Anda di halaman 1dari 6

http://id.scribd.

com/doc/50053087/Listrik-Magnet-I Tugas Listrik Magnet 5

Konstanta Dielektrik

Kelompok 9 Nama Anggota: 1. Dinar Setiawidiani 2. Prayogo Kurniawan 3. Yangki Tri Subar Rizqi 4. Orina Amelia (140310090028) (140310090032) (140310090042) (140310100060)

Dosen : Dr. Lusi Safriani, M.Si

Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran

2012 1. Medan elektrostatik dalam bahan Pengaruh Medan Listrik terhadap Konduktor Konduktor memiliki elektron bebas yang selalu bergerak sehingga bila medan listrik di berikan pada konduktor maka terjadi aliran muatan yang menurut Ohm besarnya adalah J = E. Kuat suatu medan listrik (E) berbanding lurus dengan beda potensial yang diberikan dan berbanding terbalik dengan jarak antara kedua konduktor. Kuat medan listrik dapat dinyatakan dengan persamaan : E=V/d medan listrik E juga dapat dituliskan persamaannya E=F/q E = q / 4r^2 Dimana E adalah kuat medan listrik (V/m), V adalah beda potensial yang diberikan (V), dan d adalah jarak antara konduktor (m). Ketika arus mengalir melalui suatu konduktor maka akan terbentuk suatu medan magnetik di sekeliling konduktor tersebut. Medan magnetik itu tidak terlihat dengan kasat mata tetapi dapat dideteksi menggunakan kompas(jarum kompas tampak bergerak). Jika dua buah konduktor tersebut didekatkan maka medan magnetik dari keduanya akan berinteraksi sehingga konduktor konduktor tersebut akan mengalami gaya tarik menarik atau tolak menolak.

Pengaruh Medan Listrik terhadap Isolator Isolator tidak memiliki elektron bebas sehingga bila medan listrik diberikan padanya maka tidak terjadi aliran muatan.

Pengaruh Medan Listrik terhadap Semikonduktor

Pada suhu tinggi bahan ini bersifat seperti konduktor sehingga bila medan listrik di berikan pada semikonduktor dengan suhu tinggi maka terjadi aliran muatan yang menurut Ohm besarnya adalah J = E. Pada suhu rendah bahan ini bersifat sebagai Isolator sehingga bila medan listrik diberikan padanya maka tidak terjadi aliran muatan

Pengaruh Medan Listrik terhadap Super Konduktor Bahan ini memiliki hambatan sama dengan 0 Ohm, sehingga bahan ini tetap mengalirkan muatan meski ada atau tidak ada potensial listrik yang diberikan ke bahan ini. Bila medan listrik diberikan pada bahan ini maka arus listrik mengalir searah dengan arah medan listrik ini karena F = q . E

2. Polarisasi muatan listrik dan dipol listrik Peristiwa pergerakan elektron, ion, dan molekul-molekul polar di dalam dielektrik yang diakibatkan oleh adanya medan listrik disebut peristiwa polarisasi. Atom netral, yang diletakkan dalam medan listrik tidak akan mengalami resultan gaya. Namun, atom yang secara keseluruhan sifatnya netral, terdiri dari muatan positif yang terkonsentrasi pada nukleus dan muatan negatif yang membentuk awan elektron (radius = 10-10 m) mengelilingi inti. Inti atom akan mengalami gaya searah dengan medan listrik luar dan besarnya F = q.E. Dua muatan yang sama tapi berbenda tanda disebut dipol listrik.

3. Mikroskopik dan medan polarisasi P Peristiwa polarisasi menyebabkan dielektrik terpolarisasi, suatu keadaan di mana dua sisi yang berlawanan dari selembar dielektrik mengandung muatan yang berlawanan Suatu bahan dielektrik dengan konstanta bila berada pada medan listrik E maka terjadi polarisasi dalam bahan. Polarisasi (P) pada satu partikel dalam bahan adalah : P=E dimana = Polarizabilitas Maka bila ada N partikel dalam polarisasi total adalah :

P=NP=NE Polarisasi pada bahan dielektrik menyebabkan displacement pada muatan-muatannya, karena adanya medan lsitrik luar E. Momen dipol total listrik mempunyai harga : P total = Qd = Ad = V dengan V sebagai volume dielektrik. Polarisasi listrik yaitu momen dipole persatuan volum P = = = eE dengan E adalah kuat medan total dalam dielektrik.

4. Hukum Gauss untuk D Hukum Gauss menerangkan bagaimana muatan listrik dapat menciptakan dan mengubah medan listrik. Medan listrik cenderung untuk bergerak dari muatan positif ke muatan negatif. Hukum Gauss untuk magnetisme menyatakan tidak seperti listrik tidak ada partikel kutub utara atau kutub selatan.

Nama

Bentuk diferensial

Bentuk integral

Hukum Gauss:

5. Suseptibilitas listrik Kerentanan kelistrikan Xe pada bahan dielektrik adalah ukuran seberapa mudah bahan ini terpolarisasi dalam medan listrik, yang pada akhirnya menentukan permitivitas listrik

sehingga mempengaruhi sifat-sifat lain dalam bahan dielektrik tersebut. Nilai kerentanan listrik ini didefinisikan melalui sebuah konstanta perbandingan antara medan listrik E dan pengkutuban bahan dielektrik P sedemikian rupa sehingga:

dimana

adalah Permitivitas ruang hampa. yaitu:

Kerentanan sebuah bahan memiliki hubungan dengan permitivitas relatifnya

Sehingga dalam ruang hampa,

Perpindahan medan listrik D berhubungan dengan kerapatan pengkutuban P melalui:

6. Konstanta dielektrik Konstanta dielektrik melambangkan rapatnya fluks elektrostatik dalam suatu bahan bila diberipotensial listrik. Konstanta dielektrik merupakan perbandingan energi listrik yang tersimpan pada bahan tersebut jika diberi sebuah potensial, relatif terhadap vakum (ruang hampa). Konstanta dielektrik dilambangkan dengan r. Secara matematis konstanta dielektrik suatu bahan didefinisikan sebagai

dimana s merupakan permitivitas statis

dari

bahan

tersebut,

dan 0 adalah permitivitas

vakum. Permitivitas vakum diturunkan dari persamaan Maxwell dengan menghubungkan intensitas medan listrik E dengan kerapatan fluks listrik D. Di vakum, permitivitas sama dengan 0, jadi konstanta dielektriknya adalah 1. Permitivitas relatif dari sebuah medium berhubungan

dengan susceptibility (kerentanan) listriknya, e melalui persamaan berikut :

7. Medan E, D, dan P Bila ada dielektrik maka terdapat dua macam muatan, yaitu muatan bebas yang berasal dari sumber tegangan dan muatan induksi pada permukaan dielektrik, deskripsi dari medan listrik itu sendiri dibedakan menjadi dua, yaitu dengan kuat medan E dan medan D yang disebut perpindahan listrik atau displacement. Deskripsi dengan perpindahan D tak perlu memperhatikan pengaruh muatan induksi, hanya menyangkut muatan bebas saja. D = o E + P = o E + eE = (o + e) E = o ( 1+ )E = o KeE =E

Karena terjadi polarisasi maka terjadi pengeluaran partikel-partikel dalam bahan (D), yaitu : D =E , dengan o = konstanta dielektrik pada vakum = konstanta dielektrik pada bahan dielektrik

E = o E + P E = o E + N E = o + N