumber / Source : Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Provinsi Banten Regional Investment Coordinating Board of Banten Province 364 Banten in Figures 2010 .27 1 999 753. besi. Semen dan barang galian bukan logam 7).

Belanja Tidak Langsung / Indirect Expenditures 3.71 1 165 236.37 744 966. Pembiayaan Daerah / Local Government Financing A. Sisa Lebih Penghitungan Anggaran (SILPA) Tahun Berkenan Rest of the Current Year’s Budget 2008 (2) 2 351 380.86 2 420 828.74 2009 (3) 2 436 066. Pendapatan Asli Daerah/ Local Government Original Receipt B.79 138 065.94 220 963. Dana Perimbangan / Balanced Budget C.63 686 651.74 1 687 721. Pendapatan Daerah Local Government Receipt A.80 1 173 761.19 235 463. Penerimaan Pembiayaan Daerah Local Government Financing Receipts B.1 Table Rekapitulasi Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) Pemerintah Provinsi Banten (juta rupiah).BAB XI KEUANGAN DAN HARGA-HARGA 11.13 11 038. Surplus (Defisit) / Surplus (Deficit) 4.00 236 201.74 238 463. ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH LOCAL GOVERNMENT BUDGET Tabel 11.68 Sumber / Source : Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Banten Office of Financial Management and Regional Asset Service of Banten Province Banten dalam Angka 2010 365 . 2008-2009 Uraian / Description (1) 1.2.28 15 237. Belanja Daerah / Local Expenditures A.50 1 661 168.51 3 378. 2008-2009 Recapitulation of Local Government Budget Realization of Banten Province (million rupiahs).74 17 500.94 149 104. Lain .07 3 560.lain Pendapatan Daerah Yang Sah / Other Receipt 2. Belanja Langsung / Direct Expenditures B.2.81 2 253 982.02 1 088 746.52 1 247 067.69 97 397. Pengeluaran Pembiayaan Daerah Local Government Financing Expenditures 5.

Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus / Funds for Adjusments and Special Autonomy 5.51 351 550. Jumlah Pendapatan Daerah / Total Local Government Receipt 2008 (2) 1 661 168.86 18 097. Pajak Daerah / Local Tax 2.FINANCE AND PRICES CHAPTER XI Tabel 11.86 3 016.00 3 560. Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah / Other Receipt 1.81 - 3 378. Dana Darurat / Emergency Fund 3.2 Table Realisasi Pendapatan Daerah Pemerintah Provinsi Banten (juta rupiah). Dana Alokasi Khusus / Special Allocation Funds C. Dana Bagi Hasil Pajak / Bagi Hasil Bukan Pajak Tax Share / Non Tax Share 2.07 361 295. Dana Perimbangan / Balanced Budget 1.35 34 894.01 362.20 342 743.00 37 562. Retribusi Daerah / Local Retribution 3. Pendapatan Asli Daerah / Local Government Original Receipt 1.07 325 810. Pendapatan Hibah / Grand Receipts 2.85 - 2 351 380.50 2 436 066.48 744 966. Bantuan Keuangan dari Propinsi atau Pemerintah Daerah Lainnya.81 3 560.2.64 3 184. Dana Bagi Hasil Pajak dari Propinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya 4.74 Sumber / Source : Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Banten Office of Financial Management and Regional Asset Service of Banten Province 366 Banten in Figures 2010 .53 21 478.37 1 617 821. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan / Results Management of Separated Local Government Wealth 4.80 2 921.62 2009 (3) 1 687 721.86 686 651. 2008-2009 Uraian / Description (1) A. Dana Alokasi Umum / General Allocation Funds 3. 2008-2009 Actual Local Government Receipt of Banten Province (million rupiahs).63 1 601 610.74 29 415.44 32 121. Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah Other Local Government Original Receipt B.

28 0.3 Table Realisasi Belanja Daerah Pemerintah Provinsi Banten (juta rupiah). Belanja Bunga / Interest Expenditures 3. Belanja Pegawai / Personnel Expenditures 2.00 1 247 067. 2008-2009 Uraian / Description (1) A.00 0.14 2 000.80 Sumber / Source : Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Banten Office of Financial Management and Regional Asset Service of Banten Province Banten dalam Angka 2010 367 .40 57 693.82 48 116. Belanja Pegawai / Personnel Expenditures 2.53 592 012. Belanja Subsidi / Subsidies Expenditures 4. Belanja Bantuan Keuangan kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa / Financial Aids Expenditures 8. 2008-2009 Actual Local Government Expenditures of Banten Province (million rupiahs).82 36 219. Belanja Bagi hasil kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa / Sharing fund Expenditures 7.93 356 095.60 2 484. Belanja Tidak Langsung / Indirect Expenditures 1.96 682 566.10 581 405.48 1 088 746. Belanja Barang dan Jasa / God and Services Expenditures 3.02 239 413. Belanja Tidak terduga / Unpredicted Expenditures B.63 593 948.19 457 759. Belanja langsung / Direct Expenditures 1.92 208 700.00 2009 (3) 1 173 761. Belanja Bantuan Sosial / Social Aids Expenditures 6.28 106 741. Belanja Hibah / Grand Expenditures 5. Belanja Modal / Capital Expenditures Jumlah Belanja Daerah / Total Local Government Expenditures 2008 (2) 1 165 236.13 2 253 982.60 190 121.00 86 405.69 138 702.2.71 2 420 828.52 294 424.BAB XI KEUANGAN DAN HARGA-HARGA Tabel 11.

19 3 000.FINANCE AND PRICES CHAPTER XI Tabel 11.19 4 554. Pembentukan Dana Cadangan 2. Penjaminan Pinjaman Jumlah Pembiayaan Daerah Total Local Government Financing 2008 (2) 149 104.74 235 463.00 17 500.94 220 963. Pencairan Dana Cadangan 3. Hasil Penjualan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan Dipisahkan / 4.74 11 038. Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Tahun Anggaran Sebelumnya / Rest of the Previous Year’s Budget 2. Pemberian Pinjaman Daerah 5. 2008-2009 Uraian / Description (1) A.13 149 104. Pembayaran Pokok Utang / Debt Principal Payments 4.13 2009 (3) 238 463. 2008-2009 Actual Local Government Financing of Banten Province (million rupiahs). Penerimaan Piutang Daerah B.00 17 500.2.00 - 3 000. Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman 6.00 3 484.00 - 138 065. Pengeluaran Pembiayaan Daerah / Local Government Financing Expenditures 1. Penyertaan Modal (Investasi) Pemerintah Daerah / Local Government Capital Participation (Investment) 3. Penerimaan Pinjaman Daerah / Local Government Loan Receipts 5. Penerimaan Pembiayaan Daerah / Local Government Financing Receipts 1.74 Sumber / Source : Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Banten Office of Financial Management and Regional Asset Service of Banten Province 368 Banten in Figures 2010 .4 Table Realisasi Pembiayaan Daerah Pemerintah Provinsi Banten (juta rupiah).

Tangerang 4. Serang Kota / Municipality 5. Serang 8.01 508. Lebak 3.3.94 8 368.11 16 143.41 874.42 21 011.77 41 509.95 124.91 1 391.29 736.92 386 997.15 3 695.75 6 429.22 98 956.92 260 058.94 1 916.63 3 781.30 967.90 15 400. Cilegon 7.35 174 292.62 464 619.77 1 129.19 10 224. 2009 Revenue Realization of Land and Housing Tax(LHT) by Sector and Regency/Municipality in Banten Province (million rupiahs). Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 2007 2006 2005 4 257. Tangerang 6.33 857.26 2 920.1 Table Realisasi Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Menurut Sektor dan Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (juta rupiah).10 14 753.00 Banten dalam Angka 2010 369 .22 3 350.47 108 015.40 291 164.79 2 152. 2009 Pajak Bumi Bangunan (PBB) Land and Housing Taxes (LHT) Pedesaan Rural (2) Perkotaan Urban (3) Perkebunan Estates (4) Kehutanan Forestry (5) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1.54 56 277.01 501. Pandeglang 2.89 336 154.33 2 549.67 34 561. PENERIMAAN PAJAK TAX REVENUE Tabel 11.BAB XI KEUANGAN DAN HARGA-HARGA 11.82 20 597.3.71 847.52 119.

Serang Kota / Municipality 5. Lebak 3.25 31 210.43 467 072.29 172 323.49 380 007. General Directorate of Tax .18 23 499.FINANCE AND PRICES CHAPTER XI Lanjutan Tabel / Continued Table 11.83 706 672.63 480 808.16 135 914.39 - 295 964.1 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1.67 294 110.90 35 189.96 35 836.30 364 493.56 19 745.30 2 961.05 1 114 027.09 21 841.49 15 045.19 275 218. Cilegon 7.67 271 280.36 1 066 543.62 159 858.36 36 572. Tangerang 4.52 9 263. Serang 8.89 102 168.02 7 458.10 120 748.Kementerian Keuangan Regional Office of Banten Province.22 7 673.14 60 659. Tangerang 6.Ministry of Finance Catatan / Note : BPHTB (Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan) / TAOLB (Taxes for The Acquisition of Ownership of Land and Buildings) Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan = PBB + BPHTB / Revenue of Land and Housing Tax = LHT + TAOLB 370 Banten in Figures 2010 . Pandeglang 2.95 129 660.61 101 791.11 2 642.34 19 880.96 100 730.3.64 884 357. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2008 2007 2006 2005 Pajak Bumi Bangunan Land and Housing Taxes Pertambangan Mining (6) BPHTB / TAOLB (7) Jumlah Total (8) 21 674.35 Sumber / Source : Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pajak Provinsi Banten .57 158 146.

48 37 880.11 77 659.38 469 396.50 522 837.24 244 540.93 96 661.24 475 761.02 1 288 260.96 274 777.2 Realisasi Penerimaan Pajak Penghasilan Menurut Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di Provinsi Banten (juta rupiah).42 3 615.69 2 636.25 627 565.93 23 605.17 2 046 301.58 Badan Institution (3) 12 297.80 10 808. 2009 Realization of Income Tax Receipts by Tax Office in Banten Province (million rupiahs).40 2 100 246.36 4 162.87 11 012.66 391 366.48 2 789 914.29 2 793 987.20 131 376.62 14 350.43 30 537.BAB XI KEUANGAN DAN HARGA-HARGA Tabel Table 11.70 Sumber / Source : Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pajak Provinsi Banten .85 1 103 326.Kementerian Keuangan Regional Office of Banten Province.98 1 309.17 12 031.45 1 607 886.38 1 067 265.43 79 342.28 278 844.93 251 340. General Directorate of Tax .08 264 398.01 670 026.07 44 651. 2009 Kantor Pelayanan Pajak Tax Office (1) KPP Pratama Serpong KPP Pratama Kosambi KPP Pratama Tigaraksa KPP Pratama Tangerang Barat KPP Pratama Tangerang Timur KPP Madya Tangerang KPP Pratama Serang KPP Pratama Pandeglang KPP Pratama Cilegon Jumlah / Total 2008 2007 2006 2005 PPH Pasal 25/29 Income Tax – Article 25/29 Perorangan Individual (2) 32 190.94 11 430.66 Jumlah Total (5) 323 986.35 1 550 110.03 106 083.34 1 196 954.3.70 49 283.Ministry of Finance Banten dalam Angka 2010 371 .78 82 065.06 34 134.47 44 848.69 PPH Pasal 21 Income Tax – Article 21 (4) 279 497.10 54 208.65 52 961.40 3 637.82 593 007.06 19 305.58 1 972 277.77 3 102.57 30 800.

PERBANKAN BANKING Tabel 11.1 Table Jumlah Kantor Bank Umum Menurut Status Kepemilikan di Provinsi Banten. 2009 Status Kepemilikan Owner Status (1) 1. Swasta Private Banks 4. Pemerintah State Banks 2.FINANCE AND PRICES CHAPTER XI 11. 2009 Number of Commercial Bank Offices by Owner Status in Banten Province. Pembangunan Daerah Regional Development Banks 3.4. Asing dan Campuran Foreign Banks Jumlah / Total 2008 2007 Kantor Pusat Central Office (2) - Kantor Cabang Branch Office (3) 21 9 34 0 Kantor Pembantu Agency (4) 80 9 189 6 Kantor Kas Cash Office (5) 64 6 42 18 Jumlah Total (6) 165 24 265 24 - 64 52 51 284 191 149 130 106 73 478 349 273 Sumber / Source : Bank Indonesia / Bank of Indonesia 372 Banten in Figures 2010 .4.

2. 2009 Number of Commercial Sharia Bank Offices by Type of Bank in Banten Province. Bank Umum Syariah Sharia Commercial Banks Unit Usaha Syariah Sharia Financial Service Units BPR Syariah Sharia Rural Banks 2006 2007 2008 2009 (2) 13 4 - (3) 14 5 - (4) 15 3 - (5) 32 7 - Jumlah / Total 17 19 18 39 Sumber / Source : Bank Indonesia / Bank of Indonesia Banten dalam Angka 2010 373 .4.2 Table Jumlah Kantor Bank Syariah Menurut Jenisnya di Provinsi Banten.BAB XI KEUANGAN DAN HARGA-HARGA Tabel 11. 3. 2009 Jenis Bank Syariah Type of Sharia Banks (1) 1.

2007-2009 Outstanding Bank Funds by Type of Funds in Banten Province.3 Table Posisi Dana Perbankan Menurut Jenisnya di Provinsi Banten.FINANCE AND PRICES CHAPTER XI Tabel 11. Tabungan / Saving Deposits a. Simpanan Berjangka / Time Deposits a. Giro / Demand Deposits a. Dana (juta rupiah) Fund (miilion rupiahs) b. Rekening (satuan) Account (number) Sumber / Source : Bank Indonesia / Bank of Indonesia 2007 (2) 2008 (3) 2009 (4) 6 128 925 59 476 7 984 671 54 031 8 744 564 55 117 11 544 146 74 411 14 932 831 80 801 18 290 560 85 603 11 728 745 2 420 726 13 314 465 2 556 203 16 159 343 2 799 400 29 401 816 2 554 613 36 231 967 2 691 035 43 194 467 2 940 120 374 Banten in Figures 2010 . 2007 . Dana (juta rupiah) Fund (miilion rupiahs) b. Rekening (satuan) Account (unit) 2. Rekening (satuan) Account (unit) Jumlah / Total a. Rekening (satuan) Account (unit) 3.2009 Jenis Dana Type of Funds (1) 1.4. Dana (juta rupiah) Fund (miilion rupiahs) b. Dana (juta rupiah) Fund (miilion rupiahs) b.

4 Table Posisi Dana Perbankan Bulanan Menurut Jenisnya di Provinsi Banten. Rekening (satuan) Account (number) 36 138 346 36 213 910 36 380 006 37 000 150 37 783 020 35 736 405 2 745 690 2 749 653 2 767 515 2 783 755 2 878 735 2 742 203 Banten dalam Angka 2010 375 . Simpanan Berjangka/ Time Deposits a. 2009 Jenis Dana Type of Funds (1) 1. Rekening (satuan) 83 009 84 312 87 409 85 244 163 524 81 275 Account (unit) 3. Rekening (satuan) 2 608 739 2 611 103 2 625 750 2 645 822 2 642 148 2 611 282 Account (unit) Jumlah /Total a. Dana (juta rupiah) 13 171 649 13 308 178 13 708 300 13 809 723 13 785 205 13 576 687 Fund (miilion rupiahs) b. Dana (juta rupiah) Fund (miilion rupiahs) b. Dana (juta rupiah) Fund (miilion rupiahs) b. Rekening (satuan) Account (unit) Januari January (2) Februari February (3) Maret March (4) April April (5) Mei May (6) Juni June (7) 8 136 797 53 942 7 689 744 54 238 7 546 906 54 356 7 612 829 52 689 7 454 455 73 063 6 281 985 49 646 2. Tabungan / Saving Deposits a. Dana (juta rupiah) 14 829 900 15 215 988 15 124 799 15 577 597 16 543 360 15 877 734 Fund (miilion rupiahs) b.BAB XI KEUANGAN DAN HARGA-HARGA Tabel 11. 2009 Monthly Outstanding Bank Funds by Type of Funds in Banten Province.4. Giro / Demand Deposits a.

4. Rekening (satuan) 84 640 84 460 84 389 85 752 84 711 85 603 Account (unit) 3. Rekening (satuan) 2 686 526 2 738 902 2 702 764 2 791 029 2 763 550 2 799 400 Account (unit) Jumlah / Total a. Giro / Demand Deposits a.4 Jenis Dana Type of Funds (1) 1. Rekening (satuan) Account (unit) Juli July (8) Agustus August (9) September September (10) Oktober October (11) November Desember November December (12) (13) 7 671 878 54 552 7 063 613 53 508 7 506 144 53 442 6 716 884 54 339 7 141 863 53 576 8 744 564 55 117 2. Tabungan / Saving Deposits a.FINANCE AND PRICES CHAPTER XI Lanjutan Tabel / Continued Table 11. Rekening (satuan) Account (number) 37 671 382 37 010 472 38 290 038 38 268 645 39 493 738 43 194 467 2 825 718 2 876 870 2 840 595 2 931 120 2 901 837 2 940 120 Sumber / Source : Bank Indonesia / Bank of Indonesia 376 Banten in Figures 2010 . Dana (juta rupiah) Fund (miilion rupiahs) b. Simpanan Berjangka / Time Deposits a. Dana (juta rupiah) 16 087 185 15 777 362 16 127 982 16 731 289 17 366 873 18 290 560 Fund (miilion rupiahs) b. Dana (juta rupiah) Fund (miilion rupiahs) b. Dana (juta rupiah) 13 912 319 14 169 497 14 655 912 14 820 472 14 985 002 16 159 343 Fund (miilion rupiahs) b.

Serang 2) Kota / Municipality 5. Tangerang 1) 4.....BAB XI KEUANGAN DAN HARGA-HARGA Tabel 11.5 Table Posisi Dana Perbankan Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (juta rupiah). Cilegon 7. Lebak 3. Tangerang 6.. 29 401 816 15 619 527 3 370 287 .. Serang 8.. . Pandeglang 2..2009 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. 2007-2009 Outstanding Bank Funds by Regency/Municipality in Banten Province (million rupiahs).. 2007 . . .4. 43 194 467 Sumber / Source : Bank Indonesia / Bank of Indonesia Catatan / Note : 1) 2) Termasuk Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality Termasuk Kota Serang / Including Serang Municipality Banten dalam Angka 2010 377 . Tangerang Selatan Provinsi Banten 2007 (2) 2008 (3) 2009 (4) 552 088 508 491 9 146 157 2 296 186 622 255 359 762 13 415 415 2 844 722 768 092 547 631 15 064 055 4 691 476 14 268 782 2 630 112 . 36 231 967 18 660 671 3 462 542 ....

Serang 2) Kota / Municipality 5. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2007 (2) 2008 (3) 2009 (4) 120 617 94 881 883 664 327 975 120 063 55 168 963 017 377 263 124 457 90 660 864 483 438 365 853 521 273 955 ... .. Tangerang 1) 4. 2007-2009 Outstanding Bank Accounts by Regency/Municipality in Banten Province (units)... 2 554 613 888 257 287 267 . .FINANCE AND PRICES CHAPTER XI Tabel 11.2009 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1.. Pandeglang 2..6 Table Posisi Jumlah Rekening/Bilyet Perbankan Menurut Kabupaten Kota di Provinsi Banten (satuan). Serang 8.4. 2 691 035 1 137 266 284 889 . Lebak 3. 2007 .. Tangerang 6. 2 940 120 Sumber / Source : Bank Indonesia / Bank of Indonesia Catatan / Note : 1) 2) Termasuk Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality Termasuk Kota Serang / Including Serang Municipality 378 Banten in Figures 2010 .. Cilegon 7. ....

7 Table Posisi Pinjaman Perbankan dalam Rupiah dan Valuta Asing Menurut Jenis Penggunaan di Provinsi Banten (juta rupiah).4. 2007-2009 Outstanding Bank Loans in Rupiah and Foreign Currency by Type of Loans in Banten Province (million rupiahs). Investasi Investment 3.BAB XI KEUANGAN DAN HARGA-HARGA Tabel 11. Konsumsi Consumtion Jumlah / Total 44 804 562 57 996 147 58 017 506 Sumber / Source : Bank Indonesia / Bank of Indonesia Banten dalam Angka 2010 379 . 2007-2009 2007 (2) 23 688 113 7 946 151 13 170 298 2008 (3) 30 587 192 10 510 535 16 898 420 2009 (4) 26 942 326 11 413 636 19 661 544 Jenis Penggunaan Type of Loans (1) 1. Modal Kerja Working Capital 2.

Konsumsi Consumtion Jumlah / Total 57 892 888 58 877 699 56 938 611 56 636 123 56 037 863 55 473 463 380 Banten in Figures 2010 . Modal Kerja Working Capital 2. 2009 Januari January (2) 30 735 397 10 450 864 16 706 627 Februari February (3) 31 217 554 10 579 280 17 080 865 Maret March (4) 29 292 675 10 500 825 17 145 111 April April (5) 28 333 460 10 546 411 17 756 252 Mei May (6) 27 427 733 10 468 134 18 141 996 Juni June (7) 27 455 141 10 637 058 17 381 264 Jenis Penggunaan Type of Loans (1) 1.FINANCE AND PRICES CHAPTER XI Tabel 11.4. Investasi Investment 3. 2009 Monthly Outstanding Bank Loans in Rupiah and Foreign Currency by Type of Loans in Banten Province (million rupiahs).8 Table Posisi Pinjaman Perbankan Bulanan Dalam Rupiah dan Valuta Asing Menurut Jenis Penggunaan di Provinsi Banten (juta rupiah).

BAB XI KEUANGAN DAN HARGA-HARGA Lanjutan Tabel / Continued Table 11.8 Jenis Penggunaan Type of Loans (1) 1. Konsumsi Consumtion Juli July (8) 25 894 903 10 953 273 17 617 688 Agustus August (9) 25 490 195 11 231 926 18 094 214 September September (10) 25 467 756 10 814 554 18 351 208 Oktober October (11) 24 963 030 10 866 212 18 785 312 November November (12) 25 954 707 10 832 814 19 465 153 Desember December (13) 26 942 326 11 413 636 19 661 544 Jumlah / Total 54 465 864 54 816 335 54 633 518 54 614 554 56 252 674 58 017 506 Sumber / Source : Bank Indonesia / Bank of Indonesia Banten dalam Angka 2010 381 .4. Modal Kerja Working Capital 2. Investasi Investment 3.

4.FINANCE AND PRICES CHAPTER XI Tabel 11.9 Table Posisi Pinjaman Perbankan dalam Rupiah dan Valuta Asing Menurut Sektor Ekonomi di Provinsi Banten (juta rupiah). Konstruksi Construction 6. Listrik. 2007-2009 Outstanding Bank Loans in Rupiah and Foreign Currency by Economic Sector in Banten Province (million rupiahs). Gas & Water Supply 5. Pertanian Agriculture 2. Gas & Air Electricity. Perdagangan Trade 7. Pertambangan Mining 3. Pengangkutan Transportation 8. Perindustrian Manufacturing Industry 4. 2007-2009 2007 (2) 585 603 173 255 17 592 930 981 871 2 480 076 5 712 791 390 732 16 887 304 2008 (3) 407 225 110 992 23 724 928 1 955 158 2 826 013 6 793 679 342 362 21 835 790 2009 (4) 392 658 180 004 18 419 144 3 102 786 2 822 777 8 124 802 405 942 24 569 393 Sektor Ekonomi Economic Sector (1) 1. Lainnya Others Jumlah / Total 44 804 562 57 996 147 58 017 506 382 Banten in Figures 2010 .

2009 Sektor Ekonomi Economic Sector (1) 1. Lainnya Others Januari January (2) 427 736 108 539 Februari February (3) 467 546 105 982 Maret March (4) 523 330 113 068 April April (5) 490 264 116 043 Mei May (6) 493 163 112 726 Juni June (7) 508 490 125 955 23 927 060 24 231 707 21 927 050 20 763 828 20 534 653 20 061 964 1 862 029 2 754 831 6 802 867 333 245 1 997 042 2 660 356 6 769 945 314 452 2 087 662 2 611 206 7 108 308 318 620 2 247 695 2 590 329 7 124 333 328 294 2 433 807 2 574 291 7 032 786 333 097 2 597 206 2 614 679 7 067 559 355 269 21 676 581 22 330 669 22 249 367 22 975 337 22 523 340 22 142 341 Jumlah / Total 57 892 888 58 877 699 56 938 611 56 636 123 56 037 863 55 473 463 Sumber / Source : Bank Indonesia / Bank of Indonesia Banten dalam Angka 2010 383 .10 Valuta Asing Menurut Sektor Ekonomi Table di Provinsi Banten (juta rupiah). Pertanian Agriculture 2.4. Perdagangan Trade 7. Perindustrian Manufacturing Industry 4. Listrik. Pertambangan Mining 3. Konstruksi Construction 6.BAB XI KEUANGAN DAN HARGA-HARGA Tabel Posisi Pinjaman Perbankan Bulanan dalam Rupiah dan 11. Gas & Air Elect. Pengangkutan Transportation 8. Gas & Water Sup. 2009 Monthly Outstanding Bank Loans in Rupiah and Foreign Currency by Economic Sector in Banten Province (million rupiahs).. 5.

Perindustrian Manufacturing Industry 4.. Pertambangan Mining 3. Gas & Water Sup. Pertanian Agriculture 2.FINANCE AND PRICES CHAPTER XI Lanjutan Tabel / Continued Table 11.10 Sektor Ekonomi Economic Sector (1) 1.4. Gas & Air Elect. Perdagangan Trade 7. Lainnya Others Juli July (8) 499 718 153 563 Agustus August (9) 472 558 155 244 September September (10) 396 811 166 054 Oktober October (11) 376 117 177 664 November Desember November December (12) 373 986 180 897 (13) 392 658 180 004 18 593 154 18 528 849 18 070 191 17 340 327 18 060 045 18 419 144 2 731 322 2 630 002 7 096 895 352 187 2 790 411 2 683 127 7 215 439 373 864 2 871 365 2 657 065 7 106 119 369 538 2 924 321 2 690 348 7 254 784 398 252 3 021 626 2 768 534 7 545 080 393 903 3 102 786 2 822 777 8 124 802 405 942 22 409 023 22 596 843 22 996 375 23 452 741 23 908 603 24 569 393 Jumlah / Total 54 465 864 54 816 335 54 633 518 54 614 554 56 252 674 58 017 506 Sumber / Source : Bank Indonesia / Bank of Indonesia 384 Banten in Figures 2010 . Pengangkutan Transportation 8. Konstruksi Construction 6. 5. Listrik.

Serang 8. 2007-2009 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1... 58 017 506 876 155 806 843 28 053 205 6 195 288 1 132 920 849 300 33 349 399 8 770 679 1 334 290 1 301 989 32 999 357 8 561 307 2007 (2) 2008 (3) 2009 (4) Sumber / Source : Bank Indonesia / Bank of Indonesia Catatan / Note : 1) 2) Termasuk Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality Termasuk Kota Serang / Including Serang Municipality Banten dalam Angka 2010 385 . . Pandeglang 2..11 Valuta Asing Menurut Kabupaten/Kota Table di Provinsi Banten (juta rupiah). Lebak 3. 2007-2009 Outstanding Bank Loans in Rupiah and Foreign Currency by Regency/Municipality in Banten Province (million rupiahs). Serang 2) Kota / Municipality 5. . Tangerang Selatan Provinsi Banten 5 475 853 3 397 218 .BAB XI KEUANGAN DAN HARGA-HARGA Tabel Posisi Pinjaman Perbankan dalam Rupiah dan 11... Cilegon 7. .4. Tangerang 6. 57 996 147 7 633 139 6 187 424 . 44 804 562 6 426 939 7 466 909 .... Tangerang 1) 4.....

2007-2009 Jenis Penggunaan Type of Credits (1) 1. 2007-2009 Outstanding Micro. Konsumsi Consumtion 2007 (2) 6 417 907 1 408 654 12 629 043 2008 (3) 8 852 806 1 826 830 16 378 031 2009 (4) 8 922 392 2 014 603 19 185 327 Jumlah / Total 20 455 605 27 057 667 30 122 322 Sumber / Source : Bank Indonesia / Bank of Indonesia 386 Banten in Figures 2010 . Small. and Medium Credits in Rupiah and Foreign Currency by Type of Credits in Banten Province (million rupiahs). Kecil. dan Menengah dalam Rupiah 11. Investasi Investment 3.12 dan Valuta Asing Menurut Jenis Penggunaan Table di Provinsi Banten (juta rupiah). Modal Kerja Working Capital 2.FINANCE AND PRICES CHAPTER XI Tabel Posisi Kredit Mikro.4.

2009 Monthly Outstanding Micro.BAB XI KEUANGAN DAN HARGA-HARGA Tabel Posisi Kredit Mikro. Konsumsi Consumtion Januari January (2) 8 320 806 1 800 584 16 330 782 Februari February (3) 8 364 625 1 781 827 16 746 689 Maret March (4) 8 230 864 1 790 277 16 816 315 April April (5) 8 523 647 1 821 499 17 014 175 Mei May (6) 8 840 174 1 816 529 17 396 734 Juni June (7) 8 741 967 1 832 445 17 212 168 Jumlah / Total 26 452 172 26 893 141 26 837 455 27 359 321 28 053 437 27 786 579 Banten dalam Angka 2010 387 . Small. Investasi Investment 3. Modal Kerja Working Capital 2. dan Menengah Bulanan dalam 11.4. 2009 Jenis Penggunaan Type of Credits (1) 1. and Medium Credits in Rupiah and Foreign Currency by Type of Credits in Banten Province (million rupiahs).13 Rupiah dan Valuta Asing Menurut Jenis Penggunaan Table di Provinsi Banten (juta rupiah). Kecil.

Konsumsi Consumtion Juli July (8) 8 520 936 1 851 010 17 431 497 Agustus August (9) 8 649 944 1 831 209 17 911 335 September September (10) 8 688 049 1 875 835 18 159 661 Oktober October (11) 8 889 914 1 967 272 18 595 398 November November (12) 8 740 811 1 970 856 18 863 921 Desember December (13) 8 922 392 2 014 603 19 185 327 Jumlah / Total 27 803 443 28 392 488 28 723 545 29 452 584 29 575 589 30 122 322 Sumber / Source : Bank Indonesia / Bank of Indonesia 388 Banten in Figures 2010 .4.13 Jenis Penggunaan Type of Credits (1) 1. Investasi Investment 3. Modal Kerja Working Capital 2.FINANCE AND PRICES CHAPTER XI Lanjutan Tabel / Continued Table 11.

Kecil.4. 2007-2009 Sektor Ekonomi Economic Sector (1) 1. Perdagangan Trade 7. Konstruksi Construction 6. Small. and Medium Credits in Rupiah and Foreign Currency by Economic Sector in Banten Province (million rupiahs). Pengangkutan Transportation 8. Listrik.14 Rupiah dan Valuta Asing Menurut Sektor Ekonomi Table di Provinsi Banten (juta rupiah). Gas & Air Electricity. Pertambangan Mining 3. 2007-2009 Outstanding Micro. Lainnya Others Jumlah / Total 2007 (2) 115 008 50 067 2 447 383 10 397 398 598 3 228 757 153 521 14 051 874 2008 (3) 168 464 77 166 3 515 272 22 945 497 049 4 278 259 188 739 18 309 773 2009 (4) 174 133 66 509 2 544 782 38 617 649 764 5 076 720 222 334 21 349 463 20 455 605 27 057 667 30 122 322 Sumber / Source : Bank Indonesia / Bank of Indonesia Banten dalam Angka 2010 389 . Perindustrian Manufacturing Industry 4.BAB XI KEUANGAN DAN HARGA-HARGA Tabel Posisi Kredit Mikro. dan Menengah dalam 11. Gas & Water Supply 5. Pertanian Agriculture 2.

2009 Monthly Outstanding Micro. Listrik. Lainnya Others Jumlah / Total Januari January (2) 172 732 68 285 3 060 077 21 270 462 553 4 236 111 180 216 Februari February (3) 180 152 69 921 3 059 451 22 280 461 231 4 313 681 171 348 Maret March (4) 182 295 68 624 2 792 419 21 612 490 453 4 423 366 177 107 April April (5) 175 614 64 259 2 989 462 24 321 519 319 4 518 930 179 682 Mei May (6) 179 893 64 867 3 186 546 25 645 528 388 4 565 180 185 747 Juni June (7) 187 579 66 138 2 899 958 25 896 555 502 4 730 498 198 559 18 250 927 18 615 077 18 681 579 18 887 734 19 317 171 19 122 449 26 452 172 26 893 141 26 837 455 27 359 321 28 053 437 27 786 579 Sumber / Source : Bank Indonesia / Bank of Indonesia 390 Banten in Figures 2010 . Perdagangan Trade 7. 5. and Medium Credits in Rupiah and Foreign Currency by Economic Sector in Banten Province (million rupiahs). Gas & Water Sup.4.FINANCE AND PRICES CHAPTER XI Tabel Posisi Kredit Mikro. Pertanian Agriculture 2. Gas & Air Elect. Pertambangan Mining 3. Perindustrian Manufacturing Industry 4. Pengangkutan Transportation 8. 2009 Sektor Ekonomi Economic Sector (1) 1..15 dalam Rupiah dan Valuta Asing Menurut Sektor Ekonomi Table di Provinsi Banten (juta rupiah). Kecil dan Menengah Bulanan 11. Konstruksi Construction 6. Small.

Konstruksi Construction 6. Gas & Water Sup. Pengangkutan Transportation 8. 5. Listrik. Pertambangan Mining 3..15 Sektor Ekonomi Economic Sector (1) 1. Lainnya Others Jumlah / Total Juli July (8) 179 118 65 704 2 576 126 48 232 602 951 4 776 998 195 020 Agustus August (9) 169 280 63 841 2 597 210 28 248 651 139 4 825 184 195 771 September September (10) 166 864 67 992 2 598 649 32 763 628 600 4 852 132 190 888 Oktober October (11) 179 232 68 765 2 586 390 33 703 664 355 5 032 136 209 919 November Desember November December (12) 174 018 66 493 2 486 552 35 050 681 574 4 949 130 211 190 (13) 174 133 66 509 2 544 782 38 617 649 764 5 076 720 222 334 19 359 294 19 861 814 20 185 657 20 678 084 20 971 581 21 349 463 27 803 443 28 392 488 28 723 545 29 452 584 29 575 589 30 122 322 Sumber / Source : Bank Indonesia / Bank of Indonesia Banten dalam Angka 2010 391 . Pertanian Agriculture 2. Gas & Air Elect. Perindustrian Manufacturing Industry 4. Perdagangan Trade 7.BAB XI KEUANGAN DAN HARGA-HARGA Lanjutan Tabel / Continued Table 11.4.

. Kecil. Tangerang 6.. .FINANCE AND PRICES CHAPTER XI Tabel Posisi Kredit Mikro. 20 455 605 3 523 930 2 234 773 .. 27 057 667 4 423 789 1 787 881 . and Medium Credits in Rupiah and Foreign Currency by Regency/Municipality in Banten Province (million rupiahs).4. dan Menengah dalam 11..16 Rupiah dan Valuta Asing Menurut Kabupaten/Kota. Tangerang Selatan Provinsi Banten 2 315 560 1 209 198 . Tangerang 1) 4. Lebak 3. Serang 8.. ..... . 30 122 322 732 081 770 962 12 898 402 2 529 402 1 050 281 724 286 16 317 207 3 207 190 1 332 411 1 169 292 17 628 529 3 780 420 2007 (2) 2008 (3) 2009 (4) Sumber / Source : Bank Indonesia / Bank of Indonesia Catatan / Note : 1) 2) Termasuk Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality Termasuk Kota Serang / Including Serang Municipality 392 Banten in Figures 2010 . 2007-2009 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1.. Small.. Pandeglang 2. Serang 2) Kota / Municipality 5. Table (juta rupiah) 2007-2009 Outstanding Micro. Cilegon 7..

66 Banten dalam Angka 2010 393 .BAB XI KEUANGAN DAN HARGA-HARGA 11.30 114.5.85 113.46 115. 2009 Monthly Consumer Price Indice (CPI) of Banten (2007=100).02 116.29 124.50 114.41 124.63 125.1 Table Indeks Harga Konsumen (IHK) Bulanan di Banten (2007=100).08 124.83 127.35 125.35 114.16 124.42 128.12 127.60 126.63 Sandang Clothing (1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December (2) 125.06 128.89 113.39 126.92 117.49 117. Minuman.34 Perumahan/Air/ Listrik/Gas dan Bahan Bakar Housing/Water/ Electricity/Gas and Fuel (4) 114.15 124.65 128.99 116.93 129.05 116.99 (5) 111.5. Beverages and Tobacco Products (3) 121.32 114.64 122.98 114. 2009 Bulan Month Bahan Makanan Food Makanan Jadi. HARGA-HARGA PRICES Tabel 11.91 118.18 128.20 119.19 118.29 113.95 126.24 116. Rokok dan Tembakau Prepared Food.91 126.35 119.81 124.14 116.70 113.58 129.29 125.15 116.

60 117.77 104.02 107.88 105.00 110.21 115.97 Transportasi dan Komunikasi Transportation and Communication (8) 108.64 104.33 116.87 119.73 104.87 113.73 105.81 (9) 116.25 112.58 114.12 114.1 Bulan Month Kesehatan Health Pendidikan.06 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province 394 Banten in Figures 2010 .30 108.67 106.77 107.FINANCE AND PRICES CHAPTER XI Lanjutan Tabel / Continued Table 11.90 Umum General (1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December (6) 110.41 107.13 110.58 110.79 108.68 107.14 116.96 105.5.64 114.90 111.54 104.13 107.30 118.36 119.12 107.97 116.19 114.96 105.43 116.93 112.01 105.82 114. Recreation and Sport (7) 106.10 119.01 116.06 112.41 112. Rekreasi dan Olahraga Education.68 104.

86 117.23 Banten dalam Angka 2010 395 .73 128.68 125.83 114.96 117.41 128.58 124.06 112.69 114.93 119. Minuman.5.59 112.97 124.77 113.97 111.61 126. Beverages and Tobacco Products (3) 121.13 128. 2009 Monthly Consumer Price Indice (CPI) of Tangerang City (2007=100). 2009 Bulan Month Bahan Makanan Food Makanan Jadi.51 Sandang Clothing (1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December (2) 125.08 113.96 113.68 113.48 122. Rokok dan Tembakau Prepared Food.10 114.2 Table Indeks Harga Konsumen (IHK) Bulanan di Kota Tangerang (2007=100).54 112.56 112.20 127.19 125.28 114.98 114.36 Perumahan/Air/ Listrik/Gas dan Bahan Bakar Housing/Water/ Electricity/Gas and Fuel (4) 113.11 130.67 129.35 114.44 115.92 126.54 128.82 115.BAB XI KEUANGAN DAN HARGA-HARGA Tabel 11.01 126.70 113.42 126.50 130.96 124.96 118.86 129.98 (5) 109.88 125.82 124.72 124.

51 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province 396 Banten in Figures 2010 . Rekreasi dan Olahraga Education.96 116.53 115.32 105.93 115.93 115.41 105.65 (9) 115. Recreation and Sport (7) 105.11 106.19 111.45 105.96 115.24 106.69 115.90 111.92 106.94 113.55 113.5.13 106.88 105.51 112.55 105.87 118.14 106.28 118.65 118.00 115.75 107.54 106.38 105.89 115.45 115.57 106.59 105.90 110.92 116.24 113.40 112.33 115.64 105.2 Bulan Month Kesehatan Health Pendidikan.05 106.06 Umum General (1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December (6) 110.29 113.62 108.20 107.50 118.FINANCE AND PRICES CHAPTER XI Lanjutan Tabel / Continued Table 11.02 114.46 Transportasi dan Komunikasi Transportation and Communication (8) 110.

BAB XI

KEUANGAN DAN HARGA-HARGA

Tabel 11.5.3 Table

Indeks Harga Konsumen (IHK) Bulanan di Kota Cilegon (2007=100), 2009 Monthly Consumer Price Indice (CPI)) of Cilegon City (2007=100), 2009

Bulan Month

Bahan Makanan Food

Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau Prepared Food, Beverages and Tobacco Products (3) 124,29 124,45 124,48 124,69 125,37 125,57 125,43 125,62 126,06 126,98 126,97 128,16

Perumahan/Air/ Listrik/Gas dan Bahan Bakar Housing/Water/ Electricity/Gas and Fuel (4) 112,34 112,10 113,39 113,40 115,57 117,06 116,90 117,10 117,75 117,71 118,46 118,27

Sandang Clothing

(1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(2) 120,38 123,26 123,14 119,98 120,13 120,11 121,68 123,42 126,57 127,01 126,09 124,73

(5) 108,29 109,70 110,42 109,87 110,09 110,29 111,11 111,09 111,28 111,14 112,28 112,79

Banten dalam Angka 2010

397

FINANCE AND PRICES

CHAPTER XI

Lanjutan Tabel / Continued Table 11.5.3

Bulan Month

Kesehatan Health

Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga Education, Recreation and Sport (7) 103,01 103,01 103,50 103,56 103,92 104,50 104,18 104,73 104,73 105,13 105,11 104,89

Transportasi dan Komunikasi Transportation and Communication (8) 108,03 105,84 106,17 106,17 106,18 106,31 106,31 106,31 107,60 107,84 107,84 107,84

Umum General

(1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(6) 103,66 104,05 104,06 105,00 106,35 106,36 106,60 107,27 107,61 107,60 108,00 107,95

(9) 114,96 115,41 115,78 115,05 115,78 116,20 116,56 117,15 118,40 118,75 118,76 118,64

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

398

Banten in Figures 2010

BAB XI

KEUANGAN DAN HARGA-HARGA

Tabel 11.5.4 Table

Indeks Harga Konsumen (IHK) Bulanan di Kota Serang (2007=100), 2009 Monthly Consumer Price Indice (CPI) of Serang City (2007=100), 2009

Bulan Month

Bahan Makanan Food

Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau Prepared Food, Beverages and Tobacco Products (3) 120,03 120,42 121,12 121,67 122,12 122,18 122,66 123,25 123,84 124,12 124,61 125,12

Perumahan/Air/ Listrik/Gas dan Bahan Bakar Housing/Water/ Electricity/Gas and Fuel (4) 119,57 119,11 117,93 121,98 125,15 125,29 126,23 127,30 128,28 127,11 127,28 128,08

Sandang Clothing

(1) Januari January februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(2) 127,36 128,61 126,59 125,31 124,94 125,42 126,76 128,14 131,33 132,87 131,32 129,14

(5) 120,93 126,53 127,25 124,30 124,21 124,90 124,42 123,95 125,78 126,04 128,10 128,26

Banten dalam Angka 2010

399

FINANCE AND PRICES

CHAPTER XI

Lanjutan Tabel / Continued Table 11.5.4

Bulan Month

Kesehatan Health

Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga Education, Recreation and Sport (7) 114,17 114,66 115,35 115,62 116,73 116,57 116,56 117,37 117,91 117,85 117,86 117,90

Transportasi dan Komunikasi Transportation and Communication (8) 99,04 98,80 99,63 99,93 100,34 100,07 100,49 101,46 103,45 103,42 103,24 103,27

Umum General

(1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(6) 111,20 111,76 113,42 113,74 114,11 114,09 115,91 115,82 116,45 116,50 116,16 116,77

(9) 117,26 117,94 117,71 118,27 119,11 119,25 119,97 120,81 122,37 122,54 122,44 122,29

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

400

Banten in Figures 2010

BAB XI

KEUANGAN DAN HARGA-HARGA

Tabel 11.5.5 Table

Laju Inflasi Bulanan Menurut Kelompok Pengeluaran di Banten (2007=100), 2009 Monthly Inflation Rate by Expenditure Groups in Banten (2007=100), 2009

Bulan Month

Bahan Makanan Food

Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau Prepared Food, Beverages and Tobacco Products (3) 1,88 0,96 1,10 0,38 0,53 0,05 0,20 0,97 0,65 0,60 0,40 0,32

Perumahan/Air/ Listrik/Gas dan Bahan Bakar Housing/Water/ Electricity/Gas and Fuel (4) 0,29 -0,04 0,14 0,69 0,67 0,03 0,08 -0,01 0,73 -0,06 0,49 0,12

Sandang Clothing

(1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(2) 0,32 2,23 -1,17 -1,84 0,06 0,11 0,08 1,34 2,00 0,47 -0,18 -1,52

(5) -0,34 1,99 1,06 -0,74 0,03 0,08 0,30 0,51 2,85 0,02 0,97 0,26

Banten dalam Angka 2010

401

FINANCE AND PRICES

CHAPTER XI

Lanjutan Tabel / Continued Table 11.5.5

Bulan Month

Kesehatan Health

Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga Education, Recreation and Sport (7) 0,21 0,09 0,24 0,10 0,26 0,25 0,10 0,48 0,10 4,11 0,17 -0,08

Transportasi dan Komunikasi Transportation and Communication (8) -1,79 -3,77 0,13 0,09 -0,03 0,14 0,12 0,12 2,47 -1,64 0,00 -0,05

Umum General

(1) Januari January Pebruari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(6) 2,29 0,12 0,40 0,29 0,94 0,28 0,51 1,16 0,06 0,34 0,05 0,15

(9) 0,23 0,11 0,06 -0,21 0,31 0,09 0,15 0,60 1,34 0,19 0,22 -0,25

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

402

Banten in Figures 2010

BAB XI

KEUANGAN DAN HARGA-HARGA

Tabel 11.5.6 Table

Laju Inflasi Bulanan Menurut Kelompok Pengeluaran di Kota Tangerang (2007=100), 2009 Monthly Inflation Rate by Expenditure Groups in Tangerang City (2007=100), 2009

Bulan Month

Bahan Makanan Food

Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau Prepared Food, Beverages and Tobacco Products (3) 2,48 1,23 1,39 0,41 0,55 0,03 0,22 1,21 0,74 0,65 0,47 0,19

Perumahan/Air/ Listrik/Gas dan Bahan Bakar Housing/Water/ Electricity/Gas and Fuel (4) 0,02 0,06 0,18 0,26 0,06 -0,22 -0,02 -0,22 0,76 0,11 0,54 0,06

Sandang Clothing

(1) Januari January februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(2) 0,33 2,45 -1,28 -1,87 0,11 0,08 -0,32 1,37 1,81 0,35 0,12 -1,57

(5) -0,64 1,55 1,24 -0,44 0,03 -0,04 0,37 0,80 3,60 0,00 0,82 0,25

Banten dalam Angka 2010

403

FINANCE AND PRICES

CHAPTER XI

Lanjutan Tabel / Continued Table 11.5.6

Bulan Month

Kesehatan Health

Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga Education, Recreation and Sport (7) 0,22 0,04 0,12 0,08 0,10 0,28 0,20 0,42 0,04 5,64 0,23 -0,08

Transportasi dan Komunikasi Transportation and Communication (8) -1,72 -4,68 -0,03 0,07 -0,12 0,22 0,09 -0,02 2,79 -2,27 0,03 -0,08

Umum General

(1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(6) 3,07 0,00 0,26 0,19 1,00 0,38 0,35 1,49 -0,08 0,45 0,07 0,10

(9) 0,29 -0,03 0,07 -0,27 0,17 0,03 0,03 0,60 1,40 0,19 0,31 -0,30

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

404

Banten in Figures 2010

BAB XI

KEUANGAN DAN HARGA-HARGA

Tabel 11.5.7 Table

Laju Inflasi Bulanan Menurut Kelompok Pengeluaran di Kota Cilegon (2007=100), 2009 Monthly Inflation Rate by Expenditure Groups in Cilegon City (2007=100), 2009

Bulan Month

Bahan Makanan Food

Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau Prepared Food, Beverages and Tobacco Products (3) 0,01 0,13 0,02 0,17 0,55 0,16 -0,11 0,15 0,35 0,73 -0,01 0,94

Perumahan/Air/ Listrik/Gas dan Bahan Bakar Housing/Water/ Electricity/Gas and Fuel (4) 0,76 -0,21 1,15 0,01 1,91 1,29 -0,14 0,17 0,56 -0,03 0,64 -0,16

Sandang Clothing

(1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(2) -0,05 2,39 -0,10 -2,57 0,13 -0,02 1,31 1,43 2,55 0,35 -0,72 -1,08

(5) -0,05 1,30 0,66 -0,50 0,20 0,18 0,74 -0,02 0,17 -0,13 1,03 0,45

Banten dalam Angka 2010

405

FINANCE AND PRICES

CHAPTER XI

Lanjutan Tabel / Continued Table 11.5.7

Bulan Month

Kesehatan Health

Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga Education, Recreation and Sport (7) 0,00 0,00 0,48 0,06 0,35 0,56 -0,31 0,53 0,00 0,38 -0,02 -0,21

Transportasi dan Komunikasi Transportation and Communication (8) -1,45 -2,03 0,31 0,00 0,01 0,12 0,00 0,00 1,21 0,22 0,00 0,00

Umum General

(1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(6) -0,03 0,38 0,01 0,90 1,29 0,01 0,23 0,63 0,32 -0,01 0,37 -0,05

(9) -0,09 0,39 0,32 -0,63 0,63 0,36 0,31 0,51 1,07 0,30 0,01 -0,10

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

406

Banten in Figures 2010

BAB XI

KEUANGAN DAN HARGA-HARGA

Tabel 11.5.8 Table

Laju Inflasi Bulanan Menurut Kelompok Pengeluaran di Kota Serang (2007=100), 2009 Monthly Inflation Rate by Expenditure Groups in Serang City (2007=100), 2009

Bulan Month

Bahan Makanan Food

Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau Prepared Food, Beverages and Tobacco Products (3) 0,61 0,32 0,58 0,45 0,37 0,05 0,39 0,48 0,48 0,23 0,39 0,41

Perumahan/Air/ Listrik/Gas dan Bahan Bakar Housing/Water/ Electricity/Gas and Fuel (4) 1,25 -0,38 -0,99 3,43 2,60 0,11 0,75 0,85 0,77 -0,91 0,13 0,63

Sandang Clothing

(1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(2) 0,58 0,98 -1,57 -1,01 -0,30 0,38 1,07 1,09 2,49 1,17 -1,17 -1,66

(5) 0,89 4,63 0,57 -2,32 -0,07 0,56 -0,38 -0,38 1,48 0,21 1,63 0,12

Banten dalam Angka 2010

407

FINANCE AND PRICES

CHAPTER XI

Lanjutan Tabel / Continued Table 11.5.8

Bulan Month

Kesehatan Health

Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga Education, Recreation and Sport (7) 0,36 0,43 0,60 0,23 0,96 -0,14 -0,01 0,69 0,46 -0,05 0,01 0,03

Transportasi dan Komunikasi Transportation and Communication (8) -2,59 -0,24 0,84 0,30 0,41 -0,27 0,42 0,97 1,96 -0,03 -0,17 0,03

Umum General

(1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(6) 0,38 0,50 1,49 0,28 0,33 -0,02 1,60 -0,08 0,54 0,04 -0,29 0,53

(9) 0,27 0,58 -0,20 0,48 0,71 0,12 0,60 0,70 1,29 0,14 -0,08 -0,12

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

408

Banten in Figures 2010

BAB XI

KEUANGAN DAN HARGA-HARGA

Tabel 11.5.9 Table

Laju Inflasi Tahun Kalender Menurut Kelompok Pengeluaran di Banten (2007=100), 2009 Inflation Rate of Calendar Year by Expenditure Groups in Banten (2007=100), 2009
Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau Prepared Food, Beverages and Tobacco Products (3) 1,88 2,86 3,99 4,39 4,94 4,99 5,20 6,23 6,92 7,56 7,99 8,33

Bulan Month

Bahan Makanan Food

Perumahan/Air/ Listrik/Gas dan Bahan Bakar Housing/Water/ Electricity/Gas and Fuel (4) 0,29 0,25 0,39 1,08 1,76 1,79 1,87 1,87 2,61 2,55 3,05 3,17

Sandang Clothing

(1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(2) 0,32 2,55 1,35 -0,52 -0,46 -0,35 -0,27 1,07 3,09 3,57 3,39 1,81

(5) -0,34 1,65 2,72 1,96 2,00 2,07 2,38 2,91 5,84 5,86 6,89 7,16

Banten dalam Angka 2010

409

FINANCE AND PRICES

CHAPTER XI

Lanjutan Tabel / Continued Table 11.5.9

Bulan Month

Kesehatan Health

Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga Education, Recreation and Sport (7) 0,21 0,30 0,54 0,64 0,91 1,16 1,27 1,75 1,85 6,04 6,21 6,13

Transportasi dan Komunikasi Transportation and Communication (8) -1,79 -5,50 -5,38 -5,29 -5,32 -5,19 -5,08 -4,97 -2,62 -4,22 -4,22 -4,27

Umum General

(1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(6) 2,29 2,41 2,83 3,12 4,09 4,38 4,91 6,13 6,19 6,55 6,60 6,76

(9) 0,23 0,34 0,41 0,20 0,51 0,60 0,74 1,34 2,70 2,90 3,12 2,86

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

410

Banten in Figures 2010

BAB XI

KEUANGAN DAN HARGA-HARGA

Tabel Laju Inflasi Tahun Kalender 11.5.10 Menurut Kelompok Pengeluaran Table di Kota Tangerang (2007=100), 2009 Inflation Rate of Calendar Year by Expenditure Groups in Tangerang City (2007=100), 2009
Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau Prepared Food, Beverages and Tobacco Products (3) 2,48 3,74 5,18 5,61 6,19 6,23 6,46 7,75 8,55 9,25 9,76 9,97

Bulan Month

Bahan Makanan Food

Perumahan/Air/ Listrik/Gas dan Bahan Bakar Housing/Water/ Electricity/Gas and Fuel (4) 0,02 0,08 0,26 0,53 0,59 0,37 0,35 0,13 0,89 1,00 1,55 1,61

Sandang Clothing

(1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(2) 0,33 2,78 1,46 -0,44 -0,33 -0,25 -0,57 0,80 2,62 2,98 3,10 1,48

(5) -0,64 0,90 2,15 1,70 1,73 1,68 2,06 2,87 6,58 6,58 7,45 7,72

Banten dalam Angka 2010

411

FINANCE AND PRICES

CHAPTER XI

Lanjutan Tabel / Continued Table 11.5.10

Bulan Month

Kesehatan Health

Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga Education, Recreation and Sport (7) 0,22 0,26 0,38 0,45 0,56 0,84 1,04 1,47 1,50 7,23 7,48 7,39

Transportasi dan Komunikasi Transportation and Communication (8) -1,72 -6,32 -6,35 -6,28 -6,40 -6,19 -6,11 -6,13 -3,51 -5,70 -5,67 -5,74

Umum General

(1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(6) 3,07 3,07 3,34 3,53 4,56 4,96 5,33 6,90 6,81 7,30 7,37 7,48

(9) 0,29 0,25 0,32 0,05 0,22 0,26 0,29 0,88 2,29 2,48 2,80 2,49

Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province

412

Banten in Figures 2010

BAB XI

KEUANGAN DAN HARGA-HARGA

Tabel Laju Inflasi Tahun Kalender 11.5.11 Menurut Kelompok Pengeluaran Table di Kota Cilegon (2007=100), 2009 Inflation Rate of Calendar Year by Expenditure Groups in Cilegon City (2007=100), 2009
Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau Prepared Food, Beverages and Tobacco Products (3) 0,01 0,14 0,16 0,33 0,88 1,04 0,93 1,08 1,43 2,17 2,16 3,12

Bulan Month

Bahan Makanan Food

Perumahan/Air/ Listrik/Gas dan Bahan Bakar Housing/Water/ Electricity/Gas and Fuel (4) 0,76 0,55 1,70 1,71 3,66 5,00 4,85 5,03 5,61 5,58 6,25 6,08

Sandang Clothing

(1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December

(2) -0,05 2,34 2,24 -0,38 -0,26 -0,27 1,03 2,47 5,09 5,45 4,69 3,56

(5) -0,05 1,26 1,92 1,41 1,62 1,80 2,56 2,54 2,71 2,58 3,64 4,11

Banten dalam Angka 2010

413

48 0.22 3.45 -3.45 -3.62 -1.FINANCE AND PRICES CHAPTER XI Lanjutan Tabel / Continued Table 11.02 -1.78 3.67 2.83 Transportasi dan Komunikasi Transportation and Communication (8) -1.11 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province 414 Banten in Figures 2010 .81 3.11 Bulan Month Kesehatan Health Pendidikan.00 0.77 4.62 Umum General (1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December (6) -0.04 1.01 0.82 2.88 1.15 -3.30 1.35 0.30 0.02 -3.26 2.21 3.99 1.14 1.90 3.14 -3.45 3.63 0.57 2. Recreation and Sport (7) 0.09 0.11 (9) -0.00 0.03 0.36 1.5. Rekreasi dan Olahraga Education.06 2.57 2.62 -1.45 1.02 -3.67 1.15 -3.16 4.84 -1.63 -0.53 0.

96 0.98 (5) 0.12 Menurut Kelompok Pengeluaran Table di Kota Serang (2007=100).33 -0.63 7.93 3.64 7.10 6.BAB XI KEUANGAN DAN HARGA-HARGA Tabel Laju Inflasi Tahun Kalender 11.80 3.78 8.94 5.16 6.70 3.19 3.99 2.58 1.80 8. 2009 Makanan Jadi. Rokok dan Tembakau Prepared Food.04 4.31 3.88 Bulan Month Bahan Makanan Food Perumahan/Air/ Listrik/Gas dan Bahan Bakar Housing/Water/ Electricity/Gas and Fuel (4) 1.04 -1.86 -0.41 4.14 3.98 6.29 5.36 2.70 1.41 2.89 7.46 Sandang Clothing (1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December (2) 0.82 3.25 0.17 3.89 5.20 3.56 -0.71 4. Beverages and Tobacco Products (3) 0. Minuman.53 1.87 7. 2009 Inflation Rate of Calendar Year by Expenditure Groups in Serang City (2007=100).45 4.5.81 4.01 Banten dalam Angka 2010 415 .56 6.03 -1.94 1.10 1.63 4.61 0.

FINANCE AND PRICES CHAPTER XI Lanjutan Tabel / Continued Table 11.63 4.46 3.72 1.16 -0.65 3.01 -1.27 0.41 (9) 0.12 5.17 3.85 1.54 1.31 -1. Recreation and Sport (7) 0.57 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province 416 Banten in Figures 2010 .97 2.38 2.16 4.99 4.57 -1.57 Umum General (1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December (6) 0.5.60 3.60 3. Rekreasi dan Olahraga Education.88 2.64 2.71 -1.61 2.69 4.59 -2.47 2.36 0.13 1.75 1.85 0.40 1.67 3.65 1.12 Bulan Month Kesehatan Health Pendidikan.55 5.64 Transportasi dan Komunikasi Transportation and Communication (8) -2.58 3.30 4.38 0.82 -2.01 2.78 4.21 1.79 1.86 5.63 4.

5.79 8.01 5.59 2.86 4.66 7.23 7.13 Menurut Kelompok Pengeluaran Table di Banten (2007=100).BAB XI KEUANGAN DAN HARGA-HARGA Tabel Laju Inflasi dari Tahun ke Tahun 11.64 4.94 7.71 7.78 10. Beverages and Tobacco Products (3) 13.69 2.34 1.79 8.45 2. 2009 Makanan Jadi.13 9.84 11.78 10.33 Bulan Month Bahan Makanan Food Perumahan/Air/ Listrik/Gas dan Bahan Bakar Housing/Water/ Electricity/Gas and Fuel (4) 10.43 3.36 6. 2009 Inflation Rate of Year on Year by Expenditure Groups in Banten (2007=100).76 9.17 Sandang Clothing (1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December (2) 15.80 10.90 7.16 Banten dalam Angka 2010 417 .37 5.87 13.91 4.94 3.81 (5) 5.26 13.66 9.84 14. Minuman.64 2.63 8.75 2.29 6.97 2.92 7.77 9.09 9.56 4.74 12.05 4.79 9. Rokok dan Tembakau Prepared Food.68 5.13 9.65 5.

58 8.97 -6.73 9.55 8.21 3.92 -6.03 4.53 7.19 4.40 4.38 4.18 9.27 4.33 -6.97 7.5.27 7.55 3.99 2.76 (9) 11.17 7.12 3.86 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province 418 Banten in Figures 2010 .79 6.37 8.82 -4.95 4.10 4.13 Bulan Month Kesehatan Health Pendidikan.19 8.88 -4.52 6.44 6.27 Umum General (1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December (6) 8.76 2.12 3.22 8.60 3.53 6. Rekreasi dan Olahraga Education.12 2.50 2.13 Transportasi dan Komunikasi Transportation and Communication (8) 8.64 3.63 8.58 -6.FINANCE AND PRICES CHAPTER XI Lanjutan Tabel / Continued Table 11.16 4.27 8.89 -6.14 4. Recreation and Sport (7) 4.00 9.

06 1. 2009 Makanan Jadi.61 7.50 9.43 11.39 4.5.78 3.14 Menurut Kelompok Pengeluaran Table di Kota Tangerang (2007=100).50 3.26 11.41 3.48 (5) 3.11 6.61 Sandang Clothing (1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December (2) 16.83 10. Beverages and Tobacco Products (3) 12.28 8.83 11.14 4.81 3.40 0.61 3.57 10. Minuman. Rokok dan Tembakau Prepared Food.41 11.83 11.88 3.23 8.73 1.80 8.58 3.66 12.61 11. 2009 Inflation Rate of Year on Year by Expenditure Groups in Tangerang City (2007=100).BAB XI KEUANGAN DAN HARGA-HARGA Tabel Laju Inflasi dari Tahun ke Tahun 11.58 14.58 4.49 1.24 12.72 Banten dalam Angka 2010 419 .29 0.42 7.23 1.00 15.36 7.97 4.97 Bulan Month Bahan Makanan Food Perumahan/Air/ Listrik/Gas dan Bahan Bakar Housing/Water/ Electricity/Gas and Fuel (4) 9.41 1.16 1.54 9.30 5.85 14.75 4.84 8.

29 2.17 8.01 -7.55 4. Recreation and Sport (7) 3.13 8.FINANCE AND PRICES CHAPTER XI Lanjutan Tabel / Continued Table 11.38 3.32 -8.81 8.17 -8.64 -5.72 4.02 2.30 -5.36 9.67 7.57 2.39 Transportasi dan Komunikasi Transportation and Communication (8) 9.48 3.26 3.22 3.59 3.55 6.20 9.36 8.21 9.08 9.61 3.46 9. Rekreasi dan Olahraga Education.5.83 8.58 4.98 3.64 -7.95 8.08 2.57 -7.49 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province 420 Banten in Figures 2010 .07 2.74 Umum General (1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December (6) 9.03 7.84 9.48 (9) 10.63 7.14 Bulan Month Kesehatan Health Pendidikan.37 2.18 3.54 2.60 8.32 7.46 3.

12 Bulan Month Bahan Makanan Food Perumahan/Air/ Listrik/Gas dan Bahan Bakar Housing/Water/ Electricity/Gas and Fuel (4) 10. Beverages and Tobacco Products (3) 16.40 15. Minuman.07 3.79 3.79 6.15 4.25 3.13 14.76 3.14 3.44 9.5.84 12.64 2.29 10.78 10.94 10.69 4.82 4.62 9. 2009 Makanan Jadi.95 2.84 2.24 3.25 6.41 3.12 2.85 7.23 6.04 2.15 Menurut Kelompok Pengeluaran Table di Kota Cilegon (2007=100).08 3.88 4.93 4.39 15.94 6.11 Banten dalam Angka 2010 421 . Rokok dan Tembakau Prepared Food.58 12.56 (5) 4.BAB XI KEUANGAN DAN HARGA-HARGA Tabel Laju Inflasi dari Tahun ke Tahun 11.69 10.85 2.54 10.44 12.54 3.24 3.08 Sandang Clothing (1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December (2) 11.22 2.13 10.40 4.20 5.26 3. 2009 Inflation Rate of Year on Year by Expenditure Groups in Cilegon City (2007=100).

76 4.53 4.38 1.43 -5. Recreation and Sport (7) 1.03 3.47 1.20 4.15 Bulan Month Kesehatan Health Pendidikan.07 1.83 Transportasi dan Komunikasi Transportation and Communication (8) 8.35 1.55 1.17 6.62 Umum General (1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December (6) 1.11 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province 422 Banten in Figures 2010 .48 3.07 3.81 9.52 4.14 2.59 4.31 3.60 -1.33 9.12 1.77 6.05 3.82 2.89 2.5.35 3.22 4.39 1.47 -4.49 1.89 -5.61 8.37 -4. Rekreasi dan Olahraga Education.24 4.89 1.13 2.55 -5.36 5.FINANCE AND PRICES CHAPTER XI Lanjutan Tabel / Continued Table 11.19 6.53 4.42 -4.08 1.34 3.28 3.11 (9) 10.

33 8.20 15. Beverages and Tobacco Products (3) 12.73 17.52 9.78 12.06 5.46 Sandang Clothing (1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December (2) 16.61 9.24 17.22 14.20 8.20 12.21 7.35 5.87 1.42 4. Minuman.5.34 17.77 10.66 13.BAB XI KEUANGAN DAN HARGA-HARGA Tabel Laju Inflasi dari Tahun ke Tahun 11.03 7.97 13.81 8.15 4.00 9. 2009 Inflation Rate of Year on Year by Expenditure Groups in Serang City (2007=100).13 8.09 4.79 8.01 Banten dalam Angka 2010 423 .06 4.24 8. 2009 Makanan Jadi.40 8.97 9.17 8.66 5.20 9.50 11.53 10.16 Menurut Kelompok Pengeluaran Table di Kota Serang (2007=100).87 5. Rokok dan Tembakau Prepared Food.75 19.98 7.98 (5) 14.88 Bulan Month Bahan Makanan Food Perumahan/Air/ Listrik/Gas dan Bahan Bakar Housing/Water/ Electricity/Gas and Fuel (4) 17.34 10.99 13.62 9.13 8.76 8.91 16.

52 -3.54 -0.59 -4.5.09 5.85 5.47 10.83 11.71 4.97 1.07 10.50 11.45 -1. Rekreasi dan Olahraga Education.46 11.53 12.57 Umum General (1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December (6) 9.56 7.74 10.88 6.84 4.16 5.10 3.02 1.39 10.41 6.25 4.95 10.67 5.10 4.95 11.FINANCE AND PRICES CHAPTER XI Lanjutan Tabel / Continued Table 11.72 8. Recreation and Sport (7) 11.42 5.64 Transportasi dan Komunikasi Transportation and Communication (8) -0.57 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province 424 Banten in Figures 2010 .77 3.21 11.37 8.58 10.48 -1.86 -0.79 11.29 11.39 -0.41 (9) 12.53 12.96 12.16 Bulan Month Kesehatan Health Pendidikan.10 6.61 -4.16 11.

20 11.70 12.32 10.63 10.96 1.57 11.03 6.23 14.17 17.11 14.11 1.47 17.10 11.54 11.42 6.44 6.07 2009 (6) 3.03 5.44 14.10 16.50 3.13 8.80 2.25 7.18 5.85 2. 2005-2009 Table Inflation Rate at 66 Cities in Indonesia (2007=100).39 11.5. 2005-2009 Kota / City (1) Banda Aceh Lhoksemawe Padang Sidempuan Sibolga Pematang Siantar Medan Padang Pekanbaru Dumai Jambi Palembang Bengkulu Bandar Lampung Pangkal Pinang Batam Tanjung Pinang Jakarta Bogor Sukabumi Bandung Cirebon Bekasi Depok Tasikmalaya 2005 (2) 41.79 16.72 2.57 18.39 10.11 4.11 17.53 7.72 2008 (5) 10.90 11.67 22.93 1.36 10.14 10.58 2.30 11.78 12.42 8.03 6.87 1.50 19.92 25.82 20.30 4.15 13.44 14.40 8.83 2006 (3) 9.88 4.42 4.47 22.69 2.52 6.21 5.82 18.BAB XI KEUANGAN DAN HARGA-HARGA Tabel Laju Inflasi 66 Kota di Indonesia 11.18 2.00 4.59 2.17 (2007=100).84 6.88 1.58 6.39 19.27 13.91 20.04 5.02 5.05 1.33 6.16 3.34 2.06 19.05 6.16 10.37 6.17 1.44 2007 (4) 11.56 16.31 8.00 6.68 9.90 7.22 21.64 4.47 10.97 8.34 12.43 2.87 7.87 7.17 Banten dalam Angka 2010 425 .06 5.66 8.02 14.94 0.49 1.49 2.

54 13.19 5.73 13.65 2009 (6) 2.72 6.89 11.20 9.72 2007 (4) 6.73 10.17 Kota / City (1) Purwokerto Surakarta Semarang Tegal Yogyakarta Jember Sumenep Kediri Malang Probolinggo Madiun Surabaya Serang Tangerang Cilegon Denpasar Mataram Bima Maumere Kupang Pontianak Singkawang Sampit Palangka Raya 2005 (2) 14.98 16.52 9.09 5.83 2.17 10.74 14.66 8.72 15.57 2.91 1.45 6.39 4.73 3.49 4.34 8.55 3.15 3.12 2006 (3) 8.44 8.39 426 Banten in Figures 2010 .49 3.31 17.16 14.90 11.90 12.28 6.36 16.76 8.86 16.83 2.30 4.63 3.67 4.93 6.08 7.91 8.52 10.25 13.43 11.25 6.FINANCE AND PRICES CHAPTER XI Lanjutan Tabel / Continued Table 11.85 5.46 18.63 10.91 10.99 7.93 3.18 6.5.84 7.77 5.96 9.56 7.96 10.15 2.92 6.89 13.49 10.57 7.75 7.17 9.12 16.88 16.11 11.88 10.84 15.96 2008 (5) 12.40 6.71 7.06 6.75 12.27 8.27 6.89 7.40 3.39 14.31 5.37 3.19 12.32 7.85 1.60 3.14 4.66 2.22 6.75 8.01 14.11 4.39 3.

85 10.51 19.52 6.27 9.13 5.BAB XI KEUANGAN DAN HARGA-HARGA Lanjutan Tabel / Continued Table 11.05 2.35 2008 (5) 11.43 5.5.61 1.30 12.73 6.17 Kota / City (1) Banjarmasin Balikpapan Samarinda Tarakan Manado Palu Wamanpone Makasar Pare-pare Palopo Kendari Gorontalo Mamuju Ternate Ambon Manokwari Sorong Jayapura 2005 (2) 12.06 7.69 7.35 9.94 17.31 5.59 11.45 18.40 4.66 11.02 10.13 8.09 8.52 2007 (4) 7.69 19.12 9.71 10.73 16.52 2.56 12.88 6.64 18.54 4.24 1.57 7.22 11.78 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Banten dalam Angka 2010 427 .60 6.21 10.86 3.80 5.48 7.28 16.58 15.35 1.60 4.18 10.18 4.78 3.11 6.15 2006 (3) 11.21 2.25 9.92 Nasional 17.79 13.55 2009 (6) 3.40 14.60 4.03 5.56 16.84 3.53 7.33 15.71 7.28 9.62 11.34 20.78 7.20 11.50 5.67 19.20 21.42 14.34 13.

26 98.04 96.31 121.18 Dibayar (Ib) dan Nilai Tukar Petani (NTP) Table Bulanan di Banten (2007=100).54 123.55 119.55 95.37 115.15 108.49 123.49 123.93 96.43 96.63 123. Indeks Harga yang 11.35 105.65 121.45 123.21 104.22 94.06 115. 2008-2009 Bulan Month (1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December 2008 It (2) 106.19 121.24 122.14 96.73 102.22 117.60 121.11 120.27 101.21 96.99 113.58 107.00 117.99 112.91 122.25 98.48 112.67 116.16 96.89 97.68 NTP (4) 101.05 98.93 118.28 124.11 107.95 117.88 NTP (7) 96.82 97.5.00 111.75 121.72 96.07 114.49 114.49 108.04 96.73 118.60 117.39 100.FINANCE AND PRICES CHAPTER XI Tabel Indeks Harga yang Diterima (It).67 Ib (3) 104.99 101.31 120.76 122.86 97.47 2009 Ib (6) 120.65 It (5) 115.67 121.07 99. 2008-2009 Prices Received by Farmers Indices (It).77 98.70 117. Price Paid By Farmers Indices (Ib).70 113. and Farmers’ Term of Trade (NTP) by Month in Banten (2007=100).67 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province 428 Banten in Figures 2010 .65 96.18 96.18 108.

2009 Bulan Month (1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December Tanaman Pangan Food Crop (2) 91.36 101.46 105.20 105.89 101.72 96.66 105.51 98.67 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Banten dalam Angka 2010 429 .78 NTP Gabungan Composite NTP (7) 96.73 91. 2009 Table Monthly Farmers’ Term of Trade (NTP) by Subsector in Banten (2007=100).84 95.27 104.68 95.58 98.57 91.29 108.08 112.39 96.22 97.65 96.61 106.90 105.08 105.BAB XI KEUANGAN DAN HARGA-HARGA Tabel Nilai Tukar Petani (NTP) Bulanan di Banten 11.19 99.78 105.37 90.80 Tanaman Tanaman Perkebunan Peternakan Holtikultura Rakyat Animal Holticulture Smallholders Husbandary Estate Crops (3) (4) (5) 98.27 104.05 108.15 104.36 104.80 108.34 100.95 92.25 98.28 106.84 105.54 106.66 99.39 101.07 99.27 96.87 92.5.73 98.73 108.86 105.18 96.15 109.94 95.14 96.86 97.21 92.20 91.77 98.70 105.72 110.26 98.19 Menurut Subsektor (2007=100).62 103.02 105.20 104.80 93.64 98.39 100.04 107.42 Perikanan Fishery (6) 93.05 98.82 107.71 96.53 97.33 92.99 111.39 106.

2009 Bulan Month Bahan Makanan Food Makanan Jadi.25 .98 .32 (5) 1.60 1.0.20 di Provinsi Banten (2007=100).93 0.49 0.13 Sandang Clothing (1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December (2) 1.0.89 .0.65 .29 0.08 0.0.87 0.01 .30 0.43 .16 1.42 430 Banten in Figures 2010 .28 0.73 2.3.2.52 0.55 0.84 0.0.52 0.FINANCE AND PRICES CHAPTER XI Tabel Inflasi Bulanan di Daerah Perdesaan 11.08 1.1. Beverages and Tobacco Products (3) 0.58 0.69 0.24 .83 0.48 .83 0.08 Perumahan/Air/ Listrik/Gas dan Bahan Bakar Housing/Water/ Electricity/Gas and Fuel (4) 1.31 1.40 0.40 0.16 0.00 0.09 0.84 1.52 0.75 . Rokok dan Tembakau Prepared Food.0.05 3.5. 2009 Table Monthly Rural Rate Inflation Rate in Banten Province (2007=100).09 .0.0.83 .37 1. Minuman.24 .33 0.0.14 2.0.29 .

00 .89 0.34 0.02 .00 0.09 0.07 0.37 .12 Transportasi dan Komunikasi Transportation and Communication (8) .79 1.09 0.17 0.99 0.22 .0.0.09 0.23 0.20 1.00 .01 Umum General (1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December (6) 0.56 0.5. Recreation and Sport (7) 1.BAB XI KEUANGAN DAN HARGA-HARGA Lanjutan Tabel / Continued Table 11.0.0.00 0.84 0.50 0.0.23 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Banten dalam Angka 2010 431 .0.21 0.87 1.97 0. Rekreasi dan Olahraga Education.0.19 1.82 0.05 0.68 0.43 (9) 0.0.20 Bulan Month Kesehatan Health Pendidikan.62 0.0.98 .17 0.77 .81 0.08 .0.26 0.75 .27 .12 0.00 0.44 0.19 0.02 0.1.20 0.22 .1.

66 4.75 3.09 2.09 3.31 5.32 3.97 4.16 3.92 3.34 (5) 1.17 6.95 Perumahan/Air/ Listrik/Gas dan Bahan Bakar Housing/Water/ Electricity/Gas and Fuel (4) 1.44 0.FINANCE AND PRICES CHAPTER XI Tabel Inflasi Tahun Kalender di Daerah Perdesaan 11.57 1.17 10.59 432 Banten in Figures 2010 .49 4.02 0.76 10 9.31 6.71 6.28 6.02 1.1 -2.08 1. 2009 Table Rural Inflation Rate of Calendar Year in Banten Province (2007=100) Bulan Month Bahan Makanan Food Makanan Jadi.87 5.53 0.79 3.15 6.62 Sandang Clothing (1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December (2) 1. Minuman. Beverages and Tobacco Products (3) 0.09 2.37 2.04 0.83 1.57 2.79 4.16 5.48 10.01 6.37 2.75 1.76 2.14 1.95 3.5.85 1.36 1.21 di Provinsi Banten (2007=100). Rokok dan Tembakau Prepared Food.78 0.

59 2.3 Transportasi dan Komunikasi Transportation and Communication (8) -1.59 2.81 1.22 3.44 -3.44 -3.51 3.74 3.79 2.89 1.15 3.5.67 2.47 Umum General (1) Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December (6) 0.BAB XI KEUANGAN DAN HARGA-HARGA Lanjutan Tabel / Continued Table 11.3 4.01 1.85 -3.34 3.98 -2.22 3.47 2.44 -3.53 5.1 -3.72 1.8 -2.21 3.54 1.8 -3.12 2.45 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Banten dalam Angka 2010 433 .82 -2.39 1.94 (9) 0.55 1.56 4.9 2.63 1. Rekreasi dan Olahraga Education.74 5. Recreation and Sport (7) 1.85 3.95 2.99 4.81 1.46 -3.82 -2.17 1.21 Bulan Month Kesehatan Health Pendidikan.18 5.33 1.

2009 Bulan Month (1) Januari / January Februari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October November / November Desember / December Gabah di Tingkat Petani Unhusked Rice in Farmer 2008 (2) 2 664 2 566 1 867 1 919 2 325 2 486 2 410 2 411 2 333 2 422 2 580 2 512 2009 (3) 2 450 2 181 2 166 2 400 2 543 2 392 2 385 2 348 2 421 2 674 2 736 2 714 Gabah di Penggilingan Unhusked Rice in Mill 2008 (4) 2 673 2 622 1 841 1 936 2 386 2 535 2 465 2 500 2 473 2 493 2 667 2 606 2009 (5) 2 510 2 317 2 229 2 449 2 599 2 449 2 442 2 414 2 481 2 606 2 803 2 789 Rata–rata / Average 2 375 2 434 2 433 2 474 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note : Harga yang dimaksud adalah rata-rata harga gabah di tingkat petani untuk kualitas IR 64 The prices is average of unhusked rice price at the farmer with IR 64 quality 434 Banten in Figures 2010 .FINANCE AND PRICES CHAPTER XI Tabel 11. 2009 Trend of Unhusked Rice Prices by Month in Banten (rupiahs/kg).22 Table Perkembangan Harga Gabah Menurut Bulan di Banten (rupiah/kg).5.

2008-2009 Performance of Cooperatives in Banten Province by Indicator of Production.BAB XI KEUANGAN DAN HARGA-HARGA 11.6.6. 2008-2009 Indikator Indicator (1) Koperasi / Cooperative Aktif / Active Non Aktif / Non Active Anggota / Member Modal Sendiri / Capital Owned Modal Luar / Capital Aid Jumlah Asset / Asset Volume Usaha / Omzet Jumlah SHU / Capital Gain Jumlah Manajer / Total Manager Jumlah Karyawan / Total Employee Satuan Unit (2) 2008 (3) 2009 (4) Unit Unit Orang / Person Rupiah / Rupiahs Rupiah / Rupiahs Rupiah / Rupiahs Rupiah / Rupiahs Rupiah / Rupiahs Orang / Person Orang / Person 3 459 2 113 926 059 248 281 650 468 806 993 805 580 741 1 205 143 222 88 492 098 728 5 631 4 085 1 892 945 145 351 802 569 717 250 399 1 195 638 489 1 126 157 702 126 585 521 774 5 711 Sumber / Source : Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten Office of Cooperative and Small-scall Entrepreneurship – Banten Province Government Banten dalam Angka 2010 435 .1 Table Kinerja Koperasi di Provinsi Banten Menurut Indikator Produksi. KOPERASI COOPERATIVE Tabel 11.

. Tangerang 6. Tangerang 1) 4.2 Table Jumlah SIUP yang diberikan Menurut Golongan Usaha dan Kabupaten/Kota di Provinsi Banten. Pandeglang 2.FINANCE AND PRICES CHAPTER XI Tabel 11. Serang Kota / Municipality 5. Serang 8. Cilegon 7. 5 246 Sumber / Source : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten Office of Industry and Trade Service – Banten Province Government Catatan / Note : 1) Termasuk Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality 436 Banten in Figures 2010 .. 1 480 1 144 188 672 ... Lebak 3.. 2009 Number of Trade Business Permits Issued by Scale of Establishment and Regency/Municipality in Banten Province. Tangerang Selatan Provinsi Banten Perusahaan Besar Large Scale Establishment (2) Perusahaan Menengah Medium Scale Establishment (3) `Perusahaan Kecil Small Scale Establishment (4) 47 54 297 46 79 77 714 79 619 526 1 581 516 177 13 58 .6. 2009 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. 692 371 40 120 ..

Tangerang 6. 2009 Kabupaten/Kota Regency/Municipality PT (1) Kabupaten / Regency 1. 2 284 . 2 556 30 13 34 . Cilegon 7.. 43 1 991 271 916 . Tangerang Selatan Provinsi Banten 756 62 149 . Tangerang 1) 4... Lebak 3.. Pandeglang 2... Serang 8.3 Table Rekapitulasi Laporan Penerbitan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) di Province Banten.6..... 168 20 17 1 457 95 10 10 31 40 (2) KOP (3) Bentuk Usaha Type of Establishment CV (4) FA (5) PO (6) BLP (7) Jumlah Total (8) 30 75 776 188 2 - 164 238 529 191 1 4 3 224 341 2 799 517 602 135 478 . 7 059 Sumber / Source : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten Office of Industry and Trade Service of Banten Province Catatan / Note : 1) Termasuk Kota Tangerang Selatan / Including Tangerang Selatan Municipality Banten dalam Angka 2010 437 .. 2 006 2 33 ... 2 601 61 222 . 2009 Report Recapitulation Of Issuance of Permits Companies in Banten Province.BAB XI KEUANGAN DAN HARGA-HARGA Tabel 11. Serang Kota / Municipality 5..

.

12 PENGELUARAN DAN KONSUMSI Expenditure and Consumption .

.

4.BAB XII PENGELUARAN DAN KONSUMSI Penjelasan Teknis 1. Data on consumer expenditure and consumption by commodity group of expenditure are obtained from the National Socio-Economic Survey (Susenas) Panel March 2009 based on household. Untuk konsumsi bukan makanan pada umumnya yang dikumpulkan hanya data nilainya. gas. 2. household spending is limited to expenditures for household needs only. Banten dalam Angka 2010 441 . Meanwhile. For consumption of nonfood. tidak termasuk pengeluaran untuk keperluan usaha atau yang diberikan kepada pihak lain. both quantity data and values are collected.Maret 2009. not including expenses for business purposes or given to other parties. the data collected in general are only their values. fuel. namely food and non-food consumption regardless of origin whether it comes from purchases. The data of consumption/ expenditure collected in Susenas Panel are divided into two groups. gas. air. Pengeluaran / konsumsi rumahtangga yang dicakup dalam Susenas Panel . Pengeluaran / konsumsi makanan dirinci menjadi 215 komoditi. Technical Notes 1. own production or delivery. 2. which are also collected for their quantity data. 3. 4. Consumption/expenditure on food covers 215 commodities. kecuali untuk beberapa jenis pengeluaran tertentu. masing-masing dikumpulkan data kuantitas dan nilainya. Sedangkan pengeluaran rumahtangga terbatas pada pengeluaran untuk kebutuhan rumahtangga saja. dibedakan atas konsumsi makanan dan bukan makanan tanpa memperhatikan asal barang baik itu berasal dari pembelian. 3. seperti penggunaan listrik. Data pengeluaran dan konsumsi penduduk menurut kelompok barang diperoleh dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Panel BPS pada Maret 2009 yang berbasiskan rumahtangga. such as electricity. produksi sendiri maupun pemberian. except for certain types of expenditure. dan bahan bakar minyak (BBM) yang juga dikumpulkan kuantitasnya. water.

Angka-angka konsumsi/ pengeluaran per kapita diperoleh dari hasil bagi konsumsi seluruh rumahtangga (baik mengkonsumsi makanan maupun tidak) terhadap jumlah penduduk. Expenditures for food consumption is calculated during last week. The figures of expenditure per capita consumption is obtained from the results for all households (whether or not to consume foods) to total population. Pengeluaran untuk konsumsi makanan dihitung selama seminggu terakhir. 442 Banten in Figures 2010 . while non-food consumption is calculated for last month and last year. 5. sedangkan konsumsi bukan makananan sebulan dan setahun terakhir. Both the expenditure for food and non food consumption (spending a year) and then translated into an average monthly expenditure. Baik pengeluaran untuk konsumsi makanan maupun bukan makanan (pengeluaran setahun) selanjutnya dikonversikan ke dalam penge luaran rata-rata sebulan.EXPENDITURE AND CONSUMTION CHAPTER XII 5.

1.71 percent. while for non-food consumption only increased by 13.44 persen.20 percent of an increase compared to 2008 which is only amounted to 454 454 dollars.BAB XII PENGELUARAN DAN KONSUMSI 12. pendapatan dan daya beli masyarakat secara ratarata diperkirakan meningkat sebesar 11.34 persen karena laju inflasi pada tahun 2009 hanya sebesar 2.971 rupiah. 14.86 persen. it is more often used for non food consumption purposes rather than food consumption. Based on the results of Panel of National Economic Social Survey 2009. meningkat sebesar 14. Berarti. because the basic law is no changes in tastes. ternyata peningkatan tersebut lebih banyak digunakan untuk keperluan konsumsi makanan daripada konsumsi bukan makanan. Disamping itu. Pengeluaran Peduduk Data pengeluaran (dalam rupiah) yang dibedakan menurut kelompok makanan dan bukan makanan dapat digunakan untuk melihat pola pengeluaran penduduk. sebagai proxy data pendapatan.971 rupiah. In addition.71 persen. hal tersebut tidak bertentangan dengan Hukum Engel. 12. it is not prohibited by Engel Law. karena dasar hukum tersebut adalah tidak adanya perubahan selera. as a proxy for income data. Population Expenditure Expenditure data (in rupiah) is divided into food expenditure and non food expenditure that can be used to view pattern of consumer expenditure.86 percent. When considered according to composition of expenditure. Banten dalam Angka 2010 443 . Bila diperhatikan menurut komposisi pengeluarannya. it also can be used to measure welfare increasing. Nevertheless. community income and purchasing power predicted an increase of 11. rata-rata pengeluaran per kapita sebulan penduduk Banten sebesar 518. Meskipun demikian.44 percent.454 rupiah. It means. Noted. monthly expenditure of Banten population reached an average per capita of 518. sedangkan untuk konsumsi bukan makanan justru hanya meningkat sebesar 13. the average per capita monthly expenditure for food consumption increased by 14. Berdasarkan hasil Susenas Panel 2009. data tersebut juga dapat digunakan untuk mengukur adanya peningkatan kesejahteraan masyarakat. rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk keperluan konsumsi makanan meningkat sebesar 14. Tercatat.1.34 percent on average because the rate of inflation in 2009 only amounted to 2.20 persen bila dibandingkan dengan tahun 2008 yang hanya sebesar 454.

Konsumsi Kalori dan Protein Makanan Hasil Susenas Panel 2009 menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi kalori dan protein per kapita sehari penduduk Banten pada tahun 2009 adalah 1. In contrast. maka rata-rata konsumsi kalori penduduk Banten pada tahun 2009 masih dibawah standarnya. each of which reached 1. cigarettes and tobacco.85 percent. 12. Bila dibandingkan dengan angka kecukupan kalori dan protein penduduk Indonesia per kapita per hari berdasarkan Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi VIII yaitu 2. rata-rata konsumsi protein penduduk Banten pada tahun 2009 sudah lebih dari standarnya.979.EXPENDITURE AND CONSUMTION CHAPTER XII Padahal. Consumption of Calorie and Protein National Economic Social Survey Panel in 2009 showed that average consumption of calories and protein per capita per day of Banten population were 1. the average calorie consumption of Banten population in 2009 is still below standard.58 kcal and 57. the average consumption of protein of Banten population in 2009 exceeded the standard. Komposisi pengeluan per kapita sendiri pada tahun 2009 ini untuk keperluan konsumsi makanan dan konsumsi bukan makanan masing-masing sebesar 47.85 persen. 12. 444 Banten in Figures 2010 . lebih besarnya peningkatan pengeluaran untuk konsumsi makanan sepertinya selain lebih disebabkan oleh adanya perubahan selera juga karena tingginya inflasi pada tahun 2009 untuk kelompak bahan makanan dan kelompok makanan jadi.15 percent and 52.31 grams. In fact.81 persen dan 8.81 per cent and 8.58 kkal dan 57.2.2.31 gram. 33 percent.979.000 kcal and 52 grams of protein. minuman.000 kkal dan 52 gram protein. Compared to number of calories and protein adequacy of Indonesian population per capita per day based on the National Food and Nutrition Widyakarya VIII were 2. Composition of expenditure per capita in 2009 is for purposes of food consumption and non food consumption respectively 47. rokok dan tembakau yang masingmasing mencapai 1. Sebaliknya.33 persen. beverages. a greater increase in expenditures for food consumption is not only more caused by changes in taste but also because of high inflation in 2009 for group of foodstuffs and food.15 persen dan 52.

84 thousand tons.84 ribu ton. Lebak Regency. Stok beras di Bulog Sub Divre Banten yang tersebar di Kabupaten Serang. especially sufficient rice stocks for resident needs.88 thousand tons Banten dalam Angka 2010 445 . such as natural disasters. 12. Banten rice stocks at the end of 2009 reached 18. Food Availability One of Government tasks through the Agency and logistics business is to provide stock of food. Stok beras di Banten sendiri pada akhir tahun 2009 mencapai 18. and Tangerang City reached an average of 33.60 thousand tons monthly in 2009 is sufficient for 11 days consumed by every resident of Banten.BAB XII PENGELUARAN DAN KONSUMSI 12. Rice stocks at Bulog Sub Divre of Banten spread in Serang Regency.60 ribu ton yang cukup konsumsi setiap penduduk Banten selama 11 hari. setiap bulannya pada tahun 2009 rata-rata mencapai 33. dan Kota Tangerang.88 ribu ton. misalnya bencana alam. lebih rendah bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 28. lower than the previous year which reached 28.3. khususnya untuk stabilisasi harga dan kebutuhan yang mendesak. Ketersediaan Pangan Salah satu tugas Pemerintah via Bulog adalah menyediakan stok pangan. terutama stok beras yang cukup untuk kebutuhan masyarakat. Lebak. especially for the price stabilization and urgent needs.3.

2008-2009 Figure Daily Average per Capita Calory Consumption in Banten Province (kkal).1 Pengeluaran Rata-rata per Kapita Sebulan di Provinsi Banten (rupiah).2 Rata-rata Konsumsi Kalori per Kapita Sehari di Provinsi Banten (kkal). 2008-2009 2 200 2 155 2 150 2 100 2 056 2 050 2 000 1 950 1 900 1 850 1 800 Kota 1 990 1 949 2 026 1 980 2008 2009 Desa Kota + Desa Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province 446 Banten in Figures 2010 . 2008-2009 Figure Monthly Average per Capita Expenditure in Banten Province (rupiahs).EXPENDITURE AND CONSUMTION Grafik 12. 2008-2009 CHAPTER XII 700 000 600 000 500 000 400 000 300 000 200 000 100 000 0 559 218 637 661 518 971 454 454 339 434 295 985 2008 2009 Kota Desa Kota + Desa Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Grafik 12.

2009 Figure Trend of Rice Stock in Dolog Banten (kg). 2008-2009 61 60 59 58 57 56 55 54 53 52 60.3 Rata-rata Konsumsi Protein per Kapita Sehari di Provinsi Banten (gram).4 Perkembangan Persediaan Beras di Dolog Banten (kg).02 57.32 59.8 60.6 58. 2009 45 000 000 40 000 000 35 000 000 30 000 000 25 000 000 20 000 000 15 000 000 10 000 000 5 000 000 0 Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agust Sep Okt Nop Des Sumber / Source : Bulog Subdivre Banten Regional Sub Divisions Office of Logistics Affairs Agency in Banten Province Banten dalam Angka 2010 447 .BAB XII PENGELUARAN DAN KONSUMSI Grafik 12.07 2009 Kota Desa Kota + Desa Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Grafik 12. 2008-2009 Figure Daily Average per Capita Protein Consumtion in Banten Province (gram).31 2008 55.

EXPENDITURE AND CONSUMTION CHAPTER XII 12.000 (3) 34 569 278 5 343 1 527 3 984 8 256 3 193 1 179 3 298 3 055 2 095 1 000 9 718 12 147 89 642 24 585 12 208 6 554 527 138 27 44 039 133 681 150.1 PENGELUARAN PENDUDUK POPULATION EXPENDITURE Tabel 12.999 (5) 30 861 954 10 740 4 609 7 435 11 001 6 497 3 337 6 425 5 025 3 356 4 551 43 483 20 960 159 234 47 139 32 135 9 503 3 329 1 082 1 133 94 321 253 555 Kelompok Barang Commodity Group (1) Padi-padian / Cereals Umbi-umbian / Tubers Ikan / Fish Daging / Meat Telur dan susu / Eggs & milk Sayur-sayuran / Vegetables Kacang-kacangan / Legumes Buah-buahan / Fruits Minyak dan lemak / Oil & fats Bahan minuman / Beverages stuffs Bumbu-bumbuan / Spices Konsumsi lainnya / Misc.999 (4) 33 586 545 8 099 2 038 3 463 7 835 6 737 1 666 4 864 4 951 2 716 2 735 19 199 11 772 110 206 33 537 22 089 7 131 1 152 517 530 64 956 175 162 200. 2009 Average Monthly per Capita Expenditure in Urban Areas by Commodity Group and Monthly per Capita Expenditure Class in Banten Province (rupiahs).000 299.000 149. 2009 Golongan pengeluaran per kapita sebulan Monthly per capita expediture class Kurang dari 100.1. food item Makanan & minuman 1 Prepared food & beverages 1 Tembakau dan sirih / Tobacco & betel Jumlah makanan / Total of food Perumahan dan fasilitas perumahan Housing & household facility Aneka barang & jasa / Goods & services Pakaian dan alas kaki / Clothing & footwear Barang tahan lama / Durable goods Pajak dan asuransi / Taxes & insurances Keperluan pesta / Parties Jumlah bukan makanan / Total of non-food Jumlah / Total 448 Banten in Figures 2010 .000 (2) 100.000 199.1 Table Pengeluaran Rata-rata per Kapita Sebulan di Daerah Perkotaan Menurut Kelompok Barang dan Golongan Pengeluaran per Kapita Sebulan di Provinsi Banten (rupiah).

999 dan lebih (8) 30 106 2 389 26 204 23 391 31 076 19 374 9 467 18 514 10 394 10 751 6 168 11 906 139 909 33 222 372 871 196 313 171 730 24 190 63 132 14 715 4 308 (9) 29 908 2 308 29 627 34 481 40 077 20 185 8 806 26 158 11 511 11 118 7 174 10 354 201 028 32 156 464 891 366 557 509 019 46 046 180 735 60 316 37 716 (10) 30 057 1 723 18 547 13 833 22 609 15 861 7 837 11 606 8 541 8 097 4 934 8 055 98 033 27 421 277 154 136 965 140 890 19 024 43 269 12 670 7 689 360 507 637 661 (1) Padi-padian / Cereals Umbi-umbian / Tubers Ikan / Fish Daging / Meat Telur dan susu / Eggs & milk Sayur-sayuran / Vegetables Kacang-kacangan / Legumes Buah-buahan / Fruits Minyak dan lemak / Oil & fats Bahan minuman / Beverages stuffs Bumbu-bumbuan / Spices Konsumsi lainnya / Misc.1 Kelompok Barang Commodity Group Golongan pengeluaran per kapita sebulan Monthly per capita expediture class 300.000 .999 (6) 30 042 1 478 15 220 7 716 17 727 15 165 7 974 7 444 8 296 7 187 4 723 7 498 73 911 25 226 229 607 81 051 62 173 12 047 12 177 3 196 2 026 172 670 402 277 500. based on on Panel National Socio Economic Survey – March 2009 Catatan / Note : Termasuk minuman yang mengandung alkohol / Including alcoholic beverages Banten dalam Angka 2010 449 .BAB XII PENGELUARAN DAN KONSUMSI Lanjutan Tabel / Continued Table 12.1. diolah dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Panel – Maret 2009 BPS Statistics of Indonesia.000.000 749.000 average 999.999 (7) 29 073 2 092 20 076 14 286 27 814 16 994 7 419 12 844 8 308 8 846 4 740 8 816 101 759 31 702 294 769 132 685 118 292 19 224 33 004 7 665 5 542 316 412 611 181 Rata-rata per kapita Per capita 750.1.000 499. food item Makanan & minuman 1 Prepared food & beverages 1 Tembakau dan sirih / Tobacco & betel Jumlah makanan / Total of food Perumahan dan fasilitas perumahan Housing & household facility Aneka barang & jasa / Goods & services Pakaian dan alas kaki / Clothing & footwear Barang tahan lama / Durable goods Pajak dan asuransi / Taxes & insurances Keperluan pesta / Parties Jumlah bukan makanan / Total of non-food Jumlah / Total 474 388 1 200 389 847 259 1 665 280 Sumber / Source : BPS RI.

000 299.EXPENDITURE AND CONSUMTION CHAPTER XII Tabel 12.000 (2) 46 512 1 108 2 216 2 767 1 659 1 108 2 712 661 2 767 10 800 72 310 14 329 7 505 4 038 21 25 893 98 203 100. 2009 Average monthly per Capita Expenditure in Rural Areas by Commodity Group and Monthly per Capita Expenditure Class in Banten Province (rupiahs).999 (5) 45 023 1 090 14 147 2 586 5 706 12 777 5 860 3 668 6 536 7 578 3 549 3 928 29 296 28 126 169 870 40 769 24 828 8 935 3 158 584 1 036 79 310 249 180 Kelompok Barang Commodity Group (1) Padi-padian / Cereals Umbi-umbian / Tubers Ikan / Fish Daging / Meat Telur dan susu / Eggs & milk Sayur-sayuran / Vegetables Kacang-kacangan / Legumes Buah-buahan / Fruits Minyak dan lemak / Oil & fats Bahan minuman / Beverages stuffs Bumbu-bumbuan / Spices Konsumsi lainnya / Misc.2 Table Pengeluaran Rata-rata per Kapita Sebulan di Daerah Perdesaan Menurut Kelompok Barang dan Golongan Pengeluaran per Kapita Sebulan di Provinsi Banten (rupiah). food item Makanan & minuman 1 Prepared food & beverages 1 Tembakau dan sirih / Tobacco & betel Jumlah makanan / Total of food Perumahan dan fasilitas perumahan Housing & household facility Aneka barang & jasa / Goods & services Pakaian dan alas kaki / Clothing & footwear Barang tahan lama / Durable goods Pajak dan asuransi / Taxes & insurances Keperluan pesta / Parties Jumlah bukan makanan / Total of non-food Jumlah / Total 450 Banten in Figures 2010 .1. 2009 Golongan pengeluaran per kapita sebulan Monthly per capita expediture class Kurang dari 100.000 149.000 (3) 37 716 824 6 676 210 1 551 6 287 2 856 1 279 2 937 4 528 1 890 1 746 8 931 13 797 91 228 19 568 12 730 5 345 357 150 241 38 391 129 619 150.999 (4) 40 479 897 8 277 1 942 3 756 10 232 3 945 2 760 4 817 5 801 2 567 2 811 17 085 18 264 123 633 27 578 17 492 6 755 1 616 388 690 54 519 178 152 200.000 199.

BAB XII PENGELUARAN DAN KONSUMSI Lanjutan Tabel / Continued Table 12.000 average 499.500.999 999.000. based on on Panel National Socio Economic Survey – March 2009 Catatan / Note : Termasuk minuman yang mengandung alkohol / Including alcoholic beverages Banten dalam Angka 2010 451 .999 dan lebih (6) 42 369 1 469 17 875 5 828 10 322 14 762 7 630 5 796 7 584 8 364 4 270 5 968 51 476 37 364 221 077 67 248 53 308 14 045 11 106 1 959 5 297 152 963 374 040 (7) 38 829 1 120 20 876 13 181 20 096 17 145 8 140 9 865 9 867 9 221 5 590 8 631 89 913 46 321 298 795 107 915 88 109 19 034 64 393 4 766 6 807 291 024 589 819 (8) 34 251 1 529 25 977 16 736 25 296 21 151 9 241 10 958 10 735 10 433 6 493 12 529 127 844 35 638 348 811 160 974 131 508 23 556 151 896 10 050 20 557 (9) 32 320 1 653 18 497 6 414 31 061 14 644 7 040 23 286 8 692 10 569 5 697 9 413 174 617 66 016 409 919 201 693 278 846 33 473 508 244 18 684 133 762 (10) 42 300 1 197 15 140 4 679 8 819 13 326 6 332 5 157 6 884 7 707 3 846 4 997 43 629 31 698 195 711 57 544 44 602 11 740 22 404 1 836 5 597 143 723 339 434 Golongan pengeluaran per kapita sebulan Monthly per capita expediture class (1) Padi-padian / Cereals Umbi-umbian / Tubers Ikan / Fish Daging / Meat Telur dan susu / Eggs & milk Sayur-sayuran / Vegetables Kacang-kacangan / Legumes Buah-buahan / Fruits Minyak dan lemak / Oil & fats Bahan minuman / Beverages stuffs Bumbu-bumbuan / Spices Konsumsi lainnya / Misc.000 .1.1.999 749. food item Makanan & minuman 1 Prepared food & beverages 1 Tembakau dan sirih / Tobacco & betel Jumlah makanan / Total of food Perumahan dan fasilitas perumahan Housing & household facility Aneka barang & jasa / Goods & services Pakaian dan alas kaki / Clothing & footwear Barang tahan lama / Durable goods Pajak dan asuransi / Taxes & insurances Keperluan pesta / Parties Jumlah bukan makanan / Total of non-food Jumlah / Total 498 541 1 174 702 847 352 1 584 621 Sumber / Source : BPS RI. diolah dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Panel – Maret 2009 BPS Statistics of Indonesia.750.000 .2 Kelompok Barang Commodity Group Rata-rata per kapita Per capita 300.000 .

2009 Golongan pengeluaran per kapita sebulan Monthly per capita expediture class Kurang dari 100.999 (5) 40 281 1 044 13 006 3 263 6 285 12 182 6 073 3 557 6 498 6 723 3 484 4 137 34 047 25 726 166 306 42 902 27 275 9 125 3 215 750 1 069 84 336 250 642 Kelompok Barang Commodity Group (1) Padi-padian / Cereals Umbi-umbian / Tubers Ikan / Fish Daging / Meat Telur dan susu / Eggs & milk Sayur-sayuran / Vegetables Kacang-kacangan / Legumes Buah-buahan / Fruits Minyak dan lemak / Oil & fats Bahan minuman / Beverages stuffs Bumbu-bumbuan / Spices Konsumsi lainnya / Misc.000 (2) 46 512 1 108 2 216 2 767 1 659 1 108 2 712 661 2 767 10 800 72 310 14 329 7 505 4 038 21 25 893 98 203 100.000 149.3 Table Pengeluaran Rata-rata per Kapita Sebulan di Daerah Perkotaan dan Perdesaan Menurut Kelompok Barang dan Golongan Pengeluaran per Kapita Sebulan di Provinsi Banten (rupiah).999 (4) 38 146 778 8 217 1 975 3 657 9 421 4 890 2 390 4 833 5 514 2 617 2 785 17 800 16 067 119 090 29 594 19 047 6 883 1 459 432 636 58 051 177 141 200.000 (3) 37 282 748 6 492 391 1 886 6 558 2 903 1 265 2 987 4 325 1 918 1 643 9 039 13 569 91 006 20 259 12 658 5 511 381 148 212 39 169 130 175 150. 2009 Average monthly per Capita Expenditure in Urban and Rural Areas by Commodity Group and Monthly per Capita Expenditure Class in Banten Province (rupiahs).000 199.EXPENDITURE AND CONSUMTION CHAPTER XII Tabel 12.1.000 299. food item Makanan & minuman 1 Prepared food & beverages 1 Tembakau dan sirih / Tobacco & betel Jumlah makanan / Total of food Perumahan dan fasilitas perumahan Housing & household facility Aneka barang & jasa / Goods & services Pakaian dan alas kaki / Clothing & footwear Barang tahan lama / Durable goods Pajak dan asuransi / Taxes & insurances Keperluan pesta / Parties Jumlah bukan makanan / Total of non-food Jumlah / Total 452 Banten in Figures 2010 .

999 dan lebih (6) 34 774 1 475 16 239 6 992 14 885 15 010 7 842 6 811 8 023 7 639 4 549 6 911 65 299 29 885 226 334 75 753 58 770 12 814 11 766 2 721 3 282 165 106 391 440 (7) 30 980 1 902 20 232 14 070 26 305 17 023 7 560 12 262 8 613 8 919 4 906 8 780 99 444 34 559 295 555 127 844 112 393 19 187 39 138 7 099 5 789 311 450 607 005 (8) 30 457 2 316 26 185 22 827 30 587 19 524 9 448 17 874 10 423 10 724 6 195 11 959 138 888 33 427 370 834 193 322 168 327 24 136 70 644 14 320 5 683 (9) 30 110 2 253 28 693 32 126 39 320 19 720 8 658 25 917 11 274 11 072 7 050 10 275 198 812 34 998 460 278 352 720 489 701 44 991 208 223 56 822 45 777 (10) 34 930 1 514 17 191 10 190 17 121 14 852 7 238 9 039 7 882 7 942 4 501 6 838 76 381 29 123 244 742 105 356 102 568 16 125 34 965 8 358 6 857 274 229 518 971 Golongan pengeluaran per kapita sebulan Monthly per capita expediture class (1) Padi-padian / Cereals Umbi-umbian / Tubers Ikan / Fish Daging / Meat Telur dan susu / Eggs & milk Sayur-sayuran / Vegetables Kacang-kacangan / Legumes Buah-buahan / Fruits Minyak dan lemak / Oil & fats Bahan minuman / Beverages stuffs Bumbu-bumbuan / Spices Konsumsi lainnya / Misc. based on on Panel National Socio Economic Survey – March 2009 Catatan / Note : Termasuk minuman yang mengandung alkohol / Including alcoholic beverages Banten dalam Angka 2010 453 .BAB XII PENGELUARAN DAN KONSUMSI Lanjutan Tabel / Continued Table 12. food item Makanan & minuman 1 Prepared food & beverages 1 Tembakau dan sirih / Tobacco & betel Jumlah makanan / Total of food Perumahan dan fasilitas perumahan Housing & household facility Aneka barang & jasa / Goods & services Pakaian dan alas kaki / Clothing & footwear Barang tahan lama / Durable goods Pajak dan asuransi / Taxes & insurances Keperluan pesta / Parties Jumlah bukan makanan / Total of non-food Jumlah / Total 476 432 1 198 234 847 266 1 658 512 Sumber / Source : BPS RI.999 749.000.000 .3 Kelompok Barang Commodity Group Rata-rata per kapita Per capita 300.1.750.000 .500.000 . diolah dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Panel – Maret 2009 BPS Statistics of Indonesia.000 average 499.999 999.1.

140 4 679 8 819 13 326 6 332 5 157 6 884 7 707 3 846 4 997 43 629 31 698 (7) 34.EXPENDITURE AND CONSUMTION CHAPTER XII Tabel 12.667 15.1.543 13. 2008 and 2009 2008 Kota Urban Desa Rural Kota+Desa Urban+Rural Kota Urban Kelompok Barang Commodity Group (1) Padi-padian / Cereals Umbi-umbian / Tubers Ikan / Fish Daging / Meat Telur dan susu / Eggs & milk Sayur-sayuran / Vegetables Kacang-kacangan / Legumes Buah-buahan / Fruits Minyak dan lemak / Oil & fats Bahan minuman / Beverages stuffs Bumbu-bumbuan / Spices Konsumsi lainnya / Misc.670 10 879 20 155 15 606 6 839 11 709 8 781 7 222 4 772 7 372 71 293 23 151 (3) 45.720 8 471 14 913 14 641 6 418 10 239 8 649 7 429 4 582 6 260 56 442 23 156 (5) 30.514 17. based on on Panel National Socio Economic Survey – March 2008 and 2009 Catatan / Note : Termasuk minuman yang mengandung alkohol / Including alcoholic beverages 454 Banten in Figures 2010 .930 1.618 14. diolah dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Panel – Maret 2008 dan 2009 BPS Statistics of Indonesia. food item Makanan & minuman 1 Prepared food & beverages 1 Tembakau dan sirih / Tobacco & betel Jumlah makanan Total of food Perumahan dan fasilitas perumahan Housing & household facility Aneka barang & jasa / Goods & services Pakaian dan alas kaki / Clothing & footwear Barang tahan lama / Durable goods Pajak dan asuransi / Taxes & insurances Keperluan pesta / Parties Jumlah bukan makanan Total of non-food Jumlah / Total 2009 Desa Rural Kota+Desa Urban+Rural (2) 29.686 1.723 18.197 15.547 13 833 22 609 15 861 7 837 11 606 8 541 8 097 4 934 8 055 98 033 27 421 (6) 42.057 1.282 4 829 6 984 13 180 5 782 8 015 8 450 7 741 4 294 4 578 33 978 23 164 (4) 35.191 10 190 17 121 14 852 7 238 9 039 7 882 7 942 4 501 6 838 76 381 29 123 234 802 180 920 213 359 277 154 195 711 244 742 131 683 124 736 16 324 33 955 10 991 6 727 49 999 36 500 11 452 12 533 1 550 3 031 99 173 136 965 89 619 140 890 14 385 19 024 25 429 43 269 7 233 12 670 5 256 7 689 57 544 105 356 44 602 102 568 11 740 16 125 22 404 34 965 1 836 8 358 5 597 6 857 324 416 115 065 241 095 360 507 143 723 274 229 559 218 295 985 454 454 637 661 339 434 518 971 Sumber / Source : BPS RI.4 Table Pengeluaran Rata-rata per Kapita Sebulan Menurut Kelompok Barang (rupiah).100 1. 2008 dan 2009 Average monthly per Capita Expenditure by Commodity Group in Banten Province (rupiahs).821 1.300 1.

87 1.27 1.41 2.47 12.61 47.25 1.38 12.5 Table Persentase Pengeluaran Rata-rata per Kapita Sebulan Menurut Kelompok Barang (rupiah).52 4.85 9.65 42.49 1.10 46.87 100.30 43.00 (7) 6.49 1.02 100.24 1.30 2.33 3.00 (6) 12.66 16.93 1.46 1.46 21.94 21.24 0.87 4.77 3.53 0.15 20.1.99 1.17 3.60 0.74 1.86 3.98 6. food item Makanan & minuman 1 Prepared food & beverages 1 Tembakau dan sirih / Tobacco & betel Jumlah makanan Total of food Perumahan dan fasilitas perumahan Housing & household facility Aneka barang & jasa / Goods & services Pakaian dan alas kaki / Clothing & footwear Barang tahan lama / Durable goods Pajak dan asuransi / Taxes & insurances Keperluan pesta / Parties Jumlah bukan makanan Total of non-food Jumlah / Total 2009 Desa Rural Kota+Desa Urban+Rural (2) 5.79 1.91 2.00 Sumber / Source : BPS RI.46 0.36 4.32 52.32 12.37 4.60 3.17 5.95 13.45 1. diolah dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Panel – Maret 2008 dan 2009 BPS Statistics of Indonesia.92 6.30 19.07 1.57 1.75 4.85 100.62 1.06 100.89 12.02 38.34 1.52 2.39 1.09 1.88 0.63 1.48 22.79 1. 2008 dan 2009 Percentage of Monthly Average per Capita Expenditure by Commodity Group in Banten Province (rupiahs).72 5.28 3.52 1.59 1.34 100.90 1.00 (4) 7.27 2.82 1.45 1.13 1.54 1.98 23.20 58.22 1.42 5.82 19.55 11.74 1.13 16. based on on Panel National Socio Economic Survey – March 2008 and 2009 Catatan / Note : Termasuk minuman yang mengandung alkohol / Including alcoholic beverages Banten dalam Angka 2010 455 .31 0.31 1.09 2.31 2.46 6.71 2.63 2.55 2.16 53.00 (3) 15.77 1.96 3.01 1.00 (5) 4.71 0.87 1.54 100.26 15.72 3.60 1.86 1.85 1.95 3.11 6.80 1.30 2.48 7.29 0.32 14.34 57.36 3.24 0.03 2.97 1.BAB XII PENGELUARAN DAN KONSUMSI Tabel 12.35 4.95 2.14 41.14 3.21 56.61 1.38 2.85 2.52 1.83 61.29 3. 2008 and 2009 2008 Kota Urban Desa Rural Kota+Desa Urban+Rural Kota Urban Kelompok Barang Commodity Group (1) Padi-padian / Cereals Umbi-umbian / Tubers Ikan / Fish Daging / Meat Telur dan susu / Eggs & milk Sayur-sayuran / Vegetables Kacang-kacangan / Legumes Buah-buahan / Fruits Minyak dan lemak / Oil & fats Bahan minuman / Beverages stuffs Bumbu-bumbuan / Spices Konsumsi lainnya / Misc.60 2.22 2.73 0.55 22.27 0.23 1.

83 53.11 40.05 25.55 1 639.000 (2) 1 241.67 0.32 45.32 100.999 (4) 1 055.94 9.14 9.05 5.35 29.99 12.48 16.59 153.56 80.69 150. 2009 Golongan pengeluaran per kapita sebulan Monthly per capita expediture class Kurang dari 100.47 145.2.76 28.90 46.36 85.53 0.000 149.34 23.00 11.71 25.66 1 441.51 21.96 456 Banten in Figures 2010 .00 0. food item Makanan & minuman 1 Prepared food & beverages 1 Jumlah / Total 1 420.000 (3) 1 061.72 30.78 Kelompok Barang Commodity Group (1) Padi-padian / Cereals Umbi-umbian / Tubers Ikan / Fish Daging / Meat Telur dan susu / Eggs & milk Sayur-sayuran / Vegetables Kacang-kacangan / Legumes Buah-buahan / Fruits Minyak dan lemak / Oil & fats Bahan minuman / Beverages stuffs Bumbu-bumbuan / Spices Konsumsi lainnya / Misc.70 26.78 29.23 27.63 200.1 Table Rata-rata Konsumsi Kalori per Kapita Sehari (kkal) Menurut Kelompok Makanan dan Golongan Pengeluaran per Kapita Sebulan (rupiah).43 12.000 199.24 25.73 2.53 253.82 1 889.34 32.60 44.94 177.61 11.25 15.00 35.62 0. 2009 Daily Average per Capita Calory Consumtion by Commodity Group and Monthly per Capita Expenditure Class in Banten Province (rupiahs).09 29.53 53.35 27.63 68.28 55.73 17.09 12.14 29.00 23.2 KONSUMSI KALORI DAN PROTEIN CALORY AND PROTEIN CONSUMPTION Tabel 12.EXPENDITURE AND CONSUMTION CHAPTER XII 12.999 (5) 1 106.000 299.35 14.

23 48.76 33.65 102.99 271.21 (1) Padi-padian / Cereals Umbi-umbian / Tubers Ikan / Fish Daging / Meat Telur dan susu / Eggs & milk Sayur-sayuran / Vegetables Kacang-kacangan / Legumes Buah-buahan / Fruits Minyak dan lemak / Oil & fats Bahan minuman / Beverages stuffs Bumbu-bumbuan / Spices Konsumsi lainnya / Misc.10 52.13 2 303.00 67.BAB XII PENGELUARAN DAN KONSUMSI Lanjutan Tabel / Continued Table 12.86 82.78 211.58 Sumber / Source : BPS RI.70 97.59 108.000 .36 16.999 (6) 945.07 516.96 42.94 72.1.26 28.67 134.38 Rata-rata per kapita Per capita 750.40 1 979.1 Kelompok Barang Commodity Group Golongan pengeluaran per kapita sebulan Monthly per capita expediture class 300.96 64.55 500.999 (7) 793. food item Makanan & minuman 1 Prepared food & beverages 1 Jumlah / Total 1 970.57 24.34 20. diolah dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Panel 2009 BPS Statistics of Indonesia.64 99.24 38.62 271.48 19.63 74.03 127.44 2 260.000.13 66.41 38.2.40 41.35 51.000 749.86 242.55 18.18 50.16 61.31 74.27 16.75 33.46 101.02 17.00 (10) 931.46 2 052.55 24.11 59.56 78.70 34. based on on Panel National Socio Economic Survey 2009 Catatan / Note : Termasuk minuman yang mengandung alkohol / Including alcoholic beverages Banten dalam Angka 2010 457 .25 34.06 438.42 213.85 (9) 708.74 79.000 499.42 77.84 23.81 44.63 106.63 347.000 average 999.94 588.64 33.72 105.99 127.999 dan lebih (8) 758.58 88.95 355.63 38.34 24.23 61.

25 32.27 65.00 (5) (6) (7) 931.16 33.2 Table Rata-rata Konsumsi Kalori per Kapita (kkal) Sehari Menurut Kelompok Makanan di Provinsi Banten.63 37.56 1 163.77 67.16 62.26 89.06 47.00 272.95 223.14 37. food item Makanan & minuman 1 Prepared food & beverages 1 Tembakau dan sirih / Tobacco & betel Jumlah / Total 2009 Desa Rural Kota+Desa Urban+Rural (2) (3) (4) 943.21 34.70 34.21 0.05 89.64 193.25 18.11 23.85 0.27 16.54 21.67 44.37 54.38 50.87 377.58 Sumber / Source : BPS RI.92 16.24 20.00 307.2.31 29.36 227.02 103.55 24.90 0.95 355.01 85. 2008 dan 2009 Daliy Average per Capita Calory Consumtion (kkal) by Commodity Group in Banten Province.00 798.00 66.81 0.75 81.40 86. diolah dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Panel – Maret 2008 dan 2009 BPS Statistics of Indonesia.53 70.42 52.96 64.23 48.00 35.15 1 121.12 68.15 15.59 44.45 216.18 2 154.93 44.18 1 979.96 42.77 2 026.02 45.09 386.16 26.91 91.78 211.33 55.00 42.29 87.00 1 990.27 0.33 76.74 79.61 1 948.20 66.59 2 055.91 35.90 30.00 47.76 33. based on on Panel National Socio Economic Survey – March 2008 and 2009 Catatan / Note : Termasuk minuman yang mengandung alkohol / Including alcoholic beverages 458 Banten in Figures 2010 .07 40.00 806.64 34.76 27.29 42.12 335.EXPENDITURE AND CONSUMTION CHAPTER XII Tabel 12.43 94.16 61.55 223. 2008 and 2009 2008 Kota Urban Desa Rural Kota+Desa Urban+Rural Kota Urban Kelompok Barang Commodity Group (1) Padi-padian / Cereals Umbi-umbian / Tubers Ikan / Fish Daging / Meat Telur dan susu / Eggs & milk Sayur-sayuran / Vegetables Kacang-kacangan / Legumes Buah-buahan / Fruits Minyak dan lemak / Oil & fats Bahan minuman / Beverages stuffs Bumbu-bumbuan / Spices Konsumsi lainnya / Misc.17 58.21 0.31 74.47 49.

97 5.25 0.95 4.04 0.54 0.3 Table Rata-rata Konsumsi Protein per Kapita Sehari (gram) Menurut Kelompok Makanan dan Golongan Pengeluaran per Kapita Sebulan (rupiah).41 0.74 1.12 0.75 0.92 0.87 0.00 0.999 (5) 25.00 37.18 4.84 0. 2009 Daily Average per Capita Protein Consumtion (gram) by Commodity Group and Monthly per Capita Expenditure Class in Banten Province (rupiahs).00 43.00 51.66 2.46 1.00 0.2.85 0.87 0.98 0.75 0.16 2.78 0.48 0.02 Kelompok Barang Commodity Group (1) Padi-padian / Cereals Umbi-umbian / Tubers Ikan / Fish Daging / Meat Telur dan susu / Eggs & milk Sayur-sayuran / Vegetables Kacang-kacangan / Legumes Buah-buahan / Fruits Minyak dan lemak / Oil & fats Bahan minuman / Beverages stuffs Bumbu-bumbuan / Spices Konsumsi lainnya / Misc.35 1.19 4.00 0.58 1.26 0.00 0.08 0.000 (2) 29.66 0.BAB XII PENGELUARAN DAN KONSUMSI Tabel 12. food item Makanan & minuman 1 Prepared food & beverages 1 Tembakau dan sirih / Tobacco & betel Jumlah / Total Banten dalam Angka 2010 459 .88 150.55 0.72 100. 2009 Golongan pengeluaran per kapita sebulan Monthly per capita expediture class Kurang dari 100.000 149.64 3.38 0.09 0.96 0.98 0.20 0.61 0.58 0.28 0.97 0.40 200.999 (4) 24.98 1.90 0.000 199.06 0.70 0.00 34.39 1.000 (3) 24.69 0.09 0.22 6.06 3.000 299.

13 1.00 55.50 0.74 0.79 0.95 5.28 7.63 8.55 9.26 0.61 (9) 16.3 Kelompok Barang Commodity Group Golongan pengeluaran per kapita sebulan Monthly per capita expediture class 300.22 0.68 0.25 0.99 6.16 0.000 .88 0.57 1.09 3.94 4.999 (7) 18.61 Rata-rata per kapita Per capita 750.75 1.000 749.83 0.98 5.24 7. based on on Panel National Socio Economic Survey 2009 Catatan / Note : Termasuk minuman yang mengandung alkohol / Including alcoholic beverages 460 Banten in Figures 2010 .30 0.000.00 75.94 2.14 1.11 0.18 1.59 0.1.61 0.10 1.29 9.30 0.EXPENDITURE AND CONSUMTION CHAPTER XII Lanjutan Tabel / Continued Table 12.13 20.999 dan lebih (8) 17.92 6.58 5.79 0.54 16.32 9.45 1.87 5.43 6.11 2.67 (10) 21.12 1.81 0.16 0.63 0.97 500.30 1.81 0.18 0.43 0.18 7.80 2.99 12.25 3.00 71.35 3.10 8. diolah dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Panel 2009 BPS Statistics of Indonesia.21 0.20 1.2.999 (6) 22.74 1. food item Makanan & minuman 1 Prepared food & beverages 1 Tembakau dan sirih / Tobacco & betel Jumlah / Total Sumber / Source : BPS RI.00 61.68 0.24 7.000 average 999.38 0.31 (1) Padi-padian / Cereals Umbi-umbian / Tubers Ikan / Fish Daging / Meat Telur dan susu / Eggs & milk Sayur-sayuran / Vegetables Kacang-kacangan / Legumes Buah-buahan / Fruits Minyak dan lemak / Oil & fats Bahan minuman / Beverages stuffs Bumbu-bumbuan / Spices Konsumsi lainnya / Misc.000 499.53 2.23 7.00 57.74 1.

57 1.00 60.87 11.32 (3) 27.07 (7) 21.24 7.20 0.11 0.12 3.53 0.2.20 1.95 5.93 0.70 0.41 2.94 2.39 4.BAB XII PENGELUARAN DAN KONSUMSI Tabel 12.74 6.09 0.00 59.12 1.25 3.80 (6) 26.38 0.14 6.09 3.55 9.60 (4) 22.26 0. 2008 and 2009 2008 Kota Urban Desa Rural Kota+Desa Urban+Rural Kota Urban Kelompok Barang Commodity Group (1) Padi-padian / Cereals Umbi-umbian / Tubers Ikan / Fish Daging / Meat Telur dan susu / Eggs & milk Sayur-sayuran / Vegetables Kacang-kacangan / Legumes Buah-buahan / Fruits Minyak dan lemak / Oil & fats Bahan minuman / Beverages stuffs Bumbu-bumbuan / Spices Konsumsi lainnya / Misc.11 0.50 4.90 0.75 1.05 0.28 1. food item Makanan & minuman 1 Prepared food & beverages 1 Tembakau dan sirih / Tobacco & betel Jumlah / Total 2009 Desa Rural Kota+Desa Urban+Rural (2) 18.69 1.25 0.02 (5) 18.33 8.83 0.36 0.25 4.00 57.91 5.37 9.53 0.00 55.30 7.51 0.12 0.00 58.4 Table Rata-rata Konsumsi Protein per Kapita Sehari (gram) Menurut Kelompok Makanan di Provinsi Banten (rupiah).00 60.12 1.17 0.12 0. diolah dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Panel – Maret 2008 dan 2009 BPS Statistics of Indonesia.15 11.37 3.79 0.15 1.14 1.85 1.83 1.75 2.81 2.31 6.12 1.24 4.81 9.13 1.54 0.60 1.68 0.07 7.39 0.24 7.06 1. based on on Panel National Socio Economic Survey – March 2008 and 2009 Catatan / Note : Termasuk minuman yang mengandung alkohol / Including alcoholic beverages Banten dalam Angka 2010 461 .74 0.13 1.35 0.24 7.31 Sumber / Source : BPS RI.44 5.95 2.97 1. 2008 dan 2009 Daily Average per Capita Protein Consumtion (gram) by Commodity Group in Banten Province (rupiahs).18 0.52 0.02 2.99 0.13 0.20 4.

47 13 151.88 8 743.57 49 899.70 Pemasukan In (3) 1 270.52 49 910.98 34 057.17 28 120.81 4 425.04 33 431.18 48 993.14 15 562.32 40 310.47 36 891.90 51 999.EXPENDITURE AND CONSUMTION CHAPTER XII 12.04 8 581.43 38 848.3.58 Sumber / Source : Bulog Subdivre.69 41 155.98 29 870.33 36 875.04 34 256.83 36 159.76 10 145. 2009 Bulan Month (1) Januari / January Februari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October November / November Desember / December Stok Awal Pre Stock (2) 28 882.52 7 632.51 35 884.43 38 848.68 39 086. Banten Regional Sub Divisions Office of Logistics Affairs Agency – Banten Province 462 Banten in Figures 2010 .98 34 057.70 18 839.17 28 120.83 36 159.09 42 333.05 42 266.53 2 436.79 8 838.29 3 443.25 25 417.35 15 416.89 11 508.04 33 431.3 KETERSEDIAAN PANGAN FOOD AVAILABILITY Tabel 12.26 6 173.1 Table Perkembangan Persediaan Beras di Provinsi Banten (ton).60 Stok Akhir Final Stock (6) 29 870. 2009 Trend of Rice Stock in Banten Province (Ton).17 Pengeluaran Out (5) 283.72 686.85 10 823.05 42 266.70 30 556.16 8 755.25 25 417.69 41 155.22 11 473.83 8 755.49 2 833.68 39 086.34 6 253.85 9 732.72 47 668.59 6 448.48 Stok Dikuasai Stock Controlled (4) 30 153.51 35 884.

2009 Report of Actual Procurements and Contracts of Rice and Unhusked Rice in Banten Province (ton).2 Table Laporan Kontrak dan Realisasi Pengadaan Gabah dan Beras di Provinsi Banten (ton). Banten Regional Sub Divisions Office of Logistics Affairs Agency – Banten Province Banten dalam Angka 2010 463 .3. 2009 Beras / Rice Mitra Kerja Contractors (1) Sub Dolog Serang Mitra Kerja ada DN Satgas UPGB Sub Jumlah/Total Sub Dolog Lebak Mitra Kerja ada DN Satgas UPGB Sub Jumlah/ Total Sub Dolog Tangerang Mitra Kerja ada DN Satgas UPGB Sub Jumlah/ Total Kontrak Contract (ton) (2) Realisasi Realization (ton) (3) Gabah / Unhusked Rice Kontrak Contract (ton) (4) Realisasi Realization (ton) (6) 6 750 6 750 6 750 6 750 14 942 1 494 855 17 291 14 942 1 494 855 17 291 10 000 10 000 10 000 10 000 14 150 1 000 1 750 16 900 14 150 1 000 1 750 16 900 2 400 2 400 2 400 2 400 15 230 1 000 16 230 15 230 1 000 16 230 Total Dolog Banten Mitra Kerja ada DN Satgas UPGB Jumlah/ Total 19 150 19 150 19 150 19 150 44 322 3 494 2 605 50 421 44 322 3 494 2 605 50 421 Sumber / Source : Perum Bulog Subdivre.BAB XII PENGELUARAN DAN KONSUMSI Tabel 12.

.

13 PENDAPATAN REGIONAL Regional Income .

.

GRDP by sector is classified by types of economic activities such as Agriculture. Gas and Water Supply. Construction. Catatan Teknis 1. Sedangkan dari sisi penggunaan menjelaskan tentang penggunaan dari nilai tambah tersebut. In other words.BAB XIII PENDAPATAN REGIONAL Penjelasan Teknis 1. Pengangkutan dan Komunikasi. Pertambangan dan Penggalian. Mining and Quarrying. 2. Hotels and Restaurants. Keuangan. Listrik. "production approach" and "expenditure approach". Persewaan dan Jasa Perusahaan. The first approach is to measure value added produced by various kinds of economic activities. PDRB dari sisi sektoral merupakan penjumlahan seluruh komponen nilai tambah bruto yang mampu diciptakan oleh sektor-sektor ekonomi atas berbagai aktivitas produksinya. Banten dalam Angka 2010 467 . and other Services. Transport and Communication. Manufacturing. Keduanya menyajikan komposisi data nilai tambah dirinci menurut sumber kegiatan ekonomi (sektoral) dan menurut komponen penggunaannya. GRDP is the sum of total value added produced by all economic sectors (activities) and the way of using it. two approaches have been used. The basic measure of the output arising from economic activity is known as Gross Regional Domestic Product (GRDP) at the regional level (provinces/ regencies / municipalities). while the second approach is to measure final uses of the country's output. Penyajian PDRB menurut sektor dirinci menurut total nilai tambah dari seluruh sektor ekonomi yang mencakup sektor Pertanian. Trade.e. Finance. Gas dan Air Bersih. To compile these statistics. Hotel dan Restoran. 2. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada tingkat regional (provinsi dan kabupaten/kota) menggambarkan kemampuan suatu wilayah untuk menciptakan output (nilai tambah) pada suatu waktu tertentu. Konstruksi. Untuk menyusun PDB maupun PDRB digunakan 2 pendekatan yaitu sektoral dan penggunaan. dan Jasa-jasa. Industri Pengolahan. i. Electricity. Real Estate and Business Services. Perdagangan.

which are used for both individual or collective needs. Changes in inventories. Barang modal dimaksud adalah barang-barang yang digunakan untuk proses produksi. PDRB menurut penggunaan dirinci menurut komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga (termasuk lembaga nirlaba).REGIONAL INCOME CHAPTER XIII 3. 4. less disposals. pembuatan dan pembelian barang modal. pengeluaran konsumsi pemerintah. 5. Government consumption expenditures consist of expenditures for the compensation of employees. Pengeluaran rumah tangga di sini mencakup pembelian untuk makanan dan bukan makanan (barang dan jasa) di dalam negeri maupun di luar negeri. Pembentukan Modal Tetap Bruto mencakup pengadaan. 4. tahan lama atau yang mempunyai umur pemakaian lebih dari satu tahun 6. GRDP by type of expenditures is classified into: Private consumption expenditure (household and non-profit institution). capital consumption (depreciation) and intermediate consumption (including travel allowance. 6. of fixed assets during a given period plus certain addition to the value of non-produced assets done by the productive activity of producer or institutional units. 3. Exports and Imports. Household consumption expenditures consist of expenditures incurred by households. Household consumptions are classified into food and non-food (goods and services) expenditures that may take place in domestic or abroad Expenditures here include expenditures of Nonprofit institutions serving households. pembentukan modal tetap bruto. Pengeluaran konsumsi rumah tangga mencakup berbagai pengeluaran konsumsi akhir rumah tangga atas barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan individu ataupun kelompok secara langsung. and other routine expenditures) spent by either central or local government. maintenance cost. pemeliharaan dan pengeluaran rutin lainnya). penyusutan maupun belanja barang (termasuk biaya perjalanan. Gross fixed capital formation consists of resident producers acquisitions. Termasuk pula di sini pengeluaran lembaga nirlaba yang tujuan kegiatannya adalah untuk melayani keperluan rumah tangga. ekspor dan impor. Gross fixed capital formation. 468 Banten in Figures 2010 . 5. Pengeluaran konsumsi pemerintah mencakup pengeluaran pemerintah untuk belanja pegawai. Government consumption expenditure. perubahan inventori. baik yang dilakukan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Ekspor atau impor barang terjadi pada saat terjadi perubahan hak kepemilikan barang antara penduduk dengan bukan penduduk (dengan atau tanpa perpindahan fisik barang tersebut). sedangkan harga konstan penilaiannya didasarkan kepada harga satu tahun dasar tertentu. 7. Pengeluaran barang modal untuk keperluan militer tidak dicakup di sini tetapi digolongkan sebagai konsumsi pemerintah. Fixed assets are tangible and intangible assets produced as outputs from processes of production that are used by themselves and repeatedly. all aggregates are valued at current market prices. 8. The expenditure for military purposes are classified as government expenditure not as capital formation. Exports of goods and services consist of transactions of goods and services from residents to non-residents. Ekspor barang dan jasa merupakan transaksi perdagangan barang dan jasa dari penduduk (residen) ke bukan penduduk (non-residen). Produk Regional Domestik Bruto maupun agregat turunannya disajikan dalam 2 (dua) versi penilaian. Exports and imports of goods occur when there are changes in ownership of goods between residents and nonresidents (with or without physical movements of goods across frontiers). Year of 2000 is used as the base year in this publication. Impor barang dan jasa adalah transaksi perdagangan dari bukan penduduk ke penduduk. 8. while base year constant market prices are shown by valuing all aggregates at fixed base year prices. Banten dalam Angka 2010 469 . Imports of goods and services consist of transaction of goods and services from non-residents to residents. Termasuk pula di sini perbaikan besar (berat) yang sifatnya memperpanjang umur atau mengubah bentuk atau kapasitas barang modal tersebut. Dalam publikasi di sini digunakan harga tahun 2000 sebagai dasar penilaian. mesin-mesin dan alat angkutan. yaitu atas dasar "harga berlaku" dan atas dasar "harga konstan". In presenting current market prices. GRDP and its aggregations are presented in two forms: at current market prices and at constant base year market prices.BAB XIII PENDAPATAN REGIONAL seperti bangunan. Disebut sebagai harga berlaku karena seluruh agregat dinilai dengan menggunakan harga pada tahun berjalan. 7. or continuously in process of production for more than one year.

The growth rate of GRDP explains the income growth during the given period. Per capita GRDP derived from GRDP at current market prices divided by mid-year population. PDRB per kapita diperoleh dari PDRB atas dasar harga berlaku dibagi dengan jumlah penduduk pertengahan tahun. Laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto diperoleh dari perhitungan PRDB atas dasar harga konstan. dibagi dengan nilai pada tahun ke n-1. 9. 470 Banten in Figures 2010 . kemudian dikalikan dengan 100 persen. divided by the value of GRDP year n-1 then multiplied by 100 percent. Growth rate of Gross Regional Domestic Product (GRDP) is derived from GRDP at constant market prices. Laju pertumbuhan menunjukkan perkembangan agregat pendapatan dari satu waktu tertentu terhadap waktu sebelumnya.REGIONAL INCOME CHAPTER XIII 9. 10. Diperoleh dengan cara mengurangi nilai PDRB pada tahun ke-n terhadap nilai pada tahun ke n-1 (tahun sebelumnya). 10. It is obtained by subtracting the value of GRDP year n with the value of GRDP year n-1.

especially its manufacturing sector.93 persen.613. Akibatnya.1. In nominal terms. Berarti.05 trillion rupiahs in 2009.56 triliun rupiah.22 persen dari nilai rata-rata. foreign demand weakened and hindered Banten to the supply side.10 trillion rupiahs. level perekonomian Banten pada tahun 2009 ini masih tetap dibawah rata-rata Nasional. Gross Domestic Product (GDP) in 2009 nominally increased by 11.10 triliun rupiah. level ekonomi Banten pada tahun 2009 bertambah sebesar 10. yaitu dari 122. which is still around 78. in 2009 there are temporary events such as general election and presidential election that can strengthen domestic demand side.09 trillion rupiahs to 5.79 percent or an increase of 662.613.BAB XIII PENDAPATAN REGIONAL 13.79 persen atau bertambah sebesar 662. sisi foreign demand ekonomi Banten mengalami pelemahan dan merembet kepada sisi supply nya terutama sektor industri pengolahan. Secara nominal. the economy.22 percent of the average value. sehingga rata-rata PDRB nominal per provinsi pada tahun 2009 adalah sebesar 170. Banten dalam Angka 2010 471 . terutama akibat adanya krisis finansial dan ekonomi global yang merembet sejak tahun 2008 dan dampaknya terasa maksimal pada tahun ini.44 triliun rupiah. an increase of 7. Hanya saja. atau mengalami peningkatan sebesar 7. It means.44 trillion rupiahs. PDRB Provinsi Banten Perekonomian Banten pada tahun 2009 ini menghadapi tantangan yang cukup berat.93 percent. so that the economic slowdown of Banten is being detained. so the average nominal GRDP per province in 2009 amounted to 170. the economic level of Banten in 2009 increased to 10. Fortunately. GRDP of Banten Province Banten economy in 2009 is facing a tough challenge.1. 13. sehingga pelemahan ekonomi Banten menjadi tertahan.09 triliun rupiah hingga menjadi 5. mainly due to financial and economic crisis that spread globally since 2008 and its impact felt on this year's maximum.05 triliun rupiah pada tahun 2009. pada tahun 2009 ini terdapat peristiwa temporer yang dapat memperkuat sisi domestic demand yaitu Pemilu dan Pilpres. from 122.49 trillion rupiahs in 2008 amounted to 133. Beruntung. yaitu masih sekitar 78. Only. Produk Domestik Bruto (PDB) nominal Nasional pada tahun 2009 meningkat sebesar 11. the economic level of Banten in 2009 is still below the national average. As a result.49 triliun rupiah di tahun 2008 menjadi sebesar 133.56 trillion rupiahs.

89 persen dan sisanya dari komponen perubahan stok dan komponen ekspor neto.69 percent. as a result of weakening on the side foreign demand and weak demand for investment.17 percent and 20. 4.79 percent. especially manufacturing sector and trade. dan restoran yang masingmasing tumbuh sebesar 1.49 percent comes from the components of household consumption expenditure. 31. each of which grew by 1. When it reviewed according to the demand side.17 persen dan 20.89 percent and the remainder of the component stock changes and net export components.05 trilyun rupiah.05 trillion rupiah.50 persen dan 6. The slow growth of supply side caused by the slowdown in growth that occurred in most economic sectors. 59. dan restoran merupakan sektor yang dominan dalam perekonomian Banten dengan share masing-masing sebesar 43. and restaurants.REGIONAL INCOME CHAPTER XIII Apabila ditelaah menurut sisi demand-nya.50 percent and 6. Perlambatan tersebut dari sisi supply disebabkan oleh adanya perlambatan pertumbuhan yang terjadi pada kebanyakan sektor ekonominya terutama sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan. hotels. ternyata dari total nilai PDRB Banten yang sebesar 133. and restaurants is the dominant sector in the economy of Banten with their respective share of 43.51 percent. 4. which grew by 5.77 percent. Manufacturing sector and trade. In real terms. Sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan. ekonomi Banten pada tahun 2009 tumbuh sebesar 4. 59. 472 Banten in Figures 2010 .65 percent of the components of gross fixed capital formation. apparently from the total GRDP value of Banten is amounting to 133.79 persen.80 persen dari komponen pengeluaran pemerintah. hotel. Karena itu dapat dikatakan bahwa perkembangan dan pertumbuhan ekonomi PDRB Banten di-drive oleh konsumsi rumahtangga domestik Banten. 6.49 persennya berasal dari komponen pengeluaran konsumsi rumahtangga. hotels. hotel. slower than in 2008. sebagai akibat adanya pelemahan pada sisi foreign demand dan melemahnya permintaan untuk investasi. melambat bila dibandingkan dengan tahun 2008 yang tumbuh sebesar 5.65 persen dari komponen pembentukan modal tetap bruto. Secara riil.69 persen. economic of Banten in 2009 grew by 4.80 per cent of the expenditure components government's 6.77 persen. 31.51 persen. it can be said that economic growth of Banten is driven by domestic household consumption. Therefore.

hotel.98 bps and 0. Kabupaten Tangerang dan Kota Cilegon masing-masing tumbuh sebesar 5.40 persen dan 4. Tercatat. 4. Meskipun demikian. Sedangkan sisanya yang hanya sebesar 29. Kota Tangerang. each amounted 1.98 bps dan 0.84 persen. andil terbesar bagi pertumbuhan ekonomi Banten tetaplah dipegang oleh Kota Tangerang. dan Kota Cilegon. Tangerang Regency. in terms of growth. Tangerang Municipality.18 percent.75 percent and 14. dengan kontribusi masing-masing sebesar 1. while trade. ketiga kabupaten/kota tersebut pada tahun 2009 masing-masing memberikan share sebesar 34.2. 21. Meanwhile. GRDP by Regency/Municipality As known. and restaurants are mostly concentrated in those regency/ Municipality. Kabupaten Tangerang dan Kota Cilegon.49 percent and the slowest one was Serang regency which only grew by 3. 13.15 percent to the GRDP formation Nominal of Banten. Banten dalam Angka 2010 473 . 21. Sedangkan.BAB XIII PENDAPATAN REGIONAL 13.16 persen disumbang oleh Kabupaten Serang.19 bps (basis points).2. these regency/ Municipality in 2009 gave their respective share of 34.19 bps (basis points).94 percent. sektor industri pengolahan terkonsentrasi di Kota Tangerang. Sehingga.74 persen.49 persen dan yang terendah adalah Kabupaten Serang yang hanya tumbuh sebesar 3. sedangkan untuk sektor perdagangan.15 persen terhadap pembentukan PDRB Nonimal Banten.94 persen.71 bps. Meanwhile. Kabupaten Lebak dan Kota Serang. Noted. Tangerang Selatan Municipality. the greatest contribution to the economic growth is still contributed by Tangerang Municipality. Tangerang Selatan Municipality in 2009 has become the fastest regional economic growth that reached 8. dan restoran sebagian besar terkonsentrasi pada tiga kabupaten/kota tersebut. Tangerang Regency and Cilegon Municipality. PDRB Kabupaten/Kota Seperti diketahui.84 percent.40 percent and 4. pembentukan PDRB Banten pun secara spasial didominasi oleh ketiga kabupaten/kota tersebut.74 percent. 4. Kota Tangerang Selatan pada tahun 2009 ini menjadi daerah yang paling tinggi pertumbuhan ekonominya yaitu mencapai 8. Tangerang Regency and Cilegon Municipality each grew by 5. Lebak Regency and Serang Regency. the manufacturing sector is concentrated in Tangerang Municipality. 0.71 bps. Nevertheless. Kabupaten Tangerang. Kabupaten Pandeglang.18 persen. 0. While the rest which is only amounted to 29. Kota Tangerang Selatan. hotels. Thus. Sementara itu dari sisi pertumbuhan. Cilegon Municipality.75 persen dan 14.16 percent was contributed by Serang Regency. Pandeglang Regeny. any formation of Banten GRDP spatially dominated by those regency/ Municipality mentioned.

REGIONAL INCOME CHAPTER XIII Grafik 13.35 6. 2009 Figure Percentage Distribution of GRDP of Banten Province At Current Market Prices by Industrial Origin.12% Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province 474 Banten in Figures 2010 .50 3.55 4. 2001-2009 7 6.5 5. Persewaan dan Jasa Per.69 5.04 5.96% Keuangan. Hotel dan Restoran / Trade.2 Distribusi Persentase PDRB Provinsi Banten Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha.78 4.50 4.96% Industri Pengolahan / Manufacturing Industry 43.07 4. Gas & Air Bersih / Elecricity.79% Bangunan / Construction 3.10% Jasa-Jasa / Services 5. 2009 Perdagangan. / Finance and Bussiness Serv.11 5.69 6 5. Gas and Water Supply 3.99% Pertanian / Agriculture 8.77 5.69 5.41% Listrik.57 6. 4. 2001-2009 Figure Indonesia and Banten Province Economic Growth Rate (percent).95 4.05 5.5 3 2001 2002 2003 3.1 Laju Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Banten dan Nasional (persen). Hotel and Restaurant 20.63 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Indonesia Provinsi Banten / Banten Province Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Grafik 13.5 5 4.17% Pertambangan dan Penggalian / Mining and Quarrying 0.50% Pengangkutan dan Komunikasi / Transport and Communication 9.5 4 3.88 6.01 5.

23 3. 2009 Kota Serang 3.29% Kota Tangsel 7.40% Kab.65 4.3 Distribusi Persentase PDRB Provinsi Banten Figure Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Jenis Pengeluaran.49 4.15% Kab. Tangerang 21.41 14.) Pembentukan Modal Tetap Bruto (Gross Fixed Capital Formation) Perubahan Stok (Canges in Stocks) Ekspor Netto (Net Export) Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Grafik 13.8 31. Serang 8.02 3.01 2008 57.16% Kota Cilegon 14.) Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (Government Consumtion Exp. Pandeglang 5.03 2007 55. Lebak 5.14% Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Banten dalam Angka 2010 475 .4 8.75% Kota Tangerang 34.4 Distribusi Persentase PDRB Provinsi Banten Figure Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Kabupaten/Kota.05 0. 2009 Percentage Distribution of GRDP of Banten Province At Current Market Prices by Regency/Municipality.17% Kab. 2009 Percentage Distribution of GRDP of Banten Province At Current Market Prices by Type of Expenditure.94% Kab.1 27. 2009 2009 59.24 4.68 22.76 4.BAB XIII PENDAPATAN REGIONAL Grafik 13.13 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100% Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (Household Consumption Exp.

41 141 232. Gas & Water Supply 5.03 11 394 829. Pertambangan & Penggalian Mining & Quarrying 3.27 168 559.88 4 958 985.93 4 690 484.42 122 490 654. Pengangkutan & Komunikasi Transportation & Communication 8. 2007-2009 Gross Regional Domestic Product of Banten Province At Current Market Prices by Industrial Origin (million rupiahs).00 24 621 928.22 2 0 0 9 **) (4) 11 205 004.37 5 272 729.53 27 662 710.26 5 456 919. Hotel & Restoran Trade. Finance. Hotel & Restaurants 7.63 57 440 678.REGIONAL INCOME CHAPTER XIII 13. PDRB PROVINSI BANTEN GRDP OF BANTEN PROVINCE Tabel Table 13.50 9 929 409.62 20 400 505.94 4 662 979. Bangunan Construction 6.1 Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Banten Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha (juta rupiah).25 133 048 007.56 5 718 895.1.67 7 929 237. Perdagangan.95 4 351 693. 9.67 3 259 394.19 Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1.22 55 426 962.75 2 0 0 8 *) (3) 10 262 241.11 3 988 613. **) Preliminary Figures 476 Banten in Figures 2010 .07 115 127. Real Estate & Business Serv. Gas & Air Bersih Electricity.45 7 005 377.47 51 386 344. Keuangan. Persewaan & Jasa Per.1. **) Angka Sementara *) Revised Figures.12 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note : *) Angka Perbaikan. Jasa-Jasa Services Produk Domestik Regional Bruto Gross Regional Domestic Product 107 499 652. 2007-2009 2007 (2) 8 523 310.25 13 249 188.84 3 814 970. Industri Pengolahan Manufacturing Industry 4. Pertanian Agriculture 2. Listrik.

26 2 922 549. Perdagangan.77 68 802 910.94 12 800 800.59 2 0 0 9 **) (4) 5 641 900.30 72 031 120. Pertambangan & Penggalian Mining & Quarrying 3.08 2 204 523.75 2 629 581. Pengangkutan & Komunikasi Transportation & Communication 8. Listrik.32 1 880 273.56 14 202 996. Bangunan Construction 6. Gas & Water Supply 5.96 2 0 0 8 *) (3) 5 408 861. Gas & Air Bersih Electricity.61 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note : *) Angka Perbaikan.20 2 805 792. **) Preliminary Figures Banten dalam Angka 2010 477 .50 6 200 675. Hotel & Restoran Trade.26 6 877 187.93 2 138 061. 2007-2009 Gross Regional Domestic Product of Banten Province At 2000 Constant Market Prices by Industrial Origin (million rupiahs).31 2 489 875. Persewaan & Jasa Per.50 2 010 388. Finance.78 3 380 093.61 2 822 560.2 Table Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Banten Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha (juta rupiah).51 32 707 531.73 79 151.41 15 127 918. Jasa-Jasa Services Produk Domestik Regional Bruto Gross Regional Domestic Product 65 046 775.BAB XIII PENDAPATAN REGIONAL Tabel 13.1.80 Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. 9. Keuangan. 2007-2009 2007 (2) 5 242 350. **) Angka Sementara *) Revised Figures. Real Estate & Business Serv.77 31 496 751. Pertanian Agriculture 2.86 5 780 569.50 90 195. Industri Pengolahan Manufacturing Industry 4.77 3 009 092.12 32 225 075. Hotel & Restaurants 7.19 3 636 754.48 69 292.

00 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note : *) Angka Perbaikan. Bangunan Construction 6.96 3.99 Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. **) Preliminary Figures 478 Banten in Figures 2010 . Hotel & Restoran Trade. Jasa-Jasa Services Produk Domestik Regional Bruto Gross Regional Domestic Product 100. Keuangan.41 0. Pertambangan & Penggalian Mining & Quarrying 3.26 20.83 5. Pertanian Agriculture 2. 2007-2009 2007 (2) 7. Pengangkutan & Komunikasi Transportation & Communication 8.29 3.10 5.25 4. 9.REGIONAL INCOME CHAPTER XIII Tabel Table 13. 2007-2009 Distribution of Gross Regional Domestic Product of Banten Province At Current Market Prices by Industrial Origin (percent).00 100.93 0.97 9.17 3. Listrik.38 0.79 9. Gas & Air Bersih Electricity.03 18. Industri Pengolahan Manufacturing Industry 4. Hotel & Restaurants 7.50 20.12 43.3 Distribusi Persentase Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Banten Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha (persen).73 2 0 0 9 **) (4) 8. Persewaan & Jasa Per.1. Perdagangan.24 3. Real Estate & Business Serv.11 47.05 3. Finance. **) Angka Sementara *) Revised Figures.96 4.34 2 0 0 8 *) (3) 8.00 100.80 4.04 3.11 45.10 9. Gas & Water Supply 5.54 5.

Gas & Air Bersih Electricity. Gas & Water Supply 5.66 6. Listrik.4 Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Banten Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha (persen).31 6.18 14.95 1.62 2 0 0 8 *) (3) 3.23 2.70 6.52 6.92 10.33 2 0 0 9 **) (4) 4.71 13.10 4.45 12.36 7. Persewaan & Jasa Per.77 4.10 11.69 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note : *) Angka Perbaikan.51 10. Pertanian Agriculture 2. Hotel & Restaurants 7. Finance.95 7. Keuangan.22 12. 2007-2009 Growth Rate of Gross Regional Domestic Product of Banten Province at 2000 Constant Market Prices by Industrial Origin (percent). Pertambangan & Penggalian Mining & Quarrying 3. Industri Pengolahan Manufacturing Industry 4. Perdagangan. Jasa-Jasa Services Produk Domestik Regional Bruto Gross Regional Domestic Product 6.1.BAB XIII PENDAPATAN REGIONAL Tabel Table 13.31 13. 9.04 5. 2007-2009 2007 (2) 4.24 9. **) Angka Sementara *) Revised Figures. Hotel & Restoran Trade.65 3.91 13.27 16. Real Estate & Business Serv. Pengangkutan & Komunikasi Transportation & Communication 8. **) Preliminary Figures Banten dalam Angka 2010 479 . Bangunan Construction 6.59 Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1.73 13.16 9.50 4.

68 3 954 954.12 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note : *) Angka Perbaikan.25 133 048 007.42 122 490 654.69 6 388 778.46 107 499 652.5 Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Banten Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Jenis Pengeluaran (juta rupiah). Pembentukan Modal Tetap Bruto Gross Fixed Capital Formation 4. Ekspor Export 6.46 94 883 682. 2007-2009 Gross Regional Domestic Product of Banten Province at Current Market Prices by Type of Expenditure (million rupiahs).73 73 058 397.60 74 632 441. Perubahan Stok Changes in Stocks 5.16 5 018 023.18 5 374 410.33 4 160 634.22 59 449 828.90 4 750 004. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga Household Consumption Expenditure 2.REGIONAL INCOME CHAPTER XIII Tabel Table 13.20 2 0 0 8 *) (3) 70 115 139. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah General Government Consumption Expenditure 3.1. Dikurangi : Impor Less : Import Produk Domestik Regional Bruto Gross Regional Domestic Product 24 465 278.17 33 355 499. **) Preliminary Figures 480 Banten in Figures 2010 .25 42 110 215.74 73 066 953. 2007-2009 2007 (2) 59 146 801.84 Jenis Pengeluaran Type of Expenditure (1) 1.56 85 042 325. **) Angka Sementara *) Revised Figures.98 2 0 0 9 **) (4) 79 147 832.

08 2 0 0 8 *) (3) 42 055 770.61 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note : *) Angka Perbaikan.38 17 040 856.51 3 074 549. 2007-2009 Gross Regional Domestic Product of Banten Province at 2000 Constant Market Prices by Type of Expenditure (million rupiahs). 2007-2009 2007 (2) 40 123 430. **) Angka Sementara *) Revised Figures.78 65 046 775.97 1 888 691.6 Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Banten Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Jenis Pengeluaran (juta rupiah).59 51 985 945.22 2 748 780. Dikurangi : Impor Less : Import Produk Domestik Regional Bruto Gross Regional Domestic Product 15 439 163. **) Preliminary Figures Banten dalam Angka 2010 481 .02 17 640 944.09 58 484 414.74 3 530 319.26 54 108 358.60 Jenis Pengeluaran Type of Expenditure (1) 1. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah General Government Consumption Expenditure 3. Perubahan Stok Changes in Stocks 5. Ekspor Export 6.29 47 139 235.04 1 731 614.32 51 715 251.30 72 031 120. Pembentukan Modal Tetap Bruto Gross Fixed Capital Formation 4.BAB XIII PENDAPATAN REGIONAL Tabel Table 13.77 68 802 910. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga Household Consumption Expenditure 2.1.36 2 255 678.09 2 0 0 9 **) (4) 44 403 633.16 46 990 588.

43 55. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah General Government Consumption Expenditure 3.65 4. 2007-2009 2007 (2) 55.7 Distribusi Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Banten Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Jenis Pengeluaran (persen).68 2 0 0 8 *) (3) 57.92 100. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga Household Consumption Expenditure 2.10 2 0 0 9 **) (4) 59. Ekspor Export 6. **) Angka Sementara *) Revised Figures. Pembentukan Modal Tetap Bruto Gross Fixed Capital Formation 4. 2007-2009 Distribution of Gross Regional Domestic Product of Banten Province at Current Market Prices by Type of Expenditure (percent). Dikurangi : Impor Less : Import Produk Domestik Regional Bruto Gross Regional Domestic Product 22.93 54.49 4.40 77.00 100. **) Preliminary Figures 482 Banten in Figures 2010 .43 31.00 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note : *) Angka Perbaikan.00 100. Perubahan Stok Changes in Stocks 5.24 4.REGIONAL INCOME CHAPTER XIII Tabel Table 13.30 27.02 3.76 4.23 3.46 69.05 54.1.80 Jenis Pengeluaran Type of Expenditure (1) 1.41 69.

Dikurangi : Impor Less : Import Produk Domestik Regional Bruto Gross Regional Domestic Product 7.82 Jenis Pengeluaran Type of Expenditure (1) 1. Ekspor Export 6.31 -64.82 11.98 4.BAB XIII PENDAPATAN REGIONAL Tabel Table 13.8 Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Banten Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Jenis Pengeluaran (persen). **) Preliminary Figures Banten dalam Angka 2010 483 .57 -13. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga Household Consumption Expenditure 2. 2007-2009 Growth Rate of Gross Regional Domestic Product of Banten Province at 2000 Constant Market Prices by Type Expenditure (percent). Pengeluaran Konsumsi Pemerintah General Government Consumption Expenditure 3.15 6.46 13.69 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note : *) Angka Perbaikan.04 5. Pembentukan Modal Tetap Bruto Gross Fixed Capital Formation 4.51 19.50 14. Perubahan Stok Changes in Stocks 5.11 10.52 -23.43 12. **) Angka Sementara *) Revised Figures.78 3.37 19.1.23 -11.85 2 0 0 9 **) (4) 5.58 14.49 2 0 0 8 *) (3) 4.77 4. 2007-2009 2007 (2) 7.

09 119.58 291. PDRB per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku (rupiah) / GRDP per Capita at Current Market Prices (rupiahs) e.1.42 65 046 775.77 122 490 654. PDRB per Kapita Atas Dasar Harga Konstan 2000 (rupiah) / GRDP per Capita at 2000 Constant Market Prices (rupiahs) 2. 2007 . Nilai Absolut Absolute Values a.23 224. PDRB per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku (rupiah) / GRDP per Capita at Current Market Prices (rupiahs) e. PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (juta rupiah) GRDP at Current Market Prices (million rupiahs) b.79 484 Banten in Figures 2010 .9 Perkembangan Beberapa Agregat PDRB dan PDRB per Kapita di Provinsi Banten.61 9 423 367 11 407 775 9 602 445 12 756 194 9 782 779 13 600 226 6 902 711 7 165 145 7 363 053 235.25 68 802 910.30 133 048 007.2009 Trend of Several GRDP Agregates and per Capita GRDP in Banten Province.09 150.68 126. PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2000 (juta …rupiah) / GRDP at 2000 Constant Market Prices (million rupiahs) c. Indeks Perkembangan (2000 = 100.28 142. PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2000 (juta rupiah) / GRDP at 2000 Constant Market Prices (million rupiahs) c. PDRB per Kapita Atas Dasar Harga Konstan 2000 (rupiah) / GRDP per Capita at 2000 Constant Market Prices (rupiahs) 2007 (2) 2 0 0 8 *) (3) 2 0 0 9 **) (4) 107 499 652.00 201.00) Growth Index a.30 129.74 121.46 239. Jumlah Penduduk Pertengahan Tahun (jiwa) Mid Year Population (person) d.86 121. 2007 .2009 Uraian Description (1) 1.36 268. Jumlah Penduduk Pertengahan Tahun (jiwa) Mid Year Population (person) d.19 157.12 72 031 120.REGIONAL INCOME CHAPTER XIII Tabel Table 13.65 117. PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (juta rupiah) GRDP at Current Market Prices (million rupiahs) b.

82 101.1.62 104.80 102.79 103.04 113. PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2000 (juta rupiah) / GRDP at 2000 Constant Market Prices (million rupiahs) c. **) Angka Sementara *) Revised Figures.84 106.77 108.69 102.52 101.62 103.95 105.16 107.9 Uraian Description (1) 3. **) Preliminary Figures Banten dalam Angka 2010 485 . Indeks Berantai Chain Index a.BAB XIII PENDAPATAN REGIONAL Lanjutan Tabel / Continued Table 13.88 106.27 178. PDRB per Kapita Atas Dasar Harga Konstan 2000 (rupiah) / GRDP per Capita at 2000 Constant Market Prices (rupiahs) Indeks Harga Implisit PDRB Implicit Price Index of GRDP 2007 (2) 2 0 0 8 *) (3) 2 0 0 9 **) (4) 109. PDRB per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku (rupiah) / GRDP per Capita at Current Market Prices (rupiahs) e.76 165.71 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note : *) Angka Perbaikan. Jumlah Penduduk Pertengahan Tahun (jiwa) Mid Year Population (person) d.90 111.03 184. PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (juta rupiah) GRDP at Current Market Prices (million rupiahs) b.

54 107 499 652.87 49 330 670. **) Angka Sementara *) Revised Figures. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 4.42 122 490 654.79 7 279 724.1 Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Banten Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Kabupaten/Kota (juta rupiah).47 7 649 549.45 6 939 119.12 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note : *) Angka Perbaikan.70 9 846 646. 2007-2009 2007 (2) 2 0 0 8 *) (3) 2 0 0 9 **) (4) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1.25 6 029 385.43 7 465 228.REGIONAL INCOME CHAPTER XIII 13.79 114 231 150.50 10 729 727.77 11 497 791.12 4 354 137. 2007-2009 Gross Regional Domestic Product of Banten Province at Current Market Prices by Regency/Municipality (million rupiahs).42 19 982 129. Tangerang Selatan Jumlah (8 Kabupaten/Kota) Total (8 Regencies/Municipalities) Provinsi Banten 6 122 594.22 16 038 683.68 28 270 740. Pandeglang 2.82 10 127 849.71 30 707 143.42 3 884 487.42 141 197 144.2.22 25 305 220. **) Preliminary Figures 486 Banten in Figures 2010 .96 8 931 176. Serang 8. Tangerang 6. Cilegon 7.48 6 749 770.65 4 806 605.2.25 133 048 007.88 128 677 261.38 18 013 859. Lebak 3.15 44 688 729. PDRB MENURUT KABUPATEN/KOTA GRDP BY REGENCY/MUNICIPALITY Tabel Table 13.59 39 354 584.

2.50 27 562 535. Cilegon 7.30 72 031 120. Tangerang 4. 2007-2009 Gross Regional Domestic Product of Banten Province at 2000 Constant Market Prices by Regency/Municipality (million rupiahs).36 6 639 988.25 3 855 293.64 2 532 981.66 3 703 579.61 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note : *) Angka Perbaikan.33 2 398 080.89 71 078 934. Tangerang Selatan Jumlah (8 Kabupaten/Kota) Total (8 Regencies/Municipalities) Provinsi Banten 3 667 467.34 4 947 866.99 15 873 690.40 3 559 031. Tangerang 6.83 3 976 527.42 16 748 498.52 24 505 118.96 4 168 900. **) Preliminary Figures Banten dalam Angka 2010 487 .02 10 518 939.12 65 046 775.16 11 581 479.45 26 066 992.11 17 485 777.69 4 560 506. **) Angka Sementara *) Revised Figures.68 75 124 579.77 68 802 910.BAB XIII PENDAPATAN REGIONAL Tabel Table 13.61 78 931 519. Pandeglang 2. Lebak 3.54 3 824 711. Serang Kota / Municipality 5.2 Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Banten Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Kabupaten/Kota (juta rupiah).65 6 851 287. Serang 8.52 11 047 320.99 6 387 705.20 2 670 752. 2007-2009 2007 (2) 2 0 0 8 *) (3) 2 0 0 9 **) (4) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1.

75 8. 2007-2009 Distribution of Gross Regional Domestic Product of Banten Province at Current Market Prices by Regency/Municipality (percent).94 14. Lebak 3. **) Angka Sementara *) Revised Figures.16 21.25 21.2.70 34.40 7.00 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note : *) Angka Perbaikan.97 8.REGIONAL INCOME CHAPTER XIII Tabel Table 13. **) Preliminary Figures 488 Banten in Figures 2010 .94 34.36 5.00 100. Tangerang Selatan Jumlah (8 Kabupaten/Kota) Total (8 Regencies/Municipalities) 5.00 100.17 100.15 3. 2007-2009 2007 (2) 2 0 0 8 *) (3) 2 0 0 9 **) (4) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Serang Kota / Municipality 5.62 5.34 5.38 6. Cilegon 7.39 5. Serang 8.15 8.00 3.04 3.45 14.14 34.29 5.28 22.3 Distribusi Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Banten Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Kabupaten/Kota (persen). Tangerang 4. Pandeglang 2.40 6. Tangerang 6.73 14.

77 4.40 3.18 5.71 4.49 6. Serang 8.25 7.29 4. 2007-2009 2007 (2) 2 0 0 8 *) (3) 2 0 0 9 **) (4) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1.74 4.48 4.51 3. Tangerang 6.84 6.06 5. Serang Kota / Municipality 5.37 5.86 5.69 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note : *) Angka Perbaikan.48 4.95 3. **) Preliminary Figures Banten dalam Angka 2010 489 .90 6.84 5.02 5.07 6. **) Angka Sementara *) Revised Figures.39 5. Tangerang 4.18 6.63 9.04 5. Tangerang Selatan Jumlah (8 Kabupaten/Kota) Total (8 Regencies/Municipalities) Provinsi Banten 4.44 8.2.97 4.48 6. Pandeglang 2.69 5.10 4. 2007-2009 Growth Rate of Gross Regional Domestic Product of Banten Province At 2000 Constant Market Prices by Regency/Municipality (percent).BAB XIII PENDAPATAN REGIONAL Tabel Table 13. Cilegon 7. Lebak 3.4 Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Banten Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Kabupaten/Kota (persen).

Serang Kota / Municipality 5. Cilegon 7.2. Tangerang 6. Pandeglang 2. 2007-2009 2007 (2) 2 0 0 8 *) (3) 2 0 0 9 **) (4) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1. Lebak 3. 2007-2009 Per Capita Gross Regional Domestic Product of Banten Province at Current Market Prices by Regency/Municipality (rupiahs). Serang 8. **) Angka Sementara *) Revised Figures. **) Preliminary Figures 490 Banten in Figures 2010 .REGIONAL INCOME CHAPTER XIII Tabel Table 13.5 Produk Domestik Regional Bruto per Kapita Provinsi Banten Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Kabupaten/Kota (rupiah). Tangerang 4. Tangerang Selatan Jumlah (8 Kabupaten/Kota) Total (8 Regencies/Municipalities) Provinsi Banten 5 642 726 4 982 349 10 411 146 7 459 535 6 351 440 5 467 797 11 289 441 8 049 827 6 788 139 5 782 640 11 970 294 8 545 005 26 090 042 47 447 936 7 952 584 7 336 419 29 176 550 52 426 984 8 827 769 8 347 888 31 727 434 57 228 821 9 653 564 9 112 655 12 122 116 13 400 468 14 433 235 11 407 775 12 756 194 13 600 226 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note : *) Angka Perbaikan.

56 9. Pandeglang 2.74 9.82 6.16 9.54 - 11.35 9.BAB XIII PENDAPATAN REGIONAL Tabel Table 13. Lebak 3.55 7.6 Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto per Kapita Provinsi Banten Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Kabupaten/Kota (persen).41 - 12. Serang Kota / Municipality 5. Tangerang 6.71 7. 2007-2009 2007 (2) 2 0 0 8 *) (3) 2 0 0 9 **) (4) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten / Regency 1.62 Sumber / Source : BPS Provinsi Banten / BPS Statistics of Banten Province Catatan / Note : *) Angka Perbaikan.2.33 10.01 13.44 7.83 10.03 6.38 8.91 6.49 11. **) Angka Sementara *) Revised Figures. **) Preliminary Figures Banten dalam Angka 2010 491 . Tangerang 4.88 5. 2007-2009 Growth Rate of per Capita Gross Regional Domestic Product of Banten Province At at Current Market Prices by Regency/Municipality (percent). Cilegon 7.15 10.52 11.76 6.79 8. Serang 8.16 8.06 8. Tangerang Selatan Jumlah (8 Kabupaten/Kota) Total (8 Regencies/Municipalities) Provinsi Banten 8.74 8.

.

.

banten. “Banten in Figures” is annual publication published by BPS – Statistics of Banten Province. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten Regional Development Planning Board of Banten Province Telepon : 0254-7039797.go.id Badan Pusat Statistik Provinsi Banten BPS – Statistics of Banten Province Telepon : 0254-267027. Banten . Publikasi ini menyajikan data primer maupun data sekunder yang dikumpulkan dari berbagai instansi pemerintah dan lembaga swasta yang mencerminkan gambaran pembangunan Provinsi Banten.go.go. Kota Serang. E-mail : bappeda@bantenprov.bps.id Website : www.id Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Jl.“Banten dalam Angka” merupakan publikasi tahunan yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Banten. This publication provides primary and secondary data collected from government and private institutions that describes Banten Province development. Raya Syekh Nawawi Al-Bantani. Faks.: 0254-267026 E-mail : bps3600@bps.