Anda di halaman 1dari 17

PRINSIP KERJA MESIN PRODUKSI STERIL DAN NON STERIL

A. Alat-alat Produksi Sediaan Steril Sedapat mungkin peralatan yang digunakan untuk memproses produk steril hendaklah dipilih supaya dapat disterilisasi secara efektif dengan menggunakan uap, atau panas kering atau metode lain. Peralatan, fiting dan sarana lain, sejauh memungkinkan, hendaklah dirancang dan dipasang sedemikian rupa sehingga kegiatan, perawatan dan perbaikan dapat dilaksanakan dari luar area bersih. Jika proses sterilisasi diperlukan hendaklah dilakukan setelah perakitan kembali selesai, bila memungkinkan. Bila standar kebersihan tidak dapat dipertahankan saat dilakukan pekerjaan perawatan yang diperlukan di dalam ruang bersih, ruang tersebut hendaklah

dibersihkan, didisinfeksI dan/atau disterilkan sebelum proses dimulai kembali. Instalasi pengolahan dan sistem distribusi air hendaklah didesain, dikonstruksi dan dirawat untuk menjamin agar air yang dihasilkan memenuhi persyaratan mutu yang sesuai. Hendaklah dipertimbangkan agar perawatan sistem air mencakup program pengujian yang diperlukan. Sistem hendaklah tidak dioperasikan melampaui kapasitas yang dirancang.Hendaklah dilakukan validasi dan perawatan terencana terhadap semua peralatan seperti sterilisator, sistem penanganan dan penyaringan udara, ventilasi udara dan filter gas serta sistem pengolahan, penyimpanan dan pendistribusian air, persetujuan untuk penggunaan kembali setelah dilakukan perawatan hams dicatat. 1) Laminar Air Flow Laminar Air Flow merupakan alat sterilisasi yang menggunakan prinsip filtrasi udara dan penggunaan radiasi ultraviolet. Laminar Air flow ini digunakan sebagai tempat untuk melakukan kegiatan laboratorium yang membutuhkan kondisi steril. Komponen laminar air flow antara lain ruang kaca steril yang dilengkapi dengan tutup, filter udara di bagian belakang, lampu UVR di langit-langit ruang, lampu biasa untuk membantu proses kerja, serta panel tombol untuk menyalakan lampu UVR, filter dan lampu biasa. Radiasi ultraviolet dengan panjang gelombang 240-300 nm diserap dengan mudah oleh basa DNA dan dapat menyebabkan dimer yang akan menyebabkan mutasi dan kematian sel. Lampu UVR germisida adalah lampu yang memancarkan cahaya ultraviolet dengan panjang gelombang 254nm yang digunakan untuk mensterilkan udara atau permukaan suatu benda.

Lingkungan dalam laminar air flow disterilisasi dengan 2 cara. Sebelum digunakan, laminar air flow ditutup dan lampu UVR dinyalakan sehingga mikroba di udara dan permukaan ruang mati, lalu saat bekerja, kondisi udara dijaga stabil dengan filtrasi udara.

2)

Mesin Pengisi dan Penutup Ampul Pada alat ini sebuah (atau juga 2 buah) semburan api diarahkan pada bagian tengah leher

ampul. Setelah gelas melunak bagian atas leher dijepit dengan sebuah pinset (pada kerja manual), atau dilakukan oleh alat khusus (masinel) kemudian ditarik keatas kemudian ampul dapat ditutup. Alat dapat mengisi 1-20 ml dengan kecepatan mengisi hingga 600 ampul/menit. Proses pengisian : Mengisi nitrogen sebelum mengisi obat-obatan Pengisian obat-obatan Mengisi nitrogen setelah mengisi obat-obatan Pemanasan awal Penyegelan

Penutupan ampul dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu: 1. Cara peleburan, dimana semburan nyala api diarahkan pada leher ampul yang terbuka dan ampul ditutup dengan membakar disatu lokasi lehernya sambil diputar kontinyu. 2. Cara tarikan, dimana setelah gelas melunak, kemudian bagian lehernhya dijepit, dan di tarik ke atas.

3)

Autoklaf Autoklaf adalah alat untuk mensterilkan berbagai macam alat dan bahan yang digunakan

dalam mikrobiologi menggunakan uap air panas bertekanan. Prinsip menggunakan uap air panas bertekanan. Tekanan yang digunakan pada umumnya 15 Psi atau sekitar 2 atm dan dengan suhu 121oC. Lama waktu untuk mensterilakan alat kurang lebih 15-20 menit, sedangkan lama waktu untuk mensterilkan bahan kurang lebih 10-15 menit. Komponen-komponen autoklaf : Tombol pengatur waktu mundur Katup pengeluaran uap Pengukur tekanan Klep pengaman Termometer Lempeng sumber panas

4)

Oven Prinsip oven adalah bahwa air yang terkandung dalam suatu bahan akan menguap bila

bahan tersebut dipanaskan pada suhu pada suhu 105o C selama waktu tertertentu. Sterilisasi cara panas kering cocok untuk cairan bukan-air atau serbuk kering

Sterilisasi a) Produk yang disterilisasi akhir Penyiapan komponen dan sebagian besar produk, yang memungkinkan untuk disaring dan disterilisasi, hendaklah dilakukan di lingkungan minimal kelas D untuk mengurangi risiko

cemaran mikroba dan partikulat. Bila ada risiko terhadap produk yang di luar kebiasaan yaitu karena cemaran mikroba, misalnya, produk yang secara aktif mendukung pertumbuhan mikroba atau harus didiamkan selama beberapa saat sebelum sterilisasi atau terpaksa diproses dalam tangki tidak tertutup, maka penyiapan hendaklah dilakukan di lingkungan kelas C. Pengisian produk yang akan disterilisasi akhir hendaklah dilakukan di lingkungan minimal kelas C. Bila ada risiko terhadap produk yang di luar kebiasaan yaitu karena cemaran dan lingkungan, misalnya karena kegiatan pengisian berjalan lambat atau wadah berleher-lebar atau terpaksa terpapar lebih dari beberapa detik sebelum ditutup, pengisian hendaklah dilakukan di zona kelas A dengan latar belakang minimal kelas C. Penyiapan dan pengisian salep, krim, suspensi dan emulsi pada umumnya hendaklah dilakukan di lingkungan kelas C sebelum disterilisasi akhir. Produk yang ditujukan untuk menjadi steril, bilamana memungkinkan, hendaklah diutamakan disterilisasi akhir dengan cara panas dalam wadah akhir. Bila sterilisasi cara panas tidak memungkinkan karena stabilitas dari formula produk hendaklah dipakai metode sterilisasi akhir yang lain setelah dilakukan filtrasi dan/atau proses aseptik. Sterilisasi cara panas kering Tiap siklus sterilisasi panas kering hendaklah dicatat pada suatu lembar pencatat waktu/suhu dengan skala yang cukup besar atau dengan alat perekam yang mempunyai ketepatan dan kebenaran yang dapat diandalkan. Posisi probe pengukur suhu yang dipakai untuk memantau dan/atau mencatat hendaklah sudah ditentukan saat melakukan validasi dan, bilamana sesuai, juga dibandingkan terhadap suatu probe pengukur suhu lain yang independen dan ditempatkan pada posisi yang sama. lndikator biologis atau kimiawi dapat juga digunakan tetapi hendaklah tidak menggantikan peran pengukuran fisik. Sebelum

pengukuran waktu sterilisasi dimulai, harus diberikan waktu yang cukup agar seluruh muatan sterilisasi mencapai suhu yang dipersyaratkan. Lamanya waktu ini harus ditentukan untuk tiap pola muatan yang akan diproses. Setelah fase suhu tinggi dari siklus sterilisasi cara panas, perlu dilakukan tindakan pencegahan terhadap pencemaran muatan yang telah disterilkan selama fase pendinginan. Semua cairan atau gas pendingin yang bersentuhan dengan produk hendaklah disterilkan. Sterilisasi cara panas basah Sterilisasi cara panas basah (pemanasan dalam otoklaf) hanya sesuai untuk bahan yang terbasahi dengan air dan formula larutan. Suhu dan tekanan hendaklah digunakan untuk

memantau proses sterilisasi. Instrumen pengendali hendaklah independen terhadap instrumen pemantau dan lembar pencatat. Pemakaian instrumen pengendali dan pemantau otomatis hendaklah tervalidasi untuk memastikan tercapainya persyaratan proses kritis. Kesalahan pada sistem dan siklus hendaklah terdeteksi dan/atau tercatat oleh sistern dan diamati oleh operator. Pembacaan indikator suhu independen hendaklah diperiksa secara rutin dan dibandingkan dengan pencatat grafik selama proses sterilisasi. Bila digunakan sterilisator yang dilengkapi dengan drainase pada dasar "chamber", perlu juga dilakukan pencatatan suhu pada posisi tersebut selama proses sterilisasi. Bila fase vakum merupakan bagian dari siklus sterilisasi, uji kebocoran pada "chamber" hendaklah dilakuk6n secara berkala. Selain produk dalam wadah yang disegel, produk yang akan disterilkan hendaklah dibungkus dengan bahan yang memungkinkan penghilangan udara dan penetrasi uap, tapi dapat mencegah rekontaminasi setelah sterilisasi. Semua bagian muatan hendaklah bersentuhan dengan agen pensteril pada suhu dan waktu yang disyaratkan. Hendaklah diperhatikan agar uap yang dipakai pada proses sterilisasi mempunyai mutu yang tepat dan tidak mengandung zat tambahan dalam kadar yang dapat mencemari produk atau peralatan. Sterilisasi cara panas kering Sterilisasi cara panas pada industri farmasi menggunakan oven dimana prinsip oven adalah bahwa air yang terkandung dalam suatu bahan akan menguap bila bahan tersebut dipanaskan pada suhu pada suhu 105o C selama waktu tertertentu. Sterilisasi cara panas kering cocok untuk cairan bukan-air atau serbuk kering. Proses ini hendaklah dilakukan dengan menyirkulasikan udara dalam "kamar sterilisasi" dan menjaga tekanan positif untuk mencegah masuknya udara tidak steril. Udara yang masuk hendaklah melalui filter HEPA. Bila proses ini juga digunakan untuk menghilangkan pirogen, uji tantang menggunakan endotoksin hendaklah dilakukan sebagai bagian dari validasi. Sterilisasi dengan cara radiasi Sterilisasi dengan cara radiasi terutama digunakan untuk bahan dan produk yang peka terhadap panas. Banyak obat dan bahan pengemas peka terhadap radiasi, sehingga metode ini hanya dipakai jika terbukti tidak berdampak merusak yang dibuktikan melalui eksperimen. Biasanya, radiasi ultraviolet tidak diterima sebagai metode sterilisasi. Jika sterilisasi cara radiasi dilakukan oleh pihak luar, maka industri bertanggung jawab atas terpenuhinya persyaratan yang tercantum dan proses sterilisasi tervalidasi. Hendaklah dijabarkan tanggung

jawab dari perusahaan yang melakukan radiasi (misalnya penggunaan dosis yang benar). Dosis radiasi hendaklah diukur selama proses sterilisasi. Untuk itu, perlu digunakan indikator dosimetri, yang independen terhadap tingkat dosis yang seharusnya digunakan dan menunjukkan jumlah dosis yang diterima oleh produk. Dosimeter diselipkan di antara muatan dalam jumlah yang cukup dan saling berdekatan untuk memastikan bahwa selalu ada satu dosimeter dalam irradiator. Jika dosimeter plastik digunakan hendaklah selalu dalam kondisi terkalibrasi. Absorben dosimeter hendaklah dibaca segera setelah pemaparan terhadap radiasi. Indikator biologis dapat dipakai sebagai alat pemantau tambahan. Cakram wama peka-radiasi dapat dipakai untuk membedakan kemasan yang sudah diradiasi dan yang belum; namun bukan merupakan indikator keberhasilan proses sterilisasi. Informasi yang diperoleh hendaklah merupakan bagian dari catatan bets. Prosedur validasi hendaklah memastikan bahwa akibat variasi kerapatan kemasan dipertimbangkan. Prosedur penanganan bahan hendaklah dapat mencegah campur baur bahan yang sudah diradiasi dan yang belum. Cakram wama peka-radiasi hendaklah dipakai pada tiap kemasan untuk membedakan kemasan yang telan diradiasi dan yang belum. Dosis total radiasi hendaklah diberikan dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Jumlah wadah yang masuk, diradiasi dan dikeluarkan hendaklah direkonsiliasi satu dengan yang lain dan dengan dokumen yang berkaitan. Setiap penyimpangan hendaklah dilaporkan dan diselidiki dengan tuntas. Operator pelaksana radiasi hendaklah menyertifikasi rentang dosis yang diterima oleh wadah yang teradiasi dalam satu bets atau pengiriman. Catatan proses dan pengawasan untuk setiap bets radiasi hendaklah diperiksa dan ditandatangani oleh personil yang bertanggung jawab dan catatan tersebut hendaklah disirnpan. Metode dan tempat penyimpanan hendaklah disetujui oleh operator pelaksana radiasi dan industri pemilik ijin edar. Pemantauan mikrobiologis adalah

tanggung jawab industri, yang mencakup pemantauan lingkungan saat pembuatan produk dibuat dan pemantauan sehelum radiasi sesuai yang tercantum pada dokumen ijin edar. Sterilisasi dengan gas dan fumigan Metode sterilisasi ini hendaklah hanya digunakan bila cara lain tidak dapat diterapkan. Selama proses validasi hendaklah dibuktikan bahwa tidak ada akibat yang merusak produk. Kondisi dan waktu yang diberikan untuk menghilangkan gas hendaklah ditentukan untuk mengurangi gas residu dan zat hasil reaksi sampai pada batas yang dapat diterima yang sudah ditetapkan untuk tiap produk atau bahan. Berbagai gas dan fumigan dapat digunakan untuk

sterilisasi (misalnya etilen oksida, uap hidrogen peroksida). Etilen oksida hendaklah digunakan hanya bila tidak ada metode lain yang dapat dipakai. Kontak langsung antara gas dan sel mikroba adalah esensial; tindakan pencegahan hendaklah dilakukan untuk

menghindarkan adanya organisme 'yang mungkin terperangkap dalam bahan misalnya dalam kristal atau protein yang dikeringkan. Jumlah dan sifat bahan pengemas dapat mempengaruhi proses secara signifikan. Sebelum dipaparkan pada gas, bahan hendaklah disesuaikan dengan kelembaban dan suhu yang dlpersyaratkan untuk proses. Waktu yang diperlukan untuk ini hendaklah tidak mengurangi waktu yang diperlukan untuk fase sebelum sterilisasi. Semua siklus sterilisasi hendaklah dipantau dengan indikator biologis yang sesuai dalam jumlah yang cukup dan tersebar untuk semua muatan. Informasi yang diperoleh hendaklah merupakan bagian dari catatan bets. Indikator biologis hendaklah disimpan dan digunakan sesuai dengan petunjuk pembuatnya dan kinerjanya diuji terhadap kontrol positif. Untuk tiap siklus sterilisasi, hendaklah dibuat catatan yang mencakup waktu yang digunakan untuk menyelesaikan siklus sterilisasi, tekanan, suhu dan kelembaban kamar sterilisasi selama proses dan konsentrasi gas serta jumlah gas yang digunakan. Suhu dan tekanan hendaklah dicatat pada lembar pencatat selama siklus berlangsung. Catatan ini hendaklah merupakan bagian dari catatan bets. Setelah sterilisasi, muatan hendaklah disimpan dengan cara yang terkendali di dalam ruangan berventilasi baik untuk memungkinkan gas residu atau zat hasil reaksi berkurang sampai tingkat yang ditentukan. Proses ini hendaklah divalidasi. B. Alat-alat Produksi Non Steril KAPSUL a. Mesin pengisi kapsul

Keterangan : Cangkang kapsul dimasukkan ke dalam hopper, selanjutnya cangkang kapsul masuk ke dalam jalur kapsul Dengan menggunakan vacuum, kapsul dipisahkan antara cap dan body kapsul Bagian body kapsul ditempatkan pada shaft, siap untuk diisi dengan granul, pellet atau tablet, atau bahkan untuk cairan Dosing station untuk pellet, tablet atau tablet salut Dosing station untuk pellet Kapsul yang rusak di-reject secara otomatis Cap dan body yang sudah terisi ditempatkan pada shaft Cap dan body siap untuk ditutup Penutupan dan penguncian cap dan body kapsul Pengeluaran kapsul yang sudah terkunci dari mesin b. Mesin polish (penyikat) kapsul

Pengkilapan dengan panci, dapat digunakan untuk menghilangkan debu dan mengkilapkan kapsul. Suatu poliuretan atau secarik kain diletakkan di dalam panci, dan digunakan untuk menangkap debu yang dipindahkan serta untuk mengkilapkan kapsul. Pembersihan debu dengan lap, pada metode ini kapsul berisi serbuk dilap dengan sebuah lap yang dapat atau tidak dapat dilapisi dengan minyak inert. Penyikatan, pada metode ini kapsul jadi diisin di bawah putaran sikat-sikat lunak yang siap memindahkan debu dari kapsul yang diikuti dengan penghisapan untuk menghilangkan debu dan pengkilapan.

TABLET

Hardness tester

Roche Friability Tester

Alat uji disolusi

Metode Granulasi Basah Mesin Pengaduk Granul (Mixer Granulator) : a. High-Shear Granulator, terdiri dari 3 bagian, yaitu bowl sebagai tempat serbuk atau granul, pengaduk (blade mixer/impeller) dan pemotong (chopper). Impeller berfungsi untuk mengaduk serbuk atau campuran granul, sedangkan chopper berfungsi untuk memotong massa granul menjadi bentuk partikel granul. Bentuk bowl umumnya berbentuk mangkuk ata cylindric atau conial. Umumnya impeller dapat berputar pada kecepatran 100-500 rpm, sedangkan chopper dapat berputar mencapai kecepatan 1000-3000 rpm.

b. Low-Shear Granulator, dibedakan menjadi 4 macam sesuai dengan jenis pengaduknya, yaitu ribbon/paddle blender, planetary mixer, orbitas screw blender dan sigma blade granulator. Ribbon blender umumnya digunakan untuk mengaduk kering (dry mixer), namun demikian sedikit bahan pengikat dapat ditambahkan dalam mesin granulator jenis ini.

Planetary mixer, terdiri dari bowl dan agitator (alat/lengan pencampur). Lengan pencampur yang besar berbentuk menyerupai bulatan mangkuk dan memungkinkan gerakan pengadukan serbuk dalam jumlah. Orbiting Screw Granulator, juga umumnya digunakan untuk granulasi kering (dry

granulator). Namun demikian, mesin ini dilengkapi dengan dengan nozzle disepanjang agitator yang berfungsi untuk menyemprotkan cairan pengikat pada campuran serbuk. Sigma blade granulator merupakan compressive granulator. Umumnya digunakan untuk membuat granul dimana larutan pengikat berbentuk pasta kental dan membutuhkan tenaga yang besar supaya bisa digranul. Pengayakan Basah : Proses granulasi basah mengubah massa lembah menjadi kasar, selanjutnya gumpalangumpalan granul dilewatkan penggiling atau oscillating granulator yang dilengkapi dengan pengayak berlubang-lubang besar. Tujuan pengayakan ini adalah agar grabul lebih terkonsolidasi, meningkatkan banyaknya tempat kontak partikel dan meningkatkan luas permukaan untuk memudahkan proses pengeringan. Bahan yang terlalu basah, keringnya perlahan-lahan dan membentuk gumpalan yang keras dan nantinya cenderung menjadi bubuk pada pengayakan kering (Priyambodo, 2007).

Oscillating Granulator

Centrifugal Granulator

Pengeringan : Proses pengeringan diperlukan oleh seluruh cara granulasi basah untuk menghilangkan pelarut yang dipakai pada pembentukan gumpalan-gumpalan dan mengurangi kelembaban sampai pada tingkat yang optimum. Pada proses pengeringan yang memegang peranan penting adalah ikatan antar partikel akibat penggabungan atau rekristalisasi gaya van der waals (Priyambodo, 2007).

Fluid Bed Dryer

Metode Granulasi Kering Metode granulasi kering merupakan salah satu metode pembuatan tablet yang efektif terutama pada dosis efektif terlalu tinggi untuk pencetakan langsung, dan obatnya peka terhadap pemanasan, kelembaban atau keduanya. Metode ini paling banyak digunakan untuk membuat

tablet aspirin atau vitamin. Pada proses ini, komponen-komponen tablet dikompakkan dengan mesin cetak tablet atau mesin khusus (roller compactor).

Roller compactor

Setelah serbuk dicampur, campuran serbuk ditekan ke dalam die,

yang besar dan

dikompakkan dengan punch berpermukaan datar. Massa yang diperoleh disebut Slug dan prosesnya disebut Slugging. Slug kemudian diayak dan diaduk untuk mendapatkan bentuk granul yang daya mengalirnya lebih seragam dibandingkan serbuk awal. Bila slug yang diperoleh belum memuaskan, proses ini diulang kembali. Slugging merupakan suatu usaha untuk meningkatkan waktu pencetakan. Proses pengayakan, dan lain-lainnya secara kasar sama dengan suatu perpanjangan waktu tinggal selama pencetakan dalam mesin tablet. Bahan yang mengalami dua kali atau lebih tekanan pengompakan menyebabkan lebih kuatnya ikatan yang mengikat tablet bersama-sama. Granul yang dihasilkan juga meningkat kemampuan alirnya bila dibandingkan dengan serbuk itu sendiri.

Mesin Slugging

Pencetakan Tablet Tablet dibuat dengan jalan mengempa adonan yang mengandung satu atau beberapa obat dengan bahan pengisi pada mesin cetak yang disebut dengan pencetak/penekan. Mesin pengempa atau pencetak tablet dirancang dengan komponen-komponen dasar sebagai berikut (Priyambodo, 2007) : a. b. c. d. e. Hopper untuk menyimpan dan memasukan granul yang akan dikempa Die yang menentukan ukuran dan bentuk tablet Punch untuk mengempa granul yang terdapat dalam die Jalur cam, untuk mengatur gerakan punch Feed Shoes untuk menggerakkan/memindahkan granul dari hopper ke dalam die

Penyalutan : a. Panci penyalut standar (konvensional)

b. c. d.

Panci penyalut berlubang Penyalut bahan cair (suspensi udara) Penyalut lapis tipis

Panci konvensional merupakan alat penyalut yang sudah dikenal 150 tahun yang lalu. Bentuknya bisa sferis, heksagonal maupun bentuk buah pear. Panci tersebut dipasang pada suatu alat penunjang yang dapat berputar dengan kecepatan tertentu. Sudut inklinasi dapat diatur sesuai dengan keperluan. Sudut inklinasi ini sangat menentukan kecepatan putaran tablet di dalam panci, dan untuk setiap beban yang terdapat di dalam panci akan ada sudut inklinasi yang optimal (Priyambodo, 2007).

Sistem Penyemprotan

Panci terbuka bagian belakang (Rear Vented Pans). Pada alat ini, panci terletak di atas batang pemutar yang berputar 360. Unit pengatur panas dan alat penyemprot untuk penyalutan lewat lobang depan, sedangkan penyedot lewat lobang bagian belakang, sehingga proses pengeringan lebih efisien. Keuntungan dari alat ini adalah tidak ada daerah mati, sedangkan kerugiannya tidak bisa digunakan untuk tablet salut gula konvensional (Priyambodo, 2007). Panci perforasi (Perforated Pans), prinsipnya sama dengan rear vented pans, bedanya bagian belakang tidak terbuka, sedangkan bagian tepi/sisi diperforasi (lubang-lubang). Bahan penyalut ditambahkan lewat lubang bagian depan dan udara panas masuk melewati lubang perifiers dan lubang bagian depan. Keuntungan dari alat ini adalah pengeringan lebih efisien karena aliran udara satu arah, sedangkan kerugiannya tablet menjadi rapuh karena terkikis lubang perforasi (Priyambodo, 2007).

SIRUP Dalam proses pembuatan sediaan sirup, pemilihan bahan yang digunakan harus dilakukan dengan hati-hati, termasuk air yang digunakan harus memenuhi persyaratan air untuk produk farmasi (purified water). Kebersihan wadah dan alat untuk produksi juga memegang peranan yang sangat penting. Hal lain yang mempengaruhi proses pembuatan sirup adalah (Priyambodo, 2007): Karakteristik bahan baku yang digunakan baik fisik maupun kimiawi Peralatan Prosedur pencampuran Pengisian ke dalam wadah Proses pembuatan sediaan sirup dapat dilakukan dengan beberapa metode atau cara, tergantung dari bahan yang digunakan, terutama menyangkut sifat-sifat fisik dan kimia dari bahan aktif. Metode pembuatan sirup tersebut antara lain metode pelarutan dengan pemanasan, pengadukan tanpa pemanasan, penambahan bahan aktif ke dalam sirup sederhana (sirupus symplex atau flavoured syrup) dan metode perkolasi (Priambodo, 2007). Peralatan yang digunakan untuk proses pembuatan sediaan sirup terdiri dari tangki pencampur yang dilengkapi dengan pengaduk berkecepatan tinggi, penyaring, dan pengisi sirup ke dalam wadah (botol). Tangki, umumnya dibuat dari bahan baja anti karat AISI 136 yang dipoles berlapis dua (double jacket), dimana panas dari uap air (steam boiler) yang digunakan untuk memanaskan sirup, dilewatkan diantara kedua dinding tangki. Tangki tersebut bisa ditutup dengan rapat sehingga pemanasan lebih efektif. Mixer mekanik menggunakan segel healthsealed mechanical , instalasi pencampuran magnetik mengadopsi struktur tertutup rapat permanen, kecepatan pengadukan dapat disesuaikan tergantung kebutuhan (Priyambodo, 2007).

Tangki Pencampur (Double Jacket Tank) Tangki Pencampur (Double Jacket Tank)

Tangki Pencampur

Filler Liquid Equipment

Mesin ini bekerja dengan prinsip mengisi volumetrik dan dilengkapi dengan beberapa jarum suntik di sisi. Volume yang diinginkan dari mesin dapat dengan mudah disesuaikan dengan meningkatkan atau menurunkan eksentrisitas.

SUSPENSI Proses pembuatan bentuk sediaan suspensi terbagi menjadi beberapa tahapan proses. Pertama adalah pengecilan ukuran partikel. Sesuai dengan hukum Stokes, dimana kecepatan sedimentasi dipengaruhi oleh besar kecilnya ukuran (diameter) partikel, maka dalam proses pembuatan sediaan suspensi harus dilakukan pengecilan ukuran partikel hingga kurang dari 1m. Proses yang dilakukan adalah dengan proses milling (penggilingan) partikel. Alat yang sangat terkenal untuk memperkecil ukuran partikel adalah colloid mill. Prinsip kerja alat ini adalah massa (campuran) suspensi dilewatkan antara stator (bagian alat yang diam) dengan motor berkecepatan tinggi (2.000 hingga 18.000 rpm). Jarak antara rotor dan stator dapat diatur, biasanya 0,001 inci sehingga dapat dihasilkan partikel dengan diameter < 1m (Priyambodo, 2007). Selanjutnya massa zat aktif yang sudah dilakukan pengecilan ukuran partikel digabung dengan larutan pembawa (sirupus simpleks) serta bahan-bahan tambahan lain dalam vessel double jacket. Proses berikutnya adalah penambahan volume air hingga volume yang telah ditentukan (Priyambodo, 2007). Kontrol kualitas produk jadi sediaan suspensi meliputi antarta lain keseragaman kadar aktif, penampilana fisik, organoleptis, Ph, berat jenis, ukuran partikel, ukuran distribusi partikel dan

stabilitas suspensi. Pemeriksaan ukuran partikel dapat dilakukan dengan menggunakan alat photomicroscopy yang dapat mengetahui ukuran, bentuk dan diameter partikel. Sedangkan alat Coulter counter digunakan untuk menentukan ukuran distribusi partikel. Untuk menghitung laju sedimentasi (stabilitas suspensi) dapat digunakan gelas ukur dan dihitung pengendapan suspensi (Priyambodo, 2007).

Alat Coulter counter Colloid mill

SALEP Alat ini terbuat dari baja tahan karat yg dilengkapi dengan mixer dan homogenizer. Pencampuran fase minyak dan air pada temp. 70-72C

Anda mungkin juga menyukai