Anda di halaman 1dari 9

BIDANG PEMBINAAN TEKNIS PERAWATAN PEMBANGUNAN GEDUNG PEMERINTAH DAERAH

Bidang Pembinaan Teknis Perawatan Pembangunan Gedung Pemerintah Daerah merupakan unit Kerja lini Dinas perumahan dan Gedung Pemerintah Daerah (DPGP) dalam pelaksanaan pembinaan teknis perawatan gedung Pemerintah Daerah. Bidang Pembinaan Teknis Perawatan Pembangunan Gedung Pemerintah Daerah mempunyai tugas melaksanakan perancangan, pengendalian, pelaksanaan dan bimbingan teknis perawatan dan pemeliharaan gedung Pemerintah Daerah. Untuk melaksanakan tugasnya Bidang Pembinaan Teknis Perawatan Pembangunan Gedung Pemerintah Daerah mempunyai fungsi: a. Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Bidang Pembinaan Teknis Perawatan Pembangunan Gedung Pemerintah Daerah; b. Pelaksanaan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Bidang Pembinaan Teknis Perawatan Pembangunan Gedung Pemerintah Daerah; c. Penyusunan bahan kebijakan teknis perawatan dan pemeliharaan bangunan gedung pemerintah Daerah; d. Pelaksanaan koordinasi perawatan dan pemeliharaan bangunan gedung Pemerintah Daerah; e. Pelaksanaan monitoring, bimbingan teknis, supervisi, fasilitasi dan konsultasi serta evaluasi perawatan dan pemeliharaan bangunan gedung Pemerintah Daerah; f. Pelaksanaan pengembangan dan evaluasi sistem perawatan dan pemeliharaan bangunan gedung Pemerintah Daerah; g. Penyusunan dan pengelolaan program perawatan bangunan gedung Pemerintah Daerah; h. Penyusunan perancangan dan perhitungan anggaran biaya pelaksanaan perawatan dan pemeliharaan bangunan gedung Pemerintah Daerah; i. Pemantauan/ monitoring dan evaluasi pelaksanaan perawatan dan pemeliharaan bangunan gedung Pemerintah Daerah; j. Penyiapan bahan laporan Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah Daerah (DPGP) yang terkait dengan tugas dan fungsi Bidang Pembinaan Teknis Perawatan Pembangunan Gedung Pemerintah Daerah; dan k. Penyusunan laporan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan fungsi Bidang Pembinaan Teknis Perawatan Pembangunan Gedung Pemerintah Daerah.

Bidang Pembinaan Teknis Perawatan Pembangunan Gedung Pemerintah Daerah, terdiri dari : 1. Seksi Perawatan Bangunan Kantor Pemerintah dan Perekonomian 2. Seksi Perawatan Bangunan Kesehatan; dan 3. Seksi Perawatan Mekanikaldan Elektrikal.

Seksi Perawatan Bangunan Kantor Pemerintah dan Perekonomian: 1. Seksi Perawatan Bangunan Kantor pemerintah dan perekonomian merupakan Satuan Kerja Bidang pembinaan Teknis Perawatan Pembangunan Gedung Pemerintah Daerah dalam

pelaksanaan perawatan dan pemeriharaan bangunan gedung fasilitas pemerintahan dan perekonomian. 2. Seksi Perawatan Bangunan Kantor Pemerintah dan perekonomian dipimpin oleh seorang Kepala seksi yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang pembinaan Teknis Perawatan Pembangunan Gedung Pemerintah Daerah. 3. Seksi Perawatan Bangunan Kantor Pemerintah dan Perekonomian mempunyai tugas: a. Menyusun bahan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) dan Dokumen pelaksanaan Anggaran (DPA) Bidang Pembinaan Teknis Perawatan Pembangunan Gedung Pemerintah Daerah sesuai dengan lingkup tugasnya; b. Melaksanakan Dokumen pelaksanaan Anggaran (DPA) Bidang Pembinaan Teknis Perawatan Pembangunan Gedung Pemerintah Daerah sesuai dengan lingkup tugasnya; c. Menyiapkan bahan penyusunan kebijakan teknis mengenai perawatan dan pemeliharaan bangunan gedung fasilitas pemerintahan dan perekonomian; d. Menyiapkan pelaksanaan koordinasi perawatan dan pemeliharaan bangunan gedung fasilitas pemerintahan dan perekonomian; e. Melaksanakan monitoring, bimbingan teknis, supervisi dan konsultasi fasilitasi serta evaluasi perawatan dan pemeliharaan bangunan gedung fasilitas pemerintahan dan perekonomian; f. Melakukan survei dalam rangka penyusunan program, perencanaan dan perhitungan biaya bangunan gedung fasilitas pemerintahan dan perekonomian; g. Menyusun program perawatan dan pemeliharaan bangunan gedung fasilitas pemerintahan dan perekonomian; h. Membuat gambar perencanaan perawatan dan pemeliharaan bangunan gedung fasilitas pemerintahan dan perekonomian; i. Membuat Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) perawatan dan pemeliharaan bangunan gedung fasilitas pemerintahan dan perekonomian; j. Membuat perhitungan biaya perawatan dan pemeliharaan bangunan gedung fasilitas pemerintahan dan perekonomian; k. Menyusun dan menyiapkan data program perawatan bangunan gedung fasilitas pemerintahan dan perekonomian; l. Melakukan pemantauan/monitoring pelaksanaan perawatan dan pemeliharaan bangunan fasilitas pemerintahan dan perekonomian; m. Menyiapkan bahan laporan Bidang Pembinaan Teknis perawatan Pembangunan Gedung Pemerintah Daerah yang terkait dengan tugas Seksi Perawatan Bangunan Kantor pemerintah dan Perekonomian; dan n. Melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas Seksi Perawatan Bangunan Kantor Pemerintah dan perekonomian.

Seksi Perawatan Bangunan Kesehatan: 1. Seksi Perawatan Bangunan Kesehatan merupakan satuan Kerja Bidang Pembinaan Teknis Perawatan Pembangunan Gedung Pemerintah Daerah dalam pelaksanaan perawatan dan pemeliharaan bangunan gedung fasilitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. 2. Seksi Perawatan Bangunan Kesehatan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Pembinaan Teknis Perawatan Pembangunan Gedung Pemerintah Daerah.

3. Seksi Perawatan Bangunan Kesehatan mempunyai tugas: a. Menyusun bahan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Bidang Pembinaan Teknis Perawatan Pembangunan Gedung Pemerintah Daerah sesuai dengan lingkup tugasnya; b. Melaksanakan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Bidang Pembinaan Teknis Perawatan Pembangunan Gedung Pemerintah Daerah sesuai dengan lingkup tugasnya; c. Menyiapkan bahan penyusunan kebijakan teknis mengenai perawatan dan pemeliharaan bangunan gedung fasilitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat; d. Menyiapkan pelaksanaan koordinasi perawatan dan pemeliharaan bangunan gedung fasilitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat; e. Melaksanakan monitoring, bimbingan teknis, supervisi dan konsultasi fasilitasi serta evaluasi perawatan dan pemeliharaan bangunan gedung fasilitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat; f. Melakukan survei dalam rangka penyusunan program, perencanaan dan perhitungan biaya bangunan gedung fasilitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat; g. Menyusun program perawatan dan pemeliharaan bangunan gedung-gedung fasilitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat; h. Membuat gambar perencanaan perawatan dan pemeliharan bangunan gedung fasilitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat; i. Membuat Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) perawatan dan pemeliharaan bangunan gedung fasilitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat; j. Membuat perhitungan biaya perawatan dan pemeliharaan bangunan gedung fasilitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat; k. Menyusun dan menyiapkan data program perawatan bangunan gedung fasilitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat; l. Melakukan pemantauan/monitoring pelaksanaan perawatan dan pemeliharaan bangunan gedung fasilitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat; m. Menyiapkan bahan laporan Bidang Pembinaan Teknis perawatan Pembangunan Gedung Pemerintah Daerah yang terkait dengan tugas Seksi Perawatan Bangunan Kesehatan; dan n. Melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas Seksi Perawatan Bangunan Kesehatan. Seksi Perawatan Mekanikaldan Elektrikal: Seksi Perawatan Mekanikal dan Elektrikal merupakan Satuan Kerja Bidang Pembinaan Teknis Perawatan Pembangunan Gedung Pemerintah Daerah dalam pelaksanaan perawatan dan pemeliharaan mekanikal dan elektrikal bangunan gedung Pemerintah Daerah. 1. Seksi Perawatan Mekanikal dan Elektrikal dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Pembinaan Teknis Perawatan Pembangunan Gedung Pemerintah Daerah. 2. Seksi Perawatan Mekanikal dan Elektrikal mempunyai tugas: a. Menyusun bahan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Bidang Pembinaan Teknis Perawatan Pembangunan Gedung Pemerintah Daerah sesuai dengan lingkup tugasnya; b. Melaksanakan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Bidang Pembinaan Teknis Perawatan Pembangunan Gedung Pemerintah Daerah sesuai dengan lingkup tugasnya; c. Menyiapkan bahan penyusunan kebijakan teknis perencanaan perawatan dan pemeliharaan mekanikal dan elektrikal bangunan gedung Pemerintah Daerah;

d. Menyiapkan pelaksanaan koordinasi perencanaan perawatan dan pemeliharaan mekanikal dan elektrikal bangunan gedung Pemerintah Daerah; e. Melaksanakan monitoring, bimbingan teknis, supervisi dan konsultasi fasilitasi serta evaluasi perencanaan perawatan dan pemeliharaan mekanikal dan elektrikal bangunan gedung Pemerintah Daerah; f. Melakukan survei dalam rangka penyusunan program, perencanaan dan perhitungan biaya mekanikal dan elektrikal bangunan gedung Pemerintah Daerah; g. Menyusun program perawatan dan pemeliharaan mekanikal dan elektrikal bangunan gedung Pemerintah Daerah; h. Membuat gambar perencanaan perawatan dan pemeliharaan mekanikal dan elektrikal bangunan gedung Pemerintah Daerah; i. Membuat Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) perawatan dan pemeliharaan bangunan gedung Pemerintah Daerah; j. Membuat perhitungan biaya perawatan dan pemeliharaan mekanikal dan elektrikal bangunan gedung Pemerintah Daerah; Menyusun dan menyiapkan data program perawatan mekanikal dan elektrikal bangunan gedung Pemerintah Daerah; k. Melakukan pemantauan/monitoring pelaksanaan perawatan dan pemeliharaan mekanikal dan elektrikal bangunan gedung Pemerintah Daerah; Mengkoordinasikan penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Bidang Pembinaan Teknis Perawatan Pembangunan Gedung Pemerintah Daerah; l. Mengkoordinasikan penyusunan laporan (keuangan, kinerja, kegiatan dan akuntabilitas) Bidang Pembinaan Teknis Perawatan Pembangunan Gedung Pemerintah Daerah; m. Menyiapkan bahan laporan Bidang Pembinaan Teknis Perawatan Pembangunan Gedung Pemerintah Daerah yang terkait dengan tugas Seksi Perawatan Mekanikal dan Elektrikal; dan n. Melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas Seksi Perawatan Mekanikal dan Elektrikal. Umur bangunan dan penyusutan: 1. Umur bangunan adalah jangka waktu bangunan dapat tetap memenuhi fungsi dan keandalan bangunan, sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan. Untuk bangunan gedung negara (termasuk bangunan rumah negara) umur bangunan diperhitungkan 50 tahun.\ 2. Penyusutan adalah nilai degradasi bangunan yang dihitung secara sama besar setiap tahunnya selama jangka waktu umur bangunan. Untuk bangunan gedung negara, nilai penyusutan adalah sebesar 2% per tahun untuk bangunan gedung dengan minimum nilai sisa (salvage value) sebesar 20%. 3. Penyusutan bangunan gedung negara yang dibangun dengan konstruksi semi permanen, penyusutannya sebesar 4% per tahun, sedangkan untuk konstruksi darurat sebesar 10% per tahun dengan minimum nilai sisa (salvage value) sebesar 20%.

Kerusakan Bangunan Kerusakan bangunan adalah tidak berfungsinya bangunan atau komponen bangunan akibat penyusutan/berakhirnya umur bangunan, atau akibat ulah manusia atau perilaku alam seperti beban fungsi yang berlebih, kebakaran, gema bumi, atau sebab lain yang sejenis. Intensitas kerusakan bangunan dapat digolongkan atas tiga tingkat kerusakan, yaitu:

1. Kerusakan ringan Kerusakan ringan adalah kerusakan terutama pada komponen nonstruktural, seperti penutup atap, langit-langit, penutup lantai dan dinding pengisi. 2. Kerusakan sedang Kerusakan sedang adalah kerusakan pada sebagian komponen non struktural, dan atau komponen struktural seperti struktur atap, lantai, dll. 3. Kerusakan berat Kerusakan berat adalah kerusakan pada sebagian besar komponen bangunan, baik struktural maupun non-struktural yang apabila setelah diperbaiki masih dapat berfungsi dengan baik sebagaimana mestinya. Penentuan tingkat kerusakan adalah setelah berkonsultasi dengan Instansi Teknis setempat. Perawatan bangunan adalah usaha memperbaiki kerusakan yang terjadi agar bangunan dapat berfungsi dengan baik sebagaimana mestinya. Perawatan bangunan dapat digolongkan sesuai dengan tingkat kerusakan pada bangunan yaitu: 1. Perawatan untuk kerusakan ringan 2. Perawatan untuk kerusakan sedang 3. Perawatan untuk kerusakan berat Besarnya biaya perawatan disesuaikan dengan tingkat kerusakannya, yang ditentukan sebagai berikut: 1. Perawatan tingkat kerusakan ringan, biayanya maksimum adalah sebesar 30% dari harga satuan tertinggi pembangunan bangunan gedung baru yang berlaku, untuk tipe/klas dan lokasi yang sama. 2. Perawatan tingkat kerusakan sedang, biayanya maksimum adalah sebesar 45% dari harga satuan tertinggi pembangunan bangunan gedung baru yang berlaku, untuk tipe/klas dan lokasi yang sama. 3. Perawatan tingkat kerusakan berat, biayanya maksimum adalah sebesar 65% dari harga satuan tertinggi pembangunan bangunan gedung baru yang berlaku, untuk tipe/klas dan lokasi yang sama. Untuk perawatan yang memerlukan penanganan khusus atau dalam usaha meningkatkan wujud bangunan, seperti melalui kegiatan renovasi atau restorasi (misal yang berkaitan dengan perawatan bangunan gedung bersejarah), besarnya biaya perawatan dihitung sesuai dengan kebutuhan nyata dan dikonsultasikan terlebih dahulu kepada Instansi Teknis setempat. Pemeliharaan Bangunan 1. Pemeliharaan bangunan adalah usaha mempertahankan kondisi bangunan agar tetap berfungsi sebagaimana mestinya atau dalam usaha meningkatkan wujud bangunan, serta menjaga terhadap pengaruh yang merusak. 2. Pemeliharaan bangunan juga merupakan upaya untuk menghindari kerusakan komponen/elemen bangunan akibat keusangan/ kelusuhan sebelum umurnya berakhir. 3. Besarnya biaya pemeliharaan bangunan gedung tergantung pada fungsi dan klasifikasi bangunan. Biaya pemeliharaan per m2 bangunan gedung setiap tahunnya maksimum adalah sebesar 2% dari harga satuan per m2 tertinggi yang berlaku.

Lingkup Pemeliharaan Bangunan Gedung Pekerjaan pemeliharaan meliputi jenis pembersihan, perapihan, pemeriksaan, pengujian, perbaikan dan/atau penggantian bahan atau perlengkapan bangunan gedung, dan kegiatan sejenis lainnya berdasarkan pedoman pengoperasian dan pemeliharaan bangunan gedung. Lingkup Perawatan Bangunan Gedung Pekerjaan perawatan meliputi perbaikan dan/atau penggantian bagian bangunan, komponen, bahan bangunan, dan/atau prasarana dan sarana berdasarkan dokumen rencana teknis perawatan bangunan gedung, dengan mempertimbangkan dokumen pelaksanaan konstruksi. A. Rehabilitasi Memperbaiki bangunan yang telah rusak sebagian dengan maksud menggunakan sesuai dengan fungsi tertentu yang tetap, baik arsitektur maupun struktur bangunan gedung tetap dipertahankan seperti semula, sedang utilitas dapat berubah. B. Renovasi Memperbaiki bangunan yang telah rusak berat sebagian dengan maksud menggunakan sesuai fungsi tertentu yang dapat tetap atau berubah, baik arsitektur, struktur maupun utilitas bangunannya. C. Restorasi Memperbaiki bangunan yang telah rusak berat sebagian dengan maksud menggunakan untuk fungsi tertentu yang dapat tetap atau berubah dengan tetap mempertahankan arsitektur bangunannya sedangkan struktur dan utilitas bangunannya dapat berubah. Perbaikan dan/atau penggantian dalam kegiatan perawatan bangunan gedung dengan tingkat kerusakan sedang dan berat dilakukan setelah dokumen rencana teknis perawatan bangunan gedung disetujui oleh pemerintah daerah. Prosedur dan Metode Pemeliharaan, Perawatan dan Pemeriksaan Periodik Bangunan Gedung Meliputi aktivitas pemeriksaan, pengujian, pemeliharaan dan perawatan untuk seluruh komponen bangunan gedung, yaitu: 1. Komponen arsitektur bangunan gedung Meliputi: sarana jalan keluar, dinding kaca, dinding keramik, dinding lapis marmer, dinding dengan penutup clading alluminium composit, pemeliharaan plafon tripleks, pemeliharaan plafon akustik, pemeliharaan plafon gipsum, pemeliharaan plafon kayu, pemeliharaan plafon metal, pemeliharaan kunci, grendel dan engsel, pemeliharaan sliding door, rolling door dan falding door, pemeliharaan kusen aluminium, pemeliharaan kusen kayu, pemeliharaan kusen plastik dan kusen besi, pemeliharaan door closer, dll. 2. Komponen struktur bangunan gedung Meliputi: pemeliharaan pondasi bangunan, pondasi tiang pancang, pondasi sumuran batu kali, pondasi menerus batu kali, pondasi menerus bahan beton/monolitik, struktur bangunan baja, struktur bangunan beton, struktur bangunan komposit, dinding bata merah atau conblock, dinding batu kali, dinding beton, dinding kayu, pemeliharaan dan perawatan kebersihan pekerjaan sipil, dll.

3. Komponen mekanikal bangunan gedung Meliputi: pemeliharaan saluran air kotor, pemeliharaan saluran air bersih, pemeliharaan peralatan sanitair, pemeliharaan pemanas air, pemeliharaan kran air, pemeliharaan bak cuci piring, pemeliharaan dan perawatan sistem tata udara, pemeliharaan dan perawatan sistem transportasi vertikal, pemeliharaan dan perawatan sistem proteksi kebakaran, pemeliharaan dan perawatan sistem plambing dan pompa, dll. 4. Komponen elektrikal bangunan gedung Meliputi: pemeliharaan dan perawatan sistem elektrikal, pemeliharaan dan perawatan sistem elektronika, dll. 5. Komponen ruang luar bangunan Meliputi: pemeliharaan tangki septik, pemeliharaan talang tegak dan datar, pemeliharaan floor drain, pengecatan luar bangunan, pemeliharaan atap seng dan cement fiber gelombang, pemeliharaan atap genteng metal, pemeliharaan atap sirap, pemeliharaan atap beton, pemeliharaan atap genteng keramik, pemeliharaan atap fiberglass, pemeliharaan listplang kayu, pemeliharaan list glass fiber cement, dll. 6. Komponen tata graha Meliputi: pemeliharaan kebersihan toilet, pemeliharaan kebersihan lantai basement, pemeliharaan kebersihan pelat atap beton, pemeliharaan kebersihan lobby dan lift, pemeliharaan kebersihan partisi, pemeliharaan kebersihan perabot dan peralatan kantor,pemeliharaan kebersihan tangga kebakaran, pemeliharaan kebersihan koridor, pemeliharaan kebersihan lift, pemeliharaan kebersihan lantai granit, pemeliharaan kebersihan lantai marmer, pemeliharaan kebersihan lantai vinil, pemeliharaan kebersihan lantai kayu/parket,, pemeliharaan kebersihan lantai dengan polisher, pemeliharaan kebersihan lantai karpet, pemeliharaan kebersihan lantai semen, pemeliharaan kebersihan lantai karpet dengan extractor, pemeliharaan kebersihan lantai keramik, pemeliharaan kebersihan lantai paving, pemeliharaan kebersihan tirai, pemeliharaan kebersihan dinding granit luar, pemeliharaan kebersihan dinding marmer luar, pemeliharaan kebersihan dinding kaca luar, pemeliharaan kebersihan dinding kaca dalam, pemeliharaan kebersihan dinding cat, pemeliharaan kebersihan perlengkapan alat pemadam kebakaran, dll.

Program kerja pemeliharaan dan perawatan bangunan: 7. Pembersihan harian 8. Pembersihan pada waktu jam kerja 9. Pembersihan di luar jam kerja 10. Pembersihan mingguan 11. Pembersihan bulanan 12. Pembersihan tiga bulanan

Tata cara pengajuan pemeliharaan/perawatan gedung pemda:

13. SKPD/Instansi yang bersangkutan mengirimkan surat permohonan yang dilengkapi dengan DPA kepada Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah Daerah, yang berisikan permintaan untuk disurvey.

14. Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah Daerah akan membuat SPT kepada Kepala Bidang Pembinaan Teknis Perawatan Pembangunan Gedung Pemerintah Daerah. 15. Bidang Pembinaan Teknis Perawatan Pembangunan Gedung Pemerintah Daerah akan mendisposisikan perkerjaan kepada Kepala Seksi sesuai dengan bidangnya masing-masing. 16. Melaksanakan survey lapangan terhadap gedung yang akan di rehab, untuk mendata kerusakan-kerusakan, yang dilengkapi dengan berita acara survey. 17. Dari hasil survey akan dilanjutkan dengan proses perencanaan yang menghasilkan dokumen-dokumen berupa RAB, RKS/ spesifikasi teknis dan Gambar. 18. Penyerahan hasil perencanaan yang telah disetujui oleh Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah Daerah kepada SKPD/Instansi yang bersangkutan dilengkapi dengan berita acara serah terima untuk kemudian dilelang. 19. Monitoring pelaksanaan kegiatan.

Program Bidang Pembinaan Teknis Perawatan Pembangunan Gedung Pemerintah Daerah Tahun 2011 adalah: Saat ini program yang sedang dilaksanakan oleh Bidang Pembinaan Teknis Perawatan Pembangunan Gedung Pemerintah Daerah adalah dalam rangka menjadikan gedung balaikota Provinsi DKI Jakarta menjadi green building. Menurunnya performa dari sistem mekanikal dan elektrikal yang terdapat dalam gedung serta kulit luar dari bangunan yang sudah tidak menarik lagi dari segi estetika yang diakibatkan oleh pengaruh cuaca. Berdasarkan kondisi tersebut maka pemerintah Provinsi DKI Jakarta berinisiatif untuk merenovasi gedung balaikota dengan memperbaiki performa dari bangunan dengan menerapkan sistem green building. Kriteria green building yang diterapkan adalah: 20. Sustainable site planning (lahan yang berkelanjutan) Mengapresiasi pengembangan di lahan yang sudah ada, tanpa membuka lahan baru yang akan menyebabkan kerusakan ekosistem dan penggunaan sumber daya energi untuk pembukaan lahan. 21. Water efficiency (efisiensi sumber daya air) Mengapresiasi penggunaan air yang proporsional dan bertanggung jawab. 22. Energy efficincy (energi dan atmosfir) Mengapresiasi efisiensi penggunaan energi di dalam bangunan. 23. Conservation of materials (material dan sumberdaya) Mengapresiasi pemilihan material bangunan yang berkelanjutan dan penggunaan ulang material. 24. Indoor environmental quality (kualitas dalam gedung) Mengapresiasi pengaturan udara, pencahayaan dan suara yang baik dalam gedung. 25. Site dan linkage (lokasi dan keterhubungan) Mengapresiasi lokasi bangunan yang dekat dengan infrastruktur dan transportasi publik.

26. Education (edukasi dan kesadaran) Mengapresiasi pendidikan/ edukasi yang dilakukan pemilik bangunan kepada penghuni bangunan untuk menciptakan pengguna bangunan yang ramah lingkungan. 27. Design inovation (inovasi design) Perancangan dan penggunaan teknologi yang sesuai dengan kriteria. 28. Regional priority (prioritas regional) Mengapresiasi proyek yang memberi perhatian terhadap kelestarian lingkungan.

Last Updated on Wednesday, 21 December 2011 13:47

Anda mungkin juga menyukai