Anda di halaman 1dari 16

BAHAYA MENGINTAI AKIBAT FATTY LIVER

Sunday, 13 May 2012 22:01

PENDAHULUAN
Seiring dengan perubahan gaya hidup modern terutama di kota besar seperti kurangnya aktifitas fisik, banyak konsumsi makanan berlemak (junk food) dan tinggi karbohidrat serta kebiasan minum alhohol yang berlebihan dapat menyebabkan perlemakan hati atau di kenal dengan istilah Fatty Liver. Fatty liver merupakan penyakit hati kronis yang sering terjadi di masyarakat selain penyakit hati akibat virus. Fatty liver dapat menyerang di segala usia bahkan pada anak- anak yang gemuk, namun tersering pada usia di atas 30 tahun. Data dari Amerika Serikat, fatty liver terjadi pada 25-35% jumlah populasi. Biasanya penderita tidak mengetahui kalau menderita fatty liver dan baru mengetahuinya saat melakukan medical check up lengkap rutin atau saat melakukan pemeriksaan karena penyakit lain. Biasanya ditandai dengan adanya peningkatan SGOT, SGPT tanpa disertai adanya infeksi hati (hepatitis) akibat virus serta dari hasil USG perut (abdomen). Fatty liver tidaklah berbahaya, namun untuk jangka panjang fatty liver sering berpotensi menjadi penyebab kerusakan hati dan sirosis hati. Dengan melakukan deteksi dini, penanganan yang tepat serta perubahan gaya hidup sehat di harapkan dapat terhindar dari fatty liver.

MENGENAL FUNGSI HATI


Hati (liver) merupakan organ terbesar dalam tubuh. Hati terletak di bawah rongga dada di sisi kanan perut dan melebar ke bagian tengah hingga ke sisi kiri. Hati dilindungi oleh tulang rusuk. Pada orang dewasa berat hati sekitar 1.2 1.5 kg dan berwarna merah gelap. Hati merupakan organ yang vital sehingga kematian sering terjadi antara 8 hingga 24 jam setelah hati berhenti bekerja. Fungsi hati antara lain untuk : 1. Metabolisme karbohidrat, lemak dan protein menjadi zat penting yang dibutuhkan tubuh untuk hidup dan tumbuh. 2. Memproduksi cairan empedu yang diperlukan untuk membantu mencerna makanan dan menyerap zat gizi penting. 3. 4. 5. Menyediakan enzim yang diperlukan untuk metabolisme Membantu pembekuan darah Memproduksi beberapa macam hormon.

6. 7. 8. 9.

Menyimpan beberapa macam vitamin (A,D,K dan B12), mineral (termasuk zat besi) dan gula Mengatur penyimpanan lemak dan mengontrol produksi serta pengeluaran kolesterol Membersihkan darah dari zat-zat racun (termasuk racun dari obat-obatan) Metabolisme alkohol

10. Membantu menghambat infeksi 11. Mengeluarkan bakteri dari aliran darah.

PENGERTIAN FATTY LIVER


Fatty liver adalah suatu keadaan di mana adanya penimbunan lemak yang berlebihan di sel-sel hati. Dalam kondisi normal, hati mengandung lemak. Namun bila kadar lemaknya sudah lebih dari 10% dari berat hati itu sendiri, maka sebagian sel-sel hati yang sehat akan diganti dengan sel lemak. Hati akan berubah warnanya menjadi kuning mengkilat karena berlemak, membesar dan lebih berat dari keadaan normal. Inilah yang disebut dengan fatty liver (perlemakan hati).

KLASIFIKASI
Berdasarkan berat ringannya, fatty liver dapat di bagi menjadi : 1. 2. Steatosis (hanya perlemakan hati ), keadaan ini masih ringan Steatohepatitis (perlemakan hati disertai dengan peradangan sel hati) di bagi menjadi

1.

ASH (Alcoholic Steatohepatitis) terjadi akibat konsumsi alkohol yang berlebihan. Fatty liver jenis ini dapat terjadi dengan meminum kurang lebih 300 ml alkohol perminggu.

2.

NASH

(Nonalcoholic

Steatohepatitis)

Fatty liver jenis ini 80% disebabkan karena obesitas (kelebihan berat badan) Fatty liver jenis steatohepatitis bisa menyebabkan kematian sel hati dan akhirnya akan membentuk jaringan parut pada hati (fibrosis). Proses peradangan hati dapat terus berlanjut sampai 10-20 tahun, kemudian hati menjadi keras dan mengecil (sirosis). Kondisi ini akan menyebabkan kerusakan hati yang permanen bahkan dapat menyebabkan kanker hati.

GEJALA :
Fatty liver jarang menimbulkan keluhan, karena penimbunan lemak ini terjadinya secara perlahan-lahan. Namun bila kondisi ini berlanjut dapat menimbulkan keluhan seperti : 1. 2. Perut terasa penuh Terkadang daerah ulu hati terasa keras

3. 4. 5. 6.

Tidak nyaman atau nyeri tumpul pada daerah perut kanan atas Lesu, mudah lelah dan lemas Kadang bisa kembung, mual dan muntah Pada keadaan yang berat berat badan dapat menurun

PENYEBAB
Fatty liver dapat disebabkan antara lain oleh : 1. 2. 3. 4. 5. Kegemukan (obesitas) terutama di daerah perut Kencing manis (diabetes) Asupan lemak dan karbohidrat yang berlebihan Kebiasaan minum alkohol yang berlebihan Bahan kimia dan obat-obatan misalnya kortikosteroid, tetrasiklin, asam valproat, metotreksat, karbon tetraklorid, fosfor kuning) 6. 7. 8. 9. Gangguan maupun perubahan hormonal seperti kehamilan Kurang gizi dan diet rendah protein Keracunan vitamin A Operasi bypass pada usus kecil

10. Fibrosis kistik (bersamaan dengan kurang gizi) 11. Kelainan bawaan pada metabolisme glikogen, galaktose, tirosin atau homosistin 12. Kekurangan rantai-medium arildehidrogenase 13. Kekurangan kolesterol esterase 14. Penyakit penumpukan asam fitanik (penyakit Refsum) 15. Abetalipoproteinemia 16. Sindroma Reye.

PENANGANAN
Tidak ada pengobatan khusus atau pembedahan untuk mengatasi perlemakan hati. Tujuan dari pengobatan adalah menghilangkan penyebabnya atau mengobati penyakit yang mendasarinya, antara lain dengan : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Menurunkan berat badan sebesar 0,5 kg per minggu secara bertahap Menurunkan lemak darah seperti kolesterol maupun trigliserida dengan diet maupun obat dari dokter Menurunkan kadar gula darah bila menderita diabetes Hindari minum alkohol Diet rendah lemak dan karbohidrat Makan makanan dengan gizi yang seimbang Tingkatkan aktivitas dengan melakukan olahraga secara teratur Pemberian antioksidan seperti vitamin E

TIPS POLA MAKAN UTK MENCEGAH DAN MENANGANI FATTY LIVER


1. 2. Hindari makanan hewani terutama yang berlemak, gorengan dan makanan yang diawetkan. Kurangi konsumsi karbohidrat seperti gula, roti putih, nasi putih, mie, kue-kue, biscuit, pudding dll.

3. 4. 5. 6. 7. 8.

Hindari susu dan produk susu seperti susu sapi, keju atau butter. Hindari semua margarine Hindari semua makanan dan minuman yang manis. Hindari pemanis buatan. Perbanyak makan buah-buahan dan sayuran. Minumlah paling sedikit 2 liter air sehari

Prepared by : dr Novie Hediyani, MKK

REFERENSI :
1. 2. 3. 4. 5. 6. http://medicastore.com/penyakit/611/Perlemakan_Hati_Fatty_Liver.html http://liver-disease-symptoms.com/wp-content/uploads/fatty-liver-disease.jpg http://cariobat.files.wordpress.com/2009/08/anatomi_hati.jpg http://clubsehat.com/index.php?option=com_content&;task=view&id=87&Itemid=29 http://purbakuncara.com/gejala-perlemakan-hati-fatty-liver/ http://www.totalkesehatananda.com/fattyliver1.html

Fatty Liver
Definisi Fatty Liver, NAFLD, NASH
Nonalcoholic fatty liver disease (NAFLD) mengacu pada spektrum yang lebar dari penyakit hati mulai dari fatty liver sederhana (steatosis), sampai ke nonalcoholic steatohepatitis (NASH), dan cirrhosis (irreversible, advanced scarring of the liver). Semua tingkat dari NAFLD mempunyai bersama-sama akumulasi dari fat (fatty infiltration) kedalam sel-sel hati (hepatocytes). Pada NASH, akumulasi fat dihubungkan dengan derajat yang bervariasi dari peradangan (hepatitis) dan luka parut (fibrosis) dari hati. Istilah nonalchoholic dipakai karena NAFLD dan NASH terjadi pada individu-individu yang tidak mengkonsumsi jumlah alkohol berlebihan. Bagaimanapun pada banyak aspek, gambaran histologik dari NAFLD (ketika kita lihat bagian biopsi dari hati dibawah mikroskop) adalah sama dengan apa yang dapat dilihat pada penyakit hati yang disebabkan oleh konsumsi alkohol berlebihan. Seperti apa yang kita lihat, bagaimanapun, kenyataan-kenyataan klinis pada NAFLD dan NASH sangat berbeda dari pada yang berpenyakit alcoholic liver disease (ALD).

Spektrum NAFLD
Spektrum NAFLD diperkirakan memulai dan berkembang dari tingkat yang paling sederhana yang disebut simple fatty liver (steatosis). Jadi fatty liver adalah kelainan permulaan didalam spektrum NAFLD. Simple fatty liver hanya menyangkut akumulasi dari lemak/fat didalam sel-sel hati tanpa peradangan atau luka parut (scarring). Fat/lemak sesungguhnya terdiri dari tipe lemak khusus (triglyceride) yang berakumulasi pada kantong yang kecil didalam sel-sel hati. Akumulasi dari lemak didalam sel-sel hati tidak sama dengan sel-sel lemak (adipocytes) yang membentuk lemak tubuh kita. Fatty liver adalah kondisi yang tidak berbahaya, yang berarti dia sendiri tidak akan menyebabkan kerusakan hati yang signifikan. Tingkat berikut dan derajat keparahannya dalam spektrum NAFLD adalah NASH. Beruntung hanya sebagian kecil dari pasien dengan simple fatty liver yang berkembang menjadi NASH. Seperti yang

sudah disinggung, NASH melibatkan akumulasi dari lemak didalam sel-sel hati dan juga peradangan hati. Sel-sel yang meradang dapat menghancurkan sel-sel hati (hepatocellular necrosis). Dalam istilah "steatohepatitis" dan "steatonecrosis", steato mengacu pada fatty infiltration, hepatitis mengacu pada peradangan didalam hati, dan necrosis mengacu pada sel-sel hati yang rusak. Bukti kuat menunjukan bahwa NASH, berlawanan dengan simple fatty liver, bukanlah suatu kondisi yang tidak berbahaya. Ini berarti bahwa NASH pada akhirnya dapat menjurus ke luka parut dari hati (fibrosis) dan kemudian luka parut yang berlanjut yang tidak dapat dikembalikan kesemula (sirosis). Sirosis yang disebabkan oleh NASH adalah tingkat terakhir dan yang paling buruk dalam spektrum NAFLD. Tetap banyak yang masih belum diketahui tentang NASH dan NAFLD. Sebagai contoh, seperti yang didiskusikan dibawah, kemajuan dari setiap tingkat berbeda dari NAFLD tidak dimengerti betul. Lagipula bahkan spesialis-spesialis hati masih belum sepakat atas definisi mikroskopik yang tepat dari NASH. Walaupun demikian, individu-individu yang mengembangkan satu dari tiga tingkat NAFLD (fatty liver, NASH, atau cirrhosis) berbagi faktor-faktor risiko yang umum. Oleh sebab itu fatty liver dan NASH dijelaskan dalam artikel ini sebagai bagian dari spektrum NAFLD. Ingat, NAFLD dirujukan dengan spektrum keseluruhan dimulai dengan dengan fatty liver, berlanjut ke NASH dan berakhir dengan sirosis. NASH adalah tingkat dari spektrum yang melibatkan akumulasi lemak (steatosis), peradangan (hepatitis) dan scarring (fibrosis) didalam hati.

OME TENTANG SAYA ARSIP KONTAK

Gejala Perlemakan Hati (Fatty Liver)


2 Replies

Telah dibaca :60872

Masalah kegemukan memang terkadang diabaikan saja oleh penderitanya. Sampai ada yang bilang saya ga perlu bertarak makan goreng-gorengan, telur dan daging, karena saya yakin bahwa kalau memang waktunya saya sakit atau meninggal, ya memang sudah waktunya. Jadi sekarang yang penting saya doa sebelum makan, dan memakan apapun juga yang saya suka dengan enjoy. Kalau sudah mendapat pernyataan seperti itu, saya ga akan ngasi advice lagi karena memang pola pikirnya yang lain, padahal berat badannya jelas sudah berlebih. Memang benar masalah hidup dan mati itu ada di tangan Tuhan. Saya melihat tetangga saya yang setiap hari rajin olahraga, eh tiba-tiba meninggal mendadak. Tapi bukankah apa yang kita tabur, itu pula yang akan kita tuai?? Kembali ke leptop Kegemukan atau obesitas merupakan masalah kesehatan yang harus serius ditindaklanjuti karena akan mengancam organ vital tubuh, salah satunya LIVER. Jika kita rajin menumpuklemak (makan buanyak, tapi ga diimbangi dengan aktivitas fisik, sehingga kalori dari makanan akan tersimpan jadi lemak), lama-lama liver Anda akan diselimuti dan dimasukin oleh lemak. Perlu Anda tahu bahwa LIVER merupakan organ tubuh yang vital karena memproduksi enzim dan hormon, memetabolisme semua bahan yang masuk dalam tubuh dan juga mengatur cairan tubuh. Tapi sayang kita lebih suka memilih gaya hidup yang melukai organ hati kita. Salah satu masalah yang banyak dijumpai adalah perlemakan hati. Perlemakan hati terjadi karena lemak yang berlebih menumpuk di dalam sel liver (hati). Sebenarnya, seperti disebutkan dalam situs Liver Foundation, normal saja bagi hati untuk mengandung sejumlah lemak asalkan jumlahnya tidak melebihi 10% dari berat hati itu sendiri.

Kalau jumlahnya sudah kelewat batas, itu tanda hati mengalami perlemakan. Jika kondisi ini tidak ditangani, akan memungkinkan munculnya komplikasi serius. Perlemakan hati bisa saja tidak menimbulkan kerusakan. Namun ada kalanya kelebihan lemak memicu terjadinya peradangan pada liver (Hepatitis). Umumnya perlemakan hati terjadi karena konsumsi lemak terlalu banyak, contohnya makanan gorengan. Konsumsi kalori berlebihan juga menyebabkan lemak tertimbun di hati. Jadi lemak akan menyelimuti hati dan masuk ke sel-sel hati. Akibatnya fungsi sel hati menjadi terganggu.

PENYEBAB Perlemakan hati secara garis besar dibagi 2, yaitu penyakit perlemakan hati alkoholik dan penyakit perlemakan hati non alkoholik. Penyakit hati alkoholik berkembang karena kelebihan minum alkohol. Di sisi lain, perlemakan hati non alkohol dihubungkan dengan kelebihan berat badan atau kegemukan yang disebabkan karena terlalu sering makan makanan berlemak tinggi dan berkalori tinggi. Penyebab-penyebab dari fatty liver adalah sebagai berikut:

Kegemukan (obesitas) Kencing manis (diabetes) Bahan kimia dan obat-obatan (contohnya alkohol, kortikosteroid, tetrasiklin, asamvalproat, metotreksat, karbon tetraklorid, fosfor kuning) Kurang gizi dan diet rendah protein Kehamilan Keracunan vitamin A Operasi bypass pada usus kecil Fibrosis kistik (bersamaan dengan kurang gizi) Kelainan bawaan pada metabolisme glikogen, galaktose, tirosin atau homosistin Kekurangan rantai-medium arildehidrogenase Kekurangan kolesterol esterase Penyakit penumpukan asam fitanik (penyakit Refsum) Abetalipoproteinemia Sindroma Reye.

GEJALA Fatty liver umumnya tidak bergejala. Orang baru mengetahuinya saat melakukan tes kesehatan (pemeriksaan fisik), dan selanjutnya dipastikan dengan menjalani tes darah (Lab Darah lengkap, SGOT/SGPT, bilirubin, kolesterol) atau pemeriksaan USG bila hati membesar. Tetapi kadang bisa menimbulkan sakit kuning (jaundice), mual, muntah, kembung dan yang paling sering terjadi yaitu nyeri tumpul di perut kanan atas (cenut-cenut, kemeng, terasa panas di kulit perut), terutama hal ini saat kecapekan dan habis makan terlalu banyak.

DIAGNOSA Jika pemeriksaan fisik belum menunjukkan pembesaran hati, maka perlu diagnosis penjunjang yaitu dengan pemeriksaan SGOT/SGPT, Bilirubin, kolesterol (TG, LDL, HDL) dan USG Abdomen. Gambaran USG Abdomen dari fatty liver menunjukkan echoparenkim hepar yang

meningkat (hepar terlihat lebih gelap), dan dari sini bisa ditentukan derajat keparahan dari fatty liver.

Akibat konsumsi alkohol Sejatinya organ hati akan memecah alkohol, sehingga dapat dikeluarkan dari tubuh. Namun bila anda mengkonsumsi alkohol dalam jumlah berlebihan, akan terjadi ketidakseimbanganyang bisa mencederai hati. Kondisi ini akan menghambat proses pemecahan protein, lemak, dan karbohidrat. Ada 3 jenis penyakit hati terkait dengan konsumsi alkohol: 1. Perlemakan Hati Ditandai oleh pembentukan sel lemak di hati. Biasanya tidak ada gejala yang menyertai, meski hati bisa saja membesar dan Anda merasakan tidak nyaman pada perut kanan bagian atas. Perlemakan hati terjadi pada kebanyakan orang yang mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak. Kondisi ini akan membaik setelah yang bersangkutan berhenti minum alkohol. 2. Hepatitis alkoholik atau peradangan hati. Sekitar 35% dari populasi peminum berat mengalami hepatitis alkoholik. Gejalanya bisa berupa hilangnya nafsu makan, mual, muntah, nyeri perut, demam dan kulit berwarna kuning. Jika tingkatnya ringan, hepatitis alkoholik dapat bertahan hingga bertahun-tahun, tetapi bisa menyebabkan kerusakan hati progresif. 3. Sirosis Alkoholik Tipe ini lebih serius dari penyakit hati gara-gara alkohol. Antara 10-20% dari peminum kelas berat mengalami sirosis, biasanya setelah 10 tahun lebih mengonsumsi alkohol. Gejalanya mirip hepatitis alkoholik. Ingat, bahwa kerusakan akibat sirosis membuat hati tidak dapat dikembalikan bagai semula lagi. Kebanyakan peminum berat akan mengalami perjalanan gangguan hati mulai dari perlemakan hati ke hepatitis alkoholik dan bisa berakhir pada sirosis alkoholik. Perjalanan gangguan hati ini tentu bervariasi pada tiap individu. resiko mengalami sirosis menjadi tinggi terutama pada peminum kelas berat dan memiliki penyakit lever kronis seperti infeksi virus hepatitis C. Kesehatan para peminum ini bisa membaik bila berhenti minum alkohol. Minum alkohol dalam jumlah moderat bagi kebanyakan orang tidak menyebabkan penyakit liver. Moderat artinya tidak lebih satu gelas (porsi) per hari bagi perempuan dan 2 gelas/hari bagi pria. Meski demikian, bagi orang dengan penyakit hati kronis, alkohol dalam jumlah sedikit saja akan memperburuk sakit hatinya. Pengidap sakit hati akibat alkohol dan dengan sirosis dari berbagai penyebab sebaiknya benar-benar putus dengan alkohol. Yang tidak kalah penting, jangan minum obat asetaminofen dengan alkohol atau setelah menenggak banyak alkohol. Kombinasi ini dapat membahayakan lever.

PENGOBATAN

Tidak ada pengobatan khusus atau pembedahan untuk mengatasi perlemakan hati. Tujuan dari pengobatan adalah menghilangkan penyebabnya atau mengobati penyakit yang mendasarinya. Bila hati secara berulang mendapat pemaparan dari bahan-bahan racun seperti alkohol, pada akhirnya fatty liver akan berkembang menjadi sirosis. Sejumlah langkah ini bisa dicoba guna mencegah terjadinya kerusakan :

Turunkan berat badan secara aman. Ini berarti berat badan tidak turun lebih dari 0,5-1 kg per minggu, dengan mengatur asupan kalori dan lemak. Turunkan kadar trigliserida melalui diet (hindari kuning telur ayam dan telur puyuh) dan minum obat antilipid dengan resep dokter (golongan fibrat : genfibrozil) Hindari alkohol Kontrol diabetes bila anda menderita diabetes Olah raga secara teratur yang membakar banyak kalori Lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin

Incoming search terms for the article: ,perlemakan hati,obat fatty liver,lemak hati,gejala fatty liver,penyakit fatty liver,perlemakan hati pdf,apa itu fatty liver,gejala penyakit lemak hati,cara penyembuhan fatty liver,gejala lemak di hati,lemak pada hati,Akibat lemak hati tinggi,makanan menurunkan sgot dan sgpt pada hati,menghilangkan lemak di liver,penyakit perlemakan hati,cara menyembuhkan fatty liver,penyebab perlemakan hati,ciri-ciri penyakit fatty liver,cek darah gejala fatty liver,rfek lemak di hati,pengobatan alternatif untuk menghilangkan lemak dihati,pemeriksaan laboratorium sgot,penyebab lemak di hati,patofisiologi fatty liver adalah,severe fatty liver arti,patofisiologi fatty liver,obat untuk pelemakan hati,obat lemak hati,pengobatan fatty liver,proses perlemakan hati,proses pembentukan sgpt di dalam tubuh manusia,penyebab fatty liver,penyakit-penyakit yang ringan hingga berat pada SGOT/SGPT,tanda tanda sgot sgpt tinggi,perlemakan hati adalah,perlemakan hati non alkohol,penyakit lemak hati,penyakit lemak di sekitar hati,penyakit lemak di hati,sgot dalam darah tinggi perlu olahraga,menyembuhkan fatty liver,fungsi profibrat,fatty liver terapi,fatty liver ringan,fatty liver apakah itu,efek perlemakan hati,ciri-ciri liver dengan sgot,akibat fatty liver,cara mengobati fatty liver,bahaya gpt dan gpt tinggi,arti fatty liver,apakah fatty liver itu,gambaran usg fatty liver,gejala bila sgot dan sgpt tinggi,gejala patty lever,menu untuk orang sakit perlemakan hati,mengurangi perlemakan hati,menghilangkan lemak pada liver,mengatasi lemak pada hati,mekanisme perlemakan hati,mekanisme pembentukan sgpt,lemak pada liver,lemak dihati,lemak di lever,Hati Yang Membesar Dengan Sgpt Dan Sgot Tinggi,gejala perlemakan hati,apa fatty liver

Fatty Liver
FATTY LIVER Tertarik membahas Fatty Liver karena saya menemukan cukup banyak penderita fatty liver. Kita tahu, kehidupan modern sekarang ini, diet makanan berkalori tinggi, dan aktifitas fisik, mudah sekali membuat seseorang menjadi cepat gemuk. Dan orang yang gemuk selalu dihubungkan dengan kelebihan lemak. Kita bisa melihat dari, misalnya perut yang buncit, lengan bagian

atas, atau paha yang besar. Tetapi pada hari ini kita tidak membahas mengenai gemuk yang kelihatan dari luar melainkan kita akan membahas gemuk organ tubuh bagian dalam yang tidak kelihatan yaitu Perlemakan Hati atau yang dikenal dengan penyakit Fatty Liver. Fatty Liver/Perlemakan hati ini sejenis penyakit hati kronis. Dan sekarang mulai banyak diderita orang Indonesia. Apakah sebenarnya Fatty Liver/Perlemakan hati? Fatty liver adalah suatu keadaan di mana adanya penimbunan lemak yang berlebihan di sel-sel liver. Sebenarnya normal apabila liver kita mengandung lemak. Tetapi apabila berat lemaknya sudah lebih dari 10% dari berat liver itu sendiri, sehingga sebagian sel-sel liver yang sehat sudah diganti dengan sel lemak, itu sudah tidak normal. Liver sudah berubah warnanya menjadi kuning mengkilat karena berlemak, membesar dan lebih berat dari keadaan normal. Inilah yang disebut dengan fatty liver/perlemakan hati. Apakah Fatty liver ini berbahaya? Biasanya fatty liver tidaklah berbahaya, karena sebenarnya fungsi liver juga tidak terganggu tetapi untuk jangka panjang fatty liver sering berpotensi menjadi penyebab kerusakan hati dan sirosis hati. Jenis penyakit fatty liver dapat dimulai dari steatosis (hanya perlemakan hati), steatohepatitis (perlemakan hati disertai dengan inflamasi). Keadaan ini dapat terjadi karena (1) konsumsi alcohol yang berlebihan yang disebut dengan ASH (Alcoholic Steatohepatitis), atau (2) bukan karena alkohol yang disebut NASH (Nonalcoholic Steatohepatitis). Fatty liver yang berhubungan dengan penggunaan alcohol bisa terjadi dengan hanya meminum sebanyak 10oz (+ 300 ml) alkohol perminggu. Apakah gejala Fatty Liver? Fatty liver jarang menimbulkan keluhan, karena penimbunan lemak ini terjadinya secara perlahan-lahan. Gejala klinis yang dikeluhkan penderita paling-paling perut terasa penuh, ini disebabkan karena lemak kebanyakan menumpuk di hati bagian atas. Terus, perut daerah ulu hati kadang-kadang terasa keras. Pada waktu penyakit bertambah parah, mungkin penderita akan mengalami rasa lelah, sakit di sekitar perut, dan lemah. Biasanya penderita tidak tahu kalau ia menderita fatty liver, dan mereka baru tahu setelah melakukan check up lengkap karena penyakit lainnya. Sebelum dilanjutkan, bisa dijelaskan sedikit apa fungsi dari liver kita? Pertanyaan yang sangat bagus. Sangat penting bagi kita untuk

mengetahui apa fungsi dari liver kita. Mengapa? Karena kesehatan dan vitalitas seseorang banyak tergantung dari kesehatan livernya. Mari kita pelajari secara garis besar mengenai liver kita: Hati atau liver adalah organ terbesar di dalam tubuh kita, yang juga merupakan kelenjar terbesar dalam tubuh. Hati adalah mesin yang luar biasa dan sebuah laboratorium sendiri. Hati terletak langsung di bawah rongga dada di sisi kanan perut dan melebar ke bagian tengah hingga ke sisi kiri. Hati dilindungi oleh tulang rusuk. Pada orang dewasa berat hati sekitar 1.2 1.5 kg dan berwarna merah gelap. Hati memiliki begitu banyak fungsi dan sangat rumit. Hati adalah organ vital dan kematian sering terjadi antara 8 hingga 24 jam setelah hati berhenti bekerja. Seperti sebuah pabrik kilang minyak, liver memproses banyak zat-zat kimia yang diperlukan oleh tubuh, contohnya merubah karbohidrat, lemak dan protein menjadi zat kimia penting yang dibutuhkan tubuh untuk hidup dan bertumbuh. Memproduksi cairan empedu yang diperlukan untuk membantu mencerna makanan dan menyerap zat gizi penting. Hati menyediakan enzim yang diperlukan untuk metabolisme, Membantu pembekuan darah, memproduksi beberapa macam hormone. Hati juga menyimpan beberapa macam vitamin (A,D,K dan B12), mineral (termasuk zat besi), dan gula, mengatur penyimpanan lemak dan mengontrol produksi serta ekskresi kolesterol. Hati juga membersihkan darah dari zat-zat racun. (termasuk di sini racun dari obat-obatan), mesti tidak semua obat berhasil didetoksifikasi hati. Hati juga memetabolisme alkohol, membantu menghambat infeksi dan mengeluarkan bakteri dari aliran darah. Kesimpulannya adalah hati menyaring dan medetoksifikasi segala sesuatu yang dimakan, dihirup, dan diserap melalui kulit. Jadi hati yang sehat membuat tubuh kita sehat tetapi hati yang sakit tubuh rentan terkena penyakit. Kita lihat, begitu banyak dan berat kerja hati. Hati termasuk orang yang pendiam, banyak kerja tidak banyak mengeluh. Sehingga kebanyakan penyakit yang berhubungan dengan hati, baru timbul gejalanya setelah parah. Karena tidak suka complain tadi. Jadi apabila kita ingin sehat, jagalah kesehatan organ hati kita, agar terhindar dari penyakit yang berhubungan dengan liver seperti hepatitis, sirosis hati, kanker hati dan perlemakan hati, yang sedang kita bahas sekarang. Apa penyebab dari perlemakan hati?

<!--[if !supportLists]--> <!--[if !supportLists]--> <!--[if !supportLists]--> <!--[if !supportLists]--> <!--[if !supportLists]--> <!--[if !supportLists]-->

<!--[endif]-->Alcohol. <!--[endif]-->Obat-obatan. <!--[endif]-->Gangguan

Jadi jangan suka minum

obat.

maupun perubahan hormonal

misalnya kehamilan.

yang drastis dan kekurangan gizi. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Gaya hidup modern, banyak makan kalori tinggi. Memakan banyak kalori dapat menyebabkan lemak bertumpuk di liver. Sumber kalori yang tinggi dari lemak (selain alcohol). Ditambah tidak berolah raga. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Kegemukan/Kelebihan berat badan terutama lemak di perut. (perlu diketahui, liver yang sehat dapat mengatur metabolism lemak, bukan itu saja tetapi dapat mengeluarkan kelebihan lemak melalui empedu. Sehingga jika liver kita sehat maka kita tidak akan kesulitan menurunkan berat badan. Sebaliknya liver yang berlemak gantinya membakar lemak malah menyimpan lemak. Tambah sulit turun berat badan. Jadi bagi anda yang ingin menurunkan berat badan, detox adalah cara yang efektif. Pada waktu detox, Kadang-kadang penurunan berat badan akan berhenti tetapi jangan berkecil hati, ini karena lemak di liver yang keluar. Sabarlah, karena menumpuknya lemak juga memakan waktu lama bukan?). <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Toxicity. Siapakah yang beresiko menderita fatty liver?
<!--[if !supportLists]-->

<!--[endif]-->Metabolic syndrome. <!--[endif]-->Diabetes. <!--[endif]-->Penurunan berat badan

penderita fatty liver adalah obese untuk NASH (Nonalcoholic Steatohepatitis). Resiko fatty liver meningkat bagi yang kelebihan berat dan obese. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Penderita Diabetes. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Penderita trigliserid yang tinggi. Umur? Bisa terjadi pada segala umur, bahkan anak-anak yang kegemukan. Karena data di Indonesia tidak ada, jadi saya ambil data dari Amerika Serikat. Penderita steatosis/fatty liver terjadi kira-kira pada 25-35% jumlah populasi di sana. Bagaimana menangani fatty liver? Penanganannya adalah sesuai dengan penyebabnya. Jika: <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Kegemukan, turunkan berat badan. Turun berat badan yang aman adalah 1/2 kg per minggu. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Tinggi trigliserid, turunkan. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Hindari alcohol, jika konsumsi alcohol.

<!--[endif]-->80%

<!--[if !supportLists]-->

diabetes jika karena diabetes. Pola makan dan gaya hidup harus diubah. Makanlah makanan bergizi seimbang, sehat dan tingkatkan aktivitas tubuh. Pola makan yang bagaimana yang baik untuk mencegah dan menangani fatty liver? <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Hindari makanan hewani terutama yang berlemak, hindari gorengan dan makanan proses. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Kurangi konsumsi karbohidrat yang sudah direfined misalnya gula putih, roti putih, nasi putih, mie, kuekue, biscuit, pudding dll. <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Hindari produk susu seperti susu sapi, cheese, cream atau butter. <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Hindari semua margarine dan sejenisnya. <!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->Hindari semua makanan dan minuman manis-manis. <!--[if !supportLists]-->6. <!--[endif]-->Hindari pemanis buatan. <!--[if !supportLists]-->7. <!--[endif]-->Perbanyak makan buah-buahan dan sayuran mentah. <!--[if !supportLists]-->8. <!--[endif]-->Minumlah paling sedikit 2 liter air sehari. Imamat 3:17: Inilah suatu ketetapan untuk selamanya bagi kamu turun temurun di segala tempat kediamanmu: Janganlah sekali-kali kamu makan lemak dan darah.
Perlemakan Hati (Fatty Liver)

<!--[endif]-->Control

Apakah perlemakan hati itu? Perlemakan hati berati adanya pengumpulan lemak yang berlebihan di dalam sel-sel hati kita. Ini sangat umum dijumpai pada mereka yang mengalami kegemukan, dan banyak di jumpai pada umur diatas 30 tahun.

Pada kondisi ini, hati mengandung lemak yang berlebihan dan sebagian jaringan normal hati diganti dengan lemak yang tidak sehat. Dalam hal ini, sel-sel hati dan ruang di hati diisi dengan lemak sehingga hati menjadi sedikit membesar dan lebih berat. Hati

menjadi berminyak dan berwarna kekuningan. Kondisi ini membuat keluhan yang tidak enak di daerah organ hati, yang terasa dibagian perut kanan atas. Mungkin juga didalam hati terdapat batu empedu, yang tersusun dari kolesterol dan garam empedu. Kelebihan lemak di hati ini bisa dilihat dengan USG. Mungkin juga pada kondisi ini terjadi peningkatan enzim hati. Disfungsi hati sangat sering terjadi dan merupakan masalah yang terus meningkat. Hati yang sehat berwarna agak kemerah-merahan dan memiliki tekstur yang seragam. Jika kita memotong hati ke dalam irisan-irisan yang kecil dan memperbesar penglihatannya hingga berjuta-juta kali, maka kita melihat ruangan yang dipenuhi dengan warna merah ke merah muda karena mereka dipenuhi dengan darah. Barisan dari sel hati membentuk dinding ruangan tersebut. Selama darah mengalir sepanjang ruangan ini, sel-sel hati dapat membersihkan racun, sel-sel mati, mikroorganisme dan lemak dari aliran darah. Inilah mengapa kita menyebut hati sebagai penyaring dan pembersih aliran darah. Jika ruangan pada hati dan sel-sel hati ini dipenuhi oleh lemak, maka hati tidak mampu menyaring dan membersihkan aliran darah secara efesien dan aliran darah menjadi penuh dengan racun dan lemak. Oleh karena itu jalan yang terbaik adalah mengatasi masalah ini, jika tidak fungsi hati yang terus lemah akan memicu terjadinya masalah lebih lanjut seperti kondisi auto imun dan diabetes tipe 2.

Bagaimana anda tahu kalau anda mempunyai perlemakan hati?

Anda mungkin mempunyai kelebihan berat badan, terutama di area perut Anda mungkin mempunyai kesulitan menurunkan berat badan Anda mungkin mempunyai kolesterol dan trigliserida yang meningkat didalam darah anda Anda mungkin mempunyai diabetes tipe 2 Anda merasa sangat letih Anda mungkin mempunyai permasalahan dengan sistem imun anda

Apakah konsekwensi dari perlemakan hati?

Hati yang sehat mengatur metabolisme lemak dan sebagai organ pembakar lemak didalam tubuh. Tentu saja hati yang sehat tidak hanya membakar lemak, tapi juga dapat memompa kelebihan lemak keluar dari tubuh melalui empedu ke dalam saluran usus. Ini berarti, jika hati anda sehat maka anda tidak akan mempunyai banyak kesulitan didalam mengontrol berat badan. Dan sebaliknya hati yang berlemak bertindak sebaliknya dari apa yang seharusnya ia lakukan. Perlemakan hati menyimpan lemak, padahal

seharusnya ia membakar lemak dan membuang kelebihan lemak dari tubuh anda. Tentu saja suatu perlemakan hati menjadi gudang bagi lemak dan ini terus berlangsung selama bertahun-tahun, dan akhirnya hati hanya menjadi kantong lemak dengan konsekwensi yang mengerikan bagi kesehatan dan kelangsungan hidup kita.

Apakah perlemakan hati ini umum?

Di USA, kejadian perlemakan hati mencapai 15-20 % dari populasi umum, dan lebih tinggi lagi pada mereka yang mengalami kegemukan (obesitas). Perlemakan hati adalah penyebab paling umum dari ketidaknormalan pada tes fungsi hati di USA. Ini juga bisa terjadi pada anak-anak.

Dokter saya mengatakan tidak ada yang dapat dilakukan untuk menangani perlemakan hati?

Masih banyak kalangan dokter yang mengatakan bahwa kondisi perlemakan hati itu bukan masalah serius. Mereka mengatakan tidak ada yang perlu dilakukan dan yang penting dipantau. Sementara itu kondisi menjadi buruk dan lebih buruk dimana jaringan hati pelan-pelan digantikan oleh lemak dari tahun ke tahun. Jika tidak dikendalikan, perlemakan hati yang berat dapat memicu jaringan parut hati (cirrhosis). . Kalau demikian apakah perlemakan hati dapat diperbaiki?

Tentu saja anda dapat memperbaiki kondisi perlemakan hati. Berterimakasihlah kepada hati yang merupakan salah satu organ didalam tubuh yang ulet. Dia mempunyai kemampuan untuk menyembuhkan diri bila diberi kesempatan.

Apa yang perlu saya lakukan?

Tubuh anda membutuhkan nutrisi yang sesuai agar proses metabolisme dan detoksifikasi berjalan dengan efektif sehingga akan meningkatkan fungsi hati.

Hubungan Nilai Trigliserida dengan Terjadinya Perlemakan Hati Pada Pasien Check Up Dilaboratorium Klinik Prodia Makassar
Rabu, 01 Agustus 2012 14:18 ilmiah | Dibaca : 809

Elly Lilianty Syattar Program Study Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin Makassar Perlemakan hati adalah kelainan dihati ditandai penimbunan lemak melebihi 5% dari berat hati. Terjadinya akibat dari lipolisis berlebihan dari jaringan lemak dan peningkatan suplai asam lemak bebas ke hati yang menimbulkan ketidakseimbangan baik sintesis maupun sekresi trigliserida hati. Derajat keparahan perlemakan hati berkolerasi dengan peningkatan berat badan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan hubungan antara nilai trigliserida dengan terjadinya perlemakan hati. Penelitian dengan desain case-control menggunakan data retrospektif yang diambil dari data sekunder pasien check up laboratorium klinik Podia Makassar selama bulan januari-februari tahun 2011. Diagnosis perlemakan hati melalui pemeriksaan ultrasonografi dan nilai trigliserida diukur dengan metode enzimatik kolometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 87,2% pasien dengan nilai trigliserida >251 mg/dl yang mangalami perlemakan hati. 78,4% pasien dengan jenis kelamin laki-laki dan kelompok umur 45-49 tahun. Dengan demikian kejadian perlemakan hati lebih banyak pada jenis kelamin lakilaki. Terdapat hubungan antara hipertrigliseridemia perlemakan hati (p=0.000). Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Terdapat hubungan hipertrigliseridemia dengan terjadinya perlemakan hati. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dianjurkan bagi perlunya pengaturan pola hidup sehat untuk mencegah terjadinya hipertrigliseridemia terutama untuk usia produktif (>30 tahun). Kata kunci : Trigliserida, perlemakan hati Fatty liver is defined as fat largely consit of trigyceride, which is exceeding 5% of the liver weight. It is caused by a failure of normal hepatic fat metabolism due to a dysfunction of either within the hepatocytes or in the delivery of triglyceride from liver cells. The degree of fatty liver is correlating to the increaseof body weight. The aim of this study is to investigate any specific relationship between triglyceride value as for development of fatty liver. The methodology of this study used case-control by using the retrospective data which is obtained from medical check up at Prodia clinical laboratory during 2011, fattyliver is diagnosed by using ultrasonography and triglyceride level by enzymatic colorimetric method. Research results showed that most respondents has 87,2% subjects with triglyceride value >251 mg/dl. There is 78,4% subjects man and 21,6% women. Fatty liver has been found 87,2% subjects with riglyceride value >251 mg/dl (p=0,000)<0,05. Based on this research we conclude that there is a positive correlation between triglyceride value with fatty liver. Keywords : Trigyliceride value, fatty liver

Artikel sebelumnya:

01/08/2012 14:21 - Health and Nutrition Assistance Program of Undernourished Child Family: The Surabaya Experiences 01/08/2012 14:20 - Effects of Self Management Program on Risk Reduction and Prevention regarding Cerebrovascular Disease Among at-Risk People in a Thai Rural Community 01/08/2012 14:20 - Families Spiritual Behaviour In Caring Family Members With Hallucinations A Grounded Theory Study 01/08/2012 14:19 - Teaching - Learning Model Development in Nursing for the Elderly by Co-operative Learning and Learning Facilitators Competence based on Knowledge Management in Baccalaureate Nursing Students 01/08/2012 14:19 - Hubungan Aktifitas Menyelam dengan Nilai Konsumsi Oksigen Maksimal (Vo2maks) Pada Nelayan Penyelam Di Pulau Barrang Lompo Sulawesi Selatan

Artikel sesudahnya:

01/08/2012 14:18 - Case Study: Development of Newborns Nutritional Fulfillment Ability In Preterm Low Birth Weight Newborn 01/08/2012 14:18 - Peran Serta Masyarakat dalam Penjaringan Kasus Tuberculosis (Tbc) Baru di Kabupaten Tanah Datar 01/08/2012 14:16 - Promoting and Maintaining Wellness Among The Elderly In South Sulawesi, Indonesia: An Action Research Study - Initial Phase Result 01/08/2012 14:16 - Hubungan Dukungan Sosial dengan Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini Di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang 01/08/2012 14:16 - Efek Mobilisasi Dini Terhadap Pemulihan Kandung Kemih Pasien dengan Anestesi Spinal