Anda di halaman 1dari 23

Nosta Perlin Nazara 5103111026

Rumah

Gedung bertingkat Dengan basement

Bangunan gedung adalah bangunan yang didirikan dan atau diletakkan dalam suatu lingkungan sebagian atau seluruhnya pada, di atas, atau di dalam tanah dan atau perairan secara tetap yang berfungsi sebagai tempat manusia melakukan kegiatannya (kepmen no.10/KPTS/2000).

Kelas 1 (Bangunan Hunian Biasa)


1.

Kelas 1a, Bangunan hunian tunggal yang berupa


satu rumah tunggal satu atau lebih bangunan hunian gandeng, yang masing-masing bangunannya dipisahkan dengan suatu dinding tahan api, termasuk rumah deret, rumah taman, unit town house, villa.

2. Kelas 1b Rumah asrama/kost, rumah tamu, hotel, atau sejenisnya dengan luas total lantai kurang dari 300 m2 dan tidak ditinggali lebih dari 12 orang secara tetap, dan tidak terletak di atas atau di bawah bangunan hunian lain atau bangunan kelas lain selain tempat garasi pribadi.

Kelas 2 Bangunan hunian yang terdiri atas 2 atau lebih unit hunian yang masing-masing merupakan tempat tinggal terpisah.

Kelas 3 Kelas 3 Bangunan hunian di luar bangunan kelas 1 atau 2, yang umum digunakan sebagai tempat tinggal lama atau sementara oleh sejumlah orang yang tidak berhubungan, termasuk :
Rumah asrama, rumah tamu, losmen; atau Bagian untuk tempat tinggal dari suatu hotel atau motel; atau Bagian untuk tempat tinggal dari suatu sekolah; atau Panti untuk orang berumur, cacat, atau anak-anak; atau Bagian untuk tempat tinggal dari suatu bangunan perawatan kesehatan yang menampung karyawankaryawannya.

Kelas 4 Bangunan Hunian Campuran adalah tempat tinggal yang berada di dalam suatu bangunan kelas 5, 6, 7, 8, atau 9 dan merupakan tempat tinggal yang ada dalam bangunan tersebut. Kelas 5 Bangunan Kantor adalah bangunan gedung yang dipergunakan untuk tujuan-tujuan usaha professional, pengurus administrasi, atau usaha komersial, di luar bangunan kelas 6, 7, 8, atau 9.

Kelas 6 Bangunan Perdagangan adalah bangunan took atau bangunan lain yang dipergunakan untuk tempat penjualan barang-barang secara eceran atau pelayan kebutuhan langsung kepada masyarakat, termasuk :

Rumah makan, kafe, restoran. Ruang makan malam, bar, took, atau kios sebagai bagian dari suatu hotel atau motel. Tempat potong rambut/salon, tempat cuci umum. Pasar, ruang penjualan, ruang pamer, atau bengkel.

Kelas 7 Bangunan Penyimpanan / Gudang adalah bangunan gedung yang dipergunakan penyimpanan, termasuk :

Tempat parker umum Gudang, atau tempat pamer barang-barang produksi untuk dijual atau cuci gudang.

Kelas 8 Bangunan Laboratorium/industri/Pabrik adalah bangunan gedung laboratorium dan bangunan yang dipergunakan untuk tempat pemrosesan suatu produksi, perakitan, perubahan, perbaikan, pengepakan, finishing, atau pembersihan barangbarang produksi dalam rangka perdagangan atau penjualan.

Kelas 9 Bangunan Umum adalah bangunan gedung yang dipergunakan untuk melayani kebutuhan masyarakat umum, yaitu :

Kelas 9a Bangunan perawatan kesehatan, termasuk bagianbagian dari bangunan tersebut yang berupa laboratorium. Kelas 9b Bangunan pertemuan, termasuk bengkel kerja, laboratorium atau sejenisnya di sekolah dasar atau sekolah lanjutan, hall, bangunan peribadatan, bangunan budaya atau sejenisnya, tetapi tidak termasuk setiap bagian dari bangunan yang merupakan kelas lain.

Kelas 10 Bangunan atau struktur yang bukan hunian.

Kelas 10a Bangunan bukan hunian yang merupakan garasi pribadi, carport, atau sejenisnya. Kelas 10b Struktur yang berupa pagar, tonggak, antena, dinding penyangga atau dinding yang berdiri bebas, kolam renang, atau sejenisnya.

Atap bangunan berguna sebagai payung yang melindungi bangunan bawahnya dari pengaruh panas matahari, hempasan air hujan dan tiupan angin. Beberapa bahan atap diantaranya adalah genteng, semen asbes gelombang, seng, beton dan sirap.

Dibawah kuda-kuda dipasang penutup yang disebut langit-langit (celling), dan biasanya terbuat dari bahan-bahan, sebagai berikut : Pelat asbes semen rata setebal 3,2 4 mm, ukuran yang banyak digunakan ialah 1x1m. Kepang bambu kulitan, untuk digunakan penutup langit-langit biasa dibuat lebih halus dan rapat, meskipun harganya lebih murah, tapi kurang awet, langit-langit kepang bila sudah agak lama akan menjadi cembung dan rata lagi, sehingga tampak kurang rajin. Papan kayu atau papan tripleks dan lain sebagainya.

Tujuan Pemasangan langit-langit ialah :


Untuk menutupi seluruh konstruksi atap dan kuda-kuda penyangganya, agar tidak terlihat dari bawah, sehingga ruangan terlihat bersih. Untuk menahan jatuhnya debu dan kotoran lain, juga menahan tetesan air hujan yang merembes melalui celah-celah atap. Untuk membuat ruang antara yang berguna sebagai penyekat panas, sehingga panas atap tidak mudah menjalar ke dalam ruangan di bawahnya.

Dinding-dinding harus tegak lurus agar dapat memikul berat sendiri beban tekanan angin dan bila sebagai dinding pemikul, harus pula dapat memikul beban-beban di atasnya. Dinding pasangan batu-bata adalah yang terbanyak digunakan, tetapi batu bata di Indonesia sifatnya kurang keras dan rapat, bila dinding dengan batu bata yang dibuat Eropa. Hal ini disebabkan oleh bahan dasar dan cara membakar dalam pembuatan batu-bata masih sangat sederhana. Oleh karena itu, untuk menambah keawetan terhadap pengaruh iklim dan memperkuat ikatan, maka pasangan dinding batu bata selalu diplester pada kedua sisinya.

Lantai harus cukup kuat menahan beban-beban di atasnya, dan untuk bahan lantai digunakan ubin, beton dan kayu. Lantai dari ubin yang terbanyak digunakan pada bangunan rumah, disebabkan faktor-faktor :
Lantai ubin murah dan tahan lama. Lantai ubin dapat mudah dibersihkan dengan air, tanpa merusak bahannya. Lantai ubin tidak dapat dirusak oleh rayap.

Lantai ubin yang biasanya digunakan pada bangunan perumahan ialah ubin batu alam dan ubin semen Portland atau teraso. Ubin semen Portland atau teraso adalah ubin batu buatan. Biasanya berukuran 15 x15 cm, 20 x 20 cm dengan tebal 2 cm, dan 30 x 30 cm dengan tebal 2,5 cm, permukaan halus, rata dan datar.

Pondasi bangunan penting/berat harus diletakkan pada dasar tanah yang cukup kuat menahannya. Bentuk pondasi ditentukan oleh berat bangunan dan keadaan tanah keletakkan bangunan, sedang dalamnya pondasi ditentukan oleh keletakkan tanah padat yang mendukung pondasi.

Pondasi yang paling banyak digunakan untuk bangunan perumahan ialah pondasi langsung, untuk bangunan besar/berat, atau bila letak tanah dapat sangat dalam, digunakan pondasi tiang.

Karena itu ke dalam dasar pondasi minimal 0,80 m sampai 1 m di bawah permukaan tanah. Pondasi tiang disebut pondasi dalam, digunakan bila lapisan tanah dengan daya dukung yang cukup kuat, terletak jauh di bawah permukaan tanah