Anda di halaman 1dari 2

3.Memahami komplemen a.

Memahami definisi komplemen : Komplemen merupakan sistem yang terdiri atas sejumlah protein yang berperan dalam pertahanan pejamu, baik dalam sistem imun nonspesifik maupun sistem imun spesifik. Komplemen merupakan salah satu sistem enzim serum yang berfungsi dalam inflamasi, opsonisasi dan kerusakan atau (lisis) membran patogen. Dewasa ini diketahui sekitar 20 jenis protein yang berperan dalam sistem komplemen. Komplemen merupakan molekul larut sistem imun nonspesifik dalam keadaan tidak aktif yang dapat diaktifkan berbagai bahan seperti LPS bakteri. Komplemen dapat juga berperan dalam sistem imun spesifik yang setiap waktu dapat diaktifkan kompleks imun. Hasil aktivasi tersebut menghasilkan berbagai mediator yang mempunyai sifat bilologik aktif dan beberapa di antaranya merupakan enzim untuk reaksi berikutnya. Aktivasi komplemen merupakan tubuh untuk menghancurkan antigen asing, namun sering pula menimbulkan kerusakan jaringan sehingga merugikan tubuh sendiri. b.Memahami macam-macam komplemen : Ada 9 komponen dasar komplemen yaitu C1 samapai C9 yang bila diaktifkan dipecah menjadi bagian-bagian yang besar dan kecil (C3a, C4a dan sebagainnya). Fragmen yang besar dapat berupa enzim tersendiri dan mengikat serta mengaktifkan molekul lain. Fragmen tersebut dapat juga berinteraksi dengan inhibitor yang menghentikan reaksi selanjutnya. Komplemen sangat sensitif terhadap sinyal kecil, misalnya jumlah bakteri yang sangat sedikit sudah dapat menimbulkan reaksi beruntun yang biasanya menimbulkan respon lokal. c.Memahami mekaniseme kerja komplemen : Sistem komplemen dapat diaktifkan melalui 3 jalur, yaitu jalur lektin, jalur klasik dan jalur alternatif. Jalur klasik diaktifkan oleh kompleks imun sedang jalur alternatif dan jalur lektin tidak. Jalur lektin diawali dengan pengenalan manosa dari karbohidrat membran patogen oleh lektin dan jalur alternatif diawali oleh pengenalan permukaan sel asing. Bila sudak diaktivasi, maka sistem ini akan menghasilakan komplemen yang dapat bekerja sebagai enzim, mengikat beberapa molekul komponen berikutnya dan menimbulkan reaksi beruntun berupa kaskade. Meskipun aktivasi sistem komplemen diawali oleh tiga jalur yang berbeda, namun semua jalur berakhir dalam produksi C3b. Pada tingkat akhir dari semua jalur dibentuk MAC. Aktivasi komplemen jalur klasik : Aktivasi komplemen melalui jalur klasik dimulai dengan dibentuknya kompleks antigenantibodi larut atau dengan ikatan antibodi dan antigen pada sasaran yg cocok, seperti sel bakteri.Aktivasi jalur klasik dimulai dengan C1 yg dicetuskan oleh kompleks imun antibodi dan antigen. Antibodi seperti IgM dan IgG yg mengikat antigen akan berikatan dengan C1 dan mengaktifkan C4 dan C2, yg selanjutknya akan mengaktifkan C3. C3 akan pecah menjadi C3b dan C3a. C3b akan diendapkan pada patogen dan C3a akan menginduksi inflamasi. C4 dan C2 berfungsi membentuk C3 convertase, yg berfungsi untuk aktivasi C3 lainnya dan memecahnya juga menjadi C3b dan C3a. Kumpulan C3b pada patogen ini akan membentuk C5 convertase, yg mana akan mengaktifkan C5 dan memecahnya menjadi C5a dan C5b. Dengan adanya C5b pada patogen, akan mengaktivasi C6, C7 dan C8, yg pada akhirnya akan mengaktivasi C9. C9 akan berfungsi dalam MAC, yaitu lisis dinding sel mikroba. Aktivasi komplemen jalur alternatif : Aktivasi jalur alternatif akan memproduksi produk aktif seperti halnya dgn jalur klasik, tpi bedanya disini tdk diperlukan kompleks antigen antibodi. Aktivasi jalur alternatif dimulai

dgn aktivasi spontan C3 pada permukaan sel. Aktivasi ini jg dpt dipicu oleh adanya endotoksin & dinding sel bakteri. C3 akan pecah menjadi C3b dan C3a. C3b akan diendapkan pd patogen & C3a akan menginduksi inflamasi. C3b akan berikatan dgn Bb membentuk C3 convertase, yg berfungsi utk aktivasi C3 lainnya & memecahnya juga menjadi C3b & C3a. Kumpulan C3b pd patogen ini akan membentuk C5 convertase, yg mana akan mengaktifkan C5 & memecahnya menjadi C5a & C5b. Dgn adanya C5b pd patogen, akan mengaktivasi C6, C7 & C8, yg pd akhirnya akan mengaktivasi C9. C9 akan berfungsi dlm MAC, yaitu lisis dinding sel mikroba.

Aktivasi komplemen jalur lektin : Lektin adalah protein larut yg mengenal dan mengikat residu manosa dari hidrat arang yg merupakan bagian dinding sel mikroba.Oleh karena itu jalur lektin disebut jalur MBL atau jalur ikatan mannan. Aktivasi jalur lektin diawali oleh terjadinya ikatan antara polisakarida mikroba dengan lektin dalam sirkulasi.MBL mengaktifkan kompleks enzim C1r-C1s dan kemudian mengaktifkan C4 dan C2, yg selanjutknya akan mengaktifkan C3. C3 akan pecah menjadi C3b dan C3a. C3b akan diendapkan pada patogen dan C3a akan menginduksi inflamasi. C4 dan C2 berfungsi membentuk C3 convertase, yg berfungsi untuk aktivasi C3 lainnya dan memecahnya juga menjadi C3b dan C3a. Kumpulan C3b pada patogen ini akan membentuk C5 convertase, yg mana akan mengaktifkan C5 dan memecahnya menjadi C5a dan C5b. Dengan adanya C5b pada patogen, akan mengaktivasi C6, C7 dan C8, yg pada akhirnya akan mengaktivasi C9. C9 akan berfungsi dalam MAC, yaitu lisis dinding sel mikroba. d.Memahami fungsi komplemen 1.Opsonisasi dan fagositosis : Ikatan C3b atau C4b pada mikroba berperan sebagai opsonin, yg mana berfungsi mempeerat hubungan antara sel fagosit dengan sel sasaran, 2.Rangsangan reaksi inflamasi : Penglepasan C3a dan C5a berperan sebagai mediator inflamasi, dimana C3a dan C5a akan menyebabkan degranulasi sel mast serta bertindak sebagai kemotaksis ke arah sel sasaran. 3.Sitolisis : Pembentukan MAC oleh C9 akan menyebabakna lisis dinding sel, sehingga menyebabkan kematian sel sasaran. e. Pengaturan sistem komplemen Beberapa protein serum mengatur sistem komplemen pada berbagai tahapan yang berbeda: 1)inhibitor C1 mengikat dan menginaktifkan aktivitas serin protease pada C1r dan C1s, 2)faktor 1 memecah C3b dan C4b, sehingga mengurangi jumlah C5 konvertase yang tersedia, 3)faktor H meningkatkan efek faktor 1 terhadap C3b, 4)faktor P (properdin) melindungi C3b dan menstabilkan C3 konvertase pada jalur alternatif. Pengaturan ini juga dilakukan oleh protein yang mempunyai kemampuan mempercepat kerusakan protein komplemen-misalnya, faktor yang mempercepat pembusukan, suatu protein yang terikat membran yang ditemukan pada sebagian besar permukaan sel darah yang dapat bekerja mempercepat disosiasi C3 konvertase pada kedua jalur.