Anda di halaman 1dari 5

BAB II PENDAHULUAN Pencernaan merupakan suatu proses pemecahan bahan makanan dari bentuk kasar menjadi bentuk yang

lebih sederhana agar dapat diserap oleh tubuh. Proses pencernaan makanan tersebut dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu proses pencernaan makanan secara mekanik dan kimiawi. Pencernaan mekanik adalah penghancuran fisik makanan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil yang melibatkan organ-organ saluran pencernaan mulai dari mulut sampai ke usus besar. Sedangkan proses kimiawi adalah proses pencampuran bahan makanan dengan enzim-enzim pencernaan, mulai dari mulut sampai ke usus halus. Dalam proses tersebut, makanan yang semula berupa molekul kompleks diubah menjadi senyawa sederhana yang dapat dimanfaatkan oleh tubuh. Pencernaan juga bisa mengalami gangguan (gangguan pencernaan). Gangguan pencernaan ini merupakan salah satu gangguan penyakit yang terjadi pada bagian pencernaan manusia gangguan pencernaan ini menyebabkan gangguan pada aktivitas yang sedang dijalankan oleh penderitanya. Hal ini disebabkan oleh rasa mual, mulas, tak bertenaga dan sebagainya. Penyebabpenyakit gangguan pencernaan yang paling utama adalah pola makan yang mungkin tidak sehat.

BAB III PEMBAHASAN 111.1 MACAM-MACAM PENYAKIT GANGGUAN PENCERNAAN A. GASTRITIS penyakit ini merupakan peradangan yang terjadi di mukosa lambung yang sering terjadi pada orang yang berusia lanjut. Penyakit ini tidak begitu berbahaya, namun lama kelamaan menyebabkan kerusakan mukosa lambung serta bersifat akut. Penyakit ini bisa disebabkan oleh terlalu banyak minum alkohol, penggunaan obat-obat anti peradangan nonsteroid jangka panjang. B. APENDICITIS apendikitis merupakan penyakit gangguan pencernaan yang menyebabkan radang usus buntu atau pembengkakan usus buntu. Penyabab apendicitis adalah penyumbatan usus buntu (misalnya oleh kotoran), usus buntu berbelit, parasit(cacing), dan adhesi dinding usus. C. DIARE diare merupakan gangguan pencernaan yang menyebabkan feses sangat cair karena peristaltik atau gerakan otot-otot pencernaan yang terlalu cepat. Penyebab penyakit diare bisa karena makanan, stres atau organisme yang menyebabkan kerusakan pada bagian dinding sel usus. Selain itu, berikut ini merupakan beberapa penyebab diare lainnya, yaitu; 1). Infeksi oleh bakteri, virus, atau parasit. 2). Alergi terhadap makanan atau obat tertentu. 3). Pemanis buatan

D. KONSTIPASI konstipasi sering juga disebut dengan penyakit sembelit merupakan gangguan pencernaan yang menyebabkan sulitnya buang air besar atau defekasi. Salah satu penyeab konstipasi adalah diabetes karena diabetes yang tidak dikendalikan bisa menyebabkan kerusakan saraf yang berpengaruh pada kemampuan tubuh mencerna makanan selain itu juga karena kekurangan cairan yang menyebabkan tinja menjadi keras dan sulit dikeluarkan. E. MALDIGESTI maldigesti merupakan penyakit gangguan pencernaan karena terlalu banyak makan dan merangsang satu zat tertentu pada lambung. Maldigesti dapat terjadi karena produksi enzim untuk mencerna karbohidrat tidak memadai. F. PAROTITIS parotitis merupakan infeksi pada bagian kelenjarparotis dan disebut juga sebagai penyakit gondong. Parotitis disebabkan karena suatu penyakit menulardimana seseorang terinfeksi oleh virus paramyxovirus yang menyerang kelenjar ludah. G. MAAG penyakit ini disebut juga radang lambung yang biasanya disebabkan oleh infeksi Helicobacterpylori. penyakit maag muncul akibat kesalahan dalam menerapkan pola makan dan gaya hidup yang kurang sehat. H. XEROSTOMIA xerostomia merupakan penyakit gangguan pencernaan yang menyebabkan produksi air liur yang jumlahnya sangat sedikit. Penyebab penyakit ini antara lain; 1). Gangguan pada kelenjar saliva Ada beberapa penyakit lokal tertentuyang mempengaruhi kelenjar saliva dan menyebabkan berkurangnya kelenjar saliva. 2). Keadaan fisiologis Pada saat berolahraga atau berbicara lama dapat membuat kekurangan saliva

111.11 PENYIMPULAN PENYEBAB SECARA UMUM Penyakit gangguan sistem pencernaan seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya dapa disebabkan oleh beberapa faktor secara umum, yaitu; 1). Pola makan yang salah 2). Infeksi dari bakteri, mikroba lainnya atau cacing 3). Terdapat kelainnan pada sistem pencernaan itu sendiri seperti akibat tumor, infeksi, atau pelebaran pembuluhnya. 111.111 PENCEGAHAN Tindakan yang paling tepat adalah dengan pencegahan. Kita dapat melakukan beberapa pencegahan penyakit gangguan pencernaan . Berikut beberapa tindakan pencegahan yang bisa dilakukan; 1). Konsumsi serat setiap harinya Jumlah serat yang dianjurkan setiap harinya adalah sekitar 10-15 gram. 2). Mengurangi porsi dengan mengunyah Mengunyah dapat membantu proses pencernaan dan hal ini sering kali dilupakan. 3). Berolahraga secara teratur dan mengelola stres Dengan melakukan aktivitas fisik, maka gangguan pencernaan akan terhindari. 4). Batasi konsumsi zat anti asam Beberapa zat asam dapat naik ke kerongkongan dan dapat menyebabkan sensasi terbakar.

DAFTAR PUSTAKA

Umar namawi. 2013. Fisiologi Manusia. Padang: UNP Nirwandi. 2012. Fisiologi. Padang: UNP http://macammacampenyakit.com http://totalkesehatananda.com http://health.kompas.com http://penyebabmaag.com