Anda di halaman 1dari 9

ASUHAN KEBIDANAN PADA MIOMA UTERI

LANDASAN TEORI MIOMA UTERI I. PENGERTIAN Mioma Uteri adalah neoplasma jinak yang berasal dari otot uterus dan jaringan ikat yang menumpanginya, oleh karena itu dalam kepustakaan dikenal juga istilah fibromioma, leiomioma, ataupun fibroid.( Sarwono, 2008 : 891 ) Mioma Uteri adalah tumor jinak otot rahim, disertai jaringan ikatnya sehingga dapat dalam bentuk padat karena jaringan ikatnya dominan dan lunak karena otot rahimnya dominan.(Manuaba, 1998 : 409 ) II. ETIOLOGI Para ilmuwan menyatakan bahwa reseptor estrogen pada mioma lebih banyak di dapati dari pada miometrium. Mioma uteri lebih sering di dapati pada wanita nulipara. Faktor keturunan juga memegang peranan penting. ( Kapita Selekta Kedokteran, 2001 :387) III. PATOLOGI Berdasarkan teori genitoblast ( sel nesit) Meyer dan De snoo, dan rangsangan terus menerus setiap bulan dari estrogen, maka pertumbuhan mioma uteri terjadi: 1. Berlapis seperti berambang 2. Lokalisasi bervariasi a. Sub serosa - Di bawah lapisan peritoneum - Dapat bertangkai dan melayang dalam kavum (ruangan) abdomen b. Intramural Di dalam otot rahim dapat besar, padat dan lunak c. Submukosa - Di bawah lapisan dalam rahim - Memperluas permukaan ruangan rahim - Bertangkai dan dapat di keluarkan melalui kanalis servikalis d. Servikal mioma Tumbuh di daerah serviks uteri.( Manuaba, 1998 : 410 ) IV. TANDA DAN GEJALA 1. Tumor massa di perut bawah 2. Perdarahan (biasanya dalam bentuk menorrhagi) 3. Nyeri Gejala ini tidak khas untuk mioma, walaupun sering terjadi keluhan, yang sering di utarakan adalah rasa berat dan disminorrhea Pada mioma yang sangat besar, rasa nyeri dapat disebabkan karena

tekanan terhadap urat syaraf dan menjalar ke pinggang dan tungkai bawah 4. Akibat tekanan Bila menekan kandung kencing, akan menimbulkan kerentanan kandung kencing (bladder irritability), polikasuria dan disuria Gejala sekunder : - Anemia - Lemah - Pusing - Sesak nafas - Erythrocytosis pada mioma besar.( Obsgyn,1998 :158 ) V. DIAGNOSIS 1. Memperkirakan kemungkinan mioma uteri dengan memperhatikan gejala klinik yaitu terdapat perdarahan menstruasi yang tidak normal, terdapat gangguan miksi atau BAB dan terasa nyeri saat menstruasi 2. Palpasi abdomen Kadang-kadang adanya mioma dapat juga dengan pemeriksaan palpasi sebagai tumor yang keras, bentuk tidak teratur, gerakan bebas tak sakit 3. Pemeriksaan bimanual Tumor pada uterus yang umumnya terletak di garis tengah ataupun agak ke samping, seringkali teraba berbenjol-benjol 4. Pemeriksaan dengan uterus sonde Kavum Uteri menjadi luas 5. Pemeriksaan USG ( Manuaba, 1998 : 411 ) VI. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. DIAGNOSIS BANDING Kehamilan Inversio Uteri Adenomiosis Koriokarsinoma Karsino korpus uteri Kista ovarium Sarkoma uteri.( Kapita Selekta Kedokteran, 2001 : 387)

VII. KOMPLIKASI 1. Degenerasi ganas Mioma uteri yang menjadi leiomiosarkoma ditemukan hanya 0,32-0,6% dari seluruh mioma, serta merupakan 50-75% dari semua sarkoma uterus. Keganasan umumnya baru di temukan pada pemeriksaan histologi uterus yang telah diangkat. Kecurigaan akan keganasan uterus apabila mioma uteri cepat membesar dan apabila terjadi pembesaran sarang mioma dalam menopause

2. Torsi ( putaran tangkai ) Sarang mioma yang bertangkai dapat mengalami torsi, timbil gangguan sirkulasi akut sehingga mengalami nekrosis Dengan demikian terjadilah sindrom abdomen akut. Jika torsi terjadi perlahan-lahan, gangguan akut tidak terjadi. Hal ini hendaknya di bedakan dengan suatu keadaan dimana terdapat banyak sarang mioma dalam rongga peritoneum. Sarang mioma dapat mengalami nekrosis dan infeksi yang diperkirakan karena gangguan sirkulasi darah padanya, misalnya terjadi pada mioma yang di lahirkan hingga perdarahan berupa metrorraghia atau menorraghia di sertai leukorea dan gangguan-gangguan yang di sebabkan oleh infeksi dari uterus sendiri.( Sarwono, 2005 : 340-341) VIII. PENATALAKSANAAN 1. Konservatif dengan pemeriksaan periodik Tidak semua mioma uteri memerlukan tindakan bedah, 55% dari semua mioma uteri tidak memerlukan suatu pengobatan dalam bentuk apapun, terutama apabila mioma itu masih kecil dan tidak menimbulkan gangguan atau keluhan. Walaupun demikian mioma uteri memerlukan pengamatan 3-6 bulan. Dalam menopause dapat berhenti pertumbuhannya atau lisut.( Sarwono, 2005 : 344 ) 2. Pengobatan Operatif - Miomektomi adalah pengambilan sarang mioma saja tanpa pengangkatan uterus, miomektomi dilakukan bila masih di inginkan keturunan - Hysterektomi Dilakukan pada mioma yang besar dan multiple Pada wanita sebaiknya di tinggalkan satu atau kedua ovarium maksutnya untuk menjaga agar jangan terjadi menopause sebelum waktunya. - Hysterektomi perabdominal Akhir ini jarang di lakukan karena uterus harus lebih kecil dari telur angsa dan tidak ada perlekatan dengan sekitarnya - Hysterektomi subvaginal Hanya di lakukan bila terdapat kesukaran teknis dalam mengangkat uterus keseluruhan 3. Radioterapi Tindakan ini bertujuan agar ovarium tidak berfungsi lagi sehingga penderita mengalami menopause Ini hanya dikerjakan kalau terdapat kontraindikasi untuk tindakan operatif Hanya dikerjakan bila tidak ada keganasan pada uterus Uterus harus lebih kecil dari kehamilan 3 bulan

Bukan jenis submukosa Tidak disertai radang pelvis atau penekanan pada rektum Jenis radioterapi : Radium dalam cavum uteri X-ray pada ovarium (castrasi). ( Sarwono, 2005 : 345 )

DAFTAR PUSTAKA - Fakultas Kedokteran. 1998. Obstetri dan Gynekologi. Bandung : Elstar Offset - Manuaba, Ida Bagus Gede. 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB untuk Pedidikan Bidan. Jakarta : EGC. - Masjoer, A. 2001. Kapita Selekta Kedokteran . Jakarta : Media Aesculapius Sarwono, P. 2005. Ilmu Kandungan. Jakarta : YBP Sarwono, P. 2008. Ilmu Kebidanan. Jakarta : YBP

ASUHAN KEBIDANAN PADA NY. P P3003 DENGAN MIOMA UTERI PRO LAPAROTOMI
PENGKAJIAN Tanggal : 27 November 2010 I. PENGUMPULAN DATA A. Data Subyektif 1. Biodata Nama Istri : Ny. P Umur : 55 tahun Agama : Islam Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia Jam: 07.30 WIB

Nama Suami : Tn. R Umur : 60 tahun Agama : Islam : Jawa/Indonesia Suku/Bangsa

Pendidikan : SD Pendidikan Pekerjaan : Pekerjaan Penghasilan :2.000.000,-/3 bln Alamat : Desa Dangilo RT. 13 RW. 3 Kedewan

: SD : Tani Penghasilan

: Rp.

2. Keluhan Utama Ibu mengatakan perutnya terasa ada benjolan dan keluar darah sejak 6 bulan yang lalu 3. Riwayat Kesehatan Yang Lalu Ibu mengatakan pernah menderita penyakit darah tinggi, tidak pernah menderita penyakit kencing manis, paru-paru, serta tidak pernah menjalani operasi. 4. Riwayat Kesehatan Sekarang Ibu mengatakan mempunyai 3 anak, anak terkecil usia 33 tahun, merasakan ada benjolan pada perutnya dan mengeluarkan darah dengan konsitensi cair, warna kuning kecoklatan jumlah + 20 cc / hari, bau + sejak 6 bulan yang lalu perut terasa kemeng sejak + 1 tahun yang lalu, bulan Januari periksa ke Dr. Faisal SpOG ( Cepu ) dengan dx mioma uteri + anemi gravis ( Hb : 3,2 gr %). Tanggal 20-24 April 2010 MRS di RSUD Bojonegoro di lakukan transfusi PRC V kolf, tanggal 26 April di suruh kembali untuk MRS, Tanggal 27 April pro laparotomi 5. Riwayat Kesehatan Keluarga Ibu mengatakan dalam keluarganya ada yang pernah menderita penyakit darah tinggi, tidak pernah menderita penyakit kencing manis, paru-paru, serta tidak pernah menjalani operasi. 6. Riwayat Haid Menarche : 12 tahun Siklus haid : teratur, 26-30 hari Lama : 5-7 hari Karakteristik : cair, warna merah kehitaman, ganti pembalut 2 x/hari Dismenorhea : ya,hari pertama haid Disfungsi blooding : tidak ada Flour albus : cair agak bergumpal, warna kuning kecoklatan, bau +, jumlah 1 softek per hari HPHT : + 3 tahun yang lalu 7. Riwayat Perkawinan Menikah : 1 kali Lama menikah : 13 tahun Usia menikah : 42 tahun 8. Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas yang Lalu No Usia hamil Cara partus Penolong Tempat persalinan Keadaan bayi Jenis kelamin BB Usia Sekarang Uri Nifas 1. 9 bulan Spt dukun rumah hidup Lk - 41 L taa

2 3

9 bulan 9 bulan

Spt Spt

dukun dukun

rumah rumah

hidup hidup

Lk Lk

36 33

L L

taa taa

9. Riwayat KB Ibu mengatakan pernah mengikuti KB aidi selama 5 tahun. 10. Pola Kebiasaan Sehari-hari Pola Sebelum di RS Selama di RS Nutrisi

Eliminasi

Istirahat Kebersihan Aktivitas Kebiasaan

Seksual Rekreasi Makan 3 x/hr, porsi 1 piring terdiri dari 2 entong nasi, 2 potong tahu tempe, 1 mangkok sayur, minum air putih 6-7 gls/hr BAB : 1 x/hari ( lembek, warna kecoklatan, bau khas ) BAK : 3-4 x/hari ( warna kuning jernih, bau khas ) Tidur siang : + 3 jam/hari Tidur malam : + 8 jam/hari Mandi, gosok gigi 2x/hari, ganti pakaian 1x/hari, keramas 3 x/minggu Menyapu, mencuci baju, memasak Tidak merokok, tidak minum-minuman yang mengandung alkohol dan tidak ketergantungan obat 1 x/bulan Nonton TV Ibu masih puasa

BAB : selama di RS ibu sudah BAB 1 kali BAK : terpasang dowerkateter ( 100 cc ) Tidur siang : + 1 jam Tidur malam : + 8 jam Mandi, ganti baju 1 kali Berbaring di tempat tidur Tidak merokok, tidak minum-minuman yang mengandung alkohol dan tidak ketergantungan obat Dukungan dari keluarga 11. Riwayat Psikososial Ibu mengatakan hubungan ibu dengan suami, keluarga pasien serta perawat baik 12. Latar Belakang Sosial Budaya Ibu mengatakan minum air putih yang telah di bacakan doa-doa dari dukun 13. Data Spiritual Ibu mengatakan hanya berdoa agar sakitnya segera sembuh 14. Pengetahuan Ibu mengatakan baru mengetahui tentang penyakitnya ini dari dokter kandungan B. DATA OBYEKTIF 1. Pemeriksaan Umum Keadaan Umum : Baik Kesadaran : Composmentis TB : 153 cm BB : 50 kg Lila : 25 cm Tanda-tanda vital Tekanan darah : 160/100 mmHg Nadi : 86 x/menit Suhu : 365 oC Pernafasan : 20 x/menit 2. Pemeriksaan Khusus a. Inspeksi Rambut : hitam, bersih, tidak mudah rontok Kepala : bersih, tidak berketombe Muka : tidak odem, tidak ada chloasma gravidarum

Mata : simetris, sklera tidak ikterik, konjungtiva tidak anemis Telinga : bersih, tidak ada serumen, pendengaran baik Hidung : bersih, tidak ada sekret, tidak ada polip Mulut : bersih, tidak ada caries dentis Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan vena jugularis Dada : payudara simetris, pernafasan teratur Perut : membesar, tidak ada luka bekas operasi Anus : tidak ada hemoroid Ekstremitas : kedua ekstremitas tidak odem b. Palpasi Leher : tidak ada pembesaran vena jugularis Dada : tidak teraba masa Perut : teraba bulat sebesar hamil 4 bulan, batas jelas Ekstremitas : kedua ekstremitas tidak odem c. Pemeriksaan penunjang Kadar Hb tgl 27 April 2010 : 12,4 gr% Pemeriksaan golongan darah : O Kesimpulan : - Ibu P3003 dengan mioma uteri pro laparotomi II. IDENTIFIKASI MASALAH Dx : P3003 dengan mioma uteri pro laparotomi Ds : Ibu mengatakan perutnya terasa ada benjolan dan keluar keputihan sejak 6 bulan yang lalu Do : Pemeriksaan umum TB/BB : 153 cm / 50 kg Lila : 25 cm TD : 160 / 100 mmHg N : 86 x/mnt S : 365 oC RR : 20 x/mnt Perut : membesar, tidak ada luka bekas operasi Teraba bulat sebesar hamil 6 bulan, batas jelas Hb sahli : 12,4 gr % III. ANTIPASI MASALAH POTENSIAL

IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA Kolaborasi dengan tim medis untuk melakukan laparotomi V. INTERVENSI

1. Lakukan pendekatan pada ibu dan jelaskan pada ibu tentang hasil pemeriksaan Rasional : agar ibu kooperatif dan mengetahui keadannya 2. Lakukan observasi TTV Rasional : untuk memantau kondisi ibu 3. Anjurkan pada ibu untuk tetap berpuasa Rasional : untuk persiapan operasi 4. Lakukan observasi cairan infus dan eliminasi pada DC Rasional : untuk memantau kondisi ibu 5. Berikan dukungan psikologis untuk persiapan operasi Rasional : agar ibu siap menjalani operasi VI. IMPLEMENTASI

1. Menjelaskan hasil pemeriksaan pada ibu bahwa ibu mempunyai penyakit tumor kandungan sehingga memerlukan tindakan operasi untuk menanganinya, ibu tidak perlu cemas karena akan di tangani oleh ahlinya 2. Melakukan observasi TTV, tanggal 27 april 2010 jam 08.00 WIB TD: 160/100 mmHg, N: 86 x/m, S 365 0C, RR : 20 x/m 3. Mengingatkan pada ibu untuk tetap berpuasa untuk persiapan menjalani operasi 4. Memantau cairan infus yaitu terpasang NaCl 30 tpm, eliminasi urin pada DC yaitu 100 cc warna kuning jernih 5. Memberikan dukungan psikologis pada ibu untuk persiapan menjalani operasi, hari ini jam 12.00 WIB VII. EVALUASI Tanggal : 27 November 2010 Jam : 08.10 WIB 1. Ibu mengerti tentang keadaannya 2. Ibu mengatakan masih berpuasa 3. Ibu sudah siap untuk di lakukan operasi