Anda di halaman 1dari 3

LABORATORIUM FISIKA DAN KALIBRASI AKADEMI KIMIA ANALISIS BOGOR Calibration and Physic Laboratories-Academy for Analytical Chemistry

Nomor/Judul Praktikum Tanggal Praktikum Tempat Praktik Suhu Ruang Kelembaban Tekanan Udara Sampel/Bahan Uji Alat Ukur Utama Ringkasan cara kerja

: Elektroda Selektif Ion / Identifikasi Air : 21 Desember 2012 : Laboratorium Fisika/Kalibrasi AKA Bogor : 280C : 79 %RH : 1011 hPa : Sampel 1, Sampel 2, Sampel 3, Sampel 4, Sampel 5 dan Sampel 6 : 1. Konduktometer : Masing-masing sampel dituang ke dalam gelas piala. Semua sampel diukur menggunakan konduktometer kemudian dicatat hasil pembacaannya. Dilakukan 3 kali pengulangan.

Data Pengamatan Ulangan Sampel DHL 1 2 3 4 5 6 42.5 284 199.1 52.6 49.0 557 1 TDS 20 137 96 25 24 267 DHL 42.5 285 199.3 52.7 49.2 557 2 TDS 20 137 96 25 24 267 DHL 42.5 285 199.3 52.7 49.1 557 3 TDS 20 137 96 25 24 267

Rerata DHL 42.5 284.7 199.2 52.7 49.1 557 TDS 20 137 96 25 24 267

Kesimpulan Pengukuran

Pembahasan : Pengukuran nilai Daya Hantar Listrik (DHL) dan TDS (Total Dissolve Solid) dilakukan menggunakan alat konduktometer dan TDS meter. TDS adalah jumlah total dari ion bermuatan

mobile, termasuk mineral, garam atau logam dilarutkan dalam volume tertentu air, dinyatakan dalam satuan mg per satuan volume air (mg / L), juga disebut sebagai bagian per juta (ppm). TDS adalah langsung berhubungan dengan kemurnian air dan kualitas sistem pemurnian air dan mempengaruhi segala sesuatu yang mengkonsumsi, tinggal di, atau menggunakan air, baik organik atau anorganik, baik untuk lebih baik atau lebih buruk. "Padatan terlarut" mengacu pada setiap mineral, garam, logam, kation atau anion yang terlarut dalam air. Ini mencakup apa pun hadir di air selain air murni (H20) molekul dan padatan tersuspensi. Konduktometer adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengukur konduktivitas

listrik dalam larutan. Umumdigunakan dalam hidroponik, akuakultur dan air tawar sistem untuk memantau jumlah nutrisi garam atau kotoran dalam air. Sampel yang digunakan yaitu PAM, RO, AS-G, dan AMIU. Berdasarkan percobaan diperoleh nilai Daya Hantar Listrik (DHL) sebagai berikut. 1. RO : 30,65 S/cm

2. AS-G : 23,075 S/cm 3. PAM : 742,25 S/cm 4. AMIU : 745,5 S/cm Untuk TDS diperoleh nilai sebagai berikut. 1. PAM 2. Reverse Osmosis 3. Air Suling Galon 4. AMIU : 231,25 ppm : 10,00 ppm : 7,25 ppm : 230,50 ppm

Nilai TDS dari Reverse Osmosis (RO) berdasarkan literatur sebesar 5 ppm sedangkan pada percobaan terbaca 10,00 ppm. Hal ini kemungkinan dikarenakan alat TDS meter yg digunakan tidak selekif ion sehingga semua ion yang terdapat dalam sampel ikut terbaca dan juga kontaminasi dari bahan lain. Nilai Daya Hantar Listrik menurut literature pada Reverse Osmosis sebesar (<200 S/cm). Setelah penambahan HCl, nilai DHL yang diperoleh semakin tinggi. Hal ini dikarenakan HCl merupakan elektrolit kuat sehingga nilai daya hantar listriknya besar.

Kesimpulan Kualitas air dapat diidentifikasi dengan mengukur konduktivitas air tersebut menggunakan konduktometer dan total disolve solid menggunakan TDS meter. Semakin kecil harga yang diberikan maka semakin baik kalitas air tersebut karena kandungan nilai DHL dan TDS menggambarkan jumlah ion-ion logam yang erkandung didalamnya