Anda di halaman 1dari 24

COMMUNITY NURSING PROGRAM I

Tutor 7

Makalah Kasus I
Disusun untuk memenuhi salah satu tugas kelompok Tutor mata kuliah system komunitas

Disusun oleh : KELOMPOK TUTOR 7 Dian Palupi Kusuma W Fitri aryanti Wina tresnawati Fithri Wahyuni Putri Dinny Ria Pertiwi Febi Dwi Putri Adrian Nur Prayoga Huseino Ahmad Aditya Bayukusuma Aisah Syayidah Intan Melati Tsaalist Murharroroh (220110100074) (220110100075) (220110100076) (220110100077) (220110100078) (220110100079) (220110100080) (220110100081) (220110100082) (220110100083) (220110100141) (220110100016)

Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran 2012

COMMUNITY NURSING PROGRAM I

Tutor 7

KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kesehatan sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas tutorial mata kuliahsistem komunitas program I. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai Determinant of Health, Demografi dan Level Prevention Tak lupa penyusun ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu penyelesaian penulisan makalah ini, khususnya dosen kami ibu Raini, bapak Irman Somantri serta dosen-dosen lainnya. Penyusun menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu penyusun sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun dari para pembaca. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi penyusun khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.

Jatinangor, 27 juni 2012

Kelompok 7

COMMUNITY NURSING PROGRAM I

Tutor 7

Kasus Pemicu Masyarakat di RW 14 Kel.Y terdiri dari 525 jiwa penduduk yang terdiri dari 250 orang lakilaki dan 275 perempuan. Berdasarkan jumlah penduduk tersebut 58 % (303 orang) termasuk pada usia produktif tersebut (15-49 tahun), bayi dan balita 15% , usia 6-14 tahun 12%, dan lansia 15%.CBR 1,7%, CDR 1,3% pada pertengahan tahun berjalan. 48% termauk pada kategori iskin, tingkat pendidikan usia produktif: 14% tidak sekolah sama sekali, 50% tamat SD, 22% tamat SMP, 10% tamat SMA, dan sisanya tamat perguruan tinggi. Mata pencaharian penduduk sebagian besar buruh tani(50%), wiraswasta 20%,PNS 10%,tiak bekerja 20%.usia harapan hidup penduduk 68 tahun, 90% penduduk memiiki rumah semi permanen, 9% tidak permanen.57% menggunakan air sungai sebagai sumber air bersih dan juga untuk mandi cuci kakus. Berdasarkan hasil pendataan, 20% penduduk menderita ISPA, 15% diare,10% hipertensi, dan 2% mengalami kelumphan rematik. Sebanyak 60% penderita hipertensi memiliki riwayat keluarga yang menderita hipertensi, masyarakat sudah sepakat utuk melakukan jumat bersih setiap minggunya untuk menjaga kebersihan. Untuk mengatasi masalah hipertensi pada lansia diadakan pemeriksaan darah secara rutin setiap bulan oleh tenaga kesehatan. Untuk masyarakat yang telah mengalami kelumpuhan akibat remaik petugas melakukan atihan rentang gerak pasif dirumah pasien secara teratur.

SMALL GROUP DISCUSSION


Step 1

1. Crude Birth Rate (CBR) = angka kelahiran kasar 2. Crude Death Rate (CDR) = angka kematian kasar 3. Usia produktif = masa-masa menghasilkan 4. Determinant of Health ? Demografi ?
Step 2

1. Contoh latihan rentang gerak pasif?

COMMUNITY NURSING PROGRAM I

Tutor 7

2. Usia harapan hidup? Factor yang mempengaruhi ? 3. Perbandingan rumah semi permanen dan rumah permanen bagi kesehatan ? 4. Perbandingan tingkat pendidikan pada penduduk dengan kesehatan ? 5. Pemerataan penduduk seperti apa? 6. Status kesehatan masyarakat ? 7. Penyuluhan / penatalaksanaan ISPA ? 8. Kenapa masyarakat di RW 14 lebih banyak menderita ISPA ?
Step 3

1. Gerakan yang dibantu oleh orang lain Contoh : perawat memfleksi dan ekstensikan kepala pasien 2. Kemungkinan lama hhidup dilihat dari factor kesehatan dan lain-lain. 7. Pendidikan kesehatan dan jumat bersi 8. Lingkungan kurang bersih, sirkulasi jelek, sanitasi, personal hygiene jelek, pendidikan kesehatan kurang
Step 4
Teori Model Metode Definisi Fungsi Klasifikasi Ruang Lingkup

Konsep Demografi

Konsep Epidemiologi

Determinasi kesehatan menurut Bloom Jenis Pencegahan

Masyarakat RW 14

Pendidikan kesehatan Data data komposisi penduduk & Proyeksi pertumbuhan penduduk

COMMUNITY NURSING PROGRAM I

Tutor 7

Step 5: LO kasus 1. Komposisi penduduk dan proyeksi pertumbuhan penduduk 2. Konsep determinant kesehatan (teori BLUM) 3. Menganalisa data statistik dengan rumus statistik mengenai: angka kelahiran total,kematian total, maternal mortality rate, infant mortality rate, umur harapan hidup 4. Pemerataan penduduk yang baik seperti apa? 5. kalsifikasi pencegahan 6. Faktor-faktor yang mempengaruhu angka harapan hidup penduduk

STEP VI . Self Study STEP VII Reporting A. KONSEP 1. Data komposisi penduduk dan analisa kasus a. Riwayat atau sejarah perkembangan komunitas Data dikaji melalui wawancara kepada tokoh dan studi dokumentasi sejarah komunitas. Data umum : Lokasi daerah binaan : RW 14, Kelurahan Y. Tipe komunitas Struktur politik Luas wilayah Iklim b. Data demografi Total penduduk: 525 jiwa. Data komposisi penduduk berdasarkan jenis kelamin : : : ;

COMMUNITY NURSING PROGRAM I

Tutor 7

No. 1. 2.

Jenis kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah

Frekuensi 250 275 525

% 47,6 52,4 100

Dari 525 jiwa mayoritas penduduk Rw 14 adalah perempuan sebanyak 275 orang. Data komposisi penduduk berdasarkan usia No. 1. 2. 3. 4. Usia Bayi dan balita 6-14 tahun 15-49 tahun Lansia Jumlah Frekuensi 79 63 304 79 525 % 15 12 58 15 100

Mayoritas penduduk Rw 14 berusia produktif yaitu usia 15- 49 tahun sebanyak 304 dari 525 penduduk.

Data komposisi penduduk berdasarkan status ekonomi No. 1. 2. Ekonomi Miskin Menengah dan kaya Jumlah % 48 52 100

Hampir 50 % Penduduk Rw 14 berstatus ekonomi miskin.

Data komposisi penduduk berdasarkan pendidikan No. 1. 2. 3. 4. 5. Pendidikan Tidak sekolah SD SMP SMA Perguruan tinggi Frekuensi 74 262 115 53 21 % 14 50 22 10 4

COMMUNITY NURSING PROGRAM I

Tutor 7

Jumlah

525

100

Mayoritas pendidikan di Rw 14 berpendidikan rendah yaitu SD sebanyak 50%, 262 orang dari 525 penduduk

Data komposisi penduduk berdasarkan pekerjaan No. 1. 2. 3. 4. Pekerjaan Buruh tani Wiraswasta PNS Tidak bekerja Jumlah Frekuensi 191 77 38 77 383 % 50 20 10 20 100

Usia produktif masyarakat kelurahan Y Rw14 sejumlah 383 orang. Hal ini dikarenakan dari 525 orang dikurangi 79 jiwa bayi & balita dan dikurangi 63 usia muda jadi jumlahnya 383 orang. mayoritas bekerja sebagai buruh tani sebanyak 191 orang sisanya menyebar menjadi wiraswasta, PNS dan yang tidak bekerja sebanyak 77 orang atau sekitar 20 % dari keseluruhan.

Data komposisi penduduk berdasarkan status perkawinan Data komposisi penduduk berdasarkan ras/suku Data komposisi penduduk berdasarkan bahasa Data komposisi penduduk berdasarkan tingkat pendapatan Data komposisi penduduk berdasarkan agama Data komposisi penduduk berdasarkan komposisi keluarga

COMMUNITY NURSING PROGRAM I

Tutor 7

c. Vital statistik CBR (Angka Kelahiran Kasar) CDR (Angka kematian kasar) MMR (angka kematian ibu) IMR (angka kematian ibu) : 1,7 % : 1,3%

Pengkajian selanjutnya: a. Keluhan yang dirasakan saat ini oleh komunitas b. Tanda-tanda vital: tekanan darah, nadi, respirasi rate, suhu tubuh. c. Kejadian penyakit (dalam satu tahun terakhir) No. 1. 2. 3. 4. 5. Penyakit ISPA Diare Hipertensi Kelumpuhan Tidak ada Jumlah Frekuensi 105 79 53 10 278 525 % 20 15 10 2 53 100

Dari 525 jiwa, 278 orang tidak mempunyai penyakit namun sisanya mengalami penyakit diantaranya 105 orang ISPA, 79 orang Diare, 53 orang dan 10 orang kelumpuhan.

d. Riwayat penyakit keluarga 60 % penderita hipertensi memiliki riwayat keluarga hipertensi. e. Pola pemenuhan kebutuhan sehari-hari: Pola pemenuhan nutrisi Pola pemenuhan cairan elektrolit Pola istirahat/tidur Pola eliminasi Pola aktivitas gerak

COMMUNITY NURSING PROGRAM I

Tutor 7

Pola pemenuhan kebersihan diri

f. Status psikososial Komunikasi dengan sumber-sumber kesehatan Hubungan dengan orang lain Peran di masyarakat Kesedihan yang dirasakan Stabilitas emosi Penelataran anak/lansia Perlakuan yang salah dalam kelompok dalam hal ini perlakuan tindakan kekerasan.

g. Status pertumbuhan dan perkembangan h. Pola pemanfaatan fasilitas kesehatan i. Pola pencegahan terhadap penyakit dan perawatan kesehatan j. Pola perilaku tidak sehat, seperti: kebiasaan merokok, minum kopi yang berlebihan, mengonsumsi alkohol, penggunaan obat tanpa resep, penyalahgunaan obat terlarang, pola konsumsi tinggi garam, lemak dan purin

1. Data lingkungan fisik Kediaman No. 1. 2. 3. Kediaman Semi permanen Tidak permanen Permanen Jumlah % 90 9 1 100

Mayoritas penduduk Rw 14 mempunyai kediaman semi permanen 2. Penggunaan air No. 1. 2. Sumber Air sungai Lain-lain % 57 43

COMMUNITY NURSING PROGRAM I

Tutor 7

Jumlah

100

Mayoritas penduduk Rw 14 menggunakan air sungai sebagai sumber air bersih dan juga untuk mandi cuci kakus.

3. Pelayanan kesehatan dan sosial 4. Ekonomi 5. Keamanan dan transportasi 6. Politik dan pemerintahan 7. Sistem komunikasi 8. Pendidikan 9. rekreasi 2. Determinant of health Menurut Teori Blum

Dalam konsep Blum ada 4 faktor determinan yang dikaji, masing-masing faktor saling keterkaitan berikut penjelasannya :

1. Perilaku masyarakat Masyarakat yang berperilaku hidup bersih dan sehat akan menghasilkan budaya menjaga lingkungan yang bersih dan sehat. Beberapa kegiatan yang mungkin kita lakukan seperti: berolah raga, tidur, merokok, minum, dll.

COMMUNITY NURSING PROGRAM I

Tutor 7

2. Lingkungan Berbicara mengenai lingkungan sering kali kita meninjau dari kondisi fisik.Lingkungan yang memiliki kondisi sanitasi buruk dapat menjadi sumber berkembangnya penyakit.Hal ini jelas membahayakan kesehatan masyarakat kita. Terjadinya penumpukan sampah yang tidak dapat dikelola dengan baik, polusi udara, air dan tanah juga dapat menjadi penyebab. Upaya menjaga lingkungan menjadi tanggung jawab semua pihak untuk itulah perlu kesadaran semua pihak. Disamping lingkungan fisik juga ada lingkungan sosial yang berperan. Sebagai mahluk sosial kita membutuhkan bantuan orang lain, sehingga interaksi individu satu dengan yang lainnya harus terjalin dengan baik. Kondisi lingkungan sosial yang buruk dapat menimbulkan masalah kejiwaan.

3. Pelayanan kesehatan Kondisi pelayanan kesehatan juga menunjang derajat kesehatan masyarakat.Pelayanan kesehatan yang berkualitas sangatlah dibutuhkan.Masyarakat membutuhkan posyandu, puskesmas, rumah sakit dan pelayanan kesehatan lainnya untuk membantu dalam mendapatkan pengobatan dan perawatan kesehatan.Terutama untuk pelayanan kesehatan dasar yang memang banyak dibutuhkan masyarakat.Kualitas dan kuantitas sumber daya manusia di bidang kesehatan juga mesti ditingkatkan. Puskesmas sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat sangat besar perananya.sebab di puskesmaslah akan ditangani masyarakat yang membutuhkan edukasi dan perawatan primer. Peranan Sarjana Kesehatan Masyarakat sebagai manager yang memiliki kompetensi di bidang manajemen kesehatan dibutuhkan dalam menyusun program-program kesehatan.Utamanya programprogram pencegahan penyakit yang bersifat preventif sehingga masyarakat tidaka banyak yang jatuh sakit. Banyak kejadian kematian yang seharusnya dapat dicegah seperti diare, demam berdarah, malaria, dan penyakit degeneratif yang berkembang saat ini seperti jantung karoner, stroke, diabetes militus dan lainnya.penyakit itu dapat dengan mudah dicegah asalkan masyarakat paham dan melakukan nasehat dalam menjaga kondisi lingkungan dan kesehatannya.

COMMUNITY NURSING PROGRAM I

Tutor 7

4. Genetik Seperti apa keturunan generasi muda yang diinginkan ???. Pertanyaan itu menjadi kunci dalam mengetahui harapan yang akan datang. Nasib suatu bangsa ditentukan oleh kualitas generasi mudanya.Oleh sebab itu kita harus terus meningkatkan kualitas generasi muda kita agar mereka mampu berkompetisi dan memiliki kreatifitas tinggi dalam membangun bangsanya. Dalam hal ini kita harus memperhatikan status gizi balita sebab pada masa inilah perkembangan otak anak yang menjadi asset kita dimasa mendatang.Namun masih banyak saja anak Indonesia yang status gizinya kurang bahkan buruk.Padahal potensi alam Indonesia cukup mendukung.oleh sebab itulah program penanggulangan kekurangan gizi dan peningkatan status gizi masyarakat masih tetap diperlukan. Utamanya program Posyandu yang biasanya dilaksanakan di tingkat RT/RW. Dengan berjalannya program ini maka akan terdeteksi secara dini status gizi masyarakat dan cepat dapat tertangani. selain itu factor yang mempengaruhi determinant health masih banyak, diantaranya: Income and social status Employment/pekerjaan Education Lingkungan / environment Health child development Physical enviropment Personal health practice ang coping skill Health service Social support network Biologi ang genetic Gender dan culture Berikut beberapa conto faktor yamg mempengaruhi Derajat Kesehatan : 1. Environment Adanya sanitasi lingkungan yang baik akan meningkatkan derajat kesehatan

COMMUNITY NURSING PROGRAM I

Tutor 7

masyarakat. Semakin tinggi tingkat pendidikan individu/masyarakat maka pengetahuan akan cara hidup sehat akan semakin baik. Ada norma agama pada umat Islam tentang konsep haram terhadap alcohol akan menurunkan tingkat konsumsi alcohol. 2. Life Styles Perilaku merokok sejak usia dini akan meningkatkan resiko kanker paru Kebiasaan melakukan konsep 3 M (menguras, mengubur, menutup) pada pencegahan DBD akan menurunkan prevalensi DBD. Perilaku mengkonsumsi makanan cepat saji (junk food) akan meningkatkan resiko obesitas yang beresiko pada penyakit jantung. 3. Heredity Perkawinan antar golongan darah tertentu akan mengakibatkan leukemia. Adanya kretinisme yang diakibatkan mutasi genetic 4. Health Care Services Adanya upaya promotif terhadap penularan HIV/AIDS akan menurunkan prevalensi HIV/AIDS. Tersedianya sarana & prasaran kesehatan yang baik akan memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu dan berkualitas. Adanya asuransi kesehatan akan memudahkan individu/masyarakat untuk mengakses pelayanan kesehatan. 3. Rumus statistic mengenai: Angka Kelahiran Total (Total Fertility Rate-TFR): Rata-rata jumlah anak yang dilahirkan oleh seorang wanita sampai dengan akhir masa reproduksinya/ masa suburnya, Angka TFR yang tinggi cerminan usia kawin rendah, tingkat pendidikan rendah (perempuan), tingkat sosial ekonomi rendah. Angka Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate): CBR menunjukkan jumlah kelahiran per 1.000 penduduk dalam sat periode tertentu-biasanya satu tahun.

COMMUNITY NURSING PROGRAM I

Tutor 7

Rumus: jumlah kelahiran hidup : Perkiraan jumlah penduduk/6 blan X 1000 Nilai < 20 : Rendah Angka Kematian Kasar (Crude Death Rate): Besarnya kematian yang terjadi pada suatu tahun tertentu untuk setiap 1000 penduduk Rumus : jumlah kematian : perkiraan jumlah penduduk x 1000 Angka Kematian Bayi (IMR): kematian yang terjadi setelah bayi lahir s/d sebelum bayi berusia tepat satu tahun Rumus : jumlah kematian bayi < 1 tahun : jumlah kelahiran hidup x 100.000 Angka Kematian Ibu (MMR) kematian perempuan ketika hamil atau dalam 42 hari setelah terminasi kehamilan (melahirkan/keguguran/aborsi) yang disebabkan oleh hal terkait dgn kehamilan atau pemeliharaannya Rumus: jumlah ibu meninggal tahun t : jumlah penduduk perempuan umur 15-49 thn tahun x 100.000 Angka Harapan Hidup - Angka Harapan Hidup umur x adalah rata-rata tahun hidup yang masih akan dijalani oleh seseorang yang telah berhasil mencapai umur x - Angka Harapan Hidup Saat Lahir adalah rata-rata tahun hidup yang akan dijalani oleh bayi yang baru lahir - Kegunaan : untuk mengevaluasi kinerja pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan penduduk pada umumnya, dan meningkatkan derajat kesehatan 4. Level of prevention 1. Pencegahan Primer Segala kegiatan yang dapat menghentikan kejadian suatu penyakit sebelum hal itu terjadi. Asfek utamanya: promos kesehatan, pendidikan kesehatan, danp erlindungan kesehatan. Orientasi pencegahan ini ialah pengaturan perilaku dan gaya hidup.

COMMUNITY NURSING PROGRAM I

Tutor 7

Conto: sanitasi, pengendalian infeksi, imunisasi dll 2. Pencegahan sekunder Pencegahan yang lebih ditunjukan pada kegiatan skrining kesehatan dan deteksi untuk menemukan status patogenik(keadaan yang terjadi oleh adanya penyakit) setiap individu didalam populasi. Conto: berhenti merokok penurunan BB, penurunan stress, konseling kesehatan dll 3. Pencegahan tersier Tujuan dari 3 tahapan pencegahan adalah membatasi atau menghalangi perkembangan ketidakmampuan kondisi atau ganggguan sehingga tidak berkembang ke tingkat lanjut yang membutuhkan perawatan intensif. Pencegahan tersier ini lebih diarahkan terhadap rehabilitasi yang memulihkan seseorang yg sakit sehingga menjadi lebih berguna, produktif dan meningkatkan kualitas hidup. 5. DEMOGHRAPHY

Demografi berasal dari Bahasa Yunani Demos : Rakyat Grafein : Menulis Demografi : Tulisan tulisan tentang rakyat/penduduk ( ilmu kependudukan) Menurut Donald J Boque : Ilmu yang mempelajari secara statistik dan matematik tentang besar, komposisi dan distribusi penduduk beserta perubahannya sepanjang masa, melalui bekerjanya lima komponen demografi yaitu kelahiran (fertilitas), kematian (mortalitas), perkawinan, migrasi dan mobilitas sosial. 1. 2. 3. Variabel utama demografi: Kelahiran (natalitas) Kematian (death/mortalitas) Migrasi (perpindahan) Ketiga Variabel ini akan mempengaruhi keadaan dan komposisi penduduk (umur dan jenis kelamin) Ruang Lingkup:

COMMUNITY NURSING PROGRAM I

Tutor 7

Kuantitatif dan kualitatif, unsur-unsur demografi, teknik menghitung data kependudukan, data demografi, pengukuran, teknik dan analisa serta konsekuensi Interdisciplinary science (ekonomi, geografi, psychologi, politik dsb) 1. 2. 3. Tujuan : Mempelajari kuantitas dan distribusi penduduk dalam satu daerah tertentu Menjelaskan pertumbuhan masa lampau, penurunannya dan penyebarannya Mengembangkan hubungan sebab akibat antara perkembangan penduduk dengan bermacam aspek-aspek sosial 4. Mencoba meramalkan pertumbuhan penduduk di masa datang dan

kemungkinan konsekuensinya.

Sumber data kependudukan : Sensus Penduduk (SP). Indonesia telah melakukan sesus pada tahun 71, 80, 90, dan 2000 (SP71, SP80, SP90, dan SP2000) Survey penduduk, yaitu diataranya : SUPAS (Survei Penduduk Antar Sensus) pada tahun 1985 dan 1995, Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional), SKRT (Survei Kesehatan Rumah Tangga), SDKI (Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia), Registrasi Penduduk, misalnya : Akte Kelahiran, Akta Nikah, Pembuatan KTP. Seiring dengan waktu untuk mengetahui keadaan penduduk mengalami perubahan. Info kependudukan berkaitan dengan keakuratan data, data kependudukan yang tidak akurat menyebabkan informasi yang dihasilkan salah. Padahal data tersebut digunakan sebagai perencanaan pembangunan.

Dinamika penduduk : Dinamika penduduk akan melahirkan push and pull theory, yaitu Pertumbuhan penduduk merupakan keseimbangan yang dinamis antara kekuatan-kekuatan yang menambah dan mengurangi Kekuatan menambah (dorong/push) : kelahiran, imigrasi Kekuatan mengurangi (tarik/pull) : kematian, emigrasi

COMMUNITY NURSING PROGRAM I

Tutor 7

Laju pertumbuhan penduduk Penduduk Indonesia dari tahun ke tahun selalu bertambah. Perubahan jumlah penduduk ini disebut sebaagi pertumbuhan penduduk. Pertumbuhan penduduk adalah bertambah atau berkurangnya jumlah penduduk di suatu daerah atau negara dalam kurun waktu tertentu.Tingkat pertumbuhan penduduk di negara kita masih termasuk tinggi. Pengukuran laju pertumbuhan penduduk yaitu : Rate of natural increase (pertumbuhan penduduk alami) Pt = Po + ( B - D) + (Mi Mo) Pertumbuhan Geometri Pt = Po. (1+r) {n} Pertumbuhan Eksponential Pt = Po. e {r. n} Keterangan : Pt : jumlah penduduk pada waktu sesudahnya (P=population) Po : jumlah penduduk pada waktu terdahulu (awal) B : kelahiran yang terjadi pada jangka waktu antara kedua kejadian

tersebut (B=Birth) D : Jumlah kematian yang terjadi pada jangka (Death=mati) Mi : migrasi masuk pada jangka waktu yang sama (M=migration) Mo :migrasi keluar pada jangka waktu yang sama r : angka pertumbuhan penduduk (r=rate) n : lamanya waktu antara Po dengan Pt (n=number) e : angka eksponential = 2,71828 (e=eksponential/pangkat) tanda { }

dipangkatkan Pertumbuhan penduduk di suatu daerah/negara disebabkan oleh faktor-faktor demografi : 1.Angka kelahiran, fertilitas, natalitas/birth rate 2.Angka kematian, mortalitas/death rate. 3.Migrasi masuk (imigrasi) yaitu masuknya penduduk ke suatu daerah tempat tujuan (area of destination)

COMMUNITY NURSING PROGRAM I

Tutor 7

4.Migrasi keluar (emigrasi) yaitu perpindahan penduduk keluar dari suatu daerah asal (area of origin) Ukuran-ukuran demografi 1. Fertilitas yaitu Kemampuan riil seseorang wanita untuk melahirkan, yang dicerminkan dalam jumlah bayi yang dilahirkan. Ukuran fertilitas yaitu : a. Crude Birth Rate = (Jumlah lahir hidup setahun : Populasi 1 Juli) x 100 b. Age Spesific Fertility Rate = (Jumlah lahir hidup wanita usia ttt : Jumlah wanita dengan usia ttt) x 1000 c. General Fertility Rate = Jumlah lahir hidup setahun : Jumlah wanita dalam masa mampu hamil) x 100 d. Masa mampu lahir = 15 44 th

2. Mortalitas / angka kematian Crude death rate (CDR) Angka kematian kasar ( Crude Death Rate ) adalah angka yang menunjukkan berapa besarnya kematian yang terjadi pada suatu tahun tertentu untuk setiap 1000 penduduk. Angka ini disebut kasar sebab belum memperhitungkan umur penduduk. CDR: Catatan: Jumlah penduduk di sini bukanlah merupakan penyebut yang sebenarnya, oleh karena itu berbagai golongan umur mempunyai kemungkinan mati yang berbeda-beda, sehingga perbedaan dalam susunan umur antara beberapa penduduk akan menyebabkan perbedaan dalam CDR meskipun rate untuk berbagai golongan umur sama. Kekurangan CDR adalah

1. Terlalu menyederhanakan pola yang kompleks dari rate 2. Penggunaannya dalam perbandingan angka kematian antar berbagai penduduk yang mempunyai susunan umur yang berbeda-beda, tidak

COMMUNITY NURSING PROGRAM I

Tutor 7

dapat secara langsung melainkan harus melalui prosedur penyesuaian (adjusment) Meskipun mempunyai kekurangan tersebut CDR digunakan secara luas karena 1. Sifatnya yang merupakan summary rate 2. Dapat dihitung dengan informasi yang minimal CDR digunakan untuk perbandingan-perbandingan menurut waktu dan perbandingan-perbandingan internasional Untuk menyelidiki epidemiologi akan diperlukan summary rate yang tidak mempunyai kelemahan-kelemahan, seperti Cude rate. Rate seperti ini diperoleh dengan mengadakan penyesuaian pada susunan umur dari berbagai penduduk yang akan diperbandingkan angka kematian, dengan sendirinya adjusment rate akan aktif Faktor pendukung CDR : 1) Rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan 2) Fasilitas kesehatan yang belum memadai 3) Keadaan gizi penduduk yang rendah 4) Terjadinya bencana alam seperti gunung meletus, gempa bumi, banjir 5) Wabah penyakit 6) Terjadinya peperangan 7) Terjadinya kecelakaan lalu lintas dan industri 8) Tindakan bunuh diri dan pembunuhan. Faktor penghambat CDR : 1. Meningkatnya kesadaran penduduk akan pentingnya kesehatan 2. Fasilitas kesehatan yang memadai

3. Meningkatnya keadaan gizi penduduk 4. Memperbanyak tenaga medis seperti dokter, dan bidan 5. Kemajuan di bidang kedokteran. 6. Lingkungan hidup sehat. 7. Ajaran agama melarang bunuh diri dan membunuh orang lain. 8. Tingkat kesehatan masyarakat tinggi

COMMUNITY NURSING PROGRAM I

Tutor 7

Age Spesific Death Rate (angka kematian usia tertentu). Jumlah

kematian oleh golongan usia ttt per th x 1000 Jumlah pddk gol usia yg bersangkutan pd pertengahan th (1 Juli) 3. Migrasi Perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain, yaitu : Urbanisasi, Transmigrasi Migrasi internal, yaitu Perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain dalam suatu negara . Perpindahan penduduk keluar dari suatu daerah asal disebut migrasi keluar/emigrasi ,sedangkan masuknya penduduk kesuatu daerah tujuan disebut migrasi masuk./imigrasi Migrasi ini ada 2 macam :

Migrasi Bruto Jumlah migrasi masuk dan keluar dalam suatu daerah atau negara. Angka Migrasi Bruto Angka yang menunjukan banyaknya migran masuk dan migran keluar selama satu tahun di bagi penduduk pada pertengahan tahun (1 Juli) Rumus : jumlah migran masuk + migran keluar Jumlah penduduk pertengahan tahun X 1000 Migrasi Neto Merupakan selisih antara migrasi masuk dan migrasi keluar, migrasi neto posistif jika migrasi masuk lebih besar dari pada migrasi keluar, sedangkan migrasi neto negatif adalah sebaliknya. Angka Migrasi Neto Angka yang menunjukan selisih jumlah migran masuk dan migran keluar selama satu tahun di bagi penduduk pada pertengahan tahun . Rumus : jumlah migran masuk - migran keluar Jumlah penduduk pertengahan tahun X 1000 5. Persebaran dan Kepadatan Penduduk Penduduk adalah makhluk hidup yang aktif dan senantiasa mencari ruang tempat hidupnya yang sesuai dengan persyaratan hidup organisme. Salah satunya

COMMUNITY NURSING PROGRAM I

Tutor 7

ketersediaan sumber daya alam sehingga dapat memenuhi kebutuhan hidupnya secara maksimal. Oleh karena itu, manusia tersebar secara tidak merata di atas permukaan bumi. Daerah iklim tropis sampai lintang sedang merupakan kawasan konsentrasi penduduk di muka bumi. Hal ini dikarenakan daerah tropis memiliki temperatur udara dan curah hujan yang tinggi. Dapat memberikan daya dukung optimal bagi kehidupan manusia. Wilayah lain yang menjadi kawasan konsentrasi penduduk antara lain dataran rendah yang subur. Adapun kawasan yang kondisi alamnya sangat keras, seperti gurun dan kutub merupakan daerah yang berpenduduk sangat jarang. Persebaran penduduk yang tidak merata mengakibatkan perbedaan tingkat kepadatan penduduk. Kepadatan penduduk adalah angka yang menunjukkan jumlah penduduk dalam satuan wilayah tertentu. Angka kepadatan penduduk dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut:

a. Kepadatan Penduduk Kasar Kepadatan penduduk kasar adalah angka yang menunjukkan jumlah penduduk dalam satuan wilayah tertentu. Satuan yang biasa digunakan untuk menggambarkan angka kepadatan adalah orang/hektar atau orang/km2. Rumus untuk menghitung kepadatan penduduk kasar adalah sebagai berikut. KP = P : L Keterangan: KP = kepadatan penduduk kasar (orang/ha atau orang/km2) P = jumlah penduduk L = luas lahan b. Kepadatan Penduduk Fisiologis Kepadatan penduduk fisiologis adalah angka yang menunjukkan perbandingan banyaknya penduduk dengan luas lahan pertanian. Rumus untuk menghitung kepadatan penduduk fisiologis adalah sebagai berikut.

COMMUNITY NURSING PROGRAM I

Tutor 7

KPf = P : Lt Keterangan: KPf = kepadatan penduduk fisiologis (orang/ha atau orang/km2) P = jumlah penduduk Lt = luas lahan pertanian c. Kepadatan Penduduk Agraris Kepadatan penduduk agraris adalah angka yang menunjukkan perbandingan banyaknya penduduk petani dengan luas lahan pertanian. Formulasi yang digunakan untuk menghitung kepadatan penduduk agraris adalah sebagai berikut. KPa = Pt : Lt Keterangan: KPa = kepadatan penduduk agraris (orang/ha atau orang/km2) Pt = jumlah penduduk petani Lt = luas lahan pertanian. Sebagian besar penduduk Indonesia terkonsentrasi di Pulau Jawa. Selain faktor kesuburan tanah dan daya dukung lahan, faktor historis juga memengaruhi ketimpangan sebaran penduduk di Indonesia. Akibatnya, tingkat kepadatan penduduk di wilayah tersebut jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan wilayahwilayah lainnya di Indonesia. Ketimpangan ini tentunya berpengaruh terhadap kemajuan dan pembangunan wilayah. Secara umum tingkat kepadatan penduduk Indonesia pada tahun 2000 adalah 109 juta/km2. Beberapa provinsi yang memiliki kepadatan penduduk paling tinggi adalah Sumatra Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakara, dan Jawa Timur. adapun provinsi yang tingkat kepadatan penduduknya rendah adalah Maluku, Papua, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah. 6. Faktor yang mempengaruhi Angka harapan hidup suatu komunitas 1. Faktor fisik Geografi - besar nya komunitas

COMMUNITY NURSING PROGRAM I

Tutor 7

Lingkungan

- perkembangan industri

2. Factor social dan budaya kepercayaan, tradisi dan budaya ekonomi dan politik agama norma social status social ekonomi

3. Organisasi masyarakat 4. Perilaku individu

COMMUNITY NURSING PROGRAM I

Tutor 7

Daftar Pustaka
Anderson,Elizabeth I.2006.Buku Ajar Keperawatan Komunitas Teori dan Praktek.ed 3.Jakarta.EGC Effendy Nasrul.1998.Dasar-Dasr Keperawatan Kesehatan Masyarakat.ed 2.Kedokteran EGC: Jakarta