Anda di halaman 1dari 4

Penyulang Zaenal Sakse Dari Gardu Induk Polehan

Penyulang Zaenal Sakse merupakan salah satu penyulang yang disuplay dari gardu induk Polehan yaitu melalui trafo 2. Peralatan yang terdapat pada penyulang Zaenal Sakse No 1. 2. 3. 4. 5. 6. Peralatan Gardu Distribusi 1 Tiang Gardu Distribusi 2 Tiang LBS PCT AVS CO Jurusan Jumlah 8 29 5 2 3 2

LBS (Load Breaker Switch) Saklar yang menghubungkan dan memutuskan sirkit pada jaringan distribusi tenaga listrik dalam kondisi berbeban. Terdapat dua jenis LBS yaitu manual dan motoric. LBS manual tidak dapat bekerja secara otomatis pada waktu terjadi gangguan, dibuka atau ditutup secara manual oleh petugas. Sedangkan LBS morotic penutupan dan pembukaan saklar digerakkan oleh motor yang dapat dioperasikan oleh operator. Pada penyulang Zaenal Sakse terdapat 5 LBS (2 Aktif/NC dan 3 Pasif/NC). Dimana pada LBS pasif/NC disebut LBS backup, merupakan batasan daerah dengan penyulang lain. LBS ini akan aktif menjadi NC ketika pada suplai GI Polehan terjadi maneuver sehingga dapat disuplai dari penyulang lain. PCT (Potential Current Transformer) Merupakan peralatan yang berfungsi untuk menurunkan nilai arus dan tegangan untuk keperluan pengukuran dan proteksi (sensor). Penyulang Zaenal Sakse mempunyai 2 PCT, dalam hal ini PCT digunakan untuk transakasi energy listrik dengan wilayah rayon lain dan sebagai

pembatas unit pelayanan. Yaitu antara wil. UPJ kota dengan wil. UPJ Kebun Agung, wil. UPJ Kebun Agung dengan wil. UPJ Dinoyo.

AVS (Automatic Vacuum Switch) Merupakan sakelar seksi otomatis (SSO) yang berfungsi sebagai alat pemutus secara otomatis untuk membebaskan section-section yang terganggu dari suatu system distribusi atau dengan kata lain dapat melokalisir gangguan pada section yang terganggu sehingga section yang sehat tetap mendapatkan catu daya listrik. AVS atau SSO di pasang di PLN distribusi Jawa Timur merupakan AVS dengan prinsip deteksi tegangan. AVS juga dilengkapi dengan pengaturan waktu (Timer) dengan seting t-1 = 0,5 detik, t-2 = 5 detik dan t-3 = 10 detik. CO (Cut Out) Adalah peralatan proteksi yang bekerja apabila terjadi gangguan arus hubung singkat. Alat ini akan memutuskan rangkaian listrik yang satu dengan yang lain apabila dilewati arus yang melewati kapasitas kerjanya. Biasanya CO dipasang pada Brand Slane / cabang.

Zona dan Section a. Section Area jaringan distribusi tegangan menengah yang dapat dibatasi oleh pemutus arus ataupun alat proteksi. Alat pemutus arus tersebut dapat berupa LBS (load breaker switch) dan AVS (automatic vacuum switch). Sedangkan alat pemutus tersebut berupa recloser atau PBO.

Tujuan dari dibaginya beberapa section adalah untuk menimalisir area terjadinya suatu gangguan. Penyulang Zaenal Sakse terbagi menjadi : Section 1 : dari GI Polehan sampai LBS Wekudoro Section 2 : dari LBS Werkudoro sampai AVS Cukam Section 3 : dari AVS Cukam sampai LBS Al. Suryani

Section 4 : dari LBS Al. Suryani sampai AVS Brigjen Katamso Section 5 : dari AVS Brigjen Katmso sampai LBS Tanjung

b.

Zona Zona merupakan pembatasan area jaringan distribusi tegangan menengah berdasarkan pada pengelompokan daerah kerja. Di dalam satu zona terdapat beberapa Unit Kerja Jaringan atau Rayon. Dibentuknya zona memiliki tujuan untuk pengawasan, kompetisi serta mempermudah pengontrolan ketika terjadi gangguan. Di kota malang terdapat empat zona yaitu 1. Zona I Meliputi Rayon Kebonagung, Rayon Kota, Rayon Dinoyo, dan Rayon Blimbing. 2. Zona II Meliputi Rayon Lawang, Rayon Singosari, Rayon Batu, dan Rayon Ngantang. 3. Zona III Meliputi Rayon Tumpang, Rayon Bululawang, Rayon Gondanglegi, dan Rayon Dampit. 4. Zona IV Meliputi Rayon Kepanjen, dan Rayon Sumberpucung.

Penyulang Zaenal Sakse termasuk Zona 1 dengan Rayon Dinoyo.

Koordinasi Pengaman pada Penyulang Zaenal Sakse Untuk mendapatkan pengamanan yang selektif, maka penyetelan waktu relai pengaman arus lebih harus dibuat secara bertingkat. Misalkan terjadi gangguan pada line gardu distribusi 571.

1. Titik pada gardu distibusi 571 kita anggap terjadi gangguan, sehingga PMT trip dan secton 1, section 2, section 3, section 4 dan section 5 tidak bertegangan. 2. AVS Cukam dan AVS Brigjen Katamso akan membuka setelah selang waktu t-3 = 0,5 detik.

3. PBO 1 bekerja dan setelah mencapai waktu 60 detik, PMT Penyulang masuk kembali (Reclose 1), kemudian selang waktu t-1 = 10 detik setelah AVS Cukam merasakan tegangan maka AVS Cukam dan AVS Brigjen Katamso akan menutup. 4. Karena di section 5 B masih ada gangguan maka PMT Penyulang trip lagi. AVS Cukam & AVS Brigjen Katamso langsung mengunci karena waktu merasakan tegangan cepat sekali (lebih kecil dari waktu t-2 = 5 detik). 5. PBO 2 bekerja dan setelah mencapai waktu 180 detik , PMT Penyulang masuk kembali (Reclose 2) dan section 1 ,section 2, section 3 dan section 4 bertegangan sedangkan section 5 padam.