MAKALAH

KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA KLIEN TODDLER
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Komunikasi Keperawatan

Disusun oleh: 1. Ade Nurhalimah 2. Anggi Wibisono 3. Febrita Laysa Susana 4. Vinda Astri Permatasari NIM: P07120112041 NIM: P07120112043 NIM: P07120112060 NIM: P07120112080

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN YOGYAKARTA JURUSAN KEPERAWATAN 2013

Komunikasi bertujuan untuk memudahkan. baik komunikasi dalam lingkup pekerjaan maupun hubungan antar manusia. Sehingga komunikasi terapeutik itu . melancarkan. 2005). Komunikasi adalah suatu proses ketika informasi disampaikan kepada orang lain melalui symbol. mempertahankan. Terapeutik merupakan kata sifat yang dihubungkan dengan seni dari penyembuhan (As Hornby dalam intan. melaksanakan kegiatankegiatan tertentu dalam rangka mencapai tujuan optimal. sehingga komunikasi dikembangkan dan dipelihara secara terus menerus. komunikasi nonverbal. untuk itu keperawatan anak harus mengenal keluarga sebagai tempat tinggal atau sebagai konstanta tetap dalam kehidupan anak (Wong. 2002) B. atau tingkah laku ( Haber. Komunikasi adalah elemen dasar dari interaksi manusia yang memungkinkan seseorang untukmenetapkan. Maka disini dapat diartikan bahwa terapeutik adalah segala sesuatu yang memfasilitasi proses penyembuhan. 1987 ) Komunikasi bisa berbentuk komunikasi verbal. Pengertian Komunikasi Komunikasi adalah suatu hubungan atau kegiatan kegiatan yang berkaitan dengan masalah hubungan atau dapat diartikan sebagai saling tukar menukar pendapat serta dapat diartikan hubungan kontar antara manusia baik individu maupun kelompok (Widjaja. tanda. Keluarga merupakan unsur penting dalam perawatan anak. Kata communucation itu sendiri berasal dari kata latin “communication” yang artinya pemberitahuan atau pertukaran ide. Kehidupan anak dapat ditentukan oleh lingkungan keluarga.BAB I DASAR TEORI A. 1995 ).2005:301). Perry & Hockenberry. dan meningkatkan kontak dengan orang lain (Potter & Perry. 2005). 1986:13). Komunikasi terapeutik Pengertian Komunikasi Terapeutik Istilah komunikasi berasal dari bahasa inggris yaitu “Communication”. dengan pembicara mengharapkan pertimbangan atau jawaban dari pendengarnya (Suryani. Komunikasi merupakan alat yang efektif untuk mempengaruhi tingkah laku manusia. dan komunikasi abstrak (Champbell dan Glasper.

F. perawat akan lebih mudah menjalin hubungan saling percaya dengan klien. D. sehingga akan lebih efektif dalam mencapai tujuan asuhan keperawatan yang telah diterapkan. SIKAP DALAM KOMUNIKASI Merupakan unsur yang sangat penting untuk membangun efektifitas dalam proses komunikasi. berfokus pada klien dalam memenuhi kebutuhan. Manfaat Komunikasi Terapeutik Manfaat komunikasi terapeutik (Christina. Komunikasi terapeutik yaitu hubungan interpersonal dimana perawat– klien memperoleh pengalaman belajar bersama serta memperbaiki pengalaman emosional klien. Memengaruhi orang lain. 2003): 1. 3. Komunikasi terapeutik mempunyai :Tujuan spesifik. dkk. dan dirinya sendiri. C. 2. Mengidentifikasi. lingkungan fisik. Membantu pasien untuk memperjelas dan mengurangi beban perasaan dan fikiran serta dapat mengambil tindakan untuk mengubah situasi yang ada bila pasien percaya pada hal yang diperlukan. membantu dalam hal mengambil tindakan yang efektif dan mempertahankan kekuatan egonya. mengungkapkan perasaan. memberikan kepuasan profesional dalam pelayanan keperawatan dan akan meningkatkan profesi.adalah komunikasi yang direncanakan dan dilakukan untuk membantu penyembuahan/pemulihan pasien. 1994) adalah : 1. Mengurangi keraguan. perasaan dan berorientasi pada masa sekarang (Here and Now). Tujuan Komunikasi Terapeutik Dengan memiliki keterampilan berkomunikasi terapeutik. saling membagi pikiran. Menurut Egan tahun 1995 dikutip Kozier dan Erb tahun 1983 menyampaikan sikap komunikasi merupakan sesuatu apa yang harus dilakukan dalam komunikasi baik . Komunikasi terapeutik merupakan komunikasi profesional bagi perawat. Tujuan komunikasi terapeutik (Purwanto. Mendorong dan menganjurkan kerja sama antara perawat dengan pasien melalui hubungan perawat-klien. dan mengkaji masalah serta mengevaluasi tindakan yang dilakukan oleh perawat. 2.

Sikap terbuka Merupakan bentuk sikap dengan memberikan posisi kaki tidak melipat.Sikap membungkuk ke arah pasien Sikap ini merupakan bentuk sikap dengan memberikan posisi yang menunjukkan keinginan untuk mengatakan atau mendengar sesuatu dengan cara membungkuk sedikit ke arah klien.secara verbal maupun non verbal yang dapat meliputi . sikap ini mempunyai arti bahwa komunikator siap berkomunikasi .Sikap berhadapan Merupakan bentuk sikap dimana seseorang langsung bertatap muka atau berhadapan langsung dengan anak. . Sikap ini diperlukan sehingga saling memberikan berbagai informasi yang diharapkan tanpa adanya sebuah paksaan. perasaan dan kemandirian.Sikap tetap relaks Merupakan sikap yang menunjukkan keseimbangan antara ketegangan dan relaksasi dalam memberi respon kepada klien selama komunikasi. Sentuhan sangat penting karena sebagai alat komunikasi dalam memperlihatkan kehangatan. tangan menunjukkan keerbukaan untuk berkomunikasi yang dilakukan selama dalam proses komunikasi. Sentuhan merupakan elemen penting dalam pembentukan ego.Ekspresi muka merupakan ekpresi nonverbal yang banyak dipengaruhi oleh budaya . . . kasih saying yang pada kemudian hari (dewasa) dapat mengembangakannya.Gerakan mata untuk memberikan perhatian pada anak .Sikap mempertahankan kontak Bertujuan mengahargai klien dan mengatakan adanya keinginan untuk tetap berkomunikasi dengan cara selalu memperhatikan apa yang diinformasikan atau disampaikan dengan tidak melakukan kegiatan yang dapat mengalihkan perhatian dengan lainnya .Sentuhan Merupakan cara interaksi yang mendasar karena dengan setuhan dapat memperhatikan perasaan menerima dan mengahargai. .

sehingga mereka mengenggap ayah dan ibunya sebagai orang yang istimewa. Sikap permusuhan dan kebandelan yang muncul pada usia antara 2. Jika keinginan mereka bertentangan dengan kehendak orang tuanya. ( Hurlock. Seandainya orang tua harus bepergian lama atau memutuskan untuk kembali. ia senang sekali menonton anak lain bermain. mengepel. ikut – ikutan menyapu. penolakan. menyentuh semua benda yang ditemukannya. Anak menjadi sangat patuh pada orang tuanya. semua ini dilakukan dengan penuh kesungguhan. 1998 ). sikap pada orang tua bukan saja bersahabat tapi sangat ramah dan hangat. perasaan tauk dan cemas sering terjadi apabila orang tuanya meninggalkan anak sendiri. Pada usia 2 tahun anak sudah mulai belajar bergaul. 2002 ) Pada usia 2 tahun si kecil cenderung mengikuti orang tuanya kesana kemari. dan tindakan keras kepala. mereka akan menyelinap masuk setiap sudut rumah. anak cenderung meniru siapapun yang . cara bergerak. si kecil akan menjadi seseorang penyidik yang sangat menjengkelkan. ini akan menyatakan sikap dan nalurinya mengatakan “tidak” baik dengan kata – kat maupun perbuatan.H. menyiram tanaman. 2000 ). Anak pada usia 3 tahun biasanya lebih mudah dikendalikan karena anak sudah dalam perkembangan emosi. meskipun sebetulnya hal itu disukai ( psikolog menyebutnya negatifisme ). (Wong’s. Usia 1 tahun merupakan usia yang penuh berbagai hal yang menarik antara lain berubah dalam cara makan. sehingga mereka akan bertingkah laku baik dan menurut sekali. Pada usia 3 tahun. Kenyataan ini berbeda pada saat usia di bawah satu tahun. memasukkan benda kecil ke dalam benda yang lebih besar dan sebagainya. Sedangkan perkembangan merupakan bertambah sempurnanya fungsi alat tubuh yang dapat dicapai melalui tumbuh kematangan belajar. Hal ini merupakan periode yang sangat penting untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan intelektual secara optimal ( Perry. Pengertian Anak Usia Toddler Anak usia toddler adalah anak usia 12 – 36 bulan ( 1 – 3 tahun ) pada periode ini anak berusaha mencari tahu bagaimana sesuatu bekerja dan bagaimana menngontrol orang lain melalui kemarahan. juga dalam keinginan dan sikap atau perasaan si kecil apabila disuruh melakukan sesuatu yang tidak ia sukai. menggoyangkan meja dan kursi. menjatuhkan benda apapun yang bisa dijatuhkan. karena mereka tetap mahluk hidup yang mempunyai pendapat sendiri.5 sampai 3 tahun tampaknya makin berkurang. Pertumbuhan merupakan bertambah jumlah dan besarnya sel seluruh bagian tubuh yang secara kuantitatif dapat diukur. memanjat apa yang bisa di oanjat.

setiap komunikasi harus berpusat pada dirinya. member kesempatan untuk menyentuh alat pemeriksaan yang digunakan. 1996). orang tua dan dirinya sendiri. bicara lambat. menulis atau bercerita dalam menggali perasaan dan fikiran anak saat komunikasi. Pada usia 3 tahun. jika tidak dijawab harus diulang lebih jelas dengan pengarahan yang sederhana. membentuk sikap dasar bai terhadap pekerjaan. Pada usia ini. yang dapat mempengaruhi perilaku orang lain mengingat keberhasilan tindakan keperawatan tergantung pada proses komunikasi (Stuart dan Sundeen. mengatur jarak saat berkomunikasi. Secara nonverbal kita selalu memberikan dorongan penerimaan dan persetujuan jika diperlukan. Komunikasi pada usia ini bersifat egosentris. menggunakan nada suara. 2002 ). rasa ingin tahu dan inisiatifnya tinggi. adanya kesadaran diri di mana kita harus menghindari konfrontasi langsung.dilakukan orang tuanya sehari – hari. Melalui komunikasi akan terjalin rasa percaya. . cara berkomunikasi yang dilakukan adalah dengan memberitahu apa yang terjadi pada dirinya. 1987) Pada tahun pertama anak sudah mampu memahami sekitar sepuluh kat. takut trhadap ketidaktahuan. I. disebut proses identifikasi. Menggambar. seperti membentuk model diri mereka. mudah merasa kecewa dan merasa bersalah karena tuntutan tinggi. ( Hurlock. rasa kasih saying dan selanjutnya anak akan merasa memiliki suatu penghargaan pada dirinya. jangan sentuh anak tanpa persetujuannya. duduk yang terlalu dekat dan berhadapan. kemampuan bahasa meningkat. dan perlu diingat pada usia ini anak masih belum fasih berbicara (Behrman. Dalam proses inilah karakter anak dibentuk jauh lebih banyak dibentuk dari petunjuk yang diterima dari orang tuanya. Dalam praktek keperawatan istilah komunikasi sering digunakan pada aspek pemberian terapi pada klien sehingga komunikasi banyak dikaitkan dengan istilah terapeutik atau dikenal dengan nama komunikasi terapeutik. membina kepribadian. salaman dengan anak merupakan cara untuk menghilangkan rasa cemas. mengalihkan aktifitas saat komunikasi. anak sudah mampu menguasai skitar 900 kata. hidarkan sikap mendesak sikap mendesak untuk dijawab seperti kata-kata “jawab dong”. pada tahun kedua memahami sekitar 200-300 kata. komunikasi terapeutik merupakan suatu cara untuk membina hubungan yang terapeutik yang diperlukan untuk pertukaran informasi dan perasaan. KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA TODDLER Komunikasi pada anak merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan kita dengan anak. memberikan mainan saat berkomunikasi dengan maksud anak mudah diajak berkomunikasi.

Tahap perkenalan atau orientasi 3. Saluran 8. Status kesehatan anak 6.TAHAPAN DALAM KOMUNIKASI DENGAN TODDLER 1. Perawat memberikan perhatian periodik kepada bayi dan anak ketika mereka bermain untuk membuat mereka berpartisipasi.J. Perawat memasuki ruang dengan senyum yang lebar dan gerakan tangane tertentu akan menghalangi terbentuknya hubungan. Usia tumbuh kembang 5. Sikap 4. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KOMUNIKASI DENGAN TODDLER 1. informasi yang diberikan orang tua dapat diasumsikan dan diandalkan dengan baik. Perawat harus tetap anggun dan . Tahap Kerja 4. Anak-anak umumnya responsive terhadap pesan non verbal. Perawat banyak menerima informasi dari orang tua. Pendidikan 2. karena kontak antara orang tua dengan antar umum akrab. Lingkungan Prinsip-prinsip komunikasi pada anak Dalam komunikasi pada anak membutuhkan pertimbangan khusus sehingga perawat dapat mengembangkan hubungan kerja yang baik dengan anak maupun dengan keluarga. Pengetahuan 3. Tahap Prainteraksi 2. Anak yang lebih besar dapat secara aktif terlibat dalam komunikasi.gerakan yang tiba-tiba atau mengancam akan membuat mereka takut. Tahap terminasi K. Sistem social 7.

. bersahabat dan yakin adalah yang terbaik. Anak kecil sering kali merasa tidak dapat berbuat apa-apa terutama dalam situasi yang meliputi interaksi dengan personal perawatan kesehatan(W haley dan Wong. harus jujur. Anak tidak suka dipandangi. tetapi cerita yang disamapikan hendaknya sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan. perawat menggunakan bahasa yang langsung dan sederhana. membohongi anak dengan mengatakan bahwa prosedur yang menyakitkan tidak menyakitkan hanya akan membuat mereka marah. Untuk meminimalkan ketakutan dan kecemasan perawat harus selalu dengan segera mengatakan pada mereka apa yang akan terjadi. Ketika berkomunikasi. Menggambar dan bemain adalah cara yang efektif untuk berkomunikasi dengan anak. yang dapat diekspresikan melalui tulisan dan gambar. kita harus mampu mengekspresikan perasaan dan tidak boleh dominan tetapi anak harus diberikan respon terhadap pesan yang disampaikan melalui mendengarkan dengan penuh perhatian dan jangan merefleksikan ungkapan negative komunikasi. membirkan anak terlebih dahulu bertindak dalam hubungan interpersonal. CARA KOMUNIKASI DENGAN ANAK Beberapa cara yang dapat digunakan dalam berkomunikasi dengan anak antara lain: 1. perawat harus melakukan kontak mata.tenang. dengan menghindari secara langsung berkomunikasi dan melibatkan orang tua yang duduk di sampingnya 2. Perawat dapat menggunakan gambar tersebut sebagai dasar untuk memulai L. Memfasilitasi Dalam memfasilitasi. 3. Nada suara yang tenang. Bercerita Melalui cara ini pesan yang ingin disampaikan kepada anak akan mudah diterima. Melalui orang lain atau pihak ketiga Cara komunikasi ini pertama dilakukan oleh anak dalam menumbuhkan kepercayaan diri anak. 1995) Ketika diperlukan penjelasan atau petunjuk. Hal ini memberikan kesempatan bagi anak untuk berkomunikasi secara non-verbal [membuat gambar] dan secara verbal [menjelaskan gambar].

dengan menganjurkan anak untuk mengekspresikan sakitnya 8. Bermain sebagai alat yang efektif pada anak dalam membantu berkomunikasi. perawat dan orang sekitarnya dapat terjalin dan pesan-pesan dapat disampaikan. CARA KOMUNIKASI DENGAN ORANG TUA .Arahkan ke Fokus . Penggunaan Skala Penggunaan skala atau peringkat dalam mengungkapkan perasaan sakit pada anak.yang menunjukkan kesan yang jelek buat anak. 5. marah dan diam. sedih dan lain-lain. menggambar Seperti halnya menulis. 10. Menulis Melalui ini anak mengekspresikan dirinya baik pada keadaan sedih. seperti penggunaan perasaan nyeri. 9.Diam . cemas. Meminta untuk menyebutkan keinginan Hal ini penting untuk mengetahui keluhan anak dan keinginan tersebut dapat menunjukkan perasaan dan fikiran pada saat itu 6. 4. dengan mengajukan pada situasi yang menunjukkan pilihan positif dan negative sesuai pendapat anak 7. Dilakukan jika anak sudah mempunyai kemampuan untuk menulis. M. dengan menceritakan isi buku yang sesuai dengan pesan yang disampaikan. Melalui ini hubungan interpersonal antara anak.Mendengarkan . Pilihan pro dan Kontra Penting untuk menentukan atau mengetahui perasaan dan fikiran anak. marah atau lainnya dan biasanya banyak dilakukan pada anak yang jengkel. Biblioterapi Dengan pemberian buku atau majalah dapat digunakan untuk mengekspresikan perasaan.Anjurkan orang tua untuk berbicara . perasaan jengkel marah bisanya dapat diungkapkan melalui gambar dan anak akan mengungkapkannya apabila gambar yang ditulisnya ditanya tentang maksudnya. dapat digunakan untuk mengekspresikan.

. Dalam berkomunikasi dengan anak perawat akan menemui beberapa hambatan dalam proses komunikasi tersebut hal ini meliputi: 1. . 2. Untuk menghadapi hambatan komunikasi terapeutik.Merumuskan kembali .Memberi petunjuk kemungkinan apa yang terjadi − Menghindari hambatan dalam komunikasi hambatan komunikasi pada anak.ucapan kata tidak jelas. perawat harus siap untuk mengungkapakan perasaan emosional yang sangat kuat dalam konteks hubungan perawat-klien (Hamid.keterbatasan dalam memahami konsep abstrak. konsep dan pengalaman. perawat harus mempunyai pengetahuan tentang hambatan komunikasi terapeutik dan mengenali perilaku yang menunjukkan adanya hambatan tersebut.1998). 3. 4.Empati .Meyakinkan kembali . Awalnya.kadangkala kurang atau tidak tanggap dalam diajak bicara.keterbatasan dalam perkembangan bahasa.

6 : Islam : Laki-laki : TK : Jawa Mengumpulkan data tentang klien. tanggal Jam Oleh Sumber data Tempat Metode : Kamis. No.00 – 18. KLIEN Nama Klien Umur Alamat Agama Jenis kelamin Pendidikan Suku ORANG TUA Nama Orangtua Umur Alamat Agama Pekerjaan : Ny. 6 : Islam : Ibu rumah tangga : An. 14 April 2013 : 16. No. Ilham Akbar Budiarto : 5 tahun : Perumahan Gadingsari 1. . 6 : Wawancara E.00 WIB : Kelompok I : Klien : Perumahan Gadingsari 1. Susana Heti Purwanti : 32 tahun : Perumahan Gadingsari 1. Tahap Prainteraksi 1. No.BAB II TINJAUAN KASUS Hari.

Hal itu membuat orangtua Ilham takut kalau anak nya tersebut terkena penyakit Diabetes Mellitus.Jenis kelamin Suku 2. Klien dapat mengatasi masalahnya dengan baik F. Membuat Rencana Pertemuan Dengan Klien Kegiatan : Wawancara Waktu : 14 April 2013 Tempat : Rumah Ibu Susana Heti Purwanti 1. 3. yang ini Anggi dan saya sendiri Vinda. A. Dia adalah seorang anak satu-satunya yang sangat dimanjakan oleh ibunya. Kebiasaan tersebut disebabkan karena pola asuh ibu yang salah karena dulu ibunya juga tidak biasa untuk menyediakan air putih kepada anaknya. *Salam terapeutik Sebelumnya perkenalkan ini Ade. Membahas tentang putra ibu. Fase Orientasi Uraian Interaksi Teknik Komunikasi Rasional Penggunaan Teknik Salam terapeutik dasar hubungan saling percaya Selamat Sore ibu. Ilham berumur 5 tahun. sehingga Ilham tidak suka untuk minum air putih. ini Lisa . : Perempuan : Jawa Masalah yang dihadapi klien An. Membuat rencana pertemuan dengan klien. Fase Prainteraksi 2. Tujuan Interaksi Klien mampu mengetahui dengan jelas penyebab masalah yang dideritanya. Nanti jika ada yang ingin dikeluhkan sampaikan saja kepada kami. Kami kemarin sudah membuat janji dengan ibu untuk bertemu. Setiap hari Ilham minum susu dan teh. supaya nanti kami .

Ibu bisa menyampaikan masalah ibu. *menangkap pesan verbal dan nonverbal. memproses informasi atau memberi kesempatan. memberikan kesempatan klien menentukan topik. *exploring kenapa tidak suka minum air putih ? 4.dapat memberikan saran atau alternatif yang tepat untuk meyelesaikan masalah putra ibu. Fase Kerja Uraian Interaksi Bisa kita mulai sekarang ya bu. *Seeking consensual validation (memperjelas yang sedang dipikirkan) Membantu klien memperjelas yang sedang difikirkan untuk mengatasi masalah yang sedang dialami *Giving recognition Memberikan smangat dan (memberikan penghargaan ) menghargai usaha klien. Fase Terminasi . Mengurutkan sesuai waktu sehingga masalah menjadi jelas Mempelajari topik lebih dalam sehingga dapat mengetahui masalah klien Sejak kapan putra ibu tidak suka minum air putih dan suka membangkang? *Placing the time in time/sequence (mengklasifikasi waktu kejadian satu dan lainnya) Biasanya putra ibu suka *exploring (mempelajari minum apa ? topik) Minumnya berapa kali dalam sehari? Apa dikeluaga dahulu ada yang kebiasaanya tidak suka minum air putih? Apa saja yang sudah ibu lakukan untuk membujuk puta ibu mau minum air putih? (tersenyum )apa yang ibu lakukan sudah bagus. Ini nanti membutuhkan waktu sekitar 60 menit. Mempelajari topik lebih dalam sehingga dapat mengetahui masalah klien Kalau adik Ilham sendiri. (diam dan mendengar aktif) Kontak mata menunjukkan interaksi perawat dengan klien dan dapat membaca perasaan yang tersirat Teknik Komunikasi *giving board opening (pertranyaan terbuka) *Diam *mendengar aktif Rasional Penggunaan Teknik *membuka interaksi. *mengorganisir pemikiran. Bagaimana ibu bersedia? Silahkan ibu nanti ceritakan *Kontak mata apa yang ibu keluhkan. kami akan mendengarnya dan menjaga kerahasiaan segala sesuatu yang ibu sampaikan nanti (mempertahankan kontak mata dan tersenyum) 3.

Kami kemarin sudah membuat janji dengan ibu untuk bertemu.. untuk mengetahui bahwa klien paham dengan solusi yang diberikan dan tidak ada masalah yang mengganjal klien. Saya sudah Sebelumnya perkenalkan ini siap Ade. B.. Dengan mengevaluasi kita dapat mengetahui keberhasilan komunikasi kita terhadap klien. Dengan membuat rencana tindaklanjut kita dapat mengevaluasi keefektifan solusi yang telah dilaksanakan oleh klien Salam terapeutik dasar hubungan saling percaya. Membahas tentang putra ibu. karena anda sudah percaya kepada kami. Nanti jika ada yang ingin dikeluhkan sampaikan saja kepada kami. ibu bisa menghubungi kami untuk mengevaluasi hasilnya ataupun merencanakan tindakan selanjutnya. Fase orientasi Pertanyaan *Salam terapeutik Jawaban Teknik Komunikasi *Salam terapeutik Selamat Sore ibu. yang ini Anggi dan saya sendiri Vinda. iya mbak. Kalau ada sesuatu yang ingin ditanyakan lagi. Menyimpulkan hasil interaksi *Menyimpulkan dan komunikasi dengan klien Memberikan alternatif solusi *Menawarkan informasi dengan tidak menasehati Ada yang ingin ibu tanyakan *Open ended comments lagi ? (komentar terbuka ) Bagaimana perasaan ibu sekarang ? *Evaluasi Baiklah ibu terimakasih. Oh. Memfasilitasi komunikasi dan menggambil keputusan dengan tetap menghormati klien Dengan memberikan kesempatan bertanya.Uraian Interaksi Teknik Komunikasi Rasional Penggunaan Teknik Poin penting diskusi untuk meningkatkan pemahaman dan membuat klien tahu bahwa perawat memahami pesan-pesanya. HASIL KOMUNIKASI 1. ini Lisa . supaya nanti kami dapat memberikan saran atau alternatif yang tepat untuk meyelesaikan masalah .

kami akan mendengarnya dan menjaga kerahasiaan segala sesuatu yang ibu sampaikan nanti (mempertahankan kontak mata dan tersenyum) *Offering self *Kontak mata 2. Ya dulu sudah diterapi oleh *Seeking consensual ayahnya dengan cara air validation (memperjelas putih ditetesi sirup setengah yang sedang dipikirkan) sendok kemudian takaran . Bagaimana ibu bersedia? Silahkan ibu nanti ceritakan Iya mbak. sukanya itu minum yang manis-manis saja. ya to ma ?” Begitu lo mbak. Teknik Komunikas *giving board opening (pertranyaan terbuka) *Diam *mendengar aktif Sejak kapan putra ibu tidak suka minum air putih dan suka membangkang? Biasanya putra ibu suka minum apa ? Minumnya berapa kali dalam sehari? Apa dikeluaga dahulu ada yang kebiasaanya tidak suka minum air putih? Apa saja yang sudah ibu lakukan untuk membujuk putra ibu. ya ma.putra ibu. waktu saya bilangin “Dik. juice . *exploring (mempelajari teh. (diam dan mendengar aktif) Jawaban Oh iya mbak. dia itu suka memaksa saya untuk mengulangi kata-katanya. saya jadi bingung harus bagaimana lagi agar anak saya ini bisa minum air putih. Kalau saya nggak nurutin kemauannya. terimakasih apa yang ibu keluhkan. Dan anak saya ini termasuk anak yang suka ngeyel. Misalnya. Fase Kerja Pertanyaan Bisa kita mulai sekarang ya bu. Ini nanti membutuhkan waktu sekitar 60 menit. dia itu suka minum yang manis-manis. mau minum air putih ? *Placing the time in time/sequence (mengklasifikasi waktu kejadian satu dan lainnya) Dia itu suka minum susu. saya punya permasalahan. Ibu bisa menyampaikan masalah ibu. jangan mainan ludah ya” terus dia bilang “Ya gak papa to ma. es krim. jadi anak saya ini tidak suka minum air putih. Sudah sejak kecil mbak. sirup. Ya topik) seperti yang saya bilang tadi. Dia itu nggak suka sesuatu yang hambar.

terimakasih. Gitu ya bu? Dan usaha yang pernah ibu iya mbak . kalau tidak dituruti pasti menangis. apa ibu tidak takut kalau anak ibu menjadi berani pada ibu ? 3. dek Ilham mau minum air putih itu dengan terapi memberikan sedikit demi sedikit air putih yang ditetesi sirup sebagai pewarnanya. Iya mbak. nggak ada kenapa tidak suka minum air rasanya. *Menyimpulkan . apa dek Ilham? Apa dek Ilham ini kalau minta apa-apa selalu ibu turutin ya?? Iya mbak. Jawaban Teknik Komunikasi *Menyimpulkan Jadi dek Ilham ini Iya mbak begitu. *exploring *exploring *exploring Pernah tidak permintaan dek Tidak pernah mbak. Nggak papa. jadi kalau saya marahin nggak tega .sirupnya dikurangi sedikit demi sedikit. tapi kenyataanya lakukan untuk membujuk belum berhasil mbak. mau bagaimana lagi ya ? *exploring Saya sayang banget sama dia. apa? Disekolah kalau haus minum Minum teh. Karena dia ini anak pertama dan satusatunya jadi boleh dibilang saya manjakan. Kalau sering diturutin begitu. tapi kalau adik Ilham ngeyel ? sering saya godain. sirupnya itu sebenarnya diberikan hanya untuk memberi warna air mineralnya supaya lebih menarik. *Giving recognition (memberikan penghargaan ) *exploring Kalau adik Ilham sendiri. (tersenyum )apa yang ibu lakukan sudah bagus. Apa ibu sebelumnya sudah (Tersenyum kecut) nggak pernah memarahi Adik Ilham pernah saya marahin. Soalnya *exploring Ilham ini tidak ibu turuti? dia kalau minta selalu ngeyel . putih ? Biasanya kalau habis makan Minum teh sama susu adek Ilham sukanya minum coklat. Fase Terminasi Pertanyaan *exploring Ya. permasalahannya tidak suka minum air putih ya dan ngeyelan kalau dinasehati. Dan saya tidak tega.

Nanti kalau ada yang mau saya tanyakan lagi saya akan menghubungi mbak. *Menawarkan informasi atau alternative penyelesaian masalah dengan tidak menasehati. tapi kalau belum berhasil. Tidak mbak terimakasih atas *Open ended comment alternative yang sudah diberikan. *Evaluasi tidak terlalu khawatir lagi. ibu bisa menghubungi kami untuk mengevaluasi hasilnya ataupun merencanakan tindakan selanjutnya.Dan juga memberikan hadiah setelah mau minum air putih itu ya? Saya punya saran bagaimana kalau dek Ilham terus diperkenalkan dengan air putih agar mau mencobanya sedikit demi sedikit atau mencoba kembali memberikan hadiah jika dek ilham mau minum air putih atau mungkin dengan tidak membelikan susu . karena anda sudah percaya kepada kami. Iya mbak . terimakasih atas kedatangannya. Menurut ibu baiknya gimana? Ada yang ingin ditanyakan lagi bu? Bagaimana perasaan ibu sekarang ? Baiklah ibu terimakasih. serta Ibu klien akan mecoba untuk tidak memanjakan klien. tapi kalau belum saya akan mencoba saran mbak yang memberikan hadiah dan tidak membelikan susu. *Salam terapeutik . Ibu klien akan mencoba alternatif lain seperti memberikan hadiah dan tidak membelikan susu. Iya saya sudah merasa lega. Ehm… iya saya akan mencoba memberikan air putih sedikit demi sedikit mbak. KESIMPULAN Ibu klien menyatakan akan mencoba memberikan air putih sedikit demi sedikit. Kalau ada sesuatu yang ingin ditanyakan lagi. teh dan yang manismanis selama masa terapi untuk minum air putih atau mungkin ibu juga jangan terlalu memanjakan dek Ilham dengan tidak menuruti apa saja yang dek Ilham inginkan. serta saya akan mecoba untuk tidak memanjakan anak saja itu.

DAFTAR PUSTAKA .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful