PEMERIKSAAN X-RAY PADA BAYI NEONATUS

A. FOTO THORAX B. FOTO ABDOMEN
Tujuan : Membedakan kasus : - BEDAH - NON-BEDAH - NON-TREATABLE

2. Thorax Lateral - Pelengkap posisi AP - Melihat mediastinum - Melihat kelainan-kelainan yang meragukan pada posisi AP
3. Thorax Lateral Dekubitus - Melihat adanya * udara (Pneumo Thorax) * cairan (Efusi Pleura)

Posisi Standar Thorax Anak . THORAX AP .Tujuan : * Melihat jantung & paru * Melihat posisi ujung pipa (endotracheal tube) 2. THORAX LATERAL . FOTO THORAX Posisi : 1.A.Bayi Telentang (Supinasi Sinar Vertikal) .

Terlalu lunak 2.Foto kabur 3.Terlalu keras .Mediastinum tergeser ok Rotasi  bayangan bronchovascular seolah-olah membesar (sisi yang menjauhi film) . Kondisi foto .PENILAIAN FOTO THORAX 1. Simetris kanan-kiri . Gerak / Goyang .

Mediastinum . timus .Bila > V. klj.Mediast letak di tengah .Th.Th.4.9 Diafragma setinggi V.10 . Inspirasi cukup .Mediast seolah lebar ok.N : Trachea di tengah Sedikit lateral kanan ok.Diafragma setinggi V.Th. desakan arcus Aorta .10  OVERAERASI Inspirasi kurang  * cor seolah-olah besar * corakan paru me 5.

Segmen pulmonal landai .letak sedikit di hemi thorax kiri (lebih banyak di kiri) . Jantung N : .6.bayi Lordotik – cor tampak membesar Pengukuran cardiothoracic ratio = membandingkan jarak terjauh batas cor D & S dengan jarak antara ddg.bentuk seperti buah pear . Thorax DS setinggi diafragma .Apex pada hemi thorax kiri .hari-hari pertama jantung tampak lebih besar .

7.Corakan bronchovaskular .Lesi-lesi abnormal * radioopaque * radiolusen .Bandingkan d & s . Paru .Peningkatan / penurunan aerasi paru .Apakah paru mengembang .

udara bebas pada rongga pleura 9. Sinus-sinus .pleuritis .Sinus Costophrenicus ka & ki .8. Pleura N : pleura tidak terlihat .efusi pleura .Sinus Cardiophrenicus ka & ki N : tajam .

9.Emfisema subcutis .Lipatan kulit . Diafragma .Fracture . Tulang & soft tissue .ketinggian .kelengkungan .kontinuitas N : D lebih tinggi daripada S (beda =< 2 iga) 9.

IRREGULAR PATTERN : pola tidak beraturan . NORMAL CHEST : Paru tampak normal 2. WHITE CHEST : Paru tampak putih 3. REGULAR PATTERN : pola rongga udara & retikular 5. BLACK CHEST : Paru tampak hitam 4.5 TYPE UTAMA THORAX PADA NEONATUS MENURUT GIEDEON 1.

PARU 1.MACAM-MACAM GAMBARAN KEL. PENINGKATAN OPASITAS & PERPADATAN . INFILTRAT PARU 2. LUSEN ABNORMAL 3.

INFILTRAT PARU DD : • Membran Hyaline Disease • Sindroma Aspirasi Meconeum • Pneumonia Neonatal • Transient Tachypnea of the Newborn .1.

MEMBRAN HYALIN Causa : pembentukan surfaktan kurang terutama bayi prematur Klinis : .Retraksi sela iga .1 PENY.Sianosis .Tachipnea ( >60 x/menit) .1.

FOTO THORAX AP • Bercak retikulogranular ok. dalam saluran napas besar • 4 derajat PMH  menurut klasifikasi Bomsel . Mikro atelectasis pada alveolus • Bronchogram.

menutupi bayangan jantung * Aerasi paru menurun .4 Derajat PMH (Bomsel) • Stadium I / Bentuk Ringan : Sedikit bercak reticulagranular & bronchogram udara • Stadium II / Bentuk Sedang : * Bercak reticulagranular homogen kedua paru * Bronchogram udara lebih jelas – meluas ke perifer.

4 Derajat PMH (Bomsel) • Stadium III : * Bayangan paru lebih opaque * Bayangan cor hampir tak tampak * Bronchogram udara luas Bayangan paru lebih opaque karena kumpulan alveoli kolaps & bergabung  opaque • Stadium IV : * Seluruh thorax sangat opaque = white lungs * jantung tidak dapat dilihat .

SINDROMA ASPIRASI MECONEUM Stres intra uterina  mekoneum dikeluarkan ke cairan amnion. nafas & pneumonitis kimiawi . nafas – menyebabkan obstruksi sal. Keadaan hipoxia & hipercapnea  fetus akan gasping (bernafas tak teratur)  cairan amnion & mekoneum masuk sal.

Hiperinflasi • Diafragma mendatar • Kadang efusi pleura • Komplikasi : * Pneumo thorax * Pneumo mediastinitis . menyebar bilateral • Volume paru meningkat ok.FOTO THORAX SINDROMA ASPIRASI MECONEUM • Bercak infiltrat kasar / nodular.

Intra uterina . alveolar ā interstitial yang menyeluruh • Infeksi paru pada neonatus dapat terjadi : .Segera sesudah lahir • Klinis : Distress pernafasan berat : .Sianosis .PENUMONIA NEONATAL • Adalah peny.Sepanjang jalan lahir selama proses partus .Tachipnea .Retraksi .

alveolar . 5. 2.interstitial Radiating parahilar streakines Infiltrat kasar & menyebar Nodule kecil ā bercak retikulogranular menyeluruh Perkabutan paru menyeluruh Infiltrat dibasal. 3.FOTO THORAX PENUMONIA NEONATAL • • 1. 6. Sangat bervariasi Dapat pada : . berupa nodule ā perkabutan Granular menyeluruh sulit di DD dengan PMH Vol. paru pdu normal Kadang efusi pleura . 4.

Paru hiperaerated .Kadang efusi pleura / fissura mina yang prominen .TRANSIENT TACHYANEA OF THE NEW BORN = TTN Foto Thorax .Infiltrat perihiler yang simetris .

PNEUMO MEDIASTINUM 3. PNEUMOTHORAX 2. PNEUMO PERICARDIUM 4. MALFORMASI KISTIK ADENOMATOID . HERNIA DIAFRAGMATICA 5. EMFISEMA LOBAR CONGENITA 6.GAMBARAN / BAYANGAN LUSEN ABNORMAL DD : 1.

PNEUMOTHORAX Adalah keadaan terdapatnya udara di antara pleura parietalis & visceralis Causa : .bayi high risk : * meconeum dalam amnion * resusitasi aktif * bayi dengan ventilator Klinis : Bervariasi. tergantung jumlah udara yang ada dalam rongga pleura . .spontan.

Retraksi interkostal .Dada asimetri saat bernafas . tachipnea perlu oksigen .Bayi merintih .PNEUMOTHORAX Gejala : .Nafas cuping hidung .Ringan.Jantung bergeser ke kontralateral .Suara nafas menurun pada ipsilateral .

PNEUMOTHORAX Pneumothorax dalam jumlah sedikit  sulit dilihat dengan foto thorax AP  lebih mudah dilihat dengan posisi lateral dekubitus dengan sisi yang sakit berada di atas. .

GAMBARAN FOTO THORAX PNEUMOTHORAX . Lusen • Tidak ada gambaran Vasc .Paru sisi sakit akan terdorong menjauhi ddg.Pada tension pneumothorax • Paru ipsilateral kolaps • Gambaran lusen melewati garis tengah & mendorong mediastinum & cor ke kontralateral • Diafragma datar tertekan ke caudal . thorax oleh udara di rongga pleura  tampak • Lbh.

Dapat terjadi spontan .Dapat distress napas ringan .PNEUMO MEDIASTINUM • Adalah suatu keadaan terdapatnya udara di rongga mediastinum akibat rupturnya alveolus Klinis : .Pems. Fisik : * Diameter AP membesar * Suara jantung sulit didengar .Dapat asimptomatik .

Kadang tampak thymus terangkat superior.Gambaran lusen substernal ā retro cardial (posisi lat) .GAMBARAN FOTO THORAX PNEUMO MEDIASTINUM Posisi AP & Supinasi – Sinar Horisontal . terpisah dari bay. cor .Tampak gambaran lusen pada batas lateral cor & thymus .

Bervariasi mulai asimtomatik sampai tamponade jantung .Tekanan darah & tekanan nadi menurun .Suara jantung terdengar jauh .PNEUMO PERICARDIUM • Adalah adanya udara dalam rongga pericardium sekunder akibat udara yang masuk melalui vascular sheath • Keadaan ini pdu.Denyut cor meningkat . komplikasi penggunaan ventilator mekanik Klinis : .

Sama-sama memperlihatkan continuous diafragma sign .GAMBARAN FOTO THORAX PNEUMO PERICARDIUM .Bila udara cukup banyak pada pneumo mediast udara dapat meluas ke cranial sampai leher Pada pneumo pericardium udara tak dapat melewati arteria Pulmonalis utama yang merupakan batas atas dari pericardium .Sulit dibedakan dengan pneumo mediastinum .

berisi : *usus halus *limpa *colon transversum *gaster . MORGAGNI terletak retrosternal • 90 % hernia diafragmatica terjadi di sisi kiri melalui for Bochdalek.DIAFRAGMA HERNIA • Adalah keadaan masuknya organ viscera abdomen ke dalam cavum thorax melalui foramen BOCHDALEK & / For. MORGAGNI • For BOCHDALEK. terletak POSTEROLATERAL FOR.

DIAFRAGMA HERNIA Hernia Diafragmatica hampir selalu disertai hipoplasia.Pada perkusi : sisi hernia  redup ā timpani .Distress nafas saat lahir . kadang disertai volvulus gaster & sering disertai malrotasi mid gut Klinis : .Pada auskultasi : terdengar bising usus .

Gambaran lusen bulat multipel (berbagai ukuran pada hemi thorax yag menyebabkan pergeseran cor mediastinum ke kontralateral .Gambaran usus-usus dalam abdomen berkurang DD – EVENTERASIO DIAFRAGMA (= lengkung diafr intact diafr – letak tinggi) .GAMBARAN FOTO THORAX HERNIA DIAFRAGMA .Posisi : Thoraco – abdomen AP & Lateral .

Keadaan ini disebabkan ok. sehingga mudah kolaps saat expirasi dengan kecenderungan terjadi air trapping Klinis : . kista kecil : gejala (-) .Bl.Bl.EMFISEMA LOBARIS KONGENITA Adalah suatu keadaan dimana terjadi overdistensi progresif satu atau beberapa lobus paru. kista besar : * Distress nafas * Retraksi * Tachipnea * Sianosis . cincin tlg rawan trachea & bronchus utama tidak lengkap.

DD : Tension Pneumothorax .GAMBARAN FOTO THORAX EMFISEMA LOBARIS KONGENITA • Pdu. terbatas pada 1 lobus yaitu lobus atas ā tengah kanan Berupa : gambaran lusen bila kista besar  pergeseran mediast & mendesak paru ke kontralat.

MAL FORMASI KISTIK ADENOMATOID Tampak berbagai derajat formasi kistik & adenomatosis Klinis : Tachipnea Sianosis Foto thorax : AP & lat Tampak gelembung-gelembung pada paru. kadang ada air fluid level DD : Hernia Diafragmatica .

Efusi pleura .PENINGKATAN OPASITAS PARU & PERPADATAN DD : 1. Agenesis paru 3. Atelectasis paru 2.

mukus .vaskular Obstr extrinsik .plaque meconeum . Obstr extrinsik . disebabkan karena obstruksi mekanik bronchus.massa .ATELECTASIS PARU Adalah berkurangnya volume paru akibat kolapsnya paru sebagian ā seluruh paru Atelectasis paru pdu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful