Anda di halaman 1dari 29

PENJAHITAN LUKA

Ayu Baryandina (1102008277) Pembimbing : dr.Abdullah Hasan, Sp.B

PENJAHITAN LUKA
DEFINISI Penjahitan luka adalah suatu tindakan untuk mendekatkan tepi luka dengan benang sampai sembuh dan cukup untuk menahan beban fisiologis. INDIKASI Setiap luka dimana untuk penyembuhannya perlu mendekatkan tepi luka.

Alat dan bahan yang diperlukan pada penjahitan luka


Alat (Instrumen) a. Tissue forceps ( pinset ) terdiri dari dua bentuk yaitu tissue forceps bergigi ujungnya ( surgical forceps) dan tanpa gigi di ujungnya yaitu atraumatic tissue forceps dan dressing forceps b. Scalpel handles dan scalpel blades c. Dissecting scissors ( Metzen baum ) d. Suture scissors e. Needleholders f. Suture needles ( jarum ) dari bentuk 2/3 circle, Vi circle , bentuk segitiga dan bentuk bulat g. Sponge forceps (Cotton-swab forceps) h. Hemostatic forceps ujung tak bergigi ( Pean) dan ujung bergigi (Kocher) i. Retractors, double ended j. Towel clamps

TISSUE FORCEPS

SCALPEL HANDLES

DISSECTING SCISSORS

SUTURE SCISSORS

NEEDLE HOLDER

SUTURE NEEDLES

SPONGE FORCEPS

RETRACTORS

TOWEL CLAMPS

Bahan : a. Benang (jenis dan indikasi dijelaskan kemudian ) b. Cairan desifektan : Povidon-iodidine 10 % (Bethadine) c. Cairan Na Cl 0,9% dan perhydrol 5 % untuk mencuci luka. d. Anestesi lokal lidocain 2%. e. Sarung tangan. f. Kasa steril.

CARA MEMEGANG ALAT


a. Instrument tertentu seperti pemegang jarum, gunting dan pemegang kasa: yaitu ibu jari dan jari keempat sebagai pemegang utama, sementara jari kedua dan ketiga dipakai untuk memperkuat pegangan tangan. Untuk membuat simpul benang setelah jarum ditembuskan pada jaringan, benang dilingkarkan pada ujung pemegang jarum b. Pinset lazim dipegang dengan tangan kiri, di antara ibujari serta jari kedua dan ketiga. Jarum dipegang di daerah separuh bagian belakang . c. Sarung tangan dipakai menurut teknik tanpa singgung

PERSIAPAN ALAT
Sterilisasi dan cara sterilisasi Sterilisasi adalah tindakan untuk membuat suatu alat-alat atau bahan dalam keadaan steril. Sterilisasi dapat dilakukan dengan cara : a. Secara kimia : yaitu dengan bahan yang bersifat bakterisid , seperti formalin, savlon, alkohol. b. Secara fisik yaitu dengan : 1) Panas kering ( oven udara panas ) Selama 20 menit pada 200 C Selama 30 menit pada 180 C Selama 90 menit pada 160 C 2). Uap bertekanan ( autoclave): selama 15 menit pada 120 C dan tekanan 2 atmosfer. 3). Panas basah, yaitu di dalam air mendidih selama 30 menit. Cara ini hanya dianjurkan bila cara lain tidak tersedia.

Penjahitan luka
Tahapan : Pemilihan Jarum Pemilihan Benang Teknik penjahitan luka

Lokasi penjahitan Fasia Otot Kulit Lemak Semua Semua Tak diserap Terserap

Jenis benang 2,0-1 3,0-0 2,0-6,0 2,0-3,0

Ukuran

Hepar
Ginjal Pancreas Usus halus Usus besar Tendon Kapsul sendi Peritoneum Bedah mikro

Kromik catgut
Semua catgut Sutera atau kapas Catgut, sutera, kapas Kromik catgut Tak terserap Tak terserap Kromik catgut Tak terserap

2,0-0
4,0 3,0 2,0-3,0 4,0-0 5,0-3,0 3,0-2,0 3,0-2,0 7,0-11,0

JENIS-JENIS BENANG
Benang yang dapat diserap (Absorbable Suture ): a. Alami ( Natural): 1). Plain Cat Gut : dibuat dari bahan kolagen sapi atau domba. Benang ini hanya memiliki daya serap pengikat selama 7 - 1 9 hari dan akan diabsorbsi secara sempurna dalam waktu 70 hari. 2). Chromic Cat Gut : dibuat dari bahan yang sama dengan plain cat g u t, n a m u m d i l a p i s i d e n g an g a ram C h r o m i u m u n t u k memperpanjang waktu absorbsinya sampai 90 hari. b. Buatan ( Synthetic ): Adalah benang- benang yang dibuat dari bahan sintetis, seperti Polyglactin ( merk dagang Vicryl atau Safil), Polyglycapron ( merk dagang Monocryl atau Monosyn), dan Polydioxanone ( merk dagang PDS II ). Benang jenis ini memiliki daya pengikat lebih lama , yaitu 2-3 minggu, diserap secara lengkap dalam waktu 90- 120 hari. Benang yang tak dapat diserap ( nonabsorbable suture ) a. Alamiah ( Natural) : Dalam kelompok ini adalah benang silk ( sutera ) yang dibuat dari protein organik bernama fibroin, yang terkandung di dalam serabut sutera hasil produksi ulat sutera. b. Buatan ( Synthetic ) : Dalam kelompok ini terdapat benang dari bahan dasar nylon ( merk dagang Ethilon atau Dermalon ). Polyester (merk dagang Mersilene ) dan Poly propylene ( merk dagang Prolene ).

PERSIAPAN PENJAHITAN
a. Rambut sekitar tepi luka dicukur sampai bersih. b. Kulit dan luka didesinfeksi dengan cairan Bethadine 10%, dimulai dari bagian tengah kemudian menjauh dengan gerakan melingkar. c. Daerah operasi dipersempit dengan duk steril, sehingga bagian yang terbuka hanya bagian kulit dan luka yang akan dijahit. d. Dilakukan anestesi local dengan injeksi infiltrasi kulit sekitar luka. e. Luka dibersihkan dengan cairan perhydrol dan dibilas dengan cairan NaCl. f. Jaringan kulit, subcutis, fascia yang mati dibuang dengan menggunakan pisau dan gunting. g. Luka dicuci ulang dengan perhydrol dan dibilas dengan NacCl. h. Jaringan subcutan dijahit dengan benang yang dapat diserap yaitu plain catgut atau poiiglactin secara simple interrupted suture. i. Kulit dijahit benang yang tak dapat diserap yaitu silk atau nylon.

TEKNIK PENJAHITAN KULIT


Prinsip yang harus diperhatikan : a. Cara memegang kulit pada tepi luka dengan surgical forceps harus dilakukan secara halus dengan mencegah trauma lebih lanjut pada jaringan tersebut. b. Ukuran kulit yang yang diambil dari kedua tepi luka harus sama besarnya. c. Tempat tusukan jarum sebaiknya sekitar 1 -3 cm dari tepi lukia.Khusus" daerah wajah 2-3mm. d. Jarak antara dua jahitan sebaiknya kurang lebih sama dengan tusukan jarum dari tepi luika. e. Tepi luka diu sahak an dalam kead aan terbuka keluar ( evferted ) setelah penjahitan. SIMPLE INTERUPTED SUTURE. A. Indikasi : pada semua luka Kontra indikasi : tidak ada Teknik penjahitan Dilakukan sebagai berikut: a. Jarum ditusukkan pada kulit sisi pertama dengan sudut sekitar 90 derajat, masuk subcutan terus kekulit sisi lainnya. b. Perlu diingat lebar dan kedalam jaringan kulit dan subcutan diusahakan agar tepi luka yang dijahit dapat mendekat dengan posisi membuka kearah luar ( everted) c. Dibuat simpul benang dengan memegang jarum dan benang diikat. d. Penjahitan dilakukan dari ujung luka keujung luka yang lain.

B. Indikasi : Luka pada persendian Luka pada daerah yang tegangannya besar Kontra indikasi : tidak ada Teknik penjahitan ini dilakukan untuk mendapatkan eversi tepi luka dimana tepinya cenderung mengalami inverse. misalnya kulit yang tipis. Teknik ini dilakukan sebagai berikut: 1. Jarum ditusukkan jauh dari kulit sisi luka, melintasi luka dan kulit sisi lainnya, kemudian keluar pada kulit tepi yang jauh, sisi yang kedua. 2. Jarum kemudian ditusukkan kembali pada tepi kulit sisi kedua secara tipis, menyeberangi luka dan dikeluarkan kembali pada tepi dekat kulit sisi yang pertama. 3. Dibuat simpul dan benang diikat. Subcuticuler Continuous Suture Indikasi : Luka pada daerah yang memerlukan kosmetik Kontra indikasi : jaringan luka dengan tegangan besar. Pada teknik ini benang ditempatkan bersembunyi di bawah jaringan dermis sehingga yang terlihat hanya bagian kedua ujung benang yang terletak di dekat kedua ujung luka yang dilakukan sebagai berikut.

1. Tusukkan jarum pada kulit sekitar 1-2 cm dari ujung luka keluar di daerah dermis kulit salah satu dari tepi luka. 2. Benang kemudian dilewatkan pada jaringan dermis kulit sisi yang lain, secara bergantian terus menerus sampai pada ujung luka yang lain, untuk kemudian dikeluarkan pada kulit 1-2 cm dari ujung luka yang lain. 3. Dengan demikian maka benang berjalan menyusuri kulit pada kedua sisi secara parallel disepanjang luka tersebut. Jahitan pengunci (locking stich, Feston) Indikasi : Untuk menutup peritoneum Mendekati variasi konitnyu

Daftar Pustaka
Philip Thorek ; ATLAS TEKNIK BEDAH (Atlas of Surgical techniques), EGC PENERBIT BUKU KEDOKTERAN, 1985 Buku Ajar dan Atlas Bedah Minor( Minor surgery : A Text and Atlas), John Stuart Brown, EGC PENERBIT BUKU KEDOKTERAN ,1995 Puruhito dan Rubingah. Dasar-dasar Tata Kerja dan Pengelolaan Kamar Operasi, Airlangga University Press, Surabaya, 1995 Herman Santoso, dr,MSC, Sp BO, Surgical Suture, PEDOMAN KETERAMPILAN MEDIK, semester 5 Tahun 2004/2005. http://www.notekedokteran.com/

THANK YOU AND HAPPY LEARNING ..

Happiness is when that you think, that you say and that you do are in harmony
(Mahatma Gandhi)