P. 1
Khutbah Idul Adha 2012

Khutbah Idul Adha 2012

|Views: 50|Likes:
Dipublikasikan oleh Ekos Susanto
Semoga bermanfaat
Semoga bermanfaat

More info:

Published by: Ekos Susanto on May 15, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/23/2013

pdf

text

original

KHUTBAH IDUL ADHA 2012

10 Dzulhijah 1433 H /26 Oktober 2012

MENGAPA KEKERASAN DAN KEMAKSIATAN MERAJALELA DI NEGERI INI?

Disampaikan oleh :

Ir. Hasan Ikhwani, M.Sc.
Ketua Majlis Tafsir Al Qur‟an (MTA), Cabang Sukolilo, Surabaya. Staf Pengajar Fakultas Teknologi Kelautan ITS, Surabaya

Tempat : Lapangan Parkir Barat Galaxy Mall, Jl. Dharmahusada Indah Timur, Surabaya

Soft copy/teks khutbah ini dapat diminta secara gratis di : Sekretariat MTA Cabang Sukolilo, Jl. A R Hakim, Keputih IC-6, atau melalui e-mail ke: hikhwani@oe.its.ac.id atau hikhwani@gmail.com

َْْ‫ اَشِهَذُ ا‬.ََِٓٓ ‫ِخٍِٔصَُِٔٓ ٌَُٗ اٌذ‬ ُُ ٖ‫ٖب‬ َٔ‫َّ ا‬ ‫ُذُ ٔاال‬ ‫ الَ َٔؼِج‬،َِِٓٓ ‫َُِٗٔب وَ اٌذ‬ ‫ُىِسِ اٌذ‬ ِ‫ُ فًٔ ُا‬ ُِٓٔ‫ وَ ثِٗٔ َٔغَِزؼ‬،ٌََُِّٓٔ‫ٓ اٌْؼَب‬ ‫َاْحلَِّذُ ِهللِ سَة‬ ََِٓٔ‫َّز‬ ٌ‫ٖ ا‬ ٓ‫َّ ُرصَُِٔج‬ ‫ وَ اٖرمُىِا فٔزَِٕخً ال‬:ُ ‫ٖب َثؼِذ‬ ِ‫ َا‬.ُ ُٗ ٌِ‫ُى‬ ‫ُ وَ سَع‬ ُٖ ‫ٖذّا ػَجِذ‬ َّ‫ِح‬ ُ َّ َْ‫ُ ا‬ ‫ وَ اَشِهَذ‬،ُ ٌَٗ َ‫ششَِِه‬ َ َ‫ُ ال‬ َٖ‫ُ وَحِذ‬ ‫الَ أٌَٗ ٔاالَّ اهلل‬ 25 :‫ االٔفبي‬.ِ‫ؼمَبة‬ ٔ ٌْ‫ُ ا‬ ‫ُىِا اََّْ اهللَ شَذَِٔذ‬ ٍَِّ‫ وَ اػ‬،ً‫ٖخ‬ ‫ُُِ خَأص‬ ‫ُىِا ِِٕٔى‬ ٍََّ‫ظ‬
Dan jagalah dirimu dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang berbuat dhalim saja diantara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksa-Nya. [QS. AlAnfaal : 25]

‫ش وَ ِهللِ اْحلَِّذ‬ ُ ُ َ‫ُ اَوْج‬ ‫ َاهلل‬،ُ ‫ُ اَوْجَش‬ ‫و اهلل‬ َ ‫هلل‬ ُ ‫ٔال ا‬ َّ ‫ٌَٔٗ ا‬ ‫ الَ ا‬،ُ ‫ُ اَوْجَش‬ ‫ُ َاهلل‬ ‫ُ َاوْجَش‬ ‫َاهلل‬
Kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah, kita kumandangkan takbir dan tahmid untuk mengagungkan Allah SWT sebagai rasa syukur kita atas nikmat yang telah dilimpahkan kepada kita semua. Pada hari ini umat Islam di seluruh dunia, mengumandangkan takbir dan tahmid, dalam rangka untuk melaksanakan sholat Iedul Adha. Kalau sholat Idul Fitri berkaitan dengan kewajiban puasa Ramadhan, maka sholat Iedul Adha ini berkaitan dengan pelaksanaan penyembelihan Qurban dan kewajiban haji bagi yang mampu. Bagi umat Islam yang saat ini melaksanakan ibadah haji, maka hari Kamis kemarin telah melaksanakan wukuf di Padang Arofah. Wukuf merupakan puncak dari Ibadah haji, bagi jamaah haji yang tidak bisa melaksanakan wukuf -dengan alasan apapun-, maka baginya tidak dianggap berhaji, dengan kata lain hajinya batal. Ritual wukuf dimulai setelah matahari tergelincir, dengan didahului khutbah wukuf. Selanjutnya para jamaah haji memperbanyak dzikir dan munajat kepada Allah sampai matahari terbenam. Kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah, apabila kita mengenang ritual wukuf ini, teringatlah kita dengan Haji Wada‟ yang dilakukan Rasulullah. Dinamakana dengan Haji Wada‟, yang artinya Haji Perpisahan, karena tidak lama setelah itu beliau wafat. Sewaktu beliau wukuf di Padang Arofah, beliau berpidato yang merupakan wasiat beliau kepada kaum muslimin, yang dengan isyarat Allah beliau akan meninggalkan kaum muslimin selama-lamanya. Untuk itu beliau sangat berharap, agar sepanjang masa wasiat tersebut selalu dipegang dan dijaga kaum muslimin dimanapun berada. Secara ringkas, wasiat beliau sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Abbas sbb:

َ‫ُِٖطَبُْ اَْْ َُؼِجَذ‬ ‫ لَذِ َٔئظَ اٌش‬:َ‫فمَبي‬ َ ،ِ‫ىدَاع‬ َ ٌْ‫ٖخٔ ا‬ ‫حج‬ َ ًٔ‫ٖـبطَ ف‬ ٌٕ‫طتَ ا‬ َ‫خ‬ َ ‫ىيَ اهللِ ص‬ ُِ ‫َّ سَع‬ َْ‫ٖبطٍ ا‬ ‫ػِٓ اِثِٓ ػَج‬ َ ِ‫ًٓ لَذ‬ ٔٔ‫ ا‬،ُ ‫ٖبط‬ ٌٕ‫ٗهَب ا‬ ََ‫ُُِ فَبحِزَسُوِا ََب ا‬ ‫ِِٓ َاػَِّبٌٔى‬ ٔ َِْ‫ُو‬ ‫لش‬ َ‫ٖب َرحَب‬ ِّٔ َ‫ُ سَضٍَٔ اَْْ َُطَبعَ فَُِّٔب عٔىَي رٌٔه‬ ٖٗ ٕٔ‫ُُِ وَ ٌى‬ ‫ثِبَسِضٔى‬ َِْ‫ُغٍُِّٔى‬ ‫ اَْدل‬،ٍُِِٔ‫ُغ‬ ‫ُى اْدل‬ ‫ُغٍٍُِٔ اَخ‬ ِ َّ ًُ ‫َّ و‬ ْٔ‫ ا‬.ٔٗٓ ُِ‫ٖخَ َٔج‬ ُٕ ‫ ؤزَبةَ اهللِ وَ ع‬.‫ُّىِا اَثَذّا‬ ٍٔ‫ُُِ ثِٗٔ فٍََِٓ َرض‬ ‫ُُِ َِب أْٔ اػَِزصَِّز‬ ‫ُ فُِٔى‬ ‫وذ‬ ْ‫ش‬ َ ‫َر‬ ‫ِِٓ َثؼِذٔي‬ ٔ ‫جؼُىِا‬ ِ ِ‫ وَ الَ َرش‬،‫ وَ الَ َرظٍُّْٔىِا‬،ٍ‫فظ‬ ْ َٔ ِ‫ػِٓ طُِٔت‬ َ ُ ٖ‫ػطَب‬ ِ ‫َّ َِب َا‬ ‫ٔال‬ ‫َبيِ اَخُِٔٗٔ ا‬ ِ ِِٓ ٔ ٍ‫ِشِئ‬ ِ ‫ُّ ِال‬ ًٔ ‫ وَ الَ َح‬،ٌ ‫أخِىَح‬ 171 :1 ‫ ىف ادلغزذسن‬،ُ‫ احلبو‬.ٍ‫ؼض‬ ِ ‫سلَبةَ َث‬ ِ ُُِ ‫ُى‬ ‫ؼض‬ ِ ‫ُ َث‬ ‫ضشِة‬ ِ َ ‫َّبسّا‬ ‫ُف‬ ‫و‬
Dari Ibnu Abbas bahwasanya Rasulullah SAW pernah berkhutbah kepada orang banyak dikala hajji wada', beliau bersabda, "Sesungguhnya syaithan telah berputus asa bahwa ia akan disembah di tanahmu ini, tetapi ia puas ditha'ati pada selain demikian yaitu dari apaapa yang kalian anggap remeh dari amal perbuatan kalian. Maka hati-hatilah kalian hai para manusia. Sesungguhnya aku telah meninggalkan untuk kamu sekalian apa-apa yang jika kamu sekalian berpegang teguh kepadanya, niscaya kalian tidak akan sesat selamalamanya, yaitu : Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya. Sesungguhnya setiap orang Islam adalah saudaranya orang Islam. Orang-orang Islam itu adalah saudara, tidak halal seseorang mengambil harta saudaranya, kecuali apa yang ia berikan dengan senang hati, dan janganlah kalian berlaku dhalim. Dan sepeninggalku nanti janganlah kalian kembali
2

menjadi kafir, sebagian kalian memenggal leher sebagian yang lain”. [HR. Al-Hakim, dalam Al-Mustadrak juz 1, hal. 171] Kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah, kalau kita mengingat kondisi umat Islam baik di tingkat dunia maupun di Indonesia, saat ini sepertinya telah mengabaikan wasiat Nabi tersebut. Sampai hari ini, perang saudara di Suriah, telah memakan ribuan umat Islam meninggal dunia sia-sia. Tidak hanya demikian, bangunan-bangunan rata dengan tanah karena perang saudara tersebut yang diperkirakan untuk membangunnya lagi diperlukan dana ratusan trillun rupiah. Demikian pula, konflik sesama umat Islam terjadi pula di Sudan, Mesir, Libya, Tunisia, Irak, dan Negara-Negara Islam lainnya di Timur Tengah, daerah dimana para nabi diturunkan di sana. Apakah umat Islam sudah sama lupa, bahwa Nabi SAW kita telah bersabda bahwa manakala sesama umat Islam saling membunuh, maka keduanya akan masuk neraka:

:4 ٍُ‫ ِغ‬.ِ‫ٖبس‬ ٌٕ‫ُ فًٔ ا‬ ‫ىي‬ ِ ُ‫دلمْز‬ َ ْ‫ُ وَ ا‬ ً‫ُغٍَِّٔبْٔ ثِغَُِفَُِهَِّب فَبٌْمَبٔر‬ ‫ ٔارَا اٌَْزمًَ اْدل‬:‫ىيُ اهللِ ص‬ ُِ ‫َبيَ سَع‬ ‫ ل‬:َ‫َبي‬ ‫ىشَحَ ل‬ ْ َ‫ػِٓ اَثًِ ث‬ َ 2214
Dari Abu Bakrah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Apabila dua orang muslim saling berhadapan dengan menghunus pedang masing-masing, maka orang yang membunuh dan yang di bunuh di neraka”. [HR. Muslim juz 4, hal. 2214] Umat Islam satu dengan yang lain, haram hukumnya untuk menumpahkan darahnya. Jangankan darah (nyawanya), kehormatannya saja dijatuhkan itu juga haram. Perhatikan sabda Nabi SAW berikut ini:

َ‫ و‬،‫ وَ الَ َرحَبعَذُوِا‬،‫ وَ الَ رََٕبفَغُىِا‬،‫ٖغُىِا‬ ‫ وَ الَ َرجَغ‬،‫ُىِا‬ ‫ٖغ‬ ‫ وَ الَ َرحَغ‬،ٔ‫ُ اْحلَذَِٔث‬ ‫ٖ َاوْزَة‬ ٓ‫اٌظ‬ َّ َّْٔ‫ٖ فَب‬ ٓ‫اٌظ‬ َّ َ‫ُُِ و‬ ‫ٖبو‬ َِ‫ا‬ ‫ اٌَٖزمْىَي‬.ُ ُٖ‫مش‬ ٔ‫ح‬ ِ َ َ‫ وَ ال‬،ٌُُُٗ ‫ وَ الَ َخِز‬،ُُٗ ٍّْٔ‫ الَ َظ‬،ٍُِِٔ‫ُغ‬ ‫ُى اْدل‬ ‫ُ اَخ‬ ٍُِٔ‫ُغ‬ ٌَّْ‫ ا‬.‫ُىِا ػٔجَبدَ اهللِ أخِىَأّب‬ ِٔ‫ُى‬ ‫ وَ و‬،‫ُىِا‬ ‫غض‬ َ ‫َب‬ ‫الَ رَج‬ ُُِٗ‫د‬ َْ َ‫َا‬ ‫حش‬ َ ٍُِِٔ‫ُغ‬ ‫ُغٍُِِٔ ػًٍََ اْدل‬ ‫ُّ اْدل‬ ًُ ‫ و‬.ٍَُِٔ‫ُغ‬ ‫ُ اْدل‬ ٖ‫مشَ اَخَب‬ ٔ‫ح‬ ِ َ َْْ‫ٓ ا‬ ‫شش‬ ٖ ٌ‫َِٓ ا‬ ٔ ٍ‫ِشِئ‬ ِ ‫غتِ ا‬ ِ َ‫ ِثح‬.)ِٖٔ‫ُ أًٌَ صَذِس‬ ‫ُشُِٔش‬ َ َ‫َُٕب (و‬ ‫٘ه‬ ‫ اٌجخبسي ػٓ اىب ٘شَشح‬.ُ ُٗ ٌ‫ُ وَ َِب‬ ُٗ ‫ػشِض‬ ٔ َ‫و‬
Jauhkanlah dirimu dari buruk sangka, karena buruk sangka itu sedusta-dusta omongan (hati), janganlah kamu mencari-cari aib, janganlah kamu mengintai-intai, janganlah kamu bersaing (yang tidak sehat), janganlah kamu dengki-mendengki, janganlah kamu bencimembenci. Jadilah kamu hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya. Tidak boleh menganiaya, tidak boleh membiarkannya (tidak tolong-menolong), dan tidak boleh menghinanya. Taqwa itu di sini (sambil beliau mengisyaratkan/menunjuk ke dadanya). Seorang muslim cukup menjadi jahat karena dia menghina saudaranya sesama muslim. Tiap seorang muslim terhadap muslim lainnya adalah haram darahnya, haram kehormatannya dan haram hartanya. [HR. Bukhari dari Abu Hurairah]

1999 :4 ٍُ‫ ِغ‬.‫ؼضّب‬ ِ ‫ُ َث‬ ُٗ‫ؼض‬ ِ ‫ٗ َث‬ ‫ُذ‬ ‫َُُِٕبْٔ َش‬ ‫ِِٓ وَبٌْج‬ ٔ‫ؤ‬ ُِ ٌٍّْٔ ُ ِٓ ٔ‫ؤ‬ ُِ ٌَّْ‫ ا‬:‫ىيُ اهللِ ص‬ ُِ ‫َبيَ سَع‬ ‫ ل‬:َ‫َبي‬ ‫ُىِعًَ ل‬ ِ ًِ‫ػِٓ اَث‬ َ
Dari Abu Musa, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Orang mukmin dengan mukmin lainnya adalah seperti satu bangunan yang sebagiannya dengan bagian yang lain saling menguatkan" [HR. Muslim juz 4, hal. 1999] Kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah, kekerasan tidak hanya terjadi di Timur Tengah. Di Indonesia, negara yang mempunyai umat Islam terbesar di dunia, kalau kita cermati kondisi di tanah air akhir-akhir ini juga tidak luput dari kekerasan yang berujung jatuhnya korban luka-luka atau tewas. Bentrok antara mahasiswa, pelajar, masyarakat desa/perkotaan, supporter sepak bola, pendukung pilkada, hampir setiap hari mewarnai berita di TV maupun koran-koran.
3

Di Jakarta dan sekitarnya, berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), sederet kasus perkelahian pelajar telah terjadi sejak awal 2012. Sampai dengan 26 September 2012, tercatat 17 pelajar telah meninggal dunia. Sementara itu data dari Komnas Anak, dalam 6 bulan pertama di tahun 2012 sudah terjadi 139 kasus perkelahian pelajar di Jakarta. Sebanyak 12 kasus menyebabkan kematian. Sementara pada tahun 2011, ada 339 kasus tawuran yang menyebabkan 82 anak telah meninggal dunia. Beberapa hari sebelumnya, Kamis 20 September, seorang mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar juga tewas akibat tawuran antarfakultas di dalam kampus UMI (Suara Karya, 26 September 2012). Selang satu bulan kemudian, tepatnya 11 Oktober mahasiswa Fakultas Teknik dan Fakultas Seni Kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) bentrok. Dua mahasiswa dinyatakan tewas, puluhan luka, dan sejumlah fasilitas kampus dan kendaraan bermotor rusak. Masih di Makassar juga, satu hari kemudian tepatnya tanggal 12 Oktober sebanyak 61 sepeda motor dibakar dalam bentrokan warga masyarakat dengan developer GMTD (Lippo Group) di Tanjung Bunga dalam kasus sengketa tanah (Tribun Timur, 13 Oktober 2012). Pada tanggal 18 Oktober 2012, mahasiswa Fakultas Perikanan&Pertanian serta Fakultas Teknik, Universitas Khairun Ternate, saling serang. Dalam tawuran tersebut, mahasiswa tidak hanya saling melempar batu, tetapi juga melesakkan anak panah. Tawuran ini mengakibatkan puluhan mahasiswa menderita luka berat dan ringan, sejumlah sepeda motor dibakar, dan gedung perkuliahan Fakultas Pertanian dan Peternakan rusak. Tidak hanya di Makassar dan Ternate, bentrokan antar kelompok masyarakat terjadi juga sebelumnya di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 2 Oktober 2012. Ribuan massa dari Desa Samili, Kecamatan Woha, menyerang dan membakar ratusan rumah di Dusun Godo. Dilaporkan 1 orang tewas dalam kerusuhan tersebut. Selanjutnya, di daerah yang sama pada tanggal 17 Oktober telah terjadi bentrok lagi dengan melibatkan 5 desa, dengan menewaskan 1 orang dan 12 orang luka-luka akibat senjata tajam dan panah. Kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah, data tersebut hanya sebagian saja dan yang diambil hanya pada 1 bulan terakhir ini saja. Sedang data kerusuhan dan bentrok sebelumnya, jumlahnya tak terhitung dan tersebar di berbagai kota dan pulau di tanah air. Benar-benar bangsa kita telah kehilangan karakternya, hanya masalah sepele dengan mudah menumpahkan darah seseorang. Sepertinya sudah hilang rasa kasih sayang di antara satu dengan yang lain. Padahal mereka yang bentrok dan tawuran tersebut, sebagaian besar juga orang Islam. Perhatikan sabda nabi SAW berikut ini:

،ٔ‫طفٔهُِِ ََِثًُ اْجلَغَذ‬ ُ ‫ُّٔهُِِ وَ َرؼَب‬ ‫دُِ٘ٔ وَ َرشَاح‬ ٓ ‫َا‬ ‫ؤَُِِِٕٔٓ فًِٔ رَى‬ ُِ ‫ُ اْدل‬ ً‫ ََِث‬:‫ىيُ اهللِ ص‬ ُِ ‫َبيَ سَع‬ ‫ ل‬:َ‫َبي‬ ‫ػِٓ إٌٗؼَِّبْٔ ِثِٓ ثَشُِٔشٍ ل‬ َ 1999 :4 ٍُ‫ ِغ‬.ًٖ ُّ ‫هشِ وَ اْحل‬ َٖ ‫ُ اْجلَغَذٔ ثِبٌغ‬ ‫ُ عَبٔئش‬ ٌَٗ ًَ‫َاػ‬ ‫ْ رَذ‬ ‫ػضِى‬ ُ ُ ِِٕٗٔ ًَ‫ٔارَا اشِزَى‬
Dari Nu'man bin Basyir, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih sayang, cinta-mencintai, serta memadu kasih ibarat satu tubuh, apabila ada anggota badan yang sakit maka seluruh tubuh akan ikut merasa sakit, dengan tidak bisa tidur dan demam". [HR. Muslim juz 4, hal. 1999]

ْٔٔ‫ وَ ا‬،ُُّٗ ٍُ ‫ُ اشِزَىًَ و‬ َُُِٕٗ‫جًٍ وَاحٔذٕ أْٔ اشِزَىًَ ػ‬ ُ َ‫وش‬ َ َِْ‫ُى‬ ٍِّٔ‫ُغ‬ ٌَّْ‫ ا‬:‫ىيُ اهللِ ص‬ ُِ ‫َبيَ سَع‬ ‫ ل‬:َ‫َبي‬ ‫ػِٓ إٌٗؼَِّبْٔ ِثِٓ ثَشُِٔشٍ ل‬ َ 2000 :4 ٍُ‫ ِغ‬.ُ ُّٗ ٍُ ‫ُ اشِزَىًَ و‬ ُٗ ‫سؤْع‬ َ ًَ‫اشِزَى‬
Dari Nu'man bin Basyir, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Orang-orang muslim itu ibarat satu orang, jika matanya sakit, maka seluruh badannya ikut merasakan sakit. Dan bila kepalanya sakit, maka seluruh tubuhnya ikut merasa sakit pula". [HR. Muslim juz 4, hal. 2000] Masih adakah perasaan kita sesama muslim sesama anak bangsa seperti yang disabdakan Nabi kita Muhammad SAW ? Sudah hilangkah fitrah kemanusiaannya untuk saling mencintai sesama? Ataukah barangkali kondisi masyarakat Indonesia yang sering bentrok
4

dan konflik yang berakhir pada kekerasan fisik ini, sebagai bentuk lain dari azab Allah SWT. Perhatikan QS Al An‟am 65:

َ‫ُزَِٔك‬ َٖ ‫ُُِ شَُٔؼّب و‬ ‫ُُِ اَوِ ٍَْجِغَى‬ ‫ٍُٔى‬ ‫حذٔ اَسِج‬ ِ ‫ِِٓ َر‬ ٔ ِ‫ُُِ اَو‬ ‫ىلٔى‬ ِ َ‫ِِٓ ف‬ ٓ ‫ُُِ ػَزَاثّب‬ ‫ؼثَ ػٍََُِى‬ َ ‫ًٍَ اَْْ َِج‬ ‫ُػ‬ ‫ُىَ اٌْمَبدٔس‬ ٘ ًْ‫ل‬ ُ 65:َ‫ االٔؼب‬.َِْ‫ُى‬ ‫فمَه‬ ْ َ ُُِ ‫ُ اْالَذٔ ٌَؼٍََّه‬ ‫ٓف‬ ‫صش‬ َ ُٔ َ‫ظشِ وَُِف‬ ُ ُِٔ ‫ ا‬،ٍ‫ؼض‬ ِ ‫ُُِ ثَإْطَ َث‬ ‫ؼضَى‬ ِ ‫َث‬
Katakanlah, “Dialah yang berkuasa untuk mengirim adzab kepadamu dari atasmu atau dari bawah kakimu, atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan), dan merasakan kepada (sebagian) kamu keganasan sebagian yang lain. Perhatikanlah betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahaminya”. [QS. Al-An‟aam : 65] Rasanya klop sudahlah kondisi bangsa kita saat ini dengan ayat tersebut di atas. Ayat di atas Allah menerangkan bahwa azab/bencana dari Allah ada dua bentuk: masyarakat yang bergejolak penuh dengan konflik, dan kondisi alam sering terjadi bencana (baik yang berasal dari atas kaki atau bawah kaki). Kalau kita cermati, bencana alam di tanah air datang bertubi-tubi silih berganti hampir merata dari Aceh sampai Papua seperti misalnya gunung meletus, angin puting beliung, kebakaran, longsor, tsunami, banjir, kekeringan, lumpur Lapindo, kapal tenggelam, dan sebagainya. Lalu, pertanyaannya adalah apa kira-kira penyebab yang menjadikan bencana, baik bencana alam maupun konflik masyarakat, sering terjadi di Negara kita yang merupakan umat Islam terbesar di dunia? Jawabnya adalah karena kita telah mengabaikan wasiat Nabi sebagaimana yang beliau sampaikan di Haji Wada‟. Wasiat Nabi salah satunya agar selamanya umat Islam berpegang kepada Al Qur‟an dan Sunnah. Namun kenyataannya, Al Qur‟an dan Sunnah kita tinggalkan, dan hawa nafsu/syaithan yang kita ikuti. Generasi sekarang adalah generasi yang menuhankan hawa nafsu, seperti yang Allah firmankan sbb:

59 :‫ ِشمي‬.‫٘ب‬ َُ‫ٖهَىدٔ فَغَىِفَ َ ٍْمَىَِْ غ‬ ‫ُىا اٌش‬ ‫َٖجؼ‬ ‫ٍٖىحَ وَار‬ ‫ُىا اٌص‬ ‫َبػ‬ ‫ْ اَض‬ ‫ذُِ٘ٔ خٍَْف‬ ٔ ِ‫ِِٓ َثؼ‬ ٔ َ‫فَخٍََف‬
Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan. [QS. Maryam : 59] Karena syaithan dan nafsu yang dijadikan tuhan, maka maraklah kemaksiatankemaksiatan di seluruh penjuru tanah air, tidak hanya di perkotaan namun sudah sampai ke pelosok pedesanaan. Kaum muslimin dan muslimat rakhimakumullah, ketahuilah bahwa kemaksiatan itu juga merupakan penyebab kemurkaan Allah SWT. Perhatikan sabda Nabi SAW berikut ini:

ُ‫ احلبو‬.ِ‫ُغِهُِِ ػَزَاةَ اهلل‬ ‫ُّىِا ثِبَِٔف‬ ٍَ‫فمَذِ اَح‬ َ ٕ‫لشَِخ‬ َ ًٔ‫ِّثَب ف‬ ‫َِّٔب وَ اٌش‬ ‫ُ اٌض‬ ‫هش‬ َ َ‫ٔارَا ظ‬
Apabila perbuatan zina dan riba sudah berkembang dan secara terang-terangan di suatu negeri, maka penduduk negeri itu telah membiarkan/rela terhadap datangnya adzab Allah untuk diri mereka. [HR. Hakim]

1:28 ‫ اٌجخبسي‬.‫َِّٔب‬ ‫هشَ اٌض‬ َ ْ‫ُ وَ َظ‬ ‫ّش‬ ِ َ‫ششَةَ اْخل‬ ُِ َ َ‫ُ و‬ ً‫ه‬ ِ َ‫ُثَْجذَ اْجل‬ َ َ‫ُ و‬ ٍُْٔ‫شفَغَ اٌْؼ‬ ِ َُ َْْ‫ٖبػَخٔ ا‬ ‫َاطٔ اٌغ‬ ‫شش‬ ِ َ‫ِِٓ ا‬ ٔ َّ‫اِن‬
Sesungguhnya diantara tanda-tanda datangnya kehancuran suatu bangsa ialah diangkatnya (didangkalkan) pengetahuan agama, dan didukungnya sifat jahil (bodoh) tentang agama, diminumnya minuman keras secara terang-terangan dan dilakukan perzinaan secara meluas dan terang-terangan. [HR. Bukhari 1:28]

5

Kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah, kalau kita cermati dari hadis di atas, sebab turunnya azab Allah adalah karena banyaknya kemaksiatan di suatu negeri, yaitu antara lain perzinaan, riba, dan minuman khamr (keras) beserta turunannya. Komisi Nasional Perlindungan Anak (KOMNAS-PA) baru-baru ini mengungkapkan bahwa sebanyak 62,7 persen siswi SMP/SMA sudah pernah melakukan hubukan seks pra-nikah, alias tidak perawan. Sementara 21,2 persen dari para siswi SMP/SMA tersebut mengaku pernah melakukan aborsi ilegal. Data tersebut diperoleh berdasarkan survei oleh Komisi Nasional Perlindungan Anak (KOMNAS-PA) yang dikumpulkan dari 4.726 responden siswa SMP dan SMA di 17 kotabesar di Indonesia. Dari survei tersebut juga terungkap bahwa tren perilaku seks bebas pada remaja Indonesia tersebar secara merata di seluruh kota dan desa, dan terjadi pada berbagai golongan status ekonomi dan sosial, baik kaya maupun miskin. Sementara data dari BKKBN menyatakan, sebanyak 51 persen remaja pernah melakukan seks bebas, dan terjadi 2.3 juta aborsi per tahun pada remaja putri. Belum lama ini juga, di Surabaya digemparkan dengan ditangkapnya Keyko seorang mucikari kelas kakap yang ditengarai mempunyai jaringan PSK sebanyak 1600 orang yang terdiri dari pelajar, mahasiswi, SPG dan foto model. Kebejatan moral dari para remaja kita harus dicegah, yaitu dengan menindak tegas bagi remaja yang melakukan pacaran dan pergaulan bebas. Karena pacaran dan pergaulan bebas merupakan awal dari perbuatan bejat tersebut. Pacaran/berduaan dengan lawan jenis, atau pergaulan bebas beberapa laki-perempuan yang bukan mahrom, sudah menjadi pemandangan hal yang biasa kita jumpai di tempat-tempat umum, di pinggir jalan, di kampus, bahkan di teras masjid. Ihtilath (percampuran) laki perempuan harus diatur dan dibatasi melalui sistem pendidikan nasional kita, karena dari pendidikan-lah generasi muda kita akan dicetak kemana arahnya nanti. Kalau perlu dibuat UU yang mengatur pergaulan pria-wanita yang bukan mahrom di negeri ini. Bukan dengan cara pembagian kondom, sebagaimna yang pernah diusulkan Menkes Nafsiah Mboi yang mengusulkan agar remaja dipermudah aksesnya untuk mendapat kondom (health.detik.com, 15/06/2012). Ide tersebut adalah “ide edan”, karena secara tidak langsung akan menyuburkan dan melegalkan perzinaan di negeri ini. Segenap masyarakat yang masih mempunyai pikiran sehat, harus menolak keras usulan tersebut dengan berbagai cara.

ِ‫ فَبْْٔ ٌَُِ َغَِزطٔغ‬،ٖٔٔ‫ُ ثَُِذ‬ ِٖ‫ّافٍَُْغَُٓش‬ ‫ىش‬ َ ُِٕ ِ ُُِ ‫سؤَي ِِٕٔى‬ َ ِِٓ َ :ُ ‫ىي‬ ُِ ‫ىيَ اهللِ ص َم‬ ُِ ‫ُ سَع‬ ‫ؼذ‬ ِّ ٔ َ‫ ع‬:َ‫َبي‬ ‫عؼُِٔذٕ ل‬ َ ًِ‫ػِٓ اَث‬ َ 69 :1 ٍُ‫ ِغ‬.ْٔ‫ُ ْاالََِّٔب‬ ‫ضؼَف‬ ِ َ‫ وَ رٌٔهَ ا‬.ِٔٗ‫ فَبْْٔ ٌَُِ َغَِزطٔغِ فَِجمٍَْج‬،ِٔٗٔ‫فَجٍِٔغَب‬
Dari Abu Sa'id, ia berkata : Saya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa diantara kalian yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia merobahnya dengan tangannya. Jika ia tidak mampu maka (hendaklah merobah) dengan lesannya. Dan jika ia tidak mampu, maka dengan hatinya. Dan yang demikian itu adalah selemah-lemah iman". [HR. Muslim juz 1, hal. 69] Masyarakat kita sudah sakit, mata hatinya sudah tertutup, karena melihat kemaksiatan yang demikian merebak di negeri ini seolah dianggap hal yang lumrah dan biasa. Adalah aneh, artis yang belum waktunya keluar penjara karena kasus video porno, sekarang sudah bebas berkeliaran dan disambut gegap gempita dimana-mana oleh pendukungnya! Sedang artis pelaku yang lainnya malah dijadikan iklan dan pengisi acara di TV. Seolaholah masyarakat kita bertoleransi dengan kemaksiatan tersebut, tidak ada rasa risih apalagi merasa bersalah dan dosa. Selemah-lemah iman saja sudah tidak ada, maka sewajarlah kalau masyarakat yang demikian ini oleh Allah diberikan azab. Perhatikan sabda Nabi SAW :

6

ُِِٕٗٔ ُ ‫ُُُ اهلل‬ ‫ٖه‬ َّ‫َّ َُىِشٔهُ اَْْ َُؼ‬ ‫ٔال‬ ‫َُشُوِا ا‬ ِّ‫ٖ الَ َُغ‬ ُُ ‫ُوِا ث‬ ‫َُش‬ ِّ‫ُوَِْ ػًٍََ اَْْ َُغ‬ ‫ٖ َمْذٔس‬ ُُ ‫دلؼَبصًٔ ث‬ َ ْ‫ُ فُِٔهُِِ ثِب‬ ًّ َ ِ‫ىٍَ َُؼ‬ ِ َ‫ِِٓ ل‬ ٔ ‫مَا‬ 4:122 ‫ اثى داود‬.ٍ‫ؼمَبة‬ ٔ ‫ِث‬
Tidaklah suatu kaum yang di tengah-tengah mereka dilakukan kemakshiyatan, sedang mereka mampu mencegahnya tetapi tidak mau mencegahnya, melainkan Allah akan menimpakan adzab secara merata kepada mereka. [HR. Abu Dawud 4 : 122] Kemaksiatan selain perzinaan adalah merebaknya minaman khamr. Khamr pada zaman Nabi adalah berupa minuman keras, yang jika diminum akan memabukkan. Sebagaimana yang terjadi di Payomaman, Cianjur, 2 siswi dan 3 siswa SMA pada tanggal 18 September ditangkap warga karena pesta miras dan seks. Pada waktu ditangkap, seorang siswi kedapatan pingsan karena over dosis. Sementara itu seorang siswi salah satu SMA di Bantaeng, pada tanggal 17 September dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof Anwar Makatutu Bantaeng, setelah 6 orang remaja pesta miras, dan dalam kondisi teler diduga diperkosa beberapa rekannya. Beberapa kasus miras oplosan yang membawa maut sering kita dengar dari TV. Karena dampaknya yang demikian itu, maka proses pembuatan khamr sampai ke peminumnya, semua dilaknat.

َ‫دلحُِّىٌَِخ‬ َ ْ‫شَ٘ب وَ شَبسِثَهَب وَ حَبٍَِٔهَب وَ ا‬ َ‫ص‬ ٔ ‫ِؼَِز‬ ُ َ‫شَ٘ب و‬ َ‫ص‬ ٔ ‫ ػَب‬:ً‫ششَح‬ ِ َ‫ّشِ ػ‬ ِ َ‫ىيُ اهللِ ص فًٔ اْخل‬ ُِ ‫ؼَٓ سَع‬ َ ٌَ :َ‫َبي‬ ‫ػِٓ أََظٍ ل‬ َ 313:‫ منشح‬2:380 ‫ اٌزشِزي‬.ُ ٌَٗ َ‫ُشَِزشَاح‬ ‫ُشَِزشٌَِ ٌَهَب وَ اْدل‬ ‫وًَ ثََِّٕهَب وَ اْدل‬ ٔ ‫أٌَُِٗٔ وَ عَبلَُٔهَب وَ ثَبٔئؼَهَب وَ آ‬
Dari Anas ia berkata, “Rasulullah SAW melaknat 10 golongan tentang khamr. 1. yang memerasnya, 2. pemilik (produsennya), 3. yang meminumnya, 4. yang membawanya (pengedar), 5. yang minta diantarinya, 6. yang menuangkannya, 7. yang menjualnya, 8. yang memakan harganya, 9. yang membelinya, dan 10. yang minta dibelikannya”. [HR. Tirmidzi 2 : 380, hadits no. : 313] Rasulullah melaknat semua orang yang ada hubungan dengan khamr dari menyajikan sampai meminumnya termasuk semua karyawan yang berhubungan dengan itu, tiada yang terlewatkan, semua dilaknat. Karena memang begitu besar bahaya yang ditimbulkan oleh kahmr sebagaimana Allah SWT berfirman :

ِٓ‫ػ‬ َ َ‫وشِ اهللِ و‬ ْ‫ر‬ ٔ ِٓ‫ػ‬ َ ُُِ ‫ذو‬ ُٖ ‫غشِ وَ َص‬ ِ َُِ‫ّشِ وَ اْدل‬ ِ َ‫غضَأءَ فًٔ اْخل‬ ِ ‫ُ اٌْؼَذَاوَحَ وَ اٌَْج‬ ُُ ‫ىلٔغَ ثََُِٕى‬ ِٗ َ َْْ‫ُ ا‬ ْ‫ُِٖطَب‬ ‫ُ اٌش‬ ‫َّٖب َُشَِِذ‬ ٔٔ‫ا‬ 91:‫ ادلبئذح‬.َِْ‫ُى‬ ‫ُِٕزَه‬ ِ ُُِ ‫هًْ أَِز‬ َ َ‫ٍٖىحٔ ف‬ ‫اٌص‬
Sesungguhnya syaithan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian diantara kamu lantaran minum khamr dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat. Maka berhentilah kamu dari perbuatan itu. [QS. Al-Maidah : 91] Namun ada lagi turunan khmar yang tidak kalah bahanya, yaitu narkoba. Kalau kecanduan khamr orang mudah disembuhkan, namun kalau orang sudah kecanduan narkoba susah disembuhkan. Betapa banyak generasi kita sudah terjerumus oleh narkoba ini. Berdasar data dari Badan Narkotika Nasional, tahun 2008 saja sebanyak 3.2 juta penduduk Indonesia adalah pengguna narkoba. Sebanyak 78% diantaranya adalah remaja, dan tercatat pengguna narkoba umur termuda adalah 7 tahun. Hal yang lebih menyedihkan lagi, sekitar 8.000 anak SD yang baru berumur 7-12 tahun tengah menjalani rehabilitasi narkoba. Tidakkah semua ini seharusnya menyadarkan kita semua? Untuk itu, marilah kita adakan amar ma‟ruf di negeri ini, dakwah kita tegakkan jangan sampai teguran Allah ini mengenai negri kita:

25 :‫ االٔفبي‬.ِ‫ؼمَبة‬ ٔ ٌْ‫ُىِآ اََّْ اهللَ شَذَِٔذُ ا‬ ٍَِّ‫ وَ اػ‬،ً‫ٖخ‬ ‫ُُِ خَبص‬ ‫ُىِا ِِٕٔى‬ ٍََّ‫َّزََِٔٓ ظ‬ ٌ‫ٖ ا‬ ٓ‫ُىِا فٔزَِٕخً الَّ ُرصَُِٔج‬ ‫وَ اٖرم‬
7

Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang dhalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksa-Nya. [QS. Al-Anfal : 25] Ayat tersebut mewajibkan kita untuk ber amar ma‟ruf dan nahi munkar, siapapun apakah warga biasa ataupun penguasa negeri. Para pembesar negeri (pemerintah dan penegak hukum) seharusnya yang tampil di garda paling depan dalam memberantas kemaksiatan di negeri ini. Apabila mereka tidak bertindak demikian, justeru malah menjadi backing terhadap bentuk kemaksiatan, maka tunggulah kehancuran yang lebih parah di negeri ini. Perhatikan firman Allah SWT :

16:‫ االعشاء‬.‫ذُِِٔشّا‬ ِ َ‫شهنَب ر‬ ِِ ٖ‫ذ‬ َ َ‫ُ ف‬ ‫ىي‬ ِ َ‫ٖ ػٍََُِهَب اٌْم‬ ‫حك‬ َ‫ف‬ َ ‫ُىِا فُِٔهَب‬ ‫غم‬ َ َ‫فف‬ َ ‫شفُِٔهَب‬ َ ‫ُِز‬ ِ ‫ِشَِٔب‬ َ ‫لشَِخً َا‬ َ َ‫ٗهٍِٔه‬ ٔ َْْ‫سدَِٔب ا‬ َ َ‫وَ ٔارَا ا‬
Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orangorang “mutraf” di negeri itu supaya menthaati Kami, tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan atau ketentuan Kami, kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya. [QS. Al-Israa‟ : 16] Yang dimaksud dengan orang-orang mutraf dalam ayat tersebut menurut tarjamah AlFurqaan adalah, “Orang-orang mampu, orang-orang yang senang dan kaya”. Sedangkan menurut tarjamah Departemen Agama, “Orang-orang yang hidup mewah”. Selain itu mutraf dalam ayat tersebut dapat berarti “Orang-orang besar (pejabat) yang hanya mengutamakan hidup bermewah-mewah tanpa menghiraukan orang-orang kecil”. Ayat tersebut mengungkapkan kesombongan orang-orang yang hidup mewah, para pembesar dalam suatu negeri, mereka berbuat apasaja yang mereka kehendaki, tanpa memperhatikan norma-norma hukum yang berlaku, melakukan pelanggaran-pelanggaran, kemakshiyatan, kedurhakaan dan sebagainya secara bebas. Dengan kekayaan dan anak buah/pendukung yang banyak merasa dapat membeli keputusan hukum, maka dirinya merasa kebal hukum. Kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah, kita semua tentu tidak menginginkan negeri kita yang “gemah ripah, loh jinawi”, hingga dikatakan, “Tongkat kayu pun jadi tanaman”, bagaikan zamrud di Khathulistiwa ini hancur total. Tanda-tanda kehancuran itu sudah mulai kita rasakan, yakni dengan maraknya kerusuhan dimana-mana, pertikaian sesama kita yang tidak sedikit menelan korban jiwa maupun harta. Tri kerukunan yang dahulu dapat kita rasakan mesra, kini sudah mulai tercabik-cabik, munculnya kehendak di beberapa daerah untuk memisahkan diri dari negara kesatuan Republik Indonesia, hilangnya kepercayaan sesama kita, bahkan sudah sampai kepada hilangnya kepercayaan terhadap diri kita sendiri sebagai bangsa yang besar. Sebagai bangsa yang besar dan mayoritas muslim ini rasanya sudah tidak lagi bertawakkal bulat kepada Allah dalam mengatasi problem-problem yang dihadapi, namun ketergantungan kepada makhluq seperti PBB, Amerika, IMF dan sebagainya lebih diutamakan. Padahal ketergantungan kepada selain Allah, sungguh sangat rapuh, yang Allah menggambarkannya seperti orang yang berlindung pada sarang labah-labah, sebagaimana firman Allah :

ِ‫َ٘ٓ اٌْجُُىِدٔ ٌَجَُِذُ اٌْؼَِٕىَجُىِدٔ ٌَى‬ َ‫و‬ ِ َ‫َّ ا‬ ْٔ‫ وَ ا‬،‫ُىِدٔ اٖرخَزَدِ ثَُِزّب‬ ‫ُؤِْ اهللِ اَؤٌَُِأءَ وَََّثًِ اٌْؼَِٕىَج‬ ‫ِِٓ د‬ ٔ ‫ُوِا‬ ‫َّزََِٔٓ اٖرخَز‬ ٌ‫ُ ا‬ ً‫ََِث‬ 41:‫ اٌؼٕىجىد‬.َِْ‫ُى‬ ٍَِّ‫ُىِا َؼ‬ ٔ‫وَب‬
Perumpamaan orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti labahlabah yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling rapuh adalah rumah labah-labah, kalau mereka mengetahui. [QS. Al-Ankabuut : 41] Maka, apa yang akan diharapkan dari makhluq dengan meninggalkan tawakkal „ala Allah ? Kecuali hanya akan sia-sia belaka. Padahal Allah berjanji :

8

...ُٗ‫َوًْ ػًٍََ اهللِ فَهُىَ حَغِج‬ َّ ‫ٖزَى‬ َ ِِٓ َ َ‫ و‬،ُ ‫غت‬ ِ َ‫ُ الَ َحِز‬ ‫ِِٓ حَُِث‬ ُٔ ْٗ‫صل‬ ُ ِ‫ وَ َش‬.‫خشَجّب‬ ِِ َ ٌَّٗ ًْ‫ؼ‬ َ‫ج‬ ِ َ َ‫ٖٖزكِ اهلل‬ َ ِِٓ َ َ‫ و‬...
3 -2 :‫الطالق‬
.... barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah akan menjadikan baginya jalan keluar (dari kesulitan), dan memberi rezqi yang tidak disangka-sangka. Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, maka Allah akan mencukupkan (semua keperluan)nya ..... . [QS. ATh-Thalaaq : 2-3] Semoga Allah masih memberi kesempatan kepada kita bangsa Indonesia untuk memperbaiki diri sebelum Allah menghancurkan kita dengan sehancur-hancurnya. Oleh karena itu marilah kesempatan ini kita gunakan sebaik-baiknya, untuk mengajak umat Islam kembali kepada Al Qur‟an dan Sunnah, kita tingkatkan dakwah dimanadimana untuk mengimbangi kemaksiatan yang sudah demikian pesatnya tumbuh di negeri ini. Hanya dengan jalan inilah satu-satunya yang masih kita harapkan untuk memperbaiki kondisi bangsa kita ini. Jangan sampai kita malas berdakwah, malas beramar ma‟ruf nahi munkar, akhirnya doa kita tidak pernah terkabulkan oleh Allah SWT.

َ‫ذػُىِا فَال‬ ِ َ‫ىشِ لَِجًَ اَْْ ر‬ َ ُِٕ‫ػِٓ اْدل‬ َ ‫ُوِفٔ وَ أِهَىِا‬ ‫ؼش‬ ِ ‫دل‬ َ ْ‫ُوِا ثِب‬ ‫ِش‬ ُ :ُ ‫ىي‬ ُِ ‫ىيَ اهللِ ص َم‬ ُِ ‫ُ سَع‬ ‫ؼذ‬ ِّ ٔ َ‫ ع‬:ِ‫ػِٓ ػَبئٔشَخَ لَبٌَذ‬ َ 1327 :2 ٗ‫ اثٓ ِبج‬.ُُِ ‫ُغَِزجَبةَ ٌَى‬ َ
Dari „Aisyah, dia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Suruhlah kepada yang ma‟ruf, dan cegahlah dari kemunkaran sebelum kalian berdoa (kepada Allah) namun tidak dikabulkan”. [HR. Ibnu Majah juz 2, hal. 1327] Untuk itu, melalui mimbar ini saya menghimbau kepada para kyai, ustad dan ulama hendaklah bersedia meluangkan waktu untuk berdakwah menggarap umat dengan serius disertai rasa ikhlas tanpa pamrih, tidak mengaharap bayaran dari umat, dan dilandasi dengan kasih sayang dan kekeluargaan, sebagaimana yang dikehendaki Allah dalam QS Assyura 23 dan QS Al Furqon ayat 57:

..... ًَ‫مشِث‬ ُ ٌْ‫ّحَ فٍٔ ا‬ َ‫ىد‬ َ ٌَّْ‫جشّا إِال ا‬ ِ َ‫ىُِ ػٍََُِٗٔ ؤ‬ ُُ ٌَ‫لًْ ال ؤَعِإ‬ ُ
Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas dakwahku, kecuali kasih sayang dan kekeluargaan… (QS Asyura: 23).

‫ّٗٔ عَجُِال‬ ِ‫ِِٓ شَبءَ ؤَْْ َّزَخٔزَ إًٌَِ سَث‬ َ ‫ِال‬ ‫جشٍ إ‬ ِ َ‫ِِٓ ؤ‬ ٔ ٍََُِٔٗ‫ُُِ ػ‬ ‫ُى‬ ٌَ‫لًْ َِب ؤَعِإ‬ ُ

Katakanlah : “Aku tidak meminta upah sedikitpun kepada kamu dalam menyampaikan risalah itu, melainkan (mengharapkan kepatuhan) orang-orang yang mau mengambil jalan kepada Tuhannya.” (QS Al Furqon: 57) Sedang umat, mempunyai tanggung jawab untuk mengikuti kebenaran selama berdasar pada tuntunan Allah, Al Qur‟an, dan Sunnah Nabi-Nya. Kita dilarang untuk taqlid buta mengikuti apa saja yang dilakukan oleh seseorang, apakah itu kyai, ustad, ulama, menteri agama atau pembesar negara. Karena kita tidak dibenarkan taqlid/mengikut kecuali kepada Nabi Muhammad saja, sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Malik :

‫ ِبٌه‬.ِ ‫اٌْمَِجش‬

َ‫حتَ ٘ز‬ ٔ ‫َب‬ ‫ٔال ص‬ َّ ‫ٗ ػٍََُِٗٔ ا‬ ‫شد‬ َ َُ َ‫ِٗٔ و‬ ٔ ‫ال‬ َ َ‫ز ِِٔٓ و‬ ُ َ‫ؤخ‬ ُِ َ ٕ‫ُّ َاحَذ‬ ًُ ‫و‬

Setiap orang boleh diambil perkataanya dan boleh pula ditolak, kecuali perkataan penghuni kubur ini (sambil menunjuk ke arah makam Nabi SAW) (HR Malik). Taqlid buta ini telah dilakukan oleh ahli kitab sebelum umat Islam, sehingga mereka menjadi sesat. Allah katakan taqlid mereka itu seolah-olah identik dengan menyembah para ulama-ulama dan pendeta-pendeta mereka, sebagaimana tercantum dalam QS Taubah ayat 31:
9

31:‫ اٌزىثخ‬.ِ‫ُؤِْ اهلل‬ ‫ِِٓ د‬ ٓ ‫ُُِ اَسِثَبثّب‬ ‫سِ٘جَبَٔه‬ ُ َ‫ُُِ و‬ ٘‫س‬ َ ‫ُوِا اَحِجَب‬ ‫أٖرخَز‬
mereka menjadikan ulama-ulama, dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah. [QS. At-Taubah : 31] „Adiy bin Hatim Ath-Thaa‟i seorang Nashrani yang sudah masuk Islam, ketika mendengar Nabi SAW membaca ayat tersebut langsung berkata, “Ya Rasulullah, kami dahulu tidak pernah menyembah mereka”. Kemudian Rasulullah SAW bersabda :

‫ُ؟‬ َِٗٔ‫ُى‬ ِ‫ش‬ ٓ‫ح‬ َ ‫ُ فَُز‬ ‫حًَّ اهلل‬ َ َ‫ُىَِْ َِب ا‬ ِ‫ش‬ ٓ‫ح‬ َ َُ َ‫ُ و‬ َِٗٔ‫ُّى‬ ٍٔ‫ُ فَُزح‬ ‫ش َ اهلل‬ ٖ‫ح‬ َ ‫ُّىَِْ َِب‬ ٍٔ‫اَ ٌَُِظَ َُح‬
Bukankah mereka menghalalkan apa-apa yang diharamkan Allah, lalu kamu ikut juga menghalalkannya, mereka mengharamkan apa-apa yang dihalalkan Allah, lalu kamu ikut mengharamkannya ?

ُِ‫ه‬ ُُ ‫فَزٍْٔهَ ػٔجَبدَر‬
Begitulah kamu menyembah mereka. [HR. Tirmidzi]

‫ امحذ‬.ِ‫ؼصَُٔخٔ اْخلَبٌٔك‬ ِِ َ ًٔ‫ُىِقٍ ف‬ ٍِ‫ّخ‬ َ ٌٔ َ‫َبػَخ‬ ‫الَ ط‬
Tidak ada ketaatan kepada makhluq dalam hal bermakshiyat kepada Al-Khaliq (Allah). [HR. Ahmad] Dengan demikian, haram hukumnya beragama dengan taqlid buta, apapun yang diperintahkan oleh pimpinannya ditaati dan membela mati-matian sekalipun tidak sesuai dengan aturan Allah dan Rasul-Nya. Sebagai penutup khutbah saya, saya nukilkan firman Allah dalam surat Ar Ra‟ad ayat 11 :

ُِِ‫ُغِه‬ ‫ُوا َِب ثِإَِٔف‬ ‫ًّ َُغَُِّش‬ َ‫ىٍَ حَز‬ ِ َ‫ُ َِب ِثم‬ ‫َّٗ ال َُغَُِّش‬ ٌٍَ‫ّ ا‬ َِْ‫إ‬
Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan suatu kaum, sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada mereka sendiri. Mudah-mudahan bermanfaat, semoga Allah mengampuni dosa kita semua, serta menunjuki kita kepada jalan kebenaran.

ِ‫ٖبس‬ ٌٕ‫ٖ لَٕٔب ػَزَاةَ ا‬ ‫خشَحٔ حَغََٕخً و‬ ٔ ِْ‫ٖ فًٔ ا‬ ‫َُِٗٔب حَغََٕخً و‬ ‫َٖٕب آرَٕٔب فًٔ اٌذ‬ ‫سَث‬ ٌََُِّٓٔ‫ِّ اٌْؼَب‬ ‫وَ اْحلَِّذُ ِهللِ سَة‬
~oO[ A ]Oo~

10

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->