Anda di halaman 1dari 11

UTS STATISTIK DESKRIPTIF 1. Apakah yang dimaksud dengan statistik deskriptif dan inferensial?

-Statistika deskriptif adalah bagian dari ilmu statistika yang hanya mengolah, menyajikan data tanpa mengambil keputusan untuk populasi. Dengan kata lain hanya melihat gambaran secara umum dari data yang didapatkan. Statistika deskriptif berusaha menjelaskan atau menggambarkan berbagai karakteristik data, seperti berapa rata-ratanya , seberapa jauh data bervariasi dari rata-ratanya, berapa median data dan sebagainya. -Statistika inferensial/Induktif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisa data sampel, dan hasilnya akan digeneralisasikan untuk populasi dimana sampel berada. Statistika inferensial berusaha membuat berbagai inferensi terhadap sekumpulan data yang berasal dari suatu sampel. Tindakan inferensi tersebut seperti melakukan perkiraan besaran populasi, uji hipotesis, forecasting dsb. 2. Apakah perbedaan statistik parametrik dan nonparametrik? -Statistika parametrik ilmu statistika yang mempertimbangkan jenis sebaran/distribusi data, yaitu apakah data menyebar normal atau tidak. Pada umumnya, Jika data tidak menyebar normal, maka data harus dikerjakan dengan metode Statistika non-parametrik, atau setidak2nya dilakukan transformasi agar data mengikuti sebaran normal, sehingga bisa dikerjakan dg statistika parametrik. Contoh metode statistika parametrik: uji-z (1 atau 2 sampel), uji-t (1 atau 2 sampel), korelasi pearson, Perancangan Percobaan (1 or 2-way ANOVA parametrik), dll. -Statistika non-parametrik adalah statistika bebas sebaran (tdk mensyaratkan bentuk sebaran parameter populasi, baik normal atau tidak). Statistika non-parametrik biasanya digunakan untuk melakukan analisis pada data berjenis Nominal atau Ordinal. Data berjenis Nominal dan Ordinal tidak menyebar normal. Contoh metode Statistika non-parametrik:Binomial test, Chi-square test, Median test, Friedman Test, dll. Singkat kata perbedaannya kalau datanya memiliki sebaran atau distribusi normal, maka digunakan statistika parametrik. Kalo data tidak memiliki sebaran normal, maka digunakan statistika nonparametrik. 3. Sebutkan jenis-jenis teknik penyajian data? Penyajian Data Dalam Bentuk Tulisan ( Textular Presentation ) Penyajian dalam bentuk tulisan sebenarnya merupakan gambaran umum tentang kesimpulan hasil pengamatan. Penyajian dalam bentuk tulisan banyak digunakan dalam bidang social, ekonomi, psikologi, dan lain-lain dan berperan sebagai laporan hasil penelitin kualitatif.

Penyajian Data Dalam Bentuk Tabel ( Table Persentation ) Penyajian data dala bentuk tabel merupakan penyajian data dalam bentuk angka yang disusun secara teratur dalam bentuk kolom dan baris. Suatu tabel yang lengkap terdiri dari: - Nomor tabel - Judul Tabel - Catatan Pendahuluan - Badan Tabel - Catatan Kaki - Sumber Data Penyajian Data Dalam Bentuk Grafik ( Grafical Or Diagram Presentation ) Grafik merupakan salah satu bentuk penyajian data statistic yang banyak dilakukan dalam berbagai bidang, termasuk bidang kedokteran karena penyajian data dalam bentuk grafik lebih menarik dan mudah dipahami. 4. Buatlah contoh penyajian data dengan menggunakan: a. Tebel biasa

b. Tabel distribusi frekuensi


Data: 5, 4, 6, 7, 8, 8, 6, 4, 8, 6, 4, 6, 6, 7, 5, 5, 3, 4, 6, 6 8, 7, 8, 7, 5, 4, 9, 10, 5, 6, 7, 6, 4, 5, 7, 7, 4, 8, 7, 6 Jawab:

c. Grafik garis
Data: Banyak peserta lomba mental aritmatika selama empat tahun tampak pada tabel seperti berikut:

No 1 2 3 4 Jawab:

Tahun 2007 2008 2009 2010

Banyak Peserta 21 28 42 49

Diagram garis tersebut, dapat kamu ketahui bahwa banyak peserta lomba mental aritmetika pada tahun 2007 dan 2008 berturut-turut adalah 21 orang dan 28 orang. Banyak peserta pada tahun 2007 sampai 2010 di gambarkan berupa titik-titik yang dihubungkan oleh suatu garis. Dengan hanya mengamati diagram garis tersebut, kamu dapat melihat perkembangan jumlah peserta dari tahun ke tahun Dari diagram tersebut tampak kenaikan jumlah peserta pada setiap tahunnya.

d. Grafik batang
Data: Banyak peserta lomba mental aritmatika selama empat tahun tampak pada tabel seperti berikut:

No 1 2 3 4 Jawab:

Tahun 2007 2008 2009 2010

Banyak Peserta 21 28 42 49

Pada sumbu mendatar, diletakkan nama dari anggota data, yaitu tahun. Pada sumbu tegak, diletakkan skala untuk banyaknya (frekuensi) setiap anggota data, yaitu banyaknya peserta. Setiap batang merupakan daerah persegi panjang yang alasnya sama panjang, sedangkan tingginya sesuai dengan banyaknya (frekuensi) tiap anggota data.

e. Grafik balok

f. Diagram lingkaran
Banyak peserta lomba mental aritmatika selama empat tahun tampak pada tabel seperti berikut :

No 1 2 3 4 Jawab:

Tahun 2007 2008 2009 2010

Banyak Peserta 21 28 42 49

Tentukan besar sudut pusat pada lingkaran untuk menggambarkan banyak peserta lom ba mental aritmetika setiap tahunnya. Kemudian, tentukan pula persentasenya.Deng an menggunakan jangka penggaris dan busur derajat kamu dapat membuat diagram li ngkaran tersebut sebagai berikut:

g. Piktogram

5. Apakah perbedaan Modus, Median, dan Mean sebagai alat untuk menjelaskan keadaan kelompok? Mean Mean atau sering disebut rata-rata merupakan nilai yang mewakili seluruh data. Man punya kecenderungan memusat. Prinsip mean adalah menjumlahkan semua data kemudian dibagi banyaknya data. Kelebihan mean adalah nilai mean dapat menggambarkan atau mewakili seluruh data, karena semua data mendapatkan

kesempatan dan proporsi yang sama dalam perhitungan atau semua data diperhitungkan dalam proses mendapatkan mean. Namun hal ini justru merupakan kelemahan mean, dengan semua data diperhitungkan artinya jika terdapat data yang nilainya lebih besar atau kecil daripada mayoritas data ( data pencilan/outlier ) maka nilai mean akan menjadi bias. Median Median merupakan nilai pengamatan atau data yang terletak ditengah-tengah data jika data dirutkan dai terkecil ke terbesar atau sebaliknkya. Median juga merupakan data yang di tengah apabila banyaknya data ganjil atau rata-rata kedua data yang di tengah banyaknya data genap. Apabila banyaknya data adalah genap maka median antara pengamatan yang ke-( n ) dan ke-( n+1 ), sedangkan untuk n yang ganjil, median adalah pengamatan yang ke-( n+1 ). Kelebihan median adalah median tidak dipengaruhi pencilan ( outlier ) dalam data, namun ini juga bisa menjadi kelemahan karena median tidak melihat data secara keseluruhan. Oleh karena sifat seperti ini, median lebih sering digunakan dalam penelitian kualitatif ketimbang kuantitatif. Modus Modus merupakan nilai data dengan frekuensi lebih banyak dari data yang lain. Diantara median dan mean, modus lebih jarang digunakan, karena kurang menggambarkan distribusi data yang sesungguhnya. Namun terdapat kelebihan dari modus yaitu penggunaannya mudah, modus tidak membutuhkan perhitungan khusus dan dapat digunakan dalam data kualitatif dan kuantitatif. 6. Kapan Modus, Median, dan Mean berada dalam satu titik? Hubungan antara mean, median, dan modus adalah sebagai berikut : Modus= 3* median 2* mean Selain untuk mengukur modus, pengukuran tersebut dapat digunakan untuk mengetahui keimetrisan distribusi data. Semakin kecil selisih antara median dan mean maka distribusi data akan semakin simetris dengan modus yang berada di tengah. Apabila distribusi mempunyai kurva yang simetris MAKA LETAK ATAU NILAI MEAN, MEDIAN, DAN MODUS ADALAH SAMA PADA SATU TITIK. 7. Hitunglah Modus, Median, dan Mean dari data berikut: a. 2 b. 20 8 8 4 4 2 21 4 40 8 60 2 2 9 8 2 7 10 6

a)

= 11,35

b) Median = 2,2,2,2,2,4,4,4,6,7,8,8,8,8,9,10,20,21,40,60

c) Modus = 2 8. Teknis statistik apa yang dapat digunakan untuk melihat homogenitas atau variasi kelompok? a) Uji Bartlett Pengujian homogenitas data dengan uji Barlett adalah untuk melihat apaka hvariansi-variansi k buah kelompok peubah bebas yang banyaknya data per kelompok bisa berbeda dan diambil secara acak dari data populasi masingmasing yang berdistribusi normal, berbeda atau tidak (Ruseffendi, 1998: 297). b) Uji Varians (Uji F) Uji homogenitas varians dalam penelitian ini menggunakan uji F dengan rumus sebagai berikut: Fhitung = varians terbesar/varians terkecil (Sugiyono, 2008:197) Kriteria: Jika Fhitung Ftabel maka data homogen Jika Fhitung Ftabel maka data tidak homogen c) Uji Levene Perhitungan uji homogenitas menggunakan software SPSS adalah dengan Uji Levene statistics. Adapun langkah-langkah untuk menghitungnya adalah sebagai berikut : input data variabel disusun dalam satu kolom, setelah variabel pertama diinput lalu variabel kedua dinput mulai dari baris kosong setelah variabel pertama.

buat pengkode-an kelas dengan cara membuat variabel baru yang diberi label 1 untuk variabel pertama dan 2 untuk variabel kedua. cara menghitung uji levene dengan SPSS adalah dengan memilih menu : analyze>compare means>one-way anova. pada jendela yang terbuka masukan variabel yang akan dihitung homogenitasnya pada bagian variable item list, dan k0de kelas pada bagian factor, pada menu options, aktifkan pilihan homogeinity of varians lalu tekan ikon OK dua kali. Cara menafsirkan uji levene ini adalah, jika nilai Levene statistic > 0,05 maka dapat dikatakan bahwa variasi data adalah homogen. 9. Mana yang lebih homogen dari kelompok berikut: a. 2 b. 8 8 8 2 7 10 8 11 8 17 6 8 8 10 7 8 4 8

Yang lebih homogen adalah data kelompok B yang bisa disebut relatif homogen dengan rata-rata hitung> 8 8 7 8 8 6 8 7 4 8= 7,2

10. Berapa standar deviasi dan indek variasi dari dua kelompok berikut: a. 6 No 8 10 Nilai (Xi) 12 14 Simpangan (deviasi) Simpangan Kuadr Xi X at

1 2 3 4 5

6 8 10 12 14

-2 0 2 4 6

4 0 4 16 36

40:5 = 8

60

Simpangan Simpangan kuadrat Varians Standard deviasi Standard deviasi Rata-rata Kelompok 1 s kelompok 1 Koefisien Variasi kelompok 1

= Nilai ke n total X = 60 = 60/5 =12 = akar varians = 12 =3,46 = 4+6+8+10+12+14+16=10 7 = 4,32 = (4,32/10) x 100 % = 43,2%

b. 106 No

108

110

112

114 Simpangan (deviasi) Simpangan Xi X Kuadrat

Nilai (Xi)

1 2 3 4 5

106 108 110 112 114

-4 -2 0 2 4

16 4 0 4 16

550:5 = 110 c. Simpangan Simpangan kuadrat Varians Standard deviasi Standard deviasi Rata-rata kelompok 2 S kelompok 2

40

= Nilai ke n total X = 40 = 40/5 =8 = akar varians = 8 =2,8284 = 104+106+108+110+112+114+116 = 110 7 = 4,32

Koefisien Variasi kelompok 2 = (4,32/110) x 100 % = 3,93 %

UTS SATATISTIK DESKRIPTIF

AHMAD WILDAN FAHRIANSYAH 120111409959 BK / OFF A 2012