Anda di halaman 1dari 22

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Statistik merupakan alat pengolah data angka. Stasistik dapat juga diartikan sebagai metode/ asas-asas guna mengerjakan/ memanipulasi data kuantitatif. Statistika dapat pula diartikan pengetahuan yang berhubungan dengan pengumpulan data, pengolahan data, penganalisisan dan penarikan kesimpulan berdasarkan data dan analisis. Jadi statistik adalah produk dari kerja statistika. Ilmu Statistika banyak diterapkan dalam berbagai ilmu, terutama dalam bidang fisika. Statistika dalam pemerintahan digunakan dalam berbagai macam tujuan; sensus penduduk merupakan salah satu prosedur yang paling dikenal. Aplikasi statistika lainnya adalah prosedur jajak pendapat (misalnya dilakukan sebelum pemilihan umum), serta jajak cepat (perhitungan cepat hasil pemilu). Di bidang komputasi, statistika dapat pula diterapkan dalam pengenalan pola maupun kecerdasan buatan.

1.2 Rumusan Masalah a. Apa yang dimaksud dengan ensembel dan sistem interaktif? b. Apa saja jenis-jenis dari ensembel dalam sistem interaktif?

1.3 Tujuan a. Menjelaskan pengertian ensembel dan sistem interaktif. b. Menjelaskan jenis-jenis dari ensembel dalam sistem interaktif.

1.4 Manfaat Adapun manfaat dari pembuatan makalah ini adalah untuk memberikan wawasan tambahan mengenai keterkaitan antara fisika dengan statistika, khususnya dalam hal ensembel dan sistem interaktif.

BAB II PEMBAHASAN ENSEMBEL DAN SISTEM INTERAKTIF


Dalam sistem terdapat Ensembel yang merupakan kumpulan dari keadaan sistem yang memiliki keadaan makroskopis sama tetapi memiliki keadaan mikroskopis berbeda. Sistem makroskopik adalah tersusun dari banyak sekali partikel atau molekul yang saling berinteraksi, karakteristik makroskopik terdiri atas banyak molekul, fluktuasi, takterbalikkan dan keadaan setimbang. Spesifikasi keadaan sistem terdiri atas keadaan mikro yang merupakan untuk membangun model yang diperlukan deskripsi yang rinci dari sistem, karena tinjauan dilakukan sampai skala atomik, ruang fasa yaitu untuk sistem klasik. Beberapa contoh ensembel yang sering digunakan dalam dinamika molekul adalah ensembel mikrokanonikal, ensembel kanonikal, ensembel isobarik-isotermal. Keadaan makro tertentu (N,V,E) pada waktu tertentu tersusun dari sejumlah sangat besar keadaan mikro yag berbeda. Sebagaimana waktu berlalu sistem beralih secara terus menerus dari satu keadaan mikro ke keadaan mikro yang lain. Sebagai hasilnya, dapat diamati perilaku rata-rata dari sistem terhadap seluruh keadaaan mikro. Dengan demikian, pada waktu t tertentu dapat dibayangkan adanya sejumlah besar sistem dengan keadaaan makro yang sama tetapi dengan keadaan mikro yang berlainan. Ensembel, dapat diharapkan mempuyai perilaku atau nilai rata-rata yang akan identik dengan perilaku rata-rata terhadap waktu (rata-rata temporal) dari sistem yang diberikan. Secara sederhana, ensembel adalah sejumlah besar copy dari satu sistem dengan keadaan makro tertentu. Sistem interaktif di sini adalah dua sistem yang sangat menilai dari sisi ukuran, salah satunya sistem jauh lebih besar dari sistem jauhnya. Sistem yang jauh ini dapat dipandang sebagai tandon atau reservoir yang seolah tidak mengalami perubahan apapun setelah proses berlangsung dan mencapai kesetimbangan. Hubungan antara sistem dan tandon dapat diklasifikasi manjadi tiga macam yaitu tanpa interaksi sama sekali karena antara keduanya dipisah oleh dinding adiabatik, interaksi termal dan interaksi difusif. Sistem adalah suatu keadaan yang menjadi pusat perhatian atau apa yang diamati, sedangkan Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada di luar sistem yang dapat mempengaruhi keadaan sistem secara langsung. Pemisah antara sistem dan lingkungan disebut batas yang secara teoritis tidak memiliki massa maupun volume yang signifikan. Apabila antara sistem dan lingkungan memungkinkan terjadinya pertukaran materi dan
2

energi, maka sistem tersebut merupakan sistem terbuka. Jika hanya terbatas pada pertukaran energi sedangkan materi tidak dapat menembus batas maka sistem tersebut merupakan sistem tertutup. Sedangkan jika pertukaran materi maupun energi tidak mungkin terjadi, maka sistem tersebut merupakan sistem terisolasi.

2.1 Ensembel Mikrokanonik Ensembel mikrokanonik adalah ensembel sistem terisolasi. Sistem yang terdiri dari N partikel, mempunyai volume V dan energi antara E dan E + Sistem terisolasi oleh

dinding adiabatik sehingga tidak terjadi perpindahan panas dari lingkungan atau tandon dan sebaliknya. Dengan demikian, energi tidak dapat keluar dan memasuki sistem dan energi totalnya akan tetap konstan. Beberapa perumusan ilmu fisika yang menggunakan prinsip Ensembel mikrokanonik, antara lain: Energi Kinetik Energi kinetik sistem adalah jumlah dari energi kinetik setiap molekul. (1)

Dengan

(2)

(3) Sedangkan energi total suatu sistem tersusun dari energi potensial dan juga energi kinetik sistem. (4) Untuk sistem terisolasi dimana tidak ada energi yang menembus batas, sistem bersifat konservatif atau energi sistem konstan. Energi Potensial Persamaan berdasarkan fisika Kuantum menyatakan gerak tiap partikel di alam semesta ditentukan oleh potensial yang dibentuk oleh medan gaya dari partikel-partikel lain di sekitarnya. Energi potensial adalah jumlah dari semua energi potensial molekulmolekul dalam sistem. (5) Dengan RN adalah set posisi titik pusat massa atom atau molekul,

, sedangkan energi total suatu sistem tersusun dari energi potensial dan juga energi kinetik sistem.
3

(6)

(7) Untuk sistem terisolasi dimana tidak ada energi yang menembus batas, sistem bersifat konservatif atau energi sistem konstan. Dari segi mikroskopik, didefenisikan bahwa suatu gas hanya dapat didekati dengan memakaikan hukum-hukum mekanika klasik secara statistik. Yang merupakan definisi mikroskopik tersebut adalah: 1. Suatu gas terdiri partikel-pertikel, yang dinamakan molekul-molekul. Bergantung pada gas tersebut, maka setiap molekul terdiri dari sebuah atom atau sekelompok atom. Jika gas tersebut merupakan sebuah elemen atau suatu persenyawaan dan berada dalam suatu keadaan stabil, maka dapat ditinjau semua molekulnya sebagai molekul-molekul yang identik. 2. Molekul-molekul bergerak secara serampangan dan menuruti hukum-hukum gerak Newton. Molekul-molekul bergerak di dalam semua arah dan dengan berbagai laju. Di dalam menghitung sifat-sifat gerakan, maka dianggaap bahwa mekanika Newton dapat dipakai pada tingkat mikroskopik. 3. Jumlah seluruh molekul adalah besar. Arah dan laju gerakan dari setiap molekul dapat berubah secara tiba-tiba karena tumbukan dengan dinding atau dengan molekul lain. Setiap molekul khas akan mengikuti sebuah jalan yang berliku-liku karena tumbukantumbukan. Akan tetapi karena banyaknya jumlah molekul yang terlibat maka dianggap bahwa jumlah besar tumbukan yang dihasilkan akan mempertahankan distribusi kecepatan molekular secara keseluruhan dan keserampangan/ keacakan gerakan. 4. Volume molekul-molekul merupakan jumlah pecahan kecil yang dapat diabaikan dari volume yang ditempati oleh gas tersebut. 5. Tidak ada gaya-gaya yang cukup besar (appreciable forces) yang beraksi pada molekulmolekul kecuali selama tumbukan. 6. Tumbukan-tumbukan adalah elastis dan tumbukan-tumbukan terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Tumbukan antarmolekul dengan dinding wadah akan mempertahankan kekekalan energi kinetik.

Dalam dinamika molekul ini, digunakan ketiga hukum Newton: 1. Hukum Inersia atau kelembaman, menyatakan bahwa suatu partikel akan cenderung untuk mempertahankan geraknya. Suatu partikel apabila diam, maka akan tetap diam
4

dan apabila bergerak maka akan tetap bergerak dengan kecepatan konstan selama tidak ada pengaruh luar yang mengubah kondisi geraknya. 2. Hukum Newton kedua menyatakan bahwa percepatan sebanding dengan resultan gaya yang dialami oleh benda tersebut dan bernading terbalik dengan massanya, dan arah percpatan sejajar dengan arah gayanya. Jika partikel dengan massa m menerima gaya, maka partikel tersebut akan mengalami percepatan sebesar (8) 3. Hukum Newton ketiga ini disebut dengan hukum i memberikan gaya pada partikel j sebesar memberikan gaya pada partikel i sebesar , maka aksi-reaksi. Jika partikel partikel j akan

(9) Kuantitas gerak suatu benda tergantung pada massa inersia dan juga kecepatan benda. Untuk itu didefenisikan suatu besaran vektor yang disebut sebagai momentum yang merupakan kuantitas gerak suatu benda. Ketiga hukum Newton ini memberikan konsekwensi hukum kekekalan momentum. Dalam suatu sistem terisolasi (ensembel mikrokanonikal), momentum dari masing-masing partikel dapat berubah-ubah akibat interaksi satu sama lain, namun momentum totalnya tidak berubah. Momentum total sistem adalahh kebenaran dari mikrokanonikal ensembel. Contoh 2.1 Sistem terisolasi yang terdiri dari 5 partikel masing-masing dapat mempunyai tingkat energi . Jika energi sistem 2 tentukan:

a) Probabilotas sistem dengan 2 pertikel berenergi . b) Entropi sistem Penyelesaian : a) Sistem akan mempunyai energi i. ii. Dua partikel berenergi 3 partikel berenergi jika

dan partikel berenergi 0

, 1 partikel berenergi 0 dan 1 berenergi energi sistem di penuhi oleh

Misalkan kita menulis keadaan-keadaan berikut. 1 1 2 3 + + + 2 + 0 0 3 0 + 0

4 0 0 +

5 0 0 0
5

4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

+ 0 0 0 0 0 0 + + + + + + + + + + + + 0 0 0 0

0 + + + 0 0 0 + + + + + + + + + + 0 0 0 0 + + + -

0 + 0 0 + + 0 + + + + + + 0 0 0 0 + + + + + +

0 0 + 0 + 0 + + + + 0 0 0 0 + + + + + + + + +

+ 0 0 + 0 + + 0 0 0 0 + + + + + + + + + + + +

Dari tabel di atas tanpak bahwa probabilitas sistem mempunyai dua partikel berenergi

b) Entropi sistem dengan energi ln


6

ln

erg/K

ln 30 erg/K

2.2 Ensembel Kanonik Sistem A yang berinteraksi dengan tandon panas contoh, sistem A adalah sebotol akua dan A berupa kisi atom sedangkan dan A jauh lebih kecil. Sebagai

adalah kolam renang. Contoh lainnya, sistem

zat padat. Interaksi antara sistem dan tandon hanya

berupa kalor atau panas tanpa pertukaran partikel penyusun sistem.


A,E A,E A,E Gambar 2.2.1 Interaksi termal tendon-sistem

Energi total sistem dan tandon (10) Keadaan makro sistem dengan energi E mempunyai banyak sekali keadaan mikro. Interaksi termal menyebabkan aliran panas dari tandon ke dalam sistem sampai terjadi keadaan setimbang. Energi dapat sama dengan E atau mengalami perubahan akibat interaksi termal relatif tetap

atau fluktuasi atau prinsip ketidakpastian Heinsenbeng, tetapi energi total

mengingat energi sistem apalagi fluktuasi. Karena itu, jika sistem berenergi tandon sangat besar yakni jauh lebih besar dari energi sistem berenergi maka tandon mempunyai energi. Dengan demikian, jumlah kemungkinan A berada pada salah satu keadaan r diberika oleh. (11) Karena berada dalam keadaan r. (12) Jelas bahwa probabilitas Ambil logaritma ln ln ln kemudian ekspensi dalam deret * + (14) ,
7

. Hasil ini lebih lanjut memberikan probabilitas ensembel A

memenuhi (13)

dengan mengabaikan suku orde lebih tinggi dan menggunakan defenisi fungsi diperoleh ln ln (15)

atau (Eo- Er) = (Eo) e-E, Pr = C(E ) e =


-Er o - E r

(16)
r

= Ce

- E

(17) (18)

-Er

=1

Memberikan = (19)

Substitusi kembali kontanta C ke dalam pers.(17) didapatkan Pr = (20)

Yang dikenal sebagai fungsi distribusi kanonik. Faktor exp {-Er} disebut faktor boltzmann. Contoh 2.2 Paramagnetisme. Suatu bahan tediri dari Ne atom magnetik per satuan volume berada dalam ruang dengan medan luar = Hk dan temperatur T. Bila momen magnetik atom dapat sejajar atau berlawanan dengan medan magnet luar, tentukan rata-rata momen magnetik dan magnetisia bahan. Penyelesaian: Atom dapat mempunyai momen magnetik up atau searah medan magnet luar dan down atau berlawanan arah medan magnet luar.

Gambar 2.2.2 Momen magnetik atom

Energi momen magnetik + = .H maka untuk momen magnetik up dan down + = H, - = H probabilitas mendapatkan atom up, menggunakan pers.(17) P+ = Ce -+ = Ce +H dan atom down P+ = Ce -+ = Ce +H Jumlah keduanya P+ + P- = C(e+H + e-H)
8

(21)

Maka didapatkan tatapan C C= Sehingga P- = Kedua distribusi di atas memberi rata-rata momen magnetik = + P+ + -P= = = tanh [ ] Dengan demikian, magnetisasi atau rata-rata momen magnetik per satuan volume = N o = N o tan h [ Untuk /kT << 1 maka Tanh [ Sehingga = No tan h [ =xH dengan X= disebut susceptibilitas magnetik, dan x disebut hukum curie. Sedangkan untuk /kT >> 1 Tanh [ sehingga = No Grafik rata-rata momen magnetik (28) ]=1 (27) (26) ] (24) ]= No2 ] (23) += (22)

Pers di atas sering ditulis sebagai (25)

Gambar 2.2.3 Kurva paramagnetik

2.2.1 Nilai Rata rata Ensembel Kanotik Secara makroskopik kuantitas seperti energi sistem tidak terspesifikasi secara tepat melainkan muncul sebagai nilai rata-rata. Menggunakan rumusan nilai ratarata suatu kuantitas, misalkan energi E, dan fungsi distribusi diperoleh. =

rPr

(29)

Selanjutnya definisikan fungsi partisi sebagai sejumlah faktor boltzmann Z=


-Er

(30)

Fungsi partisi merupakan besaran utama mekanika statistik karena fungsi ini menyimpan semua informasi fisis dari sistem termostatistik. Artinya, semua besaran fisis dapat diperoleh dari fungsi partisi. Dari definisi fungsi partisi di atas diperoleh = = = = =Energi rata-rata sistem makro dari turunan logaritma fungsi partisi terhadap . Contoh 2.3 Gas ideal. Sistem N atom monatomik yang masing masing bermassa m berada dalam kotak Lx x Ly x Lx dan berinteraksi termal dengan lingkungan bertempratur T. Asumsikan bahwa jarak antar atom cukup besar sehingga interaksi antar atom dapat diabaikan. Asumsi ini juga
r Er

eEr
Er

(31)

memungkinkan kita memandang perilaku rata-rata seluruh atom sebagai jumlah dari seluruh rata-rata prilaku satu atom. Sistem demikian kita disebut gas ideal turunkan a) Ungkapan fungsi partisi
10

b) Ungkapan energi sistem c) Tekanan sistem gas ideal tersebut. Penyelesaian : a) Dari energi partikel dalam kota tiga dimensi t = En1n2n3 = diperoleh fungsi partisi untk satu atom Z= =
Er -En1n2n3

(32)

Evaluasi lengkapnya. { . /}

/}

/}

/}

dengan { . /}

Untuk mengevaluasi penjumlahan diatas, kita perhatikan diagram berikut :

Gambar 2.2.4 Kurva jumlahan Z gas ideal

Nilai

, nilai yang sangat kecil sehingga penjumlahan

dapat didekati dengan integral dan batas bawah diganti dengan nol. Setelah dilakukan penggatian variabel
11

maka { }

Subtitusi hasil integral ini ke dalam fungsi partisi lengkap diperoleh ungkapan fungsi partisi ( ) (33)

b) untuk memperoleh energi rata-rata sistem, ambil logaritma fungsi partisi ( )

Pers (34) memberi energi rata-rata bagi partikel tunggal , (34)

Energi rata-rata sistem yang terdiri dari N partikel, (35)

c) Tekanan rata-rata gas ideal.

Gambar 2.2.5 Gaya pada bidang LyLZ

Misalkan, F, adalah gaya atom dalam keadaan r dengan energi dinding dan menyebabkan pergeseran sejauh . Usaha ,

pada

oleh atom menyebabkan berkurangnya energi atom,

12

Hubungan ini secara matematis memberikan

Serupa perumusan energi rata-rata, gaya rata-rata dalam arah-x ( )

Substitusi pers di atas dan mengingat { ( )

diperoleh

} (36)

Dari gaya dalam arah-x tersebut, diperoleh tekanan rata-rata

(37)

Bentuk umum gaya (37) berlaku untuk komponen y dan z, (38)

Gaya-gaya ini menyebabkan tekanan yang sama pada semua permukaan (39)

Karena itu tekanan pada setiap dinding kotak oleh N partikel atau (40)
13

Persamaan ini tidak lain adalah persamaan keadaan gas ideal di dalam termodinamika yang diperoleh secara empirik.

2.2.2 Fluktuasi Energi Kembali pada perumusan nilai rata-rata suatu kuantitas fisis. Diperoleh (41)

Uraian suku pertama ruas kanan memberikan . . / / (42) Sedangkan turunan energi rata-rata terhadap ( ) ( ) (43) ( )

Dengan demikian Karena (45) Maka (46) atau (47)

(44)

14

2.2.3 Kuantitas Termodinamika Faktor boltzman exp (-,). Kuantitas ini dapat ditulis sebagai (48)

Probabilitas dapat dinyatakan sebagai (49) Bentuk fungsi probabilitas digunakan untuk menentukan hubungan antar kuantitas termodinamika. Ditafsirkan energi rata-rata sebagai energi dalam (50) Selanjutnya definisikan kuantitas A sebagai (51)

Kuantitas (51) dan ungkapan (49) dan (50) memberikan Pengaturan suku-suku pers (52) memberikan (52)

(53) Bentuk ini memberikan (54) atau (55) Persamaan ini tidaklain adalah enenrgi bebas Helmhollz, dan secara mikroskopik diberikan oleh pers.(51). (56)
15

Membawa pada hubungan-hubungan lainnya. Untuk temperatur tetap memberikan hubungan bagi tekanaan dan fungsi partisi. ( ) Sedangkan untuk kasusu volume tetap diperoleh entropi sistem ( ) Contoh 2.4 Hitung kembali tekanan dan entropi gas ideal Penyelesaian : Hubungan antara tekanan untuk suatu atom dan fungsi partisi diperoleh { ( ) } ( ) ( ) (58) (57)

Yang memberikan persamaan keadaan untuk sistem terdiri dari N atom PV=NkT. selanjutnya, entropi sistem

2.2.3 Aplikasi Ensembel Kanonis untuk Gas Tak Ideal Contoh aplikasi ensemble kanonis untuk gas tak ideal, yaitu untuk kasus interaksi antar molekul tak dapat diabaikan. Molekul-molekul yang ditinjau adalah molekul semi-klasik. Dengan N adalah jumlah molekul, pxj, pyj, pzj adalah komponen dalam arah x, y dan z dari momentum molekul ke-j. Sedangkan, Ujl adalah energi interaksi antara molekul ke-j dan molekul ke-l4 dan kondisi l > j dalam salah satu somasi dari dobel somasi tersebut berlaku untuk semua nilai l untuk mencegah penghitungan energi interaksi dua kali, misal sekali untuk Ujl dan sekali untuk Ulj . Fungsi partisi untuk gas semi-klasik ini adalah:

Integrasi yang melibatkan (59)

16

Energi sistem gas ini ditentukan oleh komponen yang bergantung pada momentum dan posisi molekul-molekulnya. Jika dianggap bahwa energi interaksi antara dua buah molekul tidak bergantung pada momentum kedua buah molekul yang berinteraksi dan juga tidak bergantung pada posisi molekul-molekul lain, maka energi total sistem dapat dituliskan sebagai: (60)

2.3 Ensembel Kanonik Besar Tandon A1 mempunyai energi E1 dan terdiri dari N1 molekul sedangkan sistem A berenergi E dan mempunyai N molekul dan berlaku

Dengan

juga ke

Selain terjadi perpindahan termal juga terjadi perpindahan

molekul dari tandon ke sistem, dan sebaliknya.

Gambar 3.1 interaksi difusif tandon-sistem Contoh 2.5 Berapa probabilitas mendapatkan sisitem terdiri dari , partikel dan berenergi ? berada dalam salah satu keadaan yakni

Interaksi termal dengan perubahan jumlah partikel, yaitu

(61) Logaritma (61) dan ekspansi sampai orde pertama memberikan

* Kemudian difinisikan * +

(62)

(63) (64)

atau (65) Subtitusi kembali ke pers (62) diperoleh (66)


17

Syarat bagi probabilitas memberikan bentuk akhir bagi fungsi kanonik besar sebagai

(67) ) dikenal

Yang biasa disebut fungsi distribusi kanonik besar dan faktor exp (

sebagai faktor gibbs. Distribusi kanonik besar ini dapat ditulis dalam bentuk yang lebih umum sebagai Sedangkan fungsi partisi kanonik besar didefinisikan sebagai jumlah dari seluruh faktor gibbs Dari fungsi partisi (67) ini dapat diperoleh energi rata-rata sistem (69) (68)

Dan jumlah rata-rata partikel! (70)


2.3.1 Potensial Kimia dan persamaan Untuk mendapatkan hubungan antar kuantitas termodinamika defenisikan fungsi q sebaga Elemen kecil fungsi ini (72) 18 (71)

Pengaturan suku-suku sebagai

) (73)

Dengan konstanta baru disebut potensial kimia. (74)

Dari hukum pertama terdinamika, ruas kanan pers.(73) tidak lain adalah elemen kalor untuk sistem terbuka (75)

Sehingga pers. (73) dapat ditulis menjadi atau


(76)

(77)

Mengingat tidak lain adalah energi bebas Gibbs (78)

Maka pers.(77) dan (71) menjadi Ensembel bagi sistem berinteraksi difusif ini disebut ensembel kanonik besar. Definisi potensial kimia(74) memberikan (79)

Sehingga jumlah rata-rata partikel (67) menjadi Elemen energi bebas Helmholtz (81) Karena itu,untuk kasus temperatur dan volume tetap diperoleh potensial kimia ( ) (82) (80)

Contoh 3.5 Dua sistem mengalami kontak difusif. Buktikan bahwa dalam keadaan setimbang kedua potensial kimia sistem sama. Penyelsaian:

19

Misalkan keadaan awal masing-masing sistem mempunyai temperatur,jumlah partikel dan potensial kimia dan keduanya kemudian mengalami kontak difusif

Perubahan energi bebas Helmholtz

Tetapi perubahan energi dalam kedua sistem terkait dengan perubahan jumlah partikel kedua sistem diberikan oleh Dengan demikian, perubahan energi bebas Helmholtz Dalam volume tetap dan temperatur setimbang persamaan di atas ini menjadi

Karena jumlah partikel kedua sistem tetap,

maka

Dalam keadaan setimbang energi bebas tidak mengalami perubahan lagi, maka

atau

Jadi dalam keadaan setimbang potensial kimia kedua sistem sama.

2.3.2 Fluktuasi jumlah partikel Kontak difusif memungkinkan terjadinya perpindahan partikel antar sistem sehingga jumlah partikel masing-masing sistem mengalami fluktuasi. Fluktuasi jumlah partikel di dalam sistem didefinisikan sebagai (83)

Pers.(71) memberikan , (84)

Sedangkan definisi rata-ratamemberikan 20

(85)

Turunan orde dua terhadap fungsi partisi kanonik besar ini menuntun kita untuk menurunkan jumlah rata-rata sebagai turunan pertama fungsi partisi terhadap potensial kimia. { }

(86)

Pers. (83) dan (86) memberikan (87)

21

BAB III PENUTUP


SIMPULAN

Ensembel merupakan kumpulan dari keadaan sistem yang memiliki keadaan makroskopis sama tetapi memiliki keadaan mikroskopis berbeda. Beberapa contoh ensembel yang sering digunakan dalam dinamika molekul adalah ensembel mikrokanonikal, ensembel kanonikal (Interaksi antara sistem dan tandon hanya berupa kalor atau panas tanpa pertukaran partikel penyusun sistem), ensembel isobarik-isotermal (Interaksi termal dan molekul antara sistem dan tandon). Sistem interaktif di sini adalah dua sistem yang sangat menilai dari sisi ukuran, salah satunya sistem jauh lebih besar dari sistem jauhnya. Hubungan antara sistem dan tandon dapat diklasifikasi manjadi tiga macam yaitu tanpa interaksi sama sekali atau interaksi adiabatik, interaksi termal, dan interaksi difusif.

22