Anda di halaman 1dari 4

Delirium Definisi

Suatu reaksi organik akut dengan gangguan utama : kesadaran berkabut, gangguan atensi, orientasi, memori, persepsi, delusi, kegelisahan, agitasi.

Sinonim
Acute Brain Syndrome Acute Exogenous Reaction Type Acute Confusional State Toxic Psychosis Metabolic Encephalopathy Altered Mental Status Acute Organic Brain Sydrome Global Confusional State Acute Organic Psychosis Acute Psycho-Organic Syndrome Acute Organic Reaction Exogenous Metabolic Brain Disease Cerebral Insuficiency Syndrome Dysergastic State

Epidemiologi
Sekitar 10-15% dari pasien di bangsal bedah umum Sekitar 15-25% dari pasien di bangsal medik umum Sekitar 30% pd pasien yg dirawat di unit perawatan intensif bedah & jantung Sekitar 40-50% dr px yg menerima perawatan bedah utk fraktur di pinggang Sekitar 20% dari pasien luka bakar berat Kira2 30% dari pasien AIDS yg diopname

Etiologi
I. Kausa intra kranial : - Epilepsi; - Trauma kapitis; - Infeksi; - Perdarahan subarachnoid II. Kausa ekstra kranial (lebih banyak) : - Pemakaian dan penghentian tiba-tiba obat tertentu - Disfungsi endokrin (hipo atau hiper) - Penyakit non-endokrin Hati; ginjal; jantung; pulmo; penyakit sistemik

Gambaran Klinik

Onset akut , Gejala-gejalanya berfluktuasi , Durasinya 1 minggu Terjadinya gejala-gejala ini oleh karena adanya ggn biokimia, elektris dan mekanik Gejala2 prodromal : gelisah; ansietas; hipersensitif thdp cahaya dan suara; insomnia Gejala2 Full Blown : Gangguan kesadaran (clouding of consciousness) o Penurunan kejernihan kesadaran terhadap lingkungan. o Penurunan kemampuan untuk : - Memusatkan. - Mempertahankan. - Mengalihkan perhatian. o Berfluktuasi (Pagi membaik Sore memburuk). Gangguan persepsi: o Ketidak mampuan secara umum: - Membedakan stimuli sensorik. - Mengintegrasikan persepsi sekarang dengan pengalaman masa lalu. o Halusinasi : Paling sering visual & auditorik. o Ilusi : Visual & auditorik juga sering. Gangguan orientasi : o Terhadap waktu sering hilang, bahkan pada kasus yang ringanpun. o Terhadap tempat & orang mungkin juga terganggu pada yang berat. o Jarang kehilangan (orientasi) terhadap diri sendiri. Gangguan proses pikir & pembicaraan : - Gangguan konsentrasi - Bicara nglantur. - Perseverasi - Tidak relevan. - Flight of ideas - Inkoheren (membingungkan). - Inkoherensi - Gangguan kemampuan untuk mengerti pembicaraan. - Delusi , - Dll Gangguan memori / kognisi o Fungsi ingatan & kognisi umum mungkin terganggu. o Kemampuan untuk menyusun, mempertahankan & mengingat kenangan mungkin terganggu. o Ingatan kenangan jauh mungkin dipertahankan. o Gangguan kemampuan memecahkan masalah. o Mempunyai waham yang tidak sistematik. o Terkadang ada paranoid. Gangguan Afek mood (Ini semua sering berubah-ubah) o Kemarahan, Kegusaran. o Apatis o Rasa takut yang tidak beralasan. o Depresi. o Euforia.

Gangguan psikomotor o Hiperaktivitas (peningkatan kesiagaan) disertai gejala otonomik : Kemerahan kulit, Pucat, Berkeringat, Takikardia, Pupil dilatasi, Mual & muntah, Hipertermia. o Hipoaktivitas (penurunan kesiagaan) : Seperti sedang depresi, Katatonik, Mengalami demensia. Disfungsi otonomik Gangguan penyerta Gangguan Tidur-Bangun. - Seringkali mengantuk di siang hari. - Dpt tidur sekejap di tempat tidur atau lainnya. - Singkat & terputus-putus. - Mimpi menakutkan malam hari & mengganggu. Gangguan Neurologi. - Disfasia/nistagmus - Tremor. - Inkoordinasi. - Inkontinensia urine.

Patofisiologi
Delirium adalah sebagai hasil kerusakan difus metabolisme jaringan saraf Hal ini dapat terlihat dari : o Studi EEG Perlambatan ritme EEG Melambatnya amplitudo rendah o Aliran darah di otak : penurunan penggunaan O2 Gambaran ini tidak merupakan gambaran patognomonik spesifik. Gambaran ini (makro dan mikro) bersifat bilateral, simetris, difus keseluruhan hemisfer : o Makroskopis : otak membengkak dengan pelebaran ruang perivaskular & perineuronal o Mikroskopis : - Pembengkakan neuron pada korteks serebri & hipokampus - Hiperemia perivaskular - Warna sel lebih pucat

Penegakan Diagnosis
Berdasarkan PPDGJ-III: - Delirium Hendaya kesadaran dan perhatian - Kesadaran berkabut koma - Penurunan kemampuan untuk mengarahkan, memusatkan, mempertahankan dan mengalihkan perhatian

Gangguann daya kognitif secara umum - Distorsi persepsi, ilusi, halusinasi (tu : visual) - Hendaya daya pikir dan pengertian abstrak - Bisa atau tanpa waham - Inkoherentia, gangguan memori (segera, dan jangka pendek) - Disorientasi (tu : waktu, tempat, orang) Gangguan psikomotor - Hipoaktivitas atau hiperaktivitas - Pengalihan aktivitas yang tak terduga - Waktu bereaksi yang lebih panjang - Arus pembicaraan yang bertambah/berkurang - Reaksi terperanjat meningkat Gangguan siklus tidur-bangun - Insomnia, atau pada kasus yang berat tidak dapat tidur sama sekali, atau terbaliknya siklus tidur dimana mengantuk siang hari - Gejala memburuk pada malam hari - Mimpi yang mengganggu atau mimpi buruk yang dapat berlanjut menjadi halusinasi setelah bangun tidur Gangguann emosional - Depresi, ansietas, takut, lekas marah, euforia, apatis, rasa kehiliangan akal

Diagnosis banding - Sindrom organik lainnya, demensia (F00-F03) - Gangguan psikotik akut dan sementara (F23.) - Skizofrenia dalam keadaan akut (F20.-) - Gangguan afektif confusional features (F30-F39) - Delirium akibat alkohol/zat psikoaktif lain (f1x.4) (f1x.03) Terapi
Atasi kausanya Terapi simtomatik o Antipsikotik o Benzodiazepin

: haloperidol 5-10 mg/IM : diazepam 10 mg/IM