Anda di halaman 1dari 2

Kesimpulan Atribusi dan keselamatan lalu lintas :

Teori Atribusi merupakan petunjuk untuk memahami persepsi dari pengendara yang tidak aman. Atribusi juga menjelaskan bahwa lebih baik memahami cara pandang seseorang dari bagaimana mereka terlibat di kecelakaan tabrakan kendaraan, dan lebih baik lagi berkomunikasi dengan pengguna jalan yang dapat membantu mereka untuk mengatur atau memperbaiki kebiasaan mereka agar menjadi pengemudi yang aman dan menggunakan atribusi diri.

Penelitian ini cenderung berbasis di bidang kesehatan, medis, dan industri keselamatan, bukan keselamatan lalu lintas. Fokusnya adalah pengembangan dukungan atau terapi layanan yang membantu korban kecelakaan untuk lebih mengatasi kecelakaan dan akibat dari kecelakaan (misalnya, kelumpuhan).

Teori atribusi penting untuk pengemudi yang terhubung/berkaitan dengan atribusi dari penyebab kecelakaan. Pengemudi yang tidak menemukan kesalahan dalam diri mereka tetapi dikaitkan dengan tanggung jawab kepada pengemudi lain, rasa kesejahteraannya akan mengalami penurunan 5 kali lebih besar.

Ho et al.menyimpulkan bahwa pengaitan internal (yaitu, menyalahkan diri sendiri) dapat mengurangi emosi marah. Hal ini dapat mengurangi rasa tekanan psikologis dan pikiran negatif yang mengganggu. Dengan demikian, menyalahkan diri sendiri sebenarnya membantu korban kecelakaan untuk mengatasinya.

Teori atribusi defensif (DAT) berfokus terutama pada bagaimana orang membuat atribusi yang membuat mereka merasa aman. DAT menunjukkan bahwa korban kecelakaan membuat atribusi tanggung jawab dengan cara mengurangi pengalaman mereka atau rasa kerentanan.

Intinya teori atribusi menganalisa penyebab kecelakaan dan hasil dari kecelakaan. Yang dianalisa adalah psikologi dari pengemudi dan penumpang. Fokus kepada :

1. Korban kecelakaan,contoh : individu yang sudah punya pengalaman kecelakaan, dan 2. Hasil psikologi yang dialami oleh korban

teori atribusi dapat digunakan untuk mengembangkan pemahaman yang lebih baik dari atribusi disposisional yang dibuat untuk pengemudi yang ceroboh dan pengemudi yang berada dalam kecelakaan dan mengarah pada pengakuan dan penerimaan oleh pengemudi dari peran mereka di dalam keamanan berkendaraan.