Anda di halaman 1dari 13

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pengembangan kemampuan siswa secara optimal merupakan tanggung jawab besar dari kegiatan pendidikan. Oleh karena itu, penyelenggaraan pendidikan yang bermutu sangat penting untuk pengembangan peserta didik sebagai manusia yang maju, mandiri dan bertanggung jawab. Hal ini sejalan dengan amanat yang dikehendaki UndangUndang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bab II pada pasal 3 bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat dan berilmu, cakap dan kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Sekolah sebagai lembaga penyelenggara pendidikan formal memiliki tanggung jawab yang besar dalam upaya pengembangan siswa secara maksimal yang nantinya dapat bermanfaat bukan saja bagi diri sendiri tapi juga bagi masyarakat luas. Untuk maksud ini lembaga pendidikan formal dituntut melaksanakan banyak hal mulai dari kegiatan pembelajaran yang bermutu, penciptaan suasana yang sehat, sarana dan prasarana yang lengkap dan memadai sampai pada penyelenggaraan bimbingan dan konseling yang terpadu. Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 dijelaskan bahwa pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator. Pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah sering ditafsirkan secara salah oleh pihak-pihak tertentu sehingga menimbulkan kesalahpahaman seperti pendapat yang mengatakan bahwa pelayanan BK hanya dapat dilaksanakan oleh tenaga konselor. Padahal bukan demikian adanya. Kegiatan BK di sekolah tidak hanya melibatkan guru pembimbing saja tapi personil sekolah lainnya dapat berperan dalam menyukseskan program BK seperti kepala sekolah, guru praktik, guru bidang studi dan personil sekolah lainnya.

(Kelompok 9), Peranan dan Tugas Guru Bidang Studi Dalam Program BK di Sekolah

Hal. 1

B. Permasalahan Berdasarkan latar belakang, permasalahan yang dapat diidentifikasi adalah: 1. Bagaimanakah program Bimbingan Konseling di Sekolah? 2. Bagaimanakah peranan guru dalam bidang studi dalam pelaksanaan Bimbingan Konseling di sekolah?

C. Tujuan Berdasarkan permasalahan di atas, tujuan pembahasan adalah: 1. Untuk mengetahui program Bimbingan Konseling di Sekolah? 2. Untuk mengetahui bagaimana peranan guru bidang studi dalam pelaksanaan Bimbingan Konseling di sekolah?

(Kelompok 9), Peranan dan Tugas Guru Bidang Studi Dalam Program BK di Sekolah

Hal. 2

BAB II PEMBAHASAN

A. Program Bimbingan Konseling di Sekolah Pelayanan bimbingan di sekolah merupakan usaha membantu peserta didik dalam pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kegiatan belajar, serta perencanaan dan pengembangan karir. Pelayanan konseling menfasilitasi pengembangan peserta didik , secara individual dan atau kelompok, sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, perkembangan, serta peluang-peluang yang dimiliki. Pelayanan ini juga membantu mengatasi kelemahan dan hambatan serta masalah yang dihadapi peserta didik. Menurut Salahudin ada beberapa hal yang harus diketahui oleh konselor sekolah berkenaan dengan penyelenggaraan BK di sekolah di antaranya: 1. Kegiatan pelayanan konseling dapat dilaksanakan di dalam atau di luar jam pembelajaran sekolah/ madrasah. Kegiatan pelayanan konseling di luar jam pembelajaran maksimum 50%. 2. Pelayanan konseling dilaksanakan dalam empat bidang, bidang pelayanan konseling: a) Pengembangan kehidupan pribadi, yaitu bidang pelayanan yang membantu siswa dalam memahami, menilai, dan mengembangkan potensi dan kecakapan, bakat dan minat, sesuai dengan karakteristik kepribadian dan kebutuhan dirinya secara realistic. b) Pengembangan kehidupan sosial, yaitu bidang pelayanan yang membantu siswa dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya, anggota keluarga, dan warga lingkungan sosial yang lebih luas. c) Pengembangan kemampuan belajar, yaitu bidang pelayanan yang membantu siswa mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/ madrasah dan belajar secara mandiri. d) Pengembangan karir, yaitu bidang pelayanan yang membantu siswa dalam memahami dan menilai informasi, serta memilih dan mengambil keputusan karir.

(Kelompok 9), Peranan dan Tugas Guru Bidang Studi Dalam Program BK di Sekolah

Hal. 3

Ke empat bidang pelayanan konseling tersebut diselenggarakan dalam sembilan jenis layanan konseling dan enam kegiatan pendukung. Sembilan jenis layanan tersebut adalah: a) Oreintasi, yaitu layanna yang membantu siswa memahami lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah/ madrasah dan objek-objek yang dipelajari, untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru; b) Informasi, yaitu layanan yang membantu siswa menerima dan memahami berbagai informasi diri, sosial, belajr, karir/ jabatan, pendidikan lanjutan. c) Penempatan dan penyaluran, layanan yang membantu siswa memperoleh penempatan dan penyaluranyang tepat di dalam kelas, kelompok belajar, jurusan/ program studi, program latihan, magang dan kegiatan ekstrakurikuler; d) Penguasaan konten, yaitu layanan yang membantu siswa menguasai konten tertentu, terutama kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah, keluarga dan mamasyarakan e) Konseling perseorangan, yaitu layanan yang membantu siswa dalam

menyelesaikan masalah pribadinya; f) Bimbingan kelompok, yaitu layanan yang membantu siswa dalam pengembangan pribadi, kemampuan hubungan sosial, kegiatan belajar, karir/ jabatan, dan pengambilan keputusan, serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok; g) Konseling kelompok, yaitu layanan yang membantu siswa dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok; h) konsultasi, yaitu layanan yang membantu siswa dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan, pemahaman dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah siswa; i) meditasi, yaitu layanan yang membantu siswa menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antarsiswa.

(Kelompok 9), Peranan dan Tugas Guru Bidang Studi Dalam Program BK di Sekolah

Hal. 4

Enam kegiatan pendukung tersebut adalah sebagai berikut. a) Aplikasi instrumentasi, yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri siswa dan lingkungannya, melalui aplikasi berbagai instrumen, baik tes maupun nontes. b) Himpunan data, yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan siswa, yang diselenggarakan secara berkelanjutan sistematis, komprehensif, terpadu, dan bersifat rahasia. c) Konferensi kasus, yaitu kegiatan membahas permasalahan siswa dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik, yang bersifat terbatas dan tertutup. d) Kunjungan rumah, yaitu kegiatan memperoleh data, kemudahan dan komitmen bagi terselesaikannya masalah siswa melalui pertemuan dengan orang tua dan atau keluarganya. e) Tampilan kepustakaan, yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang dapat digunakan peserta didikdalam pengembangan diri, kemampuan sosial, kegiatan belajar, dan karir/ jabatan. f) Alih tangan kasus, yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah siswa ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya. Problematika penyelenggaraan bimbingan dan konseling di sekolah yang begitu besar seperti diungkapkan dalam tulisan di atas upaya menentukan langkah dalam

penyusunanprogram dan tindakan pelaksanaan pelayananbimbingan, harus dilaksanakan berdasarkan kemampuan yang dimiliki oleh setiap sekolah. Hal ini terutama sekolah yang diselenggarakan oleh pihak swasta atau masyarakat. Lain halnya jika sekolah tersebut diselenggarakan oleh dinas pendidikan yang dibiayai oleh anggaran negara, program tentu harus seideal mungkin. Program perencanaan dan pelaksanaan bimbingan dan konseling yang mengacu pada keterbatasan kemampuan bagi lembaga-lembaga pendidikan dasar, seperti tingkat sekolah dasar dan menengah pertama, program bimbingan dapat dikhususkan pada kasus atau masalah-masalah belajar siswa. Karena dapat dipastikan dialami oleh setiap sekolah di tanah air, masalah ini harus menjadi skal proritas dalam kegiatan BK di sekolah.

(Kelompok 9), Peranan dan Tugas Guru Bidang Studi Dalam Program BK di Sekolah

Hal. 5

B. Program Layanan Bimbingan 1. Program Mengatasi Masalah Belajar Masalah belajar adalah suatu kondisi tertentu yang dialami oleh siswa yang dapat manghambat kelancaran proses belajarnya. Adapun jenis-jenis masalah belajar di sekolah dasar dapat dikelompokkan menjadi sebagai berikut. a) Keterlambatan akademik, yaitu keadaan siswa yang diperkirakan memiliki intelengensi yang cukup tinggi, tetapi tidak dapat memanfaatkannya secara optimal. b) Keterlambatan dalam belajar; c) Sangat lambat dalam belajar; d) Kurang motivasi dalam belajar; e) Bersikap dan kebiasaan buruk dalam belajar; f) Sering tidak sekolah. Sebab-sebab yang melatarbelakangi timbulnya masalah belajar pada siswa dapat dikelompokkan dalam kategori, yaitu: 1) Faktor-faktor internal Faktor-faktor internal adalah faktor-faktor yang berada pada diri siswa itu sendiri, antara lain: a) Gangguan secara fisik; b) Ketidakseimbangan secara mental; c) Kelemahan emosional; d) Kelemahan yang disebabkan oleh kebiasaan dan sikap yang salah.

2) Faktor-faktor eksternal (faktor-faktor dari luar), terdiri atas: a) Sekolah b) Keluarga (rumah) Bebererapa upaya yang dapat dilakukan untuk membantu siswa dalam mengatasi masalah belajar, khususnya pada siswa yang mengalami masalah kurang motivasi, yaitu sebagai berikut:

(Kelompok 9), Peranan dan Tugas Guru Bidang Studi Dalam Program BK di Sekolah

Hal. 6

a. Peningkatan motivasi belajar Peningkatan motivasi belajar dapat dilakukan dengan cara: 1) Memperjelas tujuan-tujuan belajar. 2) Menyesuaikan pengajaran dengan bakat, kemampuan, dan minat siswa. 3) Menciptakan suasana pembelajaran yang menantang, merangsang, dan

menyenangkan.

b. Peningkatan keterampilan belajar Prosedur yang dapat dilakukan: 1) Membuat catatan waktu guru mengajar; 2) Membuat ringkasan dari bahan yang dibaca; 3) Mengerjakan latihan-latihan soal.

c. Pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang baik Dalam hal ini guru dapat memberikan bantuan untuk menumbuhkan sikap dan kebiasaan yang baik, dengan cara: 1) Membantu menyusun rencana yang baik; 2) Membantu siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar di dalam kelas; 3) Melatih siswa membaca cepat dan tepat; 4) Melatih siswa untuk mempelajari buku pelajaran secara efisien dan efektif; 5) Membiasakan siswa menyusun jadwal dan mematuhi jadwal yang telah disusunnya; 6) Membantu siswa agar berkembang secara wajar dan sehat; 7) Membantu siswa mempersiapkan diri mengikuti ujian. d. Pengajaran perbaikan Pengajaran perbaikan merupakan bentuk khusus pengajaran yang bermaksud untuk menyembuhkan, membetulkan,atau mengubah pengajaran menjadi baik.

(Kelompok 9), Peranan dan Tugas Guru Bidang Studi Dalam Program BK di Sekolah

Hal. 7

e. Kegiatan pengayaan Kegiatan pengayaan merupakan suatu bentuk layanan yang diberikan kepada seseorang atau beberapa oaring siswa yang sangat cepat belajar. 2. Pelaksanaan Program Layanan Bimbingan Untuk menindaklanjuti program dan sekaligus mengatasi masalah belajar siswa tersebut, sekolah harus melaksanakan program layanan bimbingan , yang tentunya didahului kegiatan sebagai berikut. a) Observasi atau pengamatan Observasi merupakan teknik pengumpulan data dengan mengamati dan mencatat gejalagejala yang tampak, secara sistematik, baik observasi langsung maupun tidak langsung. b) Wawancara Wawancara adalah suatu teknik atau cara pengumpulan data dilakukan dengan cara Tanya jawab oleh dua orang atau lebih. Wawancara dilakukan untuk mendapat penjelasan akurat, jelas, dan bersifat fakta, baik dari siswa yang bersangkutan maupun orang di sekelilingnya. c) Pengumpulan data Pengumpulan data merupakan serangkaian informasi yang dihimpun secara sistematis, diklasifikasikan jenisnya, kemudian di himpun menurut sistem tertentu. Semua data tentang siswa dimasukkan ke dalam buku data pribadi siswa maupun data pribadi siswa yang bermasalah dalam belajar. d) Pelaksanaan usaha bimbingan belajar Guru memberikan motivasi dan bimbingan secara khusus kepada siswa yang mengalami kesulitan belajar, dengan membangkitkan minat belajar siswa. Guru mengimbau kepada siswa untuk saling membantu teman yang belum dapat menguasai pelajaran dengan metode belajar teman sebaya. Guru menambah jam pelajaran di luar jam sekolah.

(Kelompok 9), Peranan dan Tugas Guru Bidang Studi Dalam Program BK di Sekolah

Hal. 8

Pada waktu pelajaran matematika, guru mengulang dan mengingatkan kembali konsep awal (konsep dasar) matematika kelas rendah. Untuk menghilangkan kesan bahwa matematika itu sulit, guru menggunakan teknik permainan yang menyenangkan dan menggunakan metode serta media yang relevan dengan materi yang disampaikan.

Guru memberikan latihan-latihan soal yang bervariasi untuk dikerjakan siswa dengan teliti.

e) Evaluasi atas keefektifan bimbingan belajar yang diberikan Evaluasi dapat dilakukan dengan cara, anatara lain melalui sistem ulangan pada bidang studi yang menjadi pemicu lemahnya motivasi belajar. C. Peran Guru Bidang Studi Dalam Penyelenggaraan Bimbingan Konseling Layanan bimbingan dan konseling merupakan bagian yang integral dari keseluruhan proses pendidikan di lembaga sekolah. Oleh karena itu, penyelenggaraan BK dapat melibatkan personil yang ada di sekolah seperti melibatkan guru bidang studi dalam mensukseskan program BK di sekolah. Ada beberapa pertimbangan, mengapa guru bidang studi dapat dilibatkan dalam penyelenggaraan program BK di sekolah. Pertama, bahwa pengenalan fungsi dan pelayanan BK termasuk salah satu kemampuan dasar dari seorang guru. Artinya, guru yang profesional itu harus memiliki kompetensi. Di antara komptetensi yang semestinya dikuasai oleh guru bidang studi adalah pemahaman tentang BK. Hal ini sesuai dengan sepuluh kompetensi guru sebagai berikut: (1) menguasai bahan; (2) mengelola program belajar-mengajar; (3) mengelola kelas; (4) menggunakan media/sumber; (5) menguasai landasan kependidikan; (6) mengelola interaksi belajar mengajar; (7) menilai prestasi siswa untuk kepentingan pengajaran; (8) mengenal fungsi dan program layanan bimbingan dan konseling; (9) mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah; dan (10) memahami prinsip-prinsip dan hasil penelitian pendidikan guna keperluan pengajaran. Kedua, guru adalah personil sekolah yang paling sering bertatap muka langsung dengan para siswa. Dengan demikian guru lebih banyak kesempatan untuk dapat mengamati dan mengenali kekuatan dan kelemahan para siswanya serta berbagai faktor yang mendorong dan menghambat pencapaian tujuan belajar bagi siswa. Dua pertimbangan di inilah yang menjadi

(Kelompok 9), Peranan dan Tugas Guru Bidang Studi Dalam Program BK di Sekolah

Hal. 9

alasan bahwa guru bidang studi memiliki kedudukan dan peranan strategis dalam penyelenggaraan program layanan BK. Lalu seperti apa peran yang dapat dilakukan guru bidang stdi dalam menyukseskan penyelenggaraan BK? Dalam hal ini, Soetjipto mengemukakan peran yang dapat dimainkan guru bidang studi sebagai berikut: 1) Turut serta dalam membantu melaksanakan kegiatan program bimbingan dan konseling; 2) Memberikan informasi tentang siswa terhadap staf bimbingan dan konseling; 3) Memberikan layanan instruksional (pengajaran); 4) Berpartisipasi dalam pertemuan kasus; 5) Memberikan informasi kepada siswa; 6) Meneliti kesulitan dan kemajuan siswa; 7) Menilai hasil kemajuan belajar siswa; 8) Mengadakan hubungan dengan orang tua siswa; 9) Bekerja sama dengan konselor untuk mengumpulkan data siswa dalam usaha mengidentifikasi masalah yang dihadapi siswa; 10) Membantu memecahkan masalah siswa; 11) Mengirimkan (referal) masalah siswa yang tidak dapat diselesaikannya kepada konselor; dan 12) Mengidentifikasikan, menyalurkan dan membina bakat siswa. Selanjutnya, Erman Amti mengemukakan empat peranan dan fungsi yang dapat dilaksanakan guru bidang studi dalam layanan bimbingan dan konseling. Pertama, fungsi dukungan (supportive). Pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling di sekolah memerlukan dukungan dari berbagai pihak, terutama dari guru bidang studi agar layanan tersebut dapat terselenggara dengan baik. Untuk itu diharapkan guru dapat melaksanakan peranannya dalam hal (1) mengajar dengan sebaik-baiknya. Dalam pelaksanaan proses belajar mengajar, hendaknya guru mampu mendorong siswa untuk mempelajari konsepkonsep, sikap-sikap, keterampilan-keterampilan. Hal ini berarti guru bukan hanya sekedar memindahkan pengetahuan saja kepada siswa tetapi lebih dari itu, para guru harus mampu memberikan bimbingan bagi para pelajar; (2) menginformasikan pelayanan bimbingan dan konseling. Informasi dari guru-guru tentang pelayanan bimbingan dan konseling kepada siswa adalah sesuatu yang amat penting. Hal ini akan sangat mendorong para siswa untuk
(Kelompok 9), Peranan dan Tugas Guru Bidang Studi Dalam Program BK di Sekolah Hal. 10

memahami tentang layanan-layanan apa saja yang tersedia yang dapat dimanfaatkan oleh siswa guna membantu para siswa mencapai tujuan pendidikan dan perkembangannya yang optimal; dan (3) memberi kemudahan bagi konselor. Guru dapat memberikan kemudahankemudahan bagi konselor sekolah dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling terhadap siswa-siswa di kelasnya. Hal ini dapat berupa penyediaan data tentang siswa dan pemberian kesempatan bagi siswa untuk memanfaatkan kegiatan-kegiatan bimbingan. Kedua, fungsi konsultan. Dalam sistem pelayanan BK di sekolah, para guru merupakan anggota dari organisasi bimbingan. Oleh karena itu guru diharapkan dapat (1) berperan aktif dalam merencanakan layanan bimbingan bagi siswanya; (2) bertindak sebagai narasumber dalam pertemuan-pertemuan yang diadakan konselor untuk mempertimbangkan (mempelajari) siswa-siswa tertentu; dan (3) mentransmit informasi untuk melengkapi data siswa. Ketiga, fungsi alih tangan. Fungsi alih tangan ini merupakan fungsi pengiriman siswa kepada pihak lain yang lebih ahli dan berwenang untuk membantu mengatasi masalah yang dihadapi siswa. Dalam hal ini, guru dapat berperan (1) mengenali siswa yang memerlukan bantuan khusus yang berada di luar kemampuan guru untuk mengatasinya; (2) menyediakan kesempatan-kesempatan bagi siswa untuk memperoleh pengalaman belajar di luar kelas; dan (3) mengalihtagankan siswa-siswa yang perlu mendapat layanan BK kepada konselor sekolah. Keempat, fungsi pelayanan. Fungsi ini dapat dilakukan guru bidang studi dengan (1) mengadakan pertemuan dengan siswa-siswa yang memiliki masalah belajar, terutama siswa yang mendapat kesulitan belajar dalam bidang studi guru yang bersangkutan; (2) menerima semua siswa sebagaimana adanya, hangat dan utuh; (3) menyediakan informasi tentang diri siswanya yang berguna untuk konselor untuk membantu siswa bersangkutan; (4) menciptakan suasana yang kondusif guna menunjang perkembangan siswa secara optimal; dan (5) mengintegrasikan informasi pendidikan oleh jabatan ke dalam mata pelajaran yang dibinanya.

(Kelompok 9), Peranan dan Tugas Guru Bidang Studi Dalam Program BK di Sekolah

Hal. 11

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan 1. Pelayanan bimbingan di sekolah merupakan usaha membantu peserta didik dalam pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kegiatan belajar, serta perencanaan dan pengembangan karir.

2. Pelayanan konseling dilaksanakan dalam empat bidang, bidang pelayanan konseling: a) Pengembangan kehidupan pribadi b) Pengembangan kehidupan sosial, c) Pengembangan kemampuan belajar d) Pengembangan karir

3. Pelaksanaan program layanan bimbingan a) Observasi atau pengamatan b) Wawancara c) Pengumpulan data d) Pelaksanaan usaha bimbingan belajar e) Evaluasi atas keefektifan bimbingan belajar yang diberikan

4. Peran yang dapat dimainkan guru bidang studi sebagai berikut dalam menyukseskan Bimbingan Konseling di sekolah adalah: a) Turut serta dalam membantu melaksanakan kegiatan program bimbingan dan konseling; b) Memberikan informasi tentang siswa terhadap staf bimbingan dan konseling; c) Memberikan layanan instruksional (pengajaran); d) Berpartisipasi dalam pertemuan kasus; e) Memberikan informasi kepada siswa; f) Meneliti kesulitan dan kemajuan siswa; g) Menilai hasil kemajuan belajar siswa; h) Mengadakan hubungan dengan orang tua siswa;

(Kelompok 9), Peranan dan Tugas Guru Bidang Studi Dalam Program BK di Sekolah

Hal. 12

i) Bekerja sama dengan konselor untuk mengumpulkan data siswa dalam usaha mengidentifikasi masalah yang dihadapi siswa; j) Membantu memecahkan masalah siswa; k) Mengirimkan (referal) masalah siswa yang tidak dapat diselesaikannya kepada konselor; dan l) Mengidentifikasikan, menyalurkan dan membina bakat siswa.

5. Fungsi guru bidang studi dalam Bimbingan Konseling adalah:


a) Pertama, fungsi dukungan (supportive). b) Kedua, fungsi konsultan c) Ketiga, fungsi alih tangan d) Keempat, fungsi pelayanan

B. Saran Guru mata bidang studi merupakan personil sekolah yang sering bertatap muka dengan siswa. Dengan demikian guru lebih banyak kesempatan untuk dapat mengamati dan mengenali kekuatan dan kelemahan para siswanya serta berbagai faktor yang mendorong dan menghambat pencapaian tujuan belajar bagi siswa. Oleh karena itu, diharapkan guru bisa memanfaatkan keadaan ini sehingga tujuan BK di sekolah bisa terlaksana dengan baik.

(Kelompok 9), Peranan dan Tugas Guru Bidang Studi Dalam Program BK di Sekolah

Hal. 13