Anda di halaman 1dari 67

117

Lampiran 1. Diagram Alir Penelitian


- ditumbuk 120 mesh sampai 250 mesh
- diaktivasi fisika dengan dipanaskan dalam tanur dengan
suhu 600 C dan 650 C
- dicuci dengan HCl 0.1 N dan dibilas dengan air panas sampai
bebas Cl (dicek dengan AgNO
3
0,1 N) dan pH filtrat netral,
kemudian dikeringkan
Ban Bekas
- dipotong kecil-kecil
- dipanaskan dalam tanur sampai suhu 500 C selama 2
jam
- direndam dalam NaCl 0%, 10%, 20%, 30%, dan 35%.
Karbon Ban Bekas
Karbon Aktif Ban Bekas
Karakterisasi Karbon aktif
- penentuan berat jenis karbon aktif
- penentuan serapan metilen blue karbon aktif
- penentuan kadar air karbon aktif
- penentuan angka iodin
- SEM-EDAX
Hasil
Hasil
118
Lampiran 2. Skema kerja
2.1 Preparasi Sampel
2.2 Karbonisasi
2. 3 Aktivasi Kimia
Karbon
- direndam dalam larutan natrium klorida dengan variasi
konsentrasi 0%, 10%, 20%, 30% , 35% selama 5 jam dengan
ratio 4:1 pada temperatur 80 C dan disaring
- dikeringkan di dalam oven pada temperatur 105 C selama sekitar
24 jam
- didinginkan dalam desikator selama 30 menit
Hasil
Ban Bekas
- dimasukkan dalam aluminium foil
- dikarbonisasi dalam tanur dengan temperatur awal 200C
selama 30 menit
- dinaikkan temperatur tanur setiap 30 menit dengan interval
100C sampai temperatur maksimal tanur menjadi 500C
Hasil
Ban Bekas
- Dipotong ukuran kecil sama
rata
Hasil
119
2. 4 Aktivasi Fisika
2. 5 Karakterisasi
2. 5. 1 Penentuan Berat Jenis (Prihatini, 2005)
Aquades
- dimasukkan dalam piknometer 25 mL yang
sebelumnya sudah diketahui beratnya
- dibuang aquades 5 mL
- ditambahkan 1,00 g karbon aktif dan ditambah
aquades sampai penuh
- ditimbang dan ditentukan berat jenisnya
Hasil
Karbon
- ditumbuk hingga ukuran 120 mesh sampai 250 mesh
- diaktivasi dalam tanur dengan variasi suhu 600
o
C dan
650 C
Hasil
- dicuci dengan HCl dan aquades sampai bebas Cl (dicek
menggunakan AgNO
3
0,1 N) dan pH karbon aktif netral
Hasil
120
2.5.2 Penentuan Daya Serap terhadap Metilen Blue (Mustafa dan Noor,
2003)
2.5.2.1 Penentuan Panjang Gelombang Optimum
2.5.2.2 Pembuatan Kurva Standar
- Dibuat larutan 4 ppm sebanyak 20 mL
- Diukur absorbansinya dengan spektrofotometer UV-
Vis dengan panjang gelombang antara 500-700 nm.
- Diukur absorbansinya
- Ditentukan panjang gelombang optimumnya
Hasil
Metilen Blue
Metilen Blue
- Dibuat larutan standar 0, 2, 4, 6, 8 dan 10 ppm
sebanyak 20 mL
- Diukur absorbansinya dengan spektrofotometer UV-
Vis dengan panjang gelombang optimum yang telah
dihasilkan.
- Dibuat kurva standar metilen blue berdasarkan
absorbansi dari larutan standar berbagai konsentrasi
tersebut tersebut
Hasil
121
2.5.2.3 Penentuan Daya Adsorpsi dan Luas Permukaan Karbon Aktif
terhadap Metilen Blue
2. 5. 3 Penentuan Kadar Air Karbon Aktif (AOAC, 1990)
Karbon Aktif
- Ditimbang 5 g
- Dimasukkan dalam kurs porselen yang sudah
diketahui beratnya
- Dioven selama 60 menit pada suhu 105 C
- Dimasukkan desikator selama 30 menit
- Ditimbang sampai berat konstan dengan selisih
penimbangan tidak lebih dar 0,0002 gram
Hasil
- Ditimbang 0,1 gram
- Ditambah 20 mL larutan metilen blue 100 ppm
- Diaduk menggunakan magnetic stirer dengan waktu
15 menit dan didiamkan selama 30 menit
- Disaring dan diukur absorbansi filtratnya dengan
spektrofotometer UV-Vis [pada panjang gelombang
maksimum larutan metilen blue
- Dimasukkan hasil absorbansinya pada persamaan
regresi liner metilen blue
- Dihitung jumlah metilen blue yang teradsorbsi
Hasil
Karbon Aktif
122
2.5.4 Karakterisasi dengan SEM-EDAX
2. 5. 6 Penentuan Angka Iodin Karbon Aktif (SII, 1989)
Karbon Aktif
- Ditempatkan sedikit diatas sample holder SEM-EDAX
yang telah dilapisi karbon
- Ditempatkan pada mesin pelapis emas
- Ditempatkan pada instrumen SEM-EDAX
- Dikocok kuat-kuat
- Diamati mikrografnya mulai perbesaran 100-15000 kali
hingga terlihat ukuran dan bentuk partikel dengan jelas
Hasil
Karbon Aktif
- Dipanaskan pada suhu 115 C selama 1 jam
- ditimbang 0,5 g
- dimasukkan dalam erlenmeyer 250 mL
- ditambahkan larutan iodium 0,1 N sebanyak 30 mL
dan erlenmeyer langsung ditutup
- distirer selama 15 menit
- dicentrifugasi selama 1 jam sampai sampel turun ke
dasar permukaan
Residu Filtrat
- dipipet sebanyak 10 mL ke dalam
erlenmeyer
- dititrasi dengan Na
2
S
2
O
3
0,1 N
- ditambahkan indikator amilum 1 %
ketika warna kuning samar
Di buang
Hasil
123
L. 3. 1 Larutan NaCl 35 %
% =


Keterangan:
% = konsentrasi NaCl (%)
b = berat NaCl yang diperlukan (gram)
v = volume yang digunakan untuk melarutkan NaCl (mL)
Dibutuhkan larutan stok NaCl 35 %, maka :
% =

SS % =


b = 35 % x 100 mL
b =


1uu mL
b = 35 gram
NaCl ditimbang sebanyak 35 g, dimasukkan dalam beaker glass,
ditambahkan aquades sebanyak 50 mL, dan diaduk-aduk sampai larut sempurna.
Dipindahkan dalam labu ukur 100 mL, dan ditambahkan aquades sampai tanda
batas. Dikocok-kocok sampai larutan dapat bercampur sempurna.
L. 3. 2 Larutan NaCl 30 %
% =


Keterangan:
% = konsentrasi NaCl (%)
b = berat NaCl yang diperlukan (gram)
v = volume yang digunakan untuk melarutkan NaCl (mL)
124
Dibutuhkan larutan stok NaCl 30 %, maka :
% =

Su % =


b = 30 % x 100 mL
b =


1uu mL
b = 30 gram
NaCl ditimbang sebanyak 30 g, dimasukkan dalam beaker glass,
ditambahkan aquades sebanyak 50 mL, dan diaduk-aduk sampai larut sempurna.
Dipindahkan dalam labu ukur 100 mL, dan ditambahkan aquades sampai tanda
batas. Dikocok-kocok sampai larutan dapat bercampur sempurna.
L. 3. 3 Larutan NaCl 20 %
% =


Keterangan:
% = konsentrasi NaCl (%)
b = berat NaCl yang diperlukan (gram)
v = volume yang digunakan untuk melarutkan NaCl (mL)
Dibutuhkan larutan stok NaCl 20 %, maka :
% =

2u % =


b = 20 % x 100 mL
b =


1uu mL
125
b = 20 gram
NaCl ditimbang sebanyak 20 g, dimasukkan dalam beaker glass,
ditambahkan aquades sebanyak 50 mL, dan diaduk-aduk sampai larut sempurna.
Dipindahkan dalam labu ukur 100 mL, dan ditambahkan aquades sampai tanda
batas. Dikocok-kocok sampai larutan dapat bercampur sempurna.
L. 3. 4 Larutan NaCl 10 %
Untuk membuat larutan NaCl 10 %, maka:
% =


Keterangan:
% = konsentrasi NaCl (%)
b = berat NaCl yang diperlukan (gram)
v = volume yang digunakan untuk melarutkan NaCl (mL)
Dibutuhkan larutan stok NaCl 10 %, maka :
% =

1u % =


b = 10 % x 100 mL
b =


1uu mL
b = 10 gram
126
NaCl ditimbang sebanyak 10 g, dimasukkan dalam beaker glass,
ditambahkan aquades sebanyak 50 mL, dan diaduk-aduk sampai larut sempurna.
Dipindahkan dalam labu ukur 100 mL, dan ditambahkan aquades sampai tanda
batas. Dikocok-kocok sampai larutan dapat bercampur sempurna.
L. 3. 5 Larutan HCl 0,1 M
Larutan HCl stok dengan konsentrasi 37 % (v/v). Dapat diartikan bahwa
dalam 100 mL larutan, terdapat 37 mL larutan HCl. Diketahui HCl yaitu 1,19
g/mL, maka massa HCl pekat yaitu (Mr = 36,5 g/mol):
=


m = v
m = 1,19
g
mL
S7 mL
m = 44,uS g
N =



N =
,
,


,

N =
,
,

N = 12, u6 molL
HCl yang diperlukan adalah 0,1 M, maka dilakukan pengenceran sebagai
berikut:
N1 v1 = N2 v2
Keterangan:
M1 = konsentrasi larutan HCl pekat (M)
V1 = volume larutan HCl pekat yang diperlukan (mL)
127
M2 = konsentrasi larutan HCl yang kita inginkan (M)
V2 = volume pengenceran larutan HCl (mL)
Untuk membuat HCl 0,1 M maka:
12,u6 N v1 = u,1 N 1uu mL
v1 =
u,1 N 1uu mL
12,u6 N
v1 =
1u mL
12,u6
v1 = u,8S mL u,8u mL
Dimasukkan aquades 50 mL dalam labu ukur 100 ml, dipipet HCl pekat
(37 %) sebanyak 0,80 mL, dan dimasukkan dalam labu ukur. Ditambahkan
aquades sampai tanda batas, dan dikocok-kocok sampai larutan dapat bercampur
sempurna.
Konsentrasi HCl yang terbentuk dengan pengambilan larutan stok 0,8 mL adalah:
12,u6 N u,8 = N2 1uu mL
N2 = u,u9648
L. 3. 6 Larutan AgNO
3
0,1 N
N =



Keterangan:
N = normalitas AgNO
3
(0,1 N)
g = banyaknya zat yang terlarut (g)
n = valensi AgNO
3
(1) (AgNO
3
Ag
+
+ NO
3
-
)
BM = berat molekul (169,8 g/mol)
V = volume larutan (0,1 L)
128
Untuk membuat larutan AgNO
3
0,1 N, maka:
N =



g =


g =
,

, ,


g =
,


g = 1,698 1,7 giam
Untuk membuat larutan AgNO
3
0,1 N maka, padatan AgNO
3
ditimbang
sebanyak 1,7 g, dilarutkan dalam beaker glass yang telah berisi aquades 50 mL.
Diaduk-aduk sampai larut sempurna. Dipindahkan dalam labu ukur 100 mL dan
ditambahkan aquades sampai tanda batas. Dikocok-kocok sampai larutan dapat
bercampur dengan sempurna.
L. 3. 7 Larutan Iodin 0,1 N
N =



Keterangan:
N = normalitas iodin (0,1 N)
g = banyaknya zat yang terlarut (g)
n = valensi iodin (2) (I
2
2I
-
+ 2e )
BM = berat molekul (253,8 g/mol)
V = volume larutan (1 L)
Untuk membuat larutan iodin 0,1 N, maka:
N =



129
g =


g =
,

,


g =
,


g = 12,69 giam
Iodin sedikit larut dalam air (0,34 g/L pada suhu 25 C), tetapi mudah larut
dalam larutan yang mengandung ion iodida. Terlebih dahulu melarutkan 25 g KI
dengan 30 mL aquades di dalam beaker glass. Ditimbang 12,69 g padatan iodin
dan dimasukkan dalam larutan KI. Di aduk sampai larut sempurna. Dipindahkan
dalam labu takar 1000 mL dan ditambahkan aquades sampai tanda batas.
Standarisasi Larutan Iodin 0,1 N
Standarisasi larutan iodin dilakukan dengan menggunakan larutan natrium
tiosulfat (Na
2
S
2
O
3
) 0,1 N yang telah distandarisasi yaitu dengan cara menitrasi 10
ml larutan iodin yang telah diasamkan dengan ditambahkan HCl 5% sampai
berwarna kuning gading. Ketika terbentuk warna kuning gading ditambahkan
amilum sebagai indikator dan larutan berubah berwarna biru dan terus dilakukan
titrasi sampai larutan tidak berwarna. Reaksi antara iodin dan tiosulfat sebagai
berikut:
I
2
+ 2S
2
O
3
2-
2I
-
+ S
4
O
6
2-
130
Konsentrasi iodin ditentukan dengan rumus:
V
1
x N
1
= V
2
x N
2
Dimana: V
1
= Volume iodin (mL)
N
1
= Konsentrasi iodin (N)
V
2
= Volume natrium tiosulfat (mL)
N
2
= Konsentrasi natrium tiosulfat (N)
Hasil standarisasi:
a. Volume titran natrium tiosulfat : 9,9 mL
N
1
=


=
, ,

= u,u999 N
b. Volume titran natrium tiosulfat : 10 mL
N
1
=


=
,

= u,1u1 N
c. Volume titran natrium tiosulfat : 10 mL
N
1
=


=
,

= u,1u1 N
Normalitas rata-rata iodin = 0,1006 N
L. 3. 8 Larutan CuSO
4
0,1 N
N =



Keterangan:
N = normalitas CuSO
4
(0,1 N)
g = banyaknya zat yang terlarut (g)
n = valensi CuSO
4
(2) (CuSO
4
Cu
2+
+ SO
4
2-
)
BM = berat molekul (159,5 g/mol)
V = volume larutan (0,1 L)
131
Untuk membuat larutan CuSO
4
0,1 N, maka:
N =



g =


g =
,

, ,


g =
,


g = u,8 giam
Untuk membuat larutan CuSO
4
0,1 N maka, padatan CuSO
4
ditimbang
sebanyak 0,8 g, dilarutkan dalam beaker glass yang telah berisi aquades 50 mL.
Diaduk-aduk sampai larut sempurna. Dipindahkan dalam labu ukur 100 mL dan
ditambahkan aquades sampai tanda batas. Dikocok-kocok sampai larutan dapat
bercampur dengan sempurna.
L. 3. 9 Larutan Na
2
S
2
O
3
.5H
2
O 0,1 N
N =



Keterangan:
N = normalitas Na
2
S
2
O
3
.5H
2
O (0,1 N)
g = banyaknya zat yang terlarut (g)
n = valensi Na
2
S
2
O
3
.5H
2
O (2) (Na
2
S
2
O
3
2Na
+
+ S
2
O
3
2-
)
BM = berat molekul (248 g/mol)
V = volume larutan (1 L)
Untuk membuat larutan Na
2
S
2
O
3
.5H
2
O 0,1 N, maka:
N =



132
g =


g =


,


g =
,


g = 12,4 giam
Untuk membuat larutan Na
2
S
2
O
3
.5H
2
O 0,1 N maka, padatan
Na
2
S
2
O
3
.5H
2
O ditimbang sebanyak 12,4 g, dilarutkan dalam beaker glass yang
telah berisi aquades 100 mL. Diaduk-aduk sampai larut sempurna. Dipindahkan
dalam labu ukur 1000 mL dan ditambahkan aquades sampai tanda batas. Dikocok-
kocok sampai larutan dapat bercampur dengan sempurna.
Standarisasi Larutan Natrium Tiosulfat
Dipipet 10 mL larutan CuSO
4
0,1 N, dimasukkan dalam erlenmeyer
kemudian ditambahkan 3 tetes H
2
SO
4
2 M dan 0,5 KI padatan, dikocok agar
semua larutan KI larut, kemudian dititrasi dengan Na
2
S
2
O
3
0,1 N.
Bila mendekati titik akhir titrasi yang ditandai dengan warna larutan
kuning pucat ditambahkan 3 tetes indikator amilum 1% dan titrasi dilanjutkan
sampai warna biru hilang. Reaksi standarisasi natrium tiosulfat sebagai berikut:
2 Cu
2+
+ 4I
-
2CuI + I
2
I
2
+ 2S
2
O
3
2-
2I
-
+ S
4
O
6
2-
Konsentrasi iodin ditentukan dengan rumus:
V
1
x N
1
= V
2
x N
2
Dimana: V
1
= Volume natrium tiosulfat (mL)
N
1
= Konsentrasi natrium tiosulfat (N)
133
V
2
= Volume CuSO
4
(mL)
N
2
= Konsentrasi CuSO
4
(N)
Hasil standarisasi:
a. Volume titran natrium tiosulfat : 9,9 mL
N
1
=


=
,
,
= u,1u1u N
b. Volume titran natrium tiosulfat : 9,8 mL
N
1
=


=
,
,
= u,1u2u N
c. Volume titran natrium tiosulfat : 10 mL
N
1
=


=
,

= u,1 N
Normalitas rata-rata natrium tiosulfat = 0,101 N
L. 3. 10 Larutan H
2
SO
4
2 M
Larutan H
2
SO
4
stok dengan konsentrasi 97 % (v/v). Dapat diartikan bahwa
dalam 100 mL larutan, terdapat 95 mL larutan H
2
SO
4
. Diketahui HCl yaitu 1,82
g/mL, maka massa H
2
SO
4
pekat yaitu (Mr = 98,08 g/mol):
=


m = v
m = 1,82
g
mL
97 mL
m = 176,S4 g
N =



N =
,
,

,

134
N =
,
,

N = 17, 9 molL
H
2
SO
4
yang diperlukan adalah 2 M, maka dilakukan pengenceran sebagai
berikut:
N1 v1 = N2 v2
Keterangan:
M1 = konsentrasi larutan H
2
SO
4
pekat (M)
V1 = volume larutan H
2
SO
4
pekat yang diperlukan (mL)
M2 = konsentrasi larutan H
2
SO
4
yang kita inginkan (M)
V2 = volume pengenceran larutan H
2
SO
4
(mL)
Untuk membuat HCl 2 M, maka:
N1 v1 = N2 v2
17,9 N v1 = 2 N 1uu mL
v1 =
2uu mL
17,9
v1 = 11,2 mL
Dimasukkan aquades 50 mL dalam labu ukur 100 mL. Dipipet sebanyak
11,2 mL H
2
SO
4
pekat (97 %) dan dimasukkan dalam labu ukur 100 mL,
ditambahkan aquades sampai tanda batas, dan dikocok-kocok sampai larutan
dapat bercampur sempurna.
L. 3. 11 Indikator Amilum 1 %
% =


135
Keterangan:
% = konsentrasi amilum (pati)
b = berat amilum yang diperlukan (gram)
v = volume yang digunakan untuk melarutkan amilum (mL)
Untuk membuat indikator amilum 1 %, maka:
% =


1 % =


b = 1 % x 100 mL
b =


1uu mL
b = 1 gram
Ditimbang sebanyak 1 g amilum dilarutkan dalam beaker glass yang berisi
50 mL aquades panas dan diaduk hingga larut. Dipindahkan larutan dalam labu
ukur 100 mL, dan ditambahkan aquades panas sampai tanda batas. Dikocok-
kocok sampai larutan bercampur sempurna.
L. 3. 12 Larutan Methylene Blue 100 ppm
ppm =
mg
L
Keterangan:
ppm = konsentrasi methylene blue
mg = berat methylene blue yang diperlukan (mg)
L = volume yang digunakan untuk melarutkan methylene blue (L)
136
Untuk membuat larutan methylene blue 100 ppm sebanyak 1000 mL
(sebagai stok), maka:
ppm =
mg
L
mg = ppm L
mg = 1uu ppm 1 L
mg = 1uu
Ditimbang sebanyak 100 mg methylene blue dilarutkan dalam beaker glass
yang berisi 200 mL aquades dan diaduk hingga larut. Dipindahkan larutan dalam
labu ukur 1000 mL, dan ditambahkan aquades sampai tanda batas. Dikocok-kocok
sampai larutan bercampur sempurna.
L. 3. 13 Larutan Methylene Blue 10 ppm
ppm =
mg
L
Keterangan:
ppm = konsentrasi methylene blue
mg = berat methylene blue yang diperlukan (mg)
L = volume yang digunakan untuk melarutkan methylene blue (L)
Untuk membuat larutan methylene blue 10 ppm sebanyak 500 mL (sebagai
stok), maka:
ppm =
mg
L
mg = ppm L
mg = 1u ppm u,S L
mg = S
137
Ditimbang sebanyak 5 mg methylene blue dilarutkan dalam beaker glass
yang berisi 200 mL aquades dan diaduk hingga larut. Dipindahkan larutan dalam
labu ukur 500 mL, dan ditambahkan aquades sampai tanda batas. Dikocok-kocok
sampai larutan bercampur sempurna.
L. 3. 14 Larutan Methylene Blue 8 ppm
N1 v1 = N2 v2
Keterangan:
M1 = konsentrasi larutan methylene blue awal (ppm)
V1 = volume larutan methylene blue awal (mL)
M2 = konsentrasi larutan methylene blue akhir (ppm)
V2 = volume pengenceran larutan methylene blue (mL)
Untuk membuat larutan methylene blue 8 ppm, maka:
N1 v1 = N2 v2
10 ppm x V1 = 8 ppm x 10 mL
v1 =
8 ppm 1u mL
1u ppm
v1 =
8u mL
1u
v1 = 8 mL
Larutan methylene blue 10 ppm diambil sebanyak 8 mL, dimasukkan
dalam labu ukur 10 mL, ditambahkan aquades sampai tanda batas, dan dikocok-
kocok sampai larutan dapat bercampur sempurna.
138
L. 3. 15 Larutan Methylene Blue 6 ppm 10 mL
Untuk membuat larutan methylene blue 6 ppm, maka:
N1 v1 = N2 v2
10 ppm x V1 = 6 ppm x 10 mL
v1 =
6 ppm 1u mL
1u ppm
v1 =
6u mL
1u
v1 = 6 mL
Larutan methylene blue 10 ppm dipipet sebanyak 6 mL, dimasukkan dalam
labu ukur 10 mL, ditambahkan aquades sampai tanda batas, dan dikocok-kocok
sampai larutan dapat bercampur sempurna.
L. 3. 16 Larutan Methylene Blue 4 ppm 10 mL
Untuk membuat larutan methylene blue 4 ppm, maka:
N1 v1 = N2 v2
10 ppm x V1 = 4 ppm x 10 mL
v1 =
4 ppm 1u mL
1u ppm
v1 =
4u mL
1u
v1 = 4 mL
139
Larutan methylene blue 10 ppm dipipet sebanyak 4 mL, dimasukkan dalam
labu ukur 10 mL, ditambahkan aquades sampai tanda batas, dan dikocok-kocok
sampai larutan dapat bercampur sempurna.
L. 3. 17 Larutan Methylene Blue 2 ppm 10 mL
Untuk membuat larutan methylene blue 2 ppm, maka:
N1 v1 = N2 v2
10 ppm x V1 = 2 ppm x 10 mL
v1 =
2 ppm 1u mL
1u ppm
v1 =
2u mL
1u
v1 = 2 mL
Larutan methylene blue 10 ppm dipipet sebanyak 2 mL, dimasukkan dalam
labu ukur 10 mL, ditambahkan aquades sampai tanda batas, dan dikocok-kocok
sampai larutan dapat bercampur sempurna.
140
Lampiran 4 Perhitungan Data Penelitian
5.1 Data Kadar Air Karbon Aktif
5.1.1 Kadar air karbon aktif dengan suhu aktivasi fisika 600
o
C
Tabel 1. Penentuan berat cawan kosong
Sampel
teraktivasi
NaCl
Ulangan
ke-
Berat cawan kosong (gram)
Pengkonstanan
1
Pengkonstanan
2
Rata-rata
0%
1 28,3831 28,3833 28,3832
2 29,1259 29,1261 29,1260
3 30,4878 30,4880 30,4879
10%
1 28,4031 28,4031 28,4031
2 29,1624 29,1628 29,1626
3 29,4465 29,4465 29,4465
20%
1 29,4709 29,4709 29,4709
2 29,2236 29,2240 29,2238
3 42,7587 42,7591 42,7589
30%
1 40,2503 40,2507 40,2505
2 41,5118 41,5118 41,5118
3 39,4555 39,4555 39,4555
35%
1 40,1803 40,1805 40,1804
2 41,3315 41,3319 41,3317
3 43,7955 43,7957 43,7956
Tabel 2. Penentuan berat cawan dan karbon
Sampel
teraktivasi
NaCl Ulangan
ke-
Berat
cawan
rata-rata
(gram)
Berat
karbon
awal
(gram)
Berat
cawan
dan
karbon
awal
(gram)
0%
1 28,3832 3,0099 31,3931
2 29,1260 3,0035 32,1095
3 30,4879 3,0096 33,4975
10%
1 28,4031 3,0027 31,4058
2 29,1626 3,0010 32,1636
3 29,4465 3,0004 32,4469
20%
1 29,4709 3,0061 32,4770
2 29,2238 3,0000 32,2238
3 42,7589 3,0054 45,7643
30%
1 40,2505 3,0051 43,2556
2 41,5118 3,0007 44,5125
3 39,0037 3,0037 42,0074
141
35%
1 40,1804 3,0067 43,1871
2 41,3317 3,0034 44,3351
3 43,7956 3,0048 46,8004
Tabel 3. Penentuan kadar air karbon aktif
Sam
pel
terakti
vasi
NaCl
Ulangan
ke-
Kadar air karbon aktif (gram)
Kadar
air
(%)
Kadar air
rata-rata
(%)
Berat
Konstan
1
Berat
Konstan
2
Rata-rata
0%
1 31,3730 31,3732 31,3731 6,614
6,661 2 32,0889 32,0899 32,0894 6,692
3 33,4773 33,4775 33,4774 6,677
10%
1 31,3870 31,3872 31,3871 6,218
6,222 2 32,1260 32,1262 32,1261 6,239
3 32,4024 32,4028 32,4028 6,209
20%
1 31,4610 31,4612 31,4612 5,288
5,265 2 31,2073 31,2076 31,2076 5,294
3 45,6702 45,6702 45,6702 5,213
30%
1 43,2421 43,2427 43,2424 4,386
4,392 2 44,4991 44,4995 44,4993 4,394
3 42,0054 42,0064 42,0059 4,396
35%
1 43,1720 43,1730 43,1725 4,854
4,859 2 44,3203 44,3205 44,3204 4,870
3 46,7821 46,7895 46,7858 4,853
5.1.2 Kadar air karbon aktif dengan suhu aktivasi fisika 650
o
C
Tabel 4. Penentuan berat cawan kosong
Sampel
teraktivasi
NaCl
Ulangan
ke-
Berat cawan kosong (gram)
Pengkonstanan
1
Pengkonstanan
2
Rata-rata
0%
1 29,1278 29,1280 29,1279
2 41,3500 41,3503 41,3501
3 28,4704 28,4731 28,4717
10%
1 43,7830 43,7838 43,7834
2 40,2313 40,2342 40,2327
3 29,1624 29,1638 29,1631
20%
1 28,3830 28,3856 28,3843
2 30,4873 30,4895 30,4884
3 39,4357 39,4399 39,4378
142
30%
1 29,2234 29,2256 29,2245
2 28,4013 28,4039 28,4026
3 41,3252 41,3290 41,3271
35%
1 40,1819 40,1837 40,1828
2 42,7564 42,7584 42,7574
3 29,4445 29,4456 29,4450
Tabel 5. Penentuan berat cawan dan karbon
Sampel
teraktivasi
NaCl Ulangan
ke-
Berat
cawan
rata-rata
(gram)
Berat
karbon
awal
(gram)
Berat
cawan
dan
karbon
awal
(gram)
0%
1 29,1279 3,0024 32,1303
2 41,3501 3,0095 44,3596
3 28,4717 3,0051 31,4768
10%
1 43,7834 3,0080 46,7914
2 40,2327 3,0033 43,2360
3 29,1631 3,0043 32,1674
20%
1 28,3843 3,0048 31,3891
2 30,4884 3,0089 33,4973
3 39,4378 3,0060 42,4438
30%
1 29,2245 3,0039 32,2284
2 28,4026 3,0088 31,4114
3 41,3271 3,0031 44,3302
35%
1 40,1828 3,0017 43,1845
2 42,7574 3,0020 45,7594
3 29,4450 3,0040 32,4499
Tabel 6. Penentuan kadar air karbon aktif
Sam
pel
terakti
vasi
NaCl
Ulangan
ke-
Kadar air karbon aktif (gram)
Kadar
air
(%)
Kadar air
rata-rata
(%)
Berat
Konstan
1
Berat
Konstan
2
Berat
Rata-rata
0%
1 32,1108 32,1110 32,1109 6,432
6,465 2 44,3400 44,3402 44,3401 6,494
3 31,4573 31,4575 31,4574 6,496
10%
1 46,7771 46,7775 46,7773 4,687
4,686 2 43,2215 43,2223 43,2219 4,695
3 32,1524 32,1542 32,1533 4,676
143
20%
1 31,3785 31,3785 31,3785 3,531
3,517 2 33,4866 33,4868 33,4867 3,512
3 42,4332 42,4332 42,4332 3,508
30%
1 32,1415 32,1419 32,1417 2,604
2,606 2 31,4021 31,4049 31,4035 2,608
3 44,3222 44,3224 44,3223 2,606
35%
1 43,1713 43,1713 43,1713 4,389
4,395 2 45,7460 45,7462 45,7461 4,399
3 32,4351 32,4383 32,4367 4,397
Perhitungan kadar air karbon aktif:

=


1uu%
Keterangan:
M
c
= kadar air (% b/b)
G = Berat wadah kosong (g)
B = G + berat sampel (g)
F = G + berat sampel kering (g)
Contoh: Perhitungan kadar air karbon aktif teraktivasi NaCl 30% pada suhu
aktivasi 650
o
C
Diketahui:
Berat wadah kosong (G) = 29,2245 g
G + berat sampel (B) = 32,2284 g
G + berat sampel kering (F) = 32,1417 g

=


1uu%

=
S2,2284 S2,1417
S2,228429,224S
1uu%

=
u,u867
S,uuS9
1uu%= 2,8867 %
144
5.3 Berat Jenis Karbon Aktif
5.3.1 Penentuan berat jenis air
Tabel 11. Penentuan berat jenis air
Ulangan
ke-
Berat pikno
(gram)
Berat
pikno+air
(gram)
Volume air
(ml)
Berat
jenis air
(g/ml)
Berat
jenis air
rata-rata
(g/ml)
1 15,4609 40,5782 25 1,0046
1,0033 2 13,8192 38,8078 25 0,9995
3 15,4140 40,5594 25 1,0058
Perhitungan berat jenis air:

Keterangan:
A = berat piknometer + air (g)
B = berat piknometer (g)
C = volume air (mL)

w
= berat jenis air (g/mL)
Contoh perhitungan berat jenis air:
Dimana:
berat piknometer + air (A) = 40,5782 g
berat piknometer (B) = 15,4609 g
volume air (C) = 25 mL
berat jenis air (
w
) = g/mL

=
4u,S782 1S,46u9
2S
145

=
2S,117S
2S
= 1,uu46
5.3.2 Penentuan berat jenis karbon aktif yang diaktivasi fisika pada suhu 600
o
C
Tabel 12. Penentuan berat jenis karbon aktif
Sam
pel
teraktivasi
NaCl
Ulangan
ke-
Berat
karbon
(gram)
Berat
piknometer
(gram)
Berat
karbon dan
piknometer
(gram)
0%
1 1,0007 23,3144 24,3151
2 1,0060 23,3144 24,3210
3 1,0083 23,3144 24,3227
10%
1 1,0022 23,0047 24,0069
2 1,0059 23,0047 24,0106
3 1,0093 23,0047 24,0140
20%
1 1,0055 23,3144 24,3199
2 1,0043 23,3144 24,3187
3 1,0012 23,3144 24,3156
30%
1 1,0047 23,0047 24,0094
2 1,0054 23,0047 24,0101
3 1,0095 23,0047 24,0142
35%
1 1,0019 23,3144 24,3163
2 1,0063 23,3144 24,3207
3 1,0078 23,3144 24,3222
Tabel 13. Penentuan berat jenis karbon aktif suhu aktivasi 600
o
C
Sam
pel
teraktivasi
NaCl
Ulangan
ke-
Berat
karbon+air
dan
piknometer
(gram)
Berat jenis
karbon aktif
(g/ml)
Berat jenis
karbon
aktif
rata-rata
(g/ml)
0%
1 47,9763 0,7475
0,7475 2 47,9759 0,7479
3 47,9730 0,7471
10%
1 47,6128 0,7189
0,7194 2 47,6133 0,7199
3 47,6110 0,7194
20%
1 47,7527 0,6416
0,6414 2 47,7531 0,6415
3 47,7553 0,6411
30% 1 47,2408 0,5681 0,5678
146
2 47,2394 0,5678
3 47,2353 0,5675
35%
1 47,7176 0,6267
0,6255 2 47,7108 0,6251
3 47,7089 0,6247
5.3.3 Penentuan berat jenis karbon aktif yang diaktivasi fisika apad suhu 650
o
C
Tabel 14. Penentuan berat jenis karbon aktif
Sam
pel
teraktivasi
NaCl
Ulangan
ke-
Berat
karbon
(gram)
Berat
piknometer
(gram)
Berat
karbon dan
piknometer
(gram)
0%
1 1,0059 23,3144 24,3203
2 1,0033 23,3144 24,3177
3 1,0089 23,3144 24,3233
10%
1 1,0037 23,0047 24,0084
2 1,0018 23,0047 24,0065
3 1,0082 23,0047 24,0129
20%
1 1,0012 23,3144 24,3156
2 1,0000 23,3144 24,3144
3 1,0037 23,3144 24,3181
30%
1 1,0065 23,0047 24,0112
2 1,0013 23,0047 24,0060
3 1,0038 23,0047 24,0085
35%
1 1,0035 23,3144 24,3179
2 1,0006 23,3144 24,3150
3 1,0022 23,3144 24,3166
Tabel 15. Penentuan berat jenis karbon aktif suhu aktivasi 650
o
C
Sam
pel
teraktivasi
NaCl
Ulangan
ke-
Berat
karbon+air
dan
piknometer
(gram)
Berat jenis
karbon aktif
(g/ml)
Berat jenis
karbon
aktif
rata-rata
(g/ml)
0%
1 47,8888 0,7027
0,7033 2 47,8907 0,7031
3 47,8904 0,7041
10%
1 47,4678 0,6515
0,6512 2 47,4678 0,6510
3 47,4644 0,6511
20%
1 47,6593 0,6045
0,6026 2 47,6518 0,6015
3 47,6502 0,6018
30% 1 47,1684 0,5462 0,5460
147
2 47,1690 0,5451
3 47,1723 0,5467
35%
1 47,5364 0,56330
0,5628 2 47,5374 0,5629
3 47,5349 0,5625
Perhitungan berat jenis karbon aktif:

Keterangan:
A = berat karbon aktif (g)
B = volume piknometer (mL)
C = berat piknometer + air + karbon aktif (g)
D = berat piknometer + karbon aktif (g)

ac
= berat jenis karbon aktif (g/mL)

w
= berat jenis air (g/mL)
Contoh perhitungan berat jenis karbon aktif teraktivasi NaCl 30% pada suhu
aktivasi 650
o
C
Dimana:
berat karbon aktif (A) = 1,0065 g
volume piknometer (B) = 25 mL
berat piknometer + air + karbon aktif (C) = 47,1684 g
berat piknometer + karbon aktif (D) = 24,0112 g
berat jenis air (
w
) = 1,0046 g/mL
148


=
1,uu6S
2S
47,1684 24,u112
1,uu46


=
1,uu6S
2S
2S,1S72
1,uu46


=
1,uu6S
2S 2S,uS11


=
1,uu6S
1,9488


=
1,uu6S
1,9488


= u,S164
5.4 Angka Iodin
5.4.1 Penentuan angka iodin karbon aktif yang diaktivasi fisika pada suhu 600
o
C
Tabel 16. Penentuan angka iodin karbon aktiv aktivasi fisika pada suhu 600
o
C
Sam
pel
teraktivasi
NaCl
Ulangan
ke-
Berat
karbon
(gram)
Volume
titran
Na
2
S
2
O
3
(ml)
Angka
iodin
(mg/g)
Angka
iodin
rata-rata
(mg/g)
0%
1 0,5000 8,3 215,7300
215,2712 2 0,5016 8,3 215,0418
3 0,5016 8,3 215,0418
10%
1 0,5011 8,1 241,0569
243,7146 2 0,5009 8,1 240,6767
3 0,5091 8 249,4103
20%
1 0,5062 8 250,6914
250,7574 2 0,5060 8 250,7905
3 0,5060 8 250,7905
30%
1 0,5005 7,8 278,9010
274,7106 2 0,5003 7,9 266,3300
3 0,5005 7,8 278,9010
149
35%
1 0,5016 7,9 265,6399
265,6576 2 0,5014 7,9 265,7459
3 0,5017 7,9 265,5870
5.4.2 Penentuan angka iodin karbon aktif yang diaktivasi fisika pada suhu 650
o
C
Tabel 16. Penentuan angka iodin karbon aktif yang diaktivasi fisika 650
o
C
Sam
pel
teraktivasi
NaCl
Ulangan
ke-
Berat
karbon
(gram)
Volume
titran
Na
2
S
2
O
3
(ml)
Angka
iodin
(mg/g)
Angka
iodin
rata-rata
(mg/g)
0%
1 0,5012 8,1 240,5327
240,6128 2 0,5014 8,1 240,4367
3 0,5005 8,1 240,8691
10%
1 0,5011 8,0 253,2428
256,2926 2 0,5007 8,0 253,4451
3 0,5082 7,9 262,1900
20%
1 0,5035 7,9 264,6375
274,1467 2 0,5000 7,8 279,1800
3 0,5010 7,8 278,6227
30%
1 0,5011 7,6 303,8914
303,8510 2 0,5010 7,6 303,9520
3 0,5014 7,6 303,7096
35%
1 0,5051 7,7 288,9229
284,0298 2 0,5090 7,8 274,2436
3 0,5051 7,7 288,9229
Perhitungan angka iodin karbon aktif
Iodin yang diadsorpsi (mg/g) =

,
,

Keterangan:
V = volume Na
2
S
2
O
3
(mL)
N = normalitas Na
2
S
2
O
3
(N)
12,69 = jumlah iod sesuai dengan 1 mL larutan natrium tiosulfat 0,1 N
W = berat karbon aktif (gram)
150
Contoh : Perhitungan angka iodin kabon aktif yang teraktivasi NaCl 30% pada
suhu aktivasi fisika 650
o
C
Dimana:
volume Na
2
S
2
O
3
= 7,6

mL
normalitas Na
2
S
2
O
3
= 0,101 N
berat karbon aktif = 0,5011 gram
Iodin yang diadsorpsi (mg/g) =

,
,

Iodin yang diadsorpsi (mg/g) =



, ,
,
,
,
Iodin yang diadsorpsi (mg/g) =
( , ) ,
,
Iodin yang diadsorpsi (mg/g) =
,
,
Iodin yang diadsorpsi (mg/g) = SuS,8914
5.5 Adsorpsi Metilen Blue
5.5.1 Pembuatan kurva baku metilen blue
Konsentrasi
Metilen Blue
(ppm)
Absorbansi
0 0,0024
2 0,1842
4 0,3677
6 0,6172
8 0,8936
10 1,1072
151
Dengan persamaan regresi kurva baku antara metilen blue dan absorabansinya :
y = 0,107x
5.5.2 Adsorpsi metilen blue pada karbon aktif yang diaktivasi fisika pada
suhu 600
o
C
Sam
pel
teraktivasi
NaCl
Ulangan
ke-
Berat
karbon
(gram)
Absorbansi
akhir
Konsentrasi
metilen
blue akhir
(ppm)
0%
1 0,1084 0,5951 5,5616
2 0,1076 0,6650 6,2149
3 0,1082 0,6095 5,6962
10%
1 0,1028 0,5917 5,5299
2 0,1013 0,7887 7,3710
3 0,1050 0,4514 4,2186
20%
1 0,1025 0,5469 5,1112
2 0,1029 0,5419 5,0640
3 0,1018 0,6164 5,7607
30%
1 0,1006 0,5786 5,4074
2 0,1008 0,6018 5,6242
3 0,1009 0,5967 5,5766
35%
1 0,1005 0,8978 8,3906
2 0,1020 0,7563 7,0682
3 0,1004 0,8674 8,1065
0,0024
0,1842
0,3677
0,6172
0,8936
1,1072
y = 0,107x
R = 0,991
0
0,2
0,4
0,6
0,8
1
1,2
0 5 10 15
A
b
s
o
r
b
a
n
s
i
Konsentrasi Metilen Blue (ppm)
Kurva Baku Metilen Blue
Absorbansi
Linear
(Absorbansi)
152
Sam
pel
teraktivasi
NaCl
Ulangan
ke-
Jumlah
metilen blue
teradsorpsi
(Qt) (mg/g)
Jumlah
metilen blue
teradsorpsi
rata-rata
(Qt) (mg/g)
0%
1 17,4240
17,4265 2 17,4321
3 17,4235
10%
1 18,3793
18,2990 2 18,2739
3 18,2440
20%
1 18,5148
18,4780 2 18,4393
3 18,4800
30%
1 18,8056
18,7490 2 18,7253
3 18,7162
35%
1 18,2225
18,2467 2 18,2123
3 18,3054
5.5.3 Adsorpsi metilen blue pada karbon aktif yang diaktivasi fisika pada
suhu 650
o
C
Sam
pel
teraktivasi
NaCl
Ulangan
ke-
Berat
karbon
(gram)
Absorbansi
akhir
Konsentrasi
metilen
blue akhir
(ppm)
0%
1 0,1048 0,4408 4,1196
2 0,1041 0,5478 5,1196
3 0,1046 0,4596 4,2953
10%
1 0,1029 0,5247 4,9037
2 0,1032 0,4934 4,6112
3 0,1024 0,5935 5,5467
20%
1 0,1044 0,2715 2,5373
2 0,1042 0,3052 2,8523
3 0,1045 0,2523 2,3579
30%
1 0,1030 0,3557 3,3242
2 0,1005 0,4988 4,6616
3 0,1037 0,4934 4,6112
35%
1 0,1021 0,5456 5,0990
2 0,1019 0,5667 5,2962
3 0,1004 0,7422 6,9364
153
Sam
pel
teraktivasi
NaCl
Ulangan
ke-
Jumlah
metilen blue
teradsorpsi
(Qt) (mg/g)
Jumlah
metilen blue
teradsorpsi
rata-rata
(Qt) (mg/g)
0%
1 18,2806
18,2614 2 18,2140
3 18,2896
10%
1 18,4683
18,4632 2 18,4809
3 18,4404
20%
1 18,6666
18,6612 2 18,6297
3 18,6874
30%
1 18,7549
18,9082 2 18,9728
3 18,9970
35%
1 18,5736
18,5649 2 18,5825
3 18,5386
5.5.4 Luas permukaan karbon aktif yang diaktivasi fisika pada suhu 600
o
C
Sampel teraktivasi
NaCl
(%)
Jumlah metilen blue
yang teradsorpsi
(mg/g)
Luas permukaan
karbon aktif
(m
2
/g)
0 17,4265 64,5043
10 18,2990 67,7339
20 18,4780 68,3965
30 18,7490 69,3996
35 18,2467 67,5403
5.5.5 Luas permukaan karbon aktif yang diaktivasi fisika pada suhu 650
o
C
Sampel teraktivasi
NaCl
(%)
Jumlah metilen blue
yang teradsorpsi
(mg/g)
Luas permukaan
karbon aktif
(m
2
/g)
0 18,2614 67,5947
10 18,4632 68,3417
20 18,6612 69,0746
30 18,9082 69,9889
35 18,5649 68,7181
154
Perhitungan: Jumlah metilen blue teradsorpsi oleh karbon aktif yang diaktivasi
NaCl 30% pada suhu aktivasi fisika 650
o
C.
a. Menentukan konsentrasi akhir metilen blue setelah diadsorpsi karbon aktif
Hasil absorbansi : 0,3557
Persamaa kurva standar metilen blue : y = 0,107x
0,3557 = 0,107 x
=
,
,
= 3,3242 ppm
b. Menentukan jumlah metilen blue teradsorpsi
Q(t) =
( )

.............................................................................. (3.6)
Keterangan:
Q(t) = jumlah metilen blue yang terserap pada waktu (t) (mg/g)
Co = konsentrasi metilen blue awal (mg/L)
Ct = konsentrasi metilen blue pada waktu (t) (mg/L)
V = volume metilen blue (L)
W = berat karbon aktif yang digunakan (g)
Dimana:
konsentrasi metilen blue awal (Co) = 100 mg/L
konsentrasi metilen blue pada waktu (t) (Ct) = 3,3242 mg/L
volume metilen blue (V) = 0,02 L
berat karbon aktif yang digunakan (W) = 0,1022 g
155
Q(t) =
( )

Q(t) =
( , ) ,
,
Q(t) =
,
,
= 18,9u82
Penentuan: Luas permukaan karbon aktif yang diaktivasi NaCl 30% pada suhu
aktivasi fisika 650
o
C.
S =
QtNA
Ni
................................................................. (3.7)
Keterangan:
S = luas permukaan adsorben (m
2
/g)
N = bilangan avogadro (6,022.10
23
mol
-1
)
Qt = berat adsorbat teradsorpsi (mg/g)
A = luas penutupan oleh 1 molekul metilen blue (197.10
-20
m
2
)
Mr = massa molekul relatif metilen blue (320,5 g/mol)
Dimana:
bilangan avogadro (N) = 6,022.10
23
mol
-1
berat adsorbat teradsorpsi (Qt) = 18,9u82 mg/g
luas penutupan oleh 1 molekul metilen blue (A) = 197.10
-20
m
2
massa molekul relatif metilen blue (Mr) = 320,5 g/mol
S =
QtNA
Ni
S =
, , . .
,
156
S =
,
,
S = 69,9889 m
2
/gram
157
Lampiran 5. Analisis Statistika Hasil Karakterisasi Karbon Aktif
5.1 Analisis Kadar Air
5.1.1 Uji Homogenitas
Test for Equal Variances: Kadar Air versus Konsentrasi NaCl
95% Bonferroni confidence intervals for standard deviations
Konsentrasi NaCl N Lower StDev Upper
0 2 0,049373 0,13859 22,116
10 2 0,386927 1,08612 173,318
20 2 0,440331 1,23602 197,239
30 2 0,449903 1,26289 201,527
35 2 0,116884 0,32810 52,356
Bartlett's Test (normal distribution)
Test statistic = 3,23; p-value = 0,520
K
o
n
s
e
n
t
r
a
s
i
N
a
C
l
95%Bonferroni Confidence Intervals for StDevs
35
30
20
10
0
200 150 100 50 0
Bartlett's Test
Test Statistic 3,23
P-Value 0,520
Uji Homogenitas Varisasi Konsentrasi terhadap Hasil Kadar Air
Test for Equal Variances: Kadar Air versus Suhu Aktivasi
95% Bonferroni confidence intervals for standard deviations
Suhu
Aktivasi N Lower StDev Upper
600 5 0,528233 0,94352 3,26416
650 5 0,807539 1,44242 4,99011
F-Test (normal distribution)
Test statistic = 0,43; p-value = 0,431
Levene's Test (any continuous distribution)
Test statistic = 0,35; p-value = 0,570
158
S
u
h
u
A
k
t
i
v
a
s
i
95% Bonferroni Confidence Intervals for StDevs
650
600
5 4 3 2 1 0
S
u
h
u
A
k
t
i
v
a
s
i
Kadar Air
650
600
7 6 5 4 3 2
F-Test
0,570
Test Statistic 0,43
P-Value 0,431
Levene's Test
Test Statistic 0,35
P-Value
Uji Homogenitas Varisasi Suhu Aktivasi terhadap Hasil Kadar Air
5.1.2 Uji Anova
Two-way ANOVA: Kadar Air versus Konsentrasi NaCl; Suhu Aktivasi
Source DF SS MS F P
Konsentrasi NaCl 4 10,7373 2,68433 9,37 0,026
Suhu Aktivasi 1 3,2833 3,28329 11,46 0,028
Error 4 1,1459 0,28647
Total 9 15,1665
S = 0,5352 R-Sq = 92,44% R-Sq(adj) = 83,00%
Individual 95% CIs For Mean Based on
Pooled StDev
Konsentrasi NaCl Mean ----+---------+---------+---------+-----
0 6,563 (------*------)
10 5,454 (------*------)
20 4,391 (------*------)
30 3,499 (------*------)
35 4,627 (------*------)
----+---------+---------+---------+-----
3,0 4,5 6,0 7,5
Individual 95% CIs For Mean Based on
Suhu Pooled StDev
Aktivasi Mean --------+---------+---------+---------+-
600 5,4798 (--------*---------)
650 4,3338 (---------*--------)
--------+---------+---------+---------+-
4,20 4,90 5,60 6,30
159
K
a
d
a
r
A
i
r
Konsentrasi NaCl
Suhu Aktivasi
35 30 20 10 0
650 600 650 600 650 600 650 600 650 600
7
6
5
4
3
2
Individual Value Plot of Kadar Air vs Konsentrasi NaCl; Suhu Aktivasi
Hasil Interpretasi Analisis Kadar Air:
Hipotesis
Ho :
1
=
2
=
3
=
4
=
5
Tidak ada perbedaan yang signifikan antara variasi konsentrasi NaCl dan
variasi suhu aktivasi terhadap hasil kadar air karbon aktif
H
1 :
ji, j (1,2,3,4,5) dengan ij,
i

j
Ada perbedaan yang signifikan antara variasi konsentrasi NaCl dan
variasi suhu aktivasi terhadap hasil kadar air karbon aktif
Uji homogenitas menunjukkan bahwa nilai P value dari hasil data kadar air
terhadap konsentrasi NaCl dan suhu aktivasi 0,520 dan 0,570. Nilai ini
menunjukkan nilai yang lebih besar dari dengan tingkat toleransi sebesar 5%,
maka varians-varians data adalah homogen, sehingga analisis uji komperatif dapat
dilanjutkan.
160
Analisis statistika hasil data kadar air menggunakan uji ANOVA two way
menunjukkan bahwa:
a. F
hitung
pada data hasil kadar air dengan variasi konsentrasi sebesar 9,37,
sedangkan nilai distribusi F
tabel
(5%;4,4) dengan taraf signifikan
sebesar 0,05 adalah 6,39. Karena F
hitung
> F
tabel
maka H
o
ditolak dan
H
1
diterima,

artinya terdapat perbedaan yang signifikan dengan adanya
variasi konsentrasi NaCl terhadap hasil kadar air karbon aktif.
b. F
hitung
pada data hasil kadar air dengan variasi suhu aktivasi sebesar
11,46, nilai distribusi F
tabel
(5%;4,4) dengan taraf signifikan sebesar
0,05 adalah 6,39. Karena F
hitung
> F
tabel
maka H
o
ditolak dan H
1
diterima, yang memberi kesimpulan bahwa terdapat perbedaan yang
signifikan dengan adanya variasi suhu aktivasi fisika terhadap hasil
kadar air karbon aktif.
161
5.2 Berat Jenis
5.2.1 Uji Homogenitas
Test for Equal Variances: Berat Jenis versus Konsentrasi NaCl
95% Bonferroni confidence intervals for standard deviations
Konsentrasi NaCl N Lower StDev Upper
0 2 0,0111342 0,0312541 4,98740
10 2 0,0171799 0,0482247 7,69550
20 2 0,0097739 0,0274357 4,37808
30 2 0,0054915 0,0154149 2,45985
35 2 0,0157945 0,0443356 7,07489
Bartlett's Test (normal distribution)
Test statistic = 0,96; p-value = 0,915
K
o
n
s
e
n
t
r
a
s
i
N
a
C
l
95%Bonferroni Confidence Intervals for StDevs
35
30
20
10
0
8 7 6 5 4 3 2 1 0
Bartlett's Test
Test Statistic 0,96
P-Value 0,915
Uji Homogenitas Hasil Berat Jenis terhadap Variasi Konsentrasi
Test for Equal Variances: Berat Jenis versus Suhu aktivasi
95% Bonferroni confidence intervals for standard deviations
Suhu
aktivasi N Lower StDev Upper
600 5 0,0407782 0,0728374 0,251984
650 5 0,0362073 0,0646730 0,223739
F-Test (normal distribution)
Test statistic = 1,27; p-value = 0,823
Levene's Test (any continuous distribution)
Test statistic = 0,05; p-value = 0,834
162
S
u
h
u
a
k
t
i
v
a
s
i
95% Bonferroni Confidence Intervals for StDevs
650
600
0,25 0,20 0,15 0,10 0,05
S
u
h
u
a
k
t
i
v
a
s
i
Berat Jenis
650
600
0,75 0,70 0,65 0,60 0,55
F-Test
0,834
Test Statistic 1,27
P-Value 0,823
Levene's Test
Test Statistic 0,05
P-Value
Uji Homogenitas Hasil Berat Jenis terhadap Variasi Suhu Aktivasi
5.2.2 Uji Anova
Two-way ANOVA: Berat Jenis versus Konsentrasi NaCl; Suhu aktivasi
Source DF SS MS F P
Konsentrasi NaCl 4 0,0372485 0,0093121 52,99 0,001
Suhu aktivasi 1 0,0055554 0,0055554 31,61 0,005
Error 4 0,0007030 0,0001757
Total 9 0,0435070
S = 0,01326 R-Sq = 98,38% R-Sq(adj) = 96,36%
Individual 95% CIs For Mean Based on
Pooled StDev
Konsentrasi NaCl Mean --+---------+---------+---------+-------
0 0,72540 (---*---)
10 0,68530 (---*----)
20 0,62200 (----*---)
30 0,55690 (----*---)
35 0,59415 (---*---)
--+---------+---------+---------+-------
0,540 0,600 0,660 0,720
Individual 95% CIs For Mean Based on
Suhu Pooled StDev
aktivasi Mean -+---------+---------+---------+--------
600 0,66032 (-----*------)
650 0,61318 (-----*------)
-+---------+---------+---------+--------
0,600 0,625 0,650 0,675
163
B
e
r
a
t
J
e
n
i
s
Konsentrasi NaCl
Suhu aktivasi
35 30 20 10 0
650 600 650 600 650 600 650 600 650 600
0,75
0,70
0,65
0,60
0,55
Individual Value Plot of Berat Jenis vs Konsentrasi NaCl; Suhu aktivasi
Hasil Interpretasi Berat Jenis:
Hipotesis
Ho :
1
=
2
=
3
=
4
=
5
Tidak ada perbedaan yang signifikan antara variasi konsentrasi NaCl dan
variasi suhu aktivasi terhadap hasil berat jenis karbon aktif
H
1 :
ji, j (1,2,3,4,5) dengan ij,
i

j
Ada perbedaan yang signifikan antara variasi konsentrasi NaCl dan
variasi suhu aktivasi terhadap hasil berat jenis karbon aktif
Uji homogenitas menunjukkan bahwa nilai P value dari hasil data berat
jenis terhadap konsentrasi NaCl dan suhu aktivasi 0,915 dan 0,834. Nilai ini
menunjukkan nilai yang lebih besar dari dengan tingkat toleransi sebesar 5%,
maka varians-varians data adalah homogen, sehingga analisis uji komperatif dapat
dilanjutkan.
164
Analisis statistika hasil data berat jenis menggunakan uji ANOVA two way
menunjukkan bahwa:
a. F
hitung
pada data hasil berat jenis dengan variasi konsentrasi sebesar
52,99, sedangkan nilai distribusi F
tabel
(5%;4,4) dengan taraf signifikan
sebesar 0,05 adalah 6,39. Karena F
hitung
> F
tabel
maka H
o
ditolak dan
H
1
diterima,

artinya terdapat perbedaan yang signifikan dengan adanya
variasi konsentrasi NaCl terhadap hasil berat jenis karbon aktif.
b. F
hitung
pada data hasil berat jenis dengan variasi suhu aktivasi sebesar
31,61, nilai distribusi F
tabel
(5%;4,4) dengan taraf signifikan sebesar
0,05 adalah 7,71. Karena F
hitung
> F
tabel
maka H
o
ditolak dan H
1
diterima, yang memberi kesimpulan bahwa terdapat perbedaan yang
signifikan dengan adanya variasi suhu aktivasi fisika terhadap hasil
berat jenis karbon aktif.
165
5.3 Angka Iodin
5.3.1 Uji Homogenitas
Test for Equal Variances: Angka Iodin versus Konsentrasi NaCl
95% Bonferroni confidence intervals for standard deviations
Konsentrasi NaCl N Lower StDev Upper
0 2 6,38368 17,9192 2859,47
10 2 3,16847 8,8940 1419,27
20 2 5,89189 16,5387 2639,18
30 2 7,34067 20,6055 3288,14
35 2 4,62806 12,9911 2073,07
Bartlett's Test (normal distribution)
Test statistic = 0,53; p-value = 0,971
K
o
n
s
e
n
t
r
a
s
i
N
a
C
l
95%Bonferroni Confidence Intervals for StDevs
35
30
20
10
0
3500 3000 2500 2000 1500 1000 500 0
Bartlett's Test
Test Statistic 0,53
P-Value 0,971
Uji Homogenitas Hasil Angka Iodin terhadap Variasi Konsentrasi NaCl
Test for Equal Variances: Angka Iodin versus Suhu Aktivasi
95% Bonferroni confidence intervals for standard deviations
Suhu
Aktivasi N Lower StDev Upper
600 5 12,8337 22,9234 79,3046
650 5 13,7005 24,4717 84,6611
F-Test (normal distribution)
Test statistic = 0,88; p-value = 0,902
Levene's Test (any continuous distribution)
Test statistic = 0,05; p-value = 0,833
166
S
u
h
u
A
k
t
i
v
a
s
i
95% Bonferroni Confidence Intervals for StDevs
650
600
80 70 60 50 40 30 20 10
S
u
h
u
A
k
t
i
v
a
s
i
Angka Iodin
650
600
300 280 260 240 220
F-Test
0,833
Test Statistic 0,88
P-Value 0,902
Levene's Test
Test Statistic 0,05
P-Value
Uji Homogenitas Hasil Angka Iodin terhadap Variasi Suhu Aktivasi
5.3.2 Uji Anova
Two-way ANOVA: Angka Iodin versus Konsentrasi NaCl; Suhu Aktivasi
Source DF SS MS F P
Konsentrasi NaCl 4 4414,52 1103,63 53,27 0,001
Suhu Aktivasi 1 1184,22 1184,22 57,16 0,002
Error 4 82,87 20,72
Total 9 5681,61
S = 4,552 R-Sq = 98,54% R-Sq(adj) = 96,72%
Individual 95% CIs For Mean Based on
Pooled StDev
Konsentrasi NaCl Mean +---------+---------+---------+---------
0 227,942 (---*---)
10 250,004 (---*---)
20 262,452 (---*----)
30 289,281 (----*---)
35 274,844 (---*----)
+---------+---------+---------+---------
220 240 260 280
Individual 95% CIs For Mean Based on
Suhu Pooled StDev
Aktivasi Mean ------+---------+---------+---------+---
600 250,022 (-----*-----)
650 271,787 (-----*----)
------+---------+---------+---------+---
250 260 270 280
167
A
n
g
k
a
I
o
d
i
n
Konsentrasi NaCl
Suhu Aktivasi
35 30 20 10 0
650 600 650 600 650 600 650 600 650 600
300
290
280
270
260
250
240
230
220
210
Individual Value Plot of Angka Iodin vs Konsentrasi NaCl; Suhu Aktivasi
Hasil Interpretasi Angka Iodin:
Hipotesis
Ho :
1
=
2
=
3
=
4
=
5
Tidak ada perbedaan yang signifikan antara variasi konsentrasi NaCl dan
variasi suhu aktivasi terhadap hasil angka iodin karbon aktif
H
1 :
ji, j (1,2,3,4,5) dengan ij,
i

j
Ada perbedaan yang signifikan antara variasi konsentrasi NaCl dan
variasi suhu aktivasi terhadap hasil angka iodin karbon aktif
Uji homogenitas menunjukkan bahwa nilai P value dari hasil data angka
iodin terhadap konsentrasi NaCl dan suhu aktivasi 0,971 dan 0,902. Nilai P value
menunjukkan nilai yang lebih besar dari dengan tingkat toleransi sebesar 5%,
maka varians-varians data adalah homogen, sehingga analisis uji komperatif dapat
dilanjutkan.
168
Analisis statistika hasil data angka iodin menggunakan uji ANOVA two way
menunjukkan bahwa:
a. F
hitung
pada data hasil angka iodin dengan variasi konsentrasi sebesar
53,27, sedangkan nilai distribusi F
tabel
(5%;4,4) dengan taraf signifikan
sebesar 0,05 adalah 6,39. Karena F
hitung
> F
tabel
maka H
o
ditolak dan
H
1
diterima,

artinya terdapat perbedaan yang signifikan dengan adanya
variasi konsentrasi NaCl terhadap hasil angka iodin karbon aktif.
b. F
hitung
pada data hasil angka iodin dengan variasi suhu aktivasi sebesar
57,16, sedangkan nilai distribusi F
tabel
(5%;4,4) dengan taraf signifikan
sebesar 0,05 adalah 7,71. Karena F
hitung
> F
tabel
maka H
o
ditolak dan
H
1
diterima, yang memberi kesimpulan bahwa terdapat perbedaan yang
signifikan dengan adanya variasi suhu aktivasi fisika terhadap hasil
angka iodin karbon aktif.
169
5.3 Metilen Blue Teradsorpsi
5.4.1 Uji Homogenitas
Test for Equal Variances: Metilen Blue Teradsorpsi versus Konsentrasi
NaCl
95% Bonferroni confidence intervals for standard deviations
Konsentrasi NaCl N Lower StDev Upper
0 2 0,210316 0,590363 94,2078
10 2 0,041363 0,116107 18,5279
20 2 0,046149 0,129542 20,6718
30 2 0,040103 0,112571 17,9637
35 2 0,080156 0,225001 35,9048
Bartlett's Test (normal distribution)
Test statistic = 3,34; p-value = 0,503
K
o
n
s
e
n
t
r
a
s
i
N
a
C
l
95%Bonferroni Confidence Intervals for StDevs
35
30
20
10
0
90 80 70 60 50 40 30 20 10 0
Bartlett's Test
Test Statistic 3,34
P-Value 0,503
Uji Homogenitas Hasil Metilen Blue Teradsopsi terhadap Konsentrasi NaCl
Test for Equal Variances: Metilen Blue Teradsorpsi versus Suhu Aktivasi
95% Bonferroni confidence intervals for standard deviations
Suhu
Aktivasi N Lower StDev Upper
600 5 0,277259 0,495236 1,71329
650 5 0,134057 0,239451 0,82839
F-Test (normal distribution)
Test statistic = 4,28; p-value = 0,188
Levene's Test (any continuous distribution)
Test statistic = 0,67; p-value = 0,438
170
S
u
h
u
A
k
t
i
v
a
s
i
95% Bonferroni Confidence Intervals for StDevs
650
600
1,75 1,50 1,25 1,00 0,75 0,50 0,25 0,00
S
u
h
u
A
k
t
i
v
a
s
i
Metilen Blue Teradsorpsi
650
600
19,00 18,75 18,50 18,25 18,00 17,75 17,50
F-Test
0,438
Test Statistic 4,28
P-Value 0,188
Levene's Test
Test Statistic 0,67
P-Value
Uji Homogenitas Hasil Metilen Blue Teradsopsi terhadap Suhu Aktivasi
5.4.2 Uji Anova
Two-way ANOVA: Metilen Blue Teradsorpsi versus Konsentrasi NaCl; Suhu
Aktivasi
Source DF SS MS F P
Konsentrasi NaCl 4 1,04375 0,260938 6,26 0,052
Suhu Aktivasi 1 0,27546 0,275460 6,61 0,062
Error 4 0,16663 0,041657
Total 9 1,48584
S = 0,2041 R-Sq = 88,79% R-Sq(adj) = 74,77%
Individual 95% CIs For Mean Based on
Pooled StDev
Konsentrasi NaCl Mean -+---------+---------+---------+--------
0 17,8440 (-------*-------)
10 18,3811 (-------*-------)
20 18,5696 (-------*-------)
30 18,8286 (-------*-------)
35 18,4058 (-------*-------)
-+---------+---------+---------+--------
17,50 18,00 18,50 19,00
Individual 95% CIs For Mean Based on
Suhu Pooled StDev
Aktivasi Mean -+---------+---------+---------+--------
600 18,2398 (----------*---------)
650 18,5718 (---------*---------)
-+---------+---------+---------+--------
18,00 18,25 18,50 18,75
171
M
e
t
i
l
e
n
B
l
u
e
T
e
r
a
d
s
o
r
p
s
i
Konsentrasi NaCl
Suhu Aktivasi
35 30 20 10 0
650 600 650 600 650 600 650 600 650 600
19,00
18,75
18,50
18,25
18,00
17,75
17,50
ividual Value Plot of Metilen Blue Teradsorpsi vs Konsentrasi NaCl; Suhu Aktiv
Hasil Interpretasi Analisis Adsorpsi Metilen Blue:
Hipotesis
Ho :
1
=
2
=
3
=
4
=
5
Tidak ada perbedaan yang signifikan antara variasi konsentrasi NaCl dan
variasi suhu aktivasi terhadap hasil adsorpsi metilen blue karbon aktif
H
1 :
ji, j (1,2,3,4,5) dengan ij,
i

j
Ada perbedaan yang signifikan antara variasi konsentrasi NaCl dan
variasi suhu aktivasi terhadap hasil adsorpsi metilen blue karbon aktif
Uji homogenitas menunjukkan bahwa nilai P value dari hasil data adsorpsi
metilen blue terhadap konsentrasi NaCl dan suhu aktivasi 0,503 dan 0,438. Nilai P
value menunjukkan nilai yang lebih besar dari dengan tingkat toleransi sebesar
5%, maka varians-varians data adalah homogen, sehingga analisis uji komperatif
dapat dilanjutkan.
172
Analisis statistika hasil data adsorpsi metilen blue menggunakan uji ANOVA two
way menunjukkan bahwa:
a. F
hitung
pada data hasil adsorpsi metilen blue dengan variasi konsentrasi
sebesar 6,26, sedangkan nilai distribusi F
tabel
(5%;4,4) dengan taraf
signifikan sebesar 0,05 adalah 6,39. Karena F
hitung
< F
tabel
maka H
o
diterima dan H
1
ditolak,

artinya tidak terdapat perbedaan yang
signifikan dengan adanya variasi konsentrasi NaCl terhadap hasil
adsorpsi metilen blue karbon aktif.
b. F
hitung
pada data hasil adsorpsi metilen blue dengan variasi suhu
aktivasi sebesar 6,61, dan nilai distribusi F
tabel
(5%;4,4) dengan taraf
signifikan sebesar 0,05 adalah 7,71. Karena F
hitung
< F
tabel
maka H
o
diterima dan H
1
ditolak, yang memberi kesimpulan bahwa tidak
terdapat perbedaan yang signifikan dengan adanya variasi suhu
aktivasi fisika terhadap hasil adsorpsi karbon aktif terhadap metilen
blue.
173
Lampiran 6. Dokumentasi Penelitian

Ban bekas sahan dasar karbon aktif Ban bekas yang sudah dipotong
Ban bekas dibungkus alumunium foil Ban bekas yang telah ditanur

Karbon sebelum ditumbuk Karbon setelah ditumbuk
174
Sumber arus dan panas Fluida dan tabung nitrogen
Digitator pencatat suhu aktivasi flow meter nitrogen
175
Kabon hasil aktivasi fisika Karbon aktivasi fisika variasi
konsentrasi

Karakterisasi berat jenis Larutan iodin sebagai adsorbat
176

Interaksi karbon dengan iodin warna biru filtrat iodin ditetesi iodin


Larutan metilen blue 100 ppm Interaksi karbon dengan metilen blue
177

Filtrat metilen blue setelah Kadar air karbon aktif
diadsorpsi karbon
178
Lampiran 7 Hasil UV-Vis
Kurva Baku Metilen Blue
Tgl. Analisa : 01 Juli 2011
Concentration Analysis Report
Report time 7/01/2011 9:33:50 PM
Method
Batch name D:\A. Yudi-07\kurva baku metilen blue
(01-07-2011).BCN
Application Concentration 3.00(339)
Operator Rika
Instrument Settings
Instrument Cary 50
Instrument version no. 3.00
Wavelength (nm) 664.0
Ordinate Mode Abs
Ave Time (sec) 0.1000
Replicates 3
Standard/Sample averaging OFF
Weight and volume corrections OFF
Fit type Linear
Min R 0.95000
Concentration units mg/L
Comments:
Zero Report
Read Abs nm
________________________________________________
Zero (0.1114) 664.0
Calibration
179
Collection time 7/01 /2011 9:33:56 PM
Standard Concentration F Mean SD %RSD Readings
mg/L
______________________________________________________________________
Std 1 0.0024
0.0023
0.0 0.0024 0.0001 3.54 0.0024
Std 2 0.1837
0.1838
2.0 0.1842 0.0008 0.41 0.1851
Std 3 0.3641
0.3679
4.0 0.3677 0.0035 0.95 0.3710
Std 4 0.6184
0.6174
6.0 0.6172 0.0013 0.21 0.6159
Std 5 0.8937
0.8949
8.0 0.8936 0.0014 0.15 0.8922
Std 6 1.1061
1.1103
10.0 1.1072 0.0028 0.25 1.1051
Calibration eqn Abs = 0.11288*Conc -0.03571
Correlation Coefficient 0.99411
Calibration time 7/01/2011 9:40:31 PM
Lamdha Maks Metilen Blue
Tgl. Analisa : 01 Juli 2011
180
Scan Analysis Report
Report Time : Fri 01 Jul 09:16:59 PM 2011
Method:
Batch: D:\A. Yudi-07\Lamdha maks metilen blue (01-07-2011).DSW
Software version: 3.00(339)
Operator: Rika
Sample Name: Metilen blue
Collection Time 7/01/2011 9:17:34 PM
Peak Table
Peak Style Peaks
Peak Threshold 0.0100
Range 700.0nm to 499.9nm
Wavelength (nm) Abs
________________________________
664.0 1.162
Pengukuran Absorbansi Metilen Blue Sampel Karbon
1. Pada suhu 600C
Tgl. Analisa : 4 Juli 2011
Advanced Reads Report
Report time 7/4/2011 1:38:44 AM
Method
Batch name D:\A. Yudi-07\Absorbansi Metilen Blue pd suhu 600
(04-07-2011).BAB
Application Advanced Reads 3.00(339)
Operator Rika
Instrument Settings
Instrument Cary 50
Instrument version no. 3.00
Wavelength (nm) 664.0
Ordinate Mode Abs
Ave Time (sec) 0.1000
Replicates 3
Sample averaging OFF
Comments:
Zero Report
181
Read Abs nm
________________________________________________
Zero (0.0876) 664.0
Analysis
Collection time 7/4/2011 1:38:44 AM
Sample F Mean SD %RSD Readings
____________________________________________________________
0% (1) 0.5934
0.5936
0.5940 0.0009 0.16 0.5951
0% (2) 0.6659
0.6657
0.6655 0.0005 0.07 0.6650
0% (3) 1.0377
1.0349
1.0374 0.0023 0.22 1.0395
10% (1) 0.5925
0.5912
0.5918 0.0006 0.11 0.5917
10% (2) 0.7880
0.7859
0.7875 0.0015 0.19 0.7887
10% (3) 0.4517
0.4513
0.4515 0.0002 0.04 0.4514
20% (1) 0.5455
0.5476
0.5467 0.0011 0.20 0.5469
20% (2) 0.5404
0.5421
0.5415 0.0009 0.17 0.5419
20% (3) 0.6165
0.6149
0.6159 0.0009 0.14 0.6164
30% (1) 0.5786
0.5790
0.5787 0.0002 0.03 0.5786
30% (2) 0.6017
0.6013
0.6016 0.0003 0.04 0.6018
30% (3) 0.5991
0.5970
0.5976 0.0013 0.22 0.5967
35% (1) 0.8991
0.8985
0.8985 0.0006 0.07 0.8978
182
35% (2) 0.7542
0.7548
0.7551 0.0011 0.14 0.7563
35% (3) 0.8678
0.8633
0.8662 0.0025 0.29 0.8674
2. Pada suhu 650C
Tgl. Analisa : 5 Juli 2011
Advanced Reads Report
Report time 7/5/2011 10:17:09 PM
Method
Batch name D:\A. Yudi-07\Absorbansi Metilen Blue pd suhu 650
(05-07-2011).BAB
Application Advanced Reads 3.00(339)
Operator Rika
Instrument Settings
Instrument Cary 50
Instrument version no. 3.00
Wavelength (nm) 664.0
Ordinate Mode Abs
Ave Time (sec) 0.1000
Replicates 3
Sample averaging OFF
Comments:
Zero Report
Read Abs nm
________________________________________________
Zero (0.0860) 664.0
Analysis
Collection time 7/5/2011 10:17:09 PM
Sample F Mean SD %RSD Readings
____________________________________________________________
0% (1) 0.4407
0.4400
0.4405 0.0004 0.10 0.4408
0% (2) 0.5477
0.5476
0.5477 0.0001 0.02 0.5478
0% (3) 0.4602
0.4594
0.4597 0.0004 0.09 0.4596
10% (1) 0.5232
183
0.5249
0.5243 0.0009 0.18 0.5247
10% (2) 0.4947
0.4936
0.4939 0.0007 0.13 0.4934
10% (3) 0.5945
0.5919
0.5933 0.0013 0.22 0.5935
20% (1) 0.2713
0.2714
0.2714 0.0001 0.03 0.2715
20% (2) 0.3055
0.3055
0.3054 0.0002 0.06 0.3052
20% (3) 0.2527
0.2524
0.2525 0.0002 0.08 0.2523
30% (1) 0.3562
0.3560
0.3560 0.0003 0.08 0.3557
30% (2) 0.4991
0.4987
0.4989 0.0002 0.04 0.4988
30% (3) 0.4937
0.4947
0.4939 0.0007 0.14 0.4934
35% (1) 0.5453
0.5465
0.5458 0.0006 0.12 0.5456
35% (2) 0.5668
0.5661
0.5665 0.0004 0.06 0.5667
35% (3) 0.7420
0.7389
0.7410 0.0018 0.25 0.7422