Anda di halaman 1dari 13

1.

Seismik Refleksi
Teknologi seismic refleksi digunakan untuk eksplorasi minyak dan gas bumi. Secara umum, tujuan utama dari pengukuran seismik adalah untuk memperoleh rekaman yang berkualitas baik. Kualitas rekaman seismik dapat dinilai dari perbandingan sinyal refleksi terhadap sinyal noise (S/N) yaitu perbandingan antara banyaknya sinyal refleksi yang direkam dibandingkan dengan sinyal noisenya dan keakuratan pengukuran waktu tempuh (travel time). Eksplorasi seismik refleksi dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu eksplorasi prospek dangkal dan eksplorasi prospek dalam. Eksplorasi seismik dangkal (shallow seismik reflection) biasanya diaplikasikan untuk eksplorasi batubara dan bahan tambang lainnya. Sedangkan seismik dalam digunakan untuk eksplorasi daerah prospek hidrokarbon (minyak dan gas bumi). Kedua kelompok ini tentu saja menuntut resolusi dan akurasi yang berbeda begitu pula dengan teknik lapangannya. Secara umum, metode seismik refleksi terbagi atas tiga bagian penting yaitu : 1. Akuisisi data seismik yaitu merupakan kegiatan untuk memperoleh data dari lapangan yang disurvei. 2. Pemrosesan data seismik sehingga dihasilkan penampang seismik yang mewakili daerah bawah permukaan yang siap untuk diinterpretasikan 3. Interpretasi data seismik untuk memperkirakan keadaan geologi di bawah permukaan dan bahkan juga untuk memperkirakan material batuan di bawah permukaan.

Akusisi Data Seismik Untuk memperoleh hasil pengukuran seismik refleksi yang baik, diperlukan pengetahuan tentang sistem perekaman dan parameter lapangan yang baik

pula.Parameter akan sangat ditentukan oleh kondisi lapangan yang ada yaitu berupa kondisi geologi daerah survei. Teknik-teknik pengukuran seismik meliputi : 1. Sistem Perekaman Seismik Tujuan adalah untuk memperoleh pengukuran travel time dari sumber energi ke penerima. Keberhasilan akusisi data bisa bergantung pada jenis sumber energi yang dipilih. Sumber energi seismik dapat dibagi menjadi dua yaitu sumber impulsif dan vibrator. Sumber impulsif adalah sumber energi seismik dengan transfer energinya terjadi secara sangat cepat dan suara yang dihasilkan sangat kuat, singkat dan tajam. Sumber energi impulsif untuk akuisisidata seismik yang digunakan untuk akusisi data seismik di laut adalah air gun. Sumber energi vibrator merupakan sumber energi dengan durasi beberapa detik. Panjang sinyal input dapat bervariasi. Gelombang outputnya berupa gelombang sinusoidal. Seismik refleksi resolusi tinggi menggunakan vibrator dengan frekuensi 125 Hz atau lebih.

Prosedur Interpretasi Data Tahap-tahap interpretasi data seismic adalah sebagai berikut : 1. Lukis kurva waktu jalar gelombang terhadap jarak antar geophone. Sebut sebgaia kurva travel time. 2. Lakukan koreksi pada kurva travel time sehingga waktu tempuh yang diperlukan gelombang seismic untuk menmpuh jarak yang sama dalam arah yang berlawanan adalah sama. 3. Lukis kurva velocity travel time yang sesuai. 4. Penentuan kecepatan jalar gelombang pada tiap lapisan didasarkan pada harga seper kemiringan (seper gradient/slope) dari kurva travel time maupun dari velocity travel time. Kecepatan jalar gelombang pada lapisan pertama diperoleh dari gelombang langsung, sedangkan lapisan berikutnya diperoleh dari gelombang bias.

Kecepatan sebenarnya (true velocity) diperoleh dari seperkemiringan kurva velocity travel time yang dihitung dengan mengkombinasikan dua travel time dari lapisan yang sama. Apabila velocity travel time yang diperoleh dari kombinasi antara dua buah travel dari kecepatan semu (apparent velocity). Setelah diketahui harga kecepatan jalar yang sebenarnya, lalu lukislakan harga kecepatan tersebut dari titik perpotongan kurva velocity travel time dengan sumbu waktu.

Pengolahan Data Seismik Tujuan dari pengolahan data seismik adalah untuk memperoleh

gambaran yang mewakili lapisan-lapisan di bawah permukaan bumi. Tujuan utama pemrosesan data seismik menurut VAN DER KRUK (2001) adalah: 1. Untuk meningkatkan signal to noise ratio (S/N) 2. Untuk memperoleh resolusi yang lebih tinggi dengan mengadaptasikan bentuk gelombang sinyal 3. mengisolasi sinyal-sinyal yang diinginkan (mengisolasi sinyal refleksi dari multiple dan gelombang-gelombang permukaan) 4. Untuk memperoleh gambaran yang realistik dengan koreksi geometri 5. Untuk memperoleh informasi-informasi mengenai bawah permukaan

(kecepatan, reflektivitas, dll). Secara garis besar urutan pengolahan data seismik menurut SANNY (2004) adalah sebagai berikut : 1. Field Tape Data seismik direkam ke dalam pita magnetik dengan standar format tertantu. Standarisasi ini dilakukan oleh SEG (Society of Exploration Geophysics). Magnetic tape yang digunakan biasanya adalah tape dengan format: SEG-A, SEG-B, SEG-C, SEG-D, dan SEG-Y. Format data terdiri dari header dan

amplitudo. Header berisi informasi mengenai survei, project dan parameter yang digunakan dan informasi mengenai data itu sendiri.

2. Demultiplex Data seismik yang tersimpan dalam format multiplex dalam pita magnetic lapangan sebelum diperoses terlebih dahulu harus diubah susunannya. Data yang tersusun berdasarkan urutan pencuplikan disusun kembali berdasarkan receiver atau channel (demultiplex). Proses ini dikenal dengan demultiplexing. 3. Gain Recovery Akibat adanya penyerapan energi pada lapisan batuan yang kurang elastis dan efek divergensi sferis maka data amplitudo (energi gelombang) yang direkam mengalami penurunan sesuai dengan jarak yang ditempuh. Untuk menghilangkan efek ini maka perlu dilakukan pemulihan kembali energi yang hilang sedemikian rupa sehingga pada setiap titik seolah-olah datang dengan jumlah energi yang sama. Proses ini dikenal dengan istilah Automatic Gain Control (AGC) sehingga nantinya menghasilkan kenampakan data seismik yang lebih mudah diinterpretasi. 4. Editing dan Muting Editing adalah proses untuk menghilangkan semua rekaman yang buruk, sedangkan mute adalah proses untuk menghilangkan sebagian rekaman yang diperkirakan sebagai sinyal gangguan seperti ground roll, first break dan lainnya yang dapat mengganggu data. 5. Koreksi statik Koreksi ini dilakukan untuk menghilangkan pengaruh topografi (elevasi shot dan receiver) sehingga shot point dan receiver seolah-olah ditempatkan pada datum yang sama.

6. Dekonvolusi Dekonvolusi dilakukan untuk menghilangkan atau mengurangi

pengaruh ground roll, multiple, reverberation, ghost serta memperbaiki bentuk wavelet yang kompleks akibat pengaruh noise. Dekonvolusi merupakan proses invers filter karena konvolusi merupakan suatu filter 7. Analisis Kecepatan Tujuan dari analisis kecepatan adalah untuk menentukan kecepatan yang sesuai untuk memperoleh stacking yang terbaik. Pada grup trace dari suatu titik pantul, sinyal refleksi yang dihasilkan akan mengikuti bentuk pola hiperbola. Prinsip dasar analisa kecepatan pada proses stacking adalah mencari persamaan hiperbola yang tepat sehingga memberikan stack yang maksimum. 8. Koreksi Dinamik/Koreksi NMO Koreksi ini diterapkan untuk mengoreksi efek adanya jarak offset antara shot point dan receiver pada suatu trace yang berasal dari satu CDP (Common Depth Point). Koreksi ini menghilangkan pengaruh offset sehingga seolah-olah gelombang pantul datang dalam arah vertikal (normal incident). 9. Stacking Stacking adalah proses penjumlahan trace-trace dalam satu gather data yang bertujuan untuk mempertinggi sinyal to noise ratio (S/N). Proses ini biasanya dilakukan berdasarkan CDP yaitu trace-trace yang tergabung pada satu CDP dan telah dikoreksi NMO kemudian dijumlahkan untuk mendapat satu trace yang tajam dan bebas noise inkoheren.

10. Migrasi Migrasi adalah suatu proses untuk memindahkan kedudukan reflektor pada posisi dan waktu pantul yang sebenarnya berdasarkan lintasan gelombang. Hal ini disebabkan karena penampang seismik hasil stack belumlah mencerminkan kedudukan yang sebenarnya, karena rekaman normal incident belum tentu

tegak lurus terhadap bidang permukaan, terutama untuk bidang reflektor yang miring. Selain itu, migrasi lipatan). juga dapat menghilangkan pengaruh difraksi gelombang yang muncul akibat adanya struktur-struktur tertentu (patahan,

Eksplorasi seismik adalah istilah yang dipakai di dalam bidang Geofisika untuk menerangkan aktivitas pencarian sumber daya alam dan mineral yang ada di bawah permukaan bumi dengan bantuangelombang seismik. Hasil rekaman yang diperoleh dari survei ini disebut dengan Penampang gelombang. Eksplorasi seismik atau eksplorasi dengan menggunakan metode seismik banyak dipakai oleh perusahaan-perusahaan minyak untuk melakukan pemetaan struktur di bawah permukaan bumi untuk bisa melihat kemungkinan adanya jebakan-jebakan minyak berdasarkan interpretasi dari penampang seismiknya. Di dalam eksplorasi seismik dikenal 2 macam metode, yaitu:

1. Metode seismik pantul 2. Metode seismik bias

Metode seismik
Metode seismik adalah suatu metode dalam geofisika yang digunakan untuk mempelajari struktur dan strata bawah permukaan bumi. Metode ini memanfaatkan perambatan, pembiasan, pemantulan gelombang gempa. Dengan menggunakan metode ini akan memudahkan pekerjaan eksplorasi hidrokarbon karena dengan metode seismik dapat diselidiki batuan yang diperkirakan mengandung hidrokarbon atau tidak. Tentu saja metode ini pun harus didukung oleh adanya data data geologi yang lengkap. Secara umum dalam suatu langkah eksplorasi hidrokarbon, urutan penggunaan metode seismik adalah sebagai berikut : 1. Pengambilan data seismik ( Seismic Data Acquisition ) 2. Pengolahan data seismic ( Seismic Data Processing ) 3. Interpretasi data Seismik ( Seismic Data Interpretation ) Pengolahan data seismik bertujuan untuk mendapatkan gambaran struktur geologi bawah permukaan yang mendekati struktur yang sebenarnya. Hal ini dapat dicapai apabila rasio antara sinyal seismik dengan sinyal gangguan (S/N ratio) cukup tinggi. Karena proses pengolahan data akan mempengaruhi seseorang interpreter dalam melakukan interpretasi, maka diperlukan proses pengolahan data yang baik, tepat dan akurat. Kesalahan sedikit dalam processing akan menyebabkan seorang interpreter menginterpretasikan yang salah juga.

Sumber daya alam khususnya minyak bumi (hydrocarbon) adalah sumber daya energi yang paling dicari dan dibutuhkan oleh umat manusia untuk memenuhi kebutuhan kehidupan seharihari. Untuk itu dalam industri perminyakan membutuhkan teknologi yang tepat guna untuk mengetahui keberadaan minyak bumi yang berada dibawah permukaan, dengan mempertimbangkan modal biaya, kecanggihan teknologi, dan akurasi dari hasil eksplorasi yang dilakukan. Dalam hal ini, metode seismik adalah metode yang paling populer dalam eksplorasi minyak bumi. Kecanggihan teknologinya dalam bidang akuisisi data, pengolahan data maupun penunjang interpretasi akan sangat menentukan berhasil atau tidaknya suatu eksplorasi. Eksplorasi seismik merupakan kegiatan yang meliputi tiga tahapan, yaitu pengambilan data (data aquisition), pengolahan data (data processing) dan interpretasi data seismik (data interpretation). Pada tahap akuisisi akan sangat berpengaruh terhadap kualitas data yang

didapatkan. Oleh karena itu perlu diperhatikan beberapa parameter-parameter lapangan sehingga dalam pelaksanaannya akan diperoleh informasi target sedetail mungkin dengan noise yang serendah mungkin (S/N ratio tinggi). Tahapan selanjutnya adalah melakukan pengolahan data seismik untuk menghasilkan penampang seismik dengan S/N ratio yang tinggi tanpa mengubah kenampakan - kenampakan refleksi dengan kata lain meredam noise dan memperkuat sinyal (Sismanto,1996). Tahapan akhir adalah menginterpretasikan penampang seismik dari hasil pengolahan data untuk memperkirakan keberadaan ada tidaknya hidrokarbon yang dikaitkan dengan kenampakan geologi yang ada. Dan hasil akhir dari interpretasi adalah lokalisasi daerahdaerah prospek hidrokarbon dan proposal titik pemboran baik untuk eksplorasi maupun sumursumur development. Di dalam eksplorasi seismik dikenal 2 macam metode, yaitu : metode seismik pantul (refleksi) dan metode seismik bias (refraksi). Seismik refleksi adalah metoda geofisika dengan menggunakan gelombang elastis yang dipancarkan oleh suatu sumber getar yang biasanya berupa ledakan dinamit (pada umumnya digunakan di darat, sedangkan di laut menggunakan sumber getar (sumber getar berupa air gun, boomer atau sparker). Dalam eksplorasi minyak dan gas bumi, seismik refleksi lebih lazim digunakan dari pada seismik refraksi. Hal tersebut disebabkan karena seismik refleksi mempunyai kelebihan dapat memberikan informasi yang lebih lengkap dan baik mengenai keadaan struktur bawah permukaan. Selain itu, seismic refleksi menghasilkan penetrasi yang lebih dalam dari pada seismik refraksi sehingga akan memberikan informasi yang lebih perlapisan batuan. Eksplorasi seismik refleksi dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu eksplorasi prospek dangkal dan eksplorasi prospek dalam. Eksplorasi seismik dangkal ( shallow seismic reflection) biasanya diaplikasikan untuk eksplorasi batubara dan bahan tambang lainnya. Sedangkan seismik dalam digunakan untuk eksplorasi daerah prospek hidrokarbon (minyak dan gas bumi). Kedua kelompok ini tentu saja menuntut resolusi dan akurasi yang berbeda begitu pula dengan teknik lapangannya. Secara umum, metode seismik refleksi terbagi atas tiga bagian penting yaitu pertama adalah akuisisi data seismik yang merupakan kegiatan untuk memperoleh data dari lapangan yang disurvei, kedua adalah pemrosesan data seismik sehingga dihasilkan penampang seismik yang mewakili daerah bawah permukaan yang siap untuk diinterpretasikan, dan yang ketiga adalah interpretasi data seismik untuk memperkirakan keadaan geologi di bawah permukaan dan bahkan juga untuk memperkirakan material batuan di bawah permukaan.Sehingga akan memudahkan interpreter untuk menginterpretasi kondisi subsurface (Nuratmaja, 1996).

Metode seismik merupakan salah satu bagian dari seismologi eksplorasi yang dikelompokkan dalam metode geofisika aktif, dimana pengukuran dilakukan dengan menggunakan sumber seismik (palu, ledakan,dll). Setelah usikan diberikan, terjadi gerakan gelombang di dalam medium (tanah/batuan) yang memenuhi hukum-hukum elastisitas ke segala arah dan mengalami pemantulan ataupun pembiasan akibat munculnya perbedaan kecepatan. Kemudian, pada suatu jarak tertentu, gerakan partikel tersebut di rekam sebagai fungsi waktu. Berdasar data rekaman inilah dapat diperkirakan bentuk lapisan/struktur di dalam tanah. Eksperimen seismik aktif pertama kali dilakukan padatahun 1845 oleh Robert Mallet, yang oleh kebanyakan orang dikenal sebagai bapak seismologi instrumentasi. Mallet mengukur waktu transmisi gelombang seismik,yang dikenal sebagai gelombang permukaan, yang dibangkitkan oleh sebuah ledakan. Mallet meletakkan sebuah wadah kecil berisi merkuri pada beberapa jarak dari sumber ledakan dan mencatat waktu yang diperlukan oleh merkuri untuk be-riak. Pada tahun 1909, Andrija Mohorovicic menggunakan waktu jalar dari sumber gempa bumi untuk eksperimennya dan menemukan keberadaan bidang batas antara mantel dan kerak bumi yang sekarang disebut sebagai Moho. Hukum Fisika Gelombang Seismik Gelombang seismik mempunyai kelakuan yang sama dengan kelakuan gelombang cahaya, sehingga hukum-hukum yang berlaku untuk gelombang cahaya berlaku juga untuk gelombang seismik. Hukum-hukum tersebut antara lain: 1. Huygens mengatakan bahwa gelombang menyebar dari sebuah titik sumber gelombang ke segala arah dengan bentuk bola. 2. Hukum snellius menyatakan bahwa bila suatu gelombang jatuh diatas bidang batas dua medium yang mempunyai perbedaan densitas, maka gelombang tersebut akan dibiaskan jika sudut datang gelombang lebih kecil atau sama dengan sudut kritisnya. Gelombang akan dipantulkan jika sudut datangnya lebih besar dari sudut kritisnya. Gelombang datang, gelombang bias, gelombang pantul terletak pada suatu bidang datar.

Di dalam eksplorasi seismik dikenal 2 macam metode, yaitu: 1. Metode seismik bias (refraksi)

Metoda seismik bias Seismik refraksi dihitung berdasarkan waktu jalar gelombang pada tanah/batuan dari posisi sumber ke penerima pada berbagai jarak tertentu. Pada metode ini, gelombang yang terjadi setelah gangguan pertama (first break) diabaikan,sehingga sebenarnya hanya data first break saja yang dibutuhkan. Parameter jarak (offset) dan waktu jalar dihubungkan oleh cepat rambat gelombang dalam medium. Kecepatan tersebut dikontrol oleh sekelompok konstanta fisis yang ada di dalam material dan dikenal sebagaiparameter elastisitas batuan. 2. Metode seismik pantul (refleksi)

Metoda seismik pantul Sedangkan dalam seismik refleksi, analisis dikonsentrasikan pada energi yang diterima setelah getaran awal diterapkan. Secara umum, sinyal yang dicari adalah gelombanggelombang yang terpantulkan dari semua interface antar lapisan di bawah permukaan. Analisis yang dipergunakan dapat disamakan dengan echo sounding pada teknologi bawah air, kapal, dan sistem radar. Informasi tentang medium juga dapat diekstrak dari bentuk dan amplitudo gelombang refleksi yang direkam.Struktur bawah permukaan dapat cukup kompleks, tetapi analisis yang dilakukan masih sama dengan seismik refraksi, yaitu analisis berdasar kontras parameter elastisitas medium. Keunggulan & Kelemahan Metoda Seismik Kelemahan Banyaknya data yang dikumpulkan dalam sebuah survei akan sangat besar jikadiinginkan data yang baik Perolehan data sangat mahal baik akuisisi dan logistik dibandingkan dengan metode geofisika lainnya. Dapat dipergunakan untuk membatasi Reduksi dan prosesing membutuhkan banyak kenampakan stratigrafi dan beberapa waktu, membutuhkan komputer mahal kenampakan pengendapan. danahli-ahli yang banyak. Respon pada penjalaran gelombang seismic Peralatan yang diperlukan dalam akuisisi bergantung dari densitas batuan dan konstanta umumnya lebih mahal dari metode geofisika elastisitas lainnya. Sehingga,setiap perubahan lainnya. konstanta tersebut (porositas, permeabilitas, kompaksi, dll) pada prinsipnya dapat diketahui dari metode seismik. Memungkinkan untuk deteksi langsung Deteksi langsung terhadap kontaminan, terhadap keberadaan hidrokarbon misalnya pembuangan limbah, tidak dapat dilakukan. Keunggulan Dapat mendeteksi variasi baik lateral maupun kedalaman dalam parameter fisis yang relevan, yaitu kecepatan seismik. Dapat menghasilkan citra kenampakan struktur di bawah permukaan Perbandingan Seismik Refraksi dan Refleksi Metode Seismik Bias (Refraksi) Keunggulan Pengamatan refraksi membutuhkan lokasi sumber dan penerima yang kecil, sehingga relatif murah dalam pengambilan datanya Metode Seismik Pantul (Refleksi) Kelemahan Karena lokasi sumber dan penerima yang cukup lebar untuk memberikan citra bawah permukaan yang lebih baik, maka biaya akuisisi menjadi lebih mahal. Prosesing refraksi relatif simpel dilakukan Prosesing seismik refleksi memerluakn kecuali proses filtering untuk memperkuat komputer yang lebih mahal, dan sistem data sinyal first berak yang dibaca. base yang jauh lebih handal. Karena pengambilan data dan lokasi yang Karena banyaknya data yang direkam, cukup kecil, maka pengembangan model pengetahuan terhadap database harus kuat, untuk interpretasi tidak terlalu sulit dilakukan diperlukan juga beberapa asumsi tentang seperti metode geofisika lainnya. model yang kompleks dan interpretasi membutuhkan personal yang cukup ahli.

Kelemahan Keunggulan Dalam pengukuran yang regional , Seismik Pengukuran seismik pantul menggunakan refraksi membutuhkan offset yang lebih lebar. offset yang lebih kecil Seismik bias hanya bekerja jika kecepatan Seismik pantul dapat bekerja bagaimanapun gelombang meningkat sebagai fungsi perubahan kecepatan sebagai fungsi kedalaman. kedalaman Seismik bias biasanya diinterpretasikan dalam pantul lebih mampu melihat struktur yang bentuk lapisan-lapisan. Masing-masing lapisan lebih kompleks memiliki dip dan topografi. Seismik bias hanya menggunakan waktu tiba Seismik pantul merekan dan menggunakan sebagai fungsi jarak (offset) semua medan gelombang yang terekam. Model yang dibuat didesain untuk Bawah permukaan dapat tergambar secara menghasilkan waktu jalar teramati. langsung dari data terukur Tahapan Seismik Metode seismik refleksi merupakan metode geofisika yang umumnya dipakai untuk penyelidikan hidrokarbon. Biasanya metode seismik refleksi ini dipadukan dengan metode geofisika lainnya, misalnya metode grafitasi, magnetik, dan lain-lain. Namun metode seismik refleksi adalah yang paling mudah memberikan informasi paling akurat terhadap gambaran atau model geologi bawah permukaan dikarenakandata-data yang diperoleh labih akurat. Pada umumnya metode seismik refleksi terbagi atas tiga tahapan utama, yaitu: 1. Pengumpulan data seismik (akuisisi data seismik): semua kegiatan yang berkaitan dengan pengumpulan data sejak survey pendahuluan dengan survey detail. 2. Pengolahan data seismik (processing data seismik): kegiatan untuk mengolah data rekaman di lapangan (raw data) dan diubah ke bentuk penampang seismik migrasi. 3. Interpretasi data seismik: kegiatan yang dimulai dengan penelusuran horison, pembacaan waktu, dan plotting pada penampang seismik yang hasilnya disajikan atau dipetakan pada peta dasar yang berguna untuk mengetahui struktur atau model geologi bawah permukaan. Seismik Refleksi Untuk Eksplorasi Seismik refleksi adalah metoda geofisika dengan menggunakan gelombang elastis yang dipancarkan oleh suatu sumber getar yang biasanya berupa ledakan dinamit (pada umumnya digunakan di darat, sedangkan di laut menggunakan sumber getar (pada media air menggunakan sumber getar berupa air gun, boomer atau sparker). Gelombang bunyi yang dihasilkan dari ledakan tersebut menembus sekelompok batuan di bawah permukaan yang nantinya akan dipantulkan kembali ke atas permukaan melalui bidang reflektor yang berupa batas lapisan batuan. Gelombang yang dipantulkan ke permukaan ini diterima dan direkam oleh alat perekam yang disebut geophone (di darat) atau Hydrophone (di laut), (Badley, 1985). Refleksi dari suatu horison geologi mirip dengan gema pada suatu muka tebing atau jurang. Metoda seismic refleksi banyak dimanfaatkan untuk keperluan Explorasi perminyakan, penetuan sumber gempa ataupun mendeteksi struktur lapisan tanah. Seismik refleksi hanya mengamati gelombang pantul yang datang daribatas-batas formasi geologi. Gelombang pantul ini dapat dibagi atas beberapa jenis gelombang yakni: Gelombang-P, Gelombang-S, Gelombang Stoneley, dan Gelombang Lov

DAFTAR PUSTAKA

http://onephysics.blogspot.com/2011/01/eksplorasi-seismik.html http://aninnaim.community.undip.ac.id/2010/03/16/seismik-eksplorasi/ http://benkdash.multiply.com/journal/item/1?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem http://hendragalus.wordpress.com/2011/07/11/metoda-seismik-dalam-geofisika/