Anda di halaman 1dari 16

HARDENING DAN AKLIMATISASI

Oleh : Kodirin Tri Yuliyanti Anida Fitri Tusfiyatul Aimmah

TUJUAN
Membuat bibit kultur yang berkualitas Memantau kesuksesan adaptasi tanaman pada medium tanah

DASAR TEORI
Kultur jaringan adalah suatu metode perbanyakan vegetatif tanaman yang dilakukan dengan cara mengisolasi bagian tanaman seperti protoplas, sel, sekelompok sel, jaringan atau organ, kemudian menumbuhkannya dalam kondisi aseptik, sehingga bagian tanaman tersebut dapat memperbanyak diri dan beregenerasi menjadi tanaman yang lengkap (Gunawan, 1992).

Dalam perbanyakan tanaman melalui kultur jaringan dapat ditempuh melalui dua jalur, yaitu organogenesis dan embriogenesis somatik. Setelah tumbuh planlet, baik dari organogenesis maupun embriogenesis ada tahap penting dalam fase hidup tanaman, yaitu hardening dan aklimatisasi.

Hardening sendiri berarti pengerasan. Tahap hardening, yaitu tahap aklimatisasi bibit kultur dari kondisi in vitro ke lingkungan baru di rumah kaca. Hardening dilakukan karena planlet hasil kultur mudah mengalami pembusukan, tidak kompak, kerdil atau rentan penyakit. Ini disebabkan karena sel-sel penyusun tubuhnya tipis, dan banyak mengandung cairan. Sehingga hardening bertujuan mengeraskan dinding sel tanaman agar dapat tumbuh di kondisi alam/ ex vitro.

Aklimatisasi merupakan pemindahan planlet in vitro dari lingkungan dengan kelembapan tinggi ke lingkungan normal/ tanah. Sehingga dilakukan dengan menurunkan kelembaban dan peningkatan intensitas cahaya

METODE PERCOBAAN
Alat Bahan Planlet sawi Planlet anggrek tanah Planlet anggrek epifit Larutan pencuci (bakterisida dan fungisida) Tanah Akar pakis Larutan pupuk hiponex

Pinset Pot Plastik transparan Kertas koran Baki Kertas label

Cara kerja (Hardening)


Planlet di dalam botol

Dipindahkan dari rak kultur ke lab rumah kaca selama 1 minggu

Diamati perubahan warna dan morfologi akar, batang dan daun

Cara Kerja (Aklimatisasi)


Ambil Tanaman dari kultur in vitro botolan Dicuci dan dibersihkan akarnya dari agar

Tanaman dimasukkan ke dalam larutan bakterisida + fungisida

Disemprotkan larutan hiponex setiap 2 hari sekali

Ditanam ke dalam pot berisi tanah (untuk anggrek tanah dan sawi) dan medium akar pakis (anggrek epifit) Ditutup dangan plastik transparan.

di tiriskan di atas kertas koran

HASIL PENGAMATAN
Hardening 1. Sawi

2. Kacang ijo

Aklimatisasi

TABEL

PEMBAHASAN
Hardening seluruh planlet pada hari ke tujuh layu. Planlet banyak kehilangan H2O untuk penguapan Nutrisi media semakin berkurang Tidak dilakukan subkultur Intensitas Cahaya tinggi

Aklimatisasi Sawi dan anggrek tanah mengering mulai hari ke 5 pengamatan dan muncul jamur Jamur muncul karena proses pencucian bibit kultur kurang bersih Tanaman yang mengering kemungkinan disebabkan karena selama 4 hari tanaman tidak disiram, sementara kandungan air dalam tanah tidak mencukupi

Pada anggrek epifit, sampai hari terakhir pengamatan, ke 40 bibit anggrek bisa tumbuh dengan baik, walaupun dalam keadaan agak layu. Kemungkinan hal ini dikarenakan akar tanaman ini sudah termodifikasi menjadi akar nafas. Sehingga saat bersentuhan dengan udara akan lebih mudah beradaptasi.

KESIMPULAN
Bibit tanaman yang unggul belum bisa dihasilkan >> percobaan pertama Ada tanaman yang sukses beradaptasi dan ada yang tidak

Terimakasih...

Beri Nilai