P. 1
kedokteran

kedokteran

|Views: 2|Likes:
Dipublikasikan oleh Muhammad Fauzi
ojn]]'pi
ojn]]'pi

More info:

Published by: Muhammad Fauzi on May 15, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/16/2014

pdf

text

original

1

Pengantar Perilaku Kedokteran Pengantar Perilaku Kedokteran Pengantar Perilaku Kedokteran Pengantar Perilaku Kedokteran
Kuliah 2 September 2004

Perilaku Kedokteran II membahas tentang pribadi pasien secara utuh sebagai makhluk individu dan sosial dengan
segala aspeknya yang berkaitan dengan perjalanan penyakit dan proses pengobatan dalam setting klinis.
Tujuan :
diharapkan diakhir kuliah mahasiswa dapat :
♥ Memahami pasien sebagai individu dengan memperhatikan aspek psikologis dan sosial yang terjadi, serta
dampaknya terhadap perjalanan penyakit dan proses pengobatan sehingga kita sebagai dokter dapat
memahami kondisi pasien dan membantu proses pengobatannya.
♥ Menganalisis situasi selama terjadinya interaksi antara pasien-dokter dan pengaruhnya terhadap kelancaran
proses pengobatan
♥ Memahami dan menganalisis hubungan antara faktor resiko perilaku dan penyakit (etiologi maupun proses
pengobatannya), contohnya faktor lingkungan, pola makan (fast food), dan kebiasaan pasien itu sendiri
(merokok, malas berolahraga).
♥ Ada paradigma yang mengatakan bahwa dokter mengobati pasien seperti seorang insinyur memperbaiki mesin.
Dokter menganggap pasien hanya sebagai sebuah tubuh yang sakit atau rusak yang perlu diobati atau
diperbaiki. Oleh karena itu secara umum perilaku kedokteran membentuk seorang dokter agar lebih berempati
kepada pasien.

Pendekatan bio-psiko-sosio-kultural-spiritual pemecahan masalah kesehatan
Pendekatan bio-psiko-sosio-kultural-spiritual adalah suatu pendekatan menyeluruh antara sistem biologis
(penyakit),psikologis(perasaan dan perilaku pasien), sosio kultural(latar belakang kehidupan dan
lingkungannya), dan spiritual(keyakinan dan nilai-nilai yang diyakini, tidak terbatas pada agama tetapi juga nilai
moral) Pengobatan & perawatan dengan ilmu kesehatan mutakhir & alat-alat canggih tanpa memperhatikan
aspek psikologis & sosial kuno, tidak lengkap. ( Brewer et.al; Sabbeth & Stein dalam Eiser 1993 ).
Sebagai seorang dokter, dalam memberikan pengobatan dan perawatan jangan hanya mengandalkan peralatan
kesehatan yang canggih tetapi juga perlu melakukan pendekatan secara psikologis dan sosial (informed
consent) sehingga mempercepat proses penyembuhan si pasien dan terhindar dari malpraktek.


The World


Social System
Examples :
- society
- community
- family
Body and mind unity
Pendekatan bio-psiko-sosio-kultural-spiritual
Psychological
System
Examples :
- Cognition
- Emotion
- Motivation
The Person
Biological
System
Examples :
- Organ
- Tissue
- Cells

2
Teman-teman, di bawah ini kita akan kasih contoh kasus supaya teman-teman dapat memahami bagan di atas.
Contoh kasusnya adalah orang yang sakit gigi. Bagi kalian yang sakit gigi pasti tahulah rasanya, memang sakitnya di
gigi tetapi karena sakitnya itu mood kita jadi jelek, kita jadi malas berkomunikasi dengan teman kita dan akhirnya
juga dapat memperburuk interaksi sosial kita.

Kapan dilakukan pendekatan bio-psiko-sosio-kultural-spiritual ? Sejak awal pasien
merasakan adanya gejala
Pemeriksaan awal untuk penegakan diagnosis
Diagnosisdokter perlu melakukan pendekatan kepada pasien agar dari anamnesis yang dilakukan dapat
diperoleh informasi tentang keadaan pasien yang sebenarnya.
Proses pengobatanpendekatan perlu dilakukan agar pasien sadar dan patuh dalam menjalani pengobatan
Proses pemulihandiperlukan pendekatan supportif dan encouraging agar dapat mempercepat poses
pemulihannya.
Menghadapi kemungkinan terburukpendekatan perlu dilakukan agar pasien siap menghadapi kemungkinan
terburuk.
Ini ada cerita dari dosen yang berhubungan dengan penjelasan di atas…….Ada seorang pasien datang ke Sardjito
dengan kondisi badan sedikit membungkuk dan memegang perut bagian kanan dan merasa sangat kesakitan.
Setelah dilakukan pemeriksaan oleh ko-ass, residen, dan dokter ahli disimpulkan bahwa pasien tersebut tidak ada
kelainan apa-apa dan dari anamnesis diketahui bahwa pasien tersebut masih menderita trauma akibat sebelumnya
pernah terkena tusukan benda tumpul di perut bagian kanannya. Jadi, dari kasus ini kita dapat menyimpulkan bahwa
seseorang dapat merasa sakit pada tubuhnya tapi sebenarnya dia tidak sakit. Rasa sakitnya itu hanya terbawa oleh
pikirannya. Oleh karena itu sebagai seorang dokter harus melakukan pendekatan agar tahu secara pasti penyebab
sakit pada pasiennya.
Siapa yang melakukan ?
♣ Dokter
♣ Perawat
♣ Petugas kesehatan lain
♣ Psikolog
♣ Ahli disiplin ilmu lain yg. terkait masalah kesehatan
♣ Keluarga
Dokter“Significant person” bagi pasien dan keluarganyabagi pasien, dokter adalah orang yang sangat penting
dan diperlukan.
“Main core” (pusat) dari seluruh proses pengobatandokter berkewajiban untuk memberi tahu segala hal yang
perlu diketahui oleh pasien.
“He himself as a therapeutic agent”pasien merasa tenang jika sudah ditangani oleh dokter.
Mampu menjalin kerjasama dengan disiplin lain: (multi disiplin, interdisiplin dan transdisiplin)
Perlu memahami dan mempelajari aplikasi disiplin ilmu lain dalam pendekatan masalah kesehatan ( bisa
dilakukan melalui pendekatan trans-disiplin )
Pendekatan Trans-disiplin Beroperasi lintas ilmu dan hirarki
Menyertakan keberagaman teori dan pengetahuan
Realitas adalah kompleks dan membutuhkan multipel perspektif
Bertujuan membangun meta-teori
Terbuka untuk pandangan-pandangan baru
Kesuksesan Tim Transdisiplin Hindari elitisme disiplin
Komitmen dari semua anggota tim
Prioritas pada pemecahan masalah
Komitmen pada proses transdisiplin
Komposisi yang tepat antar disiplin
Audit yang baik pada proses rekruitmen anggota tim
Pendidikan bagi masing-masing disiplin yang terkait
Berusaha saling memahami ilmu, cara/pola kerja masing-masing disiplin

3
Saling menghormati masing-masing disiplin
Membina hubungan kerja yang optimal


























TOPIK-TOPIK KULIAH
1. KULIAH INTRODUKSI
2. ASPEK EMOSI PASIEN
3. RAPPORT DAN ASSESMENT
4. PENGUKURAN PERILAKU
5. MENYAMPAIKAN DIAGNOSIS DAN PESAN/NASEHAT
6. MENYIAPKAN PASIEN DALAM MENJALANI TINDAKAN MEDIS DAN PERAWATAN DI RUMAH SAKIT DAN
EFEK-NYA
7. KOMPLEKSITAS DINAMIKA KELOMPOK DI RUMAH SAKIT
8. PERAN KELUARGA DALAM PROSES PENGOBATAN DAN PENDAMPINGAN SELAMA PERAWATAN DI
RUMAH SAKIT
9. PENGARUH SOSIO-KULTURAL TERHADAP PENGOBATAN
10. FAKTOR RESIKO PERILAKU DAN PENYAKIT I DAN II
11. PENYAKIT KRONIS DAN TERMINAL





Health Professionals
(Physician, PH,nurse,mid-
wife,dentist,pharmacist)
Non-health Professionals
(administrative, finance)
How to serve the community
(colleagues/team members)

How to make money
(competitors)
HO8P¡TAL {others}

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->