Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN DISKUSI TUTORIAL MODUL 4 SKENARIO 4 : ANAK YANG DITUNGGU

Tutor: Dr. Yusticia Katar, Apt.

Kelompok 7A:
Insi Hidayatul Husna Hazazi Nur Adli Mira Mustika Rudi Ansyah Nurhayani Fatimah Ivo Mahalia SM Rezvi Nesha Pratiwi 1210312103 1210312007 1210312008 1210312118 1210312112 1210313016 1210313017 1210313018

Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang 2013

MODUL 3 SKENARIO 4 : ANAK YANG DITUNGGU Ny. Resi 28 tahun sudah berumahtangga selama tiga tahun, tetapi sampai saat ini belum dikaruniai anak. Menurut pemeriksaan dokter terhadap Ny. Resi: uterus, ovarium, tuba uterine dan organ reproduksinya yang lain normal, demikian juga dengan suaminya telah menjalani berbagai pemeriksaan termasuk analisis sperma dengan hasil normal. Mungkin belum rejeki saja, kata dokter yang merawatnya. Bulan ini, Ny. Resi sudah 14 hari terlambat menstruasi, dia harap cemas kalau ini adalah pertanda hamil. Untuk memastikan, Ny. Resi segera berkonsultasi dengan dokter dan diketahui bahwa Ny. Resi hamil. Dia sangat senang dan menanyakan keadaan bayi yang dikandungnya dengan antusias. Apakah sudah bisa diketahui jenis kelamin anak saya, Dokter?, tanya Ny. Resi. Dokter menjelaskan bahwa janinya masih sedang mengalami perkembangan termasuk sistem reproduksinya, nanti ketika usia kehamilan sekitar 12-14 minggu mungkin bisa dilihat melalui USG. Bagaimanakah saudara menjelaskan apa yang dialami oleh Ny. Resi?

Seven Jump: I. Klarifikasi terminologi dan konsep 1. Uterus : organ muscular berongga pada mamalia betina, tempat tertanamnya blastokista secara normal serta tempat pemeliharaan embrio dan janin yang sedang tumbuh. 2. Ovarium : gonad perempuan, tempat terbentuknya oosit. 3. Tuba uterina : dua buah saluran halus yang menghubungkn ovarium dengan rahim, menerima dan mentransfer oosit ke uterus setelah ovulasi. 4. Sperma : sel benih jantan matang yang khusus dihasilkan oleh testis. 5. Menstruasi : keadaan fisiologi dan siklik berupa pengeluaran secret yang terdiri dari darah dan jaringan mukosa dari uterus melalui vagina. 6. USG : pemeriksaan untuk melihat internal tubuh/janin dalam rahim, menggunakan gelombang suara ultrasonic. 7. Reproduksi : produksi keturunan oleh badan yang terorganisasi. 8. Hamil : keadaan dimana terdapat janin di dalam rahim. II. Menentukan masalah 1. Bagaimana perkembangan sistem reproduksi? 2. Bagaimana organ reproduksi yang normal pada pria dan wanita? 3. Bagaimana mikroskopik organ reproduksi? 4. Bagaimana siklus menstruasi? 5. Mengapa tidak terjadi menstruasi saat kehamilan? 6. Bagaimana tanda-tanda kehamilan? 7. Apa saja pemeriksaan sperma yang pentng untuk dianalisis? 8. Bagaimanakah hasil analisis sperma yang normal? 9. Apakah ada hubungan factor usia dengan kehamilan? 10. Kenapa setelah 3 tahun menikah Ny. Resi belum dikaruniai anak? 11. Bagaimana cara pemeriksaan melalui USG?

III. Analisa masalah 1. Perkembangan sistem reproduksi Ada kunci dimorfisme seksual yang akan ditentukan oleh kromosom seks Y, kalau ada maka laki-laki, kalau tidak ada maka perempuan. Terbentuk dari lapisan mesoderm, bermigrasi menuju genital ridge pada minggu ke-6, berproliferasi menjadi korda sehingga terbentuk gonad indiferen Pada laki-laki, tuberkulum genital menjadi penis, lipatan genital menjadi pars spongiosa uretra, lipatan labioskrotal menjadi skrotum. Pada perempuan, tuberkulum genital menjadi klitoris, lipatan genital menjadi labia minora, lipatan labioskrotal menjadi labia mayora. Disamping gonad ada dua duktus yaitu mesonefrik yang berdiferensiasi menjadi testis, dan paramesonefrik yang berdiferensiasi menjadi ovarium yangdipengaruhi oleh hormone testosterone. 2. Organ reproduksi yang normal pada pria dan wanita Organ reproduksi pria yang normal terdiri dari: Skrotum, sepasang testis, duktus (epididimis, vas deferens), kelenjar aksesori (seminalis, prostat, cowper), penis. Organ reproduksi wanita yang normal terdiri dari: Sepasang ovarium, tuba uterine, uterus, vagina, vulva (mons pubis, labia minor dan mayor), klitoris, kelenjar aksesoris (vestibula, bartholini, dll) 3. Mikroskopik organ reproduksi Testis memiliki 3 sel yaitu, sel batang (spermatogonia), sel sertoli untuk nutrisi sperma, sel leydig untuk produksi testosterone. Terdiri dari beberapa lapisan seperti tunika albuginea, vaskulosa Lumen Tuba Falopii dilapisi epitel kolumnar dengan silia panjang pada permukaan selnya. Sebagian besar dinding uterus terdiri dari otot polos yang dinamakan miometrium. Rongga uterus dilapisi oleh endometrium. 4. Siklus menstruasi Normalnya 28 hari, dan dipengaruhi oleh usia Siklusnya : 1. Menstruasi (hari 1-7) 2. Pra-ovulasi (hari 8-14) 3. Ovulasi (masa subur) 4. Pasca ovulasi Penghitungannya, hari 1 menstruasi bulan 1 sampai hari 1 menstruasi bulan 2 5. Tidak terjadi menstruasi saat kehamilan Karena, pada masa kehamilan estrogen dan progesterone meningkat, endometrium menebal yang berfungsi sebagai tempat implantasi embrio Dimana peningkatan estrogen akan menghambat kerja hormone gonadotropin, dengan terhambatnya hormone tsb, maka menstruasi tidak terjadi karena sekresi FSH dan LH berkurang.

6. Tanda-tanda kehamilan Payudara membengkak, areola menjadi lebih gelap Sering lelah, mual, buang air kecil Sakit kepala, punggung Perut kram Ngidam atau menolak makanan tertentu Sembelit dan kembung Perubahan mood Peningkatan suhu tubuh Sensitive terhadap bau Pusing, pingsan, vlek Gejala PMS Positif tes kehamilan Ada janii yang berkembang dalam rahim 7. Pemeriksaan sperma yang pentng untuk dianalisis Adanya koagulum setelah liquefaction (15-20 menit) Volume pH (7,2-7,8) bau khas warna viskositas fruktosa kualitatif (diproduksi vesica seminalis) 8. Hasil analisis sperma yang normal Hasil pemeriksaan sperma yang normal menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan nilai acuan untuk analisa sperma/air mani yang normal, sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. Volume total cairan lebih dari 2 ml Konsentrasi sperma paling sedikit 20 juta sperma/ml Morfologinya paling sedikit 15% berbentuk normal Pergerakan sperma lebih dari 50% bergerak kedepan, atau 25% bergerak secara acak kurang dari 1 jam setelah ejakulasi 5. Adanya sel darah putih kurang dari 1 juta/ml 6. Analisa lebih lanjut (tes reaksi antiglobulin menunjukkan partikel ikutan yang ada kurang dari 10 % dari jumlah sperma)

9. Hubungan factor usia dengan kehamilan Usia yang bagus untuk kehamilan adalah usia produktif, dimana fungsi reproduksi sedang sangat aktif Usia yang terlalu muda atau terlalu tua dapat menimbulkan akibat yang fatal bagi keselamatan jiwa janin, ibu ataupun keduanya

10. Setelah 3 tahun menikah Ny. Resi belum dikaruniai anak Terjadi gangguan pada pria, seperti kualitas sperma yang rendah yang dipengaruhi factor genetic maupun gaya hidup. Terjadi gangguan pada wanita, seperti gangguan hormonal yang akan menimbulkan permasalahan pada ovulasi. Gangguan hormonal berpengaruh pada siklus menstruasi. Siklus menstruasi yang terganggu akan mempengaruhi kualitas sel telur. Sel telur yang kualitasnya rendah sulit untuk dibuahi oleh sperma Alergi pada sperma, tubuh akan membentu antibody tiap dimasuki sperma, sehingga pembuahan tidak terjadi. Sindrom ovarium polikistik, kelebihan hormone androgen akan menyebabkan gangguan pada siklus menstruasi dan proses ovulasi. Gaya hidup tidak sehat dan stress juga dapat menyebabakan seseorang sulit hamil. 11. Cara pemeriksaan melalui USG Pemeriksaan USG menggunakan gelombang suara dengan frekuensi 1-10 MHz. Pilihan frekuensi menentukan resolusi gambar dan penembusan ke dalam tubuh pasien. Gelombang suara frekuensi tinggi tersebut dihasilkan dari kristal-kristal yang terdapat dalam suatu alat yang disebut transducer/probe. Perubahan bentuk akibat gaya mekanis pada kristal akan menimbulkan tegangan listrik dimana fenomena ini disebut efek Piezo electric. Bentuk kristal juga akan berubah bila dipengaruhi oleh medan listrik. Kristal akan mengembang dan mengkerut sesuai dengan pola medan listrik yang melaluinya sehingga dihasilkan gelombang suara frekuensi tinggi Kajian sistematik
Tanda-tanda kehamilan Pemeriksaan USG

IV.

Embriogenesis

Hamil

Menstruasi

Organ reproduksi

Siklus menstruasi

Pria Persarafan

Wanita Kemandulan

Makroskopik
Perdaraha n

Mikroskopik

Analisis sperma

Pemeriksaan organ reproduksi

Pemeriksaan kadar hormon

V.

Formulasi tujuan pembelajaran (LO) 1. Menjelaskan tentang embriologi sistem reproduksi 2. Menjelaskan tentang anatomi sistem reproduksi pria 3. Menjelaskan tentang anatomi sistem reproduksi wanita 4. Menjelaskan tentang persarafan dan perdarahan sistem reproduksi 5. Menjelaskan tentang histology sistem reproduksi pria 6. Menjelaskan tentang histology sistem reproduksi wanita 7. Menjelaskan tentang siklus menstruasi 8. Menjelaskan tentang kelainan sistem reproduksi

VI. Mengumpulkan informasi VII. Sintesa dan uji informasi 1. Embriologi Sistem Reproduksi Pertumbuhan dan Perkembangan organ reproduksi Pertumbuhan dan perkembangan organ gonad ini berasal dari lapisan mesoderm intermediate pada minggu ke-5. Pada pria perkembangan system reproduksinya berasal dari duktus mesonephros (Wollfian), sedangkan pada wanita berasal dari duktus paramesonepros (Mullerian) yang berkembang di sebelah lateral duktus mesoneprhos. Perkembangan kedua saluran ini akan bermuara pada sinus urogenitalia. Penentuan jenis kelamin pada manusia diatur oleh kromosom Y yang menentukan jenis kelamin pria. Pada kromosom ini terdapat gen SRY ( sex determining of Y chromosome) . Apabila gen SRY ini diekspresikan pada saat perkembangan, maka protein yang dihasilkan akan memicu sel sertoli untuk berdiferensiasi menjadi jaringan gonad pada minggu ke-7. Perkembangan sel sertoli ini akan mensekresikan hormone Mullerianinhibiting hormone (MIH) yang akan menyebabkan duktus paramesonefros mengalami apoptosis. Maka dari itu, duktus ini tidak ikut berkontribusi pada system reproduksi laki-laki. Stimulasi dari HCG (Human Chorionic gonadotropin) akan menyebabkan sel-sel Leydig pada jaringan gonad mensekresikan testosterone pada minggu ke-8. Testosterone akan menstimulus perkembangan duktus mesonephros menjadi epididimis, vas deferen, duktus ejakulatorius, vesikel seminularis. Testis akan berhubungan dengan duktus mesonephros melalui serangkaian tubulus yang berasal dari tubulus seminiferus. Kelenjar prostat dan bulbouretral merupakan bagian endodermal dari uretra. Pada wanita, terdiri dari dua kromosom X dan tanpa kromosom Y. oleh karena itu, tidak terdapat gen SRY, sehingga duktus paramesonephros bisa berkembang dengan baik. Bagian distal dari duktus paramesonephros ini akan berfusi membentuk uterus danvagina, sedangkan bagian yang tidak berfusi akan

berkembang menjadi tuba fallopi. Duktus mesonephros tidak berkembang diakibatkan tidak adanya hormone testosterone. Perkembangan embrio genitalia eksterna pada pria dan wanita (penis, skrotum, clitoris, labia, vagina) juga akan berdiferensiasi sampai umur kira-kira 8 minggu. Sebelum berdiferensiasi, embrio pada pria dan wanita terdapat genital tubercle, yang terdiri dari uretral groove, sepasang uretral fold dan labioscrotal swelling. Pada embrio pria, beberapa testosterone akan dikonversikan menjadi dihydrotestosteron yang menstimulasi perkembangan uretra, prostat, organ genital eksterna (skrotum dan penis). genital tubercle akan memanjang dan berkembang menjadi penis. Fusi antara uretral fold akan membentuk spongy (penil) uretra. Labiosrotal swelling akan berkembang menjadi skrotum. Karena pada wanita tidak terdapat dehidrosteron, maka genital tubercle ini akan berkembang menjadi clitoris. Uretral fold tetap terbuka membentuk labium minora, dan labioscrotalnya berkembang menjadi labium mayora. 2. Anatomi Sistem Reproduksi Pria A. Skrotum Adalah kantong longgar yang tersusun dari kulit, fasia, dan otot polos yang membungkus dan menompangtestis di luar tubuh pada suhu optimum untuk produksi spermatozoa. 1. Dua kantong skrotal, satiap skrotal berisi satu testis tungggal, dipisahkan oleh septum internal. 2. Otot dartos adalah lapisan serabut dalam fasia dasar yang berkontraksi untuk membentuk kerutan pada kulit skrotal sebagai respons terhadap udara dingin atau eksitasi seksual. B. Testis Adalah organ lunak, berbentuk oval, dengan panjang 4 cm sampai 5 cm (1,5 inci sampai 2 inci) dan berdiameter 2,5 cm (1 inci). 1. Tunika albuginca adalah kapsul jaringan ikat yang membungkus testis dan merentang ke arah dalam untuk membaginya menjadi sekitar 250 lobulus. 2. Tubulus seminiferus, tempat berlangsungnya spermatogenesis, terlilit dalam lobulus. epitelium germinal khusus yang melapisi tubulus seminiferus mengandung sel-sel batang (spermatogonia) yang kemudian menjadi sperma : sel-sel Sertoli yang menompang dan memberi nutrisi sperma yang sedang berkembang : dan sel-sel interstisial (leydig), yang memiliki fungsi endokrin.

C. Duktus Duktus pada saluran reproduksi laki laki membawa sperma matur testis dari testis ke bagian eksterior tubuh. 1. Dalam testis sperma bergerak ke lumen tubulus seminiferus kemudian menuju tubulus rekti ( tubulus lurus ). Dari tubulus rekti sperma kemudian menuju jaring jaring kanal rete testis yang bersambungan dengan 10 sampai 15 duktulus eferen yang muncul dibagian atas testis. 2. Epididimis adalah tuba terlilit yang panjangnya mencapai 20 kami ( 4 sampai 6m ) yang terletak disepanjang sisi posterior testis. Bagian ini menerima sperma dari duktus eferen: a. Epididimis menyimpan sperma dan mampu mempertahankannya sampai enam minggu. Selama enam minggu tersebut sperma akan menjadi motil matur sempurna dan mampu melakukan fertilisasi. b. Selama eksitansi seksual lapisan otot polos dalam dingding epididimis berkontraksi untuk mendorong sperma ke dalam duktus deferen. 3. Duktus deferen adalah kelanjutan epididimis. Duktus ini adalah tuba lurus terletak dalam korda spermatik yang juga mengandung pembuluh limfatik saraf SSO otot kremaster dan jaringan ikat. Masing masing duktus deferen meninggalkan strotum menanjak menuju diniding abdominal kanal inguinal. Duktus ini mengalir di balik kandung kemih bagian bawah untuk bergabung dengan duktus ejakulator. 4. Duktus ejakulator pada kedua sisi terbentuk dari pertemuan pembesaran ( ampula ) di bagian ujung duktus deferen dan duktus dari vesikel seminalis. Setiap duktus ejakulator panjangnya sekitar 2 cm dan menembus kelenjar prostat untuk bergabung dengan yretra yang berasal dari kandung kemih. 5. Uretra merentang dari kandung kemih sampai ujung penis dan terdiri dari tiga bagian. a. Uretra prostatik merentang mulai dari bagian dasar kandung kemih menembus prostat dan menerima sekresi kelenjar tersebut. b. Uretra membranosa panjangnya mencapai 1 cm sampai 2 cm. Bagaian ini dikelilingi sfingter uretra eksternal. c. Uretra penis ( kavernous berespons ) dikelilingi oleh jaringan erektil berespons ( korpus spongiosum ). Bagian ini membesar ke dalam fosa navicularis sebelum berakhir pada mulut uretra eksternal dalam glans penis. D. Kelenjar Aksesoris 1. Sepasang vesikel seminalis adalah kantong terkonvolusi ( berkelok kelok ) yang bermuara ke dalam duktus ejakulator. Sekretnya adalah cairan kental dan basayang kaya akan fruktosa berfungsi memberi nutrisi dan melindungi sperma. Setengah lebih sekresi vesikel seminalis adalah semen ( cairan sperma yang meninggalkan tubuh ) 2. Kelenjar prostat menyelubungi uretra saat keluar dari kandung kemih. Sekresi prostat bermuara ke dalam uretra prostatik melalui 15 sampai 30 duktus prostatik. a. Prostat mengeluarkan cairan basa menyerupai susu yang menetralisir asiditas vagina selama senggama dan meningkatkan motilitas sperma yang akan optimum pada pH 6,0 sampai 6,5 b. Kelenjar prostat membesar saat remaja dan mencapai ukuran optimalnya pada laki laki yang berusia 20an. Pada banyak laki laki ukurannya terus bertambah seiring pertambahan usia. Saat berusia 70 tahun dua pertiga dari semua laki laki mengalami pembesaran prostat yang menganggu perkemihan. 3. Sepasang kelenjar bulbouretral ( cowper ) adalah kelenjar kecil yang ukuran dan bentuknya menyerupai kacang polong. Kelenjar ini mensekresi cairan basa yang

mengandung mukus ke dalam uretra penis untuk melumasi dan melindungi serta ditambahkan pada semen.. E. Penis Penis terdiri dari tiga bagian akar batang dan glans penis yang membesar yang banyak mengandung ujung ujung saraf sensorik. Organ ini berfungsi untuk tempat keluar urin dan semen serta sebagai organ kopulasi. 1. Kulit penis tipis dan tidak berambut kecuali didekat akar organ. Preposium ( kulup ) adalah lipatan sirkular kulit longgar yang merentang menutupi glans penis kecuali jika diangkat melalui sirkumsisi. Korona adalah ujung proksimal glans penis. 2. Badan penis dibentuk dari tiga masa jaringan erektil silindris dua korpus kavernosum spongiosum vebtral di sekitar uretra. Jaringan erektil adalah jaring jaring ruang darah ireguler ( vinusa sinusoid ) yang diperdarai oleh arteriol aferen dan kapiler didrainase oleh venula dan dikelilingi jaringan ikat rapat yang disebut tunika albuginea. Korpus konvernosum dikelilingi oleh jaringan ikat rapat disebut tunika albugnea. 3. Mekanisme ereaksi penis. Ereksi adalah salah satu fungsi vaskular korpuskavernosum dibawah pengendalian SSO 3. Anatomi Sistem Reproduksi Wanita Sistem Reproduksi Wanita Sistem reproduksi wanita terdiri atas dua bagian yaitu bagian alat kelamin luar (genetalia eksterna) dan bagian kelamin dalam (genetalia interna) sebagaian besar tersembunyi di didalam tulang panggul. Batas antara keduanya adalah selaput dara (hymen). Alat reproduksi perempuan berperan dalam memproduksi sel telur, berhubungan seksual reproduksi manusia, mengandung sel telur yang sudah dibuahi oleh sel sperma sampai berkembang menjadi bayi, dan melahirkannya. Bagian Alat Kelamin Luar Wanita Bagian alat kelamin luar wnita terdiri atas: 1. Mons Veneris/Mons Venus (Tundum), terletak pada bagian atas/menonjol ke bagian depan dan menutupi tulang belakang dan masa remaja ditumbuhi rambut. 2. Labia Mayora (bibir besar), berasal dari mons veneris, bentuknya lonjong menuju kebawah, bagian luar terdiri dari kulit berambut, kelenjar lemak dan keringat ,kadang juga ditumbuhi rambut sedikit, bagian dalamnya tidak berambut dan mengandung kelenjar lemak, serta banyak pembuluh saraf sensitif saat intercourse. 3. Labia Minora (bibir kecil) terletak disebelah dalam bibir besar, tidak memiliki folikel rambut. Banyak pembuluh darah, otot polos dan ujung serabut saraf, bagian depannya mengelilingi klitoris. Kedua Labia ini memiliki pembuluh darah sehingga menjadi besar pada saat keinginan sek bertambah 4. Vulva (pukas), berupa celah ada disebelah dalam bibir kecil. Vulva yang berarti menutupi terletak di antara kedua paha kamu, bagian luar vulva menutupi vagina. Bagian atas bukaan tersebut disebut dengan mons pubis, lembar jaringan tipis yang bernama hymen sebagian menutupi bukaan vagina. Ini yang umumnya dsebut selaput dara. Hymen normal terdapat lubang kecil untuk aliran darah menstruasi, dapat berbentuk bulan sabit, bulat oval, eribiformis, septum atay fibriae. Pada saat hubungan sek pertama hymen atau trauma lain. Hyme akan robek dan mengeluarkan darah.

5.

6.

7. 8.

9.

Setelah melahirkan himen menjadi tonjolan kecil yang disebut Corrunculae Myrtiformis. Vestibulum : bagian organ seks ini dibasahi oleh kedua labiadan bagian atasnya tertutupi oleh klitoris. Pada bagian vestibulum terdapat muara vagina/liang senggam, saluarn kencing, kelenjar bartholini dan kelenjar skene. Clitoris (kelentit), Klitoris, yang terletak dibagian depan atas Vulva dimana kedua labia bertemu , merupakan sebuah struktur silindris kecil yang beranalogi dengan labia bertemu, merupakan sebuah struktur silindris kecil yang beranalogi dengan penis laki-laki:sama-sama memiliki jaringan erektil Orificium Vagina/introitus (lubang vagina), terletak 1-1,5 cm dibawah clitoris di dalam vulva Orificium Vagina/introitus (lubang vagina), terletak dibawah vestibulum. Pada gadis (virgo) tertutup lapisan tipis bermukosa yang disebut selaput dara yang ber menutupi (virgo ) tertutup lapisan tipis bermukosa yang disebut selaput dara yang menutupi permukaan luar vagina, utuh tanpa robekan. Glandula skene, kelenjar yang menghasilkan bau feromon penarik seksual wanitam, bermuara pada lubang di sebelah menyebelah lubang kencingGlandula bartholin, kelenjar penghasil lendir cair yang berfungsi sebagai pelumas vulva pada saat citus (senggama), bermuara di sebelahmenyebelah libang vagina.

Bagian Alat Kelamin Dalam Wanita Bagian alat kelamin perempuan terdiri atas : 1. Vagina (saluran senggama); panjangnya 15 cm, mempunyai dinding yang berlipat lipatdan lapisan otot yang tebal, serta memiliki kelenjar yang menghasilkan lendir yang berfungsi sebagai pelicin, vagina juga berfungsi sebagai saluran dilalui bayi saat melahirkan (petus), mengeluarkan, mengeluarkan ekresi uterus saat haid serta kopulasi. Bagian atas vagina terbentuk dari duktu Mulleri, bahwa dari sinus urogenetalis.Batas dalam secara klinis yaitu fornices anterio, posterio dan lateralis di sekitar cervik uteri. Titik Grayenberg ( G-spot), merupakan titik daerah sensorik di sekitar 1/3 anterior dinding vagina, sangat sensitiv terhadap stumulasi orgasmus vaginal. G-Spot tidak hanya berguna untuk meningkatkan kualitas seks dengan pasangan saja, namun juga bisa membantu wanita ketika melahirkan bayinya. Pada saat bayi keluar dan menyentuh daerah sensitif ini sang Ibu akan sedikit terbantu dari rasa sakit akibat persalinan. 2. Uterus (rahim); bentuknya seperti buah peer, berukuran 7 Cm, lebar 5 Cm, dan tebalnya 2,5 Cm. Rahim ini merupakan tempat yang elatis. Dimana janin tumbuh dan berkembang sampai menjadi fetus yang siap dilahirkan. 3. Tuba Falloppil atau Oviduet (saluran telur ); merupakan saluran yang akan dilalui telur dalam perjalananya dari indung telur (ovarium ) menuju rahim. Saluran ini ada 2 buah yang satu kiri dan satu dikanan rahim yang panjangnya 8-15 Cm. 4. Ovarium (indung telur ) : merupakan organ penghasil sel telur pada manusia yang jumlahnya 2 buah, dikiri dan kanan. Di dalam indung telur inilah diproduksi telur (ovum)

4.

Persarafan Dan Perdarahan Sistem Reproduksi A. GENITALIA INTERNA WANITA 1) UTERUS Vascularisasi Arteria ovarica di kanan dan di kiri yang berasal dari aorta abdominalis memvaskularisasi fundus uteri. Kedua arteri ovarica ini berjalan ke bawah untuk bertemu dengan arteria uterina pada sisi yang sama. Arteria uterina sebelah kanan dan sebelah kiri mencapai uterus pada setinggi ostium internum, dan memberikan cabang-cabangnya untuk memasok darah bagi corpus uteri maupun cervix dan vagina. Drainase vena menuju ke dalam vena ovarica yang menuju ke vena cava inferior di sisi kanan dan ke dalam vena renalis di sisi kiri. Inervasi Inervasi uterus melalui saraf simpatis dan parasimpatis dari pleksus LeeFrankenhouser (sacralis). 2) CERVIX Vaskularisasi Vaskularisasi oleh arteria uterine, dan drainase venosanya melewati vena-vena uterine. Inervasi Oleh saraf simpatis dan parasimpatis dari plexus frankenhauser (plexus sacralis) 3) TUBA FALLOPII Vaskularisasi Pasokan darah berasal dari arteria uterine dan arteria ovarica ; kembalinya darah vena dialirkan lewat vena-vena yang sesuai. Infundibulum mempunyai pembuluh darah yang sangat banyak yang saling menyilang dengan serabut-serabut otot. Inervasi Inervasinya berasal dari pleksus ovaricus. 4) OVARIUM Vaskularisasi Darah berasal dari arteria ovarica, dan drainase vena menuju ke vena-vena ovarica. Inervasi : Pleksus ovaricus 5) VAGINA . Vaskularisasi Berasal dari arteri vaginalis dan arteri uterine yang merupakan cabang arteri iliaca interna, membentuk plexus (anyaman) yang mengelilingi vagina. Drainase venosa melalui vena-vena yang sesuai.

Inervasi Saraf simpatis dan parasimpatis dari plexus Lee-Frankenhauser (plexus sacralis) menginervasi bagian vagina yang terletak di atas musculi levators ani. Nervus pudendus menginervasi daerah vagina bagian bawah. B. GENITALIA EKSTERNA WANITA 1. VULVA Vaskularisasi Arteri pudenda yang merupakan cabang arteri femoralis memberikan vaskularisasi ke genital eksterna. Drainase vena melalui vena-vena yang sesuai. Inervasi Cabang nervus pudendus dan nervus perinealis yang memberikan inervasi ke vulva. 2. PAYUDARA Vaskularisasi Suplai darah berasal dari arteria mammaria interna, arteria mammaria externa, dan arteria-arteria intercostalis superior. Drainase vena melalui pembuluhpembuluh yang sesuai, dan akan masuk ke dalam vena mammaria interna dan vena axillaris. Inervasi Fungsi payudara terutama dikendalikan oleh aktivitas hormone, tetapi kulitnya dipersarafi oleh cabang-cabang nervus thoracalis. Juga terdapat sejumlah saraf simpatis, terutama disekitar areola dan papilla mammae. C. GENETALIA INTERNA PRIA 1. TESTIS Vaskularisasi: Arteri : berasal dari abdominal aorta yang akan bercabang menjadi arteri testicular. Arteri tersebut akan bercabang dan berhubungan dengan arteri duktus deferen. Vena : membentuk pampiniform plexus dari bagian anterior duktus deferens dan mengelilingi testis. Pampiniform plexus berfungsi sebagai thermoregulatory, yaitu penjaga temperatur testis agar konstan. Vena testicular kanan akan menuju vena kava inferior, sedangkan vena testicular kiri akan masuk ke vena renal kiri.

2. DUCTUS DEFEREN Vaskularisasi: Arteri : berasal dari arteri vesical superior yang akhirnya akan menyatu dengan arteri testicular. Vena : berasal dari vena testicular, termasuk plexus pampiniform. Bagian ujungnya menuju vena vesicular plexus atau vena prostatic plexus. 3. GLANDULA SEMINALIS Vaskularisasi: Arteri : berasal dari arteri vesical inferior dan middle rectal arteries. Vena : mengiringi arteri

4.DUCTUS EJAKULATORIUS Vaskularisasi: Arteri : arteri yang berasal dari duktus deferens Vena : bergabung dengan vena prostatic plexus dan vesical plexus D. GENETALIA EKSTERNA PRIA 1. PENIS Inervasi Penis dipersyarafi oleh 2 jenis syaraf yakni syaraf otonom (para simpatis dan simpatis) dan syaraf somatik (motoris dan sensoris). Syaraf-syaraf simpatis dan parasimpatis berasal dari hipotalamus menuju ke penis melalui medulla spinalis (sumsum tulang belakang). Khusus syaraf otonom parasimpatis ke luar dari medulla spinalis (sumsum tulang belakang) pada kolumna vertebralis di S2-4. Sebaliknya syaraf simpatis ke luar dari kolumna vertebralis melalui segmen Th 11 sampai L2 dan akhirnya parasimpatis dan simpatis menyatu menjadi nervus kavernosa. Syaraf ini memasuki penis pada pangkalnya dan mempersyarafi otot- otot polos Syaraf somatis terutama yang bersifat sensoris yakni yang membawa impuls (rangsang) dari penis misalnya bila mendapatkan stimulasi yaitu rabaan pada badan penis dan kepala penis (glans), membentuk nervus dorsalis penis yang menyatu dengan syaraf-syaraf lain yang membentuk nervus pudendus. Syaraf ini juga berlanjut ke kelumna vertebralis (sumsum tulang belakang) melalui kolumna vertebralis S2-4. Stimulasi dari penis atau dari otak secara sendiri atau bersama-sama melalui syaraf-syaraf di atas akan menghasilkan ereksi penis. Vaskularisasi Pendarahan untuk penis berasal dari arteri pudenda interna lalu menjadi arteria penis communis yang bercabang 3 yakni 2 cabang ke masing-masing yakni ke korpus kavernosa kiri dan kanan yang kemudian menjadi arteria kavernosa atau arteria penis profundus yang ketiga ialah arteria bulbourethralis untuk korpus spongiosum. Arteria memasuki korpus kavernosa lalu bercabang-cabang menjadi arteriol-arteriol helicina yang bentuknya berkelok-kelok pada saat penis lembek atau tidak ereksi. Pada keadaan ereksi, arteriol-arteriol helicina mengalami relaksasi atau pelebaran pembuluh darah sehingga aliran darah bertambah besar dan cepat kemudian berkumpul di dalam rongga-rongga lakunar atau sinusoid. Rongga sinusoid membesar sehingga terjadilah ereksi. Sebaliknya darah yang mengalir dari sinusoid ke luar melalui satu pleksus yang terletak di bawah tunica albugenia. Bila sinusoid dan trabekel tadi mengembang karena berkumpulnya darah di seluruh korpus kavernosa, maka venavena di sekitarnya menjadi tertekan. Vena-vena di bawah tunica albuginea ini bergabung membentuk vena dorsalis profunda lalu ke luar dari Corpora Cavernosa pada rongga penis ke sistem vena yang besar dan akhirnya kembali ke jantung. 5. Histology Sistem Reproduksi Pria TESTIS Fungsi testis : 1. Spermatogenesis 2. Produksi androgen

Spermatogenesis terjadi dalam tubulus seminiferus. Produksi androgen berlangsung di dalam kantung dari sel khusus yang terdapat di daerah interstitsial antara tubulus. Tubulus seminiferus di kelilingi oleh membrana basalis. Disisi medial membrana basalis terdapat sel progenitor untuk memproduksi sperma. Epitel yang mengandung spermatozoa yang sedang berkembang di sepanjang tubulus disebut sebagai epitel seminiferusatau epitel germinal. Pada potongan melintang testis, spermatozoit dalam tubulus berada dalam berbagai tahapan pematangan. Diantara spermatozoit terdapatsel sertoli. Sel ini berperan secara metabolik dan struktural untuk melindungi spermatozoa yang sedang berkembang. Spermatogenesis dapat dibagi menjadi 3 fase : 1. Proliferasi mitosis untuk menghasilkan banyak sel 2. Pembelahan meiosis untuk menghasilkan perbedaan genetik 3. Pematangan EPIDIDIMIS dan VAS DEFEREN Duktus yang membentuk epididimis dan vas deferen mempunyai lapisan muskuler yang tersusu sebagai , serat sirkuler di bagian dalam dan serat longitudinal di bagian luar. Komponen muskuler pada struktur ini bertanggung jawab terhadap gerakan peristaltik yang menggerakan spermatosoa di sepanjang duktus. VESIKULA SEMINALIS Alveoli pada vesikula seminalis dibatasi oleh epitel yang mengandung granula dan gumpalan pigmen kuning. Sejumlah epitel memiliki flagela. Sekret vesikula seminalis berupa cairan kental kekuningan yang mengandung globulin dan sebagian besar cairan semen terdiri dari produk vesikula seminalis KELENJAR PROSTAT Kelenjar tubuloalveolar prostat dibatasi oleh epitel-epitel yang sangat reponsif terhadap androgen. Epitel kelenjar tubuloalveolar prostat menghasilkan asam fosfatase dan asam sitrat. PENIS Jaringan erektil penis merupakan rongga vaskular iregular yang sangat banyak dengan sistem menyerupai spons yang mendapatkan pasokan darah dari arteriole eferen dan kemduai dialirkan ke venule eferen Masing-masing corpus cavernosum di bungkus oleh tunica albuginea suatu membrana fibrosa yang tebal . Vena yang mengalirkan darah dari corpus cavernosum berada sedikit dibawah tunica albuginea. Bagian dalam corpus cavernosum mengandung banyak trabekulae. Trabekula tersusun atas serat elastis dan otot polos yang terbenam dalam gelondong kolagen yang tebal dan terbungus oleh sel-sel endotel. 6. Histology Sistem Reproduksi Wanita OVARIUM Fungsi ovarium : 1. Produksi sel germinal 2. Biosintesis hormon steroid Sel germinal terdapat pada folikel ovarium. Masing-masing folikel berada dalam keadaan istirtahat dan mengandung oosit primordial ( primitif ) yang dikelilingi satu lapis sel yaitu sel granulosa. Disekitar sel granulosa terdapat sekelompok sel yaitu sel

teka. Sel teka memproduksi androgen yang oleh sel granulosa di konversi menjadi estrogen. Hormon steroid dari ovarium bekerja dalam folikel untuk menujang perkembangan oosit dan di luar ovarium, hormon steroid bekerja pada jaringan target. Pada neonatus, ovarium manusia mengandung sekitar 2 juta oosit . pada saat pubertas tersisa sekitar 100.000 oosit. Jumlah oosit semakin berkurang selama masa reproduksi akibat proses mitosis oogonium primitif pada masa janin berhenti dan tidak berlanjut. Saat proses mitosis berhenti, oosit yang baru terbentuk masuk ke tahap profase dari pembelahan meiosis pertama. Oosit akan tetap berada pada tahap profase meiosis sampai mereka di stimulasi dan menjadi matang untuk proses ovulasi atau mengalami degerasi menjadi folikel atresia. Folikel primer berada dibagian superfisial sehingga memungkinkan untuk terjadinya ovulasi pada saat folikel sudah matang ( folikel dgraaf ) dimana terdapat area sekeliling oosit yang disebut zona pellucid. Ovulasi adalah ekspulsi sel telur melalui daerah tipis (stigma ). Setelah pelepasan oosit, folikel mengempis (collaps) dan terbentuk corpus luteum. TUBA FALOPII Lumen Tuba Falopii dilapisi epitel kolumnar dengan silia panjang pada permukaan selnya. Silia bergerak konsisten ke arah uterus untuk memfasilitasi pergerakan zygote ke dalam uterus agar mengadakan implantasi pada endometrium. UTERUS Sebagian besar dinding uterus terdiri dari otot polos yang dinamakan miometrium. Uterus harus mampu untuk membesar selama kehamilan. Pembesaran uterus terjadi akibat hipertrofi sel otot polos miometrium (miosit) dan penambahan miosit baru dari stem sel yang terdapat dalam jaringan ikat miometrium. Rongga uterus dilapisi oleh endometrium. Endometrium merupakan organ target dan kelenjar endokrin. Dibawah pengaruh produksi siklis hormon ovarium endometrium mengalami perubahan mikroskopik pada struktur dan fungsi kelenjar. Selama fase pra ovulasi siklus menstruasi, sel epitel permukaan endometrium mengadakan proliferasi di bawah pengaruh estrogen.Kelenjar endometrium mengalami proliferasi dan masuk kedalam lapisan subepitelial atau stroma. Arteri muskular kecil (arteria spiralis) tumbuh kedlam lapisan basal endometrium. Setelah ovulasi, suasana hormonal uterus berubah dari dominan estrogen menjadi dominan progesteron sehingga mitosis epitel kelenjar berhenti. Endometrium pasca ovulasi disebut endometriumsekretorik. Pasca ovulasi, sel stroma endometrium membesar dan tampak berbuih yang menadakan adanya peningkatan metabolisme. Sel-sel tersebut menjadi eosinofilik dan disebut sebagai sel desidua. Desidualisasi endometrium diawali sekitar arteri spiralis yang kemudian menyebar dibawah epitel permukaan dan kelenjar saat 10 hari pasca ovulasi. Jika tidak terjadi kehamilan, produksi progesteron corpus luteum berhenti pada hari ke 13 14 pasca ovulasi. Endometrium mengalami nekrosis iskemik dan meluruh sebagai debris menstruasi. Bila terjadi kehamilan, masa hidup corpus luteum memanjang dan memperpanjang produksi progesteron dan desidualisasi stroma berlanjut.

SERVIK dan VAGINA Servik terutama terdiri dari jaringan ikat. Struktur ini dilapisi satu lapisepitel kelenjar penghasil mukus dibagian dalam servik (canalis endoservicalis) dan epitel skuamosa berlapis pada ektoservik. Transisi epitel kelenjar dan skuamosa dikenal sebagai zona transformasi yang penting oleh karena sering mengalami perubahan displastik yang dapat menjadi keganasan. Vagina dilapisi oleh epitel skuamosa. 7. Siklus Mestruasi Masa Menstruasi pada Wanita Menstruasi atau haid mengacu kepada pengeluaran secara periodik darah dan sel-sel tubuh dari vagina yang berasal dinding rahim wanita. Menstruasi dimulai saat pubertas dan menandai kemampuan seorang wanita untuk mengandung anak, walaupun mungkin faktor-faktor kesehatan lain dapat membatasi kapasitas ini. Menstruasi biasanya dimulai antara uur 10 dan 16 tahun, tergantung pada berbagai faktor, termasuk kesehatan wanita, status nutrisi dan berat tubuh relatif terhadap tinggi tubuh. Menstruasi berlangsung kirakira sekali sebulan sampai wanita menca[i umur 45-50 tahun, sekali lagi tergantung pada kesehatan dan pengaruh-pengaruh lainnya. Akhir dari kemampuan wanita untuk bermentruasi disebut menopause dan menandai akhir dri masa-masa kemhamilan seorang wanita. Normalnya menstruasi berlangsung selama 3-7 hari. Menstruasi merupakan bagian dari reguler yang mempersiapkan tubuh wanita setiap bulannya untuk kehamilan. Daur ini melibatkan beberapa tahap yang dikendalikan oleh interaksi hormon yang dikeluarkan oleh hipotalomus, kelenajr di bawah otak depan, dan indung telur. Menstruasi adalah pelepasan dinding rahim (endometrium) yang disertai dengan pendarahan dan terjadi setiap bulannya kecuali pada saat kehamilan. Siklus menstruasi bervariasi pada tiap wanita dan hampir 90% wnaita memiliki siklus 25-35 hari dan hanya 10-15% yang mmeiliki panjang siklus 28 hari, namun beberapa wanita memiliki siklus yang tidak teratur dan hal ini bisa menjadi indikator adanya masalah kesuburan. Panjang siklus menstruasi dihitung dari hari pertama periode menstruasi, hari dimana pendarahan dimulai disbeut sebgaai hari pertama yang kemudian dihitung sampai dengan hari terakhir yaitu 1 hari sebelum pendarahan menstruasi bulan berikutnya dimulai. Seorang wanita memiliki 2 ovarium dimana masing-masing menyimpan sekitar 200.000 hingga 400.000 telur yang belummatang/folikel (follices). Normalnya, hanya satu atau beberapa telur yang tumbuh setiap periode menstruasi da sekitar hari ke 14 sebelum menstruasi berikutnya. Fase mentruasi a. Fase mentruasi (minggu 1/hari 1-4); lapisan rahim pecah dan keluar sebagai haid melalui vagina yang disebabkan oleh menurunya produksi progesteron b. Fase proliferasi (hari 5-13) tahap dipengaruhi oleh naiknya hormon estrogen endometrium/pertumbuhan folikel yang dipengaruhi oleh naiknya hormon estrogen (fase folikel) c. Tahap ovulasi/fase estrus (hari 14); ovulasi merupakan peristiwa lepasnya oosit sekunder yang siap dibuahi seperma dari ovarium. d. Fase Sekresi/pengentahan 9 hari 16-28); endomentrium menebal, lembut dan banyak mengandung pembuluh darah . selama 10 hari setelah ovulasi, progesteron dalam darah berfungsi mempersiapkan uterus untuk kemungkinan hamil. Uterus pada tahap ini siap menerima zygot. Periode ini dikenal dengan

fase luteal. Apabila tidak terjadi fertilisasi, produksi progesteron turun pada hari ke 26 yang mengakibatkan lapisan uterus dan dinding dalam rahim mengelupas pada hari ke 28 sehingga terjadi pendarahan/mentruasi. Fase ini yang di sebut fase mentruasi. Biasanya mentruasi berlangsung 1 minggu. Setelah itu dinding uterus pulih kembali. Selanjutnya karena tidak ada lagi progerteron yang dibentuk maka FSH dibentuk lagi dan terjadilah oogenesis dan siklus dimulai lagi. 8. Kelainan Sistem Reproduksi Penyakit Menular Seksual ( PMS) Penyakit menular seksual ( PMS) dimaksud sebagai penyakit yang ditularkan secara langsung dari seseorang ke orang lain melalui kotak seks. PMS juga dapat ditularkan dari ibu yang menderita ditularkan ke janin atau bayinya serta lewat kontak darah. Perilaku yang dapat mempermudah penularan PMS antara lain berhubungan seks yang tidak aman dengan penderita PMS ( tanpa menggunakan pelindung/kondom). Gantiganti pasangan seks, pelacur , melakukan hubungan seks secara anal, karena hubungan ini mudah menimbulkan luka. Ada banyak macam penyakit yang bisa digolongkan PMS. Di indonesia yang banyak di temukan saat ini antara lain : 1. Gonore ( GO ) Disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Infeksi dimulai beberapa hari sampai beberapa minggu setelah hubungan intim dengan orang yang terjangkit penyakit ini ( 2-10 hari ). Penyakit ini dapat menyebabkan keluarnya cairan dari kemaluan pria. Gejala-gejala pada gonorrhoa pada wanita biasanya sangat ringan atau tidak terasa sama sekali, tetapi kalau tidak diobati penyakit ini dapat menjadi parah dan menyebabkan kemandulan penyakit ini dapat disembuhkan dengan antibiotik bila ditangani secara dini. 2. Sifilis ( Raja Singa) Disebabkan oleh bakteri Trepanosoma pallidum. Lesi mucul 3 minggu sampai 3 bulan setelah berhubungan intim dengan penderita penyakit ini. Luka terlihta seperti lubang pada kulit dengan tepi yang lebih tinggi. Gejala yang mungkin terjadi pada wanita bila terkena sifilis, antara lain; (terdiri atas 4 Stadium) Satadium satu. Satadium ini ditandai oleh munculnya luka yang kemerahan dan basah di daerah vagina. Luka ini disebut dengan Chancre. Pembekakan kelenjar getah bening juga ditemukan selama satadium ini. Stadium ini merupakan stadium yang sangat menular. Stadium dua. Gejala-gejala yang mirip dengan flu, seperti demam dan pegal-pegal, mungkin jug dialami pada stadium ini. Stadium ini biasanya berlangsung selama satu sampai dua minggu. Stadium tiga . sifilis ini dapat berlangsung hingga bertahun-tahun lamanya. Stadium empat. Penyakit ini akhirnya di kenal sebagai sifilis tersier. Pada stadium ini, spirochaeta telah menyebar ke seluruh tubuh dan dapat merusak otak, jantung , batang otak dan tulang. Perbedaan utamanya ialah bahwa pada tahap pertama, chancre tersebut akan muncul didaerag penis. Dan tahap kedua akan muncul luka-luka di daerah penis, mulut, tenggorolan dan dubur. Kalau sefilis stadium satu ini tidak diobati, tahap ke kedua penyakit ini akan muncul kapan saja. Mulai dari ketiga sampai enam minggu setelah timbulnya chancre.

3. Herpes Genital Gejala awal seperti lecet yang kemudian terbuka menjadi lubang kecil berair. Dalam 5-10 hari gejala hilang virus menetap dalam tubuh dan dapat timbul sesuatu saat dan kadng-kadang sering. Pada wanita dalam beberapa atahun dapat memicu kangker mulut rahim. 4. Klamidiasis Pada wanita bila terinfeksi klamidia dapat menimbulkan mandul, saluran telur cacat, radang saluran kencing, saluran ketuban robek sehingga bayi lahir prematur. Pada pria dapat, menimbulkan mandul, radang saluran kencing. 5. Trikomoniasis Gejalanya adalah cairan vagina encer, berwarna kuning kehijauan, berbusa dan berbau busuk, vulva agak bengkak, kemerahan, gatal, dan nyeri saat kencing. 6. Kandidiasvagina Gejalanya adalah keputihan berwarna putih susu, bergumpal, disertai gatal, panas dan kemerahan pada kelamin dan sekitar. 7. Kutil kelamin pada umumnya tidak dapat terlihat pada wanita karena terletak terletak didalam vagina, atau poada pria karena terlalu kecil. Dapat berakibat serius pada wanita karen adapat menyebabkan kanker serviks. Bisul pada kelamin ini dapat disembuhkan, wanita harus menjalankan pap smear setiap kali berganti pasangan intim. 8. AIDS AIDS singkatan dari Acquired Immune Deficieeney Syndrome atau Sindrome yang meruntuhkan kekebalan tubuh. Penyakit ini disebabkan oleh virus HIV (human Immunodeficiency virus) 9. Vaginistis Penyakit kelamin ini adalah pada vagina. Penyebabnya bisa dari berbagai jenis bakteri (seperti misalnya bakteri gonorrhea, atau chlamudia)dan bisa juga jamur. Dan jika penyebabnya sudah diketahui maka penyakit ini bisa diobati dan disembuhkan dengan obat yang sesuai