Malang Benar Nasib Orang Pelit ALLAH SWT. telah memberi pilihan kepada setiap hamba-Nya.
Jika ingin hidup senang dunia akhirat, silahkan bersikap dermawan. Tapi jika ingin sebaliknya, silahkan bersikap belit ( bakhil ). Simak Surah Al Lail ayat 5 - 11 : " Adapun orang memberikan (hartanya di jalan Allah ) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya ( jalan ) yang sukar. Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa". Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasul SAW. bersabda : "Orang yang pemurah itu dekat dengan Allah, dekat dengan manusia, dekat dengan surga dan jauh dari neraka. Adapun orang yang pelit ( bakhil ), jauh dari Allah, jauh dari manusia jauh dari surga dan dekat kepada neraka ". Diriwayatkan, satu ketika Nabi Yahya AS. bertemu dengan iblis dan bertanya : "Siapa orang yang paling engkau sukai dan siapa pula orang yang paling kamu benci?". Iblis menjawab : "Yang paling aku sukai adalah orang yang Mukmin yang bakhil, sedangkan yang paling aku benci adalah orang Fasik yang dermawan". "Kenapa begitu? ", tanya Nabi Yahya [Link]. Ujar Iblis : "Karena orang bakhil telah memuaskanku dengan kebakhilannya. Sedangkan orang Fasik yang dermawan, aku khawatir Allah memandang kedermawanannya, lalu Dia menerimanya dan menolongnya". Siti Aisyah [Link]. Singkatnya. Satu waktu ada seorang wanita yang sebelah tangannya lumpuh, datang menemui Rasul SAW. Ia bermohon " Ya Rasulullah tolong doakan kepada Allah agar tanganku sembuh ". Rasul SAW. bertanya : " Apa yang menyebabkan tanganmu sampai seperti ini !". Lalu wanita itu bercerita. " Satu malam aku bermimpi, hari kiamat telah [Link] telah dinyalakan dan surga telah diperlihatkan. Aku melihat ibuku berada di jurang neraka. Tangan kanannya memegang sepotong mentega, sedang tangan kirinya memegang sepotong kain untuk menolak api neraka. Aku merasa sedih dan bertanya ' Ibu, mengapa ibu sampai mengalami nasib seperti ini. Bukankah ketika di dunia ibu orang yang taat beribadah dan selalu berbakti kerpada suami ? ' Ibuku menjawab ' Anakku, ketika di dunia aku termasuk orang yang pelit. Dan ternyata inilah tempat tinggal sebagai balasan bagi orang yang bakhil lagi kikir sewaktu didunia.' Aku penasaran dan bertanya : ' Lalu apa maksud sepotong mentega dan sepotong kain itu ? '. Ibuku menjawab ' Keduanya adalah hasil sedekahku sewaktu di dunia. Selama di dunia aku belum pernah bersedekah kecuali barang itu .Karena itu kedua barang itu, ibu jadikan penolak siksa neraka.' Aku masih penasaran.' Ayah dimana ibu ?'. 'Ayahmu seorang dermawan sewaktu di dunia. Sekarang ia berada di surga, tempat khusus bagi kaum dermawan ', kilah ibuku. Kemudian aku pergi ke surga, menemui [Link] Allah. Ayahku berada dalam lautan nikmat dan samudera bahagia yang luar biasa. Ku lihat ayahku sedang memberi minum kepada orang-orang yang datang menghadap. Lalu aku bertanya kepada ayah, ' Ayahku, bukankah ibuku isteri yang taat kepada suami dan tekun beribadah. Kenapa ayah tidak memberi ibu minum, padahal ibuku sedang kehausan di tengah panasnya api neraka. Tolonglah ayah, berilah ibuku minum walau hanya segelas ! '. Ayahku berkata ' Anakku, sungguh ibumu bertempat
tinggal bersama orang-orang kikir dan bakhil, dan orang-orang yang suka berbuat maksiat. Allah mengharamkan air telaga ini bagi orang-orang bakhil dan orang-orang yang berlaku maksiat.' Karena kasihan pada ibuku, aku mengambil satu gelas air tanpa seizin ayah dan aku berikan kepada ibuku yang tengah kehausan. Setelah air dalam gelas diminum oleh ibuku, aku mendengar hatif berseru, ' Semoga Allah memberikan penyakit syaraf pada [Link] engkau telah memberi minum kepada orang yang bakhil dan berbuat maksiat.' Pada saat itu aku terbangun dan tanganku kaku seperti ini.'" Mendengar penuturan wanita itu maka Nabi SAW. bersabda " Kebaikan ibumu sewaktu di dunia saja membahayakanmu, terus bagaimana engkau dapat menolong ibumu di akhirat ". Kemudian Nabi SAW. berdoa : " Ya Allah, karena mimpi yang telah dia ceritakan, semoga Engkau berkenan menyembuhkan kembali tangan wanita ini seperti semula.".Menurut Siti Aisyah RA, seketika tangan wanita itu sembuh. ( Buku Jejak Langkah Mengenal Allah oleh Asfa Davy Bya ). Ada lagi satu kisah nyata. Walaupun peristiwanya telah terjadi sekitar tahun 1963 di salah satu kota di Kalimantan. Seorang bu Hajjah, sebut saja Fulanah, memiliki sebatang pohon kecapi ( sejenis buah asam yang ketika matang buahnya berwarna kuning ), yang ketika itu sedang berbuah lebat. Pohon itu tumbuh disamping rumahnya. Pada suatu hari datang seorang ibu muda yang sedang hamil muda ( mengidam ) ke rumah bu Hajah itu. Maksudnya untuk membeli beberapa biji buah kecapi itu, sekedar memenuhi keinginannya yang sangat.. Diluar dugaan, ternyata keinginan ibu hamil muda ini, tidak kesampaian. Alasan bu Fulanah , karena buahnya belum matang semua. Kita dapat merasakan rasa kekecewaan yang dialami oleh si ibu hamil muda itu. Allah SWT. Maha Adil dan Maha Kuasa. Diluar dugaan pula tidak lama kemudian pohon itu mati tanpa sebab yang lazim. Benarlah firman Tuhan : " Jiwa manusia itu diberi perangai untuk menjadi kikir " ( AnNisa ( 4 ) : 128 ). Sifat kikir ( bakhil ) itu termasuk salah satu sifat tercela dan hina. Bahkan Allah [Link] orang yang bakhil dalam hidupnya dan baru memiliki sifar dermawan menjelang ajalnya. Karena itu Imam Abu Hanifah berkata : " Saya tidak melihat keadilan pada orang bakhil, karena ke-bakhilan menyebabkannya menyelidiki segala sesuatu dengan menalam. Lantas, ia mengambil harta melebihi haknya karena takut tertipu. Barang siapa yang keadaannya seperti ini, ia tidak layak dipercaya untuk memikul amanat ". Rasul SAW. bersabda : " Apabila harta kekayaan tidak terdapat sedekah sama sekali, maka ia akan membinasakannya ".