Anda di halaman 1dari 13

Pemicu : Albert laki- laki usia 40 tahun,pekerjaan PNS datang berobat dengan keluhan pwmbengkakan leher kiri dan

kanan submandibular diameter , < 1cm warna biasa, BB menurun tidak dijumpai,lemas (+), selera makan biasa,batuk batuk (-), suara parau (-) vital sign batas normal

I.

Klasifikasi Istilah : a. Submandibular leher b. Suara parau

: Bagian yang terletak ekat mandibulardaerah : Suara serak

II.

Defenisi Masalah : a. Terjadi pembengkakan di leher kiri dan kanan dengan diameter < 1cm b. Lemas Analisa Masalah : a. Peradangankelenjar getah bening - Tubor : Kemerah merahan - Kalor : Panas - Dolor : Nyeri - Tumor : Bengkak - Function Cena : Kehilangan fungsi b. Lemas - Dehidrasi - Kurang istirahat - Kurang asupan gizi Gali Konsep a. Peradangan kelenjar kelenjar getah bening ( Limfadenitis) b. Gondok c. Limfoma Learning Objective 1. Pegertian Limfadenitis,Etilogi, Gejala, Patogenesa, Anamnesis, Pembagian Limfadenitis, Pemeriksaan / Penatalaksanaan , Kompilkasi dan prognosa ! 2. Pembagian ada ganas dan jinak, jelaskan yang gas dan yang jinak ! 3. Penangian terhadap Limfadenitis jinak dan ganas ! 4. Ukuran Pembengkakan ! 5. Apa yang dinilai pada palpasi tumor ?

III.

IV.

V.

6. Stadium pada tumor 7. Jelaskan apa itu Limfoma

VI.

Pengumpulan Informasi :

1. Limfadenitis a. Pengertian Limfadenitis Limfadenitis adalah peradangan kelenjar getah bening (kelenjar limfe) regional dari lesi primer akibat adanya infeksi dari bagian tubuh yang lain. b. Etiologi Streptokokus dan bakteri staphylococcal adalah penyebab paling umum dari limfadenitis, meskipun virus, protozoa, rickettsiae, jamur, dan basil TB juga dapat menginfeksi kelenjar getah bening. Streptokokus dan bakteri penyebab adalah pagar staphylococcal limfadenitis Umum, meskipun virus, protozoa, rickettsiae, jamur, dan TBC juga dapat menginfeksi kelenjar getah bening. Penyakit yang melibatkan kelenjar getah bening di seluruh tubuh termasuk mononucleosis, infeksi sitomegalovirus, toksoplasmosis, dan brucellosis c. Gejala Gejala awal limfadenitis adalah pembengkakan kelenjar yang disebabkan oleh penumpukan cairan jaringan dan peningkatan jumlah sel darah putih akibat respon tubuh terhadap infeksi. Kehilangan nafsu makan, vehicles keringat, nadi cepat, dan kelemahan. d. Anamnese 1. Lokasi pembesaran kelenjar getah bening Pembesaran kelenjar getah bening pada dua sisi leher secara mendadak biasanya disebabkan oleh infeksi virus saluran pernapasan bagian atas. Pada infeksi oleh penyakit kawasaki umumnya pembesaran KGB hanya satu sisi saja. Apabila berlangsung lama (kronik) dapat disebabkan infeksi oleh mikobakterium, toksoplasma, ebstein barr virus atau citomegalovirus. 2. Gejala-gejala penyerta (symptoms) Demam, nyeri tenggorok dan batuk mengarahkan kepada penyebab infeksi saluran pernapasan bagian atas. Demam, keringat malam dan

penurunan berat badan mengarahkan kepada infeksi tuberkulosis atau keganasan. Demam yang tidak jelas penyebabnya, rasa lelah dan nyeri sendi meningkatkan kemungkinan oleh penyakit kolagen atau penyakit serum (serum sickness), ditambah riwayat obat-obatan. 3. Riwayat penyakit Adanya peradangan tonsil (amandel) sebelumnya mengarahkan kepada infeksi oleh streptokokus. Adanya infeksi gigi dan gusi dapat mengarahkan kepada infeksi bakteri anaerob. 4. Riwayat pekerjaan dan perjalanan Paparan terhadap infeksi / kontak sebelumnya kepada orang dengan infeksi saluran nafas atas, faringitis oleh Streptococcus, atau tuberculosis turut membantu mengarahkan penyebab limfadenopati. Riwayat perjalanan atau pekerjaan, misalnya perjalanan ke daerahdaerah Afrika dapat mengakibatkan penyakit Tripanosomiasis. Orang yang bekerja di hutan dapat terkena Tularemia. e. Pembagian Limfadenitis Stadium I : Limfa ( limpa,timus cincin wedyeir atau keterlibatan 1 organ ekstra limfatik ) Stadium II : a > regio LN pada 1 sisi dafragma yang sama ( kelainan hilus (+) > St III) Stadium III : Kedua sisi diafragma LN, limpa III s/ 1 organ ekstra nodul, IIIE dan keduanya III SE III 1 : dengan atau tanpa LN splenik, hilar,seliak atau portal III 2 : demgam keterlibatan LN paraaorta,iliata dan mesentric f. Pemeriksaan dan Penatalaksanaan Ultrasonografi (USG) USG merupakan salah satu teknik yang dapat dipakai untuk mengetahui ukuran, bentuk, dan gambaran mikronodular. Biopsi Biopsi dapat dilakukan dengan mengambil sel keluar melalui jarum atau dengan operasi menghapus satu atau lebih kelenjar getah bening. Sel-sel atau kelenjar getah bening akan dibawa ke lab dan diuji. Biopsy KGB memiliki nilai sensitifitas 98 % dan spesifisitas 95 %. Kegagalan untuk mengecil setelah 4-6 minggu dapat menjadi indikasi

untuk dilaksanakan biopsy KGB. Biopsi dilakukan terutama bila terdapat tanda dan gejala yang mengarahkan kepada keganasan. Kultur Kultur (contoh dikirim ke laboratorium dan diletakkan pada kultur medium yang membiarkan mikroorganisme untuk berkembang) kemungkinan diperlukan untuk memastikan diagnosa dan untuk mengidentifikasikan organisme penyebab infeksi. CT Scan CT Scan adalah mesin x-ray yang menggunakan komputer untuk mengambil gambar tubuh Anda untuk mengetahui apa yang mungkin menyebabkan limfadenitis Anda. Sebelum mengambil gambar, Anda mungkin akan diberi pewarna melalui IV di pembuluh darah Anda agar dapat melihat gambar dengan jelas. CT Scan dapat mendeteksi pembesaran KGB servikalis dengan diameter 5 mm atau lebih. 5. Magnetic Resonance Imaging (MRI) Magnetic resonance imaging (MRI) digunakan untuk melihat dalam tubuh Anda. Dokter dapat menggunakan gambar ini untuk mencari penyebab limfadenitis.

Penatalaksanaan : KURATIF Tata laksana pembesaran KGB leher didasarkan kepada penyebabnya. Banyak kasus dari pembesaran KGB leher sembuh dengan sendirinya dan tidak membutuhkan pengobatan apa pun selain dari observasi. Kegagalan untuk mengecil setelah 4-6 minggu dapat menjadi indikasi untuk dilaksanakan biopsy kelenjar getah bening. Biopsy dilakukan bila terdapat tanda dan gejala yang mengarahkan kepada keganasan, KGB yang menetap atau bertambah besar dengan pengobatan yang tepat, atau diagnosis belum dapat ditegakkan. Pembesaran KGB biasanya disebabkan oleh virus dan sembuh sendiri, walaupun pembesaran KGB dapat berlangsung mingguan. Pengobatan pada infeksi KGB oleh bakteri (limfadenitis) adalah antibiotic oral 10 hari dengan pemantauan dalam 2 hari pertama flucloxacillin 25 mg/kgBB empat kali sehari. Bila ada reaksi alergi terhadap antibiotic golongan penicillin dapat diberikan cephalexin 25 mg/kg (sampai dengan 500 mg) tiga kali sehari atau erythromycin 15 mg/kg (sampai 500 mg) tiga kali sehari. Bila penyebab limfadenopati adalah mycobacterium tuberculosis maka diberikan obat anti tuberculosis selama 9-12 bulan. Bila

disebabkan mycobacterium selain tuberculosis maka memerlukan pengangkatan KGB yang terinfeksi atau bila pembedahan tidak memungkinkan atau tidak maksimal diberikan antibiotic golongan makrolida dan anti-mycobacterium. PROGNOSIS Prognosis untuk pemulihan adalah baik jika segera diobati dengan antibiotik. Dalam kebanyakan kasus, infeksi dapat dikendalikan dalam tiga atau empat hari. Namun, dalam beberapa kasus mungkin diperlukan waktu beberapa minggu atau bulan untuk pembengkakan menghilang, panjang pemulihan tergantung pada penyebab infeksi. Penderita dengan limfadenitis yang tidak diobati dapat mengembangkan abses, selulitis, atau keracunan darah (septikemia), yang kadang-kadang fatal. g. Komplikasi Pembentukan abses Abses adalah suatu penimbunan nanah, biasanya terjadi akibat suatu infeksi bakteri. Jika bakteri menyusup ke dalam jaringan yang sehat, maka akan terjadi infeksi. Sebagian sel mati dan hancur, meninggalkan rongga yang berisi jaringan dan sel-sel yang terinfeksi. Sel-sel darah putih yang merupakan pertahanan tubuh dalam melawan infeksi, bergerak ke dalam rongga tersebut dan setelah menelan bakteri, sel darah putih akan mati. Sel darah putih yang mati inilah yang membentuk nanah, yang mengisi ronggatersebut. Akibat penimbunan nanah ini, maka jaringan di sekitarnya akan terdorong. Jaringan pada akhirnya tumbuh di sekeliling abses dan menjadi dinding pembatas abses; hal ini merupakan mekanisme tubuh untuk mencegah penyebaran infeksi lebih lanjut. Jika suatu abses pecah di dalam, maka infeksi bisa menyebar di dalam tubuh maupun dibawah permukaan kulit, tergantung kepada lokasi abses. Selulitis (infeksi kulit) Selulitis adalah suatu penyebaran infeksi bakteri ke dalam kulit dan jaringan di bawah kulit. Infeksi dapat segera menyebar dan dapat masuk ke dalam pembuluh getah bening dan aliran darah. Jika hal ini terjadi, infeksi bisa menyebar ke seluruh tubuh. Sepsis (septikemia atau keracunan darah) Sepsis adalah kondisi medis yang berpotensi berbahaya atau mengancam nyawa, yang ditemukan dalam hubungan dengan infeksi yang diketahui atau dicurigai (biasanya namun tidak terbatas pada bakteri-bakteri).

Fistula (terlihat dalam limfadenitis yang disebabkan oleh TBC) Limfadenitis tuberkulosa ini ditandai oleh pembesaran kelenjar getah bening, padat / keras, multiple dan dapat berkonglomerasi satu sama lain. Dapat pula sudah terjadi perkijuan seluruh kelenjar, sehingga kelenjar itu melunak seperti abses tetapi tidak nyeri. Apabila abses ini pecah ke kulit, lukanya sulit sembuh oleh karena keluar secara terus menerus sehingga seperti fistula. Fistula merupakan penyakit yang erat hubungannya dengan immune system / daya tahan tubuh setiap individual. h. Prognosis Prognosis untuk pemulihan adalah baik jika segera diobati dengan antibiotik. Dalam kebanyakan kasus, infeksi dapat dikendalikan dalam tiga atau empat hari. Namun, dalam beberapa kasus mungkin diperlukan waktu beberapa minggu atau bulan untuk pembengkakan menghilang, panjang pemulihan tergantung pada penyebab infeksi. Penderita dengan limfadenitis yang tidak diobati dapat mengembangkan abses, selulitis, atau keracunan darah (septikemia), yang kadang-kadang fatal. 2. Jika kita melihat dari ganas dan jinak penyakit ini menjadi 2 yaitu Jika yang ganas Limfadenitis akan berkembang menjadi limfoma, karena jika limfoma adalah kanker kelenjar getah bening. Kanker ini disebabkan oleh mutasi sel darah putih atau sel limfosit, limfoma ini merupakan salah satu kanker yang pertumbuhannya cepat ketiga dari kanker yang lain, pertumbuhannya terjadi sangat cepat terjadi pada paru dan kulit Jika yang jinak adalah limfadenitis hal ini dikarenakan penyakit ini merupkan peradangan yang disebabkan infeksi Bakteri dan virus sehingga masih dapat disembuhkan dengan tindakan medis dengan menggunakan obat oral dan maupun intravena. 3. Bila penyebab limfadenitis adalah mikrobacterium tubercolosa maka diberikan obat anti tubercolosa selama 9-12 bulan, bila disebabkna microbacterium tubercolosa maka memerlukan pengangkatan KGB yang terinfeksi atau bila pembedahan tidak memungkinkan atau tidak maksimal maka diberikan antibiotik golongan makolida dan anti microbacterium dan jika ganas dilakukan pembedahan ataupun operasi dan kemoterapi agar dapat mengurangi perkembangan limfadenitis dan jika jinak dapat diberikan obat dari oral dan cairan dari intravena. 4. Ukuran pembengkakan :

Pada Limfadenitis ada beberapa ukuran pembengkakan antara lain Normal : bila diameter < 1 cm (pada epitroclear > 0,5cm dan lipat paha > 1,5cm dikatakan abnormal). Nyeri Tekan : keras seperti batu, mengarahkan kepada keganasan, padat seperti karet, mengarahkan kepada limfoma. Konsistensi : keras seperti batu, mengarahkan kepada keganasan, padat seperti karet, mengarahkan kepada limfoma, lunak mengarahkan kepada proses infeksi fluktuatif mengarahkan telah terjadinya abses/penanahan. Penempelan/Bergerombol : beberapa KGB yang menempel dan menempel bersamaan bila digerakkan dapat akibat tubercolosis, sarkodesis, keganasan. 5. Pada proses palpasi tumor yang dilihat antara lain . Palpasi Pada waktu melakukan palpasi perut diusahakan tidak tegang dengan mengajak pasien berbicara. Kadang diperlukan palpasi dengan kedua tangan yakni tangan kiri diletakkan pada sebelah bawah sedangkan tangan kanan kanan melakukan palpasi pada perut sebelah atas. Dengan cara ini organ dalam perut lebih mudah teraba, cara ini disebut palpasi bimanual. Pada waktu palpasi yang harus diperhatikan adalah : Apakah ada ketegangan dinding perut (defans muskular) dan tentukan diregio mana.Nyeri tekan, menandakan adanya proses peradangan dibawah dinding perut, baik pada peritoneum maupun pada organ dalam perut. Lokalisasi nyeri tekan penting untuk menetukan organ organ yang sakit. Palpasi untuk menentukan nyeri tekan harus dimulai dari daerah yang normal kemudian sedikit demi sedikit ke daerah nyeri tekan, dengan demikian luasnya nyeri tekan dapat diketahui. Misalnya nteri tekan pada titik Mc Burney (titik pada kuadran kanan bawah abdomen yang terletak 1/3 lateral SIAS dan umbilkus) khas unutk apendisitis.

Pembesaran organ dalam perut, meliputi : Palpasi hepar

Pemeriksa duduk berbaring disamping kanan penderita yang sementara baring. Dengan tangan kanan, palpasi mulai dari bawah ( regio lumbal kanan ) ke arah arkus kosta kanan dilinea medioklavikularis kanan. Penderita disuruh bernapas perut, gerakan pernapasan diikuti secara pasif dengan penekanan tangan. Normal hepar tidak teraba. Pada hepar yang teraba harus dilaporkan : Derajat pembesarannya, dinyatakan dengan cm dihitung dari arkus kosta kanan pada linea medioklavikularis kanan. Jika pembesarannya pada lobus kiri diukur dari prosessus ksifoideus ke umbilikus. - Konsistensi, lunak atau keras - Permukaan licin atau berbenjol - Tepi tajam atau tumpul - Nyeri atau tidak. Palpasi Limpa Normal limpa tidak teraba. Palpasi limpa juga harus dimulai dari bawah yaitu dari daerha iliaka kanan menuju ke daerah hipokondrium kiri. Pembesaran limpa dinyatakan dengan Schuffner. Dengan membuat garis yang menghubungkan titik potong anatara linea medioclavicularis kiri dengan arcus costae dan SIAS kanan dengan melalui umbilicus. Garis ini kemudian dibagi dalam 8 bagian yang sama dimana schuffner 4 ada di umbilicus. Pada waktu palpasi limpa harus dilaporkan : luasnya pembesaran, tepinya, konsistensi dan nyeri tekan atau tidak. Palpasi Ginjal Ginjal normal tidak teraba. Ginjal selalu dipalpasi dengan cara bimanual. Ginjal yang teraba dilaporkan sebagai ballotement ( + ) Palpasi Tumor Pada palpasi adanya massa tumor, harus dilaporkan : lokalisasi,ukuran, konsistensi, bentuk, motilitasdapat digerakkan atau tidak, nyeri atau tidak

6. Pada istilah tumor memiliki stadium tertentu dokter menggunakan dasar sistem TNM (Tumor Formation Lymph nod Infolment dan Metastasis) untuk mempermudah dokter mendiagnosa kanker/tumor Stadium 0 Gejala awal dari stadium 0 pada kanker biasanya ditunjukkan dengan adanya ketidaknormalan sel pada bagian tubuh tertentu. Stadium I Sel-sel yang tidak normal mulai berkumpul membentuk jaringan yang bersifat kanker. Hal tersebut merupakan tanda dari stadium I pada kanker yang biasanya masih bisa disembuhkan. Stadium II Kanker stadium II ditandai dengan adanya jaringan yang berkembang menjadi tumor kecil. Meskipun demikian, biasanya stadium II pada kanker belum terlalu menyebar pada organ di tubuh pasien. Stadium III Setelah tumor berkembang dan bersifat ganas, maka pasien didiagnosis telah terserang kanker stadium III. Stadium IV Stadium akhir pada kanker ini ditandai dengan beberapa bagian organ dalam tubuh yang telah terserang sel kanker. Selain itu, kanker stadium IV biasanya paling susah disembuhkan.

7.

Limfoma adalah kanker yang dimulai di dalam limfosit dari sistem kekebalan tubuh dan muncul sebagai tumor padat dari sel-sel limfoid. Hal ini dapat diobati dengan kemoterapi, dan dalam beberapa kasus radioterapi dan / atau transplantasi sumsum tulang, dan dapat disembuhkan, tergantung pada histologi, jenis, dan tahap penyakit. Sel-sel ganas sering berasal dari kelenjar getah bening, menyajikan sebagai pembesaran node (tumor). Limfoma berhubungan erat dengan leukemia limfoid, yang juga berasal dari limfosit tetapi biasanya hanya melibatkan sirkulasi darah dan sumsum tulang (di mana sel-sel darah dihasilkan dalam suatu proses disebut haematopoesis) dan biasanya tidak membentuk tumor statis. Ada banyak jenis limfoma, dan pada gilirannya, limfoma adalah bagian dari kelompok yang luas yang disebut penyakit neoplasma hematologi.

Limfoma adalah kanker yang tumbuh akibat perubahan genetic (mutasi) sel limfosit (sel darah putih yang bertanggung jawab atas pertahanan alami tubuh). Mutasi ini bisa menyerang batas tepi (lineage) sel B, sel T, ataupun sel NK. Saat ini ada sekitar 43 jenis limfoma yang dikategorikan ke dalam: Limfoma Hodgkin dan Limfoma Non-hodgkin (NHL). Klasifikasi biasanya didasarkan atas jenis sel yang mengalami mutasi: B cell, T cell, ataupun natural killer cell tumor. WHO memperkirakan sekitar 1,5 juta orang di dunia saat ini hidup dengan NHL dan 300 ribu orang meninggal karena penyakit ini tiap tahun. Sekitar 55 persen dari NHL tipenya agresif dan tumbuh cepat (contoh: Limfoma Burkitt). NHL merupakan kanker tercepat ketiga pertumbuhannya setelah kanker kulit dan paru-paru. NHL banyak terjadi pada orang dewasa dengan angka tertinggi pada rentang usia 45-60 tahun.Makin tua usia makin tinggi risiko terkena limfoma karena daya tahan tubuhnya menurun. Untuk mengenal lebih jauh limfoma, kita perlu mengenai lebih lanjut mengenai system limfatik tubuh. Sistem pembuluh getah bening (system limfatik) merupakan system pertahanan alami tubuh terhadap infeksi. Sistem ini bekerja melalui cairan limfatik dalam pembuluh getah bening. Cairan limfatik merupakan cairan putih menyerupai susu yang mengandung protein, lemak dan limfosit (jenis sel darah putih). Limfosit terdiri dari dua jenis, yaitu sel B dan T. Sel B layaknya pabrik senjata di dalam tubuh, yang memproduksi protein, disebut antibodi, yang dimaksudkan untuk menyerang musuh (bakteri). Mereka memeriksa sel tubuh beberapa kali dalam sehari untuk melihat jika ada sel-sel yang sakit. Jika ditemukan sel yang sakit atau sel yang tua, limfosit memusnahkannya. Organ organ yang terkait dengan pembuatan dan sirkulasi limfosit adalah: limpa (spleen), kelenjar timus, sum sum tulang dan amandel (tonsil). Limfoma biasanya menyerang organ organ ini.

Hingga kini penyebab limfoma belum diketahui secara pasti. Ada empat kemungkinan penyebabnya yaitu faktor keturunan, kelainan sistem kekebalan, infeksi virus atau bakteri dan toksin lingkungan (herbisida, pengawet, pewarna kimia). GejalaLimfoma: pembengkakan kelenjar getah bening pada daerah leher, ketiak atau pangkal paha penurunan berat badan secara drastis rasa lelah yang terus menerus

batuk-batuk dan sesak napas

gatal-gatal

demam tanpa sebab

keringat dingin pada malam hari

Seringkali penderita hanya memiliki semacam benjolan atau pembengkakan kelenjar getah bening pada leher. Karena tidak ada gejala khas, banyak pasien limfoma biasanya baru terdeteksi saat sudah stadium lanjut dan ini menyulitkan pengobatan. Pengobatan Limfoma: Pengobatan limfoma tergantung dari jenis dan tipe limfoma. Limfoma indolen (derajat rendah) biasanya berkembang lambat sehingga perlakuannya hanya dipantau terus sambil tetap waspada. Jika kemudian mulai menimbulkan gejala, maka radioterapi atau kemoterapi disarankan; meskipun hal ini tidak menyembuhkan limfoma, mereka dapat mengurangi gejala, terutama limfadenopati (pembengkakan limpa yang biasanya menyakitkan). Limfoma Hodgkin biasanya diperlakukan dengan radioterapi saja, asalkan belum menyebar. Penyakit NHL memerlukan kemoterapi sistemik, kadang dikombinasikan dengan radioterapi. Limfoma agresif, seperti NHL cepat tumbuh dan menyebar. Jika dibiarkan tanpa pengobatan, pasien dapat meninggal dalam kurun waktu enam bulan. Diagnosa dan pengobatan yang dilakukan sedini mungkin dapat meningkatkan harapan hidup.

Daftar Pustaka

http://www.cancerhelps.com/limfoma.htm http://www.asiancancer.com/indonesian/cancer-diagnosis/lymphomadiagnosis/?utm_source=ggserp&utm_medium=cpc&utm_term=pemeriksaan_limfoma&utm_content=&utm_campaign =co.id&gclid=CIap5q_NmrYCFRER6wodzXcAKg http://www.news-medical.net/health/What-is-Lymphoma-%28Indonesian%29.aspx Buku Ilmu Penyakit dalam jilid I-III Interna publishing http://www.scribd.com/doc/46308208/Lymphoma repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/34402/.../Chapter%20II.pdf