Anda di halaman 1dari 6

GAYA ANTARMOLEKUL, CAIRAN DAN PADATAN

I.

Perbandingan molekul gas, cair, dan padat 1. Gas Volume tetap dan sesuai dengan wadahnya, dapat mengalir 2. Cair Volume tetap dan sesuai dengan wadahnya, dapat mengalir, mempunyai gaya antarmolekul lebih kuat daripada gas 3. Padat Tidak mengalir, mempunyai gaya antarmolekul yang kuat sehingga dapat menahan partikel-partikel berdekatan

II.

Gaya intermolekul Kekuatan gaya antarmolecular zat berbeda atau bervariasi, namun pada umumnya gaya ini lebih lemah daripada ikatan ionic ataupun ikatan hydrogen. Titik didih dan titik lebur mempengaruhi gaya intermoleku. Semakin tinggi titik didih atau titik lebur, semakin besar pula gaya intermolekul. 1. Ion dipol Gaya ion dipole terjadi antara ion dan sebagian muatan dari ujung molekul polar. Molekul polar adalah dipole. 2. Dipol-dipol Molekul polar netral saling menarik ketika 1 molekul positif dan 1 molekul negative berdekatan. Gaya dipo-dipol efektif ketika molekul-molekul polar berdekatan satu sama lain. 3. Dipole-nondipol Gaya dipole-nondipol terjadi antara atom-atom dan molekul-molekul non polar, karena molekul dan atom non polar tidak mempunyai sifat dipol 4. Ikatan Hidrogen Tipe ikatan yang spesial antara atom hidrogen dalam ikatan polar ( H atau H N) F, H O,

III.

Properti dari fase cair 1. Viskositas Gaya tarik menarik antarmolekul yang besar dalam cairan menghasilkan viskositas yang tinggi. Koefisien viskositas didefinisikan sebagai hambatan pada aliran cairan. Gas juga memiliki viskositas, tetapi nilainya sangat kecil. Dalam kasus tertentu viskositas gas memiliki peran penting, misalnya dalam peawat terbang. Sifat Viskositas : Viskositas cairan yang partikelnya besar dan berbentuk tak teratur lebih tinggo daripada yang partikelnya kecil dan bentuknya teratur. Semakin tinggi suhu cairan, semakin kecil viskositasnya.

2. Tegangan Permukaan Tegangan permukaan merupakan sifat fisik yang berhubungan dengan gaya antarmolekul dalam cairan dan didefinisikan sebagai hambatan peningkatan luas permukaan cairan. Awalnya tegangan permukaan didefinisikan pada antarmuka cairan dan gas. Namun, tegangan yang mirip juga ada pada antarmuka cairancairan, atau padatan dan gas. Tegangan semacam ini secara umum disebut dengan tegangan antarmuka. Tarikan antarmolekul dalam dua fas dan tegangan permukaan di antarmuka antara dua jenis partikel ini akan menurun bila tempeartur menurun.

IV.

Perubahan Fase Kurva pemanasan

Suhu dan tekanan kritis Suhu kritis adalah suhu tertinggi di mana cairan bisa muncul. di atas temperatur kritis, energi menggerakkan molekul dan lebih besar dari gaya tarik menarik yang mengarah ke keadaan cair tanpa berapa banyak bahan yang dikompresi untuk membawa molekul lebih dekat.

V.

Tekanan Uap Tekanan gas, yakni, tekanan uap cairan ketika kesetimbangan uap-cair dicapai, ditentukan hanya oleh suhunya. Baik jumlah cairan maupun volume di atas cairan tidak mempunyai akibat asal cairannya masih ada. Dengan kata lain, tekanan uap cairan dalam ruang ditentukan oleh jenis cairan dan suhunya.

VI.

Diagram Fase Diagram fasa merupakan cara mudah untuk menampilkan wujud zat sebagai fungsi suhu dan tekanan. Dalam diagram fasa, diasumsikan bahwa zat tersebut diisolasi dengan baik dan tidak ada zat lain yang masuk atau keluar sistem.

VII.

Struktur Padatan Padatan dapat terbuat dari Kristal atau Padatan yang mempunyai bentuk tidak tetap (amorphous solid

Kristal (crystalline) Dalam padatan Kristal, atom, ion atau molekul yang didefinisikan dengan baik dalam pengaturan tiga-dimensi. Padatan tersebut umumnya permukaan datar yang membentuk sudut yang tepat satu sama lain. Membentuk tumpukan partikel yang menghasilkan permukaan, serta menghasilkan padatan yang memiliki bentuk teratur. Yaitu berlian dan padatan kristal kuarsa

Amorphous solid ( non-kristal ) Solid amorf adalah solid yang memiliki struktur partikel tidak teratur. Padatan ini tidak memiliki permukaan atau bentuk yang baik. Banyak padatan amorf adalah ,erupakan campuran partaken yang tidak saling bertumpukan dengan baik. Kebanyakan padatan ini terdiri dari kompisisi serta molekul yang rumit dan dalam jumlah banyak. Contoh dari padatan amorf ini adalah karet dan kaca.

VIII.

Ikatan dalam Padatan 1. Molekular padatan Molekular padatan terdiri dari atom-atom atau molekul-molekul yang berikatan bersama oleh gaya intermolekul ( gaya dipole-dipol, gaya London, dan ikatan hydrogen ). Karena gaya ini lemah, maka molekular padatan bersifat lembut. Normalnya, memiliki titik lebur yang rendah (biasanya dibawah 200C). 2. Kovalen jaringan padatan Terdiri dari atom-atom yang berikatan bersama, dalam jarngan atau rantai yang panjang oleh ikatan kovalen. Karena ikatan kovalen ini lebih kuat dibandingan dengan gaya antarmolekul, padatan ini lebih keras dan memiliki titik lebur yang lebih tinggi disbanding molekular padatan.

3. Padatan ionik Terdiri dari ion-ion yang beriatan bersama oleh ikatan ion. Kekuatan ikatan ion tergantung dari besarnya muatan ion. 4. Padatan Metalik Padatan metalik disebut dengan singkat yaitu metal terdiri dari atom-atom metal.

TUGAS TUTOR KIMIA DASAR Rangkuman Gaya Antarmolekul, Cair, dan Padatan

Oleh : Restri Akhsanitami 260110110127

FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS PADJADJARAN JATINANGOR 2011

Anda mungkin juga menyukai